Biologi Sekolah Dasar dan Menengah Pertama · Grades 1–9
14Mengelompokkan Makhluk Hidup
Tuangkan sekotak kancing bercampur ke atas meja, dan tanganmu mulai mengelompokkan dengan sendirinya: yang besar dengan yang besar, yang merah dengan yang merah, yang berlubang empat dengan yang berlubang empat. Para naturalis merasakan dorongan yang sama di hadapan campur-baur kumbang, burung, tumbuhan paku dan ikan di dunia yang hidup — dan mengelompokkan makhluk hidup dengan cermat ternyata menjadi salah satu gagasan biologi yang paling ampuh.
14.1 Pengelompokan membutuhkan aturan
Definisi 14.1 (Pengelompokan dan kriteria)
Mengelompokkan sebuah kumpulan berarti menyatukan hal-hal yang memang sepadan. Suatu kriteria adalah aturan yang dipakai untuk pengelompokan itu — “berkaki enam”, “berbulu burung”. Kriteria yang baik bagi makhluk hidup adalah ciri tubuh yang dapat kamu amati: sesuatu yang dimiliki hewan atau tumbuhannya, bukan tempat ia hidup atau apa yang kebetulan sedang dilakukannya.
Contoh 14.2 (Dua pengelompokan atas hewan yang sama)
Ambil kucing, bebek, ikan trout dan kepik. Dikelompokkan menurut “hidup dekat air”: bebek dan ikan trout bersama. Dikelompokkan menurut “berbulu burung”: bebeknya berdiri sendiri. Keduanya pengelompokan — tetapi hanya yang kedua memakai tubuh hewannya sendiri, dan jenis itulah yang dipercaya ahli biologi: seekor hewan dapat pindah rumah, tetapi ia tidak dapat menukar bulu burungnya dengan sisik.
Catatan 14.3 (Mengapa tidak mengelompokkan menurut rumah atau makanan?)
Habitat dan daftar makanan berubah bersama musim dan bersama nasib — burung hitam pada Bab 10 beralih dari cacing ke buah beri tanpa menjadi hewan yang lain. Ciri tubuh tetap. Itulah sebabnya “apa yang dimilikinya” mengalahkan “apa yang dilakukannya” sebagai aturan pengelompokan.
14.2 Kelompok-kelompok besar hewan
Proposisi 14.4 (Beberapa kelompok besar)
Pengelompokan menurut ciri tubuh mengumpulkan hewan ke dalam kelompok-kelompok besar, di antaranya:
- serangga: berkaki enam, bertubuh tiga bagian — semut, kepik, lebah, kupu-kupu;
- ikan: bersirip dan bersisik, hidupnya dijalani di dalam air — ikan trout, ikan mas koki;
- burung: berbulu burung, bersayap dan berparuh — bebek, burung hitam, burung unta;
- mamalia: berbulu atau berambut, dan induknya memberi anaknya susu — kucing, sapi, kelelawar, paus — serta manusia;
- amfibi: berkulit lembap, telurnya diletakkan di air, masa kecilnya sebagai berudu — katak, salamander.
Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎
Contoh 14.5 (Kejutan yang ditangani dengan benar)
Kriteria menyelamatkan kita dari terkaan yang malas. Kelelawar terbang seperti burung — tetapi ia berbulu, tidak berbulu burung, dan memberi anaknya susu: seekor mamalia. Paus berenang seperti ikan — bulunya menyusut hampir habis, tetapi ada susu bagi anaknya dan tidak ada sisik: seekor mamalia juga. Burung unta sama sekali tidak dapat terbang, namun bulu burung dan paruhnya berkata: burung. Kriterialah, bukan kesan, yang memutuskan.
Metode 14.6 (Mengelompokkan hewan yang belum dikenal)
- Amati tubuhnya: kulit, bulu, bulu burung atau sisik? berapa kaki? bersayap? berparuh?
- Tanyakan tentang anaknya kalau kamu bisa: susu? telur? tahap berudu?
- Bandingkan dengan kelompok-kelompok pada Proposisi 14.4 lalu tempatkan hewannya di tempat yang cocok dengan ciri-cirinya;
- kalau sebuah kesan (“ia terbang!”) bertentangan dengan sebuah ciri (“ia berbulu”), percayai cirinya.
14.3 Tumbuhan pun dikelompokkan
Proposisi 14.7 (Mengelompokkan tumbuhan)
Tumbuhan dikelompokkan menurut cirinya persis seperti hewan. Kriteria yang berguna: apakah ia membuat bunga dan biji (bunga aster, pohon berangan) atau tidak pernah sama sekali (tumbuhan paku, lumut)? Apakah batangnya lunak dan hijau, atau berkayu seperti batang pokok sebuah pohon? Apakah daunnya lebar, atau berupa jarum seperti daun pinus?
Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎
Contoh 14.8 (Tiga sudut taman)
Di satu taman: semak mawar — berbunga, berbatang kayu; lumut di tembok sisi utara — tidak pernah berbunga, sama sekali tidak berbatang sejati; pohon pinus — sebuah pohon berdaun jarum dan berbuah runjung. Tiga tumbuhan, tiga jawaban berbeda atas kriteria yang sama.
Catatan 14.9 (Pengelompokan adalah langkah pertama sebuah ilmu)
Kelompok yang tersusun baik memungkinkan orang mengajukan pertanyaan yang lebih baik: apa pun yang benar tentang serangga pada umumnya — berkaki enam, bertubuh tiga bagian, sering bersayap — seketika diketahui bagi ratusan ribu spesies sekaligus. Bab-bab berikutnya akan mengubah pengelompokan menjadi pohon keluarga semua makhluk hidup — untuk sekarang, belajarlah mengelompokkan menurut apa yang dapat kamu lihat.
14.4 Latihan
Latihan 14.1 ★
Apa itu kriteria? Berikan satu kriteria yang baik untuk mengelompokkan hewan, dan satu yang dihindari ahli biologi.
Latihan 14.2 ★
Sebutkan ciri (atau ciri-ciri) yang menentukan tiap kelompok: serangga, ikan, burung, mamalia.
Latihan 14.3 ★
Tempatkan tiap hewan dalam kelompoknya: lebah, ikan mas koki, burung unta, sapi, katak.
Latihan 14.4 ★
Kelelawar terbang. Mengapa ia mamalia dan bukan burung? Ciri mana yang memutuskan?
Latihan 14.5 ★
Paus hidup di laut. Mengapa ia bukan ikan? Ciri mana yang memutuskan?
Latihan 14.6 ★
Seekor laba-laba berkaki delapan. Dapatkah ia menjadi serangga? Apa jawaban kriterianya?
Latihan 14.7 ★
Kelompokkan tumbuhan berikut dengan kriteria pada Proposisi 14.7: bunga aster, lumut, pohon pinus, semak mawar.
Solusi
Solusi Latihan 14.7.
Bunga aster: berbunga dan berbiji, batang hijau yang lunak. Lumut: tidak pernah berbunga, tidak berbatang sejati. Pohon pinus: sebuah pohon (batang pokok berkayu), daun berupa jarum, tidak berbunga tetapi berbuah runjung yang berbiji. Semak mawar: berbunga dan berbiji, batang berkayu.
Latihan 14.8 ★
Cobalah: kelompokkan hewan di jalanmu atau kebunmu — setiap hewan yang dapat kamu temukan dalam sekali jalan — ke dalam kelompok-kelompok bab ini. Kelompok mana yang menang jumlahnya?
Solusi
Solusi Latihan 14.8.
Jawaban terbuka. Di kebanyakan jalan, seranggalah yang menang jauh — semut, lalat, lebah, kumbang, kupu-kupu — dengan burung di tempat kedua.
Latihan 14.9 ★★
Lea mengelompokkan hewan menjadi “hewan peliharaan” dan “hewan liar”. Temannya mengelompokkan hewan yang sama menjadi “mamalia” dan “burung”. Pengelompokan siapa yang termasuk jenis ahli biologi, dan mengapa? Pakai Catatan 14.3.
Solusi
Solusi Latihan 14.9.
Pengelompokan temannya. “Peliharaan lawan liar” mengelompokkan menurut cara hewan hidup bersama manusia, yang dapat berubah — seekor kucing liar adalah hewan yang sama di dalam maupun di luar rumah. “Mamalia lawan burung” mengelompokkan menurut ciri tubuh yang menetap seumur hidup: jenis kriteria milik ahli biologi.
Latihan 14.10 ★★
Seekor penguin berenang dengan sangat baik, tidak dapat terbang, dan tertutup oleh sesuatu yang tampak seperti genting mengilap. Seorang naturalis mengamati lebih dekat: “gentingnya” adalah bulu burung yang tersusun rapat, dan ada sebuah paruh. Jalankan Metode 14.6 atas penguinnya, langkah demi langkah.
Solusi
Solusi Latihan 14.10.
Langkah 1: penutupnya — bulu burung (tersusun rapat), sebuah paruh, dua kaki, sayap (berupa sirip pendayung). Langkah 2: anaknya menetas dari telur. Langkah 3: ciri-cirinya cocok dengan burung. Langkah 4: kesan “berenang seperti ikan, tidak dapat terbang” bertentangan — dan kalah. Penguinnya seekor burung.