Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

19Sistem Titik; Pengantar Benda Tegar

Seorang peloncat indah meninggalkan papannya, melipat badan, bersalto dua kali, lalu meluruskan diri; sepanjang semua itu satu titik tubuhnya — pusat massanya — melukiskan parabola sederhana yang sama seperti sebuah batu. Sebuah yoyo yang dijatuhkan dari tangan memerlukan waktu tiga kali lebih lama untuk mencapai ujung talinya daripada sebuah batu, dan tiba sambil berputar dua ribu kali tiap menit. Bola pejal mengalahkan bola berongga menuruni bidang miring mana pun, berapa pun ukuran atau massanya. Mekanika satu titik, yang dibawa melalui bab-bab sebelumnya, meluas ke sistem banyak titik — dan ke benda tegar sehari-hari — melalui segenggam teorema: pusat massanya bergerak seperti sebuah titik, energi dan momentum sudutnya terbelah menjadi bagian pusat massa dan bagian “di sekitarnya”, dan benda yang berputar terhadap sumbu tetap adalah sistem berderajat kebebasan satu yang diatur momen inersianya.

19.1 Pusat massa dan momentum

Definisi 19.1 (Pusat massa; momentum sebuah sistem)

Untuk partikel bermassa mim_i di MiM_i, dengan massa total M=miM = \sum m_i, pusat massa (barisentrum) GG didefinisikan oleh

imiGMi=0,yakniOG=1MimiOMi\sum_i m_i\,\vect{GM_i} = \vect 0, \qquad\text{yakni}\qquad \vect{OG} = \frac{1}{M}\sum_i m_i\,\vect{OM_i}

untuk titik asal OO mana pun. Momentum sistemnya adalah P=imivi=MvG\vect P = \sum_i m_i\vect v_i = M\vect v_G.

Teorema 19.2 (Teorema pusat massa)

Dalam kerangka inersial,

MaG= ⁣dP ⁣dt=Fext:M\,\vect a_G = \frac{\dd\vect P}{\dd t} = \sum\vect F_{\mathrm{ext}} :

pusat massanya bergerak seperti partikel titik bermassa MM yang dikenai resultan gaya luar saja. Bagi sistem tertutup tanpa gaya luar, P\vect P kekal dan GG bergerak beraturan.

Bukti. Jumlahkan hukum kedua Newton atas partikel-partikelnya; gaya dalamnya saling meniadakan berpasangan aksi–reaksi; miai=MaG\sum m_i\vect a_i = M\vect a_G dengan menurunkan definisi GG dua kali.

Contoh 19.3 (Peloncat indah, sentakan mundur, tumbukan)

Titik GG peloncatnya menuruti parabola di bawah beratnya saja, bagaimanapun ia berputar — ototnya adalah gaya dalam. Sebuah senapan 4.0kg4.0\,\mathrm{kg} yang menembakkan peluru 10g10\,\mathrm{g} pada 800m/s800\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: P=0\vect P = \vect 0 sebelum dan sesudahnya, sehingga senapannya tersentak mundur pada 2.0m/s2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Dua mobil, 1000kg1000\,\mathrm{kg} pada 20m/s20\,\mathrm{m}/\mathrm{s} dan 1500kg1500\,\mathrm{kg} yang diam, yang saling mengunci: v=20000/2500=8.0m/sv = 20000/2500 = 8.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} — momentumnya kekal, sementara 60%60\% energi kinetiknya berubah menjadi logam remuk dan kalor. Momentum kekal dalam setiap tumbukan; energi kinetik hanya dalam tumbukan lenting (Latihan 19.12).

19.2 Teorema Koenig

Definisi 19.4 (Kerangka barisentrum)

Yang disebut kerangka barisentrum R\mathcal R^* bertitik asal di GG dan bertranslasi terhadap kerangka inersial R\mathcal R (sumbu-sumbunya menjaga arahnya tetap). Besaran yang diukur di dalamnya diberi bintang: vi=vivG\vect v_i^* = \vect v_i - \vect v_G, dan mivi=0\sum m_i\vect v_i^* = \vect 0.

Teorema 19.5 (Teorema Koenig)

Momentum sudut terhadap sebuah titik OO dan energi kinetik sebuah sistem terbelah menjadi sumbangan pusat massanya, yang mengemban seluruh massa, dan sumbangan dalam kerangka barisentrumnya:

LO=OGMvG+L,Ek=12MvG2+Ek,\vect L_O = \vect{OG}\wedge M\vect v_G + \vect L^*, \qquad E_k = \tfrac12 Mv_G^2 + E_k^*,

dengan L=GMimivi\vect L^* = \sum\vect{GM_i}\wedge m_i\vect v_i^* dan Ek=12mivi2E_k^* = \sum\tfrac12 m_iv_i^{*2} yang tak bergantung pada titik asal kerangkanya.

Bukti. OMi=OG+GMi\vect{OM_i} = \vect{OG} + \vect{GM_i} dan vi=vG+vi\vect v_i = \vect v_G + \vect v_i^*; jabarkan OMimivi\sum\vect{OM_i}\wedge m_i\vect v_i dan 12mivi2\sum\tfrac12 m_iv_i^2: suku silangnya memuat miGMi=0\sum m_i\vect{GM_i} = \vect 0 atau mivi=0\sum m_i\vect v_i^* = \vect 0 dan lenyap.

Contoh 19.6 (Sebuah roda yang menggelinding)

Sebuah roda bermassa MM, berjari-jari RR, bermomen inersia JJ terhadap gandarnya, yang menggelinding tanpa tergelincir dengan laju vv: titik singgungnya diam, sehingga ω=v/R\omega = v/R, dan Ek=12Mv2+12Jω2=12Mv2(1+J/MR2)E_k = \tfrac12 Mv^2 + \tfrac12 J\omega^2 = \tfrac12 Mv^2(1 + J/MR^2) — tiga perempat Mv2Mv^2 bagi cakram seragam (J=12MR2J = \tfrac12 MR^2), Mv2Mv^2 bagi gelang. Suku keduanya adalah alasan roda sepeda dibuat ringan: rotasinya memakan energi yang tak dimakan massa rangkanya.

19.3 Masalah dua benda

Proposisi 19.7 (Massa tereduksi)

Dua partikel yang hanya berinteraksi satu sama lain (gaya F\vect F pada m2m_2 dari m1m_1, F-\vect F pada m1m_1): GG bergerak beraturan, dan posisi relatifnya r=M1M2\vect r = \vect{M_1M_2} menuruti

μ ⁣d2r ⁣dt2=F,μ=m1m2m1+m2,\mu\,\frac{\dd^2\vect r}{\dd t^2} = \vect F, \qquad \mu = \frac{m_1m_2}{m_1 + m_2},

yaitu persamaan sebuah partikel khayal tunggal dengan massa tereduksi μ\mu yang bergerak di bawah F\vect F terhadap sebuah pusat tetap. Dalam R\mathcal R^*, Ek=12μr˙2E_k^* = \tfrac12\mu\dot{\vect r}^2 dan L=rμr˙\vect L^* = \vect r\wedge\mu\dot{\vect r}.

Bukti. r¨=a2a1=F/m2+F/m1=F(m1+m2)/m1m2\ddot{\vect r} = \vect a_2 - \vect a_1 = \vect F/m_2 + \vect F/m_1 = \vect F(m_1 + m_2)/m_1m_2. Dalam R\mathcal R^*, GM2=m1r/(m1+m2)\vect{GM_2} = m_1\vect r/(m_1 + m_2) dan GM1=m2r/(m1+m2)\vect{GM_1} = -m_2\vect r/(m_1 + m_2); substitusikan ke dalam EkE_k^* dan L\vect L^*.

Contoh 19.8 (Ketika pusatnya ikut bergerak)

Dalam Bab 16 Matahari dianggap tetap: tepat hanya dalam limit mMm \ll M; secara umum hukum ketiga Kepler berbunyi T2=4π2a3/G(M+m)T^2 = 4\pi^2a^3/G(M + m). Bagi molekul HCl yang bergetar pada Soal 13.1, massa yang berosilasi di dalam sumurnya adalah μ=mHmCl/(mH+mCl)=0.972mH\mu = m_Hm_{Cl}/(m_H + m_{Cl}) = 0.972\,m_H, yang menaikkan frekuensinya sebesar 1.4%1.4\%; bagi atom hidrogen, μ\mu elektronnya berbeda dari mem_e sebesar satu bagian dalam 18361836 — terukur dalam spektrumnya.

19.4 Benda tegar yang berputar terhadap sumbu tetap

Definisi 19.9 (Benda tegar; rotasi terhadap sumbu tetap)

Yang disebut benda tegar (benda pejal) adalah sistem yang titik-titiknya menjaga jaraknya satu sama lain tetap. Bila ia berputar terhadap sumbu Δ\Delta yang tetap dalam kerangkanya, setiap titiknya melukiskan lingkaran berpusat pada Δ\Delta dengan kecepatan sudut yang sama ω=θ˙\omega = \dot\theta; titik yang berjarak rir_i dari sumbunya berkelajuan riωr_i\omega.

Proposisi 19.10 (Momen inersia; momentum sudut; energi kinetik)

Dengan momen inersia JΔ=miri2J_\Delta = \sum m_ir_i^2 (sebuah integral r2 ⁣dm\int r^2\,\dd m bagi benda kontinu):

LΔ=JΔω,Ek=12JΔω2.L_\Delta = J_\Delta\,\omega, \qquad E_k = \tfrac12 J_\Delta\omega^2 .

Nilai baku (massa MM): cincin tipis atau tabung berongga terhadap sumbunya, MR2MR^2; cakram seragam atau tabung pejal, 12MR2\tfrac12 MR^2; batang tipis sepanjang LL terhadap pusatnya, 112ML2\tfrac{1}{12}ML^2, terhadap salah satu ujungnya, 13ML2\tfrac13 ML^2; bola pejal terhadap sebuah garis tengahnya, 25MR2\tfrac25 MR^2. Teorema Huygens: terhadap sumbu Δ\Delta yang sejajar dengan sumbu ΔG\Delta_G melalui GG pada jarak dd, JΔ=JΔG+Md2J_\Delta = J_{\Delta_G} + Md^2.

Bukti. LΔL_\Delta dan EkE_k: Proposisi 15.9. Batang terhadap ujungnya: 0Lx2(M/L) ⁣dx=ML2/3\int_0^L x^2(M/L)\,\dd x = ML^2/3; terhadap pusatnya, L/2L/2x2(M/L) ⁣dx=ML2/12\int_{-L/2}^{L/2} x^2(M/L)\dd x = ML^2/12. Cakram: cincin berjari-jari rr, berlebar  ⁣dr\dd r, bermassa (2Mr/R2) ⁣dr(2Mr/R^2)\dd r: 0Rr2(2Mr/R2) ⁣dr=MR2/2\int_0^R r^2(2Mr/R^2)\dd r = MR^2/2; cincin dan bolanya diterima tanpa bukti (bolanya menuntut integral rangkap). Huygens: dengan ri2=GMi+d2=rG,i2+d2+2dGMir_i^2 = \abs{\vect{GM_i}_\perp + \vect d}^2 = r_{G,i}^2 + d^2 + 2\vect d\cdot \vect{GM_i}_\perp, suku silangnya berjumlah nol menurut definisi GG.

Kiri: momen inersia sebuah cakram, dijumlahkan cincin demi cincin. Kanan: teorema Huygens — terhadap sumbu yang melalui tepi sebuah cakram, sejajar dengan sumbu yang melalui pusatnya, J = 1/2 MR2 + MR2.
Kiri: momen inersia sebuah cakram, dijumlahkan cincin demi cincin. Kanan: teorema Huygens — terhadap sumbu yang melalui tepi sebuah cakram, sejajar dengan sumbu yang melalui pusatnya, J=12MR2+MR2J = \tfrac12 MR^2 + MR^2.

Teorema 19.11 (Dinamika benda tegar terhadap sumbu tetap)

Bagi benda tegar yang berputar terhadap sumbu tetap Δ\Delta dalam kerangka inersial,

JΔθ¨=MΔ(Fext), ⁣d ⁣dt(12JΔθ˙2)=MΔ(Fext)θ˙:J_\Delta\,\ddot\theta = \sum\mathcal M_\Delta(\vect F_{\mathrm{ext}}), \qquad \frac{\dd}{\dd t}\Big(\tfrac12 J_\Delta\dot\theta^2\Big) = \sum\mathcal M_\Delta(\vect F_{\mathrm{ext}})\,\dot\theta :

momen gaya-gaya luarnya terhadap sumbunya menggerakkan percepatan sudutnya, dan sebuah momen MΔ\mathcal M_\Delta menyampaikan daya MΔω\mathcal M_\Delta\omega. Sebuah poros ideal (bantalan tanpa gesekan) tak mengerahkan momen terhadap sumbunya sehingga tak mempercepat maupun mengerem rotasinya.

Bukti. Teorema 15.8 yang diproyeksikan pada Δ\Delta, dengan LΔ=JΔθ˙L_\Delta = J_\Delta\dot\theta dan JΔJ_\Delta tetap bagi benda tegar; kalikan dengan θ˙\dot\theta untuk bentuk energinya (gaya dalam sebuah benda tegar tak melakukan usaha: jaraknya tak berubah).

Contoh 19.12 (Bandul fisis; bandul torsi)

Sebuah benda bermassa MM yang berporos pada sumbu mendatar berjarak dd dari GG: momen beratnya Mgdsinθ-Mgd\sin\theta, sehingga JΔθ¨=MgdsinθJ_\Delta\ddot\theta = -Mgd\sin\theta dan ayunan kecilnya berperiode

T=2πJΔMgd,T = 2\pi\sqrt{\frac{J_\Delta}{Mgd}} ,

yaitu periode bandul sederhana sepanjang JΔ/MdJ_\Delta/Md — bagi batang seragam yang berporos di salah satu ujungnya, 2L/32L/3. Sebuah cakram yang digantung pada kawat bertetapan torsi CC (momen pemulih Cθ-C\theta): Jθ¨=CθJ\ddot\theta = -C\theta, T=2πJ/CT = 2\pi\sqrt{J/C} — yaitu neraca torsi yang mengukur GG dan hukum Coulomb.

Tiga benda tegar yang bergerak: bandul fisis yang berayun pada sebuah poros (momen beratnya terhadap sumbunya), bandul torsi (momen kawatnya), dan benda tegar yang menggelinding tanpa tergelincir menuruni bidang miring — makin besar J/MR2-nya, makin lambat ia menggelinding.
Tiga benda tegar yang bergerak: bandul fisis yang berayun pada sebuah poros (momen beratnya terhadap sumbunya), bandul torsi (momen kawatnya), dan benda tegar yang menggelinding tanpa tergelincir menuruni bidang miring — makin besar J/MR2J/MR^2-nya, makin lambat ia menggelinding.

Proposisi 19.13 (Menggelinding tanpa tergelincir menuruni bidang miring)

Sebuah benda putar (J=kMR2J = kMR^2 terhadap sumbunya) yang dilepaskan pada bidang miring bersudut α\alpha menggelinding tanpa tergelincir dengan percepatan

a=gsinα1+k:a = \frac{g\sin\alpha}{1 + k} :

57gsinα\tfrac57 g\sin\alpha bagi bola pejal, 23gsinα\tfrac23 g\sin\alpha bagi cakram, 12gsinα\tfrac12 g\sin\alpha bagi gelang — tak bergantung pada massa dan jari-jarinya.

Bukti. Energi: Mgh=12Mv2(1+k)Mgh = \tfrac12 Mv^2(1 + k) menyusuri lerengnya (gesekan statis di titik singgungnya yang diam tak melakukan usaha), sehingga v2=2ahv^2 = 2ah dengan aa seperti yang dinyatakan; atau Newton untuk GG dan teorema momen terhadap GG dengan gesekan ff: Ma=MgsinαfMa = Mg\sin\alpha - f, kMR2ω˙=fRkMR^2\dot\omega = fR, a=Rω˙a = R\dot\omega.

Catatan 19.14 (Sistem yang dapat berubah bentuk)

Bagi sistem yang tidak tegar, teorema energi kinetiknya berbunyi ΔEk=Wext+Wint\Delta E_k = W_{\mathrm{ext}} + W_{\mathrm{int}}: gaya dalamnya melakukan usaha (otot, pegas, gesekan di dalam sistemnya). Peseluncur yang menarik lengannya masuk, peloncat indah yang melipat badan, pesepeda yang berdiri di atas pedalnya semuanya memperoleh energi kinetik tanpa usaha luar — teorema pusat massanya tetap benar, energinya datang dari dalam.

19.5 Latihan

Latihan 19.1

Massa 2.0kg2.0\,\mathrm{kg} di x=0x = 0 dan 3.0kg3.0\,\mathrm{kg} di x=1.0mx = 1.0\,\mathrm{m}: posisi GG. Sistem Bumi–Bulan (81:181:1, 384000km384\,000\,\mathrm{km}): jarak GG dari pusat Bumi; bandingkan dengan jari-jari Bumi.

Solusi

Solusi Latihan 19.1.

xG=(2.0×0+3.0×1.0)/5.0=0.60mx_G = (2.0 \times 0 + 3.0 \times 1.0)/5.0 = 0.60\,\mathrm{m}. Bumi–Bulan: 384000/82=4700km384000/82 = 4700\,\mathrm{km} dari pusat Bumi, di dalam Bumi (6370km6370\,\mathrm{km}): Bumi bergoyang terhadap sebuah titik 1700km1700\,\mathrm{km} di bawah permukaannya.

Latihan 19.2

Sebuah senapan 4.0kg4.0\,\mathrm{kg} menembakkan peluru 10g10\,\mathrm{g} pada 800m/s800\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Kelajuan sentakan mundurnya; energi kinetik peluru dan senapannya; dari mana energinya datang?

Solusi

Solusi Latihan 19.2.

4.0v=0.010×8004.0v = 0.010 \times 800: v=2.0m/sv = 2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Peluru 12×0.010×8002=3.2kJ\tfrac12 \times 0.010 \times 800^2 = 3.2\,\mathrm{kJ}, senapan 8J8\,\mathrm{J}: dari energi kimia mesiunya; benda yang ringan mengambil hampir seluruhnya (Ek=p2/2mE_k = p^2/2m dengan pp yang sama).

Latihan 19.3

Sebuah mobil 1000kg1000\,\mathrm{kg} pada 20m/s20\,\mathrm{m}/\mathrm{s} menabrak mobil 1500kg1500\,\mathrm{kg} yang diam; keduanya saling mengunci. Kelajuan bersamanya; pecahan energi kinetik yang hilang.

Solusi

Solusi Latihan 19.3.

v=20000/2500=8.0m/sv = 20000/2500 = 8.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; EkE_k: 200kJ200\,\mathrm{kJ} sebelumnya, 12×2500×64=80kJ\tfrac12 \times 2500 \times 64 = 80\,\mathrm{kJ} sesudahnya: 60%60\% hilang.

Latihan 19.4

Turunkan momen inersia sebuah batang seragam bermassa MM, sepanjang LL, terhadap sumbu tegak lurus yang melalui ujungnya, lalu yang melalui pusatnya; periksalah teorema Huygens di antara keduanya.

Solusi

Solusi Latihan 19.4.

Ujung: 0Lx2(M/L) ⁣dx=ML2/3\int_0^L x^2(M/L)\dd x = ML^2/3; pusat: L/2L/2x2(M/L) ⁣dx=ML2/12\int_{-L/2}^{L/2}x^2(M/L) \dd x = ML^2/12; Huygens dengan d=L/2d = L/2: ML2/12+ML2/4=ML2/3ML^2/12 + ML^2/4 = ML^2/3.

Latihan 19.5 ★★

Energi kinetik sebuah tabung seragam yang menggelinding dan sebuah gelang yang menggelinding dengan massa dan laju yang sama, sebagai kelipatan 12Mv2\tfrac12 Mv^2. Mana yang berhenti lebih dulu di lantai datar yang kasar, dan mana yang memanjat lebih tinggi di sebuah lereng?

Solusi

Solusi Latihan 19.5.

