Himpunan disebut subruang bila dan stabil terhadap penjumlahan dan perkalian skalar — setara dengan itu:
Sebuah subruang sendirinya merupakan ruang vektor. Adapun sebarang irisan subruang merupakan subruang; sedangkan gabungannya hampir tak pernah demikian (dengan bukti yang sama seperti Latihan 7.6).
Contoh
Contoh 18.4
Di dalam : fungsi yang kontinu, fungsi yang dapat diturunkan, polinomial berderajat (yang ditulis di dalam ), dan penyelesaian persamaan diferensial linear yang homogen (Teorema 5.10 mengatakan persis itu). Adapun yang bukan contoh: (karena tanpa nol); dan berderajat tepat (karena tak stabil terhadap penjumlahan).
Contoh 18.5 (Subruang atau bukan: empat vonis, beserta argumennya)
Di dalam ruang barisan real:
- memang subruang: karena terbatas, dan jika , , maka .
- bukan: karena barisan nolnya hilang (dan jumlah dua anggotanya menuju ).
- bukan: karena dan monoton, sedangkan jumlahnya tidak; jadi kestabilan terhadap penjumlahanlah aksioma yang gagal, meskipun himpunannya memuat dan semua kelipatan skalar anggotanya.
- bukan: karena ia memuat tetapi kabur begitu menjadi anggota yang taknol (sebab pada umumnya) — jadi pengkuadratannya yang menjadi ketaklinearannya.
Adapun urutan kerjanya selalu sama: ujilah lebih dulu (karena paling murah), lalu kestabilannya — dan untuk membantahnya, satu pasang contoh penyangkal yang eksplisit mengalahkan keraguan sebanyak apa pun.
Contoh 18.12 (Sepasang pelengkap di dalam )
Tetapkanlah lalu tetapkan , (yaitu konstantanya). Maka . Memang terdiri atas konstanta yang lenyap di , yakni ; dan setiap terurai sebagai
Penguraian ini pantas dihafalkan: karena mengurangkan nilainya di sebuah titik merupakan cara baku memproyeksikan ke “fungsi yang lenyap di ”. Perhatikanlah bahwa subruang yang besar sedangkan yang kecil; jadi sepasang pelengkap tak harus seimbang dalam arti apa pun.