Biology · Buku 4 · Bachelor Year 2

Biologi Universitas — Tahun 2

Biologi Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

22Genetika Populasi dan Seleksi Alam

Pada tahun 1848 seekor ngengat berbedak yang hitam ditangkap di dekat Manchester; pada tahun 1895 sembilan belas dari dua puluh ngengat di kotanya berwarna hitam, dan pada tahun 1970, ketika jelaganya pergi, bentuk yang pucat kembali. Ngengatnya tidak berubah: perbandingan dua alel di dalam sebuah populasi berisi jutaan ekorlah yang berubah, di bawah mata burung, dalam beberapa lusin generasi. Darwin telah melihat bahwa seleksi pasti mengubah spesies tetapi tidak memiliki cara untuk mencacahnya; pencacahannya adalah genetika populasi, dan itulah aritmetika bab ini. Bab ini menanyakan bagaimana frekuensi alel berperilaku ketika tidak ada yang bekerja padanya, lalu seberapa cepat seleksi, mutasi, migrasi, kebetulan, dan silang dalam memindahkannya — dan bab ini berakhir dengan sifat yang bukan satu gen melainkan banyak gen, yang merupakan sebagian besar dari yang sungguh dilihat seleksi.

22.1 Lungkang gennya ketika diam

Definisi 22.1 (Populasi, lungkang gen, frekuensi)

Sebuah populasi adalah sekelompok individu satu spesies yang saling mengawini; lungkang gennya adalah himpunan seluruh alelnya. Bagi sebuah lokus dengan dua alel AA dan aa di dalam sebuah populasi diploid berisi NN individu, frekuensi alelnya adalah p=(2NAA+NAa)/2Np = (2N_{AA} + N_{Aa})/2N dan q=1pq = 1 - p, dan frekuensi genotipenya adalah bagian AAAA, AaAa, dan aaaa. Evolusi, dalam pengertian yang paling sempit, adalah sebuah perubahan frekuensi alel antargenerasi; pertanyaan bab ini adalah apa yang mengubahnya dan seberapa besar.

Teorema 22.2 (Hardy–Weinberg)

Di dalam sebuah populasi besar yang mengawin secara acak, tanpa seleksi, mutasi, atau migrasi, frekuensi alelnya tidak berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan setelah satu generasi perkawinan acak frekuensi genotipenya adalah

AA:p2,Aa:2pq,aa:q2,AA : p^{2}, \qquad Aa : 2pq, \qquad aa : q^{2},

lalu tetap demikian. Kedominanan tidak membuat sebuah alel dominan menyebar, dan sebuah alel resesif yang jarang tidak hilang: ia bersembunyi di dalam heterozigot, yang kalah banyak terhadap homozigotnya dengan perbandingan 2p/q2p/q berbanding satu — bagi q=0.01q = 0.01, dua ratus berbanding satu. Hukumnya adalah hipotesis nol genetika populasi: sebuah penyimpangan darinya pada sebuah populasi yang nyata, atau sebuah perubahan pp antargenerasi, adalah tanda tangan salah satu gaya di bawah ini.

Bukti. Perkawinan acak adalah penyatuan gamet secara acak: sebuah gamet membawa AA dengan peluang pp dan aa dengan peluang qq, bebas dari pasangannya, sehingga zigotnya menjadi AAAA dengan peluang p2p^{2}, AaAa dengan 2pq2pq, dan aaaa dengan q2q^{2}. Frekuensi alel pada generasi berikutnya adalah p=p2+12(2pq)=p(p+q)=pp' = p^{2} + \tfrac12(2pq) = p(p + q) = p: tak berubah. Karena frekuensi genotipenya hanya bergantung pada pp, frekuensinya sama pada tiap generasi setelah yang pertama.

Contoh 22.3 (Membaca sebuah frekuensi)

Fibrosis kistik, yang resesif, menimpa satu anak Eropa dari 2500: q2=1/2500q^{2} = 1/2500, q=0.02q = 0.02, dan frekuensi pembawanya adalah 2pq0.042pq \approx 0.04 — satu orang dari 25 membawa sebuah alel yang membunuh homozigotnya, dan 98%98\,\% salinan alelnya duduk di dalam pembawa yang sehat tempat seleksi tidak dapat melihatnya. Itulah sebabnya sebuah alel resesif yang mematikan disingkirkan begitu lambat, dan sebabnya rencana eugenik untuk melenyapkan penyakit resesif dengan memandulkan yang terkena tidak pernah dapat berhasil: aritmetika bagian berikutnya memperlihatkan seberapa lambat.

22.2 Seleksi

Definisi 22.4 (Kebugaran)

Kebugaran ww sebuah genotipe adalah sumbangan keturunannya yang nisbi kepada generasi berikutnya — kesintasan sampai berbiak kali kesuburannya, yang diskalakan sehingga genotipe yang terbaik memiliki w=1w = 1. Koefisien seleksi ss sebuah genotipe adalah kekurangannya, w=1sw = 1 - s. Kebugaran adalah sifat sebuah genotipe di dalam sebuah lingkungan, bukan sifat sebuah alel pada dirinya sendiri: alel ngengat melanik memiliki w>1w > 1 terhadap alel yang pucat pada kulit kayu yang berjelaga dan w<1w < 1 pada lumut kerak.

Teorema 22.5 (Seleksi mengubah frekuensi alel)

Dengan kebugaran genotipe wAAw_{AA}, wAaw_{Aa}, waaw_{aa}, kebugaran reratanya adalah wˉ=p2wAA+2pqwAa+q2waa\bar w = p^{2}w_{AA} + 2pq\,w_{Aa} + q^{2}w_{aa} dan frekuensi alel pada generasi berikutnya adalah

p=p2wAA+pqwAawˉ,Δp=pp=pq[p(wAAwAa)+q(wAawaa)]wˉ.p' = \frac{p^{2}w_{AA} + pq\,w_{Aa}}{\bar w}, \qquad \Delta p = p' - p = \frac{pq\,\bigl[p(w_{AA} - w_{Aa}) + q(w_{Aa} - w_{aa})\bigr]}{\bar w}.

Dua akibatnya. Pertama, Δp\Delta p sebanding dengan pqpq: seleksinya paling cepat pada frekuensi menengah dan paling lambat ketika sebuah alel jarang atau nyaris terpancang — hanya ada sedikit keragaman untuk dikenainya. Kedua, terhadap sebuah alel resesif (wAA=wAa=1w_{AA} = w_{Aa} = 1, waa=1sw_{aa} = 1 - s) perubahannya adalah Δq=spq2/wˉ\Delta q = -s\,pq^{2}/\bar w, yang sebanding dengan q2q^{2}: sebuah alel resesif yang jarang nyaris tak terlihat oleh seleksi, dan menyetengahkan frekuensinya dari 0.010.01 memerlukan kira-kira seratus generasi sekalipun homozigotnya mematikan. Sebuah alel dominan yang menguntungkan menyebar cepat pada mulanya lalu tersendat pada akhirnya, karena alasan yang sama.

Bukti. Dari keturunannya, sebagian sebesar p2wAA/wˉp^{2}w_{AA}/\bar w adalah AAAA dan 2pqwAa/wˉ2pq\,w_{Aa}/\bar w adalah AaAa (frekuensi tiap genotipenya dibobot dengan kebugarannya lalu dinormalkan ulang); alel AA di antara keturunannya adalah seluruh yang pertama dan separuh yang kedua, sehingga memberikan pp'. Mengurangkan p=pwˉ/wˉp = p\bar w/\bar w lalu menguraikan wˉ\bar w memberikan Δp\Delta p. Bagi sebuah alel resesif yang mematikan (s=1s = 1): q=q20+pqq' = q^{2}\cdot 0 + pq dibagi wˉ=1q2\bar w = 1 - q^{2}, sehingga q=q/(1+q)q' = q/(1 + q), karena itu 1/q=1/q+11/q' = 1/q + 1 dan setelah tt generasi 1/qt=1/q0+t1/q_t = 1/q_0 + t: dari q0=0.01q_0 = 0.01 menjadi 0.0050.005 memerlukan t=100t = 100.

Seleksi ketika bekerja dengan keunggulan 10\,\%. Sebuah alel dominan yang disukai naik dari 1\,\% menjadi mayoritas dalam tujuh puluh generasi lalu melambat, sementara saingan resesifnya yang jarang bersembunyi di dalam heterozigot; sebuah alel resesif yang disukai pada 1\,\% nyaris tidak bergerak dalam waktu yang sama, karena ia hampir tidak pernah tersingkap.
Seleksi ketika bekerja dengan keunggulan 10%10\,\%. Sebuah alel dominan yang disukai naik dari 1%1\,\% menjadi mayoritas dalam tujuh puluh generasi lalu melambat, sementara saingan resesifnya yang jarang bersembunyi di dalam heterozigot; sebuah alel resesif yang disukai pada 1%1\,\% nyaris tidak bergerak dalam waktu yang sama, karena ia hampir tidak pernah tersingkap.

Proposisi 22.6 (Macam seleksi)

Seleksi berarah menyukai satu ujung lalu menggerakkan sebuah alel menuju fiksasi (ngengat melanik di dalam hutan yang berjelaga; ketahanan antibiotika; ukuran paruh seekor burung pipit ketika kekeringan). Seleksi pemantap menyukai bagian tengahnya lalu menyingkirkan ujungnya (bobot lahir manusia: bayi yang mati adalah yang terkecil dan yang terbesar); ia menjaga sebuah populasi tetap di tempatnya dan merupakan macam yang paling lazim. Seleksi pemecah menyukai kedua ujungnya terhadap bagian tengahnya, dan dapat membelah sebuah populasi (Bab 23). Seleksi penyeimbang menjaga dua alel tetap berada di dalam populasinya tanpa batas: lewat keunggulan heterozigot, ketika AaAa lebih bugar daripada kedua homozigotnya — dengan wAA=1sw_{AA} = 1 - s, waa=1tw_{aa} = 1 - t, wAa=1w_{Aa} = 1, frekuensinya mengendap pada p^=t/(s+t)\hat p = t/(s + t) — atau lewat seleksi yang bergantung frekuensi, ketika sebuah genotipe lebih bugar semakin jarang ia (alel SS yang jarang pada Bab 6, mangsa yang belum dipelajari seekor pemangsa, dua sisi mulut seekor ikan pemakan sisik).

Bukti eksperimental. Hemoglobin sel sabit membunuh sebagian besar homozigotnya sebelum mereka berbiak, namun alelnya berada pada 10%10\,\% sampai 20%20\,\% di seluruh Afrika yang bermalaria. Allison (1954) menunjukkan bahwa anak yang heterozigot mengalami jauh lebih sedikit dan lebih ringan penularan malarianya daripada kedua homozigotnya, dan frekuensi alelnya memetakan sebaran sejarah malaria falciparum; pada populasi keturunan Afrika yang tinggal di tempat yang tidak bermalaria frekuensinya terus turun sejak itu. Dengan t0.8t \approx 0.8 bagi homozigot sabitnya dan s0.1s \approx 0.1 bagi homozigot normalnya di sebuah daerah yang bermalaria, q^=s/(s+t)0.11\hat q = s/(s + t) \approx 0.11 — itulah yang teramati.

22.3 Mutasi, migrasi, dan keseimbangannya

Teorema 22.7 (Keseimbangan mutasi–seleksi)

Sebuah alel yang merugikan disuapi mutasi pada laju μ\mu tiap gamet tiap generasi lalu disingkirkan seleksi. Pada kesetimbangan keduanya berimbang: bagi sebuah alel resesif dengan kerugian homozigot ss,

q^=μ/s;\hat q = \sqrt{\mu/s}\,;

bagi sebuah alel dominan (atau sebagian dominan) dengan kerugian heterozigot hshs, q^=μ/hs\hat q = \mu/hs. Karena itu frekuensi kesetimbangan sebuah alel resesif besar bahkan bagi yang mematikan: dengan μ=105\mu = 10^{-5} dan s=1s = 1, q^=3×103\hat q = 3\times 10^{-3}, dan 0.6%0.6\,\% populasinya membawanya. Tiap populasi membawa sebuah beban genetik semacam itu pada ribuan lokus, yang sebagian besarnya resesif dan tersembunyi, dan kesetimbangan hujah ratcet pada Bab 7 — sebagian sebesar eU/se^{-U/s} individu yang bebas dari mutasi yang merugikan — adalah keseimbangan yang sama yang dijumlahkan sepanjang genomnya.

Bukti. Tiap generasi mutasinya menambahkan μpμ\mu p \approx \mu kepada qq dan seleksinya menyingkirkan spq2/wˉsq2s\,pq^{2}/\bar w \approx sq^{2} (bagi qq yang kecil); menetapkan μ=sq^2\mu = s\hat q^{2} memberikan hasil resesifnya. Bagi sebuah alel dominan seleksinya menyingkirkan hsqhs\,q tiap generasi (tiap salinannya tersingkap di dalam sebuah heterozigot), dan μ=hsq^\mu = hs\hat q.

Proposisi 22.8 (Migrasi dan kaidah satu migran)

Jika sebagian sebesar mm dari sebuah populasi tiap generasinya adalah pendatang dari sebuah populasi yang frekuensi alelnya pmp_{m}, frekuensinya berpindah menuju pmp_{m} sebesar Δp=m(pmp)\Delta p = m(p_{m} - p): selisih antara kedua populasinya meluruh sebagai (1m)t(1 - m)^{t}. Aliran gen menyeragamkan; ia membatalkan adaptasi setempat kecuali jika seleksinya lebih kuat daripada mm, dan ia adalah gaya yang menjaga sebuah spesies tetap satu spesies. Sebaliknya, populasi yang tidak bertukar migran memencar lewat hanyutan dan lewat mutasinya masing-masing, dan satu migran tiap generasi — berapa pun ukuran populasinya — sudah cukup untuk mencegahnya menghanyut sampai terpancang pada alel yang berbeda.

22.4 Kebetulan: hanyutan genetik

Teorema 22.9 (Hanyutan genetik)

Di dalam sebuah populasi berisi NN individu diploid, frekuensi alel tiap generasinya adalah sebuah contoh acak berisi 2N2N gamet dari generasi sebelumnya, sehingga pp mengembara secara acak dengan ragam p(1p)/2Np(1 - p)/2N tiap generasi. Keheterozigotan H=2pqH = 2pq meluruh secara rerata dengan faktor (11/2N)(1 - 1/2N) tiap generasi,

Ht=H0(112N)tH0et/2N,H_t = H_0\left(1 - \frac{1}{2N}\right)^{t} \approx H_0\,e^{-t/2N},

dan tiap alel akhirnya hilang atau terpancang, dengan peluang yang sama dengan frekuensinya sekarang: sebuah mutasi netral yang baru, pada frekuensi 1/2N1/2N, terpancang dengan peluang 1/2N1/2N dan, jika ia terpancang, memerlukan kira-kira 4N4N generasi untuk mengerjakannya. Hanyutannya dapat diabaikan pada sebuah populasi berisi jutaan dan menguasai pada sebuah populasi berisi lusinan: sebuah leher botol atau sebuah peristiwa pendiri — beberapa penjajah di sebuah pulau, sebuah spesies yang disusutkan menjadi seratus ekor oleh perburuan — kehilangan alel secara kebetulan dalam satu generasi lalu meninggalkan sebuah populasi yang seragam, miskin, dan penuh homozigot. Nilai NN yang berarti adalah ukuran efektifnya, yaitu jumlah individu yang sungguh berbiak, yang biasanya jauh lebih kecil daripada cacah jiwanya.

Bukti. Sebanyak 2N2N salinan gen generasi berikutnya diambil dengan pengembalian dari sebuah lungkang yang di dalamnya AA berfrekuensi pp: jumlah salinan AA-nya berdistribusi binomial dengan rerata 2Np2Np dan ragam 2Np(1p)2Np(1 - p), sehingga pp' memiliki rerata pp dan ragam p(1p)/2Np(1 - p)/2N. Dua salinan yang diambil secara acak pada generasi berikutnya berasal dari salinan induk yang sama dengan peluang 1/2N1/2N lalu menjadi serupa, sehingga peluang bahwa dua salinan berbeda (yaitu keheterozigotannya) dikalikan 11/2N1 - 1/2N tiap generasi. Peluang fiksasinya: frekuensi sebuah alel netral adalah sebuah martingal — nilai harapannya tidak pernah berubah — dan ia berakhir pada 0 atau 1, sehingga peluang berakhir pada 1 sama dengan nilai awalnya.

Hanyutan. Dua populasi berisi sepuluh individu yang bermula pada p = 0.5 memancangkan alel yang berlawanan dalam dua puluh lima generasi; dua populasi berisi seribu individu mengembara beberapa persen dalam enam puluh generasi.
Hanyutan. Dua populasi berisi sepuluh individu yang bermula pada p=0.5p = 0.5 memancangkan alel yang berlawanan dalam dua puluh lima generasi; dua populasi berisi seribu individu mengembara beberapa persen dalam enam puluh generasi.

Proposisi 22.10 (Silang dalam)

Perkawinan antarkerabat tidak mengubah frekuensi alelnya tetapi menaikkan bagian homozigotnya: koefisien silang dalam FF sebuah individu adalah peluang bahwa kedua alelnya pada sebuah lokus serupa menurut keturunan, dan frekuensi genotipenya menjadi p2+Fpqp^{2} + Fpq, 2pq(1F)2pq(1 - F), q2+Fpqq^{2} + Fpq. Bagi keturunan sepupu pertama F=1/16F = 1/16, keturunan saudara kandung 1/41/4, dan keturunan penyerbukan sendiri 1/21/2. Karena alel resesif beban genetiknya tersingkap di dalam homozigot tambahannya, keturunan yang bersilang dalam menderita depresi silang dalam: sebuah alel resesif yang mematikan pada q=0.01q = 0.01 muncul pada q2=104q^{2} = 10^{-4} keturunan yang kawin acak tetapi pada q2+Fpq=7×104q^{2} + Fpq = 7\times 10^{-4} anak sepupu, yaitu tujuh kali lebih banyak; jika dijumlahkan sepanjang ribuan lokus, anak sepupu memiliki kira-kira dua kali kematian bayi orang lain, dan sebuah populasi kecil yang bersilang dalam selama beberapa generasi kehilangan kesuburan dan kegagahannya — yaitu nasib citah, macan Florida, dan wangsa raja Eropa.

