Misalkan grup dan . Subgrup yang dibangun oleh , ditulis , adalah subgrup terkecil yang memuat — secara konkret, semua hasil kali hingga atas unsur dan inversnya. Suatu grup disebut siklik apabila dibangun oleh satu unsur: . Adapun orde unsur adalah (boleh jadi tak hingga); bila hingga, ia adalah terkecil dengan , dan .
Contoh
Contoh 1.15 (Koset dalam kerja: di dalam )
Ambil (berorde ) dan . Koset kirinya adalah
dua kelas beranggotakan tiga unsur yang memilah , persis seperti dituntut oleh pencacahan — dan tampak jelas bahwa itulah pemilahan atas permutasi genap dan permutasi ganjil. Perhatikan walaupun : koset adalah kelas, bukan sesuatu yang dinamai menurut wakilnya, dan satu-satunya perbandingan yang sah. Gambaran dua kelas ini berlaku umum untuk tanda permutasi: bersama satu-satunya koset pendampingnya membelah tepat menjadi dua, dan begitulah soal akhir pekan bab ini mencacah posisi teka-teki yang terjangkau.
Contoh 1.16
Dua panen langsung. Grup berorde prima pasti siklik: jika prima dan , maka membagi dan tidak sama dengan , jadi ia sama dengan : . Kisi subgrup : menurut Proposisi 1.17 di bawah, ada tepat satu subgrup untuk tiap pembagi — berorde , yang berturut-turut dibangun oleh , , , , , . Peringatan penutup: konvers teorema Lagrange tidak berlaku umum — berorde tetapi tidak punya subgrup berorde , sebagaimana kita buktikan pada soal akhir pekan bab ini (Soal 1.1, pertanyaan 14). Lagrange membatasi orde yang mungkin; ia tidak menjanjikan orde itu ada.
Contoh 1.20 (Tipe siklus sebagai pencacahan)
Ada berapa permutasi di bertipe siklus — satu siklus panjang , satu siklus panjang , dan satu transposisi? Pilih penyangganya sekaligus urutan siklisnya:
jajarkan kesembilan lambang itu dalam satu baris ( cara), kurung empat yang pertama, tiga berikutnya, dan dua terakhir menjadi siklus, lalu bagi dengan banyaknya perputaran di dalam tiap kurung (, dan buah) yang memberi permutasi yang sama. (Panjang siklusnya di sini berbeda-beda, jadi tidak perlu pembagian lagi; panjang yang sama akan menuntut pembagian oleh permutasi antar kurung yang sepanjang itu pula.) Setiap permutasi semacam itu berorde dan bertanda (Teorema 1.19 dan teorema tanda permutasi di bawah). Satu partisi , satu kelas konjugasi, satu pencacahan — kombinatorika tak lain adalah aritmetika partisi.