Sebuah bentuk linear pada adalah pemetaan linear . Sedangkan hiperbidang (dengan ) adalah subruang berdimensi .
Contoh
Contoh 20.18 (Sebuah bentuk penilaian dan hiperbidangnya)
Pada , penilaian merupakan bentuk linear yang taknol (karena ). Adapun kernelnya adalah hiperbidang berisi polinomial yang lenyap di , yakni (menurut teorema faktor, Teorema 8.7) kelipatan di dalam :
Dalam koordinat pada , : jadi setiap bentuk linear pada ruang yang berdimensi hingga, begitu sebuah basis ditetapkan, merupakan ungkapan linear yang tetap dalam koordinatnya — sehingga bentuknya menjadi “vektor baris”, sebagaimana Bab 21 akan membuatnya harfiah, dan baris koefisien di sini, , merupakan baris Vandermonde: jadi bentuk penilaian adalah cara teori interpolasi pada soal akhir pekan Bab 22 masuk ke aljabar linear.
Contoh 20.20
Di dalam , sebuah hiperbidang merupakan himpunan penyelesaian dengan tak semua nol — yaitu persamaan yang dikenal bagi sebuah bidang lewat titik asal di . Adapun pada ruang fungsi, bentuk penilaian atau mendefinisikan hiperbidang , dan (bandingkan Latihan 19.6).
Contoh 20.21 (Satu hiperbidang, yang dikerjakan tiga cara)
Ambillah pada dan . Basisnya: pecahkanlah :
yaitu dua vektor yang bebas: sehingga , jadi sebuah hiperbidang, sebagaimana diramalkan Teorema 20.19 dari . Garis pelengkapnya: sebarang vektor di luar merentangnya, misalnya (karena ); dan penguraian sebarang bersifat eksplisit:
karena . Kesebandingannya: jika , maka dan keduanya berkernel ; sebaliknya, sebarang bentuk yang lenyap pada merupakan kelipatan (Latihan 20.8) — jadi persamaan sebuah hiperbidang tunggal sampai skalanya, yaitu fakta yang terus-menerus dipakai bagi bidang dalam geometri.