Chemistry · Buku 3 · Bachelor Year 2

Kimia Universitas — Tahun 2

Kimia Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

15Orbital Fragmen dan Molekul Poliatomik

Struktur Lewis air menunjukkan dua ikatan O–H yang setara dan dua pasangan elektron bebas yang setara. Namun ketika air diionisasi oleh cahaya ultraungu, elektron-elektronnya keluar dengan empat energi yang berbeda, bukan dua; metana, dengan empat ikatan C–H yang setara, menunjukkan dua. Elektron dalam molekul tidak duduk di dalam ikatan-ikatan di antara pasangan-pasangan atom: elektron menempati orbital-orbital yang tersebar di seluruh molekul. Bab ini membangun orbital-orbital itu dari orbital fragmen, menjelaskan mengapa air bengkok dan etena datar, serta mengapa sebuah karbokation lebih menyukai gugus-gugus alkil di sekitarnya.

Yang sudah kamu ketahui

Bab 14: LCAO, tumpang-tindih dan simetri, dua tingkat yang berinteraksi, orbital ikatan dan antiikatan. Jilid Tahun 1: bentuk VSEPR, hibridisasi sebagai deskripsi, resonansi, karbokation dan urutan kestabilannya (interaksi ikatan-ikatan C–H dengan orbital kosong sudah disinggung di sana).

15.1 Metode fragmen

Definisi 15.1 (Fragmen)

Yang disebut fragmen adalah sekelompok atom sebuah molekul yang ditinjau tersendiri (sebuah atom, sepasang hidrogen, sebuah gugus CHX2\ce{CH2}), dan yang disebut orbital fragmen adalah salah satu orbitalnya. Orbital-orbital molekul dibangun dengan membiarkan orbital-orbital dua fragmen berinteraksi, dua demi dua, seperti orbital-orbital atom pada molekul diatomik.

Definisi 15.2 (Kombinasi teradaptasi simetri)

Yang disebut kombinasi teradaptasi simetri dari orbital-orbital atom yang setara adalah kombinasi yang oleh setiap operasi simetri molekul (pencerminan terhadap bidang cermin, rotasi di sekitar sumbu) dibiarkan tidak berubah atau diubah menjadi lawannya, atau, untuk himpunan yang terdegenerasi, diubah menjadi kombinasi-kombinasi dari himpunan yang sama.

Proposisi 15.3 (Dua hidrogen)

Untuk dua hidrogen setara dengan orbital 1s h1h_1 dan h2h_2, kombinasi teradaptasi simetrinya adalah h1+h2h_1 + h_2 dan h1−h2h_1 - h_2: yang pertama tidak berubah, yang kedua berganti tanda, pada setiap operasi yang menukar kedua atom itu.

Bukti. Operasi yang menukar kedua atom mengubah h1h_1 menjadi h2h_2 dan h2h_2 menjadi h1h_1: h1+h2h_1 + h_2 tidak berubah dan h1−h2h_1 - h_2 menjadi h2−h1=−(h1−h2)h_2 - h_1 = -(h_1 - h_2). ∎

Proposisi 15.4 (Tiga dan empat hidrogen)

Untuk empat hidrogen di sudut-sudut sebuah tetrahedron, kombinasinya adalah satu kombinasi yang simetris sepenuhnya h1+h2+h3+h4h_1 + h_2 + h_3 + h_4 dan sehimpunan tiga kombinasi terdegenerasi yang masing-masing mempunyai satu bidang simpul, berbentuk seperti orbital p. Untuk tiga hidrogen pada sebuah segitiga (seperti dalam amonia), satu kombinasi simetris dan sepasang kombinasi terdegenerasi.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎

Bentuk kombinasi-kombinasi yang terdegenerasi, dan namanya (a, e, t), berasal dari teori grup, yang dikembangkan dalam jilid Tahun 3; di sini nama-nama itu hanyalah label.

Proposisi 15.5 (Hanya yang sejenis berinteraksi dengan yang sejenis)

Sebuah orbital fragmen hanya berinteraksi dengan orbital-orbital fragmen lain yang berperilaku sama pada setiap operasi simetri molekul; kekuatan interaksinya bertambah seiring tumpang-tindih dan berkurang seiring selisih energinya.

Bukti. Jika dua orbital berperilaku berbeda pada suatu pencerminan, yang satu simetris dan yang lain antisimetris terhadap bidang itu, dan tumpang-tindih serta integral resonansinya lenyap (Proposisi 14.7). Kebergantungan pada tumpang-tindih dan selisih energi adalah seperti pada Teorema 14.14. ∎

Metode 15.6 (Diagram fragmen)

  1. Bagilah molekul menjadi dua fragmen, biasanya atom pusat dan himpunan atom di sekitarnya.
  2. Bangunlah kombinasi teradaptasi simetri orbital-orbital luar.
  3. Golongkan orbital-orbital kedua fragmen menurut perilakunya pada bidang-bidang cermin dan sumbu-sumbu molekul.
  4. Biarkan setiap orbital berinteraksi dengan orbital-orbital yang perilakunya sama, lebih kuat jika energinya berdekatan; sisanya tetap nonikatan.
  5. Isilah dengan elektron valensi lalu bacalah: tingkat terisi tertinggi, sifat ikatan, preferensi bentuk.

15.2 Air

Letakkan air pada bidang yzyz, dengan sumbu zz membagi dua sudut H–O–H. Dua bidang cermin memuat sumbu zz: bidang molekul yzyz dan bidang xzxz yang tegak lurus padanya. Terhadap bidang xzxz, yang menukar kedua hidrogen, h1+h2h_1 + h_2 simetris dan h1−h2h_1 - h_2 antisimetris. Pada oksigen, 2s dan 2pz2\mathrm p_z simetris terhadap kedua bidang; 2py2\mathrm p_y (pada bidang molekul, tegak lurus zz) antisimetris terhadap xzxz; 2px2\mathrm p_x antisimetris terhadap bidang molekul, sesuatu yang tidak dimiliki oleh kombinasi hidrogen mana pun.

Jadi h1+h2h_1 + h_2 bercampur dengan 2s dan 2pz2\mathrm p_z, h1−h2h_1 - h_2 dengan 2py2\mathrm p_y, dan 2px2\mathrm p_x tetap nonikatan. Hasilnya enam orbital, empat di antaranya diisi oleh delapan elektron valensi.

Diagram fragmen air, skematis. Kombinasi simetris hidrogen-hidrogen bercampur dengan orbital 2s dan 2 p_z oksigen (orbital a_1), kombinasi antisimetris dengan 2 p_y (b_2); 2 p_x, yang tegak lurus bidang molekul, tetap nonikatan (1b_1, pada tingkat 2p oksigen). Empat tingkat valensi terisi, empat pita fotoelektron; yang tertinggi, 1b_1, terionisasi pada 12.62\, eV. Label a_1, b_1, b_2 adalah nama (dari teori grup, dalam jilid Tahun 3).
Diagram fragmen air, skematis. Kombinasi simetris hidrogen-hidrogen bercampur dengan orbital 2s dan 2pz2\mathrm p_z oksigen (orbital a1a_1), kombinasi antisimetris dengan 2py2\mathrm p_y (b2b_2); 2px2\mathrm p_x, yang tegak lurus bidang molekul, tetap nonikatan (1b11b_1, pada tingkat 2p oksigen). Empat tingkat valensi terisi, empat pita fotoelektron; yang tertinggi, 1b11b_1, terionisasi pada 12.62 eV12.62\,\mathrm{eV}. Label a1a_1, b1b_1, b2b_2 adalah nama (dari teori grup, dalam jilid Tahun 3).

Proposisi 15.7 (Mengapa air bengkok)

Dalam H–O–H yang linear, dua orbital p oksigen yang tegak lurus sumbu bersifat nonikatan. Pembengkokan memungkinkan salah satunya, yang terletak pada bidang molekul, bertumpang-tindih dengan h1+h2h_1 + h_2 dan bercampur dengan orbital 2s: tingkat terisi itu turun, lebih jauh daripada naiknya tingkat-tingkat terisi yang lain. Dengan delapan elektron valensi, molekul yang bengkok lebih stabil.

Argumen. Dalam molekul linear (zz sepanjang H–O–H), h1+h2h_1 + h_2 mempunyai tumpang-tindih nol dengan 2px2\mathrm p_x dan 2py2\mathrm p_y (masing-masing antisimetris terhadap bidang yang memuat sumbu, sedangkan kombinasinya simetris); keduanya merupakan dua pasangan nonikatan yang terdegenerasi. Ketika dibengkokkan pada bidang yzyz, 2py2\mathrm p_y sebagian mengarah ke hidrogen-hidrogen: tumpang-tindihnya dengan h1+h2h_1 + h_2 bertambah dari nol, dan tingkat terisi yang dibawanya distabilkan (tingkat 3a13a_1 molekul bengkok). Tingkat ikatan 1b21b_2 kehilangan sedikit tumpang-tindih dan naik sedikit. Hasil bersihnya adalah penurunan, yang paling besar jika tingkat yang turun itu terisi, seperti halnya dengan delapan elektron. Molekul dengan hanya empat elektron valensi, seperti BeHX2\ce{BeH2}, membiarkan tingkat itu kosong dan linear. ∎

15.3 Metana, amonia, dan spektrum fotoelektron

Dalam metana, keempat orbital hidrogen menghasilkan kombinasi simetris, yang cocok dengan orbital 2s karbon, dan sehimpunan tiga kombinasi terdegenerasi, yang cocok dengan ketiga orbital 2p-nya. Empat orbital ikatan terisi: satu yang rendah (a1a_1) dan tiga yang terdegenerasi pada energi yang lebih tinggi (t2t_2). Amonia, dengan tiga hidrogen, mempertahankan sebuah orbital terisi pada nitrogen yang mengarah menjauhi hidrogen-hidrogen, yaitu pasangan elektron bebasnya, sebagai tingkat terisi tertinggi.

Diagram fragmen metana, skematis. Kombinasi simetris keempat hidrogen cocok dengan orbital 2s karbon, ketiga kombinasi yang terdegenerasi cocok dengan orbital-orbital 2p-nya: dua tingkat terisi, dan karena itu dua pita fotoelektron, dengan yang di atas (yang terionisasi pertama, pada 12.61\, eV) memuat enam elektron.
Diagram fragmen metana, skematis. Kombinasi simetris keempat hidrogen cocok dengan orbital 2s karbon, ketiga kombinasi yang terdegenerasi cocok dengan orbital-orbital 2p-nya: dua tingkat terisi, dan karena itu dua pita fotoelektron, dengan yang di atas (yang terionisasi pertama, pada 12.61 eV12.61\,\mathrm{eV}) memuat enam elektron.

Definisi 15.8 (Spektroskopi fotoelektron)

Yang disebut spektroskopi fotoelektron mengukur energi kinetik elektron-elektron yang dilepaskan dari molekul oleh radiasi monokromatik yang energinya diketahui; setiap pita spektrum bersesuaian dengan pengambilan sebuah elektron dari satu tingkat terisi, dan posisinya memberikan energi ionisasi tingkat itu.

Proposisi 15.9 (Pendekatan Koopmans)

Energi yang diperlukan untuk mengambil sebuah elektron dari orbital terisi kira-kira sama dengan minus energi orbital itu, I≈−εI \approx -\varepsilon.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎

Pendekatan ini mengabaikan relaksasi elektron-elektron lain setelah ionisasi; pendekatan itu dibenarkan dalam jilid Tahun 3. Pendekatan ini mengubah spektrum fotoelektron menjadi diagram orbital: air menunjukkan empat pita valensi, metana dua, sesuai dengan diagram-diagram fragmen — dan bertentangan dengan gambaran dua pasangan elektron bebas yang setara dan dua ikatan yang setara dalam air, yang memerikan kerapatan elektron total yang sama dengan cara lain tetapi tidak memberikan energi elektron-elektron yang diambil.

15.4 Etena

Etena dapat dibangun dari dua fragmen CHX2\ce{CH2}. Setiap CHX2\ce{CH2} mempunyai, selain orbital-orbital kedua ikatan C–H-nya, sebuah orbital yang mengarah menjauhi hidrogen-hidrogen di dalam bidang (yang membentuk ikatan σ\sigma C–C dengan pasangannya) dan sebuah orbital p yang tegak lurus bidang. Kedua orbital p bergabung menjadi π\pi yang terisi dan π∗\pi^* yang kosong.

Sistem π etena, skematis (molekul dilihat dari sisi, dengan hidrogen-hidrogen di dalam bidang). Kedua orbital p yang tegak lurus bidang bergabung sefase (π, terisi) dan berlawanan fase (π*, kosong). Memuntir satu CH2 sebesar 90 membuat kedua orbital p saling tegak lurus: tumpang-tindihnya, dan ikatan π, lenyap.
Sistem π\pi etena, skematis (molekul dilihat dari sisi, dengan hidrogen-hidrogen di dalam bidang). Kedua orbital p yang tegak lurus bidang bergabung sefase (π\pi, terisi) dan berlawanan fase (π∗\pi^*, kosong). Memuntir satu CHX2\ce{CH2} sebesar 90∘90^\circ membuat kedua orbital p saling tegak lurus: tumpang-tindihnya, dan ikatan π\pi, lenyap.

Ikatan π\pi menjaga etena tetap datar: memuntir satu ujung memalingkan orbital-orbital p satu sama lain, tumpang-tindihnya turun sebanding dengan kosinus sudut puntiran, dan pada 90∘90^\circ ikatan π\pi hilang. Energi sebuah ikatan π\pi harus dipasok untuk memuntir molekul itu; itulah sebabnya isomer cis dan trans alkena tidak saling berubah pada suhu kamar, sedangkan rotasi di sekitar ikatan tunggal bebas.

15.5 Hiperkonjugasi

Definisi 15.10 (Hiperkonjugasi)

Yang disebut hiperkonjugasi adalah interaksi orbital σ\sigma terisi dari ikatan C–H atau C–C dengan orbital p atau π∗\pi^* di dekatnya yang kosong atau terisi sebagian dan sejajar dengannya.

Proposisi 15.11 (Gugus alkil menstabilkan karbokation)

Sebuah karbokation distabilkan oleh setiap ikatan C–H atau C–C pada karbon tetangga yang dapat sejajar dengan orbital p kosongnya: makin banyak ikatan seperti itu, makin stabil kationnya; dari situlah urutan tersier > sekunder > primer > metil.

Argumen. Orbital p kosong pada karbon kationik dan orbital σC–H\sigma_{\text{C--H}} terisi di sebelahnya membentuk sistem dua tingkat dengan selisih Δ\Delta yang besar dan kopling β\beta yang kecil (tak nol hanya jika ikatan itu kira-kira sejajar dengan orbital p). Menurut Teorema 14.14, tingkat σ\sigma yang terisi turun sekitar β2/Δ\beta^2/\Delta, dan kedua elektron memperoleh dua kali nilai itu; tingkat yang kosong naik, tanpa biaya. Setiap ikatan yang tersejajarkan dengan baik menambahkan stabilisasinya sendiri; gugus metil selalu mempunyai satu ikatan C–H yang hampir sejajar, bagaimanapun rotasinya. ∎

Hiperkonjugasi dalam karbokation, skematis. Orbital ikatan C–H terisi pada karbon tetangga, yang sejajar dengan orbital p kosong, menyerahkan sebagian kerapatan elektronnya kepada orbital itu; tingkat yang terisi distabilkan seperti pada setiap interaksi dua tingkat dengan energi yang berbeda.
Hiperkonjugasi dalam karbokation, skematis. Orbital ikatan C–H terisi pada karbon tetangga, yang sejajar dengan orbital p kosong, menyerahkan sebagian kerapatan elektronnya kepada orbital itu; tingkat yang terisi distabilkan seperti pada setiap interaksi dua tingkat dengan energi yang berbeda.

15.6 Latihan

Latihan 15.1 ★

Tuliskan kedua kombinasi teradaptasi simetri orbital-orbital 1s hidrogen pada air, lalu nyatakan mana di antaranya yang berganti tanda pada bidang yang membagi dua sudut H–O–H dan tegak lurus molekul.

Solusi

Solusi Latihan 15.1.

h1+h2h_1 + h_2 dan h1−h2h_1 - h_2. Bidang xzxz, yang membagi dua sudut itu dan tegak lurus molekul, menukar kedua hidrogen: h1−h2h_1 - h_2 berganti tanda, h1+h2h_1 + h_2 tidak.

Latihan 15.2 ★

Berapa orbital molekul valensi yang dimiliki air, berapa elektron valensinya, dan berapa orbital valensi yang terisi?

Solusi

Solusi Latihan 15.2.

Enam orbital valensi (2s dan tiga 2p oksigen, dua 1s hidrogen), delapan elektron valensi, empat orbital terisi.

Latihan 15.3 ★

Mengapa spektrum fotoelektron metana menunjukkan dua pita valensi, yang satu tiga kali lebih kuat daripada yang lain?

Solusi

Solusi Latihan 15.3.

Tingkat-tingkat valensi yang terisi adalah satu orbital a1a_1 dan sehimpunan tiga orbital t2t_2 yang terdegenerasi: dua energi, dua pita. Pita t2t_2 mengambil elektron dari tiga orbital yang memuat enam elektron, dibandingkan dengan satu orbital dan dua elektron untuk a1a_1.

Latihan 15.4 ★

Mengapa keenam atom etena terletak pada satu bidang?

Solusi

Solusi Latihan 15.4.

Ikatan π\pi mensyaratkan kedua orbital p karbon sejajar, yang menempatkan kedua bidang CHX2\ce{CH2} pada satu bidang yang sama.

Latihan 15.5 ★★

Energi ionisasi pertama amonia adalah 10.07 eV10.07\,\mathrm{eV}, energi ionisasi pertama metana 12.61 eV12.61\,\mathrm{eV}. Orbital mana yang kehilangan elektron dalam setiap kasus, dan mengapa amonia lebih mudah diionisasi?

Solusi

Solusi Latihan 15.5.

Amonia kehilangan sebuah elektron dari pasangan elektron bebasnya, orbital yang sebagian besar nonikatan pada nitrogen; metana dari orbital ikatan t2t_2. Elektron nonikatan terletak lebih tinggi, lebih dekat ke tingkat atom, daripada elektron ikatan: elektron itu lebih mudah diambil.

Latihan 15.6 ★★

Bandingkan tingkat-tingkat terisi air yang linear dan yang bengkok, lalu jelaskan mengapa molekul seperti BeHX2\ce{BeH2}, dengan empat elektron valensi, linear.

Solusi

Solusi Latihan 15.6.

Air linear mempunyai dua orbital p nonikatan terisi yang terdegenerasi; pembengkokan menurunkan salah satunya dan sedikit menaikkan sebuah tingkat ikatan: keuntungan bersih dengan delapan elektron. BeHX2\ce{BeH2} hanya mempunyai empat, yang mengisi kedua orbital ikatan; orbital yang akan diturunkan oleh pembengkokan kosong, sementara tingkat-tingkat ikatan kehilangan tumpang-tindih: bentuk linear paling baik.

Latihan 15.7 ★★

Jelaskan, dengan hasil dua tingkat, urutan kestabilan karbokation CHX3X+\ce{CH3+}, CHX3CHX2X+\ce{CH3CH2+}, (CHX3)X2CHX+\ce{(CH3)2CH+}, (CHX3)X3CX+\ce{(CH3)3C+}.

Solusi

Solusi Latihan 15.7.

Setiap ikatan C–H atau C–C pada karbon di sebelah pusat kationik dapat sejajar dengan orbital p kosong dan memberikan stabilisasi sekitar 2β2/Δ2\beta^2/\Delta. CHX3X+\ce{CH3+} tidak mempunyai tetangga seperti itu; kation etil, isopropil, dan tert-butil mempunyai satu, dua, dan tiga gugus metil di sebelah pusat itu, masing-masing menawarkan sebuah ikatan yang sejajar: kestabilannya bertambah menurut urutan itu.

Latihan 15.8 ★★

Tumpang-tindih dua orbital p yang terpuntir sebesar sudut θ\theta di sekitar ikatan sebanding dengan cos⁡θ\cos\theta. Jika integral resonansi sebanding dengan tumpang-tindih, bagaimana stabilisasi π\pi bergantung pada θ\theta? Pada sudut berapa stabilisasi itu turun menjadi separuhnya?

Solusi

Solusi Latihan 15.8.

Untuk dua tingkat yang sama, pemisahannya 2∣β∣2|\beta| dan kedua elektron π\pi memperoleh 2∣β∣2|\beta|, yang sebanding dengan cos⁡θ\cos\theta. Nilai itu turun menjadi separuhnya pada θ=60∘\theta = 60^\circ dan menjadi nol pada 90∘90^\circ.

Latihan 15.9 ★★

Boran BHX3\ce{BH3} datar, amonia piramidal. Dengan orbital fragmen sebuah atom pusat dan tiga hidrogen, jelaskan perbedaannya melalui jumlah elektron yang dimiliki masing-masing.

Solusi

Solusi Latihan 15.9.

Boran mempunyai enam elektron valensi: elektron-elektron itu mengisi ketiga orbital ikatan, dan orbital p boron yang tegak lurus bidang tetap kosong; tidak ada yang diperoleh dengan menjadi piramidal. Amonia mempunyai dua elektron lebih banyak: keduanya menempati orbital yang bersifat nonikatan pada bentuk datar, dan, seperti pada air, bentuk piramidal memungkinkan orbital itu bercampur dengan orbital 2s dan kombinasi hidrogen lalu turun.

Latihan 15.10 ★★★

Ion HX3X+\ce{H3+} berbentuk segitiga sama sisi. Dengan α\alpha dan β\beta untuk orbital-orbital 1s dan tumpang-tindih diabaikan, tentukan ketiga energi orbitalnya (kombinasi simetris berenergi α+2β\alpha + 2\beta), lalu jelaskan mengapa dua elektron sudah cukup untuk mengikatnya.

Solusi

Solusi Latihan 15.10.

Persamaan sekular untuk c1=c2=c3c_1 = c_2 = c_3 memberikan α+2β\alpha + 2\beta; kedua kombinasi yang ortogonal terhadapnya memberikan α−β\alpha - \beta (terdegenerasi). Dua elektron dalam α+2β\alpha + 2\beta: energinya 2α+4β2\alpha + 4\beta, lebih rendah daripada HX2+HX+\ce{H2} + \ce{H+} (2α+2β2\alpha + 2\beta) karena β<0\beta < 0.

Latihan 15.11 ★★★

Sistem alil CHX2=CH−CHX2\ce{CH2=CH-CH2} mempunyai tiga orbital p yang sejajar. Tebaklah bentuk ketiga orbital π\pi-nya (tanda pada setiap karbon) dari jumlah simpulnya, dan mana yang merupakan tingkat terisi tertinggi anion alil.

Solusi

Solusi Latihan 15.11.

π1\pi_1: ketiga koefisien bertanda sama, tanpa simpul (ikatan); π2\pi_2: tanda berlawanan pada karbon-karbon ujung dan sebuah simpul di tengah (nonikatan); π3\pi_3: tanda berselang-seling, dua simpul (antiikatan). Anionnya mempunyai empat elektron π\pi: π2\pi_2 adalah tingkat terisi tertingginya, dengan kerapatan hanya pada karbon-karbon ujung.

Latihan 15.12 ★★★

Bangunlah sistem π\pi karbon dioksida dari orbital-orbital 2p yang tegak lurus sumbu O–C–O: berapa orbital π\pi, mana yang bersifat ikatan, nonikatan, antiikatan, dan berapa elektron yang dimuatnya?

Solusi

Solusi Latihan 15.12.

Pada setiap dari kedua bidang yang memuat sumbu, tiga orbital p yang sejajar (O, C, O) menghasilkan satu orbital ikatan, satu orbital nonikatan (hanya pada oksigen), dan satu orbital antiikatan: seluruhnya enam orbital π\pi. Kedua orbital ikatan dan kedua orbital nonikatan terisi: delapan elektron π\pi (dua ikatan π\pi dan dua pasangan elektron bebas oksigen dalam gambaran Lewis).

15.7 Soal: Bentuk Molekul Air

Soal 15.1

Soal akhir pekan — fragmen oksigen dan HX2\ce{H2}, orbital-orbital H–O–H yang linear, tingkat-tingkat yang bergeser ketika molekul itu membengkok, dan spektrum fotoelektron dengan pendekatan Koopmans

Data: geometri air, r(O−H)=95.8 pmr(\ce{O-H}) = 95.8\,\mathrm{pm}, sudut 104.48∘104.48^\circ; energi ionisasi pertama: HX2O\ce{H2O} 12.62 eV12.62\,\mathrm{eV}, O\ce{O} 13.62 eV13.62\,\mathrm{eV}. Air terletak pada bidang yzyz, dengan zz sepanjang garis bagi sudut.

Bagian I — Fragmen.

  1. Berapa elektron valensi yang dimiliki air, dan dari atom-atom mana?
  2. Tuliskan kedua kombinasi teradaptasi simetri orbital-orbital 1s hidrogen.
  3. Orbital oksigen manakah yang simetris terhadap kedua bidang cermin?
  4. Orbital oksigen manakah yang antisimetris hanya terhadap bidang xzxz?
  5. Orbital oksigen manakah yang tidak mempunyai pasangan di antara kombinasi-kombinasi hidrogen?
  6. Berapa orbital molekul yang dihasilkan, dan berapa yang terisi?

Bagian II — H–O–H yang linear.

  1. Dalam molekul linear sepanjang zz, kombinasi manakah yang berinteraksi dengan 2pz2\mathrm p_z oksigen?
  2. Kombinasi manakah yang berinteraksi dengan 2s oksigen?
  3. Orbital oksigen manakah yang tetap nonikatan, dan dengan degenerasi berapa?
  4. Isilah tingkat-tingkatnya dengan delapan elektron valensi.
  5. Apakah air yang linear akan bersifat paramagnetik?
  6. Di mana tingkat terisi tertingginya akan terletak, dibandingkan dengan orbital 2p oksigen?

Bagian III — Pembengkokan.

  1. Molekul linear yang terletak sepanjang zz dibengkokkan pada bidang yzyz. Orbital nonikatan manakah yang mulai bertumpang-tindih dengan h1+h2h_1 + h_2?
  2. Apa yang terjadi pada tingkat terisi yang dibawanya?
  3. Tingkat ikatan manakah yang naik sedikit, dan mengapa?
  4. Simpulkan: mengapa air bengkok?
  5. Bandingkan sudut terukur dengan 90∘90^\circ (ikatan p murni) dan 109.5∘109.5^\circ.
  6. Orbital nonikatan manakah yang tidak tersentuh oleh pembengkokan?

Bagian IV — Spektrum fotoelektron.

  1. Berapa pita valensi yang ditunjukkan oleh spektrum?
  2. Menurut pendekatan Koopmans, dari orbital mana pita pertama berasal?
  3. Mengapa pita itu sempit, sedangkan pita orbital-orbital ikatan lebar?
  4. Bandingkan energi ionisasi pertama air dengan energi ionisasi pertama atom oksigen, lalu jelaskan perbedaannya.
  5. Apa yang terjadi dengan “dua pasangan elektron bebas yang setara” pada struktur Lewis?
  6. Nyatakan jumlah pita ionisasi valensi air dan energi pita yang terendah.
Solusi

Solusi Soal 15.1.

1. Delapan: enam dari oksigen, satu dari setiap hidrogen. 2. h1+h2h_1 + h_2 dan h1−h2h_1 - h_2. 3. 2s dan 2pz2\mathrm p_z. 4. 2py2\mathrm p_y. 5. 2px2\mathrm p_x, yang tegak lurus bidang molekul. 6. Enam; empat terisi. 7. h1−h2h_1 - h_2, yang berganti tanda, seperti 2pz2\mathrm p_z, melalui bidang yang tegak lurus sumbu pada oksigen. 8. h1+h2h_1 + h_2. 9. 2px2\mathrm p_x dan 2py2\mathrm p_y, yang tegak lurus sumbu: sepasang orbital nonikatan yang terdegenerasi. 10. (2s, h1+h2h_1 + h_2) ikatan2^2, (2pz2\mathrm p_z, h1−h2h_1 - h_2) ikatan2^2, lalu 2px2 2py22\mathrm p_x^2\,2\mathrm p_y^2. 11. Tidak: pasangan yang terdegenerasi itu penuh, setiap elektron berpasangan. 12. Pada energi orbital 2p oksigen: tingkat itu nonikatan. 13. 2py2\mathrm p_y (dengan sumbu molekul linear sepanjang zz dan pembengkokan pada yzyz). 14. Orbital itu bercampur dengan 2s dan h1+h2h_1 + h_2 lalu turun: tingkat 3a13a_1. 15. Tingkat ikatan (2pz2\mathrm p_z, h1−h2h_1 - h_2), yang kehilangan sebagian tumpang-tindih ketika hidrogen-hidrogen meninggalkan sumbu: tingkat itu menjadi 1b21b_2. 16. Tingkat terisi yang turun memperoleh lebih banyak daripada yang hilang dari tingkat yang lain: dengan delapan elektron, bentuk bengkok lebih stabil. 17. 104.48∘104.48^\circ, di antara 90∘90^\circ (ikatan yang hanya dibuat dari orbital p) dan 109.5∘109.5^\circ: orbital 2s ikut berperan dalam ikatan. 18. 2px2\mathrm p_x, yang tetap menjadi 1b11b_1 nonikatan. 19. Empat. 20. Dari 1b11b_1, orbital 2px2\mathrm p_x oksigen yang nonikatan. 21. Mengambil elektron nonikatan hampir tidak mengubah ikatan-ikatannya: ion itu mempunyai geometri molekul semula dan hanya sedikit energi vibrasi yang tereksitasi. Mengambil elektron ikatan mengubah panjang dan sudut ikatan, dan pitanya melebar meliputi banyak tingkat vibrasi. 22. 12.62 eV12.62\,\mathrm{eV} dibandingkan dengan 13.62 eV13.62\,\mathrm{eV}: oksigen dalam air membawa muatan parsial negatif yang ditarik dari hidrogen-hidrogen, yang menaikkan tingkat-tingkat 2p-nya. 23. Keduanya bukan dua tingkat yang sama: kedua kombinasinya adalah orbital 3a13a_1 dan 1b11b_1, yang energinya berbeda. Kedua gambaran memerikan kerapatan elektron total yang sama; hanya orbital-orbital terdelokalisasi yang memberikan energi ionisasinya. 24. Air mempunyai empat pita ionisasi valensi, yang terendah pada ≈12.6 eV\boldsymbol{\approx 12.6\,\mathrm{eV}}.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 852 istilah di glosarium