Chemistry · Buku 2 · Bachelor Year 1

Kimia Universitas — Tahun 1

Kimia Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

28Blok p II: Oksigen, Halogen, dan Gas Mulia

Asam sulfat dibuat dalam tonase yang lebih besar daripada bahan kimia lain mana pun: asam itu melarutkan batuan fosfat untuk pupuk, melindi bijih tembaga dan uranium, memurnikan minyak bumi, dan mengisi aki mobil, dan selama satu abad produksi asam sulfat menjadi ukuran kasar industri sebuah negara. Sebagian besar belerangnya kini berasal dari pembersihan gas alam dan minyak bumi; sebagian masih dipikul dengan tangan keluar dari kawah gunung api. Belerang terletak dalam golongan 16 di bawah oksigen; halogen golongan 17 dan gas mulia golongan 18 melengkapi blok p. Bab ini mengikuti oksigen dan belerang dari unsurnya sampai asamnya, mengurutkan halogen sebagai oksidator dengan potensial standarnya, dan diakhiri dengan senyawa-senyawa yang ternyata memang dibentuk oleh gas mulia yang konon inert.

Yang sudah kamu ketahui

Struktur Lewis, oktet yang diperluas, dan bentuk-bentuk VSEPR (Bab 3); potensial standar (Bab 13); disproporsionasi klorin dan diagram potensial–pH klorin (Bab 14); katalisis (Bab 9). Jilid sekolah (kelas 10) telah mengelompokkan halogen dan gas mulia sebagai keluarga.

Penambangan belerang di kawah Gunung Ijen (Kawah Ijen), Indonesia: gas-gas vulkanik mengembunkan belerang kuning di sekitar pipa-pipa, dan para penambang memikulnya keluar dalam keranjang (foto Sémhur, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons).
Penambangan belerang di kawah Gunung Ijen (Kawah Ijen), Indonesia: gas-gas vulkanik mengembunkan belerang kuning di sekitar pipa-pipa, dan para penambang memikulnya keluar dalam keranjang (foto Sémhur, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons).

28.1 Oksigen, ozon, dan peroksida

Definisi 28.1 (Kalkogen)

Kalkogen adalah unsur-unsur golongan 16 (O, S, Se, Te, Po), dengan enam elektron valensi ns2^2np4^4. Unsur-unsur itu membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi dari −-II (oksida, sulfida) sampai ++VI (sulfat); bilangan oksidasi yang tinggi hanya dicapai belerang dan unsur di bawahnya.

Oksigen terdapat sebagai dioksigen OX2\ce{O2} dan sebagai ozon OX3\ce{O3}, molekul bengkok dengan dua struktur resonansi (Bab 3). Ozon adalah oksidator yang lebih kuat daripada dioksigen: E∘(OX3/OX2)=2.07E^\circ(\ce{O3}/\ce{O2}) = 2.07 V dibandingkan dengan 1.23 V untuk OX2\ce{O2}/HX2O\ce{H2O}. Di atmosfer atas, ozon menyerap sinar ultraviolet; di dekat permukaan tanah, ozon adalah pencemar. Hidrogen peroksida, dengan ikatan O−O\ce{O-O} dan oksigen pada −-I, adalah oksidator sekaligus reduktor dan mengalami disproporsionasi secara lambat (Latihan 13.12).

Contoh 28.2 (Bilangan oksidasi oksigen)

Oksigen, yang keelektronegatifannya hanya kalah dari fluorin, berada pada −-II dalam hampir semua senyawanya: air, oksida, hidroksida, sulfat. Pengecualiannya mengikuti aturan bahwa elektron yang dipakai bersama diberikan kepada pasangan yang lebih elektronegatif dan dibagi sama rata antara atom-atom yang identik. Dalam hidrogen peroksida HX2OX2\ce{H2O2}, H–O–O–H, setiap oksigen mengambil elektron ikatan O−H\ce{O-H}-nya tetapi membagi pasangan O−O\ce{O-O}: −-I. Dalam kalium superoksida KOX2\ce{KO2}, ion OX2X−\ce{O2-} membawa satu muatan untuk dua atom: −12-\frac12 rata-rata. Dalam oksigen difluorida OFX2\ce{OF2}, fluorin memenangkan kedua ikatan dan oksigen berada pada ++II. Dalam OX2\ce{O2} dan OX3\ce{O3}, oksigen berada pada 0. Hanya keadaan −-II yang stabil terhadap air; peroksida dan superoksida adalah oksidator, dan OFX2\ce{OF2} adalah zat pemfluorinasi.

28.2 Belerang dan asam sulfat

Belerang, tidak seperti oksigen, membentuk cincin dan rantai ikatan tunggal S−S\ce{S-S}: belerang biasa tersusun atas cincin SX8\ce{S8}. Belerang terbakar menjadi belerang dioksida, molekul bengkok (sudut O–S–O 119.5∘119.5{}^{\circ}), yang dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi belerang trioksida, yang berbentuk segitiga datar. Keduanya adalah oksida asam: SOX2\ce{SO2} menghasilkan asam sulfit (pKa\mathrm{p}K_a 1.77 dan 7.22), SOX3\ce{SO3} menghasilkan asam sulfat.

Proposisi 28.3 (Tahap-tahap proses kontak)

Asam sulfat dibuat dari belerang dalam empat tahap: (1) S+OX2→SOX2\ce{S + O2 -> SO2}; (2) 2 SOX2+OX2⇌2 SOX3\ce{2SO2 + O2 <=> 2SO3}, di atas katalis vanadium(V) oksida; (3) SOX3+HX2SOX4→HX2SX2OX7\ce{SO3 + H2SO4 -> H2S2O7} (oleum), dengan trioksida itu diserap ke dalam asam pekat; (4) HX2SX2OX7+HX2O→2 HX2SOX4\ce{H2S2O7 + H2O -> 2H2SO4}. Secara keseluruhan, 2 S+3 OX2+2 HX2O→2 HX2SOX4\ce{2S + 3O2 + 2H2O -> 2H2SO4}.

Bukti. Setiap tahap sudah setara; dengan menjumlahkan 2×(1)2\times(1), (2), 2×(3)2\times(3), dan 2×(4)2\times(4), SOX2\ce{SO2}, SOX3\ce{SO3}, dan HX2SX2OX7\ce{H2S2O7} saling meniadakan, dan kedua HX2SOX4\ce{H2SO4} yang terpakai pada tahap 3 terbentuk kembali pada tahap 4, sehingga tersisa 2 S+3 OX2+2 HX2O→2 HX2SOX4\ce{2S + 3O2 + 2H2O -> 2H2SO4}. Tahap 2 sangat disukai secara termodinamika pada suhu kamar (K=1024.8K = 10^{24.8} pada 25 ∘C25\,{}^{\circ}\mathrm{C}, dari energi Gibbs pembentukan), tetapi sangat lambat: katalisnya, yang hanya aktif dalam keadaan panas, itulah yang membuatnya berjalan, dan kompromi antara laju dan konversi dipelajari dalam jilid Tahun 2. SOX3\ce{SO3} tidak diserap langsung ke dalam air, karena reaksinya dengan uap air membentuk kabut halus tetesan asam yang lolos melewati penyerap. ∎

Proses kontak: pembakaran belerang, oksidasi katalitik SO2, absorpsi SO3 dalam asam sulfat pekat, dan pengenceran oleum. Sebagian asamnya dikembalikan ke penyerap.
Proses kontak: pembakaran belerang, oksidasi katalitik SOX2\ce{SO2}, absorpsi SOX3\ce{SO3} dalam asam sulfat pekat, dan pengenceran oleum. Sebagian asamnya dikembalikan ke penyerap.

Proposisi 28.4 (Kekuatan asam sulfat)

Dalam air, keasaman pertama asam sulfat kuat (sempurna), keasaman keduanya lemah: pKa(HSOX4X−/SOX4X2−)=1.99\mathrm{p}K_a(\ce{HSO4-}/\ce{SO4^2-}) = 1.99. Karena itu, larutan 0.010 mol/L0.010\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} tidak berada pada pH 1.70 (dua proton) maupun pada 2.00 (satu proton), tetapi di antara keduanya.

Bukti. HX2SOX4\ce{H2SO4}, dengan dua oksigen tanpa hidrogen pada belerang, adalah asam okso yang lebih kuat daripada HX3OX+\ce{H3O+}: asam itu diratakan (Bab 10). HSOX4X−\ce{HSO4-}, yang sudah bermuatan negatif, lebih kuat menahan protonnya: pKa\mathrm{p}K_a-nya, yang dihitung dari energi Gibbs pembentukan, adalah 1.99. Pada C=0.010C = 0.010: [HX3OX+]=C+x[\ce{H3O+}] = C + x, [HSOX4X−]=C−x[\ce{HSO4-}] = C - x, [SOX4X2−]=x[\ce{SO4^2-}] = x, dengan x(C+x)/(C−x)=10−1.99x(C + x)/(C - x) = 10^{-1.99}; dengan menyelesaikannya, x=4.2×10−3 mol/Lx = 4.2 \times 10^{-3}\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} dan pH=−log⁡(0.0142)=1.85\mathrm{pH} = -\log(0.0142) = 1.85. ∎

Asam sulfat pekat juga merupakan zat pendehidrasi yang kuat (asam itu mengarangkan gula dengan mengambil unsur-unsur air darinya) dan, dalam keadaan panas, sebuah oksidator. Pengencerannya melepaskan banyak kalor: asam selalu dituangkan ke dalam air, tidak pernah sebaliknya. Sebagian besar belerang dunia, sekitar 84 juta ton pada tahun 2025, diperoleh kembali dari hidrogen sulfida dalam gas alam dan aliran kilang, dan sebagian besar berakhir sebagai asam sulfat.

Metode 28.5 (Neraca massa dalam proses kontak)

  1. Gunakan persamaan keseluruhan: satu HX2SOX4\ce{H2SO4} per atom S.
  2. Koreksilah untuk konversi tahap 2 (fraksi SOX2\ce{SO2} yang teroksidasi) dan untuk kehilangan pada absorpsi.
  3. Untuk udara: hitunglah OX2\ce{O2} yang diperlukan (tiga per dua per S) dan bagilah dengan fraksinya dalam udara.

Contoh 28.6 (Pabrik yang membakar seribu ton belerang sehari)

Sebuah pabrik membakar 1000 t1000\,\mathrm{t} belerang sehari, mengonversi 99.0 %99.0\,\% SOX2\ce{SO2}, dan menyerap 99.9 %99.9\,\% SOX3\ce{SO3}. Maka n(S)=1000×106/32.1=3.12×107 moln(\ce{S}) = 1000 \times 10^{6}/32.1 = 3.12 \times 10^{7}\,\mathrm{mol} dan n(HX2SOX4)=3.12×107×0.990×0.999=3.08×107 moln(\ce{H2SO4}) = 3.12 \times 10^{7} \times 0.990 \times 0.999 = 3.08 \times 10^{7}\,\mathrm{mol}, yaitu 3.08×107×98.1 g=3020 t3.08 \times 10^{7} \times 98.1\,\mathrm{g} = 3020\,\mathrm{t} asam sehari. Sisa 1.0 %1.0\,\% yang tidak terkonversi keluar sebagai SOX2\ce{SO2}: 3.1×105 mol3.1 \times 10^{5}\,\mathrm{mol}, atau 20 t20\,\mathrm{t} sehari, yang harus dihilangkan dari gas buang. Dioksigen yang diperlukan adalah 1.5×3.12×107=4.67×107 mol1.5 \times 3.12 \times 10^{7} = 4.67 \times 10^{7}\,\mathrm{mol}; udara, dengan 21 %21\,\% OX2\ce{O2}, adalah 2.23×108 mol2.23 \times 10^{8}\,\mathrm{mol}, atau V=nRT/p=5.5×106 m3V = nRT/p = 5.5 \times 10^{6}\,\mathrm{m}^{3} sehari pada 25 ∘C25\,{}^{\circ}\mathrm{C} dan 1 bar1\,\mathrm{bar}, sebelum kelebihan udara yang sebenarnya dihembuskan oleh pabrik.

28.3 Halogen

Definisi 28.7 (Halogen)

Halogen adalah unsur-unsur golongan 17 (F, Cl, Br, I, At), dengan tujuh elektron valensi ns2^2np5^5. Unsur-unsur itu terdapat sebagai molekul diatomik XX2\ce{X2} dan membentuk ion halida XX−\ce{X-}.

Klorin, gas berwarna kuning kehijauan pucat (W. Oelen, CC BY-SA 3.0); brom, cairan merah tua dengan uap berwarna jingga (Jurii, CC BY 3.0); iodin, kristal abu-abu kehitaman dengan kilap logam (Dnn87, CC BY 3.0). Klorin dan brom disegel dalam ampul kaca. Semuanya dari Wikimedia Commons. Klorin, gas berwarna kuning kehijauan pucat (W. Oelen, CC BY-SA 3.0); brom, cairan merah tua dengan uap berwarna jingga (Jurii, CC BY 3.0); iodin, kristal abu-abu kehitaman dengan kilap logam (Dnn87, CC BY 3.0). Klorin dan brom disegel dalam ampul kaca. Semuanya dari Wikimedia Commons. Klorin, gas berwarna kuning kehijauan pucat (W. Oelen, CC BY-SA 3.0); brom, cairan merah tua dengan uap berwarna jingga (Jurii, CC BY 3.0); iodin, kristal abu-abu kehitaman dengan kilap logam (Dnn87, CC BY 3.0). Klorin dan brom disegel dalam ampul kaca. Semuanya dari Wikimedia Commons.
Klorin, gas berwarna kuning kehijauan pucat (W. Oelen, CC BY-SA 3.0); brom, cairan merah tua dengan uap berwarna jingga (Jurii, CC BY 3.0); iodin, kristal abu-abu kehitaman dengan kilap logam (Dnn87, CC BY 3.0). Klorin dan brom disegel dalam ampul kaca. Semuanya dari Wikimedia Commons.

Proposisi 28.8 (Daya oksidasi halogen)

Halogen adalah oksidator yang kekuatannya menurun ke bawah golongan: E∘(FX2/FX−)=2.89E^\circ(\ce{F2}/\ce{F-}) = 2.89 V, ClX2\ce{Cl2}/ClX−\ce{Cl-} 1.36 V, BrX2\ce{Br2}/BrX−\ce{Br-} 1.08 V, IX2\ce{I2}/IX−\ce{I-} 0.53 V. Setiap halogen mengoksidasi ion-ion halida di bawahnya dalam golongan itu.

Bukti. Nilai-nilai itu berasal dari energi Gibbs pembentukan ion-ion halida (Bab 13). Menurut aturan gamma, XX2\ce{X2} mengoksidasi YX−\ce{Y-} jika pasangan XX2\ce{X2}/XX−\ce{X-} terletak di atas YX2\ce{Y2}/YX−\ce{Y-}: misalnya ClX2+2 BrX−→2 ClX−+BrX2\ce{Cl2 + 2Br- -> 2Cl- + Br2}, log⁡K=2(1.36−1.08)/0.059=9.5\log K = 2(1.36 - 1.08)/0.059 = 9.5. Ke bawah golongan, atom-atomnya membesar, afinitasnya terhadap elektron tambahan dan hidrasi ion-ion halida yang lebih kecil menurun, demikian pula potensialnya. ∎

Potensial standar pasangan halogen–halida pada 25\, C, yang dihitung dari energi Gibbs yang ditabelkan: daya oksidasi menurun secara teratur ke bawah golongan.
Potensial standar pasangan halogen–halida pada 25 ∘C25\,{}^{\circ}\mathrm{C}, yang dihitung dari energi Gibbs yang ditabelkan: daya oksidasi menurun secara teratur ke bawah golongan.

Hidrogen halida semuanya bersifat asam dalam air, tetapi HF\ce{HF} lemah (pKa\mathrm{p}K_a 3.16) sedangkan HCl\ce{HCl}, HBr\ce{HBr}, dan HI\ce{HI} kuat: ikatan H−F\ce{H-F} sangat kuat dan ion fluorida yang kecil terikat dalam ikatan hidrogen yang kuat. Fluorin adalah unsur yang paling elektronegatif dan oksidator terkuat dalam tabel itu; fluorin hanya dapat diperoleh melalui elektrolisis. Asam-asam okso klorin — asam hipoklorit HClO\ce{HClO}, asam klorat HClOX3\ce{HClO3}, asam perklorat HClOX4\ce{HClO4} — makin kuat seiring bertambahnya oksigen tanpa hidrogen, seperti pada semua asam okso (Definisi 27.1); hubungannya dengan klorida dan klorin telah dipetakan dalam Bab 14.

Kolam renang umum beserta perangkat uji airnya: klorin yang terlarut sebagai asam hipoklorit diperiksa beberapa kali sehari.
Kolam renang umum beserta perangkat uji airnya: klorin yang terlarut sebagai asam hipoklorit diperiksa beberapa kali sehari.

Definisi 28.9 (Senyawa antarhalogen)

Senyawa antarhalogen adalah senyawa dua halogen yang berbeda: ICl\ce{ICl}, BrFX3\ce{BrF3}, ClFX3\ce{ClF3}, IFX7\ce{IF7}. Halogen yang lebih besar dan kurang elektronegatif menjadi atom pusat, dengan oktet yang diperluas pada ClFX3\ce{ClF3} dan senyawa di atasnya.

Di laboratorium — Menangani halogen

Klorin beracun dan hanya dibuat dalam jumlah kecil di dalam lemari asam; brom membakar kulit dan uapnya menyerang paru-paru, dan brom dipakai dalam keadaan encer, di dalam lemari asam, dengan sarung tangan dan kacamata pelindung, serta larutan natrium tiosulfat yang siap untuk merusak tumpahan (4 BrX2+SX2OX3X2−+5 HX2O→8 BrX−+2 SOX4X2−+10 HX+\ce{4Br2 + S2O3^2- + 5H2O -> 8Br- + 2SO4^2- + 10H+}). Iodin adalah yang paling lunak di antara ketiganya, tetapi menodai dan menyublim; iodin disimpan dalam botol tertutup.

28.4 Gas mulia dan senyawanya

Gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn) mempunyai kulit valensi yang penuh dan energi ionisasi tertinggi dalam periodenya (Bab 2). Lama dianggap inert, gas mulia yang lebih berat, yang elektron luarnya kurang erat terikat, ternyata bereaksi dengan unsur-unsur yang paling elektronegatif: xenon menghasilkan XeFX2\ce{XeF2}, XeFX4\ce{XeF4}, XeFX6\ce{XeF6}, dan oksida. Bentuk-bentuknya mengikuti aturan VSEPR dengan pasangan elektron bebas pada xenon.

Contoh 28.10 (Mengapa xenon, dan bukan argon)

Energi ionisasi pertama gas mulia menurun ke bawah golongan: He 24.59, Ne 21.56, Ar 15.76, Kr 14.00, Xe 12.13, Rn 10.75 eV. Energi ionisasi dioksigen, OX2→OX2X++eX−\ce{O2 -> O2+ + e-}, adalah 12.07 eV, hampir sama dengan energi ionisasi xenon. Oksidator yang cukup kuat untuk mengambil sebuah elektron dari OX2\ce{O2}, sehingga terbentuk kation dioksigenil OX2X+\ce{O2+}, karena itu seharusnya juga mengoksidasi xenon, tetapi tidak argon, yang menahan elektronnya 3.7 eV lebih erat. Xenon memang bereaksi dengan oksidator yang sangat kuat platina heksafluorida PtFX6\ce{PtF6}, menghasilkan padatan dengan komposisi keseluruhan XePtFX6\ce{XePtF6}, dan dengan fluorin sendiri, yang menghasilkan xenon fluorida dalam tabel di bawah ini. Radon, yang lebih mudah lagi diionisasi, terlalu radioaktif untuk banyak dipelajari kimianya.

molekulpasangan elektron pada atom pusatbentuksudut terukur
SOX2\ce{SO2}2 domain ikatan + 1 pasangan bebasbengkok119.5∘119.5{}^{\circ}
SFX6\ce{SF6}6 ikatanoktahedral90∘90{}^{\circ}
ClFX3\ce{ClF3}3 ikatan + 2 pasangan bebasbentuk T87.5∘87.5{}^{\circ}
XeFX2\ce{XeF2}2 ikatan + 3 pasangan bebaslinear180∘180{}^{\circ}
XeFX4\ce{XeF4}4 ikatan + 2 pasangan bebassegi empat datar90∘90{}^{\circ}
Bentuk beberapa molekul blok p dengan oktet yang diperluas atau dengan pasangan elektron bebas (sudut terukur jika tersedia). Pasangan bebas XeFX2\ce{XeF2} menempati ketiga posisi ekuatorial sebuah bipiramida segitiga, sehingga molekulnya linear.

Argon, hampir satu persen dari udara, melindungi bahan-bahan reaktif di laboratorium dan dalam pengelasan; helium, dari gas alam, mendinginkan magnet superkonduktor, seperti magnet dalam spektrometer NMR (Bab 17).

28.5 Latihan

Latihan 28.1 ★

Tentukan bilangan oksidasi belerang dalam HX2S\ce{H2S}, SX8\ce{S8}, SOX2\ce{SO2}, SOX3X2−\ce{SO3^2-}, SOX4X2−\ce{SO4^2-}, SX2OX3X2−\ce{S2O3^2-} (rata-rata), dan HX2SX2OX7\ce{H2S2O7}.

Solusi

Solusi Latihan 28.1.

HX2S\ce{H2S} −-II; SX8\ce{S8} 0; SOX2\ce{SO2} ++IV; SOX3X2−\ce{SO3^2-} ++IV; SOX4X2−\ce{SO4^2-} ++VI; SX2OX3X2−\ce{S2O3^2-} ++II rata-rata; HX2SX2OX7\ce{H2S2O7} ++VI.

Latihan 28.2 ★

Reaksi manakah yang terjadi: klorin dengan kalium iodida; iodin dengan natrium bromida; brom dengan natrium klorida; klorin dengan natrium bromida? Tuliskan reaksi yang terjadi.

Solusi

Solusi Latihan 28.2.

Halogen mengoksidasi halida di bawahnya: ClX2+2 IX−→2 ClX−+IX2\ce{Cl2 + 2I- -> 2Cl- + I2} dan ClX2+2 BrX−→2 ClX−+BrX2\ce{Cl2 + 2Br- -> 2Cl- + Br2} terjadi; iodin dengan bromida dan brom dengan klorida tidak bereaksi.

Latihan 28.3 ★

Gambarlah struktur Lewis SOX2\ce{SO2}, SOX3\ce{SO3}, dan OX3\ce{O3}, beserta struktur resonansinya, dan tentukan bentuknya.

Solusi

Solusi Latihan 28.3.

SOX2\ce{SO2}: S dengan sepasang elektron bebas, satu S=O dan satu SX+−OX−\ce{S+-O-} dalam masing-masing dari dua struktur resonansi (atau dua S=O dengan oktet yang diperluas): bengkok. SOX3\ce{SO3}: segitiga datar, tiga ikatan S–O yang ekuivalen. OX3\ce{O3}: O pusat dengan sepasang elektron bebas, satu O=O dan satu O–O−^-, dua struktur resonansi: bengkok.

Latihan 28.4 ★

Tuliskan reaksi SOX2\ce{SO2} dan SOX3\ce{SO3} dengan air dan dengan natrium hidroksida.

Solusi

Solusi Latihan 28.4.

SOX2+HX2O⇌HX2SOX3\ce{SO2 + H2O <=> H2SO3}; SOX2+2 NaOH→NaX2SOX3+HX2O\ce{SO2 + 2NaOH -> Na2SO3 + H2O}; SOX3+HX2O→HX2SOX4\ce{SO3 + H2O -> H2SO4}; SOX3+2 NaOH→NaX2SOX4+HX2O\ce{SO3 + 2NaOH -> Na2SO4 + H2O}.

Latihan 28.5 ★★

Hitunglah pH asam fluorida 0.10 mol/L0.10\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} dan bandingkan dengan asam klorida pada konsentrasi yang sama. Jelaskan perbedaannya.

Solusi

Solusi Latihan 28.5.

HF: x2/(0.10−x)=10−3.16x^2/(0.10 - x) = 10^{-3.16}, x=8.0×10−3 mol/Lx = 8.0 \times 10^{-3}\,\mathrm{mol}/\mathrm{L}, pH 2.10. HCl: pH 1.00. Ikatan H–F kuat dan ion fluorida terikat kuat oleh ikatan hidrogen: HF adalah asam lemah.

Latihan 28.6 ★★

Ramalkan dengan VSEPR bentuk BrFX5\ce{BrF5}, IFX7\ce{IF7} (tujuh pasangan ikatan, bipiramida segi lima), IClX4X−\ce{ICl4-}, dan XeOX3\ce{XeO3}.

Solusi

Solusi Latihan 28.6.

BrFX5\ce{BrF5}: lima ikatan dan sepasang elektron bebas, piramida segi empat. IFX7\ce{IF7}: bipiramida segi lima. IClX4X−\ce{ICl4-}: empat ikatan dan dua pasangan elektron bebas, segi empat datar. XeOX3\ce{XeO3}: tiga ikatan dan sepasang elektron bebas, piramida segitiga.

Latihan 28.7 ★★

Hitunglah tetapan reaksi ClX2+2 IX−→2 ClX−+IX2\ce{Cl2 + 2I- -> 2Cl- + I2} dan jelaskan mengapa air klorin membuat kertas kanji–iodida menjadi biru.

Solusi

Solusi Latihan 28.7.

log⁡K=2(1.36−0.53)/0.059=28\log K = 2(1.36 - 0.53)/0.059 = 28. Iodin yang dibebaskan membentuk kompleks berwarna biru tua dengan kanji.

Latihan 28.8 ★★

Tunjukkan bahwa ozon dapat mengoksidasi ion iodida menjadi iodin dan tuliskan reaksinya dalam asam. Mengapa hal ini dipakai untuk mengukur ozon?

Solusi

Solusi Latihan 28.8.

E∘(OX3/OX2)=2.07>0.53E^\circ(\ce{O3}/\ce{O2}) = 2.07 > 0.53 V: OX3+2 IX−+2 HX+→OX2+IX2+HX2O\ce{O3 + 2I- + 2H+ -> O2 + I2 + H2O}. Iodin yang terbentuk dititrasi dengan tiosulfat (Latihan 13.7): satu IX2\ce{I2} per OX3\ce{O3}.

Latihan 28.9 ★★

Asam sulfat pekat mengarangkan sukrosa, CX12HX22OX11\ce{C12H22O11}. Tuliskan dehidrasinya menjadi karbon dan hitunglah massa karbon dari 10.0 g10.0\,\mathrm{g} gula.

Solusi

Solusi Latihan 28.9.

CX12HX22OX11→12 C+11 HX2O\ce{C12H22O11 -> 12C + 11H2O}; M=342.0 g/molM = 342.0\,\mathrm{g}/\mathrm{mol}, 10.0/342.0=0.0292 mol10.0/342.0 = 0.0292\,\mathrm{mol}, karbon 0.0292×12×12.0=4.21 g0.0292 \times 12 \times 12.0 = 4.21\,\mathrm{g}.

Latihan 28.10 ★★★

Hitunglah pH asam sulfat 0.10 mol/L0.10\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} dengan memperhitungkan keasaman keduanya (pKa=1.99\mathrm{p}K_a = 1.99). Berapa besar sumbangan keasaman kedua itu?

Solusi

Solusi Latihan 28.10.

x(0.10+x)/(0.10−x)=10−1.99x(0.10 + x)/(0.10 - x) = 10^{-1.99}: x=8.6×10−3 mol/Lx = 8.6 \times 10^{-3}\,\mathrm{mol}/\mathrm{L}, [HX3OX+]=0.1086[\ce{H3O+}] = 0.1086, pH=0.96\mathrm{pH} = 0.96 dan bukan 1.00: keasaman kedua menambah sekitar 9 %9\,\% pada [HX3OX+][\ce{H3O+}].

Latihan 28.11 ★★★

Dengan memakai potensial, jelaskan mengapa fluorin tidak dapat dibuat dengan mengoksidasi fluorida memakai oksidator kimia apa pun dalam air, dan mengapa fluorin harus dibuat melalui elektrolisis leburan fluorida, bukan larutan berair.

Solusi

Solusi Latihan 28.11.

FX2\ce{F2}/FX−\ce{F-} (2.89 V) terletak di atas semua pasangan lain: tidak ada oksidator yang dapat mengambil elektron dari fluorida. Pada elektrolisis larutan berair, air, yang teroksidasi pada potensial yang jauh lebih rendah (OX2\ce{O2}/HX2O\ce{H2O}, 1.23 V), akan bereaksi sebagai gantinya; leburan fluorida tidak mengandung air.

Latihan 28.12 ★★★

Iodin hanya sedikit larut dalam air, tetapi larut dalam larutan kalium iodida sebagai ion triiodida IX3X−\ce{I3-}. Dengan memakai energi Gibbs IX2(aq)\ce{I2(aq)} (ΔfG∘=16.40 kJ/mol\Delta_f G^\circ = 16.40\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}), IX−\ce{I-} (−51.57-51.57), dan IX3X−\ce{I3-} (−51.4-51.4), hitunglah tetapan reaksi IX2+IX−⇌IX3X−\ce{I2 + I- <=> I3-}.

Solusi

Solusi Latihan 28.12.

ΔrG∘=−51.4−(16.40−51.57)=−16.2 kJ/mol\Delta_r G^\circ = -51.4 - (16.40 - 51.57) = -16.2\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}, log⁡K=16.2/5.708=2.84\log K = 16.2/5.708 = 2.84, K=7×102K = 7 \times 10^2.

28.6 Soal: Satu Ton Belerang

Soal 28.1

Soal akhir pekan — pembakaran belerang, oksidasi katalitik belerang dioksida, absorpsi dan oleum, keasaman kedua asam sulfat, dan massa asam yang dibuat dari satu ton belerang

Sebuah pabrik asam sulfat membakar belerang yang diperoleh kembali dari gas alam. Massa molar (g/mol\mathrm{g}/\mathrm{mol}): S 32.1, OX2\ce{O2} 32.0, SOX2\ce{SO2} 64.1, SOX3\ce{SO3} 80.1, HX2SOX4\ce{H2SO4} 98.1, HX2O\ce{H2O} 18.0; udara mengandung 21 %21\,\% volume OX2\ce{O2}; pKa(HSOX4X−)=1.99\mathrm{p}K_a(\ce{HSO4-}) = 1.99; R=8.314 J/(K mol)R = 8.314\,\mathrm{J}/(\mathrm{K}\,\mathrm{mol}).

Bagian I — Pembakaran belerang.

  1. Tentukan bilangan oksidasi S dalam S, SOX2\ce{SO2}, SOX3\ce{SO3}, dan HX2SOX4\ce{H2SO4}.
  2. Tuliskan pembakaran belerang.
  3. Gambarlah struktur Lewis SOX2\ce{SO2} dan ramalkan bentuknya.
  4. Hitunglah jumlah belerang dalam satu ton.
  5. Hitunglah volume udara (25 ∘C25\,{}^{\circ}\mathrm{C}, 1 bar1\,\mathrm{bar}) untuk pembakaran saja.
  6. Mengapa gas dari tungku belerang didinginkan sebelum masuk ke konverter?

Bagian II — Oksidasi katalitik.

  1. Tuliskan oksidasi SOX2\ce{SO2} menjadi SOX3\ce{SO3}.
  2. Tetapannya pada 25 ∘C25\,{}^{\circ}\mathrm{C} sekitar 1024.810^{24.8}. Mengapa katalis tetap diperlukan?
  3. Apa peran vanadium(V) oksida, dalam bahasa Bab 9?
  4. Gambarlah bentuk SOX3\ce{SO3}.
  5. Mengapa dipakai udara berlebih?
  6. Berapa fraksi SOX2\ce{SO2} yang hilang jika konversinya 99.7 %99.7\,\%?

Bagian III — Absorpsi.

  1. Tuliskan absorpsi SOX3\ce{SO3} dalam asam sulfat.
  2. Mengapa SOX3\ce{SO3} tidak diserap langsung ke dalam air?
  3. Tuliskan pengenceran oleum.
  4. Tuliskan persamaan keseluruhan proses itu.
  5. Hitunglah massa air yang terpakai per ton belerang.
  6. Mengapa asam harus dituangkan ke dalam air dan tidak pernah sebaliknya?

Bagian IV — Asamnya.

  1. Hitunglah pH larutan asam sulfat 0.050 mol/L0.050\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} dengan memperhitungkan keasaman keduanya.
  2. Hitunglah massa asam sulfat untuk rendemen keseluruhan 99.5 %99.5\,\%.
  3. Dunia memproduksi sekitar 84 Mt84\,\mathrm{Mt} belerang pada tahun 2025. Berapa massa asam sulfat yang akan dihasilkannya jika semuanya dikonversi?
  4. Nyatakan massa asam sulfat yang dapat diperoleh dari satu ton belerang (konversi sempurna).
Solusi

Solusi Soal 28.1.

1. 0, ++IV, ++VI, ++VI. 2. S+OX2→SOX2\ce{S + O2 -> SO2}. 3. S dengan dua domain ikatan dan sepasang elektron bebas: bengkok, sekitar 120∘120{}^{\circ}. 4. 106/32.1=3.12×104 mol10^6/32.1 = 3.12 \times 10^{4}\,\mathrm{mol}. 5. 3.115×104 mol3.115 \times 10^{4}\,\mathrm{mol} OX2\ce{O2}: V=3.115×104×8.314×298.15/105=772 m3V = 3.115 \times 10^4 \times 8.314 \times 298.15/10^5 = 772\,\mathrm{m}^{3}, udara 772/0.21=3.7×103 m3772/0.21 = 3.7 \times 10^{3}\,\mathrm{m}^{3}. 6. Pembakarannya sangat eksoterm; katalis bekerja dalam rentang suhu yang terbatas, dan oksidasi SOX2\ce{SO2}, yang juga eksoterm, kurang sempurna dalam keadaan panas. 7. 2 SOX2+OX2⇌2 SOX3\ce{2SO2 + O2 <=> 2SO3}. 8. Tetapan kesetimbangan yang besar tidak mengatakan apa pun tentang laju: pada suhu kamar reaksinya tidak berjalan. 9. Katalis itu menyediakan jalan dengan energi aktivasi yang lebih rendah dan terbentuk kembali: sebuah katalis heterogen. 10. Segitiga datar. 11. Oksigen yang lebih banyak menjaga kuosien Q=pSOX32/(pSOX22pOX2)Q = p_{\ce{SO3}}^2/(p_{\ce{SO2}}^2 p_{\ce{O2}}) tetap lebih rendah: konversi SOX2\ce{SO2} berlangsung lebih jauh. 12. 0.3 %0.3\,\%. 13. SOX3+HX2SOX4→HX2SX2OX7\ce{SO3 + H2SO4 -> H2S2O7}. 14. Trioksida itu membentuk kabut tetesan asam yang halus yang lolos melewati penyerap. 15. HX2SX2OX7+HX2O→2 HX2SOX4\ce{H2S2O7 + H2O -> 2H2SO4}. 16. 2 S+3 OX2+2 HX2O→2 HX2SOX4\ce{2S + 3O2 + 2H2O -> 2H2SO4}. 17. Satu molekul air per atom belerang: 3.115×104×18.0=561 kg3.115 \times 10^{4} \times 18.0 = 561\,\mathrm{kg}. 18. Pengenceran melepaskan banyak kalor; air yang dituangkan ke atas asam langsung mendidih dan memercikkan asam. 19. x(0.050+x)/(0.050−x)=10−1.99x(0.050 + x)/(0.050 - x) = 10^{-1.99}: x=7.5×10−3 mol/Lx = 7.5 \times 10^{-3}\,\mathrm{mol}/\mathrm{L}, [HX3OX+]=0.0575 mol/L[\ce{H3O+}] = 0.0575\,\mathrm{mol}/\mathrm{L}, pH=1.24\mathrm{pH} = 1.24. 20. 3.12×104×0.995×98.1=3.04 t3.12 \times 10^4 \times 0.995 \times 98.1 = 3.04\,\mathrm{t}. 21. 84×98.1/32.1=257 Mt84 \times 98.1/32.1 = 257\,\mathrm{Mt}. 22. 98.1/32.1=98.1/32.1 = 3.06 t3.06\,\mathrm{t} asam sulfat per ton belerang.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 852 istilah di glosarium