Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1
20Pemetaan Linear
Pemetaan yang pantas ditelaah antara ruang vektor adalah yang selaras dengan strukturnya: yaitu pemetaan linear. Adapun kedua subruang fundamentalnya — kernel dan peta — mengukur keinjektifan dan kesurjektifannya, dan dalam dimensi hingga teorema rank–nulitas mengikat ukurannya menjadi satu hukum kekekalan. Lalu proyeksi dan simetri, kemudian bentuk linear dan hiperbidang, menutup bab ini.
20.1 Definisi dan sifat yang pertama
Definisi 20.1
Misalkan ruang vektor atas . Sebuah pemetaan disebut linear bila
Maka dan . Adapun himpunan berisi pemetaan linear sendirinya merupakan ruang vektor; komposisi pemetaan linear bersifat linear, dan bilinear pada pasangannya. Sebuah endomorfisma adalah pemetaan linear ; sedangkan isomorfisma adalah pemetaan linear yang bijektif (yang inversnya lalu otomatis linear); adapun sebuah isomorfisma, dan komposisi isomorfisma, merupakan isomorfisma.
Bukti bahwa inversnya linear. Misalkan linear dan bijektif, dan . Tetapkanlah dan . Maka
lalu menerapkan pada kedua ujungnya: . Jadi tak ada apa pun tentang yang dihitung: karena kelinearannya terangkut lewat sifat pendefinisi belaka — yaitu pola yang pantas diingat, sebab struktur sering menumpang bijeksi secara cuma-cuma. ∎
Proposisi 20.2 (Sebuah pemetaan linear dikenal pada sebuah basis)
Misalkan sebuah basis dan vektor yang sebarang. Maka ada tepat satu pemetaan linear dengan untuk setiap . Lebih lanjut:
Bukti. Keberadaan dan ketunggalannya: setiap mempunyai koordinat tunggal (Proposisi 18.15); lalu kelinearannya memaksa , dan rumus ini memang mendefinisikan sebuah pemetaan linear.
Keinjektifannya: menurut Proposisi 20.5 di bawah, bersifat injektif jika dan hanya jika kernelnya sepele. Sekarang persis berarti . Jika bebas, maka ini memaksa setiap , yakni kernelnya tereduksi menjadi : jadi injektif. Sedangkan jika terikat, sebuah relasi taksepele menghasilkan vektor taknol pada kernelnya (karena bebas): jadi tak injektif. Sehingga kedua syaratnya cocok suku demi suku.
Kesurjektifannya: peta adalah himpunan semua , yakni tepat , yang sama dengan jika dan hanya jika keluarganya membangun. ∎
Definisi 20.3 (Kernel dan peta)
Untuk :
keduanya subruang (lewat pemeriksaan langsung dengan kriterianya).
Metode 20.4 (Kernel dan peta, dalam praktik)
Kernelnya: tulislah sebagai sebuah sistem atas koordinat (atau koefisien) , pecahkanlah, lalu parameterkanlah — maka kernelnya keluar dengan sebuah basis yang menempel (Metode 19.10). Petanya: ia rentang peta sebarang keluarga pembangun — biasanya sebuah basis, sehingga ; lalu hapuslah peta yang berlebihan untuk menyarikan sebuah basis. Jalan pintasnya: hitunglah yang mana pun di antara keduanya yang lebih mudah lalu peroleh dimensi yang lain cuma-cuma lewat rank–nulitas (Teorema 20.7); dan ketika sebuah calon subruang yang masuk akal bagi petanya sudah dikenal, membandingkan dimensinya menaikkan inklusi yang mudah menjadi kesamaan (Teorema 19.14). Kedua jalan pintasnya dipakai pada Contoh 20.11 di bawah.
Proposisi 20.5
Bukti. Seperti pada grup (Proposisi 7.11): . Adapun butir keduanya merupakan definisinya. ∎
20.2 Teorema rank–nulitas
Definisi 20.6
Adapun rank sebuah (dengan yang berdimensi hingga) adalah — yang juga merupakan rank keluarga bagi sebarang basis pada .
Teorema 20.7 (Rank–nulitas)
Misalkan berdimensi hingga dan . Maka
Lebih tepatnya, jika sebarang subruang pelengkap bagi di , maka terbatasi menjadi isomorfisma dari pada .
Bukti. Misalkan memenuhi (Teorema 19.14), dan misalkan pembatasan .
Adapun bersifat injektif: karena .
Dan bersifat surjektif: karena sebarang dengan (, ) sama dengan .
Jadi sebuah isomorfisma; dan isomorfisma mengirim basis ke basis (Proposisi 20.2), sehingga , lalu menyimpulkannya. ∎
Contoh 20.8 (Membangun sebuah pemetaan menurut spesifikasi)
Konstruksikanlah dengan dan . Periksa kewarasannya dulu: rank–nulitas menuntut — yang selaras, sehingga sebuah penyelesaian mungkin ada. Pilihlah basis yang disesuaikan dengan kernelnya, katakanlah (Contoh 19.7), lalu tetapkanlah petanya (Proposisi 20.2):
Maka dan ; lalu rank–nulitas memaksa , sehingga kernelnya tepat garis yang ditetapkan itu. Adapun secara eksplisit, dengan menguraikan :
Resepnya tersamaratakan: bahwa pemetaan linear dengan kernel dan peta yang ditetapkan ada tepat ketika — dengan keperluannya dari rank–nulitas, dan kecukupannya dari konstruksi ini.
Akibat 20.9
Jika (yang hingga), maka untuk :
Khususnya ini berlaku bagi endomorfisma dalam dimensi hingga. (Adapun ia gagal dalam dimensi tak hingga: karena pada , turunannya bersifat surjektif tetapi tak injektif, sedangkan injektif tetapi tak surjektif.)
Bukti. Injektif (karena subruang yang berdimensi penuh adalah segalanya, Teorema 19.14) surjektif. ∎
Contoh 20.10 (Interpolasi, secara struktural)
Tetapkanlah yang berbeda lalu misalkan , : yang linear. Adapun kernelnya adalah (Akibat 8.8). Dengan dimensi yang sama : maka sebuah isomorfisma — sehingga keberadaan dan ketunggalan interpolan Lagrange (Teorema 8.23) dalam satu baris.
Adapun pola satu baris yang sama menangani data yang mencampur nilai dan turunan: , bersifat linear, dan kernelnya terdiri atas polinomial berderajat dengan akar rangkap di dan , yakni terbagi oleh yang berderajat : sehingga hanya . Dengan dimensi yang sama lagi: setiap kuadruple data terwujud oleh tepat satu kubik — yaitu interpolasi Hermite, yang diberikan oleh perhitungan kernel sebelum rumus apa pun dituliskan (adapun soal akhir pekan Bab 22 bertemu determinannya).
Contoh 20.11 (Rank–nulitas dalam kerja: operator selisihnya)
Misalkan , : yang linear. Kernelnya: jika , maka , sehingga berakar tak hingga banyak dan lenyap (Akibat 8.8): jadi adalah garis konstantanya. Lalu rank–nulitas: . Dan karena untuk yang takkonstan (sebab suku puncaknya saling meniadakan), , yang berdimensi tepat : sehingga inklusinya menjadi kesamaan. Kesimpulannya, tanpa perhitungan prapeta apa pun: bahwa setiap polinomial berderajat merupakan selisih — jadi antiturunan diskretnya ada. (Bandingkanlah soal akhir pekan Bab 18, yang di situ dibalik secara eksplisit pada basis binomialnya.)
Contoh 20.12 (Pembukuan rank sepanjang sebuah komposisi)
Pada , susunlah turunan (yang ber-rank : dengan peta , dan kernel konstantanya) dengan dirinya sendiri. Maka memetakan , dengan peta : jadi ber-rank . Bandingkanlah dengan batas umumnya: yang kasar memberikan ; sedangkan rumus persis pada Latihan 20.12 memperhitungkan kehilangannya dengan tepat,
karena konstantanya (yaitu kernel yang luar) duduk di dalam (yaitu peta yang dalam) dengan dimensi . Jadi rank hilang persis di tempat kernel yang luar menyergap peta yang dalam — itulah kalimat yang harus diingat ketika rank komposisinya berkelakuan buruk.
Contoh 20.13 (Kernel dan peta operator Euler)
Pada , misalkan (yang linear: karena pendiferensialan dan perkalian dengan demikian). Kernelnya: memaksa (karena hasil kali polinomial lenyap hanya bila salah satu faktornya demikian), sehingga adalah garis konstantanya. Petanya: pada basis monomialnya,
sehingga : yaitu polinomial yang bersuku konstan nol. Periksalah terhadap rank–nulitas: , yang memang dimensi yang ditemukan. Ada dua catatan yang pantas disimpan. Pertama, di sini — tetapi itu kebetulan yang membahagiakan bagi operator ini, bukan sebuah teorema: karena bagi yang mirip geseran pada , dan jumlahnya tak langsung. Kedua, relasi mengatakan bahwa setiap monomialnya sekadar diskalakan ulang oleh — yaitu basis yang disesuaikan dengan pemetaannya, yakni benih gagasan nilai eigen yang dikembangkan pada jilid Tahun 2.
20.3 Proyeksi dan simetri
Definisi 20.14
Misalkan . Adapun proyeksi pada sepanjang memetakan (dengan penguraiannya yang tunggal) ke ; sedangkan simetri yang berkaitan adalah . Keduanya linear, dan .
Teorema 20.15 (Pencirian aljabarnya)
- Sebuah endomorfisma merupakan proyeksi (pada suatu sepanjang suatu ) jika dan hanya jika ; dan lalu serta .
- Sebuah endomorfisma merupakan simetri jika dan hanya jika ; dan lalu .
Bukti. (1) Sebuah proyeksi memenuhi dan : sehingga . Sebaliknya, misalkan ; tetapkanlah , . Maka setiap tertulis dengan dan : sehingga . Jika : maka dan , sehingga : jadi jumlahnya langsung, dan merupakan proyeksi pada sepanjang . Akhirnya pada : memberikan , sehingga , dan sebaliknya menaruh di petanya.
(2) Korespondensi , merupakan bijeksi antara endomorfismanya, dan di bawahnya
sehingga simetrinya tepat bersesuaian dengan proyeksinya. Lalu menerjemahkan subruangnya: , sehingga ; sedangkan , sehingga . Jadi jumlah langsung pada butir (1) menjadi penguraian yang diumumkan menjadi vektor yang tetap dan vektor yang terbalik oleh . ∎
Contoh 20.16 (Sebuah proyeksi dan simetrinya, secara eksplisit)
Di dalam , proyeksikanlah pada sepanjang . Uraikanlah : maka koordinat pertamanya memberikan , dan yang kedua . Sehingga
Periksalah aljabarnya: , dan . Secara geometri, merupakan “pencerminan miring” terhadap garis pada arah tegaknya: karena ia menetapkan titik demi titik dan membalikkan . Seandainya kita memproyeksikan pada yang sama sepanjang , maka rumusnya akan berubah menjadi : jadi sebuah proyeksi ditentukan oleh petanya dan kernelnya, tak pernah oleh petanya belaka.
20.4 Bentuk linear dan hiperbidang
Definisi 20.17
Sebuah bentuk linear pada adalah pemetaan linear . Sedangkan hiperbidang (dengan ) adalah subruang berdimensi .
Contoh 20.18 (Sebuah bentuk penilaian dan hiperbidangnya)
Pada , penilaian merupakan bentuk linear yang taknol (karena ). Adapun kernelnya adalah hiperbidang berisi polinomial yang lenyap di , yakni (menurut teorema faktor, Teorema 8.7) kelipatan di dalam :
Dalam koordinat pada , : jadi setiap bentuk linear pada ruang yang berdimensi hingga, begitu sebuah basis ditetapkan, merupakan ungkapan linear yang tetap dalam koordinatnya — sehingga bentuknya menjadi “vektor baris”, sebagaimana Bab 21 akan membuatnya harfiah, dan baris koefisien di sini, , merupakan baris Vandermonde: jadi bentuk penilaian adalah cara teori interpolasi pada soal akhir pekan Bab 22 masuk ke aljabar linear.
Teorema 20.19
Hiperbidang tepat merupakan kernel bentuk linear yang taknol. Dan dua bentuk taknol berkernel sama jika dan hanya jika keduanya sebanding.
Bukti. Jika : maka (karena petanya subruang taknol pada ), sehingga : yaitu sebuah hiperbidang. Sebaliknya, misalkan sebuah hiperbidang, dengan sebuah basis yang dilengkapi oleh : maka bentuk “koordinat terakhir” berkernel .
Adapun bentuk yang sebanding berbagi kernelnya. Sebaliknya, andaikan lalu pilihlah : maka setiap tertulis (karena ), dan
sehingga . ∎
Contoh 20.20
Di dalam , sebuah hiperbidang merupakan himpunan penyelesaian dengan tak semua nol — yaitu persamaan yang dikenal bagi sebuah bidang lewat titik asal di . Adapun pada ruang fungsi, bentuk penilaian atau mendefinisikan hiperbidang , dan (bandingkan Latihan 19.6).
Contoh 20.21 (Satu hiperbidang, yang dikerjakan tiga cara)
Ambillah pada dan . Basisnya: pecahkanlah :
yaitu dua vektor yang bebas: sehingga , jadi sebuah hiperbidang, sebagaimana diramalkan Teorema 20.19 dari . Garis pelengkapnya: sebarang vektor di luar merentangnya, misalnya (karena ); dan penguraian sebarang bersifat eksplisit:
karena . Kesebandingannya: jika , maka dan keduanya berkernel ; sebaliknya, sebarang bentuk yang lenyap pada merupakan kelipatan (Latihan 20.8) — jadi persamaan sebuah hiperbidang tunggal sampai skalanya, yaitu fakta yang terus-menerus dipakai bagi bidang dalam geometri.
Catatan 20.22 (Jebakan yang lazim)
Kernel dan peta hidup di ruang yang berbeda: karena , ; sehingga jumlah hanya bermakna bagi endomorfisma, dan bahkan lalu ia tak harus langsung (karena mempunyai ; adapun Latihan 20.7 mencirikan kapan kelangsungannya berlaku). tak berarti : karena yang sama berkuadrat nol tanpa lenyap — adapun yang sungguh dikatakan adalah (Latihan 20.5). Injektif surjektif menuntut dimensi hingga yang sama: karena pada , turunannya bersifat surjektif dan tak injektif, sedangkan injektif dan tak surjektif (Akibat 20.9); dan di antara ruang yang berdimensi berbeda, satu implikasinya sekadar mustahil (karena ). Menetapkan peta berjalan pada sebuah basis, bukan pada keluarga apa pun: karena menuntut , , menentukan secara berlebihan kecuali bila ; jadi pemetaan linear bebas pada sebuah basis, tetapi terbelenggu di mana pun selainnya. Rank tak terawetkan oleh komposisi: karena ia hanya dapat turun, (Latihan 20.4), dengan kehilangannya yang persis terukur pada Latihan 20.12.
Catatan 20.23 (Ke mana pemetaan ini pergi)
Pemetaan linear segera akan menjadi matriks: karena begitu basisnya ditetapkan, Bab 21 menyandikan setiap lewat sebuah larik persegi panjang, dan komposisinya menjadi hasil kali matriks — lalu rank–nulitas menggerakkan teori sistem linear pada Bab 22. Adapun proyeksi kembali pada Bab 23 dalam kasus khususnya yang paling berguna, yaitu proyeksi ortogonal, yang di situ kernelnya dipilih tegak lurus terhadap petanya. Sedangkan soal akhir pekan di bawah mendorong aljabar proyektornya sejauh yang dijangkau perkakas tahun pertama, sampai lema Fitting; adapun jilid Tahun 2 melangkah lebih jauh dengan trace dan dengan teori nilai eigen, yang bagi teori itu proyektor pada subruang yang stabil merupakan balok bangunan dasarnya.
Catatan 20.24 (Cakrawala di dalam Buku 3: rank–nulitas tiga kali lagi)
Hukum kekekalan akan dibaca ulang tiga kali sebelum jilid ini berakhir. Pada Bab 22 ia menjadi bentuk himpunan penyelesaiannya: bahwa sistem yang selaras dengan anu dan ber-rank mempunyai himpunan penyelesaian berdimensi — yaitu dimensi kernel yang menyamar. Pada Bab 23 ia membelah secara ortogonal, , lalu menggerakkan setiap perhitungan jarak. Sedangkan pada soal akhir pekan Bab 25, ia menjadi akuntan kuadrat terkecilnya: yaitu pengamatan, parameter yang dicocokkan, dan dimensi sisanya, dengan kesamaan Pythagoras sebagai bayangan Euclid rank–nulitas. Jadi satu teorema, empat kostum.
20.5 Latihan
Latihan 20.1 ★
- , ;
- , ;
- , ;
- , .
Solusi
Solusi Latihan 20.1.
(1) Linear: karena koordinatnya berupa ungkapan linear. (2) Tak linear: karena . (3) Linear: karena pendiferensialan dan perkalian dengan demikian, dan jumlah pemetaan linear pun demikian. (4) Linear: karena penilaian menghormati operasi titik demi titiknya.
Latihan 20.2 ★
Misalkan , . Tentukanlah (yaitu basis dan dimensinya), , serta sebuah basis . Apakah injektif? Dan surjektif?
Solusi
Solusi Latihan 20.2.
Kernelnya: pecahkanlah , , . Dari yang ketiga, ; lalu yang pertama memberikan ; lalu periksalah pada yang kedua: : jadi terpenuhi. Sehingga (dengan mengambil ), berdimensi .
Lalu rank–nulitas: . Adapun petanya: direntang oleh peta basis kanoniknya, , , ; dengan dua yang pertama bebas, dan ranknya : sehingga basisnya .
Jadi tak injektif (karena ), dan tak surjektif (karena ranknya ): yang selaras dengan Akibat 20.9.
Latihan 20.3 ★
Misalkan , . Buktikan bahwa sebuah isomorfisma: sekali lewat , sekali lagi dengan menunjukkan inversnya (tinjaulah ).
Solusi
Solusi Latihan 20.3.
Kernelnya: memaksa kecuali bila ; padahal untuk : sehingga , dan , sebagai endomorfisma injektif pada yang berdimensi hingga, merupakan isomorfisma (Akibat 20.9).
Inversnya: misalkan (yaitu jumlah yang hingga pada ). Maka
secara teleskopis, karena . Jadi .
Latihan 20.4 ★
Misalkan dan , dengan ruang yang berdimensi hingga. Buktikan:
Solusi
Solusi Latihan 20.4.
Di sini : sehingga ranknya . Dan yang dibatasi pada berpeta , sehingga dengan rank–nulitas di dalam : .
Latihan 20.5 ★★
Misalkan sebuah endomorfisma (yang berdimensi hingga) dengan . Buktikan bahwa , sehingga . Untuk , berikanlah sebuah contoh dengan kesamaannya.
Solusi
Solusi Latihan 20.5.
Persamaan berarti untuk setiap : sehingga setiap terletak di , yakni . Lalu menurut rank–nulitas:
Adapun contoh kesamaannya di : : karena , .
Latihan 20.6 ★★
Misalkan proyeksi dengan . Buktikan bahwa sebuah proyeksi, dengan
Solusi
Solusi Latihan 20.6.
Di sini (menurut komutasinya): jadi sebuah proyeksi (Teorema 20.15).
Petanya: , dan : sehingga termuat di irisannya. Sebaliknya, jika , maka dan (karena titik tetapnya mencirikan peta sebuah proyeksi), sehingga : jadi .
Kernelnya: dan demikian pula : sehingga jumlahnya termuat. Sebaliknya, misalkan , lalu tulislah
maka suku pertamanya memenuhi , sehingga ia terletak di ; sedangkan yang kedua berada di karena . Jadi .
Latihan 20.7 ★★
Misalkan , dengan yang berdimensi hingga. Buktikan kesetaraan antara:
- ;
- ;
- .
Solusi
Solusi Latihan 20.7.
Perhatikanlah lebih dulu inklusi umumnya dan , lalu menurut rank–nulitas, (2) (3) (karena kernel yang sama rank yang sama peta yang sama, mengingat inklusinya).
(1 2): misalkan ; maka , sehingga .
(2 1): menurut Grassmann dan rank–nulitas, : sehingga jumlahnya adalah jika dan hanya jika irisannya . Misalkan : maka dan , sehingga , jadi (menurut (2)) : sehingga . Jadi .
Latihan 20.8 ★★
Misalkan bentuk linear pada dengan . Buktikan untuk suatu (termasuk kasus yang merosot).
Solusi
Solusi Latihan 20.8.
Jika : maka memaksa . Sedangkan jika : maka sebuah hiperbidang; pilihlah . Tetapkanlah . Maka bentuk lenyap pada (karena keduanya demikian, menurut inklusinya) dan di : sehingga ia lenyap pada . Jadi .
Latihan 20.9 ★★★
Misalkan dengan , dan andaikan tetapi (yaitu endomorfisma yang nilpoten maksimal). Pilihlah dengan ; lalu buktikan bahwa merupakan basis . (Terapkanlah pangkat pada sebuah kombinasi nol, dimulai dengan .)
Solusi
Solusi Latihan 20.9.
Andaikan . Terapkanlah : maka semua suku berfaktor mati, sehingga menyisakan , jadi . Lalu terapkanlah pada relasi yang tersisa: , sehingga ; dan seterusnya. Jadi keluarganya bebas; dan karena berukuran , ia sebuah basis (Proposisi 19.8). (Pada basis ini, bertindak sebagai geseran — yaitu model kenilpotenan yang maksimal.)
Latihan 20.10 ★★★
Misalkan dengan .
- Buktikan bahwa sebuah isomorfisma dan bahwa tak ada yang memenuhi dengan .
- Buktikan bahwa genap. Petunjuk: pilihlah ; tunjukkan bahwa merupakan bidang yang stabil di bawah ; lalu pilihlah di luarnya dan ulangi, sambil membuktikan bahwa tetap bebas.
Solusi
Solusi Latihan 20.10.
- Pemetaan bersifat bijektif, sehingga demikian (Proposisi 1.26 yang disesuaikan: karena mempunyai invers dua sisinya ). Jika dengan : maka menerapkan , , sehingga : yang mustahil di .
Bangunlah keluarganya secara rakus. Ambillah : maka bebas menurut (1). Jika atas keluarga yang berjalan , yang kita sebut — yaitu subruang yang stabil di bawah (karena setiap pembangunnya terpetakan ke pembangun lain atau lawannya: ) — bukan seluruh , maka pilihlah . Klaimnya: keluarga yang diperbesar itu bebas. Andaikan dengan dan . Terapkanlah : dengan . Lalu hapuslah di antara kedua relasinya (kalikanlah yang pertama dengan , yang kedua dengan , lalu jumlahkan):
dan memaksa : yang bertentangan. Jadi konstruksinya berlanjut, sambil menambahkan vektor dua sekaligus, sampai : sehingga keluarga akhirnya sebuah basis berukuran genap, jadi genap.
Latihan 20.11 ★★
Misalkan , dengan ruang yang berdimensi hingga. Buktikan batas dua sisinya
(Untuk batas atasnya, bandingkanlah dengan ; sedangkan untuk yang bawah, terapkanlah batas atasnya dengan cerdik.)
Solusi
Solusi Latihan 20.11.
Batas atasnya: untuk setiap , , sehingga
(menurut Grassmann, Teorema 19.18). Adapun batas bawahnya: terapkanlah batas atasnya pada pasangan , yang jumlahnya :
sehingga ; lalu menukar dan memberikan nilai mutlaknya.
Latihan 20.12 ★★★
(Ketaksamaan Frobenius) Misalkan , dan , dengan semua ruangnya berdimensi hingga. Buktikan rumus yang persis
lalu simpulkanlah ketaksamaan Frobenius
Periksalah bahwa kasus merupakan ketaksamaan Sylvester, yang dibuktikan dalam bentuk matriks pada Latihan 21.10.
Solusi
Solusi Latihan 20.12.
Rumus yang persis. Misalkan pembatasan pada subruang . Maka petanya adalah , dan kernelnya adalah . Lalu rank–nulitas bagi pada ruang :
Frobenius. Terapkanlah rumus yang persis itu dua kali, pada dan pada :
Dan karena , irisan yang kedua termuat di yang pertama, sehingga dimensinya tak lebih besar:
yang tersusun ulang menjadi ketaksamaan Frobenius. Adapun dengan (yang ber-rank , dan ): , yaitu ketaksamaan Sylvester — yang dibuktikan lagi, dalam bentuk matriks, pada Latihan 21.10.
20.6 Soal: kalkulus proyektor dan lema Fitting
Soal 20.1
Proyeksi adalah endomorfisma yang dihasilkan jumlah langsung, dan sebaliknya: karena setiap kesamaan diam-diam merupakan sebuah keluarga proyektor yang berjumlah identitas. Soal ini mengembangkan kamus itu — yaitu aljabar satu proyektor, dua proyektor, dan proyektor — lalu menerapkan gagasan kestabilan yang sama pada sebarang endomorfisma dan membuktikan lema Fitting: bahwa setiap endomorfisma sebuah ruang yang berdimensi hingga terbelah menjadi bagian nilpoten dan bagian yang dapat dibalik. Di sepanjang soal ini, adalah ruang vektor atas yang berdimensi , dan proyektor berarti dengan (Teorema 20.15).
Bagian I — Aljabar di sekitar satu proyektor. Misalkan sebuah proyektor, dengan , .
- Tunjukkan bahwa sebuah proyektor lalu kenalilah dan .
- Hitunglah lalu tentukanlah semua pasangan yang untuknya merupakan proyektor.
Tunjukkan bahwa bidang pada stabil terhadap komposisi, dan bahwa untuk setiap polinomial ,
- Tentukanlah untuk yang mana pemetaan dapat dibalik, lalu berikanlah inversnya dalam bentuk . Tafsirkanlah jawabannya lewat tindakan pada dan pada .
- Misalkan proyektor lain dengan peta yang sama . Tunjukkan bahwa dan . Apa yang dikatakan kesamaan ini tentang menyusun proyeksi pada subruang yang sama sepanjang kernel yang berbeda?
Bagian II — Dua proyektor. Misalkan proyektor ; dan anggaplah karakteristiknya bukan (yang benar bagi ).
- Andaikan sebuah proyektor. Dengan menjabarkan , tunjukkan ; lalu dengan menyusunnya bersama di kiri, kemudian di kanan, simpulkanlah , lalu tutuplah dengan .
Sebaliknya, andaikan . Tunjukkan bahwa sebuah proyektor, dengan
- Tunjukkan bahwa merupakan proyektor jika dan hanya jika . (Terapkanlah pertanyaan 6–7 pada dan .)
- Tunjukkan makna geometri : bahwa ia berlaku jika dan hanya jika dan . (Lalu kita menulis : “ memproyeksikan pada yang lebih sedikit, sepanjang yang lebih banyak”.)
Sekarang misalkan berkomutasi. Ingat kembali dari Latihan 20.6 bahwa merupakan proyektor pada sepanjang . Tunjukkan bahwa sebuah proyektor dengan
(Tinjaulah .)
Bagian III — Penguraian identitasnya.
- Misalkan dan, untuk (dengan penguraiannya yang tunggal, ), tetapkanlah . Tunjukkan bahwa setiap sebuah proyektor, bahwa untuk , dan bahwa ; lalu kenalilah dan .
- Sebaliknya, misalkan memenuhi dan untuk setiap . Tunjukkan bahwa setiap sebuah proyektor dan bahwa .
- Untuk dua proyektor dengan : tunjukkan bahwa berlaku secara otomatis.
- Untuk tiga proyektor dengan : tunjukkan bahwa sebuah proyektor, lalu simpulkanlah dari pertanyaan 6 bahwa semua hasil kali berpasangannya lenyap — sehingga , tanpa hipotesis apa pun atas hasil kalinya.
- Untuk proyektor dengan : tunjukkan lebih dulu bahwa untuk sebarang subruang, , dengan kesamaannya jika dan hanya jika jumlahnya langsung; lalu tunjukkan , lalu buktikanlah bahwa jika lebih lanjut , maka jumlahnya langsung dan untuk .
Bagian IV — Kernel yang berulang: lema Fitting. Misalkan , dengan .
Tunjukkan kedua rantainya, yang sah untuk setiap :
- Tunjukkan bahwa jika untuk suatu , maka untuk setiap ; lalu nyatakanlah dan buktikanlah kestabilan yang serupa bagi petanya.
- Simpulkan bahwa ada bilangan bulat terkecil dengan , bahwa , dan bahwa petanya stabil pada yang sama.
(Lema Fitting) Buktikan bahwa
- Tunjukkan bahwa kedua subruangnya stabil di bawah , bahwa pembatasan pada bersifat nilpoten, dan bahwa pembatasan pada merupakan isomorfisma : sehingga setiap endomorfisma, pada sebuah jumlah langsung yang kanonik, bersifat “nilpoten tambah dapat dibalik”.
- Misalkan proyektor pada sepanjang . Tunjukkan bahwa .
Bagian V — Sebuah kasus yang dikerjakan, dan sintesisnya.
- Misalkan pada . Hitunglah dan , tentukanlah indeks kestabilannya , kedua subruang dan , proyektor Fittingnya , lalu periksalah pada rumusnya bahwa dan bahwa bersifat nilpoten pada satu faktornya, dan bijektif pada yang lain.
- Tunjukkan kesetaraannya: bahwa nilpoten ; lalu simpulkanlah bahwa endomorfisma nilpoten sebuah ruang berdimensi selalu memenuhi (sehingga indeks kenilpotenannya tak pernah melampaui dimensinya).
- (Ketunggalan) Andaikan dengan yang stabil di bawah , dengan pembatasan yang nilpoten dan yang bijektif. Buktikan dan : sehingga penguraian Fittingnya tunggal.
- Sintesis, dalam empat kalimat: kamus apa yang ditegakkan Bagian III antara jumlah langsung dan keluarga proyektor; mengapakah pertanyaan 14 tak memerlukan hipotesis atas hasil kalinya sedangkan pertanyaan 15 memerlukan hipotesis rank (dan perkakas Tahun 2 yang mana, yaitu trace, yang menghapusnya); dalam arti apa lema Fitting merupakan versi yang distabilkan dari Latihan 20.7; dan menjadi apa kedua faktor Fittingnya pada teori nilai eigen jilid Tahun 2 itu. Namailah teorema yang dibuktikan pada Bagian IV.
Solusi
Solusi Soal 20.1.
1. Di sini : jadi sebuah proyektor. Jika , maka , dan sebaliknya memberikan : sehingga . Dan (menurut titik tetapnya, Teorema 20.15): sehingga .
2. Di sini . Adapun pasangan bebas di : karena akan memberikan , sehingga atau , yang tersingkirkan. Lalu dengan mengenali koefisiennya, pemetaannya merupakan proyektor jika dan hanya jika dan . Untuk : . Untuk : , sehingga . Jadi tepat empat proyektor pada bidangnya: , , , dan .
3. Di sini : sehingga bidangnya stabil terhadap komposisi. Dan karena untuk setiap , maka untuk :
4. Pada (yang di situ bertindak sebagai identitas), mengalikan dengan ; sedangkan pada , dengan . Dan karena , pemetaannya bersifat bijektif jika dan hanya jika dan . Lalu memecahkan , pada aturan komposisi pertanyaan 3:
yang tindakannya berupa pada dan pada , sebagaimana seharusnya.
5. Tulislah . Maka untuk setiap , dan menetapkan titik demi titik: sehingga , yakni ; dan secara simetris . Jadi ketika dua proyeksi berbagi petanya, yang diterapkan lebih dulu yang memutuskan: karena keluarannya sudah terletak di , yang di situ proyeksi yang luar bertindak sebagai identitas dan tak mengubah apa pun.
6. Di sini , sehingga yang proyektor memaksa . Lalu susunlah di kiri dengan : ; dan di kanan dengan : . Lalu menguranginya, ; sehingga dan karena karakteristiknya bukan : maka .
7. Dengan , penjabaran yang sama memberikan . Adapun petanya: selalu. Sebaliknya, untuk : , sehingga dan ; demikian pula bagi . Adapun kelangsungannya: memberikan . Adapun kernelnya: jika , maka menerapkan memberikan , dan menerapkan memberikan : sehingga (dengan inklusi baliknya yang jelas).
8. Fungsi merupakan proyektor jika dan hanya jika demikian (menurut pertanyaan 1 dua kali). Lalu menurut pertanyaan 6–7 yang diterapkan pada proyektor dan , ini berlaku jika dan hanya jika , yakni jika dan hanya jika dan .
9. Persamaan berarti menetapkan setiap , yakni . Sedangkan berarti untuk setiap , yakni lenyap pada : sehingga . Kedua langkahnya berupa kesetaraan: jadi urutan mengatakan bahwa memproyeksikan pada peta yang lebih kecil, sepanjang kernel yang lebih besar.
10. Dengan menjabarkannya, . Adapun proyektor dan berkomutasi, sehingga menurut Latihan 20.6 hasil kalinya merupakan proyektor pada sepanjang . Lalu menurut pertanyaan 1, menjadi proyektor dengan dan .
11. Pemetaan terdefinisi dengan baik (menurut ketunggalan penguraiannya) dan linear (karena penguraian merupakan jumlah penguraiannya, kembali menurut ketunggalannya). Untuk penguraiannya adalah sendiri, sehingga : jadi , dan untuk : sehingga (karena ). Lalu menjumlahkan komponennya, . Akhirnya dan .
12. Di sini : sehingga setiap sebuah proyektor. Lalu setiap terletak di : sehingga petanya berjumlah . Adapun kelangsungannya: andaikan dengan , sehingga . Terapkanlah : maka untuk , sehingga , untuk setiap . Jadi .
13. Di sini , lalu pertanyaan 1 memberikan secara langsung: jadi bagi dua proyektor, berjumlah identitas sudah memaksa keortogonalan pasangannya.
14. Di sini dengan sebuah proyektor, dan merupakan proyektor (pertanyaan 1): sehingga sebuah proyektor, lalu pertanyaan 6 memberikan . Lalu menurut kesimetriannya (karena dan ), semua hasil kali berpasangannya lenyap, dan pertanyaan 12 menyimpulkannya: , secara otomatis.
15. Lemanya. Lewat induksi dengan Grassmann (Teorema 19.18):
Jika totalnya berupa kesamaan, maka setiap langkahnya demikian: untuk setiap , sehingga sebuah relasi (dengan ) runtuh dari kanannya: , lalu , dan seterusnya: jadi jumlahnya langsung. Sebaliknya jumlah langsung mempunyai dimensi yang aditif (rangkaikanlah basisnya). Penerapannya: menunjukkan , sehingga ; lalu hipotesisnya memberikan kesamaan, jadi kelangsungannya. Adapun hasil kalinya: tetapkanlah dan . Maka dengan , sedangkan juga sebuah penguraian (dengan komponen belaka); sehingga ketunggalannya memaksa untuk . Lalu diterapkan pada : .
16. Jika maka . Dan .
17. Anggaplah lalu misalkan : maka , sehingga : jadi . Digabung dengan pertanyaan 16, , dan lewat induksi semua kernel berikutnya berimpit dengan . Adapun bagi petanya: rank–nulitas memberikan , sehingga dimensi petanya membeku persis ketika dimensi kernelnya juga demikian, lalu dengan inklusi pertanyaan 16, dimensi yang sama berarti subruang yang sama (Teorema 19.14).
18. Barisan bersifat tidak turun dengan nilai di ; sehingga ia tak dapat naik tegas kali, jadi suatu dengan , sehingga (menurut inklusinya ditambah dimensi yang sama). Ambillah yang terkecil; lalu pertanyaan 17 membekukan segalanya mulai , termasuk petanya.
19. Irisannya: misalkan , katakanlah dengan . Maka , dan (pertanyaan 17), sehingga . Adapun dimensinya: rank–nulitas bagi memberikan ; lalu dengan irisan yang sepele, Grassmann membuat jumlahnya menjadi subruang berdimensi : sehingga .
20. Kestabilannya: untuk ; dan . Pada : menurut definisi : jadi nilpoten. Sedangkan pada : , sehingga merupakan endomorfisma injektif pada yang berdimensi hingga, jadi bijektif (Akibat 20.9).
21. Misalkan dengan , . Maka dengan dan (pertanyaan 20): dan inilah persis penguraian , sehingga : jadi .
22. Di sini dan . Adapun kernelnya: , , : sehingga stabil pada . Adapun petanya: , . Lalu Fitting: , dan . Periksa: dan : jadi sama. Pada faktor pertamanya , yang berkuadrat : jadi nilpoten; sedangkan pada yang kedua : yaitu identitasnya, jadi bijektif.
23. Jika maka ; dan karena kernelnya membeku mulai , . Sebaliknya berarti . Dan proyektor Fittingnya memetakan pada sepanjang , yakni . Akhirnya (pertanyaan 18) memberikan: bahwa setiap endomorfisma nilpoten memenuhi — sehingga indeks kenilpotenannya tak pernah melampaui dimensinya.
24. Misalkan sebuah indeks kenilpotenan : maka . Dan karena bijektif, untuk setiap , khususnya . Lalu
jadi kedua inklusinya berupa kesamaan dimensi, sehingga kesamaan subruang: , .
25. (i) Bagian III merupakan sebuah kamus: bahwa pembelahan tepat bersesuaian dengan keluarga proyektor dengan dan , dengan sebagai petanya. (ii) Untuk pelengkapnya sendirinya berupa proyektor, yang menutup argumennya tanpa hipotesis tambahan; sedangkan untuk yang umum kita memerlukan , yaitu ketaksamaan yang diberikan trace Tahun 2 secara cuma-cuma (karena bagi sebuah proyektor, dan tracenya berjumlah ). (iii) Adapun Latihan 20.7 merupakan lema Fitting pada kasus yang sudah stabil ; sedangkan secara umum kita membiarkan rantai kernel dan petanya membeku, yang memakan paling banyak langkah. (iv) Pada jilid Tahun 2, bila diterapkan pada , faktor nilpotennya menjadi ruang eigen yang tersamaratakan di dan proyektor Bagian III menjadi proyektor spektral teori reduksinya. Adapun teorema Bagian IV adalah lema Fitting.