Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

13Usaha, Energi, dan Energi Potensial

Seorang pesepeda berhenti mengayuh di puncak bukit lalu tiba di dasarnya dengan laju yang bergantung pada turunannya, bukan pada bentuk jalannya. Seorang peloncat bungee jatuh enam puluh meter lalu berhenti, sesaat, tepat di tempat tarikan talinya telah memakan seluruh laju yang diberikan jatuhnya. Sebuah atom hidrogen yang terikat pada atom klor bergetar di dalam sumur yang kedalamannya adalah energi yang harus dibayar untuk mencerai-beraikan molekulnya. Pada tiap kasus, satu angka dipertukarkan antara berbagai bentuknya — gerak, ketinggian, regangan, ikatan — dan ketika dijumlahkan, ia tidak berubah. Bab ini membangun pembukuan itu dari hukum kedua Newton: usaha dan daya, teorema energi kinetik, energi potensial bagi gaya yang mengizinkannya, dan kekekalan energi mekanik yang mengubah banyak soal dinamika menjadi aljabar satu baris serta menjelaskan, lewat bentuk sebuah sumur potensial, kedudukan mana yang mantap.

Bandul sang dosen: dilepaskan dari hidungnya, bola bolingnya kembali ke hidungnya dan tak lebih jauh — energi mekaniknya kekal, dan tak pernah terlampaui.
Bandul sang dosen: dilepaskan dari hidungnya, bola bolingnya kembali ke hidungnya dan tak lebih jauh — energi mekaniknya kekal, dan tak pernah terlampaui.

13.1 Daya dan usaha

Definisi 13.1 (Daya dan usaha sebuah gaya)

Daya sebuah gaya F\vect F yang bekerja pada sebuah titik yang bergerak dengan kecepatan v\vect v adalah

P=Fv(watt),\mathcal P = \vect F\cdot\vect v \qquad (\text{watt}),

dan usahanya antara saat t1t_1 dan t2t_2 (kedudukan AA dan BB) adalah daya yang terhimpun,

WAB=t1t2Fv ⁣dt=ABF ⁣d(joule),W_{A\to B} = \int_{t_1}^{t_2}\vect F\cdot\vect v\,\dd t = \int_A^B \vect F\cdot\dd\vect\ell \qquad (\text{joule}),

yaitu jumlah usaha elementer δW=F ⁣d\delta W = \vect F\cdot\dd\vect\ell sepanjang perpindahan elementer  ⁣d=v ⁣dt\dd\vect\ell = \vect v\,\dd t pada lintasannya. Usahanya positif bila gayanya mendorong searah geraknya (memacu), negatif bila melawannya (menghambat), dan nol bila tegak lurus.

Proposisi 13.2 (Usaha yang sering ditemui)

  • Gaya tetap: WAB=FABW_{A\to B} = \vect F\cdot\vect{AB}, apa pun lintasannya. Berat: W=mg(zAzB)W = mg(z_A - z_B), dengan zz dihitung ke atas.
  • Pegas berkekakuan kk, dari pertambahan panjang xAx_A ke xBx_B: W=12k(xA2xB2)W = \tfrac12 k(x_A^2 - x_B^2).
  • Reaksi normal permukaan tetap, tegangan tali pada benda yang bergerak tegak lurus terhadapnya: W=0W = 0 (gaya \perp perpindahan).
  • Gesekan kinetis dan gaya hambat: W<0W < 0 selalu (gayanya melawan gerak relatifnya), dan bergantung pada panjang lintasannya.

Bukti. F\vect F tetap: F ⁣d=F ⁣d=FAB\int\vect F\cdot\dd\vect\ell = \vect F\cdot\int\dd\vect\ell = \vect F\cdot\vect{AB}; dengan F=mgez\vect F = -mg\vect e_z, FAB=mg(zBzA)\vect F\cdot\vect{AB} = -mg(z_B - z_A). Pegas: F ⁣d=kx ⁣dx\vect F\cdot\dd\vect\ell = -kx\,\dd x, dan xAxBkx ⁣dx=12k(xA2xB2)\int_{x_A}^{x_B}-kx\,\dd x = \tfrac12 k(x_A^2 - x_B^2). Gesekan: T=μNv/v\vect T = -\mu N\vect v/v, sehingga Tv=μNv<0\vect T\cdot\vect v = -\mu Nv < 0.

Usaha elementer sebuah gaya sepanjang perpindahan kecil titik tangkapnya: hanya komponen F yang searah geraknya yang berusaha. Dijumlahkan sepanjang lintasan dari A ke B, ia memberi W_A B.
Usaha elementer sebuah gaya sepanjang perpindahan kecil titik tangkapnya: hanya komponen F\vect F yang searah geraknya yang berusaha. Dijumlahkan sepanjang lintasan dari AA ke BB, ia memberi WABW_{A\to B}.

13.2 Teorema energi kinetik

Teorema 13.3 (Teorema energi kinetik dan teorema daya)

Dalam kerangka inersial, energi kinetik Ek=12mv2E_k = \tfrac12 mv^2 sebuah partikel titik menuruti

 ⁣dEk ⁣dt=Pi=(Fi)v,Ek(B)Ek(A)=iWi,AB:\frac{\dd E_k}{\dd t} = \sum\mathcal P_i = \Big(\sum\vect F_i\Big)\cdot\vect v, \qquad E_k(B) - E_k(A) = \sum_i W_{i,A\to B}:

perubahan energi kinetik antara dua kedudukan sama dengan usaha total semua gaya yang diterapkan di sepanjang jalannya.

Bukti. Kalikan titik hukum kedua Newton dengan v\vect v: mav= ⁣d ⁣dt(12mvv)= ⁣dEk/ ⁣dtm\vect a\cdot\vect v = \tfrac{\dd}{\dd t}(\tfrac12 m\vect v\cdot\vect v) = \dd E_k/\dd t, sedangkan (Fi)v=Pi(\sum\vect F_i)\cdot\vect v = \sum\mathcal P_i. Integralkan terhadap waktu.

Contoh 13.4 (Jarak pengereman)

Sebuah mobil 1000kg1000\,\mathrm{kg} pada 100km/h100\,\mathrm{km}/\mathrm{h} (Ek=386kJE_k = 386\,\mathrm{kJ}) yang direm oleh gaya tetap 7.0kN7.0\,\mathrm{kN} berhenti setelah d=Ek/F=55md = E_k/F = 55\,\mathrm{m}: jaraknya tumbuh sebagai kuadrat lajunya. Karena gaya rem maksimumnya adalah μsmg\mu_smg (Bab 12), jarak berhenti terpendeknya adalah v2/2μsgv^2/2\mu_sg berapa pun massa mobilnya — dan ia berlipat dua di jalan basah tempat μs\mu_s berkurang separuh.

13.3 Gaya konservatif dan energi potensial

Definisi 13.5 (Gaya konservatif; energi potensial)

Sebuah gaya disebut konservatif bila usahanya antara dua titik tidak bergantung pada lintasan yang diikuti. Setara dengan itu, ada sebuah fungsi kedudukan, yaitu energi potensial EpE_p, sedemikian sehingga

WAB=Ep(A)Ep(B)=ΔEp,δW= ⁣dEp,W_{A\to B} = E_p(A) - E_p(B) = -\Delta E_p , \qquad \delta W = -\dd E_p ,

dengan EpE_p terdefinisi sampai pada sebuah tetapan tambahan (pilihan titik asalnya).

Proposisi 13.6 (Gaya dari energi potensial)

Gaya konservatif diturunkan dari energi potensialnya:

F=gradEp=EpxexEpyeyEpzez,\vect F = -\overrightarrow{\operatorname{grad}}\,E_p = -\frac{\partial E_p}{\partial x}\,\vect e_x - \frac{\partial E_p}{\partial y}\,\vect e_y - \frac{\partial E_p}{\partial z}\,\vect e_z ,

dan dalam satu dimensi Fx= ⁣dEp/ ⁣dxF_x = -\dd E_p/\dd x: gayanya menunjuk ke arah energi potensial yang menurun, “menuruni bukit” pada grafik EpE_p.

Bukti. δW=Fx ⁣dx+Fy ⁣dy+Fz ⁣dz= ⁣dEp=(xEp ⁣dx+yEp ⁣dy+zEp ⁣dz)\delta W = F_x\dd x + F_y\dd y + F_z\dd z = -\dd E_p = -(\partial_xE_p\,\dd x + \partial_yE_p\,\dd y + \partial_zE_p\,\dd z) untuk setiap perpindahan: kenali koefisiennya (diferensial sebuah fungsi beberapa variabel, dari kuliah matematika).

Proposisi 13.7 (Energi potensial yang lazim)

  • Berat: Ep=mgz+tetapanE_p = mgz + \text{tetapan} (zz ke atas).
  • Pegas: Ep=12k(0)2+tetapanE_p = \tfrac12 k(\ell - \ell_0)^2 + \text{tetapan}.
  • Gravitasi Newton oleh massa MM: Ep=GMm/r+tetapanE_p = -GMm/r + \text{tetapan}, dengan tetapannya biasanya dipilih agar Ep0E_p \to 0 di tak hingga.
  • Gaya elektrostatik pada muatan qq dalam potensial VV: Ep=qVE_p = qV (Bab 27).

Gesekan kinetis dan gaya hambat fluida bukan gaya konservatif (usahanya bergantung pada lintasannya, dan selalu negatif).

Bukti. Masing-masing dibaca dari usaha Proposisi 13.2: W=ΔEpW = -\Delta E_p. Untuk gravitasinya, F=GMm/r2er\vect F = -GMm/r^2\,\vect e_r dan δW=GMm ⁣dr/r2= ⁣d(GMm/r)\delta W = -GMm\,\dd r/r^2 = -\dd(-GMm/r).

13.4 Energi mekanik

Teorema 13.8 (Energi mekanik)

Misalkan Em=Ek+EpE_m = E_k + E_p adalah energi mekanik, dengan EpE_p sebagai jumlah energi potensial gaya konservatifnya. Maka

ΔEm=Wnk,\Delta E_m = W_{\text{nk}} ,

yaitu usaha total gaya yang tak konservatif. Jika gaya itu tak berusaha (tanpa gesekan, atau gaya kendalanya tegak lurus geraknya), EmE_m bersifat kekal: geraknya konservatif.

Bukti. ΔEk=Wk+Wnk=ΔEp+Wnk\Delta E_k = W_{\text{k}} + W_{\text{nk}} = -\Delta E_p + W_{\text{nk}}.

Metode 13.9 (Memakai energi)

Ketika sebuah soal menanyakan laju pada suatu kedudukan (bukan waktu, bukan gaya), cobalah energi lebih dahulu:

  1. daftarkan gayanya; periksa mana yang berusaha dan mana yang konservatif;
  2. tuliskan EmE_m pada kedua kedudukannya, dengan titik asal EpE_p yang jelas;
  3. samakan keduanya (dengan menambahkan WnkW_{\text{nk}} bila ada gesekan) lalu selesaikan untuk laju atau kedudukan yang dicari.

Energi tak pernah memberi waktunya atau gaya kendalanya; untuk keduanya, kembalilah ke hukum Newton — sering dengan laju yang baru saja diberikan energinya.

Contoh 13.10 (Hukum kelajuan loopnya)

Pada loop tanpa gesekan Soal 11.1, reaksi lintasannya tegak lurus geraknya dan tidak berusaha: EmE_m kekal. Dengan z=R(1cosθ)z = R(1 - \cos\theta) di atas dasarnya, 12mv2+mgR(1cosθ)=12mv02\tfrac12 mv^2 + mgR(1 - \cos\theta) = \tfrac12 mv_0^2: itulah hukum kelajuan v2=v022gR(1cosθ)v^2 = v_0^2 - 2gR(1 - \cos\theta) yang dipakai di sana, kini diturunkan dalam satu baris. Laju masuk minimum 5gR\sqrt{5gR} lalu menyusul dari syarat puncaknya v2gRv^2 \geq gR pada Contoh 12.16.

Contoh 13.11 (Energi yang hilang oleh gesekan)

Sebuah balok tergelincir menuruni lereng bersudut α\alpha dan bertinggi hh dengan gesekan kinetis μd\mu_d: Wnk=μdmgcosα×h/sinα=μdmghcotαW_{\text{nk}} = -\mu_dmg\cos\alpha \times h/\sin\alpha = -\mu_dmgh\cot\alpha, sehingga 12mv2=mgh(1μdcotα)\tfrac12 mv^2 = mgh(1 - \mu_d\cot\alpha). Untuk h=2.0mh = 2.0\,\mathrm{m}, α=30\alpha = 30^\circ, μd=0.20\mu_d = 0.20: v=5.1m/sv = 5.1\,\mathrm{m}/\mathrm{s} alih-alih 6.3m/s6.3\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; sepertiga energi potensialnya menjadi kalor.

13.5 Kesetimbangan, kemantapan, dan potret fase

Proposisi 13.12 (Kesetimbangan dan kemantapan dalam satu dimensi)

Sebuah partikel yang bergerak pada sebuah sumbu di bawah gaya konservatif berenergi potensial Ep(x)E_p(x):

  • berada dalam kesetimbangan di x0x_0 jika dan hanya jika F(x0)=Ep(x0)=0F(x_0) = -E_p'(x_0) = 0: yaitu pada ekstremum EpE_p;
  • kesetimbangannya mantap bila EpE_p mempunyai minimum lokal di sana (Ep(x0)>0E_p''(x_0) > 0): perpindahan kecil menghasilkan gaya pemulih; dan goyah pada sebuah maksimum;
  • di dekat kesetimbangan yang mantap, gerak kecilnya bersifat harmonik, dengan

    ω02=Ep(x0)m.\omega_0^2 = \frac{E_p''(x_0)}{m} .

Bukti. Rumus Taylor (kuliah matematika): Ep(x)Ep(x0)+12Ep(x0)(xx0)2E_p(x) \approx E_p(x_0) + \tfrac12 E_p''(x_0)(x - x_0)^2, sehingga FEp(x0)(xx0)F \approx -E_p''(x_0)(x - x_0) dan mx¨=Ep(x0)(xx0)m\ddot x = -E_p''(x_0)(x - x_0) — sebuah pegas berkekakuan Ep(x0)E_p''(x_0). Untuk Ep<0E_p'' < 0 “kekakuan”nya negatif: kepergian yang eksponensial.

Sebuah bentang potensial satu dimensi: minimumnya adalah kesetimbangan mantap, dan maksimumnya kesetimbangan goyah. Partikel berenergi E_1 di bawah penghalangnya terperangkap dalam satu sumur di antara dua titik balik (tempat E_p = E_1, anak panah) dan berosilasi; dengan E_2 di atas penghalangnya ia lewat dengan bebas dari satu sumur ke sumur yang lain.
Sebuah bentang potensial satu dimensi: minimumnya adalah kesetimbangan mantap, dan maksimumnya kesetimbangan goyah. Partikel berenergi E1E_1 di bawah penghalangnya terperangkap dalam satu sumur di antara dua titik balik (tempat Ep=E1E_p = E_1, anak panah) dan berosilasi; dengan E2E_2 di atas penghalangnya ia lewat dengan bebas dari satu sumur ke sumur yang lain.

Definisi 13.13 (Titik balik; gerak terikat dan gerak bebas)

Untuk gerak satu dimensi yang konservatif berenergi EmE_m, partikelnya hanya dapat berada di tempat Ep(x)EmE_p(x) \leq E_m (karena Ek0E_k \geq 0); titik tempat Ep=EmE_p = E_m disebut titik balik, tempat kecepatannya lenyap lalu berbalik. Ketika terperangkap di antara dua titik balik dalam sebuah sumur potensial, geraknya terikat dan berkala; ketika ia dapat mencapai tak hingga, geraknya bebas; sedangkan penghalang potensial yang lebih tinggi daripada EmE_m tak dapat dilintasi.

Definisi 13.14 (Potret fase)

Potret fase sebuah gerak satu dimensi adalah keluarga kurva yang dijejakkan titik (x,x˙)(x, \dot x) pada bidang fase. Untuk sistem konservatif, tiap kurvanya adalah garis aras 12mx˙2+Ep(x)=Em\tfrac12 m\dot x^2 + E_p(x) = E_m: kurva tertutup di sekitar kesetimbangan mantap (osilasi), kurva terbuka bagi gerak bebas, dan, lewat kesetimbangan goyah, separatriks yang membagi keduanya. Kurvanya ditelusuri searah jarum jam (x˙>0\dot x > 0 berarti xx menaik) dan tak pernah berpotongan.

Potret fase bandul sederhana, 1/2 2 + _02(1 - ) = tetap. Kurva tertutup (biru): ayunan di sekitar kesetimbangan mantap = 0; kurva terbuka (jingga): perputaran penuh; di antara keduanya separatriks (merah) lewat kesetimbangan goyah = ±π, yaitu gerak yang tepat mencapai puncaknya.
Potret fase bandul sederhana, 12θ˙2+ω02(1cosθ)=tetap\tfrac12\dot\theta^2 + \omega_0^2(1 - \cos\theta) = \text{tetap}. Kurva tertutup (biru): ayunan di sekitar kesetimbangan mantap θ=0\theta = 0; kurva terbuka (jingga): perputaran penuh; di antara keduanya separatriks (merah) lewat kesetimbangan goyah θ=±π\theta = \pm\pi, yaitu gerak yang tepat mencapai puncaknya.

Contoh 13.15 (Bentang bandulnya)

Ep=mgcosθE_p = -mg\ell\cos\theta: minimum di θ=0\theta = 0, Ep=mgE_p'' = mg\ell, sehingga ω02=g/(m2)=g/\omega_0^2 = g\ell/(m\ell^2) = g/\ell — hasil osilasi kecil Contoh 12.12 yang dibaca dari kelengkungan sumurnya; maksimum di θ=π\theta = \pi, yaitu bandul terbalik, yang goyah. Energi Em<mgE_m < mg\ell: osilasi antara ±θmax\pm\theta_{\max}; Em>mgE_m > mg\ell: ia melewati puncaknya lalu berputar; Em=mgE_m = mg\ell: separatriksnya, yaitu pendekatan yang sangat lambat menuju puncaknya.

13.6 Latihan

Latihan 13.1

Sebuah peti 20kg20\,\mathrm{kg} diangkat 3.0m3.0\,\mathrm{m} dengan laju tetap dalam 5.0s5.0\,\mathrm{s}. Berapa usaha gaya angkatnya, usaha beratnya, dan daya yang dipasok? Peti yang sama didorong 3.0m3.0\,\mathrm{m} menyusuri lantai dengan μd=0.30\mu_d = 0.30: berapa usaha gesekannya?

Solusi

Solusi Latihan 13.1.

Gaya angkatnya +mgh=20×9.81×3.0=589J+mgh = 20 \times 9.81 \times 3.0 = 589\,\mathrm{J}; beratnya 589J-589\,\mathrm{J}; dayanya 589/5.0=118W589/5.0 = 118\,\mathrm{W}. Gesekan: μdmgd=0.30×196×3.0=177J-\mu_dmgd = -0.30 \times 196 \times 3.0 = -177\,\mathrm{J}.

Latihan 13.2

Berapa energi kinetik sebuah mobil 1000kg1000\,\mathrm{kg} pada 100km/h100\,\mathrm{km}/\mathrm{h}; jarak berhentinya dengan gaya rem tetap 7.0kN7.0\,\mathrm{kN}; apa yang terjadi pada jaraknya jika lajunya dilipatduakan?

Solusi

Solusi Latihan 13.2.

Ek=12×1000×27.82=386kJE_k = \tfrac12 \times 1000 \times 27.8^2 = 386\,\mathrm{kJ}; d=Ek/F=55md = E_k/F = 55\,\mathrm{m}; melipatduakan vv melipatempatkan EkE_k dan dd: 220m220\,\mathrm{m}.

Latihan 13.3

Sebuah pegas berkekakuan 500N/m500\,\mathrm{N}/\mathrm{m} ditekan sejauh 10cm10\,\mathrm{cm} lalu dilepaskan terhadap sebuah bola 50g50\,\mathrm{g} pada lintasan mendatar tanpa gesekan. Berapa energi tersimpannya; berapa laju bolanya?

Solusi

Solusi Latihan 13.3.

Ep=12×500×0.102=2.5JE_p = \tfrac12 \times 500 \times 0.10^2 = 2.5\,\mathrm{J}; v=2×2.5/0.050=10m/sv = \sqrt{2 \times 2.5/0.050} = 10\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

Latihan 13.4

Sebuah bandul sepanjang 1.0m1.0\,\mathrm{m} dilepaskan dari keadaan diam pada 6060^\circ: berapa lajunya di dasarnya menurut energi; lalu, dengan hukum Newton, berapa tegangannya di sana (dalam satuan mgmg)?

Solusi

Solusi Latihan 13.4.

12mv2=mg(1cos60)\tfrac12 mv^2 = mg\ell(1 - \cos 60^\circ): v=g=3.1m/sv = \sqrt{g\ell} = 3.1\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Tegangannya: Tmg=mv2/=mgT - mg = mv^2/\ell = mg, T=2mgT = 2mg.

Latihan 13.5 ★★

Sebuah balok tergelincir dari keadaan diam menuruni lereng 3030^\circ setinggi 2.0m2.0\,\mathrm{m}, dengan μd=0.20\mu_d = 0.20. Berapa lajunya di dasarnya menurut teorema energi; berapa bagian energi potensial awalnya yang hilang oleh gesekan?

Solusi

Solusi Latihan 13.5.

Gesekannya berusaha μdmgcosα(h/sinα)-\mu_dmg\cos\alpha\,(h/\sin\alpha), sehingga

12mv2=mgh(1μdcotα)=mgh(10.35),\tfrac12 mv^2 = mgh(1 - \mu_d\cot\alpha) = mgh(1 - 0.35),

v=2×9.81×2.0×0.65=5.1m/sv = \sqrt{2 \times 9.81 \times 2.0 \times 0.65} = 5.1\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; 35%35\% hilang.

Latihan 13.6 ★★

Dengan memakai Ep=GMm/rE_p = -GMm/r, tunjukkan bahwa laju yang diperlukan untuk lepas dari tarikan Bumi dari permukaannya adalah ve=2GM/Rv_e = \sqrt{2GM/R}, lalu hitunglah (M=5.97×1024kgM = 5.97 \times 10^{24}\,\mathrm{kg}, R=6.37×106mR = 6.37 \times 10^{6}\,\mathrm{m}). Berapa laju lepas dari benda bermassa jenis sama tetapi berjari-jari dua kali lipat?

Solusi

Solusi Latihan 13.6.

Em=12mv2GMm/R0E_m = \tfrac12 mv^2 - GMm/R \geq 0 agar bendanya mencapai tak hingga (tempat Ep=0E_p = 0 dan v0v \to 0): ve=2GM/Rv_e = \sqrt{2GM/R}, yaitu

ve=2×6.67×1011×5.97×10246.37×106=11.2km/s.v_e = \sqrt{\frac{2 \times 6.67\times10^{-11} \times 5.97\times10^{24}}{6.37\times10^6}} = 11.2\,\mathrm{km}/\mathrm{s}.

Massa jenis sama, MR3M \propto R^3: veRv_e \propto R, jadi 22.4km/s22.4\,\mathrm{km}/\mathrm{s}.

Latihan 13.7 ★★

Bungee: seorang peloncat 70kg70\,\mathrm{kg}, dengan tali berpanjang alami 20m20\,\mathrm{m} dan berkekakuan 50N/m50\,\mathrm{N}/\mathrm{m}, melompat dari keadaan diam. Carilah regangan maksimum talinya, jatuh totalnya, dan tegangan maksimumnya (dalam satuan beratnya). Di mana lajunya terbesar?

Solusi

Solusi Latihan 13.7.

Titik terendah: mg(0+x)=12kx2mg(\ell_0 + x) = \tfrac12 kx^2, 25x2687x13734=025x^2 - 687x - 13734 = 0, x=41mx = 41\,\mathrm{m}; jatuh totalnya 61m61\,\mathrm{m}; Tmax=kx=2.0kN=3.0mgT_{\max} = kx = 2.0\,\mathrm{kN} = 3.0\,mg (bersihnya 2g2\,\mathrm{g} ke atas). Lajunya terbesar di tempat gaya totalnya lenyap, kx=mgkx = mg: x=14mx = 14\,\mathrm{m}, 34m34\,\mathrm{m} di bawah titik lompatnya.

Latihan 13.8 ★★

Seorang pesepeda (80kg80\,\mathrm{kg} bersama sepedanya) mendaki lereng 5%5\% pada 5.0m/s5.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} melawan gaya hambat 12ρCxSv2\tfrac12\rho C_xSv^2 dengan CxS=0.50m2C_xS = 0.50\,\mathrm{m}^{2}. Berapa daya melawan gravitasinya, melawan hambatnya, dan totalnya?

Solusi

Solusi Latihan 13.8.

Gravitasi: mgvsinα=80×9.81×5.0×0.05=196Wmgv\sin\alpha = 80 \times 9.81 \times 5.0 \times 0.05 = 196\,\mathrm{W}; hambat: 12ρCxSv3=0.5×1.2×0.50×125=38W\tfrac12\rho C_xSv^3 = 0.5 \times 1.2 \times 0.50 \times 125 = 38\,\mathrm{W}; totalnya 234W234\,\mathrm{W}.

Latihan 13.9 ★★

Sebuah partikel bermassa mm mempunyai Ep(x)=E0[(x/a)42(x/a)2]E_p(x) = E_0[(x/a)^4 - 2(x/a)^2]. Carilah kesetimbangannya dan kemantapannya, kedalaman sumurnya, dan frekuensi sudut osilasi kecil di sekitar kesetimbangan yang mantap.

Solusi

Solusi Latihan 13.9.

Ep=4E0(x3/a4x/a2)=0E_p' = 4E_0(x^3/a^4 - x/a^2) = 0: x=0,±ax = 0, \pm a. Ep=E0(12x2/a44/a2)E_p'' = E_0(12x^2/a^4 - 4/a^2): 4E0/a2-4E_0/a^2 di 00 (maksimum yang goyah, Ep=0E_p = 0), +8E0/a2+8E_0/a^2 di ±a\pm a (minimum yang mantap, Ep=E0E_p = -E_0): sumur sedalam E0E_0; ω02=8E0/ma2\omega_0^2 = 8E_0/ma^2.

Latihan 13.10 ★★★

Untuk osilator harmonik Ep=12kx2E_p = \tfrac12 kx^2, tunjukkan bahwa kurva fasenya berupa elips, berikan setengah sumbunya untuk energi EE, lalu jelaskan mengapa semuanya ditelusuri dalam waktu yang sama.

Solusi

Solusi Latihan 13.10.

12mx˙2+12kx2=E\tfrac12 m\dot x^2 + \tfrac12 kx^2 = E: sebuah elips bersetengah sumbu xmax=2E/kx_{\max} = \sqrt{2E/k} dan x˙max=2E/m\dot x_{\max} = \sqrt{2E/m}. Geraknya harmonik dengan periode 2πm/k2\pi\sqrt{m/k} berapa pun amplitudonya (keisokronan), sehingga setiap elipsnya memakan waktu yang sama.

Latihan 13.11 ★★★

Sebuah benda kecil tergelincir dari keadaan diam di puncak setengah bola tanpa gesekan berjari-jari RR. Dengan memakai energi dan hukum Newton, carilah sudut dari garis tegak tempat ia meninggalkan permukaannya, ketinggiannya, dan lajunya ketika itu.

Solusi

Solusi Latihan 13.11.

Energi: v2=2gR(1cosθ)v^2 = 2gR(1 - \cos\theta). Radial: mgcosθN=mv2/Rmg\cos\theta - N = mv^2/R, sehingga N=mg(3cosθ2)N = mg(3\cos\theta - 2), yang nol pada cosθ=2/3\cos\theta = 2/3 (θ=48\theta = 48^\circ): tingginya 2R/32R/3, lajunya 2gR/3\sqrt{2gR/3}.

Latihan 13.12 ★★★

Sebuah mobil pada 90km/h90\,\mathrm{km}/\mathrm{h} tergelincir sampai berhenti sepanjang 80m80\,\mathrm{m} dengan roda terkunci. Carilah μd\mu_d dari energinya. Ke mana energinya pergi? Mengapa sistem antiblokir (rodanya dijaga tetap menggelinding) memberhentikannya lebih pendek?

Solusi

Solusi Latihan 13.12.

12mv2=μdmgd\tfrac12 mv^2 = \mu_dmgd: μd=625/(2×9.81×80)=0.40\mu_d = 625/(2 \times 9.81 \times 80) = 0.40. Menjadi kalor pada sentuhan ban–jalan (dan sebuah bekas gelincir). Roda yang menggelinding memakai gesekan statis, μs>μd\mu_s > \mu_d: gaya rem yang lebih besar, jarak yang lebih pendek, dan kemudi yang tetap terjaga.

13.7 Soal: Sumur energi sebuah ikatan kimia

Soal 13.1

Soal akhir pekan — dua atom, satu kurva: energi potensial sebuah ikatan yang dibaca sebagai sebuah bentang — lantainya, dindingnya, getaran kecil di dasarnya, dan energi yang dituntut untuk memanjatnya keluar

Interaksi kedua atom sebuah molekul dwiatom dimodelkan oleh energi potensial

Ep(r)=ϵ[(σr)122(σr)6],E_p(r) = \epsilon\left[\left(\frac{\sigma}{r}\right)^{12} - 2\left(\frac{\sigma}{r}\right)^{6}\right],

dengan rr jarak antara kedua intinya. Untuk hidrogen klorida ambil ϵ=4.4eV\epsilon = 4.4\,\mathrm{eV}, σ=0.127nm\sigma = 0.127\,\mathrm{nm}, dan biarkan atom hidrogen yang ringan (m=1.67×1027kgm = 1.67 \times 10^{-27}\,\mathrm{kg}) bergerak sementara klor yang berat tinggal diam. 1eV=1.60×1019J1\,\mathrm{eV} = 1.60 \times 10^{-19}\,\mathrm{J}; kB=1.38×1023J/Kk_B = 1.38 \times 10^{-23}\,\mathrm{J}/\mathrm{K}; NA=6.02×1023N_A = 6.02 \times 10^{23}.

Bagian I — Bentangnya.

  1. Berikan limit EpE_p ketika r0r \to 0 dan rr \to \infty, lalu sketsalah kurvanya.
  2. Tunjukkan bahwa EpE_p mempunyai satu minimum tunggal, pada r=σr = \sigma, yang bernilai ϵ-\epsilon.
  3. Dengan u=(σ/r)6u = (\sigma/r)^6, tunjukkan bahwa Ep=ϵ(u22u)E_p = \epsilon(u^2 - 2u): sebuah parabola dalam uu. Perolehlah kembali minimumnya darinya.
  4. Nyatakan gayanya F(r)F(r) (positif bila menolak) lalu berikan tandanya pada tiap sisi σ\sigma.
  5. Hitunglah EpE_p dan FF pada r=1.2σr = 1.2\sigma (dalam eV dan dalam nN).
  6. Berapa energi disosiasi molekulnya, dalam eV dan dalam kJ/mol\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}? (Energi ikat HCl yang terukur: 431kJ/mol431\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}.)
  7. Periksalah kriteria kemantapannya pada r=σr = \sigma: hitunglah Ep(σ)E_p''(\sigma).

Bagian II — Getaran kecil.

  1. Tuliskan uraian Taylor orde kedua EpE_p di sekitar σ\sigma lalu kenali sebuah kekakuan efektif kk.
  2. Hitunglah kk (dalam N/m\mathrm{N}/\mathrm{m}).
  3. Simpulkan frekuensi sudut, frekuensi dan panjang gelombang getarannya, serta bilangan gelombangnya 1/λ1/\lambda dalam cm1\mathrm{cm}^{-1}.
  4. Getaran HCl yang terukur berada pada 2990cm12990\,\mathrm{cm}^{-1}. Berikan komentar tentang kecocokannya dan tentang apa yang sudah tepat pada modelnya.
  5. Pada 300K300\,\mathrm{K} energi getaran rata-ratanya berorde kBTk_BT. Taksirlah amplitudo getarannya lalu bandingkan dengan σ\sigma.
  6. Simpulkan laju maksimum atom hidrogennya dalam getaran itu.

Bagian III — Osilasi besar dan jalan keluarnya.

  1. Gambarkan potret fasenya: energi mana yang memberi kurva tertutup, mana yang memberi kurva terbuka, dan apa yang memisahkan keduanya?
  2. Untuk Em=ϵ/2E_m = -\epsilon/2, carilah kedua titik baliknya (dalam satuan σ\sigma).
  3. Tunjukkan bahwa titik tengahnya terletak di luar σ\sigma, lalu jelaskan mengapa pemanasan (menaikkan energi getarannya) membuat panjang ikatan rata-ratanya tumbuh — asal-usul pemuaian.
  4. Apakah periode osilasi besarnya lebih panjang atau lebih pendek daripada 2π/ω02\pi/\omega_0? Berikan alasan dari bentuk dindingnya.
  5. Dari Em=ϵ/2E_m = -\epsilon/2, berapa energi yang harus dipasok untuk mencerai-beraikan molekulnya? Jika diberikan sebagai energi kinetik atom hidrogennya pada r=σr = \sigma, berapa lajunya?
  6. Dua atom yang saling mendekat dari kejauhan dengan energi total positif tak dapat membentuk molekul terikat dengan sendirinya. Mengapa? Apa yang diperlukan?

Bagian IV — Usaha, gaya, dan suhu.

  1. Hitunglah usaha gaya ikatannya ketika rr berjalan dari 2σ2\sigma ke σ\sigma. Apakah gayanya memacu atau menghambat di sana?
  2. Hitunglah usaha yang harus dilakukan agen luar untuk meregangkan ikatannya dari σ\sigma ke 1.5σ1.5\sigma dengan laju yang menuju nol.
  3. Hitunglah FF pada r=0.9σr = 0.9\sigma lalu bandingkan dengan r=1.2σr = 1.2\sigma: apa yang diberitahukan ketaksetangkupannya tentang menekan lawan meregangkan?
  4. Pada suhu berapa kBTk_BT akan sama dengan ϵ\epsilon? Mengapa molekul tercerai-berai pada suhu yang jauh lebih rendah dalam praktiknya?
  5. Model yang lebih baik (Morse) mengubah bentuk dindingnya tetapi tetap mempunyai minimum pada panjang ikatannya. Hasil mana di atas yang bertahan tanpa berubah metodenya, dan angka mana yang akan berubah?
  6. Ringkaslah ketiga cara metode energi dipakai: untuk mencari kesetimbangan, untuk mencari frekuensi getarannya, dan untuk mencari apa yang diperlukan agar lepas.
Solusi

Solusi Soal 13.1.

1. r0r \to 0: ++\infty (suku r12r^{-12}); rr \to \infty: 00^-. Dinding yang curam, sebuah sumur, dan ekor yang panjang.

2. Ep=ϵ[12σ12/r13+12σ6/r7]=0E_p' = \epsilon[-12\sigma^{12}/r^{13} + 12\sigma^6/r^7] = 0 jika dan hanya jika (σ/r)6=1(\sigma/r)^6 = 1: r=σr = \sigma, Ep=ϵ(12)=ϵE_p = \epsilon(1 - 2) = -\epsilon.

3. (σ/r)12=u2(\sigma/r)^{12} = u^2: Ep=ϵ(u22u)=ϵ[(u1)21]E_p = \epsilon(u^2 - 2u) = \epsilon[(u - 1)^2 - 1], minimum pada u=1u = 1 (r=σr = \sigma) dengan nilai ϵ-\epsilon.

4. F=Ep=(12ϵ/σ)[(σ/r)13(σ/r)7]F = -E_p' = (12\epsilon/\sigma)[(\sigma/r)^{13} - (\sigma/r)^7]: positif (menolak) untuk r<σr < \sigma, negatif (menarik) di luarnya.

5. (1/1.2)6=0.335(1/1.2)^6 = 0.335, (1/1.2)12=0.112(1/1.2)^{12} = 0.112: Ep=ϵ(0.1120.670)=0.56ϵ=2.5eVE_p = \epsilon(0.112 - 0.670) = -0.56\epsilon = -2.5\,\mathrm{eV}. (1/1.2)13=0.0935(1/1.2)^{13} = 0.0935, (1/1.2)7=0.279(1/1.2)^7 = 0.279: F=(12ϵ/σ)(0.186)=2.2ϵ/σ=2.2×7.0×1019/1.27×1010=12nNF = (12\epsilon/\sigma)(-0.186) = -2.2\epsilon/\sigma = -2.2 \times 7.0\times10^{-19}/1.27\times10^{-10} = -12\,\mathrm{nN}.

6. ϵ=4.4eV=4.4×96.5=425kJ/mol\epsilon = 4.4\,\mathrm{eV} = 4.4 \times 96.5 = 425\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}, dekat dengan 431kJ/mol431\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol} yang terukur.

7. Ep=ϵ[156σ12/r1484σ6/r8]E_p'' = \epsilon[156\sigma^{12}/r^{14} - 84\sigma^6/r^8]; pada σ\sigma: 72ϵ/σ2>072\epsilon/\sigma^2 > 0: mantap.

8. Epϵ+12(72ϵ/σ2)(rσ)2E_p \approx -\epsilon + \tfrac12(72\epsilon/\sigma^2)(r - \sigma)^2: k=72ϵ/σ2k = 72\epsilon/\sigma^2.

9. k=72×7.0×1019/(1.27×1010)2=3.1×103N/mk = 72 \times 7.0\times10^{-19}/(1.27\times10^{-10})^2 = 3.1 \times 10^{3}\,\mathrm{N}/\mathrm{m}.

10. ω0=k/m=3.1×103/1.67×1027=1.4×1015rad/s\omega_0 = \sqrt{k/m} = \sqrt{3.1\times10^3/1.67\times10^{-27}} = 1.4 \times 10^{15}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}; f=2.2×1014Hzf = 2.2 \times 10^{14}\,\mathrm{Hz}; λ=c/f=1.4µm\lambda = c/f = 1.4\,\text{µ}\mathrm{m}; 1/λ=7300cm11/\lambda = 7300\,\mathrm{cm}^{-1}.

11. Faktor 2.42.4 terlalu tinggi: dinding modelnya terlalu curam (inti r12r^{-12} itu pengganti yang kasar bagi sebuah ikatan kovalen), tetapi orde besarnya — getaran inframerah pada 101410^{14} Hz — sudah tepat, dan metodenya (kelengkungan sumurnya) persis metode yang dipakai dengan potensial yang lebih baik.

12. 12kA2kBT\tfrac12 kA^2 \approx k_BT: A=2kBT/k=8.3×1021/3.1×103=1.6×1012m=0.013σA = \sqrt{2k_BT/k} = \sqrt{8.3\times 10^{-21}/3.1\times10^3} = 1.6 \times 10^{-12}\,\mathrm{m} = 0.013\sigma: ikatannya nyaris hanya menggigil.

13. vmax=Aω0=1.6×1012×1.4×1015=2.2km/sv_{\max} = A\omega_0 = 1.6\times10^{-12} \times 1.4\times10^{15} = 2.2\,\mathrm{km}/\mathrm{s}.

14. ϵ<Em<0-\epsilon < E_m < 0: kurva tertutup di sekitar (σ,0)(\sigma, 0) — getaran, terikat; Em>0E_m > 0: kurva terbuka — atomnya berpisah; Em=0E_m = 0: separatriksnya, yaitu atom yang tepat dapat mencapai tak hingga.

15. u22u=12u^2 - 2u = -\tfrac12 dengan u=(σ/r)6u = (\sigma/r)^6: u=1±1/2=1.71u = 1 \pm 1/\sqrt2 = 1.71 atau 0.2930.293; r=σu1/6r = \sigma u^{-1/6}: 0.915σ0.915\sigma dan 1.23σ1.23\sigma.

16. Titik tengahnya 1.07σ>σ1.07\sigma > \sigma: dinding luarnya lebih lunak daripada dinding dalamnya, sehingga atomnya menghabiskan lebih banyak ruang di luar; jarak rata-rata waktunya tumbuh bersama energinya — ikatan yang dipanaskan memanjang, dan zat padat memuai.

17. Lebih panjang: gaya pemulih pada sisi luarnya yang lunak lebih lemah daripada yang diandaikan hampiran harmoniknya, sehingga kembalinya memakan lebih banyak waktu.

18. ϵ/2=2.2eV=3.5×1019J\epsilon/2 = 2.2\,\mathrm{eV} = 3.5 \times 10^{-19}\,\mathrm{J}; sebagai energi kinetik di σ\sigma: v=2×3.5×1019/1.67×1027v = \sqrt{2 \times 3.5\times10^{-19}/1.67\times10^{-27}} =2.0×104m/s= 2.0 \times 10^{4}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

19. Kekekalan energi: Em>0E_m > 0 tetap >0> 0, kurvanya terbuka, dan atomnya terbang berpisah setelah satu perjumpaan. Benda ketiga (molekul lain, sebuah dinding, sebuah foton) harus membawa kelebihannya pergi.

20. W=Ep(2σ)Ep(σ)=ϵ(2122×26)+ϵ=0.97ϵ=4.3eVW = E_p(2\sigma) - E_p(\sigma) = \epsilon(2^{-12} - 2 \times 2^{-6}) + \epsilon = 0.97\epsilon = 4.3\,\mathrm{eV}, positif: tarikannya menarik atomnya masuk, jadi memacu.

21. Wluar=Ep(1.5σ)Ep(σ)=ϵ(0.00770.176)+ϵ=0.83ϵ=3.7eVW_{\text{luar}} = E_p(1.5\sigma) - E_p(\sigma) = \epsilon(0.0077 - 0.176) + \epsilon = 0.83\epsilon = 3.7\,\mathrm{eV}.

22. (1/0.9)13=3.93(1/0.9)^{13} = 3.93, (1/0.9)7=2.09(1/0.9)^7 = 2.09: F=+22ϵ/σ=+120nNF = +22\epsilon/\sigma = +120\,\mathrm{nN}, sepuluh kali tarikannya pada 1.2σ1.2\sigma: menekan sebuah ikatan sebesar 10%10\% jauh lebih mahal daripada meregangkannya sebesar 20%20\%.

23. T=ϵ/kB=7.0×1019/1.38×1023=5.1×104KT = \epsilon/k_B = 7.0\times10^{-19}/1.38\times10^{-23} = 5.1 \times 10^{4}\,\mathrm{K}. Gas sungguhan tercerai-berai jauh di bawahnya karena energinya terdistribusi: sebagian molekulnya membawa berkali-kali kBTk_BT (Bab 20).

24. Yang bertahan: kesetimbangan di minimumnya, k=Epk = E_p'' di minimumnya, energi disosiasi == kedalamannya, titik balik dari Ep=EmE_p = E_m, dan ketaksetangkupan \Rightarrow pemuaian. Yang berubah: nilai kk, nilai frekuensinya dan nilai titik baliknya.

25. Kesetimbangan: Ep=0E_p' = 0; getaran: ω02=Ep/m\omega_0^2 = E_p''/m; lepas: EmE_m dibandingkan dengan bibir sumurnya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium