Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1
28Magnetostatika: Medan, Gaya, dan Dipol
Sebuah jarum kompas berayun ketika kawat di dekatnya mengalirkan arus: pengamatan Ørsted pada tahun 1820 itu menyatukan dua ilmu yang tumbuh terpisah, kelistrikan dan kemagnetan, dan dalam hitungan bulan Ampère memperoleh hukum gaya antara arus, sedangkan Biot dan Savart memperoleh medan sebuah kawat. Bab ini adalah statika medan magnet: apa yang diciptakan arus (peta medan, hukum Biot–Savart, dan teorema Ampère, kembaran magnetik hukum Gauss), apa yang dilakukan medan pada arus (gaya Laplace, yang menjalankan setiap motor dan setiap alat ukur), serta dipol magnetik, yaitu lilitan arus yang menjelaskan kompas, magnet, dan medan Bumi sendiri.
28.1 Sumber dan peta medan
Definisi 28.1 (Medan magnetostatik)
Arus tunak (muatan dalam gerak tunak) menciptakan di setiap titik sebuah medan magnet (tesla, ), yang didefinisikan oleh gaya yang dikerahkannya pada muatan uji yang bergerak (Definisi 17.1). Yang disebut garis medan-nya menyinggung dan berarah menyusurinya. Magnet tetap menciptakan medan yang sehakikat, dari arus mikroskopik atom-atomnya. Orde besarnya: Bumi ; magnet lemari es ; sebuah pemindai MRI sampai ; medan tunak laboratorium yang terbesar .
Proposisi 28.2 (Peta medan)
- Sebuah kawat lurus: lingkaran yang berpusat pada kawatnya, pada bidang yang tegak lurus terhadapnya, berarah menurut aturan tangan kanan (ibu jari menyusuri arusnya, jari-jari lain menyusuri ).
- Sebuah lilitan melingkar: garis yang menembus lilitannya menyusuri sumbunya lalu menutup di luar; dari jauh, peta sebuah magnet kecil.
- Sebuah solenoida panjang: garis yang sejajar, rapat dan seragam di dalam; hampir tak ada medan di luar; peta sebuah magnet batang, yang muka “utara”-nya adalah muka yang ditinggalkan garisnya.
- Garis medan magnet tak berpangkal dan tak berujung: ia menutup pada dirinya sendiri atau lari ke tak hingga. Setara dengan itu, fluks menembus sebarang permukaan tertutup bernilai nol — tak ada muatan magnetik.
Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎
Proposisi 28.3 (Simetri )
berperilaku di bawah pencerminan berlawanan dengan (ia sebuah pseudovektor, yang dibangun dari hasil kali silang): pada sebuah titik bidang simetri arusnya, tegak lurus pada bidangnya; pada sebuah titik bidang antisimetri (bayangan cerminnya membalik arusnya), terletak di dalam bidangnya. Invariansinya berpindah seperti bagi .
Bukti. Medan sebuah unsur arus (di bawah); sebuah cermin membalik satu faktor hasil kali silang relatif terhadap bayangan sebuah vektor sejati, sehingga bayangan adalah lawan bayangan cermin anak panahnya. Pada bidang simetri harus sama dengan lawan bayangan cerminnya sendiri, jadi normal terhadap bidangnya; pada bidang antisimetri, lawan dari lawannya: di dalam bidangnya. ∎
Contoh 28.4 (Memakai simetrinya)
Bagi sebuah kawat lurus, setiap bidang yang memuat kawatnya adalah bidang simetri, sehingga di setiap titik tegak lurus pada bidang yang melalui kawatnya dan titiknya: ortoradial, menurut invariansi menyusuri dan mengelilingi kawatnya. Bagi sebuah lilitan, bidang lilitannya adalah bidang simetri: padanya normal terhadap lilitannya; sumbunya terletak di dalam setiap bidang antisimetri yang memuatnya: pada sumbunya menyusuri sumbunya.
28.2 Hukum Biot–Savart
Teorema 28.5 (Biot–Savart)
Sebuah rangkaian yang mengalirkan arus menciptakan di medan
yaitu jumlah atas unsur rangkaiannya di titik , yang berarah menyusuri arusnya, dengan vektor satuan dari ke , dan yang disebut permeabilitas hampa. Tiap unsurnya menyumbang medan yang tegak lurus pada dirinya sendiri dan pada garis , meluruh sebanding .
Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎
Proposisi 28.6 (Kawat, lilitan, solenoida)
- Kawat lurus tak hingga, pada jarak : .
- Lilitan melingkar berjari-jari , pada sumbunya sejauh dari pusatnya: , dengan setengah sudut tempat lilitannya terlihat dari ; di pusatnya .
- Solenoida berlilitan tiap meter, pada sumbunya: , dengan sudut tempat kedua ujungnya terlihat; bagi solenoida yang panjang, di dalam, separuhnya di sebuah ujung.
Bukti. (1) berjarak dari kawatnya, berabsis menyusurinya: bernilai dengan ; semuanya ortoradial: . (2) Tiap unsur lilitannya berjarak sama dari , tegak lurus pada ; medannya bernilai , dan hanya komponen aksialnya, yaitu pecahan darinya, yang bertahan terhadap penjumlahan mengelilingi lilitannya: . (3) Sebuah irisan solenoidanya adalah sebuah lilitan berarus ; dengan , , dan atas solenoidanya ; bila panjangnya tak hingga, , . ∎
Contoh 28.7 (Orde besarnya)
Sebuah kawat pada : , empat kali medan Bumi — kompasnya memang berayun. Sebuah kumparan berlilitan , berjari-jari , : di pusatnya. Sebuah solenoida berlilitan tiap meter pada : ; dengan teras besi berpermeabilitas nisbi , beberapa tesla akan menyusul seandainya besinya tak menjenuh dekat — langit-langit setiap elektromagnet, dan itulah sebabnya medan terkuat datang dari kumparan superkonduktor tanpa besi.
28.3 Hukum Ampère
Teorema 28.8 (Ampère)
Sirkulasi menyusuri sebarang kurva tertutup berarah sama dengan dikalikan arus total yang menembus sebarang permukaan yang dibatasi , dihitung positif bila ia menembus dalam arah yang diberikan aturan tangan kanan dari arah :
Bukti. Bagi sebuah lingkaran berjari-jari yang berpusat pada kawat lurus, menyinggung dan bernilai di mana-mana, sehingga sirkulasinya , tak bergantung pada ; bagi sebuah kurva yang tak melingkupi kawatnya sumbangannya saling meniadakan. Kasus umumnya diterima tanpa bukti (jilid Tahun ke-2). ∎
Metode 28.9 (Memakai hukum Ampère)
Seperti bagi Gauss: (1) simetrinya memberi arah dan variabel yang menjadi gantungannya; (2) pilihlah sebuah lintasan Ampère lewat yang padanya menyinggung dengan nilai tetap atau tegak lurus; (3) cacahlah arus yang menembusnya; (4) selesaikanlah. Cara ini berhasil bagi kawat dan silinder tak hingga, solenoida dan toroida tak hingga, serta lembar arus tak hingga.
Proposisi 28.10 (Silinder, solenoida, toroida)
- Sebuah kawat silinder berjari-jari yang mengalirkan secara seragam: di dalam, di luar — maksimumnya di permukaannya.
- Sebuah solenoida tak hingga berlilitan tiap meter: seragam di dalam, di luar, apa pun bentuk penampangnya.
- Sebuah toroida berlilitan : di dalam gulungannya, nol di luar — sebuah solenoida yang menutup pada dirinya sendiri, tanpa medan sasar.
Bukti. (1) Lingkaran berjari-jari : atau . (2) aksial menurut simetrinya dan, menurut Ampère pada sebuah persegi panjang yang kedua sisi panjangnya di luar, seragam di luar, jadi nol (ia lenyap di tak hingga); sebuah persegi panjang dengan satu sisi panjangnya di dalam, sepanjang , memberi . (3) Lingkaran berjari-jari di dalam torusnya: ; di luar, arus terlingkupinya nol. ∎
28.4 Gaya Laplace
Teorema 28.11 (Gaya Laplace)
Sebuah unsur penghantar yang mengalirkan dalam medan menerima gaya ; sebuah ruas lurus dalam medan seragam menerima , yang bernilai , tegak lurus baik pada kawatnya maupun pada medannya.
Bukti. Pengemban muatan dalam (jumlahnya , muatannya , kecepatan hanyutnya ) masing-masing merasakan ; jumlahnya adalah karena dan menyusuri . Pengembannya meneruskan gayanya ke kisi kawatnya lewat tumbukannya. ∎
Proposisi 28.12 (Gaya antara kawat sejajar)
Dua kawat sejajar yang panjang dan terpisah sejauh yang mengalirkan dan saling menarik bila arusnya searah, saling menolak bila berlawanan arah, dengan gaya tiap satuan panjang
Dua kawat yang terpisah dan mengalirkan merasakan N tiap meter — definisi ampere dari tahun 1948 sampai 2019, dan asal nilai .
Bukti. Kawat 1 menciptakan di kawat 2, tegak lurus terhadapnya; gaya Laplace pada panjang kawat 2 adalah , terarah menuju kawat 1 bila arusnya searah (periksalah dengan aturan tangan kanan). ∎
28.5 Dipol magnetik
Definisi 28.13 (Momen magnetik)
Sebuah lilitan datar berluas yang mengalirkan , berarah menurut aturan tangan kanan (normal menyusuri ibu jari ketika jari-jari lain mengikuti ), memiliki momen magnetik (); bagi lilitan, . Dilihat dari jarak lilitannya adalah sebuah dipol magnetik: medannya berbentuk persis seperti medan dipol listrik dengan :
Sebuah magnet batang, sebuah atom, Bumi adalah dipol magnetik: momen Bumi , momen sebuah elektron (yaitu magneton Bohr).
Bukti. Pada sumbunya medan lilitan untuk sama dengan dengan , cocok dengan pada ; bentuk sudut lengkapnya diterima tanpa bukti. ∎
Teorema 28.14 (Dipol dalam sebuah medan)
Sebuah momen magnetik dalam medan seragam tak merasakan gaya total, merasakan momen gaya yang menyearahkannya dengan medannya, dan memiliki energi potensial . Dalam medan tak seragam ia ditarik ke daerah bermedan kuat ketika searah (dan didorong menjauh ketika berlawanan arah).
Bukti. Bagi sebuah lilitan persegi panjang dengan bersudut terhadap : gaya Laplace pada kedua sisi sepanjang yang sejajar dengan sumbu putarnya adalah , berlawanan, terpisah sejauh : sebuah kopel bermomen , yang cenderung memperkecil ; gaya pada kedua sisi lainnya berlawanan dan segaris. Energinya: dengan memberi . Setiap lilitan datar adalah jumlah persegi panjang kecil; kasus tak seragamnya diterima tanpa bukti. ∎
Contoh 28.15 (Kompas dan Bumi)
Sebuah jarum kompas adalah magnet kecil bermomen ; dalam komponen mendatar medan Bumi, , momen gaya memutarnya ke utara, dan ia berosilasi terhadap utara dengan periode (Latihan 28.9). Dipol Bumi sendiri, , setara dengan arus beberapa miliar ampere yang melingkar dalam teras besi cairnya; medan yang dibuatnya di permukaan adalah yang terlemah dalam bab ini dan yang pertama dipakai orang.
28.6 Latihan
Latihan 28.1 ★
Medan pada dari sebuah kawat lurus yang mengalirkan ; arus yang diperlukan untuk mencapai pada jarak itu; jarak saat medan sebuah kawat sama dengan medan Bumi .
Solusi
Solusi Latihan 28.1.
. Untuk : . Nilai Bumi tercapai pada .
Latihan 28.2 ★
Medan di pusat sebuah kumparan berlilitan , berjari-jari , yang mengalirkan ; pada sumbunya di dan di dari pusatnya.
Solusi
Solusi Latihan 28.2.
Pusatnya: . Pada : : . Pada : : , sudah menjadi hukum dipol -nya.
Latihan 28.3 ★
Sebuah solenoida berlilitan tiap meter mengalirkan : medan di dalamnya, jauh dari ujungnya; tepat di ujungnya. Banyaknya lilitan kawat yang dapat digulung tiap meter dalam satu lapis, dan medannya lalu pada .
Solusi
Solusi Latihan 28.3.
; di ujungnya, separuhnya: . Kawat : lilitan tiap meter, sehingga pada .
Latihan 28.4 ★
Gaya pada kawat yang mengalirkan tegak lurus pada medan ; pada kawat yang sama bersudut terhadap medannya. Sebuah motor memiliki kawat seperti itu pada rotor berjari-jari : momen gayanya (orde besarnya).
Solusi
Solusi Latihan 28.4.
; pada , dikalikan : . Motornya: — sebuah motor industri yang kecil.
Latihan 28.5 ★★
Medan sebuah ruas lurus berhingga pada jarak dari garisnya, yang kedua ujungnya terlihat di bawah sudut dan (diukur dari tegak lurusnya): . Periksalah limit kawat tak hingganya. Medan di pusat sebuah lilitan persegi bersisi .
Solusi
Solusi Latihan 28.5.
Dengan : ; kawat tak hingga, : . Persegi: tiap sisinya pada yang terlihat di bawah memberi ; empat sisinya: (sebuah lingkaran ber-“jari-jari” sama akan memberi ).
Latihan 28.6 ★★
Kumparan Helmholtz. Dua kumparan serupa ( lilitan, jari-jari ) pada sumbu bersama, terpisah sejauh , mengalirkan arus sama dengan arah yang sama. Medan di titik tengahnya; tunjukkan bahwa turunan pertama dan kedua menyusuri sumbunya lenyap di sana. Angkanya: , , .
Solusi
Solusi Latihan 28.6.
dengan . Titik tengahnya: . ganjil, sehingga ; lenyap pada , sehingga : medannya seragam sampai orde ketiga. Angkanya: .
Latihan 28.7 ★★
Sebuah kawat tembaga berjari-jari mengalirkan . Medan di permukaannya, pada dari sumbunya, pada . Sketsalah . Kawatnya kini menjadi penghantar dalam sebuah kabel sesumbu yang selongsongnya mengalirkan arus baliknya: medan di luar selongsongnya.
Solusi
Solusi Latihan 28.7.
Permukaannya: ; pada , di dalam, : ; pada : . naik linear sampai permukaannya, lalu meluruh sebanding . Sesumbunya: di luar selongsongnya arus terlingkupinya nol, .
Latihan 28.8 ★★
Gaya tiap meter antara dua kawat yang terpisah pada ; antara dua rel daya yang terpisah yang mengalirkan ; di bawah korsleting . Apa yang harus menahan relnya?
Solusi
Solusi Latihan 28.8.
N/m. Rel dayanya: ; pada : — dua ton tiap meter. Penopang isolator pada panel hubung dirancang bagi arus gangguannya, bukan arus kerjanya.
Latihan 28.9 ★★
Sebuah jarum kompas, bermomen , bermomen inersia , dalam medan mendatar . Momen gayanya pada ; usaha untuk memutarnya dari utara ke selatan; periode osilasi kecilnya. Bagaimana orang mengukur dengannya?
Solusi
Solusi Latihan 28.9.
; ; : . Ukurlah waktu osilasinya: setelah dan diketahui (Gauss mengukur secara terpisah dari simpangan yang diberikannya pada jarum kedua).
Latihan 28.10 ★★★
Bumi sebagai sebuah dipol. (a) Tunjukkan bahwa pada sumbunya, jauh di luar, medan sebuah lilitan adalah dengan ; bandingkan dengan dipol listriknya. (b) Medan di kutub magnetnya kira-kira : simpulkanlah momen dipol Bumi. (c) Arus dalam sebuah lilitan berjari-jari (terasnya) yang akan menghasilkannya. (d) Medan di khatulistiwa pada model dipolnya; sudut celup medannya pada lintang (pakailah dan ).
Solusi
Solusi Latihan 28.10.
(a) : yaitu listriknya dengan . (b) . (c) . (d) Khatulistiwa (): , separuh nilai kutubnya. Pada : , sudut celupnya — medannya menukik curam ke dalam tanah pada lintang menengah.
Latihan 28.11 ★★★
Solenoida berhingga. Panjang , jari-jari , , . Medan di pusatnya dan di sebuah ujungnya dari rumus kuliahnya; pecahannya terhadap nilai solenoida tak hingganya; pada jarak berapa di luar menyusuri sumbunya medannya turun menjadi nilai pusatnya? Sketsalah menyusuri sumbunya.
Solusi
Solusi Latihan 28.11.
. Pusatnya: , : (). Ujungnya: , , : (). Di luar pada melampaui ujungnya, kedua ujungnya sesisi: ; nilai pusatnya tercapai pada , yaitu setengah panjang di luar. : puncak datar sepanjang sebagian besar panjangnya, turun menjadi separuh di ujungnya dan menjadi beberapa persen sejauh satu panjang.
Latihan 28.12 ★★★
Tekanan magnetik. Dalam sebuah solenoida panjang medannya di dalam dan di luar; gulungannya mengalirkan arus permukaan tiap meter panjang. (a) Tunjukkan bahwa medan pada gulungannya, yaitu rata-rata medan dalam dan luarnya, adalah , dan bahwa gaya Laplace padanya merupakan tekanan ke luar . (b) Angkanya untuk , , ; bandingkan dengan tekanan atmosfer dan dengan kekuatan tarik baja (). (c) Apa yang membatasi magnet tunak yang terkuat?
Solusi
Solusi Latihan 28.12.
(a) Medan gulungannya sendiri melompat dari ke melintasinya; medan yang bekerja padanya adalah rata-ratanya, (lembarnya tak dapat mendorong dirinya sendiri). Gaya pada sebuah unsur gulungan sepanjang dan berlebar yang mengalirkan : , radial ke luar (periksalah dengan ): tekanan karena . (b) : = ; : ; : = , dekat dengan milik baja. (c) Gulungannya harus menahan tekanan yang tumbuh sebanding : di atas kira-kira tak ada bahan dan tak ada skema pendinginan yang sanggup — batas magnet tunak bersifat mekanis (dan, bagi superkonduktor, medan kritisnya).
28.7 Soal: Kabel, saluran, dan alat ukur
Soal 28.1
Soal akhir pekan — hukum Ampère pada sebuah kabel sesumbu, gaya Laplace pada sebuah saluran daya, dan rancangan sebuah galvanometer kumparan putar
SI; resistivitas tembaga .
Bagian I — Kabel sesumbunya. Sebuah kabel mengalirkan menyusuri teras tembaga pejal berjari-jari dan kembali menyusuri sebuah selongsong berjari-jari dalam dan berjari-jari luar ; arusnya seragam pada penampang tiap penghantarnya.
- Simetri dan invariansinya: arah dan variabel yang menjadi gantungannya.
- di dalam terasnya, di antara kedua penghantarnya, dan di luar kabelnya, dengan hukum Ampère.
- Nilainya pada dan .
- Terasnya diganti oleh sebuah tabung tembaga tipis berjari-jari sama yang mengalirkan arus sama: apa yang berubah di tiap daerahnya?
- di dalam selongsongnya (); periksalah nilainya di dan ; sketsalah dari sampai .
- Gaya Laplace pada selongsongnya: arahnya (tarikan atau tolakan dari terasnya?) dan nilainya tiap satuan luas, dengan mengambil medan pada selongsongnya sebagai rata-rata nilainya di dan . Serupa bagi arus denyut .
- Mengapa geometri sesumbu dipakai bagi sinyal? Bandingkan dengan sepasang kawat sejajar yang terpisah : medan pada jarak dari pasangannya (superposisikan dua kawat).
Bagian II — Saluran dayanya. Dua penghantar mendatar yang terpisah , di atas tanah, mengalirkan dalam arah berlawanan.
- Medan salah satu penghantarnya di titik tanah yang tepat di bawah titik tengahnya; tunjukkan bahwa kedua medannya berpadu menjadi medan tegak lalu berikan nilainya; bandingkan dengan medan Bumi dan dengan pedoman paparan .
- Tunjukkan bahwa pada jarak medan pasangannya meluruh sebanding : mengapa lebih cepat daripada sebuah kawat tunggal?
- Medan pada di bawah salah satu penghantarnya, tempat seorang teknisi mungkin bekerja.
- Gaya tiap meter antara kedua penghantarnya; tarikan atau tolakan? Serupa di bawah arus korsleting .
- Gaya pada rentang , dalam keadaan biasa dan dalam korsleting; bandingkan dengan berat rentangnya (); apa yang dilakukan salurannya selama korsleting?
- Sebuah saluran tiga fase mengalirkan tiga arus beramplitudo sama yang bergeser : tunjukkan bahwa jumlahnya lenyap pada setiap saat, dan apa akibatnya bagi medan jauhnya.
- Sebuah kompas di titik pertanyaan 8, tempat medan mendatar Bumi bernilai : apakah medan salurannya menyimpangkannya? (Perhatikan arahnya.)
Bagian III — Galvanometer kumparan putarnya. Sebuah kumparan persegi panjang, lilitan, bersisi (sejajar dengan sumbu putarnya) dan , berputar terhadap sumbunya dalam celah di antara sepatu kutub silinder yang medannya, , bersifat radial: selalu di dalam bidang kumparannya, tegak lurus pada kedua sisi -nya. Sebuah pegas spiral mengerahkan momen gaya pemulih dengan . Momen inersia kumparan dan jarumnya: .
- Gaya Laplace pada keempat sisinya; yang mana menghasilkan momen gaya terhadap sumbunya?
- Momen gayanya bagi arus ; mengapa medan radialnya membuatnya tak bergantung pada ?
- Simpangan pada kesetimbangan; kepekaannya dalam radian tiap miliampere; arus bagi simpangan skala penuh .
- Kumparannya digulung dengan kawat tembaga berdiameter : hambatan kumparannya; tegangan padanya dan daya yang dilesapkan pada skala penuh.
- Persamaan gerak kumparannya; periode alami osilasi terhadap kesetimbangannya.
- Gerak kumparannya di dalam medan mengimbaskan momen gaya pengerem (Bab 29); nilai bagi peredaman kritis, dan mengapa orang menginginkannya.
- Resistor seri untuk membuat voltmeter berskala penuh ; resistor pirau untuk membuat amperemeter berskala penuh .
- Momen magnetik kumparannya pada skala penuh; energi yang akan dimilikinya, bila searah, dalam medan seragam ; bandingkan dengan energi yang tersimpan dalam pegasnya pada skala penuh.
- Seandainya medannya seragam alih-alih radial, tunjukkan bahwa skalanya tak lagi linear: tuliskan syarat kesetimbangannya dengan diukur dari kedudukan yang padanya bidang kumparannya memuat .
- Arus beramplitudo dialirkan ke alat ukurnya: apa yang ditunjukkan jarumnya, dan mengapa? (Bandingkan dengan frekuensi alaminya.)
- Ringkaslah ketiga adegannya dalam tiga angka, dan sebutkan hukum tunggal mana yang menghasilkan masing-masingnya.
Solusi
Solusi Soal 28.1.
1. Setiap bidang yang memuat sumbunya adalah bidang simetri arusnya: tegak lurus terhadapnya, ortoradial; invariansi menyusuri dan mengelilingi sumbunya: .
2. Lingkaran berjari-jari : . Terasnya: , ; di antaranya: ; di luar (): , .
3. ; .
4. Di dalam tabungnya tak ada arus yang terlingkupi: di sana alih-alih kenaikan linearnya; di tempat lain tak ada yang berubah — medan di luar sebuah arus silinder hanya bergantung pada arus totalnya.
5. : , sama dengan di dan di : kontinu. Sketsanya: linear sampai pada , lalu turun ke pada , turun menjadi nol pada , nol di luarnya.
6. Arus selongsongnya berlawanan arah dengan arus terasnya: tolakan, yaitu tekanan ke luar. Arus permukaan ; medan rata-ratanya : . Pada : , = — kabel daya denyut dibuat untuk menahannya.
7. Tak ada medan di luar: kabelnya tak memancar dan tak memungut gangguan magnetik dari tetangganya. Sepasang kawat: kedua medannya hampir saling meniadakan, menyisakan pada — kecil, tetapi sesumbunya memberi nol.
8. : masing-masing memberi , tegak lurus pada garis dari penghantarnya. Karena arusnya berlawanan, komponen yang sejajar dengan garis penghubung kedua penghantarnya saling meniadakan dan komponen tegaknya berjumlah: , tegak. Lima puluh kali di bawah medan Bumi, seratus kali di bawah pedomannya.
9. Untuk , : kedua medan -nya saling meniadakan sampai orde pertama dan hanya selisihnya, yang berukuran nisbi , yang bertahan — sebuah “dipol dua kawat”.
10. Penghantarnya sendiri pada : mendatar; yang lain pada : pada , berlawanan: resultannya , — , di bawah pedoman umum dan jauh di bawah pedoman kerjanya.
11. , bersifat menolak; pada : .
12. dalam keadaan biasa; dalam korsleting, delapan kali berat rentangnya : penghantarnya terlempar berpisah, berayun dan mungkin berbenturan ketika jatuh kembali — karena itu ada pemisah dan pemutus yang membuka dalam beberapa daur.
13. : ketiga fasornya berjumlah nol. Medan -nya saling meniadakan seperti pada sesumbunya; medan jauhnya meluruh sebanding atau lebih cepat.
14. Medan salurannya di sana tegak; sebuah kompas menanggapi komponen mendatarnya saja: tak ada simpangan (sudut celupnya berubah sebesar , yaitu tiga derajat, yang tak dapat ditunjukkan kompasnya).
15. Sisi (sejajar dengan sumbunya): yang radial tegak lurus terhadapnya, gayanya pada masing-masing, tegak lurus pada bidang kumparannya, berlawanan pada kedua sisinya: sebuah kopel. Sisi : radial, sejajar dengan : tak ada gaya.
16. (N m, dalam A). Medan radialnya selalu di dalam bidang kumparannya dan tegak lurus pada sisi -nya: gayanya selalu normal terhadap bidangnya dan lengan gayanya tak pernah berubah.
17. : rad, yaitu ; skala penuh pada .
18. Panjangnya , penampangnya : ; ; .
19. : , .
20. : kritis untuk ; jarumnya lalu mencapai bacaannya paling cepat tanpa melampaui.
21. Voltmeter: . Amperemeter: pirauannya mengalirkan di bawah : .
22. ; ; pegasnya : ordenya sama — pegasnya menyimpan apa yang dikerjakan momen gaya magnetiknya selama kumparannya berputar.
23. Dalam medan seragam momen gayanya (maksimum ketika bidangnya memuat , nol ketika normalnya menyusurinya): — linear hanya bagi kecil, mampat di ujung atas skalanya.
24. terhadap : kumparannya tak dapat mengikuti; ia duduk pada rata-rata arusnya, yaitu nol, dengan getar beramplitudo , tak terlihat. Alat ukur kumparan putar membaca rata-ratanya — bagi arus bolak-balik ia memerlukan penyearah.
25. pada teras sebuah kabel sesumbu dan nol di luarnya (hukum Ampère); di bawah saluran dan antara penghantarnya (Biot–Savart ditambah Laplace); bagi alat ukurnya (kopel Laplace melawan sebuah pegas).