Fungsi disebut terdiferensialkan di apabila ada pemetaan linear (yang kontinu) dengan
Pemetaan , yakni diferensial di , bersifat tunggal; dan matriksnya dalam basis kanoniknya adalah matriks Jacobi . Keterdiferensialan mengakibatkan kekontinuan beserta keberadaan semua turunan berarah ; sedangkan konversnya gagal (Latihan 15.2). Untuk , berlaku : yakni gradien Tahun ke-1, yang kini dipahami sebagai vektor yang mewakili diferensialnya.
Contoh
Contoh 15.4 (Fungsi radial, sekali untuk selamanya)
Misalkan pada dan dengan fungsi satu peubah. Pertama, bersifat terdiferensialkan jauh dari : sebab dari ,
yakni vektor radial satuannya (turunkan lalu bagilah — atau terapkan aturan rantai pada ). Lalu aturan rantainya memberi, untuk setiap fungsi radial,
Contoh yang dikerjakan: menghasilkan , yakni medan kuadrat-terbalik milik gravitasi dan elektrostatika — dengan arah radial dan besar . Pelajaran penutupnya: gradien fungsi radial bersifat radial karena himpunan arasnya berupa bola dan gradiennya ortogonal terhadap himpunan aras; sedangkan di , sebaliknya, tidak terdiferensialkan (sebab tak ada calon pemetaan linear yang cocok dengan dari segala arah) — jadi profil radial yang mulus menuntut agar dapat menyeberangi titik asalnya dengan anggun.
Contoh 15.6 (Sebuah konstanta Lipschitz dari ketaksamaan nilai rerata)
Apakah bersifat Lipschitz pada , dan dengan konstanta yang mana? Gradiennya , yang kuadrat normanya
(sebab dan dibatasi secara terpisah), jadi di mana-mana, lalu Teorema 15.5 pada ruas antara sembarang dua titik memberi
jadi bersifat Lipschitz berkonstanta , dan konstantanya tajam (sebab di dekat titik asalnya, berlereng ). Pelajaran penutupnya: ketaksamaan nilai rerata mengubah batas titik demi titik pada diferensialnya menjadi modulus kekontinuan yang global — yakni rute baku menuju taksiran Lipschitz pada setiap dimensi, sekaligus mesin di dalam Latihan 15.12.