Mathematics · Buku 4 · Bachelor Year 2

Matematika Universitas — Tahun 2

Matematika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

12Bentuk Kuadratik

Sebuah bentuk kuadratik adalah bayangan aljabar sebuah geometri: bagian bersignatur nol memipih, bagian positif melengkung ke satu arah, yang negatif ke arah lain. Bab ini mereduksi setiap bentuk kuadratik real menjadi jumlah kuadrat bertanda ±\pm (Gauss), dan membuktikan bahwa cacah tandanya bersifat hakiki (Sylvester), lalu memahkotai geometri Euklides dengan teorema spektral: endomorfisma simetrik dapat didiagonalkan dalam basis ortonormal — yakni teorema aljabar linear terapan yang paling sering dipakai.

12.1 Bentuk bilinear dan bentuk kuadratik

Definisi 12.1

Sebuah bentuk bilinear simetrik pada ruang vektor real EE adalah pemetaan bilinear φ ⁣:E×ER\varphi \colon E \times E \to \R dengan φ(x,y)=φ(y,x)\varphi(x, y) = \varphi(y, x); sedangkan bentuk kuadratik yang bersesuaian adalah q(x)=φ(x,x)q(x) = \varphi(x, x). Bentuk φ\varphi dipulihkan dari qq lewat polarisasi:

φ(x,y)=12(q(x+y)q(x)q(y)).\varphi(x, y) = \tfrac12\bigl(q(x + y) - q(x) - q(y)\bigr).

Dalam basis (ei)(e_i), matriks bagi φ\varphi adalah matriks simetrik B=(φ(ei,ej))B = (\varphi(e_i, e_j)), dengan q(x)=XTBXq(x) = X^{\mathsf T} B X; lalu penggantian basis bermatriks PP mengganti BB dengan PTBPP^{\mathsf T} B P (inilah kekongruenan — bukan keserupaan!). Adapun rank bagi qq adalah rkB\operatorname{rk} B (yang invarian, sebab kekongruenan mengalikan dengan matriks terbalikkan).

Contoh 12.2

Pada R2\R^2: q(x,y)=x2+4xy+y2q(x, y) = x^2 + 4xy + y^2 bermatriks (1221)\begin{pmatrix} 1 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix}. Sebuah hasil kali dalam persis merupakan bentuk bilinear simetrik yang bentuk kuadratiknya definit positif; sedangkan bab ini mengkaji kasus umum yang tandanya tak tentu.

Contoh 12.3 (Kekongruenan beraksi)

Ambillah q(x,y)=x2+4xy+y2q(x, y) = x^2 + 4xy + y^2 (bermatriks B=(1221)B = \begin{pmatrix} 1 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix}) beserta basis barunya e1=(1,1)e_1' = (1, 1), e2=(1,1)e_2' = (1, -1), yakni P=(1111)P = \begin{pmatrix} 1 & 1\\ 1 & -1\end{pmatrix}. Maka

PTBP=(1111)(1221)(1111)=(6002):P^{\mathsf T}BP = \begin{pmatrix} 1 & 1\\ 1 & -1\end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 & 1\\ 1 & -1\end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 6 & 0\\ 0 & -2\end{pmatrix} :

dalam koordinat (u,v)(u, v) sepanjang basis barunya, q=6u22v2q = 6u^2 - 2v^2 — periksa: x=u+vx = u + v, y=uvy = u - v memberi x2+4xy+y2=6u22v2x^2 + 4xy + y^2 = 6u^2 - 2v^2 secara langsung. Perhatikan bahwa entri diagonal barunya 6,26, -2 bukan nilai eigen 3,13, -1 milik BB: sebab kekongruenan menskalakan ulang, dan hanya keserupaan yang memelihara spektrum — tetapi tandanya sepakat, sebagaimana dituntut teorema Sylvester. (Basis di sini ortogonal tetapi tak ortonormal; dan menormalkannya dengan 12\frac{1}{\sqrt2} akan membagi diagonalnya dengan 22 lalu memulihkan nilai eigennya.)

Contoh 12.4 (Determinan Gram mengukur luas)

Untuk v1,v2v_1, v_2 pada ruang Euklides, matriks Gram G=(vi,vj)G = \bigl(\langle v_i, v_j\rangle\bigr) mengemas panjang dan sudutnya; sedangkan determinannya mengemas luas:

detG=v12v22v1,v22=v12v22(1cos2θ)=(v1v2sinθ)2,\det G = \norm{v_1}^2\norm{v_2}^2 - \langle v_1, v_2\rangle^2 = \norm{v_1}^2\norm{v_2}^2\bigl(1 - \cos^2\theta\bigr) = \bigl(\norm{v_1}\,\norm{v_2}\sin\theta\bigr)^2 ,

yakni kuadrat luas jajaran genjang yang bertumpu pada v1,v2v_1, v_2 — dan Cauchy–Schwarz persis merupakan pernyataan detG0\det G \geq 0. Contoh yang dikerjakan: v1=(1,2,2)v_1 = (1, 2, 2), v2=(2,1,2)v_2 = (2, 1, -2) dalam R3\R^3:

G=(9009),detG=81:G = \begin{pmatrix} 9 & 0\\ 0 & 9 \end{pmatrix}, \qquad \det G = 81 :

jadi vektornya ortogonal dan berpanjang 33, sehingga merentang jajaran genjang (di sini sebuah bujur sangkar) berluas 81=9\sqrt{81} = 9. Pelajaran penutupnya: tak ada hasil kali silang dan tak ada sihir berdimensi 33 yang dipakai — sebab detG\sqrt{\det G} mengukur volume berdimensi kk pada sembarang dimensi, dan itulah titik tolak Bagian I soal akhir pekan sekaligus integral luas permukaan yang menyusul pada jilid ini.

12.2 Reduksi Gauss dan inersia Sylvester

Teorema 12.5 (Reduksi Gauss)

Setiap bentuk kuadratik qq pada ruang real berdimensi hingga dapat dituliskan

q=i=1si2j=1tmj2,q = \sum_{i=1}^{s} \ell_i^2 - \sum_{j=1}^{t} m_j^2 ,

dengan 1,,s,m1,,mt\ell_1, \dots, \ell_s, m_1, \dots, m_t berupa bentuk linear yang bebas linear; setara dengan itu, suatu basis membuat matriks qq menjadi diagonal berentri +1+1 (sebanyak ss kali), 1-1 (sebanyak tt kali), dan 00.

Bukti. Secara induktif atas banyaknya peubah, dalam koordinat: q(x1,,xn)q(x_1, \dots, x_n).

Kasus 1: suatu kuadrat muncul, katakanlah koefisien aa bagi x12x_1^2 tak nol. Kumpulkan semua suku ber-x1x_1 lalu lengkapkan kuadratnya:

q=a(x1+1aλ(x2,,xn)) ⁣2+q1(x2,,xn),q = a\Bigl(x_1 + \frac{1}{a}\,\lambda(x_2, \dots, x_n)\Bigr)^{\!2} + q_1(x_2, \dots, x_n),

dengan λ\lambda linear dan q1q_1 kuadratik dalam peubah sisanya: jadi satu bentuk bebas terpisah (ia melibatkan x1x_1, sedangkan yang lain tidak), lalu induksinya berlaku pada q1q_1, dan tanda ±\pm-nya datang dari tanda aa setelah diskalakan ulang dengan a\sqrt{\abs a}.

Kasus 2: tak ada kuadrat, tetapi ada suku silang, katakanlah bx1x2b\,x_1x_2 dengan b0b \neq 0. Pakailah kesamaan

x1x2=14((x1+x2)2(x1x2)2)x_1x_2 = \tfrac14\bigl((x_1 + x_2)^2 - (x_1 - x_2)^2\bigr)

setelah pengelompokan: dengan menulis q=bx1x2+x1α+x2β+q2q = b\,x_1x_2 + x_1\alpha + x_2\beta + q_2 (dengan α,β,q2\alpha, \beta, q_2 dalam peubah lainnya), kita periksa

q=b4[(x1+x2+α+βb)2(x1x2+βαb)2]+q~,q = \frac{b}{4}\Bigl[\Bigl(x_1 + x_2 + \frac{\alpha + \beta}{b}\Bigr)^{2} - \Bigl(x_1 - x_2 + \frac{\beta - \alpha}{b}\Bigr)^{2}\Bigr] + \widetilde q ,

dengan q~\widetilde q bebas dari x1,x2x_1, x_2: jadi dua bentuk bebas terpisah, dan induksinya merampungkannya.

Kebebasan bentuk yang terkumpul: urutkanlah kelompoknya sebagaimana dihasilkan. Bentuk kelompok pertamanya memuat x1x_1 (Kasus 1) atau x1,x2x_1, x_2 (Kasus 2); sedangkan semua bentuk berikutnya bebas dari peubah itu. Andaikan sebuah kombinasi linear semua bentuk terkumpulnya lenyap. Membaca koefisien x1x_1 (dan x2x_2): hanya kelompok pertamanya yang menyumbang, dan di dalam kelompok itu satu atau dua bentuknya kasatmata bebas (\ell sendirian; atau ±m\ell \pm m dengan ,m\ell, m bebas): jadi koefisien kelompok pertamanya lenyap. Kupas kelompok itu lalu ulangi: secara induktif sepanjang kelompoknya, semua koefisiennya lenyap — jadi seluruh keluarganya bebas, yakni ketrianguleran yang dibuat gamblang.

Teorema 12.6 (Hukum inersia Sylvester)

Pasangan (s,t)(s, t) pada Teorema 12.5 hanya bergantung pada qq, bukan pada reduksinya: ia disebut signatur bagi qq. Lebih jauh

s=max{dimF:qF definit positif},s = \max\{\dim F : q|_F \text{ definit positif}\},

dan secara simetris untuk tt.

Bukti. Misalkan q=isi2jtmj2q = \sum_{i \leq s}\ell_i^2 - \sum_{j\leq t} m_j^2 lalu misalkan F+F_+ rentang vektor pradual yang di atasnya (i)(\ell_i) membatas menjadi koordinat — secara konkret: lengkapilah keluarga bebas (1,,s,m1,,mt)(\ell_1, \dots, \ell_s, m_1, \dots, m_t) menjadi basis dual EE^*, lalu misalkan (u1,,un)(u_1, \dots, u_n) basis EE yang bentuk koordinatnya adalah itu (yakni basis pradualnya: i(uk)=δik\ell_i(u_k) = \delta_{ik} untuk ksk \leq s, sedangkan bentuk berikutnya lenyap pada vektor sebelumnya). Tetapkan F+=Vect(u1,,us)F_+ = \operatorname{Vect}(u_1, \dots, u_s): maka untuk x=isxiuiF+x = \sum_{i\leq s}x_iu_i \in F_+,

i(x)=xi,mj(x)=0,jadiq(x)=isxi2>0(x0):\ell_i(x) = x_i, \qquad m_j(x) = 0, \qquad\text{jadi}\qquad q(x) = \sum_{i\leq s}x_i^2 > 0 \quad (x \neq 0) :

jadi qF+q|_{F_+} definit positif dan maksimum pada displainya s\geq s. Sebaliknya, misalkan FF sembarang subruang dengan qFq|_F definit positif, dan G={x:1(x)==s(x)=0}G = \{x : \ell_1(x) = \dots = \ell_s(x) = 0\}, yang berkodimensi s\leq s; pada GG berlaku q(x)=mj20q(x) = -\sum m_j^2 \leq 0. Maka FG={0}F \cap G = \{0\} (sebab vektor tak nol di sana akan punya q>0q > 0 sekaligus q0q \leq 0), jadi dimFdimEdimGs\dim F \leq \dim E - \dim G \leq s. Karena itu maksimumnya sama dengan ss bagi setiap reduksi: jadi ss bersifat hakiki, dan t=rkqst = \operatorname{rk} q - s demikian pula.

Contoh 12.7

q(x,y,z)=xy+yz+zxq(x, y, z) = xy + yz + zx (tanpa kuadrat). Dengan x1=xx_1 = x dan x2=yx_2 = y: q=xy+z(x+y)q = xy + z(x + y), lalu kesamaan dua kuadratnya memberi

q=14(x+y+2z)214(xy)2z2,q = \tfrac14(x + y + 2z)^2 - \tfrac14(x - y)^2 - z^2 ,

(uraikan untuk memeriksanya). Tiga bentuk bebas: jadi signaturnya (1,2)(1, 2) dan ranknya 33. Satu arah positif, dua arah negatif: yakni geometri “kerucut cahaya” milik bentuk ini.

Contoh 12.8 (Sebuah bentuk merosot, direduksi selengkapnya)

q(x,y,z)=xy+yzq(x, y, z) = xy + yz pada R3\R^3: tanpa kuadrat, jadi Kasus 2 dengan pengelompokan q=y(x+z)q = y(x + z). Kesamaan dua kuadratnya pada hasil kali bentuk bebas yy dan x+zx + z memberi

q=14(y+x+z)214(yxz)2.q = \frac14\bigl(y + x + z\bigr)^2 - \frac14\bigl(y - x - z\bigr)^2 .

Kedua bentuk linear y+x+zy + x + z dan yxzy - x - z bersifat bebas (sebab selisihnya 2(x+z)2(x+z) dan jumlahnya 2y2y), jadi Sylvester langsung membaca: signaturnya (1,1)(1, 1) dan ranknya 22 — sehingga merosot. Kernel bentuk polarnya ditemukan dengan menyelesaikan φ(v,)=0\varphi(v, \cdot) = 0: dengan matriks 12(010101010)\frac12\begin{pmatrix} 0&1&0\\ 1&0&1\\ 0&1&0\end{pmatrix}, kernelnya adalah {y=0, x+z=0}=R(1,0,1)\{y = 0,\ x + z = 0\} = \R\,(1, 0, -1), yakni arah yang membuat qq tak melihat apa pun. Pelajaran penutupnya: kekurangan rank muncul pada Gauss sebagai “kehabisan peubah” — sebab reduksinya hanya menghasilkan dua kuadrat dari tiga dimensi, dan dimensi yang hilang itu persis kernelnya.

Contoh 12.9 (Satu bentuk, dua jalan menuju signaturnya)

q(x,y,z)=2x2+2y2+2z2+2xy+2yzq(x, y, z) = 2x^2 + 2y^2 + 2z^2 + 2xy + 2yz, bermatriks (210121012)\begin{pmatrix} 2 & 1 & 0\\ 1 & 2 & 1\\ 0 & 1 & 2 \end{pmatrix}. Jalan 1, Gauss: lengkapkan kuadratnya secara berurutan,

q=2(x+y2) ⁣2+32y2+2yz+2z2=2(x+y2) ⁣2+32(y+2z3) ⁣2+43z2:q = 2\Bigl(x + \frac y2\Bigr)^{\!2} + \frac32 y^2 + 2yz + 2z^2 = 2\Bigl(x + \frac y2\Bigr)^{\!2} + \frac32\Bigl(y + \frac{2z}{3}\Bigr)^{\!2} + \frac43 z^2 :

jadi tiga kuadrat positif pada bentuk yang bebas, sehingga signaturnya (3,0)(3, 0): yakni definit positif. Jalan 2, nilai eigen: matriksnya adalah 2I+N2I + N yang tridiagonal dengan NN matriks tetangganya; dan nilai eigennya 2+22 + \sqrt2, 22, 222 - \sqrt2 (periksalah vektor eigen (1,±2,1)(1, \pm\sqrt2, 1) dan (1,0,1)(1, 0, -1)), yang semuanya positif: jadi vonisnya sama, menurut Akibat 12.15. Gauss lebih cepat; sedangkan nilai eigen berkata lebih banyak (ia memberi sumbu utamanya dan nilai ekstrem qq pada bolanya). Pelajaran penutupnya: pivot positif 2,32,432, \frac32, \frac43 milik Gauss persis merupakan nisbah ΔkΔk1\frac{\Delta_k}{\Delta_{k-1}} minor utama terdepannya (Δ1=2\Delta_1 = 2, Δ2=3\Delta_2 = 3, Δ3=4\Delta_3 = 4) — dan soal akhir pekan membuktikannya secara umum.

Metode 12.10 (Menghitung sebuah signatur: tiga rute)

  1. Gauss (selalu berhasil dan tercepat dengan tangan): lengkapkan kuadratnya secara berurutan, lalu Kasus 2 bila tak ada kuadrat yang tersedia; lalu cacahlah tandanya. Periksa bahwa bentuk linear terkumpulnya bebas — sebab bentuk yang lebih sedikit daripada peubahnya berarti ada kernel (Contoh 12.8).
  2. Minor terdepan (untuk uji kedefinitan): semua Δk>0\Delta_k > 0 bila dan hanya bila definit positif (Latihan 12.8); dan pivot Δk/Δk1\Delta_k/\Delta_{k-1} bahkan memberi koefisien Gaussnya (soal akhir pekan). Rute ini gagal secara diam-diam bila suatu Δk=0\Delta_k = 0: maka kembalilah ke rute 1.
  3. Nilai eigen (paling informatif, paling mahal): yakni tanda spektrumnya (Akibat 12.15); ia juga memberi sumbu utamanya beserta nilai ekstrem qq pada bola satuannya. Pilihlah rute ini bila struktur eigennya toh diperlukan.

12.3 Teorema spektral

Kini misalkan EE ruang Euklides (dengan hasil kali dalam ,\langle\cdot,\cdot\rangle, lihat jilid Tahun ke-1).

Definisi 12.11 (Adjoin; endomorfisma simetrik)

Untuk uL(E)u \in \mathcal{L}(E), adjoin uu^* adalah satu-satunya endomorfisma dengan

u(x),y=x,u(y)(x,yE);\langle u(x), y\rangle = \langle x, u^*(y)\rangle \qquad (x, y \in E);

dan dalam basis ortonormal berlaku Mat(u)=Mat(u)T\operatorname{Mat}(u^*) = \operatorname{Mat}(u)^{\mathsf T}. Adapun uu disebut simetrik (atau swa-adjoin) apabila u=uu^* = u — setara dengan matriksnya dalam basis ortonormal bersifat simetrik.

Keberadaan dan ketunggalan adjoinnya. Untuk yy yang tetap, bentuk xu(x),yx \mapsto \langle u(x), y\rangle bersifat linear, sehingga (berkat dimensi hingganya) berbentuk x,zy\langle x, z_y\rangle bagi zyz_y yang tunggal — sedangkan pemetaan yzy=:u(y)y \mapsto z_y =: u^*(y) bersifat linear berkat ketunggalan itu. Adapun pengenalan matriksnya: bacalah u(ei),ej\langle u(e_i), e_j\rangle dari kedua arah.

Contoh 12.12 (Adjoinnya bergantung pada hasil kali dalamnya)

Pada R2\R^2 ambillah hasil kali dalam berbobot x,yD=x1y1+2x2y2\langle x, y\rangle_D = x_1y_1 + 2x_2y_2 (bermatriks D=diag(1,2)D = \operatorname{diag}(1,2)) dan uu bermatriks A=(0100)A = \begin{pmatrix} 0 & 1\\ 0 & 0\end{pmatrix} dalam basis kanoniknya. Dari u(x),yD=(Ax)TDy=xT(ATD)y\langle u(x), y\rangle_D = (Ax)^{\mathsf T}Dy = x^{\mathsf T}(A^{\mathsf T}D)y dan x,u(y)D=xT(DA)y\langle x, u^*(y)\rangle_D = x^{\mathsf T}(DA^*)y, matriks adjoinnya adalah

A=D1ATD=(10012)(0010)(1002)=(00120)AT.A^* = D^{-1}A^{\mathsf T}D = \begin{pmatrix} 1 & 0\\ 0 & \tfrac12\end{pmatrix} \begin{pmatrix} 0 & 0\\ 1 & 0\end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 & 0\\ 0 & 2\end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 0 & 0\\ \tfrac12 & 0\end{pmatrix} \neq A^{\mathsf T} .

Periksa kewarasannya di x=(1,0)x = (1,0), y=(0,1)y = (0,1):

u(x),yD=(0,0),yD=0,x,u(y)D=(1,0),(0,12)D=0;\langle u(x), y\rangle_D = \langle (0,0), y\rangle_D = 0, \quad \langle x, u^*(y)\rangle_D = \langle(1,0), (0,\tfrac12)\rangle_D = 0 ;

lalu di x=(0,1)x = (0,1), y=(1,0)y = (1,0):

u(x),yD=(1,0),(1,0)D=1,x,u(y)D=(0,1),(0,12)D=1.\langle u(x), y\rangle_D = \langle(1,0),(1,0)\rangle_D = 1, \quad \langle x, u^*(y)\rangle_D = \langle(0,1),(0,\tfrac12)\rangle_D = 1 .

Pelajaran penutupnya: “Mat(u)=Mat(u)T\operatorname{Mat}(u^*) = \operatorname{Mat}(u)^{\mathsf T}” adalah pernyataan tentang basis ortonormal belaka; sebab secara umum metrik DD ikut campur, persis seperti pada reduksi serentak soal akhir pekan.

Teorema 12.13 (Teorema spektral)

Misalkan uu endomorfisma simetrik ruang Euklides EE. Maka EE punya basis ortonormal beranggotakan vektor eigen uu; semua nilai eigennya real, dan ruang eigen bagi nilai eigen yang berbeda saling ortogonal. Bentuk matriksnya: setiap matriks simetrik real AA dituliskan

A=PDPT,P ortogonal (PTP=I), D diagonal.A = P\,D\,P^{\mathsf T}, \qquad P \text{ ortogonal } (P^{\mathsf T} P = I),\ D \text{ diagonal}.

Bukti. Sebuah vektor eigen ada. Fungsi xu(x),xx \mapsto \langle u(x), x\rangle kontinu pada bola satuan SS milik EE, yang bersifat kompak (berkat dimensi hingganya, Teorema 5.13): jadi ia mencapai maksimumnya λ\lambda di suatu aSa \in S. Kita klaim u(a)=λau(a) = \lambda a. Untuk sembarang yay \perp a dengan y=1\norm y = 1 dan tRt \in \R, vektor xt=a+ty1+t2x_t = \frac{a + ty}{\sqrt{1 + t^2}} terletak pada SS (sebab a+ty2=1+t2\norm{a + ty}^2 = 1 + t^2 menurut Pythagoras); lalu menguraikan fungsi yang dimaksimumkan itu,

g(t)=u(xt),xt=u(a),a+2tu(a),y+t2u(y),y1+t2g(t) = \langle u(x_t), x_t\rangle = \frac{\langle u(a), a\rangle + 2t\langle u(a), y\rangle + t^2\langle u(y), y\rangle}{1 + t^2}

(kesimetrikan uu menyatukan kedua suku silangnya: u(a),y=a,u(y)=u(y),a\langle u(a), y\rangle = \langle a, u(y)\rangle = \langle u(y), a\rangle). Fungsi gg terdiferensialkan terhadap tt dengan maksimum di t=0t = 0; jadi aturan hasil bagi di 00 memberi

g(0)=2u(a),y1u(a),a01=2u(a),y=0.g'(0) = \frac{2\langle u(a), y\rangle\cdot 1 - \langle u(a), a\rangle\cdot 0}{1} = 2\langle u(a), y\rangle = 0 .

