Sebuah perubahan disebut eksoterm jika perubahan itu melepaskan energi ke lingkungannya, biasanya sebagai panas: lingkungannya menjadi hangat. Perubahan itu disebut endoterm jika menyerap energi dari lingkungannya: lingkungannya menjadi dingin, atau perubahan itu perlu dipanaskan agar terus berlangsung.
Contoh
Contoh 37.2 (Hangat dan dingin)
Pembakaran bersifat eksoterm, demikian pula reaksi lambat serbuk besi dengan oksigen udara di dalam penghangat tangan. Pelarutan amonium nitrat dalam air, yang dipakai dalam kantong dingin instan, bersifat endoterm; demikian pula penguraian batu kapur menjadi kapur tohor dan karbon dioksida, yang hanya berlangsung di dalam tanur yang sangat panas.
Contoh 37.9 (Hidrogen dan klorin)
Untuk : satu dan satu diputus, ; dua dibentuk, . Jadi per mol reaksi: eksoterm.