Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1
9Pecahan Rasional
Pecahan rasional adalah hasil bagi polinomial. Teorema pusat bab pendek ini — yaitu penguraian pecahan parsial — memecah sebarang hasil bagi semacam itu menjadi jumlah bata dasar . Di luar minat aljabarnya, ia mesin baku untuk mengintegralkan fungsi rasional (Bab 15) dan untuk menjumlahkan deret tertentu (Bab 17).
9.1 Lapangan
Definisi 9.1
Sebuah pecahan rasional atas ( atau ) adalah hasil bagi dengan , ; dan dua hasil bagi serta diidentifikasikan bila . Setiap pecahan mempunyai bentuk paling sederhana dengan , yang tunggal sampai konstanta. Dengan operasi yang wajar, himpunan berisi pecahan rasional menjadi sebuah lapangan.
Sebuah kutub (dalam bentuk paling sederhana) adalah akar ; sedangkan orde sebuah kutub adalah kegandaannya sebagai akar . Adapun derajat adalah .
Contoh 9.2 (Membaca kutub, orde dan derajatnya)
Misalkan . Faktorkan kedua lapisnya: pembilangnya , penyebutnya ; lalu coret faktor persekutuannya :
Kutubnya: dan , keduanya sederhana — ordenya terbaca pada penyebut yang sudah disederhanakan, sehingga akar ganda yang tampak pada penyebut aslinya tidak relevan. Derajatnya: , yang terlihat secara asimtotik ( ketika ). Adapun derajatnya berperilaku seperti derajat polinomial (, ), yaitu kaidah pembukuan yang dipakai terus-menerus pada perburuan koefisien di bawah: setiap argumen “limit ” sesungguhnya cacahan derajat yang menyamar.
Proposisi 9.3 (Bagian bulat)
Setiap secara tunggal berbentuk dengan (yaitu bagian bulat, atau bagian polinomial, dari ) dan . Di sini jika dan hanya jika .
Bukti. Pembagian Euclid (Teorema 8.3), lalu dibagi oleh . Ketunggalannya: jika , maka dengan , yang memaksa lalu . ∎
Contoh 9.4 (Sederhanakan dulu, baru bagi)
Carilah bagian bulat . Dengan membagi secara membabi buta: , jadi . Tetapi pecahannya belum disederhanakan: dan berbagi faktor , sehingga
bagian bulatnya tetap sama, yaitu , tetapi bagian pecahannya runtuh menjadi satu bata saja, dan “kutub” di sesungguhnya tak pernah menjadi kutub. Sederhanakanlah selalu sampai bentuk yang terkecil sebelum berburu kutub: karena kutub adalah akar penyebut yang sudah disederhanakan. (Adapun bagian bulatnya tak peka terhadap penyederhanaan itu, sebagaimana dijamin ketunggalan pada Proposisi 9.3.)
9.2 Penguraian pecahan parsial atas
Teorema 9.5 (Penguraian atas )
Misalkan dalam bentuk paling sederhana, dengan . Maka dapat ditulis, secara tunggal,
dengan bagian bulat .
Bukti. Menurut Proposisi 9.3 kita boleh mengandaikan lalu membuktikan penguraian jumlahnya dengan .
Memilah kutubnya. Tulis dengan . Polinomial dan saling prima (karena tak berakar persekutuan), jadi menurut Bézout di (lihat catatan pada Bab 8) ada dengan ; lalu dengan mengalikannya dengan dan menulis , , kemudian membaginya dengan :
Syarat derajatnya dapat dipaksakan: bagilah dengan , katakanlah dengan , lalu serap hasil baginya ke dalam suku kedua ():
lalu membandingkan derajatnya ( dan ) memaksa juga. Mengiterasikannya pada , kutub demi kutub, menyusutkan segalanya menjadi kasus kutub tunggal di bawah.
Kutub tunggal. Untuk dengan : jabarkan dalam pangkat , (yaitu ekspansi Taylor sebuah polinomial, seperti pada bukti Proposisi 8.11); lalu membaginya memberikan tepat bata . Secara konkret, untuk : dengan mensubstitusikan ,
dengan : jadi ketiga batanya muncul lewat pembagian belaka atas ekspansi yang tergeser — yaitu jalur tercepat setiap kali ada satu kutub berorde tinggi, dan jalur yang dianjurkan untuk Latihan 9.3.
Ketunggalannya. Andaikan dua penguraian berimpit; maka selisihnya menjadi kesamaan . Kalikan seluruhnya dengan : setiap sukunya memperoleh faktor yang lenyap di kecuali suku dengan , , yang koefisiennya menjadi ditambah suku yang memikul sekurang-kurangnya satu faktor . Lalu menghitung nilainya di (yang sah: setelah perkalian itu, tak ada kutub yang tersisa di ) memberikan . Dengan koefisien teratasnya lenyap, ulangi dengan , dan seterusnya turun sampai ; lalu berpindahlah ke kutub berikutnya. Semua lenyap: jadi penguraiannya tunggal. ∎
Metode 9.6 (Menghitung koefisiennya)
Dalam praktik, hindarilah Bézout; padukan saja:
penutupan untuk pangkat tertingginya: koefisien (dengan orde kutub ) adalah
dan untuk kutub yang sederhana pada , nilainya ;
- perhitungan nilai pada titik yang nyaman dan limit ketika untuk mengumpulkan hubungan linear bagi koefisien yang tersisa;
- simetri paritas atau konjugasi, bila ada, untuk memangkas pekerjaannya menjadi separuh.
Catatan 9.7 (Jebakan yang lazim dengan pecahan parsial)
- Melewatkan bagian bulatnya. Penguraian batanya berlaku untuk pecahan berderajat ; jadi ketika , bagilah dulu (Proposisi 9.3), atau perburuan koefisiennya akan melahirkan pertentangan.
- Penutupan di luar jangkauannya. Mengalikan dengan lalu menghitung nilainya di menghasilkan koefisiennya hanya untuk , yaitu orde penuh kutub itu; sedangkan koefisien berorde lebih rendah menuntut hubungan lain (limit atau perhitungan nilai) — lihat Contoh 9.9.
- Lupa menyederhanakan. Kutub terbaca pada bentuk yang sudah disederhanakan; jadi faktor persekutuan antara pembilang dan penyebut melahirkan kutub hantu (Contoh 9.4).
- Bentuk bata yang salah atas . Di atas kuadrat yang tak tereduksikan, pembilangnya afin (), bukan konstanta; jadi menulis saja menghilangkan penyelesaian — bentuk yang benar didiktekan Teorema 9.10, dan tak pernah diimprovisasi.
Bukti rumus kutub sederhananya. Di dekat kutub sederhana : dengan , dan , sehingga . Jadi nilai penutupannya adalah . ∎
Contoh 9.8
Uraikan . Ada tiga kutub sederhana; lakukan penutupan pada masing-masingnya:
jadi . Periksa di : secara langsung, ; sedangkan dari penguraiannya, .
Contoh 9.9 (Kutub ganda)
Uraikan . Bentuknya: .
- Penutupan pada kutub gandanya: .
- Penutupan di : .
- Limit di : , jadi .
Periksa di : dan .
9.3 Penguraian atas
Teorema 9.10 (Penguraian atas )
Misalkan dalam bentuk paling sederhana dengan penyebut
Maka terurai secara tunggal sebagai bagian bulatnya ditambah suku
dengan koefisien yang real.
Bukti. Uraikan atas (Teorema 9.5). Karena real, koefisien di atas kutub (pada setiap ordenya) adalah konjugat koefisien di atas (terapkan konjugasi pada penguraiannya lalu panggil ketunggalannya). Kelompokkan setiap pasangan konjugatnya:
yang pembilangnya menjadi konjugat dirinya sendiri, sehingga real, berderajat ; lalu memisahkan kelipatan kuadrat realnya menurunkannya ke derajat pada setiap aras (yaitu induksi turun yang kecil). Adapun kutub real mempertahankan koefisien realnya (karena konjugasi menetapkannya). Ketunggalannya menyusul dari ketunggalan atas . ∎
Contoh 9.11 (Menyaksikan pemasangan konjugatnya)
Mekanisme buktinya, pada kasus terkecil: atas , kutub adalah , dengan koefisien penutupan di dan di — yang saling konjugat, sebagaimana diramalkan teoremanya:
Dengan menggabungkannya kembali atas penyebut persekutuannya:
bagian imajinernya saling hapus dan bata realnya muncul kembali utuh. Untuk integran yang real kita biasanya tak pernah meninggalkan — tetapi ketika menghitung nilai jumlah pada titik kompleks (seperti dilakukan soal akhir pekan dengan akar satuan), bata kompleks menjadi mata uang yang wajar, dan pemasangan inilah kurs tukar antara kedua penguraiannya.
Contoh 9.12
Uraikan atas . Bentuknya: . Penutupan pada kutub gandanya: . Penutupan pada kutub kompleks (dengan pembilang di atas dihitung lewat penguraian kompleksnya, atau langsung): kalikan dengan lalu ambil :
jadi , . Limit di tak hingga: , sehingga . Jadi
Periksa di : dan .
Contoh 9.13 (Penyebut kubik, dari awal sampai akhir)
Uraikan atas . Faktorkan dulu: , dengan kuadratnya berdiskriminan . Bentuknya: . Penutupan pada kutub sederhana : . Limit di tak hingga: , jadi . Perhitungan nilai di : , jadi . Sehingga
yang dibenarkan di : ruas kirinya , ruas kanannya . Perhatikan penghematannya: tiga bilangan yang belum diketahui, tiga fakta linear yang murah (satu penutupan, satu limit, satu perhitungan nilai), tanpa penjabaran apa pun — yaitu alur kerja Metode 9.6 dalam bentuk murninya.
Catatan 9.14 (Untuk apa semua ini)
Begitu terurai, sebuah fungsi rasional terintegralkan suku demi suku: bata mempunyai antiturunan dasar, dan bata menyusut menjadi dan (Bab 15). Adapun jumlah teleskopik adalah penerapan baku yang lain (Latihan 9.8).
Catatan 9.15 (Di mana bab ini dipakai)
Pecahan parsial di atas segalanya adalah langkah prapengolahan: bab pengintegralan (Bab 15) menyuapkan setiap integran rasional lewat Teorema 9.10 sebelum mengintegralkannya, dan bab deret (Bab 17) meneleskopkan suku rasional persis seperti pada Latihan 9.8 dan pada soal akhir pekan di bawah — yang mendorong tekniknya sampai ke . Adapun turunan logaritmik (Latihan 8.11) muncul kembali setiap kali letak akar ditelaah. Di luar jilid ini, penguraian untuk sebuah polinomial karakteristik melandasi perhitungan pangkat matriks dan transformasi Laplace pada jilid Tahun ke-2: karena bata adalah bayangan aljabar bagi penyelesaian yang ditemui pada Bab 5.
9.4 Latihan
Latihan 9.1 ★
Uraikan atas : ; ; (perhatikan bagian bulatnya).
Solusi
Solusi Latihan 9.1.
: dengan kutub sederhana ; lalu penutupan memberikan .
: penutupan memberikan di dan di , sehingga .
: derajatnya , jadi ada bagian bulatnya: dengan membaginya, , sehingga . Penutupan pada sisanya: di , dan di :
Latihan 9.2 ★
Uraikan atas : dan .
Solusi
Solusi Latihan 9.2.
: dengan bentuk . Penutupan di : . Limit : , jadi . Perhitungan nilai di : , jadi :
: dengan pembagian: , jadi
yang sudah berbentuk terurai secara real (karena kuadratnya berdiskriminan negatif).
Latihan 9.3 ★
Uraikan dan (untuk yang kedua, substitusikan ).
Solusi
Solusi Latihan 9.3.
: dengan bentuk . Penutupan pada kutub ganda : . Penutupan di : . Limit : , jadi :
: dengan , pembilangnya menjadi :
Latihan 9.4 ★★
Uraikan atas , lalu atas : .
Solusi
Solusi Latihan 9.4.
Kutubnya adalah akar satuan keempat , yang semuanya sederhana. Rumus kutub sederhananya dengan : koefisien di adalah (memakai ). Jadi, atas :
Dengan mengelompokkan pasangan konjugatnya (yang berpenyebut persekutuan ): . Jadi atas :
Periksa di : .
Latihan 9.5 ★★
Uraikan atas : , lalu simpulkan sebuah antiturunan bila diberikan .
Solusi
Solusi Latihan 9.5.
.
Jadi sebuah antiturunannya:
Latihan 9.6 ★★
Untuk , uraikan (dengan kutub sederhana di ; pakai rumus penutupannya lalu kenali koefisien binomialnya).
Solusi
Solusi Latihan 9.6.
Kutubnya semuanya sederhana. Penutupan di :
Jadi
(Pemeriksaan kewajaran untuk : .)
Latihan 9.7 ★★
Dengan memakai kesamaan pada Latihan 8.11 untuk , buktikan bahwa
lalu hitung nilai kedua ruasnya di untuk sebagai pemeriksaan.
Solusi
Solusi Latihan 9.7.
mempunyai akar sederhana (Teorema 3.14), jadi kesamaan turunan logaritmik pada Latihan 8.11 berbunyi
Di , : ruas kanannya . Ruas kirinya: , dengan memakai .
Latihan 9.8 ★★
Uraikan lalu hitunglah
Solusi
Solusi Latihan 9.8.
Penutupan: . Tulis ulang sebagai selisih yang teleskopik:
(jabarkan untuk memeriksanya — atau kurangkan kedua penguraiannya). Dengan menjumlahkannya:
Latihan 9.9 ★★★
Misalkan monik berderajat dengan akar real yang berbeda . Buktikan bahwa
Petunjuk: uraikan untuk lalu perhatikan peluruhan koefisiennya di tak hingga — atau pakai interpolasi Lagrange (Teorema 8.23) atas monomial pada simpul .
Solusi
Solusi Latihan 9.9.
Uraikan, untuk , pecahan (yang berderajat , dengan kutub sederhana): maka rumus kutub sederhananya memberikan
Kalikan dengan lalu ambil : ruas kirinya menuju limit , yang bernilai bila dan bila (karena monik berderajat ); sedangkan ruas kanannya menuju . Jadi
yang memuat kedua kesamaan yang dinyatakan tadi (dengan menuntut ). (Tafsirannya lewat Teorema 8.23: jumlah itu adalah koefisien utama penginterpolasi Lagrange bagi , dan menginterpolasi polinomial berderajat pada titik menghasilkannya kembali secara persis.)
Latihan 9.10 ★★
Uraikan atas . Dengan menerima nilai (yang dibuktikan pada soal akhir pekan bab ini), simpulkan
Solusi
Solusi Latihan 9.10.
Bentuknya . Penutupan di : ; penutupan pada kutub gandanya: ; dan limit di tak hingga: , jadi :
Dengan menjumlahkannya untuk : kedua bata pertamanya berteleskop menjadi , dan yang ketiga menyumbang . Lalu dengan mengambil dan memakai :
Latihan 9.11 ★★
Uraikan atas : , lalu . Petunjuk: kedua penyebutnya adalah polinomial dalam : jadi uraikan lebih dulu.
Solusi
Solusi Latihan 9.11.
Dalam variabel : (dari penutupan di dan ), jadi
Demikian pula , sehingga
(Periksa di : .) Keduanya sudah merupakan penguraian realnya: karena pembilang di atas kuadrat yang tak tereduksikan kebetulan berupa konstanta.
Latihan 9.12 ★★★
(Persamaan sekuler) Misalkan dengan real dan semua .
- Tunjukkan bahwa turun tegas pada setiap selang di daerah asalnya, lalu berikan limitnya di dan pada kedua sisi setiap kutubnya.
- Simpulkan bahwa untuk setiap , persamaan mempunyai tepat penyelesaian real, satu pada masing-masing selang dan satu di luar . (Persamaan semacam itu mengatur perturbasi nilai eigen; adapun teorema nilai antara di sini dipakai pada taraf sekolah menengah dan dibuktikan pada Bab 13.)
Solusi
Solusi Latihan 9.12.
- Pada setiap selang yang menghindari kutubnya, : jadi ia turun tegas. Ketika , setiap batanya menuju : sehingga , dari atas di (karena semua batanya positif di sana) dan dari bawah di . Ketika , bata meledak ke sedangkan yang lain tetap terbatas: jadi ; demikian pula ketika .
- Tetapkan . Pada : turun dari ke , jadi : tak ada penyelesaian. Pada masing-masing (): turun dari ke , sehingga ia bernilai tepat sekali (menurut sifat nilai antara beserta kemonotonan tegasnya). Pada : turun dari ke , sehingga sekali lagi tepat satu penyelesaian. Totalnya: tepat penyelesaian, yang berselang-seling dengan kutubnya.
9.5 Soal: Pecahan parsial sebagai sebuah mesin
Soal 9.1
Penguraian pecahan parsial tampak seperti pembukuan belaka; soal ini menunjukkan bahwa ia sebuah mesin. Disuapi pecahan , ia meneleskopkan seluruh keluarga jumlah menjadi bentuk tertutup; disuapi , ia menghasilkan kesamaan trigonometri seperti
dan, didorong satu langkah lagi, kesamaan itu memeras keluar salah satu rumus paling termasyhur dalam matematika, yaitu rumus Euler
— yang di sini diperoleh tanpa apa pun di luar aljabar bab ini dan trigonometri sekolah menengah. Di sepanjang soal ini, ; adapun limit barisan dipakai pada taraf sekolah menengah (Bab 11 meresmikannya).
Bagian I — Teleskopnya.
- Uraikan lalu hitung secara eksak; lalu simpulkan bahwa jumlahnya menuju .
- Hal yang sama untuk : tunjukkan . (Dengan adanya celah, dua suku batas bertahan pada masing-masing ujungnya.)
- Resmikan mekanismenya: jika untuk suatu rasional yang tak berkutub di , maka . Pulihkan nilai pada Latihan 9.8 dengan menunjukkan saksi untuk .
Buktikan teleskop faktorial yang umum: untuk ,
lalu simpulkan
Periksa kasus terhadap pertanyaan 3.
Hitunglah nilai penguraian Latihan 9.6 pada titik yang dipilih baik untuk membuktikan
Bagian II — Pecahan .
Tunjukkan lewat rumus penutupannya bahwa
- Dua pemeriksaan kewajaran: periksa rumusnya secara langsung untuk , lalu tunjukkan bahwa jumlah koefisiennya lenyap untuk — dan jelaskan mengapa ia harus demikian (tinjau ketika ).
- Turunkan ulang lewat penutupan kesamaan pada Latihan 9.7: .
Kelompokkan kutub konjugatnya untuk membuktikan penguraian realnya: dengan ,
lalu tuliskan penguraian real lengkap (bedakan ganjil dan genap).
- Khususkan pada lalu cocokkan dengan Latihan 9.4.
Bagian III — Jumlah trigonometri, dan Euler. Misalkan , yang akarnya adalah (semuanya sederhana).
Dengan memakai (Latihan 8.11), buktikan
- Buktikan untuk (lewat pemfaktoran setengah sudut, Metode 3.11), lalu simpulkan dari pertanyaan 11 bahwa — yang juga terlihat lewat simetri .
Dengan menurunkan kesamaan pertanyaan 11 (yakni memakai yang dihitung di ), buktikan
Dengan menulis , simpulkan dari pertanyaan 12–13 kedua bentuk tertutupnya
- Periksa kedua rumusnya dengan tangan untuk dan .
Buktikan ketaksamaan untuk (dari ), lalu simpulkan, untuk dan :
Jumlahkan ketaksamaan itu untuk (dengan memakai simetri untuk memaruhkan rumus pertanyaan 14) lalu apitlah:
Bagian IV — Bata berorde lebih tinggi.
Dengan mengkuadratkan penguraian lalu menguraikan ulang suku silangnya, buktikan
lalu periksa ia di .
Padukan pertanyaan 18, teleskopnya, dan nilai Euler (pertanyaan 17) untuk membuktikan
lalu benarkan nilainya secara numerik sampai tiga desimal.
- Turunkan kesamaan pertanyaan 8 untuk memperoleh sebuah bentuk tertutup bagi , lalu periksa ia di , .
Buktikan bahwa untuk ,
(Susutkan ke pertanyaan 4 dengan menulis memakai faktorial.)
- Untuk , berikan jumlah parsial yang eksak beserta limitnya.
Bagian V — Sintesis.
- Sebagai perhitungan penutup, tuliskan penguraian real lengkap lalu periksa ia di .
- Di mana persisnya soal ini memakai: (i) ketunggalan penguraiannya; (ii) akar satuan dari Bab 3; (iii) turunan logaritmik dari Latihan 8.11? Satu kalimat untuk masing-masing.
- Sintesis, dalam satu paragraf pendek: satu kesamaan aljabar — yaitu memecah pecahan menjadi bata — melahirkan jumlah yang eksak, kesamaan trigonometri, dan . Berilah komentar atas pembagian tugas antara aljabar (penguraian yang eksak dan berlaku di mana-mana) dan analisis (limit dan pengapitan), lalu tunjukkan tempat masing-masing benangnya diindustrialisasi: teleskop dan perbandingan pada Bab 17, dan pengintegralan batanya pada Bab 15.
Solusi
Solusi Soal 9.1.
1. Penutupan: . Jumlahnya pun berteleskop:
2. . Dengan menjumlahkannya, suku bertahan untuk dan suku bertahan untuk :
3. Jika , maka : karena semua nilai antaranya saling hapus berpasangan. Untuk , saksinya adalah :
jadi , yaitu nilai pada Latihan 9.8.
4. Letakkan ruas kanannya di atas penyebut persekutuan :
yang tepat merupakan kesamaannya. Jadi dengan , dan mekanisme pertanyaan 3 memberikan
karena dan . Untuk : , yang cocok dengan pertanyaan 3.
5. Latihan 9.6 memberikan . Hitung nilainya di : ruas kirinya menjadi , sedangkan ruas kanannya menjadi : itulah kesamaan pertamanya. Di : ruas kirinya menjadi , sedangkan ruas kanannya : itulah kesamaan keduanya.
6. Kutub semuanya sederhana, dan rumus kutub sederhana pada Metode 9.6 memberikan koefisien
dengan memakai . Jadi .
7. Untuk (dengan ): : jadi benar. Koefisiennya berjumlah untuk (Proposisi 3.18). Memang harus demikian: karena ketika untuk sebarang penguraian berkutub sederhana, sedangkan di sini karena .
8. Penutupan untuk di : , jadi — yaitu kesamaan Latihan 9.7 sekali lagi.
9. Dengan , dan , :
Dengan mengelompokkan bersama pada pertanyaan 6: untuk ganjil,
sedangkan untuk genap, kutub yang berpasangan dengan dirinya sendiri menyumbang di dalam kurungnya dan jumlah pasangannya berjalan sampai .
10. Untuk : , , jadi suku pasangannya adalah dan
yaitu penguraian pada Latihan 9.4.
11. (bagilah dengan ), jadi menurut Latihan 8.11, . Di : dan , sehingga
12. Setengah sudut: , sehingga
Dengan : . Dengan menjumlahkannya atas lalu membandingkannya dengan nilai real pada pertanyaan 11: bagian realnya sudah menanggung segalanya, sehingga — sebagaimana juga ditunjukkan simetri .
13. Dengan menurunkan :
Di : (dari kesamaan tongkat hoki, atau lewat induksi), jadi
14. Dengan mengkuadratkan rumus pertanyaan 12, dengan :
Dengan menjumlahkannya dan memakai (pertanyaan 12) beserta pertanyaan 13: , sehingga
Lalu memberikan .
15. Untuk : ; dan berjumlah . Untuk : ; dan . Kedua rumusnya cocok.
16. Untuk , perbandingan klasik (lewat argumen luas atau kecembungan, yang dikenal sejak sekolah menengah) memberikan, setelah kebalikannya diambil, , dengan ketiganya positif di sana; dan mengkuadratkannya mengawetkan urutannya. Dengan , , (sehingga ):
17. Menurut simetri dan hal serupa untuk , jumlah pertanyaan 14 terparuh: dan . Dengan menjumlahkan pertanyaan 16 atas lalu mengalikannya dengan :
Kedua batasnya menuju ketika (karena rasio dan sama-sama menuju ), sehingga menurut pengapitan jumlah parsialnya yang naik itu konvergen dan
18. Kuadratkan :
lalu uraikan ulang suku silangnya untuk memperoleh bentuk yang dinyatakan tadi. Di : ruas kirinya ; ruas kanannya .
19. Jumlahkan pertanyaan 18 atas . Dengan : maka ; ; dan teleskop bercelah dua . Jadi
Secara numerik: : jadi sejalan.
20. Turunkan kesamaan pertanyaan 8 :
Periksa di , : ruas kanannya ; ruas kirinya .
21. , yaitu hasil kali bilangan bulat berurutan di penyebutnya. Dengan mensubstitusikan (sehingga menjelajahi ketika berjalan dari ):
menurut pertanyaan 4 yang diterapkan dengan menggantikan (yang sah karena ).
22. Untuk : , jadi menurut jumlah parsial pertanyaan 3 (yang tergeser),
yaitu nilai pada pertanyaan 21.
23. Untuk : pasangannya (, ) dan (, ), ditambah kutub real :
Di : ruas kirinya ; ruas kanannya : jadi benar.
24. (i) Ketunggalannya mengesahkan setiap penyamaan koefisien — baik penutupan, pengelompokan pasangan konjugat pada pertanyaan 9, maupun kiat penurunan (pertanyaan 13, 20) semuanya bersandar padanya. (ii) Akar satuan memasok kutub , simetrinya (), dan aljabar setengah sudut pada pertanyaan 12 (Metode 3.11). (iii) Adapun turunan logaritmik mengubah informasi tentang akar menjadi jumlah numerik pada pertanyaan 11 dan 13 — yaitu engsel antara Bagian II dan Bagian III.
25. Penguraiannya adalah kesamaan yang murni aljabar, benar untuk setiap nilai variabelnya sekaligus; dan itulah yang menjadikannya sebuah mesin. Mensubstitusikan bilangan bulat lalu menjumlahkannya mengubahnya menjadi teleskop (Bagian I); mensubstitusikan akar satuan lalu mengelompokkan konjugatnya mengubahnya menjadi kesamaan trigonometri (Bagian II dan III); dan barulah pada langkah terakhir analisis masuk — yaitu sebuah pengapitan di antara dua bentuk tertutup — untuk menyerahkan , yakni pernyataan yang tak dapat dicapai substitusi hingga mana pun. Pembagian tugas ini (aljabar menghasilkan kesamaan hingga yang eksak, analisis melewatkannya ke limit) adalah cetakan bagi Bab 17, yang di sana teleskop dan perbandingan menjadi sistematis, dan bagi Bab 15, yang di sana setiap bata memperoleh antiturunan dan penguraian yang sama menghitung integral alih-alih jumlah.