Jadi u(a)u(a) ortogonal terhadap seluruh hiperbidang aa^\perp: sehingga u(a)(a)=Rau(a) \in (a^{\perp})^{\perp} = \R a, yakni u(a)=μau(a) = \mu a; dan μ=u(a),a=λ\mu = \langle u(a), a\rangle = \lambda.

Induksinya. Komplemen ortogonal F=aF = a^\perp bersifat stabil terhadap uu: sebab untuk xax \perp a berlaku u(x),a=x,u(a)=λx,a=0\langle u(x), a\rangle = \langle x, u(a)\rangle = \lambda\langle x, a\rangle = 0. Pembatasan uFu|_F simetrik terhadap hasil kali dalam terimbasnya; jadi secara induktif atas dimensinya, FF punya basis eigen ortonormal; lalu sisipkan aa di depannya.

Pelengkapnya. Nilai eigennya adalah bilangan real u(e),e\langle u(e), e\rangle pada basis eigennya. Keortogonalan ruang eigennya: u(x)=λxu(x) = \lambda x dan u(y)=μyu(y) = \mu y memberi λx,y=u(x),y=x,u(y)=μx,y\lambda\langle x, y\rangle = \langle u(x), y\rangle = \langle x, u(y)\rangle = \mu\langle x, y\rangle, jadi x,y=0\langle x, y\rangle = 0 bila λμ\lambda \neq \mu. Bentuk matriksnya: kolom PP = basis eigen ortonormalnya.

Contoh 12.14 (Sebuah jalannya spektral yang lengkap)

Diagonalkan secara ortogonal A=(1221)A = \begin{pmatrix} 1 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix}. Polinomial karakteristiknya (1λ)24(1 - \lambda)^2 - 4: jadi nilai eigennya 33 dan 1-1. Vektor eigennya: (A3I)v=0(A - 3I)v = 0 memberi v1=12(1,1)v_1 = \frac{1}{\sqrt2}(1,1); sedangkan (A+I)v=0(A + I)v = 0 memberi v2=12(1,1)v_2 = \frac{1}{\sqrt2}(1,-1) — yang ortogonal, sebagaimana dijamin Teorema 12.13 tanpa perhitungan. Dengan P=(v1 v2)P = (v_1\ v_2) (yakni perputaran sebesar π4\frac\pi4):

PTAP=(3001),x2+4xy+y2=3u2v2pada kerangka terputar.P^{\mathsf T}AP = \begin{pmatrix} 3 & 0\\ 0 & -1 \end{pmatrix}, \qquad x^2 + 4xy + y^2 = 3u^2 - v^2 \quad\text{pada kerangka terputar} .

Jadi bentuk pada Latihan 12.1 adalah bentuk bertipe hiperbola: signaturnya (1,1)(1,1), konsisten dengan reduksi Gaussnya (x+2y)23y2(x + 2y)^2 - 3y^2 — kuadrat yang berbeda, signatur yang sama, sebagaimana dituntut Sylvester. Pelajaran penutupnya: Gauss memberi jawabannya lebih cepat, tetapi rute spektralnya juga melaporkan bahwa pada lingkaran satuan qq berjangkau persis [1,3]\intcc{-1}{3}, yang dicapai sepanjang v2v_2 dan v1v_1: jadi kerja tambahannya membeli geometri.

Akibat 12.15 (Sumbu utama; uji kepositifan)

  1. Setiap bentuk kuadratik qq pada ruang Euklides dapat didiagonalkan dalam suatu basis ortonormal: q(x)=iλixi2q(x) = \sum_i \lambda_i x_i^2 dengan λi\lambda_i nilai eigen matriks simetrik milik qq; sedangkan signaturnya mencacah nilai eigen yang positif dan yang negatif.
  2. Sebuah matriks simetrik bersifat semidefinit positif (masing-masing definit) bila dan hanya bila semua nilai eigennya 0\geq 0 (masing-masing >0> 0); dan nilai ekstrem hasil bagi Rayleighnya lalu menjadi

    minx=1Ax,x=λmin,maxx=1Ax,x=λmax.\min_{\norm x = 1} \langle Ax, x\rangle = \lambda_{\min}, \qquad \max_{\norm x = 1} \langle Ax, x\rangle = \lambda_{\max} .

Bukti. (1) Tulislah q(x)=Ax,xq(x) = \langle A x, x\rangle dengan AA simetrik (yakni matriks qq dalam basis ortonormal); lalu diagonalkan AA lewat teorema spektralnya: untuk x=xieix = \sum x_ie_i dalam basis eigen ortonormalnya,

q(x)=iλixiei, jxjej=iλixi2q(x) = \Bigl\langle \sum_i \lambda_ix_ie_i,\ \sum_j x_je_j\Bigr\rangle = \sum_i \lambda_i x_i^2

(keortonormalannya membunuh suku silangnya). Tanda ±\pm milik λi\lambda_i mencacah signaturnya menurut Sylvester: sebab menskalakan ulang tiap koordinat dengan λi\sqrt{\abs{\lambda_i}} memamerkan sebuah reduksi Gauss dengan bentuk yang bebas.

(2) Dalam basis eigennya, Ax,x=λixi2\langle Ax, x\rangle = \sum \lambda_i x_i^2, yang terjepit antara λminx2\lambda_{\min}\norm x^2 dan λmaxx2\lambda_{\max}\norm x^2, dengan kesamaan pada vektor eigen yang bersesuaian; jadi kepositifan semua nilai eigennya setara dengan kepositifan bentuknya.

Contoh 12.16

A=(2112)A = \begin{pmatrix} 2 & 1\\ 1 & 2 \end{pmatrix}: nilai eigennya 33 (dengan vektor eigen 12(1,1)\frac{1}{\sqrt2}(1,1)) dan 11 (dengan 12(1,1)\frac{1}{\sqrt2}(1,-1)). Bentuk kuadratik 2x2+2xy+2y22x^2 + 2xy + 2y^2 menjadi 3X2+Y23X^2 + Y^2 dalam kerangka ortonormal yang terputar: yakni sumbu utama sebuah elips, yang terhitung. Reduksi Gauss juga mencapai bentuk diagonal, tetapi hanya teorema spektral yang mencapainya tanpa memuaikan panjang.

Contoh 12.17 (Sebuah elips yang dikenali sepenuhnya)

Kurva apakah 5x2+4xy+2y2=65x^2 + 4xy + 2y^2 = 6? Matriks (5222)\begin{pmatrix} 5 & 2\\ 2 & 2\end{pmatrix} berpolinomial karakteristik λ27λ+6=(λ1)(λ6)\lambda^2 - 7\lambda + 6 = (\lambda - 1)(\lambda - 6): jadi nilai eigennya 11 dan 66, keduanya positif — yakni sebuah elips. Vektor eigen ortonormalnya: untuk λ=1\lambda = 1, selesaikan (4221)v=0\begin{pmatrix} 4 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix}v = 0 sehingga v1=15(1,2)v_1 = \frac{1}{\sqrt5}(1, -2); sedangkan untuk λ=6\lambda = 6: v2=15(2,1)v_2 = \frac{1}{\sqrt5}(2, 1). Dalam koordinat terputar (X,Y)(X, Y) sepanjang (v2,v1)(v_2, v_1) persamaannya menjadi

6X2+Y2=6,yakniX2+Y26=1:6X^2 + Y^2 = 6, \qquad\text{yakni}\qquad X^2 + \frac{Y^2}{6} = 1 :

jadi setengah sumbunya 11 (sepanjang v2v_2) dan 6\sqrt6 (sepanjang v1v_1). Pelajaran penutupnya: bentuk kasarnya gratis — sebab det=6>0\det = 6 > 0 dan trace yang positif sudah mengumumkan sebuah elips sebelum sebuah vektor eigen pun dihitung — tetapi hanya teorema spektral yang menyerahkan arah dan panjang sumbunya, yakni geometrinya yang sesungguhnya.

Contoh 12.18 (Ekstrem pada bolanya, dibaca dari spektrumnya)

Berapakah nilai ekstrem q(x,y,z)=2xy+2yz+2zxq(x,y,z) = 2xy + 2yz + 2zx pada bola satuannya? Matriksnya (yakni luar diagonal serba-satu pada Latihan 12.2) bernilai eigen 22 dan 1-1 (ganda), jadi menurut Akibat 12.15 (2):

maxv=1q(v)=2  di v=13(1,1,1),minv=1q(v)=1  pada lingkaran x+y+z=0.\max_{\norm v = 1} q(v) = 2 \ \text{ di } v = \tfrac{1}{\sqrt3}(1,1,1), \qquad \min_{\norm v = 1} q(v) = -1 \ \text{ pada lingkaran } x + y + z = 0 .

Tanpa kalkulus dan tanpa pengganda Lagrange: teorema spektral menyelesaikan pengoptimalan berkendala ini secara langsung — lalu memamerkan pemaksimumnya. Pelajaran penutupnya: bandingkan dengan metode pengganda pada bab kalkulus diferensial, yang menemukan titik kritis yang sama dengan kerja lebih banyak; sebab untuk fungsi tujuan kuadratik pada bola, spektrumlah jalan rajanya (dan soal akhir pekan bab Hermitian membangun seluruh teori Courant–Fischer di atas pengamatan ini).

Catatan 12.19 (Jebakan yang sering muncul)

(i) Kekongruenan bukan keserupaan: penggantian basis bagi sebuah bentuk bekerja lewat PTBPP^{\mathsf T}BP, bukan P1BPP^{-1}BP; jadi nilai eigennya bukan invarian sebuah bentuk kuadratik (II dan 4I4I kongruen lewat P=2IP = 2I) — hanya tandanya yang invarian (Sylvester). Berbicaralah tentang nilai eigen sebuah bentuk hanya setelah sebuah hasil kali dalam ditetapkan. (ii) Entri positif tak membuktikan apa pun: (1221)\begin{pmatrix} 1 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix} punya entri yang semuanya positif namun bersignatur (1,1)(1,1) (sebab det=3\det = -3); sebaliknya matriks definit positif boleh punya entri luar diagonal yang negatif (Contoh 12.9 yang digeser: 2IN2I - N sama saja berhasil). Pakailah Metode 12.10. (iii) Kuadrat yang bergantungan: menulis q=1222q = \ell_1^2 - \ell_2^2 tak berkata apa pun bila 1,2\ell_1, \ell_2 sebanding — sebab x2+2xy+y2=(x+y)2x^2 + 2xy + y^2 = (x+y)^2 berrank 11, bukan 22; jadi periksalah selalu kebebasannya sebelum membaca signaturnya. (iv) Ekstrem pada bola tanpa kekompakan: batas Rayleigh pada Akibat 12.15 tercapai karena bolanya kompak; sedangkan pada bola terbuka atau pada seluruh ruangnya, sebuah bentuk yang tak tentu tak punya maksimum maupun minimum.

Catatan 12.20 (Di mana ini dipakai)

Teorema spektral adalah hasil buku ini yang paling banyak diekspor: statistika mendiagonalkan matriks kovariansi dengannya (yakni analisis komponen utama), mekanika menyarikan moda normal osilasi darinya (yakni reduksi serentak pada soal akhir pekan), analisis numerik membangun dekomposisi Cholesky dan dekomposisi nilai singular di atasnya (pada soal yang sama), dan bab berikutnya mengangkutnya ke ruang Hermitian kompleks. Adapun jilid Tahun ke-3 membuktikan awataranya yang berdimensi tak hingga untuk operator swa-adjoin yang kompak, tempat hujah kekompakan pada bukti berdimensi hingga di atas menjadi seluruh ceritanya.

Catatan 12.21 (Pandangan ke depan di dalam jilid ini)

Bentuk kuadratik menjalari sisa Buku 4 dalam tiga samaran. Sebagai Hessian: bab kalkulus diferensial menggolongkan titik kritis lewat signatur bentuk orde duanya, jadi keinvarianan Sylvesterlah yang membuat “pelana” menjadi kata yang terdefinisi baik. Sebagai energi: osilator pada bab persamaan diferensial mengusung energi kuadratik 12x2+12ω2x2\frac12x'^2 + \frac12\omega^2x^2, dan reduksi serentak pada soal akhir pekan bab ini persis merupakan penyarian moda normalnya. Sebagai geometri: konik pada bab ini tumbuh menjadi permukaan kuadrik pada bab geometri, tempat bentuk fundamental kedua sebuah permukaan — yakni bentuk kuadratik pada tiap bidang singgungnya — punya signatur yang memutuskan apakah permukaannya melengkung seperti mangkuk atau seperti pelana. Sedangkan bab Hermitian berikutnya memainkan ulang seluruh partiturnya atas C\C.

12.4 Latihan

Latihan 12.1

Reduksilah secara Gauss lalu berikan rank dan signaturnya:

q1(x,y)=x2+4xy+y2,q2(x,y,z)=x2+2y2+3z2+2xy+2yz.q_1(x,y) = x^2 + 4xy + y^2, \qquad q_2(x,y,z) = x^2 + 2y^2 + 3z^2 + 2xy + 2yz .
Solusi

Solusi Latihan 12.1.

q1=(x+2y)23y2q_1 = (x + 2y)^2 - 3y^2: ranknya 22 dan signaturnya (1,1)(1, 1) (yakni bentuk bertipe hiperbola).

q2q_2: lengkapkan kuadratnya dalam xx: q2=(x+y)2+y2+2yz+3z2=(x+y)2+(y+z)2+2z2q_2 = (x + y)^2 + y^2 + 2yz + 3z^2 = (x+y)^2 + (y + z)^2 + 2z^2: jadi ranknya 33 dan signaturnya (3,0)(3, 0) — sehingga definit positif.

Latihan 12.2

Diagonalkan secara ortogonal A=(011101110)A = \begin{pmatrix} 0 & 1 & 1\\ 1 & 0 & 1\\ 1 & 1 & 0\end{pmatrix} (dengan nilai eigen dari perhitungan Bab 3; kini buatlah basisnya ortonormal) lalu reduksilah bentuk q(x,y,z)=2xy+2yz+2zxq(x,y,z) = 2xy + 2yz + 2zx ke sumbu utamanya.

Solusi

Solusi Latihan 12.2.

Nilai eigennya 22 (pada Vect(1,1,1)\operatorname{Vect}(1,1,1)) dan 1-1 (pada bidang x+y+z=0x + y + z = 0). Ortonormalkan: e1=13(1,1,1)e_1 = \frac{1}{\sqrt3}(1,1,1); lalu pada bidangnya, Gram–Schmidt atas (1,1,0),(1,0,1)(1,-1,0), (1,0,-1) memberi e2=12(1,1,0)e_2 = \frac{1}{\sqrt2}(1,-1,0) dan e3=16(1,1,2)e_3 = \frac{1}{\sqrt6}(1,1,-2). Maka P=(e1 e2 e3)P = (e_1\ e_2\ e_3) bersifat ortogonal dengan PTAP=diag(2,1,1)P^{\mathsf T}AP = \operatorname{diag}(2,-1,-1).

Bentuk q=2xy+2yz+2zxq = 2xy + 2yz + 2zx bermatriks AA: jadi dalam koordinat terputarnya q=2X2Y2Z2q = 2X^2 - Y^2 - Z^2 — yakni sumbu utamanya; signaturnya (1,2)(1,2), sepakat dengan Contoh 12.7 (sebab bentuknya sama!).

Latihan 12.3

Buktikan bahwa u=uu^{**} = u, (uv)=vu(u \circ v)^* = v^* \circ u^*, dan bahwa keru=(imu)\ker u^* = (\operatorname{im} u)^{\perp}. Turunkan pula rku=rku\operatorname{rk} u^* = \operatorname{rk} u.

Solusi

Solusi Latihan 12.3.

u=uu^{**} = u: sebab ux,y=x,uy=ux,y\langle u^{**}x, y\rangle = \langle x, u^*y\rangle = \langle ux, y\rangle untuk setiap yy. Lalu (uv)=vu(uv)^* = v^*u^*: sebab uvx,y=vx,uy=x,vuy\langle uvx, y\rangle = \langle vx, u^*y\rangle = \langle x, v^*u^*y\rangle. Kernelnya: ykeru    x,uy=0 x    u(x),y=0 x    yimuy \in \ker u^* \iff \langle x, u^*y \rangle = 0\ \forall x \iff \langle u(x), y\rangle = 0\ \forall x \iff y \perp \operatorname{im} u. Ranknya: dimkeru=nrku\dim\ker u^* = n - \operatorname{rk} u (lewat komplemen ortogonalnya), jadi rku=rku\operatorname{rk} u^* = \operatorname{rk} u menurut rank–nulitas — yakni awatara Euklides bagi teorema rank transpos.

Latihan 12.4 ★★

Misalkan AA simetrik real dengan A3=AA^3 = A. Buktikan bahwa A2A^2 matriks sebuah proyeksi ortogonal. Lebih umum, kaitkanlah dekomposisi spektral AA dan P(A)P(A) untuk sebuah polinomial PP.

Solusi

Solusi Latihan 12.4.

Secara spektral: A=PDPTA = PDP^{\mathsf T} dengan DD diagonal berentri λi\lambda_i yang memenuhi λi3=λi\lambda_i^3 = \lambda_i: jadi λi{1,0,1}\lambda_i \in \{-1, 0, 1\}. Maka A2=PD2PTA^2 = PD^2P^{\mathsf T} dengan D2D^2 diagonal berentri 0/10/1: jadi A2A^2 simetrik sekaligus idempoten (sebab (A2)2=A4=AA3=A2(A^2)^2 = A^4 = A\cdot A^3 = A^2) — dan simetrik idempoten == proyeksi ortogonal (ia proyeksi ke ker(A2I)=ker(AI)ker(A+I)\ker(A^2 - I) = \ker(A-I)\oplus\ker(A+I) sepanjang kerA\ker A, dan keduanya ortogonal menurut teorema spektral).

Secara umum, P(A)=P ⁣(diag)P(A) = P\!\left(\text{diag}\right): jadi P(A)P(A) punya vektor eigen yang sama dengan nilai eigen P(λi)P(\lambda_i) — yakni “pemetaan spektral” pada aras yang dapat didiagonalkan.

Latihan 12.5 ★★

Buktikan bahwa O(n)={P:PTP=I}O(n) = \{P : P^{\mathsf T}P = I\} himpunan bagian yang kompak pada Mn(R)\mathcal{M}_n(\R) (tertutup: sebab prapeta {I}\{I\} oleh pemetaan yang kontinu; terbatas: sebab kolomnya vektor satuan). Apakah ia terhubung?

Solusi

Solusi Latihan 12.5.

Tertutup: O(n)=g1({I})O(n) = g^{-1}(\{I\}) untuk g(P)=PTPg(P) = P^{\mathsf T}P yang kontinu (sebab entrinya polinomial). Terbatas: sebab tiap kolom PO(n)P \in O(n) vektor satuan, jadi semua entrinya terletak di [1,1]\intcc{-1}{1}. Tertutup dan terbatas dalam Mn(R)Rn2\mathcal{M}_n(\R) \simeq \R^{n^2}: sehingga kompak (Teorema 4.16 (2)).

Tak terhubung: sebab det\det mengambil dua nilai ±1\pm1 pada O(n)O(n), dan sebuah surjeksi kontinu ke {1,1}\{-1, 1\} memecah ruangnya (lewat hujah Contoh 4.28).

Latihan 12.6 ★★

(Akar kuadrat) Misalkan AA simetrik semidefinit positif. Bangunlah BB simetrik semidefinit positif dengan B2=AB^2 = A, lalu buktikan bahwa ia tunggal (keberadaannya: ambillah akar kuadrat nilai eigennya dalam sebuah basis spektral; ketunggalannya: sebab calon BB komut dengan A=B2A = B^2, jadi memelihara ruang eigennya — lalu reduksilah ke kasus skalar pada masing-masingnya).

Solusi

Solusi Latihan 12.6.

Keberadaannya: A=PDPTA = PDP^{\mathsf T} dengan D=diag(λi)D = \operatorname{diag}(\lambda_i) dan λi0\lambda_i \geq 0; tetapkan B=PDPTB = P\sqrt D P^{\mathsf T} dengan D=diag(λi)\sqrt D = \operatorname{diag}(\sqrt{\lambda_i}): ia simetrik, semidefinit positif, dan B2=AB^2 = A.

Ketunggalannya: misalkan BB simetrik semidefinit positif dengan B2=AB^2 = A. Maka BB komut dengan AA; sehingga BB memelihara tiap ruang eigen Eλ(A)E_\lambda(A) (sebab untuk Ax=λxAx = \lambda x: A(Bx)=BAx=λBxA(Bx) = BAx = \lambda Bx). Pada Eλ(A)E_\lambda(A), pembatasan BB bersifat simetrik semidefinit positif dengan kuadrat λid\lambda\,\mathrm{id}; jadi nilai eigennya μ\mu memenuhi μ2=λ\mu^2 = \lambda dan μ0\mu \geq 0: sehingga μ=λ\mu = \sqrt\lambda — jadi pembatasannya, yang dapat didiagonalkan dengan satu-satunya nilai eigen λ\sqrt\lambda, adalah λid\sqrt\lambda\,\mathrm{id}. Karena E=Eλ(A)E = \bigoplus E_\lambda(A), maka BB tertentukan: B=AB = \sqrt A.

Latihan 12.7 ★★

Untuk AA simetrik real, buktikan bahwa A2:=supx2=1Ax2=maxiλi\vertiii{A}_2 := \sup_{\norm x_2 = 1}\norm{Ax}_2 = \max_i \abs{\lambda_i} (yakni jari-jari spektralnya), lalu hitunglah A2\vertiii{A}_2 untuk A=(1221)A = \begin{pmatrix} 1 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix}.

Solusi

Solusi Latihan 12.7.

Dalam basis eigen ortonormal, Ax22=λi2xi2(maxiλi2)x22\norm{Ax}_2^2 = \sum \lambda_i^2 x_i^2 \leq (\max_i \lambda_i^2)\norm x_2^2, dengan kesamaan pada vektor eigen yang bersesuaian: jadi A2=maxλi\vertiii A_2 = \max\abs{\lambda_i}. Untuk matriks yang diberikan: nilai eigennya 3,13, -1 (yakni kembaran Contoh 12.16), jadi A2=3\vertiii A_2 = 3.

Latihan 12.8 ★★★

(Kriteria Sylvester) Misalkan AA simetrik real dengan minor utama terdepan Δ1,,Δn\Delta_1, \dots, \Delta_n (yakni determinan blok kiri atasnya). Buktikan bahwa AA definit positif bila dan hanya bila semua Δk>0\Delta_k > 0. (Untuk \Rightarrow: sebab pembatasan bentuk definit bersifat definit, dan determinan matriks definit positif — yakni hasil kali nilai eigennya — bersifat positif. Untuk \Leftarrow: berinduksilah atas nn; blok kiri atas berukuran (n1)(n-1) bersifat definit positif, jadi diagonalkan bentuknya pada subruang itu lalu lengkapkan kuadratnya dalam peubah terakhirnya; dan tanda entri diagonal terakhirnya dikendalikan oleh detA=Δn>0\det A = \Delta_n > 0.)

Solusi

Solusi Latihan 12.8.

(\Rightarrow) Blok kiri atas berukuran k×kk \times k, sebut AkA_k, adalah matriks pembatasan bentuk (yang definit) itu ke rentang kk vektor basis pertamanya: ia definit positif, jadi nilai eigennya positif dan Δk=detAk>0\Delta_k = \det A_k > 0.

(\Leftarrow) Secara induktif atas nn; kasus n=1n = 1 jelas. Andaikan semua Δk>0\Delta_k > 0. Menurut induksinya, An1A_{n-1} definit positif: jadi bentuk qq yang dibatasi ke F=Vect(e1,,en1)F = \operatorname{Vect}(e_1, \dots, e_{n-1}) bersifat definit. Diagonalkan qFq|_F (lewat Gauss): dengan koordinat y1,,yn1y_1, \dots, y_{n-1} berlaku qF=yi2q|_F = \sum y_i^2. Lalu di ruang penuhnya, setelah melengkapkan kuadratnya dalam peubah terakhirnya,

q=i=1n1(yi+cixn)2+cxn2q = \sum_{i=1}^{n-1} \bigl(y_i + c_i x_n\bigr)^2 + c\,x_n^2

untuk konstanta yang sesuai (kumpulkan suku silangnya ke dalam kuadratnya). Reduksinya memamerkan signatur (n1+ϵ,)(n-1 + \epsilon, \cdot) dengan ϵ\epsilon menyatakan sumbangan tanda cc; dan determinannya memelihara tanda hasil kali koefisien diagonalnya di bawah kekongruenan (sebab det(PTAP)=(detP)2detA\det(P^{\mathsf T}AP) = (\det P)^2\det A): jadi Δn>0\Delta_n > 0 memaksa c>0c > 0. Karena itu qq adalah jumlah nn kuadrat bentuk yang bebas: sehingga definit positif.

Latihan 12.9 ★★★

(Courant–Fischer, nilai eigen kedua) Misalkan uu simetrik dengan nilai eigen λ1λ2λn\lambda_1 \geq \lambda_2 \geq \dots \geq \lambda_n. Buktikan

λ2=minH hiperbidang  maxxH, x=1u(x),x.\lambda_2 = \min_{\substack{H \text{ hiperbidang}}}\; \max_{\substack{x \in H,\ \norm x = 1}} \langle u(x), x\rangle .

(Untuk \leq: sebab sembarang hiperbidang memotong bidang-22 yang direntang dua vektor eigen teratasnya. Untuk \geq: pilihlah H=(e1)H = (e_1)^{\perp}.)

Solusi

Solusi Latihan 12.9.

Misalkan (e1,,en)(e_1, \dots, e_n) basis eigen ortonormal bagi λ1λn\lambda_1 \geq \dots \geq \lambda_n.

λ2\lambda_2 \leq min-maksnya: untuk sembarang hiperbidang HH, ruang berdimensi 22, yakni V=Vect(e1,e2)V = \operatorname{Vect}(e_1, e_2), memenuhi dim(HV)1\dim(H \cap V) \geq 1 (menurut Grassmann): jadi pilihlah xHVx \in H \cap V yang satuan, x=ae1+be2x = ae_1 + be_2 dengan a2+b2=1a^2 + b^2 = 1:

u(x),x=λ1a2+λ2b2λ2:\langle u(x), x\rangle = \lambda_1 a^2 + \lambda_2 b^2 \geq \lambda_2 :

jadi maksimum tiap hiperbidangnya λ2\geq \lambda_2.

Untuk \geq: bagi H=e1H = e_1^{\perp}, setiap x=i2xieiHx = \sum_{i\geq2} x_ie_i \in H yang satuan punya u(x),x=i2λixi2λ2\langle u(x), x\rangle = \sum_{i \geq 2} \lambda_i x_i^2 \leq \lambda_2, yang tercapai di e2e_2: jadi maksimum hiperbidang ini persis λ2\lambda_2. Karena itu minimum atas HH adalah λ2\lambda_2.

Latihan 12.10 ★★

Tentukan rank dan signatur q(x1,,xn)=i<jxixjq(x_1, \dots, x_n) = \sum_{i < j} x_ix_j pada Rn\R^n (dengan n2n \geq 2), lewat dua cara: lewat kesamaan aljabar 2q=(xi)2xi22q = \bigl(\sum x_i\bigr)^2 - \sum x_i^2 bersama pembatasan qq ke hiperbidang xi=0\sum x_i = 0; dan lewat menghitung nilai eigen matriksnya 12(JI)\frac12(J - I), dengan JJ menyatakan matriks serba-satu.

Solusi

Solusi Latihan 12.10.

Jalan aljabarnya: 2q=(xi)2xi22q = \bigl(\sum x_i\bigr)^2 - \sum x_i^2. Pada hiperbidang H:xi=0H : \sum x_i = 0 (yang berdimensi n1n - 1), q=12xi2q = -\frac12\sum x_i^2 bersifat definit negatif; sedangkan pada garis R(1,,1)\R(1, \dots, 1) berlaku q(t,,t)=(n2)t2>0q(t, \dots, t) = \binom n2 t^2 > 0. Sebuah subruang tempat qq definit positif memotong HH secara trivial, jadi berdimensi 1\leq 1: sehingga menurut Sylvester (Teorema 12.6), s=1s = 1, dan tn1t \geq n-1 berkat HH; lalu rank n\leq n memaksa signaturnya (1,n1)(1, n-1) dan ranknya nn.

Jalan spektralnya: matriksnya 12(JI)\frac12(J - I); sedangkan JJ punya nilai eigen nn (pada (1,,1)(1,\dots,1)) dan 00 (pada HH), jadi 12(JI)\frac12(J-I) bernilai eigen n12\frac{n-1}{2} (sekali) dan 12-\frac12 (sebanyak n1n-1 kali): jadi satu positif dan n1n-1 negatif — signatur yang sama, menurut Akibat 12.15.

Latihan 12.11 ★★

Misalkan AA dan BB simetrik real dengan BB semidefinit positif. Buktikan

λmin(A)trB    tr(AB)    λmax(A)trB.\lambda_{\min}(A)\operatorname{tr} B \;\leq\; \operatorname{tr}(AB) \;\leq\; \lambda_{\max}(A)\operatorname{tr} B .

(Tulislah B=CTCB = C^{\mathsf T}C dan tr(AB)=iAci,ci\operatorname{tr}(AB) = \sum_i \langle A c_i, c_i\rangle atas kolom cic_i milik CTC^{\mathsf T}.) Khususnya tr(AB)0\operatorname{tr}(AB) \geq 0 bila keduanya semidefinit positif.

Solusi

Solusi Latihan 12.11.

Tulislah B=CTCB = C^{\mathsf T}C (Latihan 12.6 lewat C=BC = \sqrt B). Maka, dengan c1,,cnc_1, \dots, c_n menyatakan kolom CTC^{\mathsf T}:

tr(AB)=tr(ACTC)=tr(CACT)=i=1nAci,ci.\operatorname{tr}(AB) = \operatorname{tr}(AC^{\mathsf T}C) = \operatorname{tr}(CAC^{\mathsf T}) = \sum_{i=1}^n \langle A c_i, c_i\rangle .

Menurut Akibat 12.15 (2), tiap sukunya terletak antara λmin(A)ci2\lambda_{\min}(A)\norm{c_i}^2 dan λmax(A)ci2\lambda_{\max}(A)\norm{c_i}^2, dan ci2=tr(CTC)1=trB\sum\norm{c_i}^2 = \operatorname{tr}(C^{\mathsf T}C)^{\vphantom1} = \operatorname{tr} B: jadi ketaksamaan gandanya menyusul. Bila AA juga semidefinit positif, maka λmin(A)0\lambda_{\min}(A) \geq 0 sehingga tr(AB)0\operatorname{tr}(AB) \geq 0.

Latihan 12.12 ★★★

Pada E=Mn(R)E = \mathcal{M}_n(\R), tinjaulah q(M)=tr(M2)q(M) = \operatorname{tr}(M^2).

  1. Tunjukkan bahwa qq bentuk kuadratik dengan bentuk polar φ(M,N)=tr(MN)\varphi(M, N) = \operatorname{tr}(MN).
  2. Tunjukkan bahwa matriks simetrik dan matriks antisimetrik membentuk subruang yang φ\varphi-ortogonal, dan di atasnya qq berturut-turut definit positif dan definit negatif (hitunglah tr(M2)\operatorname{tr}(M^2) entri demi entri pada masing-masing kasusnya).
  3. Simpulkan: qq bersignatur (n(n+1)2,n(n1)2)\bigl(\frac{n(n+1)}{2}, \frac{n(n-1)}{2}\bigr) dan berrank n2n^2.
Solusi

Solusi Latihan 12.12.

  1. φ(M,N)=tr(MN)\varphi(M, N) = \operatorname{tr}(MN) bersifat bilinear dan simetrik (sebab tr(MN)=tr(NM)\operatorname{tr}(MN) = \operatorname{tr}(NM)), dan φ(M,M)=q(M)\varphi(M, M) = q(M): jadi qq adalah bentuk kuadratik milik φ\varphi.
  2. Untuk SS simetrik dan KK antisimetrik: tr(SK)=tr((SK)T)=tr(KTST)=tr(KS)=tr(SK)\operatorname{tr}(SK) = \operatorname{tr}\bigl((SK)^{\mathsf T}\bigr) = \operatorname{tr}(K^{\mathsf T}S^{\mathsf T}) = -\operatorname{tr}(KS) = -\operatorname{tr}(SK), jadi φ(S,K)=0\varphi(S, K) = 0: sehingga kedua subruangnya bersifat φ\varphi-ortogonal. Entri demi entri, tr(M2)=i,jmijmji\operatorname{tr} (M^2) = \sum_{i,j} m_{ij}m_{ji}: untuk MM simetrik ini bernilai mij2>0\sum m_{ij}^2 > 0 (bila M0M \neq 0); sedangkan untuk MM antisimetrik ia bernilai mij2<0-\sum m_{ij}^2 < 0.
  3. Mn(R)=SnAn\mathcal M_n(\R) = S_n \oplus A_n dengan dimensi n(n+1)2\frac{n(n+1)}2 dan n(n1)2\frac{n(n-1)}2; jadi sebuah reduksi Gauss yang diselaraskan dengan pemecahan φ\varphi-ortogonal ini menuliskan qq sebagai n(n+1)2\frac{n(n+1)}2 kuadrat positif dan n(n1)2\frac{n(n-1)}2 kuadrat negatif: jadi signaturnya (n(n+1)2,n(n1)2)\bigl(\frac{n(n+1)}2, \frac{n(n-1)}2\bigr) (Sylvester) dan ranknya n2n^2: sehingga bentuknya tak merosot.

12.5 Soal: Cholesky, Hadamard, dan dekomposisi polar

Soal 12.1

Teorema spektral itu mikroskop; sedangkan soal ini memakainya sebagai pabrik. Dari matriks Gram kita memproduksi pemfaktoran Cholesky (sekaligus mengenali pivot Gauss sebagai nisbah minor), lalu membuktikan ketaksamaan Hadamard tentang determinan, membangun dekomposisi polar A=QSA = QS dan dekomposisi nilai singular, menggolongkan konik bidang, lalu berakhir dengan reduksi serentak dua bentuk — yakni teorema di balik moda normal osilasi. Di sepanjang soal ini, E=RnE = \R^n dengan hasil kali dalam bakunya.

Bagian I — Matriks Gram dan Cholesky. Untuk vektor v1,,vnEv_1, \dots, v_n \in E, matriks Gram-nya adalah G=(vi,vj)i,jG = \bigl(\langle v_i, v_j\rangle\bigr)_{i,j}.

  1. Tunjukkan bahwa GG simetrik semidefinit positif, dan definit positif bila dan hanya bila (v1,,vn)(v_1, \dots, v_n) bebas linear (hitunglah XTGXX^{\mathsf T}GX).
  2. Sebaliknya, tunjukkan bahwa setiap AA simetrik semidefinit positif merupakan matriks Gram: A=CTCA = C^{\mathsf T}C untuk suatu CC (pakailah akar kuadrat pada Latihan 12.6), dengan CC terbalikkan bila dan hanya bila AA definit.
  3. Turunkan bahwa AA yang semidefinit positif memenuhi aijaiiajj\abs{a_{ij}} \leq \sqrt{a_{ii}\,a_{jj}} untuk setiap i,ji, j (batasilah ke dua koordinat) — yakni ketaksamaan Cauchy–Schwarz, dibaca ulang secara matriks.
  4. (Cholesky) Misalkan AA definit positif. Buktikan bahwa ada TT segitiga atas yang tunggal dengan entri diagonal positif sedemikian sehingga

    A=TTTA = T^{\mathsf T}\,T

    (keberadaannya: terapkan Gram–Schmidt pada vektor yang mewujudkan AA sebagai matriks Gram; ketunggalannya: bila T1TT1=T2TT2T_1^{\mathsf T}T_1 = T_2^{\mathsf T}T_2, tunjukkan T1T21T_1T_2^{-1} ortogonal sekaligus segitiga dengan diagonal positif, sehingga II).

  5. Tunjukkan bahwa minor utama terdepannya memenuhi Δk=(t11tkk)2\Delta_k = (t_{11}\cdots t_{kk})^2, lalu turunkan bahwa pivot yang dihasilkan reduksi Gauss sebuah bentuk definit positif, diambil menurut urutan peubah alaminya, adalah

    dk=ΔkΔk1(Δ0=1):d_k = \frac{\Delta_k}{\Delta_{k-1}} \qquad (\Delta_0 = 1) :

    jadi minor pada kriteria Sylvester (Latihan 12.8) dan pivot Gauss adalah data yang sama. Periksalah pada Contoh 12.9.

Bagian II — Ketaksamaan Hadamard.

  1. Misalkan AA definit positif. Buktikan

    detAa11a22ann\det A \leq a_{11}\,a_{22}\cdots a_{nn}

    (normalkan: B=DADB = DAD dengan D=diag(aii1/2)D = \operatorname{diag}(a_{ii}^{-1/2}) berdiagonal satuan; lalu batasi detB=μi\det B = \prod \mu_i lewat AM–GM terhadap trB=n\operatorname{tr} B = n).

  2. Tunjukkan bahwa kesamaannya berlaku bila dan hanya bila AA diagonal.
  3. Turunkan ketaksamaan Hadamard: untuk setiap matriks real bujur sangkar MM berkolom c1,,cnc_1, \dots, c_n,

    detMi=1nci2,\abs{\det M} \leq \prod_{i=1}^{n}\norm{c_i}_2 ,

    dengan kesamaannya (bagi MM yang terbalikkan) berlaku bila dan hanya bila kolomnya ortogonal berpasangan (terapkan pertanyaan 6–7 pada MTMM^{\mathsf T}M).

  4. Panen geometri dan kombinatorikanya: tafsirkanlah pertanyaan 8 sebagai “volume sebuah paralelepipedum paling banyak sebesar hasil kali panjang rusuknya”; lalu tunjukkan bahwa matriks yang semua entrinya di [1,1]\intcc{-1}{1} punya detMnn/2\abs{\det M} \leq n^{n/2}. (Matriks yang mencapai batas ini — yakni matriks Hadamard — ada untuk n=1,2n = 1, 2 dan banyak kelipatan 44; sedangkan apakah ada untuk setiap kelipatan 44 merupakan masalah terbuka yang terkenal.)

Bagian III — Dekomposisi polar dan nilai singular.

  1. Misalkan AA terbalikkan. Tunjukkan bahwa ATAA^{\mathsf T}A bersifat definit positif, dan bahwa

    S=ATA(yakni akar kuadrat pada Latihan 12.6),Q=AS1S = \sqrt{A^{\mathsf T}A} \quad\text{(yakni akar kuadrat pada \text{Latihan 12.6})}, \qquad Q = AS^{-1}

    memberi pemfaktoran A=QSA = QS dengan QQ ortogonal dan SS definit positif.

  2. Buktikan bahwa pemfaktoran AA yang terbalikkan itu bersifat tunggal.
  3. Perluaslah keberadaannya ke sembarang AA: pilihlah εk0\varepsilon_k \to 0 dengan A+εkIA + \varepsilon_k I terbalikkan, tulislah A+εkI=QkSkA + \varepsilon_kI = Q_kS_k, lalu pakailah kekompakan O(n)O(n) (Latihan 12.5) untuk menyarikan QkQQ_k \to Q; lalu tunjukkan Sk=QkT(A+εkI)S_k = Q_k^{\mathsf T}(A + \varepsilon_kI) konvergen ke suatu SS yang semidefinit positif dengan A=QSA = QS dan S=ATAS = \sqrt{A^{\mathsf T}A}. Di mana ketunggalannya gagal untuk AA yang singular?
  4. (Dekomposisi nilai singular) Turunkan bahwa setiap AA real bujur sangkar dituliskan

    A=UΣVT,U,VO(n),Σ=diag(σ1,,σn), σi0,A = U\,\Sigma\,V^{\mathsf T}, \qquad U, V \in O(n),\quad \Sigma = \operatorname{diag}(\sigma_1, \dots, \sigma_n),\ \sigma_i \geq 0 ,

    dengan σi\sigma_i (yakni nilai singularnya) adalah nilai eigen ATA\sqrt{A^{\mathsf T}A}.

  5. Tiga akibatnya: A2=σmax\vertiii{A}_2 = \sigma_{\max} bagi setiap AA real (yang menyamaratakan Latihan 12.7); lalu detA=σ1σn\abs{\det A} = \sigma_1\cdots\sigma_n; dan peta bola satuan oleh AA yang terbalikkan adalah sebuah elipsoid dengan setengah sumbu σ1,,σn\sigma_1, \dots, \sigma_n sepanjang kolom UU.

Bagian IV — Konik, lewat teorema spektral. Sebuah konik bidang adalah himpunan nol f(x)=q(x)+b,x+cf(x) = q(x) + \langle b, x\rangle + c, dengan q0q \neq 0 bentuk kuadratik bermatriks AA, lalu bR2b \in \R^2 dan cRc \in \R.

  1. Reduksilah ff lewat sebuah perputaran (yakni sumbu utamanya, Akibat 12.15) lalu sebuah penggeseran, kemudian golongkanlah bentuk tak kosong dan tak merosot yang mungkin, menurut signatur qq: elips (bila detA>0\det A > 0), hiperbola (bila detA<0\det A < 0), parabola (bila detA=0\det A = 0, berrank 11, dengan suku linearnya tak terserap).
  2. Jalankanlah reduksinya selengkapnya untuk

    x2+4xy+y2+2x2y=4:x^2 + 4xy + y^2 + 2x - 2y = 4 :

    yakni koordinat terputarnya, persamaan tereduksinya, lalu sifat dan pusat koniknya.

  3. (Konik berpusat) Andaikan detA0\det A \neq 0. Tunjukkan bahwa pusatnya adalah x0=12A1bx_0 = -\frac12 A^{-1}b, dan bahwa kekongruenan oleh (Ix001)\begin{pmatrix} I & x_0\\ 0 & 1\end{pmatrix} atas matriks 3×33\times3 Q~=(Ab/2bT/2c)\widetilde Q = \begin{pmatrix} A & b/2 \\ b^{\mathsf T}/2 & c\end{pmatrix} menghasilkan

    detQ~=f(x0)detA:\det\widetilde Q = f(x_0)\,\det A :

    konik berpusatnya merosot (menjadi sebuah titik atau dua garis) persis ketika detQ~=0\det\widetilde Q = 0.

  4. Periksalah pertanyaan 17 pada contoh pertanyaan 16: hitunglah x0x_0, f(x0)f(x_0) dan detQ~\det\widetilde Q, lalu simpulkan sekali lagi bahwa koniknya adalah hiperbola yang tak merosot.
  5. (Sebuah berkas kuadrik) Untuk λR\lambda \in \R, golongkanlah permukaan

    x2+y2+z2+2λ(xy+yz+zx)=1x^2 + y^2 + z^2 + 2\lambda(xy + yz + zx) = 1

    lewat nilai eigen matriksnya (dengan struktur serba-satu: nilai eigennya 1+2λ1 + 2\lambda dan 1λ1 - \lambda yang ganda): bola/elipsoid, silinder, sepasang bidang, hiperboloid berdaun satu dan berdaun dua, menurut nilai λ\lambda.

Bagian V — Dua bentuk sekaligus: reduksi serentak.

  1. Misalkan qq definit positif dan qq' sembarang bentuk kuadratik pada EE. Buktikan bahwa ada sebuah basis EE yang ortonormal terhadap qq dan ortogonal terhadap qq': di dalamnya q=xi2q = \sum x_i^2 dan q=μixi2q' = \sum \mu_i x_i^2 (pakailah qq sebagai hasil kali dalamnya lalu terapkan teorema spektral pada endomorfisma yang mewakili qq').
  2. Bentuk matriksnya: untuk AA definit positif dan BB simetrik, ada PP terbalikkan dengan PTAP=IP^{\mathsf T}AP = I dan PTBP=diag(μ1,,μn)P^{\mathsf T}BP = \operatorname{diag}(\mu_1, \dots, \mu_n), dengan μi\mu_i menyatakan akar det(BμA)=0\det(B - \mu A) = 0.
  3. Jalankanlah selengkapnya untuk

    A=(2111),B=(0110):A = \begin{pmatrix} 2 & 1\\ 1 & 1 \end{pmatrix}, \qquad B = \begin{pmatrix} 0 & 1\\ 1 & 0 \end{pmatrix} :

    yakni nilai eigen tergeneralisasinya μ±\mu_\pm, beserta vektor yang mendiagonalkan kedua bentuknya.

  4. Tunjukkan bahwa kedefinitan positifnya tak dapat dilepas: untuk

    A=(1001),B=(0110),A = \begin{pmatrix} 1 & 0\\ 0 & -1 \end{pmatrix}, \qquad B = \begin{pmatrix} 0 & 1\\ 1 & 0 \end{pmatrix},

    tak ada basis yang mendiagonalkan kedua bentuknya (sebab bila PP mendiagonalkan keduanya, det(BμA)\det(B - \mu A) akan terurai dengan akar yang real; hitunglah ia).

  5. Tunjukkan bahwa μi\mu_i pada pertanyaan 21 adalah nilai eigen A1BA^{-1}B, dan bahwa A1BA^{-1}B, walau tak simetrik secara umum, selalu dapat didiagonalkan dengan nilai eigen yang real (konjugasikan dengan A\sqrt A).
  6. Rangkuman. Satu kalimat untuk masing-masing: (i) satu teorema yang disandari setiap Bagiannya; (ii) hasil Bagian I–III mana yang bertahan untuk matriks semidefinit positif, dan mana yang menuntut kedefinitan; (iii) sistem fisis yang osilasi kecilnya didiagonalkan pertanyaan 20–22 (dengan energi kinetik dan energi potensial sebagai kedua bentuknya), dan apa makna μi\mu_i di sana.
Solusi

Solusi Soal 12.1.

1. Matriks GG simetrik berkat kesimetrikan hasil kali dalamnya, dan

XTGX=i,jxixjvi,vj=ixivi20,X^{\mathsf T}GX = \sum_{i,j}x_ix_j\langle v_i, v_j\rangle = \Bigl\|\sum_i x_iv_i\Bigr\|^2 \geq 0 ,

dengan kesamaannya bila dan hanya bila xivi=0\sum x_iv_i = 0: jadi GG definit bila dan hanya bila satu-satunya kombinasi nolnya trivial, yakni bila dan hanya bila keluarganya bebas.

2. Dengan B=AB = \sqrt A (Latihan 12.6): A=B2=BTBA = B^2 = B^{\mathsf T}B, yakni matriks Gram kolom-kolom BB; jadi ambillah C=BC = B. Dan XTAX=CX2X^{\mathsf T}AX = \norm{CX}^2, jadi AA definit bila dan hanya bila CX0CX \neq 0 untuk X0X \neq 0, yakni bila CC terbalikkan.

3. Pembatasan bentuknya ke Vect(ei,ej)\operatorname{Vect}(e_i, e_j) bermatriks (aiiaijaijajj)\begin{pmatrix} a_{ii} & a_{ij}\\ a_{ij} & a_{jj} \end{pmatrix}, yang masih semidefinit positif: jadi determinannya (yakni hasil kali nilai eigennya yang taknegatif) bernilai 0\geq 0, sehingga aij2aiiajja_{ij}^2 \leq a_{ii}a_{jj}. Inilah Cauchy–Schwarz bagi vektor vi,vjv_i, v_j pada sebuah perwujudan Gram.

4. Keberadaannya: tulislah AA sebagai matriks Gram sebuah keluarga bebas (v1,,vn)(v_1, \dots, v_n) (pertanyaan 1–2). Gram–Schmidt menghasilkan (e1,,en)(e_1, \dots, e_n) yang ortonormal dengan

vk=iktikei,tkk=vkprojk1vk>0,v_k = \sum_{i \leq k} t_{ik}\,e_i, \qquad t_{kk} = \bigl\| v_k - \operatorname{proj}_{k-1}v_k \bigr\| > 0 ,

jadi T=(tik)T = (t_{ik}) segitiga atas dengan diagonal positif, dan

ajk=vj,vk=itijtik=(TTT)jk.a_{jk} = \langle v_j, v_k\rangle = \sum_i t_{ij}t_{ik} = (T^{\mathsf T}T)_{jk} .

Ketunggalannya: bila T1TT1=T2TT2T_1^{\mathsf T}T_1 = T_2^{\mathsf T}T_2 maka R=T1T21R = T_1T_2^{-1} memenuhi RTR=IR^{\mathsf T}R = I: jadi RR ortogonal, sekaligus segitiga atas dengan diagonal positif (sebab hasil kali yang demikian). Maka R1=RTR^{-1} = R^{\mathsf T} bersifat segitiga atas (sebab balikan yang atas) sekaligus bawah (sebab transpos yang atas): jadi diagonal; dan matriks diagonal yang ortogonal punya entri ±1\pm1, lalu kepositifannya memaksa R=IR = I: sehingga T1=T2T_1 = T_2.

5. Untuk i,jki, j \leq k, suku (TTT)ij=mtmitmj(T^{\mathsf T}T)_{ij} = \sum_m t_{mi}t_{mj} hanya melibatkan mmin(i,j)km \leq \min(i,j) \leq k: jadi blok terdepan k×kk\times k milik AA adalah TkTTkT_k^{\mathsf T}T_k dengan TkT_k blok terdepan TT. Karena itu Δk=(detTk)2=(t11tkk)2\Delta_k = (\det T_k)^2 = (t_{11}\cdots t_{kk})^2. Kini reduksi Gauss sebuah bentuk yang definit positif, menurut urutan alaminya, tak bertemu koefisien kuadrat yang nol (sebab pivotnya adalah entri diagonal blok definit positif yang tereduksi berturut-turut): jadi ia menghasilkan q=kdkk2q = \sum_k d_k\ell_k^2 dengan k=xk+(suku dalam xk+1,)\ell_k = x_k + (\text{suku dalam } x_{k+1}, \dots), yakni A=LTDLA = L^{\mathsf T}DL dengan LL segitiga unipoten; lalu T=DLT = \sqrt D\,L merupakan faktor Cholesky, jadi berkat ketunggalannya tkk2=dkt_{kk}^2 = d_k dan

dk=(t11tkk)2(t11tk1,k1)2=ΔkΔk1.d_k = \frac{(t_{11}\cdots t_{kk})^2} {(t_{11}\cdots t_{k-1,k-1})^2} = \frac{\Delta_k}{\Delta_{k-1}} .

Pada Contoh 12.9: Δ1,Δ2,Δ3=2,3,4\Delta_1, \Delta_2, \Delta_3 = 2, 3, 4 dan pivotnya tadi 2,32,432, \frac32, \frac43.

6. Tiap aii=eiTAei>0a_{ii} = e_i^{\mathsf T}Ae_i > 0. Misalkan D=diag(aii1/2)D = \operatorname{diag}(a_{ii}^{-1/2}) dan B=DADB = DAD: ia definit positif (lewat kekongruenan), dengan bii=1b_{ii} = 1, jadi trB=n\operatorname{tr} B = n. Nilai eigennya μi>0\mu_i > 0 memenuhi, menurut AM–GM,

detB=iμi(μin) ⁣n=1,\det B = \prod_i\mu_i \leq \Bigl(\frac{\sum\mu_i}{n}\Bigr)^{\!n} = 1 ,

dan detB=(detD)2detA=detAaii\det B = (\det D)^2\det A = \dfrac{\det A}{\prod a_{ii}}: jadi detAaii\det A \leq \prod a_{ii}.

7. AM–GM menjadi kesamaan bila dan hanya bila semua μi\mu_i sama (dengan 11); sedangkan matriks simetrik yang satu-satunya nilai eigennya 11 adalah PIPT=IPIP^{\mathsf T} = I. Jadi kesamaannya berlaku bila dan hanya bila B=IB = I, yakni bila aij=0a_{ij} = 0 untuk iji \neq j: sehingga AA diagonal.

8. Bila MM singular maka kedua ruasnya 0=detM\geq 0 = \abs{\det M}. Selain itu A=MTMA = M^{\mathsf T}M bersifat definit positif dengan aii=ci2a_{ii} = \norm{c_i}^2 dan detA=(detM)2\det A = (\det M)^2: jadi pertanyaan 6 memberi (detM)2ci2(\det M)^2 \leq \prod\norm{c_i}^2. Kesamaannya berlaku bila dan hanya bila A=MTMA = M^{\mathsf T}M diagonal (pertanyaan 7), yakni bila kolomnya ortogonal berpasangan.

9. Besaran detM\abs{\det M} adalah volume paralelepipedum yang direntang kolomnya: jadi volumenya paling banyak sebesar hasil kali panjang rusuknya, dengan kesamaan persis untuk kotak siku-siku. Bila mij1\abs{m_{ij}} \leq 1 maka cin\norm{c_i} \leq \sqrt n, jadi detMnn/2\abs{\det M} \leq n^{n/2}. (Mencapainya memaksa kolomnya ortogonal berentri ±1\pm1: yakni sebuah matriks Hadamard.)

10. Berlaku XTATAX=AX2>0X^{\mathsf T}A^{\mathsf T}AX = \norm{AX}^2 > 0 untuk X0X \neq 0 (sebab AA terbalikkan): jadi ATAA^{\mathsf T}A definit positif. Akar kuadratnya SS bersifat definit positif (sebab nilai eigennya λi>0\sqrt{\lambda_i} > 0), sehingga terbalikkan, lalu Q=AS1Q = AS^{-1} memenuhi

QTQ=S1ATAS1=S1S2S1=I:Q^{\mathsf T}Q = S^{-1}A^{\mathsf T}AS^{-1} = S^{-1}S^2S^{-1} = I :

jadi A=QSA = QS dengan QQ ortogonal dan SS definit positif.

11. Bila A=QS=QSA = QS = Q'S' maka S2=STQTQS=ATA=S2S'^{\,2} = S'^{\mathsf T}Q'^{\mathsf T}Q'S' = A^{\mathsf T}A = S^2; sedangkan dua matriks semidefinit positif yang kuadratnya sama pastilah berimpit (Latihan 12.6): jadi S=SS' = S, lalu Q=AS1=QQ' = AS^{-1} = Q.

12. Besaran det(A+εI)\det(A + \varepsilon I) adalah polinomial tak nol dalam ε\varepsilon: jadi akarnya berhingga banyak, sehingga suatu barisan εk0\varepsilon_k \to 0 menghindarinya. Tulislah A+εkI=QkSkA + \varepsilon_kI = Q_kS_k (pertanyaan 10). Karena O(n)O(n) kompak (Latihan 12.5), sebuah subbarisan memberi Qφ(k)QO(n)Q_{\varphi(k)} \to Q \in O(n). Maka

Sφ(k)=Qφ(k)T(A+εφ(k)I)QTA=:S,S_{\varphi(k)} = Q_{\varphi(k)}^{\mathsf T} \bigl(A + \varepsilon_{\varphi(k)}I\bigr) \longrightarrow Q^{\mathsf T}A =: S,

yang simetrik semidefinit positif sebagai limit yang demikian (sebab syaratnya tertutup), dan A=QSA = QS. Lebih jauh S2=STS=ATQQTA=ATAS^2 = S^{\mathsf T}S = A^{\mathsf T}QQ^{\mathsf T}A = A^{\mathsf T}A, jadi S=ATAS = \sqrt{A^{\mathsf T}A} berkat ketunggalannya. Untuk AA yang singular, SS juga singular dan QQ tak tunggal: sebab ia dapat diubah sekehendak hati pada (imS)(\operatorname{im} S)^{\perp} — dengan kasus ekstremnya A=0A = 0, tempat setiap QQ yang ortogonal berhasil.

13. Diagonalkan S=PΣPTS = P\Sigma P^{\mathsf T} (lewat teorema spektral), dengan Σ=diag(σi)\Sigma = \operatorname{diag}(\sigma_i) dan σi0\sigma_i \geq 0 menyatakan nilai eigen S=ATAS = \sqrt{A^{\mathsf T}A}. Maka

A=QS=(QP)ΣPT=UΣVT,U=QP, V=PO(n).A = QS = (QP)\,\Sigma\,P^{\mathsf T} = U\Sigma V^{\mathsf T}, \qquad U = QP,\ V = P \in O(n) .

14. Berlaku Ax2=xTS2xσmax2x2\norm{Ax}^2 = x^{\mathsf T}S^2x \leq \sigma_{\max}^2\norm x^2 dengan kesamaan pada vektor eigen teratas SS: jadi A2=σmax\vertiii A_2 = \sigma_{\max} — dan untuk AA simetrik, S=A2S = \sqrt{A^2} bernilai eigen λi\abs{\lambda_i}, sehingga memulihkan Latihan 12.7. Determinannya: detA=detUdetΣdetV=σ1σn\abs{\det A} = \abs{\det U}\det\Sigma\abs{\det V} = \sigma_1\cdots\sigma_n. Bolanya: dengan menulis x=Vyx = Vy dan y=1\norm y = 1, vektor Ax=UΣyAx = U\Sigma y berkoordinat zi=σiyiz_i = \sigma_iy_i dalam kerangka ortonormal kolom-kolom UU: jadi petanya adalah {zi2/σi2=1}\{\sum z_i^2/\sigma_i^2 = 1\}, yakni sebuah elipsoid dengan setengah sumbu σi\sigma_i.

15. Sebuah perputaran ke sumbu utamanya (Akibat 12.15) mengubah ff menjadi λ1X2+λ2Y2+β1X+β2Y+c\lambda_1X^2 + \lambda_2Y^2 + \beta_1X + \beta_2Y + c, dengan λ1λ2=detA\lambda_1\lambda_2 = \det A. Bila detA0\det A \neq 0, serap suku linearnya lewat penggeseran XXβ12λ1X \mapsto X - \frac{\beta_1}{2\lambda_1} (dan demikian pula YY): jadi λ1X2+λ2Y2=c\lambda_1X'^2 + \lambda_2Y'^2 = c'. Untuk detA>0\det A > 0 (yakni tanda yang sama): ia elips (bila cc' bertanda tepat), sebuah titik, atau kosong. Untuk detA<0\det A < 0: ia hiperbola (bila c0c' \neq 0) atau dua garis yang bersilangan. Bila detA=0\det A = 0 dengan rank 11 (katakanlah λ2=0λ1\lambda_2 = 0 \neq \lambda_1): ia λ1X2+β2Y+c\lambda_1X'^2 + \beta_2Y + c'', yakni parabola bila β20\beta_2 \neq 0; dan selain itu dua garis sejajar, satu garis, atau kosong. Jadi bentuk tak merosotnya: elips, hiperbola, parabola, yang dikendalikan oleh tanda detA\det A.

16. Bagian kuadratiknya x2+4xy+y2x^2 + 4xy + y^2 bermatriks (1221)\begin{pmatrix}1 & 2\\ 2 & 1\end{pmatrix}, bernilai eigen 33 dan 1-1 dengan arah ortonormal 12(1,1)\frac{1}{\sqrt2}(1,1) dan 12(1,1)\frac{1}{\sqrt2}(1,-1). Dalam koordinat terputar u=x+y2u = \frac{x+y}{\sqrt2}, v=xy2v = \frac{x-y}{\sqrt2}: berlaku x2+y2=u2+v2x^2 + y^2 = u^2 + v^2 dan 2xy=u2v22xy = u^2 - v^2, jadi bentuknya 3u2v23u^2 - v^2, dan 2x2y=22v2x - 2y = 2\sqrt2\,v. Persamaannya menjadi

3u2v2+22v=43u2(v2)2=2:3u^2 - v^2 + 2\sqrt2\,v = 4 \quad\Longleftrightarrow\quad 3u^2 - \bigl(v - \sqrt2\bigr)^2 = 2 :

yakni sebuah hiperbola, berpusat di (u,v)=(0,2)(u, v) = (0, \sqrt2), yaitu (x,y)=(1,1)(x, y) = (1, -1), dengan sumbu sepanjang kerangka terputarnya.

17. Berlaku f(x)=(xx0)TA(xx0)+f(x0)f(x) = (x - x_0)^{\mathsf T}A(x - x_0) + f(x_0) setiap kali Ax0=b2Ax_0 = -\frac b2, yakni x0=12A1bx_0 = -\frac12A^{-1}b: sebab gradien ff lenyap persis di sana (x0x_0 adalah pusat kesimetrikannya). Dengan M=(Ix001)M = \begin{pmatrix} I & x_0\\ 0 & 1\end{pmatrix}:

MTQ~M=(AAx0+b2(Ax0+b2)Tx0TAx0+bTx0+c)=(A00f(x0)),M^{\mathsf T}\widetilde QM = \begin{pmatrix} A & Ax_0 + \frac b2\\[2pt] \bigl(Ax_0 + \frac b2\bigr)^{\mathsf T} & x_0^{\mathsf T}Ax_0 + b^{\mathsf T}x_0 + c \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} A & 0\\ 0 & f(x_0)\end{pmatrix},

dan detM=1\det M = 1: jadi detQ~=f(x0)detA\det\widetilde Q = f(x_0)\det A. Persamaan terpusatnya berbunyi q(X)=f(x0)q(X) = -f(x_0): untuk f(x0)=0f(x_0) = 0 ia merosot menjadi q(X)=0q(X) = 0 (yakni dua garis lewat pusatnya bila signaturnya (1,1)(1,1), atau titik tunggal x0x_0 bila qq definit); sedangkan untuk f(x0)0f(x_0) \neq 0 koniknya berupa elips atau hiperbola yang sejati.

18. Berlaku A1=13(1221)A^{-1} = -\frac13\begin{pmatrix} 1 & -2\\ -2 & 1\end{pmatrix} dan b2=(1,1)\frac b2 = (1, -1), jadi x0=A1b2=(1,1)x_0 = -A^{-1}\frac b2 = (1, -1), seperti ditemukan pada pertanyaan 16. Lalu f(x0)=q(1,1)+2+24=(14+1)+0=20f(x_0) = q(1,-1) + 2 + 2 - 4 = (1 - 4 + 1) + 0 = -2 \neq 0, dan detQ~=f(x0)detA=(2)(3)=60\det\widetilde Q = f(x_0)\det A = (-2)(-3) = 6 \neq 0: jadi tak merosot; dan detA=3<0\det A = -3 < 0: sehingga sebuah hiperbola — dan memang persamaan terpusatnya 3u2(v2)2=f(x0)=23u^2 - (v - \sqrt2)^2 = -f(x_0) = 2 cocok dengan pertanyaan 16.

19. Matriksnya adalah (1λ)I+λJ(1-\lambda)I + \lambda J, yang bernilai eigen 1+2λ1 + 2\lambda (pada arah (1,1,1)(1,1,1)) dan 1λ1 - \lambda (ganda, pada x+y+z=0x + y + z = 0). Kasusnya:

  • 12<λ<1-\frac12 < \lambda < 1: semua nilai eigennya positif, jadi sebuah elipsoid putaran terhadap (1,1,1)(1,1,1) (dan sebuah bola bila λ=0\lambda = 0);
  • λ=1\lambda = 1: q=(x+y+z)2q = (x+y+z)^2, jadi persamaannya memberi dua bidang sejajar x+y+z=±1x + y + z = \pm1;
  • λ=12\lambda = -\frac12: nilai eigennya 0,32,320, \frac32, \frac32, jadi sebuah silinder lingkaran bersumbu (1,1,1)(1,1,1);
  • λ>1\lambda > 1: signaturnya (1,2)(1, 2), jadi sebuah hiperboloid berdaun dua;
  • λ<12\lambda < -\frac12: signaturnya (2,1)(2, 1), jadi sebuah hiperboloid berdaun satu.

20. Bentuk polar qq adalah sebuah hasil kali dalam ,q\langle\cdot,\cdot\rangle_q pada EE. Untuk xx yang tetap, pemetaan yφ(x,y)y \mapsto \varphi'(x, y) (yakni bentuk polar qq') bersifat linear, sehingga sama dengan zx,yq\langle z_x, y\rangle_q bagi zxz_x yang tunggal; lalu u(x):=zxu(x) := z_x bersifat linear (berkat ketunggalannya), dan u(x),yq=φ(x,y)=φ(y,x)=u(y),xq\langle u(x), y\rangle_q = \varphi'(x,y) = \varphi'(y,x) = \langle u(y), x\rangle_q: jadi uu simetrik dalam ruang Euklides (E,,q)(E, \langle\cdot,\cdot\rangle_q). Teorema spektral (Teorema 12.13) memberi basis eigen yang qq-ortonormal, sebut (εi)(\varepsilon_i), dengan u(εi)=μiεiu(\varepsilon_i) = \mu_i\varepsilon_i: jadi di dalamnya q(x)=xi2q(x) = \sum x_i^2 dan q(x)=u(x),xq=μixi2q'(x) = \langle u(x), x\rangle_q = \sum\mu_ix_i^2.

21. Misalkan PP matriks basis itu: maka kekongruenannya memberi PTAP=IP^{\mathsf T}AP = I dan PTBP=diag(μi)P^{\mathsf T}BP = \operatorname{diag}(\mu_i). Lalu

det(BμA)=det(PT)det(diag(μi)μI)det(P1)=(detP)2i(μiμ):\det(B - \mu A) = \det(P^{-\mathsf T}) \det\bigl(\operatorname{diag}(\mu_i) - \mu I\bigr) \det(P^{-1}) = (\det P)^{-2}\prod_i(\mu_i - \mu) :

jadi μi\mu_i adalah akar berkas det(BμA)\det(B - \mu A).

22. Berlaku det(BμA)=det(2μ1μ1μμ)=2μ2(1μ)2=μ2+2μ1\det(B - \mu A) = \det\begin{pmatrix} -2\mu & 1-\mu\\ 1-\mu & -\mu\end{pmatrix} = 2\mu^2 - (1-\mu)^2 = \mu^2 + 2\mu - 1, jadi akarnya μ±=1±2\mu_\pm = -1 \pm \sqrt2. Menyelesaikan (Bμ±A)v=0(B - \mu_\pm A)v = 0 memberi v±=(1μ±, 2μ±)v_\pm = (1 - \mu_\pm,\ 2\mu_\pm) (dan kesamaan baris keduanya (1μ)2=2μ2(1-\mu)^2 = 2\mu^2 pada akarnya menegaskannya). Norma-AA-nya keluar rapi: qA(v±)=2(1+μ±2)q_A(v_\pm) = 2(1 + \mu_\pm^2), lalu kita periksa φA(v+,v)=0\varphi_A(v_+, v_-) = 0 dengan memakai μ++μ=2\mu_+ + \mu_- = -2 dan μ+μ=1\mu_+\mu_- = -1. Jadi basis (v+2(1+μ+2),v2(1+μ2))\Bigl(\frac{v_+}{\sqrt{2(1 + \mu_+^2)}}, \frac{v_-}{\sqrt{2(1+\mu_-^2)}}\Bigr) bersifat ortonormal terhadap AA dan mendiagonalkan BB dengan entri μ±\mu_\pm.

23. Andaikan suatu PP terbalikkan mendiagonalkan kedua bentuknya, maka perhitungan pertanyaan 21 akan memberi det(BμA)=(detP)2(d2iμd1i)\det(B - \mu A) = (\det P)^{-2}\prod(d_{2i} - \mu d_{1i}), yakni polinomial real yang terurai menjadi faktor linear yang real. Tetapi di sini

det(BμA)=det(μ11μ)=μ21,\det(B - \mu A) = \det\begin{pmatrix} -\mu & 1\\ 1 & \mu\end{pmatrix} = -\mu^2 - 1 ,

yang berderajat 22 tanpa akar real: jadi kontradiksi. (Sebab AA bersignatur Lorentz mengizinkan “perputaran”-BB tanpa sumbu yang real.)

24. Berlaku A1B=A1/2(A1/2BA1/2)A1/2A^{-1}B = A^{-1/2}\bigl(A^{-1/2}BA^{-1/2}\bigr) A^{1/2} dengan A1/2=AA^{1/2} = \sqrt A yang definit positif (Latihan 12.6): jadi A1BA^{-1}B serupa dengan matriks simetrik A1/2BA1/2A^{-1/2}BA^{-1/2}, sehingga dapat didiagonalkan dengan nilai eigen yang real. Dan det(BμA)=detAdet(A1BμI)\det(B - \mu A) = \det A\cdot \det(A^{-1}B - \mu I): jadi akar berkas μi\mu_i pada pertanyaan 21 persis merupakan nilai eigen A1BA^{-1}B.

25. (i) Setiap Bagiannya menyandari teorema spektral: lewat akar kuadratnya (Cholesky, polar), batas nilai eigennya (Hadamard), sumbu utamanya (konik), dan versi yang qq-selaras (reduksi serentak). (ii) Perwujudan Gram, Hadamard, dan dekomposisi polar bertahan di dunia yang semidefinit; sedangkan ketunggalan Cholesky, rumus pivotnya, dan reduksi serentaknya menuntut kedefinitan (dan pertanyaan 12 serta 23 menunjukkan persis bagaimana keduanya gagal). (iii) Osilasi kecil yang terkopel: energi kinetiknya (yang definit positif) dan energi potensialnya adalah dua bentuk kuadratik; lalu basis pertanyaan 20–22 adalah moda normal sistemnya, dan μi\mu_i adalah kuadrat frekuensi sudutnya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium