Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1
19Dimensi Hingga
Sebuah ruang yang direntang oleh berhingga banyak vektor membawa dimensi yang terdefinisi dengan baik — yaitu ukuran bersama semua basisnya. Adapun bukti di bawah semuanya mengalir dari satu mesin kombinatorik, yaitu lema pertukarannya: bahwa keluarga bebas tak pernah dapat melebihi cacah keluarga pembangun. Bersama dimensinya datanglah perkakas yang dipakai di mana-mana sesudahnya: yaitu teorema pelengkapan basis, rank sebuah keluarga, dan rumus Grassmann.
19.1 Keberadaan basis
Definisi 19.1
Ruang disebut berdimensi hingga bila ada padanya keluarga pembangun yang hingga. (Kalau tidak ia berdimensi tak hingga: demikianlah , yang keluarga hingganya hanya merentang polinomial yang derajatnya terbatas.)
Teorema 19.2 (Lema pertukaran)
Misalkan membangun dan bebas di . Maka .
Bukti. Kita membuktikannya lewat induksi pada : bahwa setelah menomori ulang -nya, keluarga membangun — yang memaksa pada setiap tahapnya, sehingga pada akhirnya.
Untuk : inilah hipotesisnya. Adapun langkahnya: anggaplah ia berlaku bagi ; maka merupakan kombinasi . Pada kombinasi ini suatu (dengan ) berkoefisien taknol — sebab kalau tidak akan menjadi kombinasi , yang bertentangan dengan kebebasannya. Lalu nomorilah ulang sehingga , lalu pecahkanlah bagi : maka merupakan kombinasi . Sehingga setiap vektor , yang dinyatakan lewat keluarga beranggota -nya, lalu dapat dinyatakan ulang lewat keluarga beranggota -nya: jadi ia membangun. (Adapun jika , tak ada yang tersisa sehingga akan menjadi kombinasi -nya belaka: yang mustahil; jadi .) ∎
Contoh 19.3 (Pertukarannya, yang diamati sekali)
Di dalam , ambillah keluarga pembangun dan keluarga bebas . Langkah : ; koefisien -nya taknol, sehingga tukarkanlah dengan : maka keluarga tetap membangun (karena ). Langkah : ; koefisien yang tersisa bernilai taknol (dan memang harus: karena bukan kelipatan ), sehingga tukarkanlah lagi: maka membangun . Seandainya ada vektor bebas ketiga , tak ada yang tersisa untuk menyerapnya — dan persis begitulah lemanya melarang vektor bebas di . Jadi bukti di atas merupakan pembukuan ini yang dikerjakan secara umum.
Teorema 19.4 (Basis dalam dimensi hingga)
Misalkan berdimensi hingga.
- Dari setiap keluarga pembangun yang hingga kita dapat menyarikan sebuah basis.
- (Teorema pelengkapan basis) Setiap keluarga bebas terperluas menjadi sebuah basis, dengan memakai vektor sebarang keluarga pembangun yang dipilih.
- Semua basis bersifat hingga, dengan cacah unsur yang sama: yaitu dimensinya . (Kesepakatan: .)
Bukti. (1) Buanglah, satu demi satu, sebarang vektor yang merupakan kombinasi vektor lainnya; maka keluarganya tetap membangun, karena pada sebarang ungkapan yang memakai vektor yang dibuang itu kita boleh menyulihkan kombinasinya atas yang bertahan. Prosesnya berakhir — karena setiap langkahnya mengecilkan sebuah keluarga hingga sebanyak satu — dan ia berhenti persis ketika tak ada vektor yang tersisa yang merupakan kombinasi vektor lainnya. Adapun keluarga akhirnya tetap membangun, dan ia bebas: karena sebuah kombinasi nol yang taksepele akan membawa suatu koefisien taknol, lalu membaginya dengan itu akan memecahkannya bagi vektor yang bersesuaian dalam vektor lainnya, sehingga membuatnya terbuang juga — yang bertentangan dengan bahwa prosesnya sudah berhenti.
(2) Misalkan bebas, dan membangun. Jalanilah , sambil menambahkan pada keluarga yang berjalan setiap kali ia belum berada di rentangnya (Proposisi 18.19 (2) menjaga keluarganya tetap bebas). Maka keluarga akhirnya bebas, dan membangun: karena setiap terletak di rentangnya — entah ia ditambahkan, entah ia sudah menjadi sebuah kombinasi.
(3) Dua basis masing-masing bebas dan masing-masing membangun: sehingga lema pertukarannya memberikan kedua ketaksamaan antara kardinalitasnya. (Adapun kehinggaannya: sebuah basis bersifat bebas, sehingga menurut pertukarannya ia tak lebih besar daripada keluarga pembangun yang hingga.) ∎
Contoh 19.5
(dengan basis kanoniknya); (dengan monomialnya); ; dan ruang penyelesaian berdimensi (Teorema 5.10: karena penyelesaiannya terparameterkan secara bijektif dan linear oleh ).
Contoh 19.6 (Himpunan yang sama, dua dimensi)
Himpunan berisi pasangan bilangan kompleks merupakan ruang vektor atas berdimensi (dengan basis kanoniknya ) — sekaligus ruang vektor atas berdimensi , dengan basisnya
karena setiap mempunyai koordinat real , secara tunggal. Jadi dimensi bukan sifat himpunan vektornya semata: karena ia mencacah derajat kebebasan relatif terhadap skalar yang diizinkan, dan memaruhkan pasokan skalarnya dari ke melipatduakan cacahnya. (Adapun soal akhir pekannya memanfaatkan kasus ekstrem kepekaan ini, dengan skalarnya disusutkan sampai ke .)
Contoh 19.7 (Menjalankan algoritma pelengkapannya)
Lengkapilah keluarga bebas menjadi sebuah basis dengan memakai vektor kanoniknya. Jalankanlah bukti Teorema 19.4 (2) pada keluarga pembangun : apakah ? Bukan (karena kelipatan berkoordinat sama) — jadi tambahkanlah ia. Apakah ? Sebuah kombinasi berkoordinat kedua dan ketiga yang sama, sedangkan tidak — jadi tambahkanlah ia. Maka keluarga bebas dengan vektor: berhentilah, karena ia sebuah basis (Proposisi 19.8 akan meresmikan refleks ini). Perhatikanlah bahwa hasilnya bergantung pada urutan pemindaian -nya: jadi pelengkapannya sebuah algoritma, bukan rumus.
Proposisi 19.8 (Aturan dua dari tiga)
Misalkan dan sebuah keluarga berisi tepat vektor . Maka
Lebih lanjut sebarang keluarga bebas beranggota vektor, dan sebarang keluarga pembangun .
Bukti. Adapun batas kardinalitasnya adalah lema pertukaran terhadap sebuah basis. Jika (berukuran ) bebas tetapi tak membangun, maka suatu terletak di luar rentangnya; sehingga menambahkan memberikan keluarga bebas beranggota vektor: yang mustahil. Jika membangun tetapi tak bebas, maka menyarikan sebuah basis (Teorema 19.4 (1)) memberikan basis beranggota vektor: yang mustahil. ∎
Contoh 19.9 (Dua dari tiga, yang menghemat separuh kerjanya)
Apakah merupakan basis ? Cacahlah: tiga vektor, dimensi tiga — sehingga kebebasannya saja yang memutuskan. Adapun sebuah kombinasi nol memberikan , , ; lalu menjumlahkan ketiganya, , dan mengurangkan setiap persamaan aslinya dari menyisakan : jadi bebas, sehingga sebuah basis, dengan paruh pembangun pemeriksaannya dipasok cuma-cuma oleh teoremanya. Bandingkanlah Contoh 18.18, yang di situ pemeriksaan ganda yang sama harus dikerjakan dengan tangan — jadi satu bab teori tertukar persis menjadi penghematan itu, pada setiap pemeriksaan basis bagi sisa buku ini.
Metode 19.10 (Menghitung sebuah dimensi)
Ada tiga rute baku, dengan urutan kekerapan yang menurun.
- Parameterkanlah, lalu bacalah sebuah basis. Pecahkanlah kendala pendefinisinya, nyatakanlah unsur umumnya secara linear dalam parameter yang bertahan, lalu periksalah bahwa vektor yang mengalikan parameternya bersifat bebas: maka dimensinya adalah cacah parameternya. (Dijalankan di bawah pada sebuah subruang yang konkret.)
- Tunjukkanlah sebuah parameterisasi linear yang bijektif. Ketika unsurnya ditentukan oleh berhingga banyak nilai — yaitu syarat awal sebuah rekurensi (Latihan 19.10), atau koefisien sebuah rumus penyelesaian (Contoh 19.5) — maka dimensinya adalah cacah nilai itu.
- Pakailah rumusnya. Yaitu Grassmann bagi irisan dan jumlah, rank bagi rentang, dan nanti rank–nulitas bagi kernel dan peta: karena dimensi biasanya dihitung, bukan ditebak.
Pada ketiga rutenya, aturan dua dari tiganyalah penutupnya: begitu cacahnya cocok, kebebasan atau pembangunnya saja sudah menyimpulkan.
Contoh 19.11 (Rute 1, selengkapnya)
Dimensi . Pecahkanlah: dan , sehingga dengan yang bebas:
Kedua vektornya bebas (lihatlah dua koordinat pertamanya: ), sehingga keduanya membentuk basis dan . Cacahnya memang terramalkan — karena dua kendala linear yang saling bebas di semestinya masing-masing memakan satu dimensi — tetapi parameterisasinyalah yang membuktikannya dan menyerahkan sebuah basis, yang tak pernah dilakukan ramalannya semata; adapun Latihan 19.9 mengubah semboyan “setiap persamaan memakan paling banyak satu dimensi” menjadi sebuah teorema.
Contoh 19.12 (Rute 2, selengkapnya)
Dimensi (untuk ). Menurut teorema faktor yang diterapkan dua kali (Teorema 8.7; karena akar dan -nya berbeda), tepat ketika dengan . Adapun korespondensi bersifat linear, mencapai seluruh , dan injektif (karena hasil kalinya nol hanya bila ): sehingga terparameterkan secara bijektif dan linear oleh , jadi
Adapun sebuah basis datang bersama parameterisasinya: yaitu peta monomialnya, . Jadi setiap kendala penilaian baru pada sebuah titik yang segar berongkos tepat satu dimensi — yaitu tulang punggung pencacahan interpolasi Lagrange (Teorema 8.23).
Contoh 19.13 (Sebuah kendala integral pun berongkos satu dimensi)
Dimensi . Dengan menulis , kendalanya berbunyi ; lalu pecahkanlah bagi dan parameterkanlah:
sehingga , berdimensi (karena kedua polinomialnya berderajat berbeda: jadi bebas). Jadi satu syarat linear — entah sebuah penilaian, sebuah integral, atau sebarang resep linear lainnya — membuang paling banyak satu dimensi, dan tepat satu begitu syaratnya tak identik nol. Adapun Bab 20 akan menamai resep semacam itu bentuk linear dan himpunan penyelesaiannya hiperbidang; sedangkan vektor basis yang ditemukan di sini muncul kembali pada Bab 23 sebagai awal keluarga Legendre.
19.2 Subruang, rank, Grassmann
Teorema 19.14 (Subruang)
Misalkan berdimensi hingga dan sebuah subruang. Maka berdimensi hingga, , dengan kesamaannya jika dan hanya jika . Lebih lanjut setiap subruang mempunyai subruang pelengkap.
Bukti. Keluarga bebas beranggota paling banyak vektor (menurut lema pertukaran di : karena keluarga bebas khususnya bebas di , dan mempunyai keluarga pembangun yang hingga). Di antara keluarga bebas pilihlah satu yang berukuran maksimal — yang mungkin karena ukurannya berupa bilangan bulat yang terbatas oleh . Maka ia membangun : sebab kalau tidak suatu akan terletak di luar rentangnya, dan menambahkan akan memberikan keluarga bebas berukuran (Proposisi 18.19 (2)), yang bertentangan dengan kemaksimalannya. Jadi karena bebas dan membangun, ia sebuah basis , dan . Adapun jika : keluarga bebas beranggota vektor merupakan basis (Proposisi 19.8), sehingga . Untuk pelengkapnya: lengkapilah sebuah basis bagi menjadi basis bagi (menurut teorema pelengkapan basis); maka memenuhi (karena keberadaan dan ketunggalan penguraiannya = koordinatnya pada basis besarnya). ∎
Definisi 19.15 (Rank sebuah keluarga)
Adapun rank sebuah keluarga hingga berisi vektor adalah dimensi rentangnya: , dengan kesamaannya dengan jika dan hanya jika keluarganya bebas.
Contoh 19.16 (Menghitung rank lewat penghapusan)
Rank di . Adapun rentangnya tak berubah ketika kita mengurangkan dari sebuah vektor sebuah kombinasi vektor lainnya (karena kedua keluarganya merentang kombinasi yang sama): jadi gantilah dengan dan dengan . Maka rentangnya kini , dan kedua vektornya tak sebanding: sehingga ranknya . Adapun prosedur kurangi-dan-buang ini disistematiskan sebagai penghapusan Gauss pada Bab 22.
Contoh 19.17 (Menjumlahkan lewat perangkaian)
Ambillah, di dalam ,
Adapun jumlahnya direntang oleh keluarga terangkai atas ketiga pembangunnya, dan
menunjukkan bahwa yang ketiganya berlebihan: sehingga , berdimensi — setara dengan itu , yang dipertunjukkan relasinya. Adapun Grassmann menegaskannya: . Jadi jumlahnya dihitung dengan merangkai pembangunnya lalu mengurangi tumpukannya lewat algoritma ranknya; sehingga tak pernah diperlukan teknik yang baru.
Teorema 19.18 (Rumus Grassmann)
Untuk subruang pada yang berdimensi hingga:
Khususnya bersifat langsung jika dan hanya jika .
Bukti. Mulailah dari sebuah basis bagi ; lalu lengkapilah ia menjadi basis bagi dan menjadi basis bagi (Teorema 19.4 (2)). Kita mengklaim bahwa
merupakan basis ; sehingga rumusnya menyusul lewat pencacahan: .
Adapun membangun : karena sebarang (dengan , ) terjabarkan lewatnya. Sedangkan kebebasannya: andaikan . Maka vektor terletak di , sehingga ia terjabarkan pada belaka; padahal juga terjabarkan pada , dan pada basis kedua ungkapan itu harus berimpit: sehingga semua (dan koordinat -nya cocok). Lalu relasinya tereduksi menjadi , yaitu relasi pada basis : sehingga semua koefisien yang tersisa lenyap. ∎
Contoh 19.19
Dua bidang yang berbeda (berdimensi ) pada memenuhi (karena jumlahnya tegas memuat sebuah bidang), sehingga : jadi keduanya selalu berpotongan sepanjang sebuah garis — sehingga tak ada “bidang yang sejajar” lewat titik asalnya.
Contoh 19.20 (Grassmann dalam kerja, di )
Misalkan dan di . Adapun dimensinya: (karena pembangun ketiganya berkoordinat ketiga taknol, di luar ) dan . Adapun jumlahnya: memuat dan : sehingga ia seluruh . Lalu Grassmann menghitung ukuran irisannya tanpa penghapusan sama sekali:
Untuk mengenali garisnya, lihatlah di dalam : sebuah vektor terletak di tepat ketika ia , yang memaksa dan : sehingga irisannya adalah — yang selaras, karena tadi ditunjukkan di dan terletak di menurut definisinya. Jadi khaslah pembagian kerjanya: Grassmann meramalkan seberapa banyak yang harus dicari, lalu sistem linearnya menemukan apanya.
Contoh 19.21 (Mengiriskan lewat persamaan)
Ketika kedua subruangnya datang sebagai himpunan penyelesaian, mengiriskannya sekadar menumpuk persamaannya. Di dalam : dan memberikan
yaitu sebuah garis. Adapun periksa silangnya lewat Grassmann: (karena bidangnya berbeda, sehingga jumlahnya tegas memuat sebuah bidang), jadi . Jadi kedua pemerian sebuah subruang — lewat persamaan, dan lewat pembangun — masing-masing membuat satu operasinya sepele: karena persamaannya beririsan lewat penumpukan, sedangkan pembangunnya berjumlah lewat perangkaian; dan mengalihkan antarkeduanya persis merupakan apa yang dimaksud memecahkan sistem linear (Bab 22).
Catatan 19.22 (Jebakan yang lazim)
Dimensi tak terjumlahkan sepanjang jumlahnya kecuali jika jumlahnya langsung: karena dua bidang mempunyai , bukan ; jadi koreksilah selalu lewat suku irisannya (menurut Grassmann). Sebuah inklusi menuntut dimensinya dan inklusinya: karena semata tak pernah memberikan (dengan dua garis berbeda pada ); jadi kasus kesamaan pada Teorema 19.14 menuntut lebih dulu. Mencacah parameter belumlah sebuah bukti: karena “dua persamaan di , jadi berdimensi ” gagal ketika persamaannya bergantungan (sebab dan menyisakan dimensi ); sehingga hanya parameterisasi yang sungguhan atau perhitungan rank yang memutuskan. Jangan berbicara tentang dimensi sesuatu yang bukan subruang: karena himpunan penyelesaian sistem yang takhomogen kehilangan ; sehingga “dimensinya” adalah dimensi ruang penyelesaian homogen yang bersesuaian (Bab 22 memerincinya). Dimensi tak hingga itu ada: karena memuat keluarga bebas berukuran apa pun (yaitu monomialnya), sehingga tak ada keluarga pembangun yang hingga yang mungkin — jadi pernyataan seperti aturan dua dari tiganya tegas berdimensi hingga dan gagal dengan buruk pada (Akibat 20.9 akan menunjukkan hal yang sama bagi keinjektifan/kesurjektifannya). Rank menyangkut rentangnya, bukan daftarnya: karena mengulang sebuah vektor, mengurutkannya ulang, atau menskalakannya dengan konstanta taknol membiarkan ranknya tak berubah, dan (yaitu cacah vektornya) merupakan sifat yang harus dibuktikan — yang persis merupakan kebebasannya. Adapun sebuah keluarga berisi vektor dengan rank membawa kelebihan senilai tiga vektor, yang dilokalkan penghapusannya (Contoh 19.16) secara eksplisit.
Catatan 19.23 (Ke mana dimensinya bekerja)
Dimensi merupakan argumen pencacahan kesayangan buku ini mulai dari sini. Bab 20 membuktikan teorema rank–nulitas, yaitu versi fungsional rumus Grassmann; Bab 21 menghitung ranknya lewat reduksi baris; sedangkan Bab 22 mengubah “ vektor membentuk basis” menjadi satu bilangan yang taknol. Adapun soal akhir pekan di bawah memperlihatkan dimensi mengerjakan aritmetika: karena mencacah dimensi di atas lapangan membuktikan pernyataan keirasionalan yang tampak tak tersentuh dengan tangan. Pada jilid Tahun 3 pencacahan dimensi yang sama, yang dihaluskan oleh teori grup, memutuskan masalah konstruksi klasik mana yang terpecahkan — dan kisah itu adalah teori Galois.
Catatan 19.24 (Cakrawala di dalam Buku 3)
Dimensi merupakan besaran kekal sisa jilid ini, dan hukum kekekalannya pantas dinamai lebih dulu. Bab 20 membuktikan : bahwa apa yang digilas sebuah pemetaan linear ditambah apa yang disimpannya selalu berjumlah sumbernya. Bab 22 menghaluskan ini menjadi struktur himpunan penyelesaiannya: bahwa anu dikurangi poros menyisakan dimensi ruang penyelesaiannya, yang ditunjukkan penghapusan Gauss sebagai parameter yang bebas. Bab 23 membelah secara ortogonal, sedangkan soal akhir pekan Bab 25 membelanjakan persis anggaran itu: yaitu titik data, parameter yang dicocokkan, dan dimensi sisanya. Jadi setiap kali sebuah cacah menolak berimbang pada bab berikutnya, galatnya berupa kernel yang terlupakan atau jumlah yang tak langsung — jadi kembalilah ke rumus Grassmann lebih dulu.
19.3 Latihan
Latihan 19.1 ★
Berikanlah sebuah basis beserta dimensi dari:
- ;
- ;
- .
Solusi
Solusi Latihan 19.1.
- : ; kedua vektornya bebas (koordinat): .
- : bebas, .
- berarti (Proposisi 8.11): . Basis , berdimensi .
Latihan 19.2 ★
Hitunglah rank keluarga di , lalu sarikanlah sebuah basis bagi rentangnya.
Solusi
Solusi Latihan 19.2.
dan : keduanya kombinasi dua yang pertama, yang bebas (karena tak sebanding). Rank ; basis rentangnya: .
Latihan 19.3 ★
Lengkapilah keluarga bebas menjadi basis dengan memakai vektor kanoniknya, lalu benarkanlah.
Solusi
Solusi Latihan 19.3.
Cobalah menambahkan dan . Keluarga bersifat bebas: karena kombinasi nol terbaca , sehingga , lalu . Empat vektor yang bebas dalam dimensi : yaitu sebuah basis (Proposisi 19.8).
Latihan 19.4 ★
Buktikan bahwa merupakan basis , lalu carilah koordinat padanya.
Solusi
Solusi Latihan 19.4.
Derajat berbeda berpasangan: jadi bebas (Proposisi 18.19), empat vektor dalam dimensi : jadi basis. Untuk : jabarkanlah ke bawah,
sehingga ; dan . Maka
koordinat pada . (Inilah bilangan Stirling dalam samaran.)
Latihan 19.5 ★★
Misalkan dan subruang berdimensi dan pada sebuah ruang dengan . Apa saja nilai yang mungkin bagi ? Berikanlah sebuah kejadian yang mewujudkan setiap nilainya dengan .
Latihan 19.6 ★★
Misalkan . Buktikan bahwa merupakan hiperbidang (yaitu subruang berdimensi ), tunjukkanlah sebuah basis (pikirkanlah teorema faktornya: ), lalu berikanlah sebuah garis pelengkapnya.
Solusi
Solusi Latihan 19.6.
merupakan subruang (Latihan 18.1 (4) secara harfiah). Menurut teorema faktor (Teorema 8.7), dengan : jadi pemetaan merupakan bijeksi linear dari pada , sehingga basis adalah
Sebuah garis pelengkap: (yaitu konstanta). Memang (karena konstanta taknol tak lenyap di ) dan dimensinya berjumlah : jadi menurut Grassmann, .
Latihan 19.7 ★★
Misalkan vektor dengan rank . Buktikan bahwa membuang satu vektornya menghasilkan keluarga dengan rank atau , dan bahwa menambahkan satu vektor menghasilkan rank atau . Lalu simpulkan bahwa ranknya berubah paling banyak di bawah sebarang penyisipan atau penghapusan tunggal.
Solusi
Solusi Latihan 19.7.
Penghapusan: dengan membuang , rentangnya hanya dapat menyusut; dan ia menyusut paling banyak satu dimensi, karena menambahkan kembali pada basis rentang yang lebih kecil memberikan keluarga pembangun bagi yang lebih besar dengan paling banyak satu vektor tambahan. Secara setangkup, menambahkan sebuah vektor : rentang yang baru memuat yang lama dengan paling banyak satu pembangun tambahan, sehingga dimensinya adalah (jika sudah ada di dalam rentangnya) atau (jika tidak, karena menurut Proposisi 18.19 (2) sebuah basis dapat diperluas). Kedua pernyataan itu bersama-sama memberikan kesimpulan “rank bersifat -Lipschitz”.
Latihan 19.8 ★★★
Misalkan subruang (dengan ) dan untuk setiap . Buktikan . Lalu simpulkan bahwa rantai subruang yang naik tegas berpanjang paling banyak , lalu tunjukkanlah satu yang berpanjang maksimal.
Solusi
Solusi Latihan 19.8.
Sepanjang rantai yang naik tegas, dimensinya naik tegas (, dan Teorema 19.14: karena kesamaan dimensinya akan memaksa kesamaan ruangnya). Jadi merupakan barisan bilangan bulat yang naik tegas di dalam : yaitu paling banyak nilai, sehingga . Rantai maksimal di dalam :
yang berpanjang tepat .
Latihan 19.9 ★★★
Misalkan berdimensi dan , dua hiperbidang (berdimensi ), dengan . Hitunglah . Samaratakanlah: bahwa irisan hiperbidang berdimensi .
Solusi
Solusi Latihan 19.9.
memuat secara tegas (karena ), sehingga dan Grassmann memberikan .
Klaim umumnya, lewat induksi pada : bahwa irisan atas hiperbidang memenuhi . Benar untuk . Langkahnya: , dan Grassmann di dalam :
Latihan 19.10 ★★
Misalkan himpunan barisan real yang memenuhi untuk setiap .
- Tunjukkan bahwa merupakan subruang ruang barisannya, dan bahwa sebuah barisan sepenuhnya ditentukan, secara linear, oleh pasangan ; lalu simpulkanlah .
- Periksalah bahwa barisan konstan dan barisan geometri terletak di dan membentuk basis .
- Carilah barisan dengan , .
Solusi
Solusi Latihan 19.10.
- Syarat bersifat linear dan dipenuhi barisan nol: jadi merupakan subruang. Lewat induksi, dan menentukan setiap , dan kebergantungannya linear (karena setiap langkahnya kombinasi linear atas kedua nilai sebelumnya); sebaliknya setiap pasangan muncul dari tepat satu barisan (definisikanlah lewat rekurensinya). Seperti pada Contoh 19.5, terparameterkan secara bijektif dan linear oleh : sehingga .
- Konstanta: . Geometri: . Keduanya ada di dalam . Kebebasannya: untuk semua memberikan, di dan : , , jadi . Dua vektor bebas dalam dimensi : yaitu basis (Proposisi 19.8).
- Pecahkanlah , : , , sehingga (yaitu barisan Mersenne).
Latihan 19.11 ★★
Misalkan berdimensi .
- Jika subruang dengan , buktikanlah . Perlihatkanlah: bahwa dua subruang berdimensi dan pada selalu berbagi sebuah vektor taknol.
- Jika sebuah hiperbidang dan subruang dengan , buktikanlah .
Solusi
Solusi Latihan 19.11.
- Grassmann: , sehingga . Dengan : , jadi irisannya memuat sebuah garis.
- Jika , maka jumlahnya langsung dan , sehingga . (Sebaliknya sebuah garis yang tak termuat di dalam memang memenuhi ini: karena hiperbidang nyaris tak melewatkan apa pun.)
Latihan 19.12 ★★★
(Pelengkap bersama) Misalkan subruang (yang berdimensi hingga) dengan . Buktikan bahwa dan mempunyai pelengkap yang bersama: yakni ada subruang dengan . (Berinduksilah menurun pada : jika , pilihlah — Latihan 18.12 mengizinkannya — lalu tinjaulah dan .)
Solusi
Solusi Latihan 19.12.
Induksi menurun pada , dari ke . Jika : maka dan berhasil. Andaikan pernyataannya berlaku bagi pasangan subruang berdimensi , lalu misalkan .
Jika : ambillah sebagai sebarang pelengkap (Teorema 19.14). Jika : maka keduanya sejati, sehingga menurut Latihan 18.12 ada . Jumlah dan bersifat langsung (karena , ) dan berdimensi ; jadi menurut hipotesis induksinya keduanya mempunyai pelengkap bersama : . Tetapkanlah — yang langsung, karena .
Maka , dan : karena jika dengan , , maka , sehingga , yang memaksa (karena ) dan . Jadi , dan secara setangkup .
19.4 Soal: Hukum menara Dedekind
Soal 19.1
Tak ada apa pun pada Bab 18–19 yang memakai sesuatu tentang skalarnya di luar aksioma lapangannya (Definisi 7.22): sehingga kita boleh mengambil lalu mengukur himpunan bilangan real dengan tolok ukur dimensi atas . Soal ini menghitung dimensi , membuktikan hukum menara Dedekind , lalu memanen teorema keirasionalan lewat pencacahan dimensi belaka — tanpa , tanpa desimal, hanya dengan basis.
Bagian I — Skalar yang rasional.
- Periksalah bahwa sebuah lapangan dan bahwa setiap definisi dan bukti pada Bab 18–19 hanya memakai aksioma lapangan bagi skalarnya; lalu simpulkan bahwa merupakan ruang vektor atas dan bahwa lema pertukaran, teorema basisnya, dan rumus Grassmann berlaku atas . Tunjuklah satu langkah pada bukti Teorema 19.2 yang di situ pembagian oleh skalar taknol dikerjakan.
- Tunjukkan bahwa bebas atas tetapi terikat atas . Tetapkanlah ; berapakah ?
- Tunjukkan bahwa stabil terhadap perkalian. Untuk tetapkanlah dan . Tunjukkan , lalu simpulkan , lalu tunjukkan setiap kali .
- Simpulkan bahwa setiap yang taknol mempunyai inversnya di , yakni : sehingga merupakan sublapangan . Hitunglah dan .
Bagian II — Menyertakan .
- Buktikan bahwa (bandingkanlah eksponen pada kedua ruas , seperti pada Latihan 6.7), lalu bahwa (kuadratkanlah lalu bahaslah kasus , , ).
- Misalkan . Tunjukkan bahwa stabil terhadap perkalian (sebuah tabel hasil kali vektor basisnya sudah mencukupi).
- Tulislah . Tunjukkan bahwa bebas atas lapangan , lalu simpulkan bahwa merupakan ruang vektor atas berdimensi dengan basis .
- Buktikan bahwa bebas atas , sehingga . (Kelompokkanlah sebuah relasi nol sebagai lalu terapkan pertanyaan 7 kemudian 2.)
Bagian III — Hukum menaranya. Misalkan dengan dan sublapangan, sebuah basis sebagai ruang vektor atas , dan sebuah basis sebagai ruang vektor atas .
- Tunjukkan bahwa hasil kali membangun atas .
- Tunjukkan bahwa keluarga bebas atas . (Tatalah ulang sebuah kombinasi nol atas sebagai , yang koefisien dalamnya hidup di .)
Tutuplah dengan hukum menara Dedekind:
lalu periksalah ia pada terhadap pertanyaan 7 dan 8.
- (Lapangan secara cuma-cuma) Misalkan sebuah subruang atas yang berdimensi hingga yang memuat dan stabil terhadap perkalian, dan misalkan , . Tunjukkan bahwa jika sebuah basis , maka kembali menjadi basis ; lalu simpulkan bahwa mempunyai invers di : sehingga merupakan sublapangan . Pertanyaan sebelumnya yang mana yang dipulihkan ini?
- Tunjukkan bahwa untuk setiap (dengan, seperti pada pertanyaan 12, ) keluarga bersifat terikat: sehingga setiap unsur merupakan akar sebuah polinomial taknol berkoefisien rasional, yang berderajat paling banyak .
Bagian IV — Satu bilangan membangkitkan segalanya. Tetapkanlah .
- Hitunglah koordinat , dan pada basis bagi .
- Tunjukkan bahwa bebas atas , lalu simpulkanlah : bahwa setiap unsur merupakan polinomial rasional dalam . Nyatakanlah dan sebagai polinomial yang demikian.
- Periksalah , lalu tunjukkanlah bahwa merupakan polinomial monik berderajat terkecil yang lenyap di . Tentukanlah keempat akar realnya.
- Simpulkan: ; lalu kenalilah bilangan ini. Tunjukkanlah bahwa (dengan ) bersifat rasional jika dan hanya jika ; sehingga khususnya irasional (yang memperkuat Latihan 10.7).
Bagian V — Akar pangkat tiganya tetap di luar. Tetapkanlah .
- Tunjukkan bahwa tak berakar rasional (lewat kriteria akar rasional pada Latihan 8.5, atau lewat pencacahan valuasinya); lalu simpulkanlah bahwa bebas atas .
- Tunjukkan bahwa bebas atas . (Jika suatu taknol berderajat membunuh , ambillah satu yang berderajat terkecil lalu bagilah dengannya, Teorema 8.3; lalu simpulkanlah bahwa akan berakar rasional.) Lalu simpulkanlah bahwa berdimensi , stabil terhadap perkalian, dan merupakan sublapangan .
- Buktikan bahwa : sebab kalau tidak akan menjadi ruang vektor atas lapangan , dan hukum menaranya akan memaksa . Jadi bukan kombinasi rasional atas .
- Simpulkan bahwa , bahwa irasional, dan bahwa tak ada bilangan rasional yang memenuhi .
Bagian VI — Semua sublapangannya, dan sintesisnya.
- Buktikanlah keterbagian derajatnya: bahwa jika merupakan sublapangan dengan yang hingga, maka membagi . Apa saja dimensi yang mungkin bagi sublapangan ?
- Tentukanlah semua sublapangan yang berdimensi atas . (Reduksikanlah ke pencarian dengan : jabarkanlah lalu lenyapkanlah ketiga koordinat irasionalnya.)
- Nyatakanlah pada basis (kalikanlah dengan sekawan yang terpilih baik).
- Sintesis, dalam empat kalimat: mengapakah dimensi atas merupakan invarian aritmetika sebuah himpunan bilangan real; apa yang dipaksakan kehinggaan dimensinya atas setiap unsurnya (pertanyaan 13); bagaimanakah aturan dua dari tiganya menghasilkan invers entah dari mana (pertanyaan 12); dan apa yang dilarang hukum menaranya (pertanyaan 20). Namailah teorema yang dibuktikan pada Bagian III.
Solusi
Solusi Soal 19.1.
1. memuat , stabil terhadap penjumlahan, perkalian dan lawan, dan setiap rasional taknol mempunyai invers rasional: jadi sebuah lapangan (Definisi 7.22). Adapun definisi rentang, kebebasan, basis dan bukti Bab 18–19 hanya memakai penjumlahan vektor, kedistributifan dan aritmetika skalar di dalam sebuah lapangan — tak pernah nilai mutlak, urutan atau limit. Jadi , dengan penjumlahannya sendiri dan perkalian , merupakan ruang vektor atas , dan semua teoremanya berlaku. Pembagian dengan sebuah skalar terjadi sekali pada bukti Teorema 19.2: yaitu untuk “menyelesaikan ” orang membagi dengan koefisiennya yang taknol.
2. Jika dengan yang tak keduanya nol: maka akan memberikan , yang bertentangan dengan keirasionalan (Latihan 6.7 dengan ); sehingga , lalu : jadi bebas atas . Sedangkan atas hubungan tak sepele: jadi terkait. Maka , dengan koordinat tunggal .
3. . Maka
sehingga . Jika dengan : maka akan memberikan , yaitu akar kuadrat rasional atas ; sehingga , lalu dan : bertentangan. Maka untuk .
4. , dan : jadi setiap unsur taknol dapat dibalik di dalam , yang karenanya merupakan sublapangan . Contohnya: , sehingga
5. Jika maka ; sehingga pangkat adalah , yang ganjil, di kiri, dan , yang genap, di kanan: mustahil. Kini andaikan dengan . Mengkuadratkannya: . Jika , maka : mustahil. Jika : maka , yang bertentangan dengan Latihan 6.7 (). Jika : maka , dan dengan mengalikannya dengan : : mustahil. Jadi .
6. Hasil kali vektor basisnya adalah
semuanya di dalam . Adapun hasil kali dua unsur terjabarkan lewat kebilinearan menjadi kombinasi rasional atas ini: jadi stabil terhadap perkalian.
7. Misalkan dengan . Jika , maka (menurut pertanyaan 4: sebuah lapangan), yang bertentangan dengan pertanyaan 5. Jadi , lalu : sehingga bebas atas . Ia membangun: . Maka .
8. Sebuah hubungan terkelompokkan ulang menjadi dengan koefisien di dalam ; jadi menurut pertanyaan 7 keduanya lenyap, dan menurut pertanyaan 2 dan . Sehingga keluarganya bebas dan .
9. Setiap tertulis dengan (yaitu basis atas ), dan setiap dengan (yaitu basis atas ); dengan menyulihkannya, : jadi hasil kalinya membangun atas .
10. Andaikan dengan . Kelompokkanlah ulang: , dan jumlah dalamnya termasuk . Kebebasan atas memberikan untuk setiap ; lalu kebebasan atas memberikan untuk semua .
11. Menurut pertanyaan 9 dan 10, merupakan basis atas dengan unsur:
Periksa: dan (pertanyaan 2 dan 7) memberikan , yaitu pertanyaan 8.
12. Vektor termasuk (karena kestabilannya). Semuanya bebas: karena jika , maka di dalam , dan memaksa , sehingga (karena membentuk sebuah basis). Jadi merupakan keluarga bebas berisi vektor di dalam , dengan : yaitu sebuah basis (Proposisi 19.8). Khususnya terurai menjadi dengan : sehingga invers ada di dalam . Ini memulihkan pertanyaan 4 () dan sekaligus membuktikan bahwa merupakan sublapangan (bersama pertanyaan 6).
13. Kesemua vektor ada di dalam (karena stabil terhadap hasil kali); sedangkan keluarga bebas berisi paling banyak vektor (Proposisi 19.8), sehingga semuanya terkait: jadi ada rasional , yang tak semuanya nol, dengan . Maka polinomial taknol, berkoefisien rasional, berderajat , dan .
14. : berkoordinat . Lalu
berkoordinat (dengan memakai , ). Akhirnya : berkoordinat .
15. Andaikan . Dengan membaca keempat koordinatnya pada :
Jadi , lalu ; dengan mengurangkan persamaan tengahnya, , lalu : sehingga bebas. Empat vektor bebas di dalam yang berdimensi : jadi sebuah basis, sehingga . Dari pertanyaan 14, dan :
16. . Adapun polinomial monik berderajat yang lenyap di akan menghasilkan kombinasi nol yang tak sepele atas , yang bertentangan dengan pertanyaan 15: jadi berderajat terkecil. Akarnya: , sehingga keempat akar realnya adalah dan , yaitu .
17. Dari : , sehingga
yang selaras dengan . Jika , maka , dan kebebasannya (pertanyaan 8) memaksa (dan ). Adapun bagi koordinatnya tak berbentuk demikian: jadi irasional — yaitu pernyataan yang lebih kuat daripada Latihan 10.7, yang diperoleh tanpa kiat pengkuadratan apa pun.
18. Sebuah akar rasional (dalam suku terkecil) atas memenuhi , dan kriteria Latihan 8.5 memberikan , : jadi calonnya , yang pangkat tiganya . Jadi tak ada akar rasional; khususnya , sehingga bebas atas (seperti pada pertanyaan 2).
19. Andaikan terkait: maka ada taknol dengan yang ; pilihlah yang demikian berderajat terkecil . Menurut pertanyaan 18, , sehingga . Pembagian Euclid (Teorema 8.3): dengan , . Menilainya di : , sehingga lenyap di ; lalu keminimalan memaksa . Maka dengan : sehingga akar rasional merupakan akar rasional , yang bertentangan dengan pertanyaan 18. Jadi bebas dan . Kestabilannya: mereduksi setiap hasil kali menjadi kombinasi atasnya (, ); dan memuat : jadi menurut pertanyaan 12, merupakan sublapangan .
20. Andaikan . Maka (karena kestabilannya), sehingga , dan merupakan ruang vektor atas lapangan : karena aksiomanya adalah aksioma aritmetika , yang dibatasi. Ia berdimensi hingga atas (karena keluarga pembangun yang hingga membangun a fortiori atas ). Adapun hukum menara bagi memberikan
mustahil: karena tak membagi . Jadi : tak ada kombinasi rasional atas yang sama dengan .
21. , sehingga . Jika , maka : bertentangan — jadi irasional. Jika , maka : bertentangan lagi.
22. merupakan ruang vektor atas lapangan (yaitu pembatasan skalarnya), yang berdimensi hingga karena hingga. Adapun hukum menara bagi memberikan : sehingga faktor kirinya membagi. Maka sublapangan berdimensi sebesar , atau : dengan dimensi yaitu sendiri, dan dimensi yaitu .
23. Misalkan sublapangan dengan , dan : maka bebas, jadi sebuah basis . Menurut pertanyaan 13 (), bagi rasional . Dengan menetapkan :
dan . Kini tulislah lalu jabarkanlah:
Ketiga koordinat irasionalnya lenyap: . Jika : maka , dan syarat keduanya menjadi ; dan karena dengan akan membuat rasional, maka atau , dan pada kedua kasusnya syarat sisanya memaksa , yaitu : yang dikecualikan. Jadi , dan syaratnya terbaca : sehingga paling banyak satu di antara yang taknol. Maka merupakan kelipatan rasional atas , atau , dan
yang masing-masingnya memang sublapangan berdimensi (dengan kestabilan seperti pada pertanyaan 6, dan inversnya menurut pertanyaan 12): jadi tepat tiga sublapangan kuadratik.
24. , sehingga
(Periksa: setelah dijabarkan.)
25. (i) Dimensi melekatkan sebuah bilangan bulat pada setiap sublapangan , dan hukum menara membuat bilangan itu mengalikan diri sepanjang pemuatannya: sehingga dimensinya berperilaku bagai invarian aritmetika, dan kendala keterbagiannya menjadi bukti kemustahilan. (ii) Dimensi hingga memaksa setiap unsurnya memenuhi persamaan polinomial rasional taknol yang berderajat paling tinggi sebesar dimensinya: jadi kehinggaan berarti kealjabaran. (iii) Adapun kaidah dua-dari-tiga mengubah “perkalian dengan memetakan sebuah basis ke keluarga bebas berukuran maksimal” menjadi kesurjektifan, yang menghasilkan tanpa rumus: sehingga inversnya lahir dari pencacahan. (iv) Adapun hukum menara melarang lapangan berdimensi di dalam yang berdimensi , dan itulah sebabnya tak dapat dicapai dari dan . Adapun teorema Bagian III adalah hukum menara Dedekind, yaitu langkah pembuka teori Galois, yang dikembangkan pada jilid Tahun 3.