Matematika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2
16Persamaan Diferensial
Tahun ke-1 menyelesaikan persamaan linear yang menerima rumus. Bab ini memasok apa yang tak dapat diberikan rumus: yakni teorema Cauchy–Lipschitz — keberadaan dan ketunggalan bagi — yang dibuktikan lewat teorema titik tetap Banach, persis seperti dijanjikan pada Bab 4; lalu teori lengkap bagi sistem linear , dengan eksponensial matriks dan wronskian sebagai mesin hitungnya.
16.1 Teorema Cauchy–Lipschitz
Teorema 16.1 (Cauchy–Lipschitz, versi Lipschitz global)
Misalkan sebuah ruas, dan kontinu serta Lipschitz pada peubah keduanya, secara seragam dalam peubah pertamanya: yakni untuk setiap . Maka untuk setiap , masalah Cauchy
punya tepat satu penyelesaian berkelas .
Bukti. Perumusan ulangnya. Sebuah yang kontinu menyelesaikan masalahnya bila dan hanya bila ia memenuhi persamaan integral
(lewat teorema dasar kalkulus pada kedua arahnya; dan penyelesaian kontinu persamaan integralnya otomatis bersifat ).
Sebuah kontraksi, setelah dinormakan ulang. Pada ruang Banach dengan norma terbobot
(yang setara dengan norma supnya: sebab bobotnya terbatas di atas dan di bawah pada ruas , jadi tetap lengkap), taksirlah untuk dan, katakanlah, :
Mengalikannya dengan lalu mengambil supnya (dengan kasus yang simetris): : jadi merupakan kontraksi berfaktor pada yang lengkap. Lalu teorema titik tetap Banach (Teorema 4.12) menghasilkan titik tetap yang tunggal: yakni penyelesaian tunggalnya. ∎
Catatan 16.2
Untuk yang sekadar (yakni Lipschitz secara lokal), teoremanya berlaku secara lokal, dengan penyelesaian maksimal pada interval terbuka maksimalnya; dan penyelesaiannya dapat meledak dalam waktu berhingga (, : , yang lenyap di ). Jadi hipotesis Lipschitz globalnya yang membeli seluruh ruasnya. Dua akibat yang layak dipahat: kurva penyelesaian sebuah persamaan diferensial dengan medan Lipschitz tak pernah bersilangan; dan fungsi nol adalah satu-satunya penyelesaian yang lenyap di mana pun bagi persamaan homogen yang linear.
Contoh 16.3 (Ketunggalan itu sebuah teorema: sebuah medan yang bocor)
Tinjaulah dengan . Fungsi nol menyelesaikannya; demikian pula
yang bersifat (sebab kedua kepingnya berturunan di titik lemnya) dan memenuhi untuk — bahkan, menunda lepas landasnya memberi penyelesaian bagi setiap waktu pelepasan : jadi tak berhingga banyak penyelesaian lewat data awal yang sama. Dan tak ada pertentangan dengan Teorema 16.1: sebab di dekat ,
medannya tidak Lipschitz dalam , jadi teoremanya membisu. Pelajaran penutupnya: pembacaan fisisnya adalah sebuah ember yang mengering di bawah gravitasi lalu dijalankan mundur — sebab dari keadaan kosongnya, kita tak dapat mengetahui kapan ia mulai terisi; jadi determinisme persamaan diferensial persis merupakan syarat Lipschitznya, bukan hukum alam.
16.2 Sistem linear
Teorema 16.4 (Struktur sistem linear)
Misalkan dan kontinu pada interval . Untuk setiap masalah
punya tepat satu penyelesaian pada seluruh . Adapun penyelesaian sistem homogennya (dengan ) membentuk ruang vektor yang berdimensi tepat , dan penilaian merupakan isomorfisma ; jadi penyelesaian umum penyelesaian khusus penyelesaian homogen.
Bukti. Pada setiap ruas yang memuat : pemetaan bersifat kontinu, dan Lipschitz dalam dengan konstanta (yang berhingga sebab kontinu pada sebuah ruas): jadi Teorema 16.1 berlaku pada ; lalu dengan membiarkan menghabiskan , ketunggalannya melem penyelesaiannya menjadi satu pada . Adapun kelinearan himpunan penyelesaiannya dan pemetaan penilaiannya sudah jelas; sedangkan penilaiannya bijektif berkat keberadaannya (jadi surjektif) dan ketunggalannya (jadi injektif): sehingga . Adapun struktur afinnya adalah hujah Tahun ke-1 kata demi kata. ∎
Contoh 16.5 (Isomorfisma penilaian, secara konkret)
Untuk , yang dipandang sebagai sistem dengan : teoremanya mengatakan bahwa ruang penyelesaiannya sebuah bidang, dan bahwa merupakan isomorfisma ke . Adapun penyelesaian dan bernilai dan — yakni basis kanonik — jadi keduanya membentuk basis ruang penyelesaiannya, dan setiap penyelesaiannya berbunyi
dengan koefisiennya dibaca langsung dari data awalnya, tanpa sistem linear yang harus diselesaikan. Pelajaran penutupnya: memilih sistem fundamental yang nilai awalnya berupa basis kanoniknya (di sini ) persis merupakan memilih kolom ; jadi isomorfisma penilaiannya adalah sebab syarat awalnya memparameterkan lintasannya — yakni isi geometris “dinamika deterministik” bagi persamaan linear.
Definisi 16.6 (Wronskian)
Untuk penyelesaian sistem homogennya, wronskian adalah . Berkat isomorfisma di atas, entah lenyap secara identik (jadi keluarganya bergantungan) atau tak pernah lenyap (jadi sebuah sistem fundamental); dan secara kuantitatif, , sehingga
Contoh 16.7 (Liouville diperiksa pada sebuah persamaan Euler)
Pada , persamaan punya penyelesaian dan (sulihkan). Adapun wronskiannya:
yang tak pernah nol: jadi sebuah sistem fundamental. Kini periksalah Liouville: dalam bentuk ternormalkan , matriks pendampingnya bertrace , jadi
Pelajaran penutupnya: Liouville meramalkan bentuk wronskiannya sebelum satu penyelesaian pun diketahui — di sini, bahwa mestilah ; dan inilah yang menggerakkan metode penurunan orde (Proposisi 16.15), tempat mengetahui dan bentuk wronskiannya menentukan lewat satu kuadratur.
Bukti rumus Liouville. Berlaku dengan . Menurunkan determinannya sebagai fungsi multilinear atas kolomnya memberi
Kini pemetaan bersifat -linear dan berselang-seling (sebab dengan dua kolom yang sama , suku dengan lenyap seketika, sedangkan suku dan saling meniadakan berpasangan setelah satu pertukaran kolom): jadi menurut teorema ketunggalannya (Teorema 2.14) ia sama dengan , dengan dibaca pada kolom kanoniknya: . Karena itu : yakni persamaan diferensial linear skalar, yang diselesaikan lewat rumus Tahun ke-1. ∎
16.3 Koefisien tetap: eksponensial matriks
Teorema 16.8
Untuk (atau ), eksponensialnya (Contoh 5.22) memenuhi: bahwa bersifat (bahkan ) dengan
dan apabila . Adapun masalah Cauchy dengan punya penyelesaian tunggal ; dan dengan sumber, rumus variasi konstanta berlaku:
Bukti. Keterdiferensialannya: deret dan deret turunan sukunya konvergen normal pada setiap ruas (dengan norma ): jadi turunkan suku demi suku (Teorema 10.11, versi bernilai vektor). Adapun kedua urutannya dan sepakat karena setiap jumlah parsialnya komut dengan .
Hukum grupnya: untuk yang komut, hasil kali Cauchy kedua deret eksponensialnya ditata ulang lewat teorema binomial persis seperti pada Contoh 7.15 (sebab kekonvergenan mutlak pada aljabar Banachnya membenarkannya): jadi ; lalu dengan ini memberi hukum grup satu parameternya, dan dengan balikannya.
Masalah Cauchynya: menyelesaikannya (turunkan saja); dan ketunggalannya berkat Teorema 16.4. Adapun variasi konstantanya: tetapkan ; lalu setelah diturunkan, ; jadi integralkan dari ke lalu kalikan kembali dengan . ∎
Metode 16.9 (Menghitung )
Reduksikan (Bab 3): bila berbentuk diagonal, maka dengan diagonal berisi ; sedangkan secara umum pakailah Dunford (yang komut): dengan sebuah polinomial dalam (sebab kenilpotenannya memotong deretnya). Adapun nilai eigen kompleksnya berpasangan menjadi blok perputaran-kali-eksponensial (Latihan 16.5).
Catatan 16.10 (Jebakan yang sering muncul)
(i) tanpa kekomutan: ambillah dan . Maka dan (berkat kenilpotenannya), jadi
dengan memakai ; dan . Jadi hukum grup pada Teorema 16.8 mengusung hipotesis yang sejati. (ii) Gerak hati nonlinear di lahan linear: penyelesaian sistem yang linear dengan koefisien kontinu hidup pada seluruh intervalnya (Teorema 16.4) — jadi bila sebuah calon penyelesaian meledak di dalam , maka persamaannya tak linear atau perhitungannya salah; sebaliknya, untuk persamaan nonlinear janganlah pernah menjanjikan kegloballan tanpa hujah (). (iii) Membagi dengan yang tak diketahui: memisahkan peubah pada diam-diam membuang penyelesaian tetapnya dan — yakni persis yang menata garis fasanya (Latihan 16.3); jadi daftarkanlah penyelesaian tetapnya lebih dulu. (iv) Data awalnya menetapkan vektor, bukan skalar: sebuah persamaan skalar berorde menuntut syarat (yakni di ); jadi mencocokkan saja menyisakan keluarga berparameter , yakni sumber klasik bagi konstanta yang “hilang”.
Contoh 16.11 (Sebuah eksponensial lewat Dunford)
Selesaikan untuk . Dunford blok demi blok: dengan dan , yang komut (sebab hidup di dalam blok bernilai eigen ), dan :
Penyelesaian umumnya terbaca kolom demi kolom: . Pemeriksaan kewarasannya: di matriksnya adalah ; determinannya , seperti dituntut Liouville; dan faktor -nya muncul persis di tempat nilai eigen -nya cacat. Pelajaran penutupnya: polinomial kali eksponensial itu bukan tebakan yang harus dihafal — sebab ia adalah deret terpotong , dan derajatnya dibatasi indeks kenilpotenannya, tak pernah lebih.
Metode 16.12 (Menyelesaikan , dari awal sampai akhir)
- Spektrum ; lalu lewat Metode 16.9 (yakni diagonalkan; atau lewat Dunford seperti pada Contoh 16.11; atau lewat siasat polinomial seperti ).
- Sebuah penyelesaian khusus: variasi konstantanya selalu berhasil; sedangkan untuk yang eksponensial-polinomial, ansatz berbentuk sama (dengan derajat yang dinaikkan pada resonansi, Latihan 16.10) lebih cepat.
- Penyelesaian umum penyelesaian khususnya; lalu cocokkan data awalnya paling akhir, pada rumus yang lengkap.
- Pemeriksaan kewarasannya: benar; pertumbuhan bagian homogennya cocok dengan bagian real nilai eigennya (Latihan 16.8); dan sebuah matriks fundamentalnya menaati Liouville.
Contoh 16.13 (Sebuah potret fasa)
dengan : karena , deretnya terpecah menjadi
jadi lintasannya berupa lingkaran yang ditempuh searah jarum jam — yakni osilator harmonik dalam busana orde pertama. Nilai eigennya pada sumbu imajinernya: jadi sebuah pusat. Lebih umum, bagian real nilai eigen memutuskan pertumbuhan atau peluruhan (Latihan 16.8).
Catatan 16.14 (Di mana ini dipakai)
Sistem linear adalah model lokal bagi segala yang nonlinear: sebab di dekat kesetimbangannya, medan vektor yang mulus berkelakuan (pada kasus hiperboliknya) seperti pelinearannya, yang potretnya digolongkan bidang trace–determinan. Adapun soal akhir pekan mengerjakan cerita osilatornya selengkapnya — peredaman, pemaksaan, resonansi, dan teorema pembandingan Sturm bagi koefisien yang berubah — yakni matematika di balik peredam kejut, rangkaian arus bolak-balik, dan senjang spektral sekaligus. Adapun jilid Tahun ke-3 kembali dengan teori kualitatifnya (aliran, kestabilan, integral pertama) pada manifold.
16.4 Orde dua dengan koefisien yang berubah
Proposisi 16.15
Persamaan (dengan kontinu pada ) adalah sistem untuk : jadi penyelesaiannya ada dan tunggal pada seluruh bagi sembarang data awal ; dan penyelesaian homogennya membentuk sebuah bidang. Bila satu penyelesaian homogen yang tak lenyap diketahui, maka penyelesaian bebas keduanya ditemukan lewat penurunan orde: sebab menetapkan mengubah persamaan homogennya menjadi persamaan orde pertama bagi , yang diselesaikan lewat kuadratur.
Bukti. Bentuk sistemnya beserta Teorema 16.4 memberi segala yang struktural. Adapun penurunannya: setelah menyulihkan ,
yakni persamaan linear orde pertama dalam , yang terselesaikan lewat rumus Tahun ke-1; lalu mengintegralkan memberi , sehingga , yang bebas dari setiap kali tak tetap. ∎
Contoh 16.16
pada : fungsi merupakan sebuah penyelesaian. Sulihkan : dari dan ,
jadi (hingga sebuah konstanta), , dan . Penyelesaian umumnya: .
16.5 Latihan
Latihan 16.1 ★
Selesaikan dengan , untuk (lewat pendiagonalan) dan (lewat Dunford).
Solusi
Solusi Latihan 16.1.
Matriks pertama: nilai eigennya , dengan vektor eigen dan . Uraikan : jadi penyelesaiannya adalah
(Sebab vektor awalnya sendiri sebuah vektor eigen.)
Yang kedua: dengan dan : jadi , sehingga
Latihan 16.2 ★
Masalah Cauchy mana yang punya penyelesaian global tunggal pada menurut Teorema 16.1? ; ; . Untuk yang terakhir, selesaikanlah secara gamblang dengan dan .
Solusi
Solusi Latihan 16.2.
: sebab — jadi Lipschitz dalam secara seragam pada setiap ruas waktunya: sehingga penyelesaian global yang tunggal pada (terapkanlah teoremanya pada setiap ruasnya).
: hanya Lipschitz secara lokal; jadi tak ada teorema global, dan memang meledak di .
: sebab bersifat Lipschitz berkonstanta : jadi keberadaan dan ketunggalan global. Dengan : (berkat ketunggalannya!). Dengan : tetap positif (sebab ia tak dapat menyeberangi penyelesaian nolnya), jadi : sehingga .
Latihan 16.3 ★
Buktikan bahwa dua penyelesaian maksimal yang berbeda bagi (dengan Lipschitz dalam ) tak pernah bernilai sama pada waktu yang sama, lalu turunkan bahwa penyelesaian yang bermula di tinggal di selamanya.
Solusi
Solusi Latihan 16.3.
Bila pada suatu waktu, maka dan menyelesaikan masalah Cauchy yang sama di : jadi ketunggalannya memaksa pada interval bersamanya — sehingga penyelesaian yang berbeda tak pernah bertemu.
Untuk : konstanta dan merupakan penyelesaiannya. Sebuah penyelesaian yang bermula di tak pernah dapat mencapai atau (sebab ia akan bertabrakan dengan penyelesaian tetapnya): jadi ia tinggal di , sehingga bersifat global (sebab terbatas, jadi tanpa ledakan — misalnya lewat kriteria Latihan 16.9, atau karena medan vektornya terbatas pada jalur yang menjebaknya).
Latihan 16.4 ★★
Hitunglah untuk (lewat Dunford: ), lalu selesaikan dengan , lewat variasi konstanta.
Solusi
Solusi Latihan 16.4.
: jadi Dunford dengan dan :
Variasi konstanta dengan :
dengan memakai . (Periksa: ; dan lewat penurunan.)
Latihan 16.5 ★★
Untuk , buktikan — yakni lintasan spiral — lewat dua cara: lewat deretnya (tulislah dengan ), dan lewat pengenalan kompleks .
Solusi
Solusi Latihan 16.5.
Lewat deretnya: dengan dan ; kedua sukunya komut, jadi , lalu deret terpecah menurut pangkat genap dan ganjilnya menjadi : yakni matriks perputaran-penskalaan yang dinyatakan.
Lewat kompleksnya: kenalilah dengan ; maka sistem berbunyi , yang penyelesaiannya persis merupakan spiralnya: dengan modulus dan argumen yang maju berkelajuan .
Latihan 16.6 ★★
(Lema Gronwall) Misalkan kontinu dan taknegatif dengan pada . Buktikan (turunkan ). Lalu turunkan sekali lagi ketunggalan pada Cauchy–Lipschitz beserta kebergantungan kontinu bagi dua penyelesaian dengan data awal yang berbeda.
Solusi
Solusi Latihan 16.6.
Misalkan . Maka
menurut hipotesisnya. Mengintegralkannya dari ke (dengan ): , yakni ; lalu menyuapkan ini kembali ke hipotesisnya: .
Ketunggalan dan kebergantungannya: dua penyelesaian persamaan integralnya memenuhi
dan Gronwall dengan memberi batas eksponensialnya; sedangkan memberi ketunggalannya.
Latihan 16.7 ★★
Dengan mengetahui bahwa menyelesaikan pada , carilah penyelesaian bebas keduanya lewat penurunan orde, lalu berikanlah penyelesaian umumnya.
Solusi
Solusi Latihan 16.7.
Sulihkan dengan : maka rumus penurunan umumnya (Proposisi 16.15) memberi, untuk ,
(dengan persamaannya dinormalkan menjadi ). Hitunglah : jadi
lalu , sehingga memberi . Penyelesaian umumnya pada :
(Fungsi ini adalah fungsi Bessel sferis berorde nol.)
Latihan 16.8 ★★★
Misalkan dengan semua nilai eigennya berbagian real negatif (secara tegas). Buktikan bahwa setiap penyelesaian menuju ketika , dengan laju eksponensial: yakni untuk suatu . (Trigonalkan; lalu tanganilah sistem segitiganya dari baris terakhir ke atas, atau pakailah Dunford: dengan dan polinomial dalam .)
Solusi
Solusi Latihan 16.8.
Dunford: yang komut, dengan dapat didiagonalkan bernilai eigen sama, dan nilpoten, jadi
Misalkan . Dalam basis yang mendiagonalkan , berlaku (sebab entrinya bermodulus ); sedangkan norma pada basis yang berbeda hanya berselisih konstanta. Karena itu
dengan menyerap polinomialnya ke dalam satu faktor eksponensial (sebab , sehingga terbatas).
Latihan 16.9 ★★★
(Tak ada pelarian dalam waktu berhingga bagi pertumbuhan linear) Andaikan kontinu dengan pada , dan Lipschitz secara lokal dalam . Dengan memakai Gronwall (Latihan 16.6) pada bentuk integralnya, buktikanlah bahwa penyelesaian maksimalnya bersifat global (yakni terdefinisi pada seluruh ).
Solusi
Solusi Latihan 16.9.
Misalkan penyelesaian maksimal pada dengan , lalu andaikan . Bentuk integralnya memberi, untuk ,
dan Gronwall membatasi pada : jadi penyelesaiannya tinggal di sebuah bola kompak. Maka terbatas di dekat , jadi bersifat Lipschitz di dekat sehingga meluas secara kontinu ke (lewat kriteria Cauchy); lalu menyelesaikan masalah Cauchy di memperpanjang melampaui , yang bertentangan dengan kemaksimalannya. Karena itu : jadi tak ada pelarian dalam waktu berhingga di bawah pertumbuhan linear.
Latihan 16.10 ★
Selesaikan : yakni penyelesaian homogennya, lalu sebuah penyelesaian khusus berbentuk (mengapa tebakan naif gagal?); lalu penyelesaian umumnya dan penyelesaian dengan .
Solusi
Solusi Latihan 16.10.
Akar karakteristik : yakni dan , jadi penyelesaian homogennya adalah . Adapun tebakan gagal karena sudah menyelesaikan persamaan homogennya (sebab akar “beresonansi” dengan ruas kanannya). Dengan : , , dan
jadi dan . Penyelesaian umumnya: . Dengan data awal : dan , jadi dan :
Latihan 16.11 ★★
Hitunglah untuk blok Jordan
lalu paparkanlah semua penyelesaian : yakni eksponensial kali vektor polinomial, dengan derajat sampai . Dari mana derajat polinomialnya datang?
Solusi
Solusi Latihan 16.11.
dengan : jadi , , dan komut dengan :
Penyelesaiannya: — jadi tiap komponennya adalah kali polinomial berderajat . Adapun batas derajatnya adalah indeks kenilpotenannya dikurangi satu: sebab deret terpotong di .
Latihan 16.12 ★★★
(Pemaksaan berkala, tanggapan berkala) Misalkan dan kontinu serta berkala-.
- Tunjukkan bahwa sebuah penyelesaian bersifat berkala- bila dan hanya bila (bandingkan dan ).
- Tunjukkan bahwa nilai eigen adalah dengan (trigonalkan atas ). Lalu turunkan: bahwa bila tak ada nilai eigen yang terletak di , maka bersifat terbalikkan.
Di bawah hipotesis itu, buktikan bahwa sistemnya punya tepat satu penyelesaian berkala-, dengan
Adapun kasus yang dikecualikan itu bersesuaian dengan apa, bagi osilator harmoniknya? (Soal akhir pekan menjawabnya: yakni resonansi.)
Solusi
Solusi Latihan 16.12.
- Bila , maka menyelesaikan dengan : jadi ketunggalannya (Teorema 16.4) memberi , yakni berkala-. Sedangkan konversnya trivial.
- Trigonalkan atas : dengan segitiga atas dan berdiagonal . Setiap pangkat matriks segitiga bersifat segitiga dengan diagonal , jadi bersifat segitiga dalam basis yang sama dengan diagonal : itulah nilai eigennya. Lalu terbalikkan bila dan hanya bila untuk setiap nilai eigennya, yakni bila , dan itulah hipotesis yang dinyatakan.
Variasi konstanta: , jadi berbunyi
yang punya penyelesaian tunggal di bawah hipotesis keterbalikannya: jadi tepat satu penyelesaian berkala-. Adapun untuk osilator harmoniknya (dengan ), kasus yang dikecualikan adalah : yakni pemaksaan yang kalanya kelipatan kala alaminya — itulah resonansi, sebagaimana dikuantifikasi soal akhir pekan.
16.6 Soal: Osilasi, resonansi, dan teorema pembandingan Sturm
Soal 16.1
Satu persamaan menguasai dunia mekanika dan kelistrikan:
Soal ini mengkajinya selengkapnya — lewat penggolongan trace–determinan bagi sistem linear bidang, ketiga rezim peredamannya, tanggapan keadaan tunak terhadap pemaksaan berkala beserta puncak resonansinya dan malapetaka resonansinya — lalu meninggalkan koefisien tetapnya demi teorema pemisahan dan pembandingan Sturm, yang mengendalikan nol penyelesaian tanpa satu rumus pun.
Bagian I — Bidang trace–determinan. Misalkan , , , dan .
- Tunjukkan bahwa nilai eigen adalah lalu golongkanlah: dua nilai eigen real bertanda berlawanan bila dan hanya bila ; dua nilai eigen real bertanda sama bila dan hanya bila dan (dengan tanda ); dan sepasang sekawan tak real bila dan hanya bila (dengan bagian real ).
- (Pelana, ) Dengan nilai eigen dan vektor eigen , tulislah penyelesaian umumnya lalu paparkan lintasannya: yakni dua sinar stabil dan dua sinar yang takstabil, sedangkan orbit lainnya asimtotik terhadap keduanya. Mengapa tak ada penyelesaian selain yang dapat tetap terbatas pada seluruh ?
- (Simpul, , ) Untuk : tunjukkan bahwa setiap penyelesaian tak nol menuju dan bahwa semua orbitnya kecuali yang berada di sumbu cepatnya tiba secara menyinggung arah eigen yang lambat (bandingkan dan ).
- (Spiral dan pusat, ) Dengan menulis nilai eigennya , pakailah Latihan 16.5 (setelah penggantian basis yang real, yang diterima tanpa bukti dalam keumuman itu atau dibuktikan bagi sistem Bagian II, yakni yang dipakai di bawah) untuk memaparkan orbitnya: yakni spiral yang konvergen bagi , yang divergen bagi , dan kurva tertutup (yakni pusat) bagi .
- (Kasus perbatasannya) Untuk nilai eigen ganda (yakni ): tunjukkan dengan yang nilpoten, lalu bedakanlah bintangnya () dari simpul takwajarnya (). Rangkumlah Bagian I dalam gambaran trace–determinan pada gambar bab ini.
Bagian II — Osilator teredam. Kini : , yakni dengan .
- Hitunglah lalu tempatkanlah ketiga rezimnya pada bidang trace–determinannya: teredam kurang (yakni spiral stabil), teredam kritis (yakni nilai eigen ganda), teredam lebih (yakni simpul stabil); sedangkan adalah pusatnya.
Selesaikan ketiga rezimnya secara gamblang:
untuk : dua eksponensial real. Definisikanlah pseudokalanya lalu tunjukkan bahwa nisbah maksimum berurutan adalah konstanta (yakni dekremen logaritmiknya).
- (Asas penutup pintu) Untuk , laju peluruhannya dikendalikan nilai eigen yang paling lambat . Tunjukkan bahwa merupakan fungsi turun atas : jadi peredaman kritis memberi kepulangan ke istirahat yang tercepat tanpa berayun.
- (Energi) Misalkan . Buktikan , lalu turunkan bahwa untuk persamaannya tak punya penyelesaian berkala yang tak nol (sebab sebuah kala akan memaksa tetap, sehingga ).
- Jelaskan dalam dua kalimat mengapa pusat bersifat rapuh secara struktural: sebab sembarang , sekecil apa pun, menghancurkan kekalaannya — dan di mana hal itu tampak pada bidang trace–determinannya (yakni garis pusatnya berinterior kosong).
Bagian III — Osilasi terpaksa dan resonansi. Kini dengan .
(: keadaan tunaknya) Carilah : lalu tunjukkan
lalu tulislah dengan .
- Tunjukkan bahwa setiap penyelesaiannya adalah ditambah sebuah transien dari Bagian II, yang menuju : jadi apa pun data awalnya, sistemnya mengunci pada keadaan tunaknya — dengan amplitudo dan ketertinggalan fasa .
(Kurva resonansinya) Maksimumkan : tunjukkan bahwa punya maksimum dalam bila dan hanya bila , yakni di
dan bahwa untuk yang kecil puncaknya memperkuat tanggapan statisnya sebesar faktor .
(, di luar resonansi) Untuk , tunjukkan bahwa penyelesaian dengan adalah
yang terbatas, dengan layangan — yakni ayunan cepat di bawah selubung yang lambat — ketika dekat ke .
- (, pada resonansi) Untuk , tunjukkan bahwa merupakan sebuah penyelesaian, lalu perolehlah ia sebagai limit pertanyaan 14 ketika : jadi amplitudonya tumbuh linear selamanya — itulah malapetaka resonansinya.
- (Kaitan Fourier) Sebuah pemaksaan berkala yang umum terurai menjadi harmonik (lewat bab Fourier); jadi berkat kelinearannya keadaan tunaknya adalah jumlah tanggapan harmoniknya. Untuk sebuah osilator tak teredam berfrekuensi yang dipaksa gelombang persegi bertipe Latihan 14.1 (yakni berharmonik pada setiap bilangan bulat ganjil), harmonik mana yang beresonansi? Satu kalimat tentang mengapa para insinyur takut pada gelombang persegi.
Bagian IV — Teorema Sturm. Tinjaulah pada sebuah interval , dengan kontinu. (Setiap persamaan menyusut menjadi bentuk normal ini lewat penyulihan ; dan pertanyaan 21 menunjukkan sebuah varian siasat itu beraksi.)
- Untuk dua penyelesaian , tunjukkan bahwa wronskiannya bersifat tetap, yang nol bila dan hanya bila penyelesaiannya sebanding; dan bahwa penyelesaian tak nol hanya punya nol yang sederhana dan terpencil.
- (Pemisahan Sturm) Misalkan penyelesaian yang bebas dan dua nol berurutan milik . Buktikan bahwa lenyap tepat sekali di (nilailah konstanta di dan : sebab di sana, dan serta bertanda berlawanan): jadi nol penyelesaian yang bebas saling menyisip.
- (Pembandingan Sturm) Misalkan pada , dengan memenuhi , memenuhi , dan nol berurutan milik . Tunjukkan bahwa lenyap di — dan tegas di dalamnya bila di suatu tempat pada (bila pada , kajilah dengan tanda yang tetap lalu bandingkan nilai perbatasannya).
Turunkan batas jaraknya: bahwa bila pada , maka sembarang dua nol berurutan milik penyelesaian tak nol memenuhi
(bandingkan dengan dan , yang nolnya berjarak dan ). Periksalah pada osilator harmoniknya.
- Transformasikan (Latihan 16.7) lewat menjadi , perolehlah kembali penyelesaiannya dan seketika, lalu simpulkan bahwa nol setiap penyelesaian tak nolnya berjarak tepat : yakni pandangan dunia Sturm — bahwa nolnya dikendalikan koefisien , ada rumus atau tidak.
Bagian V — Duhamel dan perbatasan keterbatasan.
(Duhamel bagi osilatornya) Tunjukkan bahwa untuk yang kontinu, penyelesaian dengan adalah
lalu turunkan ulang penyelesaian resonan pertanyaan 15 darinya dengan (lewat hasil-kali-ke-jumlah).
- (: masukan terbatas, keluaran terbatas) Tunjukkan bahwa untuk dan sembarang kontinu yang terbatas, setiap penyelesaian persamaan teredamnya bersifat terbatas pada (lewat variasi konstanta ditambah peluruhan eksponensial pada Latihan 16.8).
- () Tunjukkan bahwa tanpa peredaman, pemaksaan berkala yang terbatas menjaga semua penyelesaiannya tetap terbatas kecuali persis pada resonansinya (yakni , pertanyaan 15 lawan pertanyaan 14): jadi peredamanlah yang mengubah perbatasan keterbatasannya menjadi kestabilan seragam.
- Rangkuman. Satu kalimat untuk masing-masing: (i) bagaimana bidang trace–determinan menata Bagian I–II dan di mana pemaksaan (Bagian III) meninggalkannya; (ii) makna fisis , dan faktor ; (iii) apa yang dikatakan teorema Sturm yang tak dapat dikatakan rumus gamblang; (iv) dua hasil mana pada soal ini yang kelak dipakai ulang secara diam-diam oleh sisa buku ini (yakni wronskian bertetapan Liouville; dan kestabilan masukan-terbatas).
Solusi
Solusi Soal 16.1.
1. Polinomial karakteristiknya adalah , dengan akar . Bila maka dan kedua akar realnya berhasil kali : jadi bertanda berlawanan. Bila dan : akar realnya berhasil kali dan berjumlah : jadi keduanya bertanda sama dengan . Bila : sepasang sekawan dengan dan .
2. . Orbit dengan (masing-masing ) berjalan sepanjang garis eigen takstabilnya (masing-masing yang stabil); sedangkan yang lain punya pada kedua arah waktunya, dan asimtotik terhadap ketika serta terhadap ketika : itulah gambaran pelananya. Adapun keterbatasan pada seluruh memaksa (sebab bila tidak, terjadi ledakan di ) dan (di ): jadi hanya titik asalnya.
3. Dengan , kedua eksponensialnya meluruh, jadi . Bila , faktorkanlah :
jadi arah menuju , yakni arah eigen yang lambat — sehingga semua orbit selain sumbu cepatnya tiba secara menyinggungnya (lihatlah panel kanan pada potret fasa bab ini).
4. Dalam basis tempat (Latihan 16.5; dan untuk sistem osilator Bagian II bentuk ini dicapai lewat penggantian basis real yang gamblang), penyelesaiannya adalah kali perputaran bersudut : yakni spiral logaritmik, yang mengerut ketika , memuai ketika , dan berupa kurva tertutup (yakni elips dalam koordinat aslinya) ketika : itulah pusatnya.
5. Syarat memberi nilai eigen ganda ; jadi menurut Cayley–Hamilton (Teorema 3.21), , sehingga bersifat nilpoten, komut dengan , dan . Bila : maka dan semua sinarnya berupa orbit (yakni simpul bintang). Bila : , dan untuk arahnya konvergen ke satu-satunya arah eigennya : yakni simpul takwajar. Dan ini merampungkan gambaran trace–determinannya.
6. Berlaku , , . Jadi: memberi dan , yakni spiral stabil; : , yakni simpul stabil yang merosot; : , , , yakni simpul stabil; dan : , , yakni pusat. Jadi sebuah perjalanan tegak pada bidangnya di .
7. Akarnya . Untuk : dengan :
Untuk : . Untuk : , dengan kedua lajunya negatif. Adapun maksimum berurutan pada kasus teredam kurangnya terjadi pada waktu yang terpisah sejauh pseudokalanya (sebab fasa kosinusnya sama), dan nisbahnya adalah : yakni dekremen logaritmiknya, sebuah alat ukur peredaman yang terbaca pada osiloskop.
8. Setelah dirasionalkan,
yang penyebutnya naik terhadap : jadi laju peluruhannya terbesar di , tempat ia sama dengan . Sebuah pintu yang teredam lebih menutup tanpa membanting tetapi lambat; jadi peredaman kritis adalah optimum bagi sang insinyur.
9. Berlaku . Andaikan berkala dan tak tetap, maka akan berkala sekaligus tak naik, sehingga tetap, yang memaksa : jadi tetap, lalu : sehingga . Jadi untuk satu-satunya penyelesaian berkalanya adalah istirahat: sebab peredaman membunuh setiap daurnya.
10. Pusat hidup pada garis pada bidang trace–determinannya — yakni himpunan yang interiornya kosong: jadi usikan matriksnya yang sekecil apa pun (yakni peredaman fisis apa pun) menggeser dari nol lalu mengubah orbit tertutupnya menjadi spiral. Karena itu kekalaan osilator tak teredamnya merupakan gejala di mata pisau, bukan yang tegar.
11. Setelah menyulihkan ke dalam persamaannya:
jadi dengan , yakni , beserta yang dinyatakan.
12. Selisih dua penyelesaiannya menyelesaikan persamaan homogennya, yang untuk meluruh ke (pertanyaan 7): jadi setiap penyelesaiannya sama dengan ditambah transien yang lenyap di tak hingga. Jadi keadaan tunaknya menjadi penarik global: sebab syarat awalnya terlupakan, dan hanya beserta ketertinggalan fasa yang tersisa.
13. Minimumkan atas : maka di , yang di dalam bila dan hanya bila . Di sana
Terhadap tanggapan statisnya : penguatannya untuk yang kecil — jadi sistem yang teredam ringan di dekat melipatgandakan masukannya seratus kali ketika .
14. Fungsi yang dinyatakan memenuhi dan
(sebab bagian -nya saling meniadakan). Adapun bentuk hasil kalinya menyusul dari dengan dan . Untuk yang dekat ke , faktor merupakan selubung lambat yang memodulasi ayunan cepat : yakni layangan, dengan amplitudo — yang besar, tetapi terbatas.
15. Untuk :
jadi sebuah penyelesaian. Lalu pada yang tetap, dengan melewatkan pada pertanyaan 14:
Amplitudonya tumbuh linear tanpa batas: itulah malapetaka resonansinya — sebab itulah para prajurit memutus langkah serentak di jembatan.
16. Gelombang perseginya mengusung harmonik pada setiap frekuensi ganjil ; jadi berkat kelinearannya, tiap harmonik diperkuat tanggapan osilatornya di . Untuk harmonik ketiganya tepat mengenai resonansinya. Adapun para insinyur takut pada masukan persegi (dan gigi gergaji) karena keduanya membangkitkan semua harmonik ganjilnya sekaligus: jadi berapa pun frekuensi alami strukturnya, ada harmonik yang menantikannya.
17. Berlaku : jadi bersifat tetap (yakni Liouville dengan matriks pendamping bertrace nol). Lalu di satu titik membuat data awal sebanding dengan data awal , sehingga sebanding dengan (berkat ketunggalannya); jadi bila dan hanya bila keduanya bebas. Bila maka (berkat ketunggalannya): jadi penyelesaian tak nol punya nol yang sederhana, dan nol yang sederhana bersifat terpencil (sebab bertanda tetap di dekatnya).
18. Di antara nol berurutan , fungsi menjaga satu tanda, katakanlah pada : maka dan (berkat nolnya yang sederhana). Menilai konstanta di dan memberi
jadi dan bertanda berlawanan (sebab melarang keduanya lenyap): sehingga lenyap di (lewat nilai antaranya). Dan ia tak dapat lenyap dua kali di sana: sebab dua nol milik akan mengapit sebuah nol milik lewat hujah yang sama dengan peran yang dipertukarkan, yang bertentangan dengan keberurutannya: jadi tepat satu nol — itulah penyisipannya.
19. Andaikan tak punya nol di ; lalu dengan mengganti dengan negatifnya, andaikan dan pada . Tetapkan : maka pada , jadi bersifat tak naik. Tetapi (sebab dan ) dan (sebab dan ): jadi fungsi tak naik yang berjalan dari ke lenyap secara identik, sehingga pada . Bila di suatu tempat di , ini mustahil (sebab di sana): jadi mesti lenyap tegas di dalamnya. Secara umum (dengan ), entah lenyap di , atau memaksa sebanding dengan , yang lenyap di dan : jadi pada segala kasusnya punya nol di .
20. Batas atasnya: bandingkanlah (dengan koefisien ) dengan (dengan koefisien , jadi memainkan peran pada pertanyaan 19): bila tak punya nol di , maka nol dan milik akan berurutan dengan di antaranya, yang bertentangan dengan pertanyaan 19: jadi nol berurutan milik berjarak . Batas bawahnya: bila dua nol berurutan milik punya , maka (dengan koefisien ) mestilah lenyap di , tempat satu-satunya nolnya adalah itu sendiri — tetapi pertanyaan 19 yang diterapkan pada dengan ketegasan di ujungnya memberi sebuah nol di , sedangkan pada : jadi kontradiksi. Karena itu ; dan untuk kedua batasnya runtuh menjadi jarak eksak milik osilator harmoniknya.
21. Dengan : berlaku , jadi : sehingga , lalu memulihkan dan (Latihan 16.7) tanpa penurunan orde. Adapun nol setiap penyelesaian tak nolnya adalah nol : yang berjarak tepat — itulah filsafat Sturm yang beraksi: bahwa koefisien mendiktekan nolnya, ada rumus atau tidak.
22. Tetapkan . Maka ;
jadi ; dan (lewat penurunan integral berparameter dengan batas yang berubah, seperti pada bab integrasi). Lalu dengan , hasil-kali-ke-jumlah memberi
(sebab keping keduanya berintegral nol), jadi : yakni pertanyaan 15 lagi, kini lewat Duhamel.
23. Dalam bentuk sistemnya dengan berbagian real negatif (yakni ): variasi konstanta dan Latihan 16.8 (yakni ) memberi
jadi masukan terbatas, keluaran terbatas — secara seragam dalam data awalnya sesudah transiennya.
24. Untuk dan , penyelesaian pertanyaan 14 bersifat terbatas, dan menambahkan sembarang penyelesaian homogen (yang terbatas, sebab orbit pusatnya berupa lingkaran) menjaganya tetap terbatas; sedangkan di , pertanyaan 15 tumbuh linear. Jadi bagi osilator tak teredamnya, keterbatasan di bawah pemaksaan berkala gagal persis pada satu frekuensi — yakni resonansinya — sedangkan pertanyaan 23 menunjukkan bahwa peredaman positif yang mana pun memulihkan keterbatasannya bagi setiap masukan yang terbatas.
25. (i) Bidang trace–determinan menggolongkan semua dinamika linear bidang yang otonom, dan osilator Bagian II menyusuri satu garis tegaknya; sedangkan pemaksaannya meninggalkan bidangnya (sebab menjadi tak otonom), lalu Duhamel yang mengambil alih. (ii) Adapun adalah frekuensi yang disukai sistemnya, harga membangkitkannya, dan faktor penguatannya — yakni ketajaman resonansi yang disebut para insinyur sebagai faktor mutu. (iii) Teorema Sturm membaca ayunan dari tanda dan besar belaka: jadi keduanya mengatur persamaan (Bessel, Schrödinger) yang penyelesaiannya tak punya rumus dasar. (iv) Adapun wronskian yang tetap (pertanyaan 17, lewat Liouville) dan kestabilan masukan-terbatas (pertanyaan 23) dipakai ulang secara diam-diam setiap kali buku ini bertemu persamaan berkoefisien berubah atau sistem yang terusik.