Ek=12Mv2(1+k)E_k = \tfrac12 Mv^2(1 + k): tabung 1.51.5, gelang 22 kali 12Mv2\tfrac12 Mv^2. Pada laju yang sama gelangnya berenergi lebih besar: ia menggelinding lebih jauh di lantai datar (dengan gesekan yang sama) dan memanjat lebih tinggi (h=v2(1+k)/2gh = v^2(1 + k)/2g).

Latihan 19.6 ★★

Massa tereduksi HCl (mCl=35mHm_{Cl} = 35m_H) dan atom hidrogen (mp=1836mem_p = 1836m_e); koreksi nisbi terhadap frekuensi getaran atau frekuensi orbit yang dihitung dengan massa ringannya saja.

Solusi

Solusi Latihan 19.6.

HCl: μ=35mH/36=0.972mH\mu = 35m_H/36 = 0.972m_H; atom: μ=me/(1+1/1836)=0.99946me\mu = m_e/(1 + 1/1836) = 0.99946m_e. Frekuensinya 1/μ\propto 1/\sqrt\mu: +1.4%+1.4\% bagi HCl, +0.027%+0.027\% bagi hidrogen (geseran isotop antara spektrum H dan D bertumpu padanya).

Latihan 19.7 ★★

Sebuah batang seragam sepanjang 1.0m1.0\,\mathrm{m} berporos bebas pada salah satu ujungnya. Periode osilasi kecilnya; panjang bandul sederhana yang berperiode sama; titik pada batangnya (pusat perkusi) tempat sebuah pukulan tajam tak menimbulkan reaksi di porosnya berada pada jarak itu — mengapa seorang pemukul mencarinya?

Solusi

Solusi Latihan 19.7.

J=ML2/3J = ML^2/3, d=L/2d = L/2: T=2π(ML2/3)/(MgL/2)=2π2L/3g=1.64sT = 2\pi\sqrt{(ML^2/3)/(MgL/2)} = 2\pi\sqrt{2L/3g} = 1.64\,\mathrm{s}; panjang setaranya 2L/3=0.67m2L/3 = 0.67\,\mathrm{m}. Sebuah pukulan di pusat perkusinya membuat batangnya berputar terhadap porosnya tanpa reaksi impulsif di sana: pukullah bolanya di “titik manis” tongkatnya dan tangannya tak merasa perih.

Latihan 19.8 ★★

Sebuah cakram (M=0.20kgM = 0.20\,\mathrm{kg}, R=10cmR = 10\,\mathrm{cm}) digantung pada sebuah kawat dan berosilasi secara torsi dengan periode 2.0s2.0\,\mathrm{s}. Tetapan torsi kawatnya.

Solusi

Solusi Latihan 19.8.

J=12MR2=1.0×103kgm2J = \tfrac12 MR^2 = 1.0 \times 10^{-3}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}; C=4π2J/T2=9.9×103Nm/radC = 4\pi^2J/T^2 = 9.9 \times 10^{-3}\,\mathrm{N}\,\mathrm{m}/\mathrm{rad}.

Latihan 19.9 ★★

Sebuah roda gila bermomen inersia 10kgm210\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2} berputar pada 3000rpm3000\,\mathrm{rpm}. Energi tersimpannya; momen pengereman yang menghentikannya dalam 10s10\,\mathrm{s}; jumlah putaran selama pengeremannya.

Solusi

Solusi Latihan 19.9.

ω=314rad/s\omega = 314\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, E=12Jω2=4.9×105JE = \tfrac12 J\omega^2 = 4.9 \times 10^{5}\,\mathrm{J}; Γ=Jω/t=314Nm\Gamma = J\omega/t = 314\,\mathrm{N}\,\mathrm{m}; putarannya: 12ωt/2π=250\tfrac12\omega t/2\pi = 250.

Latihan 19.10 ★★★

Sebuah bola pejal, sebuah tabung pejal, dan sebuah gelang dilepaskan bersama-sama di puncak sebuah bidang miring. Urutan kedatangannya, dan nisbah percepatannya. Apakah hasilnya bergantung pada jari-jari atau massanya?

Solusi

Solusi Latihan 19.10.

a=gsinα/(1+k)a = g\sin\alpha/(1 + k): bola (k=2/5k = 2/5) 0.7140.714, tabung (1/21/2) 0.6670.667, gelang (11) 0.5000.500 kali gsinαg\sin\alpha: bolanya pertama, gelangnya terakhir; massa dan jari-jari tak muncul di mana pun.

Latihan 19.11 ★★★

Bandul balistik: sebuah peluru 10g10\,\mathrm{g} pada 400m/s400\,\mathrm{m}/\mathrm{s} terbenam dalam balok 2.0kg2.0\,\mathrm{kg} yang digantung pada tali 1.0m1.0\,\mathrm{m}. Kelajuan tepat setelah tumbukan; tinggi yang dicapai; pecahan energi kinetik pelurunya yang hilang. Mengapa kekekalan energi tak dapat dipakai untuk tumbukannya sendiri?

Solusi

Solusi Latihan 19.11.

Momentum: 0.010×400=2.01v0.010 \times 400 = 2.01\,v: v=2.0m/sv = 2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; lalu energi: h=v2/2g=0.20mh = v^2/2g = 0.20\,\mathrm{m}. EkE_k: 800J800\,\mathrm{J} sebelumnya, 12×2.01×4.0=4.0J\tfrac12 \times 2.01 \times 4.0 = 4.0\,\mathrm{J} sesudahnya: 99.5%99.5\% hilang menjadi deformasi dan kalor. Tumbukannya tak lenting — energi tak kekal melewatinya, momentumnya kekal (tegangan talinya tegak dan tumbukannya singkat).

Latihan 19.12 ★★★

Tumbukan lenting sentral m1m_1 pada v1v_1 dengan m2m_2 yang diam: turunkan v1=m1m2m1+m2v1v_1' = \frac{m_1 - m_2}{m_1 + m_2}v_1 dan v2=2m1m1+m2v1v_2' = \frac{2m_1}{m_1 + m_2}v_1. Pecahan energi yang dipindahkan ketika sebuah neutron mengenai sebuah proton; sebuah inti karbon (12mn12m_n); sebuah inti timbal (207mn207m_n). Mengapa reaktor dimoderasi dengan inti ringan?

Solusi

Solusi Latihan 19.12.

m1v1=m1v1+m2v2m_1v_1 = m_1v_1' + m_2v_2' dan m1v12=m1v12+m2v22m_1v_1^2 = m_1v_1'^2 + m_2v_2'^2 memberikan v1+v1=v2v_1 + v_1' = v_2' (bagilah persamaan energinya dengan persamaan momentumnya), lalu menyusullah rumus-rumusnya. Pecahan energi ke sasarannya 4m1m2/(m1+m2)24m_1m_2/(m_1 + m_2)^2: proton 100%100\%; karbon 4×12/169=28%4 \times 12/169 = 28\%; timbal 4×207/2082=1.9%4 \times 207/208^2 = 1.9\%. Inti ringan mengambil energi neutronnya dalam beberapa tumbukan (air, grafit); timbal akan menuntut ratusan.

Sebuah yoyo yang terurai: pusat massanya jatuh, cakramnya berputar, dan tegangan talinya adalah yang mengikat kedua gerak itu menjadi satu — soal akhir pekan.
Sebuah yoyo yang terurai: pusat massanya jatuh, cakramnya berputar, dan tegangan talinya adalah yang mengikat kedua gerak itu menjadi satu — soal akhir pekan.

19.6 Soal: Yoyo

Soal 19.1

Soal akhir pekan — sebuah cakram pada poros tipis di ujung seutas tali: mengapa ia jatuh begitu lambat, seberapa cepat ia berputar di bawah, mengapa ia “tidur” di sana, dan ke arah mana sebuah gelendong menggelinding ketika benangnya ditarik

Sebuah yoyo adalah cakram seragam bermassa M=50gM = 50\,\mathrm{g} dan berjari-jari R=3.0cmR = 3.0\,\mathrm{cm} dengan poros tipis berjari-jari r=0.40cmr = 0.40\,\mathrm{cm} yang padanya digulung tali sepanjang h=1.0mh = 1.0\,\mathrm{m}; ujung atas talinya dipegang tetap. g=9.81m/s2g = 9.81\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; J=12MR2J = \tfrac12 MR^2 terhadap sumbunya.

Bagian I — Kinematika dan energi.

  1. Di mana pusat massa GG yoyonya? Mengapa?
  2. Tunjukkan dari teorema Koenig bahwa energi kinetiknya adalah 12MvG2+12Jω2\tfrac12 Mv_G^2 + \tfrac12 J\omega^2.
  3. Turunkan J=12MR2J = \tfrac12 MR^2 dengan mengintegralkan cincin demi cincin, lalu hitunglah JJ.
  4. Ketika talinya terurai tanpa tergelincir dari porosnya, hubungkan vGv_G dengan ω\omega.
  5. Simpulkan Ek=12MvG2(1+R2/2r2)E_k = \tfrac12 Mv_G^2(1 + R^2/2r^2) lalu hitunglah faktor dalam kurungnya. Berilah komentar.

Bagian II — Jatuhnya.

  1. Gaya-gaya pada yoyonya; tuliskan teorema pusat massanya (sumbu tegak ke bawah).
  2. Tuliskan teorema momentum sudut terhadap sumbu yang melalui GG (gaya mana yang bermomen?).
  3. Gabungkan dengan pertanyaan 4 untuk menemukan percepatannya aG=g/(1+R2/2r2)a_G = g/(1 + R^2/2r^2); hitunglah.
  4. Hitunglah tegangan talinya lalu bandingkan dengan beratnya.
  5. Waktu untuk mengurai 1.0m1.0\,\mathrm{m} talinya, dan kelajuannya ketika itu; bandingkan dengan sebuah batu yang dijatuhkan dari ketinggian yang sama.
  6. Kecepatan sudut di bawah, dalam rad/s dan putaran tiap menit.
  7. Belahlah energi kinetiknya di bawah menjadi bagian translasi dan bagian rotasinya.
  8. Periksalah neraca energinya: bandingkan MghMgh dengan energi kinetiknya di bawah, lalu katakan mengapa tegangan talinya, walaupun besar, tak melakukan usaha.

Bagian III — Di bawah: si tidur. Ketika talinya terurai seluruhnya, ia menghentikan pusat massanya dalam beberapa milisekon; yoyonya terus berputar di dalam simpul di ujung talinya (“tidur”).

  1. Mengapa putarannya bertahan setelah GG berhenti? (Teorema mana, dan gaya mana yang akan diperlukan untuk menghentikannya?)
  2. Taksirlah tegangan rata-rata selama perhentiannya bila GG dihentikan dalam 5ms5\,\mathrm{ms}.
  3. Simpulnya bergesek pada porosnya dengan momen gesek Γ=1.0×104Nm\Gamma = 1.0 \times 10^{-4}\,\mathrm{N}\,\mathrm{m}: berapa lama yoyonya tidur?
  4. Sentakan tajam ke atas pada talinya membuat talinya mencengkeram porosnya lagi; yoyo yang berputar itu lalu memanjat. Dengan memakai energi, sampai ketinggian berapa ia dapat naik bila tak ada yang hilang? Mengapa, dalam praktiknya, kurang dari itu?
  5. Selama pemanjatannya, apakah tegangannya lebih besar atau lebih kecil daripada beratnya? (Tanda aGa_G.)
  6. Apa yang akan terjadi pada yoyo yang jari-jari porosnya sama dengan RR (talinya digulung pada tepinya)? Hitunglah percepatan jatuhnya.

Bagian IV — Gelendong di atas meja. Benda yang sama terletak di atas meja yang kasar, porosnya mendatar, dan talinya meninggalkan bagian bawah porosnya secara mendatar; talinya ditarik dengan gaya FF. Ia menggelinding tanpa tergelincir.

  1. Di titik singgung CC dengan mejanya, berapa kecepatan bahan gelendongnya? Simpulkan bahwa geraknya, pada tiap saat, adalah rotasi terhadap CC.
  2. Hitunglah momen FF terhadap CC (lengan gaya RrR - r) dan momen beratnya serta momen reaksi mejanya.
  3. Dengan memakai teorema momentum sudut terhadap CC dengan JC=J+MR2J_C = J + MR^2 (Huygens), temukan aGa_G lalu tunjukkan bahwa gelendongnya menggelinding menuju tangannya.
  4. Kini talinya ditarik pada sudut β\beta di atas arah mendatar. Tunjukkan bahwa gelendongnya tak menggelinding ketika garis kerja FF melalui CC, yakni cosβ=r/R\cos\beta = r/R, dan menggelinding menjauhi tangannya untuk tarikan yang lebih curam. Hitunglah sudut itu.
  5. Hitunglah aGa_G untuk F=0.20NF = 0.20\,\mathrm{N} yang ditarik mendatar, dan gaya gesek yang diperlukan; apa yang membatasi FF sebelum gelendongnya tergelincir?
  6. Ringkaslah: ketiga teorema yang dipakai (pusat massa, momentum sudut terhadap sebuah sumbu, energi) dan apa yang ditentukan masing-masing.
Solusi

Solusi Soal 19.1.

1. Pada sumbunya, di pusat cakramnya, menurut kesetangkupan.

2. Koenig: Ek=12MvG2+EkE_k = \tfrac12 Mv_G^2 + E_k^*, dan dalam kerangka barisentrumnya yoyonya berputar terhadap sumbunya: Ek=12Jω2E_k^* = \tfrac12 J\omega^2.

3. Cincin berjari-jari ρ\rho, bermassa 2Mρ ⁣dρ/R22M\rho\,\dd\rho/R^2: J=0Rρ22Mρ ⁣dρ/R2=MR2/2=0.5×0.050×9×104=2.25×105kgm2J = \int_0^R \rho^2\cdot 2M\rho\,\dd\rho/R^2 = MR^2/2 = 0.5 \times 0.050 \times 9\times10^{-4} = 2.25 \times 10^{-5}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}.

4. Talinya tetap dan terurai dari porosnya: titik pada porosnya yang bersentuhan dengannya sesaat diam, sehingga vG=rωv_G = r\omega.

5. Ek=12MvG2+12(12MR2)(vG/r)2=12MvG2(1+R2/2r2)E_k = \tfrac12 Mv_G^2 + \tfrac12(\tfrac12 MR^2)(v_G/r)^2 = \tfrac12 Mv_G^2(1 + R^2/2r^2); R2/2r2=9/(2×0.16)=28R^2/2r^2 = 9/(2 \times 0.16) = 28: faktor 2929 — hampir seluruh energinya ada pada putarannya.

6. Berat MgMg ke bawah, tegangan TT ke atas: MaG=MgTMa_G = Mg - T.

7. Hanya tegangannya yang bermomen terhadap sumbunya (lengan gaya rr): Jω˙=TrJ\dot\omega = Tr.

8. ω˙=aG/r\dot\omega = a_G/r: T=JaG/r2=(R2/2r2)MaGT = Ja_G/r^2 = (R^2/2r^2)Ma_G; lalu MaG=Mg(R2/2r2)MaGMa_G = Mg - (R^2/2r^2)Ma_G, aG=g/29=0.34m/s2a_G = g/29 = 0.34\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}.

9. T=M(gaG)=0.050×9.47=0.47NT = M(g - a_G) = 0.050 \times 9.47 = 0.47\,\mathrm{N}, 97%97\% dari beratnya: talinya nyaris menahannya.

10. t=2h/aG=2.4st = \sqrt{2h/a_G} = 2.4\,\mathrm{s}; vG=aGt=0.82m/sv_G = a_Gt = 0.82\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Sebuah batu: 0.45s0.45\,\mathrm{s} dan 4.4m/s4.4\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

11. ω=vG/r=205rad/s=1960rpm\omega = v_G/r = 205\,\mathrm{rad}/\mathrm{s} = 1960\,\mathrm{rpm}.

12. 12MvG2=0.017J\tfrac12 Mv_G^2 = 0.017\,\mathrm{J} berbanding 12Jω2=0.47J\tfrac12 J\omega^2 = 0.47\,\mathrm{J}: 2828 kali lebih banyak energi pada putarannya daripada pada jatuhnya.

13. Mgh=0.49JMgh = 0.49\,\mathrm{J}; 12MvG2×29=0.5×0.050×0.67×29=0.49J\tfrac12 Mv_G^2 \times 29 = 0.5 \times 0.050 \times 0.67 \times 29 = 0.49\,\mathrm{J}. Tegangannya bekerja pada titik talinya yang diam (talinya tak bergerak): dayanya nol.

14. Gaya penghentinya bekerja menyusuri talinya, melalui sumbunya: tak bermomen terhadapnya; momentum sudutnya JωJ\omega tak tersentuh. Hanya gaya tangensial (gesekan pada porosnya) yang dapat memperlambat putarannya.

15. TMvG/Δt+Mg=0.050×0.82/0.005+0.49=8.7NT \approx Mv_G/\Delta t + Mg = 0.050 \times 0.82/0.005 + 0.49 = 8.7\,\mathrm{N}, delapan belas kali beratnya — dari sinilah sentakan yang dirasakan jarinya.

16. Jω˙=ΓJ\dot\omega = -\Gamma: t=Jω/Γ=2.25×105×205/104=46st = J\omega/\Gamma = 2.25\times10^{-5} \times 205/10^{-4} = 46\,\mathrm{s}.

17. Seluruh energi putarannya 12Jω2=0.47J\tfrac12 J\omega^2 = 0.47\,\mathrm{J} berubah menjadi MghMgh': h=0.96mh' = 0.96\,\mathrm{m}, hampir setinggi semula; dalam praktiknya kurang dari itu karena gesekan porosnya selama ia tidur dan kerugian pada sentakannya.

18. aGa_G terarah ke bawah (yoyonya melambat dalam perjalanan naik) sementara vGv_G terarah ke atas: T=M(gaG)<MgT = M(g - a_G) < Mg — lebih kecil daripada beratnya.

19. r=Rr = R: faktornya 1+1/2=1.51 + 1/2 = 1.5, aG=2g/3=6.5m/s2a_G = 2g/3 = 6.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} — jatuh cepat, sedikit berputar: poros yang tipislah yang membuat sebuah yoyo.

20. Menggelinding tanpa tergelincir: titik bahan di CC berkecepatan nol; medan kecepatan sebuah benda tegar yang salah satu titiknya diam adalah rotasi terhadap titik itu (sumbu melalui CC, dengan ω\omega yang sama).

21. FF bekerja di bagian bawah porosnya, setinggi RrR - r di atas mejanya, mendatar menuju tangannya: momennya F(Rr)F(R - r) terhadap CC dengan arah yang menggelindingkan gelendongnya menuju tangannya; berat dan reaksinya melalui CC (tak bermomen).

22. (J+MR2)ω˙=F(Rr)(J + MR^2)\dot\omega = F(R - r), aG=Rω˙=FR(Rr)/(32MR2)=2F(Rr)/3MR>0a_G = R\dot\omega = FR(R - r)/ (\tfrac32 MR^2) = 2F(R - r)/3MR > 0: menuju tangannya.

23. Garis kerja FF melalui CC ketika talinya dari bagian bawah porosnya bertemu mejanya di CC: cosβ=r/R\cos\beta = r/R, β=82\beta = 82^\circ. Lebih curam: momennya terhadap CC membalik, gelendongnya menggelinding menjauh (dan bagi β\beta yang cukup besar ia terangkat).

24. aG=2×0.20×0.026/(3×0.050×0.030)=2.3m/s2a_G = 2 \times 0.20 \times 0.026/(3 \times 0.050 \times 0.030) = 2.3\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; gesekannya dari MaG=FfMa_G = F - f (gesekannya melawan FF): f=0.200.050×2.3=0.085Nf = 0.20 - 0.050 \times 2.3 = 0.085\,\mathrm{N}; ia harus tinggal di bawah μsMg0.2N\mu_sMg \approx 0.2\,\mathrm{N} (untuk μs=0.4\mu_s = 0.4), yakni F0.5NF \lesssim 0.5\,\mathrm{N}.

25. Pusat massa: translasi GG dan tegangannya; momentum sudut terhadap sebuah sumbu: putarannya dan arah gelindingnya; energi: kelajuannya di bawah dan tinggi pemanjatannya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium