Matematika · Glosarium

Apa itu Fungsi cembung?

Dikenal juga sebagai: kecembungan · cekung

Definisi 22.11 Matematika Sekolah Menengah Atas · Bab 22 — Turunan dan Kecembungan

Sebuah fungsi ff pada interval II disebut cembung pada II bila setiap tali busur grafiknya terletak di atas grafiknya: untuk semua a,bIa, b \in I dan t[0,1]t \in \intcc{0}{1},

f((1t)a+tb)(1t)f(a)+tf(b).f\bigl((1-t)a + t b\bigr) \leq (1-t) f(a) + t f(b).

Fungsi itu disebut cekung bila ketaksamaannya terbalik (f-f cembung).

Sebuah fungsi cembung: setiap tali busurnya (merah) terletak di atas grafiknya, dan grafiknya terletak di atas setiap garis singgungnya (jingga). Ruas putus-putusnya memperlihatkan celah antara f ((1-t)a+tb ) dan (1-t)f(a)+tf(b).
Sebuah fungsi cembung: setiap tali busurnya (merah) terletak di atas grafiknya, dan grafiknya terletak di atas setiap garis singgungnya (jingga). Ruas putus-putusnya memperlihatkan celah antara f((1t)a+tb)f\bigl((1-t)a+tb\bigr) dan (1t)f(a)+tf(b)(1-t)f(a)+tf(b).

Contoh

Contoh 22.14

f(x)=x3f(x) = x^3 mempunyai f(x)=6xf''(x) = 6x: jadi ff cekung pada (,0]\intoc{-\infty}{0}, cembung pada [0,+)\intco{0}{+\infty}, dengan sebuah titik belok di titik asal, tempat kurvanya memotong garis singgungnya (sumbu xx).

Contoh 22.15 (Ketaksamaan dari kecembungan)

Fungsi eksponen cembung pada R\R (turunan keduanya adalah dirinya sendiri, yang positif). Garis singgungnya di 00 adalah y=1+xy = 1 + x, sehingga

ex1+xuntuk semua xR.\eu^x \geq 1 + x \quad \text{untuk semua } x \in \R .

Ketaksamaan garis singgung semacam ini adalah hasil baku kecembungan.

Baca dalam konteks →
Definisi 14.18 Matematika Universitas — Tahun 1 · Bab 14 — Pendiferensialan

Fungsi f ⁣:IRf \colon I \to \R disebut cembung bila setiap tali busurnya terletak di atas grafiknya:

x,yI, t[0,1],f(tx+(1t)y)tf(x)+(1t)f(y).\forall x, y \in I,\ \forall t \in \intcc{0}{1}, \quad f\bigl(tx + (1-t)y\bigr) \leq t f(x) + (1-t) f(y).

(ff disebut cekung bila f-f cembung.)

Kecembungan, dua kali: bahwa setiap tali busurnya (yang kelabu) terletak di atas grafiknya, dan grafiknya terletak di atas setiap garis singgungnya (yang putus-putus).
Kecembungan, dua kali: bahwa setiap tali busurnya (yang kelabu) terletak di atas grafiknya, dan grafiknya terletak di atas setiap garis singgungnya (yang putus-putus).

Contoh

Contoh 14.20 (Ketaksamaan kecembungan yang klasik)

Fungsi exp\exp cembung (karena exp=exp>0\exp'' = \exp > 0): sehingga garis singgungnya di 00 memberikan ex1+x\eu^x \geq 1 + x untuk setiap xx. Sedangkan ln\ln cekung: sehingga garis singgungnya di 11 memberikan lnxx1\ln x \leq x - 1; dan tali busurnya memberikan, untuk 0<ab0 < a \leq b, ketaksamaan antara rata-rata geometri dan aritmetika: dengan mengambil t=12t = \frac12 pada kecekungannya,

lna+b2lna+lnb2=lnab,sehinggaaba+b2.\ln\frac{a + b}{2} \geq \frac{\ln a + \ln b}{2} = \ln\sqrt{ab}, \qquad\text{sehingga}\qquad \sqrt{ab} \leq \frac{a+b}{2} .

Adapun ketaksamaan aritmetika–geometri yang umum adalah Latihan 14.9.

Contoh 14.21 (Sebuah ketaksamaan kecembungan dari nol)

Fungsi f(t)=tlntf(t) = t\ln t bersifat cembung pada (0,+)\intoo{0}{+\infty}: karena f(t)=1t>0f''(t) = \frac1t > 0. Adapun ketaksamaan titik tengahnya, yang dikalikan 22, berbunyi: untuk setiap a,b>0a, b > 0,

alna+blnb    (a+b)lna+b2,a\ln a + b\ln b \;\geq\; (a + b)\,\ln\frac{a + b}{2} ,

dengan kesamaannya jika dan hanya jika a=ba = b (menurut kecembungan tegasnya). Uji cobanya: a=1a = 1, b=3b = 3 memberikan 3ln3=3.2963\ln 3 = 3.296 terhadap 4ln2=2.7734\ln 2 = 2.773. Ketaksamaan yang tampak polos ini merupakan kasus dua titik pada perbandingan entropi yang muncul kembali bersama ketaksamaan Jensen (Latihan 14.9) dan pada asimtotik teori informasi jilid Tahun ke-3. Inti gagasan penutupnya: bahwa untuk memproduksi sebuah ketaksamaan, carilah fungsi yang turunan keduanya bertanda lalu tuliskanlah apa yang dikatakan kecembungannya — karena pencirian diferensialnya mengubah satu pemeriksaan tanda menjadi ketaksamaan yang tak hingga banyaknya.

Contoh 14.24 (Ketaksamaan Young dari kecekungan)

Misalkan p,q>1p, q > 1 dengan 1p+1q=1\frac1p + \frac1q = 1. Untuk setiap a,b>0a, b > 0:

ab    app+bqq.ab \;\leq\; \frac{a^p}{p} + \frac{b^q}{q} .

Buktinya lewat satu penerapan kecekungan ln\ln dengan bobot 1p,1q\frac1p, \frac1q (yaitu ketaksamaan Jensen dua titik, seperti pada Latihan 14.9):

ln(app+bqq)    1pln(ap)+1qln(bq)=lna+lnb=ln(ab),\ln\Bigl(\frac{a^p}{p} + \frac{b^q}{q}\Bigr) \;\geq\; \frac1p \ln(a^p) + \frac1q \ln(b^q) = \ln a + \ln b = \ln(ab),

lalu ln\ln yang naik mengubah ketaksamaan logaritmanya menjadi klaimnya; dengan kesamaannya jika dan hanya jika ap=bqa^p = b^q (menurut kecekungan tegasnya). Adapun kasus p=q=2p = q = 2 merupakan ketaksamaan aritmetika-geometri aba2+b22ab \leq \frac{a^2 + b^2}{2} yang menyamar. Inti gagasan penutupnya: bahwa ketaksamaan Young merupakan benih aljabar bagi ketaksamaan Hölder dan Minkowski pada jilid Tahun ke-2 — yaitu satu pernyataan kecekungan tentang ln\ln, yang dipanen bagi norma.

Baca dalam konteks →