Matematika · Glosarium

Apa itu isometri?

Definisi 23.15 Matematika Universitas — Tahun 1 · Bab 23 — Ruang Euklides

Sebuah endomorfisma uu pada ruang Euklides disebut isometri (atau pemetaan ortogonal) ketika ia mengawetkan normanya: u(x)=x\norm{u(x)} = \norm x untuk semua xx — setara dengan itu (lewat polarisasi) ia mengawetkan hasil kali dalamnya; setara dengan itu matriksnya AA pada basis ortonormal memenuhi ATA=IA^{\mathsf T} A = I. Adapun isometri membentuk grup, yaitu grup ortogonal O(E)O(E).

Dua pencerminan membuat sebuah rotasi: mencerminkan M = (2, 0.5) pada sumbu x, lalu pada garis y = x, mendarat di (-0.5, 2) — yaitu peta M di bawah rotasi bersudut π2 terhadap titik asalnya, yakni dua kali sudut π4 antara sumbunya. Adapun soal akhir pekannya mengubah gambar ini menjadi hukum komposisi semua isometri bidang.
Dua pencerminan membuat sebuah rotasi: mencerminkan M=(2,0.5)M = (2, 0.5) pada sumbu xx, lalu pada garis y=xy = x, mendarat di (0.5,2)(-0.5, 2) — yaitu peta MM di bawah rotasi bersudut π2\frac\pi2 terhadap titik asalnya, yakni dua kali sudut π4\frac\pi4 antara sumbunya. Adapun soal akhir pekannya mengubah gambar ini menjadi hukum komposisi semua isometri bidang.

Contoh

Contoh 23.16 (Mengenali sebuah isometri sekali pandang)

Apakah A=15(3443)A = \dfrac15\begin{pmatrix} 3 & -4\\ 4 & 3\end{pmatrix} ortogonal? Kolomnya: normanya 159+16=1\frac15\sqrt{9 + 16} = 1 dan 1516+9=1\frac15\sqrt{16 + 9} = 1; hasil kalinya 125(3(4)+43)=0\frac1{25}(3\cdot(-4) + 4\cdot3) = 0. Ya — dan detA=9+1625=1\det A = \frac{9 + 16}{25} = 1, sehingga ia rotasi RθR_\theta dengan cosθ=35\cos\theta = \frac35, sinθ=45\sin\theta = \frac45 (yaitu “rotasi 33-44-55”, yang sudutnya bukan pecahan π\pi yang istimewa). Sebaliknya B=12(1101)B = \frac{1}{\sqrt2}\begin{pmatrix} 1 & 1\\ 0 & 1\end{pmatrix} tampak berdeterminan terskalakan satuan tetapi kolom pertamanya tak bersatuan (12\frac1{\sqrt2}): jadi tak ortogonal — karena determinan ±1\pm1 belaka tak mengesahkan apa pun, kolomnya mesti diperiksa.

Baca dalam konteks →