22.5 Banyak gen: sifat kuantitatif

Teorema 22.11 (Heritabilitas dan tanggapan terhadap seleksi)

Sebuah sifat seperti tinggi, hasil, atau kedalaman paruh ditetapkan oleh banyak gen yang efeknya kecil dan oleh lingkungannya, dan berubah secara menerus. Ragamnya di dalam sebuah populasi terbelah menjadi sebuah bagian genetik VGV_G dan sebuah bagian lingkungan VEV_E, dan heritabilitas h2=VA/VPh^{2} = V_A/V_P adalah bagian ragam fenotipe yang disebabkan efek aditif gennya (yaitu bagian yang diturunkan). Jika induk generasi berikutnya diseleksi dengan sebuah rerata yang melampaui rerata populasinya sebesar SS (yaitu diferensial seleksi), keturunannya melampauinya sebesar

R=h2SR = h^{2}\,S

— yaitu persamaan pemulia. Ia adalah seluruh pemuliaan hewan dan tumbuhan dalam satu baris: heritabilitas 0.50.5 dan induk yang satu simpangan baku di atas reratanya memberikan keturunan yang setengah simpangan baku di atasnya, dan perolehannya menimbun generasi demi generasi. Heritabilitas adalah sifat sebuah populasi di dalam sebuah lingkungan, bukan sifat sebuah karakter: ia tidak mengatakan apa pun tentang apakah sebuah sifat terpancang, dan sebuah sifat dengan h2=0.8h^{2} = 0.8 pada satu populasi dapat memiliki h2=0h^{2} = 0 pada populasi lain yang tiap individunya memiliki genotipe yang sama.

Bukti. Fenotipe harapan keturunannya meregresi pada fenotipe rerata kedua induknya dengan kemiringan h2h^{2} (yaitu peragam genetik aditif antarkerabat dibagi ragam fenotipenya), sehingga sebuah simpangan induk SS memberikan sebuah simpangan keturunan h2Sh^{2}S. Dalam praktiknya h2h^{2} diukur dari regresi itu, atau dari kemiripan kembar dan saudara kandung, atau dari tanggapannya sendiri.

Bukti eksperimental. Percobaan jagung Illinois, yang dimulai pada tahun 1896, menyeleksi tongkol yang kandungan minyaknya tertinggi dan terendah tiap tahun: setelah seratus generasi galur yang tinggi telah naik dari 5%5\,\% menjadi 20%20\,\% minyak dan galur yang rendah telah turun sampai di bawah 1%1\,\%, dan keduanya masih menanggapi — keragaman banyak gen tidak habis oleh satu abad seleksi. Di Galapagos, keluarga Grant mengukur tiap burung pipit di satu pulau sepanjang kekeringan tahun 1977: yang bertahan hidup memiliki paruh yang 4%4\,\% lebih dalam daripada yang mati, sifatnya memiliki h20.7h^{2} \approx 0.7, dan anak tahun berikutnya memiliki paruh yang 3%3\,\% lebih dalam daripada paruh generasi sebelumnya — seleksi yang teramati, terukur, dan tanggapannya diramalkan persamaan di atas.

Persamaan pemulia pada sebuah populasi burung pipit. Kekeringannya meninggalkan yang bertahan hidup dengan paruh rerata S = 0.5\, mm lebih dalam; dengan h2 = 0.7 keturunannya R = 0.35\, mm lebih dalam daripada generasi sebelumnya.
Persamaan pemulia pada sebuah populasi burung pipit. Kekeringannya meninggalkan yang bertahan hidup dengan paruh rerata S=0.5mmS = 0.5\,\mathrm{mm} lebih dalam; dengan h2=0.7h^{2} = 0.7 keturunannya R=0.35mmR = 0.35\,\mathrm{mm} lebih dalam daripada generasi sebelumnya.

Contoh 22.12 (Aritmetika ngengatnya)

Alel melanik ngengat berbedaknya bersifat dominan. Dari sebuah frekuensi kira-kira 10310^{-3} pada tahun 1848 menjadi 90%90\,\% ngengatnya (yaitu sebuah frekuensi mendekati 0.70.7) pada tahun 1895 adalah lima puluh generasi; persamaan seleksinya menghasilkannya kembali dengan ss antara 0.20.2 dan 0.30.3 terhadap bentuk yang pucat — dan percobaan pelepasan Kettlewell pada tahun 1950-an, yang di dalamnya burung mengambil ngengat pucat dari batang yang berjelaga dan ngengat gelap dari batang yang bersih dengan nisbah kira-kira sebesar itu, mengukur koefisiennya secara langsung. Kembalinya setelah undang-undang udara bersih, dari 90%90\,\% melanik pada tahun 1960 menjadi di bawah 10%10\,\% pada tahun 2000, berjalan pada kecepatan yang sama ke arah yang lain. Seluruh peristiwanya — sebuah populasi besar, sebuah alel dominan, dan sebuah agen seleksi yang kuat dan dapat balik — adalah genetika populasi yang terjadi di depan umum.

Kiri: kedua bentuk ngengat berbedaknya pada lumut kerak — yang mana yang ditemukan seekor burung bergantung pada kulit kayunya. Kanan: polimorfisme cangkang siput hutan, dengan warna dan pita yang dijaga tetap ada pada tiap populasinya oleh pemangsa yang mempelajari bentuk yang lazim. Kiri: kedua bentuk ngengat berbedaknya pada lumut kerak — yang mana yang ditemukan seekor burung bergantung pada kulit kayunya. Kanan: polimorfisme cangkang siput hutan, dengan warna dan pita yang dijaga tetap ada pada tiap populasinya oleh pemangsa yang mempelajari bentuk yang lazim.
Kiri: kedua bentuk ngengat berbedaknya pada lumut kerak — yang mana yang ditemukan seekor burung bergantung pada kulit kayunya. Kanan: polimorfisme cangkang siput hutan, dengan warna dan pita yang dijaga tetap ada pada tiap populasinya oleh pemangsa yang mempelajari bentuk yang lazim.

22.6 Latihan

Latihan 22.1

Pada sebuah contoh berisi 1000 orang, 640 orang bergenotipe MMMM, 320 orang MNMN, dan 40 orang NNNN. Hitunglah frekuensi alelnya dan harapan Hardy–Weinbergnya. Apakah populasinya berada dalam kesetimbangan?

Solusi

Solusi Latihan 22.1.

p(M)=(1280+320)/2000=0.8p(M) = (1280 + 320)/2000 = 0.8, q(N)=0.2q(N) = 0.2. Harapan MMMM: 0.64×1000=6400.64\times 1000 = 640; MNMN: 2×0.8×0.2×1000=3202\times 0.8\times 0.2\times 1000 = 320; NNNN: 40 — tepat sama dengan jumlah yang teramati. Populasinya berada dalam kesetimbangan pada lokus ini.

Latihan 22.2

Albinisme bersifat resesif dan menimpa satu orang dari 2000020\,000. Hitunglah frekuensi alelnya dan frekuensi pembawanya.

Solusi

Solusi Latihan 22.2.

q=1/20000=0.0071q = \sqrt{1/20000} = 0.0071; pembawanya 2pq0.0142pq \approx 0.014, yaitu satu orang dari 70. Pembawanya melebihi orang yang terkena sebanyak 2p/q2802p/q \approx 280 berbanding satu.

Latihan 22.3

Definisikan kebugaran, koefisien seleksi, dan heritabilitas, lalu berikan kelima gaya yang mengubah frekuensi alel.

Solusi

Solusi Latihan 22.3.

Kebugaran: jumlah keturunan harapan sebuah genotipe terhadap yang terbaik. Koefisien seleksi ss: kekurangan kebugarannya, w=1sw = 1 - s. Heritabilitas h2h^{2}: bagian ragam fenotipe yang bersifat genetik aditif, yang setara dengan kemiringan keturunan terhadap induknya. Gayanya: mutasi, seleksi, hanyutan, migrasi, dan perkawinan tak acak (yang terakhir mengubah frekuensi genotipe, bukan frekuensi alel).

Latihan 22.4

Berikan satu contoh masing-masing bagi seleksi berarah, seleksi pemantap, dan seleksi penyeimbang, beserta agen seleksinya masing-masing.

Solusi

Solusi Latihan 22.4.

Berarah: melanisme pada ngengat berbedak, dengan agen berupa burung yang berburu dengan penglihatan pada batang yang menggelap oleh jelaga. Pemantap: bobot lahir manusia, dengan agen berupa kematian bayi yang sangat kecil dan yang sangat besar. Penyeimbang: sel sabit, dengan agen berupa malaria (terhadap AAAA) dan anemia (terhadap SSSS) bersama-sama.

Latihan 22.5 ★★

Sebuah alel resesif yang mematikan berfrekuensi 0.020.02. Berapa generasi untuk menyetengahkannya? Untuk mencapai 0.0010.001? Apa yang dikatakan hal ini tentang efek mencegah individu yang terkena untuk berbiak?

Solusi

Solusi Latihan 22.5.

qt=q0/(1+tq0)q_t = q_0/(1 + tq_0): menyetengahkannya memerlukan 1/q0=501/q_0 = 50 generasi; mencapai 0.0010.001 memerlukan 1/0.0011/0.02=9501/0.001 - 1/0.02 = 950 generasi. Hampir seluruh salinan alelnya duduk di dalam heterozigot, yang tak terlihat oleh seleksi; mencegah yang terkena untuk berbiak (yang sudah dikerjakan alam, karena mereka mati) tidak mengubah apa pun yang terukur dalam satu hayat manusia.

Latihan 22.6 ★★

Dengan wAA=1w_{AA} = 1, wAa=1w_{Aa} = 1, waa=0.8w_{aa} = 0.8, dan p=0.3p = 0.3, hitunglah wˉ\bar w, pp', dan Δp\Delta p. Ulangi bagi p=0.9p = 0.9. Mengapa perubahan yang kedua jauh lebih kecil?

Solusi

Solusi Latihan 22.6.

p=0.3p = 0.3: wˉ=0.09+0.42+0.8×0.49=0.902\bar w = 0.09 + 0.42 + 0.8\times 0.49 = 0.902; p=(0.09+0.21)/0.902=0.333p' = (0.09 + 0.21)/0.902 = 0.333; Δp=+0.033\Delta p = +0.033. p=0.9p = 0.9: wˉ=0.998\bar w = 0.998, p=0.9018p' = 0.9018, Δp=+0.0018\Delta p = +0.0018. Pada p=0.9p = 0.9 hanya q2=0.01q^{2} = 0.01 populasinya yang bergenotipe aaaa: alel yang dikenai seleksi tersembunyi di dalam heterozigot, dan Δp=spq2/wˉ\Delta p = spq^{2}/\bar w membawa faktor q2q^{2}.

Latihan 22.7 ★★

Homozigot sel sabitnya memiliki w=0.2w = 0.2 dan homozigot normalnya w=0.88w = 0.88 di sebuah daerah yang bermalaria, sedangkan heterozigotnya w=1w = 1. Hitunglah frekuensi kesetimbangan alel sabitnya dan bagian anak yang lahir dengan penyakitnya pada kesetimbangannya.

Solusi

Solusi Latihan 22.7.

Dengan s=0.12s = 0.12 terhadap AAAA dan t=0.8t = 0.8 terhadap SSSS, q^=s/(s+t)=0.12/0.92=0.13\hat q = s/(s + t) = 0.12/0.92 = 0.13. Kelahiran yang terkena q^2=0.017\hat q^{2} = 0.017, yaitu kira-kira satu anak dari 60 — harga perlindungan yang dinikmati heterozigotnya.

Latihan 22.8 ★★

Sebuah alel resesif yang mematikan muncul lewat mutasi pada μ=2×105\mu = 2 \times 10^{-5}\, tiap gamet. Hitunglah frekuensi kesetimbangannya dan bagian kelahiran yang terkena. Sebuah alel dominan yang mematikan (sebelum berbiak) pada laju yang sama: bagian kelahiran berapa?

Solusi

Solusi Latihan 22.8.

Alel resesif yang mematikan: q^=μ=2×105=0.0045\hat q = \sqrt{\mu} = \sqrt{2\times 10^{-5}} = 0.0045; kelahiran yang terkena q^2=μ=2×105\hat q^{2} = \mu = 2\times 10^{-5}, yaitu satu dari 5000050\,000. Alel dominan yang mematikan: tiap salinannya disingkirkan pada generasi kemunculannya, sehingga kelahiran yang terkena hanyalah mutasi yang baru, 2μ=4×1052\mu = 4\times 10^{-5} (dua gamet tiap kelahiran), yaitu satu dari 2500025\,000 — yang resesif menyembunyikan alelnya dua ratus berbanding satu, yang dominan tidak menyembunyikan apa pun.

Latihan 22.9 ★★

Sebuah populasi berisi 50 individu yang berbiak bermula dengan H=0.5H = 0.5. Hitunglah keheterozigotannya setelah 10, 50, dan 200 generasi. Seberapa besar sebuah populasi harus dibuat untuk menjaga 90%90\,\% keheterozigotannya sepanjang 100 generasi?

Solusi

Solusi Latihan 22.9.

Ht=0.5(11/100)tH_t = 0.5\,(1 - 1/100)^{t}: setelah 10 generasi 0.450.45; setelah 50, 0.300.30; setelah 200, 0.0670.067. Bagi (11/2N)100=0.9(1 - 1/2N)^{100} = 0.9: 100/(2N)ln0.9=0.105100/(2N) \approx -\ln 0.9 = 0.105, sehingga N475N \approx 475, yaitu kira-kira 500 individu yang berbiak.

Latihan 22.10 ★★★

Sebuah pulau dijajah 10 ekor burung dari sebuah populasi daratan yang di dalamnya sebuah alel berfrekuensi 0.10.1. Hitunglah peluang bahwa alelnya tidak ada pada pendirinya, dan peluang bahwa ia akhirnya terpancang di pulaunya jika ia hadir dalam satu salinan. Bandingkan dengan daratannya.

Solusi

Solusi Latihan 22.10.

Dua puluh salinan gen: P(tak ada)=0.920=0.12P(\text{tak ada}) = 0.9^{20} = 0.12. Sebuah salinan tunggal di antara 20 berfrekuensi 0.050.05, dan sebuah alel netral terpancang dengan peluang yang sama dengan frekuensinya: 0.050.05. Pada sebuah daratan berisi, katakanlah, 100000100\,000 burung sebuah salinan tunggal memiliki peluang 5×1065\times 10^{-6} untuk terpancang. Pulaunya adalah tempat alel yang jarang hilang dan tempat alel yang bertahan dapat mengambil alih: hanyutannya memiskinkan sekaligus membedakan.

Latihan 22.11 ★★★

Hasil susu memiliki h2=0.3h^{2} = 0.3 dan simpangan baku 1000L1000\,\mathrm{L}. Seorang pemulia menyimpan 20%20\,\% sapi teratas sebagai induk (reratanya 1.41.4 simpangan baku di atas rerata kawanannya). Hitunglah tanggapannya tiap generasi. Jika pejantannya dipilih dari 1%1\,\% teratas (rerata 2.72.7 simpangan baku di atasnya), berapakah tanggapannya? Mengapa tanggapannya melambat setelah banyak generasi?

Solusi

Solusi Latihan 22.11.

R=h2S=0.3×1.4×1000L=420LR = h^{2}S = 0.3\times 1.4\times 1000\,\mathrm{L} = 420\,\mathrm{L} tiap generasi. Dengan pejantan dari 1%1\,\% teratas, diferensial reratanya adalah (1.4+2.7)/2=2.05(1.4 + 2.7)/2 = 2.05 simpangan baku dan R=0.3×2050=615LR = 0.3\times 2050 = 615\,\mathrm{L}. Tanggapannya melambat karena seleksinya menghabiskan ragam aditifnya — alel yang menguntungkan pergi menuju fiksasi dan h2h^{2} turun — dan karena perubahan berkorelasi pada sifat lainnya (kesuburan, kesehatan) membebankan ongkos yang tidak dilihat seleksi atas hasilnya saja.

Latihan 22.12 ★★★

“Seleksi buta terhadap apa yang tidak dapat ia lihat.” Bahaslah, dengan alel resesif di dalam heterozigot, mutasi netralnya, dan sifat yang heritabilitasnya nol, apa yang dapat dan tidak dapat dikenai seleksi.

Solusi

Solusi Latihan 22.12.

Seleksi melihat fenotipe. Sebuah alel resesif di dalam sebuah heterozigot tidak membuat fenotipe, sehingga seleksi tidak dapat menyingkirkannya, dan frekuensinya turun sebagai 1/t1/t, makin lama makin lambat. Sebuah mutasi netral tidak membuat perbedaan kebugaran; nasibnya hanya milik hanyutan, dan ia terpancang dengan peluang 1/2N1/2N. Sebuah sifat yang heritabilitasnya nol boleh jadi terseleksi dengan kuat — yang bertahan hidup boleh jadi sangat berbeda dari populasinya — namun generasi berikutnya tidak berubah, karena perbedaannya tidak terwariskan. Seleksi hanya dapat mengenai perbedaan yang terwariskan yang membuat perbedaan bagi kebugarannya; segala yang lain berevolusi secara kebetulan atau tidak sama sekali.

22.7 Soal: Ngengat, Pulau, dan Kawanan

Soal 22.1

Soal akhir pekan — kenaikan ngengat berbedaknya dihitung dari persamaan seleksi, hanyutan dan silang dalam sebuah populasi pendiri diikuti, sebuah keseimbangan mutasi–seleksi ditegakkan, dan sebuah program pemulia diramalkan, berakhir pada koefisien seleksi ngengatnya, keheterozigotan pulaunya, dan perolehan kawanannya

Ngengat berbedak: alel melanik MM dominan, berfrekuensi p0=0.001p_0 = 0.001 pada tahun 1848; 90%90\,\% ngengatnya melanik 50 generasi kemudian; anggaplah wMM=wMm=1w_{MM} = w_{Mm} = 1 dan wmm=1sw_{mm} = 1 - s. Pulaunya: didirikan 12 ekor burung dari sebuah daratan yang H=0.4H = 0.4 dan sebuah alel resesif yang merugikan memiliki q=0.05q = 0.05; pulaunya menampung 40 burung yang berbiak sesudahnya. Mutasi: μ=1×105\mu = 1 \times 10^{-5}\,. Kawanannya: h2=0.4h^{2} = 0.4, simpangan baku 800L800\,\mathrm{L}.

Bagian I — Ngengatnya.

  1. Pada tahun 1848, bagian ngengat berapa yang melanik, dan bagian alel MM berapa yang duduk di dalam heterozigot?
  2. Tunjukkan bahwa, dengan MM dominan, frekuensi alel yang pucat mematuhi q=q(1sq)/(1sq2)q' = q(1 - sq)/(1 - sq^{2}).
  3. Bermula dari q0=0.999q_0 = 0.999, hitunglah qq setelah satu generasi bagi s=0.3s = 0.3.
  4. Melanik 90%90\,\% berarti q2=0.1q^{2} = 0.1. Berapakah qq ketika itu?
  5. Dengan mencoba-coba rekursinya (atau hampirannya Δqsq2p\Delta q \approx -sq^{2}p selama qq dekat 1), taksirlah jumlah generasi bagi s=0.3s = 0.3 untuk membawa qq dari 0.9990.999 menjadi 0.320.32, lalu bandingkan dengan 50 yang teramati.
  6. Setelah undang-undang udara bersihnya bentuk yang pucat memiliki keunggulannya, sehingga s=0.3s = 0.3 terhadap mmmm menjadi s=0.3s = 0.3 terhadap M_M\_. Tunjukkan bahwa Δp=spq2/wˉ\Delta p = -spq^{2}/\bar w, lalu jelaskan mengapa kembalinya bentuk yang pucat lambat pada mulanya dan berakhir pada sebuah penurunan eksponensial MM, sedangkan kenaikannya bermula secara eksponensial lalu berakhir dengan merangkak.

Bagian II — Pulaunya.

  1. Hitunglah peluang bahwa tak seorang pun dari 12 pendirinya membawa alel yang merugikan itu.
  2. Hitunglah keheterozigotan harapan setelah generasi pendiriannya (diambil dari H=0.4H = 0.4 oleh 12 individu, yakni 24 salinan gen).
  3. Hitunglah keheterozigotannya setelah 100 generasi pada N=40N = 40, sebagai bagian dari keheterozigotan daratannya.
  4. Sebuah mutasi netral muncul pada seekor burung. Hitunglah peluang fiksasinya dan waktu harapan sampai fiksasinya jika ia terpancang.
  5. Burung pulaunya mengawin secara acak tetapi semuanya berkerabat. Dengan F=1/(2N)F = 1/(2N) yang menimbun tiap generasi menjadi kira-kira 0.30.3 setelah 30 generasi, hitunglah frekuensi homozigot yang terkena bagi alelnya pada q=0.05q = 0.05, dengan dan tanpa silang dalamnya.
  6. Seekor burung daratan tiba tiap generasi. Jelaskan apa yang dikerjakan hal ini terhadap pemencaran pulaunya dan bebannya.

Bagian III — Keseimbangannya.

  1. Hitunglah frekuensi kesetimbangan sebuah alel resesif yang mematikan yang disuapi μ=105\mu = 10^{-5}, dan bagian kelahiran yang terkena.
  2. Hitunglah hal yang sama bagi s=0.1s = 0.1 (sebuah alel resesif yang agak merugikan).
  3. Hitunglah kesetimbangannya bagi sebuah alel dominan dengan kerugian heterozigot hs=0.05hs = 0.05.
  4. Kedokteran menyembuhkan yang mematikannya sehingga ss turun menjadi 0.10.1. Bagaimana kesetimbangannya berubah, dan berapa lama (orde besarannya) populasinya memerlukan waktu untuk mencapainya?
  5. Genomnya memiliki 2000020\,000 gen yang masing-masing bermutasi menjadi sebuah alel resesif yang mematikan pada 10510^{-5}. Berapa banyak alel mematikan yang dibawa seorang rerata dalam keadaan heterozigot? (Pada kesetimbangannya tiap lokus memiliki 2q^2\hat q salinan tiap orangnya.)
  6. Jelaskan mengapa jumlah itu selaras dengan sebuah populasi yang sehat dan mengapa ia membuat perkawinan sepupu berongkos mahal.

Bagian IV — Kawanannya.

  1. Pemulianya menyimpan 30%30\,\% sapi teratas (reratanya 1.161.16 simpangan baku di atas kawanannya). Hitunglah diferensial seleksinya dalam liter dan tanggapannya.
  2. Setelah lima generasi seleksi yang sama, berapakah perolehan harapannya, dan mengapa perolehan yang sebenarnya mungkin lebih kecil?
  3. Pejantannya menyumbang separuh gennya dan diseleksi dari 2%2\,\% teratas (2.42.4 simpangan baku). Hitunglah tanggapannya ketika sapi dan pejantannya diseleksi seperti di atas (reratakan kedua diferensialnya).
  4. Sebuah kawanan yang seluruh sapinya adalah klona satu ekor hewan: berapakah h2h^{2} dan tanggapannya? Apa yang dikatakan hal itu tentang heritabilitas?
  5. Sebuah populasi burung pipit memiliki h2=0.7h^{2} = 0.7 bagi kedalaman paruhnya dan kekeringannya meninggalkan yang bertahan hidup 0.6mm0.6\,\mathrm{mm} lebih dalam. Ramalkan generasi berikutnya.
  6. Pemulianya beralih kepada sebuah sifat dengan h2=0.1h^{2} = 0.1. Diferensial seleksi berapa, dalam simpangan baku, yang memberikan tanggapan yang sama dengan pertanyaan 19?
  7. Nyatakan hasilnya: ss ngengatnya dan waktu sampai 90%90\,\% melanik, keheterozigotan pulaunya setelah 100 generasi, dan tanggapan kawanannya tiap generasi.
Solusi

Solusi Soal 22.1.

1. Bagian melaniknya 1q2=10.9992=0.0021 - q^{2} = 1 - 0.999^{2} = 0.002, yaitu satu ngengat dari 500; bagian alel MM di dalam heterozigot adalah 2pq/(2pq+2p2)=q=0.9992pq/(2pq + 2p^{2}) = q = 0.999: pada dasarnya semuanya. 2. Dengan wˉ=1sq2\bar w = 1 - sq^{2}, salinan alel yang pucat setelah seleksinya adalah pq1+q2(1s)pq\cdot 1 + q^{2}(1 - s) dibagi wˉ\bar w, sehingga q=(pq+q2sq2)/(1sq2)=q(1sq)/(1sq2)q' = (pq + q^{2} - sq^{2})/(1 - sq^{2}) = q(1 - sq)/(1 - sq^{2}). 3. q1=0.999×(10.2997)/(10.2994)=0.99857q_1 = 0.999\times(1 - 0.2997)/(1 - 0.2994) = 0.99857: sebuah perubahan sebesar 0.0014-0.0014. 4. q=0.1=0.32q = \sqrt{0.1} = 0.32. 5. Rekursinya, jika diulang, memerlukan 28 generasi bagi s=0.3s = 0.3; hampirannya memberikan orde yang sama (perubahannya adalah 0.0003-0.0003 pada mulanya, lalu memercepat ketika pp bertambah). Lima puluh generasi yang teramati bersesuaian dengan ss yang lebih kecil, kira-kira 0.20.2 (rekursinya memberikan 45 generasi bagi s=0.2s = 0.2): seleksi sebesar 20 sampai 30%20\text{ sampai }30\,\% tiap generasi, yang luar biasa menurut ukuran kebanyakan alel. 6. Dengan wMM=wMm=1sw_{MM} = w_{Mm} = 1 - s, wmm=1w_{mm} = 1: wˉ=1s(1q2)\bar w = 1 - s(1 - q^{2}) dan p=p(1s)/wˉp' = p(1 - s)/\bar w, sehingga Δp=p[(1s)wˉ]/wˉ=spq2/wˉ\Delta p = p[(1 - s) - \bar w]/\bar w = -spq^{2}/\bar w. Bentuk yang pucat hanya disukai sebagai homozigot mmmm, yaitu sebagian sebesar q2=0.1q^{2} = 0.1 pada awalnya: kembalinya bermula dengan lambat. Ketika q1q \to 1, Δpsp\Delta p \approx -sp dan MM menurun secara eksponensial, dengan faktor 1s1 - s tiap generasi: sebuah alel dominan tidak memiliki tempat bersembunyi. Kenaikannya adalah bayangan cerminnya: Δp+sp\Delta p \approx +sp selama MM jarang (awal yang eksponensial), lalu Δqsq2p\Delta q \approx -sq^{2}p \to sebuah rangkakan ketika alel yang pucat bersembunyi di dalam heterozigot. Rekursinya memberikan 27 generasi bagi kembalinya dari p=0.68p = 0.68 menjadi 0.0010.001, dengan 16 generasi di antaranya untuk membawa alelnya menjadi 5%5\,\%. 7. 2424 salinan gen: 0.9524=0.290.95^{24} = 0.29. 8. H1=0.4(11/24)=0.383H_1 = 0.4\,(1 - 1/24) = 0.383. 9. H100=0.383(11/80)100=0.383×0.284=0.109H_{100} = 0.383\,(1 - 1/80)^{100} = 0.383\times 0.284 = 0.109: 27%27\,\% dari 0.40.4 daratannya. 10. P(fiksasi)=1/(2N)=1/80=0.0125P(\text{fiksasi}) = 1/(2N) = 1/80 = 0.0125; waktu harapan sampai fiksasinya 4N=1604N = 160 generasi. 11. Tanpa silang dalamnya, q2=0.0025q^{2} = 0.0025; dengan F=0.3F = 0.3, q2+Fpq=0.0025+0.3×0.95×0.05=0.017q^{2} + Fpq = 0.0025 + 0.3\times 0.95\times 0.05 = 0.017: tujuh kali lebih banyak burung yang terkena. 12. Satu migran tiap generasi (m=1/40m = 1/40) sudah cukup untuk mencegah pulaunya memencar pada lokus netral dan untuk mengisi ulang alel yang hilang karena hanyutan; ia juga mengimpor alel daratan yang merugikan pada frekuensi daratannya, yang, di bawah silang dalam pulaunya, tersingkap sebagai homozigot — bebannya ditetapkan oleh keseimbangan antara imigrasi dan penyingkapannya. 13. q^=105=0.0032\hat q = \sqrt{10^{-5}} = 0.0032; kelahiran yang terkena q^2=105\hat q^{2} = 10^{-5}. 14. q^=105/0.1=0.01\hat q = \sqrt{10^{-5}/0.1} = 0.01; kelahiran yang terkena 10410^{-4}: seleksi yang sepuluh kali lebih lemah membiarkan alelnya menjadi tiga kali lebih lazim dan penyakitnya sepuluh kali. 15. p^=μ/(hs)=105/0.05=2×104\hat p = \mu/(hs) = 10^{-5}/0.05 = 2\times 10^{-4}; pembawanya 2p^=4×1042\hat p = 4\times 10^{-4}. 16. Dari q^=0.0032\hat q = 0.0032 menjadi 0.010.01: alelnya naik pada sebuah laju yang ditetapkan mutasinya, μ=105\mu = 10^{-5} tiap generasi, sehingga pendekatannya memerlukan orde Δq/μ700\Delta q/\mu \approx 700 generasi — 2000020\,000 tahun: keputusan apa pun yang dibuat sekarang dirasakan sebuah populasi yang tidak akan menyerupai populasi kita. 17. Tiap lokusnya menyumbang 2q^=0.00632\hat q = 0.0063 salinan yang mematikan tiap orangnya; sepanjang 2000020\,000 lokus, kira-kira 130130 — tetapi itu menganggap tiap gennya dapat bermutasi menjadi sebuah alel resesif yang mematikan; dengan taksiran lazim berupa beberapa ribu gen yang hakiki, seseorang membawa beberapa sampai beberapa lusin setara mematikan dalam keadaan heterozigot. 18. Masing-masingnya berada pada lokus yang berbeda dan masing-masingnya jarang, sehingga peluang bahwa sepasang acak sama-sama membawa yang sama adalah kecil; sepupu berbagi seperdelapan gennya menurut keturunan, sehingga bagi tiap alel mematikan seorang sepupu risiko bahwa anaknya homozigot adalah 1/161/16 tiap alel mematikan yang dibagi — kelebihan kematian anak pada perkawinan sepupu terukur sebesar beberapa persen. 19. S=1.16×800L=930LS = 1.16\times 800\,\mathrm{L} = 930\,\mathrm{L}; R=0.4×930=370LR = 0.4\times 930 = 370\,\mathrm{L}. 20. Lima generasi: kira-kira 1860L1860\,\mathrm{L}; lebih kecil dalam praktiknya karena ragam aditifnya terkuras, karena h2h^{2}-nya ditaksir pada kawanan aslinya, dan karena lingkungannya (pakan, kandang) yang membuat sapi teratasnya tidak terwariskan. 21. Diferensial reratanya (1.16+2.4)/2=1.78(1.16 + 2.4)/2 = 1.78 simpangan baku, S=1424LS = 1424\,\mathrm{L}, R=0.4×1424=570LR = 0.4\times 1424 = 570\,\mathrm{L}. 22. Klona tidak memiliki ragam genetik, sehingga h2=0h^{2} = 0 dan R=0R = 0 berapa pun SS-nya: heritabilitas adalah sifat sebuah populasi, yaitu bagian ragamnya yang bersifat genetik, bukan sifat sifatnya. 23. R=0.7×0.6=0.42mmR = 0.7\times 0.6 = 0.42\,\mathrm{mm} lebih dalam. 24. Tanggapan yang sama sebesar 370L370\,\mathrm{L} memerlukan S=370/0.1=3700LS = 370/0.1 = 3700\,\mathrm{L}, yaitu 4.64.6 simpangan baku — dengan menyimpan kurang dari satu sapi dari sepuluh ribu: tak praktis, dan itulah sebabnya sifat yang heritabilitasnya rendah diperbaiki dengan lambat atau dengan cara lain (pengujian keturunan, keluarga yang lebih besar). 25. Ngengatnya: s0.2s \approx 0.2 sampai 0.30.3, 28 generasi pada 0.30.3 dan 45 pada 0.20.2, berbanding 50 yang teramati; pulaunya: H1000.11H_{100} \approx 0.11, yaitu 27%27\,\% daratannya; kawanannya: 370L370\,\mathrm{L} tiap generasi dari sapinya saja, 570L570\,\mathrm{L} dengan pejantan yang terseleksi.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 479 istilah di glosarium