Mathematics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Matematika Universitas — Tahun 1

Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

9Pecahan Rasional

Pecahan rasional adalah hasil bagi polinomial. Teorema pusat bab pendek ini — yaitu penguraian pecahan parsial — memecah sebarang hasil bagi semacam itu menjadi jumlah bata dasar c(Xa)k\frac{c}{(X - a)^k}. Di luar minat aljabarnya, ia mesin baku untuk mengintegralkan fungsi rasional (Bab 15) dan untuk menjumlahkan deret tertentu (Bab 17).

9.1 Lapangan K(X)K(X)

Definisi 9.1

Sebuah pecahan rasional atas KK (=R= \R atau C\C) adalah hasil bagi F=ABF = \frac{A}{B} dengan A,BK[X]A, B \in K[X], B0B \neq 0; dan dua hasil bagi AB\frac AB serta AB\frac{A'}{B'} diidentifikasikan bila AB=ABAB' = A'B. Setiap pecahan mempunyai bentuk paling sederhana dengan gcd(A,B)=1\gcd(A, B) = 1, yang tunggal sampai konstanta. Dengan operasi yang wajar, himpunan K(X)K(X) berisi pecahan rasional menjadi sebuah lapangan.

Sebuah kutub FF (dalam bentuk paling sederhana) adalah akar BB; sedangkan orde sebuah kutub adalah kegandaannya sebagai akar BB. Adapun derajat FF adalah degF=degAdegBZ{}\deg F = \deg A - \deg B \in \Z \cup \{-\infty\}.

Contoh 9.2 (Membaca kutub, orde dan derajatnya)

Misalkan F=X3XX42X3+X2F = \dfrac{X^3 - X}{X^4 - 2X^3 + X^2}. Faktorkan kedua lapisnya: pembilangnya X(X1)(X+1)X(X-1)(X+1), penyebutnya X2(X1)2X^2(X-1)^2; lalu coret faktor persekutuannya X(X1)X(X-1):

F=X+1X(X1)(bentuk paling sederhana).F = \frac{X + 1}{X(X - 1)} \quad\text{(bentuk paling sederhana).}

Kutubnya: 00 dan 11, keduanya sederhana — ordenya terbaca pada penyebut yang sudah disederhanakan, sehingga akar ganda yang tampak pada penyebut aslinya tidak relevan. Derajatnya: degF=12=1\deg F = 1 - 2 = -1, yang terlihat secara asimtotik (xF(x)1xF(x) \to 1 ketika xx \to \infty). Adapun derajatnya berperilaku seperti derajat polinomial (degFG=degF+degG\deg FG = \deg F + \deg G, deg(F+G)max\deg(F + G) \leq \max), yaitu kaidah pembukuan yang dipakai terus-menerus pada perburuan koefisien di bawah: setiap argumen “limit xF(x)xF(x)” sesungguhnya cacahan derajat yang menyamar.

Proposisi 9.3 (Bagian bulat)

Setiap F=ABK(X)F = \frac AB \in K(X) secara tunggal berbentuk F=E+RBF = E + \frac RB dengan EK[X]E \in K[X] (yaitu bagian bulat, atau bagian polinomial, dari FF) dan degR<degB\deg R < \deg B. Di sini E0E \neq 0 jika dan hanya jika degF0\deg F \geq 0.

Bukti. Pembagian Euclid A=BE+RA = BE + R (Teorema 8.3), lalu dibagi oleh BB. Ketunggalannya: jika E+RB=E+RBE + \frac RB = E' + \frac{R'}{B}, maka (EE)B=RR(E - E')B = R' - R dengan deg(RR)<degB\deg(R' - R) < \deg B, yang memaksa E=EE = E' lalu R=RR = R'.

Contoh 9.4 (Sederhanakan dulu, baru bagi)

Carilah bagian bulat F=X3+1X21F = \dfrac{X^3 + 1}{X^2 - 1}. Dengan membagi secara membabi buta: X3+1=(X21)X+(X+1)X^3 + 1 = (X^2 - 1)X + (X + 1), jadi F=X+X+1X21F = X + \frac{X + 1}{X^2 - 1}. Tetapi pecahannya belum disederhanakan: X3+1=(X+1)(X2X+1)X^3 + 1 = (X + 1)(X^2 - X + 1) dan X21=(X+1)(X1)X^2 - 1 = (X+1)(X-1) berbagi faktor X+1X + 1, sehingga

F=X2X+1X1=X+1X1:F = \frac{X^2 - X + 1}{X - 1} = X + \frac{1}{X - 1} :

bagian bulatnya tetap sama, yaitu XX, tetapi bagian pecahannya runtuh menjadi satu bata saja, dan “kutub” di 1-1 sesungguhnya tak pernah menjadi kutub. Sederhanakanlah selalu sampai bentuk yang terkecil sebelum berburu kutub: karena kutub FF adalah akar penyebut yang sudah disederhanakan. (Adapun bagian bulatnya tak peka terhadap penyederhanaan itu, sebagaimana dijamin ketunggalan pada Proposisi 9.3.)

9.2 Penguraian pecahan parsial atas C\C

Teorema 9.5 (Penguraian atas C\C)

Misalkan F=ABC(X)F = \frac AB \in \C(X) dalam bentuk paling sederhana, dengan B=c(Xa1)m1(Xar)mrB = c\,(X - a_1)^{m_1} \cdots (X - a_r)^{m_r}. Maka FF dapat ditulis, secara tunggal,

F=E+i=1rk=1mici,k(Xai)k,EC[X], ci,kC,F = E + \sum_{i=1}^{r} \sum_{k=1}^{m_i} \frac{c_{i,k}}{(X - a_i)^k}, \qquad E \in \C[X],\ c_{i,k} \in \C ,

dengan EE bagian bulat FF.

Bukti. Menurut Proposisi 9.3 kita boleh mengandaikan degA<degB\deg A < \deg B lalu membuktikan penguraian jumlahnya dengan E=0E = 0.

Memilah kutubnya. Tulis B=(Xa1)m1B1B = (X - a_1)^{m_1} B_1 dengan B1(a1)0B_1(a_1) \neq 0. Polinomial (Xa1)m1(X-a_1)^{m_1} dan B1B_1 saling prima (karena tak berakar persekutuan), jadi menurut Bézout di C[X]\C[X] (lihat catatan pada Bab 8) ada U0,V0U_0, V_0 dengan U0(Xa1)m1+V0B1=1U_0 (X-a_1)^{m_1} + V_0 B_1 = 1; lalu dengan mengalikannya dengan AA dan menulis U=AU0U = AU_0, V=AV0V = AV_0, kemudian membaginya dengan BB:

AB=V(Xa1)m1+UB1.\frac AB = \frac{V}{(X - a_1)^{m_1}} + \frac{U}{B_1} .

Syarat derajatnya dapat dipaksakan: bagilah VV dengan (Xa1)m1(X-a_1)^{m_1}, katakanlah V=(Xa1)m1Q+V1V = (X-a_1)^{m_1}Q + V_1 dengan degV1<m1\deg V_1 < m_1, lalu serap hasil baginya ke dalam suku kedua (U1=U+QB1U_1 = U + QB_1):

AB=V1(Xa1)m1+U1B1,degV1<m1;\frac AB = \frac{V_1}{(X - a_1)^{m_1}} + \frac{U_1}{B_1}, \qquad \deg V_1 < m_1 ;

lalu membandingkan derajatnya (degA<degB\deg A < \deg B dan degV1<m1\deg V_1 < m_1) memaksa degU1<degB1\deg U_1 < \deg B_1 juga. Mengiterasikannya pada U1B1\frac{U_1}{B_1}, kutub demi kutub, menyusutkan segalanya menjadi kasus kutub tunggal di bawah.

Kutub tunggal. Untuk A(Xa)m\frac{A}{(X-a)^m} dengan degA<m\deg A < m: jabarkan AA dalam pangkat (Xa)(X - a), A=j=0m1αj(Xa)jA = \sum_{j=0}^{m-1} \alpha_j (X - a)^j (yaitu ekspansi Taylor sebuah polinomial, seperti pada bukti Proposisi 8.11); lalu membaginya memberikan tepat bata αj(Xa)mj\frac{\alpha_j}{(X-a)^{m-j}}. Secara konkret, untuk X2+1(X+2)3\frac{X^2 + 1}{(X+2)^3}: dengan mensubstitusikan X=Y2X = Y - 2,

X2+1=(Y2)2+1=Y24Y+5,sehinggaX2+1(X+2)3=1Y4Y2+5Y3X^2 + 1 = (Y - 2)^2 + 1 = Y^2 - 4Y + 5 , \qquad\text{sehingga}\qquad \frac{X^2+1}{(X+2)^3} = \frac1{Y} - \frac4{Y^2} + \frac5{Y^3}

dengan Y=X+2Y = X + 2: jadi ketiga batanya muncul lewat pembagian belaka atas ekspansi yang tergeser — yaitu jalur tercepat setiap kali ada satu kutub berorde tinggi, dan jalur yang dianjurkan untuk Latihan 9.3.

Ketunggalannya. Andaikan dua penguraian berimpit; maka selisihnya menjadi kesamaan 0=i,kdi,k(Xai)k0 = \sum_{i,k} \frac{d_{i,k}}{(X - a_i)^k}. Kalikan seluruhnya dengan (Xa1)m1(X - a_1)^{m_1}: setiap sukunya memperoleh faktor yang lenyap di a1a_1 kecuali suku dengan i=1i = 1, k=m1k = m_1, yang koefisiennya menjadi d1,m1d_{1,m_1} ditambah suku yang memikul sekurang-kurangnya satu faktor (Xa1)(X - a_1). Lalu menghitung nilainya di a1a_1 (yang sah: setelah perkalian itu, tak ada kutub yang tersisa di a1a_1) memberikan d1,m1=0d_{1,m_1} = 0. Dengan koefisien teratasnya lenyap, ulangi dengan (Xa1)m11(X - a_1)^{m_1 - 1}, dan seterusnya turun sampai k=1k = 1; lalu berpindahlah ke kutub berikutnya. Semua di,kd_{i,k} lenyap: jadi penguraiannya tunggal.

Metode 9.6 (Menghitung koefisiennya)

Dalam praktik, hindarilah Bézout; padukan saja:

  1. penutupan untuk pangkat tertingginya: koefisien 1(Xa)m\frac{1}{(X-a)^m} (dengan mm orde kutub aa) adalah

    ca,m=[(Xa)mF]X=a;c_{a,m} = \Bigl[\,(X - a)^m F\,\Bigr]_{X = a};

    dan untuk kutub yang sederhana pada F=ABF = \frac AB, nilainya A(a)B(a)\frac{A(a)}{B'(a)};

  2. perhitungan nilai pada titik yang nyaman dan limit xF(x)xF(x) ketika xx \to \infty untuk mengumpulkan hubungan linear bagi koefisien yang tersisa;
  3. simetri paritas atau konjugasi, bila ada, untuk memangkas pekerjaannya menjadi separuh.

Catatan 9.7 (Jebakan yang lazim dengan pecahan parsial)

  1. Melewatkan bagian bulatnya. Penguraian batanya berlaku untuk pecahan berderajat <0< 0; jadi ketika degAdegB\deg A \geq \deg B, bagilah dulu (Proposisi 9.3), atau perburuan koefisiennya akan melahirkan pertentangan.
  2. Penutupan di luar jangkauannya. Mengalikan dengan (Xa)k(X - a)^k lalu menghitung nilainya di aa menghasilkan koefisiennya hanya untuk k=mk = m, yaitu orde penuh kutub itu; sedangkan koefisien berorde lebih rendah menuntut hubungan lain (limit atau perhitungan nilai) — lihat Contoh 9.9.
  3. Lupa menyederhanakan. Kutub terbaca pada bentuk yang sudah disederhanakan; jadi faktor persekutuan antara pembilang dan penyebut melahirkan kutub hantu (Contoh 9.4).
  4. Bentuk bata yang salah atas R\R. Di atas kuadrat yang tak tereduksikan, pembilangnya afin (αX+β\alpha X + \beta), bukan konstanta; jadi menulis cX2+1\frac{c}{X^2 + 1} saja menghilangkan penyelesaian — bentuk yang benar didiktekan Teorema 9.10, dan tak pernah diimprovisasi.

Bukti rumus kutub sederhananya. Di dekat kutub sederhana aa: B=(Xa)QB = (X - a) Q dengan Q(a)0Q(a) \neq 0, dan B=Q+(Xa)QB' = Q + (X - a) Q', sehingga B(a)=Q(a)B'(a) = Q(a). Jadi nilai penutupannya adalah A(a)Q(a)=A(a)B(a)\frac{A(a)}{Q(a)} = \frac{A(a)}{B'(a)}.

Contoh 9.8

Uraikan F=1X(X1)(X2)F = \dfrac{1}{X(X-1)(X-2)}. Ada tiga kutub sederhana; lakukan penutupan pada masing-masingnya:

c0=1(01)(02)=12,c1=11×(12)=1,c2=12×1=12,c_0 = \frac{1}{(0-1)(0-2)} = \frac12, \quad c_1 = \frac{1}{1 \times (1 - 2)} = -1, \quad c_2 = \frac{1}{2 \times 1} = \frac12,

jadi F=1/2X1X1+1/2X2F = \dfrac{1/2}{X} - \dfrac{1}{X-1} + \dfrac{1/2}{X-2}. Periksa di X=3X = 3: secara langsung, F(3)=1321=16F(3) = \frac{1}{3\cdot2\cdot1} = \frac16; sedangkan dari penguraiannya, 1/2312+1/21=1612+12=16\frac{1/2}{3} - \frac{1}{2} + \frac{1/2}{1} = \frac16 - \frac12 + \frac12 = \frac16.

Contoh 9.9 (Kutub ganda)

Uraikan F=X(X1)2(X+1)F = \dfrac{X}{(X-1)^2 (X+1)}. Bentuknya: a(X1)2+bX1+cX+1\frac{a}{(X-1)^2} + \frac{b}{X-1} + \frac{c}{X+1}.

  • Penutupan pada kutub gandanya: a=[XX+1]X=1=12a = \bigl[\frac{X}{X+1}\bigr]_{X=1} = \frac12.
  • Penutupan di 1-1: c=[X(X1)2]X=1=14c = \bigl[\frac{X}{(X-1)^2}\bigr]_{X=-1} = -\frac14.
  • Limit xF(x)xF(x) di \infty: 0=b+c0 = b + c, jadi b=14b = \frac14.
F=1/2(X1)2+1/4X11/4X+1.F = \frac{1/2}{(X-1)^2} + \frac{1/4}{X-1} - \frac{1/4}{X+1} .

Periksa di X=0X = 0: F(0)=0F(0) = 0 dan 121414=0\frac12 - \frac14 - \frac14 = 0.

9.3 Penguraian atas R\R

Teorema 9.10 (Penguraian atas R\R)

Misalkan FR(X)F \in \R(X) dalam bentuk paling sederhana dengan penyebut

B=ci(Xai)mij(X2+pjX+qj)nj(pj24qj<0).B = c \prod_i (X - a_i)^{m_i} \prod_j (X^2 + p_j X + q_j)^{n_j} \qquad (p_j^2 - 4q_j < 0).

Maka FF terurai secara tunggal sebagai bagian bulatnya ditambah suku

ci,k(Xai)k(1kmi),αj,lX+βj,l(X2+pjX+qj)l(1lnj),\frac{c_{i,k}}{(X - a_i)^k} \quad (1 \leq k \leq m_i), \qquad \frac{\alpha_{j,l}\, X + \beta_{j,l}}{(X^2 + p_j X + q_j)^{l}} \quad (1 \leq l \leq n_j),

dengan koefisien yang real.

Bukti. Uraikan atas C\C (Teorema 9.5). Karena FF real, koefisien di atas kutub a\conj a (pada setiap ordenya) adalah konjugat koefisien di atas aa (terapkan konjugasi pada penguraiannya lalu panggil ketunggalannya). Kelompokkan setiap pasangan konjugatnya:

c(Xz)l+c(Xz)l=c(Xz)l+c(Xz)l(X22(z)X+z2)l,\frac{c}{(X - z)^l} + \frac{\conj c}{(X - \conj z)^l} = \frac{c\,(X - \conj z)^l + \conj c\,(X - z)^l}{\bigl(X^2 - 2\Re(z)X + \abs z^2\bigr)^{l}},

yang pembilangnya menjadi konjugat dirinya sendiri, sehingga real, berderajat l\leq l; lalu memisahkan kelipatan kuadrat realnya menurunkannya ke derajat 1\leq 1 pada setiap aras ll (yaitu induksi turun yang kecil). Adapun kutub real mempertahankan koefisien realnya (karena konjugasi menetapkannya). Ketunggalannya menyusul dari ketunggalan atas C\C.

Contoh 9.11 (Menyaksikan pemasangan konjugatnya)

Mekanisme buktinya, pada kasus terkecil: atas C\C, kutub 1X2+1\frac1{X^2+1} adalah ±i\pm\iu, dengan koefisien penutupan 12i\frac1{2\iu} di i\iu dan 12i\frac1{-2\iu} di i-\iu — yang saling konjugat, sebagaimana diramalkan teoremanya:

1X2+1=1/(2i)Xi1/(2i)X+i.\frac{1}{X^2 + 1} = \frac{1/(2\iu)}{X - \iu} - \frac{1/(2\iu)}{X + \iu} .

Dengan menggabungkannya kembali atas penyebut persekutuannya:

12i(X+i)(Xi)X2+1=12i2iX2+1=1X2+1:\frac{1}{2\iu}\cdot\frac{(X + \iu) - (X - \iu)}{X^2 + 1} = \frac{1}{2\iu}\cdot\frac{2\iu}{X^2 + 1} = \frac{1}{X^2+1} :

bagian imajinernya saling hapus dan bata realnya muncul kembali utuh. Untuk integran yang real kita biasanya tak pernah meninggalkan R\R — tetapi ketika menghitung nilai jumlah pada titik kompleks (seperti dilakukan soal akhir pekan dengan akar satuan), bata kompleks menjadi mata uang yang wajar, dan pemasangan inilah kurs tukar antara kedua penguraiannya.

Contoh 9.12

Uraikan F=4(X2+1)(X1)2F = \dfrac{4}{(X^2+1)(X-1)^2} atas R\R. Bentuknya: aX+bX2+1+c(X1)2+dX1\frac{aX + b}{X^2 + 1} + \frac{c}{(X-1)^2} + \frac{d}{X - 1}. Penutupan pada kutub gandanya: c=[4X2+1]X=1=2c = \bigl[\frac{4}{X^2+1}\bigr]_{X=1} = 2. Penutupan pada kutub kompleks i\iu (dengan pembilang di atas X2+1X^2 + 1 dihitung lewat penguraian kompleksnya, atau langsung): kalikan dengan X2+1X^2 + 1 lalu ambil X=iX = \iu:

ai+b=4(i1)2=42i=2i,a\iu + b = \frac{4}{(\iu - 1)^2} = \frac{4}{-2\iu} = 2\iu ,

jadi a=2a = 2, b=0b = 0. Limit xF(x)xF(x) di tak hingga: 0=a+d0 = a + d, sehingga d=2d = -2. Jadi

F=2XX2+1+2(X1)22X1.F = \frac{2X}{X^2+1} + \frac{2}{(X-1)^2} - \frac{2}{X-1} .

Periksa di X=0X = 0: F(0)=4F(0) = 4 dan 0+2+2=40 + 2 + 2 = 4.

Contoh 9.13 (Penyebut kubik, dari awal sampai akhir)

Uraikan F=1X3+1F = \dfrac{1}{X^3 + 1} atas R\R. Faktorkan dulu: X3+1=(X+1)(X2X+1)X^3 + 1 = (X + 1)(X^2 - X + 1), dengan kuadratnya berdiskriminan 3<0-3 < 0. Bentuknya: aX+1+bX+cX2X+1\frac{a}{X+1} + \frac{bX + c}{X^2 - X + 1}. Penutupan pada kutub sederhana 1-1: a=[1X2X+1]X=1=13a = \bigl[\frac1{X^2 - X + 1}\bigr]_{X=-1} = \frac13. Limit xF(x)xF(x) di tak hingga: 0=a+b0 = a + b, jadi b=13b = -\frac13. Perhitungan nilai di X=0X = 0: 1=a+c1 = a + c, jadi c=23c = \frac23. Sehingga

1X3+1=13(1X+1+X+2X2X+1),\frac{1}{X^3+1} = \frac13\Bigl(\frac{1}{X+1} + \frac{-X + 2}{X^2 - X + 1}\Bigr) ,

yang dibenarkan di X=1X = 1: ruas kirinya 12\frac12, ruas kanannya 13(12+1)=12\frac13\bigl(\frac12 + 1\bigr) = \frac12. Perhatikan penghematannya: tiga bilangan yang belum diketahui, tiga fakta linear yang murah (satu penutupan, satu limit, satu perhitungan nilai), tanpa penjabaran apa pun — yaitu alur kerja Metode 9.6 dalam bentuk murninya.

Catatan 9.14 (Untuk apa semua ini)

Begitu terurai, sebuah fungsi rasional terintegralkan suku demi suku: bata 1(xa)k\frac{1}{(x-a)^k} mempunyai antiturunan dasar, dan bata αx+β(x2+px+q)l\frac{\alpha x + \beta}{(x^2 + px + q)^l} menyusut menjadi ln\ln dan arctan\arctan (Bab 15). Adapun jumlah teleskopik adalah penerapan baku yang lain (Latihan 9.8).

Catatan 9.15 (Di mana bab ini dipakai)

Pecahan parsial di atas segalanya adalah langkah prapengolahan: bab pengintegralan (Bab 15) menyuapkan setiap integran rasional lewat Teorema 9.10 sebelum mengintegralkannya, dan bab deret (Bab 17) meneleskopkan suku rasional persis seperti pada Latihan 9.8 dan pada soal akhir pekan di bawah — yang mendorong tekniknya sampai ke 1/k2=π2/6\sum 1/k^2 = \pi^2/6. Adapun turunan logaritmik P/P=mi/(Xai)P'/P = \sum m_i/(X - a_i) (Latihan 8.11) muncul kembali setiap kali letak akar ditelaah. Di luar jilid ini, penguraian 1/χ(X)1/\chi(X) untuk sebuah polinomial karakteristik χ\chi melandasi perhitungan pangkat matriks dan transformasi Laplace pada jilid Tahun ke-2: karena bata c(Xa)k\frac{c}{(X - a)^k} adalah bayangan aljabar bagi penyelesaian tk1eatt^{k-1}\eu^{at} yang ditemui pada Bab 5.

Fungsi F(x) = 1x+1 + 1x + 1x-1 bertipe : ia turun tegas pada setiap selang di antara kutubnya -1, 0, 1 (garis putus-putus). Setiap aras mendatar > 0 dipotong tepat sekali per selang di sebelah kanan kutub pertamanya (titik yang ditandai): jadi penyelesaian F = berselang-seling dengan kutubnya.
Fungsi F(x)=1x+1+1x+1x1F(x) = \frac1{x+1} + \frac1x + \frac1{x-1} bertipe Latihan 9.12: ia turun tegas pada setiap selang di antara kutubnya 1,0,1-1, 0, 1 (garis putus-putus). Setiap aras mendatar λ>0\lambda > 0 dipotong tepat sekali per selang di sebelah kanan kutub pertamanya (titik yang ditandai): jadi penyelesaian F=λF = \lambda berselang-seling dengan kutubnya.

9.4 Latihan

Latihan 9.1

Uraikan atas R\R: 1X21\dfrac{1}{X^2 - 1};   XX23X+2\;\dfrac{X}{X^2 - 3X + 2};   X2+1X(X1)\;\dfrac{X^2 + 1}{X(X-1)} (perhatikan bagian bulatnya).

Solusi

Solusi Latihan 9.1.

1X21\dfrac{1}{X^2 - 1}: dengan kutub sederhana ±1\pm 1; lalu penutupan memberikan 1/2X11/2X+1\dfrac{1/2}{X-1} - \dfrac{1/2}{X+1}.

XX23X+2=X(X1)(X2)\dfrac{X}{X^2 - 3X + 2} = \dfrac{X}{(X-1)(X-2)}: penutupan memberikan 112=1\frac{1}{1-2} = -1 di 11 dan 221=2\frac{2}{2-1} = 2 di 22, sehingga 1X1+2X2\dfrac{-1}{X-1} + \dfrac{2}{X-2}.

X2+1X(X1)\dfrac{X^2+1}{X(X-1)}: derajatnya 00, jadi ada bagian bulatnya: dengan membaginya, X2+1=(X2X)+(X+1)X^2 + 1 = (X^2 - X) + (X + 1), sehingga F=1+X+1X(X1)F = 1 + \frac{X+1}{X(X-1)}. Penutupan pada sisanya: 11=1\frac{1}{-1} = -1 di 00, dan 21=2\frac{2}{1} = 2 di 11:

F=11X+2X1.F = 1 - \frac{1}{X} + \frac{2}{X-1} .

Latihan 9.2

Uraikan atas R\R: 1X(X2+1)\dfrac{1}{X(X^2 + 1)} dan X3X2+X+1\dfrac{X^3}{X^2 + X + 1}.

Solusi

Solusi Latihan 9.2.

1X(X2+1)\dfrac{1}{X(X^2+1)}: dengan bentuk aX+bX+cX2+1\frac aX + \frac{bX + c}{X^2 + 1}. Penutupan di 00: a=1a = 1. Limit xFxF: 0=a+b0 = a + b, jadi b=1b = -1. Perhitungan nilai di X=1X = 1: 12=1+c12\frac12 = 1 + \frac{c - 1}{2}, jadi c=0c = 0:

1X(X2+1)=1XXX2+1.\frac{1}{X(X^2+1)} = \frac 1X - \frac{X}{X^2+1} .

X3X2+X+1\dfrac{X^3}{X^2+X+1}: dengan pembagian: X3=(X2+X+1)(X1)+1X^3 = (X^2+X+1)(X - 1) + 1, jadi

X3X2+X+1=X1+1X2+X+1,\frac{X^3}{X^2+X+1} = X - 1 + \frac{1}{X^2 + X + 1} ,

yang sudah berbentuk terurai secara real (karena kuadratnya berdiskriminan negatif).

Latihan 9.3

Uraikan 1X2(X1)\dfrac{1}{X^2(X - 1)} dan X+1(X1)3\dfrac{X + 1}{(X - 1)^3} (untuk yang kedua, substitusikan Y=X1Y = X - 1).

Solusi

Solusi Latihan 9.3.

1X2(X1)\dfrac{1}{X^2(X-1)}: dengan bentuk aX2+bX+cX1\frac{a}{X^2} + \frac bX + \frac{c}{X-1}. Penutupan pada kutub ganda 00: a=[1X1]0=1a = \bigl[\frac{1}{X-1}\bigr]_{0} = -1. Penutupan di 11: c=1c = 1. Limit xFxF: 0=b+c0 = b + c, jadi b=1b = -1:

1X2(X1)=1X21X+1X1.\frac{1}{X^2(X-1)} = -\frac{1}{X^2} - \frac1X + \frac{1}{X-1} .

X+1(X1)3\dfrac{X+1}{(X-1)^3}: dengan Y=X1Y = X - 1, pembilangnya menjadi Y+2Y + 2:

Y+2Y3=1Y2+2Y3=1(X1)2+2(X1)3.\frac{Y + 2}{Y^3} = \frac{1}{Y^2} + \frac{2}{Y^3} = \frac{1}{(X-1)^2} + \frac{2}{(X-1)^3} .

Latihan 9.4 ★★

Uraikan atas C\C, lalu atas R\R: 1X41\dfrac{1}{X^4 - 1}.

Solusi

Solusi Latihan 9.4.

Kutubnya adalah akar satuan keempat 1,i,1,i1, \iu, -1, -\iu, yang semuanya sederhana. Rumus kutub sederhananya dengan B=4X3B' = 4X^3: koefisien di aa adalah 14a3=a4a4=a4\frac{1}{4a^3} = \frac{a}{4a^4} = \frac a4 (memakai a4=1a^4 = 1). Jadi, atas C\C:

1X41=1/4X11/4X+1+i/4Xii/4X+i.\frac{1}{X^4 - 1} = \frac{1/4}{X - 1} - \frac{1/4}{X + 1} + \frac{\iu/4}{X - \iu} - \frac{\iu/4}{X + \iu} .

Dengan mengelompokkan pasangan konjugatnya (yang berpenyebut persekutuan X2+1X^2 + 1): i4(1Xi1X+i)=i42iX2+1=1/2X2+1\frac{\iu}{4}\bigl(\frac{1}{X-\iu} - \frac{1}{X+\iu}\bigr) = \frac{\iu}{4}\cdot\frac{2\iu}{X^2+1} = \frac{-1/2}{X^2+1}. Jadi atas R\R:

1X41=1/4X11/4X+11/2X2+1.\frac{1}{X^4 - 1} = \frac{1/4}{X-1} - \frac{1/4}{X+1} - \frac{1/2}{X^2 + 1} .

Periksa di X=0X = 0: 1=141412-1 = -\frac14 - \frac14 - \frac12.

Latihan 9.5 ★★

Uraikan atas R\R: X2(X2+1)2\dfrac{X^2}{(X^2 + 1)^2}, lalu simpulkan sebuah antiturunan xx2(x2+1)2x \mapsto \dfrac{x^2}{(x^2+1)^2} bila diberikan  ⁣dx(x2+1)2=12(arctanx+xx2+1)+C\int \frac{\dd x}{(x^2+1)^2} = \frac12\bigl(\arctan x + \frac{x}{x^2+1}\bigr) + C.

Solusi

Solusi Latihan 9.5.

X2(X2+1)2=(X2+1)1(X2+1)2=1X2+11(X2+1)2\dfrac{X^2}{(X^2+1)^2} = \dfrac{(X^2 + 1) - 1}{(X^2+1)^2} = \dfrac{1}{X^2+1} - \dfrac{1}{(X^2+1)^2}.

Jadi sebuah antiturunannya:

x2 ⁣dx(x2+1)2=arctanx12(arctanx+xx2+1)+C=12arctanxx2(x2+1)+C.\int \frac{x^2\,\dd x}{(x^2+1)^2} = \arctan x - \frac12\Bigl(\arctan x + \frac{x}{x^2+1}\Bigr) + C = \frac12\arctan x - \frac{x}{2(x^2+1)} + C .

Latihan 9.6 ★★

Untuk nNn \in \N^*, uraikan Fn=n!X(X+1)(X+n)F_n = \dfrac{n!}{X(X+1)\cdots(X+n)} (dengan kutub sederhana di 0,1,,n0, -1, \dots, -n; pakai rumus penutupannya lalu kenali koefisien binomialnya).

Solusi

Solusi Latihan 9.6.

Kutubnya 0,1,,n0, -1, \dots, -n semuanya sederhana. Penutupan di k-k:

ck=n!jk(k+j)=n!(j=0k1(jk))(j=k+1n(jk))=n!(1)kk!(nk)!=(1)k(nk).c_k = \frac{n!}{\prod_{j \neq k} (-k + j)} = \frac{n!}{\bigl(\prod_{j=0}^{k-1}(j - k)\bigr) \bigl(\prod_{j=k+1}^{n}(j-k)\bigr)} = \frac{n!}{(-1)^k k!\,(n-k)!} = (-1)^k \binom nk .

Jadi

n!X(X+1)(X+n)=k=0n(1)k(nk)X+k.\frac{n!}{X(X+1)\cdots(X+n)} = \sum_{k=0}^{n} \frac{(-1)^k \binom nk}{X + k} .

(Pemeriksaan kewajaran untuk n=1n = 1: 1X(X+1)=1X1X+1\frac{1}{X(X+1)} = \frac1X - \frac{1}{X+1}.)

Latihan 9.7 ★★

Dengan memakai kesamaan pada Latihan 8.11 untuk P=Xn1P = X^n - 1, buktikan bahwa

k=0n11Xωk=nXn1Xn1,ω=e2iπ/n,\sum_{k=0}^{n-1} \frac{1}{X - \omega^k} = \frac{n X^{n-1}}{X^n - 1}, \qquad \omega = \eu^{2\iu\pi/n},

lalu hitung nilai kedua ruasnya di X=2X = 2 untuk n=4n = 4 sebagai pemeriksaan.

Solusi

Solusi Latihan 9.7.

P=Xn1P = X^n - 1 mempunyai nn akar sederhana ωk\omega^k (Teorema 3.14), jadi kesamaan turunan logaritmik pada Latihan 8.11 berbunyi

k=0n11Xωk=P(X)P(X)=nXn1Xn1.\sum_{k=0}^{n-1} \frac{1}{X - \omega^k} = \frac{P'(X)}{P(X)} = \frac{n X^{n-1}}{X^n - 1} .

Di X=2X = 2, n=4n = 4: ruas kanannya =4×815=3215= \frac{4 \times 8}{15} = \frac{32}{15}. Ruas kirinya: 121+12+1+12i+12+i=1+13+45=15+5+1215=3215\frac{1}{2-1} + \frac{1}{2+1} + \frac{1}{2 - \iu} + \frac{1}{2 + \iu} = 1 + \frac13 + \frac{4}{5} = \frac{15 + 5 + 12}{15} = \frac{32}{15}, dengan memakai 12i+12+i=45\frac{1}{2-\iu} + \frac{1}{2+\iu} = \frac{4}{5}.

Latihan 9.8 ★★

Uraikan 1k(k+1)(k+2)\dfrac{1}{k(k+1)(k+2)} lalu hitunglah

Sn=k=1n1k(k+1)(k+2),lalulimnSn.S_n = \sum_{k=1}^{n} \frac{1}{k(k+1)(k+2)}, \qquad\text{lalu}\qquad \lim_{n \to \infty} S_n .
Solusi

Solusi Latihan 9.8.

Penutupan: 1k(k+1)(k+2)=1/2k1k+1+1/2k+2\dfrac{1}{k(k+1)(k+2)} = \dfrac{1/2}{k} - \dfrac{1}{k+1} + \dfrac{1/2}{k+2}. Tulis ulang sebagai selisih yang teleskopik:

1k(k+1)(k+2)=12(1k(k+1)1(k+1)(k+2)),\frac{1}{k(k+1)(k+2)} = \frac12\Bigl(\frac{1}{k(k+1)} - \frac{1}{(k+1)(k+2)}\Bigr),

(jabarkan untuk memeriksanya — atau kurangkan kedua penguraiannya). Dengan menjumlahkannya:

Sn=12(11×21(n+1)(n+2))=1412(n+1)(n+2)n14.S_n = \frac12\Bigl(\frac{1}{1 \times 2} - \frac{1}{(n+1)(n+2)}\Bigr) = \frac14 - \frac{1}{2(n+1)(n+2)} \xrightarrow[n \to \infty]{} \frac14 .

Latihan 9.9 ★★★

Misalkan PR[X]P \in \R[X] monik berderajat nn dengan nn akar real yang berbeda x1<<xnx_1 < \dots < x_n. Buktikan bahwa

i=1n1P(xi)=0(n2),i=1nxin1P(xi)=1.\sum_{i=1}^{n} \frac{1}{P'(x_i)} = 0 \quad (n \geq 2), \qquad \sum_{i=1}^{n} \frac{x_i^{\,n-1}}{P'(x_i)} = 1 .

Petunjuk: uraikan XmP\frac{X^m}{P} untuk mn1m \leq n - 1 lalu perhatikan peluruhan koefisiennya di tak hingga — atau pakai interpolasi Lagrange (Teorema 8.23) atas monomial XmX^m pada simpul xix_i.

Solusi

Solusi Latihan 9.9.

Uraikan, untuk 0mn10 \leq m \leq n - 1, pecahan XmP\frac{X^m}{P} (yang berderajat mn1m - n \leq -1, dengan kutub sederhana): maka rumus kutub sederhananya memberikan

XmP=i=1nxim/P(xi)Xxi.\frac{X^m}{P} = \sum_{i=1}^{n} \frac{x_i^m / P'(x_i)}{X - x_i} .

Kalikan dengan XX lalu ambil X+X \to +\infty: ruas kirinya menuju limit Xm+1/PX^{m+1}/P, yang bernilai 00 bila mn2m \leq n - 2 dan 11 bila m=n1m = n - 1 (karena PP monik berderajat nn); sedangkan ruas kanannya menuju iximP(xi)\sum_i \frac{x_i^m}{P'(x_i)}. Jadi

i=1nximP(xi)={0untuk 0mn2,1untuk m=n1,\sum_{i=1}^{n} \frac{x_i^{m}}{P'(x_i)} = \begin{cases} 0 & \text{untuk } 0 \leq m \leq n-2,\\ 1 & \text{untuk } m = n - 1, \end{cases}

yang memuat kedua kesamaan yang dinyatakan tadi (dengan m=0m = 0 menuntut n2n \geq 2). (Tafsirannya lewat Teorema 8.23: jumlah itu adalah koefisien utama penginterpolasi Lagrange bagi XmX^m, dan menginterpolasi polinomial berderajat n1\leq n-1 pada nn titik menghasilkannya kembali secara persis.)

Latihan 9.10 ★★

Uraikan 1X(X+1)2\dfrac{1}{X(X+1)^2} atas R\R. Dengan menerima nilai k11k2=π26\sum_{k \geq 1} \frac1{k^2} = \frac{\pi^2}6 (yang dibuktikan pada soal akhir pekan bab ini), simpulkan

n=11n(n+1)2=2π26.\sum_{n=1}^{\infty} \frac{1}{n(n+1)^2} = 2 - \frac{\pi^2}{6} .
Solusi

Solusi Latihan 9.10.

Bentuknya aX+bX+1+c(X+1)2\frac aX + \frac b{X+1} + \frac c{(X+1)^2}. Penutupan di 00: a=1a = 1; penutupan pada kutub gandanya: c=[1X]X=1=1c = \bigl[\frac1X \bigr]_{X=-1} = -1; dan limit xF(x)xF(x) di tak hingga: 0=a+b0 = a + b, jadi b=1b = -1:

1X(X+1)2=1X1X+11(X+1)2.\frac{1}{X(X+1)^2} = \frac1X - \frac1{X+1} - \frac1{(X+1)^2} .

Dengan menjumlahkannya untuk n=1,,Nn = 1, \dots, N: kedua bata pertamanya berteleskop menjadi 11N+11 - \frac1{N+1}, dan yang ketiga menyumbang k=2N+11k2-\sum_{k=2}^{N+1} \frac1{k^2}. Lalu dengan mengambil NN \to \infty dan memakai k11k2=π26\sum_{k\geq1} \frac1{k^2} = \frac{\pi^2}6:

n=11n(n+1)2=1(π261)=2π260.355.\sum_{n=1}^{\infty}\frac{1}{n(n+1)^2} = 1 - \Bigl(\frac{\pi^2}6 - 1\Bigr) = 2 - \frac{\pi^2}6 \approx 0.355 .

Latihan 9.11 ★★

Uraikan atas R\R: 1(X2+1)(X2+4)\dfrac{1}{(X^2+1)(X^2+4)}, lalu X2(X2+1)(X2+4)\dfrac{X^2}{(X^2+1)(X^2+4)}. Petunjuk: kedua penyebutnya adalah polinomial dalam X2X^2: jadi uraikan 1(Y+1)(Y+4)\frac1{(Y+1)(Y+4)} lebih dulu.

Solusi

Solusi Latihan 9.11.

Dalam variabel YY: 1(Y+1)(Y+4)=1/3Y+11/3Y+4\frac1{(Y+1)(Y+4)} = \frac{1/3}{Y+1} - \frac{1/3}{Y+4} (dari penutupan di 1-1 dan 4-4), jadi

1(X2+1)(X2+4)=131X2+1131X2+4.\frac{1}{(X^2+1)(X^2+4)} = \frac13\,\frac1{X^2+1} - \frac13\,\frac1{X^2+4} .

Demikian pula Y(Y+1)(Y+4)=1/3Y+1+4/3Y+4\frac{Y}{(Y+1)(Y+4)} = \frac{-1/3}{Y+1} + \frac{4/3}{Y+4}, sehingga

X2(X2+1)(X2+4)=131X2+1+431X2+4.\frac{X^2}{(X^2+1)(X^2+4)} = -\frac13\,\frac1{X^2+1} + \frac43\,\frac1{X^2+4} .

(Periksa di X=0X = 0: 0=13(1+1)0 = \frac13(-1 + 1).) Keduanya sudah merupakan penguraian realnya: karena pembilang di atas kuadrat yang tak tereduksikan kebetulan berupa konstanta.

Latihan 9.12 ★★★

(Persamaan sekuler) Misalkan F=i=1rciXpiF = \sum_{i=1}^{r} \frac{c_i}{X - p_i} dengan p1<p2<<prp_1 < p_2 < \dots < p_r real dan semua ci>0c_i > 0.

  1. Tunjukkan bahwa FF turun tegas pada setiap selang di daerah asalnya, lalu berikan limitnya di ±\pm\infty dan pada kedua sisi setiap kutubnya.
  2. Simpulkan bahwa untuk setiap λ>0\lambda > 0, persamaan F(x)=λF(x) = \lambda mempunyai tepat rr penyelesaian real, satu pada masing-masing selang (pi,pi+1)\intoo{p_i}{p_{i+1}} dan satu di luar prp_r. (Persamaan semacam itu mengatur perturbasi nilai eigen; adapun teorema nilai antara di sini dipakai pada taraf sekolah menengah dan dibuktikan pada Bab 13.)
Solusi

Solusi Latihan 9.12.

  1. Pada setiap selang yang menghindari kutubnya, F(x)=ici(xpi)2<0F'(x) = -\sum_i \frac{c_i}{(x - p_i)^2} < 0: jadi ia turun tegas. Ketika x±x \to \pm\infty, setiap batanya menuju 00: sehingga F0F \to 0, dari atas di ++\infty (karena semua batanya positif di sana) dan dari bawah di -\infty. Ketika xpi+x \to p_i^+, bata cixpi\frac{c_i}{x - p_i} meledak ke ++\infty sedangkan yang lain tetap terbatas: jadi F+F \to +\infty; demikian pula FF \to -\infty ketika xpix \to p_i^-.
  2. Tetapkan λ>0\lambda > 0. Pada (,p1)\intoo{-\infty}{p_1}: FF turun dari 00^- ke -\infty, jadi F<0<λF < 0 < \lambda: tak ada penyelesaian. Pada masing-masing (pi,pi+1)\intoo{p_i}{p_{i+1}} (1ir11 \leq i \leq r-1): FF turun dari ++\infty ke -\infty, sehingga ia bernilai λ\lambda tepat sekali (menurut sifat nilai antara beserta kemonotonan tegasnya). Pada (pr,+)\intoo{p_r}{+\infty}: FF turun dari ++\infty ke 0+0^+, sehingga sekali lagi tepat satu penyelesaian. Totalnya: tepat rr penyelesaian, yang berselang-seling dengan kutubnya.

9.5 Soal: Pecahan parsial sebagai sebuah mesin

Soal 9.1

Penguraian pecahan parsial tampak seperti pembukuan belaka; soal ini menunjukkan bahwa ia sebuah mesin. Disuapi pecahan 1X(X+1)(X+k)\frac1{X(X+1)\cdots(X+k)}, ia meneleskopkan seluruh keluarga jumlah menjadi bentuk tertutup; disuapi 1Xn1\frac1{X^n - 1}, ia menghasilkan kesamaan trigonometri seperti

k=1n11sin2kπn=n213;\sum_{k=1}^{n-1}\frac{1}{\sin^2\frac{k\pi}{n}} = \frac{n^2-1}{3} ;

dan, didorong satu langkah lagi, kesamaan itu memeras keluar salah satu rumus paling termasyhur dalam matematika, yaitu rumus Euler

k=11k2=π26\sum_{k=1}^{\infty}\frac1{k^2} = \frac{\pi^2}{6}

— yang di sini diperoleh tanpa apa pun di luar aljabar bab ini dan trigonometri sekolah menengah. Di sepanjang soal ini, ω=e2iπ/n\omega = \eu^{2\iu\pi/n}; adapun limit barisan dipakai pada taraf sekolah menengah (Bab 11 meresmikannya).

Bagian I — Teleskopnya.

  1. Uraikan 1X(X+1)\frac1{X(X+1)} lalu hitung n=1N1n(n+1)\sum_{n=1}^{N} \frac1{n(n+1)} secara eksak; lalu simpulkan bahwa jumlahnya menuju 11.
  2. Hal yang sama untuk 1X(X+2)\frac1{X(X+2)}: tunjukkan n=1N1n(n+2)=12(321N+11N+2)34\sum_{n=1}^{N} \frac1{n(n+2)} = \frac12\bigl(\frac32 - \frac1{N+1} - \frac1{N+2}\bigr) \to \frac34. (Dengan adanya celah, dua suku batas bertahan pada masing-masing ujungnya.)
  3. Resmikan mekanismenya: jika F(X)=G(X)G(X+1)F(X) = G(X) - G(X+1) untuk suatu GG rasional yang tak berkutub di [1,+)\intco1{+\infty}, maka n=1NF(n)=G(1)G(N+1)\sum_{n=1}^N F(n) = G(1) - G(N+1). Pulihkan nilai 14\frac14 pada Latihan 9.8 dengan menunjukkan saksi GG untuk F=1X(X+1)(X+2)F = \frac1{X(X+1)(X+2)}.
  4. Buktikan teleskop faktorial yang umum: untuk k1k \geq 1,

    1X(X+1)(X+k)=1k(1X(X+1)(X+k1)1(X+1)(X+k)),\frac{1}{X(X+1)\cdots(X+k)} = \frac1k\biggl(\frac{1}{X(X+1)\cdots(X+k-1)} - \frac{1}{(X+1)\cdots(X+k)}\biggr),

    lalu simpulkan

    n=11n(n+1)(n+k)=1kk!.\sum_{n=1}^{\infty}\frac{1}{n(n+1)\cdots(n+k)} = \frac{1}{k \cdot k!} .

    Periksa kasus k=2k = 2 terhadap pertanyaan 3.

  5. Hitunglah nilai penguraian Latihan 9.6 pada titik yang dipilih baik untuk membuktikan

    j=0n(1)j(nj)1j+1=1n+1,j=0n(1)j(nj)1j+2=1(n+1)(n+2).\sum_{j=0}^{n}(-1)^j\binom nj\,\frac1{j+1} = \frac1{n+1}, \qquad \sum_{j=0}^{n}(-1)^j\binom nj\,\frac1{j+2} = \frac1{(n+1)(n+2)} .

Bagian II — Pecahan 1/(Xn1)1/(X^n - 1).

  1. Tunjukkan lewat rumus penutupannya bahwa

    1Xn1=1nk=0n1ωkXωk.\frac{1}{X^n - 1} = \frac1n\sum_{k=0}^{n-1}\frac{\omega^k}{X - \omega^k} .
  2. Dua pemeriksaan kewajaran: periksa rumusnya secara langsung untuk n=2n = 2, lalu tunjukkan bahwa jumlah nn koefisiennya lenyap untuk n2n \geq 2 — dan jelaskan mengapa ia harus demikian (tinjau xF(x)xF(x) ketika xx \to \infty).
  3. Turunkan ulang lewat penutupan kesamaan pada Latihan 9.7: nXn1Xn1=k1Xωk\frac{nX^{n-1}}{X^n-1} = \sum_k \frac1{X - \omega^k}.
  4. Kelompokkan kutub konjugatnya untuk membuktikan penguraian realnya: dengan θk=2kπn\theta_k = \frac{2k\pi}n,

    ωkXωk+ωnkXωnk=2cosθkX2X22cosθkX+1,\frac{\omega^k}{X - \omega^k} + \frac{\omega^{n-k}}{X - \omega^{n-k}} = \frac{2\cos\theta_k\,X - 2} {X^2 - 2\cos\theta_k\,X + 1} ,

    lalu tuliskan penguraian real lengkap 1Xn1\frac1{X^n-1} (bedakan nn ganjil dan nn genap).

  5. Khususkan pada n=4n = 4 lalu cocokkan dengan Latihan 9.4.

Bagian III — Jumlah trigonometri, dan π2/6\pi^2/6 Euler. Misalkan P=1+X++Xn1P = 1 + X + \dots + X^{n-1}, yang akarnya adalah ω,ω2,,ωn1\omega, \omega^2, \dots, \omega^{n-1} (semuanya sederhana).

  1. Dengan memakai PP=k=1n11Xωk\frac{P'}P = \sum_{k=1}^{n-1}\frac1{X - \omega^k} (Latihan 8.11), buktikan

    k=1n111ωk=n12.\sum_{k=1}^{n-1}\frac{1}{1 - \omega^k} = \frac{n-1}2 .
  2. Buktikan 11eiθ=12+i2cos(θ/2)sin(θ/2)\dfrac1{1 - \eu^{\iu\theta}} = \dfrac12 + \dfrac\iu2\,\frac{\cos(\theta/2)}{\sin(\theta/2)} untuk θ2πZ\theta \notin 2\pi\Z (lewat pemfaktoran setengah sudut, Metode 3.11), lalu simpulkan dari pertanyaan 11 bahwa k=1n1cos(kπ/n)sin(kπ/n)=0\sum_{k=1}^{n-1} \frac{\cos(k\pi/n)}{\sin(k\pi/n)} = 0 — yang juga terlihat lewat simetri knkk \leftrightarrow n - k.
  3. Dengan menurunkan kesamaan pertanyaan 11 (yakni memakai (PP)=PP(PP)2\bigl(\frac{P'}P\bigr)' = \frac{P''}P - \bigl(\frac{P'}P\bigr)^2 yang dihitung di X=1X = 1), buktikan

    k=1n11(1ωk)2=(n1)(5n)12.\sum_{k=1}^{n-1}\frac{1}{(1 - \omega^k)^2} = \frac{(n-1)(5-n)}{12} .
  4. Dengan menulis cott=costsint\cot t = \frac{\cos t}{\sin t}, simpulkan dari pertanyaan 12–13 kedua bentuk tertutupnya

    k=1n1cot2kπn=(n1)(n2)3,k=1n11sin2kπn=n213.\sum_{k=1}^{n-1}\cot^2\frac{k\pi}n = \frac{(n-1)(n-2)}3, \qquad \sum_{k=1}^{n-1}\frac1{\sin^2\frac{k\pi}n} = \frac{n^2-1}3 .
  5. Periksa kedua rumusnya dengan tangan untuk n=3n = 3 dan n=4n = 4.
  6. Buktikan ketaksamaan cott<1t<1sint\cot t < \frac1t < \frac1{\sin t} untuk t(0,π2)t \in \intoo0{\frac\pi2} (dari sint<t<tant\sin t < t < \tan t), lalu simpulkan, untuk n=2m+1n = 2m + 1 dan 1km1 \leq k \leq m:

    cot2kπn  <  n2k2π2  <  1sin2kπn.\cot^2\frac{k\pi}n \;<\; \frac{n^2}{k^2\pi^2} \;<\; \frac1{\sin^2\frac{k\pi}n} .
  7. Jumlahkan ketaksamaan itu untuk k=1,,mk = 1, \dots, m (dengan memakai simetri knkk \leftrightarrow n - k untuk memaruhkan rumus pertanyaan 14) lalu apitlah:

    k=11k2=π26.\sum_{k=1}^{\infty}\frac1{k^2} = \frac{\pi^2}6 .

Bagian IV — Bata berorde lebih tinggi.

  1. Dengan mengkuadratkan penguraian 1X21\frac1{X^2-1} lalu menguraikan ulang suku silangnya, buktikan

    1(X21)2=14(1(X1)2+1(X+1)2)14(1X11X+1),\frac1{(X^2-1)^2} = \frac14\Bigl(\frac1{(X-1)^2} + \frac1{(X+1)^2}\Bigr) - \frac14\Bigl(\frac1{X-1} - \frac1{X+1}\Bigr),

    lalu periksa ia di X=0X = 0.

  2. Padukan pertanyaan 18, teleskopnya, dan nilai Euler (pertanyaan 17) untuk membuktikan

    n=21(n21)2=π2121116,\sum_{n=2}^{\infty}\frac1{(n^2-1)^2} = \frac{\pi^2}{12} - \frac{11}{16} ,

    lalu benarkan nilainya secara numerik sampai tiga desimal.

  3. Turunkan kesamaan pertanyaan 8 untuk memperoleh sebuah bentuk tertutup bagi k=0n11(Xωk)2\sum_{k=0}^{n-1}\frac1{(X - \omega^k)^2}, lalu periksa ia di X=2X = 2, n=2n = 2.
  4. Buktikan bahwa untuk k2k \geq 2,

    n=k1(nk)=kk1.\sum_{n=k}^{\infty}\frac{1}{\binom nk} = \frac{k}{k-1} .

    (Susutkan ke pertanyaan 4 dengan menulis 1/(nk)1/\binom nk memakai faktorial.)

  5. Untuk k=3k = 3, berikan jumlah parsial yang eksak n=3N1(n3)\sum_{n=3}^{N}\frac1{\binom n3} beserta limitnya.

Bagian V — Sintesis.

  1. Sebagai perhitungan penutup, tuliskan penguraian real lengkap 1X61\dfrac1{X^6 - 1} lalu periksa ia di X=0X = 0.
  2. Di mana persisnya soal ini memakai: (i) ketunggalan penguraiannya; (ii) akar satuan dari Bab 3; (iii) turunan logaritmik dari Latihan 8.11? Satu kalimat untuk masing-masing.
  3. Sintesis, dalam satu paragraf pendek: satu kesamaan aljabar — yaitu memecah pecahan menjadi bata — melahirkan jumlah yang eksak, kesamaan trigonometri, dan π2/6\pi^2/6. Berilah komentar atas pembagian tugas antara aljabar (penguraian yang eksak dan berlaku di mana-mana) dan analisis (limit dan pengapitan), lalu tunjukkan tempat masing-masing benangnya diindustrialisasi: teleskop dan perbandingan pada Bab 17, dan pengintegralan batanya pada Bab 15.
Solusi

Solusi Soal 9.1.

1. Penutupan: 1X(X+1)=1X1X+1\frac1{X(X+1)} = \frac1X - \frac1{X+1}. Jumlahnya pun berteleskop:

n=1N(1n1n+1)=11N+11.\sum_{n=1}^{N}\Bigl(\frac1n - \frac1{n+1}\Bigr) = 1 - \frac1{N+1} \longrightarrow 1 .

2. 1X(X+2)=1/2X1/2X+2\frac1{X(X+2)} = \frac{1/2}X - \frac{1/2}{X+2}. Dengan menjumlahkannya, suku 1n\frac1n bertahan untuk n=1,2n = 1, 2 dan suku 1n+2-\frac1{n+2} bertahan untuk n=N1,Nn = N-1, N:

n=1N1n(n+2)=12(1+121N+11N+2)34.\sum_{n=1}^{N}\frac1{n(n+2)} = \frac12\Bigl(1 + \frac12 - \frac1{N+1} - \frac1{N+2}\Bigr) \longrightarrow \frac34 .

3. Jika F(X)=G(X)G(X+1)F(X) = G(X) - G(X+1), maka n=1NF(n)=n=1N(G(n)G(n+1))=G(1)G(N+1)\sum_{n=1}^N F(n) = \sum_{n=1}^N\bigl(G(n) - G(n+1)\bigr) = G(1) - G(N+1): karena semua nilai antaranya saling hapus berpasangan. Untuk F=1X(X+1)(X+2)F = \frac1{X(X+1)(X+2)}, saksinya adalah G(X)=12X(X+1)G(X) = \frac1{2X(X+1)}:

G(X)G(X+1)=(X+2)X2X(X+1)(X+2)=F(X),G(X) - G(X+1) = \frac{(X+2) - X}{2X(X+1)(X+2)} = F(X) ,

jadi n=1NF(n)=1412(N+1)(N+2)14\sum_{n=1}^N F(n) = \frac14 - \frac1{2(N+1)(N+2)} \to \frac14, yaitu nilai pada Latihan 9.8.

4. Letakkan ruas kanannya di atas penyebut persekutuan X(X+1)(X+k)X(X+1)\cdots(X+k):

1k(X+k)XX(X+1)(X+k)=1X(X+1)(X+k),\frac1k\cdot\frac{(X + k) - X}{X(X+1)\cdots(X+k)} = \frac{1}{X(X+1)\cdots(X+k)} ,

yang tepat merupakan kesamaannya. Jadi Fk(X)=1k(Gk(X)Gk(X+1))F_k(X) = \frac1k\bigl(G_k(X) - G_k(X+1)\bigr) dengan Gk(X)=1X(X+1)(X+k1)G_k(X) = \frac1{X(X+1)\cdots(X+k-1)}, dan mekanisme pertanyaan 3 memberikan

n=1N1n(n+1)(n+k)=1k(1k!Gk(N+1))1kk!,\sum_{n=1}^{N}\frac1{n(n+1)\cdots(n+k)} = \frac1k\Bigl(\frac1{k!} - G_k(N+1)\Bigr) \longrightarrow \frac1{k\cdot k!} ,

karena Gk(1)=1k!G_k(1) = \frac1{k!} dan Gk(N+1)0G_k(N+1) \to 0. Untuk k=2k = 2: 122=14\frac1{2\cdot2} = \frac14, yang cocok dengan pertanyaan 3.

5. Latihan 9.6 memberikan n!X(X+1)(X+n)=j=0n(1)j(nj)X+j\frac{n!}{X(X+1)\cdots(X+n)} = \sum_{j=0}^n \frac{(-1)^j\binom nj}{X + j}. Hitung nilainya di X=1X = 1: ruas kirinya menjadi n!(n+1)!=1n+1\frac{n!}{(n+1)!} = \frac1{n+1}, sedangkan ruas kanannya menjadi j(1)j(nj)11+j\sum_j(-1)^j\binom nj\frac1{1+j}: itulah kesamaan pertamanya. Di X=2X = 2: ruas kirinya menjadi n!23(n+2)=n!1(n+2)!=1(n+1)(n+2)\frac{n!}{2\cdot3\cdots(n+2)} = \frac{n!\cdot1}{(n+2)!} = \frac1{(n+1)(n+2)}, sedangkan ruas kanannya j(1)j(nj)12+j\sum_j(-1)^j\binom nj\frac1{2+j}: itulah kesamaan keduanya.

6. Kutub ωk\omega^k semuanya sederhana, dan rumus kutub sederhana pada Metode 9.6 memberikan koefisien

1(nXn1)X=ωk=1nωk(n1)=ωknωkn=ωkn,\frac{1}{\bigl(nX^{n-1}\bigr)_{X = \omega^k}} = \frac{1}{n\,\omega^{k(n-1)}} = \frac{\omega^k}{n\,\omega^{kn}} = \frac{\omega^k}n ,

dengan memakai ωkn=1\omega^{kn} = 1. Jadi 1Xn1=1nkωkXωk\frac1{X^n-1} = \frac1n\sum_k \frac{\omega^k}{X - \omega^k}.

7. Untuk n=2n = 2 (dengan ω=1\omega = -1): 12(1X11X+1)=122X21=1X21\frac12\bigl( \frac1{X-1} - \frac1{X+1}\bigr) = \frac12\cdot\frac{2}{X^2-1} = \frac1{X^2-1}: jadi benar. Koefisiennya berjumlah 1nkωk=0\frac1n\sum_k\omega^k = 0 untuk n2n \geq 2 (Proposisi 3.18). Memang harus demikian: karena xF(x)kckx\,F(x) \to \sum_k c_k ketika xx \to \infty untuk sebarang penguraian berkutub sederhana, sedangkan di sini xF(x)=xxn10xF(x) = \frac{x}{x^n-1} \to 0 karena n2n \geq 2.

8. Penutupan untuk Xn1Xn1\frac{X^{n-1}}{X^n - 1} di ωk\omega^k: A(ωk)B(ωk)=ωk(n1)nωk(n1)=1n\frac{A(\omega^k)}{B'(\omega^k)} = \frac{\omega^{k(n-1)}}{n\omega^{k(n-1)}} = \frac1n, jadi Xn1Xn1=1nk1Xωk\frac{X^{n-1}}{X^n-1} = \frac1n\sum_k\frac1{X - \omega^k} — yaitu kesamaan Latihan 9.7 sekali lagi.

9. Dengan c=ωkc = \omega^k, c=ωnk\conj c = \omega^{n-k} dan cc=1c\conj c = 1, c+c=2cosθkc + \conj c = 2\cos\theta_k:

cXc+cXc=c(Xc)+c(Xc)(Xc)(Xc)=2cosθkX2X22cosθkX+1.\frac{c}{X - c} + \frac{\conj c}{X - \conj c} = \frac{c(X - \conj c) + \conj c(X - c)} {(X - c)(X - \conj c)} = \frac{2\cos\theta_k\,X - 2}{X^2 - 2\cos\theta_k\,X + 1} .

Dengan mengelompokkan kk bersama nkn - k pada pertanyaan 6: untuk nn ganjil,

1Xn1=1n(1X1+k=1(n1)/22cosθkX2X22cosθkX+1);\frac1{X^n - 1} = \frac1n\Biggl(\frac1{X-1} + \sum_{k=1}^{(n-1)/2} \frac{2\cos\theta_k X - 2}{X^2 - 2\cos\theta_k X + 1}\Biggr) ;

sedangkan untuk nn genap, kutub ωn/2=1\omega^{n/2} = -1 yang berpasangan dengan dirinya sendiri menyumbang 1X+1\frac{-1}{X+1} di dalam kurungnya dan jumlah pasangannya berjalan sampai n21\frac n2 - 1.

10. Untuk n=4n = 4: θ1=π2\theta_1 = \frac\pi2, cosθ1=0\cos\theta_1 = 0, jadi suku pasangannya adalah 2X2+1\frac{-2}{X^2+1} dan

1X41=14(1X11X+12X2+1),\frac1{X^4-1} = \frac14\Bigl(\frac1{X-1} - \frac1{X+1} - \frac2{X^2+1}\Bigr) ,

yaitu penguraian pada Latihan 9.4.

11. P=k=1n1(Xωk)P = \prod_{k=1}^{n-1}(X - \omega^k) (bagilah Xn1X^n - 1 dengan X1X - 1), jadi menurut Latihan 8.11, PP=k=1n11Xωk\frac{P'}P = \sum_{k=1}^{n-1}\frac1{X-\omega^k}. Di X=1X = 1: P(1)=nP(1) = n dan P(1)=j=1n1j=n(n1)2P'(1) = \sum_{j=1}^{n-1}j = \frac{n(n-1)}2, sehingga

k=1n111ωk=P(1)P(1)=n12.\sum_{k=1}^{n-1}\frac1{1 - \omega^k} = \frac{P'(1)}{P(1)} = \frac{n-1}2 .

12. Setengah sudut: 1eiθ=2isinθ2eiθ/21 - \eu^{\iu\theta} = -2\iu\sin\frac\theta2\,\eu^{\iu\theta/2}, sehingga

11eiθ=eiθ/22isinθ2=icosθ2+sinθ22sinθ2=12+i2cosθ2sinθ2.\frac1{1 - \eu^{\iu\theta}} = \frac{\eu^{-\iu\theta/2}}{-2\iu\sin\frac\theta2} = \frac{\iu\cos\frac\theta2 + \sin\frac\theta2} {2\sin\frac\theta2} = \frac12 + \frac\iu2\, \frac{\cos\frac\theta2}{\sin\frac\theta2} .

Dengan θ=θk=2kπn\theta = \theta_k = \frac{2k\pi}n: 11ωk=12+i2cotkπn\frac1{1-\omega^k} = \frac12 + \frac\iu2\cot\frac{k\pi}n. Dengan menjumlahkannya atas k=1,,n1k = 1, \dots, n-1 lalu membandingkannya dengan nilai real n12\frac{n-1}2 pada pertanyaan 11: bagian realnya sudah menanggung segalanya, sehingga kcotkπn=0\sum_k\cot\frac{k\pi}n = 0 — sebagaimana juga ditunjukkan simetri cot(nk)πn=cotkπn\cot\frac{(n-k) \pi}n = -\cot\frac{k\pi}n.

13. Dengan menurunkan PP=k1Xωk\frac{P'}P = \sum_k\frac1{X - \omega^k}:

PP(PP)2=k=1n11(Xωk)2.\frac{P''}P - \Bigl(\frac{P'}P\Bigr)^2 = -\sum_{k=1}^{n-1}\frac1{(X - \omega^k)^2} .

Di X=1X = 1: P(1)=j=2n1j(j1)=2(n3)=n(n1)(n2)3P''(1) = \sum_{j=2}^{n-1}j(j-1) = 2\binom n3 = \frac{n(n-1)(n-2)}3 (dari kesamaan tongkat hoki, atau lewat induksi), jadi

k=1n11(1ωk)2=(n12)2(n1)(n2)3=(n1)(3(n1)4(n2))12=(n1)(5n)12.\sum_{k=1}^{n-1}\frac1{(1 - \omega^k)^2} = \Bigl(\frac{n-1}2\Bigr)^2 - \frac{(n-1)(n-2)}3 = \frac{(n-1)\bigl(3(n-1) - 4(n-2)\bigr)}{12} = \frac{(n-1)(5-n)}{12} .

14. Dengan mengkuadratkan rumus pertanyaan 12, dengan ck=cotkπnc_k = \cot\frac{k\pi}n:

1(1ωk)2=(12+i2ck)2=14ck24+i2ck.\frac1{(1-\omega^k)^2} = \Bigl(\frac12 + \frac\iu2 c_k\Bigr)^2 = \frac14 - \frac{c_k^2}4 + \frac\iu2\,c_k .

Dengan menjumlahkannya dan memakai ck=0\sum c_k = 0 (pertanyaan 12) beserta pertanyaan 13: n1414kck2=(n1)(5n)12\frac{n-1}4 - \frac14\sum_k c_k^2 = \frac{(n-1)(5-n)}{12}, sehingga

k=1n1cot2kπn=(n1)(n1)(5n)3=(n1)(n2)3.\sum_{k=1}^{n-1}\cot^2\frac{k\pi}n = (n-1) - \frac{(n-1)(5-n)}3 = \frac{(n-1)(n-2)}3 .

Lalu 1sin2t=1+cot2t\frac1{\sin^2t} = 1 + \cot^2t memberikan k1sin2kπn=(n1)+(n1)(n2)3=n213\sum_k\frac1{\sin^2\frac{k\pi}n} = (n-1) + \frac{(n-1)(n-2)}3 = \frac{n^2-1}3.

15. Untuk n=3n = 3: cot2π3+cot22π3=13+13=23=213\cot^2\frac\pi3 + \cot^2\frac{2\pi}3 = \frac13 + \frac13 = \frac23 = \frac{2\cdot1}3; dan 1sin2\frac1{\sin^2} berjumlah 43+43=83=913\frac43 + \frac43 = \frac83 = \frac{9-1}3. Untuk n=4n = 4: 1+0+1=2=3231 + 0 + 1 = 2 = \frac{3\cdot2}3; dan 2+1+2=5=16132 + 1 + 2 = 5 = \frac{16-1}3. Kedua rumusnya cocok.

16. Untuk t(0,π2)t \in \intoo0{\frac\pi2}, perbandingan klasik sint<t<tant\sin t < t < \tan t (lewat argumen luas atau kecembungan, yang dikenal sejak sekolah menengah) memberikan, setelah kebalikannya diambil, cott<1t<1sint\cot t < \frac1t < \frac1{\sin t}, dengan ketiganya positif di sana; dan mengkuadratkannya mengawetkan urutannya. Dengan t=kπnt = \frac{k\pi}n, 1km1 \leq k \leq m, n=2m+1n = 2m+1 (sehingga t<π2t < \frac\pi2):

cot2kπn<n2k2π2<1sin2kπn.\cot^2\frac{k\pi}n < \frac{n^2}{k^2\pi^2} < \frac1{\sin^2\frac{k\pi}n} .

17. Menurut simetri cot2(nk)πn=cot2kπn\cot^2\frac{(n-k)\pi}n = \cot^2\frac{k\pi}n dan hal serupa untuk sin2\sin^2, jumlah pertanyaan 14 terparuh: k=1mcot2kπn=(n1)(n2)6=m(2m1)3\sum_{k=1}^{m}\cot^2\frac{k\pi}n = \frac{(n-1)(n-2)}6 = \frac{m(2m-1)}3 dan k=1m1sin2kπn=n216=2m(m+1)3\sum_{k=1}^m\frac1{\sin^2\frac{k\pi}n} = \frac{n^2-1}6 = \frac{2m(m+1)}3. Dengan menjumlahkan pertanyaan 16 atas k=1,,mk = 1, \dots, m lalu mengalikannya dengan π2n2\frac{\pi^2}{n^2}:

π2(2m+1)2m(2m1)3  <  k=1m1k2  <  π2(2m+1)22m(m+1)3.\frac{\pi^2}{(2m+1)^2}\cdot\frac{m(2m-1)}3 \;<\; \sum_{k=1}^{m}\frac1{k^2} \;<\; \frac{\pi^2}{(2m+1)^2}\cdot\frac{2m(m+1)}3 .

Kedua batasnya menuju π26\frac{\pi^2}6 ketika mm \to \infty (karena rasio m(2m1)(2m+1)2\frac{m(2m-1)}{(2m+1)^2} dan 2m(m+1)(2m+1)2\frac{2m(m+1)}{(2m+1)^2} sama-sama menuju 12\frac12), sehingga menurut pengapitan jumlah parsialnya yang naik itu konvergen dan

k=11k2=π26.\sum_{k=1}^{\infty}\frac1{k^2} = \frac{\pi^2}6 .

18. Kuadratkan 1X21=12(1X11X+1)\frac1{X^2-1} = \frac12\bigl(\frac1{X-1} - \frac1{X+1}\bigr):

1(X21)2=14(1(X1)2+1(X+1)2)121(X1)(X+1),\frac1{(X^2-1)^2} = \frac14\Bigl(\frac1{(X-1)^2} + \frac1{(X+1)^2}\Bigr) - \frac12\cdot\frac1{(X-1)(X+1)} ,

lalu uraikan ulang suku silangnya 1(X1)(X+1)=12(1X11X+1)\frac1{(X-1)(X+1)} = \frac12\bigl(\frac1{X-1} - \frac1{X+1}\bigr) untuk memperoleh bentuk yang dinyatakan tadi. Di X=0X = 0: ruas kirinya 11; ruas kanannya 14(1+1)14(11)=12+12=1\frac14(1 + 1) - \frac14(-1 - 1) = \frac12 + \frac12 = 1.

19. Jumlahkan pertanyaan 18 atas n2n \geq 2. Dengan S=k11k2=π26S = \sum_{k\geq1}\frac1{k^2} = \frac{\pi^2}6: maka n21(n1)2=S\sum_{n\geq2} \frac1{(n-1)^2} = S; n21(n+1)2=S114\sum_{n\geq2}\frac1{(n+1)^2} = S - 1 - \frac14; dan teleskop bercelah dua n2(1n11n+1)=1+12=32\sum_{n\geq2}\bigl( \frac1{n-1} - \frac1{n+1}\bigr) = 1 + \frac12 = \frac32. Jadi

n=21(n21)2=14(2S54)1432=S21116=π21211160.135.\sum_{n=2}^{\infty}\frac1{(n^2-1)^2} = \frac14\Bigl(2S - \frac54\Bigr) - \frac14\cdot\frac32 = \frac S2 - \frac{11}{16} = \frac{\pi^2}{12} - \frac{11}{16} \approx 0.135 .

Secara numerik: 19+164+1225+1576+11225+0.1111+0.0156+0.0044+0.0017+0.0008+0.135\frac19 + \frac1{64} + \frac1{225} + \frac1{576} + \frac1{1225} + \dots \approx 0.1111 + 0.0156 + 0.0044 + 0.0017 + 0.0008 + \dots \approx 0.135: jadi sejalan.

20. Turunkan kesamaan pertanyaan 8 k1Xωk=nXn1Xn1\sum_k\frac1{X-\omega^k} = \frac{nX^{n-1}}{X^n-1}:

k=0n11(Xωk)2=n2X2n2n(n1)Xn2(Xn1)(Xn1)2.\sum_{k=0}^{n-1}\frac1{(X - \omega^k)^2} = \frac{n^2X^{2n-2} - n(n-1)X^{n-2}(X^n - 1)}{(X^n - 1)^2} .

Periksa di n=2n = 2, X=2X = 2: ruas kanannya 442139=109\frac{4\cdot4 - 2\cdot1\cdot3}{9} = \frac{10}9; ruas kirinya 1(21)2+1(2+1)2=1+19=109\frac1{(2-1)^2} + \frac1{(2+1)^2} = 1 + \frac19 = \frac{10}9.

21. 1(nk)=k!(nk)!n!=k!(nk+1)(nk+2)n\frac1{\binom nk} = \frac{k!\,(n-k)!}{n!} = \frac{k!}{(n-k+1)(n-k+2)\cdots n}, yaitu hasil kali kk bilangan bulat berurutan di penyebutnya. Dengan mensubstitusikan j=nk+1j = n - k + 1 (sehingga jj menjelajahi N\N^* ketika nn berjalan dari kk):

n=k1(nk)=k!j=11j(j+1)(j+k1)=k!(k1)(k1)!=kk1,\sum_{n=k}^{\infty}\frac1{\binom nk} = k!\sum_{j=1}^{\infty}\frac1{j(j+1)\cdots(j+k-1)} = \frac{k!}{(k-1)\,(k-1)!} = \frac{k}{k-1} ,

menurut pertanyaan 4 yang diterapkan dengan k1k - 1 menggantikan kk (yang sah karena k11k - 1 \geq 1).

22. Untuk k=3k = 3: 1(n3)=6(n2)(n1)n\frac1{\binom n3} = \frac6{(n-2)(n-1)n}, jadi menurut jumlah parsial pertanyaan 3 (yang tergeser),

n=3N1(n3)=6j=1N21j(j+1)(j+2)=6(1412(N1)N)=323(N1)N32,\sum_{n=3}^{N}\frac1{\binom n3} = 6\sum_{j=1}^{N-2}\frac1{j(j+1)(j+2)} = 6\Bigl(\frac14 - \frac1{2(N-1)N}\Bigr) = \frac32 - \frac3{(N-1)N} \longrightarrow \frac32 ,

yaitu nilai kk1=32\frac k{k-1} = \frac32 pada pertanyaan 21.

23. Untuk n=6n = 6: pasangannya k=1k = 1 (θ1=π3\theta_1 = \frac\pi3, 2cosθ1=12\cos\theta_1 = 1) dan k=2k = 2 (θ2=2π3\theta_2 = \frac{2\pi}3, 2cosθ2=12\cos\theta_2 = -1), ditambah kutub real ±1\pm1:

1X61=16(1X11X+1+X2X2X+1+X2X2+X+1).\frac1{X^6-1} = \frac16\Bigl(\frac1{X-1} - \frac1{X+1} + \frac{X - 2}{X^2 - X + 1} + \frac{-X - 2}{X^2 + X + 1}\Bigr) .

Di X=0X = 0: ruas kirinya 1-1; ruas kanannya 16(1122)=1\frac16(-1 - 1 - 2 - 2) = -1: jadi benar.

24. (i) Ketunggalannya mengesahkan setiap penyamaan koefisien — baik penutupan, pengelompokan pasangan konjugat pada pertanyaan 9, maupun kiat penurunan (pertanyaan 13, 20) semuanya bersandar padanya. (ii) Akar satuan memasok kutub Xn1X^n - 1, simetrinya (knkk \leftrightarrow n-k), dan aljabar setengah sudut pada pertanyaan 12 (Metode 3.11). (iii) Adapun turunan logaritmik PP=miXai\frac{P'}P = \sum\frac{m_i}{X-a_i} mengubah informasi tentang akar P=1+X++Xn1P = 1 + X + \dots + X^{n-1} menjadi jumlah numerik pada pertanyaan 11 dan 13 — yaitu engsel antara Bagian II dan Bagian III.

25. Penguraiannya adalah kesamaan yang murni aljabar, benar untuk setiap nilai variabelnya sekaligus; dan itulah yang menjadikannya sebuah mesin. Mensubstitusikan bilangan bulat lalu menjumlahkannya mengubahnya menjadi teleskop (Bagian I); mensubstitusikan akar satuan lalu mengelompokkan konjugatnya mengubahnya menjadi kesamaan trigonometri (Bagian II dan III); dan barulah pada langkah terakhir analisis masuk — yaitu sebuah pengapitan di antara dua bentuk tertutup — untuk menyerahkan π26\frac{\pi^2}6, yakni pernyataan yang tak dapat dicapai substitusi hingga mana pun. Pembagian tugas ini (aljabar menghasilkan kesamaan hingga yang eksak, analisis melewatkannya ke limit) adalah cetakan bagi Bab 17, yang di sana teleskop dan perbandingan menjadi sistematis, dan bagi Bab 15, yang di sana setiap bata memperoleh antiturunan dan penguraian yang sama menghitung integral alih-alih jumlah.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium