Sebuah asam amino memiliki sebuah karbon di pusat yang membawa sebuah gugus amino (), sebuah gugus karboksil (), sebuah hidrogen dan sebuah rantai samping yang membedakan kedua puluh asam amino baku protein. Pada pH sel gugus aminonya terprotonasi dan karboksilnya terion: molekulnya adalah sebuah zwitterion, , tanpa muatan bersih. Karbon bersifat kiral pada semuanya kecuali glisina, dan makhluk hidup hanya memakai enantiomer L. Rantai sampingnya berkelompok menurut kimianya:
| golongan | asam amino (kode tiga dan satu huruf) | rantai samping |
|---|---|---|
| nonpolar, alifatik | Gly G, Ala A, Val V, Leu L, Ile I, Met M, Pro P | hidrokarbon; Pro cincin |
| aromatik | Phe F, Tyr Y, Trp W | cincin; Tyr, Trp menyerap UV |
| polar tak bermuatan | Ser S, Thr T, Cys C, Asn N, Gln Q | OH, SH, amida |
| bermuatan positif | Lys K, Arg R, His H | basa; His p 6.0 |
| bermuatan negatif | Asp D, Glu E | karboksilat, p 4 |
Sembilan di antaranya (His, Ile, Leu, Lys, Met, Phe, Thr, Trp, Val) bersifat esensial bagi manusia: kita tak sanggup membuatnya dan harus memakannya.
Contoh
Contoh 12.10 (Kolagen)
Seperempat protein sebuah mamalia adalah kolagen: tiga rantai, yang masing-masing sebuah heliks tangan kiri berisi seribu residu dengan glisina pada tiap kedudukan ketiga (Gly–X–Y, Y sering hidroksiprolina), yang terpilin bersama menjadi heliks rangkap tiga tangan kanan sepanjang , lalu berkemas berdampingan menjadi fibril yang bersilang ikat lewat ikatan kovalen. Ketiadaan rantai samping pada glisinalah yang membuat ketiga rantainya dapat berkemas pada sumbunya; satu penggantian glisina oleh residu mana pun menekuk heliksnya dan memberikan tulang yang rapuh. Vitamin C dibutuhkan untuk menghidroksilasi prolinanya; tanpanya heliksnya tidak mantap dan fibrilnya gagal: penyakit sariawan.