Dari bola yang tertanam itu tumbuh dua bangunan sekaligus: embrio itu sendiri, dan antarmuka penyangga hidupnya — plasenta, sebuah cakram yang tumbuh ke dalam dinding rahim, tempat darah ibunya dan darah embrionya mendekat dengan akrab tanpa bercampur. Melintasi permukaannya yang teramat luas dan tipis — spesifikasi pada Proposisi 47.1, dibangun sekali lagi — zat gizi dan oksigen menyeberang ke embrionya, buangan dan karbon dioksida menyeberang kembali (tali pusar pada Proposisi 32.4 membentang antara plasenta dan embrionya). Plasenta adalah paru-paru, usus dan ginjal bagi penumpangnya — ketiga perbatasan di dalam satu organ.
Biologi · Glosarium
Apa itu Plasenta?
Plasenta adalah sebuah organ yang dibuat bersama-sama oleh lembaganya (korion, dari trofoblasnya) dan induknya (pelapis rahimnya). Vilus korion yang menyerupai jari, bercabang menjadi sebuah permukaan seluas sekitar pada akhir kehamilan, bergantung di dalam danau darah induknya yang diantarkan arteri rahimnya setengah liter tiap menit; di dalam tiap vilusnya mengalir kapiler janinnya, yang tersambung kepada janinnya lewat kedua arteri dan satu vena tali pusat. Kedua darahnya tidak pernah bercampur: keduanya dipisahkan dinding vilusnya, yaitu beberapa mikrometer trofoblas dan endotelium kapiler, dan menyeberanginya oksigen, , air, urea, serta molekul yang larut lemak berdifusi, glukosa dan asam amino diangkut pengangkut, dan antibodi induknya (IgG) diseberangkan reseptor, sehingga memberi bayinya kekebalan bulan-bulan pertamanya. Plasentanya juga sebuah kelenjar: sejak hari-hari pertama, trofoblasnya menyekresikan gonadotropin korion manusia (hCG), yang menjaga korpus luteumnya tetap membuat progesteron, dan sejak bulan ketiga plasentanya sendiri membuat progesteron dan estrogen yang mempertahankan kehamilannya (Bab 9). Ia, pada dasarnya, adalah sebuah paru-paru, sebuah usus, sebuah ginjal, dan sebuah kelenjar endokrin yang ditumbuhkan selama sembilan bulan lalu dibuang saat lahir.