Biologi · Glosarium

Apa itu Toleransi?

Definisi 16.8 Biologi Universitas — Tahun 3 · Bab 16 — Imunitas Adaptif dan Vaksinasi

Khazanahnya dibuat secara acak sehingga memuat reseptor bagi diri. Toleransi pusat menyingkirkannya di tempat selnya matang: di dalam timusnya, sel T yang reseptornya mengikat peptida–MHC diri terlalu kuat dibunuh (seleksi negatif), sel yang sama sekali tidak dapat mengikat MHC juga dibunuh (sel itu akan tak berguna), dan hanya beberapa persen yang di tengah yang pergi; sebuah faktor transkripsi, AIRE, membuat sel timusnya mengungkapkan protein dari tiap jaringan — insulin, tiroglobulin — sehingga sel T yang khas baginya dapat dihapus di sana. Sel B yang mengikat diri di dalam sumsumnya dihapus atau menyunting reseptornya. Toleransi tepi menangani selebihnya: sebuah sel T yang menjumpai antigennya tanpa kostimulasi dibuat tak tanggap (anergi) atau dihapus; dan sel T pengatur, yang didefinisikan faktor FoxP3, secara aktif menekan tanggapan terhadap diri dan terhadap antigen tak berbahaya seperti makanan dan komensal. Autoimunitas adalah kegagalan kendali ini: diabetes jenis 1 (sel T memusnahkan sel β\beta), sklerosis ganda (mielin), radang sendi rematoid (sendi), dan lupus (yakni antibodi terhadap komponen inti), serta penyakit tiroid; masing-masing berkaitan dengan alel HLA tertentu, yang menyajikan peptida diri yang bersangkutan, dan sebagian dipicu infeksi oleh sebuah mikroba yang peptidanya menyerupai sebuah protein diri (demam rematik sesudah infeksi streptokokus).

Contoh

Contoh 16.9 (Hipersensitivitas, defisiensi, pencangkokan)

Alergi adalah sebuah tanggapan Th2 terhadap antigen tak berbahaya — serbuk sari, kacang tanah, penisilin — yang menghasilkan IgE; pada pemaparan ulang, antigennya menyilangkaitkan IgE pada sel mast, yang melepaskan histamin dalam hitungan menit, dan bila antigennya ada di dalam darah, pelepasan menyeluruhnya adalah anafilaksis, yang diobati dengan adrenalin. Imunodefisiensi: anak yang tidak punya RAG atau enzim ADA tidak membuat limfosit (imunodefisiensi gabungan yang berat) lalu mati karena infeksi kecuali diberi sumsum atau terapi gen; HIV memusnahkan sel T CD4 dan bersamanya pertolongan yang diperlukan tiap tanggapan. Pencangkokan: sel T penerimanya melihat molekul HLA donornya sebagai asing, dan sampai sepersepuluh seluruh sel T menanggapinya — jauh lebih banyak daripada terhadap patogen mana pun — sehingga cangkoknya dicocokkan pada lokus HLA dan penerimanya ditekan imunitasnya seumur hidup; sebuah cangkok sumsum justru dapat menyerang inang barunya. Lalu kegunaan yang disengaja: antibodi monoklonal Bab 6, penghambat titik periksa yang melepaskan sel T terhadap tumor (Bab 11), serta sel T yang direkayasa dengan sebuah reseptor kimera bagi sebuah antigen tumor (CAR-T), yang telah menyembuhkan leukemia yang tidak tersentuh apa pun.

Baca dalam konteks →