Tuangkan sedikit larutan amonia ke dalam tembaga(II) sulfat yang biru pucat: seketika terbentuk endapan biru pucat. Tuangkan lebih banyak lagi, dan endapan itu larut menjadi larutan berwarna biru pekat, hampir seperti tinta. Tidak ada satu pun dalam bab asam–basa atau pengendapan yang menjelaskan tahap kedua itu. Molekul-molekul amonia telah terikat pada ion tembaga melalui pasangan elektron bebasnya dan membentuk spesies baru, sebuah kompleks, yang lebih stabil daripada hidroksidanya dan berwarna lain. Kompleks mengangkut oksigen di dalam darah, mengikat logam di dalam klorofil dan vitamin B12, melunakkan air sadah, dan melarutkan logam-logam yang tidak dapat dilarutkan oleh apa pun yang lain. Bab ini memperlakukannya sebagai satu lagi pertukaran partikel di dalam air, dengan tetapan dan diagramnya sendiri.
Kiri: suspensi tembaga(II) hidroksida yang biru pucat (foto Alvy16, CC BY 4.0). Kanan: dengan lebih banyak amonia padatan itu larut menjadi ion tetraamintembaga(II) yang biru pekat; sebagian hidroksida yang tidak larut masih berada di dasar tabung (foto Chemicalinterest, domain publik). Keduanya dari Wikimedia Commons.
12.1 Kompleks dan ligan
Definisi 12.1(Kompleks, atom pusat, ligan)
Kompleks adalah spesies yang tersusun atas sebuah atom pusat atau ion pusat, biasanya kation logam yang berperan sebagai asam Lewis, yang terikat melalui ikatan datif pada molekul atau ion yang berperan sebagai basa Lewis, yaitu ligan. Rumusnya ditulis di dalam kurung siku, beserta muatan totalnya: [Cu(NHX3)X4]2+, [Fe(CN)X6]4−, [Ag(NHX3)X2]+, [FeSCN]2+.
Muatan kompleks adalah jumlah muatan ion pusat dan muatan ligan-ligannya: Fe2+ dan enam CNX− membentuk [Fe(CN)X6]4−. Sebuah ligan memerlukan sedikitnya satu pasangan elektron bebas: NHX3, HX2O, OHX−, ClX−, CNX−, SCNX− (terikat melalui S atau N). Setiap ion logam di dalam air sebenarnya sudah merupakan kompleks dengan molekul-molekul air sebagai ligan, [Cu(HX2O)X6]2+ atau [Fe(HX2O)X6]3+; membentuk kompleks lain berarti menukar molekul-molekul air itu dengan ligan lain, dan ligan air tidak dituliskan dalam rumus, sebagaimana HX3OX+ ditulis untuk proton yang terhidrasi.
Tiga kompleks dan bentuknya. Setiap garis adalah ikatan datif dari pasangan elektron bebasligan (N pada amonia, C pada sianida) ke ion logam; garis putus-putus menggambarkan bujur sangkar empat ligan. Bentuk-bentuk kompleks dijelaskan dalam jilid Tahun 2.
Definisi 12.2(Ligan polidentat, kelat)
Ligan yang mengikat ion pusat yang sama melalui beberapa atomnya sekaligus adalah ligan polidentat; kompleks yang dibentuknya, yang ligannya menutup cincin-cincin di sekitar ion logam, adalah kelat. Etilenadiamina HX2N−CHX2−CHX2−NHX2 terikat melalui dua atom N, ion oksalat CX2OX4X2− melalui dua atom O, dan ion etilenadiaminatetraasetat (edta, ditulis YX4−) melalui dua atom N dan empat atom O.
Kiri: ion edta YX4−, dengan kedua atom N dan keempat gugus karboksilatnya. Kanan: kelat kalsium–edta [CaY]2−, secara skematis: keenam atom donor (ikatan biru) berada di sudut-sudut sebuah oktahedron di sekitar ion itu, dengan kedua atom N bersebelahan, dan rantai-rantai karbon ligan (jingga) menutup lima cincin yang masing-masing beranggota lima atom, yaitu cincin-cincin kelat.
Ion edta mengikat ion kalsium cukup kuat untuk menjadi pereaksi titrasi kesadahan air (Bab 15).
12.2 Tetapan pembentukan dan tetapan disosiasi
Definisi 12.3(Tetapan pembentukan dan tetapan disosiasi)
Untuk ion pusat M dan ligan L (muatan tidak dituliskan), tetapan pembentukan keseluruhanMLn adalah tetapan βn reaksi M+nL⇌MLn,
βn=[M][L]n[MLn].
Tetapan pembentukan bertahapKi adalah tetapan penambahan satu ligan, MLi−1+L⇌MLi. Tetapan disosiasi adalah kebalikannya, Kd=1/Ki, dan pKd=logKi, sehingga pasangan kompleks/ligan dipaparkan tepat seperti pasangan asam–basa, dengan ligan menggantikan proton.
Proposisi 12.4(Tetapan keseluruhan dan tetapan bertahap)
βn=K1K2⋯Kn, yaitu logβn=∑i=1nlogKi dan logKi=logβi−logβi−1 (dengan β0=1).
Bukti. Pembentukan MLn dari M adalah jumlah n penambahan bertahap; tetapan jumlah reaksi-reaksi adalah hasil kali tetapan-tetapannya (Bab 7). Hal itu juga terlihat langsung: K1K2⋯Kn=[M][L][ML][ML][L][ML2]⋯[MLn−1][L][MLn], dan konsentrasi zat-zat antaranya saling meniadakan. ∎
Tetapan pembentukan pada 25∘C. Tetapan amin, hidrokso, tiosianato, dan fluoro dihitung dari energi Gibbs pembentukan standar dalam tabel; tetapan edta adalah nilai-nilai pilihan kritis pada kekuatan ion nol, demikian pula pKa edta yang dipakai di bawah, 2.23, 3.15, 6.80, dan 11.24.
Tetapan bertahap kompleks amin tembaga mengecil, K1>K2>K3>K4: setiap molekul amonia yang ditambahkan menyisakan lebih sedikit tempat dan membuat kompleks itu sedikit kurang bersemangat menerima molekul berikutnya. Inilah urutan yang biasa. Perak merupakan pengecualian: K2>K1, dengan akibat-akibat yang dibahas dalam soal akhir pekan.
12.3 Predominansi dalam pL
Definisi 12.5(Skala pL)
Untuk ligan L, pL=−log[L], dengan [L] konsentrasi ligan bebas. Skala pL adalah sumbu pL yang padanya digambar daerah-daerah predominansi ion pusat dan kompleks-kompleksnya, sebagaimana daerah asam dan basa digambar pada sumbu pH.
Proposisi 12.6(Batas-batas dalam pL)
Untuk pasangan MLi/MLi−1,
pL=logKi+log[MLi][MLi−1],
sehingga MLi−1 predominan untuk pL>logKi dan MLi untuk pL<logKi. Jika nilai-nilai logKi mengecil dengan i, diagramnya berupa deretan daerah: MLn pada pL kecil (banyak ligan), lalu MLn−1, sampai M pada pL besar.
Bukti. Ambillah logaritma Ki=[MLi]/([MLi−1][L]): logKi=log[MLi−1][MLi]+pL. Kedua bentuk sama pada pL=logKi, dan rasionya berubah dengan faktor sepuluh per satuan pL. Daerah MLi terletak antara logKi+1 dan logKi, yang hanya ada jika logKi+1<logKi. ∎
Metode 12.7(Menggambar diagram pL)
Dari nilai-nilai logβn, hitunglah logKi bertahap.
Jika nilai-nilai itu mengecil, tempatkan masing-masing pada batasnya di sumbu pL: kompleks dengan ligan terbanyak di kiri (pL kecil), ion bebas di kanan.
Jika ada logKi+1>logKi, kompleksMLi tidak mempunyai daerah: kompleks itu bereaksi dengan dirinya sendiri menjadi MLi−1 dan MLi+1. Hapuslah kompleks itu dan gambarlah satu batas antara MLi−1 dan MLi+1 pada 21(logKi+logKi+1).
Atas: fraksi tembaga(II) yang berada sebagai CuX2+ dan sebagai [Cu(NHX3)Xn]2+ (n=1 sampai 4) terhadap pNH3. Tengah: diagram predominansikompleks amin tembaga, dengan batas-batas pada logKi. Bawah: perak, dengan logK2=3.90>logK1=3.32 (titik-titik): [AgNHX3]+ tidak mempunyai daerah dan satu-satunya batas terletak pada 21logβ2=3.61.
Contoh 12.8(Tembaga dalam amonia 0.010mol/L)
Jika amonia bebas [NHX3]=0.010mol/L, pNH3=2.0 terletak di daerah [Cu(NHX3)X3]2+, tetapi dekat dengan batas 2.03 terhadap [Cu(NHX3)X4]2+: keduanya hampir sama. Fraksi-fraksinya sebanding dengan βn[NHX3]n=10logβn−2n, yaitu 1:102.10:103.51:104.33:104.36, sehingga 48%[Cu(NHX3)X4]2+, 45%[Cu(NHX3)X3]2+, 7%[Cu(NHX3)X2]2+, dan hampir tidak ada CuX2+ bebas.
12.4 Persaingan
Sebuah ligan dapat diperebutkan oleh dua ion logam, sebuah ion logam oleh dua ligan, dan keduanya juga terlibat dalam kesetimbangan pengendapan dan asam–basa. Setiap persaingan adalah satu reaksi lagi yang tetapannya menggabungkan tetapan-tetapan yang sudah diketahui; metode reaksi predominan pada Bab 10 lalu berlaku tanpa perubahan.
Contoh 12.9(Dua ligan untuk besi(III))
Setetes tiosianat dalam larutan besi(III) menghasilkan [FeSCN]2+ yang merah darah; ion fluorida menghilangkan warnanya:
Kompleks yang lebih kuat (β lebih besar) mengambil ion logamnya, tepat seperti asam yang lebih kuat memberikan protonnya kepada basa yang lebih kuat.
Proposisi 12.10(Kompleksasi melawan pengendapan)
Padatan MX larut dalam ligan L melalui MX(s)+nL⇌MLn+X, dengan tetapan K=βnKs. Jika kompleks itu satu-satunya bentuk M dalam larutan dan konsentrasi ligan bebasnya [L], kelarutannya adalah s=K[L]n/2.
Bukti. Reaksi itu adalah jumlah pelarutan (tetapan Ks) dan pembentukan MLn (βn). Pada keadaan jenuh [MLn]=[X]=s dan K=s2/[L]n. ∎
Metode 12.11(Melarutkan endapan melalui kompleksasi)
Tuliskan reaksi pelarutan menjadi kompleks dan hitunglah K=βnKs.
Jika K besar, pelarutannya kuantitatif selama ligan cukup tersedia; jika kecil, hitunglah konsentrasi ligan bebas yang diperlukan agar jumlah padatan itu larut: [L]n=s2/K.
Tambahkan ligan yang terikat dalam kompleks, ns, untuk memperoleh jumlah total ligan yang harus dimasukkan.
Periksalah bahwa ion logam bebas dapat diabaikan: [M]=Ks/s≪s.
Dengan amonia, perak klorida (K=107.22−9.75=10−2.53) larut dalam larutan yang cukup pekat, sedangkan perak iodida (K=10−8.85) tidak: soal akhir pekan memakai hal ini untuk membedakan halida-halida itu.
Proposisi 12.12(Kompleksasi melawan keasaman)
Jika ligan itu basa L dari sebuah asam HL (dan mungkin bentuk-bentuk yang lebih terprotonasi), hanya bagian [L]/cL=1/α dari ligan yang tidak terikat pada logam yang tersedia, dengan
α=1+Kan[HX3OX+]+KanKa(n−1)[HX3OX+]2+⋯
(Kantetapan keasaman terakhir). Pada pH tetap, kompleksasi lalu berperilaku seakan-akan tetapannya adalah tetapan kondisionalβ′=β/α, yang makin kecil makin rendah pH-nya.
Bukti.Ligan yang tidak terikat pada logam terbagi di antara L, HL, HX2L, dan seterusnya, dengan [HL]=[L][HX3OX+]/Kan dan hubungan yang serupa untuk bentuk-bentuk berikutnya (Bab 10). Dengan menjumlahkannya diperoleh cL=α[L], dan β=[ML]/([M][L])=α[ML]/([M]cL), sehingga [ML]/([M]cL)=β/α. ∎
Untuk edta pada pH 10, α=1+1011.24−10+1011.24+6.80−20=18.4, sehingga kompleks kalsium mempertahankan logβ′=12.69−1.26=11.43; pada pH 7 nilainya turun menjadi 8.24 (Latihan 12.9). Itulah sebabnya titrasi kalsium dengan edta dijalankan dalam penyangga amonia pada pH 10. Amonia pun sebuah basa: dalam asam amonia menjadi NHX4X+, yang tidak mempunyai pasangan elektron bebas, dan kompleks-kompleks amin terurai. Penambahan asam nitrat ke [Ag(NHX3)X2]+ dengan adanya klorida memunculkan kembali endapan putih perak klorida.
Larutan pengikat (fiksatif) fotografi melakukan hal yang sama dengan ligan lain ion perak, yaitu ion tiosulfat SX2OX3X2−: larutan itu melarutkan perak halida yang tidak terkena cahaya, sehingga gambarnya tidak lagi menggelap. Tetapan-tetapannya tidak termasuk data jilid ini; amonia memperlihatkan kimia yang sama dengan perak klorida.
12.5 Latihan
Latihan 12.1★
Untuk setiap kompleks berikut, tentukan ion pusat, muatannya, ligan-ligan, dan atom yang dipakai setiap ligan untuk berikatan: [Cu(NHX3)X4]2+, [Fe(CN)X6]4−, [Fe(CN)X6]3−, [Ag(NHX3)X2]+, [FeSCN]2+, [Zn(OH)X4]2−, [CaY]2−.
Solusi
Solusi Latihan 12.1.
[Cu(NHX3)X4]2+: CuX2+, empat NHX3 yang terikat melalui N. [Fe(CN)X6]4−: FeX2+, enam CNX− yang terikat melalui C; [Fe(CN)X6]3−: sama, dengan FeX3+. [Ag(NHX3)X2]+: AgX+, dua NHX3 melalui N. [FeSCN]2+: FeX3+, satu SCNX−, yang terikat melalui N walaupun rumusnya ditulis demikian. [Zn(OH)X4]2−: ZnX2+, empat OHX− melalui O. [CaY]2−: CaX2+, satu ion edta melalui dua N dan empat O.
Latihan 12.2★
Dari nilai-nilai logβnkompleks amin tembaga, hitunglah keempat logKi dan keempat pKd. Tuliskan reaksi disosiasi yang dirujuk oleh pKd terakhir.
Solusi
Solusi Latihan 12.2.
logKi=logβi−logβi−1: 4.10, 3.41, 2.82, 2.03, dan pKd,i=logKi mengambil nilai-nilai yang sama. Yang terakhir merujuk pada [Cu(NHX3)X4]2+⇌[Cu(NHX3)X3]2++NHX3.
Latihan 12.3★
Gambarlah diagram pL kompleks amin tembaga. Spesies tembaga manakah yang predominan pada [NHX3]=1.0, 3.2×10−3, 3.2×10−4, dan 1.0×10−5mol/L?
Solusi
Solusi Latihan 12.3.
Daerah: [Cu(NHX3)X4]2+ di bawah pNH3 2.03, lalu n=3 sampai 2.82, n=2 sampai 3.41, n=1 sampai 4.10, CuX2+ di atasnya. pNH3 = 0: [Cu(NHX3)X4]2+; 2.5: [Cu(NHX3)X3]2+; 3.5: [CuNHX3]2+; 5.0: CuX2+.
Latihan 12.4★
Sebuah larutan mengandung besi(III) 1.0×10−3mol/L dan tiosianat 0.10mol/L. Dengan mengabaikan tiosianat yang terikat, berapa bagian besi yang berada sebagai [FeSCN]2+?
Solusi
Solusi Latihan 12.4.
[FeSCNX2+]/[FeX3+]=β1[SCNX−]=102.96×0.10=91: bagian yang terkompleks adalah 91/92=98.9%.
Latihan 12.5★★
Buktikan bahwa dalam larutan ion logam M dan kompleks-kompleksnyaMLn, fraksi MLn adalah βn[L]n/∑kβk[L]k. Tunjukkan bahwa, jika hanya MLi−1, MLi, dan MLi+1 yang hadir dalam jumlah berarti, fraksi MLi paling besar ketika [MLi−1]=[MLi+1], pada pL=21(logKi+logKi+1), lalu hitunglah pNH3 ini untuk [Cu(NHX3)X2]2+.
Solusi
Solusi Latihan 12.5.
Setiap [MLk]=βk[M][L]k; membagi dengan jumlahnya atas k (logam total) mengeliminasi [M]. Dengan tiga spesies, fi=1/(1+[MLi−1]/[MLi]+[MLi+1]/[MLi])=1/(1+1/(Kix)+Ki+1x) dengan x=[L]. Penyebutnya paling kecil ketika turunannya −1/(Kix2)+Ki+1 sama dengan nol, x2=1/(KiKi+1), tempat kedua tetangganya sama, dan pL=21(logKi+logKi+1). Untuk [Cu(NHX3)X2]2+: 21(3.41+2.82)=3.12.
Latihan 12.6★★
Ke dalam larutan merah pada Latihan 12.4 ditambahkan natrium fluorida sampai [FX−]=0.010mol/L (bebas). Hitunglah tetapan pertukaran ligannya dan rasio [FeFX2+]/[FeSCNX2+]. Apa yang terlihat?
Solusi
Solusi Latihan 12.6.
[FeSCN]2++FX−⇌[FeF]2++SCNX−, K=106.85−2.96=103.89. Rasionya =K[FX−]/[SCNX−]=103.89×0.010/0.10=780: kompleks merah itu hampir seluruhnya tergantikan dan warnanya memudar.
Latihan 12.7★★
Ion kalsium ditambahkan ke dalam larutan [MgY]2−, dalam jumlah yang sama. Tuliskan reaksi pertukarannya, hitunglah tetapannya, dan bagian magnesium yang dibebaskan.
Solusi
Solusi Latihan 12.7.
[MgY]2−+CaX2+⇌[CaY]2−+MgX2+, K=1012.69−10.90=101.79=62. Dengan jumlah yang sama, x2/(1−x)2=62, x/(1−x)=7.9, x=0.89: 89% magnesium dibebaskan.
Latihan 12.8★★
Perak oksida AgX2O adalah padatan cokelat: AgX2O(s)+HX2O2AgX++2OHX− mempunyai pK=15.43. Tuliskan pelarutannya dalam amonia menjadi [Ag(NHX3)X2]+, hitunglah tetapannya, lalu jelaskan mengapa endapan cokelat yang terbentuk oleh sedikit amonia dalam perak nitrat larut dalam amonia yang lebih banyak.
Solusi
Solusi Latihan 12.8.
AgX2O(s)+HX2O+4NHX32[Ag(NHX3)X2]X++2OHX−, K=β22×10−15.43=1014.44−15.43=10−0.99. Tetapan itu tidak kecil: segera setelah amonia bebas mencapai beberapa persepuluh mol per liter, oksida cokelat yang terbentuk oleh tetes-tetes pertama (amonia berperan sebagai basa) larut menjadi kompleks amin perak.
Latihan 12.9★★
Hitunglah α dan tetapan kondisional logβ′[CaY]2− pada pH 10 dan pada pH 7 (Proposisi 12.12). Mengapa titrasi kalsium dengan edta mustahil dalam larutan netral jika diperlukan tetapan kondisional sedikitnya 1010?
Solusi
Solusi Latihan 12.9.
pH 10: α=1+101.24+10−1.96=18.4, logβ′=12.69−1.26=11.43. pH 7: α=1+104.24+104.04+100.19+⋯=104.45, logβ′=8.24. Pada pH 7 tetapan kondisionalnya di bawah 1010: reaksi kalsium dengan edta tidak cukup tuntas untuk sebuah titrasi, karena sebagian besar edta terprotonasi.
Latihan 12.10★★★
Tembaga(II) oksida CuO adalah padatan yang terbentuk dari tembaga(II) hidroksida jika didiamkan; CuO(s)+HX2OCuX2++2OHX− mempunyai pK=20.64.
Tuliskan pelarutan CuO dalam amonia menjadi [Cu(NHX3)X4]2+ dan hitunglah tetapannya.
Dalam amonia 1.0mol/L saja, pH ditentukan oleh amonia (pKa(NHX4X+)=9.25). Hitunglah pH dan konsentrasi tembaga yang larut.
Pertanyaan yang sama dalam penyangga amonia dan amonium klorida, keduanya 1.0mol/L. Simpulkan.
Solusi
Solusi Latihan 12.10.
1. CuO(s)+HX2O+4NHX3[Cu(NHX3)X4]X2++2OHX−, K=β4×10−20.64=1012.36−20.64=10−8.28. 2. pH=7+21(9.25+log1.0)=11.63, [OHX−]=10−2.37, dan [Cu(NHX3)X4X2+]=10−8.28/10−4.75=3.0×10−4mol/L: sangat sedikit yang larut. 3. pH=9.25, [OHX−]=10−4.75, dan rumusnya memberikan 10−8.28+9.50=101.22, jauh lebih banyak daripada yang dapat dibawa amonia: oksida itu larut sampai amonianya, bukan kesetimbangannya, habis. Ion-ion amonium mengonsumsi hidroksida yang dilepaskan oleh pelarutan; itulah sebabnya garam amonium membantu amonia melarutkan senyawa-senyawa tembaga.
Latihan 12.11★★★
Perak dan amonia.
Tunjukkan bahwa [AgNHX3]+ bereaksi dengan dirinya sendiri, 2[AgNHX3]X+AgX++[Ag(NHX3)X2]X+, lalu hitunglah tetapannya.
Hitunglah fraksi perak terbesar yang pernah berada sebagai [AgNHX3]+, serta pNH3 tempat hal itu terjadi.
Solusi
Solusi Latihan 12.11.
1. Reaksi itu adalah pembentukan kedua dikurangi pembentukan pertama: K=K2/K1=103.90−3.32=100.58=3.8>1, sehingga [AgNHX3]+ bereaksi dengan dirinya sendiri jika menjadi spesies utama. 2. Menurut Latihan 12.5, fraksi terbesar terletak pada pNH3=21(3.32+3.90)=3.61, tempat β1x=10−0.29=0.51 dan β2x2=1.0: f=0.51/(1+0.51+1.0)=0.20. Tidak pernah lebih dari 20% perak berupa [AgNHX3]+.
Latihan 12.12★★★
Larutan edta, 0.10mol/LYX4− pada pH tinggi, dipakai untuk melarutkan kerak kalsium karbonat.
Tuliskan reaksinya dan hitunglah tetapannya.
Berapa massa kalsium karbonat yang dapat dilarutkan satu liter?
Mengapa larutan itu harus basa? (Karbonat dan ion edta keduanya basa.)
Solusi
Solusi Latihan 12.12.
1. CaCOX3(s)+YX4−[CaY]X2−+COX3X2−, K=βKs=1012.69−8.30=104.39. 2. x2/(0.10−x)=104.39 menghasilkan x=0.10mol/L dengan ketelitian 4×10−7: semua edta terpakai, 10.0g kalsium karbonat per liter. 3. Dalam asam, edta terprotonasi (pKa4=11.24) dan tetapan kondisionalnya turun; karbonat juga terprotonasi, yang membantu, tetapi kompleks itulah yang mengikat kalsium. Menjaga pH tetap tinggi menjaga edta tetap sebagai YX4−.
12.6 Soal: Amonia dan Ketiga Perak Halida
Soal 12.1
Soal akhir pekan — kompleks amin perak dan tetapannya yang terbalik, pelarutan perak klorida, bromida, dan iodida dalam amonia, uji penegasan, dan amonia paling sedikit yang melarutkan satu gram perak klorida
Seorang analis mempunyai tiga endapan putih sampai kuning dan harus menentukan mana yang perak klorida, perak bromida, dan perak iodida; lalu ia harus melarutkan 1.0g perak klorida dalam 1.00L dengan amonia sesedikit mungkin. Data pada 25∘C: logβ1=3.32 dan logβ2=7.22 untuk kompleks amin perak; pKsAgCl 9.75, AgBr 12.27, AgI 16.07; pKa(NHX4X+)=9.25; massa molar AgCl143.4g/mol, AgBr187.8g/mol, AgI234.8g/mol.
Tuliskan pelarutan AgCl dalam amonia dan hitunglah tetapannya.
Nyatakan kelarutans sebagai fungsi konsentrasi amonia bebas dan hitunglah untuk [NHX3]=1.0mol/L.
Seberapa besar kelarutan itu bertambah dibandingkan dengan di dalam air murni?
Berapa massa perak klorida yang kemudian dilarutkan satu liter?
Periksalah bahwa AgX+ bebas dapat diabaikan.
Sekarang 1.0mol/L adalah amonia total yang dimasukkan. Dengan memperhitungkan amonia yang terikat, hitunglah s lagi.
Amonia adalah basa; jelaskan mengapa protonasinya dapat diabaikan dalam larutan ini.
Bagian III — Bromida dan iodida.
Hitunglah tetapan pelarutan AgBr dalam amonia.
Hitunglah kelarutanAgBr dalam amonia bebas 1.0mol/L, dalam mol/L dan g/L.
Hal yang sama untuk AgI, dalam mg/L.
Turunkan cara mengenali ketiga endapan itu.
Konsentrasi amonia bebas berapakah yang akan melarutkan 1.0gAgBr dalam 1.00L?
Hal yang sama untuk 1.0gAgI. Berikan komentar.
Bagian IV — Satu gram perak klorida.
Ke dalam larutan amoniakal perak klorida ditambahkan asam nitrat. Tuliskan reaksi keseluruhannya dan hitunglah tetapannya. Apa yang dilihat analis itu?
Konsentrasi amonia bebas berapakah yang diperlukan untuk melarutkan 1.0gAgCl dalam 1.00L?
Periksalah bahwa AgX+ bebas dapat diabaikan dalam larutan ini.
Berapa konsentrasi total amonia paling kecil yang melarutkan 1.0g perak klorida dalam 1.00L?
Solusi
Solusi Soal 12.1.
1.AgX++NHX3[AgNHX3]X+, β1=[AgNHX3X+]/([AgX+][NHX3]); AgX++2NHX3[Ag(NHX3)X2]X+, β2=[Ag(NHX3)X2X+]/([AgX+][NHX3]2). 2.logK1=3.32, logK2=7.22−3.32=3.90. 3.[AgNHX3]+ akan predominan antara pNH3 3.90 dan 3.32, sebuah selang yang terbalik: kompleks itu tidak mempunyai daerah. 4.2[AgNHX3]X+AgX++[Ag(NHX3)X2]X+, K=K2/K1=100.58=3.8. 5.[Ag(NHX3)X2]+ di bawah dan AgX+ di atas 21logβ2=3.61. 6.β2[NHX3]2=107.22−2.00=105.22=1.7×105. 7.pKd=logβ2=7.22. 8.AgCl(s)+2NHX3[Ag(NHX3)X2]X++ClX−, K=β2Ks=107.22−9.75=10−2.53. 9.s=K[NHX3]=10−1.265×1.0=0.054mol/L. 10. Di dalam air s=10−4.875=1.3×10−5mol/L: sekitar 4000 kali lebih banyak. 11.0.0543×143.4=7.8g. 12.[AgX+]=Ks/[ClX−]=10−9.75/0.054=3.3×10−9mol/L≪s. 13.s=K(1.0−2s), s=0.0543/(1+2×0.0543)=0.049mol/L. 14. Amonia 1.0mol/L mempunyai pH 11.6, lebih dari 9.25+1: hanya 0.4% darinya berupa NHX4X+. 15.K=107.22−12.27=10−5.05. 16.s=10−2.525=3.0×10−3mol/L, 0.56g/L. 17.K=10−8.85, s=10−4.425=3.8×10−5mol/L, 8.8mg/L. 18. Perlakukan setiap endapan dengan amonia encer: hanya klorida yang larut. Amonia pekat melarutkan bromida, lebih lambat dan sebagian; iodida tidak larut. 19.s=1.0/187.8=5.3×10−3mol/L; [NHX3]=s/K=5.3×10−3/10−2.525=1.8mol/L. 20.s=4.3×10−3mol/L dan [NHX3]=4.3×10−3/10−4.425=113mol/L, dua kali konsentrasi air dalam air murni (55mol/L): mustahil. Amonia tidak dapat melarutkan perak iodida. 21.[Ag(NHX3)X2]X++ClX−+2HX3OX+AgCl(s)+2NHX4X++2HX2O, K=102.53×(109.25)2=1021.03: endapan putih muncul kembali, yang menegaskan perak klorida. 22.s=1.0/143.4=6.97×10−3mol/L; [NHX3]=s/K=6.97×10−3/10−1.265=0.128mol/L. 23.2s=0.0139mol/L. 24.[AgX+]=10−9.75/6.97×10−3=2.6×10−8mol/L, dapat diabaikan dibandingkan dengan s. 25.0.128+0.014=0.142mol/L amonia: 0.142mol dalam satu liter itu melarutkan tepat 1.0g perak klorida.