Physics · Buku 5 · Bachelor Year 3

Fisika Universitas — Tahun 3

Fisika Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3

1Mekanika Lagrange

Cobalah menuliskan hukum Newton untuk sebuah bandul ganda: dua gaya tegangan, tak satu pun diketahui lebih dahulu, keduanya berubah arah setiap saat, dan empat persamaan skalar yang harus diurai hanya untuk mengetahui bagaimana dua sudut berkembang. Lakukanlah hal yang sama untuk manik pada gelang yang berputar, untaian pegas terkopel, atau lengan robot. Gaya yang menahan sebuah sistem tetap utuh — batang, rel, engsel — tidak melakukan usaha sedikit pun, namun cara Newton memaksa kita membawanya dalam setiap perhitungan. Bab ini menyajikan perumusan ulang yang diterbitkan Lagrange pada 1788: gambarkanlah sistemnya dengan sedikit koordinat yang memang dapat berubah, tuliskanlah satu fungsi tunggal L=EkEpL = E_k - E_p, dan satu resep menghasilkan persamaan geraknya dalam koordinat apa pun, dengan setiap batang dan rel sudah tersingkir lebih dahulu. Lebih dari itu, perumusan baru ini menampakkan apa yang disembunyikan perumusan Newton: setiap simetri LL melahirkan satu besaran kekal — momentum dari keseragaman ruang, energi dari keseragaman waktu — hasil karya Emmy Noether yang kini menjadi asas penata fisika jauh melampaui mekanika.

1.1 Dari gaya ke koordinat

Definisi 1.1 (Kendala, derajat kebebasan, koordinat rampatan)

Yang disebut kendala adalah syarat geometris yang dikenakan pada kedudukan sebuah sistem — manik tetap berada pada kawatnya, batang sebuah bandul mempertahankan panjang tetap, dua roda pada satu as berputar bersama. Kendala yang dapat dinyatakan sebagai persamaan f(r1,,rN,t)=0f(\vect r_1, \dots, \vect r_N, t) = 0 di antara koordinatnya (dan mungkin juga waktu) disebut holonomik. Banyaknya cara bebas yang masih tersisa bagi konfigurasinya untuk berubah adalah jumlah derajat kebebasan nn; setiap himpunan nn besaran bebas q1,,qnq_1, \dots, q_n yang menetapkan konfigurasinya secara lengkap merupakan satu himpunan koordinat rampatan — sudut, panjang, atau campuran keduanya sesuka kita. Turunan waktunya q˙1,,q˙n\dot q_1, \dots, \dot q_n adalah kecepatan rampatan.

Contoh 1.2 (Menghitung derajat kebebasan)

Sebuah titik pada meja: n=2n = 2. Bandul bidang berpanjang tetap: satu sudut, n=1n = 1. Bandul ganda: dua sudut, n=1+1=2n = 1 + 1 = 2. Manik pada gelang tegar: satu sudut, n=1n = 1 — sekalipun gelangnya sendiri dipaksa berputar, karena putaran yang dikenakan itu tidak menambah kebebasan. Benda tegar yang bebas di ruang: tiga koordinat pusatnya ditambah tiga sudut, n=6n = 6. Gas berisi NN molekul bebas (titik): n=3Nn = 3N. Setiap kendala holonomik menghapus satu derajat kebebasan: dua titik yang dihubungkan sebuah batang mempunyai 3+31=53 + 3 - 1 = 5.

Koordinat rampatan: setiap sistem digambarkan oleh sudut yang memang dapat berubah, bukan oleh koordinat Kartesius massanya. Tegangan batang dan gaya normal gelangnya tak pernah muncul.
Koordinat rampatan: setiap sistem digambarkan oleh sudut yang memang dapat berubah, bukan oleh koordinat Kartesius massanya. Tegangan batang dan gaya normal gelangnya tak pernah muncul.

1.2 Asas aksi terkecil

Definisi 1.3 (Lagrangian dan aksi)

Yang disebut Lagrangian sebuah sistem mekanis yang gayanya diturunkan dari energi potensial EpE_p adalah fungsi koordinat, kecepatan, dan mungkin juga waktu

L(q,q˙,t)=EkEp,L(q, \dot q, t) = E_k - E_p ,

yaitu energi kinetik dikurangi energi potensial, keduanya dinyatakan dalam koordinat rampatan. Yang disebut aksi sebuah gerak terbayangkan q(t)q(t) antara dua ujung tetap q(t1)q(t_1) dan q(t2)q(t_2) adalah bilangan

S[q]=t1t2L(q(t),q˙(t),t) ⁣dt.S[q] = \int_{t_1}^{t_2} L\big(q(t), \dot q(t), t\big)\,\dd t .

SS adalah sebuah fungsional: ia melahap seluruh lintasan dan mengembalikan satu bilangan, dalam joule-sekon — satuan tetapan Planck.

Teorema 1.4 (Asas Hamilton dan persamaan Euler–Lagrange)

Di antara semua gerak terbayangkan yang menghubungkan dua ujung yang sama dalam selang waktu yang sama, gerak yang sesungguhnya adalah gerak yang membuat aksinya stasioner (asas Hamilton, atau asas aksi terkecil). Setara dengan itu, geraknya memenuhi persamaan Euler–Lagrange

 ⁣d ⁣dtLq˙iLqi=0,i=1,,n:\frac{\dd}{\dd t}\frac{\partial L}{\partial\dot q_i} - \frac{\partial L}{\partial q_i} = 0 , \qquad i = 1, \dots, n :

satu persamaan orde dua untuk tiap derajat kebebasan, dalam koordinat apa pun yang dipilih.

Bukti. Ubahlah bentuk lintasannya: qi(t)qi(t)+δqi(t)q_i(t) \to q_i(t) + \delta q_i(t) dengan δqi(t1)=δqi(t2)=0\delta q_i(t_1) = \delta q_i(t_2) = 0. Sampai orde pertama,

δS=t1t2i(Lqiδqi+Lq˙iδq˙i) ⁣dt=t1t2i(Lqi ⁣d ⁣dtLq˙i)δqi ⁣dt,\delta S = \int_{t_1}^{t_2}\sum_i\Big( \frac{\partial L}{\partial q_i}\,\delta q_i + \frac{\partial L}{\partial\dot q_i}\,\delta\dot q_i\Big)\dd t = \int_{t_1}^{t_2}\sum_i\Big( \frac{\partial L}{\partial q_i} - \frac{\dd}{\dd t}\frac{\partial L}{\partial\dot q_i}\Big)\delta q_i\,\dd t ,

setelah suku keduanya diintegralkan parsial (δq˙i= ⁣d(δqi)/ ⁣dt\delta\dot q_i = \dd(\delta q_i)/\dd t) dan suku batasnya dibuang, karena suku itu lenyap di kedua ujung yang tetap. Jika δS=0\delta S = 0 untuk setiap perubahan bentuk, kurungnya harus lenyap pada setiap saat dan untuk tiap ii — seandainya ia positif di suatu tempat, sebuah tonjolan δqi\delta q_i yang terpusat di sana akan memberi δS0\delta S \neq 0. Kebalikannya terbaca pada baris yang sama.

Asas Hamilton: di antara semua lintasan berujung dan berdurasi sama, lintasan yang sesungguhnya membuat S = ∈t L\, t stasioner — perubahan bentuk q orde pertama mengubah S hanya pada orde kedua.
Asas Hamilton: di antara semua lintasan berujung dan berdurasi sama, lintasan yang sesungguhnya membuat S=L ⁣dtS = \int L\,\dd t stasioner — perubahan bentuk δq\delta q orde pertama mengubah SS hanya pada orde kedua.

Proposisi 1.5 (Newton diperoleh kembali)

Untuk sebuah partikel dalam koordinat Kartesius, L=12m(x˙2+y˙2+z˙2)Ep(x,y,z)L = \tfrac12 m(\dot x^2 + \dot y^2 + \dot z^2) - E_p(x,y,z), dan persamaan Euler–Lagrange berbunyi mx¨=Ep/xm\ddot x = -\partial E_p/\partial x dan serupa untuk yy, zz: tepat ma=Fm\vect a = \vect F. Mekanika Lagrangian dan mekanika Newton sepakat di mana pun keduanya berlaku; bentuk yang baru sekadar bertahan terhadap penggantian koordinat, yang tidak dialami persamaan komponen Newton.

Bukti. L/x˙=mx˙\partial L/\partial\dot x = m\dot x, L/x=Ep/x\partial L/\partial x = -\partial E_p/\partial x; persamaan Euler–Lagrange berbunyi  ⁣d(mx˙)/ ⁣dt+Ep/x=0\dd(m\dot x)/\dd t + \partial E_p/\partial x = 0.

Catatan 1.6 (Mengapa gaya kendala lenyap)

Tegangan sebuah batang dan gaya normal sebuah rel bekerja tegak lurus terhadap setiap perpindahan yang diizinkan kendalanya: keduanya tidak melakukan usaha dalam gerak apa pun yang selaras dengan kendala itu. Karena aksinya dibangun dari energi yang dihitung hanya pada gerak semacam itu, gaya tersebut tak pernah masuk ke dalam LL — di situlah keajaiban praktis metode ini. Pembenaran umumnya (asas usaha maya d’Alembert) diterima tanpa bukti di sini; untuk setiap sistem dalam buku ini resep di bawah dapat diperiksa langsung terhadap Newton, sebagaimana mulai dilakukan Proposisi 1.5. Jika gaya kendala itu sendiri yang dicari — akankah batangnya patah? — kita kembali kepada Newton hanya untuk gaya itu, dengan geraknya sudah diketahui.

Metode 1.7 (Resep Lagrange)

(1) Hitunglah derajat kebebasannya dan pilihlah koordinat qiq_i — sudut untuk rotasi, absis sepanjang rel. (2) Nyatakanlah kedudukannya r(qi,t)\vect r(q_i, t), turunkanlah untuk memperoleh kecepatannya, lalu tuliskanlah EkE_k; tuliskan pula EpE_p. (3) L=EkEpL = E_k - E_p, dengan membuang tetapan aditif apa pun. (4) Satu persamaan Euler–Lagrange untuk tiap koordinat. (5) Sebelum menyelesaikannya, panenlah besaran kekalnya: koordinat siklik (Definisi 1.10) dan fungsi energi (Proposisi 1.14). (6) Periksalah limitnya: sudut kecil, rotasi yang dimatikan, kasus khusus yang sudah dikenal.

Contoh 1.8 (Bandul, dalam tiga baris)

Satu koordinat θ\theta; v=θ˙eθ\vect v = \ell\dot\theta\,\vect e_\theta, sehingga Ek=12m2θ˙2E_k = \tfrac12 m\ell^2\dot\theta^2 dan Ep=mgcosθE_p = -mg\ell\cos\theta. Lalu L=12m2θ˙2+mgcosθL = \tfrac12 m\ell^2\dot\theta^2 + mg\ell\cos\theta, dan  ⁣d(m2θ˙)/ ⁣dt=mgsinθ\dd(m\ell^2\dot\theta)/\dd t = -mg\ell\sin\theta:

θ¨=gsinθ,\ddot\theta = -\frac{g}{\ell}\sin\theta ,

persamaan yang dalam jilid Tahun 1 diperoleh dari momen gaya berat — dengan tegangannya tak pernah disebut.

Contoh 1.9 (Manik pada gelang yang berputar)

Sebuah manik bermassa mm meluncur pada gelang lingkaran tegak berjejari RR yang dipaksa berputar terhadap diameter tegaknya pada ω\omega tetap (Contoh 1.2). Satu koordinat, yaitu sudut kutub θ\theta dari titik terbawah. Kecepatan maniknya mempunyai komponen Rθ˙R\dot\theta sepanjang gelang dan ωRsinθ\omega R\sin\theta akibat rotasi yang dikenakan, tegak lurus terhadapnya:

L=12mR2θ˙2+12mω2R2sin2θ+mgRcosθ,mR2θ¨=mω2R2sinθcosθmgRsinθ.L = \tfrac12 mR^2\dot\theta^2 + \tfrac12 m\omega^2R^2\sin^2\theta + mgR\cos\theta , \qquad mR^2\ddot\theta = m\omega^2R^2\sin\theta\cos\theta - mgR\sin\theta .

Kesetimbangan tercapai ketika θ¨=0\ddot\theta = 0: di titik terbawah θ=0\theta = 0 (dan di puncak, yang selalu goyah), dan, bila ω2>g/R\omega^2 > g/R, sepasang kesetimbangan baru cosθeq=g/ω2R\cos\theta_{\text{eq}} = g/\omega^2R. Menuliskan persamaannya sebagai mR2θ¨= ⁣dUeff/ ⁣dθmR^2\ddot\theta = -\dd U_{\text{eff}}/\dd\theta dengan energi potensial efektif

Ueff(θ)=mgRcosθ12mω2R2sin2θU_{\text{eff}}(\theta) = -mgR\cos\theta - \tfrac12 m\omega^2R^2\sin^2\theta

membuat geometrinya tampak: di bawah laju kritis ωc=g/R\omega_{\text{c}} = \sqrt{g/R} titik terbawahnya adalah sebuah sumur; di atas laju itu, titik terbawahnya berubah menjadi puncak dan maniknya menetap di lereng, memanjat makin tinggi ketika gelangnya berputar makin cepat — asas governor sentrifugal yang dahulu mengatur mesin uap.

Potensial efektif manik pada gelang yang berputar. Ketika  melewati √g/R, sumur tunggal di titik terbawah terbelah menjadi dua sumur setangkup: sudut kesetimbangannya naik seiring laju putarnya.
Potensial efektif manik pada gelang yang berputar. Ketika ω\omega melewati g/R\sqrt{g/R}, sumur tunggal di titik terbawah terbelah menjadi dua sumur setangkup: sudut kesetimbangannya naik seiring laju putarnya.

1.3 Simetri dan hukum kekekalan

Definisi 1.10 (Momentum rampatan, koordinat siklik)

Yang disebut momentum rampatan yang konjugat terhadap koordinat qiq_i adalah

pi=Lq˙i.p_i = \frac{\partial L}{\partial\dot q_i} .

Untuk koordinat Kartesius ia adalah momentum biasa mx˙m\dot x; untuk sebuah sudut ia adalah momentum sudut. Koordinat yang tidak muncul dalam LL (walaupun kecepatannya muncul) disebut siklik.

Proposisi 1.11 (Koordinat siklik melahirkan hukum kekekalan)

Jika qiq_i siklik, momentum konjugatnya kekal: L/qi=0\partial L/\partial q_i = 0 mengakibatkan  ⁣dpi/ ⁣dt=0\dd p_i/\dd t = 0. Memilih koordinat sedemikian sehingga sebanyak mungkin di antaranya siklik adalah langkah paling ampuh dalam menyelesaikan soal mekanika.

Bukti. Langsung dari persamaan Euler–Lagrange untuk qiq_i.

Contoh 1.12 (Gaya sentral, selesai dengan sekali pandang)

Sebuah partikel dalam potensial sentral Ep(r)E_p(r), dalam koordinat polar pada bidang geraknya:

L=12m(r˙2+r2φ˙2)Ep(r).L = \tfrac12 m(\dot r^2 + r^2\dot\varphi^2) - E_p(r) .

φ\varphi siklik, sehingga pφ=mr2φ˙p_\varphi = mr^2\dot\varphi — yaitu momentum sudutnya — kekal: itulah hukum luasan Kepler, yang dalam jilid Tahun 1 diturunkan dari persamaan momen gaya, dan di sini muncul sebelum satu persamaan pun diselesaikan. Persamaan radial yang tersisa adalah mr¨=mrφ˙2Ep(r)m\ddot r = mr\dot\varphi^2 - E_p'(r), yakni gerak satu dimensi dalam potensial efektif Ep(r)+pφ2/2mr2E_p(r) + p_\varphi^2/2mr^2 pada jilid tersebut.

Teorema 1.13 (Teorema Noether)

Setiap simetri kontinu Lagrangian bersesuaian dengan satu besaran kekal. Tepatnya: jika pergeseran qiqi+εKi(q)q_i \to q_i + \varepsilon\,K_i(q) membiarkan LL tak berubah sampai orde pertama dalam ε\varepsilon untuk semua gerak, maka

Q=ipiKi(q)Q = \sum_i p_i\,K_i(q)

tetap sepanjang setiap gerak yang sesungguhnya. Keseragaman ruang (invariansi terhadap translasi) melahirkan momentum; keisotropan ruang (invariansi terhadap rotasi) melahirkan momentum sudut; keseragaman waktu melahirkan energi (Proposisi 1.14).

Bukti. Invariansi sampai orde pertama berarti 0=δL=i(qiLKi+q˙iLK˙i)ε0 = \delta L = \sum_i\big(\partial_{q_i}L\,K_i + \partial_{\dot q_i}L\,\dot K_i\big)\varepsilon. Pada gerak yang sesungguhnya, qiL=p˙i\partial_{q_i}L = \dot p_i menurut Euler–Lagrange, sehingga kurungnya menjadi i(p˙iKi+piK˙i)= ⁣dQ/ ⁣dt\sum_i(\dot p_iK_i + p_i\dot K_i) = \dd Q/\dd t. Koordinat siklik adalah kasus khusus Ki=δijK_i = \delta_{ij}. Kasus pergeseran waktu menuntut perhitungan tersendiri pada Proposisi 1.14; teorema selengkapnya, untuk transformasi yang juga mengubah tt atau mengubah LL sebesar suatu turunan total, dibuktikan dalam kuliah mekanika analitis dan diterima tanpa bukti di sini dalam keumuman itu.

Proposisi 1.14 (Fungsi energi)

Sepanjang gerak apa pun, fungsi energi

h=iq˙iLq˙iLmemenuhi ⁣dh ⁣dt=Lt.h = \sum_i \dot q_i\,\frac{\partial L}{\partial\dot q_i} - L \qquad\text{memenuhi}\qquad \frac{\dd h}{\dd t} = -\frac{\partial L}{\partial t} .

Jika LL tidak bergantung secara eksplisit pada waktu, hh kekal. Jika selain itu hubungan r(q)\vect r(q) antara kedudukan dan koordinat tidak melibatkan waktu — tanpa rotasi yang dikenakan, tanpa tumpuan yang bergerak — maka EkE_k merupakan bentuk kuadrat dalam q˙i\dot q_i dan h=Ek+Eph = E_k + E_p: yakni energi mekaniknya. Dengan kendala yang bergantung waktu, hh tetap kekal apabila L/t=0\partial L/\partial t = 0, tetapi ia bukan energinya: motor yang memaksakan kendala itu bertukar usaha dengan sistemnya.

Bukti.  ⁣dh/ ⁣dt=i(q¨ipi+q˙ip˙i)i(qiLq˙i+q˙iLq¨i)tL\dd h/\dd t = \sum_i(\ddot q_ip_i + \dot q_i\dot p_i) - \sum_i(\partial_{q_i}L\,\dot q_i + \partial_{\dot q_i}L\,\ddot q_i) - \partial_tL. Suku q¨i\ddot q_i saling meniadakan; persamaan Euler–Lagrange mengubah p˙i\dot p_i menjadi qiL\partial_{q_i}L, sehingga pasangan berikutnya pun hilang; tersisa tL-\partial_tL. Jika Ek=12ajk(q)q˙jq˙kE_k = \tfrac12\sum a_{jk}(q)\dot q_j\dot q_k, identitas Euler untuk bentuk kuadrat memberikan q˙iEk/q˙i=2Ek\sum\dot q_i\,\partial E_k/\partial\dot q_i = 2E_k, sehingga h=2Ek(EkEp)=Ek+Eph = 2E_k - (E_k - E_p) = E_k + E_p.

Contoh 1.15 (Gelang yang berputar mempertahankan hh, bukan EE)

Untuk manik pada Contoh 1.9, LL tidak memuat tt secara eksplisit, sehingga h=12mR2θ˙2+Ueff(θ)h = \tfrac12 mR^2\dot\theta^2 + U_{\text{eff}} (\theta) kekal — tetapi energi mekaniknya E=12mR2θ˙2+12mω2R2sin2θmgRcosθE = \tfrac12 mR^2\dot\theta^2 + \tfrac12 m\omega^2R^2\sin^2\theta - mgR\cos\theta tidak: E=h+mω2R2sin2θE = h + m\omega^2R^2\sin^2\theta berubah ketika maniknya meluncur. Selisihnya adalah usaha motor yang menjaga ω\omega tetap sementara jarak manik dari sumbunya berubah.

1.4 Partikel bermuatan dan osilasi kecil

Proposisi 1.16 (Lagrangian sebuah partikel bermuatan)

Dalam medan elektromagnetik yang digambarkan oleh potensial VV dan A\vect A (dengan E=VtA\vect E = -\vect\nabla V - \partial_t\vect A dan B=curlA\vect B = \operatorname{\vect{curl}}\vect A, seperti dalam jilid Tahun 2), Lagrangian

L=12mv2qV+qvAL = \tfrac12 m\vect v^{\,2} - qV + q\,\vect v\cdot\vect A

menghasilkan, lewat persamaan Euler–Lagrange, tepat gaya Lorentz mv˙=q(E+vB)m\dot{\vect v} = q(\vect E + \vect v\wedge\vect B). Gaya magnetiknya, yang tidak melakukan usaha dan tidak diturunkan dari energi potensial biasa, masuk melalui suku yang linear dalam kecepatan; momentum konjugatnya menjadi p=mv+qA\vect p = m\vect v + q\vect A, tidak lagi mvm\vect v saja.

Bukti. Untuk komponen xx: px=mx˙+qAxp_x = m\dot x + qA_x, dan xL=qxV+qvxA\partial_xL = -q\,\partial_xV + q\,\vect v\cdot\partial_x\vect A. Persamaan Euler–Lagrange memberikan mx¨=qxVq ⁣dAx/ ⁣dt+qvxAm\ddot x = -q\,\partial_xV - q\,\dd A_x/\dd t + q\,\vect v\cdot\partial_x\vect A. Sepanjang geraknya  ⁣dAx/ ⁣dt=tAx+(v)Ax\dd A_x/\dd t = \partial_tA_x + (\vect v\cdot\vect\nabla)A_x, sehingga mx¨=qEx+q[vxA(v)Ax]m\ddot x = qE_x + q\big[\vect v\cdot\partial_x\vect A - (\vect v\cdot \vect\nabla)A_x\big], dan kurungnya adalah komponen xx dari v(A)=vB\vect v\wedge(\vect\nabla\wedge\vect A) = \vect v\wedge\vect B — jabarkanlah keduanya untuk memeriksanya.

Proposisi 1.17 (Osilasi kecil dan ragam normal)

Di dekat kesetimbangan mantap qeqq^{\text{eq}}, jabarkanlah LL sampai orde dua dalam simpangan ui=qiqiequ_i = q_i - q_i^{\text{eq}}: L12miju˙iu˙j12kijuiujL \approx \tfrac12\sum m_{ij}\dot u_i\dot u_j - \tfrac12\sum k_{ij}u_iu_j dengan matriks setangkup yang tetap. Persamaan geraknya linear, dan setiap gerak merupakan superposisi ragam normal: osilasi kolektif ui(t)=aicos(Ωt+ϕ)u_i(t) = a_i\cos(\Omega t + \phi) yang di dalamnya semua koordinat bergetar pada satu frekuensi bersama, dengan amplitudo dan frekuensinya memenuhi j(kijΩ2mij)aj=0\sum_j(k_{ij} - \Omega^2m_{ij})\,a_j = 0 — sebuah soal nilai eigen matriks, dengan nn ragam untuk nn derajat kebebasan.

Bukti. Suku linearnya lenyap di titik kesetimbangan; persamaan Euler–Lagrange bagi LL yang kuadratik berbunyi jmiju¨j=jkijuj\sum_jm_{ij}\ddot u_j = -\sum_jk_{ij}u_j. Memasukkan osilasi cobaan memberikan sistem linear yang dinyatakan tadi, yang mempunyai vektor amplitudo tak nol hanya bila det(kijΩ2mij)=0\det(k_{ij} - \Omega^2m_{ij}) = 0: ada nn nilai Ω2\Omega^2, semuanya positif pada kesetimbangan mantap. Bahwa gerak umumnya merupakan superposisi ragam-ragamnya adalah pendiagonalan sepasang bentuk kuadrat, hasil aljabar linear dalam jilid matematika Tahun 2; kelengkapannya diterima tanpa bukti.

Contoh 1.18 (Dua bandul yang dikopel pegas)

Dua bandul yang sama (massa mm, panjang \ell), bandulannya dihubungkan pegas berkekakuan kk yang kendur ketika keduanya menggantung tegak. Untuk sudut kecil,

L=12m2(θ˙12+θ˙22)12mg(θ12+θ22)12k2(θ2θ1)2.L = \tfrac12 m\ell^2(\dot\theta_1^2 + \dot\theta_2^2) - \tfrac12 mg\ell(\theta_1^2 + \theta_2^2) - \tfrac12 k\ell^2(\theta_2 - \theta_1)^2 .

Simetrinya menyarankan gabungan s=θ1+θ2s = \theta_1 + \theta_2 dan d=θ1θ2d = \theta_1 - \theta_2, yang menguraikan kedua persamaannya: ragam sefase (θ1=θ2\theta_1 = \theta_2, pegas tak berperan) pada Ω1=g/\Omega_1 = \sqrt{g/\ell}, dan ragam berlawanan (θ1=θ2\theta_1 = -\theta_2, pegas teregang dua kali lipat) pada Ω2=g/+2k/m\Omega_2 = \sqrt{g/\ell + 2k/m}. Simpangkanlah satu bandul saja — campuran setara dari kedua ragam — dan energinya berpindah seluruhnya dari bandul yang satu ke yang lain lalu kembali lagi, pada frekuensi layang (Ω2Ω1)/2π(\Omega_2 - \Omega_1)/2\pi: itulah peragaan bandul terkopel, sekaligus mekanisme di balik setiap pemindahan energi resonan, dari rangkaian tertala hingga getaran molekul.

Kedua ragam normal bandul terkopel. Dalam ragam sefase pegasnya tak pernah teregang dan frekuensinya sama dengan frekuensi bandul bebas; dalam ragam berlawanan tiap bandulan merasakan pegas yang berlipat dua.
Kedua ragam normal bandul terkopel. Dalam ragam sefase pegasnya tak pernah teregang dan frekuensinya sama dengan frekuensi bandul bebas; dalam ragam berlawanan tiap bandulan merasakan pegas yang berlipat dua.
Bandul ganda yang jejaknya direkam dengan pajanan panjang: dua koordinat, satu Lagrangian, dan gerak yang tak dapat diramalkan rumus mana pun untuk waktu lama — perangkat aksi terkecil dalam bab ini menuliskan persamaannya; kekacauan membuat penyelesaiannya tetap rendah hati.
Bandul ganda yang jejaknya direkam dengan pajanan panjang: dua koordinat, satu Lagrangian, dan gerak yang tak dapat diramalkan rumus mana pun untuk waktu lama — perangkat aksi terkecil dalam bab ini menuliskan persamaannya; kekacauan membuat penyelesaiannya tetap rendah hati.

1.5 Latihan

Latihan 1.1

Hitunglah derajat kebebasannya dan usulkanlah koordinat rampatan: (a) sebuah partikel di dalam mangkuk yang tetap; (b) sebuah silinder yang menggelinding tanpa selip menuruni bidang miring yang tetap; (c) sebuah bandul ganda yang poros atasnya meluncur pada rel mendatar; (d) sebuah halter (dua massa, batang tegar) di ruang bebas; (e) dua manik pada satu kawat lingkaran yang tetap. Kendala mana dalam daftar ini yang menghubungkan kecepatan alih-alih kedudukan, dan mengapa ia toh dapat diintegralkan menjadi kendala holonomik?

Solusi

Solusi Latihan 1.1.

(a) 2 (dua sudut pada permukaan mangkuknya). (b) 1: absis xx sepanjang lerengnya, sedangkan sudut putarnya terikat padanya oleh gelindingan, x=Rϕx = R\phi. (c) 3: XX, θ1\theta_1, θ2\theta_2. (d) 5: tiga untuk pusatnya, dua untuk arah batangnya. (e) 2: satu sudut masing-masing. Syarat menggelinding itu adalah hubungan antara kecepatan, x˙=Rϕ˙\dot x = R\dot\phi; pada soal bidang ini ia langsung terintegralkan menjadi x=Rϕ+constx = R\phi + \text{const}, jadi holonomik. (Untuk bola yang menggelinding pada sebuah bidang syarat itu tidak terintegralkan, dan mekanika Lagrangian memerlukan perluasan.)

Latihan 1.2

Untuk bandul bidang (Contoh 1.8): (a) periksalah dimensi LL dan dimensi pθ=L/θ˙p_\theta = \partial L/\partial\dot\theta; (b) kenalilah makna fisis pθp_\theta; (c) turunkanlah periode sudut kecilnya; (d) hitunglah aksi SS satu osilasi kecil penuh beramplitudo θ0\theta_0 — lalu jelaskanlah jawabannya sebelum menghitung (berapakah rata-rata waktu dari EkEpE_k - E_p untuk osilasi harmonik?).

Solusi

Solusi Latihan 1.2.

(a) [L]=J[L] = \mathrm{J}; [pθ]=kgm2/s[p_\theta] = \mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s} — sebuah momentum sudut, karena θ\theta tak berdimensi. (b) pθ=m2θ˙p_\theta = m\ell^2\dot\theta adalah momentum sudut bandulannya terhadap porosnya. (c) θ¨=(g/)θ\ddot\theta = -(g/\ell)\theta memberikan T=2π/gT = 2\pi\sqrt{\ell/g}. (d) Dengan EpE_p diukur dari kesetimbangannya, osilasi harmonik mempunyai rata-rata waktu energi kinetik dan energi potensial yang sama, sehingga L=0\langle L\rangle = 0 dan S=0S = 0 selama satu periode penuh — perhitungannya membenarkan hal itu: S=0T12m2θ02[ω2sin2ωt(g/)cos2ωt] ⁣dt=0S = \int_0^T\tfrac12 m\ell^2\theta_0^2[\omega^2\sin^2 \omega t - (g/\ell)\cos^2\omega t]\,\dd t = 0 karena ω2=g/\omega^2 = g/\ell.

Latihan 1.3

Sebuah mesin Atwood: massa m1m_1 dan m2m_2 tergantung pada tali ideal yang melewati katrol tak bermassa. (a) Pilihlah satu koordinat dan tuliskanlah LL. (b) Carilah percepatannya. (c) Perlakuan Newton memerlukan tegangan talinya — ke manakah tegangan itu pergi? (d) Bagaimana caranya memperoleh kembali tegangan itu setelah geraknya diketahui?

Solusi

Solusi Latihan 1.3.

(a) Misalkan xx adalah turunnya m1m_1 (sehingga m2m_2 naik sebesar xx): L=12(m1+m2)x˙2+(m1m2)gxL = \tfrac12(m_1 + m_2)\dot x^2 + (m_1 - m_2)gx. (b) (m1+m2)x¨=(m1m2)g(m_1 + m_2)\ddot x = (m_1 - m_2)g: a=(m1m2)g/(m1+m2)a = (m_1 - m_2)g/(m_1 + m_2). (c) Tegangannya bekerja pada kedua ujung tali yang tak mulur: pada perpindahan yang diizinkan mana pun usahanya saling meniadakan, sehingga ia tak pernah masuk ke LL. (d) Newton pada m1m_1 saja: T=m1(ga)=2m1m2g/(m1+m2)T = m_1(g - a) = 2m_1m_2g/(m_1 + m_2).

Latihan 1.4

Sebuah partikel bebas dalam koordinat silinder: L=12m(r˙2+r2φ˙2+z˙2)L = \tfrac12 m(\dot r^2 + r^2\dot\varphi^2 + \dot z^2). (a) Koordinat mana yang siklik, dan apa saja momentum kekalnya? (b) Mengapa prp_r tidak kekal padahal tak ada gaya yang bekerja? (c) Tuliskanlah persamaan Euler–Lagrange untuk rr dan tafsirkanlah suku mrφ˙2mr\dot\varphi^2. (d) Periksalah bahwa garis lurus yang ditempuh dengan kelajuan tetap memenuhinya.

Solusi

Solusi Latihan 1.4.

(a) φ\varphi dan zz: pφ=mr2φ˙p_\varphi = mr^2\dot\varphi (momentum sudut terhadap sumbunya) dan pz=mz˙p_z = m\dot z kekal. (b) rr muncul dalam LL lewat r2φ˙2r^2\dot\varphi^2, sehingga ia tidak siklik: p˙r=mrφ˙20\dot p_r = mr\dot\varphi^2 \neq 0. Tak ada yang keliru — pr=mr˙p_r = m\dot r adalah komponen radial sebuah vektor tetap p\vect p, dan komponen sepanjang arah yang berputar tak harus tetap. (c) mr¨=mrφ˙2m\ddot r = mr\dot\varphi^2: itulah suku sentrifugal, harga yang dibayar karena memakai koordinat yang terikat pada arah yang berputar. (d) Untuk garis berjarak bb yang dilalui dengan kelajuan vv: r=b2+v2t2r = \sqrt{b^2 + v^2t^2}, r2φ˙=bvr^2\dot\varphi = bv; lalu r¨=b2v2/r3=r(bv/r2)2=rφ˙2\ddot r = b^2v^2/r^3 = r(bv/r^2)^2 = r\dot\varphi^2.

Latihan 1.5 ★★

Sebuah balok bermassa mm meluncur pada permukaan tanpa gesekan (bersudut α\alpha) sebuah baji bermassa MM, yang sendirinya bebas meluncur di lantai tanpa gesekan. (a) Pilihlah dua koordinat: absis baji XX dan jarak balok ss menuruni permukaan itu; tuliskanlah LL. (b) Koordinat mana yang siklik, dan hukum kekekalan apa yang dinyatakannya? (c) Carilah kedua percepatannya. (d) Periksalah limit MM \to \infty dan α90\alpha \to 90^\circ.

Solusi

Solusi Latihan 1.5.

(a) Kedudukan baloknya (X+scosα, ssinα)(X + s\cos\alpha,\ -s\sin\alpha), sehingga

L=12MX˙2+12m(X˙2+2X˙s˙cosα+s˙2)+mgssinα.L = \tfrac12 M\dot X^2 + \tfrac12 m\big(\dot X^2 + 2\dot X\dot s\cos\alpha + \dot s^2\big) + mgs\sin\alpha .

(b) XX siklik: P=(M+m)X˙+ms˙cosαP = (M + m)\dot X + m\dot s\cos\alpha kekal — yaitu momentum mendatar totalnya, karena tak ada gaya mendatar dari luar yang bekerja. (c) Persamaan untuk ss adalah s¨+X¨cosα=gsinα\ddot s + \ddot X\cos\alpha = g\sin\alpha; dengan X¨=ms¨cosα/(M+m)\ddot X = -m\ddot s\cos\alpha/(M + m) dari (b),

s¨=(M+m)gsinαM+msin2α,X¨=mgsinαcosαM+msin2α.\ddot s = \frac{(M + m)g\sin\alpha}{M + m\sin^2\alpha} , \qquad \ddot X = -\frac{mg\sin\alpha\cos\alpha}{M + m\sin^2\alpha} .

(d) MM \to \infty: s¨gsinα\ddot s \to g\sin\alpha, yakni bidang miring yang tetap; α90\alpha \to 90^\circ: s¨g\ddot s \to g, X¨0\ddot X \to 0 — jatuh bebas sepanjang permukaan tegak, dengan bajinya tak terdorong.

Latihan 1.6 ★★

Bandul bola: sebuah bandulan pada batang sepanjang \ell, bebas dalam kedua sudutnya (θ\theta dari arah tegak ke bawah, φ\varphi mengelilinginya). (a) Tuliskanlah LL. (b) Kenalilah koordinat sikliknya dan pφp_\varphi yang kekal. (c) Reduksilah gerak θ\theta menjadi gerak dalam potensial efektif lalu sketsalah potensial itu. (d) Untuk gerak kerucut θ=θ0\theta = \theta_0, perolehlah kembali hubungan bandul kerucut cosθ0=g/ω2\cos\theta_0 = g/\ell\omega^2 dari jilid Tahun 1.

Solusi

Solusi Latihan 1.6.

(a) L=12m2(θ˙2+sin2θφ˙2)+mgcosθL = \tfrac12 m\ell^2(\dot\theta^2 + \sin^2\theta\,\dot\varphi^2) + mg\ell\cos\theta. (b) φ\varphi siklik: pφ=m2sin2θφ˙p_\varphi = m\ell^2\sin^2\theta\,\dot\varphi, yaitu momentum sudut tegaknya. (c) Dengan melenyapkan φ˙\dot\varphi, 12m2θ˙2+Ueff(θ)\tfrac12 m\ell^2\dot\theta^2 + U_{\text{eff}}(\theta) kekal dengan

Ueff(θ)=pφ22m2sin2θmgcosθ:U_{\text{eff}}(\theta) = \frac{p_\varphi^2}{2m\ell^2\sin^2\theta} - mg\ell\cos\theta :

sebuah dinding di θ=0\theta = 0 dan θ=π\theta = \pi (untuk pφ0p_\varphi \neq 0) dengan satu minimum di antaranya — bandulannya berangguk di antara dua lingkaran. (d) Di titik minimumnya, θ˙=0\dot\theta = 0 dengan θ=θ0\theta = \theta_0 tetap: pφ2cosθ0/m2sin3θ0=mgsinθ0p_\varphi^2\cos\theta_0/m\ell^2\sin^3\theta_0 = mg\ell\sin\theta_0; memasukkan pφ=m2sin2θ0ωp_\varphi = m\ell^2\sin^2\theta_0\,\omega memberikan ω2cosθ0=g\ell\omega^2\cos\theta_0 = g.

Latihan 1.7 ★★

Sebuah bandul (massa mm, panjang \ell) tergantung pada kereta bermassa MM yang bebas menggelinding di rel mendatar. (a) Dengan koordinat XX (kereta) dan θ\theta, tuliskanlah LL. (b) Apa yang kekal, dan mengapa secara fisis? (c) Linearkanlah untuk θ\theta kecil dan tunjukkanlah bahwa frekuensi osilasinya Ω=(1+m/M)g/\Omega = \sqrt{(1 + m/M)\,g/\ell}. (d) Jelaskanlah limit MM \to \infty dan M0M \to 0 — mengapa kereta yang ringan justru menaikkan frekuensinya?

Solusi

Solusi Latihan 1.7.

(a) Bandulannya di (X+sinθ, cosθ)(X + \ell\sin\theta,\ -\ell\cos\theta):

L=12(M+m)X˙2+mcosθX˙θ˙+12m2θ˙2+mgcosθ.L = \tfrac12(M + m)\dot X^2 + m\ell\cos\theta\,\dot X\dot\theta + \tfrac12 m\ell^2\dot\theta^2 + mg\ell\cos\theta .

(b) XX siklik: (M+m)X˙+mcosθθ˙(M + m)\dot X + m\ell\cos\theta\,\dot\theta kekal — yaitu momentum mendatar seluruh sistemnya (relnya hanya mendorong ke arah tegak). (c) Untuk sudut kecil: (M+m)X¨+mθ¨=0(M + m)\ddot X + m\ell\ddot\theta = 0 dan θ¨+X¨+gθ=0\ell\ddot\theta + \ddot X + g\theta = 0; dengan melenyapkan X¨\ddot X, θ¨[1m/(M+m)]=gθ\ell\ddot\theta\,[1 - m/(M + m)] = -g\theta, sehingga Ω2=(M+m)g/M=(1+m/M)g/\Omega^2 = (M + m)g/M\ell = (1 + m/M)\,g/\ell. (d) MM \to \infty: porosnya tetap, Ω2=g/\Omega^2 = g/\ell. Untuk MM kecil: keretanya terhentak berlawanan arah dengan bandulannya, dan ayunan poros terhadap bandulan terjadi di sekitar sebuah titik di antara keduanya (pusat massanya yang tetap), sehingga bandul efektifnya memendek — karena itulah frekuensinya lebih tinggi, dan membesar tanpa batas ketika M0M \to 0.

Latihan 1.8 ★★

Sebuah partikel bermuatan qq dalam medan seragam B=Bez\vect B = B\vect e_z, yang digambarkan oleh A=12Br\vect A = \tfrac12\vect B\wedge\vect r. (a) Tuliskanlah LL dalam koordinat Kartesius. (b) Turunkanlah persamaan geraknya dan periksalah bahwa persamaan itu menggambarkan lingkaran siklotron pada ωc=qB/m\omega_{\text{c}} = qB/m. (c) Hitunglah momentum konjugat pxp_x, pyp_y: apakah keduanya mx˙m\dot x, my˙m\dot y? Apakah keduanya kekal? (d) Tunjukkanlah bahwa LL yang dituliskan dalam koordinat silinder mempunyai φ\varphi siklik, dan kenalilah pφp_\varphi kekal untuk lingkaran yang berpusat pada sumbunya.

Solusi

Solusi Latihan 1.8.

(a) A=12B(y,x,0)\vect A = \tfrac12 B(-y, x, 0): L=12m(x˙2+y˙2+z˙2)+12qB(xy˙yx˙)L = \tfrac12 m(\dot x^2 + \dot y^2 + \dot z^2) + \tfrac12 qB(x\dot y - y\dot x). (b) Persamaan untuk xx:  ⁣d(mx˙12qBy)/ ⁣dt=12qBy˙\dd(m\dot x - \tfrac12 qBy)/\dd t = \tfrac12 qB\dot y, yakni mx¨=qBy˙m\ddot x = qB\dot y; serupa my¨=qBx˙m\ddot y = -qB\dot x: gerak melingkar pada ωc=qB/m\omega_{\text{c}} = qB/m, dengan z˙\dot z tetap. (c) px=mx˙12qBymx˙p_x = m\dot x - \tfrac12 qBy \neq m\dot x; baik xx maupun yy tidak siklik (L/x=12qBy˙\partial L/\partial x = \tfrac12 qB\dot y), sehingga tak satu pun momentumnya kekal — hanya gabungan seperti mx˙qBym\dot x - qBy yang kekal (periksalah: turunannya lenyap). (d) Dalam koordinat silinder Aφ=12BrA_\varphi = \tfrac12 Br: L=12m(r˙2+r2φ˙2+z˙2)+12qBr2φ˙L = \tfrac12 m(\dot r^2 + r^2\dot\varphi^2 + \dot z^2) + \tfrac12 qBr^2\dot\varphi; φ\varphi siklik, pφ=mr2φ˙+12qBr2p_\varphi = mr^2\dot\varphi + \tfrac12 qBr^2. Pada lingkaran berjejari RR yang berpusat di sumbunya, φ˙=ωc\dot\varphi = -\omega_{\text{c}}, sehingga pφ=qBR2+12qBR2=12qBR2p_\varphi = -qBR^2 + \tfrac12 qBR^2 = -\tfrac12 qBR^2.

Latihan 1.9 ★★

Untuk manik pada gelang yang berputar (Contoh 1.9): (a) hitunglah fungsi energi hh dan periksalah kekekalannya lewat persamaan gerak; (b) hitunglah energi mekanik EE dan tunjukkanlah Eh=mω2R2sin2θE - h = m\omega^2R^2\sin^2\theta; (c) carilah daya yang diserahkan motornya sebagai fungsi θ\theta dan θ˙\dot\theta; (d) carilah frekuensi osilasi kecil di sekitar kesetimbangan miringnya ketika ω2>g/R\omega^2 > g/R, lalu tunjukkanlah bahwa frekuensi itu lenyap ketika ω2g/R\omega^2 \to g/R — perlambatan yang menandakan terbelahnya sumur.

Solusi

Solusi Latihan 1.9.

(a) h=θ˙L/θ˙L=12mR2θ˙212mω2R2sin2θmgRcosθ=12mR2θ˙2+Ueffh = \dot\theta\,\partial L/\partial\dot\theta - L = \tfrac12 mR^2\dot\theta^2 - \tfrac12 m\omega^2R^2\sin^2\theta - mgR\cos\theta = \tfrac12 mR^2\dot\theta^2 + U_{\text{eff}};  ⁣dh/ ⁣dt=θ˙[mR2θ¨+Ueff(θ)]=0\dd h/\dd t = \dot\theta\,[mR^2\ddot\theta + U_{\text{eff}}'(\theta)] = 0 menurut persamaan geraknya. (b) E=12mR2θ˙2+12mω2R2sin2θmgRcosθ=h+mω2R2sin2θE = \tfrac12 mR^2\dot\theta^2 + \tfrac12 m\omega^2R^2\sin^2\theta - mgR\cos\theta = h + m\omega^2R^2\sin^2\theta. (c) P= ⁣dE/ ⁣dt=mω2R2sin2θθ˙P = \dd E/\dd t = m\omega^2R^2\sin2\theta\,\dot\theta: positif selama maniknya memanjat menjauhi sumbu (motornya bekerja melawan kelembaman manik itu), negatif dalam perjalanan kembali. (d) Ueff=mgRcosθmω2R2cos2θU_{\text{eff}}'' = mgR\cos\theta - m\omega^2R^2\cos2\theta; pada cosθeq=g/ω2R\cos\theta_{\text{eq}} = g/\omega^2R nilainya mω2R2sin2θeqm\omega^2R^2\sin^2\theta_{\text{eq}}, sehingga ωosc=ωsinθeq=ω1(g/ω2R)20\omega_{\text{osc}} = \omega\sin\theta_{\text{eq}} = \omega\sqrt{1 - (g/\omega^2R)^2} \to 0 ketika ω2g/R\omega^2 \to g/R: gaya pemulihnya mendatar tepat ketika kedua sumurnya menyatu.

Latihan 1.10 ★★★

Bandul ganda yang kedua bagiannya sama (m1=m2=mm_1 = m_2 = m, 1=2=\ell_1 = \ell_2 = \ell). (a) Tunjukkanlah bahwa untuk sudut kecil L=12m2(2θ˙12+2θ˙1θ˙2+θ˙22)12mg(2θ12+θ22)L = \tfrac12 m\ell^2(2\dot\theta_1^2 + 2\dot\theta_1\dot\theta_2 + \dot\theta_2^2) - \tfrac12 mg\ell(2 \theta_1^2 + \theta_2^2). (b) Tuliskanlah kedua persamaan geraknya. (c) Carilah frekuensi normalnya Ω±2=(22)g/\Omega_\pm^2 = (2 \mp \sqrt2)\,g/\ell dan bentuk tiap ragamnya (θ2=±2θ1\theta_2 = \pm\sqrt2\,\theta_1). (d) Pada amplitudo besar sistem ini menjadi contoh baku kekacauan: jelaskanlah dalam beberapa baris apa yang meruntuhkan analisis sudut kecil, dan mengapa tak ada hukum kekekalan yang hilang.

Solusi

Solusi Latihan 1.10.

(a) Kedudukannya x2=(sinθ1+sinθ2)x_2 = \ell(\sin\theta_1 + \sin\theta_2), dan seterusnya; dengan mempertahankan suku kuadratik, suku kecepatan silangnya adalah m2θ˙1θ˙2m\ell^2\dot\theta_1\dot\theta_2, yang memberikan LL seperti dinyatakan. (b) Persamaan geraknya adalah 2θ¨1+θ¨2=2ω02θ12\ddot\theta_1 + \ddot\theta_2 = -2\omega_0^2\theta_1 dan θ¨1+θ¨2=ω02θ2\ddot\theta_1 + \ddot\theta_2 = -\omega_0^2\theta_2, dengan ω02=g/\omega_0^2 = g/\ell. (c) Memasukkan θi=aicosΩt\theta_i = a_i\cos\Omega t: det(2ω022Ω2Ω2Ω2ω02Ω2)=Ω44ω02Ω2+2ω04=0\det\begin{pmatrix} 2\omega_0^2 - 2\Omega^2 & -\Omega^2\\ -\Omega^2 & \omega_0^2 - \Omega^2\end{pmatrix} = \Omega^4 - 4\omega_0^2\Omega^2 + 2\omega_0^4 = 0, sehingga Ω±2=(22)ω02\Omega_\pm^2 = (2 \mp \sqrt2)\omega_0^2; baris keduanya memberikan a2/a1=Ω2/(ω02Ω2)=±2a_2/a_1 = \Omega^2/(\omega_0^2 - \Omega^2) = \pm\sqrt2: kedua bandulan searah (ragam lambat), kedua bandulan berlawanan (ragam cepat). (d) Pada amplitudo besar, kopling sin\sin dan cos\cos membuat persamaannya taklinear; penyelesaiannya tak lagi dapat disuperposisikan, dan syarat awal yang berdekatan memisah secara eksponensial (kekacauan). Energinya tetap kekal secara persis — LL tidak memuat waktu secara eksplisit — kekacauan berbicara tentang keterramalan, bukan tentang kekekalan.

Latihan 1.11 ★★★

Brakistokron. Sebuah manik meluncur tanpa gesekan dari keadaan diam di titik asal, menuruni kurva y(x)y(x) (yy ke bawah) menuju titik (a,b)(a, b). (a) Dengan kekekalan energi, tunjukkanlah bahwa waktu turunnya adalah T=0a(1+y2)/2gy ⁣dxT = \int_0^a\sqrt{(1 + y'^2)/2gy}\,\dd x — sebuah fungsional, dengan xx berperan sebagai waktu. (b) Integrannya F(y,y)F(y, y') tidak memuat xx secara eksplisit: tunjukkanlah bahwa h=yF/yFh = y'\,\partial F/\partial y' - F tetap sepanjang kurva optimalnya (perhitungan yang sama seperti Proposisi 1.14). (c) Simpulkanlah y(1+y2)=2ry(1 + y'^2) = 2r untuk suatu tetapan rr, dan periksalah bahwa sikloid x=r(ϕsinϕ)x = r(\phi - \sin\phi), y=r(1cosϕ)y = r(1 - \cos\phi) memenuhinya. (d) Tunjukkanlah bahwa turunnya manik ke dasar satu lengkung memakan waktu πr/g\pi\sqrt{r/g}, lalu bandingkanlah dengan peluncur lurus ke titik yang sama.

Solusi

Solusi Latihan 1.11.

(a) v=2gyv = \sqrt{2gy} dan  ⁣ds=1+y2 ⁣dx\dd s = \sqrt{1 + y'^2}\,\dd x memberikan fungsionalnya. (b) Perhitungan pada Proposisi 1.14 dengan xx sebagai waktu:  ⁣dh/ ⁣dx=F/x=0\dd h/\dd x = -\partial F/\partial x = 0. (c) h=1/2gy(1+y2)h = -1/\sqrt{2gy(1 + y'^2)}, sehingga y(1+y2)=2ry(1 + y'^2) = 2r. Untuk sikloidnya, y=sinϕ/(1cosϕ)y' = \sin\phi/(1 - \cos\phi) dan 1+y2=2/(1cosϕ)1 + y'^2 = 2/(1 - \cos\phi), jadi y(1+y2)=2ry(1 + y'^2) = 2r. (d)  ⁣dt= ⁣ds/v=r/g ⁣dϕ\dd t = \dd s/v = \sqrt{r/g}\,\dd\phi (seluruh kebergantungan pada ϕ\phi saling meniadakan), sehingga dasarnya (ϕ=π\phi = \pi) tercapai dalam πr/g\pi\sqrt{r/g} — berapa pun titik awalnya: sikloid sekaligus tautokron. Peluncur lurus menuju (πr,2r)(\pi r, 2r) memakan π2+4r/g3.72r/g\sqrt{\pi^2 + 4}\,\sqrt{r/g} \approx 3.72\sqrt{r/g}, sekitar 18%18\% lebih lama daripada πr/g\pi\sqrt{r/g}.

Latihan 1.12 ★★★

Fermat sebagai aksi terkecil. Cahaya dalam medium berindeks n(y)n(y) menempuh perjalanan antara dua titik dalam waktu terkecil (jilid Tahun 2). (a) Tunjukkanlah bahwa waktu tempuh sepanjang y(x)y(x) adalah T=1cn(y)1+y2 ⁣dxT = \tfrac1c\int n(y)\sqrt{1 + y'^2}\,\dd x. (b) Karena integrannya tidak memuat xx secara eksplisit, pakailah hh kekal dari latihan sebelumnya untuk menunjukkan n(y)/1+y2=constn(y)\big/\sqrt{1 + y'^2} = \text{const}, dan periksalah bahwa ini adalah hukum Snellius nsini=constn\sin i = \text{const} bagi sinar yang diukur dari arah tegak. (c) Di atas jalan yang panas indeksnya bertambah terhadap ketinggian sebagai n(y)n0(1+βy)n(y) \approx n_0(1 + \beta y); tunjukkanlah bahwa sinar yang hampir mendatar membelok dengan jari-jari kelengkungan R1/βR \approx 1/\beta. (d) Dengan β=1.2×105m1\beta = 1.2 \times 10^{-5}\,\mathrm{m}^{-1}, dari jarak berapa seorang pengemudi yang matanya 1.2m1.2\,\mathrm{m} di atas jalan melihat fatamorgana “air” di atasnya?

Solusi

Solusi Latihan 1.12.

(a)  ⁣dt= ⁣ds/(c/n)\dd t = \dd s/(c/n). (b) h=n(y)/1+y2h = -n(y)/\sqrt{1 + y'^2} kekal; 1/1+y2=cosθ1/\sqrt{1 + y'^2} = \cos\theta (θ\theta adalah sudut kemiringannya) =sini= \sin i untuk ii yang diukur dari arah tegak: nsini=constn\sin i = \text{const} — hukum Snellius, yang diterapkan secara sinambung. (c) Untuk sinar yang hampir mendatar, ncosθconstn\cos\theta \approx \text{const} dengan θ\theta kecil memberikan θ ⁣dθ= ⁣dn/nβ ⁣dy\theta\,\dd\theta = \dd n/n \approx \beta\,\dd y; karena  ⁣dy=θ ⁣dx\dd y = \theta\,\dd x, kelengkungannya adalah  ⁣dθ/ ⁣dx=β\dd\theta/\dd x = \beta, yakni R=1/β83kmR = 1/\beta \approx 83\,\mathrm{km}, dengan pembelokan ke atas (menuju nn yang lebih besar). (d) Sinar dari mata, yang menyinggung jalan setelah melengkung dengan jari-jari RR, menyentuhnya pada d=2hR=2×1.2×8.3e4450md = \sqrt{2hR} = \sqrt{2 \times 1.2 \times 8.3e4} \approx 450\,\mathrm{m}: di luar jarak itu jalannya sendiri tidak terlihat — yang tampak adalah langit yang dibiaskan ke atas, “air” yang berkilauan.

Bandul Foucault di Panteon, Paris. Koordinat rampatan, sebuah kendala, dan kerangka yang berputar perlahan: rotasi ruangannya muncul dalam persamaan geraknya — dan pergeseran bidang ayunnya memungkinkan sebuah ruang bawah tanah mengukur putaran Bumi. Foto: Olga Khomitsevich, CC BY 2.0.
Bandul Foucault di Panteon, Paris. Koordinat rampatan, sebuah kendala, dan kerangka yang berputar perlahan: rotasi ruangannya muncul dalam persamaan geraknya — dan pergeseran bidang ayunnya memungkinkan sebuah ruang bawah tanah mengukur putaran Bumi. Foto: Olga Khomitsevich, CC BY 2.0.

1.6 Soal: Sapu yang berdiri terbalik

Soal 1.1

Soal akhir pekan — bandul terbalik Kapitza

Sebuah bandul tegar dapat berdiri mantap di atas porosnya jika porosnya digoyang naik-turun cukup cepat — penemuan yang dianalisis Kapitza pada 1951, cukup memukau hingga tampak seperti sulap, sekaligus asas yang dipakai medan listrik berosilasi untuk memerangkap ion tunggal. Bandulnya kita modelkan sebagai massa titik mm di ujung batang tegar tak bermassa sepanjang =40cm\ell = 40\,\mathrm{cm}; θ\theta adalah sudut dari arah tegak ke bawah; g=9.81m/s2g = 9.81\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}.

Bagian I — Bandul tegar. Porosnya mula-mula ditahan tetap.

  1. Tuliskanlah Lagrangian dan persamaan geraknya.
  2. Berikanlah frekuensi f0f_0 osilasi kecil di sekitar θ=0\theta = 0, beserta nilainya.
  3. Tunjukkanlah bahwa di sini h=Eh = E, lalu pakailah kekekalannya untuk mencari kelajuan lontar minimum bandulannya, di titik terbawah, yang membawanya sampai ke puncak.
  4. Linearkanlah persamaannya di dekat θ=π\theta = \pi (ambil θ=π+ϵ\theta = \pi + \epsilon) dan tunjukkanlah ϵ¨=+(g/)ϵ\ddot\epsilon = +(g/\ell)\epsilon: seberapa cepat kemiringan awal sebesar satu milideraja tumbuh? Berikanlah waktu yang diperlukannya untuk tumbuh sebesar faktor ee.
  5. Sapu yang diseimbangkan di ujung jari jatuh dalam waktu sekitar satu sekon, namun tak pernah berdiri sendiri: nyatakanlah dalam satu kalimat apa yang dikatakan persamaan terlinearkan itu tentang kesetimbangan θ=π\theta = \pi.

Bagian II — Menggoyang porosnya. Porosnya kini berosilasi tegak, dengan ketinggian ys(t)=acosΩty_{\text{s}}(t) = a\cos\Omega t dan a=2.0cma = 2.0\,\mathrm{cm}, sedangkan Ω\Omega dapat diatur.

  1. Tuliskanlah koordinat bandulannya dan tunjukkanlah v2=2θ˙22aΩsin(Ωt)sinθθ˙+a2Ω2sin2Ωt\vect v^{\,2} = \ell^2\dot\theta^2 - 2a\Omega\ell\sin(\Omega t)\sin\theta\,\dot\theta + a^2\Omega^2\sin^2\Omega t.
  2. Tunjukkanlah bahwa dua Lagrangian yang berbeda sebesar suatu turunan waktu total  ⁣dF(q,t)/ ⁣dt\dd F(q,t)/\dd t memberikan persamaan Euler–Lagrange yang sama.
  3. Dengan kebebasan itu, sederhanakanlah Lagrangiannya menjadi L=12m2θ˙2maΩ2cos(Ωt)cosθ+mgcosθL = \tfrac12 m \ell^2\dot\theta^2 - ma\Omega^2\ell\cos(\Omega t)\cos\theta + mg\ell\cos\theta. (Petunjuk: sin(Ωt)sinθθ˙\sin(\Omega t)\sin\theta\,\dot\theta bergabung dengan suku cos(Ωt)cosθ\cos(\Omega t)\cos\theta menjadi sebuah turunan total; suku yang hanya memuat tt boleh dibuang.)
  4. Turunkanlah persamaan geraknya

    θ¨=gsinθ+aΩ2cos(Ωt)sinθ.\ddot\theta = -\frac{g}{\ell}\sin\theta + \frac{a\Omega^2}{\ell}\cos(\Omega t)\sin\theta .

    Tafsirkanlah suku keduanya sebagai berat yang digantikan oleh g+y¨sg + \ddot y_{\text{s}}: bandulnya hidup di dalam lift.

  5. Apakah fungsi energi hh masih kekal sekarang? Apakah energinya kekal? Apa yang memompa energi masuk dan keluar?
  6. Dalam rezim Kapitza aa \ll \ell dan Ωω0=g/\Omega \gg \omega_0 = \sqrt{g/\ell}: periksalah keduanya untuk a=2cma = 2\,\mathrm{cm}, =40cm\ell = 40\,\mathrm{cm}, Ω/2π=40Hz\Omega/2\pi = 40\,\mathrm{Hz}, lalu jelaskanlah secara fisis mengapa bandulannya kemudian tak dapat mengikuti goyangan itu.

Bagian III — Memisahkan yang cepat dari yang lambat. Carilah geraknya dalam bentuk θ(t)=Θ(t)+ξ(t)\theta(t) = \Theta(t) + \xi(t): hanyutan lambat Θ\Theta ditambah riak kecil ξ\xi pada frekuensi goyangannya.

  1. Dengan mempertahankan hanya suku terbesar di tiap ruas, tunjukkanlah bahwa riaknya memenuhi ξ¨+(aΩ2/)cos(Ωt)sinΘ\ddot\xi \approx +(a\Omega^2/\ell)\cos(\Omega t) \sin\Theta, dengan Θ\Theta dibekukan pada skala waktu goyangan.
  2. Simpulkanlah ξ(t)=(a/)cos(Ωt)sinΘ\xi(t) = -(a/\ell)\cos(\Omega t)\sin\Theta, lalu periksalah bahwa amplitudonya kecil, berorde a/a/\ell.
  3. Jabarkanlah sinθ=sin(Θ+ξ)\sin\theta = \sin(\Theta + \xi) sampai orde pertama dalam ξ\xi lalu masukkanlah ke persamaan geraknya.
  4. Rata-ratakanlah atas satu periode goyangan, dengan Θ\Theta ditahan tetap: dengan cosΩt=0\langle\cos\Omega t\rangle = 0 dan cos2Ωt=12\langle\cos^2\Omega t\rangle = \tfrac12, tunjukkanlah

    Θ¨=gsinΘa2Ω222sinΘcosΘ.\ddot\Theta = -\frac{g}{\ell}\sin\Theta - \frac{a^2\Omega^2}{2\ell^2}\sin\Theta\cos\Theta .
  5. Tunjukkanlah bahwa ini adalah gerak dalam potensial efektif

    Ueff(Θ)=mg(cosΘ+a2Ω24gsin2Θ).U_{\text{eff}}(\Theta) = mg\ell\Big({-\cos\Theta} + \frac{a^2\Omega^2}{4g\ell}\sin^2\Theta\Big) .
  6. Bandingkanlah dengan manik pada gelang yang berputar (Contoh 1.9): matematikanya sama, tanda suku barunya berlawanan — apa yang dilakukan goyangan itu terhadap kesetimbangan terbawah, yang tidak dilakukan rotasi tadi?
  7. Sketsalah UeffU_{\text{eff}} untuk goyangan lambat dan untuk goyangan cepat, lalu uraikanlah setiap kesetimbangan beserta kemantapannya pada masing-masing kasus.

Bagian IV — Sapunya berdiri.

  1. Dengan menjabarkan UeffU_{\text{eff}} di dekat Θ=π\Theta = \pi, tunjukkanlah bahwa kedudukan terbaliknya mantap tepat ketika

    a2Ω2>2g.a^2\Omega^2 > 2g\ell .
  2. Hitunglah frekuensi goyangan kritis fc=Ωc/2πf_{\text{c}} = \Omega_{\text{c}}/2\pi bagi bandul kita, serta kelajuan puncak porosnya aΩca\Omega_{\text{c}} dan percepatan aΩc2a\Omega_{\text{c}}^2 (dalam satuan gg) yang dituntutnya.
  3. Pada Ω=2Ωc\Omega = 2\Omega_{\text{c}}, carilah frekuensi ayunan lambat bandul yang berdiri itu di sekitar Θ=π\Theta = \pi, beserta nilainya; periksalah bahwa frekuensi itu memang lambat dibandingkan goyangannya.
  4. Masih pada Ω=2Ωc\Omega = 2\Omega_{\text{c}}, berapakah amplitudo riak ξ\xi ketika Θ\Theta sedikit menyimpang dari π\pi, dalam derajat, untuk a/=0.05a/\ell = 0.05? Akankah sebuah foto membongkar sulapnya?
  5. Seberapa jauh dari arah tegak sapunya boleh miring dan masih kembali? Tunjukkanlah bahwa sumur berdirinya membentang sepanjang Θπ<arccos(2g/a2Ω2)|\Theta - \pi| < \arccos(2g\ell/a^2\Omega^2), lalu hitunglah nilainya pada Ω=2Ωc\Omega = 2\Omega_{\text{c}}.
  6. Seorang pemain sulap yang menyeimbangkan sapu di ujung jari yang diam juga menjaganya tetap tegak — lewat mekanisme yang sama sekali berbeda yang mana? Sebutkanlah ciri bandul Kapitza yang tidak memerlukan umpan balik.
  7. Ringkaslah hasil bernama itu: poros yang digoyang dengan amplitudo 2cm2\,\mathrm{cm} pada 45Hz45\,\mathrm{Hz} — dua kali frekuensi kritisnya — menahan bandul sepanjang 40cm40\,\mathrm{cm} dalam keadaan terbalik, di dalam sumur yang mencapai sekitar 7575^\circ dari arah tegak, sambil berayun lembut pada sekitar 1.4Hz1.4\,\mathrm{Hz}. Di bagian fisika manakah perangkap rata-rata yang sama dipakai untuk menahan satu partikel bermuatan?
Solusi

Solusi Soal 1.1.

1. L=12m2θ˙2+mgcosθL = \tfrac12 m\ell^2\dot\theta^2 + mg\ell\cos\theta; θ¨=(g/)sinθ\ddot\theta = -(g/\ell)\sin\theta. 2. f0=g//2π=0.79Hzf_0 = \sqrt{g/\ell}/2\pi = 0.79\,\mathrm{Hz}. 3. Gantungannya tetap, sehingga h=E=12m2θ˙2mgcosθh = E = \tfrac12 m\ell^2\dot\theta^2 - mg\ell\cos\theta; dari dasar ke puncak 12mv2=2mg\tfrac12 mv^2 = 2mg\ell: v=2g=4.0m/sv = 2\sqrt{g\ell} = 4.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. 4. ϵ¨=+(g/)ϵ\ddot\epsilon = +(g/\ell)\epsilon: ϵet/τ\epsilon \propto \eu^{t/\tau} dengan τ=/g=0.20s\tau = \sqrt{\ell/g} = 0.20\,\mathrm{s}. 5. Kesetimbangan terbaliknya ada, tetapi goyah secara eksponensial: kemiringan sekecil apa pun berlipat ee setiap 0.2s0.2\,\mathrm{s}. 6. Bandulannya di (sinθ, acosΩtcosθ)(\ell\sin\theta,\ a\cos\Omega t - \ell\cos\theta); turunkan lalu kuadratkan: diperoleh v2\vect v^{\,2} seperti dinyatakan, dengan suku silang 2aΩsin(Ωt)sinθθ˙-2a\Omega\ell\sin(\Omega t)\sin\theta\,\dot\theta. 7. Jika L=L+ ⁣dF(q,t)/ ⁣dtL' = L + \dd F(q,t)/\dd t, aksinya berubah sebesar F(q2,t2)F(q1,t1)F(q_2, t_2) - F(q_1, t_1), yang tetap terhadap variasi dengan ujung tetap: lintasan stasionernya sama, persamaannya pun sama. 8. Suku silangnya adalah maΩsin(Ωt)sinθθ˙= ⁣d[maΩsin(Ωt)cosθ]/ ⁣dtmaΩ2cos(Ωt)cosθ-ma\Omega\ell\sin(\Omega t)\sin\theta\, \dot\theta = \dd[ma\Omega\ell\sin(\Omega t)\cos\theta]/\dd t - ma\Omega^2\ell\cos(\Omega t)\cos\theta; dengan membuang turunan totalnya dan suku yang hanya memuat tt (12ma2Ω2sin2Ωt\tfrac12 ma^2\Omega^2\sin^2\Omega t dan mgacosΩt-mga\cos\Omega t) tersisalah LL seperti dinyatakan. 9. m2θ¨=mgsinθ+maΩ2cos(Ωt)sinθm\ell^2\ddot\theta = -mg\ell\sin\theta + ma\Omega^2\ell\cos(\Omega t)\sin\theta. Karena y¨s=aΩ2cosΩt\ddot y_{\text{s}} = -a\Omega^2\cos\Omega t, ini adalah θ¨=[(g+y¨s)/]sinθ\ddot\theta = -[(g + \ddot y_{\text{s}})/\ell]\sin\theta: dalam kerangka porosnya, gravitasi semunya berosilasi. 10. LL kini bergantung secara eksplisit pada tt: hh tidak kekal, begitu pula EE — penggoyangnya memasok dan menarik kembali energi lewat porosnya. 11. a/=0.05a/\ell = 0.05; Ω=251rad/s\Omega = 251\,\mathrm{rad}/\mathrm{s} berbanding ω0=4.9rad/s\omega_0 = 4.9\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}: nisbahnya 5151. Dalam satu periode goyangan (25ms25\,\mathrm{ms}) gravitasi hampir tidak mengubah θ˙\dot\theta: bandulannya terlalu lamban untuk mengikutinya, dan hanya bergetar kecil. 12. ξ¨\ddot\xi adalah turunan terbesar (Ω2\propto\Omega^2) dan goyangannya suku gaya terbesar: ξ¨=(aΩ2/)cos(Ωt)sinΘ\ddot\xi = (a\Omega^2/\ell)\cos(\Omega t)\sin\Theta. 13. Mengintegralkan dua kali pada Θ\Theta tetap: ξ=(a/)cos(Ωt)sinΘ\xi = -(a/\ell)\cos(\Omega t)\sin\Theta, dengan amplitudo paling besar a/=0.05a/\ell = 0.05: getaran sebesar dua derajat. 14. sinθsinΘ+ξcosΘ\sin\theta \approx \sin\Theta + \xi\cos\Theta, sehingga

Θ¨+ξ¨=g(sinΘ+ξcosΘ)+aΩ2cosΩt(sinΘ+ξcosΘ).\ddot\Theta + \ddot\xi = -\frac{g}{\ell}(\sin\Theta + \xi\cos\Theta) + \frac{a\Omega^2}{\ell}\cos\Omega t\,(\sin\Theta + \xi\cos\Theta) .

15. Setelah dirata-ratakan, ξ¨\ddot\xi lenyap, dan cosΩt\langle\cos\Omega t\rangle dan ξ\langle\xi\rangle pun lenyap; suku silang yang bertahan adalah (aΩ2/)cosΘξcosΩt=(a2Ω2/22)sinΘcosΘ(a\Omega^2/\ell)\cos\Theta\,\langle\xi\cos\Omega t\rangle = -(a^2\Omega^2/2\ell^2)\sin\Theta\cos\Theta, yang memberikan persamaan untuk Θ\Theta seperti dinyatakan. 16. Θ¨=(1/m2)Ueff(Θ)\ddot\Theta = -(1/m\ell^2)\,U_{\text{eff}}'(\Theta) dengan Ueff=mg[cosΘ+(a2Ω2/4g)sin2Θ]U_{\text{eff}} = mg\ell[-\cos\Theta + (a^2\Omega^2/4g\ell) \sin^2\Theta] — turunkanlah untuk memeriksanya. 17. Suku sin2\sin^2 yang sama seperti pada gelangnya, tetapi bertanda berlawanan: rotasi menggali sumur di kedua sisi dan hanya dapat mendatarkan dasarnya; goyangan tegak justru memperkokoh sumur dasarnya dan menggali sumur baru di puncak. 18. Goyangan lambat (a2Ω2<2ga^2\Omega^2 < 2g\ell): minimum di Θ=0\Theta = 0, maksimum di π\pi — tak ada yang baru. Goyangan cepat: minimum di 00 dan di π\pi, dipisahkan oleh maksimum di cosΘ=2g/a2Ω2\cos\Theta^* = -2g\ell/a^2\Omega^2; baik bandul yang menggantung maupun yang berdiri berosilasi secara mantap. 19. Di dekat π\pi, dengan Θ=π+ϵ\Theta = \pi + \epsilon: ϵ¨=[g/a2Ω2/22]ϵ\ddot\epsilon = [g/\ell - a^2\Omega^2/2\ell^2]\,\epsilon; kemantapan menuntut kurungnya negatif: a2Ω2>2ga^2\Omega^2 > 2g\ell. 20. Ωc=2g/a=140rad/s\Omega_{\text{c}} = \sqrt{2g\ell}/a = 140\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}: fc=22Hzf_{\text{c}} = 22\,\mathrm{Hz}; kelajuan puncaknya aΩc=2.8m/sa\Omega_{\text{c}} = 2.8\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, percepatan puncaknya aΩc2=392m/s240ga\Omega_{\text{c}}^2 = 392\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} \approx 40g. 21. ωlambat=a2Ω2/22g/\omega_{\text{lambat}} = \sqrt{a^2\Omega^2/2\ell^2 - g/\ell}; pada Ω=2Ωc\Omega = 2\Omega_{\text{c}}, a2Ω2=8ga^2\Omega^2 = 8g\ell sehingga ωlambat=3g/=8.6rad/s\omega_{\text{lambat}} = \sqrt{3g/\ell} = 8.6\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}: 1.4Hz1.4\,\mathrm{Hz}, tiga puluh kali lebih lambat daripada goyangan 45Hz45\,\mathrm{Hz}. 22. ξmax=(a/)sinΘ\xi_{\max} = (a/\ell)\sin\Theta: pada kemiringan 1010^\circ dari arah tegak, ξmax=0.05sin170=8.7mrad0.5\xi_{\max} = 0.05\sin170^\circ = 8.7\,\mathrm{mrad} \approx 0.5^\circ — sebuah foto biasa memperlihatkan sapu yang berdiri diam. 23. Sumur berdirinya mencapai maksimum yang mengapitnya: Θπ<arccos(2g/a2Ω2)|\Theta - \pi| < \arccos(2g\ell/a^2\Omega^2); pada Ω=2Ωc\Omega = 2\Omega_{\text{c}}, arccos14=75\arccos\tfrac14 = 75^\circ — sumur yang luar biasa pemaaf. 24. Pemain sulapnya memakai umpan balik: matanya mengukur kemiringan, tangannya bergerak menyamping untuk meniadakannya. Pemantapan Kapitza bersifat lingkar terbuka — goyangannya tidak pernah tahu di mana bandulnya berada. 25. Digoyang pada 45Hz45\,\mathrm{Hz} dengan amplitudo 2cm2\,\mathrm{cm}, bandul 40cm40\,\mathrm{cm} itu berdiri terbalik dalam sumur 7575^\circ, sambil berayun pada 1.4Hz1.4\,\mathrm{Hz}. Potensial efektif rata-rata waktu yang sama, dibuat dengan medan kuadrupol listrik berosilasi alih-alih poros yang digoyang, mengurung ion tunggal dalam perangkap Paul — tulang punggung jam atom dan komputasi kuantum ion terperangkap.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 431 istilah di glosarium