Mathematics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Matematika Universitas — Tahun 1

Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

20Pemetaan Linear

Pemetaan yang pantas ditelaah antara ruang vektor adalah yang selaras dengan strukturnya: yaitu pemetaan linear. Adapun kedua subruang fundamentalnya — kernel dan peta — mengukur keinjektifan dan kesurjektifannya, dan dalam dimensi hingga teorema rank–nulitas mengikat ukurannya menjadi satu hukum kekekalan. Lalu proyeksi dan simetri, kemudian bentuk linear dan hiperbidang, menutup bab ini.

20.1 Definisi dan sifat yang pertama

Definisi 20.1

Misalkan E,FE, F ruang vektor atas KK. Sebuah pemetaan u ⁣:EFu \colon E \to F disebut linear bila

x,yE, λK,u(x+λy)=u(x)+λu(y).\forall x, y \in E,\ \forall \lambda \in K, \qquad u(x + \lambda y) = u(x) + \lambda u(y).

Maka u(0)=0u(0) = 0 dan u(λixi)=λiu(xi)u(\sum \lambda_i x_i) = \sum \lambda_i u(x_i). Adapun himpunan L(E,F)\mathcal{L}(E, F) berisi pemetaan linear sendirinya merupakan ruang vektor; komposisi pemetaan linear bersifat linear, dan bilinear pada pasangannya. Sebuah endomorfisma adalah pemetaan linear EEE \to E; sedangkan isomorfisma adalah pemetaan linear yang bijektif (yang inversnya lalu otomatis linear); adapun u1u^{-1} sebuah isomorfisma, dan komposisi isomorfisma, merupakan isomorfisma.

Bukti bahwa inversnya linear. Misalkan uu linear dan bijektif, y,yFy, y' \in F dan λK\lambda \in K. Tetapkanlah x=u1(y)x = u^{-1}(y) dan x=u1(y)x' = u^{-1}(y'). Maka

u(x+λx)=u(x)+λu(x)=y+λy,u\bigl(x + \lambda x'\bigr) = u(x) + \lambda u(x') = y + \lambda y' ,

lalu menerapkan u1u^{-1} pada kedua ujungnya: u1(y+λy)=x+λx=u1(y)+λu1(y)u^{-1}(y + \lambda y') = x + \lambda x' = u^{-1}(y) + \lambda\,u^{-1}(y'). Jadi tak ada apa pun tentang u1u^{-1} yang dihitung: karena kelinearannya terangkut lewat sifat pendefinisi uu belaka — yaitu pola yang pantas diingat, sebab struktur sering menumpang bijeksi secara cuma-cuma.

Proposisi 20.2 (Sebuah pemetaan linear dikenal pada sebuah basis)

Misalkan (e1,,en)(e_1, \dots, e_n) sebuah basis EE dan (v1,,vn)(v_1, \dots, v_n) vektor FF yang sebarang. Maka ada tepat satu pemetaan linear u ⁣:EFu \colon E \to F dengan u(ei)=viu(e_i) = v_i untuk setiap ii. Lebih lanjut:

u injektif    (vi) bebas;u surjektif    (vi) membangun F.u \text{ injektif} \iff (v_i) \text{ bebas}; \qquad u \text{ surjektif} \iff (v_i) \text{ membangun } F .

Bukti. Keberadaan dan ketunggalannya: setiap xx mempunyai koordinat tunggal x=λieix = \sum \lambda_i e_i (Proposisi 18.15); lalu kelinearannya memaksa u(x)=λiviu(x) = \sum \lambda_i v_i, dan rumus ini memang mendefinisikan sebuah pemetaan linear.

Keinjektifannya: menurut Proposisi 20.5 di bawah, uu bersifat injektif jika dan hanya jika kernelnya sepele. Sekarang u(λiei)=0u\bigl(\sum\lambda_i e_i\bigr) = 0 persis berarti λivi=0\sum\lambda_i v_i = 0. Jika (vi)(v_i) bebas, maka ini memaksa setiap λi=0\lambda_i = 0, yakni kernelnya tereduksi menjadi 00: jadi injektif. Sedangkan jika (vi)(v_i) terikat, sebuah relasi taksepele λivi=0\sum\lambda_i v_i = 0 menghasilkan vektor taknol λiei\sum\lambda_i e_i pada kernelnya (karena (ei)(e_i) bebas): jadi tak injektif. Sehingga kedua syaratnya cocok suku demi suku.

Kesurjektifannya: peta uu adalah himpunan semua λivi\sum\lambda_i v_i, yakni tepat Vect(v1,,vn)\operatorname{Vect}(v_1, \dots, v_n), yang sama dengan FF jika dan hanya jika keluarganya membangun.

Definisi 20.3 (Kernel dan peta)

Untuk uL(E,F)u \in \mathcal{L}(E, F):

keru={xE:u(x)=0}E,imu=u(E)F,\ker u = \{x \in E : u(x) = 0\} \subseteq E, \qquad \operatorname{im} u = u(E) \subseteq F ,

keduanya subruang (lewat pemeriksaan langsung dengan kriterianya).

Metode 20.4 (Kernel dan peta, dalam praktik)

Kernelnya: tulislah u(x)=0u(x) = 0 sebagai sebuah sistem atas koordinat (atau koefisien) xx, pecahkanlah, lalu parameterkanlah — maka kernelnya keluar dengan sebuah basis yang menempel (Metode 19.10). Petanya: ia rentang peta sebarang keluarga pembangun EE — biasanya sebuah basis, sehingga imu=Vect(u(e1),,u(en))\operatorname{im} u = \operatorname{Vect}\bigl(u(e_1), \dots, u(e_n)\bigr); lalu hapuslah peta yang berlebihan untuk menyarikan sebuah basis. Jalan pintasnya: hitunglah yang mana pun di antara keduanya yang lebih mudah lalu peroleh dimensi yang lain cuma-cuma lewat rank–nulitas (Teorema 20.7); dan ketika sebuah calon subruang yang masuk akal bagi petanya sudah dikenal, membandingkan dimensinya menaikkan inklusi yang mudah menjadi kesamaan (Teorema 19.14). Kedua jalan pintasnya dipakai pada Contoh 20.11 di bawah.

Proposisi 20.5

Pemetaan uu bersifat injektif     \iff keru={0}\ker u = \{0\}; dan uu bersifat surjektif     \iff imu=F\operatorname{im} u = F.

Bukti. Seperti pada grup (Proposisi 7.11): u(x)=u(y)    u(xy)=0    xykeruu(x) = u(y) \iff u(x - y) = 0 \iff x - y \in \ker u. Adapun butir keduanya merupakan definisinya.

20.2 Teorema rank–nulitas

Definisi 20.6

Adapun rank sebuah uL(E,F)u \in \mathcal{L}(E, F) (dengan EE yang berdimensi hingga) adalah rku=dimimu\operatorname{rk} u = \dim \operatorname{im} u — yang juga merupakan rank keluarga (u(e1),,u(en))\bigl(u(e_1), \dots, u(e_n)\bigr) bagi sebarang basis (ei)(e_i) pada EE.

Teorema 20.7 (Rank–nulitas)

Misalkan EE berdimensi hingga dan uL(E,F)u \in \mathcal{L}(E, F). Maka

dimE=dimkeru+rku.\dim E = \dim \ker u + \operatorname{rk} u .

Lebih tepatnya, jika SS sebarang subruang pelengkap bagi keru\ker u di EE, maka uu terbatasi menjadi isomorfisma dari SS pada imu\operatorname{im} u.

Bukti. Misalkan SS memenuhi E=keruSE = \ker u \oplus S (Teorema 19.14), dan misalkan v ⁣:Simuv \colon S \to \operatorname{im} u pembatasan uu.

Adapun vv bersifat injektif: karena kerv=Skeru={0}\ker v = S \cap \ker u = \{0\}.

Dan vv bersifat surjektif: karena sebarang u(x)u(x) dengan x=k+sx = k + s (kkeruk \in \ker u, sSs \in S) sama dengan u(s)=v(s)u(s) = v(s).

Jadi vv sebuah isomorfisma; dan isomorfisma mengirim basis ke basis (Proposisi 20.2), sehingga dimS=dimimu\dim S = \dim\operatorname{im} u, lalu dimE=dimkeru+dimS\dim E = \dim\ker u + \dim S menyimpulkannya.

Contoh 20.8 (Membangun sebuah pemetaan menurut spesifikasi)

Konstruksikanlah uL(R3)u \in \mathcal{L}(\R^3) dengan keru=Vect(1,1,1)\ker u = \operatorname{Vect}(1,1,1) dan imu={z=0}\operatorname{im} u = \{z = 0\}. Periksa kewarasannya dulu: rank–nulitas menuntut 1+2=31 + 2 = 3 — yang selaras, sehingga sebuah penyelesaian mungkin ada. Pilihlah basis yang disesuaikan dengan kernelnya, katakanlah ((1,1,1), e1, e2)\bigl((1,1,1),\ e_1,\ e_2\bigr) (Contoh 19.7), lalu tetapkanlah petanya (Proposisi 20.2):

u(1,1,1)=0,u(e1)=e1,u(e2)=e2.u(1,1,1) = 0, \qquad u(e_1) = e_1, \qquad u(e_2) = e_2 .

Maka keruVect(1,1,1)\ker u \supseteq \operatorname{Vect}(1,1,1) dan imu=Vect(e1,e2)={z=0}\operatorname{im} u = \operatorname{Vect}(e_1, e_2) = \{z = 0\}; lalu rank–nulitas memaksa dimkeru=1\dim\ker u = 1, sehingga kernelnya tepat garis yang ditetapkan itu. Adapun secara eksplisit, dengan menguraikan (x,y,z)=z(1,1,1)+(xz)e1+(yz)e2(x, y, z) = z(1,1,1) + (x - z)e_1 + (y - z)e_2:

u(x,y,z)=(xz, yz, 0).u(x, y, z) = (x - z,\ y - z,\ 0).

Resepnya tersamaratakan: bahwa pemetaan linear dengan kernel NN dan peta II yang ditetapkan ada tepat ketika dimN+dimI=dimE\dim N + \dim I = \dim E — dengan keperluannya dari rank–nulitas, dan kecukupannya dari konstruksi ini.

Akibat 20.9

Jika dimE=dimF\dim E = \dim F (yang hingga), maka untuk uL(E,F)u \in \mathcal{L}(E, F):

u injektif    u surjektif    u bijektif.u \text{ injektif} \iff u \text{ surjektif} \iff u \text{ bijektif}.

Khususnya ini berlaku bagi endomorfisma dalam dimensi hingga. (Adapun ia gagal dalam dimensi tak hingga: karena pada K[X]K[X], turunannya bersifat surjektif tetapi tak injektif, sedangkan PXPP \mapsto XP injektif tetapi tak surjektif.)

Bukti. Injektif     dimkeru=0    rku=dimE=dimF    imu=F\iff \dim\ker u = 0 \iff \operatorname{rk} u = \dim E = \dim F \iff \operatorname{im} u = F (karena subruang yang berdimensi penuh adalah segalanya, Teorema 19.14)     \iff surjektif.

Contoh 20.10 (Interpolasi, secara struktural)

Tetapkanlah x0,,xnx_0, \dots, x_n yang berbeda lalu misalkan u ⁣:Rn[X]Rn+1u \colon \R_n[X] \to \R^{n+1}, P(P(x0),,P(xn))P \mapsto (P(x_0), \dots, P(x_n)): yang linear. Adapun kernelnya adalah {P:degPn, n+1 akar}={0}\{P : \deg P \leq n,\ n+1 \text{ akar}\} = \{0\} (Akibat 8.8). Dengan dimensi yang sama n+1n + 1: maka uu sebuah isomorfisma — sehingga keberadaan dan ketunggalan interpolan Lagrange (Teorema 8.23) dalam satu baris.

Adapun pola satu baris yang sama menangani data yang mencampur nilai dan turunan: v ⁣:R3[X]R4v \colon \R_3[X] \to \R^4, P(P(0),P(0),P(1),P(1))P \mapsto \bigl(P(0), P'(0), P(1), P'(1)\bigr) bersifat linear, dan kernelnya terdiri atas polinomial berderajat 3\leq 3 dengan akar rangkap di 00 dan 11, yakni terbagi oleh X2(X1)2X^2(X-1)^2 yang berderajat 44: sehingga hanya P=0P = 0. Dengan dimensi yang sama lagi: setiap kuadruple data (P(0),P(0),P(1),P(1))(P(0), P'(0), P(1), P'(1)) terwujud oleh tepat satu kubik — yaitu interpolasi Hermite, yang diberikan oleh perhitungan kernel sebelum rumus apa pun dituliskan (adapun soal akhir pekan Bab 22 bertemu determinannya).

Contoh 20.11 (Rank–nulitas dalam kerja: operator selisihnya)

Misalkan Δ ⁣:Rn[X]Rn[X]\Delta \colon \R_n[X] \to \R_n[X], PP(X+1)P(X)P \mapsto P(X+1) - P(X): yang linear. Kernelnya: jika ΔP=0\Delta P = 0, maka P(0)=P(1)=P(2)=P(0) = P(1) = P(2) = \dots, sehingga PP(0)P - P(0) berakar tak hingga banyak dan lenyap (Akibat 8.8): jadi kerΔ\ker\Delta adalah garis konstantanya. Lalu rank–nulitas: rkΔ=(n+1)1=n\operatorname{rk}\Delta = (n + 1) - 1 = n. Dan karena degΔP<degP\deg \Delta P < \deg P untuk PP yang takkonstan (sebab suku puncaknya saling meniadakan), imΔRn1[X]\operatorname{im}\Delta \subseteq \R_{n-1}[X], yang berdimensi tepat nn: sehingga inklusinya menjadi kesamaan. Kesimpulannya, tanpa perhitungan prapeta apa pun: bahwa setiap polinomial QQ berderajat n1\leq n - 1 merupakan selisih Q=P(X+1)P(X)Q = P(X+1) - P(X) — jadi antiturunan diskretnya ada. (Bandingkanlah soal akhir pekan Bab 18, yang di situ Δ\Delta dibalik secara eksplisit pada basis binomialnya.)

Contoh 20.12 (Pembukuan rank sepanjang sebuah komposisi)

Pada R2[X]\R_2[X], susunlah turunan D(P)=PD(P) = P' (yang ber-rank 22: dengan peta R1[X]\R_1[X], dan kernel konstantanya) dengan dirinya sendiri. Maka DD=D2D \circ D = D^2 memetakan PPP \mapsto P'', dengan peta R0[X]\R_0[X]: jadi ber-rank 11. Bandingkanlah dengan batas umumnya: yang kasar memberikan rkD2min(2,2)=2\operatorname{rk} D^2 \leq \min(2, 2) = 2; sedangkan rumus persis pada Latihan 20.12 memperhitungkan kehilangannya dengan tepat,

rkD2=rkDdim(kerDimD)=21=1,\operatorname{rk} D^2 = \operatorname{rk} D - \dim\bigl(\ker D \cap \operatorname{im} D\bigr) = 2 - 1 = 1 ,

karena konstantanya (yaitu kernel DD yang luar) duduk di dalam R1[X]\R_1[X] (yaitu peta DD yang dalam) dengan dimensi 11. Jadi rank hilang persis di tempat kernel yang luar menyergap peta yang dalam — itulah kalimat yang harus diingat ketika rank komposisinya berkelakuan buruk.

Contoh 20.13 (Kernel dan peta operator Euler)

Pada Rn[X]\R_n[X], misalkan u(P)=XPu(P) = X\,P' (yang linear: karena pendiferensialan dan perkalian dengan XX demikian). Kernelnya: XP=0XP' = 0 memaksa P=0P' = 0 (karena hasil kali polinomial lenyap hanya bila salah satu faktornya demikian), sehingga keru\ker u adalah garis konstantanya. Petanya: pada basis monomialnya,

u(Xk)=kXk(k=0,1,,n),u(X^k) = k\,X^{k} \qquad (k = 0, 1, \dots, n),

sehingga imu=Vect(X,2X2,,nXn)=Vect(X,X2,,Xn)\operatorname{im} u = \operatorname{Vect}(X, 2X^2, \dots, nX^n) = \operatorname{Vect}(X, X^2, \dots, X^n): yaitu polinomial yang bersuku konstan nol. Periksalah terhadap rank–nulitas: rku=(n+1)1=n\operatorname{rk} u = (n + 1) - 1 = n, yang memang dimensi yang ditemukan. Ada dua catatan yang pantas disimpan. Pertama, di sini imukeru=Rn[X]\operatorname{im} u \oplus \ker u = \R_n[X] — tetapi itu kebetulan yang membahagiakan bagi operator ini, bukan sebuah teorema: karena bagi v(P)=Pv(P) = P' yang mirip geseran pada R1[X]\R_1[X], kerv=imv=R0[X]\ker v = \operatorname{im} v = \R_0[X] dan jumlahnya tak langsung. Kedua, relasi u(Xk)=kXku(X^k) = kX^k mengatakan bahwa setiap monomialnya sekadar diskalakan ulang oleh uu — yaitu basis yang disesuaikan dengan pemetaannya, yakni benih gagasan nilai eigen yang dikembangkan pada jilid Tahun 2.

20.3 Proyeksi dan simetri

Definisi 20.14

Misalkan E=FGE = F \oplus G. Adapun proyeksi pada FF sepanjang GG memetakan x=f+gx = f + g (dengan penguraiannya yang tunggal) ke p(x)=fp(x) = f; sedangkan simetri yang berkaitan adalah s(x)=fgs(x) = f - g. Keduanya linear, dan s=2pids = 2p - \mathrm{id}.

Teorema 20.15 (Pencirian aljabarnya)

  1. Sebuah endomorfisma pp merupakan proyeksi (pada suatu FF sepanjang suatu GG) jika dan hanya jika pp=pp \circ p = p; dan lalu F=imp=ker(pid)F = \operatorname{im} p = \ker(p - \mathrm{id}) serta G=kerpG = \ker p.
  2. Sebuah endomorfisma ss merupakan simetri jika dan hanya jika ss=ids \circ s = \mathrm{id}; dan lalu E=ker(sid)ker(s+id)E = \ker(s - \mathrm{id}) \oplus \ker(s + \mathrm{id}).

Bukti. (1) Sebuah proyeksi memenuhi p(f+g)=fp(f + g) = f dan p(f)=fp(f) = f: sehingga p2=pp^2 = p. Sebaliknya, misalkan p2=pp^2 = p; tetapkanlah F=impF = \operatorname{im} p, G=kerpG = \ker p. Maka setiap xx tertulis x=p(x)+(xp(x))x = p(x) + (x - p(x)) dengan p(x)Fp(x) \in F dan p(xp(x))=p(x)p2(x)=0p\bigl(x - p(x)\bigr) = p(x) - p^2(x) = 0: sehingga E=F+GE = F + G. Jika yFGy \in F \cap G: maka y=p(z)y = p(z) dan p(y)=0p(y) = 0, sehingga y=p(z)=p2(z)=p(y)=0y = p(z) = p^2(z) = p(y) = 0: jadi jumlahnya langsung, dan pp merupakan proyeksi pada FF sepanjang GG. Akhirnya pada FF: y=p(z)y = p(z) memberikan p(y)=yp(y) = y, sehingga Fker(pid)F \subseteq \ker(p - \mathrm{id}), dan sebaliknya p(y)=yp(y) = y menaruh yy di petanya.

(2) Korespondensi s=2pids = 2p - \mathrm{id}, p=s+id2p = \frac{s + \mathrm{id}}2 merupakan bijeksi antara endomorfismanya, dan di bawahnya

s2=4p24p+id=id    4p2=4p    p2=p:s^2 = 4p^2 - 4p + \mathrm{id} = \mathrm{id} \iff 4p^2 = 4p \iff p^2 = p :

sehingga simetrinya tepat bersesuaian dengan proyeksinya. Lalu menerjemahkan subruangnya: s(x)=x    p(x)=xs(x) = x \iff p(x) = x, sehingga ker(sid)=imp=F\ker(s - \mathrm{id}) = \operatorname{im} p = F; sedangkan s(x)=x    2p(x)=0    xkerp=Gs(x) = -x \iff 2p(x) = 0 \iff x \in \ker p = G, sehingga ker(s+id)=G\ker(s + \mathrm{id}) = G. Jadi jumlah langsung E=FGE = F \oplus G pada butir (1) menjadi penguraian yang diumumkan menjadi vektor yang tetap dan vektor yang terbalik oleh ss.

Contoh 20.16 (Sebuah proyeksi dan simetrinya, secara eksplisit)

Di dalam R2\R^2, proyeksikanlah pada F=Vect(1,1)F = \operatorname{Vect}(1,1) sepanjang G=Vect(0,1)G = \operatorname{Vect}(0,1). Uraikanlah (x,y)=a(1,1)+b(0,1)(x, y) = a(1,1) + b(0,1): maka koordinat pertamanya memberikan a=xa = x, dan yang kedua b=yxb = y - x. Sehingga

p(x,y)=(x,x),s(x,y)=2p(x,y)(x,y)=(x, 2xy).p(x, y) = (x, x), \qquad s(x, y) = 2p(x,y) - (x,y) = (x,\ 2x - y).

Periksalah aljabarnya: p(p(x,y))=p(x,x)=(x,x)p(p(x,y)) = p(x,x) = (x,x), dan s(s(x,y))=s(x,2xy)=(x,2x(2xy))=(x,y)s(s(x,y)) = s(x, 2x - y) = (x, 2x - (2x - y)) = (x, y). Secara geometri, ss merupakan “pencerminan miring” terhadap garis y=xy = x pada arah tegaknya: karena ia menetapkan FF titik demi titik dan membalikkan GG. Seandainya kita memproyeksikan pada FF yang sama sepanjang G=Vect(1,1)G' = \operatorname{Vect}(1,-1), maka rumusnya akan berubah menjadi p(x,y)=(x+y2,x+y2)p'(x,y) = \bigl(\frac{x+y}2, \frac{x+y}2\bigr): jadi sebuah proyeksi ditentukan oleh petanya dan kernelnya, tak pernah oleh petanya belaka.

Proyeksi pada F = Vect(1,1) sepanjang G = Vect(0,1) beserta simetrinya, pada titik M = (2,\ 0.5): dengan meluncur tegak, M mengenai F di p(M) = (2,2) lalu mendarat di s(M) = 2p(M) - M = (2,\ 3.5), sejauh di atas F (yang diukur sepanjang G) sebagaimana M tadi di bawahnya.
Proyeksi pada F=Vect(1,1)F = \operatorname{Vect}(1,1) sepanjang G=Vect(0,1)G = \operatorname{Vect}(0,1) beserta simetrinya, pada titik M=(2, 0.5)M = (2,\ 0.5): dengan meluncur tegak, MM mengenai FF di p(M)=(2,2)p(M) = (2,2) lalu mendarat di s(M)=2p(M)M=(2, 3.5)s(M) = 2p(M) - M = (2,\ 3.5), sejauh di atas FF (yang diukur sepanjang GG) sebagaimana MM tadi di bawahnya.

20.4 Bentuk linear dan hiperbidang

Definisi 20.17

Sebuah bentuk linear pada EE adalah pemetaan linear φ ⁣:EK\varphi \colon E \to K. Sedangkan hiperbidang EE (dengan dimE=n\dim E = n) adalah subruang berdimensi n1n - 1.

Contoh 20.18 (Sebuah bentuk penilaian dan hiperbidangnya)

Pada R2[X]\R_2[X], penilaian φ(P)=P(2)\varphi(P) = P(2) merupakan bentuk linear yang taknol (karena φ(1)=1\varphi(1) = 1). Adapun kernelnya adalah hiperbidang berisi polinomial yang lenyap di 22, yakni (menurut teorema faktor, Teorema 8.7) kelipatan X2X - 2 di dalam R2[X]\R_2[X]:

kerφ=Vect(X2, X(X2)),dim=2.\ker\varphi = \operatorname{Vect}\bigl(X - 2,\ X(X - 2)\bigr), \qquad \dim = 2 .

Dalam koordinat pada (1,X,X2)(1, X, X^2), φ(a+bX+cX2)=a+2b+4c\varphi(a + bX + cX^2) = a + 2b + 4c: jadi setiap bentuk linear pada ruang yang berdimensi hingga, begitu sebuah basis ditetapkan, merupakan ungkapan linear yang tetap dalam koordinatnya — sehingga bentuknya menjadi “vektor baris”, sebagaimana Bab 21 akan membuatnya harfiah, dan baris koefisien di sini, (1,2,4)(1, 2, 4), merupakan baris Vandermonde: jadi bentuk penilaian adalah cara teori interpolasi pada soal akhir pekan Bab 22 masuk ke aljabar linear.

Teorema 20.19

Hiperbidang EE tepat merupakan kernel bentuk linear yang taknol. Dan dua bentuk taknol berkernel sama jika dan hanya jika keduanya sebanding.

Bukti. Jika φ0\varphi \neq 0: maka rkφ=1\operatorname{rk}\varphi = 1 (karena petanya subruang taknol pada KK), sehingga dimkerφ=n1\dim\ker\varphi = n - 1: yaitu sebuah hiperbidang. Sebaliknya, misalkan HH sebuah hiperbidang, dengan (e1,,en1)(e_1, \dots, e_{n-1}) sebuah basis HH yang dilengkapi oleh ene_n: maka bentuk “koordinat terakhir” berkernel HH.

Adapun bentuk yang sebanding berbagi kernelnya. Sebaliknya, andaikan kerφ=kerψ=H\ker\varphi = \ker\psi = H lalu pilihlah aHa \notin H: maka setiap xx tertulis x=h+λax = h + \lambda a (karena E=HKaE = H \oplus Ka), dan

φ(x)=λφ(a),ψ(x)=λψ(a):\varphi(x) = \lambda \varphi(a), \qquad \psi(x) = \lambda\psi(a):

sehingga φ=φ(a)ψ(a)ψ\varphi = \frac{\varphi(a)}{\psi(a)}\,\psi.

Contoh 20.20

Di dalam KnK^n, sebuah hiperbidang merupakan himpunan penyelesaian {a1x1++anxn=0}\{a_1 x_1 + \dots + a_n x_n = 0\} dengan tak semua aia_i nol — yaitu persamaan yang dikenal bagi sebuah bidang lewat titik asal di R3\R^3. Adapun pada ruang fungsi, bentuk penilaian PP(1)P \mapsto P(1) atau f01ff \mapsto \int_0^1 f mendefinisikan hiperbidang Rn[X]\R_n[X], dan C([0,1])C(\intcc{0}{1}) (bandingkan Latihan 19.6).

Contoh 20.21 (Satu hiperbidang, yang dikerjakan tiga cara)

Ambillah φ(x,y,z)=x2y+3z\varphi(x, y, z) = x - 2y + 3z pada R3\R^3 dan H=kerφH = \ker\varphi. Basisnya: pecahkanlah x=2y3zx = 2y - 3z:

(2y3z, y, z)=y(2,1,0)+z(3,0,1),(2y - 3z,\ y,\ z) = y\,(2, 1, 0) + z\,(-3, 0, 1),

yaitu dua vektor yang bebas: sehingga dimH=2\dim H = 2, jadi sebuah hiperbidang, sebagaimana diramalkan Teorema 20.19 dari φ0\varphi \neq 0. Garis pelengkapnya: sebarang vektor di luar HH merentangnya, misalnya a=(1,0,0)a = (1, 0, 0) (karena φ(a)=10\varphi(a) = 1 \neq 0); dan penguraian sebarang vv bersifat eksplisit:

v=(vφ(v)a)H+φ(v)aVect(a),v = \underbrace{\bigl(v - \varphi(v)\,a\bigr)}_{\in\,H} + \underbrace{\varphi(v)\,a}_{\in\,\operatorname{Vect}(a)},

karena φ(vφ(v)a)=φ(v)φ(v)φ(a)=0\varphi\bigl(v - \varphi(v)a\bigr) = \varphi(v) - \varphi(v)\varphi(a) = 0. Kesebandingannya: jika ψ(x,y,z)=2x+4y6z\psi(x,y,z) = -2x + 4y - 6z, maka ψ=2φ\psi = -2\varphi dan keduanya berkernel HH; sebaliknya, sebarang bentuk yang lenyap pada HH merupakan kelipatan φ\varphi (Latihan 20.8) — jadi persamaan sebuah hiperbidang tunggal sampai skalanya, yaitu fakta yang terus-menerus dipakai bagi bidang dalam geometri.

Catatan 20.22 (Jebakan yang lazim)

Kernel dan peta hidup di ruang yang berbeda: karena keruE\ker u \subseteq E, imuF\operatorname{im} u \subseteq F; sehingga jumlah keru+imu\ker u + \operatorname{im} u hanya bermakna bagi endomorfisma, dan bahkan lalu ia tak harus langsung (karena u(x,y)=(y,0)u(x, y) = (y, 0) mempunyai keru=imu\ker u = \operatorname{im} u; adapun Latihan 20.7 mencirikan kapan kelangsungannya berlaku). u2=0u^2 = 0 tak berarti u=0u = 0: karena u(x,y)=(y,0)u(x,y) = (y, 0) yang sama berkuadrat nol tanpa lenyap — adapun yang sungguh dikatakan u2=0u^2 = 0 adalah imukeru\operatorname{im} u \subseteq \ker u (Latihan 20.5). Injektif     \iff surjektif menuntut dimensi hingga yang sama: karena pada K[X]K[X], turunannya bersifat surjektif dan tak injektif, sedangkan PXPP \mapsto XP injektif dan tak surjektif (Akibat 20.9); dan di antara ruang yang berdimensi berbeda, satu implikasinya sekadar mustahil (karena rkumin(dimE,dimF)\operatorname{rk} u \leq \min(\dim E, \dim F)). Menetapkan peta berjalan pada sebuah basis, bukan pada keluarga apa pun: karena menuntut u(1,0)=au(1, 0) = a, u(0,1)=bu(0, 1) = b, u(1,1)=cu(1, 1) = c menentukan uu secara berlebihan kecuali bila c=a+bc = a + b; jadi pemetaan linear bebas pada sebuah basis, tetapi terbelenggu di mana pun selainnya. Rank tak terawetkan oleh komposisi: karena ia hanya dapat turun, rk(vu)min(rku,rkv)\operatorname{rk}(vu) \leq \min(\operatorname{rk} u, \operatorname{rk} v) (Latihan 20.4), dengan kehilangannya yang persis terukur pada Latihan 20.12.

Catatan 20.23 (Ke mana pemetaan ini pergi)

Pemetaan linear segera akan menjadi matriks: karena begitu basisnya ditetapkan, Bab 21 menyandikan setiap uL(E,F)u \in \mathcal{L}(E, F) lewat sebuah larik persegi panjang, dan komposisinya menjadi hasil kali matriks — lalu rank–nulitas menggerakkan teori sistem linear pada Bab 22. Adapun proyeksi kembali pada Bab 23 dalam kasus khususnya yang paling berguna, yaitu proyeksi ortogonal, yang di situ kernelnya dipilih tegak lurus terhadap petanya. Sedangkan soal akhir pekan di bawah mendorong aljabar proyektornya sejauh yang dijangkau perkakas tahun pertama, sampai lema Fitting; adapun jilid Tahun 2 melangkah lebih jauh dengan trace dan dengan teori nilai eigen, yang bagi teori itu proyektor pada subruang yang stabil merupakan balok bangunan dasarnya.

Catatan 20.24 (Cakrawala di dalam Buku 3: rank–nulitas tiga kali lagi)

Hukum kekekalan dimE=dimkeru+rku\dim E = \dim\ker u + \operatorname{rk} u akan dibaca ulang tiga kali sebelum jilid ini berakhir. Pada Bab 22 ia menjadi bentuk himpunan penyelesaiannya: bahwa sistem yang selaras dengan pp anu dan ber-rank rr mempunyai himpunan penyelesaian berdimensi prp - r — yaitu dimensi kernel yang menyamar. Pada Bab 23 ia membelah secara ortogonal, dimF+dimF=dimE\dim F + \dim F^\perp = \dim E, lalu menggerakkan setiap perhitungan jarak. Sedangkan pada soal akhir pekan Bab 25, ia menjadi akuntan kuadrat terkecilnya: yaitu nn pengamatan, 22 parameter yang dicocokkan, dan n2n - 2 dimensi sisanya, dengan kesamaan Pythagoras b2=p2+bp2\norm b^2 = \norm p^2 + \norm{b - p}^2 sebagai bayangan Euclid rank–nulitas. Jadi satu teorema, empat kostum.

20.5 Latihan

Latihan 20.1

Pemetaan mana yang linear?

  1. R2R2\R^2 \to \R^2, (x,y)(x+y,x2y)(x, y) \mapsto (x + y, x - 2y);
  2. R2R\R^2 \to \R, (x,y)xy(x, y) \mapsto xy;
  3. R[X]R[X]\R[X] \to \R[X], PP+XPP \mapsto P' + XP;
  4. F(R,R)R\mathcal{F}(\R,\R) \to \R, ff(3)f \mapsto f(3).
Solusi

Solusi Latihan 20.1.

(1) Linear: karena koordinatnya berupa ungkapan linear. (2) Tak linear: karena u(2(1,1))=42=2u(1,1)u(2(1,1)) = 4 \neq 2 = 2u(1,1). (3) Linear: karena pendiferensialan dan perkalian dengan XX demikian, dan jumlah pemetaan linear pun demikian. (4) Linear: karena penilaian menghormati operasi titik demi titiknya.

Latihan 20.2

Misalkan u ⁣:R3R3u \colon \R^3 \to \R^3, (x,y,z)(x+yz,  2x+y+z,  3x+2y)(x,y,z) \mapsto (x + y - z,\; 2x + y + z,\; 3x + 2y). Tentukanlah keru\ker u (yaitu basis dan dimensinya), rku\operatorname{rk} u, serta sebuah basis imu\operatorname{im} u. Apakah uu injektif? Dan surjektif?

Solusi

Solusi Latihan 20.2.

Kernelnya: pecahkanlah x+yz=0x + y - z = 0, 2x+y+z=02x + y + z = 0, 3x+2y=03x + 2y = 0. Dari yang ketiga, y=3x2y = -\frac{3x}{2}; lalu yang pertama memberikan z=x+y=x2z = x + y = -\frac x2; lalu periksalah pada yang kedua: 2x3x2x2=02x - \frac{3x}{2} - \frac x2 = 0: jadi terpenuhi. Sehingga keru=Vect((2,3,1))\ker u = \operatorname{Vect}\bigl((2, -3, -1)\bigr) (dengan mengambil x=2x = 2), berdimensi 11.

Lalu rank–nulitas: rku=31=2\operatorname{rk} u = 3 - 1 = 2. Adapun petanya: direntang oleh peta basis kanoniknya, u(e1)=(1,2,3)u(e_1) = (1,2,3), u(e2)=(1,1,2)u(e_2) = (1,1,2), u(e3)=(1,1,0)u(e_3) = (-1,1,0); dengan dua yang pertama bebas, dan ranknya 22: sehingga basisnya ((1,2,3),(1,1,2))\bigl((1,2,3), (1,1,2)\bigr).

Jadi tak injektif (karena ker{0}\ker \neq \{0\}), dan tak surjektif (karena ranknya 2<32 < 3): yang selaras dengan Akibat 20.9.

Latihan 20.3

Misalkan u ⁣:Rn[X]Rn[X]u \colon \R_n[X] \to \R_n[X], PPPP \mapsto P - P'. Buktikan bahwa uu sebuah isomorfisma: sekali lewat keru\ker u, sekali lagi dengan menunjukkan inversnya (tinjaulah P+P+P+P + P' + P'' + \dots).

Solusi

Solusi Latihan 20.3.

Kernelnya: P=PP = P' memaksa degP=degP\deg P = \deg P' kecuali bila P=0P = 0; padahal degP<degP\deg P' < \deg P untuk P0P \neq 0: sehingga keru={0}\ker u = \{0\}, dan uu, sebagai endomorfisma injektif pada Rn[X]\R_n[X] yang berdimensi hingga, merupakan isomorfisma (Akibat 20.9).

Inversnya: misalkan v(P)=P+P+P++P(n)v(P) = P + P' + P'' + \dots + P^{(n)} (yaitu jumlah yang hingga pada Rn[X]\R_n[X]). Maka

v(u(P))=k=0n(PP)(k)=k=0nP(k)k=0nP(k+1)=PP(n+1)=P,v\bigl(u(P)\bigr) = \sum_{k=0}^{n} (P - P')^{(k)} = \sum_{k=0}^{n} P^{(k)} - \sum_{k=0}^{n} P^{(k+1)} = P - P^{(n+1)} = P ,

secara teleskopis, karena P(n+1)=0P^{(n+1)} = 0. Jadi v=u1v = u^{-1}.

Latihan 20.4

Misalkan uL(E,F)u \in \mathcal{L}(E, F) dan vL(F,G)v \in \mathcal{L}(F, G), dengan ruang yang berdimensi hingga. Buktikan:

rk(vu)min(rku, rkv).\operatorname{rk}(v \circ u) \leq \min\bigl(\operatorname{rk} u,\ \operatorname{rk} v\bigr).
Solusi

Solusi Latihan 20.4.

Di sini im(vu)=v(imu)imv\operatorname{im}(v \circ u) = v(\operatorname{im} u) \subseteq \operatorname{im} v: sehingga ranknya rkv\leq \operatorname{rk} v. Dan vv yang dibatasi pada imu\operatorname{im} u berpeta im(vu)\operatorname{im}(vu), sehingga dengan rank–nulitas di dalam imu\operatorname{im} u: rk(vu)dimimu=rku\operatorname{rk}(vu) \leq \dim\operatorname{im} u = \operatorname{rk} u.

Latihan 20.5 ★★

Misalkan uu sebuah endomorfisma EE (yang berdimensi hingga) dengan u2=0u^2 = 0. Buktikan bahwa imukeru\operatorname{im} u \subseteq \ker u, sehingga rkudimE2\operatorname{rk} u \leq \frac{\dim E}{2}. Untuk E=R2E = \R^2, berikanlah sebuah contoh dengan kesamaannya.

Solusi

Solusi Latihan 20.5.

Persamaan u2=0u^2 = 0 berarti u(u(x))=0u(u(x)) = 0 untuk setiap xx: sehingga setiap u(x)u(x) terletak di keru\ker u, yakni imukeru\operatorname{im} u \subseteq \ker u. Lalu menurut rank–nulitas:

dimE=dimkeru+rku2rku.\dim E = \dim\ker u + \operatorname{rk} u \geq 2\operatorname{rk} u .

Adapun contoh kesamaannya di R2\R^2: u(x,y)=(y,0)u(x, y) = (y, 0): karena u2=0u^2 = 0, rku=1=dimE2\operatorname{rk} u = 1 = \frac{\dim E}{2}.

Latihan 20.6 ★★

Misalkan p,qp, q proyeksi EE dengan pq=qpp \circ q = q \circ p. Buktikan bahwa pqp \circ q sebuah proyeksi, dengan

im(pq)=impimq,ker(pq)=kerp+kerq.\operatorname{im}(pq) = \operatorname{im} p \cap \operatorname{im} q , \qquad \ker (pq) = \ker p + \ker q .
Solusi

Solusi Latihan 20.6.

Di sini (pq)2=pqpq=ppqq=pq(pq)^2 = pqpq = ppqq = pq (menurut komutasinya): jadi sebuah proyeksi (Teorema 20.15).

Petanya: im(pq)imp\operatorname{im}(pq) \subseteq \operatorname{im} p, dan =im(qp)imq= \operatorname{im}(qp) \subseteq \operatorname{im} q: sehingga termuat di irisannya. Sebaliknya, jika ximpimqx \in \operatorname{im} p \cap \operatorname{im} q, maka p(x)=xp(x) = x dan q(x)=xq(x) = x (karena titik tetapnya mencirikan peta sebuah proyeksi), sehingga pq(x)=xpq(x) = x: jadi xim(pq)x \in \operatorname{im}(pq).

Kernelnya: kerpker(qp)=ker(pq)\ker p \subseteq \ker(qp) = \ker(pq) dan demikian pula kerqker(pq)\ker q \subseteq \ker(pq): sehingga jumlahnya termuat. Sebaliknya, misalkan pq(x)=0pq(x) = 0, lalu tulislah

x=q(x)kerp+(xq(x))kerq:x = \underbrace{q(x)}_{\in\, \ker p} + \underbrace{(x - q(x))}_{\in\, \ker q} :

maka suku pertamanya memenuhi p(q(x))=0p(q(x)) = 0, sehingga ia terletak di kerp\ker p; sedangkan yang kedua berada di kerq\ker q karena q(xq(x))=q(x)q2(x)=0q(x - q(x)) = q(x) - q^2(x) = 0. Jadi xkerp+kerqx \in \ker p + \ker q.

Latihan 20.7 ★★

Misalkan uL(E)u \in \mathcal{L}(E), dengan EE yang berdimensi hingga. Buktikan kesetaraan antara:

  1. E=keruimuE = \ker u \oplus \operatorname{im} u;
  2. keru=keru2\ker u = \ker u^2;
  3. imu=imu2\operatorname{im} u = \operatorname{im} u^2.
Solusi

Solusi Latihan 20.7.

Perhatikanlah lebih dulu inklusi umumnya kerukeru2\ker u \subseteq \ker u^2 dan imu2imu\operatorname{im} u^2 \subseteq \operatorname{im} u, lalu menurut rank–nulitas, (2)     \iff (3) (karena kernel yang sama     \iff rank yang sama     \iff peta yang sama, mengingat inklusinya).

(1 \Rightarrow 2): misalkan u2(x)=0u^2(x) = 0; maka u(x)keruimu={0}u(x) \in \ker u \cap \operatorname{im} u = \{0\}, sehingga xkerux \in \ker u.

(2 \Rightarrow 1): menurut Grassmann dan rank–nulitas, dim(keru+imu)=dimkeru+rkudim(keruimu)=dimEdim(keruimu)\dim(\ker u + \operatorname{im} u) = \dim\ker u + \operatorname{rk} u - \dim(\ker u \cap \operatorname{im} u) = \dim E - \dim(\ker u \cap \operatorname{im} u): sehingga jumlahnya adalah EE jika dan hanya jika irisannya {0}\{0\}. Misalkan ykeruimuy \in \ker u \cap \operatorname{im} u: maka y=u(x)y = u(x) dan u(y)=0u(y) = 0, sehingga u2(x)=0u^2(x) = 0, jadi (menurut (2)) u(x)=0u(x) = 0: sehingga y=0y = 0. Jadi E=keruimuE = \ker u \oplus \operatorname{im} u.

Latihan 20.8 ★★

Misalkan φ,ψ\varphi, \psi bentuk linear pada EE dengan kerφkerψ\ker\varphi \subseteq \ker\psi. Buktikan ψ=λφ\psi = \lambda\varphi untuk suatu λK\lambda \in K (termasuk kasus yang merosot).

Solusi

Solusi Latihan 20.8.

Jika φ=0\varphi = 0: maka kerφ=Ekerψ\ker\varphi = E \subseteq \ker\psi memaksa ψ=0=0φ\psi = 0 = 0\cdot\varphi. Sedangkan jika φ0\varphi \neq 0: maka kerφ\ker\varphi sebuah hiperbidang; pilihlah akerφa \notin \ker\varphi. Tetapkanlah λ=ψ(a)φ(a)\lambda = \frac{\psi(a)}{\varphi(a)}. Maka bentuk ψλφ\psi - \lambda\varphi lenyap pada kerφ\ker\varphi (karena keduanya demikian, menurut inklusinya) dan di aa: sehingga ia lenyap pada kerφKa=E\ker\varphi \oplus Ka = E. Jadi ψ=λφ\psi = \lambda\varphi.

Latihan 20.9 ★★★

Misalkan uL(E)u \in \mathcal{L}(E) dengan dimE=n\dim E = n, dan andaikan un=0u^n = 0 tetapi un10u^{n-1} \neq 0 (yaitu endomorfisma yang nilpoten maksimal). Pilihlah xx dengan un1(x)0u^{n-1}(x) \neq 0; lalu buktikan bahwa (x,u(x),,un1(x))\bigl(x, u(x), \dots, u^{n-1}(x)\bigr) merupakan basis EE. (Terapkanlah pangkat uu pada sebuah kombinasi nol, dimulai dengan un1u^{n-1}.)

Solusi

Solusi Latihan 20.9.

Andaikan λ0x+λ1u(x)++λn1un1(x)=0\lambda_0 x + \lambda_1 u(x) + \dots + \lambda_{n-1} u^{n-1}(x) = 0. Terapkanlah un1u^{n-1}: maka semua suku berfaktor unu^{\geq n} mati, sehingga menyisakan λ0un1(x)=0\lambda_0 u^{n-1}(x) = 0, jadi λ0=0\lambda_0 = 0. Lalu terapkanlah un2u^{n-2} pada relasi yang tersisa: λ1un1(x)=0\lambda_1 u^{n-1}(x) = 0, sehingga λ1=0\lambda_1 = 0; dan seterusnya. Jadi keluarganya bebas; dan karena berukuran n=dimEn = \dim E, ia sebuah basis (Proposisi 19.8). (Pada basis ini, uu bertindak sebagai geseran — yaitu model kenilpotenan yang maksimal.)

Latihan 20.10 ★★★

Misalkan fL(Rn)f \in \mathcal{L}(\R^n) dengan ff=idf \circ f = -\mathrm{id}.

  1. Buktikan bahwa ff sebuah isomorfisma dan bahwa tak ada x0x \neq 0 yang memenuhi f(x)=λxf(x) = \lambda x dengan λR\lambda \in \R.
  2. Buktikan bahwa nn genap. Petunjuk: pilihlah x10x_1 \neq 0; tunjukkan bahwa Vect(x1,f(x1))\operatorname{Vect}(x_1, f(x_1)) merupakan bidang yang stabil di bawah ff; lalu pilihlah x2x_2 di luarnya dan ulangi, sambil membuktikan bahwa (x1,f(x1),x2,f(x2),)\bigl(x_1, f(x_1), x_2, f(x_2), \dots\bigr) tetap bebas.
Solusi

Solusi Latihan 20.10.

  1. Pemetaan ff=idf \circ f = -\mathrm{id} bersifat bijektif, sehingga ff demikian (Proposisi 1.26 yang disesuaikan: karena ff mempunyai invers dua sisinya f-f). Jika f(x)=λxf(x) = \lambda x dengan x0x \neq 0: maka menerapkan ff, x=λ2x-x = \lambda^2 x, sehingga λ2=1\lambda^2 = -1: yang mustahil di R\R.
  2. Bangunlah keluarganya secara rakus. Ambillah x10x_1 \neq 0: maka (x1,f(x1))(x_1, f(x_1)) bebas menurut (1). Jika Vect\operatorname{Vect} atas keluarga yang berjalan (x1,f(x1),,xk,f(xk))\bigl(x_1, f(x_1), \dots, x_k, f(x_k)\bigr), yang kita sebut VkV_k — yaitu subruang yang stabil di bawah ff (karena setiap pembangunnya terpetakan ke pembangun lain atau lawannya: f(f(xi))=xif(f(x_i)) = -x_i) — bukan seluruh EE, maka pilihlah xk+1Vkx_{k+1} \notin V_k. Klaimnya: keluarga yang diperbesar itu bebas. Andaikan αxk+1+βf(xk+1)+v=0\alpha x_{k+1} + \beta f(x_{k+1}) + v = 0 dengan vVkv \in V_k dan (α,β)(0,0)(\alpha, \beta) \neq (0,0). Terapkanlah ff: αf(xk+1)βxk+1+f(v)=0\alpha f(x_{k+1}) - \beta x_{k+1} + f(v) = 0 dengan f(v)Vkf(v) \in V_k. Lalu hapuslah f(xk+1)f(x_{k+1}) di antara kedua relasinya (kalikanlah yang pertama dengan α\alpha, yang kedua dengan β-\beta, lalu jumlahkan):

    (α2+β2)xk+1Vk,(\alpha^2 + \beta^2)\, x_{k+1} \in V_k ,

    dan α2+β20\alpha^2 + \beta^2 \neq 0 memaksa xk+1Vkx_{k+1} \in V_k: yang bertentangan. Jadi konstruksinya berlanjut, sambil menambahkan vektor dua sekaligus, sampai Vk=EV_k = E: sehingga keluarga akhirnya sebuah basis berukuran genap, jadi nn genap.

Latihan 20.11 ★★

Misalkan u,vL(E,F)u, v \in \mathcal{L}(E, F), dengan ruang yang berdimensi hingga. Buktikan batas dua sisinya

rkurkv    rk(u+v)    rku+rkv.\abs{\operatorname{rk} u - \operatorname{rk} v} \;\leq\; \operatorname{rk}(u + v) \;\leq\; \operatorname{rk} u + \operatorname{rk} v .

(Untuk batas atasnya, bandingkanlah im(u+v)\operatorname{im}(u+v) dengan imu+imv\operatorname{im} u + \operatorname{im} v; sedangkan untuk yang bawah, terapkanlah batas atasnya dengan cerdik.)

Solusi

Solusi Latihan 20.11.

Batas atasnya: untuk setiap xx, (u+v)(x)=u(x)+v(x)imu+imv(u + v)(x) = u(x) + v(x) \in \operatorname{im} u + \operatorname{im} v, sehingga

rk(u+v)dim(imu+imv)rku+rkv\operatorname{rk}(u + v) \leq \dim(\operatorname{im} u + \operatorname{im} v) \leq \operatorname{rk} u + \operatorname{rk} v

(menurut Grassmann, Teorema 19.18). Adapun batas bawahnya: terapkanlah batas atasnya pada pasangan (u+v,v)(u + v, -v), yang jumlahnya uu:

rkurk(u+v)+rk(v)=rk(u+v)+rkv,\operatorname{rk} u \leq \operatorname{rk}(u + v) + \operatorname{rk}(-v) = \operatorname{rk}(u + v) + \operatorname{rk} v,

sehingga rkurkvrk(u+v)\operatorname{rk} u - \operatorname{rk} v \leq \operatorname{rk}(u+v); lalu menukar uu dan vv memberikan nilai mutlaknya.

Latihan 20.12 ★★★

(Ketaksamaan Frobenius) Misalkan uL(E,F)u \in \mathcal{L}(E, F), wL(F,G)w \in \mathcal{L}(F, G) dan vL(G,H)v \in \mathcal{L}(G, H), dengan semua ruangnya berdimensi hingga. Buktikan rumus yang persis

rk(vw)=rkwdim(kervimw),\operatorname{rk}(v \circ w) = \operatorname{rk} w - \dim\bigl(\ker v \cap \operatorname{im} w\bigr),

lalu simpulkanlah ketaksamaan Frobenius

rk(vw)+rk(wu)    rkw+rk(vwu).\operatorname{rk}(v \circ w) + \operatorname{rk}(w \circ u) \;\leq\; \operatorname{rk} w + \operatorname{rk}(v \circ w \circ u) .

Periksalah bahwa kasus w=idFw = \mathrm{id}_F merupakan ketaksamaan Sylvester, yang dibuktikan dalam bentuk matriks pada Latihan 21.10.

Solusi

Solusi Latihan 20.12.

Rumus yang persis. Misalkan vv' pembatasan vv pada subruang imw\operatorname{im} w. Maka petanya adalah v(w(F))=im(vw)v(w(F)) = \operatorname{im}(v \circ w), dan kernelnya adalah kervimw\ker v \cap \operatorname{im} w. Lalu rank–nulitas bagi vv' pada ruang imw\operatorname{im} w:

rkw=dimimw=rk(vw)+dim(kervimw).\operatorname{rk} w = \dim\operatorname{im} w = \operatorname{rk}(v \circ w) + \dim(\ker v \cap \operatorname{im} w) .

Frobenius. Terapkanlah rumus yang persis itu dua kali, pada ww dan pada wuw \circ u:

rkwrk(vw)=dim(kervimw),rk(wu)rk(vwu)=dim(kervim(wu)).\operatorname{rk} w - \operatorname{rk}(vw) = \dim\bigl(\ker v \cap \operatorname{im} w\bigr), \qquad \operatorname{rk}(wu) - \operatorname{rk}(vwu) = \dim\bigl(\ker v \cap \operatorname{im}(wu)\bigr) .

Dan karena im(wu)imw\operatorname{im}(w \circ u) \subseteq \operatorname{im} w, irisan yang kedua termuat di yang pertama, sehingga dimensinya tak lebih besar:

rk(wu)rk(vwu)    rkwrk(vw),\operatorname{rk}(wu) - \operatorname{rk}(vwu) \;\leq\; \operatorname{rk} w - \operatorname{rk}(vw) ,

yang tersusun ulang menjadi ketaksamaan Frobenius. Adapun dengan w=idFw = \mathrm{id}_F (yang ber-rank dimF\dim F, dan imidF=F\operatorname{im}\, \mathrm{id}_F = F): rkv+rkudimF+rk(vu)\operatorname{rk} v + \operatorname{rk} u \leq \dim F + \operatorname{rk}(vu), yaitu ketaksamaan Sylvester — yang dibuktikan lagi, dalam bentuk matriks, pada Latihan 21.10.

20.6 Soal: kalkulus proyektor dan lema Fitting

Soal 20.1

Proyeksi adalah endomorfisma yang dihasilkan jumlah langsung, dan sebaliknya: karena setiap kesamaan E=F1FkE = F_1 \oplus \dots \oplus F_k diam-diam merupakan sebuah keluarga proyektor yang berjumlah identitas. Soal ini mengembangkan kamus itu — yaitu aljabar satu proyektor, dua proyektor, dan kk proyektor — lalu menerapkan gagasan kestabilan yang sama pada sebarang endomorfisma dan membuktikan lema Fitting: bahwa setiap endomorfisma sebuah ruang yang berdimensi hingga terbelah menjadi bagian nilpoten dan bagian yang dapat dibalik. Di sepanjang soal ini, EE adalah ruang vektor atas KK yang berdimensi nn, dan proyektor berarti pL(E)p \in \mathcal{L}(E) dengan p2=pp^2 = p (Teorema 20.15).

Bagian I — Aljabar di sekitar satu proyektor. Misalkan pp sebuah proyektor, dengan p0p \neq 0, pidp \neq \mathrm{id}.

  1. Tunjukkan bahwa idp\mathrm{id} - p sebuah proyektor lalu kenalilah im(idp)\operatorname{im}(\mathrm{id} - p) dan ker(idp)\ker(\mathrm{id} - p).
  2. Hitunglah (λid+μp)2(\lambda\,\mathrm{id} + \mu\,p)^2 lalu tentukanlah semua pasangan (λ,μ)K2(\lambda, \mu) \in K^2 yang untuknya λid+μp\lambda\,\mathrm{id} + \mu\,p merupakan proyektor.
  3. Tunjukkan bahwa bidang Vect(id,p)\operatorname{Vect}(\mathrm{id}, p) pada L(E)\mathcal{L}(E) stabil terhadap komposisi, dan bahwa untuk setiap polinomial QK[X]Q \in K[X],

    Q(p)=Q(0)id+(Q(1)Q(0))p.Q(p) = Q(0)\,\mathrm{id} + \bigl(Q(1) - Q(0)\bigr)\,p .
  4. Tentukanlah untuk (λ,μ)(\lambda, \mu) yang mana pemetaan λid+μp\lambda\,\mathrm{id} + \mu\,p dapat dibalik, lalu berikanlah inversnya dalam bentuk αid+βp\alpha\,\mathrm{id} + \beta\,p. Tafsirkanlah jawabannya lewat tindakan λid+μp\lambda\,\mathrm{id} + \mu\,p pada imp\operatorname{im} p dan pada kerp\ker p.
  5. Misalkan pp' proyektor lain dengan peta yang sama imp=imp\operatorname{im} p' = \operatorname{im} p. Tunjukkan bahwa pp=pp\,p' = p' dan pp=pp'\,p = p. Apa yang dikatakan kesamaan ini tentang menyusun proyeksi pada subruang yang sama sepanjang kernel yang berbeda?

Bagian II — Dua proyektor. Misalkan p,qp, q proyektor EE; dan anggaplah karakteristiknya bukan 22 (yang benar bagi K=R,CK = \R, \C).

  1. Andaikan p+qp + q sebuah proyektor. Dengan menjabarkan (p+q)2(p + q)^2, tunjukkan pq+qp=0pq + qp = 0; lalu dengan menyusunnya bersama pp di kiri, kemudian di kanan, simpulkanlah pq=qppq = qp, lalu tutuplah dengan pq=qp=0pq = qp = 0.
  2. Sebaliknya, andaikan pq=qp=0pq = qp = 0. Tunjukkan bahwa p+qp + q sebuah proyektor, dengan

    im(p+q)=impimq,ker(p+q)=kerpkerq.\operatorname{im}(p + q) = \operatorname{im} p \oplus \operatorname{im} q, \qquad \ker(p + q) = \ker p \cap \ker q .
  3. Tunjukkan bahwa pqp - q merupakan proyektor jika dan hanya jika pq=qp=qpq = qp = q. (Terapkanlah pertanyaan 6–7 pada idp\mathrm{id} - p dan qq.)
  4. Tunjukkan makna geometri pq=qp=qpq = qp = q: bahwa ia berlaku jika dan hanya jika imqimp\operatorname{im} q \subseteq \operatorname{im} p dan kerpkerq\ker p \subseteq \ker q. (Lalu kita menulis qpq \leq p: “qq memproyeksikan pada yang lebih sedikit, sepanjang yang lebih banyak”.)
  5. Sekarang misalkan p,qp, q berkomutasi. Ingat kembali dari Latihan 20.6 bahwa pqpq merupakan proyektor pada impimq\operatorname{im} p \cap \operatorname{im} q sepanjang kerp+kerq\ker p + \ker q. Tunjukkan bahwa r=p+qpqr = p + q - pq sebuah proyektor dengan

    imr=imp+imq,kerr=kerpkerq.\operatorname{im} r = \operatorname{im} p + \operatorname{im} q, \qquad \ker r = \ker p \cap \ker q .

    (Tinjaulah idr=(idp)(idq)\mathrm{id} - r = (\mathrm{id} - p)(\mathrm{id} - q).)

Bagian III — Penguraian identitasnya.

  1. Misalkan E=F1FkE = F_1 \oplus \dots \oplus F_k dan, untuk x=x1++xkx = x_1 + \dots + x_k (dengan penguraiannya yang tunggal, xiFix_i \in F_i), tetapkanlah pi(x)=xip_i(x) = x_i. Tunjukkan bahwa setiap pip_i sebuah proyektor, bahwa pipj=0p_i p_j = 0 untuk iji \neq j, dan bahwa p1++pk=idp_1 + \dots + p_k = \mathrm{id}; lalu kenalilah impi\operatorname{im} p_i dan kerpi\ker p_i.
  2. Sebaliknya, misalkan p1,,pkL(E)p_1, \dots, p_k \in \mathcal{L}(E) memenuhi p1++pk=idp_1 + \dots + p_k = \mathrm{id} dan pipj=0p_i p_j = 0 untuk setiap iji \neq j. Tunjukkan bahwa setiap pip_i sebuah proyektor dan bahwa E=imp1impkE = \operatorname{im} p_1 \oplus \dots \oplus \operatorname{im} p_k.
  3. Untuk dua proyektor dengan p+q=idp + q = \mathrm{id}: tunjukkan bahwa pq=qp=0pq = qp = 0 berlaku secara otomatis.
  4. Untuk tiga proyektor dengan p+q+r=idp + q + r = \mathrm{id}: tunjukkan bahwa p+qp + q sebuah proyektor, lalu simpulkanlah dari pertanyaan 6 bahwa semua hasil kali berpasangannya lenyap — sehingga E=impimqimrE = \operatorname{im} p \oplus \operatorname{im} q \oplus \operatorname{im} r, tanpa hipotesis apa pun atas hasil kalinya.
  5. Untuk kk proyektor dengan p1++pk=idp_1 + \dots + p_k = \mathrm{id}: tunjukkan lebih dulu bahwa untuk sebarang subruang, dim(F1++Fk)dimF1++dimFk\dim (F_1 + \dots + F_k) \leq \dim F_1 + \dots + \dim F_k, dengan kesamaannya jika dan hanya jika jumlahnya langsung; lalu tunjukkan E=imp1++impkE = \operatorname{im} p_1 + \dots + \operatorname{im} p_k, lalu buktikanlah bahwa jika lebih lanjut irkpin\sum_i \operatorname{rk} p_i \leq n, maka jumlahnya langsung dan pipj=0p_i p_j = 0 untuk iji \neq j.

Bagian IV — Kernel yang berulang: lema Fitting. Misalkan uL(E)u \in \mathcal{L}(E), dengan dimE=n\dim E = n.

  1. Tunjukkan kedua rantainya, yang sah untuk setiap k0k \geq 0:

    kerukkeruk+1,imuk+1imuk.\ker u^k \subseteq \ker u^{k+1}, \qquad \operatorname{im} u^{k+1} \subseteq \operatorname{im} u^k .
  2. Tunjukkan bahwa jika kerur=kerur+1\ker u^{r} = \ker u^{r+1} untuk suatu rr, maka keruk=kerur\ker u^{k} = \ker u^{r} untuk setiap krk \geq r; lalu nyatakanlah dan buktikanlah kestabilan yang serupa bagi petanya.
  3. Simpulkan bahwa ada bilangan bulat terkecil rr dengan kerur=kerur+1\ker u^{r} = \ker u^{r+1}, bahwa rnr \leq n, dan bahwa petanya stabil pada rr yang sama.
  4. (Lema Fitting) Buktikan bahwa

    E  =  kerurimur.E \;=\; \ker u^{r} \,\oplus\, \operatorname{im} u^{r} .
  5. Tunjukkan bahwa kedua subruangnya stabil di bawah uu, bahwa pembatasan uu pada kerur\ker u^{r} bersifat nilpoten, dan bahwa pembatasan uu pada imur\operatorname{im} u^{r} merupakan isomorfisma imur\operatorname{im} u^{r}: sehingga setiap endomorfisma, pada sebuah jumlah langsung yang kanonik, bersifat “nilpoten tambah dapat dibalik”.
  6. Misalkan π\pi proyektor pada kerur\ker u^{r} sepanjang imur\operatorname{im} u^{r}. Tunjukkan bahwa πu=uπ\pi \circ u = u \circ \pi.

Bagian V — Sebuah kasus yang dikerjakan, dan sintesisnya.

  1. Misalkan u(x,y,z)=(y,0,z)u(x, y, z) = (y, 0, z) pada R3\R^3. Hitunglah u2u^2 dan u3u^3, tentukanlah indeks kestabilannya rr, kedua subruang kerur\ker u^{r} dan imur\operatorname{im} u^{r}, proyektor Fittingnya π\pi, lalu periksalah pada rumusnya bahwa πu=uπ\pi u = u\pi dan bahwa uu bersifat nilpoten pada satu faktornya, dan bijektif pada yang lain.
  2. Tunjukkan kesetaraannya: bahwa uu nilpoten     \iff kerur=E\ker u^{r} = E     \iff π=id\pi = \mathrm{id}; lalu simpulkanlah bahwa endomorfisma nilpoten sebuah ruang berdimensi nn selalu memenuhi un=0u^{n} = 0 (sehingga indeks kenilpotenannya tak pernah melampaui dimensinya).
  3. (Ketunggalan) Andaikan E=ABE = A \oplus B dengan A,BA, B yang stabil di bawah uu, dengan pembatasan uAu|_A yang nilpoten dan uBu|_B yang bijektif. Buktikan A=kerurA = \ker u^{r} dan B=imurB = \operatorname{im} u^{r}: sehingga penguraian Fittingnya tunggal.
  4. Sintesis, dalam empat kalimat: kamus apa yang ditegakkan Bagian III antara jumlah langsung dan keluarga proyektor; mengapakah pertanyaan 14 tak memerlukan hipotesis atas hasil kalinya sedangkan pertanyaan 15 memerlukan hipotesis rank (dan perkakas Tahun 2 yang mana, yaitu trace, yang menghapusnya); dalam arti apa lema Fitting merupakan versi yang distabilkan dari Latihan 20.7; dan menjadi apa kedua faktor Fittingnya pada teori nilai eigen jilid Tahun 2 itu. Namailah teorema yang dibuktikan pada Bagian IV.
Solusi

Solusi Soal 20.1.

1. Di sini (idp)2=id2p+p2=idp(\mathrm{id} - p)^2 = \mathrm{id} - 2p + p^2 = \mathrm{id} - p: jadi sebuah proyektor. Jika y=xp(x)y = x - p(x), maka p(y)=p(x)p2(x)=0p(y) = p(x) - p^2(x) = 0, dan sebaliknya xkerpx \in \ker p memberikan x=(idp)(x)x = (\mathrm{id} - p)(x): sehingga im(idp)=kerp\operatorname{im}(\mathrm{id} - p) = \ker p. Dan (idp)(x)=0    p(x)=x    ximp(\mathrm{id} - p)(x) = 0 \iff p(x) = x \iff x \in \operatorname{im} p (menurut titik tetapnya, Teorema 20.15): sehingga ker(idp)=imp\ker(\mathrm{id} - p) = \operatorname{im} p.

2. Di sini (λid+μp)2=λ2id+(2λμ+μ2)p(\lambda\,\mathrm{id} + \mu p)^2 = \lambda^2\,\mathrm{id} + (2\lambda\mu + \mu^2)\,p. Adapun pasangan (id,p)(\mathrm{id}, p) bebas di L(E)\mathcal{L}(E): karena p=cidp = c\, \mathrm{id} akan memberikan c2=cc^2 = c, sehingga p=0p = 0 atau id\mathrm{id}, yang tersingkirkan. Lalu dengan mengenali koefisiennya, pemetaannya merupakan proyektor jika dan hanya jika λ2=λ\lambda^2 = \lambda dan 2λμ+μ2=μ2\lambda\mu + \mu^2 = \mu. Untuk λ=0\lambda = 0: μ{0,1}\mu \in \{0, 1\}. Untuk λ=1\lambda = 1: μ2+μ=0\mu^2 + \mu = 0, sehingga μ{0,1}\mu \in \{0, -1\}. Jadi tepat empat proyektor pada bidangnya: 00, pp, id\mathrm{id}, dan idp\mathrm{id} - p.

3. Di sini (λid+μp)(λid+μp)=λλid+(λμ+μλ+μμ)p(\lambda\,\mathrm{id} + \mu p)(\lambda'\,\mathrm{id} + \mu' p) = \lambda\lambda'\,\mathrm{id} + (\lambda\mu' + \mu\lambda' + \mu\mu')\,p: sehingga bidangnya stabil terhadap komposisi. Dan karena pk=pp^k = p untuk setiap k1k \geq 1, maka untuk Q=kakXkQ = \sum_k a_k X^k:

Q(p)=a0id+(k1ak)p=Q(0)id+(Q(1)Q(0))p.Q(p) = a_0\,\mathrm{id} + \Bigl(\sum_{k \geq 1} a_k\Bigr) p = Q(0)\,\mathrm{id} + \bigl(Q(1) - Q(0)\bigr)\,p .

4. Pada imp\operatorname{im} p (yang di situ pp bertindak sebagai identitas), λid+μp\lambda\,\mathrm{id} + \mu p mengalikan dengan λ+μ\lambda + \mu; sedangkan pada kerp\ker p, dengan λ\lambda. Dan karena E=impkerpE = \operatorname{im} p \oplus \ker p, pemetaannya bersifat bijektif jika dan hanya jika λ0\lambda \neq 0 dan λ+μ0\lambda + \mu \neq 0. Lalu memecahkan λα=1\lambda\alpha = 1, λβ+μα+μβ=0\lambda\beta + \mu\alpha + \mu\beta = 0 pada aturan komposisi pertanyaan 3:

(λid+μp)1=1λidμλ(λ+μ)p,(\lambda\,\mathrm{id} + \mu p)^{-1} = \frac1\lambda\,\mathrm{id} - \frac{\mu}{\lambda(\lambda + \mu)}\,p ,

yang tindakannya berupa 1/λ1/\lambda pada kerp\ker p dan 1/(λ+μ)1/(\lambda + \mu) pada imp\operatorname{im} p, sebagaimana seharusnya.

5. Tulislah F=imp=impF = \operatorname{im} p = \operatorname{im} p'. Maka untuk setiap xx, p(x)Fp'(x) \in F dan pp menetapkan FF titik demi titik: sehingga p(p(x))=p(x)p(p'(x)) = p'(x), yakni pp=pp\,p' = p'; dan secara simetris pp=pp'\,p = p. Jadi ketika dua proyeksi berbagi petanya, yang diterapkan lebih dulu yang memutuskan: karena keluarannya sudah terletak di FF, yang di situ proyeksi yang luar bertindak sebagai identitas dan tak mengubah apa pun.

6. Di sini (p+q)2=p2+pq+qp+q2=(p+q)+pq+qp(p + q)^2 = p^2 + pq + qp + q^2 = (p + q) + pq + qp, sehingga p+qp + q yang proyektor memaksa pq+qp=0pq + qp = 0. Lalu susunlah di kiri dengan pp: pq+pqp=0pq + pqp = 0; dan di kanan dengan pp: pqp+qp=0pqp + qp = 0. Lalu menguranginya, pq=qppq = qp; sehingga pq+qp=2pq=0pq + qp = 2pq = 0 dan karena karakteristiknya bukan 22: maka pq=qp=0pq = qp = 0.

7. Dengan pq=qp=0pq = qp = 0, penjabaran yang sama memberikan (p+q)2=p+q(p + q)^2 = p + q. Adapun petanya: im(p+q)imp+imq\operatorname{im}(p + q) \subseteq \operatorname{im} p + \operatorname{im} q selalu. Sebaliknya, untuk ximpx \in \operatorname{im} p: q(x)=q(p(x))=0q(x) = q(p(x)) = 0, sehingga (p+q)(x)=p(x)=x(p + q)(x) = p(x) = x dan xim(p+q)x \in \operatorname{im}(p+q); demikian pula bagi imq\operatorname{im} q. Adapun kelangsungannya: ximpimqx \in \operatorname{im} p \cap \operatorname{im} q memberikan x=p(x)=p(q(x))=0x = p(x) = p(q(x)) = 0. Adapun kernelnya: jika p(x)+q(x)=0p(x) + q(x) = 0, maka menerapkan pp memberikan p(x)+p(q(x))=p(x)=0p(x) + p(q(x)) = p(x) = 0, dan menerapkan qq memberikan q(x)=0q(x) = 0: sehingga ker(p+q)=kerpkerq\ker(p + q) = \ker p \cap \ker q (dengan inklusi baliknya yang jelas).

8. Fungsi pqp - q merupakan proyektor jika dan hanya jika id(pq)=(idp)+q\mathrm{id} - (p - q) = (\mathrm{id} - p) + q demikian (menurut pertanyaan 1 dua kali). Lalu menurut pertanyaan 6–7 yang diterapkan pada proyektor idp\mathrm{id} - p dan qq, ini berlaku jika dan hanya jika (idp)q=q(idp)=0(\mathrm{id} - p)q = q(\mathrm{id} - p) = 0, yakni jika dan hanya jika pq=qpq = q dan qp=qqp = q.

9. Persamaan pq=qpq = q berarti pp menetapkan setiap q(x)q(x), yakni imqker(pid)=imp\operatorname{im} q \subseteq \ker(p - \mathrm{id}) = \operatorname{im} p. Sedangkan qp=qqp = q berarti q((idp)(x))=0q\bigl((\mathrm{id} - p)(x)\bigr) = 0 untuk setiap xx, yakni qq lenyap pada im(idp)=kerp\operatorname{im}(\mathrm{id} - p) = \ker p: sehingga kerpkerq\ker p \subseteq \ker q. Kedua langkahnya berupa kesetaraan: jadi urutan qpq \leq p mengatakan bahwa qq memproyeksikan pada peta yang lebih kecil, sepanjang kernel yang lebih besar.

10. Dengan menjabarkannya, (idp)(idq)=idpq+pq=idr(\mathrm{id} - p)(\mathrm{id} - q) = \mathrm{id} - p - q + pq = \mathrm{id} - r. Adapun proyektor idp\mathrm{id} - p dan idq\mathrm{id} - q berkomutasi, sehingga menurut Latihan 20.6 hasil kalinya idr\mathrm{id} - r merupakan proyektor pada im(idp)im(idq)=kerpkerq\operatorname{im}(\mathrm{id} - p) \cap \operatorname{im}(\mathrm{id} - q) = \ker p \cap \ker q sepanjang ker(idp)+ker(idq)=imp+imq\ker(\mathrm{id} - p) + \ker(\mathrm{id} - q) = \operatorname{im} p + \operatorname{im} q. Lalu menurut pertanyaan 1, r=id(idr)r = \mathrm{id} - (\mathrm{id} - r) menjadi proyektor dengan imr=imp+imq\operatorname{im} r = \operatorname{im} p + \operatorname{im} q dan kerr=kerpkerq\ker r = \ker p \cap \ker q.

11. Pemetaan pip_i terdefinisi dengan baik (menurut ketunggalan penguraiannya) dan linear (karena penguraian x+λyx + \lambda y merupakan jumlah penguraiannya, kembali menurut ketunggalannya). Untuk xiFix_i \in F_i penguraiannya adalah xix_i sendiri, sehingga pi(xi)=xip_i(x_i) = x_i: jadi pi2=pip_i^2 = p_i, dan pj(xi)=0p_j(x_i) = 0 untuk jij \neq i: sehingga pipj=0p_i p_j = 0 (karena pj(x)Fjp_j(x) \in F_j). Lalu menjumlahkan komponennya, ipi=id\sum_i p_i = \mathrm{id}. Akhirnya impi=Fi\operatorname{im} p_i = F_i dan kerpi=jiFj\ker p_i = \bigoplus_{j \neq i} F_j.

12. Di sini pi=piid=pijpj=pi2+jipipj=pi2p_i = p_i \circ \mathrm{id} = p_i\sum_j p_j = p_i^2 + \sum_{j \neq i} p_i p_j = p_i^2: sehingga setiap pip_i sebuah proyektor. Lalu setiap x=id(x)=ipi(x)x = \mathrm{id}(x) = \sum_i p_i(x) terletak di iimpi\sum_i \operatorname{im} p_i: sehingga petanya berjumlah EE. Adapun kelangsungannya: andaikan y1++yk=0y_1 + \dots + y_k = 0 dengan yiimpiy_i \in \operatorname{im} p_i, sehingga pi(yi)=yip_i(y_i) = y_i. Terapkanlah pjp_j: maka pj(yi)=pjpi(yi)=0p_j (y_i) = p_j p_i (y_i) = 0 untuk iji \neq j, sehingga 0=pj(yi)=yj0 = p_j\bigl(\sum y_i\bigr) = y_j, untuk setiap jj. Jadi E=iimpiE = \bigoplus_i \operatorname{im} p_i.

13. Di sini q=idpq = \mathrm{id} - p, lalu pertanyaan 1 memberikan pq=pp2=0=qppq = p - p^2 = 0 = qp secara langsung: jadi bagi dua proyektor, berjumlah identitas sudah memaksa keortogonalan pasangannya.

14. Di sini p+q=idrp + q = \mathrm{id} - r dengan rr sebuah proyektor, dan (idr)(\mathrm{id} - r) merupakan proyektor (pertanyaan 1): sehingga p+qp + q sebuah proyektor, lalu pertanyaan 6 memberikan pq=qp=0pq = qp = 0. Lalu menurut kesimetriannya (karena q+r=idpq + r = \mathrm{id} - p dan p+r=idqp + r = \mathrm{id} - q), semua hasil kali berpasangannya lenyap, dan pertanyaan 12 menyimpulkannya: E=impimqimrE = \operatorname{im} p \oplus \operatorname{im} q \oplus \operatorname{im} r, secara otomatis.

15. Lemanya. Lewat induksi dengan Grassmann (Teorema 19.18):

dim(F1++Fk)dim(F1++Fk1)+dimFkidimFi.\dim(F_1 + \dots + F_k) \leq \dim(F_1 + \dots + F_{k-1}) + \dim F_k \leq \dots \leq \sum_i \dim F_i .

Jika totalnya berupa kesamaan, maka setiap langkahnya demikian: (F1++Fj1)Fj={0}(F_1 + \dots + F_{j-1}) \cap F_j = \{0\} untuk setiap jj, sehingga sebuah relasi y1++yk=0y_1 + \dots + y_k = 0 (dengan yiFiy_i \in F_i) runtuh dari kanannya: yk(F1++Fk1)Fk={0}y_k \in (F_1 + \dots + F_{k-1}) \cap F_k = \{0\}, lalu yk1=0y_{k-1} = 0, dan seterusnya: jadi jumlahnya langsung. Sebaliknya jumlah langsung mempunyai dimensi yang aditif (rangkaikanlah basisnya). Penerapannya: x=ipi(x)x = \sum_i p_i(x) menunjukkan E=iimpiE = \sum_i \operatorname{im} p_i, sehingga nirkpin \leq \sum_i \operatorname{rk} p_i; lalu hipotesisnya memberikan kesamaan, jadi kelangsungannya. Adapun hasil kalinya: tetapkanlah jj dan yimpjy \in \operatorname{im} p_j. Maka y=ipi(y)y = \sum_i p_i(y) dengan pi(y)impip_i(y) \in \operatorname{im} p_i, sedangkan y=yy = y juga sebuah penguraian (dengan komponen jj belaka); sehingga ketunggalannya memaksa pi(y)=0p_i(y) = 0 untuk iji \neq j. Lalu diterapkan pada y=pj(x)y = p_j(x): pipj=0p_i p_j = 0.

16. Jika uk(x)=0u^k(x) = 0 maka uk+1(x)=u(0)=0u^{k+1}(x) = u(0) = 0. Dan imuk+1=uk(u(E))uk(E)=imuk\operatorname{im} u^{k+1} = u^k\bigl(u(E)\bigr) \subseteq u^k(E) = \operatorname{im} u^k.

17. Anggaplah kerur=kerur+1\ker u^{r} = \ker u^{r+1} lalu misalkan xkerur+2x \in \ker u^{r+2}: maka u(x)kerur+1=keruru(x) \in \ker u^{r+1} = \ker u^{r}, sehingga ur+1(x)=0u^{r+1}(x) = 0: jadi xkerur+1x \in \ker u^{r+1}. Digabung dengan pertanyaan 16, kerur+1=kerur+2\ker u^{r+1} = \ker u^{r+2}, dan lewat induksi semua kernel berikutnya berimpit dengan kerur\ker u^{r}. Adapun bagi petanya: rank–nulitas memberikan dimimuk=ndimkeruk\dim\operatorname{im} u^k = n - \dim\ker u^k, sehingga dimensi petanya membeku persis ketika dimensi kernelnya juga demikian, lalu dengan inklusi pertanyaan 16, dimensi yang sama berarti subruang yang sama (Teorema 19.14).

18. Barisan (dimkeruk)k\bigl(\dim\ker u^k\bigr)_k bersifat tidak turun dengan nilai di [ ⁣[0,n] ⁣]\intint{0}{n}; sehingga ia tak dapat naik tegas n+1n + 1 kali, jadi suatu dimkerur=dimkerur+1\dim\ker u^{r} = \dim\ker u^{r+1} dengan rnr \leq n, sehingga kerur=kerur+1\ker u^{r} = \ker u^{r+1} (menurut inklusinya ditambah dimensi yang sama). Ambillah rr yang terkecil; lalu pertanyaan 17 membekukan segalanya mulai rr, termasuk petanya.

19. Irisannya: misalkan xkerurimurx \in \ker u^{r} \cap \operatorname{im} u^{r}, katakanlah x=ur(y)x = u^{r}(y) dengan ur(x)=0u^{r}(x) = 0. Maka u2r(y)=0u^{2r}(y) = 0, dan keru2r=kerur\ker u^{2r} = \ker u^{r} (pertanyaan 17), sehingga x=ur(y)=0x = u^{r}(y) = 0. Adapun dimensinya: rank–nulitas bagi uru^{r} memberikan dimkerur+dimimur=n\dim\ker u^{r} + \dim\operatorname{im} u^{r} = n; lalu dengan irisan yang sepele, Grassmann membuat jumlahnya menjadi subruang berdimensi nn: sehingga E=kerurimurE = \ker u^{r} \oplus \operatorname{im} u^{r}.

20. Kestabilannya: ur(u(x))=u(ur(x))=0u^{r}(u(x)) = u(u^{r}(x)) = 0 untuk xkerurx \in \ker u^{r}; dan u(ur(y))=ur(u(y))imuru(u^{r}(y)) = u^{r}(u(y)) \in \operatorname{im} u^{r}. Pada N=kerurN = \ker u^{r}: (uN)r=0(u|_N)^{r} = 0 menurut definisi NN: jadi nilpoten. Sedangkan pada I=imurI = \operatorname{im} u^{r}: ker(uI)=keruIkerurI={0}\ker(u|_I) = \ker u \cap I \subseteq \ker u^{r} \cap I = \{0\}, sehingga uIu|_I merupakan endomorfisma injektif pada II yang berdimensi hingga, jadi bijektif (Akibat 20.9).

21. Misalkan x=a+bx = a + b dengan aNa \in N, bIb \in I. Maka u(x)=u(a)+u(b)u(x) = u(a) + u(b) dengan u(a)Nu(a) \in N dan u(b)Iu(b) \in I (pertanyaan 20): dan inilah persis penguraian u(x)u(x), sehingga π(u(x))=u(a)=u(π(x))\pi(u(x)) = u(a) = u(\pi(x)): jadi πu=uπ\pi u = u\pi.

22. Di sini u2(x,y,z)=u(y,0,z)=(0,0,z)u^2(x,y,z) = u(y, 0, z) = (0, 0, z) dan u3(x,y,z)=u(0,0,z)=(0,0,z)=u2(x,y,z)u^3(x,y,z) = u(0,0,z) = (0,0,z) = u^2(x,y,z). Adapun kernelnya: keru={y=z=0}=Vect(e1)\ker u = \{y = z = 0\} = \operatorname{Vect}(e_1), keru2={z=0}=Vect(e1,e2)\ker u^2 = \{z = 0\} = \operatorname{Vect}(e_1, e_2), keru3=keru2\ker u^3 = \ker u^2: sehingga stabil pada r=2r = 2. Adapun petanya: imu=Vect(e1,e3)\operatorname{im} u = \operatorname{Vect}(e_1, e_3), imu2=Vect(e3)\operatorname{im} u^2 = \operatorname{Vect}(e_3). Lalu Fitting: R3=Vect(e1,e2)Vect(e3)\R^3 = \operatorname{Vect}(e_1, e_2) \oplus \operatorname{Vect}(e_3), dan π(x,y,z)=(x,y,0)\pi(x, y, z) = (x, y, 0). Periksa: πu(x,y,z)=π(y,0,z)=(y,0,0)\pi u(x,y,z) = \pi(y, 0, z) = (y, 0, 0) dan uπ(x,y,z)=u(x,y,0)=(y,0,0)u\pi(x,y,z) = u(x, y, 0) = (y, 0, 0): jadi sama. Pada faktor pertamanya u(x,y,0)=(y,0,0)u(x, y, 0) = (y, 0, 0), yang berkuadrat 00: jadi nilpoten; sedangkan pada yang kedua u(0,0,z)=(0,0,z)u(0,0,z) = (0,0,z): yaitu identitasnya, jadi bijektif.

23. Jika um=0u^m = 0 maka kerum=E\ker u^m = E; dan karena kernelnya membeku mulai rr, kerur=kerumax(m,r)=E\ker u^{r} = \ker u^{\max(m, r)} = E. Sebaliknya kerur=E\ker u^{r} = E berarti ur=0u^{r} = 0. Dan kerur=E    \ker u^{r} = E \iff proyektor Fittingnya memetakan pada EE sepanjang {0}\{0\}, yakni π=id\pi = \mathrm{id}. Akhirnya rnr \leq n (pertanyaan 18) memberikan: bahwa setiap endomorfisma nilpoten memenuhi un=0u^{n} = 0 — sehingga indeks kenilpotenannya tak pernah melampaui dimensinya.

24. Misalkan mm sebuah indeks kenilpotenan uAu|_A: maka Akerumkerumax(m,r)=kerurA \subseteq \ker u^{m} \subseteq \ker u^{\max(m,r)} = \ker u^{r}. Dan karena uBu|_B bijektif, B=u(B)=uk(B)imukB = u(B) = u^{k}(B) \subseteq \operatorname{im} u^{k} untuk setiap kk, khususnya BimurB \subseteq \operatorname{im} u^{r}. Lalu

n=dimA+dimBdimkerur+dimimur=n:n = \dim A + \dim B \leq \dim\ker u^{r} + \dim\operatorname{im} u^{r} = n :

jadi kedua inklusinya berupa kesamaan dimensi, sehingga kesamaan subruang: A=kerurA = \ker u^{r}, B=imurB = \operatorname{im} u^{r}.

25. (i) Bagian III merupakan sebuah kamus: bahwa pembelahan E=F1FkE = F_1 \oplus \dots \oplus F_k tepat bersesuaian dengan keluarga proyektor dengan pi=id\sum p_i = \mathrm{id} dan pipj=0p_i p_j = 0, dengan FiF_i sebagai petanya. (ii) Untuk k=3k = 3 pelengkapnya idpi\mathrm{id} - p_i sendirinya berupa proyektor, yang menutup argumennya tanpa hipotesis tambahan; sedangkan untuk kk yang umum kita memerlukan irkpin\sum_i \operatorname{rk} p_i \leq n, yaitu ketaksamaan yang diberikan trace Tahun 2 secara cuma-cuma (karena trp=rkp\operatorname{tr} p = \operatorname{rk} p bagi sebuah proyektor, dan tracenya berjumlah trid=n\operatorname{tr} \mathrm{id} = n). (iii) Adapun Latihan 20.7 merupakan lema Fitting pada kasus yang sudah stabil r1r \leq 1; sedangkan secara umum kita membiarkan rantai kernel dan petanya membeku, yang memakan paling banyak nn langkah. (iv) Pada jilid Tahun 2, bila diterapkan pada uλidu - \lambda\, \mathrm{id}, faktor nilpotennya menjadi ruang eigen yang tersamaratakan di λ\lambda dan proyektor Bagian III menjadi proyektor spektral teori reduksinya. Adapun teorema Bagian IV adalah lema Fitting.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium