Matematika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2
13Bentuk Hermitian
Ruang vektor kompleks punya geometri hasil kali dalamnya sendiri, dengan satu putaran: linear pada satu peubah, dan linear-sekawan pada peubah yang lain. Imbalan karena menerima putaran itu adalah teori spektral yang bahkan lebih bersih daripada yang real — sebab endomorfisma Hermitian bernilai eigen real, yang uniter bernilai eigen bermodulus satu, dan keduanya dapat didiagonalkan dalam basis ortonormal. Bab pendek ini menjalankan program Euklides Bab 12 atas .
13.1 Hasil kali dalam Hermitian
Definisi 13.1
Sebuah hasil kali dalam Hermitian pada ruang vektor kompleks adalah pemetaan yang linear pada peubah keduanya, simetrik-sekawan (yakni — sehingga linear-sekawan pada peubah pertamanya), dan definit positif (yakni untuk ). Adapun contoh bakunya pada :
sedangkan pada fungsi kontinu, . Normanya: ; dan ruang kompleks berdimensi hingga yang dilengkapi demikian disebut ruang Hermitian.
Contoh 13.2 (Perhitungan pertama)
Di , ambillah dan . Maka
lalu, dengan mengawankan argumen pertamanya,
Cauchy–Schwarz terperiksa: — yang dekat ke kesamaan, karena dekat ke kelipatan . Perhatikan pula : yakni kesimetrikan-sekawan yang beraksi, dan itulah sebabnya selalu real.
Teorema 13.3 (Cauchy–Schwarz, versi kompleks)
, dengan kesamaan bila dan hanya bila bergantung linear; dan merupakan norma. Lebih jauh basis ortonormal ada (sebab Gram–Schmidt berjalan kata demi kata), dengan
Bukti. Untuk dan : . Pilihlah :
yang tak lain ketaksamaannya; sedangkan kesamaannya memaksa . Ketaksamaan segitiganya, selengkapnya:
dengan memakai lalu Cauchy–Schwarz; adapun kehomogenan dan pemisahannya seketika, jadi merupakan norma. Gram–Schmidt: seperti pada kasus realnya, dengan sekawannya ditempatkan menurut definisinya (perhatikan konvensinya: hasil kali kita bersifat linear-sekawan pada slot pertama, jadi koordinatnya adalah ; dan contoh berikutnya menjalankan algoritmanya sekali secara lengkap). ∎
Contoh 13.4 (Gram–Schmidt kompleks, dijalankan lengkap)
Ortonormalkan basis , milik . Vektor pertamanya: , jadi . Proyeksikan — dengan sekawannya pada slot pertama:
Normanya , jadi . Periksa: . Koordinat dalam basis barunya: dengan — perhatikan urutannya: sebab akan memberi koefisien sekawannya. Pelajaran penutupnya: algoritmanya adalah algoritma Euklides kata demi kata; satu-satunya jebakannya adalah tempat jatuhnya pengawanan itu, dan menghitung diam-diam memakai kepositifannya — yakni aksioma yang membuat seluruh geometrinya bekerja.
13.2 Adjoin, endomorfisma Hermitian dan uniter
Definisi 13.5
Adapun adjoin milik didefinisikan lewat ; dan dalam basis ortonormal berlaku (yakni transpos sekawannya) — sebab, bila matriks dalam basis ortonormal , maka , lalu kesamaan pendefinisinya memberi
Adapun disebut Hermitian apabila (yakni ), uniter apabila (yakni : inilah grup ), dan normal apabila .
Proposisi 13.6
Nilai eigen endomorfisma Hermitian bersifat real; nilai eigen endomorfisma uniter bermodulus ; dan pada kedua kasusnya ruang eigen bagi nilai eigen yang berbeda saling ortogonal.
Bukti. Kasus Hermitian, dengan dan :
jadi . Kasus uniter: (berkat ), jadi . Keortogonalannya (kasus Hermitian): bagi vektor eigen dengan yang real. Adapun kasus uniter, selengkapnya: untuk dan dengan (keduanya bermodulus satu),
dan : jadi faktornya bukan , sehingga . ∎
Contoh 13.7 (Sebuah matriks anti-Hermitian, didiagonalkan)
memenuhi : jadi anti-Hermitian (sekaligus antisimetrik real — dan atas ia sama sekali tak punya nilai eigen). Polinomial karakteristiknya : jadi nilai eigennya , yang imajiner murni, sebagaimana diramalkan Latihan 13.9 secara umum. Vektor eigennya: memberi , lalu untuk ; dan keduanya ortogonal:
Jadi dengan yang uniter. Pelajaran penutupnya: bersifat Hermitian dengan spektrum real dan vektor eigen yang sama — yakni bijeksi antara endomorfisma Hermitian dan anti-Hermitian (Latihan 13.9), yang terlihat matriks demi matriks; sedangkan atas matriks yang sama adalah perputaran-penskalaan tanpa vektor eigen sama sekali, dan hanya peralihan ke yang menyingkap bentuk normalnya.
Teorema 13.8 (Teorema spektral Hermitian)
Setiap endomorfisma Hermitian pada ruang Hermitian punya basis ortonormal beranggotakan vektor eigen (dengan nilai eigen yang real): jadi mengakibatkan dengan dan diagonal real.
Bukti. Atas , polinomial karakteristiknya terurai: jadi sebuah vektor eigen ada (Bab 3) — tanpa perlu hujah kekompakan, yakni salah satu keunggulan . Normalkan ia. Lalu komplemen ortogonalnya bersifat stabil: sebab untuk ,
(dengan real). Pembatasannya bersifat Hermitian; jadi berinduksilah atas dimensinya lalu rangkaikan. Secara rinci: pembatasan adalah endomorfisma ruang Hermitian (yang berdimensi ) dengan yang diwarisi dari ; lalu hipotesis induksinya menyediakan basis ortonormal bagi yang beranggotakan vektor eigen, dan bersifat ortonormal di (sebab ) sekaligus tersusun atas vektor eigen . Terjemahan matriksnya: kolom adalah , lalu menyatakan keortonormalannya, dan mengumpulkan persamaan nilai eigennya, sehingga dengan diagonal real (Proposisi 13.6). ∎
Contoh 13.9
bersifat Hermitian (sebab ): nilai eigennya dari adalah (yang real, seperti dijanjikan), dengan vektor eigen ortonormal dan . (Para fisikawan mengenal sebagai matriks Pauli; dan kerealan spektrum Hermitianlah yang membuat besaran teramati kuantum dimodelkan oleh operator Hermitian.)
Contoh 13.10 (Sebuah matriks Hermitian definit positif, dikerjakan)
bersifat Hermitian, sebab diagonalnya real dan entri luar diagonalnya saling sekawan. Polinomial karakteristiknya:
jadi spektrumnya , yang real dan positif — sehingga definit positif. Vektor eigennya: untuk , sistem memberi (periksa baris keduanya: ); sedangkan untuk , . Keortogonalannya, dengan sekawannya pada slot pertama:
Setelah dinormalkan (dengan dan ) diperoleh yang uniter dengan . Pelajaran penutupnya: pembacaan Rayleighnya seketika — sebab pada bola satuan , besaran berjangkau , yang tercapai di kedua vektor eigennya; dan inilah benih bagi teori Courant–Fischer yang dibangun pada soal akhir pekan. Periksa sekilas bahwa bentuknya real di luar vektor eigennya juga: di ,
sebagaimana dijamin mekanisme bukti Proposisi 13.6 (yakni kesimetrikan-sekawan terhadap ) bagi setiap .
Contoh 13.11 (Sebuah matriks uniter didiagonalkan)
(yang uniter menurut Latihan 13.2). Adapun polinomial karakteristiknya , dengan akar
yang bermodulus satu sebagaimana dijanjikan Proposisi 13.6, dan vektor eigen ortonormalnya . Jadi : dalam basis yang tepat, adalah sepasang perputaran bidang sebesar — karena matriks perputaran real tak punya vektor eigen real, dan atas ia justru terurai menjadi dua skalar bermodulus satu. Pelajaran penutupnya: spektrum Hermitian hidup pada garis real, sedangkan spektrum uniter pada lingkaran satuan; keduanya bayangan kenormalan yang sama, dan transformasi Cayley pada Latihan 13.6 memetakan gambaran yang satu ke yang lain.
Contoh 13.12 (Transformasi Cayley, dihitung)
Jalankan Latihan 13.6 pada (yang Hermitian, berspektrum , dengan vektor eigen ortonormal ). Dalam basis eigennya segalanya menjadi skalar: sebab transformasi mengirim
(kalikan dengan sekawan penyebutnya), jadi adalah matriks uniter bernilai eigen pada vektor eigen yang sama itu:
Periksa: , dan , sebagaimana dijanjikan teorinya. Pelajaran penutupnya: garis realnya terpetakan ke lingkaran satuan dikurangi titik — nilai eigen demi nilai eigen, transformasi Cayley tak lain pemetaan Möbius , dan matriksnya sekadar mengikuti spektrumnya.
Catatan 13.13 (Jebakan yang sering muncul)
(i) Tempat jatuhnya garis atas: buku ini mengawankan slot pertamanya, jadi koordinatnya adalah dan ; sedangkan banyak teks mengawankan slot keduanya — jadi terjemahkanlah dulu sebelum membandingkan rumus, atau tanda menjadi salah secara diam-diam. (ii) Polarisasi kompleks lebih kuat: atas , bila untuk setiap maka (uraikan dan : sebab bagian real maupun bagian imajiner lenyap); sedangkan atas ini gagal — sebab perputaran sebesar memenuhi di mana-mana. Karena itu, hanya atas , syarat “ untuk setiap ” sudah memaksa menjadi Hermitian. (iii) Normal real tidak dapat didiagonalkan: matriks pada Contoh 13.7 bersifat normal tetapi tak punya nilai eigen real; jadi pendiagonalan uniter adalah teorema atas , sedangkan atas kita hanya memperoleh reduksi blok. (iv) Memeriksa keuniteran: syarat berarti kolomnya ortonormal terhadap hasil kali Hermitiannya — jadi menguji , atau melupakan pengawanan pada hasil kali kolomnya, adalah dua cara klasik untuk mengesahkan matriks yang salah.
Contoh 13.14 (Isometri persis merupakan pemetaan uniter)
Pemeliharaan norma tampak lebih lemah daripada keuniteran, tetapi atas ia tidak: sebab bila untuk setiap , maka . Memang bersifat Hermitian dan memenuhi untuk setiap ; jadi menurut polarisasi kompleks (yakni jebakan (ii) di atas), pemetaan yang “diagonalnya” lenyap secara identik pastilah nol: sehingga . Secara konkret, polarisasinya berbunyi
dan kedua barisnya bersama-sama memaksa untuk setiap . Pelajaran penutupnya: itulah sebabnya “uniter” dapat diperiksa dengan mengukur panjangnya belaka — yakni kekakuan yang kelak dieksploitasi bab Fourier, tempat memelihara energi (yakni Parseval) sama dengan memelihara semua hasil kali dalam koefisiennya.
Catatan 13.15 (Pandangan ke depan di dalam jilid ini)
Perkakas Hermitian yang dibangun di sini dikonsumsi hampir seketika. Bab Fourier adalah geometri Hermitian dalam dimensi tak hingga: sebab eksponensial merupakan keluarga ortonormal bagi , ketaksamaan Bessel tak lain taksiran proyeksi pada Teorema 13.3 bab ini, dan Parseval adalah kesamaan limitnya. Adapun transformasi Fourier hingga (Latihan 13.10) muncul kembali setiap kali konvolusi harus didiagonalkan. Lalu soal akhir pekan bab ini — Courant–Fischer, Weyl, penyisipan — memasok kestabilan nilai eigen yang dipanggil bab persamaan diferensial ketika ia menegaskan bahwa usikan kecil sebuah sistem menggeser frekuensinya sedikit saja. Ke belakang, segalanya di sini adalah cermin kompleks bab bentuk kuadratik: jadi simpanlah kedua kamusnya berdampingan (, ortogonal uniter, Rayleigh real pada keduanya).
Catatan 13.16 (Endomorfisma normal)
Atas pernyataan yang definitif berbunyi: dapat didiagonalkan secara uniter bila dan hanya bila ia normal (yakni ) — sehingga mencakup pemetaan Hermitian, uniter dan anti-Hermitian sekaligus. Adapun buktinya merupakan penguatan yang menyenangkan atas hujah di atas (Latihan 13.8). Sebaliknya atas , kenormalan hanya membeli pendiagonalan blok (yakni blok perputaran): jadi geometri kompleks sungguh-sungguh lebih sederhana.
Catatan 13.17 (Di mana ini dipakai)
Teori spektral Hermitian adalah matematika mekanika kuantum: besaran teramati dimodelkan oleh operator Hermitian (sebab spektrum real = nilai terukur), sedangkan evolusi waktunya oleh operator uniter (sebab pemeliharaan norma = kekekalan peluang). Di dalam buku ini, bab Fourier bersandar pada keortonormalan eksponensialnya — yakni pernyataan tentang hasil kali dalam Hermitian — dan pendiagonalan matriks sirkulan (Latihan 13.10) tak lain transformasi Fourier hingga. Adapun soal akhir pekan mengembangkan kalkulus variasi bagi nilai eigen (Courant–Fischer, Weyl, penyisipan), yakni roti sehari-hari analisis numerik dan fisika matematis; sedangkan jilid Tahun ke-3 memperluasnya ke operator swa-adjoin yang kompak pada ruang Hilbert.
13.3 Latihan
Latihan 13.1 ★
Pada : hitunglah , , untuk dan ; apakah keduanya ortogonal? Berikanlah sebuah basis ortonormal yang memuat .
Solusi
Solusi Latihan 13.1.
: jadi ortogonal. Lalu . Basis ortonormalnya: — yakni pasangan ternormalkan itu sendiri.
Latihan 13.2 ★
Manakah yang Hermitian? yang uniter? yang normal?
Solusi
Solusi Latihan 13.2.
Yang pertama: ia sama dengan transpos sekawannya (sebab diagonalnya real dan tertukar): jadi Hermitian (sehingga normal); tetapi tak uniter (sebab : kolomnya tak satuan).
Yang kedua: : jadi uniter (sehingga normal); tetapi tak Hermitian.
Yang ketiga: : jadi tak normal (sehingga bukan Hermitian maupun uniter) — yakni contoh tandingan nilpoten yang baku.
Latihan 13.3 ★
Buktikan bahwa matriks dituliskan secara tunggal dengan Hermitian (yakni “bagian real dan bagian imajinernya” , ), dan bahwa normal bila dan hanya bila dan komut.
Solusi
Solusi Latihan 13.3.
Ketunggalannya: dengan dan memaksa , jadi dan ; sedangkan rumus itu bersifat Hermitian (periksa: ) dan membangun ulang : itulah keberadaannya.
Kenormalannya: : jadi ia lenyap bila dan hanya bila .
Latihan 13.4 ★★
Diagonalkan dalam basis ortonormal: , lalu hitunglah untuk .
Solusi
Solusi Latihan 13.4.
: jadi nilai eigennya dan . Vektor eigennya, lewat perhitungan langsung:
Basis eigen ortonormalnya: (bernilai eigen ) dan (bernilai eigen ); dengan keortogonalannya seperti pada Latihan 13.1. Adapun pangkatnya, lewat proyeksi spektralnya :
(Periksa : ia memulihkan .)
Latihan 13.5 ★★
Buktikan bahwa kompak, dan bahwa pemetaan nilai eigennya pada: setiap yang bermodulus satu muncul bagi suatu matriks uniter. Buktikan pula bahwa (yakni lingkaran satuan) untuk .
Solusi
Solusi Latihan 13.5.
Kompak: sebab tertutup (yakni prapeta oleh pemetaan kontinu ) dan terbatas (sebab kolomnya vektor satuan, jadi entrinya bermodulus ) di dalam .
Nilai eigennya: sebab bersifat uniter untuk sembarang . Determinannya: (dengan memakai ): jadi terletak pada lingkaran satuan.
Latihan 13.6 ★★
(Transformasi Cayley) Misalkan Hermitian. Buktikan bahwa terbalikkan dan bahwa bersifat uniter, dengan . (Bekerjalah secara spektral: sebab pada basis eigen , segalanya menjadi skalar.)
Solusi
Solusi Latihan 13.6.
Menurut teorema spektral, bekerjalah dalam basis eigen ortonormal : sebab segalanya menyusut menjadi skalar (yakni nilai eigennya). Matriks bernilai eigen : jadi terbalikkan. Lalu bernilai eigen , yang bermodulus (sebab untuk yang real): jadi berlaku karena dapat didiagonalkan secara uniter dengan nilai eigen bermodulus satu (ia diagonal dalam basis ortonormal yang dipilih). Dan akan memaksa : yang mustahil, jadi . (Transformasi Cayley memetakan yang Hermitian ke yang uniter dikurangi satu titik — yakni versi matriks bagi pemetaan dari ke lingkarannya.)
Latihan 13.7 ★★
Untuk Hermitian definit positif (yakni untuk ), buktikan bahwa , bahwa untuk suatu Hermitian definit positif, dan bahwa .
Solusi
Solusi Latihan 13.7.
Untuk pasangan eigen (dengan ): , jadi (dan sudah real menurut Proposisi 13.6). Akar kuadratnya: dalam basis spektral, bersifat Hermitian, definit positif, dan . Determinannya: yakni hasil kali nilai eigennya yang positif.
Latihan 13.8 ★★★
(Teorema spektral bagi endomorfisma normal) Misalkan normal pada sebuah ruang Hermitian.
- Buktikan untuk setiap , lalu turunkan .
- Buktikan bahwa ruang eigen bagi nilai eigen yang berbeda saling ortogonal, dan bahwa komplemen ortogonal sebuah ruang eigen bersifat stabil terhadap .
- Simpulkan secara induktif bahwa dapat didiagonalkan secara uniter; lalu sebaliknya.
Solusi
Solusi Latihan 13.8.
- . Menerapkan ini pada yang normal (sebab adjoinnya , dan kenormalannya diwarisi): , jadi kernelnya sepakat.
Untuk vektor eigen dan (dengan ): memakai (1), ; lalu
jadi . Adapun kestabilan : untuk dan , .
- Secara induktif atas dimensinya: atas , punya vektor eigen (normalkan ia); lalu komplemen ortogonalnya stabil terhadap (menurut (2)) sekaligus terhadap (lewat hujah yang sama dengan peran yang dipertukarkan), jadi pembatasannya normal: maka berinduksilah lalu rangkaikan basis eigen ortonormalnya. Sebaliknya, sebuah yang dapat didiagonalkan secara uniter memenuhi : sehingga normal.
Latihan 13.9 ★
Sebuah endomorfisma disebut anti-Hermitian apabila . Buktikan bahwa nilai eigennya imajiner murni, bahwa merupakan bijeksi dari endomorfisma Hermitian ke endomorfisma anti-Hermitian, dan bahwa endomorfisma anti-Hermitian dapat didiagonalkan secara uniter (Latihan 13.8).
Solusi
Solusi Latihan 13.9.
Nilai eigennya: untuk dengan :
jadi : sehingga imajiner murni. Karena (sebab adjoinnya linear-sekawan pada skalarnya), maka memberi : jadi pemetaan mengirim yang Hermitian ke yang anti-Hermitian, dengan balikan : yakni sebuah bijeksi. Lalu yang anti-Hermitian memenuhi : jadi normal, sehingga dapat didiagonalkan secara uniter menurut Latihan 13.8.
Latihan 13.10 ★★
(Transformasi Fourier hingga) Misalkan geseran siklik pada : , dan .
- Tunjukkan bahwa uniter, dan bahwa vektor dengan membentuk basis ortonormal beranggotakan vektor eigen: .
- Turunkan bahwa setiap matriks sirkulan bersifat normal, didiagonalkan oleh basis yang sama, dengan nilai eigen .
Solusi
Solusi Latihan 13.10.
Pemetaan mempermutasikan sebuah basis ortonormal: sebab , jadi uniter. Dengan mengindeks koordinatnya lewat modulo : , jadi untuk :
Keortonormalannya: (sebab jumlah geometri akar satuan yang tak trivial lenyap).
- : jadi setiap matriks sirkulan bersifat diagonal dalam basis Fourier yang ortonormal, sehingga normal, dengan spektrum . (Dan penggantian basisnya adalah transformasi Fourier diskret: sebab konvolusi menjadi perkalian.)
Latihan 13.11 ★★
Misalkan endomorfisma idempoten (yakni ) pada sebuah ruang Hermitian. Buktikan bahwa adalah proyeksi ortogonal ke bila dan hanya bila . Berikanlah matriks proyeksi ortogonal ke (dengan ), dan ke sebuah subruang berbasis ortonormal .
Solusi
Solusi Latihan 13.11.
() Misalkan . Setiap terpecah menjadi dengan dan . Kedua kepingnya ortogonal: sebab untuk sembarang ,
jadi , sehingga adalah proyeksi ortogonal ke petanya. () Bila adalah proyeksi ortogonal ke : maka untuk setiap berlaku (sebab komponen gugur) dan secara simetris : jadi , yakni . Matriksnya: ke (dengan ): , yakni ; sedangkan ke yang ortonormal: .
Latihan 13.12 ★★★
(Proyektor spektral lewat interpolasi) Misalkan Hermitian dengan nilai eigen yang berbeda-beda dan penguraian ruang eigen . Definisikan polinomial Lagrange . Buktikan bahwa adalah proyeksi ortogonal ke , bahwa untuk , bahwa , dan bahwa (yakni dekomposisi spektralnya); lalu nyatakanlah untuk sembarang polinomial dalam .
Solusi
Solusi Latihan 13.12.
Diagonalkan (lewat teorema spektral), dengan diagonal berentri di antara . Maka , dan bersifat diagonal berentri : yakni bernilai satu persis pada slot . Jadi bersifat Hermitian (sebab real dan real), idempoten, berpeta dan berkernel (berkat keortogonalan ruang eigennya): sehingga ia proyeksi ortogonal ke (Latihan 13.11). Pola diagonal yang saling lepas memberi (untuk ); lalu (sebab berderajat dan bernilai di titik), jadi ; dan memberi . Untuk sembarang polinomial : matriks berdiagonal , jadi
jadi fungsi dihitung secara spektral — yakni kalkulus yang diperluas jilid Tahun ke-3 ke yang kontinu dan seterusnya.
13.4 Soal: Courant–Fischer, Weyl, dan kalkulus nilai eigen
Soal 13.1
Nilai eigen sebuah matriks Hermitian bukan sekadar akar sebuah polinomial: ia penyelesaian masalah pengoptimalan. Sudut pandang variasional itu — yakni hasil bagi Rayleigh dan teorema min-maks Courant–Fischer — membuat nilai eigen dapat dibandingkan, stabil, dan terhitung, dan soal ini memanen hasil klasiknya: ketaksamaan usikan Weyl, penyisipan Cauchy, ketaksamaan trace Schur dan Ky Fan, kemonotonan akar kuadrat matriks, dan spektrum Laplacian diskret. Di sepanjang soal ini, bersifat Hermitian pada dengan nilai eigen yang didaftar menurun , dan untuk disebut hasil bagi Rayleigh.
Bagian I — Hasil bagi Rayleigh dan min-maks. Tetapkan sebuah basis eigen ortonormal dengan .
Tunjukkan bahwa bersifat real, dan bahwa
dengan kedua batasnya tercapai: dan .
- Tunjukkan bahwa titik kritis persis merupakan vektor eigen (uraikan di untuk sembarang, lalu gantilah dengan ).
Misalkan dan . Tunjukkan
Buktikan teorema Courant–Fischer: untuk ,
(sebab untuk sembarang berdimensi berlaku menurut Grassmann, jadi ; lalu pertanyaan 3 menunjukkan batasnya tercapai).
- (Kemonotonan) Tulislah apabila bersifat semidefinit positif. Turunkan dari pertanyaan 4: bahwa mengakibatkan untuk setiap .
Bagian II — Ketaksamaan Weyl.
- Tunjukkan bahwa subruang dengan berpotongan secara tak trivial, lalu samaratakan: .
Buktikan ketaksamaan Weyl: untuk ,
(potongkanlah subruang , dan pada pertanyaan 3 lalu cacahlah dimensinya).
Definisikan lalu tunjukkan untuk yang Hermitian. Turunkan teorema usikan Weyl:
jadi tiap nilai eigennya merupakan fungsi Lipschitz berkonstanta terhadap matriksnya.
(Usikan berrank satu) Misalkan Hermitian semidefinit positif berrank . Tunjukkan
bersama : jadi nilai eigen barunya menyisip di antara yang lama.
- Periksalah pertanyaan 8 secara numerik: (Latihan 13.4: berspektrum ) dan (berspektrum ): hitunglah spektrum beserta kedua ruas ketaksamaannya.
Bagian III — Penyisipan dan ketaksamaan trace.
(Penyisipan Cauchy) Misalkan submatriks utama terdepan berukuran milik . Buktikan
(pandanglah ; sebab di atasnya, adalah pembatasan ; lalu terapkan Courant–Fischer pada kedua arasnya).
- Iterasikan: untuk submatriks utama berukuran , berlaku .
(Schur) Misalkan menyatakan entri diagonal yang telah disortir. Buktikan, untuk setiap :
dengan kesamaan di (yakni tracenya) (sebab entri diagonal terpilihnya membentuk submatriks utama ; lalu batasilah tracenya lewat pertanyaan 12).
(Ky Fan) Buktikan
Periksalah pertanyaan 11 dan 13 pada
terhadap blok terdepan -nya (yang berspektrum ) dan terhadap diagonalnya.
Bagian IV — Urutan Loewner. Lambang tetap berarti semidefinit positif; dan semua matriks pada bagian ini bersifat Hermitian.
- Tunjukkan: bahwa mengakibatkan untuk setiap , bahwa , dan bahwa untuk setiap matriks kompleks .
Tunjukkan bahwa pengkuadratan tidak monoton: sebab untuk
periksalah tetapi .
- Buktikan bahwa akar kuadratnya memang monoton: bahwa mengakibatkan (misalkan nilai eigen dengan vektor eigen satuan ; lalu hitunglah lalu bahaslah).
- Buktikan bahwa pembalikannya bersifat antitonik pada matriks definit positif: bahwa mengakibatkan (kongruenkan dengan untuk mereduksinya ke , yang menjadi skalar dalam basis spektralnya).
Misalkan definit positif. Tunjukkan bahwa nilai eigen (yang secara umum tak Hermitian!) bersifat real dan positif, dan bahwa
(konjugasikan dengan : sebab ).
Bagian V — Laplacian diskret, dikerjakan. Misalkan matriks tridiagonal dengan pada diagonalnya dan pada kedua diagonal tetangganya.
Dengan , periksalah bahwa vektor memenuhi (lewat kesamaan hasil-kali-ke-jumlah; lalu periksa baris perbatasannya ). Simpulkan:
yang semuanya sederhana dan positif: jadi definit positif.
(Sebuah potensial) Untuk diagonal real, apitlah spektrumnya: untuk setiap ,
- Periksalah penyisipan Cauchy antara dan secara gamblang (dengan spektrum dan ), lalu tafsirkanlah: sebab adalah dengan satu ujung lintasannya dibuang.
Tunjukkan bahwa nilai eigen ekstremnya memenuhi, ketika :
jadi bilangan kondisinya tumbuh seperti : sehingga mendiskretkan turunan kedua pada kisi yang makin halus bersifat buruk-kondisi secara hakiki.
- Rangkuman. Satu kalimat untuk masing-masing: (i) mengapa pencirian variasionalnya, bukan polinomial karakteristiknya, yang membuat nilai eigen stabil (pertanyaan 8–9); (ii) pertanyaan mana yang hanya memakai dan mana yang menuntut min-maks selengkapnya; (iii) apa yang ditambahkan urutan Loewner pada ceritanya; (iv) di mana perkakas ini muncul kembali (yakni pada analisis numerik matriks kekakuan pertanyaan 24; pada teori usikan kuantum; dan, pada jilid Tahun ke-3, pada asas min-maks bagi operator swa-adjoin yang kompak).
Solusi
Solusi Soal 13.1.
1. Berlaku : jadi real. Lalu dengan menulis :
yakni rata-rata terbobot nilai eigennya: jadi ia terletak di , dengan batasnya tercapai di dan .
2. Untuk yang real dan sembarang , uraikan dengan
Turunannya di adalah
Ia lenyap untuk setiap bila dan hanya bila untuk setiap , dengan ; lalu mengganti dengan membunuh bagian imajinernya juga: jadi , yakni . Sehingga titik kritis persis merupakan vektor eigen, dengan nilai kritisnya berupa nilai eigennya.
3. Untuk : besaran adalah rata-rata terbobot , sehingga , dengan kesamaan di : jadi . Secara simetris pada rata-ratanya melibatkan : jadi .
4. Misalkan . Maka , jadi ada yang satuan, dan (pertanyaan 3): sehingga untuk setiap yang demikian. Karena mencapai , maka maks-minnya sama dengan . Adapun rumus min-maksnya lewat hujah yang sama dengan peran yang dibalik (sebab memaksa , jadi , yang tercapai di ).
5. Berlaku titik demi titik. Lalu mengambil atas sembarang ruang berdimensi , sebut , lalu atas memberi menurut pertanyaan 4.
6. Menurut Grassmann: . Menerapkan ini dua kali:
7. Subruang , (pertanyaan 3, bagi dan ) dan berdimensi : jadi menurut pertanyaan 6 ada sebuah vektor satuan di ketiganya. Maka
dengan ketaksamaan kirinya karena (pertanyaan 3), dan yang kanannya berkat kedua -nya.
8. Dalam basis spektral : , yang tercapai di vektor eigen yang bersesuaian: jadi . Lalu Weyl dengan : ; dan menerapkan ini pada : . Bersama-sama: .
9. Batas bawahnya: berkat dan pertanyaan 5. Batas atasnya: sebab berrank , jadi ; lalu Weyl dengan dan memberi
10. Berlaku : dengan polinomial karakteristik , jadi spektrumnya . Terhadap :
11. Pandanglah di dalam (lewat basis bakunya): untuk di sana, , jadi adalah pembatasan . Batas atasnya: maks-min bagi berjangkau atas subruang berdimensi milik , yakni subkeluarga milik : jadi . Batas bawahnya: min-maks bagi berjangkau atas subruang yang berdimensi ; dan masing-masingnya juga subruang berdimensi , jadi maksimumnya , sehingga .
12. Buanglah baris dan kolomnya satu demi satu lalu rantaikan pertanyaan 11: sebab tiap pembuangannya menggeser indeks bawahnya satu, sehingga memberi .
13. Mengonjugasikan dengan matriks permutasi (yang uniter) tidak mengubah spektrumnya maupun multihimpunan entri diagonalnya: jadi andaikan menempati posisi terdepannya. Maka submatriks utama terdepan , sebut , punya , dan nilai eigennya memenuhi (pertanyaan 12): jadi setelah dijumlahkan, . Dan di kedua ruasnya adalah .
14. Mengambil memberi nilai : jadi maksimumnya . Sebaliknya, sebuah keluarga ortonormal diperluas menjadi basis ortonormal, yakni menjadi yang uniter dengan kolom pertamanya ; lalu adalah jumlah entri diagonal pertama , yang menurut pertanyaan 13 paling banyak sebesar jumlah nilai eigen terbesarnya — yakni . Jadi asas maksimum Ky Fan menyusul.
15. Penyisipannya (dengan dan ):
Schur dengan diagonal : ; lalu ; dan (yakni tracenya). ✓16. Berlaku ; dan menjumlahkannya memberi tracenya. Untuk sembarang : : jadi .
17. Jelas ; dan bersifat semidefinit positif (bernilai eigen ): jadi . Tetapi
sehingga tak semidefinit positif. Jadi pengkuadratan tak menghormati urutan Loewner.
18. Misalkan dan (yang Hermitian semidefinit positif, sebab Latihan 13.7 diperluas ke yang semidefinit lewat rumus spektral yang sama). Maka bersifat Hermitian; misalkan sembarang nilai eigennya dan vektor eigen satuannya. Dari :
(sebab real). Bila , maka . Bila ia lenyap, kedua suku taknegatifnya lenyap; lalu memaksa , dan demikian pula , jadi sehingga . Jadi semua nilai eigen bernilai : sehingga .
19. Kekongruenan oleh (pertanyaan 16) memberi . Jadi semua nilai eigen bernilai , sehingga nilai eigen terletak di : jadi . Tetapi ; jadi mengongruenkan dengan memberi .
20. Berlaku , jadi serupa dengan matriks Hermitian definit positif (yang definit sebab ): sehingga nilai eigennya real dan positif. Lebih jauh
jadi .
21. Dengan dan kesamaan : untuk ,
Baris berhasil karena , dan baris karena : jadi syarat perbatasannya memilih persis . Sehingga ; adapun nilainya berbeda-beda di dan : jadi inilah seluruh spektrumnya, yang positif, sehingga definit positif.
22. Berlaku , jadi (sebab menambahkan memelihara urutannya); lalu pertanyaan 5 dan memberi apitannya.
23. Matriks berspektrum , dan
jadi penyisipan Cauchynya terperiksa. (Dan inilah spektrum yang sama seperti pada pertanyaan 15: sebab mengonjugasikan dengan membalik tanda luar diagonalnya.) Pembacaan grafnya: adalah matriks bertipe Laplacian bagi lintasan yang simpul terakhirnya dihapus — yakni sebuah submatriks utama, persis situasi pertanyaan 11.
24. Nilai eigen ekstremnya berkelakuan sebagai
Karena itu
jadi makin halus kisinya, makin buruk kondisi turunan kedua diskretnya — yakni fakta yang menggerakkan perancangan aljabar linear numerik.
25. (i) Akar polinomial karakteristik dapat bergerak liar di bawah usikan sebuah matriks umum, tetapi pencirian min-maksnya memaku tiap nilai eigen Hermitian antara nilai pengoptimalan yang gamblang, sehingga memaksa kestabilan Lipschitz berkonstanta pada pertanyaan 8–9. (ii) Pertanyaan 1, 5, 16–20 hanya memakai nilai Rayleigh ekstremnya; sedangkan Weyl, penyisipan, Schur dan Ky Fan (pertanyaan 7–14) sungguh menuntut min-maks selengkapnya atas subruangnya. (iii) Urutan Loewner mengubah ketaksamaan skalar itu menjadi kalkulus ketaksamaan matriks — dengan jebakan yang nyata (pertanyaan 17) dan teorema yang nyata (pertanyaan 18–19). (iv) Perkakas ini adalah roti sehari-hari analisis numerik (yakni matriks kekakuan pertanyaan 24), teori usikan kuantum (yakni Weyl: aras energinya bergeser paling banyak sebesar norma usikannya), dan asas min-maks pada jilid Tahun ke-3 bagi operator swa-adjoin yang kompak.