Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

29Induksi Elektromagnetik dan Penerapannya

Gerakkanlah sebuah magnet mendekati sebuah kumparan dan arus mengalir dalam kumparannya; hentikanlah magnetnya dan arusnya berhenti. Faraday menemukan ini pada tahun 1831, setelah sepuluh tahun mencari, dan inilah kenyataan yang menjalankan dunia kelistrikan: setiap pembangkit listrik, setiap transformator, setiap motor, pengeras suara dan mikrofon, setiap kompor induksi dan pengisi daya nirkabel mengubah energi lewat hukum bahwa fluks magnet yang berubah mendorong sebuah gaya gerak listrik. Bab ini menyatakan hukumnya lengkap dengan tandanya, memberinya dua wajah yang dikenakannya (medan yang berubah dalam rangkaian tetap, rangkaian yang bergerak dalam medan tetap), mendefinisikan induktansi diri dan bersama, lalu menelusuri mesin elektromekanisnya — batang luncur, alternator, transformator, pengeras suara — tempat hukum yang sama mengubah daya mekanis menjadi daya listrik dan sebaliknya, tak pernah cuma-cuma.

Sebuah pemindai MRI: solenoida superkonduktor yang menahan 1.5\, T di atas seorang pasien — satu megajoule energi magnetik dalam sebuah medan yang tak berisi apa pun. Foto: Jan Ainali, CC BY 3.0.
Sebuah pemindai MRI: solenoida superkonduktor yang menahan 1.5T1.5\,\mathrm{T} di atas seorang pasien — satu megajoule energi magnetik dalam sebuah medan yang tak berisi apa pun. Foto: Jan Ainali, CC BY 3.0.

29.1 Hukum Faraday

Definisi 29.1 (Fluks magnet menembus sebuah rangkaian)

Arahkanlah sebuah rangkaian tertutup Γ\Gamma (sebuah arah edar); permukaannya memperoleh normal n\vect n yang diberikan aturan tangan kanan. Yang disebut fluks magnet menembus rangkaiannya adalah Φ=Bn ⁣dS\Phi = \sum\vect B\cdot\vect n\,\dd S atas sebarang permukaan yang dibatasi Γ\Gamma (weber, 1Wb=1Tm21\,\mathrm{Wb} = 1\,\mathrm{T}\,\mathrm{m}^{2}) — “sebarang”, karena fluks B\vect B menembus permukaan tertutup bernilai nol. Bagi medan seragam dan sebuah kumparan datar berlilitan NN dan berluas SS, Φ=NBScosα\Phi = NBS\cos\alpha, dengan α\alpha sudut antara B\vect B dan n\vect n.

Teorema 29.2 (Hukum induksi Faraday)

Setiap kali fluks menembus sebuah rangkaian berubah, rangkaiannya menjadi kedudukan sebuah gaya gerak listrik imbas

e= ⁣dΦ ⁣dt,e = -\frac{\dd\Phi}{\dd t} ,

yang dihitung dalam arah rangkaiannya, yaitu bekerja sebagai sumber tegangan ideal berggl ee dalam arah itu; dalam rangkaian berhambatan RR ia mengalirkan arus i=e/Ri = e/R. Tanda minusnya adalah hukum Lenz: arus imbasnya mengalir sedemikian sehingga melawan perubahan fluks yang menghasilkannya — medannya sendiri, dan gaya yang dirasakannya, melawan sebabnya.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 29.3 (Dua wajah satu hukum)

Fluksnya berubah entah karena B\vect B berubah terhadap waktu menembus rangkaian yang tetap (induksi Neumann: transformator, kompor induksi) atau karena rangkaiannya bergerak atau berubah bentuk dalam medan tunak (induksi Lorentz: generator, pengeras suara). Dalam kasus kedua gglnya dapat pula dihitung langsung: pengemban muatan sebuah unsur penghantar  ⁣dl\dd\vect l yang bergerak dengan v\vect v merasakan gaya qvBq\vect v\wedge \vect B, yang setara dengan medan listrik vB\vect v\wedge\vect B, sehingga e=(vB) ⁣dle = \oint(\vect v\wedge\vect B)\cdot\dd\vect l — dan ini selalu sesuai dengan  ⁣dΦ/ ⁣dt-\dd\Phi/\dd t. Hukum Faraday mencakup keduanya; jilid Tahun ke-2 menjelaskan mengapa kedua mekanismenya memberi satu rumus.

Arah dan hukum Lenz. Kiri: arah rangkaiannya menetapkan n dan tanda . Tengah: sebuah magnet yang mendekati sebuah cincin memperbesar fluksnya; arus imbasnya menciptakan medan yang melawan medan magnetnya dan cincinnya menolaknya. Kanan: sebuah batang yang meluncur pada rel dalam medan yang menunjuk ke arah pembaca; fluks rangkaiannya tumbuh, dan arus imbasnya mengalir sehingga gaya Laplace pada batangnya melawan geraknya.
Arah dan hukum Lenz. Kiri: arah rangkaiannya menetapkan n\vect n dan tanda Φ\Phi. Tengah: sebuah magnet yang mendekati sebuah cincin memperbesar fluksnya; arus imbasnya menciptakan medan yang melawan medan magnetnya dan cincinnya menolaknya. Kanan: sebuah batang yang meluncur pada rel dalam medan yang menunjuk ke arah pembaca; fluks rangkaiannya tumbuh, dan arus imbasnya mengalir sehingga gaya Laplace pada batangnya melawan geraknya.

Contoh 29.4 (Orde besarnya)

Sebuah kumparan berlilitan 100100 dan berluas 10cm210\,\mathrm{cm}^{2} dalam medan Bumi, dibalikkan dalam 0.1s0.1\,\mathrm{s}: ΔΦ=2×100×103×5×105=1×105Wb\Delta\Phi = 2 \times 100 \times 10^{-3} \times 5 \times 10^{-5} = 1 \times 10^{-5}\,\mathrm{Wb}, e0.1mVe \sim 0.1\,\mathrm{mV} — terukur dengan galvanometer yang peka, cara medan Bumi dahulu dipetakan. Kumparan yang sama dalam celah 1T1\,\mathrm{T} sebuah magnet, ditarik keluar dalam 0.1s0.1\,\mathrm{s}: 1V1\,\mathrm{V}. Sebuah kumparan transformator berlilitan 10001000 dengan 1T1\,\mathrm{T} pada 50Hz50\,\mathrm{Hz} atas 10cm210\,\mathrm{cm}^{2}: emax=1000×103×314=314Ve_{\max} = 1000 \times 10^{-3} \times 314 = 314\,\mathrm{V} — yaitu listrik jala-jala.

29.2 Induktansi diri dan induktansi bersama

Definisi 29.5 (Induktansi)

Fluks medan sebuah rangkaian sendiri yang menembus dirinya sebanding dengan arusnya: Φsendiri=Li\Phi_{\text{sendiri}} = Li, dengan L>0L > 0 yang disebut induktansi diri-nya (henry, H\mathrm{H}). Fluks yang dikirim rangkaian 1 menembus rangkaian 2 adalah Φ12=Mi1\Phi_{1 \to 2} = Mi_1, dan secara setangkup Φ21=Mi2\Phi_{2 \to 1} = Mi_2, dengan MM yang disebut induktansi bersama-nya (tandanya ditetapkan oleh arahnya). Maka fluks total rangkaian 1 adalah Φ1=L1i1+Mi2\Phi_1 = L_1i_1 + Mi_2.

Proposisi 29.6 (Induktor; solenoida)

Sebuah rangkaian berinduktansi LL yang mengalirkan arus yang berubah menjadi kedudukan ggl e=L ⁣di/ ⁣dte = -L\,\dd i/\dd t: dalam kesepakatan penerima ini adalah tegangan u=L ⁣di/ ⁣dtu = L\,\dd i/\dd t induktor yang dipakai sejak Bab 7. Ia menyimpan energi W=12Li2W = \tfrac12Li^2. Sebuah solenoida panjang berlilitan nn tiap meter, panjang \ell, penampang SS, memiliki L=μ0n2SL = \mu_0n^2S\ell; energi tersimpannya 12μ0n2I2S=B22μ0S\tfrac12\mu_0n^2I^2S\ell = \dfrac{B^2}{2\mu_0}\,S\ell: energi magnetik tinggal di dalam medannya pada rapat B2/2μ0B^2/2\mu_0, persis seperti energi listrik pada ε0E2/2\varepsilon_0E^2/2.

Bukti. Faraday dengan Φ=Li\Phi = Li, LL tetap. Energinya: daya yang diterima induktornya adalah ui=Li ⁣di/ ⁣dt= ⁣d(12Li2)/ ⁣dtui = Li\,\dd i/\dd t = \dd(\tfrac12Li^2)/\dd t. Solenoidanya: B=μ0nIB = \mu_0nI di dalam, fluksnya BSBS menembus tiap lilitan dari nn\ell lilitannya, sehingga Φ=μ0n2SI\Phi = \mu_0n^2S\ell I. Rapat umumnya diterima tanpa bukti.

Contoh 29.7 (Sebuah magnet MRI)

1.5T1.5\,\mathrm{T} atas kira-kira satu meter kubik: B2/2μ0=2.25/2.5×106=0.9MJ/m3B^2/2\mu_0 = 2.25/2.5 \times 10^{-6} = 0.9\,\mathrm{MJ}/\mathrm{m}^{3} — energi sebuah aki mobil, tersimpan dalam ruang kosong. Dengan arus kumparan 500A500\,\mathrm{A}, L=2W/I2=7HL = 2W/I^2 = 7\,\mathrm{H}. Bila superkonduktornya tiba-tiba menjadi berhambatan (sebuah padam mendadak), megajoule itu menjadi kalor dalam beberapa sekon dan mendidihkan ratusan liter helium cair: ruang magnetnya memiliki lubang buang untuknya.

Proposisi 29.8 (Transformator ideal)

Dua kumparan berlilitan N1N_1 dan N2N_2 yang digulung pada teras besi tertutup yang sama, sehingga fluks φ\varphi yang sama menembus setiap lilitannya, memenuhi

u2u1=N2N1,N1i1+N2i2=0(tanpa rugi beban, tanpa arus pemagnetan),\frac{u_2}{u_1} = \frac{N_2}{N_1} , \qquad N_1i_1 + N_2i_2 = 0 \quad\text{(tanpa rugi beban, tanpa arus pemagnetan)},

sehingga u2i2=u1i1u_2i_2 = -u_1i_1: daya yang diambil pada primernya disalurkan pada sekundernya; tegangannya berjenjang menurut nisbah lilitan, arusnya berbanding terbalik. Ia hanya bekerja dengan arus yang berubah.

Bukti. u1=N1 ⁣dφ/ ⁣dtu_1 = N_1\,\dd\varphi/\dd t dan u2=N2 ⁣dφ/ ⁣dtu_2 = N_2\,\dd\varphi/\dd t (kesepakatan penerima pada keduanya, arahnya dipilih menyusuri fluks bersamanya): bagilah. Hubungan arusnya adalah hukum Ampère pada terasnya: sirkulasinya sebesar μ0μr\mu_0\mu_r kali ampere-lilitan totalnya harus menciptakan fluksnya; bagi teras ideal (μr\mu_r \to \infty) itu menuntut ampere-lilitan yang lenyap, sehingga N1i1+N2i2=0N_1i_1 + N_2i_2 = 0. Diterima tanpa bukti dalam bentuk ini.

Kiri: sebuah transformator — dua kumparan pada teras besi tertutup berbagi fluks yang sama; tegangannya berskala menurut lilitannya, arusnya berbanding terbalik. Kanan: dua kumparan terkopel di udara dan induktansi bersamanya M; fluks sebuah kumparan sendiri adalah Li.
Kiri: sebuah transformator — dua kumparan pada teras besi tertutup berbagi fluks yang sama; tegangannya berskala menurut lilitannya, arusnya berbanding terbalik. Kanan: dua kumparan terkopel di udara dan induktansi bersamanya MM; fluks sebuah kumparan sendiri adalah LiLi.

29.3 Penghantar yang bergerak: generator dan motor

Proposisi 29.9 (Batang luncur)

Sebuah batang sepanjang \ell meluncur dengan kelajuan vv pada dua rel yang ditutup sebuah hambatan RR, dalam medan seragam BB yang normal terhadap bidangnya. Ia menjadi kedudukan ggl e=Bve = B\ell v, mengalirkan i=Bv/Ri = B\ell v/R, dan merasakan gaya Laplace F=Bi=B22v/RF = B\ell i = B^2\ell^2v/R yang melawan geraknya. Daya mekanis yang dikeluarkan untuk mendorongnya, FvFv, sama dengan daya listrik ei=Ri2ei = Ri^2 yang dilesapkan: batangnya adalah sebuah generator. Bila sebaliknya diberi sumber EE, ia menjadi motor: arus (EBv)/R(E - B\ell v)/R mendorongnya sampai ggl baliknya BvB\ell v mengimbangi EE, pada kelajuan tanpa beban E/BE/B\ell.

Bukti. Fluksnya BxB\ell x, e=Bx˙e = -B\ell\dot x dalam arah yang membuat n\vect n menyusuri B\vect B; gaya Laplace iBi\vect\ell\wedge\vect B pada arus yang berarah demikian menunjuk melawan v\vect v (Teorema 29.2, Lenz). Kalikanlah persamaan listriknya e=Rie = Ri dengan ii dan persamaan mekanisnya dengan vv: Fv=Biv=eiFv = B\ell iv = ei. Daya elektromekanis eiei dan daya Laplace Fv-Fv selalu berlawanan — itulah hukum konversinya.

Proposisi 29.10 (Lilitan yang berputar: alternator)

Sebuah kumparan berlilitan NN dan berluas SS yang berputar dengan ω\omega terhadap sumbu yang tegak lurus pada BB yang seragam memiliki Φ=NBScosωt\Phi = NBS\cos\omega t dan

e=NBSωsinωt:e = NBS\omega\sin\omega t :

yaitu sebuah ggl sinusoidal beramplitudo NBSωNBS\omega dan berfrekuensi putarnya. Ke dalam sebuah hambatan RR ia menyalurkan daya rata-rata (NBSω)2/2R(NBS\omega)^2/2R, yang dipasok oleh momen gaya yang menjaganya tetap berputar melawan kopel Laplace mB-\vect m\wedge\vect B arusnya sendiri.

Bukti. Turunkanlah fluksnya; sin2=12\langle\sin^2\rangle = \tfrac12. Kopelnya adalah Teorema 28.14 dengan m=NiSm = Ni S; daya rata-ratanya Γω\langle\Gamma\omega\rangle sama dengan ei\langle ei\rangle menurut perhitungan yang sama seperti bagi batangnya.

Kiri: batang luncur sebagai generator — ggl B v, arus lewat R, gaya Laplace yang mengerem batangnya; daya pendorongnya menjadi kalor resistornya. Tengah dan kanan: kumparan berputar sebuah alternator dan ggl sinusoidalnya. Kiri: batang luncur sebagai generator — ggl B v, arus lewat R, gaya Laplace yang mengerem batangnya; daya pendorongnya menjadi kalor resistornya. Tengah dan kanan: kumparan berputar sebuah alternator dan ggl sinusoidalnya.
Kiri: batang luncur sebagai generator — ggl BvB\ell v, arus lewat RR, gaya Laplace yang mengerem batangnya; daya pendorongnya menjadi kalor resistornya. Tengah dan kanan: kumparan berputar sebuah alternator dan ggl sinusoidalnya.

Contoh 29.11 (Arus pusar)

Sebuah penghantar pejal yang bergerak dalam medan tak seragam, atau yang duduk dalam medan yang berubah, ditembus fluks yang berubah menyusuri lintasan tertutup yang tak terhitung: arus pusar beredar di dalamnya, memanaskannya dan — menurut Lenz — mengeremnya. Sebuah magnet yang dijatuhkan ke dalam tabung tembaga melayang turun perlahan; rem truk dan kereta luncur memakainya (tanpa sentuhan, tanpa aus, tanpa kegagalan rem — tetapi tanpa pengereman saat diam); kompor induksi memanaskan pancinya dengan arus yang sama, pada 25kHz25\,\mathrm{kHz}; teras transformator dilapis-lapiskan justru untuk memutusnya.

29.4 Pengeras suara: sebuah sistem terkopel

Proposisi 29.12 (Kopling elektromekanis sebuah kumparan dalam medan radial)

Sebuah kumparan yang panjang kawat totalnya \ell duduk dalam medan radial BB sehingga setiap unsur kawatnya tegak lurus pada B\vect B; ia bergerak menyusuri sumbunya dengan kelajuan vv dan mengalirkan ii. Maka ia merasakan gaya Laplace aksial F=BiF = B\ell i dan menjadi kedudukan ggl balik e=Bve = -B\ell v (kesepakatan penerima: tegangan BvB\ell v). Dengan massa mm, gantungan berkekakuan kk dan peredaman mekanis hh, yang diberi tegangan uu lewat hambatan RR dan induktansi LL kumparannya:

u=Ri+L ⁣di ⁣dt+Bv,m ⁣dv ⁣dt=kxhv+Bi.u = Ri + L\frac{\dd i}{\dd t} + B\ell v , \qquad m\frac{\dd v}{\dd t} = -kx - hv + B\ell i .

Dikalikan ii dan vv lalu dijumlahkan: daya listrik uiui sama dengan rugi Joule Ri2Ri^2 ditambah pertumbuhan energi tersimpannya 12Li2+12mv2+12kx2\tfrac12Li^2 + \tfrac12mv^2 + \tfrac12kx^2 ditambah rugi mekanisnya hv2hv^2 (yang mencakup bunyinya): suku konversinya BivB\ell iv saling meniadakan antara kedua persamaannya. Dijalankan terbalik (geraknya dipaksakan, uu dibaca) peranti yang sama menjadi sebuah mikrofon dinamik.

Bukti. Gaya Laplace pada tiap unsurnya i ⁣dlBi\,\dd\vect l\wedge\vect B, semuanya aksial dan bertanda sama; gglnya dari (vB) ⁣dl(\vect v\wedge\vect B)\cdot\dd\vect l yang dijumlahkan atas kawatnya. Neraca energinya adalah jumlah kedua persamaannya yang dikalikan seperti dinyatakan.

Sebuah pengeras suara kumparan bergerak dalam penampang: kumparan suaranya duduk di celah gelang sebuah magnet yang medannya radial, sehingga sebuah arus memberi gaya aksial apa pun kedudukannya; kerucut yang digeraknya ditahan oleh gantungan yang kaku dan teredam; gerak kumparannya memberi ggl balik B v ke dalam rangkaian listriknya.
Sebuah pengeras suara kumparan bergerak dalam penampang: kumparan suaranya duduk di celah gelang sebuah magnet yang medannya radial, sehingga sebuah arus memberi gaya aksial apa pun kedudukannya; kerucut yang digeraknya ditahan oleh gantungan yang kaku dan teredam; gerak kumparannya memberi ggl balik BvB\ell v ke dalam rangkaian listriknya.

Catatan 29.13 (Mengapa koplingnya meredam)

Pada frekuensi rendah (LωRL\omega \ll R), i(uBv)/Ri \approx (u - B\ell v)/R dan gayanya adalah Bu/R(B22/R)vB\ell u/R - (B^2\ell^2/R)\,v: rangkaian listriknya menambahkan peredaman B22/RB^2\ell^2/R pada peredaman mekanisnya. Sebuah pengeras suara yang tersambung ke penguat (berhambatan keluaran rendah) teredam berat — kerucutnya berhenti ketika sinyalnya berhenti — dan kopling yang sama pula yang membuat mikrofonnya mengambil energi dari bunyinya (Soal 29.1).

29.5 Latihan

Latihan 29.1

Sebuah kumparan berlilitan 100100 dan berluas 10cm210\,\mathrm{cm}^{2} dalam medan seragam 0.20T0.20\,\mathrm{T} bersudut 3030{}^{\circ} terhadap normalnya. Fluksnya; ggl rata-rata bila medannya dimatikan dalam 10ms10\,\mathrm{ms}; dalam 1ms1\,\mathrm{ms}; arah arus imbasnya relatif terhadap medannya (Lenz).

Solusi

Solusi Latihan 29.1.

Φ=NBScos30=100×0.2×103×0.866=1.7×102Wb\Phi = NBS\cos30^\circ = 100 \times 0.2 \times 10^{-3} \times 0.866 = 1.7 \times 10^{-2}\,\mathrm{Wb}; e=ΔΦ/Δt=1.7V\langle e\rangle = \Delta\Phi/\Delta t = 1.7\,\mathrm{V} dalam 10ms10\,\mathrm{ms}, 17V17\,\mathrm{V} dalam 1ms1\,\mathrm{ms}. Arusnya mengalir sedemikian sehingga menciptakan kembali fluks yang lenyap: medannya menyusuri B\vect B yang lama.

Latihan 29.2

Sebuah batang sepanjang 20cm20\,\mathrm{cm} meluncur dengan 2.0m/s2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} pada rel yang ditutup 0.10Ω0.10\,\Omega, dalam 0.50T0.50\,\mathrm{T}. Ggl, arus, gaya Laplace, gaya yang harus dikerahkan pendorongnya, daya mekanis, daya listriknya.

Solusi

Solusi Latihan 29.2.

e=Bv=0.5×0.2×2=0.20Ve = B\ell v = 0.5 \times 0.2 \times 2 = 0.20\,\mathrm{V}; i=2.0Ai = 2.0\,\mathrm{A}; F=Bi=0.20NF = B\ell i = 0.20\,\mathrm{N} yang mengerem, sehingga pendorongnya mengerahkan 0.20N0.20\,\mathrm{N}; Fv=0.40W=Ri2Fv = 0.40\,\mathrm{W} = Ri^2.

Latihan 29.3

Solenoida 1000lilitan/m1000\,\mathrm{lilitan}/\mathrm{m}, panjang 20cm20\,\mathrm{cm}, penampang 4.0cm24.0\,\mathrm{cm}^{2}: induktansinya; energinya pada 5.0A5.0\,\mathrm{A}; tetapan waktunya dengan hambatan 1.0Ω1.0\,\Omega; medan di dalamnya dan rapat energinya, untuk memeriksa B2/2μ0B^2/2\mu_0.

Solusi

Solusi Latihan 29.3.

L=μ0n2S=4π×107×106×4×104×0.2=0.10mHL = \mu_0n^2S\ell = 4\pi \times 10^{-7} \times 10^6 \times 4 \times 10^{-4} \times 0.2 = 0.10\,\mathrm{mH}; W=12LI2=1.3mJW = \tfrac12LI^2 = 1.3\,\mathrm{mJ}; τ=L/R=0.1ms\tau = L/R = 0.1\,\mathrm{ms}. B=μ0nI=6.3mTB = \mu_0nI = 6.3\,\mathrm{mT}, B2/2μ0=15.7J/m3B^2/2\mu_0 = 15.7\,\mathrm{J}/\mathrm{m}^{3} atas S=8×105m3S\ell = 8 \times 10^{-5}\,\mathrm{m}^{3}: 1.3mJ1.3\,\mathrm{mJ}.

Latihan 29.4

Sebuah transformator dari 230V230\,\mathrm{V} ke 12V12\,\mathrm{V}: nisbah lilitannya; lilitan primernya bagi sekunder berlilitan 5050; arus primernya ketika sekundernya menyalurkan 2.0A2.0\,\mathrm{A}. Mengapa ia tak bekerja pada aki mobil?

Solusi

Solusi Latihan 29.4.

N2/N1=12/230=0.052N_2/N_1 = 12/230 = 0.052; N1=50/0.052=960N_1 = 50/0.052 = 960 lilitan; i1=2×0.052=0.10Ai_1 = 2 \times 0.052 = 0.10\,\mathrm{A}. Arus tunak membuat fluks tunak: tak ada  ⁣dφ/ ⁣dt\dd\varphi/\dd t, tak ada tegangan sekunder — dan primernya, sebagai hubung singkat, akan terbakar.

Latihan 29.5 ★★

Hukum Lenz: berikanlah arah arus imbasnya dan arah gayanya pada tiap kasus — (a) sebuah kutub utara mendekati sebuah cincin menyusuri sumbunya; (b) sebuah cincin terletak dalam medan yang tumbuh; (c) sebuah cincin dijatuhkan ke atas sebuah magnet; (d) sebuah magnet jatuh menembus tabung tembaga yang panjang. Bagi (d), jelaskanlah dengan energi mengapa ia jatuh dengan kelajuan tetap yang kecil.

Solusi

Solusi Latihan 29.5.

(a) Fluksnya (menyusuri arah datangnya) tumbuh: arusnya membuat medan yang melawannya — kutub utaranya sendiri menghadapi kutub utara magnetnya — dan cincinnya terdorong menjauh. (b) Arus yang medannya melawan pertumbuhannya; cincinnya, sebagai dipol yang berlawanan arah dengan B\vect B, terdorong ke medan yang lebih lemah. (c) Selagi jatuh fluksnya tumbuh: arusnya sama seperti (a), cincinnya tererem. (d) Tiap penggal tabung di depan magnetnya melihat fluks yang tumbuh, di belakangnya fluks yang mengecil; kedua arus imbasnya mengerem magnetnya; pada kelajuan yang membuat gaya Laplace mengimbangi beratnya, magnetnya jatuh tunak dan energi potensial yang hilang menjadi kalor Joule dalam tabungnya.

Latihan 29.6 ★★

Alternator: N=200N = 200, S=20cm2S = 20\,\mathrm{cm}^{2}, B=0.10TB = 0.10\,\mathrm{T}, 50Hz50\,\mathrm{Hz}. Ggl puncak dan rms-nya; arus puncak dan momen gaya puncak ke dalam 10Ω10\,\Omega; daya listrik rata-ratanya; bandingkan dengan daya mekanis rata-ratanya, dan dengan momen gaya sesaat pada saat gglnya lenyap.

Solusi

Solusi Latihan 29.6.

Emax=NBSω=200×2×103×0.1×314=12.6VE_{\max} = NBS\omega = 200 \times 2 \times 10^{-3} \times 0.1 \times 314 = 12.6\,\mathrm{V}, rms-nya 8.9V8.9\,\mathrm{V}; Imax=1.26AI_{\max} = 1.26\,\mathrm{A}, Γmax=NBSImax=0.050Nm\Gamma_{\max} = NBSI_{\max} = 0.050\,\mathrm{N}\,\mathrm{m} (ketika sinωt=1\sin\omega t = 1); P=Emax2/2R=7.9W\langle P\rangle = E_{\max}^2/2R = 7.9\,\mathrm{W} =Γω=12×0.05×314= \langle\Gamma\omega\rangle = \tfrac12 \times 0.05 \times 314; ketika e=0e = 0 arusnya nol dan momen gayanya lenyap — momen gayanya berdenyut pada 100Hz100\,\mathrm{Hz}.

Latihan 29.7 ★★

Rem magnetik. Sebuah lilitan persegi bersisi a=10cma = 10\,\mathrm{cm} dan berhambatan R=1.0mΩR = 1.0\,\mathrm{m}\Omega, bermassa 1.0kg1.0\,\mathrm{kg}, meninggalkan sebuah daerah bermedan seragam B=1.0TB = 1.0\,\mathrm{T} dengan kelajuan vv (satu sisinya masih di dalam medannya). Ggl, arus, gaya pengeremnya; persamaan gerak dan tetapan waktunya; jarak yang ditempuh sebelum berhenti dari 1.0m/s1.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; ke mana energi kinetiknya pergi?

Solusi

Solusi Latihan 29.7.

e=Bave = Bav, i=Bav/Ri = Bav/R, F=B2a2v/R=10vF = B^2a^2v/R = 10\,v (N). m ⁣dv/ ⁣dt=B2a2v/Rm\,\dd v/\dd t = -B^2a^2v/R: v=v0et/τv = v_0\eu^{-t/\tau}, τ=mR/B2a2=0.10s\tau = mR/B^2a^2 = 0.10\,\mathrm{s}; jaraknya v0τ=10cmv_0\tau = 10\,\mathrm{cm} (bila daerah medannya cukup panjang). Energi kinetiknya, 0.5J0.5\,\mathrm{J}, dilesapkan sebagai Ri2Ri^2 dalam lilitannya.

Latihan 29.8 ★★

Sebuah kumparan kecil (N2=50N_2 = 50 lilitan, penampang 2.0cm22.0\,\mathrm{cm}^{2}) duduk di dalam sebuah solenoida panjang (n1=2000m1n_1 = 2000\,\mathrm{m}^{-1}), sumbunya sejajar. Induktansi bersamanya; ggl dalam kumparannya ketika arus solenoidanya menanjak 100A/s100\,\mathrm{A}/\mathrm{s}, dan ketika arusnya 1.0A1.0\,\mathrm{A} pada 10kHz10\,\mathrm{kHz}. Apakah MM bergantung pada kumparan mana yang mengalirkan arusnya?

Solusi

Solusi Latihan 29.8.

Fluks medan solenoidanya μ0n1i1\mu_0n_1i_1 menembus N2N_2 lilitannya: M=μ0n1N2S2=4π×107×2000×50×2×104=25µHM = \mu_0n_1N_2S_2 = 4\pi \times 10^{-7} \times 2000 \times 50 \times 2 \times 10^{-4} = 25\,\text{µ}\mathrm{H}. Tanjakannya: e=M ⁣di1/ ⁣dt=2.5mVe = M\,\dd i_1/\dd t = 2.5\,\mathrm{mV}; pada 10kHz10\,\mathrm{kHz}, 1A1\,\mathrm{A}: emax=MωI=25×106×6.3×104=1.6Ve_{\max} = M\omega I = 25 \times 10^{-6} \times 6.3 \times 10^4 = 1.6\,\mathrm{V}. MM bersifat setangkup: angka yang sama memberi fluks yang dikirim kumparan kecilnya menembus solenoidanya — yang jauh lebih sukar dihitung langsung.

Latihan 29.9 ★★

Energi dalam sebuah medan: B=1.5TB = 1.5\,\mathrm{T} atas 1.0m31.0\,\mathrm{m}^{3}, seperti dalam sebuah magnet MRI. Energinya; induktansinya bagi I=500AI = 500\,\mathrm{A}; ketinggian yang dapat dinaiki sebuah mobil 1t1\,\mathrm{t} dengan energi itu; volume helium cair yang dididihkannya dalam sebuah padam mendadak (2.6kJ2.6\,\mathrm{kJ} tiap liter). Energi medan Bumi (5×105T5 \times 10^{-5}\,\mathrm{T}) dalam sebuah ruangan 50m350\,\mathrm{m}^{3}.

Solusi

Solusi Latihan 29.9.

W=B2V/2μ0=2.25/(2.51×106)=0.90MJW = B^2V/2\mu_0 = 2.25/(2.51 \times 10^{-6}) = 0.90\,\mathrm{MJ}; L=2W/I2=7.2HL = 2W/I^2 = 7.2\,\mathrm{H}; h=W/mg=92mh = W/mg = 92\,\mathrm{m}; heliumnya: 9×105/2600=350L9 \times 10^5/2600 = 350\,\mathrm{L}. Medan Bumi: (5×105)2/2μ0=1×103J/m3(5 \times 10^{-5})^2/2\mu_0 = 1 \times 10^{-3}\,\mathrm{J}/\mathrm{m}^{3}, 50mJ50\,\mathrm{mJ} dalam ruangannya.

Latihan 29.10 ★★★

Rel sebagai motor. Batang Latihan 29.2 (bermassa mm, tanpa gesekan) dihubungkan ke sumber EE lewat hambatan RR. (a) Persamaan listrik dan mekanisnya; tunjukkan m ⁣dv/ ⁣dt=B(EBv)/Rm\,\dd v/\dd t = B\ell(E - B\ell v)/R. (b) Kelajuan terminal dan tetapan waktunya. (c) Neraca daya: daya sumber == Joule ++ mekanis; efisiensinya sebagai fungsi vv. (d) Angkanya: E=2.0VE = 2.0\,\mathrm{V}, m=50gm = 50\,\mathrm{g}, sisanya seperti dalam Latihan 29.2. (e) Sebuah senapan rel mempercepat proyektil 10g10\,\mathrm{g} dengan 1MA1\,\mathrm{MA} sepanjang 5m5\,\mathrm{m} dalam 1T1\,\mathrm{T}: kelajuan keluarnya (orde besarnya).

Solusi

Solusi Latihan 29.10.

(a) EBv=RiE - B\ell v = Ri (ggl baliknya melawan sumbernya), m ⁣dv/ ⁣dt=Bim\,\dd v/\dd t = B\ell i: m ⁣dv/ ⁣dt=B(EBv)/Rm\,\dd v/\dd t = B\ell(E - B\ell v)/R. (b) v=E/Bv_\infty = E/B\ell, τ=mR/B22\tau = mR/B^2\ell^2. (c) Kalikanlah persamaan listriknya dengan ii: Ei=Ri2+BviEi = Ri^2 + B\ell vi, dan Bvi=FvB\ell vi = Fv adalah daya mekanisnya; efisiensinya Fv/Ei=Bv/E=v/vFv/Ei = B\ell v/E = v/v_\infty100%100\% hanya pada keadaan tanpa beban, yang tak menyalurkan apa pun. (d) v=2/(0.5×0.2)=20m/sv_\infty = 2/(0.5 \times 0.2) = 20\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, τ=0.05×0.1/0.01=0.5s\tau = 0.05 \times 0.1/0.01 = 0.5\,\mathrm{s}. (e) F=BI=1×0.1×106=1×105NF = B\ell I = 1 \times 0.1 \times 10^6 = 1 \times 10^{5}\,\mathrm{N} (dengan mengambil =10cm\ell = 10\,\mathrm{cm}), a=1×107m/s2a = 1 \times 10^{7}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, v=2a×5=1×104m/sv = \sqrt{2a \times 5} = 1 \times 10^{4}\,\mathrm{m}/\mathrm{s} — sepuluh kilometer tiap sekon, janji sekaligus masalah senapan rel (relnya terkikis).

Latihan 29.11 ★★★

Cakram Faraday. Sebuah cakram tembaga berjari-jari RR berputar dengan ω\omega terhadap sumbunya dalam BB seragam yang menyusuri sumbunya; sikatnya menyentuh pusatnya dan tepinya. (a) Ggl antara pusat dan tepinya dengan menjumlahkan (vB) ⁣dl(\vect v\wedge \vect B)\cdot\dd\vect l menyusuri sebuah jari-jari: e=12BωR2e = \tfrac12B\omega R^2. (b) Angkanya: R=10cmR = 10\,\mathrm{cm}, 3000rpm3000\,\mathrm{rpm}, 1.0T1.0\,\mathrm{T}. (c) Mengapa ia mesin bertegangan rendah dan berarus tinggi; arusnya ke dalam 1mΩ1\,\mathrm{m}\Omega, dan momen gaya pengeremnya. (d) Perolehlah kembali ee dari hukum Faraday yang diterapkan pada rangkaian sikat–jari-jari–tepi–sikat: fluks mana yang berubah?

Solusi

Solusi Latihan 29.11.

(a) Pada jari-jari rr logamnya bergerak dengan v=ωrv = \omega r; vB\vect v\wedge\vect B radial dan bernilai ωrB\omega rB: e=0RωBr ⁣dr=12BωR2e = \int_0^R\omega Br\,\dd r = \tfrac12B\omega R^2. (b) ω=314\omega = 314: e=0.5×1×314×0.01=1.6Ve = 0.5 \times 1 \times 314 \times 0.01 = 1.6\,\mathrm{V}. (c) Hanya satu “lilitan”, jadi paling banter beberapa volt; ke dalam 1mΩ1\,\mathrm{m}\Omega: 1.6kA1.6\,\mathrm{kA}, momen gayanya =P/ω=ei/ω=2500/314=8Nm= P/\omega = ei/\omega = 2500/314 = 8\,\mathrm{N}\,\mathrm{m}. (d) Rangkaian sikat–jari-jari– tepi–sikatnya menyapu luas 12R2ω ⁣dt\tfrac12R^2\omega\,\dd t tiap  ⁣dt\dd t:  ⁣dΦ/ ⁣dt=12BR2ω\dd\Phi/\dd t = \tfrac12BR^2\omega — yaitu fluks menembus rangkaian yang bergerak dan berubah bentuk itu.

Latihan 29.12 ★★★

Kompor induksi. Kumparan di bawah kacanya mengalirkan i1=I1cosωti_1 = I_1\cos\omega t dengan I1=30AI_1 = 30\,\mathrm{A} pada 25kHz25\,\mathrm{kHz}; dasar pancinya berlaku sebagai satu lilitan berhambatan Rp=10mΩR_p = 10\,\mathrm{m}\Omega yang terkopel oleh M=1.0µHM = 1.0\,\text{µ}\mathrm{H} (induktansi lilitan pancinya diabaikan). (a) Ggl yang terimbas pada pancinya, nilai puncaknya. (b) Arus dan daya rata-rata yang dilesapkan pada pancinya. (c) Mengapa frekuensinya tinggi, dan mengapa kalornya muncul pada pancinya dan bukan pada kacanya? (d) Arus pancinya berbalik bekerja pada kumparannya: ggl yang diimbaskannya di sana (puncak), dan daya tambahan yang harus dipasok generatornya — periksalah bahwa ia sama dengan (b).

Solusi

Solusi Latihan 29.12.

(a) e2=M ⁣di1/ ⁣dte_2 = -M\,\dd i_1/\dd t, puncaknya MωI1=106×1.57×105×30=4.7VM\omega I_1 = 10^{-6} \times 1.57 \times 10^5 \times 30 = 4.7\,\mathrm{V}. (b) I2=4.7/0.01=470AI_2 = 4.7/0.01 = 470\,\mathrm{A} puncak; P=RpI22/2=1.1kW\langle P\rangle = R_pI_2^2/2 = 1.1\,\mathrm{kW}. (c) Gglnya ω\propto\omega: frekuensi tinggi memberi ggl yang berguna dengan MM yang sederhana; kacanya isolator, tak ada yang mengalir di dalamnya — kalornya lahir di dalam logamnya. (d) Arus pancinya mengimbas pada kumparannya MωI2=106×1.57×105×470=74VM\omega I_2 = 10^{-6} \times 1.57 \times 10^5 \times 470 = 74\,\mathrm{V} puncak, sefase dengan i1i_1 (arus pancinya tak tertinggal terhadap e2e_2, karena bersifat resistif, dan e2e_2 tertinggal terhadap i1i_1 sebesar 9090{}^{\circ}… sehingga ggl pantulnya M ⁣di2/ ⁣dt-M\,\dd i_2/\dd t, berlawanan fase dengan tegangan penggerak i1i_1): generatornya memasok 12×74×30=1.1kW\tfrac12 \times 74 \times 30 = 1.1\,\mathrm{kW} lebih banyak — persis yang dilesapkan pancinya.

Sebuah dinamo botol: rodanya memutar sebuah magnet di dalam sebuah kumparan, fluks yang menembus kumparannya berubah, dan lampunya menyala — hukum Faraday di atas sebuah sepeda.
Sebuah dinamo botol: rodanya memutar sebuah magnet di dalam sebuah kumparan, fluks yang menembus kumparannya berubah, dan lampunya menyala — hukum Faraday di atas sebuah sepeda.

29.6 Soal: Dinamo sepeda dan pengeras suara

Soal 29.1

Soal akhir pekan — dua pengubah elektromekanis yang dibongkar: sebuah dinamo yang mengatur dirinya sendiri, dan sebuah pengeras suara yang penguatnya sekaligus remnya

Bagian I — Dinamo sepedanya. Sebuah kumparan berlilitan N=300N = 300 dan berluas S=3.0cm2S = 3.0\,\mathrm{cm}^{2} berputar dalam medan seragam B=0.30TB = 0.30\,\mathrm{T}; porosnya membawa sebuah rol berjari-jari r=1.0cmr = 1.0\,\mathrm{cm} yang ditekan pada bannya, sehingga kumparannya berputar dengan ω=v/r\omega = v/r bagi kelajuan sepeda vv. Hambatan kumparannya rc=4.0Ωr_c = 4.0\,\Omega, induktansinya L=20mHL = 20\,\mathrm{mH}; lampunya adalah hambatan R=12ΩR = 12\,\Omega.

  1. Fluks menembus kumparannya dan ggl imbasnya sebagai fungsi waktu; amplitudo dan frekuensinya pada v=18km/hv = 18\,\mathrm{km}/\mathrm{h}.
  2. Dengan mengabaikan LL dahulu: arus rms dan daya pada lampunya pada 18km/h18\,\mathrm{km}/\mathrm{h}; apakah lampu “6V6\,\mathrm{V}, 3W3\,\mathrm{W}” merasa nyaman?
  3. Daya mekanis rata-rata yang dipasok pengendaranya ke dinamonya, dan gaya yang bersesuaian pada bannya (bandingkan dengan gesekan gelinding, kira-kira 2N2\,\mathrm{N}).
  4. Jelaskanlah dengan hukum Lenz mengapa dinamonya melawan, dan mengapa sebuah lampu yang menyala “cuma-cuma” tak bertentangan dengan kekekalan energi.
  5. Kini sertakanlah LL: impedans kompleks rangkaiannya; tunjukkan bahwa amplitudo arusnya adalah I=NBSω/(R+rc)2+L2ω2I = NBS\omega/\sqrt{(R + r_c)^2 + L^2\omega^2} dan bahwa ia menjenuh pada kelajuan tinggi; limitnya, dan kelajuan saat ia mencapai 70%70\% limitnya.
  6. Tanpa induktansinya, apa yang akan diterima lampunya pada 54km/h54\,\mathrm{km}/\mathrm{h} menuruni bukit? Dengan induktansinya?
  7. Arus dan daya lampunya pada 9km/h9\,\mathrm{km}/\mathrm{h} dan pada 36km/h36\,\mathrm{km}/\mathrm{h}; ulaslah pengaturan dirinya.
  8. Dinamo yang sebenarnya memutar sebuah magnet di dalam kumparan yang tetap. Apakah analisisnya berubah? Masalah praktis apa yang disingkirkannya?
  9. Apa yang dilakukan lampunya ketika sepedanya berhenti di lampu merah, dan bagaimana lampu modern mengatasinya?

Bagian II — Pengeras suaranya. Kumparan suaranya: panjang kawat =5.0m\ell = 5.0\,\mathrm{m} dalam medan radial B=1.0TB = 1.0\,\mathrm{T}, hambatan R=8.0ΩR = 8.0\,\Omega, induktansi L=0.50mHL = 0.50\,\mathrm{mH}; massa bergeraknya (kumparan dan kerucut) m=10gm = 10\,\mathrm{g}; kekakuan gantungannya k=1000N/mk = 1000\,\mathrm{N}/\mathrm{m}, peredaman mekanisnya h=1.0Ns/mh = 1.0\,\mathrm{N}\,\mathrm{s}/\mathrm{m}. Rezim sinusoidal, amplitudo kompleks.

  1. Gaya pada kumparannya bagi arus ii; ggl baliknya bagi kelajuan vv (turunkanlah keduanya, lengkap dengan tandanya).
  2. Tuliskanlah persamaan listrik dan mekanisnya.
  3. Hapuskanlah ii lalu tunjukkan bahwa v=Bu(R+jLω)(jmω+h+k/jω)+B22\underline v = \dfrac{B\ell\,\underline u}{(R + jL\omega)(jm\omega + h + k/j\omega) + B^2\ell^2}.
  4. Pada frekuensi yang LωRL\omega \ll R, tunjukkan bahwa koplingnya bekerja sebagai peredaman mekanis tambahan B22/RB^2\ell^2/R; nilainya; frekuensi resonansi kerucutnya dan faktor kualitasnya dengan dan tanpa peredaman listriknya.
  5. Penguatnya menyalurkan ii beramplitudo 1.0A1.0\,\mathrm{A} pada 1kHz1\,\mathrm{kHz}: amplitudo gaya, percepatan, perpindahan dan kecepatan kerucutnya (rezim terkendali massa); amplitudo ggl baliknya dibandingkan dengan RiRi.
  6. Arus yang sama pada frekuensi resonansinya: amplitudo kecepatannya (terkendali peredaman) dan ggl baliknya; ulaslah.
  7. Daya listriknya pada 1kHz1\,\mathrm{kHz}; daya mekanis yang dilesapkan pada hh (diambil sebagai rugi bunyi dan gantungannya); efisiensinya.
  8. Mengapa tekanan bunyinya sebanding dengan percepatan kerucutnya (terimalah tanpa bukti) menjadi sebab kerucut yang terkendali massa memberi tanggapan yang datar di atas resonansinya?
  9. Mengapa medannya harus radial, dan mengapa sebuah tweeter berukuran kecil?
  10. Sketsalah modulus impedans u/i\underline u/\underline i yang terlihat oleh penguatnya dari 10Hz10\,\mathrm{Hz} sampai 10kHz10\,\mathrm{kHz}: nilainya pada frekuensi rendah, pada resonansinya (pakailah kecepatan yang terkendali peredaman), dan pada 10kHz10\,\mathrm{kHz}.

Bagian III — Terbalik, dan bukunya.

  1. Peranti yang sama sebagai mikrofon: sebuah bunyi menggerakkan kerucutnya dengan v=1.0mm/sv = 1.0\,\mathrm{mm}/\mathrm{s}; tegangan rangkaian terbukanya.
  2. Dibebani RL=600ΩR_L = 600\,\Omega: arusnya, dan gaya pengereman pada kerucutnya; tunjukkan bahwa mikrofonnya mengambil daya dari bunyinya lewat peredaman efektif B22/(R+RL)B^2\ell^2/(R + R_L).
  3. Kumparannya digulung pada sebuah tabung aluminium (kelosnya), yaitu satu lilitan tertutup sepanjang 0.10m0.10\,\mathrm{m} dan berhambatan 1.0mΩ1.0\,\mathrm{m}\Omega: peredaman yang ditambahkannya; mengapa kelos dibelah.
  4. Ketuklah kerucut sebuah pengeras suara yang kutubnya dibiarkan terbuka, lalu kerucut yang kutubnya dihubungsingkatkan: yang mana berdenting lebih lama, dan mengapa?
  5. Tuliskanlah neraca energi pengeras suaranya sepanjang satu periode dalam keadaan tunak, sambil menamai setiap sukunya.
  6. Ringkaslah: bagi tiap perantinya, hukum yang dipakai dan dua angka yang layak diingat.
Solusi

Solusi Soal 29.1.

1. Φ=NBScosωt\Phi = NBS\cos\omega t, e=NBSωsinωte = NBS\omega\sin\omega t; NBS=300×0.3×3×104=0.027WbNBS = 300 \times 0.3 \times 3 \times 10^{-4} = 0.027\,\mathrm{Wb}; ω=v/r=5/0.01=500rad/s\omega = v/r = 5/0.01 = 500\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}: amplitudonya 13.5V13.5\,\mathrm{V}, frekuensinya ω/2π=80Hz\omega/2\pi = 80\,\mathrm{Hz}.

2. Irms=13.5/2/16=0.60AI_{\text{rms}} = 13.5/\sqrt2/16 = 0.60\,\mathrm{A}; lampunya RI2=4.3WRI^2 = 4.3\,\mathrm{W} di bawah 7.2V7.2\,\mathrm{V}: lampu 6V6\,\mathrm{V}, 3W3\,\mathrm{W} terpacu berlebihan dan tak akan bertahan.

3. Mekanis == listrik: (R+rc)Irms2=16×0.36=5.7W(R + r_c)I_{\text{rms}}^2 = 16 \times 0.36 = 5.7\,\mathrm{W}; F=P/v=5.7/5=1.1NF = P/v = 5.7/5 = 1.1\,\mathrm{N} — separuh gesekan gelindingnya; pengendaranya merasakannya.

4. Kopel Laplace arus imbasnya melawan putarannya (Lenz); energi lampunya datang dari kaki pengendaranya, sebanyak 5.7W5.7\,\mathrm{W}.

5. Z=R+rc+jLω\underline Z = R + r_c + jL\omega; I=NBSω/(R+rc)2+L2ω2I = NBS\omega/\sqrt{(R + r_c)^2 + L^2\omega^2}; untuk LωR+rcL\omega \gg R + r_c, INBS/L=0.027/0.02=1.35AI \to NBS/L = 0.027/0.02 = 1.35\,\mathrm{A}. 70%70\%: Lω=0.7(R+rc)/10.49=15.7L\omega = 0.7(R + r_c)/\sqrt{1 - 0.49} = 15.7, ω=784rad/s\omega = 784\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, v=7.8m/s=28km/hv = 7.8\,\mathrm{m}/\mathrm{s} = 28\,\mathrm{km}/\mathrm{h}.

6. Tanpa LL: emax=3×13.5=40.5Ve_{\max} = 3 \times 13.5 = 40.5\,\mathrm{V}, Irms=1.8AI_{\text{rms}} = 1.8\,\mathrm{A}, 39W39\,\mathrm{W} pada lampunya — ia putus. Dengan LL: I=40.5/256+900=1.2AI = 40.5/\sqrt{256 + 900} = 1.2\,\mathrm{A} puncak, 8.5W8.5\,\mathrm{W}: panas, tetapi sepuluh kali lebih kecil.

7. 9km/h9\,\mathrm{km}/\mathrm{h}: emax=6.75e_{\max} = 6.75, Z=256+25=16.8|Z| = \sqrt{256 + 25} = 16.8, I=0.40I = 0.40, P=12×0.16×12=1.0WP = \tfrac12 \times 0.16 \times 12 = 1.0\,\mathrm{W}: redup. 36km/h36\,\mathrm{km}/\mathrm{h}: emax=27e_{\max} = 27, Z=25.6|Z| = 25.6, I=1.05I = 1.05, P=6.6WP = 6.6\,\mathrm{W}. Kelajuannya empat kali lipat, arusnya 2.62.6 kali: induktansinya mengatur.

8. Hanya gerak nisbinya yang berperan: fluks menembus kumparan yang tetap berubah dengan cara yang sama, gglnya sama. Tak ada sentuhan luncur (sikat) yang diperlukan untuk membawa arusnya keluar dari kumparan yang berputar.

9. Tak ada gerak, tak ada perubahan fluks, tak ada cahaya — karena itu ada kapasitor atau baterai kecil (“lampu diam”) yang diisi selagi bersepeda.

10. Tiap unsur kawatnya tegak lurus pada B\vect B yang radial: F=BiF = B\ell i, aksial. Bergerak dengan vv, tiap unsurnya melihat vB\vect v\wedge\vect B menyusuri kawatnya: e=Bve = -B\ell v, yang melawan arus penghasil geraknya (kesepakatan penerima: tegangan BvB\ell v).

11. u=Ri+L ⁣di/ ⁣dt+Bvu = Ri + L\,\dd i/\dd t + B\ell v; m ⁣dv/ ⁣dt=kxhv+Bim\,\dd v/\dd t = -kx - hv + B\ell i.

12. i=(uBv)/(R+jLω)\underline i = (\underline u - B\ell\underline v)/(R + jL\omega); v(jmω+h+k/jω)=Bi\underline v\,(jm\omega + h + k/j\omega) = B\ell\,\underline i; substitusikan lalu selesaikan untuk v\underline v.

13. i(uBv)/Ri \approx (u - B\ell v)/R memberi mv˙+(h+B22/R)v+kx=Bu/Rm\dot v + (h + B^2\ell^2/R)v + kx = B\ell u/R: peredaman tambahannya 25/8=3.1Ns/m25/8 = 3.1\,\mathrm{N}\,\mathrm{s}/\mathrm{m}. f0=12πk/m=50Hzf_0 = \tfrac1{2\pi}\sqrt{k/m} = 50\,\mathrm{Hz}; Q=km/htotQ = \sqrt{km}/h_{\text{tot}}: 3.23.2 dalam keadaan terbuka, 0.770.77 dengan penguatnya.

14. F=5.0NF = 5.0\,\mathrm{N}, a=F/m=500m/s2a = F/m = 500\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, x=a/ω2=13µmx = a/\omega^2 = 13\,\text{µ}\mathrm{m}, v=a/ω=0.080m/sv = a/\omega = 0.080\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; Bv=0.40VB\ell v = 0.40\,\mathrm{V} terhadap Ri=8VRi = 8\,\mathrm{V}: 5%5\%.

15. Dengan arusnya dipaksakan, v=F/h=5m/sv = F/h = 5\,\mathrm{m}/\mathrm{s} (yaitu amplitudo 16mm16\,\mathrm{mm} — simpangan yang besar untuk 1A1\,\mathrm{A}); Bv=25VB\ell v = 25\,\mathrm{V}, tiga kali RiRi: penguatnya harus memasok 33V33\,\mathrm{V} untuk mendorong 1A1\,\mathrm{A} pada resonansinya — itulah puncak impedansnya. Sebuah penguat bersumber tegangan justru akan membiarkan peredaman listriknya menahan kerucutnya.

16. 12RI2=4.0W\tfrac12RI^2 = 4.0\,\mathrm{W}; 12hv2=12×0.0064=3.2mW\tfrac12hv^2 = \tfrac12 \times 0.0064 = 3.2\,\mathrm{mW}: efisiensinya 0.08%0.08\%pengeras suara adalah pemanas yang berbisik.

17. Di atas resonansinya a=F/m=Bi/ma = F/m = B\ell i/m tak bergantung pada frekuensi bagi arus tertentu, sehingga tekanannya, yang a\propto a, mendatar: pita yang terkendali massa itulah pita kerjanya.

18. Medan radial: gayanya aksial dan sama di setiap kedudukan kumparannya di dalam celahnya. Sebuah tweeter harus tetap terkendali massa sampai 20kHz20\,\mathrm{kHz} dengan simpangan yang mungil: kumparan dan kerucut yang ringan; dan kerucut yang kecil memancarkan frekuensi tinggi ke segala arah.

19. Frekuensi rendah: vv kecil, ZR=8Ω|Z| \approx R = 8\,\Omega; pada 50Hz50\,\mathrm{Hz}: u=Ri+Bvu = Ri + B\ell v dengan v=Bi/hv = B\ell i/h: Z=R+B22/h=8+25=33ΩZ = R + B^2\ell^2/h = 8 + 25 = 33\,\Omega; pada 10kHz10\,\mathrm{kHz}: R+jLω=8+31j=32Ω|R + jL\omega| = |8 + 31j| = 32\,\Omega. Sebuah puncak pada resonansinya, lantai datar 8Ω8\,\Omega, lalu naik bersama LωL\omega.

20. e=Bv=5×103=5mVe = B\ell v = 5 \times 10^{-3} = 5\,\mathrm{mV}.

21. i=5×103/608=8.2µAi = 5 \times 10^{-3}/608 = 8.2\,\text{µ}\mathrm{A}; F=Bi=41µNF = B\ell i = 41\,\text{µ}\mathrm{N}, yang melawan vv: F=[B22/(R+RL)]vF = [B^2\ell^2/(R + R_L)]\,v, yaitu peredaman 0.041Ns/m0.041\,\mathrm{N}\,\mathrm{s}/\mathrm{m}; daya Fv=4×108WFv = 4 \times 10^{-8}\,\mathrm{W} diambil dari bunyinya dan berakhir di kedua resistornya.

22. Kelosnya: B2f2/Rf=1×0.01/103=10Ns/mB^2\ell_f^2/R_f = 1 \times 0.01/10^{-3} = 10\,\mathrm{N}\,\mathrm{s}/\mathrm{m}, sepuluh kali hh: ia akan mematikan kerucutnya dan memboroskan daya sebagai kalor; sebuah belahan memutus lilitan tertutupnya.

23. Terbuka: hanya hh yang meredam, Q=3.2Q = 3.2, ia berdenting. Terhubung singkat: ggl baliknya mengalirkan arus lewat RR, peredaman B22/RB^2\ell^2/R ditambahkan, Q=0.77Q = 0.77: ia berhenti seketika. (Cobalah.)

24. Sepanjang satu periode, energi tersimpannya kembali ke nilainya: ui=Ri2+hv2\langle ui\rangle = \langle Ri^2\rangle + \langle hv^2\rangle — masukan listrik == kalor Joule dalam kumparannya ++ rugi mekanisnya (bunyi yang terpancar dan gesekan gantungannya); suku koplingnya BivB\ell iv muncul dalam kedua persamaannya dengan tanda berlawanan lalu saling meniadakan.

25. Dinamonya: Faraday pada kumparan yang berputar — 13.5V13.5\,\mathrm{V} pada 18km/h18\,\mathrm{km}/\mathrm{h}, arusnya terbatasi pada 1.35A1.35\,\mathrm{A} oleh induktansinya sendiri. Pengeras suaranya: gaya Laplace dan ggl balik — 3.1Ns/m3.1\,\mathrm{N}\,\mathrm{s}/\mathrm{m} peredaman listrik, efisiensi 0.08%0.08\%. Mikrofonnya: kumparan yang sama secara terbalik — 5mV5\,\mathrm{mV} tiap milimeter tiap sekon.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium