Matematika · Glosarium

Apa itu Subruang afin; pemetaan afin?

Dikenal juga sebagai: pemetaan afin

Definisi 17.5 Matematika Universitas — Tahun 2 · Bab 17 — Ruang Afin

Sebuah subruang afin adalah himpunan F=A+F={A+u:uF}\mathcal{F} = A + F = \{A + u : u \in F\} dengan FF sebuah subruang vektor (yakni arahnya); setara dengan itu, sebuah himpunan tak kosong yang stabil terhadap barisentrum. Adapun subruang afin Rn\R^n persis merupakan himpunan penyelesaian sistem linear MX=BMX = B (lewat Tahun ke-1: penyelesaian khusus ditambah kernel). Sebuah pemetaan f ⁣:EEf \colon \mathcal{E} \to \mathcal{E}' disebut afin apabila ia memelihara barisentrum — setara dengan apabila

f(A+u)=f(A)+φ(u)f(A + u) = f(A) + \varphi(u)

bagi sebuah pemetaan linear (yang tunggal) φ=f\varphi = \vec f, yakni bagian linearnya. Pemetaan afin Rn\R^n: yaitu XMX+CX \mapsto MX + C. Komposisinya bersifat afin dengan bagian linear yang dikomposisikan; dan ff bijektif bila dan hanya bila f\vec f bijektif.

Contoh

Contoh 17.9 (Menggolongkan sebuah pemetaan afin, dari awal sampai akhir)

Misalkan f(x,y)=(2x1, 3y4)f(x, y) = (2x - 1,\ 3y - 4) pada R2\R^2. Bagian linearnya adalah φ=diag(2,3)\varphi = \operatorname{diag}(2, 3), yang spektrumnya {2,3}\{2, 3\} menghindari 11: jadi menurut kriteria titik tetap yang dibuktikan di bawah (Proposisi 17.17), ff punya tepat satu titik tetap, yang ditemukan dengan menyelesaikan

x=2x1,y=3y4Ω=(1,2).x = 2x - 1, \qquad y = 3y - 4 \qquad\Longrightarrow\qquad \Omega = (1, 2).

Setelah dipusatkan ulang di Ω\Omega (tetapkan x=1+ux = 1 + u, y=2+vy = 2 + v):

f(1+u, 2+v)=(1+2u, 2+3v):f(1 + u,\ 2 + v) = (1 + 2u,\ 2 + 3v) :

dalam kerangka di Ω\Omega, ff adalah bagian linearnya, yakni sebuah pemuaian anisotropik yang meregang 22 kali mendatar dan 33 kali tegak dari pusat (1,2)(1, 2). Pelajaran umumnya: sebuah pemetaan afin adalah “pemetaan linear ditambah data lokasi”, dan data lokasinya runtuh menjadi satu titik asal yang terpilih baik setiap kali 11 bukan nilai eigennya. Sebaliknya, menggeser titik asalnya secara buruk justru menciptakan suku tetapnya: jadi geometri afin adalah seni memilih tempat menaruh 00.

Contoh 17.2 (Sebuah ruang afin tanpa titik asal yang alami)

Bidang penyelesaian E={(x,y,z)R3:x+y+z=1}\mathcal E = \{(x, y, z) \in \R^3 : x + y + z = 1\} bukan subruang vektor (sebab 0E0 \notin \mathcal E), tetapi ia ruang afin yang diarahkan E={x+y+z=0}E = \{x + y + z = 0\}: sebab untuk A,BEA, B \in \mathcal E selisih AB=BA\vect{AB} = B - A mendarat di EE (karena jumlahnya saling meniadakan), Chasles diwarisi dari R3\R^3, dan BABB \mapsto \vect{AB} bijektif ke EE. Tak ada titik E\mathcal E yang diistimewakan — sebab sembarang pemilihan “titik asal” OEO \in \mathcal E sama saja berhasil, dan semua pengenalan MOMM \mapsto \vect{OM} hanya berselisih penggeseran. Inilah keadaan yang khas: himpunan penyelesaian masalah linear yang tak homogen (yakni sistem linear, persamaan diferensial linear pada Bab 16) bersifat afin, tak pernah linear, dan slogan “penyelesaian khusus ditambah kernel” persis merupakan pernyataan F=A+F\mathcal F = A + F pada definisi berikutnya.

Contoh 17.18 (Isometri bidang, dirampungkan)

Sebuah isometri afin bidang Euklides punya bagian linear di O(2)O(2): yakni sebuah perputaran RθR_\theta atau sebuah pencerminan (lewat jilid Tahun ke-1). Bila θ0\theta \neq 0: maka 1SpRθ1 \notin \operatorname{Sp} R_\theta, jadi pemetaannya merupakan perputaran terhadap satu pusat yang tunggal (Proposisi 17.17). Bila bagian linearnya sebuah pencerminan: maka entah sebuah pencerminan pada sebuah sumbu (jika titik tetapnya ada) atau sebuah pencerminan geser (yakni pencerminan yang dikomposisikan dengan penggeseran sepanjang sumbunya, tanpa titik tetap). Bersama penggeserannya, inilah penggolongan lengkap isometri bidang.

Baca dalam konteks →