বইগুলো এখনো বাংলা ভাষায় পাওয়া যায় না — Bahasa Indonesia সংস্করণ দেখানো হচ্ছে।
Ilmu Kebumian dan Antariksa Universitas — Tahun 3 · স্নাতক তৃতীয় বর্ষ
18Geomorfologi Kuantitatif
Sungai yang melintasi pegunungan yang terangkat memiliki undakan pada profil memanjangnya: air terjun, dengan ngarai di bawahnya dan lembah yang lebih landai di atasnya. Undakan itu tidak tetap di tempat ia terbentuk. Undakan itu bergerak ke hulu, beberapa milimeter atau beberapa meter per tahun, dan posisinya adalah jam yang mulai berjalan ketika dasar sungai diturunkan. Membaca jam itu, dan laju yang tertulis dalam bentuk bukit dan sungai, memerlukan dua hukum kekekalan dan dua hukum transpor: satu untuk tanah yang merayap menuruni lereng, satu untuk batuan dasar yang dipotong sungai.
Yang sudah kamu ketahui
Pelapukan, erosi, pengendapan, bentuk lahan, dan keseimbangan antara pengangkatan dan erosi dibahas dalam volume-volume sekolah, begitu pula pantulan isostatik dan lembah glasial berbentuk U. Laju denudasi, tegangan geser dasar, dan parameter Shields dibahas dalam volume Tahun 1, pada bab tentang erosi dan transpor; model elevasi digital pada bab tentang peta geologi; isostasi Airy dibahas pada bab tentang isostasi dan anomali gravitasi. Nuklida kosmogenik dan laju erosi yang diturunkan darinya dibahas pada Bab 13, termokronologi dan hubungan umur–elevasi dibahas pada Bab 10. Persamaan difusi ada dalam buku fisika.
18.1 Lereng-lereng
Pada bukit yang tertutup tanah, tanah bergerak menuruni lereng butir demi butir: hewan penggali melemparkannya, akar mengangkatnya, pembekuan dan pembasahan memekarkannya, dan setiap gangguan memungkinkan gravitasi menggesernya sedikit. Dirata-ratakan selama berabad-abad, fluks tanah sebanding dengan lerengnya.
Definisi 18.1 (Difusi lereng)
Yang disebut difusi lereng adalah pengangkutan tanah yang lambat menuruni lereng yang fluks volumenya per satuan lebar lereng, , sebanding dengan gradien elevasi permukaan : . Koefisien , dalam , adalah difusivitas lereng.
Teorema 18.2 (Difusi pada lereng)
Misalkan batuan terangkat dengan laju relatif terhadap alur yang membatasi sebuah lereng, tanah dan batuan memiliki massa jenis yang sama, dan tanah bergerak melalui difusi lereng dengan seragam. Maka elevasi permukaan memenuhi
yaitu persamaan difusi dengan suku sumber.
Bukti. Ambil luasan kecil dari lereng. Volumenya berubah karena pengangkatan, per satuan waktu, dan karena tanah yang mengalir keluar melalui tepinya, . Dengan demikian ; dengan dan seragam, . ∎
Sebuah sesar atau garis pantai memotong tebing terjal dalam satu waktu; sesudahnya tebing itu hanya berdifusi. Mulai dari undakan vertikal dengan setengah tinggi pada lereng medan jauh , solusi dalam satu dimensi adalah
Bentuknya hanya bergantung pada hasil kali : profil terukur memberikan , dan umur independen memberikan , atau yang diketahui memberikan umur, yakni umur morfologis. Tebing terjal di wilayah semi-arid dengan tanah berbutir dan vegetasi jarang memberikan antara dan ; pegunungan pesisir yang lembap dan bervegetasi rapat sekitar .
Ketika sebuah bukit telah terangkat dan tererosi cukup lama, bentuknya berhenti berubah: setiap titik turun dengan laju batuan terangkat.
Proposisi 18.3 (Kelengkungan puncak mengukur laju erosi)
Pada lereng bukit dalam keadaan tunak di bawah difusi lereng, laju erosi , yang sama dengan , adalah
Dalam satu dimensi, profilnya berupa parabola , dengan relief antara punggungan pemisah dan alur yang berjarak dari titik itu.
Bukti. Dengan menetapkan pada teorema, diperoleh . Dalam satu dimensi, dua kali integrasi dengan di punggungan pemisah menghasilkan parabola, dan nilainya di memberikan relief. ∎
Kelengkungan, besaran geometris yang diukur pada model elevasi digital, dengan demikian dapat dibaca sebagai laju begitu diketahui: makin curam dan makin tajam membulat puncak bukitnya, makin cepat pula bentang alam itu tererosi. Tanah sendiri terbentuk dari batuan di bawahnya dengan laju yang bergantung pada seberapa banyak tanah yang sudah menutupinya.
Definisi 18.4 (Fungsi produksi tanah)
Yang disebut fungsi produksi tanah memberikan laju batuan dasar berubah menjadi tanah sebagai fungsi ketebalan tanah ; umumnya diambil sebagai , dengan adalah laju pada batuan telanjang dan panjang berorde pecahan meter.
Dalam keadaan tunak, bidang batas tanah-batuan turun dengan laju permukaan, , sehingga ketebalan tanah : erosi yang lebih cepat berarti tanah lebih tipis, dan di tempat melampaui tanah terkikis dan batuan telanjang, dibatasi oleh pelapukan, tersingkap. Laju produksi tanah tercepat yang terukur berorde .
Difusi linear gagal pada lereng curam. Ketika gradien mendekati sebuah ambang, butir-butir menggelinding dan meluncur dalam hentakan, dan tanah longsor dangkal mengupas lapisan tanahnya.
Definisi 18.5 (Gradien lereng kritis)
Yang disebut gradien lereng kritis adalah gradien tempat fluks tanah tumbuh tanpa batas; dalam hukum transpor nonlinear yang banyak dipakai, .
Lereng yang jauh lebih landai daripada berperilaku seperti difusi linear; lereng yang tererosi cepat menjadi makin curam menuju dan berbentuk planar, gradiennya ditentukan oleh ambang, bukan oleh laju erosi.
Di lapangan — Memindai lereng bukit
Sebuah tim yang menyurvei punggungan berselimut tanah memasang pemindai laser terestrial pada tripod beberapa puluh meter dari punggungan. Setiap pemindaian merekam jutaan titik, jarak dan arah ke permukaan tanah, melalui celah-celah di antara rumput dan semak; titik-titik dari beberapa stasiun pemindai digabungkan menjadi satu awan, diregistrasi ke target yang disurvei dengan penerima satelit, dan pantulan terakhir disimpan untuk menghilangkan vegetasi. Awan titik tanah telanjang dipetakan ke dalam kisi menjadi model elevasi dengan sel berukuran desimeter, dihaluskan sepanjang beberapa meter, dan Laplacian-nya dihitung di punggungan. Tim kemudian membandingkan kelengkungan puncak punggungan yang tererosi dengan laju yang diukur dengan nuklida kosmogenik: jika diplot satu sama lain, keduanya memberikan difusivitas lereng sebagai kemiringan garis, seperti yang diprediksi proposisi.
18.2 Penorehan sungai
Di tempat sungai mengalir di atas batuan dasar, ia menggerus ke bawah dengan mencabut blok-blok, dengan abrasi di bawah muatan dasarnya, dan dengan kavitasi. Semuanya sebanding dengan tegangan geser yang dikerjakan aliran pada dasarnya, atau daya yang dihabiskan di sana, dan keduanya bertambah seiring debit dan kemiringan. Debit bertambah seiring luas daerah tangkapan, sehingga luas mewakili debit.
Definisi 18.6 (Hukum daya sungai)
Yang disebut hukum daya sungai memberikan laju penorehan vertikal sungai batuan dasar sebagai
dengan adalah luas daerah tangkapan di hulu titik itu, gradien alur, dan eksponen positif, dan koefisien erodibilitas yang merangkum kekuatan batuan, iklim, dan lebar alur.
Untuk proses yang sebanding dengan tegangan geser atau dengan daya aliran satuan, mendekati 0.5. Survei alur badland yang terbentuk pada batuan lemah selama sekitar 20 tahun menemukan laju penorehan sebanding dengan .
Definisi 18.7 (Penorehan terbatas-pelepasan dan terbatas-angkutan)
Penorehan bersifat terbatas-pelepasan ketika sungai dapat membawa pergi lebih banyak sedimen daripada yang diterimanya, sehingga laju penurunan dasarnya ditentukan oleh seberapa cepat ia melepaskan batuan dari dasar: hukum daya sungai berlaku. Penorehan itu bersifat terbatas-angkutan ketika sungai membawa semua sedimen yang dapat dibawanya, sehingga dasarnya hanya diturunkan di tempat kapasitas angkut bertambah ke hilir, dengan laju yang ditentukan oleh divergensi fluks sedimen.
Sungai terbatas-angkutan berperilaku mirip lereng bukit: fluks bergantung pada kemiringan, dan profilnya berkembang dengan persamaan seperti difusi yang membulatkan setiap undakan. Sungai terbatas-pelepasan menjaga undakan tetap tajam dan memindahkannya, seperti ditunjukkan subbagian berikutnya. Sungai pegunungan dengan lantai batuan dasar dan kerikil tipis biasanya lebih dekat ke yang pertama; sungai di atas aluvium tebal ke yang kedua.
Jika batuan naik dengan laju seragam terhadap muara sungai, dan , , seragam, sungai berkembang sebagai .
Definisi 18.8 (Profil sungai keadaan tunak)
Profil sungai berada dalam keadaan tunak ketika ketinggiannya tidak lagi berubah terhadap waktu: di setiap titik, penggerusan menyeimbangkan pengangkatan batuan terhadap muara.
Teorema 18.9 (Profil keadaan tunak di bawah hukum daya sungai)
Jika , , , dan seragam, sungai terbatas-pelepasan dalam keadaan tunak memiliki gradien
Bukti. Pada keadaan tunak , sehingga , maka ; dengan mengambil akar ke- diperoleh hasilnya. ∎
Gradien turun sebagai pangkat luas: profil itu cekung ke atas. Sungai sebenarnya mengikuti hukum pangkat semacam itu meskipun asumsi teorema diragukan, sehingga dua angka merangkum sebuah profil.
Definisi 18.10 (Indeks kecuraman alur dan kecekungan)
Jika gradien sungai mengikuti , eksponen disebut indeks kecekungan dan koefisien disebut indeks kecuraman alur. Untuk membandingkan sungai, ditetapkan pada nilai acuan bersama , dan adalah kecuraman ternormalisasi.
Menurut teorema, dan : pada erodibilitas tertentu, sungai lebih curam di tempat batuan naik lebih cepat. Peta kecuraman suatu pegunungan karena itu memperlihatkan pengangkatannya.
Gradien adalah turunan ketinggian yang berderau dan sebarannya lebar. Mengintegrasikan profil justru memakai ketinggian, yang lebih baik diukur.
Definisi 18.11 (Analisis chi)
Yang disebut analisis chi memplot ketinggian titik-titik pada jaringan sungai terhadap koordinat
dengan adalah jarak sepanjang alur ke hulu dari titik dasar , luas acuan, dan indeks kecekungan; memiliki dimensi panjang.
Proposisi 18.12 (Transformasi chi meluruskan profil keadaan tunak)
Di bawah asumsi teorema keadaan tunak, dengan , setiap alur dari suatu jaringan yang mengalir ke elevasi dasar memenuhi
semua alur terletak pada satu garis lurus dengan kemiringan pada bidang .
Bukti. Sepanjang suatu alur, . Mengintegralkan dari , tempat , menghasilkan , dan . Anak sungai bergabung dengan sungai utama di titik pertemuan yang dan -nya sama dengan sungai utama, dan hubungan yang sama berlaku di hulunya. ∎
Alur yang menyimpang dari garis tersebut tidak berada dalam keadaan tunak, atau melintasi batuan dengan erodibilitas berbeda, atau telah kehilangan atau menangkap luas daerah aliran: sebuah anak sungai yang titiknya berada di atas tetangganya pada yang sama sedang kehilangan luas, sedangkan yang berada di bawah sedang bertumbuh.
18.3 Bentang alam transien
Definisi 18.13 (Dasar erosi dan titik tekuk)
Yang disebut dasar erosi sebuah sungai adalah elevasi muaranya, di bawah tingkat itu sungai tidak dapat mengikis: laut, danau, atau sungai utama tempat ia bergabung. Yang disebut titik tekuk ialah lokasi ketika gradien profil memanjang sungai meningkat mendadak, dari ruas yang menjadi curam menuju air terjun.
Titik tekuk dapat bersifat tetap, yaitu saat sungai melintasi lapisan yang lebih keras atau tebing sesar yang masih aktif, atau dapat bersifat bergerak, yaitu ketika titik itu menjadi kepala dari respons sungai terhadap perubahan di bawahnya: turunnya dasar erosi, atau pengangkatan yang lebih cepat.
Teorema 18.14 (Titik tekuk sebagai gelombang kinematik)
Misalkan , dengan , , dan seragam, dan menyatakan jarak ke hulu dari muara. Maka memenuhi
dan setiap fitur profil, termasuk undakan, merambat ke hulu dengan kecepatan rambat sambil mempertahankan tingginya. Titik tekuk yang berawal di muara pada mencapai titik pada waktu
dengan dihitung menggunakan . Semua titik tekuk yang terbentuk dalam suatu jaringan pada saat yang sama, oleh karena itu, berada pada yang sama, dan pada kontur yang sama.
Bukti. Dengan diukur ke hulu, gradiennya adalah , dan persamaan evolusi ialah persamaan yang sudah ditulis. Sepanjang kurva , ruas kirinya adalah turunan total , sehingga bertambah sebesar per satuan waktu sepanjang setiap kurva semacam itu. Dua titik di kedua sisi undakan, yang terbawa sepanjang kurva bertetangga, memperoleh tinggi yang sama, sehingga undakan mempertahankan tingginya dan bergerak bersama kurva-kurva itu. Waktu untuk mencapai adalah , yaitu menurut definisi dengan . Dalam jaringan, diukur sepanjang setiap lintasan aliran dari muara yang sama, sehingga waktu yang sama berarti yang sama, dan menurut proposisi tentang , ruas-ruas di bawah titik tekuk yang sudah menyesuaikan diri dengan dasar erosi yang baru, membuat semuanya berada pada elevasi yang sama. ∎
Kecepatan rambat meningkat seiring luas daerah aliran: titik tekuk merambat cepat melalui sungai utama dan melambat di bagian hulu. Waktu yang diperlukan untuk melintasi seluruh jaringan hingga ke kepala alur adalah waktu respons bentang alam, berorde satu juta tahun untuk laju pengangkatan yang lazim. Bila kecepatan rambat juga bergantung pada kemiringan, dan undakan berubah bentuk: untuk sisi curamnya mendahului ruas-ruas di sekitarnya dan tetap tajam, sedangkan untuk undakan itu tertinggal dan menyebar.
Di lapangan — Air terjun yang berjalan ke hulu

Di Niagara, sungai jatuh ke dalam ngarai yang ia torehkan sendiri. Sekitar tahun lalu, Air Terjun berdiri di tepi Eskarpmen Niagara. Sejak itu, ketika air mengikis batuan eskarpmen dan blok-blok lepas dari puncaknya, puncak itu telah bergeser sekitar ke hulu: rata-rata sekitar satu meter setahun, dan hari ini sekitar sepersepuluhnya. Erosi berlangsung lebih lambat ketika puncaknya berupa tapal kuda panjang yang menyebarkan air. Ngarai itu adalah lintasan titik tekuk.
18.4 Erosi glasial
Gletser yang meluncur di atas dasarnya (gelincir basal, Bab 24) mengikisnya melalui abrasi, ketika puing yang tertahan dalam es menggerus batuan, dan melalui pencabutan, ketika gletser menarik keluar blok yang telah longgar oleh retakan. Keduanya sebanding dengan kecepatan peluncuran.
Definisi 18.15 (Hukum erosi glasial)
Yang disebut hukum erosi glasial memberikan laju erosi dasar gletser sebagai , dengan adalah kecepatan peluncuran, koefisien dan eksponen.
Model bentang alam biasanya mengambil , dengan nilai antara 1 dan 2 yang juga digunakan. Sebuah kompilasi 38 gletser, yang laju erosinya membentang lima orde besaran, menemukan erosi berkorelasi dengan kecepatan peluncuran, dengan dan untuk dalam meter per tahun: erosi paling cepat terjadi di bawah gletser beriklim sedang yang diberi salju melimpah, yang meluncur cepat. Karena es paling tebal dan paling cepat sepanjang sumbu lembah, dasar lembah lebih diperdalam daripada sisinya, dan lembah itu memperoleh bentuk U.
Definisi 18.16 (Gergaji glasial)
Yang disebut gergaji glasial adalah batas yang ditetapkan pada ketinggian pegunungan oleh gletser: di tempat batuan naik di atas ketinggian tempat gletser terbentuk, gletser mengikisnya secepat batuan itu naik, berapa pun laju pengangkatannya, sehingga puncak dan elevasi rata-rata berkumpul di dekat ketinggian itu.
18.5 Tektonika dan erosi
Definisi 18.17 (Keadaan tunak topografi)
Bentang alam berada dalam keadaan tunak topografi ketika laju erosinya sama dengan laju pengangkatan batuan di semua tempat, sehingga elevasinya tidak berubah meskipun batuan melewatinya.
Laju yang diukur dalam rentang waktu berbeda menguji keadaan tersebut. Nuklida kosmogenik dalam pasir sungai memberikan laju erosi rata-rata suatu cekungan selama waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan lapisan berorde panjang atenuasi produksinya, sekitar batuan; termokronometer dan hubungan umur–elevasinya memberikan laju ekshumasi selama jutaan tahun. Jika keduanya saling sepakat dan sepakat dengan laju pengangkatan, bentang alam mungkin berada dalam keadaan tunak; jika laju jangka pendek di hilir lebih cepat daripada di hulu, sebuah titik tekuk sedang melintas. Pengambilan batuan juga meringankan litosfer, yang kemudian naik sebagai responsnya.
Definisi 18.18 (Pantulan isostatik erosional)
Yang disebut pantulan isostatik erosional adalah naiknya permukaan batuan suatu wilayah dalam kesetimbangan isostatik sebagai respons terhadap massa yang dihilangkan oleh erosi.
Proposisi 18.19 (Puncak naik seiring lembah makin dalam)
Dalam isostasi Airy dengan kerak bermassa jenis di atas mantel bermassa jenis , menghilangkan ketebalan rata-rata dari kerak di suatu wilayah menaikkan seluruh wilayah sebesar . Jika erosi hanya terbatas pada lembah, puncak yang tidak terkikis naik sebesar jumlah itu, sementara rata-rata permukaan hanya turun sebesar .
Bukti. Kompensasi menuntut agar massa setiap kolom di atas suatu kedalaman tetap sama. Menghilangkan ketebalan kerak, dirata-ratakan di atas luas kompensasi, menurunkan massa per satuan luas sebesar ; menggantinya menuntut mantel mengalir masuk pada kedalaman, sehingga mengangkat dasar kolom, dan segala yang ada di atasnya, sebesar dengan . Puncak yang tidak kehilangan batuan naik sebesar ; permukaan rata-rata kehilangan dan memperoleh . ∎
Massa jenis kerak terbobot ketebalan pada model acuan Bumi adalah dan massa jenis mantel di bawah Moho , dengan rasio 0.80: dari setiap seratus meter batuan yang terkikis, permukaan rata-rata kehilangan hanya dua puluh. Penorehan yang dalam pada dataran tinggi tua dengan demikian dapat menaikkan puncaknya meskipun dataran tinggi itu terus terkikis.
18.6 Latihan
Latihan 18.1 ★
Sebuah tebing pantai dengan pergeseran () berada pada lereng medan jauh sebesar 0.04, dan gradien tercuramnya kini 0.30. Hitung , lalu umur tebing itu dengan .
Solusi
Solusi Latihan 18.1.
, jadi , dan , dalam faktor dua ke kedua arah, mengingat rentang .
Latihan 18.2 ★
Survei lidar memberikan kelengkungan puncak bukit sebesar pada punggungan dengan difusivitas . Hitung laju erosinya dalam , dan relief antara puncaknya dan alur berjarak , dengan asumsi keadaan tunak.
Solusi
Solusi Latihan 18.2.
, . Relief .
Latihan 18.3 ★
Dengan , dan , hitung laju penorehan sungai dengan daerah tangkapan pada gradien 0.01. Apa satuan untuk dan yang umum?
Solusi
Solusi Latihan 18.3.
, . Karena bersatuan , bersatuan dan tanpa satuan, bersatuan : untuk .
Latihan 18.4 ★
Tiga sungai menunjukkan titik tekuk: (a) tempat lapisan batu pasir memotong lembah yang tergerus pada serpih; (b) tempat sungai memotong sesar normal aktif dari dinding bawah ke dinding gantung; (c) pada setiap sungai di suatu cekungan, semuanya pada kira-kira ketinggian yang sama, beberapa kilometer di atas pesisir yang naik saat gempa bumi. Mana yang tetap dan mana yang akan bermigrasi?
Solusi
Solusi Latihan 18.4.
(a) Tetap: lapisan keras membuat sungai lebih curam di tempat ia tersingkap, dan undakan tetap melekat pada lapisan itu. (b) Terpaku pada sesar: selama sesar bergeser, sungai menjadi lebih curam di tempat ia memotong sesar itu. (c) Bergerak: pengangkatan pesisir menurunkan dasar erosi setiap sungai sekaligus; titik-titik tekuk sedang bergerak ke hulu dan, seperti diprediksi teorema gelombang kinematik untuk , semuanya berada pada satu kontur.
Latihan 18.5 ★★
Untuk dan , hitung dan gradien keadaan tunak di tempat , dengan dan dalam meter dan tahun. Dengan faktor berapa kecuraman berubah jika dua kali lipat? Bandingkan dengan .
Solusi
Solusi Latihan 18.5.
. . Melipatgandakan mengalikan dengan ; untuk dengan 2: makin besar , makin kecil respons kecuraman terhadap pengangkatan.
Latihan 18.6 ★★
Daerah tangkapan sungai bertambah seiring jarak dari pemisah airnya sebagai . Tunjukkan bahwa, diukur ke hulu dari muaranya pada ,
dan hitung untuk (SI), , , , , dan .
Solusi
Solusi Latihan 18.6.
Dengan diukur ke hulu dari muara, , sehingga . Di sini , , dan .
Latihan 18.7 ★★
Dengan , dan , hitung kecepatan rambat titik tekuk tempat , dalam m/ka, dan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh pada kecepatan itu. Mengapa sebenarnya butuh waktu lebih lama?
Solusi
Solusi Latihan 18.7.
, ; dengan kecepatan itu butuh . Luas daerah tangkapan, dan bersamanya kelajuan, berkurang ke arah hulu, sehingga titik tekuk melambat saat naik.
Latihan 18.8 ★★
Lembah sedalam , yang rata-rata menempati dari luas suatu dataran tinggi, tergerus ke dalamnya. Dengan , hitung ketebalan rata-rata yang tererosi, naiknya puncak, dan perubahan ketinggian rata-rata.
Solusi
Solusi Latihan 18.8.
; puncak naik sebesar ; ketinggian rata-rata turun sebesar .
Latihan 18.9 ★★
Sebuah fungsi produksi tanah memiliki dan . Hitung ketebalan tanah keadaan tunak untuk erosi pada dan pada . Apa yang terjadi pada ?
Solusi
Solusi Latihan 18.9.
: dan . Pada erosi melampaui laju produksi tercepat, : tanah terkikis habis dan lereng menjadi batuan telanjang, penurunannya dibatasi oleh pelapukan.
Latihan 18.10 ★★★
Sebuah bukit dalam keadaan tunak tererosi dengan laju dan dan hukum nonlinier gradien kritis, dengan mengambil untuk soal ini. Tunjukkan bahwa fluks pada jarak dari pemisah adalah , selesaikan untuk gradiennya, dan hitung pada 20, 50, 100, dan . Bandingkan dengan difusi linier dan deskripsikan bentuk bukit.
Solusi
Solusi Latihan 18.10.
Pada keadaan tunak dan di punggungan, sehingga . Maka , persamaan kuadrat yang akar positifnya adalah . Pada 20, 50, 100 dan : 0.36, 0.68, 0.89 dan 1.03, dibandingkan dengan 0.4, 1.0, 2.0 dan 4.0 untuk difusi linear (). Bukit memiliki puncak yang membulat, lalu sisi-sisi yang gradiennya cenderung ke : lereng hampir datar, jauh lebih rendah reliefnya daripada parabola.
Latihan 18.11 ★★★
Tunjukkan bahwa waktu respons jaringan sungai terhadap perubahan di muaranya, untuk , adalah , dengan adalah nilai terbesar dari pada kepala alur. Hitung untuk sungai dataran tinggi pada gambar-gambar (, , ), pertama untuk batang utama saja, yang kepalanya berada pada , lalu untuk jaringan, yang kepala tertingginya, pada anak sungai 1, berada pada .
Solusi
Solusi Latihan 18.11.
Menurut teorema gelombang kinematik, perubahan mencapai titik dengan koordinat setelah ; jaringan sudah sepenuhnya merespons ketika telah mencapai hulu alur terakhir, dengan terbesar. : batang utama merespons dalam , jaringan dalam , sesuai dengan orde satu juta tahun yang diharapkan.
Latihan 18.12 ★★★
Dalam jaringan dengan dan seragam, satu anak sungai mengalir di atas batuan dua kali lebih mudah tererosi daripada sisanya () di atas pertemuannya, pada . Tunjukkan bahwa garis keadaan tunaknya pada bidang memiliki setengah kemiringan dari batang utama di atas , dan bahwa titik tekuk yang lahir di muara mencapai, pada saat titik tekuk batang utama berada di , titik dengan pada anak sungai tersebut.
Solusi
Solusi Latihan 18.12.
Di atas pertemuan, gradien keadaan tunak anak sungai adalah , sehingga , setengah dari batang utama. Titik tekuk mencapai pertemuan ketika batang utama berada di ; setelah tambahan waktu , batang utama telah bergeser ke dengan , sedangkan anak sungai, dengan kelajuan , telah bergeser ke dengan .
18.7 Soal: Air terjun Sungai Varden
Soal 18.1
Soal akhir pekan — profil, kecuraman, dan erodibilitas sungai dataran tinggi rekaan, dan umur air terjunnya
Di sebelah barat Perbukitan Varden, sungai mengalirkan dataran tinggi sekis sebelum memasuki peta di tepi barat, pada ketinggian . Di hulu titik itu, yakni muaranya, batang utama panjangnya dari pemisahnya, dengan daerah tangkapan (, dalam meter dari pemisah) dan kepala alur pada . Ambil laju pengangkatan batuan sama dengan laju denudasi cekungan Sungai Varden yang diperoleh dari muatannya dalam volume Tahun 1, . Ambil dan luas acuan . Sebuah air terjun setinggi berada pada batang utama di hulu muara. Semua nilai adalah rekaan.
Bagian I — Profil.
- Hitung luas daerah tangkapan di muara dan di kepala alur.
Gradien yang diukur pada ruas sepanjang , menjauhi air terjun:
() 0.388 0.587 0.888 1.345 2.036 3.082 0.06641 0.05026 0.04888 0.03322 0.03688 0.02688 () 4.665 7.061 10.69 16.18 24.49 37.08 0.01921 0.01713 0.01545 0.01419 0.007922 0.007855 Taksir indeks kecekungan dari titik pertama dan titik terakhir.
- Kemiringan kuadrat terkecil dari terhadap adalah . Apakah itu konsisten dengan ?
- Dengan , hitung ( dalam ) untuk titik pertama dan titik terakhir, serta jelaskan apa yang diwakili oleh rata-rata geometris dari dua belas nilai, .
- Mengapa gradien jauh lebih menyebar daripada ketinggian?
- Dengan menggunakan rumus latihan chi, hitung pada , titik di bawah air terjun.
Bagian II — Kecuraman dan erodibilitas.
- Sungai berada pada di . Hitung kemiringan plot chi di bawah air terjun dan kecuraman .
- Di antara taksiran ini dan taksiran luas-kemiringan, mana yang akan kamu percayai, dan mengapa?
- Dengan asumsi keadaan tunak di bawah air terjun, hitung dari laju pengangkatan.
- Periksa bahwa laju penggerusan di muara, yang gradiennya 0.00691, sama dengan laju pengangkatan.
- Hitung kecepatan rambat titik tekuk di muara dan di air terjun, dalam m/ka.
- Hitung elevasi kepala alur pada profil keadaan tunak, serta relief batang utama.
Bagian III — Air terjun.
- Mengapa, dengan , air terjun mempertahankan tinggi sama dengan penurunan dasar erosi?
- Hitung di air terjun.
- Hitung waktu yang dibutuhkan titik tekuk dari muara hingga posisinya sekarang.
- Di mana titik tekuk itu akan berada dari sekarang?
- Anak sungai 3 bergabung dengan batang utama di hulu muara; ia panjangnya , dengan ( dari pemisahnya sendiri). Di mana air terjunnya seharusnya berada?
- Anak sungai 1 dan 2 bergabung dengan batang utama masing-masing 8 dan di hulu muara. Jelaskan mengapa keduanya tidak memiliki air terjun.
Bagian IV — Lereng dan umur.
- Survei lidar di atas air terjun memberikan kelengkungan puncak bukit sebesar . Dengan , hitung laju erosi dan bandingkan dengan laju pengangkatan.
- Lereng-lereng bukit itu panjangnya sekitar . Bandingkan waktu respons mereka dengan umur yang diperoleh pada Bagian III.
- Deskripsikan lereng bukit di bawah air terjun saat ini, serta bagaimana mereka akan berubah.
- Laju pengangkatan diketahui dengan ketelitian . Berikan rentang umurnya.
- Bagaimana air terjun akan berkembang jika bernilai 2?
- Berikan umur penurunan dasar erosi.
Solusi
Solusi Soal 18.1.
1. , ; , .
2. .
3. Ya: dengan sebaran sekitar pada dua belas titik, tidak berbeda secara signifikan dari 0.5.
4. ; . Rata-rata geometrik, , memberikan taksiran untuk .
5. Gradien adalah selisih dua ketinggian, masing-masing tidak pasti sebesar desimeter hingga meter, dibagi jarak yang pendek; pada ruas landai galat merupakan bagian besar dari selisih itu. mengintegrasikan, bukan mendiferensialkan.
6. ; .
7. ; .
8. Taksiran chi bertumpu pada ketinggian sepanjang lebih dari sungai, bukan pada dua belas gradien yang berisik.
9. .
10. , : muara tetap mengimbangi laju pengangkatan.
11. Di muara ; di air terjun, , dan .
12. : relief sebesar .
13. Untuk persamaannya berupa gelombang kinematik: titik-titik di kedua sisi undakan naik sebesar per satuan waktu, sehingga undakan mempertahankan tingginya, yakni tinggi jatuhan sebesar .
14. .
15. .
16. Pada : , , di hulu muara.
17. Di pertemuan () ; air terjun terletak di titik tempat anak sungai mencapai : , , di hulu pertemuan.
18. Pertemuan mereka berada di dan , melampaui : titik tekuk belum melewati keduanya, sehingga sungai utama di sana masih pada ketinggian lamanya.
19. , : bukit di atas air terjun terkikis pada laju pengangkatan, dalam keadaan tunak.
20. , lima kali umur air terjun.
21. Kaki lereng mereka diturunkan bersama alur: bagian bawahnya menjadi terlalu curam, mungkin meluncur, sementara puncaknya masih terkikis pada laju lama. Gelombang kecuraman merambat naik pada setiap lereng; setelah beberapa juta tahun lereng-lereng itu kembali ke parabola yang sama, lebih rendah.
22. bervariasi sebagai : dari hingga .
23. Dengan kecepatan rambat tumbuh bersama gradien: muka yang curam akan merambat lebih cepat daripada ruas di sekitarnya dan tetap tajam, tetapi kecepatannya dan umur yang dibaca darinya akan berbeda.
24. Dasar erosi Sungai Varden turun yang lalu ( menurut perhitungan).
এই অধ্যায়ে সংজ্ঞায়িত পরিভাষা-শব্দ
- Dasar erosi dan titik tekuk
- Indeks kecuraman alur dan kecekungan
- Analisis chi
- Gradien lereng kritis
- Penorehan terbatas-pelepasan dan terbatas-angkutan
- Pantulan isostatik erosional
- Gergaji glasial
- Hukum erosi glasial
- Difusi lereng
- Fungsi produksi tanah
- Profil sungai keadaan tunak
- Hukum daya sungai
- Keadaan tunak topografi