Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

2Optika Geometri: Sinar, Pemantulan, Pembiasan

Sedotan yang berdiri dalam segelas air tampak patah di permukaannya; perenang yang menengadah dari dasar kolam melihat seluruh langit terperas menjadi cakram terang, dilingkari cermin lantai kolam; serat kaca yang setipis rambut membawa percakapan telepon menyeberangi samudra dengan kehilangan yang lebih kecil daripada yang diderita kawat tembaga menyeberangi jalan. Tiga hukum — cahaya merambat lurus, memantul dengan sudut sama, membelok menurut kaidah Snell — menjelaskan semuanya, dan bab ini menyatakannya secara tepat, menandai di mana ketiganya berhenti berlaku, lalu mempekerjakannya.

Sebuah prisma membelokkan berkas putih ke arah alasnya dan menguraikannya: indeks kaca bergantung pada panjang gelombang, dan ungu yang paling banyak dibelokkan.
Sebuah prisma membelokkan berkas putih ke arah alasnya dan menguraikannya: indeks kaca bergantung pada panjang gelombang, dan ungu yang paling banyak dibelokkan.

2.1 Model optika geometri

Definisi 2.1 (Sinar cahaya; medium homogen)

Dalam model optika geometri, cahaya merambat sepanjang sinar cahaya: kurva berarah yang berupa garis lurus dalam medium homogen (sifatnya sama di setiap titik) dan yang membawa energi saling bebas satu sama lain. Berkas adalah seikat sinar; sumber titik memancarkan sinar ke segala arah.

Definisi 2.2 (Indeks bias)

Medium bening meneruskan cahaya; di dalamnya cahaya merambat dengan laju v<cv < c. Indeks biasnya adalah

n=cv1.n = \frac{c}{v} \geq 1 .

Hampa: n=1n = 1; udara: 1.00031.0003; air: 1.331.33; kaca biasa: 1.51.5 sampai 1.61.6; intan: 2.422.42. Gelombang berfrekuensi ν\nu tetap memegang frekuensinya ketika memasuki medium, sehingga panjang gelombangnya menyusut dari λ0=c/ν\lambda_0 = c/\nu di hampa menjadi λ=λ0/n\lambda = \lambda_0/n.

Catatan 2.3 (Dispersi)

Di dalam materi indeksnya sedikit bergantung pada panjang gelombang — mediumnya dispersif. Untuk kaca di daerah tampak, hukum empiris Cauchy n(λ)=A+B/λ2n(\lambda) = A + B/\lambda^2 cocok dengan baik: nn lebih besar untuk biru daripada untuk merah, selisihnya sekitar 0.010.01 sampai 0.020.02. Prisma dan pelangi, di penghujung bab ini, hidup dari selisih itu.

Catatan 2.4 (Batas model)

Cahaya adalah gelombang, dan gelombang yang melewati celah selebar aa melebar dengan sudut berorde λ/a\lambda/a (difraksi, Bab 5). Sinar merupakan gambaran yang baik selama setiap celah, lensa dan penghalang jauh lebih besar daripada panjang gelombangnya (0.40.4\, sampai 0.8µm0.8\,\text{µ}\mathrm{m} untuk cahaya tampak): lubang 1mm1\,\mathrm{mm} melebarkan berkas sebesar 10310^{-3} radian, dapat diabaikan di atas meja kerja; lubang 1µm1\,\text{µ}\mathrm{m} melebarkannya ke seluruh setengah ruang, dan tak ada gambaran sinar yang bertahan. Inti 9µm9\,\text{µ}\mathrm{m} sebuah serat telekomunikasi moda tunggal sudah berada di luar jangkauan model ini.

Proposisi 2.5 (Jalan balik cahaya)

Lintasan sebuah sinar tidak bergantung pada arah rambat cahaya yang menempuhnya: jika cahaya berjalan dari AA ke BB menyusuri sebuah lintasan, cahaya dari BB menempuh lintasan yang sama menuju AA.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

2.2 Pemantulan dan pembiasan

Definisi 2.6 (Datangnya sinar)

Sinar yang menemui permukaan pemisah dua medium (sebuah permukaan bias) di titik II membentuk terhadap garis normal permukaan di II sebuah sudut datang i1i_1. Bidang datang memuat sinar datang dan garis normalnya.

Teorema 2.7 (Hukum pemantulan dan pembiasan (Snell–Descartes))

Pada permukaan antara medium berindeks n1n_1 (sisi datang) dan n2n_2:

  1. sinar pantul dan sinar bias terletak di bidang datang;
  2. sinar pantul membentuk terhadap garis normal sudut i1=i1i_1' = i_1, di sisi seberang garis normal;
  3. sinar bias membentuk terhadap garis normal sudut i2i_2 sedemikian sehingga

    n1sini1=n2sini2.n_1 \sin i_1 = n_2 \sin i_2 .

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 2.8 (Dari mana hukum-hukum itu datang)

Kedua hukum itu menyusul dari asas Fermat: di antara dua titik, cahaya menempuh lintasan dengan waktu tempuh terkecil. Pemantulan dengan sudut sama adalah lintasan patah terpendek yang menyentuh cermin; hukum Snell adalah lintasan yang menukar rute lebih panjang di medium cepat dengan rute lebih pendek di medium lambat (Latihan 2.12). Dalam volume Tahun ke-2 kedua hukum itu diturunkan dari sifat gelombang cahaya di sebuah antarmuka.

Pemantulan dan pembiasan pada permukaan antara dua medium. Sinar biasnya membelok mendekati garis normal ketika n_2 > n_1; ketiga sinar dan garis normalnya terletak pada satu bidang, yaitu bidang gambar ini.
Pemantulan dan pembiasan pada permukaan antara dua medium. Sinar biasnya membelok mendekati garis normal ketika n2>n1n_2 > n_1; ketiga sinar dan garis normalnya terletak pada satu bidang, yaitu bidang gambar ini.

Proposisi 2.9 (Ke mana sinarnya membelok)

Ketika memasuki medium yang lebih membiaskan (n2>n1n_2 > n_1), sebuah sinar membelok mendekati garis normal (i2<i1i_2 < i_1); ketika memasuki medium yang kurang membiaskan, ia membelok menjauhinya (i2>i1i_2 > i_1). Sinar yang berimpit dengan garis normal lewat tanpa dibelokkan.

Bukti. sini2=(n1/n2)sini1\sin i_2 = (n_1/n_2)\sin i_1 dengan sin\sin yang naik pada [0,π/2][0, \pi/2].

Contoh 2.10 (Kedalaman semu)

Sekeping uang logam terletak pada kedalaman hh di dalam air (n=1.33n = 1.33), dilihat hampir tegak lurus dari atas. Sinar dari uang itu mencapai permukaan dengan sudut kecil i2i_2 (di dalam air) lalu keluar pada i1i_1 dengan sini1=nsini2\sin i_1 = n\sin i_2; untuk sudut kecil i1ni2i_1 \approx n\,i_2. Mata memperpanjang sinar yang keluar itu ke belakang: uangnya seolah datang dari kedalaman hh' dengan tani1x/h\tan i_1 \approx x/h' dan tani2x/h\tan i_2 \approx x/h untuk titik permukaan yang sama pada jarak xx dari garis tegak, sehingga h=hi2/i1=h/nh' = h\,i_2/i_1 = h/n. Kolam sedalam 2.0m2.0\,\mathrm{m} tampak sedalam 1.5m1.5\,\mathrm{m}; ikan melihat pemancing 1.331.33 kali lebih tinggi daripada tingginya yang sebenarnya.

Teorema 2.11 (Pemantulan sempurna)

Cahaya yang berjalan dari medium berindeks n1n_1 menuju medium yang kurang membiaskan (n2<n1n_2 < n_1) hanya dibiaskan jika i1ici_1 \leq i_c, dengan sudut kritis yang memenuhi

sinic=n2n1.\sin i_c = \frac{n_2}{n_1} .

Untuk i1>ici_1 > i_c tidak ada sinar bias: permukaannya memantulkan seluruh cahaya — pemantulan sempurna.

Bukti. Hukum Snell menuntut sini2=(n1/n2)sini1>sini1\sin i_2 = (n_1/n_2)\sin i_1 > \sin i_1; nilai ini melampaui 11 begitu sini1>n2/n1\sin i_1 > n_2/n_1, dan setelah itu tak ada sudut i2i_2 yang ada. Pada i1=ici_1 = i_c sinar biasnya menyusur permukaan (i2=90i_2 = 90^\circ). Bahwa seluruh energinya lalu dipantulkan adalah pernyataan tentang intensitas, yang tak ditangani optika geometri; pembahasan gelombang dalam volume Tahun ke-2 membenarkannya.

Sinar-sinar dari sumber S di dalam air. Di bawah sudut kritis (i_c = 48.8 untuk air–udara) sebagian cahayanya keluar; pada i_c sinar biasnya menyusur permukaan; di atasnya, permukaan itu menjadi cermin sempurna — cakram langit terang si perenang dibatasi oleh sudut itu.
Sinar-sinar dari sumber SS di dalam air. Di bawah sudut kritis (ic=48.8i_c = 48.8^\circ untuk air–udara) sebagian cahayanya keluar; pada ici_c sinar biasnya menyusur permukaan; di atasnya, permukaan itu menjadi cermin sempurna — cakram langit terang si perenang dibatasi oleh sudut itu.

Contoh 2.12 (Intan dan perenang)

Kaca–udara: sinic=1/1.5\sin i_c = 1/1.5, ic=41.8i_c = 41.8^\circ, yang menjelaskan mengapa prisma 4545^\circ memantulkan sempurna dan menggantikan cermin di dalam teropong. Intan–udara: ic=24.4i_c = 24.4^\circ; intan yang diasah memerangkap cahaya yang masuk lewat bagian atasnya dan mengirimkan hampir seluruhnya kembali ke luar lewat atas — kilaunya adalah pemantulan sempurna, apinya adalah dispersi. Air–udara: ic=48.8i_c = 48.8^\circ; menengadah, penyelam melihat seluruh langit di dalam kerucut bersetengah sudut 48.848.8^\circ (“jendela Snell”) dan lantai kolam yang terpantul di luarnya.

2.3 Serat optik

Definisi 2.13 (Serat indeks tangga)

Serat optik indeks tangga adalah inti kaca berbentuk tabung berindeks n1n_1 yang dibungkus selubung berindeks n2n_2 yang sedikit lebih rendah. Cahaya yang memasuki intinya di dalam kerucut bersetengah sudut θa\theta_a di sekitar sumbunya dituntun oleh pemantulan sempurna berturut-turut pada permukaan inti–selubung. Apertur numeriknya adalah NA=sinθa\mathrm{NA} = \sin\theta_a.

Proposisi 2.14 (Kerucut penerimaan dan pemuluran antarmoda)

Untuk serat yang muka masuknya berada di udara,

sinθa=n12n22.\sin\theta_a = \sqrt{n_1^2 - n_2^2} .

Sepanjang panjang LL, sinar terpandu yang menyusuri sumbu dan sinar terpandu yang paling curam tiba dengan selisih waktu

Δt=Ln1c(n1n21)\Delta t = \frac{L\,n_1}{c}\left(\frac{n_1}{n_2} - 1\right)

di antara keduanya (dispersi antarmoda).

Bukti. Sinar yang masuk dengan sudut θ\theta terhadap sumbu dibiaskan menjadi θ\theta' dengan sinθ=n1sinθ\sin\theta = n_1\sin\theta' lalu menemui selubungnya dengan sudut datang i=90θi = 90^\circ - \theta'. Penuntunan menuntut sinin2/n1\sin i \geq n_2/n_1, yaitu cosθn2/n1\cos\theta' \geq n_2/n_1, yaitu sinθ1n22/n12\sin\theta' \leq \sqrt{1 - n_2^2/n_1^2}; kalikan dengan n1n_1. Sinar sumbunya menempuh LL dengan laju c/n1c/n_1: t0=Ln1/ct_0 = Ln_1/c. Sinar paling curam berkelok dengan sudut θmax\theta'_{\max} dengan cosθmax=n2/n1\cos\theta'_{\max} = n_2/n_1; lintasannya L/cosθmax=Ln1/n2L/\cos\theta'_{\max} = L n_1/n_2, sehingga t1=Ln12/(n2c)t_1 = L n_1^2/(n_2 c), dan Δt=t1t0\Delta t = t_1 - t_0.

Serat indeks tangga. Sinar yang masuk di dalam kerucut penerimaan bersetengah sudut _a menemui selubungnya dengan sudut datang i ≥ i_c dan dituntun oleh pemantulan sempurna; sinar sumbunya menempuh rute terpendek, sinar terpandu yang paling curam rute terpanjang — sebuah pulsa meluruh melebar dalam waktu.
Serat indeks tangga. Sinar yang masuk di dalam kerucut penerimaan bersetengah sudut θa\theta_a menemui selubungnya dengan sudut datang iici \geq i_c dan dituntun oleh pemantulan sempurna; sinar sumbunya menempuh rute terpendek, sinar terpandu yang paling curam rute terpanjang — sebuah pulsa meluruh melebar dalam waktu.

Contoh 2.15 (Angka-angka sebuah serat telekomunikasi)

n1=1.480n_1 = 1.480, n2=1.465n_2 = 1.465: NA=2.1902.146=0.21\mathrm{NA} = \sqrt{2.190 - 2.146} = 0.21, θa=12\theta_a = 12^\circ; ic=81.8i_c = 81.8^\circ, sehingga sinar terpandu tetap berada dalam 8.28.2^\circ dari sumbunya. Pemuluran antarmoda: Δt/L=(1.48/c)(1.48/1.4651)=51ns/km\Delta t/L = (1.48/c)(1.48/1.465 - 1) = 51\,\mathrm{ns}/\mathrm{km}. Sepanjang 2km2\,\mathrm{km} sebuah pulsa melebar sebesar 0.1µs0.1\,\text{µ}\mathrm{s}, yang membatasi laju bitnya di sekitar 5Mbit/s5\,\mathrm{Mbit}/\mathrm{s}: soal akhir pekan mengikuti keterbatasan ini sampai ke obatnya, yaitu serat moda tunggal.

2.4 Cermin datar

Proposisi 2.16 (Bayangan pada cermin datar)

Semua sinar dari sebuah titik AA yang dipantulkan cermin datar seolah datang dari titik AA' yang setangkup terhadap AA relatif terhadap bidang cerminnya: AA' adalah bayangan AA. Bayangan itu maya (tak ada cahaya yang melaluinya) dan cerminnya stigmatik secara ketat: setiap titik mempunyai bayangan titik yang eksak.

Bukti. Sinar dari AA yang mengenai cermin di II dengan sudut datang ii keluar pada ii di sisi seberang garis normal. Garis pantulnya dan garis normal di II membentuk sudut ii, sebagaimana garis IAIA; oleh kesetangkupan terhadap bidang cermin, garis pantulnya adalah bayangan cermin garis IAIA, sehingga ia melalui titik setangkup AA' — untuk setiap II.

Proposisi 2.17 (Memutar sebuah cermin)

Memutar cermin datar sebesar sudut α\alpha terhadap sumbu yang terletak pada bidangnya dan tegak lurus bidang datang memutar sinar pantulnya sebesar 2α2\alpha.

Bukti. Garis normalnya berputar sebesar α\alpha, sehingga sudut datangnya berubah dari ii menjadi i+αi + \alpha; sinar pantulnya, yang berada pada i+αi + \alpha di sisi seberang garis normal yang baru, telah bergeser sebesar α\alpha (normal) +α+ \alpha (sudut) =2α= 2\alpha dari arahnya yang lama.

Contoh 2.18 (Tuas sang galvanometer)

Cermin mungil yang dilekatkan pada kumparan sebuah galvanometer, disinari lampu dan melemparkan bintik cahaya pada skala sejauh 2m2\,\mathrm{m}: perputaran kumparan sebesar 1mrad1\,\mathrm{mrad} menggeser bintiknya sebesar 2×103×2m=4mm2 \times 10^{-3} \times 2\,\mathrm{m} = 4\,\mathrm{mm} — sebuah tuas optik yang memperbesar tanpa gesekan, asas galvanometer cermin dan pemindai laser.

2.5 Prisma

Proposisi 2.19 (Rumus prisma)

Sinar yang melintasi prisma bersudut puncak AA dan berindeks nn di udara, pada bidang yang tegak lurus rusuknya, dengan sudut ii (masuk), rr, rr' (di dalam) dan ii' (keluar) yang diukur dari garis-garis normalnya, memenuhi

sini=nsinr,r+r=A,sini=nsinr,\sin i = n \sin r, \qquad r + r' = A, \qquad \sin i' = n \sin r',

dan dideviasikan sebesar D=i+iAD = i + i' - A. Deviasinya minimum ketika lintasannya setangkup, i=ii = i', r=r=A/2r = r' = A/2; maka

n=sinA+Dmin2sinA2.n = \frac{\sin\frac{A + D_{\min}}{2}}{\sin\frac{A}{2}} .

Bukti. Hukum Snell pada tiap muka; r+r=Ar + r' = A karena kedua garis normalnya membentuk sudut AA (segi empat yang dibentuk puncaknya, kedua titik datang dan perpotongan garis-garis normalnya). Deviasi totalnya (ir)+(ir)=i+iA(i - r) + (i' - r') = i + i' - A. Oleh jalan balik cahaya, deviasinya adalah fungsi yang sama dari ii maupun dari ii'; jika minimumnya terjadi pada i0i0i_0 \neq i_0' ia juga akan terjadi pada sudut datang terbalik i0i_0', sehingga ada dua minimum, yang dilarang oleh sifat monoton D(i)D(i) pada tiap sisi minimumnya: minimumnya berada di i=ii = i'. Maka r=r=A/2r = r' = A/2 dan Dmin=2iAD_{\min} = 2i - A; menyubstitusikan i=(A+Dmin)/2i = (A + D_{\min})/2 ke sini=nsin(A/2)\sin i = n\sin(A/2) memberi rumusnya.

Sinar yang melewati prisma bersudut puncak A: dibiaskan ke arah alasnya saat masuk dan sekali lagi saat keluar, ia dideviasikan sebesar D = i + i' - A dari arahnya semula (garis putus-putus). Digambar pada deviasi minimum, sehingga lintasannya setangkup.
Sinar yang melewati prisma bersudut puncak AA: dibiaskan ke arah alasnya saat masuk dan sekali lagi saat keluar, ia dideviasikan sebesar D=i+iAD = i + i' - A dari arahnya semula (garis putus-putus). Digambar pada deviasi minimum, sehingga lintasannya setangkup.

Contoh 2.20 (Mengukur sebuah indeks)

Prisma 6060^\circ diputar sampai deviasi berkas kuning menjadi terkecil: Dmin=38.9D_{\min} = 38.9^\circ. Maka n=sin49.45/sin30=0.760/0.500=1.52n = \sin 49.45^\circ/\sin 30^\circ = 0.760/0.500 = 1.52. Deviasi minimum adalah cara baku mengukur indeks sebuah kaca — minimumnya yang tajam, ditemukan dengan memutar prismanya maju mundur, tidak peka terhadap salah setel yang kecil.

Catatan 2.21 (Prisma tipis dan spektroskop)

Untuk AA kecil dan sudut datang kecil, sinusnya sama dengan sudutnya dan D(n1)AD \approx (n - 1)A, bebas dari ii: prisma tipis mendeviasikan setiap sinar dengan sudut yang sama — sebuah baji kaca adalah “prisma” yang membelokkan cahaya, dan lensa kelak ternyata merupakan tumpukan baji semacam itu. Karena nn bergantung pada λ\lambda, deviasinya pun bergantung: prisma menguraikan cahaya putih menjadi spektrum (biru paling dideviasikan), jantung spektroskop prisma.

2.6 Pelangi

Contoh 2.22 (Pelangi Descartes)

Sinar matahari memasuki tetes hujan berbentuk bola dengan sudut datang ii, dibiaskan (sini=nsinr\sin i = n\sin r), memantul satu kali pada permukaan belakangnya, lalu keluar setelah pembiasan kedua. Tiap pembiasan mendeviasikannya sebesar iri - r, pemantulan dalamnya sebesar π2r\pi - 2r: deviasi totalnya D(i)=π+2i4rD(i) = \pi + 2i - 4r. Sinar memenuhi tetesnya pada setiap ii; pengamat melihat cahaya paling terang di tempat banyak sinar keluar dengan arah yang nyaris sama, yaitu di tempat DD stasioner:  ⁣dD/ ⁣di=24 ⁣dr/ ⁣di=0\dd D/\dd i = 2 - 4\,\dd r/\dd i = 0. Dengan menurunkan hukum Snell, cosi=ncosr ⁣dr/ ⁣di\cos i = n\cos r\,\dd r/\dd i, sehingga syaratnya berbunyi 2cosi=ncosr2\cos i = n\cos r; dikuadratkan dan dengan memakai n2cos2r=n2sin2i=n21+cos2in^2\cos^2 r = n^2 - \sin^2 i = n^2 - 1 + \cos^2 i diperoleh

cos2i=n213.\cos^2 i = \frac{n^2 - 1}{3} .

Untuk air, n=1.333n = 1.333: i=59.4i = 59.4^\circ, r=40.2r = 40.2^\circ, Dmin=137.9D_{\min} = 137.9^\circ. Cahayanya kembali ke sisi Matahari pada 180137.9=42180^\circ - 137.9^\circ = 42^\circ dari arah antimatahari: pelangi adalah kerucut bersetengah sudut 4242^\circ di sekitar bayang-bayang kepala pengamat. Merah (n=1.331n = 1.331) duduk pada 42.442.4^\circ, ungu (n=1.343n = 1.343) pada 40.640.6^\circ — merah di luar, ungu di dalam.

Sinar Descartes yang menembus tetes hujan: dua pembiasan dan satu pemantulan dalam. Di dekat i = 59 deviasi D bersifat stasioner pada 138, sehingga sinar menumpuk di sana: pelangi utama, 42 dari titik yang berseberangan dengan Matahari.
Sinar Descartes yang menembus tetes hujan: dua pembiasan dan satu pemantulan dalam. Di dekat i=59i = 59^\circ deviasi DD bersifat stasioner pada 138138^\circ, sehingga sinar menumpuk di sana: pelangi utama, 4242^\circ dari titik yang berseberangan dengan Matahari.

2.7 Latihan

Latihan 2.1

Hitunglah laju cahaya di dalam air (n=1.33n = 1.33), di dalam kaca (1.501.50) dan di dalam intan (2.422.42). Berapa lama cahaya menempuh 1.0km1.0\,\mathrm{km} serat berindeks 1.481.48?

Solusi

Solusi Latihan 2.1.

v=c/nv = c/n: air 2.26×108m/s2.26 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, kaca 2.00×108m/s2.00 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, intan 1.24×108m/s1.24 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Serat: t=nL/c=1.48×103/3.00×108=4.9µst = nL/c = 1.48 \times 10^3/3.00\times10^8 = 4.9\,\text{µ}\mathrm{s}.

Latihan 2.2

Sinar di udara menemui air (n=1.33n = 1.33) pada 3030^\circ, lalu pada 6060^\circ dari garis normalnya: carilah sudut biasnya. Sinar di dalam air menemui permukaannya pada 5050^\circ: apa yang terjadi?

Solusi

Solusi Latihan 2.2.

sini2=sini1/1.33\sin i_2 = \sin i_1/1.33: 3022.130^\circ \to 22.1^\circ; 6040.660^\circ \to 40.6^\circ. Dari dalam air pada 5050^\circ: 1.33sin50=1.02>11.33\sin 50^\circ = 1.02 > 1, tak ada sinar bias — pemantulan sempurna (ic=48.8i_c = 48.8^\circ).

Latihan 2.3

Hitunglah sudut kritis untuk kaca–udara (n=1.50n = 1.50), intan–udara (2.422.42) dan air–udara (1.331.33). Berapa garis tengah sudut cakram langit yang dilihat seorang penyelam?

Solusi

Solusi Latihan 2.3.

ic=arcsin(1/n)i_c = \arcsin(1/n): kaca 41.841.8^\circ, intan 24.424.4^\circ, air 48.848.8^\circ. Cakram langitnya membentang 2×48.8=97.52 \times 48.8^\circ = 97.5^\circ.

Latihan 2.4

Seseorang setinggi 1.70m1.70\,\mathrm{m}, matanya 10cm10\,\mathrm{cm} di bawah puncak kepalanya, berdiri di depan cermin dinding yang tegak. Carilah cermin terkecil (tingginya, dan letak kedua tepinya di atas lantai) yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. Apakah jawabannya bergantung pada jaraknya ke cermin?

Solusi

Solusi Latihan 2.4.

Matanya pada 1.60m1.60\,\mathrm{m}. Sinar dari kakinya mencapai mata setelah memantul pada separuh tinggi matanya, 0.80m0.80\,\mathrm{m}; sinar dari puncak kepalanya memantul di tengah antara puncak dan mata, pada 1.65m1.65\,\mathrm{m}. Cermin dari 0.80m0.80\,\mathrm{m} sampai 1.65m1.65\,\mathrm{m}: tingginya 0.85m0.85\,\mathrm{m}, separuh tinggi badannya — bebas dari jaraknya (kaidah titik tengah berlaku pada jarak berapa pun).

Latihan 2.5 ★★

Sekeping uang logam terletak 1.2m1.2\,\mathrm{m} di dalam kolam; pada kedalaman berapa ia tampak bagi orang yang melihat dari atas? Mata seorang pemancing berada 1.8m1.8\,\mathrm{m} di atas air: setinggi apa matanya tampak bagi ikan yang menengadah? Berikan alasan keduanya dengan sinar bersudut kecil.

Solusi

Solusi Latihan 2.5.

Untuk sudut kecil: kedudukan semunya h=h/nh' = h/n bila dilihat dari medium yang lebih renggang, dan h=nhh' = nh dari medium yang lebih rapat. Uang logam: 1.2/1.33=0.90m1.2/1.33 = 0.90\,\mathrm{m}. Pemancing: 1.33×1.8=2.4m1.33 \times 1.8 = 2.4\,\mathrm{m}. Alasannya: untuk titik permukaan pada jarak mendatar xx, tani2i2=x/h\tan i_2 \approx i_2 = x/h dan tani1i1=x/h\tan i_1 \approx i_1 = x/h' dengan i1=ni2i_1 = n i_2.

Latihan 2.6 ★★

Sebuah prisma mempunyai A=60A = 60^\circ dan n=1.52n = 1.52. Hitunglah deviasi minimumnya. Tunjukkan bahwa sinar hanya dapat keluar dari muka kedua jika A2icA \leq 2 i_c, lalu periksalah bahwa prisma ini memenuhinya.

Solusi

Solusi Latihan 2.6.

sinA+Dmin2=1.52sin30=0.760\sin\frac{A + D_{\min}}{2} = 1.52\sin 30^\circ = 0.760, sehingga A+Dmin2=49.5\frac{A + D_{\min}}{2} = 49.5^\circ, Dmin=38.9D_{\min} = 38.9^\circ. Agar keluar diperlukan ricr' \leq i_c; selain itu sinr=sini/n1/n\sin r = \sin i/n \leq 1/n memberi ricr \leq i_c; jadi A=r+r2icA = r + r' \leq 2i_c. Di sini ic=arcsin(1/1.52)=41.1i_c = \arcsin(1/1.52) = 41.1^\circ, 2ic=82.3>602i_c = 82.3^\circ > 60^\circ: memenuhi.

Latihan 2.7 ★★

Serat indeks tangga mempunyai n1=1.50n_1 = 1.50, n2=1.48n_2 = 1.48. Hitunglah apertur numeriknya, sudut penerimaannya, selisih waktu antarmoda tiap kilometer, dan laju bit maksimum yang dihasilkannya sepanjang 1km1\,\mathrm{km} (ambil Bmax1/(2Δt)B_{\max} \approx 1/(2\Delta t)).

Solusi

Solusi Latihan 2.7.

NA=1.5021.482=0.0596=0.244\mathrm{NA} = \sqrt{1.50^2 - 1.48^2} = \sqrt{0.0596} = 0.244, θa=14.1\theta_a = 14.1^\circ. Δt/L=(1.50/c)(1.50/1.481)=5.0×109×0.0135=68ns/km\Delta t/L = (1.50/c)(1.50/1.48 - 1) = 5.0\times10^{-9} \times 0.0135 = 68\,\mathrm{ns}/\mathrm{km}. Sepanjang 1km1\,\mathrm{km}: Bmax1/(2×68ns)=7.4Mbit/sB_{\max} \approx 1/(2 \times 68\,\mathrm{ns}) = 7.4\,\mathrm{Mbit}/\mathrm{s}.

Latihan 2.8 ★★

Prisma tipis bersudut puncak 1010^\circ mempunyai n=1.510n = 1.510 untuk merah dan 1.5301.530 untuk biru. Hitunglah deviasi tiap warnanya dan lebar sudut spektrum yang dihasilkannya.

Solusi

Solusi Latihan 2.8.

D(n1)AD \approx (n - 1)A: merah 0.510×10=5.100.510 \times 10^\circ = 5.10^\circ, biru 5.305.30^\circ; lebar spektrumnya 0.200.20^\circ.

Latihan 2.9 ★★

Sinar menemui pelat kaca bermuka sejajar (n=1.50n = 1.50, tebal e=2.0cme = 2.0\,\mathrm{cm}) pada 4545^\circ. Tunjukkan bahwa ia keluar sejajar dengan arah datangnya, tergeser ke samping sebesar d=esin(ir)/cosrd = e\,\sin(i - r)/\cos r, lalu hitunglah dd.

Solusi

Solusi Latihan 2.9.

Masuk: sinr=sin45/1.5=0.471\sin r = \sin 45^\circ/1.5 = 0.471, r=28.1r = 28.1^\circ. Kedua mukanya sejajar, sehingga sudut datang pada muka kedua adalah rr dan sini=nsinr=sini\sin i' = n\sin r = \sin i: i=ii' = i, sinar keluarnya sejajar dengan sinar datangnya. Sepanjang lintasan di dalamnya yang panjangnya e/cosre/\cos r, geseran tegak lurusnya adalah (e/cosr)sin(ir)(e/\cos r)\sin(i - r): d=2.0×sin16.9/cos28.1=0.66cmd = 2.0 \times \sin 16.9^\circ/\cos 28.1^\circ = 0.66\,\mathrm{cm}.

Latihan 2.10 ★★★

Pelangi sekunder berasal dari sinar yang dipantulkan dua kali di dalam tetesnya. Tunjukkan bahwa D=2π+2i6rD = 2\pi + 2i - 6r, bahwa deviasi stasionernya memenuhi cos2i=(n21)/8\cos^2 i = (n^2 - 1)/8, lalu hitunglah sudut pelangi sekunder dari arah antimatahari untuk n=1.333n = 1.333. Di mana letaknya relatif terhadap pelangi utama, dan dalam urutan apa warnanya?

Solusi

Solusi Latihan 2.10.

Dua pembiasan (2(ir)2(i - r)) dan dua pemantulan (2(π2r)2(\pi - 2r)): D=2π+2i6rD = 2\pi + 2i - 6r.  ⁣dD/ ⁣di=26cosi/(ncosr)=0\dd D/\dd i = 2 - 6\cos i/(n\cos r) = 0 memberi 3cosi=ncosr3\cos i = n\cos r, 9cos2i=n21+cos2i9\cos^2 i = n^2 - 1 + \cos^2 i, cos2i=(n21)/8\cos^2 i = (n^2 - 1)/8. n=1.333n = 1.333: cos2i=0.0971\cos^2 i = 0.0971, i=71.8i = 71.8^\circ, sinr=0.950/1.333\sin r = 0.950/1.333, r=45.5r = 45.5^\circ, D=360+143.7272.8=230.9D = 360^\circ + 143.7^\circ - 272.8^\circ = 230.9^\circ: pelanginya berada pada 230.9180=51230.9^\circ - 180^\circ = 51^\circ dari titik antimatahari, di luar pelangi utama (4242^\circ). Merah (n=1.331n = 1.331) pada 50.450.4^\circ, ungu (1.3431.343) pada 53.653.6^\circ: warnanya terbalik, ungu di luar.

Latihan 2.11 ★★★

Di atas jalan yang panas, udara tepat di atas aspalnya berindeks npanas=1.00026n_{\text{panas}} = 1.00026, udara yang lebih sejuk di atasnya nsejuk=1.00029n_{\text{sejuk}} = 1.00029. Modelkan lapisannya sebagai antarmuka tajam: carilah sudut susur kritis (diukur dari jalannya) yang di bawahnya sinar dari langit dipantulkan sempurna ke atas. Mata pengemudi berada 1.2m1.2\,\mathrm{m} di atas jalan: di luar jarak berapa jalannya tampak seperti air?

Solusi

Solusi Latihan 2.11.

sinic=1.00026/1.00029=0.99997\sin i_c = 1.00026/1.00029 = 0.99997, ic=89.56i_c = 89.56^\circ: sinar dalam 0.44=7.7mrad0.44^\circ = 7.7\,\mathrm{mrad} dari permukaan jalan dipantulkan sempurna (secara umum, sudut susurnya 2Δn/n\approx \sqrt{2\Delta n/n}). Dari ketinggian 1.2m1.2\,\mathrm{m}, garis pandangnya menyusur dengan sudut ini di luar jarak 1.2/0.0077160m1.2/0.0077 \approx 160\,\mathrm{m}: jalan di sana memantulkan langit — “genangan air” itu.

Latihan 2.12 ★★★

Titik AA (setinggi aa di atas sebuah antarmuka) dan BB (sedalam bb di bawahnya) terpisah mendatar sejauh dd; cahaya merambat dengan v1v_1 di atas dan v2v_2 di bawah. Tuliskan waktu tempuh lintasan patah yang melalui titik antarmuka pada kedudukan mendatar xx, lalu tunjukkan bahwa waktunya stasioner tepat ketika sini1/v1=sini2/v2\sin i_1/v_1 = \sin i_2/v_2hukum Snell.

Solusi

Solusi Latihan 2.12.

t(x)=a2+x2v1+b2+(dx)2v2t(x) = \dfrac{\sqrt{a^2 + x^2}}{v_1} + \dfrac{\sqrt{b^2 + (d - x)^2}}{v_2}; t(x)=xv1a2+x2dxv2b2+(dx)2=sini1v1sini2v2t'(x) = \dfrac{x}{v_1\sqrt{a^2 + x^2}} - \dfrac{d - x}{v_2\sqrt{b^2 + (d - x)^2}} = \dfrac{\sin i_1}{v_1} - \dfrac{\sin i_2}{v_2}, yang nol tepat ketika sini1/v1=sini2/v2\sin i_1/v_1 = \sin i_2/v_2, yaitu n1sini1=n2sini2n_1\sin i_1 = n_2\sin i_2 dengan n=c/vn = c/v.

Pelangi ganda: pelangi utama pada 42 dengan merah di luar, pelangi sekunder yang lebih pucat pada 51 dengan warna yang terbalik, dan pita gelap Alexander di antara keduanya — pembiasan, pemantulan dan dispersi di dalam setiap tetesnya.
Pelangi ganda: pelangi utama pada 4242{}^{\circ} dengan merah di luar, pelangi sekunder yang lebih pucat pada 5151{}^{\circ} dengan warna yang terbalik, dan pita gelap Alexander di antara keduanya — pembiasan, pemantulan dan dispersi di dalam setiap tetesnya.

2.8 Soal: Sambungan serat optik

Soal 2.1

Soal akhir pekan — seutas benang kaca di bawah laut: sejauh dan secepat apa sebuah pulsa cahaya dapat membawa satu bit sebelum geometri, kaca dan dispersi mengaburkannya

Sebuah sambungan memakai serat indeks tangga dengan inti n1=1.480n_1 = 1.480, selubung n2=1.465n_2 = 1.465, jari-jari inti a=25µma = 25\,\text{µ}\mathrm{m}, pada panjang gelombang λ0=1550nm\lambda_0 = 1550\,\mathrm{nm}. Data: c=3.00×108m/sc = 3.00 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

Bagian I — Cahaya di dalam kaca.

  1. Definisikan indeksnya lalu hitunglah laju cahaya di dalam intinya.
  2. Berapa lama sebuah pulsa menempuh 50km50\,\mathrm{km} menyusuri sumbunya?
  3. Hitunglah frekuensi cahayanya dan panjang gelombangnya di dalam inti.
  4. Mengapa intinya dibungkus kaca berindeks lebih rendah dan bukan dibiarkan telanjang di udara, yang justru memberi tangga indeks lebih besar?

Bagian II — Penuntunan.

  1. Hitunglah sudut kritis pada permukaan inti–selubung.
  2. Simpulkan sudut terbesar yang dapat dibentuk sinar terpandu terhadap sumbunya.
  3. Sinar masuk lewat muka ujung yang datar dari udara dengan sudut θ\theta terhadap sumbunya. Tunjukkan bahwa ia terpandu jika sinθn12n22\sin\theta \leq \sqrt{n_1^2 - n_2^2}, lalu hitunglah sudut penerimaannya θa\theta_a.
  4. Berikan apertur numeriknya. Mengapa tangga indeks yang lebih besar membuat serat itu lebih mudah diberi cahaya?
  5. Seratnya dilengkungkan menyusuri lingkaran berjari-jari RbR_b. Tinjaulah sinar yang berjalan sejajar sumbunya menyusuri tepi dalam intinya: tunjukkan bahwa ia menemui dinding luarnya dengan sudut datang ii yang memenuhi sini=Rb/(Rb+2a)\sin i = R_b/(R_b + 2a), lalu carilah RbR_b terkecil yang masih menuntunnya.

Bagian III — Dispersi antarmoda.

  1. Nyatakan waktu tempuh sinar sumbu dan sinar terpandu yang paling curam sepanjang panjang LL.
  2. Simpulkan pemuluran Δt\Delta t tiap kilometer, dan nilainya sepanjang L=2kmL = 2\,\mathrm{km}.
  3. Satu bit adalah pulsa pendek; dua pulsa berurutan harus tetap terpisah sekurang-kurangnya 2Δt2\Delta t agar dapat dibedakan. Taksirlah laju bit maksimum sepanjang 2km2\,\mathrm{km}.
  4. Tunjukkan bahwa hasil kali (laju bit) ×\times (panjang) tetap untuk serat ini, lalu hitunglah dalam Mbits1km\mathrm{Mbit}\,\mathrm{s}^{-1}\,\mathrm{km}.
  5. Dalam serat indeks berjenjang, indeksnya menurun mulus dari sumbu ke luar. Jelaskan secara kualitatif mengapa hal ini mengurangi pemuluran antarmoda.
  6. Serat moda tunggal bergaris tengah inti sekitar 9µm9\,\text{µ}\mathrm{m}. Bandingkan dengan λ0\lambda_0 lalu jelaskan mengapa model sinar tak dapat menggambarkannya; apa yang diperoleh?

Bagian IV — Redaman dan dispersi kromatik. Seratnya meredam dayanya sebesar α=0.20dB/km\alpha = 0.20\,\mathrm{dB}/\mathrm{km} pada 1550nm1550\,\mathrm{nm}: P(L)=P010αL/10P(L) = P_0\,10^{-\alpha L/10}. Pemancarnya melepaskan P0=1.0mWP_0 = 1.0\,\mathrm{mW}; penerimanya memerlukan sekurang-kurangnya Pmin=1.0µWP_{\min} = 1.0\,\text{µ}\mathrm{W}. Karena nn bergantung pada λ\lambda, dua panjang gelombang merambat dengan laju yang sedikit berbeda: sumber berlebar spektrum Δλ\Delta\lambda memberi pemuluran pulsa Δtc=DΔλL\Delta t_c = D\,\Delta\lambda\,L dengan D=17ps/(nmkm)D = 17\,\mathrm{ps}/(\mathrm{nm}\,\mathrm{km}).

  1. Berapa bagian dayanya yang bertahan sepanjang 100km100\,\mathrm{km}?
  2. Carilah panjang maksimum sebelum sebuah penguat diperlukan.
  3. Penguat dipasang tiap 100km100\,\mathrm{km}: berapa margin, dalam dB dan sebagai nisbah daya, yang tersisa bagi konektor dan sambungannya?
  4. Hitunglah Δtc\Delta t_c sepanjang 100km100\,\mathrm{km} untuk sumber LED (Δλ=40nm\Delta\lambda = 40\,\mathrm{nm}) dan untuk laser (Δλ=0.10nm\Delta\lambda = 0.10\,\mathrm{nm}); simpulkan laju bit maksimum masing-masing sepanjang jarak itu (kriteria yang sama seperti di atas).
  5. Pada 850nm850\,\mathrm{nm} silika meredam 2.0dB/km2.0\,\mathrm{dB}/\mathrm{km}. Jarak berapa yang diizinkan anggaran daya yang sama di sana? Mengapa 1550nm1550\,\mathrm{nm} menjadi panjang gelombang telekomunikasi?
  6. Kabel koaksial tembaga meredam sekitar 30dB/km30\,\mathrm{dB}/\mathrm{km} pada frekuensi yang diperlukan untuk 1Gbit/s1\,\mathrm{Gbit}/\mathrm{s}. Bandingkan jarak antarpenguatnya dengan jarak antarpenguat seratnya.

Bagian V — Seluruh sambungannya.

  1. Untuk serat indeks tangga sepanjang 2km2\,\mathrm{km}, pengaruh mana yang membatasi laju bitnya: pemuluran antarmoda, pemuluran kromatik (sumber laser) atau redaman? Berikan laju bit pembatasnya.
  2. Untuk serat moda tunggal sepanjang 100km100\,\mathrm{km} dengan sumber laser: pengaruh mana yang membatasi, dan pada laju bit berapa?
  3. Sambungan moda tunggal itu membawa 8080 laser pada panjang gelombang yang berjarak 0.8nm0.8\,\mathrm{nm} (multipleksing panjang gelombang), masing-masing pada laju bit pertanyaan sebelumnya. Berapa kapasitas totalnya?
  4. Bentuklah hasil kali laju bit dan panjang bagi sambungan indeks tangga dan bagi satu kanal moda tunggal; dengan faktor berapa serat moda tunggal menang, dan fakta fisis tunggal apa yang bertanggung jawab?
Solusi

Solusi Soal 2.1.

1. n=c/vn = c/v; v1=3.00×108/1.480=2.03×108m/sv_1 = 3.00\times10^8/1.480 = 2.03 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

2. t=Ln1/c=5.0×104×1.48/3.00×108=247µst = Ln_1/c = 5.0\times10^4 \times 1.48/3.00\times10^8 = 247\,\text{µ}\mathrm{s}.

3. ν=c/λ0=1.94×1014Hz\nu = c/\lambda_0 = 1.94 \times 10^{14}\,\mathrm{Hz}, tak berubah di dalam kaca; λ=λ0/n1=1047nm\lambda = \lambda_0/n_1 = 1047\,\mathrm{nm}.

4. Inti telanjang hanya menuntun selama permukaannya benar-benar bersih dan tak tersentuh: debu, air atau genggaman tangan setempat menggantikan udara dengan indeks yang lebih tinggi dan cahayanya lolos, sedangkan goresan menghamburkannya. Selubungnya adalah antarmuka tertutup dan terkendali dengan tangga indeks yang dipilih dengan sengaja.

5. sinic=1.465/1.480=0.9899\sin i_c = 1.465/1.480 = 0.9899, ic=81.8i_c = 81.8^\circ.

6. 9081.8=8.290^\circ - 81.8^\circ = 8.2^\circ.

7. sinθ=n1sinθ\sin\theta = n_1\sin\theta'; terpandu jika dan hanya jika cosθn2/n1\cos\theta' \geq n_2/n_1, yaitu sinθ1n22/n12\sin\theta' \leq \sqrt{1 - n_2^2/n_1^2}, yaitu sinθn12n22=2.19042.1462=0.210\sin\theta \leq \sqrt{n_1^2 - n_2^2} = \sqrt{2.1904 - 2.1462} = 0.210: θa=12.1\theta_a = 12.1^\circ.

8. NA=0.210\mathrm{NA} = 0.210. Tangga yang lebih besar melebarkan kerucutnya, sehingga cahaya sumber yang menyebar (sebuah LED) lebih banyak tertangkap.

9. Sinarnya menyinggung lingkaran berjari-jari RbR_b (tepi dalam) lalu menemui lingkaran berjari-jari Rb+2aR_b + 2a (tepi luar); dalam segitiga siku-siku pusat–titik singgung–titik tumbukan, sudut di titik tumbukan antara sinarnya dan jari-jari (garis normalnya) memenuhi sini=Rb/(Rb+2a)\sin i = R_b/(R_b + 2a). Terpandu jika dan hanya jika sinin2/n1\sin i \geq n_2/n_1: Rb2an2/n11n2/n1=50µm×97.6=4.9mmR_b \geq 2a\,\dfrac{n_2/n_1}{1 - n_2/n_1} = 50\,\text{µ}\mathrm{m} \times 97.6 = 4.9\,\mathrm{mm}. Lengkungan yang lebih tajam membocorkannya.

10. t0=Ln1/ct_0 = Ln_1/c; lintasan sinar paling curam L/cosθmax=Ln1/n2L/\cos\theta'_{\max} = Ln_1/n_2, sehingga t1=Ln12/(n2c)t_1 = Ln_1^2/(n_2 c).

11. Δt/L=(n1/c)(n1/n21)=4.93×109×0.01024=50.5ns/km\Delta t/L = (n_1/c)(n_1/n_2 - 1) = 4.93\times10^{-9} \times 0.01024 = 50.5\,\mathrm{ns}/\mathrm{km}; sepanjang 2km2\,\mathrm{km}: 101ns101\,\mathrm{ns}.

12. Bmax1/(2Δt)=1/202ns5Mbit/sB_{\max} \approx 1/(2\Delta t) = 1/202\,\mathrm{ns} \approx 5\,\mathrm{Mbit}/\mathrm{s}.

13. BmaxL=1/(2Δt/L)=1/(2×50.5ns/km)10Mbits1kmB_{\max} L = 1/(2\,\Delta t/L) = 1/(2 \times 50.5\,\mathrm{ns}/\mathrm{km}) \approx 10\,\mathrm{Mbit}\,\mathrm{s}^{-1}\,\mathrm{km}.

14. Sinar yang jauh dari sumbu menempuh lintasan lebih panjang tetapi di indeks yang lebih rendah, jadi lebih cepat; dengan profil yang dipilih baik kedua pengaruh itu saling meniadakan dan semua sinar tiba bersamaan.

15. 9µm6λ09\,\text{µ}\mathrm{m} \approx 6\lambda_0: intinya tidak besar dibandingkan panjang gelombangnya, sehingga difraksi mendominasi dan sinar tak lagi bermakna. Pembahasan gelombang memperlihatkan satu pola terpandu tunggal: sama sekali tak ada pemuluran antarmoda; hanya dispersi kromatik dan redaman yang tersisa.

16. 100km100\,\mathrm{km} ×\times 0.2dB/km0.2\,\mathrm{dB}/\mathrm{km} =20dB= 20\,\mathrm{dB}: P/P0=102P/P_0 = 10^{-2}, satu persen.

17. 10log(P0/Pmin)=30dB10\log(P_0/P_{\min}) = 30\,\mathrm{dB}, sehingga Lmax=30/0.20=150kmL_{\max} = 30/0.20 = 150\,\mathrm{km}.

18. 100km100\,\mathrm{km} memakan 20dB20\,\mathrm{dB}: marginnya 10dB10\,\mathrm{dB}, sebuah faktor 1010 pada dayanya.

19. LED: Δtc=17×40×100=68000ps=68ns\Delta t_c = 17 \times 40 \times 100 = 68\,000\,\mathrm{ps} = 68\,\mathrm{ns}, B1/136ns=7Mbit/sB \approx 1/136\,\mathrm{ns} = 7\,\mathrm{Mbit}/\mathrm{s}. Laser: Δtc=170ps\Delta t_c = 170\,\mathrm{ps}, B1/340ps=2.9Gbit/sB \approx 1/340\,\mathrm{ps} = 2.9\,\mathrm{Gbit}/\mathrm{s}.

20. 30/2.0=15km30/2.0 = 15\,\mathrm{km}, sepuluh kali lebih pendek. Silika paling bening di dekat 1550nm1550\,\mathrm{nm} (minimum redamannya), dan penguat optik tersedia di sana.

21. 30/30=1km30/30 = 1\,\mathrm{km} antarpenguat, terhadap 150km150\,\mathrm{km}: seratnya menang dengan faktor 150150.

22. Antarmoda: 101ns101\,\mathrm{ns} (\to 5Mbit/s5\,\mathrm{Mbit}/\mathrm{s}); kromatik (laser): 17×0.1×2=3.4ps17 \times 0.1 \times 2 = 3.4\,\mathrm{ps}; redaman 0.4dB0.4\,\mathrm{dB}, dapat diabaikan. Pemuluran antarmoda yang membatasi: 5Mbit/s5\,\mathrm{Mbit}/\mathrm{s}.

23. Tak ada pemuluran antarmoda; kromatiknya 170ps170\,\mathrm{ps} \to 2.9Gbit/s2.9\,\mathrm{Gbit}/\mathrm{s}; redamannya 20dB20\,\mathrm{dB}, masih di dalam anggaran. Dispersi kromatik yang membatasi, pada sekitar 3Gbit/s3\,\mathrm{Gbit}/\mathrm{s}.

24. 80×2.9230Gbit/s80 \times 2.9 \approx 230\,\mathrm{Gbit}/\mathrm{s}.

25. Indeks tangga: 10Mbits1km10\,\mathrm{Mbit}\,\mathrm{s}^{-1}\,\mathrm{km}; kanal moda tunggal: 2.9×100=290Gbits1km2.9 \times 100 = 290\,\mathrm{Gbit}\,\mathrm{s}^{-1}\,\mathrm{km} — sebuah faktor sekitar 3×1043\times10^4. Satu fakta: lintasan terpandu yang tunggal, sehingga tak ada pemuluran waktu tiba yang bersifat geometri (antarmoda).

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium