Mathematics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Matematika Universitas — Tahun 1

Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

18Ruang Vektor

Aljabar linear bermula di sini: aksioma ruang vektor mengucilkan apa yang dimiliki bersama oleh R2\R^2, R3\R^3, ruang polinomial dan ruang fungsi — yaitu bahwa kita dapat menjumlahkan, dan menskalakan. Dua bab membangun teorinya (dengan Bab 19 menambahkan dimensi); dan bahasa yang disiapkannya — rentang, keluarga bebas, basis, jumlah langsung — merupakan santapan harian setiap bab sesudahnya. Di sepanjang bab ini, KK menyatakan R\R atau C\C (yaitu skalarnya).

18.1 Definisi dan contoh

Definisi 18.1 (Ruang vektor)

Sebuah ruang vektor atas KK adalah himpunan EE dengan sebuah penjumlahan yang membuat (E,+)(E, +) menjadi grup abelian (dengan nolnya ditulis 0E0_E atau 00), beserta perkalian skalar K×EEK \times E \to E sedemikian sehingga, untuk setiap λ,μK\lambda, \mu \in K dan x,yEx, y \in E:

λ(x+y)=λx+λy,(λ+μ)x=λx+μx,λ(μx)=(λμ)x,1x=x.\lambda(x + y) = \lambda x + \lambda y,\quad (\lambda + \mu) x = \lambda x + \mu x,\quad \lambda(\mu x) = (\lambda\mu) x,\quad 1\,x = x .

Akibatnya: 0x=0E0\,x = 0_E, λ0E=0E\lambda\,0_E = 0_E, (1)x=x(-1)x = -x, dan λx=0E    λ=0\lambda x = 0_E \implies \lambda = 0 atau x=0Ex = 0_E (dengan mengalikannya dengan λ1\lambda^{-1}).

Bukti akibatnya. Untuk 0x=0E0\,x = 0_E: dari (0+0)x=0x+0x(0 + 0)x = 0x + 0x dan (0+0)x=0x(0+0)x = 0x, coretlah 0x0x pada grup (E,+)(E, +). Untuk λ0E\lambda\,0_E: dengan muslihat yang sama pada λ(0E+0E)\lambda(0_E + 0_E). Untuk (1)x(-1)x: tambahkanlah xx,

x+(1)x=1x+(1)x=(1+(1))x=0x=0E,x + (-1)x = 1\,x + (-1)x = \bigl(1 + (-1)\bigr)x = 0\,x = 0_E ,

sehingga (1)x(-1)x merupakan invers penjumlahan xx. Akhirnya jika λx=0E\lambda x = 0_E dengan λ0\lambda \neq 0: kalikanlah dengan λ1\lambda^{-1} (karena skalarnya membentuk lapangan) lalu pakailah kedua aksioma λ1(λx)=(λ1λ)x=1x=x\lambda^{-1}(\lambda x) = (\lambda^{-1}\lambda)x = 1x = x beserta λ10E=0E\lambda^{-1}0_E = 0_E: sehingga x=0Ex = 0_E. Sekecil apa pun keempat aturan ini, ia dipakai diam-diam pada setiap halaman berikutnya — dan yang terakhir persis merupakan tempat lapangan diperlukan: karena di atas skalar Z\Z, “ruang” Z/2Z\Z/2\Z akan melanggarnya dengan 2x=02\,x = 0.

Contoh 18.2

KnK^n (dengan operasi koordinat demi koordinat); polinomial K[X]K[X]; fungsi F(A,K)\mathcal{F}(A, K) dari sebarang himpunan AA ke KK (dengan operasi titik demi titik) — yang memuat fungsi yang kontinu, barisan F(N,R)\mathcal{F}(\N, \R), dan seterusnya; serta C\C sebagai ruang vektor atas R\R. Pada setiap kasusnya aksiomanya diwarisi dari aksioma KK.

Definisi 18.3 (Subruang)

Himpunan FEF \subseteq E disebut subruang bila 0EF0_E \in F dan FF stabil terhadap penjumlahan dan perkalian skalar — setara dengan itu:

Fdanx,yF, λK,x+λyF.F \neq \emptyset \qquad\text{dan}\qquad \forall x, y \in F,\ \forall \lambda \in K,\quad x + \lambda y \in F .

Sebuah subruang sendirinya merupakan ruang vektor. Adapun sebarang irisan subruang merupakan subruang; sedangkan gabungannya hampir tak pernah demikian (dengan bukti yang sama seperti Latihan 7.6).

Contoh 18.4

Di dalam F(R,R)\mathcal{F}(\R, \R): fungsi yang kontinu, fungsi yang dapat diturunkan, polinomial berderajat n\leq n (yang ditulis Kn[X]K_n[X] di dalam K[X]K[X]), dan penyelesaian persamaan diferensial linear yang homogen (Teorema 5.10 mengatakan persis itu). Adapun yang bukan contoh: {f:f(0)=1}\{f : f(0) = 1\} (karena tanpa nol); dan berderajat tepat nn (karena tak stabil terhadap penjumlahan).

Contoh 18.5 (Subruang atau bukan: empat vonis, beserta argumennya)

Di dalam ruang barisan real:

  • {u:u terbatas}\{u : u \text{ terbatas}\} memang subruang: karena 00 terbatas, dan jika unM\abs{u_n} \leq M, vnM\abs{v_n} \leq M', maka un+λvnM+λM\abs{u_n + \lambda v_n} \leq M + \abs\lambda M'.
  • {u:un1}\{u : u_n \to 1\} bukan: karena barisan nolnya hilang (dan jumlah dua anggotanya menuju 22).
  • {u:u monoton}\{u : u \text{ monoton}\} bukan: karena un=nu_n = n dan vn=n+(1)nv_n = -n + (-1)^n monoton, sedangkan jumlahnya (1)n(-1)^n tidak; jadi kestabilan terhadap penjumlahanlah aksioma yang gagal, meskipun himpunannya memuat 00 dan semua kelipatan skalar anggotanya.
  • {u:un+1=un2}\{u : u_{n+1} = u_n^2\} bukan: karena ia memuat 00 tetapi 2u2u kabur begitu uu menjadi anggota yang taknol (sebab 2un+1(2un)22u_{n+1} \neq (2u_n)^2 pada umumnya) — jadi pengkuadratannya yang menjadi ketaklinearannya.

Adapun urutan kerjanya selalu sama: ujilah 00 lebih dulu (karena paling murah), lalu kestabilannya — dan untuk membantahnya, satu pasang contoh penyangkal yang eksplisit mengalahkan keraguan sebanyak apa pun.

18.2 Rentang, jumlah, jumlah langsung

Definisi 18.6 (Kombinasi linear, rentang)

Sebuah kombinasi linear keluarga (x1,,xp)(x_1, \dots, x_p) berisi vektor EE adalah sebarang λ1x1++λpxp\lambda_1 x_1 + \dots + \lambda_p x_p (dengan λiK\lambda_i \in K). Adapun himpunan semuanya merupakan rentangnya Vect(x1,,xp)\operatorname{Vect}(x_1, \dots, x_p): yang merupakan subruang, yaitu yang terkecil yang memuat keluarganya.

Bukti kedua penegasannya. Kestabilannya: jumlah dua kombinasi linear λixi+μixi=(λi+μi)xi\sum\lambda_i x_i + \sum\mu_i x_i = \sum(\lambda_i + \mu_i)x_i kembali menjadi satu, dan demikian pula kelipatan skalarnya μλixi=(μλi)xi\mu\sum\lambda_i x_i = \sum(\mu\lambda_i) x_i; sedangkan kombinasi nolnya menunjukkan bahwa 00 termasuk: jadi rentangnya sebuah subruang. Adapun keminimalannya: misalkan HH sebarang subruang yang memuat x1,,xpx_1, \dots, x_p. Maka menurut kestabilan terhadap perkalian skalar setiap λixiH\lambda_i x_i \in H, dan menurut kestabilan terhadap penjumlahan jumlahnya terletak di HH: sehingga setiap kombinasi linearnya termasuk HH, yakni Vect(x1,,xp)H\operatorname{Vect}(x_1, \dots, x_p) \subseteq H. Jadi rentangnya termuat di setiap subruang yang memuat keluarganya: sehingga ia yang terkecil.

Definisi 18.7 (Jumlah, jumlah langsung)

Untuk subruang F,GF, G pada EE:

F+G={u+v:uF, vG}F + G = \{\,u + v : u \in F,\ v \in G\,\}

merupakan subruang (yaitu yang terkecil yang memuat FGF \cup G). Jumlahnya disebut langsung, yang ditulis FGF \oplus G, bila setiap unsur F+GF + G terurai secara tunggal sebagai u+vu + v; setara dengan itu (lihatlah di bawah) bila FG={0}F \cap G = \{0\}. Adapun ketika E=FGE = F \oplus G, kedua subruangnya disebut saling melengkapi di dalam EE.

Contoh 18.8 (Sebuah jumlah dua garis)

Di dalam R3\R^3, misalkan F=Vect((1,0,1))F = \operatorname{Vect}\bigl((1,0,1)\bigr) dan G=Vect((0,1,1))G = \operatorname{Vect}\bigl((0,1,1)\bigr). Maka jumlahnya adalah

F+G={a(1,0,1)+b(0,1,1)}={(a, b, a+b)}={(x,y,z):z=x+y},F + G = \{\,a(1,0,1) + b(0,1,1)\,\} = \{(a,\ b,\ a + b)\} = \{(x, y, z) : z = x + y\},

yaitu bidang lewat titik asal yang memuat kedua garisnya. Ia tegas lebih besar daripada gabungannya FGF \cup G (yang sekadar silang kedua garisnya): karena vektor (1,1,2)=(1,0,1)+(0,1,1)(1, 1, 2) = (1,0,1) + (0,1,1) terletak di jumlahnya tetapi tak pada garis mana pun. Dan FG={0}F \cap G = \{0\} (karena sebuah vektor bersama menuntut a(1,0,1)=b(0,1,1)a(1,0,1) = b(0,1,1), yang dua koordinat pertamanya memaksa a=b=0a = b = 0): sehingga jumlahnya langsung, dan FGF \oplus G persis merupakan bidang itu.

Proposisi 18.9

Jumlah F+GF + G bersifat langsung jika dan hanya jika FG={0}F \cap G = \{0\}.

Bukti. Jika suatu w0w \neq 0 terletak di FGF \cap G: maka w=w+0=0+ww = w + 0 = 0 + w merupakan dua penguraian ww. Sebaliknya, jika u+v=u+vu + v = u' + v' dengan u,uFu, u' \in F, v,vGv, v' \in G, maka uu=vvu - u' = v' - v termasuk FG={0}F \cap G = \{0\}: sehingga penguraiannya tunggal.

Metode 18.10 (Membuktikan E=FGE = F \oplus G)

Ada dua hal yang harus diperiksa, masing-masing dengan langkah pembuka bakunya.

  1. Irisan yang sepele. Ambillah xFGx \in F \cap G, tuliskanlah kedua syarat keanggotaannya, lalu apitlah x=0x = 0. (Jangan pernah berargumen lewat gambar: bandingkanlah jebakan di bawah.)
  2. Jumlahnya segalanya. Ambillah sebarang xEx \in E lalu hasilkanlah penguraiannya x=f+gx = f + g — entah dengan menebak ff dari sasarannya (karena ff harus memenuhi sifat pendefinisi FF, yang biasanya mendiktekan rumusnya) entah dengan memecahkan sistem linear yang menyatakan xx terhadap pembangun FF dan GG.

Ketika rumus penguraiannya ditebak, ketunggalannya otomatis dari langkah 1; sedangkan ketika hanya keberadaannya yang tak jelas, langkah 2-lah tempat kerjanya tinggal. Adapun kedua contoh di bawah menjalankan metodenya: untuk fungsi genap/ganjil rumus ff-nya dipaksa oleh penilaian kesamaan yang diinginkan di xx dan x-x; sedangkan untuk polinomial yang lenyap di sebuah titik, oleh penilaian di aa.

Contoh 18.11

Di dalam F(R,R)\mathcal{F}(\R, \R), fungsi genap P\mathcal{P} dan fungsi ganjil I\mathcal{I} saling melengkapi: karena sebarang ff tertulis

f(x)=f(x)+f(x)2genap+f(x)f(x)2ganjil,f(x) = \underbrace{\frac{f(x) + f(-x)}{2}}_{\text{genap}} + \underbrace{\frac{f(x) - f(-x)}{2}}_{\text{ganjil}},

dan sebuah fungsi yang sekaligus genap dan ganjil bernilai nol. (Bila diterapkan pada exp\exp, ini merupakan pasangan (cosh,sinh)(\cosh, \sinh) pada Bab 4.)

Contoh 18.12 (Sepasang pelengkap di dalam Kn[X]K_n[X])

Tetapkanlah aKa \in K lalu tetapkan F={PKn[X]:P(a)=0}F = \{P \in K_n[X] : P(a) = 0\}, G=Vect(1)G = \operatorname{Vect}(1) (yaitu konstantanya). Maka Kn[X]=FGK_n[X] = F \oplus G. Memang FGF \cap G terdiri atas konstanta yang lenyap di aa, yakni {0}\{0\}; dan setiap PP terurai sebagai

P=(PP(a))F+P(a)G.P = \underbrace{\bigl(P - P(a)\bigr)}_{\in F} + \underbrace{P(a)}_{\in G} .

Penguraian ini pantas dihafalkan: karena mengurangkan nilainya di sebuah titik merupakan cara baku memproyeksikan ke “fungsi yang lenyap di aa”. Perhatikanlah bahwa FF subruang yang besar sedangkan GG yang kecil; jadi sepasang pelengkap tak harus seimbang dalam arti apa pun.

Contoh 18.13 (Sebuah subruang pelengkap tak pernah tunggal)

Di dalam R2\R^2, misalkan F=Vect((1,0))F = \operatorname{Vect}\bigl((1,0)\bigr) (yaitu sumbu xx). Maka baik G=Vect((0,1))G = \operatorname{Vect}\bigl((0,1)\bigr) maupun G=Vect((1,1))G' = \operatorname{Vect}\bigl((1,1)\bigr) melengkapi FF: karena masing-masingnya bertemu FF hanya di 00, dan setiap pasangannya berjumlah R2\R^2. Adapun penguraian vektor yang sama itu berbeda:

(2, 1.5)=(2,0)F+(0,1.5)G=(0.5, 0)F+(1.5, 1.5)G.(2,\ 1.5) = \underbrace{(2, 0)}_{\in F} + \underbrace{(0, 1.5)}_{\in G} = \underbrace{(0.5,\ 0)}_{\in F} + \underbrace{(1.5,\ 1.5)}_{\in G'} .

Sesungguhnya setiap garis selain FF sendiri merupakan pelengkap FF di dalam R2\R^2: jadi pelengkapnya berlimpah, dan berbicara tentang “sang” pelengkap tak bermakna sampai sebuah struktur tambahan (yaitu hasil kali dalam, Bab 23) memilih salah satunya.

Dua penguraian titik yang sama pada ℝ2 sepanjang F (yaitu sumbu x): dengan pelengkap G (lewat jatuhan tegak) dan dengan pelengkap G' (lewat jatuhan miring). Adapun komponen F-nya berbeda: sehingga sebuah proyeksi bergantung pada arah turunnya.
Dua penguraian titik yang sama pada R2\R^2 sepanjang FF (yaitu sumbu xx): dengan pelengkap GG (lewat jatuhan tegak) dan dengan pelengkap GG' (lewat jatuhan miring). Adapun komponen FF-nya berbeda: sehingga sebuah proyeksi bergantung pada arah turunnya.

18.3 Keluarga bebas, keluarga pembangun, basis

Definisi 18.14

Sebuah keluarga (x1,,xp)(x_1, \dots, x_p) berisi vektor EE disebut:

  • pembangun (bagi EE) bila Vect(x1,,xp)=E\operatorname{Vect}(x_1,\dots,x_p) = E;
  • bebas (dengan vektornya bebas linear) bila

    λ1x1++λpxp=0    λ1==λp=0;\lambda_1 x_1 + \dots + \lambda_p x_p = 0 \implies \lambda_1 = \dots = \lambda_p = 0 ;

    dan kalau tidak disebut terikat;

  • sebuah basis bila ia bebas sekaligus pembangun.

Proposisi 18.15 (Koordinat)

Keluarga (e1,,en)(e_1, \dots, e_n) merupakan basis EE jika dan hanya jika setiap xEx \in E secara tunggal merupakan kombinasi x=λ1e1++λnenx = \lambda_1 e_1 + \dots + \lambda_n e_n; dan skalar λi\lambda_i-nya menjadi koordinat xx pada basisnya.

Bukti. Pembangun == keberadaan penguraiannya. Ketunggalan == kebebasannya: karena dua penguraian atas xx yang sama berselisih sebuah kombinasi yang sama dengan 00; lalu kebebasannya memaksa semua koefisiennya — yaitu selisih koordinatnya — untuk lenyap. Sebaliknya, sebuah kombinasi nol yang taksepele memberikan kedua penguraian 0=λiei=0ei0 = \sum \lambda_i e_i = \sum 0\,e_i.

Contoh 18.16

Basis kanonik KnK^n: yaitu ei=(0,,1,,0)e_i = (0, \dots, 1, \dots, 0) (dengan 11 pada slot ii). Adapun monomial (1,X,X2,,Xn)(1, X, X^2, \dots, X^n): merupakan basis Kn[X]K_n[X] (dengan kebebasannya: karena kombinasi nolnya adalah polinomial nol, sehingga semua koefisiennya lenyap, Definisi 8.1). Di dalam C\C atas R\R: basisnya (1,i)(1, \iu).

Catatan 18.17 (Koordinat adalah kerja tim)

Koordinat pertama xx pada basis (e1,,en)(e_1, \dots, e_n) bergantung pada semua vektor basisnya, bukan hanya e1e_1. Di dalam R2\R^2: vektor (3,1)(3, 1) berkoordinat pertama 33 pada basis kanoniknya, tetapi berkoordinat pertama 22 pada basis ((1,0),(1,1))\bigl((1,0), (1,1)\bigr) — pecahkanlah (3,1)=a(1,0)+b(1,1)(3,1) = a(1,0) + b(1,1): maka b=1b = 1, a=2a = 2. Jadi mengubah satu vektor basisnya mengocok ulang setiap koordinatnya; dan Bab 21 akan mengemas pengocokan itu menjadi matriks perubahan basis.

Contoh 18.18 (Menguji sebuah calon basis, dari awal sampai akhir)

Apakah F=(1+X, 1+X2, X+X2)\mathcal{F} = (1 + X,\ 1 + X^2,\ X + X^2) merupakan basis R2[X]\R_2[X]? Tulislah u1,u2,u3u_1, u_2, u_3 bagi ketiga polinomialnya. Kebebasannya: sebuah kombinasi nol au1+bu2+cu3=0a\,u_1 + b\,u_2 + c\,u_3 = 0 memberikan, koefisien demi koefisien,

a+b=0,a+c=0,b+c=0;a + b = 0, \qquad a + c = 0, \qquad b + c = 0 ;

lalu mengurangkan kedua yang pertama memberikan b=cb = c, kemudian yang ketiga memberikan 2b=02b = 0: sehingga a=b=c=0a = b = c = 0, jadi bebas. Pembangunnya: alih-alih memecahkan tiga sistem, perhatikanlah kombinasi setangkupnya

u1+u2u3=(1+X)+(1+X2)(X+X2)=2,u_1 + u_2 - u_3 = (1 + X) + (1 + X^2) - (X + X^2) = 2 ,

sehingga 1=12(u1+u2u3)1 = \frac12(u_1 + u_2 - u_3); lalu

X=u11=12(u1u2+u3),X2=u21=12(u1+u2+u3).X = u_1 - 1 = \tfrac12\bigl(u_1 - u_2 + u_3\bigr), \qquad X^2 = u_2 - 1 = \tfrac12\bigl(-u_1 + u_2 + u_3\bigr).

Monomialnya terletak di rentangnya, sehingga segalanya demikian: jadi F\mathcal{F} merupakan basis. Sebagai bonusnya, merakit ketiga tampilannya memberikan koordinat sebarang P=α+βX+γX2P = \alpha + \beta X + \gamma X^2:

P=α+βγ2u1+αβ+γ2u2+α+β+γ2u3.P = \frac{\alpha + \beta - \gamma}{2}\,u_1 + \frac{\alpha - \beta + \gamma}{2}\,u_2 + \frac{-\alpha + \beta + \gamma}{2}\,u_3 .

(Periksa kewarasannya dengan P=XP = X: koordinatnya (12,12,12)\bigl(\frac12, -\frac12, \frac12\bigr), sebagaimana ditemukan di atas.) Ada dua pelajarannya: bahwa kesetangkupan pada keluarganya biasanya menyembunyikan kombinasi jalan pintas; dan bahwa begitu dimensinya tersedia (Bab 19), seluruh paruh pembangun kerja ini akan datang cuma-cuma — karena tiga vektor bebas pada ruang berdimensi 33 selalu membentuk basis.

Proposisi 18.19 (Kriteria kebebasan yang berguna)

  1. Sebuah keluarga berisi polinomial taknol yang derajatnya berbeda berpasangan bersifat bebas.
  2. Menambahkan sebuah vektor pada keluarga bebas menjaganya tetap bebas jika dan hanya jika vektornya berada di luar rentang keluarganya.
  3. Sebarang subkeluarga sebuah keluarga bebas bersifat bebas; dan sebarang keluarga yang memuat keluarga pembangun bersifat pembangun.

Bukti. (1) Pada sebuah kombinasi nol, lihatlah derajat tertinggi yang hadir: maka koefisiennya pasti lenyap (karena tak ada yang meniadakan derajat itu), lalu turunlah secara beruntun.

(2) Jika xVect(x1,,xp)x \in \operatorname{Vect}(x_1, \dots, x_p), maka relasi xλixi=0x - \sum\lambda_i x_i = 0 bersifat taksepele. Sebaliknya, sebuah kombinasi nol yang taksepele atas (x1,,xp,x)(x_1, \dots, x_p, x) pasti melibatkan xx dengan koefisien yang taknol (kalau tidak ia bertentangan dengan kebebasan keluarga yang kecil), lalu memecahkannya bagi xx menaruhnya di rentangnya.

(3) Untuk subkeluarganya: sebuah kombinasi nol atas subkeluarganya merupakan kombinasi seluruh keluarganya dengan koefisien yang hilang ditetapkan 00; sehingga kebebasan keluarga besarnya membunuh semuanya. Adapun untuk keluarga besarnya: setiap vektor EE sudah merupakan kombinasi bagian pembangunnya; jadi berikanlah vektor tambahannya koefisien 00.

Contoh 18.20 (Asas tangganya)

Misalkan P0,P1,,PnKn[X]P_0, P_1, \dots, P_n \in K_n[X] dengan degPk=k\deg P_k = k untuk setiap kk (yaitu sebuah “tangga” derajat). Maka (P0,,Pn)(P_0, \dots, P_n) merupakan basis Kn[X]K_n[X]. Adapun kebebasannya adalah Proposisi 18.19 (1). Sedangkan untuk sifat pembangunnya, berargumenlah lewat penurunan hingga pada derajatnya: misalkan QKn[X]Q \in K_n[X], Q0Q \neq 0, berderajat dd, dengan koefisien utamanya aa, dan misalkan b0b \neq 0 koefisien utama PdP_d. Maka QabPdQ - \frac ab P_d berderajat <d< d (karena suku puncaknya saling meniadakan); lalu dengan mengganti QQ dengan selisih ini dan mengulanginya, setelah paling banyak n+1n + 1 langkah kita mencapai polinomial nolnya, dan membuka gulungan pengurangannya menyatakan QQ sebagai kombinasi PkP_k-nya. Adapun dua tangga yang sudah kita temui: pangkat yang tergeser ((Xa)k)0kn\bigl((X-a)^k\bigr)_{0 \leq k \leq n} (Latihan 18.4), dan hasil kali Newton ((Xx0)(Xx1)(Xxk1))0kn\bigl((X - x_0)(X - x_1)\cdots(X - x_{k-1})\bigr)_{0 \leq k \leq n}, yang dipekerjakan pada soal akhir pekannya.

Contoh 18.21 (Kebebasan pada ruang fungsi)

Di dalam F(R,R)\mathcal{F}(\R,\R), keluarga (ea1x,,eapx)(\eu^{a_1 x}, \dots, \eu^{a_p x}) dengan a1<<apa_1 < \dots < a_p bersifat bebas: bagilah sebuah kombinasi nol dengan eapx\eu^{a_p x} lalu biarkan x+x \to +\infty; maka koefisien terakhirnya mati, dan kita turun secara beruntun (Latihan 18.8 memerinci ini beserta variannya). Jadi kebebasan fungsi dibuktikan lewat penilaian: di titik yang terpilih baik, di tak hingga, atau setelah menurunkannya.

Contoh 18.22 (Sebuah relasi tersembunyi mengecilkan rentang)

Di dalam F(R,R)\mathcal{F}(\R, \R), apakah Vect(1, cos2, sin2)\operatorname{Vect}(1,\ \cos^2,\ \sin^2)? Adapun kesamaan cos2+sin2=1\cos^2 + \sin^2 = 1 merupakan kombinasi nol yang taksepele

11+(1)cos2+(1)sin2=0:1\cdot\mathbf{1} + (-1)\cos^2 + (-1)\sin^2 = 0 :

jadi keluarganya terikat, dan rentangnya sudah dibangun oleh (1,cos2)(1, \cos^2) saja (karena sin2=1cos2\sin^2 = 1 - \cos^2). Adapun keluarga yang lebih kecil itu bersifat bebas: karena a+bcos2x=0a + b\cos^2 x = 0 untuk setiap xx memberikan, di x=0x = 0 dan x=π2x = \frac\pi2: a+b=0a + b = 0 dan a=0a = 0. Jadi rentangnya sebuah bidang di dalam ruang fungsinya — dan ia juga memuat cos2x=2cos2x1\cos 2x = 2\cos^2 x - 1: sehingga keluarga fungsi trigonometri yang tampak linear rutin runtuh di bawah kesamaannya, dan itulah sebabnya kebebasannya harus dibuktikan, tak pernah dianggap dari panjang daftarnya.

Catatan 18.23 (Jebakan yang lazim)

Ada empat perangkap klasiknya. Berpasangan tak mencukupi: karena di dalam R2\R^2, vektor (1,0)(1,0), (0,1)(0,1), (1,1)(1,1) tak sebanding berpasangan, namun terikat — sebab kebebasan merupakan sifat seluruh keluarganya, yang diuji lewat satu kombinasi yang menyeluruh, tak pernah dua demi dua. Vektor nolnya meracuni segalanya: karena sebarang keluarga yang memuat 00 bersifat terikat (sebab 10=01\cdot 0 = 0 merupakan relasi yang taksepele), sepolos apa pun vektor lainnya. Gabungan bukan jumlah: karena FGF \cup G hampir tak pernah menjadi subruang (Definisi 18.3); adapun subruang terkecil yang memuat keduanya adalah F+GF + G, yang biasanya jauh lebih besar daripada gabungannya — karena di dalam R2\R^2, dua garis yang berbeda bergabungan menjadi silang, sedangkan berjumlah seluruh bidangnya. Langsung menuntut irisan yang sepele, bukan kelepasan: karena dua subruang tak pernah lepas (sebab keduanya memuat 00); jadi syarat yang benar adalah FG={0}F \cap G = \{0\}, dan itu harus dibuktikan, bukan dibaca dari sebuah gambar — bandingkanlah Contoh 18.13, yang di situ banyak GG yang berbeda berlaku. Kebebasan bergantung pada skalarnya: karena pasangan (1,i)(1, \iu) bebas di C\C yang dipandang sebagai ruang vektor atas R\R, tetapi terikat di C\C yang dipandang sebagai ruang vektor atas C\C (sebab i1+(1)i=0\iu\cdot 1 + (-1)\cdot\iu = 0). Jadi ketahuilah selalu lapangan mana yang bekerja sebelum menyatakan sebuah keluarga bebas — adapun soal akhir pekan Bab 19 mengubah persis kepekaan ini menjadi bukti keirasionalan.

Catatan 18.24 (Ke mana bahasa ini pergi)

Segalanya setelah bab ini berbicara dalam bahasa yang disiapkan di sini. Bab 19 mencacah vektor basisnya lalu mengubah “bebas” dan “pembangun” menjadi ketaksamaan atas satu bilangan bulat, yaitu dimensinya. Bab 20 menelaah pemetaan yang selaras dengan kedua operasinya; dan jumlah langsungnya menjadi proyektor di sana. Bab 21 menyandikan vektornya lewat koordinatnya pada sebuah basis — dengan Proposisi 18.15 sebagai izin bagi penyandian itu — sedangkan Bab 23 menambahkan panjang dan sudut di atas struktur linearnya. Pada jilid Tahun 2 aksioma yang sama, kata demi kata, berjalan di atas lapangan sebarang dan dalam dimensi tak hingga; karena tak ada apa pun pada bab ini yang memakai kehinggaan di mana pun.

Catatan 18.25 (Tiga benang yang diikuti sepanjang Buku 3)

Amatilah tiga gagasan tertentu bab ini bertumbuh. Asas tangganya (Contoh 18.20) muncul kembali sebagai basis Newton pada soal akhir pekan bab ini, sebagai basis binomial (Bk)(B_k) di sana, dan sebagai muslihat alternan polinomial pada soal akhir pekan Bab 22: jadi satu lema, tiga dividen tanpa determinan. Penilaian sebagai uji kebebasan (Contoh 18.21) menjadi isomorfisme interpolasi pada Bab 20, lalu kriteria Vandermonde pada Bab 22, lalu uji Gram pada Bab 23: jadi refleks yang sama, yang dipertajam tiga kali. Jumlah langsungnya (Definisi 18.7) menjadi proyektor pada Bab 20, pembelahan ortogonal E=FFE = F \oplus F^\perp pada Bab 23, dan penguraian terjelaskan-tambah-sisa pada kuadrat terkecil di soal akhir pekan Bab 25. Jadi sangat sedikit isi buku ini yang pada dasarnya bukan salah satu dari ketiga gagasan itu dalam pakaian yang baru.

18.4 Latihan

Latihan 18.1

Manakah di antara berikut ini yang merupakan subruang?

  1. {(x,y,z)R3:x+2yz=0}\{(x, y, z) \in \R^3 : x + 2y - z = 0\};
  2. {(x,y,z)R3:x+2yz=1}\{(x, y, z) \in \R^3 : x + 2y - z = 1\};
  3. {(x,y)R2:xy0}\{(x, y) \in \R^2 : xy \geq 0\};
  4. {PR[X]:P(1)=0}\{P \in \R[X] : P(1) = 0\};
  5. {fF(R,R):f terbatas}\{f \in \mathcal{F}(\R,\R) : f \text{ terbatas}\}.
Solusi

Solusi Latihan 18.1.

  1. Ya: karena ia memuat 00, dan persamaan pendefinisinya linear (sehingga stabil terhadap x+λyx + \lambda y).
  2. Bukan: karena ia tak memuat (0,0,0)(0,0,0).
  3. Bukan: karena (1,0)(1, 0) dan (0,1)(0, -1) termasuk (dengan xy=0xy = 0), sedangkan jumlahnya (1,1)(1, -1) tidak (karena xy=1<0xy = -1 < 0).
  4. Ya: karena 00 lenyap di 11; dan (P+λQ)(1)=P(1)+λQ(1)=0(P + \lambda Q)(1) = P(1) + \lambda Q(1) = 0.
  5. Ya: karena fungsi nolnya terbatas; dan jika fM\abs f \leq M dan gM\abs g \leq M', maka f+λgM+λM\abs{f + \lambda g} \leq M + \abs\lambda M'.

Latihan 18.2

Di dalam R3\R^3, apakah (1,2,1)(1, 2, 1) termasuk Vect((1,0,1),(1,1,0))\operatorname{Vect}\bigl((1,0,1),\, (1,1,0)\bigr)? Dan (2,1,1)(2, 1, 1)? Perikanlah Vect((1,0,1),(1,1,0))\operatorname{Vect}\bigl((1,0,1),(1,1,0)\bigr) lewat sebuah persamaan.

Solusi

Solusi Latihan 18.2.

Persamaan (1,2,1)=a(1,0,1)+b(1,1,0)(1,2,1) = a(1,0,1) + b(1,1,0) menuntut a+b=1a + b = 1, b=2b = 2, a=1a = 1: yang tak selaras (karena a+b=31a + b = 3 \neq 1): jadi tak di rentangnya. Sedangkan (2,1,1)=a(1,0,1)+b(1,1,0)(2,1,1) = a(1,0,1) + b(1,1,0): b=1b = 1, a=1a = 1, a+b=2a + b = 2: yang taat asas, sehingga (2,1,1)=(1,0,1)+(1,1,0)(2,1,1) = (1,0,1) + (1,1,0), jadi di rentangnya.

Persamaannya: (x,y,z)=(a+b,b,a)(x, y, z) = (a + b, b, a) berarti x=y+zx = y + z: sehingga rentangnya adalah bidang {xyz=0}\{x - y - z = 0\}.

Latihan 18.3

Putuskanlah kebebasannya di R3\R^3:   ((1,1,0),(1,0,1),(0,1,1))\;\bigl((1,1,0), (1,0,1), (0,1,1)\bigr);   ((1,2,3),(2,4,6))\;\bigl((1,2,3), (2,4,6)\bigr);   ((1,0,0),(1,1,0),(1,1,1),(0,1,1))\;\bigl((1,0,0), (1,1,0), (1,1,1), (0,1,1)\bigr).

Solusi

Solusi Latihan 18.3.

Keluarga pertamanya: λ(1,1,0)+μ(1,0,1)+ν(0,1,1)=0\lambda(1,1,0) + \mu(1,0,1) + \nu(0,1,1) = 0 memberikan λ+μ=0\lambda + \mu = 0, λ+ν=0\lambda + \nu = 0, μ+ν=0\mu + \nu = 0: lalu menjumlahkannya, 2(λ+μ+ν)=02(\lambda + \mu + \nu) = 0, dan mengurangkan setiap persamaannya, λ=μ=ν=0\lambda = \mu = \nu = 0: jadi bebas.

Yang kedua: (2,4,6)=2(1,2,3)(2,4,6) = 2(1,2,3): jadi terikat.

Yang ketiga: empat vektor di R3\R^3 — yang niscaya terikat begitu dimensinya tersedia (Bab 19); adapun secara langsung: (0,1,1)=(1,0,0)+0(1,1,0)+(1,1,1)(0,1,1) = -(1,0,0) + 0\cdot(1,1,0) + (1,1,1), memang (1,0,0)+(1,1,1)=(0,1,1)(-1,0,0) + (1,1,1) = (0,1,1): yaitu sebuah relasi yang taksepele.

Latihan 18.4

Buktikan bahwa (1,X1,(X1)2,(X1)3)(1, X - 1, (X-1)^2, (X-1)^3) merupakan basis R3[X]\R_3[X], lalu berikanlah koordinat X3X^3 padanya. (Lewat Taylor di 11!)

Solusi

Solusi Latihan 18.4.

Polinomial 1,(X1),(X1)2,(X1)31, (X-1), (X-1)^2, (X-1)^3 berderajat berbeda 0,1,2,30, 1, 2, 3: jadi bebas (Proposisi 18.19 (1)); dan empat vektor bebas yang membangun (karena setiap PR3[X]P \in \R_3[X] terjabarkan dalam pangkat X1X - 1, misalnya lewat Taylor bagi polinomial, bandingkan bukti Proposisi 8.11): jadi sebuah basis. Untuk X3X^3, lewat Taylor di 11: P=X3P = X^3, P(1)=1P(1) = 1, P(1)=3P'(1) = 3, P(1)=6P''(1) = 6, P(1)=6P'''(1) = 6:

X3=1+3(X1)+3(X1)2+(X1)3,X^3 = 1 + 3(X - 1) + 3(X-1)^2 + (X-1)^3 ,

dengan koordinatnya (1,3,3,1)(1, 3, 3, 1) (yaitu baris Pascal, sebagaimana diharapkan dari X3=((X1)+1)3X^3 = ((X-1)+1)^3).

Latihan 18.5 ★★

Di dalam R4\R^4, misalkan F={(x,y,z,t):x=y=z}F = \{(x,y,z,t) : x = y = z\} dan G={(x,y,z,t):x=t=0}G = \{(x,y,z,t) : x = t = 0\}. Buktikan bahwa FG=R4F \oplus G = \R^4, lalu uraikanlah (1,2,3,4)(1,2,3,4) menurutnya.

Solusi

Solusi Latihan 18.5.

Untuk FGF \cap G: syarat x=y=zx = y = z dan x=t=0x = t = 0 bersama-sama memberikan x=0x = 0, sehingga y=z=0y = z = 0, dan t=0t = 0: jadi irisannya adalah {0}\{0\}. Adapun jumlahnya: diberikan (x,y,z,t)(x,y,z,t), carilah (a,a,a,b)F(a,a,a,b) \in F dan (0,c,d,0)G(0,c,d,0) \in G yang berjumlah demikian: a=xa = x, b=tb = t, c=yxc = y - x, d=zxd = z - x: yang selalu mungkin. Jadi R4=FG\R^4 = F \oplus G, dan

(1,2,3,4)=(1,1,1,4)+(0,1,2,0).(1,2,3,4) = (1,1,1,4) + (0,1,2,0) .

Latihan 18.6 ★★

Di dalam ruang barisan, misalkan FF himpunan barisan yang konvergen dan G=Vect(u)G = \operatorname{Vect}(u) dengan un=(1)nu_n = (-1)^n. Buktikan bahwa FG={0}F \cap G = \{0\}. Apakah F+GF + G seluruh ruang barisannya?

Solusi

Solusi Latihan 18.6.

Sebuah unsur GG berbentuk λu\lambda u; dan jika ia konvergen, maka (karena λun=λ(1)n\lambda u_n = \lambda(-1)^n mempunyai dua limit subbarisan ±λ\pm \lambda) niscaya λ=0\lambda = 0: sehingga FG={0}F \cap G = \{0\}.

Adapun F+GF + G bukan segalanya: karena ia terdiri atas barisan berbentuk cn+λ(1)nc_n + \lambda(-1)^n dengan (cn)(c_n) yang konvergen. Sedangkan barisan vn=nv_n = n tak berbentuk demikian (karena vnλ(1)nv_n - \lambda(-1)^n tak terbatas, sehingga tak pernah konvergen). Jadi FGF \oplus G \subsetneq (ruang semua barisannya).

Latihan 18.7 ★★

Misalkan F,G,HF, G, H subruang EE. Buktikan bahwa

F(G+(FH))=(FG)+(FH),F \cap (G + (F \cap H)) = (F \cap G) + (F \cap H),

lalu tunjukkanlah lewat sebuah contoh di R2\R^2 bahwa kedistributifan yang tak terbatasi F(G+H)=(FG)+(FH)F \cap (G + H) = (F\cap G) + (F \cap H) gagal.

Solusi

Solusi Latihan 18.7.

(\supseteq) Baik FGF \cap G maupun FHF \cap H terletak di FF, dan jumlahnya terletak di G+(FH)G + (F \cap H): sehingga inklusinya menyusul karena ruas kirinya merupakan subruang yang memuat kedua kepingnya — secara konkret, sebuah unsur g+hg + h dengan gFGg \in F\cap G, hFHh \in F \cap H berada di FF (sebagai jumlah dua unsur FF) dan di G+(FH)G + (F \cap H).

(\subseteq) Misalkan xFx \in F dengan x=g+hx = g + h, gGg \in G, hFHh \in F \cap H. Maka g=xhFg = x - h \in F (sebagai selisih unsur FF), sehingga gFGg \in F \cap G, dan x=g+h(FG)+(FH)x = g + h \in (F \cap G) + (F \cap H).

Adapun contoh penyangkal bagi kedistributifan penuhnya di R2\R^2: F=Vect(1,1)F = \operatorname{Vect}(1,1), G=Vect(1,0)G = \operatorname{Vect}(1,0), H=Vect(0,1)H = \operatorname{Vect}(0,1). Maka G+H=R2G + H = \R^2, sehingga F(G+H)=FF \cap (G+H) = F, sedangkan FG=FH={0}F \cap G = F \cap H = \{0\}: jadi ruas kanannya {0}F\{0\} \neq F.

Latihan 18.8 ★★★

Buktikan bahwa keluarga F(R,R)\mathcal{F}(\R, \R) berikut bersifat bebas:

  1. (ea1x,,eapx)(\eu^{a_1 x}, \dots, \eu^{a_p x}) untuk a1<<apa_1 < \dots < a_p;
  2. (cosx,sinx,cos2x,sin2x)(\cos x, \sin x, \cos 2x, \sin 2x);
  3. (xxa1,,xxap)(x \mapsto \abs{x - a_1}, \dots, x \mapsto \abs{x - a_p}) untuk aia_i yang berbeda (karena sifat dapat diturunkannya gagal tepat di satu titik per fungsinya).
Solusi

Solusi Latihan 18.8.

  1. Andaikan iλieaix=0\sum_{i} \lambda_i \eu^{a_i x} = 0 untuk setiap xx. Kalikanlah dengan eapx\eu^{-a_p x}: maka λp+i<pλie(aiap)xλp\lambda_p + \sum_{i < p} \lambda_i \eu^{(a_i - a_p)x} \to \lambda_p ketika x+x \to +\infty (karena setiap eksponennya aiap<0a_i - a_p < 0). Padahal ruas kirinya identik 00, sehingga λp=0\lambda_p = 0; lalu ulangilah ke bawah.
  2. Misalkan acosx+bsinx+ccos2x+dsin2x=0a\cos x + b \sin x + c \cos 2x + d\sin 2x = 0 untuk setiap xx. Nilailah di x=0x = 0: a+c=0a + c = 0; lalu di x=πx = \pi: a+c=0-a + c = 0; sehingga a=c=0a = c = 0, dan relasinya tereduksi menjadi bsinx+dsin2x=0b\sin x + d \sin 2x = 0. Lalu nilailah di x=π2x = \frac\pi2: b=0b = 0; kemudian di x=π4x = \frac\pi4: d=0d = 0.
  3. Andaikan λixai=0\sum \lambda_i \abs{x - a_i} = 0 untuk setiap xx. Adapun fungsi ijλixai\sum_{i \neq j} \lambda_i\abs{x - a_i} bersifat dapat diturunkan di aja_j (karena setiap sukunya demikian, jauh dari sudutnya sendiri), sehingga λjxaj-\lambda_j \abs{x - a_j}, yaitu selisihnya, pun harus dapat diturunkan di aja_j — yang memaksa λj=0\lambda_j = 0 (karena \abs{\,\cdot\,} bersudut). Dan ini berlaku bagi setiap jj.

Latihan 18.9 ★★★

Misalkan EE ruang vektor atas KK dan F,G,HF, G, H subruang dengan F+G=F+HF + G = F + H, FG=FHF \cap G = F \cap H dan GHG \subseteq H. Buktikan G=HG = H. Berikanlah contoh penyangkal tanpa hipotesis GHG \subseteq H.

Solusi

Solusi Latihan 18.9.

Misalkan hHh \in H. Karena hHF+H=F+Gh \in H \subseteq F + H = F + G, tulislah h=f+gh = f + g dengan fFf \in F, gGg \in G. Maka f=hgHf = h - g \in H (karena kedua sukunya di HH, dengan memakai GHG \subseteq H), sehingga fFH=FGGf \in F \cap H = F \cap G \subseteq G, dan h=f+gGh = f + g \in G. Jadi HGH \subseteq G, lalu digabung dengan hipotesis GHG \subseteq H: sama.

Adapun contoh penyangkal tanpa GHG \subseteq H: di R2\R^2, ambillah F=Vect(1,0)F = \operatorname{Vect}(1,0), G=Vect(0,1)G = \operatorname{Vect}(0,1), H=Vect(1,1)H = \operatorname{Vect}(1,1): maka F+G=F+H=R2F + G = F + H = \R^2 dan FG=FH={0}F \cap G = F \cap H = \{0\}, namun GHG \neq H.

Latihan 18.10 ★★

Di dalam R[X]\R[X], misalkan P\mathcal P himpunan polinomial yang genap (P(X)=P(X)P(-X) = P(X)) dan I\mathcal I himpunan yang ganjil (P(X)=P(X)P(-X) = -P(X)). Buktikan bahwa R[X]=PI\R[X] = \mathcal P \oplus \mathcal I, lalu tunjukkanlah bahwa P=Vect(1,X2,X4,)\mathcal P = \operatorname{Vect}(1, X^2, X^4, \dots), yakni bahwa polinomial yang genap tepat merupakan polinomial dalam X2X^2.

Solusi

Solusi Latihan 18.10.

Kedua himpunannya merupakan subruang (karena syarat pendefinisinya linear dan berlaku bagi 00). Adapun penguraiannya: untuk PR[X]P \in \R[X],

P(X)=P(X)+P(X)2P+P(X)P(X)2I,P(X) = \underbrace{\frac{P(X) + P(-X)}{2}}_{\in\,\mathcal P} + \underbrace{\frac{P(X) - P(-X)}{2}}_{\in\,\mathcal I},

dan sebuah polinomial yang sekaligus genap dan ganjil memenuhi P=PP = -P, sehingga P=0P = 0: jadi jumlahnya langsung dan sama dengan R[X]\R[X].

Sekarang misalkan P=kakXkP = \sum_k a_k X^k genap. Maka P(X)P(X)=2k ganjilakXkP(X) - P(-X) = 2 \sum_{k \text{ ganjil}} a_k X^k merupakan polinomial nol, sehingga setiap koefisien berderajat ganjilnya lenyap (Definisi 8.1): jadi PVect(1,X2,X4,)P \in \operatorname{Vect}(1, X^2, X^4, \dots), yakni P=Q(X2)P = Q(X^2) untuk suatu polinomial QQ. Sebaliknya setiap polinomial dalam X2X^2 bersifat genap.

Latihan 18.11 ★★

Misalkan (x1,x2,x3)(x_1, x_2, x_3) keluarga bebas sebuah ruang vektor real EE. Buktikan bahwa (x1+x2, x2+x3, x3+x1)(x_1 + x_2,\ x_2 + x_3,\ x_3 + x_1) bersifat bebas. Apakah keluarga serupa yang berisi empat vektor (x1+x2, x2+x3, x3+x4, x4+x1)(x_1 + x_2,\ x_2 + x_3,\ x_3 + x_4,\ x_4 + x_1) bebas ketika (x1,x2,x3,x4)(x_1, x_2, x_3, x_4) demikian?

Solusi

Solusi Latihan 18.11.

Andaikan a(x1+x2)+b(x2+x3)+c(x3+x1)=0a(x_1 + x_2) + b(x_2 + x_3) + c(x_3 + x_1) = 0. Lalu mengelompokkannya ulang pada keluarga bebas (x1,x2,x3)(x_1, x_2, x_3):

(a+c)x1+(a+b)x2+(b+c)x3=0    a+c=a+b=b+c=0.(a + c)\,x_1 + (a + b)\,x_2 + (b + c)\,x_3 = 0 \implies a + c = a + b = b + c = 0 .

Mengurangkan kedua persamaan pertamanya memberikan c=bc = b; lalu yang ketiga memberikan 2b=02b = 0, sehingga b=c=0b = c = 0, kemudian a=0a = 0: jadi keluarganya bebas.

Adapun untuk empat vektor keluarga serupanya selalu terikat:

(x1+x2)(x2+x3)+(x3+x4)(x4+x1)=0(x_1 + x_2) - (x_2 + x_3) + (x_3 + x_4) - (x_4 + x_1) = 0

merupakan kombinasi nol yang taksepele (dengan koefisien 1,1,1,11, -1, 1, -1), apa pun (x1,x2,x3,x4)(x_1, x_2, x_3, x_4)-nya. Jadi keparitasan panjang daurnyalah yang memutuskan.

Latihan 18.12 ★★★

Misalkan EE ruang vektor atas R\R (atau C\C) dan F1,,FkF_1, \dots, F_k subruang sejati EE (dengan setiap FiEF_i \neq E).

  1. Tanganilah kasus k=2k = 2 secara langsung: jika F1⊈F2F_1 \not\subseteq F_2 dan F2⊈F1F_2 \not\subseteq F_1, pilihlah xF1F2x \in F_1 \setminus F_2 dan yF2F1y \in F_2 \setminus F_1 lalu carilah letak x+yx + y.
  2. Buktikan secara umum bahwa EF1FkE \neq F_1 \cup \dots \cup F_k: yakni bahwa ruang vektor atas lapangan yang tak hingga tak pernah menjadi gabungan hingga subruang sejati. (Ambillah kk yang minimal, pilihlah xF1x \in F_1 di luar FiF_i lainnya, pilihlah yF1y \notin F_1, lalu ikutilah garis ty+txt \mapsto y + tx.)
Solusi

Solusi Latihan 18.12.

  1. Jika F1F2F_1 \subseteq F_2 atau F2F1F_2 \subseteq F_1, maka gabungannya salah satu dari keduanya, sehingga sejati. Kalau tidak pilihlah xF1F2x \in F_1 \setminus F_2 dan yF2F1y \in F_2 \setminus F_1, lalu tinjaulah x+yx + y. Jika x+yF1x + y \in F_1, maka y=(x+y)xF1y = (x + y) - x \in F_1: yang bertentangan. Jika x+yF2x + y \in F_2, maka xF2x \in F_2: yang bertentangan. Jadi x+yF1F2x + y \notin F_1 \cup F_2, sehingga EF1F2E \neq F_1 \cup F_2.
  2. Andaikan untuk pertentangannya bahwa E=F1FkE = F_1 \cup \dots \cup F_k, dengan kk yang dipilih minimal di antara semua penyelimutan yang demikian. Maka keminimalannya melarang F1F2FkF_1 \subseteq F_2 \cup \dots \cup F_k (kalau tidak buanglah F1F_1), sehingga ada xF1x \in F_1 dengan xFix \notin F_i untuk setiap i2i \geq 2. Dan karena F1F_1 sejati, pilihlah yF1y \notin F_1. Untuk setiap skalar tt, vektor y+txy + t x terletak di suatu FiF_i. Namun ia tak pernah terletak di F1F_1: sebab kalau tidak y=(y+tx)txF1y = (y + tx) - tx \in F_1 (karena xF1x \in F_1). Adapun lapangannya tak hingga, sehingga pilihlah kk skalar yang berbeda t1,,tkt_1, \dots, t_k: maka kk vektor y+tjxy + t_j x jatuh ke dalam k1k - 1 subruang F2,,FkF_2, \dots, F_k, sehingga dua di antaranya, katakanlah y+txy + t x dan y+txy + t' x dengan ttt \neq t', terletak di FiF_i yang sama (dengan i2i \geq 2). Lalu selisihnya (tt)xFi(t - t')x \in F_i, sehingga xFix \in F_i: yang bertentangan. Jadi tak ada penyelimutan hingga oleh subruang sejati.

18.5 Soal: interpolasi, tiga basis bagi satu ruang

Soal 18.1

Tetapkanlah n+1n + 1 titik yang berbeda x0,x1,,xnx_0, x_1, \dots, x_n pada R\R. Soal ini menengok kembali interpolasi Lagrange (Teorema 8.23) dengan mata bab ini: bahwa ruang Rn[X]\R_n[X] membawa tiga basis yang alami — yaitu milik Lagrange, milik Newton, dan (untuk titik yang berjarak sama) basis binomialnya — dan setiap basisnya membuat satu pertanyaan menjadi mudah. Jalannya berakhir pada sebuah teorema aritmetika yang sungguhan: yaitu pencirian Pólya atas polinomial yang memetakan Z\Z ke dalam Z\Z.

Bagian I — Basis Lagrangenya. Untuk 0in0 \leq i \leq n tetapkanlah

Li  =  jiXxjxixj    Rn[X].L_i \;=\; \prod_{j \neq i} \frac{X - x_j}{x_i - x_j} \;\in\; \R_n[X].
  1. Periksalah bahwa degLi=n\deg L_i = n dan bahwa Li(xj)=1L_i(x_j) = 1 bila j=ij = i, dan 00 bila jij \neq i.
  2. Buktikan bahwa keluarga (L0,,Ln)(L_0, \dots, L_n) bersifat bebas.
  3. Buktikan bahwa untuk setiap PRn[X]P \in \R_n[X],

    P  =  i=0nP(xi)Li,P \;=\; \sum_{i=0}^{n} P(x_i)\, L_i ,

    lalu simpulkanlah bahwa (L0,,Ln)(L_0, \dots, L_n) merupakan basis Rn[X]\R_n[X]. (Tinjaulah selisih kedua ruasnya lalu cacahlah akarnya, Akibat 8.8.)

  4. Simpulkanlah teorema interpolasinya: bahwa untuk sebarang nilai y0,,ynRy_0, \dots, y_n \in \R ada PRn[X]P \in \R_n[X] yang tunggal dengan P(xi)=yiP(x_i) = y_i untuk setiap ii. Pada basis Lagrangenya, apakah koordinat sebuah polinomial PP?
  5. Buktikanlah kesamaan

    i=0nLi=1dan, untuk 0kn,i=0nxikLi=Xk.\sum_{i=0}^{n} L_i = 1 \qquad\text{dan, untuk } 0 \leq k \leq n,\qquad \sum_{i=0}^{n} x_i^{k}\, L_i = X^{k} .

Bagian II — Basis Newton dan selisih terbaginya. Tetapkanlah N0=1N_0 = 1 dan Nk=(Xx0)(Xx1)(Xxk1)N_k = (X - x_0)(X - x_1) \cdots (X - x_{k-1}) untuk 1kn1 \leq k \leq n. Untuk sebuah fungsi ff yang terdefinisi di simpulnya, definisikanlah selisih terbaginya lewat f[xi]=f(xi)f[x_i] = f(x_i) dan

f[xi,,xi+k]  =  f[xi+1,,xi+k]f[xi,,xi+k1]xi+kxi.f[x_i, \dots, x_{i+k}] \;=\; \frac{f[x_{i+1}, \dots, x_{i+k}] - f[x_i, \dots, x_{i+k-1}]} {x_{i+k} - x_i} .
  1. Buktikan bahwa (N0,N1,,Nn)(N_0, N_1, \dots, N_n) merupakan basis Rn[X]\R_n[X].
  2. Hitunglah f[x0,x1]f[x_0, x_1] dan f[x0,x1,x2]f[x_0, x_1, x_2] dalam nilai ff, lalu hitunglah semua selisih terbagi f(x)=x2f(x) = x^2 pada tiga simpul yang sebarang.
  3. (Lema Aitken) Misalkan RR menginterpolasi ff di x0,,xn1x_0, \dots, x_{n-1} dan QQ menginterpolasi ff di x1,,xnx_1, \dots, x_n, keduanya berderajat n1\leq n - 1. Buktikan bahwa

    S  =  (Xx0)Q(Xxn)Rxnx0S \;=\; \frac{(X - x_0)\,Q - (X - x_n)\,R}{x_n - x_0}

    menginterpolasi ff di x0,x1,,xnx_0, x_1, \dots, x_n.

  4. Simpulkanlah, lewat induksi pada cacah simpulnya, bahwa koefisien XkX^{k} pada interpolan ff di x0,,xkx_0, \dots, x_k tepat sama dengan f[x0,,xk]f[x_0, \dots, x_k].
  5. Buktikanlah rumus interpolasi Newton: bahwa interpolan ff di x0,,xnx_0, \dots, x_n adalah

    P  =  k=0nf[x0,,xk]Nk,P \;=\; \sum_{k=0}^{n} f[x_0, \dots, x_k]\, N_k ,

    lalu turunkanlah rumus tertutupnya

    f[x0,,xk]  =  i=0kf(xi)ji,jk(xixj),f[x_0, \dots, x_k] \;=\; \sum_{i=0}^{k} \frac{f(x_i)}{\prod_{j \neq i,\, j \leq k} (x_i - x_j)} ,

    yang menunjukkan bahwa f[x0,,xk]f[x_0, \dots, x_k] tak bergantung pada urutan simpulnya.

Bagian III — Simpul yang berjarak sama: operator selisihnya. Mulai sekarang simpulnya adalah 0,1,2,0, 1, 2, \dots dan, untuk sebuah polinomial PP, kita menetapkan

ΔP(X)=P(X+1)P(X),Bk=X(X1)(Xk+1)k!(B0=1).\Delta P(X) = P(X + 1) - P(X), \qquad B_k = \frac{X(X-1)\cdots(X-k+1)}{k!} \quad (B_0 = 1).
  1. Tunjukkan bahwa jika degP=m1\deg P = m \geq 1 dengan koefisien utamanya aa, maka degΔP=m1\deg \Delta P = m - 1 dengan koefisien utamanya mam\,a, dan bahwa Δ\Delta membunuh konstantanya.
  2. Tunjukkan bahwa (B0,B1,,Bn)(B_0, B_1, \dots, B_n) merupakan basis Rn[X]\R_n[X] dan bahwa ΔBk=Bk1\Delta B_k = B_{k-1} untuk k1k \geq 1.
  3. (Rumus selisih maju Newton) Buktikan bahwa setiap PRn[X]P \in \R_n[X] memenuhi

    P  =  k=0n(ΔkP)(0)Bk.P \;=\; \sum_{k=0}^{n} \bigl(\Delta^{k} P\bigr)(0)\, B_k .
  4. Buktikan bahwa untuk setiap k0k \geq 0,

    (ΔkP)(0)  =  j=0k(1)kj(kj)P(j).\bigl(\Delta^{k} P\bigr)(0) \;=\; \sum_{j=0}^{k} (-1)^{k-j} \binom{k}{j} P(j) .
  5. Tunjukkan bahwa jika degP=n\deg P = n dengan koefisien utamanya ana_n, maka ΔnP\Delta^{n} P merupakan konstanta n!ann!\,a_n dan Δn+1P=0\Delta^{n+1} P = 0.

Bagian IV — Polinomial bernilai bulat. Sebuah polinomial PR[X]P \in \R[X] disebut bernilai bulat bila P(m)ZP(m) \in \Z untuk setiap mZm \in \Z.

  1. Buktikan bahwa setiap BkB_k bernilai bulat. (Tanganilah mkm \geq k, 0m<k0 \leq m < k dan m<0m < 0 secara terpisah; adapun untuk m=q<0m = -q < 0, tunjukkanlah Bk(q)=(1)k(q+k1k)B_k(-q) = (-1)^k \binom{q + k - 1}{k}.)
  2. Buktikanlah pencirian Pólya: bahwa PRn[X]P \in \R_n[X] bernilai bulat jika dan hanya jika koordinatnya pada basis (B0,,Bn)(B_0, \dots, B_n) berupa bilangan bulat.
  3. Simpulkanlah: bahwa jika PRn[X]P \in \R_n[X] mengambil nilai bulat di n+1n + 1 bilangan bulat yang berurutan a,a+1,,a+na, a+1, \dots, a+n, maka PP bernilai bulat. (Geserlah: terapkanlah telaahnya pada Q(X)=P(X+a)Q(X) = P(X + a).)
  4. Simpulkanlah dari pertanyaan 16 bahwa hasil kali kk bilangan bulat yang berurutan selalu terbagi oleh k!k!.
  5. Misalkan P=X(X+1)(2X+1)6P = \dfrac{X(X+1)(2X+1)}{6}. Hitunglah tabel Newtonnya di 0,1,2,30, 1, 2, 3, tulislah PP pada basis (Bk)(B_k), lalu simpulkanlah bahwa PP bernilai bulat meskipun tak ada satu pun dari koefisien monomialnya bulat. Periksalah ΔP=(X+1)2\Delta P = (X+1)^2 lalu simpulkanlah P(m)=12+22++m2P(m) = 1^2 + 2^2 + \dots + m^2 untuk mNm \in \N.

Bagian V — Dividennya.

  1. Misalkan PRn[X]P \in \R_n[X] menginterpolasi nilai 2i2^i di i=0,1,,ni = 0, 1, \dots, n. Tunjukkan bahwa P=B0+B1++BnP = B_0 + B_1 + \dots + B_n dan bahwa P(n+1)=2n+11P(n + 1) = 2^{n+1} - 1: sehingga “pola pelipatduaannya” selalu patah tepat pada titik berikutnya.
  2. (Antiturunan yang diskret) Buktikan bahwa untuk setiap bilangan bulat m1m \geq 1 dan k0k \geq 0,

    j=0m1Bk(j)  =  Bk+1(m),\sum_{j=0}^{m-1} B_k(j) \;=\; B_{k+1}(m),

    yakni kesamaan tongkat hoki j=km1(jk)=(mk+1)\sum_{j=k}^{m-1} \binom{j}{k} = \binom{m}{k+1}.

  3. Jabarkanlah X2X^2 dan X3X^3 pada basis (Bk)(B_k) lalu simpulkanlah rumus tertutup bagi j=0m1j2\sum_{j=0}^{m-1} j^2 dan j=0m1j3\sum_{j=0}^{m-1} j^3; lalu pulihkanlah kesamaan Nicomachus 13++m3=(1++m)21^3 + \dots + m^3 = (1 + \dots + m)^2.
  4. Ambillah n=2n = 2 dengan simpul 0,1,20, 1, 2. Tulislah koordinat X2X^2 pada ketiga basis soal ini: yaitu basis monomialnya, basis Lagrangenya, dan basis Newtonnya. Periksalah ketiga jawabannya terhadap pertanyaan 4 dan 9.
  5. Sintesis. Dalam empat kalimat: gagasan ruang vektor mana yang membuat pertanyaan 4 otomatis; mengapakah basis Newton menghitung koordinatnya secara rekursif sedangkan basis Lagrange membacanya seketika; kriteria kebebasan mana yang dibagi kedua basisnya; dan dalam arti persis apa teorema Pólya mengatakan bahwa kebulatan sebuah polinomial merupakan sifat koordinatnya pada basis yang tepat.
Solusi

Solusi Soal 18.1.

1. Di sini LiL_i merupakan hasil kali nn faktor linear dibagi konstanta taknol (karena xix_i-nya berbeda), sehingga degLi=n\deg L_i = n. Lalu menilainya di xjx_j dengan jij \neq i: faktor XxjX - x_j pada pembilangnya lenyap, sehingga Li(xj)=0L_i(x_j) = 0. Sedangkan di xix_i, pembilang dan penyebutnya berimpit: sehingga Li(xi)=1L_i(x_i) = 1.

2. Andaikan iλiLi=0\sum_i \lambda_i L_i = 0. Nilailah di xjx_j: maka semua sukunya mati kecuali λjLj(xj)=λj\lambda_j L_j(x_j) = \lambda_j, sehingga λj=0\lambda_j = 0 untuk setiap jj: jadi keluarganya bebas.

3. Misalkan D=PiP(xi)LiD = P - \sum_i P(x_i) L_i. Maka degDn\deg D \leq n dan, menurut pertanyaan 1, D(xj)=P(xj)P(xj)=0D(x_j) = P(x_j) - P(x_j) = 0 bagi n+1n + 1 titik berbeda x0,,xnx_0, \dots, x_n. Adapun polinomial taknol berderajat n\leq n berakar paling banyak nn (Akibat 8.8), sehingga D=0D = 0. Jadi setiap PRn[X]P \in \R_n[X] merupakan kombinasi LiL_i-nya: sehingga keluarganya pembangun, dan digabung dengan pertanyaan 2, sebuah basis.

4. Diberikan y0,,yny_0, \dots, y_n, polinomial P=iyiLiP = \sum_i y_i L_i berderajat n\leq n dan menginterpolasinya. Adapun ketunggalannya: sebuah PP yang menginterpolasi mempunyai, menurut pertanyaan 3, koordinat (P(x0),,P(xn))=(y0,,yn)(P(x_0), \dots, P(x_n)) = (y_0, \dots, y_n) pada basis (Li)(L_i), dan koordinat pada sebuah basis bersifat tunggal (Proposisi 18.15). Jadi koordinat PP pada basis Lagrangenya adalah nilainya di simpulnya — dan itulah seluruh inti basisnya.

5. Terapkanlah pertanyaan 3 pada P=XkP = X^k (dengan 0kn0 \leq k \leq n):

Xk=i=0nxikLi,X^k = \sum_{i=0}^{n} x_i^{k} L_i ,

lalu k=0k = 0 memberikan iLi=1\sum_i L_i = 1.

6. Derajat degNk=k\deg N_k = k persis: sehingga keluarga (N0,,Nn)(N_0, \dots, N_n) merupakan tangga derajat di Rn[X]\R_n[X], jadi sebuah basis menurut Contoh 18.20 (dengan kebebasannya dari Proposisi 18.19 (1), dan pembangunnya lewat penurunan hingga pada derajatnya).

7. Dari rekurensinya,

f[x0,x1]=f(x1)f(x0)x1x0,f[x0,x1,x2]=f[x1,x2]f[x0,x1]x2x0.f[x_0, x_1] = \frac{f(x_1) - f(x_0)}{x_1 - x_0}, \qquad f[x_0, x_1, x_2] = \frac{f[x_1, x_2] - f[x_0, x_1]}{x_2 - x_0}.

Untuk f(x)=x2f(x) = x^2:

f[x0,x1]=x12x02x1x0=x0+x1,f[x_0, x_1] = \frac{x_1^2 - x_0^2}{x_1 - x_0} = x_0 + x_1,

lalu kemudian

f[x0,x1,x2]=(x1+x2)(x0+x1)x2x0=x2x0x2x0=1.f[x_0, x_1, x_2] = \frac{(x_1 + x_2) - (x_0 + x_1)}{x_2 - x_0} = \frac{x_2 - x_0}{x_2 - x_0} = 1 .

8. Derajat degSn\deg S \leq n karena Q,RQ, R berderajat n1\leq n - 1. Di x0x_0: S(x0)=(x0xn)R(x0)xnx0=R(x0)=f(x0)S(x_0) = \frac{-(x_0 - x_n) R(x_0)}{x_n - x_0} = R(x_0) = f(x_0). Di xnx_n: S(xn)=(xnx0)Q(xn)xnx0=Q(xn)=f(xn)S(x_n) = \frac{(x_n - x_0) Q(x_n)}{x_n - x_0} = Q(x_n) = f(x_n). Sedangkan di sebuah simpul interior xix_i (dengan 1in11 \leq i \leq n-1), baik QQ maupun RR bernilai f(xi)f(x_i), sehingga

S(xi)=(xix0)(xixn)xnx0f(xi)=f(xi).S(x_i) = \frac{(x_i - x_0) - (x_i - x_n)}{x_n - x_0}\, f(x_i) = f(x_i) .

9. Lewat induksi pada cacah simpulnya. Untuk satu simpul: interpolannya adalah konstanta f(x0)=f[x0]f(x_0) = f[x_0]. Anggaplah klaimnya berlaku bagi kk simpul lalu misalkan SS menginterpolasi di x0,,xkx_0, \dots, x_k; maka menurut ketunggalannya (pertanyaan 4), SS diberikan oleh lema Aitken dari RR (dengan simpul x0,,xk1x_0, \dots, x_{k-1}) dan QQ (dengan simpul x1,,xkx_1, \dots, x_k). Adapun koefisien XkX^{k} pada SS adalah

[Xk1]Q[Xk1]Rxkx0=f[x1,,xk]f[x0,,xk1]xkx0=f[x0,,xk]\frac{[X^{k-1}]\,Q - [X^{k-1}]\,R}{x_k - x_0} = \frac{f[x_1, \dots, x_k] - f[x_0, \dots, x_{k-1}]}{x_k - x_0} = f[x_0, \dots, x_k]

menurut hipotesis induksinya dan rekurensi pendefinisinya.

10. Misalkan PkP_k menginterpolasi ff di x0,,xkx_0, \dots, x_k. Maka selisihnya PkPk1P_k - P_{k-1} berderajat k\leq k dan lenyap di x0,,xk1x_0, \dots, x_{k-1}, sehingga menurut teorema faktor yang diterapkan kk kali (Teorema 8.7) ia sama dengan cNkc\,N_k untuk suatu konstanta cc; lalu membandingkan koefisien XkX^{k}-nya dan memakai pertanyaan 9, c=f[x0,,xk]c = f[x_0, \dots, x_k]. Lalu berteleskop dari P0=f(x0)N0P_0 = f(x_0) N_0 memberikan rumus Newtonnya. Adapun untuk bentuk tertutupnya, tulislah Pk=ikf(xi)LiP_k = \sum_{i \leq k} f(x_i) L_i (yaitu Lagrange, pada simpul x0,,xkx_0, \dots, x_k) lalu bacalah koefisien XkX^{k}-nya: karena setiap LiL_i menyumbang 1ji(xixj)\frac{1}{\prod_{j \neq i}(x_i - x_j)}, sehingga

f[x0,,xk]=i=0kf(xi)ji,jk(xixj).f[x_0, \dots, x_k] = \sum_{i=0}^{k} \frac{f(x_i)}{\prod_{j \neq i,\, j \leq k}(x_i - x_j)} .

Adapun ruas kanannya kekal di bawah sebarang permutasi simpulnya, sehingga selisih terbaginya tak bergantung pada urutannya.

11. Jika P=aXm+(derajat yang lebih rendah)P = a X^m + (\text{derajat yang lebih rendah}), maka teorema binomialnya memberikan

ΔP=a((X+1)mXm)+=amXm1+(derajat yang lebih rendah),\Delta P = a\bigl((X+1)^m - X^m\bigr) + \dots = a\,m\,X^{m-1} + (\text{derajat yang lebih rendah}),

karena (X+1)mXm=mXm1+(X+1)^m - X^m = m X^{m-1} + \dots dan bagian berderajat rendah PP menyumbang derajat m2\leq m - 2 setelah Δ\Delta (atau suku berderajat m2\leq m-2). Jadi degΔP=m1\deg \Delta P = m - 1 dengan koefisien utamanya mam a. Adapun sebuah konstanta cc memberikan Δc=cc=0\Delta c = c - c = 0.

12. Derajat degBk=k\deg B_k = k: jadi sebuah tangga, sehingga sebuah basis Rn[X]\R_n[X] (Contoh 18.20). Adapun untuk ΔBk\Delta B_k (dengan k1k \geq 1), faktorkanlah hasil kali bersamanya:

k!ΔBk=(X+1)X(Xk+2)X(X1)(Xk+1)=X(X1)(Xk+2)[(X+1)(Xk+1)]=kX(X1)(Xk+2),\begin{align*} k!\,\Delta B_k &= (X+1)X\cdots(X-k+2) - X(X-1)\cdots(X-k+1) \\ &= X(X-1)\cdots(X-k+2)\,\bigl[(X+1) - (X-k+1)\bigr] \\ &= k\,X(X-1)\cdots(X-k+2), \end{align*}

sehingga ΔBk=X(X1)(Xk+2)(k1)!=Bk1\Delta B_k = \frac{X(X-1)\cdots(X-k+2)}{(k-1)!} = B_{k-1}.

13. Tulislah P=k=0nckBkP = \sum_{k=0}^{n} c_k B_k (menurut basisnya, pertanyaan 12). Lalu terapkanlah Δj\Delta^{j}: menurut pertanyaan 12, ΔjP=kjckBkj\Delta^{j} P = \sum_{k \geq j} c_k B_{k-j}. Lalu nilailah di 00: B0(0)=1B_0(0) = 1 dan Bm(0)=0B_m(0) = 0 untuk m1m \geq 1 (karena faktor XX-nya lenyap), sehingga (ΔjP)(0)=cj\bigl(\Delta^{j}P\bigr)(0) = c_j. Inilah rumus selisih majunya.

14. Lewat induksi pada kk. Untuk k=0k = 0 kesamaannya berbunyi P(0)=P(0)P(0) = P(0). Anggaplah ia berlaku bagi kk lalu terapkanlah pada ΔP\Delta P:

(Δk+1P)(0)=j=0k(1)kj(kj)(P(j+1)P(j)).\bigl(\Delta^{k+1} P\bigr)(0) = \sum_{j=0}^{k} (-1)^{k-j}\binom kj \bigl(P(j+1) - P(j)\bigr).

Lalu kumpulkanlah koefisien P(i)P(i)-nya: yaitu (1)ki+1(ki1)(1)0(-1)^{k-i+1}\binom k{i-1}\cdot(-1)^{0} dari jumlah pertamanya (yang tergeser) dan (1)ki(ki)-(-1)^{k-i}\binom ki dari yang kedua — sehingga bersama-sama

(1)k+1i((ki1)+(ki))=(1)k+1i(k+1i)(-1)^{k+1-i}\Bigl(\binom k{i-1} + \binom ki\Bigr) = (-1)^{k+1-i}\binom{k+1}i

menurut aturan Pascal, yang merupakan kesamaannya pada peringkat k+1k + 1.

15. Dengan mengulangi pertanyaan 11 dari derajat nn, dengan koefisien utamanya ana_n: setelah satu Δ\Delta, derajatnya n1n-1 dan koefisien utamanya nann a_n; setelah dua, n(n1)ann(n-1)a_n; setelah nn langkah, derajatnya 00 dan nilainya n(n1)1an=n!ann(n-1)\cdots 1\, a_n = n!\,a_n, yaitu konstanta. Lalu satu Δ\Delta lagi membunuhnya: Δn+1P=0\Delta^{n+1}P = 0.

16. Jika mkm \geq k: maka Bk(m)=(mk)NB_k(m) = \binom mk \in \N. Jika 0m<k0 \leq m < k: maka satu faktor m(m1)(mk+1)m(m-1)\cdots(m-k+1) bernilai nol, sehingga Bk(m)=0B_k(m) = 0. Sedangkan jika m=qm = -q dengan q1q \geq 1:

Bk(q)=(q)(q1)(qk+1)k!=(1)kq(q+1)(q+k1)k!=(1)k(q+k1k),B_k(-q) = \frac{(-q)(-q-1)\cdots(-q-k+1)}{k!} = (-1)^k\,\frac{q(q+1)\cdots(q+k-1)}{k!} = (-1)^k \binom{q+k-1}{k},

yang bulat. Jadi setiap BkB_k memetakan Z\Z ke dalam Z\Z.

17. (\Leftarrow) Jika P=kckBkP = \sum_k c_k B_k dengan ckZc_k \in \Z, maka untuk mZm \in \Z, P(m)=kckBk(m)ZP(m) = \sum_k c_k B_k(m) \in \Z menurut pertanyaan 16. (\Rightarrow) Jika PP bernilai bulat, maka koordinatnya adalah ck=(ΔkP)(0)=j=0k(1)kj(kj)P(j)c_k = \bigl(\Delta^k P\bigr)(0) = \sum_{j=0}^k (-1)^{k-j}\binom kj P(j) (menurut pertanyaan 13 dan 14), yaitu kombinasi bulat atas bilangan bulat P(0),,P(k)P(0), \dots, P(k). Inilah pencirian Pólya atas polinomial bernilai bulat.

18. Ambillah Q(X)=P(X+a)Q(X) = P(X + a), polinomial berderajat n\leq n, dengan Q(0),Q(1),,Q(n)ZQ(0), Q(1), \dots, Q(n) \in \Z. Adapun koordinatnya pada (Bk)kn(B_k)_{k \leq n} adalah ck=jk(1)kj(kj)Q(j)Zc_k = \sum_{j \leq k}(-1)^{k-j}\binom kj Q(j) \in \Z (karena pertanyaan 14 hanya memakai nilainya di 0,,kn0, \dots, k \leq n). Jadi menurut pertanyaan 17 (\Leftarrow), QQ bernilai bulat pada seluruh Z\Z, sehingga P(X)=Q(Xa)P(X) = Q(X - a) pun demikian.

19. Hasil kali kk bilangan bulat yang berurutan adalah m(m1)(mk+1)=k!Bk(m)m(m-1) \cdots(m-k+1) = k!\,B_k(m) untuk suatu mZm \in \Z, dan Bk(m)ZB_k(m) \in \Z menurut pertanyaan 16: sehingga hasil kalinya terbagi oleh k!k!.

20. Nilai P=X(X+1)(2X+1)6P = \frac{X(X+1)(2X+1)}{6} di 0,1,2,30,1,2,3: 0,1,5,140, 1, 5, 14. Adapun tabel selisihnya: baris Δ\Delta-nya 1,4,91, 4, 9; baris Δ2\Delta^2-nya 3,53, 5; dan baris Δ3\Delta^3-nya 22. Sehingga, menurut pertanyaan 13,

P=0B0+1B1+3B2+2B3,P = 0\cdot B_0 + 1\cdot B_1 + 3\,B_2 + 2\,B_3 ,

dengan koordinat yang bulat: sehingga PP bernilai bulat (pertanyaan 17), sedangkan koefisien monomialnya 13,12,16\frac13, \frac12, \frac16 tidak bulat. Adapun perhitungan langsungnya:

ΔP=(X+1)(X+2)(2X+3)X(X+1)(2X+1)6=(X+1)[(X+2)(2X+3)X(2X+1)]6=(X+1)(6X+6)6=(X+1)2.\begin{align*} \Delta P &= \frac{(X+1)(X+2)(2X+3) - X(X+1)(2X+1)}{6} \\ &= \frac{(X+1)\bigl[(X+2)(2X+3) - X(2X+1)\bigr]}{6} = \frac{(X+1)(6X+6)}{6} = (X+1)^2 . \end{align*}

Lalu berteleskop P(m)=j=0m1ΔP(j)=j=1mj2P(m) = \sum_{j=0}^{m-1}\Delta P(j) = \sum_{j=1}^{m} j^2 (dengan P(0)=0P(0) = 0): yaitu rumus jumlah kuadratnya.

21. Nilai 2i2^i di i=0,,ni = 0, \dots, n mempunyai tabel selisih yang selalu 11 pada tepi kirinya: karena Δk\Delta^k atas barisan (2i)(2^i) kembali menjadi (2i)(2^i) (sebab 2i+12i=2i2^{i+1} - 2^i = 2^i), sehingga (ΔkP)(0)=20=1\bigl(\Delta^k P\bigr)(0) = 2^0 = 1 untuk setiap knk \leq n, dan P=B0+B1++BnP = B_0 + B_1 + \dots + B_n menurut pertanyaan 13. Lalu

P(n+1)=k=0n(n+1k)=2n+1(n+1n+1)=2n+112n+1:P(n+1) = \sum_{k=0}^{n}\binom{n+1}{k} = 2^{n+1} - \binom{n+1}{n+1} = 2^{n+1} - 1 \neq 2^{n+1}:

sehingga polanya patah pada titik pertama yang tak terkendali.

22. Menurut pertanyaan 12, Bk=ΔBk+1B_k = \Delta B_{k+1}, sehingga

j=0m1Bk(j)=j=0m1(Bk+1(j+1)Bk+1(j))=Bk+1(m)Bk+1(0)=Bk+1(m).\sum_{j=0}^{m-1} B_k(j) = \sum_{j=0}^{m-1}\bigl(B_{k+1}(j+1) - B_{k+1}(j)\bigr) = B_{k+1}(m) - B_{k+1}(0) = B_{k+1}(m).

Adapun untuk j<kj < k suku Bk(j)B_k(j)-nya lenyap, sehingga jumlahnya sungguh bermula di j=kj = k: j=km1(jk)=(mk+1)\sum_{j=k}^{m-1}\binom jk = \binom m{k+1}, yaitu kesamaan tongkat hokinya.

23. Tabel selisihnya (atau penjabaran langsungnya) memberikan

X2=B1+2B2,X3=B1+6B2+6B3X^2 = B_1 + 2 B_2, \qquad X^3 = B_1 + 6 B_2 + 6 B_3

(periksa: B1+2B2=X+X(X1)=X2B_1 + 2B_2 = X + X(X-1) = X^2; dan di X=1,2,3X = 1, 2, 3 yang kedua memberikan 1,8,271, 8, 27). Lalu pertanyaan 22 menghasilkan

j=0m1j2=B2(m)+2B3(m)=(m2)+2(m3)=m(m1)(2m1)6,\sum_{j=0}^{m-1} j^2 = B_2(m) + 2B_3(m) = \binom m2 + 2\binom m3 = \frac{m(m-1)(2m-1)}{6},
j=0m1j3=B2(m)+6B3(m)+6B4(m)=(m2)+6(m3)+6(m4).\sum_{j=0}^{m-1} j^3 = B_2(m) + 6B_3(m) + 6B_4(m) = \binom m2 + 6\binom m3 + 6\binom m4 .

Lalu menjabarkan ungkapan terakhirnya: (m2)+6(m3)+6(m4)=m(m1)2[1+2(m2)+(m2)(m3)2]=m2(m1)24=(m2)2\binom m2 + 6\binom m3 + 6\binom m4 = \frac{m(m-1)}{2}\bigl[1 + 2(m-2) + \frac{(m-2)(m-3)}{2}\bigr] = \frac{m^2(m-1)^2}{4} = \binom m2^2. Lalu mengganti mm dengan m+1m + 1: 13++m3=(m(m+1)2)2=(1++m)21^3 + \dots + m^3 = \bigl(\frac{m(m+1)}2\bigr)^2 = (1 + \dots + m)^2, yaitu kesamaan Nicomachus.

24. Dengan simpul 0,1,20, 1, 2, dan polinomial X2X^2. Pada basis monomialnya (1,X,X2)(1, X, X^2): koordinatnya (0,0,1)(0, 0, 1). Pada basis Lagrangenya: koordinatnya adalah nilainya (0,1,4)(0, 1, 4) (pertanyaan 4). Pada basis Newtonnya (1,X,X(X1))(1, X, X(X-1)): selisih terbaginya f[0]=0f[0] = 0, f[0,1]=1f[0,1] = 1, f[0,1,2]=312=1f[0,1,2] = \frac{3 - 1}{2} = 1 (pertanyaan 9), sehingga koordinatnya (0,1,1)(0, 1, 1) — memang X+X(X1)=X2X + X(X-1) = X^2. Jadi tiga basis, tiga vektor koordinat, satu polinomial.

25. (i) Pertanyaan 4 bersifat otomatis karena (Li)(L_i) merupakan sebuah basis: sehingga keberadaan dan ketunggalan interpolasinya persis merupakan keberadaan dan ketunggalan koordinatnya. (ii) Adapun basis Newtonnya sebuah tangga, sehingga koordinatnya dihitung lewat pembagian yang berturut-turut — karena setiap simpul barunya menambahkan satu suku tanpa mengganggu yang sebelumnya — sedangkan koordinat Lagrange PP adalah nilai P(xi)P(x_i), yang tersedia tanpa perhitungan sama sekali. (iii) Kedua basisnya bebas menurut kedua kriteria yang sama pada Proposisi 18.19: yaitu derajat yang berbeda bagi Newton, dan penilaian di simpulnya bagi Lagrange. (iv) Adapun teorema Pólya mengatakan bahwa “P(Z)ZP(\Z) \subseteq \Z”, yaitu sifat nilainya, setara dengan kebulatan koordinatnya pada basis (Bk)(B_k) — sehingga aritmetika sebuah polinomial menjadi kasatmata hanya pada basis yang disesuaikan dengan pertanyaannya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium