পৃথিবী ও মহাকাশ বিজ্ঞান · বই 4 · স্নাতক দ্বিতীয় বর্ষ

Ilmu Kebumian dan Antariksa Universitas — Tahun 2

বইগুলো এখনো বাংলা ভাষায় পাওয়া যায় না — Bahasa Indonesia সংস্করণ দেখানো হচ্ছে।

Ilmu Kebumian dan Antariksa Universitas — Tahun 2 · স্নাতক দ্বিতীয় বর্ষ

25Gaya Paksa Orbital dan Zaman Es

Selama sejuta tahun terakhir bentuk orbit Bumi telah mengubah sinar Matahari yang diterima seluruh planet dalam setahun kurang dari dua per seribu: antara 340.00340.00 dan 340.54 W m−2340.54\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} di puncak atmosfer. Selama sejuta tahun yang sama, penyinaran harian rata-rata pertengahan Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU telah berayun antara sekitar 388 dan 500 W m−2500\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, lebih dari seperempatnya. Zaman es mengikuti angka kedua, bukan angka pertama. Bab ini menghitung keduanya dari unsur-unsur orbit Bumi, dan bertanya bagaimana sinar Matahari pada satu lintang dalam satu musim dapat mengatur laju pertumbuhan dan peluruhan lembaran es yang menutupi benua.

Yang sudah kamu ketahui

Dari buku-buku fisika: elips, sumbu semi-mayor aa dan eksentrisitasnya ee, hukum-hukum Kepler. Dari volume Tahun 1: ekliptika dan kemiringan ekliptika ε\varepsilon, deklinasi Matahari δ\delta dengan sin⁡δ=sin⁡εsin⁡λ\sin\delta = \sin\varepsilon\sin\lambda (λ\lambda bujur sejati Matahari, yang dihitung di sepanjang ekliptika dari titik ekuinoks musim semi), tahun tropis, dan insolasi harian rata-rata

Qˉ=S0π(ar)2(h0sin⁡φsin⁡δ+cos⁡φcos⁡δsin⁡h0),cos⁡h0=−tan⁡φtan⁡δ,\bar Q = \frac{S_0}{\pi}\left(\frac{a}{r}\right)^{2}\bigl(h_0\sin\varphi\sin\delta + \cos\varphi\cos\delta\sin h_0\bigr),\qquad \cos h_0 = -\tan\varphi\tan\delta ,

serta rata-rata global dan tahunannya, S0/(41−e2)S_0/(4\sqrt{1 - e^2}). Dari volume-volume sekolah: siklus glasial dan Maksimum Glasial Terakhir; gaya radiatif. Dari bab-bab sebelumnya: umpan balik es–albedo (Definisi 18.8); tumpukan bentik, rekaman EPICA Dome C, dan model umur (Bab 24).

25.1 Orbit dan ketiga unsurnya

Orbit Bumi adalah elips dengan Matahari di salah satu fokusnya. Planet-planet, terutama Jupiter dan Saturnus, perlahan-lahan mengubah bentuknya dan memutarnya di dalam bidangnya; tarikan Matahari dan Bulan pada tonjolan khatulistiwa membuat sumbu rotasi bergoyang seperti gasing. Tiga besaran menggambarkan apa yang penting bagi sinar Matahari: seberapa lonjong elips itu, seberapa miring sumbunya, dan di mana di sepanjang orbit musim-musim jatuh.

Definisi 25.1 (Bujur perihelion; presesi iklim)

Yang disebut bujur perihelion ϖ\varpi adalah sudut, yang diukur di bidang orbit dari arah titik ekuinoks musim semi, antara arah itu dan arah perihelion dilihat dari Matahari; sudut ini dihitung dari ekuinoks yang bergerak, sehingga berubah karena goyangan sumbu maupun perputaran orbit. Yang disebut presesi iklim adalah besaran esin⁡ϖe\sin\varpi, yang juga disebut indeks presesi.

Orbit Bumi dilihat dari sisi utara, dengan eksentrisitas yang dilebih-lebihkan menjadi 0.3 dan bujur perihelion masa kini, = 101.4. Bumi bergerak berlawanan arah jarum jam (panah); titik-titik menandai kedudukannya pada ekuinoks dan solstis. Perihelion jatuh beberapa hari setelah solstis Desember, aphelion beberapa hari setelah solstis Juni. Skematis.
Orbit Bumi dilihat dari sisi utara, dengan eksentrisitas yang dilebih-lebihkan menjadi 0.3 dan bujur perihelion masa kini, ϖ=101.4∘\varpi = 101.4{}^{\circ}. Bumi bergerak berlawanan arah jarum jam (panah); titik-titik menandai kedudukannya pada ekuinoks dan solstis. Perihelion jatuh beberapa hari setelah solstis Desember, aphelion beberapa hari setelah solstis Juni. Skematis.

Dilihat dari Bumi, Matahari bergerak di sepanjang ekliptika, dan bujur sejatinya λ\lambda adalah sudut dari titik ekuinoks musim semi: λ=90∘\lambda = 90{}^{\circ} pada solstis Juni, 270∘270{}^{\circ} pada solstis Desember. Bumi berada di perihelion ketika Matahari berada pada arah yang berlawanan dengan perihelion, pada λ=ϖ+180∘\lambda = \varpi + 180{}^{\circ}; kini ϖ=101.37∘\varpi = 101.37{}^{\circ} dan perihelion jatuh pada λ=281.37∘\lambda = 281.37{}^{\circ}, sekitar sebelas hari setelah solstis Desember, pada atau sekitar 3 Januari.

Definisi 25.2 (Parameter Milankovitch)

Yang disebut parameter Milankovitch adalah ketiga besaran orbital yang menentukan sebaran sinar Matahari di Bumi menurut musim dan lintang: eksentrisitas ee, kemiringan ekliptika ε\varepsilon, dan presesi iklim esin⁡ϖe\sin\varpi. Yang disebut teori Milankovitch menyatakan bahwa variasi lambat ketiga parameter itu mengatur laju pertumbuhan dan peluruhan lembaran es Kuarter, melalui insolasi musim panas di lintang tinggi utara.

Setiap parameter bervariasi dengan iramanya sendiri. Eksentrisitas memiliki periode utama dekat 95 00095\,000, 99 00099\,000, 124 000124\,000, dan 131 000131\,000 tahun, yang bergabung menjadi siklus sekitar 100 000100\,000 tahun, serta periode 405 000405\,000 tahun, yang paling stabil di antara semuanya; selama sejuta tahun terakhir eksentrisitas berkisar dari 0.00460.0046 sampai 0.05650.0565, dan kini, pada 0.01720.0172, perlahan menurun. Kemiringan sumbu bervariasi dengan periode utama 40 97840\,978 tahun, antara 22.1∘22.1{}^{\circ} dan 24.5∘24.5{}^{\circ} selama sejuta tahun terakhir; pada 23.44∘23.44{}^{\circ} kemiringan itu sedang menurun, setelah melewati maksimum terakhirnya sekitar 10 00010\,000 tahun yang lalu. Sumbu bergoyang mengitari satu putaran dalam sekitar 25 77025\,770 tahun, sementara orbit berputar dalam sekitar 112 000112\,000 tahun; bersama-sama keduanya menggerakkan perihelion melalui musim-musim dengan periode utama dekat 19 00019\,000, 22 40022\,400, dan 23 70023\,700 tahun.

Ketiga parameter Milankovitch selama sejuta tahun terakhir: (a) eksentrisitas; (b) kemiringan sumbu; (c) presesi iklim, yang selubungnya adalah eksentrisitas. Data: Berger dan Loutre (1991), NOAA NCEI Paleoclimatology, sebagaimana diambil pada 23 Oktober 2026.
Ketiga parameter Milankovitch selama sejuta tahun terakhir: (a) eksentrisitas; (b) kemiringan sumbu; (c) presesi iklim, yang selubungnya adalah eksentrisitas. Data: Berger dan Loutre (1991), NOAA NCEI Paleoclimatology, sebagaimana diambil pada 23 Oktober 2026.

Presesi iklim berayun cepat, tetapi hanya sejauh yang dibolehkan eksentrisitas: ketika orbit hampir bulat, seperti 400 000400\,000 tahun yang lalu, hampir tidak penting di mana perihelion jatuh. Gambar itu menunjukkannya dengan jelas: selubung panel (c) adalah panel (a).

25.2 Sinar Matahari dari orbit

Insolasi harian rata-rata yang diingatkan di atas memerlukan satu bahan lagi: jarak Matahari pada hari tertentu.

Proposisi 25.3 (Jarak dan bujur Matahari)

Bila bujur sejati Matahari adalah λ\lambda, jarak Bumi–Matahari adalah

ra=1−e21−ecos⁡(λ−ϖ).\frac{r}{a} = \frac{1 - e^2}{1 - e\cos(\lambda - \varpi)} .

Pada solstis Juni (λ=90∘\lambda = 90{}^{\circ}), sampai orde pertama dalam ee, (a/r)2≈1−2esin⁡ϖ(a/r)^2 \approx 1 - 2e\sin\varpi; pada solstis Desember, (a/r)2≈1+2esin⁡ϖ(a/r)^2 \approx 1 + 2e\sin\varpi.

Bukti. Pada elips dengan Matahari di salah satu fokus, r/a=(1−e2)/(1+ecos⁡v)r/a = (1 - e^2)/(1 + e\cos v), dengan anomali sejati vv yaitu sudut di Matahari dari perihelion ke Bumi. Bumi dilihat dari Matahari pada arah yang berlawanan dengan arah Matahari dilihat dari Bumi, sehingga bujurnya dilihat dari Matahari adalah λ+180∘\lambda + 180{}^{\circ}, dan v=λ+180∘−ϖv = \lambda + 180{}^{\circ} - \varpi, cos⁡v=−cos⁡(λ−ϖ)\cos v = -\cos(\lambda - \varpi). Pada λ=90∘\lambda = 90{}^{\circ}, cos⁡(λ−ϖ)=sin⁡ϖ\cos(\lambda - \varpi) = \sin\varpi dan (a/r)2=(1−esin⁡ϖ)2/(1−e2)2=1−2esin⁡ϖ+O(e2)(a/r)^2 = (1 - e\sin\varpi)^2/(1 - e^2)^2 = 1 - 2e\sin\varpi + O(e^2); pada λ=270∘\lambda = 270{}^{\circ} tandanya berubah. ∎

Karena itu presesi iklim adalah indeks yang tepat: indeks ini mengukur seberapa lebih dekat ke Matahari, atau lebih jauh, Bumi berada pada solstis Juni. Bila esin⁡ϖe\sin\varpi besar dan positif, seperti masa kini dan jauh lebih besar lagi 116 000116\,000 tahun yang lalu, musim panas utara jatuh dekat aphelion dan lemah; bila besar dan negatif, seperti sekitar 10 00010\,000 tahun yang lalu, musim panas utara jatuh dekat perihelion.

Contoh 25.4 (Matahari Juni pada 65∘65{}^{\circ} LU, masa kini)

Kini e=0.017236e = 0.017236, ϖ=101.37∘\varpi = 101.37{}^{\circ}, ε=23.446∘\varepsilon = 23.446{}^{\circ}, dan tabel-tabelnya memakai S0=1360 W m−2S_0 = 1360\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Pada solstis Juni δ=ε\delta = \varepsilon; pada φ=65∘\varphi = 65{}^{\circ}, cos⁡h0=−tan⁡65∘tan⁡23.446∘=−0.9301\cos h_0 = -\tan65{}^{\circ}\tan23.446{}^{\circ} = -0.9301, sehingga h0=158.44∘=2.7654 radh_0 = 158.44{}^{\circ} = 2.7654\,\mathrm{rad}: Matahari berada di atas ufuk selama 2×158.44/360×24=21.12 \times 158.44/360 \times 24 = 21.1 jam. Bagian dalam kurung rumus insolasi adalah 2.7654×0.9063×0.3979+0.4226×0.9174×0.3674=1.13972.7654 \times 0.9063 \times 0.3979 + 0.4226 \times 0.9174 \times 0.3674 = 1.1397, dan pada jarak rata-rata Qˉ=432.90×1.1397=493.4 W m−2\bar Q = 432.90 \times 1.1397 = 493.4\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Faktor jaraknya (a/r)2=0.9671(a/r)^2 = 0.9671, sehingga Qˉ=477.1 W m−2\bar Q = 477.1\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}.

Hukum kedua Kepler menambahkan satu liku. Dekat aphelion Bumi bergerak lebih lambat: musim yang jatuh di sana lebih lemah tetapi berlangsung lebih lama. Musim panas utara kini sekitar 4.5 hari lebih panjang daripada musim dingin utara, dan musim semi sekitar tiga hari lebih panjang daripada musim gugur.

Proposisi 25.5 (Rata-rata tahunan tidak bergantung pada presesi)

Energi yang diterima per satuan luas di puncak atmosfer antara dua bujur Matahari yang tertentu tidak bergantung pada ϖ\varpi, dan insolasi rata-rata tahunan pada lintang mana pun sama dengan insolasi orbit lingkaran berjari-jari aa dikalikan dengan 1/1−e21/\sqrt{1 - e^2}. Di kutub, rata-rata tahunannya adalah

Qˉkutub=S0sin⁡επ1−e2,\bar Q_{\text{kutub}} = \frac{S_0\sin\varepsilon}{\pi\sqrt{1 - e^2}} ,

yang tumbuh seiring kemiringan ekliptika.

Bukti. Menurut hukum kedua Kepler, jari-jari menyapu luas dengan laju tetap πab/T\pi ab/T, dan luas yang tersapu ketika Bumi berputar sebesar dλ\mathrm d\lambda adalah 12r2 dλ\frac12 r^2\,\mathrm d\lambda, sehingga dt=Tr2 dλ/(2πab)\mathrm dt = T r^2\,\mathrm d\lambda/(2\pi ab), dengan b=a1−e2b = a\sqrt{1 - e^2}. Insolasi pada lintang dan bujur Matahari tertentu adalah (a/r)2(a/r)^2 kali nilainya Qa(λ)Q_a(\lambda) pada jarak aa, sehingga energi yang diterima adalah ∫Qa(λ)(a/r)2 dt=T2π1−e2∫Qa(λ) dλ\int Q_a(\lambda)(a/r)^2\,\mathrm dt = \frac{T}{2\pi\sqrt{1 - e^2}}\int Q_a(\lambda)\,\mathrm d\lambda: jaraknya saling meniadakan, dan bersamanya ϖ\varpi. Selama setahun penuh, λ\lambda menjalani 360∘360{}^{\circ} dan rata-ratanya 12π1−e2∫02πQa dλ\frac{1}{2\pi\sqrt{1-e^2}}\int_0^{2\pi} Q_a\,\mathrm d\lambda. Di Kutub Utara Qa=S0sin⁡δ=S0sin⁡εsin⁡λQ_a = S_0\sin\delta = S_0\sin\varepsilon\sin\lambda untuk 0<λ<π0 < \lambda < \pi dan 0 di luar itu; integralnya 2S0sin⁡ε2S_0\sin\varepsilon. ∎

Presesi memindahkan sinar Matahari dari satu musim ke musim lain, tidak pernah masuk ke atau keluar dari satu tahun; eksentrisitas mengubah total tahunan dengan faktor 1/1−e21/\sqrt{1 - e^2}, paling banyak 0.16 %0.16\,\% selama sejuta tahun terakhir; kemiringan sumbu memindahkan sinar Matahari antarlintang, menaikkan rata-rata tahunan di kutub dan sedikit menurunkannya di khatulistiwa. Hanya pola musiman dan pola lintangnya yang banyak berubah, dan itulah yang ditunjukkan gambar di bawah.

(a) Insolasi harian rata-rata pada solstis Juni, masa kini dan 10\,000 tahun yang lalu, ketika musim panas utara jatuh dekat perihelion dan kemiringan sumbu lebih besar: sekitar 50\, W\, m-2 lebih banyak di lintang tinggi utara. (b) Insolasi rata-rata tahunan untuk kedua kemiringan sumbu ekstrem selama sejuta tahun terakhir, dengan eksentrisitas masa kini: kemiringan yang lebih besar mengirim lebih banyak sinar Matahari ke kutub dan sedikit lebih sedikit ke daerah tropis. Dihitung dari unsur-unsur orbit dengan S_0 = 1360\, W\, m-2.
(a) Insolasi harian rata-rata pada solstis Juni, masa kini dan 10 00010\,000 tahun yang lalu, ketika musim panas utara jatuh dekat perihelion dan kemiringan sumbu lebih besar: sekitar 50 W m−250\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} lebih banyak di lintang tinggi utara. (b) Insolasi rata-rata tahunan untuk kedua kemiringan sumbu ekstrem selama sejuta tahun terakhir, dengan eksentrisitas masa kini: kemiringan yang lebih besar mengirim lebih banyak sinar Matahari ke kutub dan sedikit lebih sedikit ke daerah tropis. Dihitung dari unsur-unsur orbit dengan S0=1360 W m−2S_0 = 1360\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}.

25.3 Menghitung kurva insolasi

Kurva insolasi yang dibangun Milankovitch kini merupakan perhitungan rutin. Unsur-unsur orbit masa lalu dihitung dengan mengintegrasikan gerak planet-planet; ditabulasikan setiap seribu tahun, unsur-unsur itu menjadi masukannya. Untuk setiap umur, metode di bawah memberikan insolasi pada lintang dan musim mana pun.

Metode 25.6 (Insolasi masa lalu)

  1. Bacalah ee, ϖ\varpi, dan ε\varepsilon untuk umur yang diinginkan.
  2. Pilih musim berdasarkan bujur sejati Matahari λ\lambda: 90∘90{}^{\circ} untuk solstis Juni; pertengahan Juli dalam tabel-tabel itu sesuai dengan λ=120∘\lambda = 120{}^{\circ}.
  3. Hitung δ\delta dari sin⁡δ=sin⁡εsin⁡λ\sin\delta = \sin\varepsilon\sin\lambda, dan sudut jam terbenamnya Matahari h0h_0 pada lintang φ\varphi (siang atau malam kutub jika ∣tan⁡φtan⁡δ∣>1|\tan\varphi\tan\delta| > 1).
  4. Hitung faktor jarak (a/r)2(a/r)^2 dengan Proposisi 25.3.
  5. Kalikan: Qˉ=(S0/π)(a/r)2(h0sin⁡φsin⁡δ+cos⁡φcos⁡δsin⁡h0)\bar Q = (S_0/\pi)(a/r)^2(h_0\sin\varphi\sin\delta + \cos\varphi\cos\delta\sin h_0).

Bila diterapkan pada 1001 umur selama sejuta tahun terakhir, metode itu mereproduksi insolasi pertengahan Juli yang ditabulasikan pada 65∘65{}^{\circ} LU sampai dalam 0.012 W m−20.012\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, yaitu pembulatan tabel-tabel itu, dan nilai Juni yang ditabulasikan untuk masa kini secara tepat. Tabel-tabel itu menempatkan titik awal waktu pada 1950.

Atas: insolasi harian rata-rata pada 65 LU selama 400\,000 tahun terakhir, pertengahan Juli seperti yang ditabulasikan oleh Berger dan Loutre (abu-abu, lebar) dan seperti yang dihitung dengan metode di atas (merah), dan pada solstis Juni (biru, putus-putus). Bawah: nilai pertengahan Juli yang dihitung dikurangi nilai yang ditabulasikan, dalam W\, m-2.
Atas: insolasi harian rata-rata pada 65∘65{}^{\circ} LU selama 400 000400\,000 tahun terakhir, pertengahan Juli seperti yang ditabulasikan oleh Berger dan Loutre (abu-abu, lebar) dan seperti yang dihitung dengan metode di atas (merah), dan pada solstis Juni (biru, putus-putus). Bawah: nilai pertengahan Juli yang dihitung dikurangi nilai yang ditabulasikan, dalam W m−2\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}.

Dua ciri menonjol. Kurva itu didominasi oleh presesi iklim, dengan puncak-puncak yang berjarak sekitar 20 00020\,000 tahun yang tingginya membesar dan mengecil mengikuti eksentrisitas; kemiringan sumbu menambahkan modulasi yang lebih lambat. Dan ayunannya besar: selama 800 000800\,000 tahun terakhir nilai pertengahan Juli berkisar dari 388 sampai 497 W m−2497\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}.

25.4 Teori Milankovitch dan siklus glasial

Sejarah — Penyinaran pada enam puluh lima derajat utara

Milutin Milankovitch, yang lahir pada 1879, membangun teori matematis iklim dari variasi sinar Matahari menurut musim dan lintang. Dengan menggabungkan ketiga variasi orbital, ia menghitung insolasi di berbagai lintang dan suhu permukaan yang bersesuaian selama 600 000600\,000 tahun sebelum 1800. Atas saran klimatolog Köppen ia memilih insolasi musim panas pada 65∘65{}^{\circ} LU sebagai besaran yang menentukan: lembaran-lembaran es besar telah tumbuh dekat lintang itu, dan musim panas yang sejuk mencairkan lebih sedikit salju musim dingin, sehingga salju terakumulasi dari tahun ke tahun. Ia menganggap kemiringan sumbu sebagai parameter terpenting di antara ketiganya. Selama sekitar lima puluh tahun teori itu sebagian besar diabaikan; Milankovitch wafat pada 1958. Pada 1976 Hays, Imbrie, dan Shackleton menemukan dalam sedimen laut dalam dari 450 000450\,000 tahun terakhir puncak-puncak spektral variabilitas iklim pada sekitar 23 00023\,000, 42 00042\,000, dan 100 000100\,000 tahun, yaitu periode presesi, kemiringan sumbu, dan eksentrisitas, lalu menyimpulkan bahwa perubahan orbit Bumi adalah penyebab mendasar zaman es Kuarter.

Gambar di bawah mengulangi uji mereka pada rekaman-rekaman dari Bab 24. Gambar itu membandingkan spektrum amplitudo, yaitu kekuatan setiap periode, dari insolasi Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU dan dari tumpukan bentik, dalam dua jendela sepanjang 700 000700\,000 tahun.

Spektrum amplitudo, masing-masing diskalakan terhadap maksimumnya sendiri, dari insolasi pertengahan Juli pada 65 LU selama 700\,000 tahun terakhir dan dari tumpukan bentik LR04 pada jendela yang sama dan pada 1\,250\,000 sampai 1\,950\,000 tahun yang lalu (tren dihilangkan, diberi jendela peruncing). Insolasi memiliki dayanya pada periode presesi, dekat 19 sampai 24 ribu tahun, dan pada periode kemiringan sumbu; volume es masa kini berpuncak dekat 100\,000 tahun, tempat insolasi hampir tidak memiliki apa-apa; volume es yang lebih tua berpuncak pada 41\,000 tahun.
Spektrum amplitudo, masing-masing diskalakan terhadap maksimumnya sendiri, dari insolasi pertengahan Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU selama 700 000700\,000 tahun terakhir dan dari tumpukan bentik LR04 pada jendela yang sama dan pada 1 250 0001\,250\,000 sampai 1 950 0001\,950\,000 tahun yang lalu (tren dihilangkan, diberi jendela peruncing). Insolasi memiliki dayanya pada periode presesi, dekat 19 sampai 24 ribu tahun, dan pada periode kemiringan sumbu; volume es masa kini berpuncak dekat 100 000100\,000 tahun, tempat insolasi hampir tidak memiliki apa-apa; volume es yang lebih tua berpuncak pada 41 00041\,000 tahun.

Glasial, interglasial, dan terminasi

Definisi 25.7 (Periode glasial; interglasial; terminasi glasial)

Dalam rekaman Kuarter, yang disebut periode glasial adalah selang waktu ketika lembaran es besar menutupi benua-benua utara, yang terekam oleh δ18\delta^{18}O bentik yang tinggi dan muka laut yang rendah; yang disebut interglasial adalah selang waktu dengan sedikit es daratan di Belahan Bumi Utara di luar Greenland, seperti masa kini. Yang disebut terminasi glasial adalah salah satu peralihan besar yang mengakhiri suatu siklus glasial, dari kondisi glasial penuh ke kondisi interglasial, jauh lebih cepat daripada pertumbuhan yang mendahuluinya.

Selama setengah juta tahun terakhir periode iklim yang dominan mendekati 100 000100\,000 tahun, meskipun gaya paksa pada periode itu, yang hanya berasal dari eksentrisitas, dapat diabaikan dibandingkan dengan gaya paksa kemiringan sumbu dan presesi. Siklus-siklusnya juga timpang: δ18\delta^{18}O bentik merekam penumpukan es bertahap selama sekitar 90 00090\,000 tahun, lalu peluruhan dalam sekitar 10 00010\,000 tahun, suatu gigi gergaji yang sisi turunnya adalah terminasi. Interglasial terakhir, dari sekitar 129 000129\,000 sampai 116 000116\,000 tahun yang lalu, berakhir ketika insolasi musim panas pada 65∘65{}^{\circ} LU turun ke salah satu nilai terendahnya dalam 800 000800\,000 tahun terakhir: nilai solstis Juni mencapai minimumnya, 438.6 W m−2438.6\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, 116 000116\,000 tahun yang lalu, dan nilai pertengahan Juli minimum terendah keduanya, 392.2 W m−2392.2\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, 114 000114\,000 tahun yang lalu. Maksimum Glasial Terakhir datang sekitar 95 00095\,000 tahun kemudian.

Seberapa cepat lembaran es dapat mengikuti gaya paksanya? Model paling sederhana memperlakukan volume es VV sebagai besaran yang berelaksasi menuju volume VeqV_{\mathrm{eq}} yang dapat dipertahankan oleh insolasi saat itu, dengan waktu tanggap τ\tau:

dVdt=Veq(t)−Vτ.\frac{\mathrm dV}{\mathrm dt} = \frac{V_{\mathrm{eq}}(t) - V}{\tau} .

Proposisi 25.8 (Tanggapan yang tertunda)

Untuk gaya paksa Veq=Asin⁡ωtV_{\mathrm{eq}} = A\sin\omega t, penyelesaian model tunda menuju

V=A1+ω2τ2 sin⁡(ω(t−tℓ)),tℓ=arctan⁡(ωτ)ω:V = \frac{A}{\sqrt{1 + \omega^2\tau^2}}\,\sin\bigl(\omega(t - t_{\ell})\bigr),\qquad t_{\ell} = \frac{\arctan(\omega\tau)}{\omega} :

es mengikuti gaya paksa lambat hampir sepenuhnya dan gaya paksa cepat hanya dengan lemah, selalu terlambat. Tanggapan terhadap jumlah sinusoid adalah jumlah tanggapan-tanggapannya: model itu tidak menciptakan periode yang tidak dimiliki gaya paksanya.

Bukti. Cobalah V=Bsin⁡ωt+Ccos⁡ωtV = B\sin\omega t + C\cos\omega t: dengan substitusi, ωBτ=−C\omega B\tau = -C dan −ωCτ=A−B-\omega C\tau = A - B, sehingga B=A/(1+ω2τ2)B = A/(1 + \omega^2\tau^2), C=−ωτA/(1+ω2τ2)C = -\omega\tau A/(1 + \omega^2\tau^2), amplitudonya B2+C2=A/1+ω2τ2\sqrt{B^2 + C^2} = A/\sqrt{1 + \omega^2\tau^2} dan tunda fasenya arctan⁡(ωτ)\arctan(\omega\tau). Penyelesaian lain mana pun berbeda dari penyelesaian ini sebesar suatu kelipatan e−t/τ\mathrm e^{-t/\tau}, yang lenyap. Persamaan itu linear, sehingga penyelesaian-penyelesaiannya dapat dijumlahkan. ∎

Model tunda yang digerakkan oleh insolasi pertengahan Juli pada 65 LU (makin sedikit penyinaran, makin banyak es), dibandingkan dengan tumpukan bentik, ketiganya dibakukan (rata-rata 0, simpangan baku 1); nilai positif berarti lebih banyak es. Model itu mengikuti liukan presesi tumpukan itu tetapi tidak memiliki satu pun siklus gigi gergajinya yang besar. Waktu tanggap 10\, ka adalah pilihan model.
Model tunda yang digerakkan oleh insolasi pertengahan Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU (makin sedikit penyinaran, makin banyak es), dibandingkan dengan tumpukan bentik, ketiganya dibakukan (rata-rata 0, simpangan baku 1); nilai positif berarti lebih banyak es. Model itu mengikuti liukan presesi tumpukan itu tetapi tidak memiliki satu pun siklus gigi gergajinya yang besar. Waktu tanggap 10 ka10\,\mathrm{ka} adalah pilihan model.

Selama 800 000800\,000 tahun terakhir, model tunda berkorelasi dengan tumpukan itu pada r=0.42r = 0.42, sedangkan insolasi itu sendiri hanya pada 0.230.23: tunda itu membantu, tetapi lembaran es yang linear tidak dapat membuat siklus 100 000100\,000 tahun dari gaya paksa yang tidak memilikinya. Terminasi pasti melibatkan perilaku tak linear yang memperkuat dorongan kecil dari insolasi. Kandidatnya adalah umpan balik yang bekerja pada seluruh iklim: umpan balik es–albedo pada Definisi 18.8, karena planet dengan lebih banyak salju dan es memantulkan lebih banyak sinar Matahari; dan karbon dioksida, yang dalam inti es Antarktika naik dalam skala waktu ribuan tahun setiap kali sirkulasi pembalikan Atlantik melemah, seperti yang terjadi ketika air lelehan dari lembaran es mengalir ke Atlantik Utara. Di atas suatu ambang karbon dioksida, kondisi interglasial dapat menjadi stabil.

Definisi 25.9 (Transisi Pleistosen Tengah)

Yang disebut transisi Pleistosen Tengah adalah perubahan, dari sekitar 1 250 0001\,250\,000 sampai 700 000700\,000 tahun yang lalu, dari siklus glasial sekitar 41 00041\,000 tahun dengan amplitudo kecil ke siklus kuasi-periodik sekitar 100 000100\,000 tahun dengan amplitudo besar, dengan lembaran es yang lebih tebal, tanpa perubahan yang bersesuaian pada gaya paksa orbital.

Sebelum transisi itu lembaran es mengikuti kemiringan sumbu, seperti yang ditunjukkan spektrum putus-putus pada gambar di atas; satu hitungan menemukan terminasi glasial pada 67, 88, dan 52 %52\,\% siklus kemiringan sumbu pada Kuarter awal, tengah, dan akhir. Teori orbital saja tidak dapat menjelaskan perubahan itu; kandidatnya adalah dinamika lembaran es itu sendiri, mungkin setelah tersingkirnya regolit lunak tempat lembaran es itu meluncur, dan penurunan bertahap karbon dioksida selama minimum glasial. Belum ada penjelasan yang disepakati secara umum.

25.5 Karbon dioksida dalam siklus glasial

Inti es Antarktika menunjukkan bahwa karbon dioksida mengikuti siklus glasial: antara 188 dan 194 ppm194\,\mathrm{ppm} pada Maksimum Glasial Terakhir, antara 266 dan 282 ppm282\,\mathrm{ppm} pada interglasial terakhir; rekaman gabungan pada Bab 24 memberikan 189.7 ppm189.7\,\mathrm{ppm} untuk 19 sampai 23 ka23\,\mathrm{ka} dan 279.4 ppm279.4\,\mathrm{ppm} selama dua ribu tahun sebelum industri. Gaya radiatifnya tumbuh mendekati logaritma konsentrasinya, 3.93 W m−23.93\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} untuk setiap penggandaan.

Contoh 25.10 (Orbit lawan karbon dioksida)

Dari 189.7 ppm189.7\,\mathrm{ppm} ke 279.4 ppm279.4\,\mathrm{ppm}, gaya radiatifnya 3.93log⁡2(279.4/189.7)=3.93×0.559=2.2 W m−23.93\log_2(279.4/189.7) = 3.93 \times 0.559 = 2.2\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, di seluruh bola Bumi dan sepanjang tahun. Orbit, selama sejuta tahun terakhir, mengubah insolasi rata-rata global dan tahunan paling banyak 340.54−340.00=0.54 W m−2340.54 - 340.00 = 0.54\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, tetapi insolasi pertengahan Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU sekitar 109 W m−2109\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}.

Orbit adalah pengatur laju, bukan mesin. Orbit menyebarkan ulang sinar Matahari antara musim dan lintang dan menentukan waktunya; lembaran es, dengan albedo dan kelambatannya, dan karbon dioksida, dengan gaya paksa globalnya, mengubah sinyal regional menjadi perubahan iklim global.

Latihan

Data untuk latihan, kecuali dinyatakan lain: S0=1360 W m−2S_0 = 1360\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} (nilai dalam tabel-tabel itu); tahun tropis 365.2422365.2422 hari; unsur-unsur orbit dari tabel-tabel itu, yang untuk masa kini e=0.017236e = 0.017236, ϖ=101.37∘\varpi = 101.37{}^{\circ}, ε=23.446∘\varepsilon = 23.446{}^{\circ}.

Latihan 25.1 ★

Ambil e=0.0167e = 0.0167. (a) Hitung perbandingan jarak aphelion a(1+e)a(1 + e) terhadap jarak perihelion a(1−e)a(1 - e). (b) Nyatakan selisihnya sebagai persentase dari aa. (c) Dengan faktor berapa sinar Matahari di perihelion lebih kuat daripada di aphelion?

Solusi

Solusi Latihan 25.1.

(a) 1.0167/0.9833=1.03401.0167/0.9833 = 1.0340: aphelion 3.4 %3.4\,\% lebih jauh daripada perihelion. (b) a(1+e)−a(1−e)=2ea=0.0334 aa(1 + e) - a(1 - e) = 2ea = 0.0334\,a, 3.34 %3.34\,\% dari aa, dekat dengan 3.4 persen yang biasa dikutip. (c) Sinar Matahari melemah sebanding dengan kebalikan kuadrat jarak: 1.03402=1.0691.0340^2 = 1.069, sekitar 7 %7\,\% lebih banyak sinar Matahari di perihelion.

Latihan 25.2 ★

Tabel-tabel itu memberikan e=0.017236e = 0.017236, ϖ=101.37∘\varpi = 101.37{}^{\circ} untuk masa kini; e=0.019971e = 0.019971, ϖ=293.86∘\varpi = 293.86{}^{\circ} untuk 10 00010\,000 tahun yang lalu; e=0.019249e = 0.019249, ϖ=359.99∘\varpi = 359.99{}^{\circ} untuk 60006000 tahun yang lalu. (a) Hitung presesi iklim untuk setiap umur. (b) Untuk masing-masing, berikan bujur Matahari pada saat perihelion. (c) Pada umur berapa perihelion paling dekat dengan solstis Juni, dan pada umur berapa dengan ekuinoks September?

Solusi

Solusi Latihan 25.2.

(a) Kini 0.017236×sin⁡101.37∘=0.017236×0.9804=0.016900.017236 \times \sin101.37{}^{\circ} = 0.017236 \times 0.9804 = 0.01690; 10 00010\,000 tahun yang lalu 0.019971×sin⁡293.86∘=0.019971×(−0.9145)=−0.018260.019971 \times \sin293.86{}^{\circ} = 0.019971 \times (-0.9145) = -0.01826; 60006000 tahun yang lalu 0.019249×sin⁡359.99∘≈00.019249 \times \sin359.99{}^{\circ} \approx 0, yaitu nilai-nilai dalam tabel. (b) Bujur Matahari pada saat perihelion adalah ϖ+180∘\varpi + 180{}^{\circ}: 281.37∘281.37{}^{\circ} masa kini, 473.86∘473.86{}^{\circ} −- 360∘360{}^{\circ} == 113.86∘113.86{}^{\circ} 10 00010\,000 tahun yang lalu, 179.99∘179.99{}^{\circ} 60006000 tahun yang lalu. (c) 10 00010\,000 tahun yang lalu perihelion jatuh 24∘24{}^{\circ} setelah solstis Juni, yang terdekat dengannya di antara ketiganya, pada musim panas utara; 60006000 tahun yang lalu perihelion jatuh pada ekuinoks September, tempat presesi iklim bernilai nol.

Latihan 25.3 ★

Sumbu rotasi berpresesi dengan periode sekitar 25 77025\,770 tahun relatif terhadap bintang-bintang, sementara orbit berputar dengan periode sekitar 112 000112\,000 tahun. Anggaplah kedua gerak itu menggeser perihelion relatif terhadap ekuinoks dalam arah yang sama, sehingga frekuensinya dijumlahkan. (a) Gabungkan kedua frekuensi itu untuk menemukan periode perihelion bergerak melalui musim-musim. (b) Bandingkan dengan periode utama presesi iklim, 19.019.0, 22.422.4, dan 23.723.7 ribu tahun.

Solusi

Solusi Latihan 25.3.

(a) Frekuensinya dijumlahkan: 1/25.77+1/112=0.03880+0.00893=0.047 73 ka−11/25.77 + 1/112 = 0.03880 + 0.00893 = 0.047\,73\,\mathrm{ka}^{-1}, periode sebesar 1/0.04773=21.01/0.04773 = 21.0 ribu tahun. (b) Hasilnya jatuh di dalam rentang periode utama, 19.0 sampai 23.7 ribu tahun. Satu angka tunggal tidak dapat mereproduksi semuanya: perputaran orbit itu sendiri merupakan jumlah beberapa gerak dengan frekuensi berbeda, yang masing-masing bergabung dengan presesi sumbu untuk memberikan satu periode presesi iklim; rata-ratanya adalah 23 00023\,000 tahun yang biasa dikutip.

Latihan 25.4 ★

Dengan Proposisi 25.5 dan e=0.0167e = 0.0167, hitung insolasi rata-rata tahunan di Kutub Utara untuk kemiringan sumbu 22.1∘22.1{}^{\circ} dan 24.5∘24.5{}^{\circ}. Berapa persen insolasi itu bertambah di antara keduanya?

Solusi

Solusi Latihan 25.4.

1−0.01672=0.99986\sqrt{1 - 0.0167^2} = 0.99986. Untuk 22.1∘22.1{}^{\circ}: 1360×0.37622/(π×0.99986)=162.9 W m−21360 \times 0.37622/(\pi \times 0.99986) = 162.9\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; untuk 24.5∘24.5{}^{\circ}: 1360×0.41469/(π×0.99986)=179.5 W m−21360 \times 0.41469/(\pi \times 0.99986) = 179.5\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Perbandingannya sin⁡24.5∘/sin⁡22.1∘=1.102\sin24.5{}^{\circ}/\sin22.1{}^{\circ} = 1.102: rata-rata tahunan di kutub bertambah 10.2 %10.2\,\%, sekitar 16.7 W m−216.7\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, di antara kedua ekstrem itu.

Latihan 25.5 ★★

(a) Hitung secara tepat faktor jarak (a/r)2(a/r)^2 pada solstis Juni masa kini dan 116 000116\,000 tahun yang lalu (e=0.043988e = 0.043988, ϖ=92.71∘\varpi = 92.71{}^{\circ}), dan bandingkan dengan pendekatan 1−2esin⁡ϖ1 - 2e\sin\varpi. (b) Hitung keduanya pada solstis Desember. (c) Mengapa pendekatan itu lebih buruk 116 000116\,000 tahun yang lalu?

Solusi

Solusi Latihan 25.5.

(a) Pada solstis Juni berlaku (a/r)2=((1−esin⁡ϖ)/(1−e2))2(a/r)^2 = \bigl((1 - e\sin\varpi)/(1 - e^2)\bigr)^2. Kini esin⁡ϖ=0.016898e\sin\varpi = 0.016898 dan (0.983102/0.999703)2=0.9671(0.983102/0.999703)^2 = 0.9671, dibandingkan dengan 1−0.033796=0.96621 - 0.033796 = 0.9662; 116 000116\,000 tahun yang lalu esin⁡ϖ=0.043939e\sin\varpi = 0.043939 dan (0.956061/0.998065)2=0.9176(0.956061/0.998065)^2 = 0.9176, dibandingkan dengan 1−0.087878=0.91211 - 0.087878 = 0.9121. (b) Pada solstis Desember (a/r)2=((1+esin⁡ϖ)/(1−e2))2(a/r)^2 = \bigl((1 + e\sin\varpi)/(1 - e^2)\bigr)^2: kini 1.03471.0347 dibandingkan dengan 1.03381.0338, 116 000116\,000 tahun yang lalu 1.09401.0940 dibandingkan dengan 1.08791.0879. (c) Suku-suku yang diabaikan berorde e2e^2: (1−x)2/(1−e2)2≈1−2x+x2+2e2(1 - x)^2/(1 - e^2)^2 \approx 1 - 2x + x^2 + 2e^2 dengan x=esin⁡ϖx = e\sin\varpi, di sini sekitar 3e23e^2. Suku-suku itu bernilai 3×0.01722=0.00093 \times 0.0172^2 = 0.0009 masa kini dan 3×0.04402=0.00583 \times 0.0440^2 = 0.0058 116 000116\,000 tahun yang lalu, dekat dengan selisih yang ditemukan, 0.00090.0009 dan 0.00550.0055: pendekatan itu enam kali lebih buruk ketika eksentrisitasnya dua setengah kali lebih besar.

Latihan 25.6 ★★

Ulangi Contoh 25.4 langkah demi langkah: sudut jam terbenamnya Matahari pada 65∘65{}^{\circ} LU pada solstis Juni, panjang siang hari, insolasi pada jarak rata-rata, dan insolasi masa kini.

Solusi

Solusi Latihan 25.6.

Pada solstis Juni δ=ε=23.446∘\delta = \varepsilon = 23.446{}^{\circ}. cos⁡h0=−tan⁡65∘tan⁡23.446∘=−2.14451×0.43369=−0.93006\cos h_0 = -\tan65{}^{\circ}\tan23.446{}^{\circ} = -2.14451 \times 0.43369 = -0.93006, sehingga h0=158.44∘=2.7654 radh_0 = 158.44{}^{\circ} = 2.7654\,\mathrm{rad}. Siang hari berlangsung 2×158.44/15=21.132 \times 158.44/15 = 21.13 jam (Bumi berputar 15∘15{}^{\circ} per jam). Dengan sin⁡65∘=0.90631\sin65{}^{\circ} = 0.90631, cos⁡65∘=0.42262\cos65{}^{\circ} = 0.42262, sin⁡δ=0.39788\sin\delta = 0.39788, cos⁡δ=0.91744\cos\delta = 0.91744, dan sin⁡h0=0.36742\sin h_0 = 0.36742, bagian dalam kurung adalah 2.7654×0.90631×0.39788+0.42262×0.91744×0.36742=0.99720+0.14246=1.139662.7654 \times 0.90631 \times 0.39788 + 0.42262 \times 0.91744 \times 0.36742 = 0.99720 + 0.14246 = 1.13966. Pada jarak rata-rata Qˉ=(1360/π)×1.13966=432.90×1.13966=493.4 W m−2\bar Q = (1360/\pi) \times 1.13966 = 432.90 \times 1.13966 = 493.4\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; dengan faktor jarak dari Latihan 25.5, 493.4×0.9671=477.1 W m−2493.4 \times 0.9671 = 477.1\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Sebagai pemeriksaan, langkah-langkah yang sama pada 60∘60{}^{\circ} LU memberikan 475.96 W m−2475.96\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, sedangkan tabel-tabel itu memberikan 475.95475.95.

Latihan 25.7 ★★

(a) Dengan memakai dt=T(r/a)2 dλ/(2π1−e2)\mathrm dt = T(r/a)^2\,\mathrm d\lambda/(2\pi\sqrt{1 - e^2}) dan (r/a)2≈1+2ecos⁡(λ−ϖ)(r/a)^2 \approx 1 + 2e\cos(\lambda - \varpi), tunjukkan bahwa setengah tahun dari ekuinoks Maret sampai ekuinoks September berlangsung sekitar T/2+(2T/π) esin⁡ϖT/2 + (2T/\pi)\,e\sin\varpi. (b) Hitung berapa hari setengah tahun itu melebihi setengah tahun lainnya pada masa kini. (c) Bandingkan dengan 4.5 hari selisih musim panas utara terhadap musim dingin dan tiga hari selisih musim semi terhadap musim gugur.

Solusi

Solusi Latihan 25.7.

(a) Ekuinoks Maret adalah λ=0\lambda = 0, ekuinoks September λ=π\lambda = \pi. Dengan 1−e2≈1\sqrt{1 - e^2} \approx 1, durasinya T2π∫0π(1+2ecos⁡(λ−ϖ)) dλ=T2π(π+2e[sin⁡(λ−ϖ)]0π)=T2π(π+4esin⁡ϖ)=T2+2Tπesin⁡ϖ\frac{T}{2\pi}\int_0^{\pi}\bigl(1 + 2e\cos(\lambda - \varpi)\bigr)\,\mathrm d\lambda = \frac{T}{2\pi}\bigl(\pi + 2e[\sin(\lambda - \varpi)]_0^{\pi}\bigr) = \frac{T}{2\pi}(\pi + 4e\sin\varpi) = \frac T2 + \frac{2T}{\pi}e\sin\varpi. (b) Setengah tahun yang lain lebih pendek dengan jumlah yang sama, sehingga selisihnya (4T/π) esin⁡ϖ=(4×365.2422/π)×0.016898=465.04×0.016898=7.86(4T/\pi)\,e\sin\varpi = (4 \times 365.2422/\pi) \times 0.016898 = 465.04 \times 0.016898 = 7.86 hari. (c) Musim semi dan musim panas bersama-sama melebihi musim gugur dan musim dingin sebesar 4.5+3=7.54.5 + 3 = 7.5 hari; kedua selisih yang dikutip itu dibulatkan, dan kesesuaiannya berada di dalam pembulatan itu.

Latihan 25.8 ★★

Selama sejuta tahun terakhir eksentrisitas berkisar dari 0.00460.0046 sampai 0.05650.0565. (a) Hitung insolasi rata-rata global dan tahunan S0/(41−e2)S_0/(4\sqrt{1 - e^2}) pada kedua ekstrem itu. (b) Seberapa besar, dalam W m−2\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} dan dalam persen, orbit mengubahnya? (c) Bandingkan dengan rentang insolasi pertengahan Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU, 388 sampai 497 W m−2497\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}.

Solusi

Solusi Latihan 25.8.

(a) Untuk e=0.0046e = 0.0046: 1−e2=0.999989\sqrt{1 - e^2} = 0.999989 dan 340/0.999989=340.004 W m−2340/0.999989 = 340.004\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Untuk e=0.0565e = 0.0565: 1−0.003192=0.998403\sqrt{1 - 0.003192} = 0.998403 dan 340/0.998403=340.544 W m−2340/0.998403 = 340.544\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. (b) Selisihnya 0.54 W m−20.54\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, 0.16 %0.16\,\%. (c) Insolasi pertengahan Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU berayun sebesar 497−388=109 W m−2497 - 388 = 109\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, sekitar 25 %25\,\% dari rata-ratanya dan dua ratus kali perubahan rata-rata tahunan global: orbit memengaruhi iklim dengan memindahkan sinar Matahari antara musim dan lintang, bukan dengan mengubah totalnya.

Latihan 25.9 ★★

Dengan model tunda dan τ=10 ka\tau = 10\,\mathrm{ka}, hitung amplitudo relatif dan tunda volume es untuk gaya paksa sinusoidal dengan periode 23, 41, dan 100100 ribu tahun. Pita mana yang diunggulkan lembaran es, dan mengapa?

Solusi

Solusi Latihan 25.9.

Dengan ω=2π/P\omega = 2\pi/P dan τ=10 ka\tau = 10\,\mathrm{ka}: untuk P=23P = 23, ωτ=2.732\omega\tau = 2.732, amplitudo relatif 1/1+7.464=0.3441/\sqrt{1 + 7.464} = 0.344 dan tunda arctan⁡(2.732)/ω=1.2199/0.2732=4.47\arctan(2.732)/\omega = 1.2199/0.2732 = 4.47 ka; untuk P=41P = 41, ωτ=1.532\omega\tau = 1.532, amplitudo 0.5460.546, tunda 0.9926/0.1532=6.480.9926/0.1532 = 6.48 ka; untuk P=100P = 100, ωτ=0.628\omega\tau = 0.628, amplitudo 0.8470.847, tunda 0.5610/0.0628=8.930.5610/0.0628 = 8.93 ka. Lembaran es mengunggulkan gaya paksa yang lambat: lembaran es mengikuti 85 %85\,\% siklus 100 000100\,000 tahun tetapi hanya sepertiga siklus presesi, karena waktunya terlalu sedikit untuk tumbuh atau menyusut sebelum gaya paksa yang cepat berbalik arah. Lembaran es bertindak sebagai tapis lolos-rendah.

Latihan 25.10 ★★★

Insolasi pertengahan Juli pada 65∘65{}^{\circ} LU hampir tidak memiliki daya pada 100 000100\,000 tahun, tetapi volume es selama 700 000700\,000 tahun terakhir memiliki sebagian besar dayanya di sana. (a) Tunjukkan bahwa jika gaya paksanya A1sin⁡ω1t+A2sin⁡ω2tA_1\sin \omega_1 t + A_2\sin\omega_2 t, model tunda hanya menanggapi pada ω1\omega_1 dan ω2\omega_2. (b) Tunjukkan bahwa tanggapan yang memuat suku V2V^2, misalnya dV/dt=(Veq−V)/τ+kV2\mathrm dV/\mathrm dt = (V_{\mathrm{eq}} - V)/\tau + kV^2, dapat menciptakan frekuensi ω1−ω2\omega_1 - \omega_2 dan ω1+ω2\omega_1 + \omega_2, dengan menyubstitusikan penyelesaian linear ke dalam V2V^2. (c) Dua suku presesi dengan periode 23.723.7 dan 19.019.0 ribu tahun berinterferensi dengan periode berapa? Apa kesimpulanmu tentang siklus 100 000100\,000 tahun?

Solusi

Solusi Latihan 25.10.

(a) Persamaan itu linear: jika V1V_1 menanggapi A1sin⁡ω1tA_1\sin\omega_1t dan V2V_2 menanggapi A2sin⁡ω2tA_2\sin\omega_2t, V1+V2V_1 + V_2 menanggapi jumlahnya. Menurut Proposisi 25.8 V1V_1 dan V2V_2 adalah sinusoid dengan frekuensi ω1\omega_1 dan ω2\omega_2 (setelah transiennya lenyap), sehingga tanggapan itu tidak memuat frekuensi lain. (b) Dengan V≈B1sin⁡(ω1t−ϕ1)+B2sin⁡(ω2t−ϕ2)V \approx B_1\sin(\omega_1t - \phi_1) + B_2\sin(\omega_2t - \phi_2),

V2=12(B12+B22)−12B12cos⁡(2ω1t−2ϕ1)−12B22cos⁡(2ω2t−2ϕ2)+B1B2[cos⁡((ω1−ω2)t−ϕ1+ϕ2)−cos⁡((ω1+ω2)t−ϕ1−ϕ2)],\begin{aligned} V^2 &= \tfrac12(B_1^2 + B_2^2) - \tfrac12B_1^2\cos(2\omega_1t - 2\phi_1) - \tfrac12B_2^2\cos(2\omega_2t - 2\phi_2)\\ &\quad + B_1B_2\bigl[\cos\bigl((\omega_1 - \omega_2)t - \phi_1 + \phi_2\bigr) - \cos\bigl((\omega_1 + \omega_2)t - \phi_1 - \phi_2\bigr)\bigr], \end{aligned}

sehingga suku kV2kV^2 memaksa persamaan itu pada frekuensi selisih dan frekuensi jumlah, serta pada frekuensi ganda. (c) 1/(1/19.0−1/23.7)=1/(0.05263−0.04219)=95.81/(1/19.0 - 1/23.7) = 1/(0.05263 - 0.04219) = 95.8 ribu tahun; pasangan 19.0 dan 22.4 memberikan 125 ribu tahun. Frekuensi selisih suku-suku presesi jatuh dalam pita eksentrisitas, sebagaimana seharusnya, karena presesi iklim adalah esin⁡ϖe\sin\varpi. Karena itu lembaran es yang tak linear dapat menarik irama 100 000100\,000 tahun dari presesi; lembaran es yang linear tidak dapat. Siklus 100 000100\,000 tahun merupakan bukti perilaku tak linear, meskipun perhitungan ini saja tidak menunjukkan perilaku yang mana.

Latihan 25.11 ★★★

Di Kutub Utara, energi yang diterima per meter persegi selama siang kutub adalah E=∫S0(a/r)2sin⁡δ dtE = \int S_0(a/r)^2 \sin\delta\,\mathrm dt selama setengah tahun ketika δ>0\delta > 0. (a) Tunjukkan dengan bukti Proposisi 25.5 bahwa E=S0Tsin⁡ε/(π1−e2)E = S_0T\sin\varepsilon/(\pi\sqrt{1 - e^2}). (b) Hitung EE dalam GJ m−2\mathrm{GJ}\,\mathrm{m}^{-2} untuk ε=22.1∘\varepsilon = 22.1{}^{\circ} dan 24.5∘24.5{}^{\circ}, dengan e=0.0167e = 0.0167 dan TT = 365.25 hari. (c) Presesi tidak muncul dalam EE. Mengapa presesi tetap dapat mengubah pencairan suatu lembaran es?

Solusi

Solusi Latihan 25.11.

(a) Seperti dalam bukti Proposisi 25.5, (a/r)2 dt=T dλ/(2π1−e2)(a/r)^2\,\mathrm dt = T\,\mathrm d\lambda/(2\pi\sqrt{1 - e^2}), dan sin⁡δ=sin⁡εsin⁡λ\sin\delta = \sin\varepsilon\sin\lambda positif untuk 0<λ<π0 < \lambda < \pi. Jadi E=S0Tsin⁡ε2π1−e2∫0πsin⁡λ dλ=S0Tsin⁡ε/(π1−e2)E = \frac{S_0T\sin\varepsilon}{2\pi\sqrt{1 - e^2}}\int_0^{\pi}\sin\lambda \,\mathrm d\lambda = S_0T\sin\varepsilon/(\pi\sqrt{1 - e^2}). (b) T=365.25×86400=3.1558×107 sT = 365.25 \times 86400 = 3.1558 \times 10^{7}\,\mathrm{s}, S0T/π=1.3661×1010 J m−2S_0T/\pi = 1.3661 \times 10^{10}\,\mathrm{J}\,\mathrm{m}^{-2}; untuk 22.1∘22.1{}^{\circ}, E=1.3661×1010×0.37622/0.99986=5.14 GJ m−2E = 1.3661 \times 10^{10} \times 0.37622/0.99986 = 5.14\,\mathrm{GJ}\,\mathrm{m}^{-2}; untuk 24.5∘24.5{}^{\circ}, 5.67 GJ m−25.67\,\mathrm{GJ}\,\mathrm{m}^{-2}, 10 %10\,\% lebih banyak. (c) Presesi menentukan bagaimana energi yang sama tersebar dalam waktu: musim panas di perihelion lebih singkat dan lebih intens, musim panas di aphelion lebih panjang dan lebih lemah. Pencairan baru dimulai di atas 0 ∘C0\,{}^{\circ}\mathrm{C}, sehingga musim panas yang singkat dan intens dapat mencairkan lebih banyak daripada musim panas yang panjang dan sejuk yang menerima total yang sama.

Latihan 25.12 ★★★

(a) Hitung gaya radiatif dari kenaikan karbon dioksida dari 189.7 ppm189.7\,\mathrm{ppm} ke 279.4 ppm279.4\,\mathrm{ppm}, dengan 3.93 W m−23.93\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} per penggandaan dan hukum logaritmik. (b) Rentang yang diberikan untuk Maksimum Glasial Terakhir dan interglasial terakhir adalah 188 sampai 194 ppm194\,\mathrm{ppm} dan 266 sampai 282 ppm282\,\mathrm{ppm}: hitung gaya radiatif terkecil dan terbesar yang dimungkinkannya. (c) Bandingkan dengan perubahan insolasi tahunan global pada Latihan 25.8 dan dengan ayunan insolasi musim panas pada 65∘65{}^{\circ} LU. Mana yang menjadi pemicu dan mana yang menjadi penguat?

Solusi

Solusi Latihan 25.12.

(a) 3.93log⁡2(279.4/189.7)=3.93log⁡21.4729=3.93×0.5586=2.20 W m−23.93\log_2(279.4/189.7) = 3.93\log_2 1.4729 = 3.93 \times 0.5586 = 2.20\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. (b) Kenaikan terkecil adalah dari 194 ke 266 ppm266\,\mathrm{ppm}: 3.93log⁡21.3711=3.93×0.4554=1.79 W m−23.93\log_2 1.3711 = 3.93 \times 0.4554 = 1.79\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; yang terbesar dari 188 ke 282 ppm282\,\mathrm{ppm}: 3.93log⁡21.5=3.93×0.5850=2.30 W m−23.93\log_2 1.5 = 3.93 \times 0.5850 = 2.30\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. (c) Gaya radiatif karbon dioksida empat kali perubahan terbesar insolasi tahunan global, 0.54 W m−20.54\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, dan bekerja di mana-mana dan sepanjang tahun; insolasi musim panas pada 65∘65{}^{\circ} LU berayun sekitar 109 W m−2109\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, tetapi pada satu lintang dan satu musim. Orbit adalah pemicunya, melalui musim panas lembaran es utara; karbon dioksida, bersama umpan balik es–albedo, adalah penguat yang menyebarkan perubahan itu ke seluruh bola Bumi.

Soal 25.1

Soal akhir pekan — Sinar Matahari pada 65∘65{}^{\circ} LU

Interglasial terakhir berakhir sekitar 116 000116\,000 tahun yang lalu. Berapa banyak penyinaran yang diterima musim panas di lintang lembaran-lembaran es besar utara saat itu, dibandingkan dengan masa kini? Gunakan data latihan. Tabel-tabel itu memberikan, untuk 116 000116\,000 tahun yang lalu, e=0.0440e = 0.0440, ϖ=92.7∘\varpi = 92.7{}^{\circ}, ε=22.52∘\varepsilon = 22.52{}^{\circ}; untuk masa kini, dibulatkan dengan cara yang sama, e=0.0172e = 0.0172, ϖ=101.4∘\varpi = 101.4{}^{\circ}, ε=23.45∘\varepsilon = 23.45{}^{\circ}.

Bagian I — Orbit dulu dan kini.

  1. Hitung presesi iklim dulu dan kini.
  2. Hitung jarak perihelion dan aphelion, dalam satuan aa, dulu dan kini.
  3. Pada bujur Matahari berapa Bumi berada di perihelion dulu, dan kini? Dekat solstis yang mana?
  4. Dengan faktor berapa sinar Matahari di perihelion lebih kuat daripada di aphelion, dulu dan kini?
  5. Apakah kemiringan sumbu lebih besar atau lebih kecil daripada masa kini? Apa artinya bagi musim panas di lintang tinggi?
  6. Hitung insolasi rata-rata global dan tahunan dulu dan kini. Apakah selisihnya berarti?

Bagian II — Jarak pada solstis Juni.

  1. Tunjukkan dari Proposisi 25.3 bahwa pada solstis Juni r/a=(1−e2)/(1−esin⁡ϖ)r/a = (1 - e^2)/(1 - e\sin\varpi).
  2. Hitung r/ar/a pada solstis Juni dulu dan kini.
  3. Hitung (a/r)2(a/r)^2 dulu dan kini.
  4. Bandingkan dengan pendekatan 1−2esin⁡ϖ1 - 2e\sin\varpi.
  5. Berapa persen sinar Matahari solstis lebih lemah daripada pada jarak rata-rata, dulu dan kini?

Bagian III — Penyinaran pada 65∘65{}^{\circ} LU.

  1. Berikan deklinasi Matahari pada solstis Juni dulu dan kini.
  2. Hitung sudut jam terbenamnya Matahari pada 65∘65{}^{\circ} LU pada hari itu, dulu dan kini.
  3. Simpulkan panjang siang harinya.
  4. Hitung insolasi harian rata-rata pada jarak rata-rata.
  5. Hitung insolasi harian rata-rata, dulu dan kini.
  6. Tabel-tabel itu memberikan, untuk pertengahan Juli, 397.60 dan 426.76 W m−2426.76\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Mengapa nilai solstis lebih tinggi?
  7. Mana yang lebih berpengaruh pada selisih antara dulu dan kini, kemiringan sumbu atau jarak?

Bagian IV — Jawaban lembaran es.

  1. Dalam model tunda dengan τ=10 ka\tau = 10\,\mathrm{ka}, berapa bagian dari perubahan mendadak VeqV_{\mathrm{eq}} yang telah dicapai lembaran es setelah 5, 10, dan 20 ka20\,\mathrm{ka}?
  2. Insolasi Juni pada 65∘65{}^{\circ} LU turun dari maksimum sekitar 128 000128\,000 tahun yang lalu ke minimum 116 000116\,000 tahun yang lalu, setengah siklus presesi. Untuk sinusoid dengan periode 23 ka23\,\mathrm{ka}, berapa bagian gaya paksa yang diikuti lembaran es, dan seberapa terlambat?
  3. Mengapa lembaran es tidak dapat mencapai, dalam satu siklus presesi, ukuran yang dapat dipertahankan oleh insolasi musim panas yang rendah?
  4. Es memerlukan sekitar 90 00090\,000 tahun untuk menumpuk sampai Maksimum Glasial Terakhir dan sekitar 10 00010\,000 tahun untuk mencair. Mengapa model tunda tidak dapat menghasilkan ketimpangan itu?
  5. Karbon dioksida berada antara 266 dan 282 ppm282\,\mathrm{ppm} pada interglasial terakhir dan antara 188 dan 194 ppm194\,\mathrm{ppm} pada Maksimum Glasial Terakhir. Bagaimana karbon dioksida membantu perubahan penyinaran regional menjadi perubahan iklim global?
  6. Sebagai ringkasan: berapa insolasi harian rata-rata pada 65∘65{}^{\circ} LU pada solstis Juni ketika interglasial terakhir berakhir, 116 000116\,000 tahun yang lalu?
Solusi

Solusi Soal 25.1.

1. Dulu 0.0440×sin⁡92.7∘=0.0440×0.99889=0.043950.0440 \times \sin92.7{}^{\circ} = 0.0440 \times 0.99889 = 0.04395; kini 0.0172×sin⁡101.4∘=0.0172×0.98027=0.016860.0172 \times \sin101.4{}^{\circ} = 0.0172 \times 0.98027 = 0.01686, sekitar 2.6 kali lebih kecil. 2. Dulu 1−0.0440=0.9561 - 0.0440 = 0.956 dan 1+0.0440=1.0441 + 0.0440 = 1.044; kini 0.98280.9828 dan 1.01721.0172. 3. Pada λ=ϖ+180∘\lambda = \varpi + 180{}^{\circ}: dulu 272.7∘272.7{}^{\circ}, kini 281.4∘281.4{}^{\circ}, keduanya dekat solstis Desember (λ=270∘\lambda = 270{}^{\circ}); dulu Bumi melewati perihelion kurang dari tiga hari setelahnya, dan aphelion pada solstis Juni. 4. Dulu (1.044/0.956)2=1.09212=1.193(1.044/0.956)^2 = 1.0921^2 = 1.193, kini (1.0172/0.9828)2=1.03502=1.071(1.0172/0.9828)^2 = 1.0350^2 = 1.071: 19 %19\,\% lebih banyak sinar Matahari di perihelion dulu, 7 %7\,\% kini. 5. Lebih kecil, 22.52∘22.52{}^{\circ} dibandingkan dengan 23.45∘23.45{}^{\circ}: Matahari musim panas berdiri lebih rendah di lintang tinggi, dan lintang tinggi menerima lebih sedikit sinar Matahari pada musim panas dan sepanjang tahun. 6. Dulu 340/1−0.001936=340/0.999032=340.33 W m−2340/\sqrt{1 - 0.001936} = 340/0.999032 = 340.33\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; kini 340/0.999852=340.05 W m−2340/0.999852 = 340.05\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Selisihnya, 0.28 W m−20.28\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} atau kurang dari satu per seribu, tidak berarti. 7. Pada λ=90∘\lambda = 90{}^{\circ}, cos⁡(90∘−ϖ)=sin⁡ϖ\cos(90{}^{\circ} - \varpi) = \sin\varpi dalam Proposisi 25.3. 8. Dulu (1−0.001936)/(1−0.04395)=0.998064/0.956049=1.04395(1 - 0.001936)/(1 - 0.04395) = 0.998064/0.956049 = 1.04395; kini (1−0.000296)/(1−0.01686)=0.999704/0.983139=1.01685(1 - 0.000296)/(1 - 0.01686) = 0.999704/0.983139 = 1.01685. 9. Dulu 1/1.043952=0.917581/1.04395^2 = 0.91758; kini 1/1.016852=0.967141/1.01685^2 = 0.96714. 10. Dulu 1−2×0.04395=0.912101 - 2 \times 0.04395 = 0.91210; kini 1−2×0.01686=0.966281 - 2 \times 0.01686 = 0.96628: pendekatan itu meleset sebesar 0.00550.0055 dulu, 0.00090.0009 kini. 11. Dulu 1−0.91758=8.2 %1 - 0.91758 = 8.2\,\% lebih lemah, kini 3.3 %3.3\,\%. 12. Pada solstis δ=ε\delta = \varepsilon: 22.52∘22.52{}^{\circ} dulu, 23.45∘23.45{}^{\circ} kini. 13. Dulu cos⁡h0=−2.14451×0.41462=−0.88916\cos h_0 = -2.14451 \times 0.41462 = -0.88916, h0=152.77∘=2.6663 radh_0 = 152.77{}^{\circ} = 2.6663\,\mathrm{rad}; kini cos⁡h0=−2.14451×0.43378=−0.93023\cos h_0 = -2.14451 \times 0.43378 = -0.93023, h0=158.47∘=2.7659 radh_0 = 158.47{}^{\circ} = 2.7659\,\mathrm{rad}. 14. 2h0/15∘2h_0/15{}^{\circ} per jam: dulu 20.3720.37 jam, kini 21.1321.13 jam. 15. Dulu 2.6663×0.90631×0.38301+0.42262×0.92375×0.45759=0.92554+0.17864=1.104182.6663 \times 0.90631 \times 0.38301 + 0.42262 \times 0.92375 \times 0.45759 = 0.92554 + 0.17864 = 1.10418 (1.104 171.104\,17 tanpa pembulatan), dan 432.90×1.10417=478.0 W m−2432.90 \times 1.10417 = 478.0\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; kini 2.7659×0.90631×0.39795+0.42262×0.91741×0.36697=0.99757+0.14228=1.139852.7659 \times 0.90631 \times 0.39795 + 0.42262 \times 0.91741 \times 0.36697 = 0.99757 + 0.14228 = 1.13985 (1.139 821.139\,82 tanpa pembulatan), dan 432.90×1.13982=493.4 W m−2432.90 \times 1.13982 = 493.4\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. 16. Dulu 478.0×0.91758=438.6 W m−2478.0 \times 0.91758 = 438.6\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; kini 493.4×0.96714=477.2 W m−2493.4 \times 0.96714 = 477.2\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, 38.6 W m−238.6\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} lebih banyak daripada dulu. 17. Pada pertengahan Juli bujur Matahari adalah 120∘120{}^{\circ}: sin⁡δ=sin⁡εsin⁡120∘\sin\delta = \sin\varepsilon\sin120{}^{\circ}, deklinasi sekitar 20∘20{}^{\circ} alih-alih 23∘23{}^{\circ}, sehingga siang lebih pendek dan Matahari lebih rendah: pada 65∘65{}^{\circ} LU insolasi harian rata-rata paling besar dekat solstis, ketika deklinasinya paling besar. 18. Dengan jarak masa kini, perubahan kemiringan sumbu saja mengurangi (493.4−478.0)×0.96714=14.9 W m−2(493.4 - 478.0) \times 0.96714 = 14.9\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; dengan kemiringan sumbu yang lama, jarak saja mengurangi 478.0×(0.96714−0.91758)=23.7 W m−2478.0 \times (0.96714 - 0.91758) = 23.7\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}. Keduanya berjumlah 38.6 W m−238.6\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}; jarak berperan sekitar tiga perlima. 19. Setelah perubahan mendadak, lembaran es telah mencapai 1−e−t/τ1 - \mathrm e^{-t/\tau} darinya: 1−e−0.5=0.391 - \mathrm e^{-0.5} = 0.39 setelah 5 ka5\,\mathrm{ka}, 1−e−1=0.631 - \mathrm e^{-1} = 0.63 setelah 10 ka10\,\mathrm{ka}, 1−e−2=0.861 - \mathrm e^{-2} = 0.86 setelah 20 ka20\,\mathrm{ka}. 20. ωτ=2π×10/23=2.732\omega\tau = 2\pi \times 10/23 = 2.732: lembaran es mengikuti 1/1+2.7322=0.341/\sqrt{1 + 2.732^2} = 0.34 dari gaya paksa, dengan keterlambatan arctan⁡(2.732)/ω=4.5\arctan(2.732)/\omega = 4.5 ka. 21. Setengah siklus presesi, sekitar 11 sampai 12 ka12\,\mathrm{ka}, kira-kira sama dengan satu waktu tanggap: sebelum lembaran es menempuh dua pertiga jalannya, insolasi berbalik dan menariknya kembali. 22. Dalam model linear, es tumbuh dan menyusut dengan laju yang sama untuk gaya paksa yang sama besarnya: gaya paksa yang naik dan yang turun memberikan tanggapan yang saling mencerminkan. Penumpukan lambat yang diikuti keruntuhan cepat memerlukan tanggapan yang bergantung pada keadaan atau arah perubahan, yaitu tanggapan yang tak linear. 23. Karbon dioksida naik sebesar 3.93log⁡2(266/194)=1.83.93\log_2(266/194) = 1.8 sampai 3.93log⁡2(282/188)=2.3 W m−23.93\log_2(282/188) = 2.3\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} dari glasial ke interglasial: gaya paksa di seluruh bola Bumi dan sepanjang tahun. Karena dilepaskan ketika sirkulasi Atlantik melemah, karbon dioksida membawa perubahan musim panas utara ke seluruh planet, dan, bersama albedo es yang menyusut, memperkuatnya. 24. Ketika interglasial terakhir berakhir, insolasi harian rata-rata solstis Juni pada 65∘65{}^{\circ} LU sekitar 439 W m−2439\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}, 39 W m−239\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2} lebih kecil daripada masa kini dan merupakan nilai terendahnya dalam siklus itu.

এই অধ্যায়ে সংজ্ঞায়িত পরিভাষা-শব্দ

পরিভাষায় সব 957 টি শব্দ দেখো