Fisika Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3
17Ensembel Kanonik
Sistem terkucil adalah khayalan seorang teoretikus: cuplikan yang sebenarnya duduk dalam termostat, ruangan, samudra udara — yakni dalam sentuhan dengan sebuah tandon yang menetapkan bukan energinya melainkan suhunya. Jilid Tahun 2 menemui hukum yang dihasilkannya secara empiris: peluang sebuah keadaan berenergi membawa faktor . Bab ini menurunkan faktor Boltzmann itu dalam empat baris dari pencacahan Bab 16, lalu membangun mesin yang menjadikan fisika statistik sebuah disiplin industri: yakni fungsi partisi , satu jumlahan yang darinya energi, entropi, tekanan, kapasitas kalor dan fluktuasi semuanya jatuh lewat penurunan. Kemenangan pertama mesin itu diceritakan di sini: mengapa kapasitas kalor mati pada suhu rendah (Einstein, 1907 — yakni teori kuantum pertama tentang materi), mengapa kapasitas kalor hidrogen memanjat sebuah tangga, mengapa langit menipis secara eksponensial — dan bagaimana Perrin, dengan mengamati butiran mikroskopis mengendap dalam setetes air, mencacah bilangan Avogadro lalu mengakhiri perdebatan tentang kenyataan atom.
17.1 Sebaran Boltzmann, diturunkan
Teorema 17.1 (Sebaran kanonik)
Sistem yang bertukar energi dengan tandon besar bersuhu menempati keadaan mikronya (berenergi ) dengan peluang
( untuk selanjutnya). , yakni fungsi partisi, menormalkan peluangnya — dan ternyata memuat seluruh termodinamika sistemnya.
Bukti. Sistem yang berada dalam keadaan menyisakan energi bagi tandonnya: menurut postulat dasar yang dikenakan pada keseluruhannya, . Jabarkanlah entropi tandonnya, yang raksasa dan mulus, sampai orde pertama: menurut definisi suhunya. Sehingga . (Orde yang lebih tinggi mati bersama besarnya tandonnya.) ∎
Proposisi 17.2 (Mesinnya)
Dari :
dengan adalah energi bebasnya; dan kapasitas kalornya merupakan sebuah fluktuasi:
Untuk subsistem yang saling bebas dan dapat dibedakan ; untuk partikel identik dalam kotak bersama, . Pada dan tetap, kesetimbangan meminimumkan : alam mempertukarkan energi dengan entropi pada nilai tukar — yakni asas paling berguna dalam fisika materi.
Bukti sebagian. ; satu turunan lagi memberikan , dan aturan rantainya mengubah menjadi . Penyamaan , , menyusul dengan membandingkan dengan bentuk termodinamikanya ; pemfaktorannya adalah eksponensial sebuah jumlahan. Asas minimumnya: yang menurun berarti yang menaik, karena . ∎
17.2 Kemenangan pertama
Contoh 17.3 (Dua aras, dalam dua baris)
Untuk aras : , sehingga — yakni hasil yang menghabiskan satu halaman Stirling pada rute mikrokanoniknya (Latihan 16.8). Formalisme kanoniknya adalah formalisme mikrokanoniknya dengan kombinatorikanya sudah dicerna terlebih dahulu; tonjolan Schottky pada menyusul lewat satu penurunan.
Contoh 17.4 (Zat padat Einstein, dan matinya Dulong–Petit)
Modelkanlah sebuah kristal sebagai osilator kuantum berfrekuensi (Bab 9). Tiap osilatornya,
Pada tinggi: tiap osilatornya, — yakni hukum Dulong–Petit jilid Tahun 1, yang kini terjelaskan. Pada rendah kuantum -nya menjadi tak terbeli dan runtuh secara eksponensial — sebagaimana terukur, dan tak terjelaskan secara klasik. Kurva Einstein 1907, dengan satu parameter tiap unsurnya, adalah penerapan pertama kuanta pada materi biasa; intan, dengan ikatannya yang kaku dan atomnya yang ringan (), masih “beku” pada suhu ruang — yakni kejanggalan yang membingungkan para kimiawan selama delapan puluh tahun (Latihan 17.6).
Teorema 17.5 (Ekipartisi, beserta izinnya)
Tiap koordinat atau momentum yang masuk ke energinya secara kuadratik menyumbang, dalam rezim klasik (suhu tinggi),
pada energi rata-ratanya: untuk sebuah atom gas monatom, untuk molekul dwiatom yang berputar, untuk sebuah osilator. Izinnya kedaluwarsa ketika jatuh di bawah jarak aras ragamnya: ragamnya membeku dan sumbangannya lenyap — yakni penyelesaian bagi skandal kapasitas kalor abad kesembilan belas, yang tergambar sebagai tangga di atas.
Contoh 17.6 (Gasnya, secara kanonik)
Satu atom dalam sebuah kotak: (yakni cacah keadaan Proposisi 7.5 yang dibobot Boltzmann); untuk atom identik: . Maka , dan penurunannya menyerahkan , entropi Sackur–Tetrode, dan — yakni seluruh gas ideal dari satu integral Gauss. Faktor Boltzmann yang dikenakan pada energi kinetik sebuah molekul memberikan sebaran laju Maxwell jilid Tahun 1, yang kini diturunkan; dikenakan pada energi potensialnya ia memberikan atmosfer eksponensialnya — dan, dalam setetes air, tangga butiran Perrin (Soal 17.1).
Metode 17.7 (Keterampilan kanonik)
(1) Daftarkanlah keadaan dan energi satu satuannya; lalu hitunglah . (2) Faktorkanlah: (atau untuk partikel identik yang berbagi ruang); lalu ambillah -nya sejak awal. (3) Turunkanlah: terhadap untuk energinya, terhadap untuk entropinya lewat , terhadap untuk tekanannya; turunan kedua untuk dan fluktuasinya. (4) Periksalah kedua ujungnya: tinggi harus menghasilkan kembali ekipartisinya, dan rendah harus membeku dengan ekor . (5) Persaingan (pelipatan, pengikatan, penyearahan): tuliskanlah untuk tiap pilihannya lalu biarkanlah yang lebih kecil menang — perpindahannya terletak pada .
17.3 Latihan
Latihan 17.1 ★
(a) Tuliskanlah nisbah populasi dua aras yang terbelah sebesar pada suhu . (b) Dalam nyala , berapa bagian atom natrium yang duduk dalam keadaan tereksitasi garis D-nya (degenerasi dasarnya 2, tereksitasinya 6: nisbah populasinya )? (c) Mengapa nyalanya toh berpijar kuning (berapa atom tiap cm sudah cukup)? (d) Pada suhu berapa bagian tereksitasinya akan mencapai ?
Solusi
Solusi Latihan 17.1.
(a) . (b) : bagiannya . (c) Sebuah nyala membawa atom natrium tiap cm: bahkan di antaranya, yang berdaur tiap beberapa nanodetik, mencurahkan foton kuning tiap detik — menyilaukan. (d) : — yakni fotosfer bintang, bukan nyala api.
Latihan 17.2 ★
Sebuah sistem tiga aras: . (a) Tuliskanlah . (b) Hitunglah lalu periksalah kedua limit suhunya. (c) Pada berapa aras tengahnya terisi maksimum secara mutlak? (d) Tunjukkanlah bahwa tak ada suhu, setinggi apa pun, yang membuat aras yang lebih tinggi lebih terisi daripada yang lebih rendah — gagasan bab 16 yang mana yang diperlukan untuk itu?
Solusi
Solusi Latihan 17.2.
(a) . (b) : pada rendah, (yakni aras rata-ratanya) pada suhu tinggi. (c) tumbuh secara monoton bersama , dan mendekati batas atasnya hanya ketika . (d) Bobot Boltzmann hanya menurun terhadap energi pada ; pembalikan populasi memerlukan suhu negatif Contoh 16.8, yang tak terjangkau oleh tandon mana pun.
Latihan 17.3 ★
Atmosfer isotermal. (a) Kenakanlah faktor Boltzmann pada energi potensialnya lalu turunkanlah . (b) Hitunglah tinggi skalanya untuk udara () pada . (c) Berapa tekanan puncak Everest sebagai bagian dari tekanan permukaan laut? (d) Mengapa peluruhan atmosfer yang sebenarnya dekat tetapi tidak persis eksponensial (apa yang kita tahan tetap padahal sebenarnya tidak)?
Solusi
Solusi Latihan 17.3.
(a) Faktor Boltzmann yang dikenakan pada pada seragam. (b) . (c) : sepertiga atmosfer — karena itulah para pendaki puncak membawa oksigen. (d) Atmosfer yang sebenarnya tidak isotermal: suhunya turun seiring ketinggian, sehingga profilnya membelok menjauhi eksponensial tunggal.
Latihan 17.4 ★
Pembukuan ekipartisi. Cacahlah suku kuadratiknya lalu ramalkanlah molar (a) argon; (b) N pada suhu ruang (rotasinya menyala, getarannya beku); (c) N pada ; (d) sebuah zat padat kristal (Dulong–Petit). Di manakah nilai terukurnya , , , sesuai, dan apa yang diajarkan tiap ketaksesuaiannya?
Solusi
Solusi Latihan 17.4.
(a) Tiga translasi: , sesuai persis. (b) Tambahkanlah dua rotasi: , sebagaimana terukur: getarannya beku. (c) Ramalannya ; nilai terukur menunjukkan getarannya baru mencair sebagian (). (d) : Dulong–Petit, yang ditaati pada suhu ruang oleh sebagian besar logam dan dilanggar oleh intan — yakni kisah pembekuan Latihan 17.6.
Latihan 17.5 ★★
Osilator kuantum, secara kanonik. (a) Jumlahkanlah deret geometrinya untuk memperoleh . (b) Turunkanlah lalu kenalilah — yakni hasil Latihan 9.6, yang kini tanpa susah payah. (c) Turunkanlah untuk memperoleh lalu periksalah kedua limitnya. (d) Mengapa bentuk segera menjadi termasyhur (Bab 20)?
Solusi
Solusi Latihan 17.5.
(a) . (b) memberikan bentuk yang dinyatakan itu dengan . (c) pada tinggi; pada suhu rendah. (d) Dengan sebagai energi satu kuantum cahaya, adalah cacah foton termal tiap ragamnya: hukum Planck tinggal satu bab lagi.
Latihan 17.6 ★★
Einstein berhadapan dengan datanya. (a) Dari rumus pada gambarnya, pada berapa telah jatuh menjadi separuh Dulong–Petit? (b) Intan: — hitunglah pada lalu jelaskanlah “kejanggalan intan” abad kesembilan belas. (c) Timbal: — mengapa timbal selalu “berkelakuan baik”? (d) Pengukuran pada yang sangat rendah menunjukkan , bukan eksponensial: anggapan Einstein yang mana yang gagal (semua osilatornya berfrekuensi satu), dan siapa yang memperbaikinya (Bab 20)?
Solusi
Solusi Latihan 17.6.
(a) Secara bilangan, di dekat . (b) : — intan pada suhu ruang baru memiliki seperempat kapasitas kalor klasiknya: “kejanggalannya” adalah pembekuan kuantum yang terpampang jelas. (c) menempatkan timbal jauh di dalam rezim klasik pada . (d) Anggapan frekuensi tunggalnya: zat padat yang sebenarnya memiliki spektrum ragam sampai ke bunyi berpanjang gelombang besar, yang kuantanya murah lalu memberikan hukum — yakni perbaikan Debye, dalam Bab 20.
Latihan 17.7 ★★
Ekor Maxwell dan hidrogen yang hilang. (a) Dari faktor Boltzmann pada energi kinetiknya, tuliskanlah sebaran lajunya lalu tentukanlah laju paling mungkin untuk N dan H pada . (b) Laju lepas Bumi : hitunglah untuk kedua gasnya. (c) Bagian yang lolos berjalan sebagai : bandingkanlah kedua eksponennya lalu simpulkanlah gas mana yang bocor sepanjang waktu geologi. (d) Kaitkanlah dengan susunan teramati atmosfer Bumi (tanpa H bebas) berbanding atmosfer Jupiter (sebagian besar H) — dua parameter apa yang membalikkan putusannya?
Solusi
Solusi Latihan 17.7.
(a) : : untuk N, untuk H. (b) untuk N, untuk H. (c) berarti tak pernah; tiap waktu tinggalnya lambat — tetapi atmosfer atasnya yang panas () melunakkan eksponen hidrogennya menjadi : hidrogen bocor sepanjang waktu geologi, nitrogen bertahan. (d) Laju lepas dan suhu eksosfernya: sumur Jupiter membuat eksponen hidrogen pun menjadi astronomis — raksasa gas menyimpan apa yang dilepaskan dunia kecil yang hangat.
Latihan 17.8 ★★
Fluktuasi bertemu tanggapan. (a) Buktikanlah dari dua turunan . (b) Periksalah secara gamblang pada sistem dua arasnya. (c) Untuk satuan yang saling bebas, tunjukkanlah bahwa fluktuasi energi nisbinya turun sebagai . (d) Nyatakanlah pelajarannya: apa hubungan kesediaan sebuah sistem menyerap kalor (sebuah tanggapan) dengan seberapa besar energinya bergetar (sebuah fluktuasi) — yakni tawar-menawar yang berulang dalam fisika statistik.
Solusi
Solusi Latihan 17.8.
(a) , dan . (b) Kedua ruasnya memberikan . (c) , . (d) Seberapa kuat sebuah sistem menanggapi pemanasan sama dengan seberapa besar energinya bergetar secara spontan — tanggapan dan fluktuasi adalah dua bacaan atas turunan kedua yang sama, yakni pola (fluktuasi–disipasi) yang berulang di seluruh fisika.
Latihan 17.9 ★★
Boltzmann di laboratorium kimia. Laju reaksi membawa faktor (melintasi penghalang pengaktifan — Arrhenius). (a) Tunjukkanlah bahwa patokan kasar “lajunya berlipat dua tiap di dekat suhu ruang” bersesuaian dengan . (b) Sebesar faktor berapa reaksi itu melambat dalam lemari es ()? (c) Merebus telur di ketinggian: air mendidih pada di sebuah celah — perkirakanlah tambahan waktu memasaknya. (d) Mengapa ekor penghalangnya, bukan energi rata-ratanya, yang memerintah kimia (molekul mana yang bereaksi)?
Solusi
Solusi Latihan 17.9.
(a) dengan , : . (b) Dari ke : faktor lebih lambat — karena itulah lemari es mengawetkan makanan. (c) : lajunya turun sebesar : telur sebelas menit memerlukan seperempat jam. (d) Reaksi dimenangkan oleh ekor eksponensial molekul di atas penghalangnya: geserlah suhunya sedikit dan populasi ekornya bergeser luar biasa — nilai rata-ratanya hampir tak berarti.
Latihan 17.10 ★★★
Pelipatan dua keadaan. Sebuah biomolekul berada dalam keadaan terlipat (berenergi , satu susunan) atau terbuka (berenergi , dengan susunan). (a) Tuliskanlah bagian yang terlipat terhadap . (b) Tunjukkanlah bahwa titik tengah “peleburannya” adalah lalu tafsirkanlah sebagai pertarungan . (c) Dengan dan (yakni satuan kooperatif sebuah protein kecil): hitunglah beserta lebar transisinya. (d) Mengapa kekooperatifan (banyak sentuhan yang putus bersamaan, dengan dan yang besar) menajamkan peleburannya — dan bagaimana mesin pendaur termal DNA (PCR) memanfaatkan persis hal ini?
Solusi
Solusi Latihan 17.10.
(a) dengan entropi keadaan terbukanya sudah terlipat ke dalam energi bebasnya. (b) Pada kedua energi bebasnya seri: separuh dan separuh. (c) (); lebarnya . (d) Kekooperatifan mengalikan maupun dengan cacah sentuhan yang putus bersamaan, sehingga tetap tetapi lebarnya menyusut : untai DNA terpisah dalam rentang beberapa kelvin, dan itulah yang membuat mesin PCR dapat berdaur secara bersih antara “melebur” dan “menempel”.
Latihan 17.11 ★★★
Paramagnetisme dan pendinginan magnetik. Sebanyak spin bermomen dalam medan . (a) Tunjukkanlah lalu jabarkanlah menjadi hukum Curie . (b) Hitunglah penyearahannya untuk momen elektron pada , dan pada . (c) Penyahmagnetan adiabatik: magnetkanlah pada , kucilkanlah, lalu kurangilah sepuluh kali lipat — tunjukkanlah bahwa entropi yang tetap berarti yang tetap, sehingga turun sepuluh kali lipat. (d) Apa yang menetapkan lantai lemari es ini (interaksi antarspinnya — perkirakanlah skala dipolarnya untuk , dalam satuan suhu)?
Solusi
Solusi Latihan 17.11.
(a) ; untuk argumen kecil: yakni Curie. (b) : pada ; pada — dari acuh tak acuh menjadi tersearahkan kuat. (c) hanya bergantung pada ; menurunkan pada entropi tetap menyeret turun secara sebanding: . (d) Ketika mencapai energi antarspinnya, entropinya tak lagi dikendalikan medan: — yakni lantai klasiknya (momen inti, seribu kali lebih lemah, mendorongnya sampai ke mikrokelvin).
Latihan 17.12 ★★★
Tangga rotasi, secara kuantitatif. Aras rotasi sebuah molekul dwiatom adalah , dengan degenerasi (Bab 10). (a) Tuliskanlah lalu tunjukkanlah bahwa untuk jumlahannya menjadi integral : sehingga ekipartisi dalam diperoleh kembali. (b) Definisikanlah lalu hitunglah untuk H () dan N (): gas mana yang menunjukkan anak tangga rotasinya pada suhu yang terjangkau? (c) Sketsalah tangga lengkap hidrogen dengan ketiga datarannya dan kedua tanjakannya, lalu tempatkanlah bilangannya pada keduanya. (d) Perilaku rendah H yang terukur makin rumit karena campuran orto–para 3:1 pada Latihan 14.8: nyatakanlah dalam satu kalimat bagaimana statistik spin inti menjangkau sampai ke kapasitas kalor sebuah gas.
Solusi
Solusi Latihan 17.12.
(a) : maka dan . (b) H: — anak tangganya terletak dalam jangkauan laboratorium; N: , yang baru membeku di dekat helium cair, sehingga nitrogen selalu menunjukkan . (c) Dataran (di bawah ), (dari sampai ), lalu menanjak menuju di dekat . (d) ganjil dan genap termasuk jenis spin inti yang berbeda, yang saling berubah secara lambat, sehingga hidrogen dingin bergantung pada riwayat orto–paranya — statistik inti yang diaudit oleh sebuah kalorimeter.
17.4 Soal: Mencacah Avogadro dalam setetes air
Soal 17.1
Soal akhir pekan — butiran Perrin dan kenyataan atom
Pada 1908 Jean Perrin melayangkan butiran damar mikroskopis dalam air, membiarkannya mengendap, lalu mencacahnya lapis demi lapis di bawah mikroskop. Tangga eksponensial yang ditemukannya adalah faktor Boltzmann yang dijadikan kasat mata — dan dari tinggi skalanya ia menarik bilangan Avogadro, sehingga meyakinkan para peragu terakhir bahwa atom memang ada. Hadiah Nobel 1926. Data: butiran gamboge berjejari , bermassa jenis ; air ; ; .
Bagian I — Faktor Boltzmann yang kasat mata.
- Sebuah butiran dalam air merasakan gravitasi dikurangi gaya apungnya: hitunglah massa efektifnya beserta beratnya.
- Tuliskanlah profil kepekatan kesetimbangannya dari faktor Boltzmannnya.
- Hitunglah tinggi skalanya dengan modern.
- Mengapa butirannya harus berukuran seragam dengan begitu tepat (bagaimana bergantung pada )?
- Bandingkanlah dengan rumus yang sama untuk molekul udara: mengapa atmosfer butirannya setinggi beberapa mikrometer sedangkan atmosfer udaranya setinggi beberapa kilometer?
- Perrin mencacah (dalam satu percobaan) kepekatan nisbi pada empat kedalaman berjarak sama : periksalah bahwa ini sebuah tangga eksponensial lalu tariklah -nya.
Bagian II — Menimbang yang tak terlihat.
- Baliklah: dari terukur pada butir 6 dan yang diketahui, tariklah .
- Tetapan gas sudah dikenal dari kimia makroskopis: gabungkanlah dengan Anda untuk memperoleh bilangan Avogadro .
- Percobaan Perrin memberikan antara dan : bandingkanlah dengan nilai modern lalu berilah ulasan tentang pencapaiannya mengingat mikroskop dan pencatat waktu yang dimilikinya.
- Dari , hitunglah massa satu atom hidrogen — yakni bilangan yang diinginkan para atomis selama seabad.
- Jelaskanlah struktur logikanya: pengukuran makroskopis mana (; ukuran dan massa jenis butirannya; tangganya) yang bergabung untuk menimbang satu atom, tanpa satu atom pun pernah terlihat?
- Mengapa butirannya — yang masing-masing bermassa massa atom — menaati statistik Boltzmann yang sama seperti molekul (apa dalam penurunan Teorema 17.1 yang peduli pada ukurannya)?
Bagian III — Getaran yang mengesahkannya.
- Butiran yang sama bergetar: rumus Einstein 1905 bagi gerak Brown memberikan dengan (air: ). Hitunglah untuk butiran Perrin.
- Seberapa jauh sebutir butiran mengembara dalam satu menit? Dapatkah Perrin mengukurnya dengan lensa mata bermikrometer dan sebuah pencatat waktu?
- Perrin memeriksa lalu menarik lagi, secara bebas: mengapa dua rute yang tak berkaitan (sebuah tangga statis; sebuah getaran dinamis) menuju satu bilangan membawa bobot pembuktian sedemikian besar?
- Getarannya adalah ekipartisi yang dikenakan pada butirannya: tiap komponen kecepatannya membawa . Perkirakanlah laju termal akar rata-rata kuadrat butirannya ().
- Mengapa laju itu tak pernah terlihat langsung (apa yang memutus penerbangan bebasnya setelah beberapa nanometer), dan apa yang terlihat sebagai gantinya?
- Nyatakanlah dua bab buku ini yang bertemu dalam pengamatan itu: mekanika seretan (jilid Tahun 2, kekentalan) dan statistik bab ini.
Bagian IV — Apa yang terselesaikan.
- Ostwald dan Mach berpendapat bahwa atom hanyalah khayalan pembukuan: nyatakanlah dalam satu kalimat mengapa yang tercacah dari tangga butiran mengakhiri pendirian itu.
- Daftarkanlah tiga rute lain pada awal abad kedua puluh yang menuju yang sama (birunya langit, Latihan 16.12; elektrolisis ditambah muatan elektron; produksi helium oleh keradioaktifan) — mengapa kesepakatannya lebih berarti daripada nilai tunggal mana pun?
- Tangga Perrin adalah kesetimbangan antara dua mata uang bab ini yang mana (energi yang menarik ke bawah, entropi yang menyebar ke atas), dan dihargai pada nilai berapa?
- Kegunaan modern fisika yang sama: ultrasentrifuga analitik memutar protein pada untuk memampatkan “atmosfer”nya menjadi tangga yang terukur — tunjukkanlah bahwa mengalikan dengan membagi dengan faktor yang sama, lalu perkirakanlah untuk sebuah protein bermassa efektif pada , .
- Melipatduakan jejari butirannya membagi dengan delapan: kurunglah jendela praktis ukuran butirannya di antara “tangganya terlalu tinggi untuk melihat gradiennya” dan “tangganya lebih tipis daripada satu butiran” bagi medan mikroskop sedalam .
- Sejak 2019 SI mendefinisikan dan secara eksak: nyatakanlah apa yang diukur percobaan bergaya Perrin hari ini (sebuah pemeriksaan ketaatasasan, atau kalibrasi perkakas dan butirannya) — dan mengapa fisikanya tidak berubah.
- Ringkaslah hasil bernama itu: kepekatan butiran berkurang separuh tiap ketinggian; dibaca dengan , tangga itu menghasilkan — atom yang dicacah, bukan diterka, dalam setetes air di atas meja mikroskop.
Solusi
Solusi Soal 17.1.
1. : , beratnya . 2. : yakni hukum barometrik, yang disusutkan sampai muat pada kaca objek mikroskop. 3. . 4. : sebaran jejari sebesar menjadi sebaran tinggi skala sebesar — butiran yang beragam ukurannya mengaburkan tangganya menjadi bubur. Perrin memilahnya berbulan-bulan dengan sentrifugasi berulang. 5. Rumus yang sama, dengan massa berselisih : “atmosfer” butirannya kali lebih dangkal — kilometer menyusut menjadi puluhan mikrometer, dan justru itulah yang membuatnya teramati utuh di bawah mikroskop. 6. Nisbah berturutannya , , : tetap dalam ralat pencacahannya — eksponensial. . 7. . 8. . 9. Di sini melesetnya beberapa persen saja (dengan data yang diidealkan); percobaan Perrin yang sebenarnya berserak sebesar di sekitar nilai modernnya — luar biasa untuk butiran yang dicacah dengan tangan, dan sepenuhnya menentukan bagi orde besarnya. 10. . 11. Kimia makroskopis menyediakan ; mikroskopi cahaya dan penimbangan menyediakan ; pencacahan menyediakan tangganya: tiga pengukuran di atas meja bersama-sama menentukan massa sebuah atom yang tak dapat dilihat siapa pun. 12. Tak ada: penurunannya hanya memakai “sistem yang bertukar energi dengan sebuah tandon” — faktor Boltzmann buta terhadap ukuran, dan persis itulah yang diperiksa Perrin. 13. . 14. tiap menitnya: dapat diukur dengan nyaman memakai kisi lensa mata dan kesabaran. 15. Dua gejala yang saling bebas, dua rumus yang saling bebas, satu bilangan: kesepakatan antara tangga statis dan getaran dinamis tak menyisakan celah bagi kebetulan — hipotesis molekulernya meramalkan keduanya. 16. tiap komponennya. 17. Butirannya dihantam kali tiap detik lalu melupakan kecepatannya dalam jarak nanometer: penerbangan balistiknya tak teramati, dan yang dilihat mata adalah integralnya — yakni jalan acak yang mendifusi. 18. Seretan Stokes (kekentalan fluida jilid Tahun 2) menyediakan -nya; ensembel kanoniknya menyediakan -nya: Einstein adalah hasil baginya, yakni mekanika dan statistika dalam satu pecahan. 19. Khayalan tak dapat dicacah: begitu menjadi nisbah dua bilangan terukur, lengkap dengan palang ralatnya, atom menjadi obyek percobaan — Ostwald mengaku kalah secara tertulis pada 1909. 20. Hamburan biru langit, elektrolisis dengan muatan elektron terukur, helium yang tertimbun dari radium: empat saluran fisis yang tak berkaitan memusat pada satu , sehingga bilangan itu menjadi sifat alam, bukan sifat teori mana pun. 21. Energi gravitasi yang menarik butirannya ke bawah, entropi susunan yang menyebarkannya ke atas, dipertukarkan pada nilai tukar : tangganya adalah minimum . 22. : pada , untuk proteinnya — yakni kesetimbangan pengendapan, percobaan Perrin yang dijalankan setiap hari di jurusan biokimia. 23. Dari “terlalu tinggi” ( kedalaman medannya: tanpa gradien yang kasat mata) sampai “terlalu tipis” (): jejari yang berguna terbentang kira-kira – — pilihan Perrin bukan keberuntungan melainkan rancangan. 24. Dengan yang kini eksak menurut definisi, percobaan yang sama mengalibrasi butirannya (ukuran atau massa jenisnya) atau mengaudit perangkatnya: fisikanya — tangga Boltzmann — tak tersentuh; yang berpindah hanyalah besaran mana yang dianggap tak diketahui. 25. Populasi butiran berkurang separuh tiap ; dibaca lewat , tangganya menghasilkan : bilangan Avogadro yang dicacah butir demi butir — dan perdebatan atomnya ditutup di atas meja mikroskop.