Definisi 19.4Matematika Universitas — Tahun 2 · Bab 19 — Permukaan
Misalkan σ regular di (u0,v0), dengan M0=σ(u0,v0). Adapun bidang singgungTM0S adalah bidang lewat M0 yang diarahkan Vect(σu,σv) (dengan turunan parsialnya di (u0,v0)). Sedangkan normal satuannya adalah
n(u0,v0)=∥σu∧σv∥σu∧σv.
Contoh
Contoh 19.6(Bidang singgung helikoidnya)
Untuk helikoid σ(u,v)=(vcosu,vsinu,au), di titik σ(0,1)=(1,0,0):
σu=(0,1,a),σv=(1,0,0),σu∧σv=(0,a,−1),
jadi bidang singgungnya adalah ay=z. Ia memuat seluruh garis pembangun mendatarnya {(t,0,0)} (yakni arah σv): sebab seperti pada kerucut Latihan 19.1, permukaan yang dibangun garis lurus punya tiap garis pembangunnya terletak di dalam bidang singgung sepanjangnya. Adapun arah singgung lainnya σu adalah kecepatan heliks u↦σ(u,1): jadi satu bagan, dua kurva tergambar, dan seluruh bidang singgungnya terentang — yakni Proposisi 19.5 yang beraksi.
Contoh 19.8
Untuk bola x2+y2+z2=R2: berlaku ∇f=2(x,y,z), jadi bidang singgung di M0 ortogonal terhadap jari-jari OM0 — yakni fakta klasik bahwa jari-jari dan bidang singgungnya saling tegak lurus, dengan persamaan ⟨M0,M⟩=R2.
Contoh 19.9(Bidang singgung sebuah grafik)
Untuk z=f(x,y) di (x0,y0): dengan menerapkan Proposisi 19.7 pada F(x,y,z)=f(x,y)−z,