Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

18Kerangka Tak Inersial; Dinamika di Bumi

Berdiri di dalam bus yang membelok ke kiri, Anda condong ke kanan, terdorong oleh gaya yang tak dikerahkan siapa pun. Seember air yang diputar di atas meja putar mencekungkan permukaannya menjadi sebuah mangkuk. Di bawah kubah sebuah museum sebuah bandul berayun berjam-jam, dan garis ayunannya merayap berputar perlahan, beberapa derajat tiap jam, seolah-olah sebuah tangan tak terlihat memutarnya. Tak satu pun di antaranya gaya baru: begitulah rupa hukum Newton ketika kerangka tempat kita melukiskan geraknya sendiri sedang dipercepat atau berputar. Bab ini memperlihatkan bagaimana kecepatan dan percepatan bertransformasi antar kerangka, bagaimana hukum dinamikanya diperbaiki dengan menambahkan gaya inersial, dan apa yang dilakukan gaya-gaya itu pada kerangka berputar yang paling penting — Bumi.

Bandul Foucault di Pantheon, Paris, tempat ia pertama kali digantung pada tahun 1851: kawat sepanjang 67\, m, beban 28\, kg, dan bidang ayun yang berputar terhadap lantainya. Foto: Olga Khomitsevich, CC BY 2.0.
Bandul Foucault di Pantheon, Paris, tempat ia pertama kali digantung pada tahun 1851: kawat sepanjang 67m67\,\mathrm{m}, beban 28kg28\,\mathrm{kg}, dan bidang ayun yang berputar terhadap lantainya. Foto: Olga Khomitsevich, CC BY 2.0.

18.1 Berganti kerangka: kinematika

Definisi 18.1 (Gerak relatif; kerangka bertranslasi, kerangka berotasi)

Misalkan R\mathcal R sebuah kerangka (titik asal OO) dan R\mathcal R' kerangka lain (titik asal OO') yang bergerak terhadapnya. R\mathcal R' disebut bertranslasi bila sumbu-sumbunya menjaga arahnya tetap dalam R\mathcal R (setiap titik R\mathcal R' berkecepatan sama dengan OO'); ia disebut berotasi terhadap sumbu tetap Δ\Delta bila Δ\Delta tetap dalam kedua kerangka dan R\mathcal R' berputar terhadapnya dengan kecepatan sudut Ω(t)\Omega(t). Kecepatan dan percepatan sebuah titik MM relatif terhadap R\mathcal R', yaitu v\vect v' dan a\vect a', adalah yang diukur seorang pengamat yang diam di R\mathcal R'.

Teorema 18.2 (Penyusunan kecepatan dan percepatan)

  • R\mathcal R' bertranslasi dengan kecepatan vO\vect v_{O'} dan percepatan aO\vect a_{O'}:

    v=v+vO,a=a+aO.\vect v = \vect v' + \vect v_{O'}, \qquad \vect a = \vect a' + \vect a_{O'} .
  • R\mathcal R' berputar terhadap sumbu tetap Δ\Delta pada Ω\Omega (vektor Ω=Ωez\vect\Omega = \Omega\vect e_z menyusuri sumbunya); HH proyeksi MM pada sumbunya:

    v=v+ΩHM,a=a+(Ω2HM+Ω˙ezHM)ae+2ΩvaC.\vect v = \vect v' + \vect\Omega\wedge\vect{HM}, \qquad \vect a = \vect a' + \underbrace{\big(-\Omega^2\vect{HM} + \dot\Omega\,\vect e_z\wedge\vect{HM}\big)}_{\vect a_e} + \underbrace{2\vect\Omega\wedge\vect v'}_{\vect a_C} .

ae\vect a_e adalah percepatan seret (percepatan titik R\mathcal R' yang berimpit dengan MM: sentripetal menuju sumbunya bagi rotasi beraturan), aC=2Ωv\vect a_C = 2\vect\Omega\wedge\vect v' adalah percepatan Coriolis, yang hadir hanya bila MM bergerak relatif terhadap kerangka berputarnya.

Bukti. Translasi: OM=OO+OM\vect{OM} = \vect{OO'} + \vect{O'M} dengan komponen OM\vect{O'M} dalam basis bersamanya; turunkan dua kali. Rotasi: pakailah koordinat tabung terhadap Δ\Delta di R\mathcal R, (r,θ,z)(r, \theta, z), dan di R\mathcal R', (r,θ,z)(r, \theta', z) dengan θ=θ+Ω ⁣dt\theta = \theta' + \int\Omega\,\dd t. Lalu Teorema 11.7 di R\mathcal R dengan θ˙=θ˙+Ω\dot\theta = \dot\theta' + \Omega: v=r˙er+r(θ˙+Ω)eθ+z˙ez=v+rΩeθ\vect v = \dot r\vect e_r + r(\dot\theta' + \Omega)\vect e_\theta + \dot z\vect e_z = \vect v' + r\Omega\vect e_\theta, dan rΩeθ=ΩHMr\Omega\vect e_\theta = \vect\Omega\wedge\vect{HM}. Untuk percepatannya, θ¨=θ¨+Ω˙\ddot\theta = \ddot\theta' + \dot\Omega: a=[r¨r(θ˙+Ω)2]er+[r(θ¨+Ω˙)+2r˙(θ˙+Ω)]eθ+z¨ez\vect a = [\ddot r - r(\dot\theta' + \Omega)^2]\vect e_r + [r(\ddot\theta' + \dot\Omega) + 2\dot r(\dot\theta' + \Omega)]\vect e_\theta + \ddot z\vect e_z; jabarkan lalu kelompokkan, a=arΩ2er+rΩ˙eθ+2Ω(rθ˙er+r˙eθ)\vect a = \vect a' - r\Omega^2\vect e_r + r\dot\Omega\vect e_\theta + 2\Omega(-r\dot\theta'\vect e_r + \dot r\vect e_\theta), dan kurung terakhirnya adalah 2Ωv2\vect\Omega\wedge\vect v' karena ezer=eθ\vect e_z\wedge\vect e_r = \vect e_\theta, ezeθ=er\vect e_z\wedge\vect e_\theta = -\vect e_r.

Contoh 18.3 (Berjalan di atas meja putar)

Latihan 11.12 menghitung percepatan seseorang yang berjalan secara radial dengan uu di atas meja putar yang berputar pada Ω\Omega: utΩ2er+2uΩeθ-ut\Omega^2\vect e_r + 2u\Omega\vect e_\theta. Dalam bahasa yang baru: percepatan relatifnya nol, seretnya rΩ2er-r\Omega^2\vect e_r, Coriolisnya 2Ωuer=2uΩeθ2\vect\Omega\wedge u\vect e_r = 2u\Omega\vect e_\theta.

18.2 Dinamika dalam kerangka tak inersial: gaya inersial

Teorema 18.4 (Hukum Newton dalam kerangka tak inersial)

Dalam kerangka R\mathcal R' yang tak inersial, gerak sebuah partikel menuruti

ma=F+Fe+FC,Fe=mae,FC=maC=2mΩv:m\vect a' = \sum\vect F + \vect F_e + \vect F_C, \qquad \vect F_e = -m\vect a_e, \qquad \vect F_C = -m\vect a_C = -2m\vect\Omega\wedge\vect v' :

Hukum kedua Newton berlaku asalkan pada gaya-gaya nyatanya ditambahkan gaya seret (bagi kerangka yang berputar beraturan, yaitu gaya sentrifugal +mΩ2HM+m\Omega^2\vect{HM}, terarah menjauhi sumbunya; bagi kerangka bertranslasi, maO-m\vect a_{O'}) dan gaya Coriolis. Gaya inersial ini bukan interaksi: tak ada benda yang mengerahkannya, ia tak mempunyai reaksi, dan ia lenyap dalam kerangka inersial.

Bukti. ma=Fm\vect a = \sum\vect F dalam kerangka inersial R\mathcal R; substitusikan a=a+ae+aC\vect a = \vect a' + \vect a_e + \vect a_C lalu pindahkan kedua sukunya ke ruas kanan.

Contoh 18.5 (Penumpang yang condong, unting-unting)

Di dalam bus yang mengerem pada a=3.0m/s2a = 3.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, sebuah pegangan gantung merasakan, dalam kerangka busnya, gravitasi ditambah gaya inersial ke depan mama: ia menggantung menyusuri gravitasi semu g=gaO\vect g' = \vect g - \vect a_{O'}, yang condong ke depan sebesar arctan(a/g)=17\arctan(a/g) = 17^\circ. Penumpang yang ingin berdiri diam harus mencondongkan badannya ke arah vertikal semu itu. Di dalam lift yang jatuh bebas, g=0\vect g' = \vect 0: ketakberbobotan, dilihat dari dalam.

Gaya inersial. Kiri: di dalam bus yang mengerem unting-untingnya menggantung menyusuri gravitasi semu g - a_O', condong ke depan. Kanan: dalam kerangka yang berputar pada , sebuah partikel merasakan gaya sentrifugal menjauhi sumbunya dan, bila ia bergerak, gaya Coriolis yang tegak lurus pada kecepatan relatifnya.
Gaya inersial. Kiri: di dalam bus yang mengerem unting-untingnya menggantung menyusuri gravitasi semu gaO\vect g - \vect a_{O'}, condong ke depan. Kanan: dalam kerangka yang berputar pada Ω\Omega, sebuah partikel merasakan gaya sentrifugal menjauhi sumbunya dan, bila ia bergerak, gaya Coriolis yang tegak lurus pada kecepatan relatifnya.

Contoh 18.6 (Ember yang berputar)

Air di dalam ember yang berputar pada Ω\Omega terhadap sumbu tegaknya diam dalam kerangka berputarnya di bawah gravitasi dan gaya sentrifugal: permukaan bebasnya tegak lurus pada gravitasi semu g=gez+Ω2rer\vect g' = -g\vect e_z + \Omega^2r\vect e_r (permukaan fluida yang diam tegak lurus pada medannya, Bab 21). Kemiringannya  ⁣dz/ ⁣dr=Ω2r/g\dd z/\dd r = \Omega^2r/g, sehingga z=Ω2r2/2gz = \Omega^2r^2/2g: sebuah paraboloid. Pada 10rad/s10\,\mathrm{rad}/\mathrm{s} tepi ember 10cm10\,\mathrm{cm} berdiri 5cm5\,\mathrm{cm} di atas pusatnya — asas teleskop bercermin cair, yang raksa berputarnya mengambil tepat bentuk parabolik yang dituntut sebuah cermin.

Metode 18.7 (Bekerja dalam kerangka tak inersial)

Pilihlah kerangka yang membuat pertanyaannya paling sederhana (busnya, meja putarnya, Buminya); daftarlah gaya-gaya nyatanya; tambahkan mae-m\vect a_e dan, bila bendanya bergerak dalam kerangka itu, 2mΩv-2m\vect\Omega\wedge\vect v'; lalu lanjutkan seperti pada Metode 12.10. Periksa: gaya inersial tak pernah muncul dalam neraca energinya sebagai “usaha yang dilakukan seseorang” — gaya Coriolis, yang tegak lurus pada v\vect v', tak melakukan usaha; gaya sentrifugal diturunkan dari energi potensial 12mΩ2r2-\tfrac12 m\Omega^2r^2 dalam kerangka yang berputar beraturan.

18.3 Kerangka Bumi

Definisi 18.8 (Kerangka geosentris dan kerangka Bumi)

Yang disebut kerangka geosentris berpusat di pusat Bumi dan bersumbu menunjuk ke bintang-bintang tetap; ia inersial dengan hampiran yang sangat baik bagi gerak sehari atau kurang (percepatannya sendiri mengelilingi Matahari hanya 6×103m/s26 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, dan hampir seragam di seluruh Bumi). Yang disebut kerangka Bumi, yang melekat pada tanah, berputar terhadapnya pada sumbu kutub dengan

Ω=2π86164s=7.29×105rad/s.\Omega = \frac{2\pi}{86\,164\,\mathrm{s}} = 7.29 \times 10^{-5}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s} .

Proposisi 18.9 (Berat, dan perubahan gg)

Dalam kerangka Bumi sebuah benda yang diam merasakan tarikan gravitasi mGm\vect{\mathcal G} dan gaya sentrifugal mΩ2HMm\Omega^2\vect{HM}; jumlah keduanya adalah apa yang diukur sebuah neraca dan ditunjukkan garis unting-unting: berat mg=mG+mΩ2HMm\vect g = m\vect{\mathcal G} + m\Omega^2\vect{HM}. Suku sentrifugalnya terbesar di khatulistiwa, Ω2R=0.034m/s2\Omega^2R = 0.034\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, 0.35%0.35\% dari gg; ia mengurangi gg dari kutub ke khatulistiwa dan memiringkan vertikalnya menjauhi pusat Bumi sampai 0.10.1^\circ pada lintang menengah.

Bukti. Terapkan Teorema 18.4 dengan v=0\vect v' = \vect 0 (tak ada gaya Coriolis); Ω2R=(7.29×105)2×6.37×106\Omega^2R = (7.29\times10^{-5})^2 \times 6.37\times10^6. Sudut simpangannya menyusul dari segitiga mGm\vect{\mathcal G} dan gaya sentrifugalnya (Latihan 18.6).

Proposisi 18.10 (Gaya Coriolis di Bumi)

Pada lintang λ\lambda, sebuah benda yang bergerak mendatar dengan kelajuan vv' merasakan gaya Coriolis mendatar yang besarnya

FC=2mΩvsinλ,F_C = 2m\Omega v'\sin\lambda ,

terarah ke kanan geraknya di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan selatan, ke mana pun arah perjalanannya; benda yang jatuh tegak dibelokkan ke timur sebesar 2mΩvcosλ2m\Omega v'\cos\lambda.

Bukti. Uraikan Ω=Ω(cosλeN+sinλez)\vect\Omega = \Omega(\cos\lambda\,\vect e_N + \sin\lambda\,\vect e_z) (utara dan vertikal setempat). Untuk v\vect v' yang mendatar, 2mΩv-2m\vect\Omega\wedge\vect v' mempunyai bagian mendatar 2mΩsinλezv-2m\Omega\sin\lambda\,\vect e_z\wedge\vect v' — terputar 9090^\circ searah jarum jam dari v\vect v' dilihat dari atas, untuk λ>0\lambda > 0 — dan sebuah bagian tegak (dapat diabaikan terhadap gravitasi). Untuk v=vez\vect v' = -v'\vect e_z yang tegak: 2mΩcosλeN(vez)=2mΩvcosλeE-2m\Omega\cos\lambda\,\vect e_N\wedge(-v'\vect e_z) = 2m\Omega v'\cos\lambda\, \vect e_E, ke timur.

Kiri: pada lintang  vektor rotasi Bumi mempunyai komponen tegak  dan komponen ke utara . Kanan: dilihat dari atas di belahan bumi utara, sebuah benda yang bergerak mendatar didorong ke kanannya oleh gaya Coriolis dan lintasannya melengkung searah jarum jam.
Kiri: pada lintang λ\lambda vektor rotasi Bumi mempunyai komponen tegak Ωsinλ\Omega\sin\lambda dan komponen ke utara Ωcosλ\Omega\cos\lambda. Kanan: dilihat dari atas di belahan bumi utara, sebuah benda yang bergerak mendatar didorong ke kanannya oleh gaya Coriolis dan lintasannya melengkung searah jarum jam.

Contoh 18.11 (Gaya kecil, akibat besar)

Sebuah kereta pada 100km/h100\,\mathrm{km}/\mathrm{h} di lintang 4545^\circ: aC=2×7.29×105×27.8×0.71=2.9×103m/s2a_C = 2 \times 7.29\times 10^{-5} \times 27.8 \times 0.71 = 2.9 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, tiga perseribu dari gg — rel kanan sebuah jalur searah aus sedikit lebih cepat. Udara yang mengalir pada 20m/s20\,\mathrm{m}/\mathrm{s} menuju pusat bertekanan rendah dibelokkan ke kanan sepanjang jalan masuknya dan berakhir mengitarinya berlawanan arah jarum jam: setiap siklon di belahan bumi utara berputar begitu, setiap siklon selatan sebaliknya. Sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam sumur 100m100\,\mathrm{m} di lintang 4545^\circ mendarat 1.6cm1.6\,\mathrm{cm} di timur garis unting-untingnya (Latihan 18.7).

Proposisi 18.12 (Bandul Foucault)

Sebuah bandul yang berayun dengan amplitudo kecil di lintang λ\lambda menjaga bidang osilasinya tetap terhadap kerangka geosentris, kecuali rotasi vertikal setempatnya: dilihat dalam kerangka Bumi, bidang itu berputar searah jarum jam (dari atas, di belahan bumi utara) dengan laju sudut Ωsinλ\Omega\sin\lambda, yakni satu putaran penuh dalam

TF=23.93hsinλ.T_F = \frac{23.93\,\mathrm{h}}{\sin\lambda} .

Bukti sebagian. Di kutub (λ=90\lambda = 90^\circ) alasannya geometris: tak ada gaya mendatar yang bekerja pada bebannya selain tegangan talinya, yang komponen mendatarnya menyusuri arah ayunannya, sehingga dalam kerangka geosentris bidang ayunnya tetap sementara Bumi berputar di bawahnya pada Ω\Omega; dilihat dari tanah ia berputar pada Ω-\Omega. Di lintang λ\lambda, gaya Coriolis mendatarnya adalah 2mΩsinλezv-2m\Omega\sin\lambda\,\vect e_z\wedge\vect v': tepat apa yang akan dihasilkan kerangka yang berputar pada Ωsinλ\Omega\sin\lambda terhadap vertikal setempatnya. Dalam kerangka yang ikut berputar bersama bidangnya pada Ωsinλ-\Omega\sin\lambda, gaya itu lenyap sampai orde pertama dan bandulnya menjadi osilator bidang biasa; maka bidangnya berpresesi pada Ωsinλ\Omega\sin\lambda dalam kerangka Bumi. Perhitungan lengkapnya, dengan suku orde kedua yang diabaikan, adalah soal akhir pekannya.

Catatan 18.13 (Pasang surut, dalam dua baris)

Dalam kerangka pusat Bumi, yang jatuh bebas menuju Bulan, tarikan Bulan tidak seragam: sedikit lebih kuat di sisi dekatnya, lebih lemah di sisi jauhnya. Selisihnya, yang berorde 2GMBulanR/d31×106m/s22GM_{\text{Bulan}}R/d^3 \approx 1 \times 10^{-6}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, meregangkan lautan menjadi dua tonjolan — dua kali pasang sehari — dan sumbangan Matahari, 46%46\% dari sumbangan Bulan, membuat pasang purnama dan pasang perbani ketika keduanya sejajar atau bersilang (Latihan 18.12).

18.4 Latihan

Latihan 18.1

Sebuah unting-unting menggantung di dalam mobil yang dipercepat pada 2.5m/s22.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}: sudutnya terhadap vertikal, dan tegangan talinya dalam satuan mgmg. Mobil yang sama mengerem pada laju yang sama?

Solusi

Solusi Latihan 18.1.

tanα=a/g=0.255\tan\alpha = a/g = 0.255, α=14\alpha = 14^\circ (bebannya tertinggal ke belakang); T=mg2+a2=1.03mgT = m\sqrt{g^2 + a^2} = 1.03\,mg. Mengerem: sudut dan tegangan yang sama, bebannya condong ke depan.

Latihan 18.2

Seorang anak duduk 3.0m3.0\,\mathrm{m} dari sumbu komidi putar yang berputar sekali tiap 4.0s4.0\,\mathrm{s}. Percepatan sentrifugal dalam kerangka berputarnya, sebagai pecahan gg; gaya nyata apa yang memasoknya?

Solusi

Solusi Latihan 18.2.

Ω=2π/4.0=1.57rad/s\Omega = 2\pi/4.0 = 1.57\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}; Ω2r=7.4m/s2=0.75g\Omega^2r = 7.4\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} = 0.75g, terarah keluar dalam kerangka berputarnya; tempat duduknya (gesekan dan sabuk penahan) memasok gaya nyata ke arah dalam.

Latihan 18.3

Hitunglah kecepatan sudut Bumi Ω\Omega, percepatan sentrifugal di khatulistiwa, dan pecahannya terhadap gg. Pada periode rotasi berapa benda di khatulistiwa akan melayang lepas?

Solusi

Solusi Latihan 18.3.

Ω=2π/86164=7.29×105rad/s\Omega = 2\pi/86164 = 7.29 \times 10^{-5}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}; Ω2R=0.034m/s2\Omega^2R = 0.034\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, 0.35%0.35\% dari gg. Untuk melayang lepas dituntut Ω2R=g\Omega^2R = g: T=2πR/g=84minT = 2\pi\sqrt{R/g} = 84\,\mathrm{min} — tujuh belas kali lebih cepat daripada sekarang.

Latihan 18.4

Sebuah kereta 400t400\,\mathrm{t} berjalan pada 100km/h100\,\mathrm{km}/\mathrm{h} di lintang 4545^\circ. Percepatan Coriolisnya dan gaya menyampingnya pada rel; rel mana yang terdorong bila menuju utara? bila menuju timur?

Solusi

Solusi Latihan 18.4.

aC=2Ωvsinλ=2×7.29×105×27.8×0.707=2.9×103m/s2a_C = 2\Omega v\sin\lambda = 2 \times 7.29\times10^{-5} \times 27.8 \times 0.707 = 2.9 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; F=1.1kNF = 1.1\,\mathrm{kN}. Menuju utara: terdorong ke timur, ke rel kanannya (rel timurnya); menuju timur: terdorong ke selatan, sekali lagi rel kanannya.

Latihan 18.5 ★★

Sebuah ember berjari-jari 10cm10\,\mathrm{cm} berputar pada 2.0rad/s2.0\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, lalu 10rad/s10\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}. Kenaikan airnya di tepi relatif terhadap pusatnya. Mengapa bak raksa yang berputar merupakan cermin teleskop yang baik?

Solusi

Solusi Latihan 18.5.

z=Ω2r2/2gz = \Omega^2r^2/2g: 2.0mm2.0\,\mathrm{mm} pada 2rad/s2\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, 5.1cm5.1\,\mathrm{cm} pada 10rad/s10\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}. Paraboloid memfokuskan berkas sejajar ke satu titik: raksa yang berputar adalah cermin parabolik yang sempurna, murah, dan memoles dirinya sendiri (tetapi tak dapat dimiringkan).

Latihan 18.6 ★★

Tunjukkan bahwa garis unting-unting di lintang λ\lambda menyimpang dari pusat Bumi kira-kira sebesar Ω2Rsinλcosλ/g\Omega^2R\sin\lambda\cos\lambda/g radian, dan hitunglah pada 4545^\circ dalam menit busur. Berapa lebih kecil gg di khatulistiwa daripada di kutub semata-mata karena rotasinya?

Solusi

Solusi Latihan 18.6.

Percepatan sentrifugal Ω2Rcosλ\Omega^2R\cos\lambda menunjuk menjauhi sumbunya; komponennya yang tegak lurus pada vertikal setempat adalah Ω2Rcosλsinλ\Omega^2R\cos\lambda \sin\lambda, yang memiringkan g\vect g sebesar δΩ2Rsinλcosλ/g=0.034×0.5/9.81=1.7×103rad=6\delta \approx \Omega^2R\sin\lambda\cos\lambda/g = 0.034 \times 0.5/9.81 = 1.7 \times 10^{-3}\,\mathrm{rad} = 6'. Khatulistiwa: gg berkurang sebesar Ω2R=0.034m/s2\Omega^2R = 0.034\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} karena rotasinya (pemepatan Bumi menambahnya lagi).

Latihan 18.7 ★★

Sebuah batu jatuh dari keadaan diam ke dalam sumur 100m100\,\mathrm{m} di lintang 4545^\circ. Perlakukan percepatan Coriolis 2Ωvcosλ2\Omega v\cos\lambda (ke timur) sebagai usikan kecil dengan v=gtv = gt; integralkan dua kali untuk menemukan simpangan ke timur di dasarnya. Mengapa ke timur?

Solusi

Solusi Latihan 18.7.

x¨E=2Ωgtcosλ\ddot x_E = 2\Omega gt\cos\lambda: xE=13Ωgcosλt3x_E = \tfrac13\Omega g\cos\lambda\,t^3; t=2h/g=4.5st = \sqrt{2h/g} = 4.5\,\mathrm{s}: xE=13×7.29×105×9.81×0.707×92=1.6cmx_E = \tfrac13 \times 7.29\times10^{-5} \times 9.81 \times 0.707 \times 92 = 1.6\,\mathrm{cm}. Ke timur: mulut sumurnya bergerak ke timur lebih cepat (jari-jarinya lebih besar) daripada dasarnya; batunya menyimpan kelebihan itu — atau, dalam kerangka berputarnya, gaya Coriolis pada kecepatan ke bawah menunjuk ke timur.

Latihan 18.8 ★★

Periode presesi sebuah bandul Foucault di Paris (λ=48.9\lambda = 48.9^\circ), di kutub, dan di khatulistiwa. Sebesar sudut berapa bidangnya berputar dalam satu jam di Paris?

Solusi

Solusi Latihan 18.8.

TF=23.93/sinλT_F = 23.93/\sin\lambda: Paris 31.8h31.8\,\mathrm{h}; kutub 23.9h23.9\,\mathrm{h}; khatulistiwa tak hingga (tanpa presesi). Paris: 360/31.8=11.3360^\circ/31.8 = 11.3^\circ tiap jam.

Latihan 18.9 ★★

Udara mengalir pada 20m/s20\,\mathrm{m}/\mathrm{s} menuju pusat bertekanan rendah di 4545^\circ utara. Percepatan Coriolisnya; ke arah mana udara itu akhirnya mengitari pusatnya? Mengapa pusaran kecil (wastafel, tornado) tidak menuruti aturan ini?

Solusi

Solusi Latihan 18.9.

aC=2Ωvsinλ=2.1×103m/s2a_C = 2\Omega v\sin\lambda = 2.1 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, ke kanan. Udara yang memusat dari segala sisi dibelokkan ke kanan, sehingga ia berpilin masuk berlawanan arah jarum jam (dilihat dari atas): siklon belahan utara. Wastafel terkuras dalam beberapa sekon dan tornado terbentuk dalam beberapa menit: pembelokan Coriolis selama waktu sesingkat itu dapat diabaikan terhadap pusaran awal apa pun.

Latihan 18.10 ★★★

Sebuah balon helium bertali melayang di dalam sebuah mobil. Ketika mobilnya dipercepat maju, ke arah mana balonnya condong? Jelaskan dengan gravitasi semu dan gaya apung.

Solusi

Solusi Latihan 18.10.

Dalam kerangka mobilnya gravitasi semu ga\vect g - \vect a condong ke belakang. Udaranya, yang lebih berat, “jatuh” ke belakang; balonnya, yang lebih ringan daripada udara yang didesaknya, terapung naik menyusuri vertikal semunya — ia condong ke depan, berlawanan dengan unting-unting.

Latihan 18.11 ★★★

Sebuah stasiun luar angkasa berupa cincin berjari-jari 100m100\,\mathrm{m} yang diputar untuk memberi 1g1g gravitasi buatan di tepinya. Berapa periode rotasinya? Seorang antariksawan berjalan menyusuri tepinya pada 1.5m/s1.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: percepatan Coriolisnya, dan pengaruhnya pada berat semunya ketika berjalan searah dan berlawanan dengan rotasinya. Ia menjatuhkan sebuah bola dari 2.0m2.0\,\mathrm{m}: kira-kira berapa jauh dari kakinya bola itu mendarat?

Solusi

Solusi Latihan 18.11.

Ω2R=g\Omega^2R = g: Ω=0.31rad/s\Omega = 0.31\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, T=20sT = 20\,\mathrm{s}. aC=2Ωv=0.94m/s2a_C = 2\Omega v = 0.94\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, kira-kira 0.1g0.1g: berjalan searah rotasinya ia merasa lebih berat sebesar 10%10\% (gaya Coriolisnya menunjuk keluar), berlawanan arah lebih ringan. Sebuah bola yang dijatuhkan: dalam kerangka inersial ia bergerak lurus sementara lantainya melengkung naik; sepanjang waktu jatuh 2h/g=0.64s\sqrt{2h/g} = 0.64\,\mathrm{s} simpangannya berorde 13Ωgt322×0.31×9.81×0.26/30.5m\tfrac13\Omega\,g\,t^3 \cdot 2 \approx 2 \times 0.31 \times 9.81 \times 0.26/3 \approx 0.5\,\mathrm{m} — beberapa desimeter, berlawanan dengan rotasinya.

Latihan 18.12 ★★★

Tunjukkan bahwa selisih antara percepatan gravitasi Bulan di pusat Bumi dan di titik permukaan yang terdekat ke Bulan kira-kira 2GMMr/d32GM_Mr/d^3 (rr jari-jari Bumi, dd jarak Bumi–Bulan); hitunglah, lalu hitung pula yang sama untuk Matahari; simpulkan nisbah pasang surut matahari terhadap pasang surut bulan.

Solusi

Solusi Latihan 18.12.

GM/(dr)2GM/d22GMr/d3GM/(d - r)^2 - GM/d^2 \approx 2GMr/d^3 (orde pertama dalam r/dr/d). Bulan: 2×6.67×1011×7.35×1022×6.37×106/(3.84×108)3=1.1×106m/s22 \times 6.67\times10^{-11} \times 7.35\times10^{22} \times 6.37\times10^6/ (3.84\times10^8)^3 = 1.1 \times 10^{-6}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; Matahari: 2×1.33×1020×6.37×106/(1.50×1011)3=5.0×107m/s22 \times 1.33\times10^{20} \times 6.37\times10^6/(1.50\times10^{11})^3 = 5.0 \times 10^{-7}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; nisbahnya 0.460.46: pasang surut Matahari hampir separuh pasang surut Bulan, walaupun tarikannya 180180 kali lebih besar — pasang surut berjalan sebagai M/d3M/d^3.

18.5 Soal: Bandul Foucault

Soal 18.1

Soal akhir pekan — sebuah beban 28 kilogram pada kawat sepanjang 67 meter di bawah sebuah kubah: mengapa bidang ayunnya berputar, seberapa cepat, apa yang dibuktikannya, dan sekecil apa gaya yang melakukannya

Pada tahun 1851 sebuah bandul sepanjang =67m\ell = 67\,\mathrm{m} dan bermassa m=28kgm = 28\,\mathrm{kg} berayun di bawah kubah Pantheon di Paris, lintang λ=48.85\lambda = 48.85^\circ, dengan amplitudo kira-kira x0=3.0mx_0 = 3.0\,\mathrm{m}. Ω=7.29×105rad/s\Omega = 7.29 \times 10^{-5}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, g=9.81m/s2g = 9.81\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}.

Bagian I — Bandulnya sendiri.

  1. Periode osilasi kecilnya; periksalah bahwa amplitudonya kecil (x0/x_0/\ell).
  2. Kelajuan maksimal bebannya, dan tinggi maksimalnya di atas titik terendah.
  3. Tegangan tali di titik terendah, dalam satuan mgmg.
  4. Taksirlah gaya hambat udara pada bebannya pada kelajuan maksimal (hukum kuadratik, CxS0.05m2C_xS \approx 0.05\,\mathrm{m}^{2}, ρ=1.2kg/m3\rho = 1.2\,\mathrm{kg}/\mathrm{m}^{3}) lalu bandingkan dengan gaya pemulih maksimal mω02x0m\omega_0^2x_0.
  5. Mengapa kawatnya panjang dan bebannya berat? (Dua alasan, satu tentang periodenya, satu tentang peredamannya.)

Bagian II — Di kutub. Bayangkan bandul yang sama di kutub utara.

  1. Dalam kerangka geosentris, daftarlah gaya-gaya pada bebannya dan tunjukkan bahwa tak ada yang dapat memutar bidang ayunnya.
  2. Simpulkan apa yang dilihat seorang pengamat yang berdiri di atas esnya terhadap bidang itu, dan dalam berapa lama ia kembali ke arah semula.
  3. Lukiskan lintasan bebannya di tanah (sebuah roset): berapa kelopak dalam sehari?

Bagian III — Di lintang λ\lambda: suku Coriolisnya. Pakailah sumbu setempat: xx ke timur, yy ke utara, zz ke atas; osilasinya kecil, sehingga geraknya hampir mendatar, v(x˙,y˙,0)\vect v' \approx (\dot x, \dot y, 0); gaya pemulihnya mω02(x,y,0)-m\omega_0^2(x, y, 0) dengan ω0=g/\omega_0 = \sqrt{g/\ell}.

  1. Tuliskan Ω\vect\Omega dalam sumbu-sumbu ini.
  2. Hitunglah 2mΩv-2m\vect\Omega\wedge\vect v' dan pertahankan komponen mendatarnya; tunjukkan bahwa ia hanya melibatkan Ωsinλ\Omega\sin\lambda.
  3. Tuliskan kedua persamaan geraknya untuk xx dan yy; tetapkan ωF=Ωsinλ\omega_F = \Omega\sin\lambda lalu bandingkan ωF\omega_F dengan ω0\omega_0.
  4. Perkenalkan u=x+jyu = x + jy dan tunjukkan bahwa u¨+2jωFu˙+ω02u=0\ddot u + 2j\omega_F\dot u + \omega_0^2u = 0.
  5. Cobalah u=ejαtu = \eu^{j\alpha t}: temukan kedua nilai α\alpha, dan tunjukkan bahwa untuk ωFω0\omega_F \ll \omega_0 keduanya α±ω0ωF\alpha \approx \pm\omega_0 - \omega_F.
  6. Simpulkan bahwa uejωFt(Aejω0t+Bejω0t)u \approx \eu^{-j\omega_Ft}(A\eu^{j\omega_0t} + B\eu^{-j\omega_0t}): tafsirkan faktor ejωFt\eu^{-j\omega_Ft} — ke arah mana, dengan laju berapa, bidang ayunnya berputar?
  7. Hitunglah periode presesinya di Paris dan sudut yang ditempuhnya dalam satu jam.
  8. Mengapa bidangnya tak berputar di khatulistiwa?

Bagian IV — Sekecil apa gayanya.

  1. Hitunglah gaya Coriolis maksimal pada bebannya lalu bandingkan dengan beratnya dan dengan gaya pemulih maksimalnya.
  2. Sejauh mana titik ujung ayunannya bergeser ke samping selama setengah periode? (Bidangnya berputar sebesar ωFT/2\omega_FT/2.)
  3. Pada tahun 1851 bebannya membawa sebuah jarum yang merobohkan pasak kecil yang diletakkan melingkar pada amplitudonya: kira-kira berapa lama sebelum pasak berikutnya jatuh?
  4. Bandulnya diluncurkan dengan membakar seutas benang yang menahan bebannya ke samping. Mengapa tidak didorong dengan tangan saja?
  5. Hambatan udara menghentikan sebuah bandul setelah beberapa jam. Bandul museum modern memakai elektromagnet kecil di bawahnya untuk memulihkan energinya tanpa menyentuh bidang ayunnya: mengapa tendangan itu harus benar-benar radial?

Bagian V — Apa yang dibuktikannya, dan apa lagi yang dilakukannya.

  1. Peragaan Foucault meyakinkan khalayak akan rotasi Bumi. Apa persisnya yang diukur laju presesinya, dan dapatkah percobaannya menentukan lintang?
  2. Pada lintang berapa bidangnya akan berputar sekali tepat dalam 48h48\,\mathrm{h}?
  3. Sebuah giroskop (roda yang berputar cepat dalam gimbal) menjaga sumbunya tetap dalam kerangka geosentris. Jelaskan dalam satu kalimat mengapa ia pun menyingkapkan rotasinya, dan sebutkan sebuah penerapan.
  4. Ringkaslah: satu gaya inersial yang bertanggung jawab, kebergantungannya pada lintang, dan periode yang diberikannya di Paris.
Solusi

Solusi Soal 18.1.

1. T=2π67/9.81=16.4sT = 2\pi\sqrt{67/9.81} = 16.4\,\mathrm{s}; x0/=0.045x_0/\ell = 0.045 (2.62.6^\circ): kecil.

2. vmax=x0ω0=3.0×0.383=1.15m/sv_{\max} = x_0\omega_0 = 3.0 \times 0.383 = 1.15\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; tingginya x02/2=6.7cmx_0^2/2\ell = 6.7\,\mathrm{cm}.

3. T=mg+mvmax2/=mg(1+0.002)T = mg + mv_{\max}^2/\ell = mg(1 + 0.002): 1.002mg1.002\,mg.

4. 12ρCxSvmax2=0.5×1.2×0.05×1.3=0.04N\tfrac12\rho C_xSv_{\max}^2 = 0.5 \times 1.2 \times 0.05 \times 1.3 = 0.04\,\mathrm{N}, berbanding mω02x0=12Nm\omega_0^2x_0 = 12\,\mathrm{N}: tiga ratus kali lebih kecil, namun cukup untuk menghentikan bandulnya dalam beberapa jam.

5. Kawat yang panjang memberikan periode yang panjang, sehingga bebannya lambat dan hambatan nisbinya kecil, dan membuat presesi tiap ayunannya terlihat; beban yang berat menyimpan banyak energi untuk dimakan hambatannya — berjam-jam berayun.

6. Berat (tegak) dan tegangan tali (dalam bidang kawatnya dan vertikalnya, yakni dalam bidang ayunnya): tak ada gaya yang berkomponen tegak lurus pada bidang itu.

7. Bidangnya tetap di antara bintang-bintang; esnya berputar di bawahnya ke timur pada Ω\Omega, sehingga pengamatnya melihat bidang itu berputar searah jarum jam, kembali ke arah semula setelah satu hari sideris, 23.93h23.93\,\mathrm{h}.

8. Tiap setengah ayunan melukiskan tali busur yang sedikit terputar: sebuah roset; 86164/8.21050086164/8.2 \approx 10500 setengah ayunan, masing-masing 0.0340.034^\circ lebih jauh berputar.

9. Ω=Ω(0,cosλ,sinλ)\vect\Omega = \Omega(0, \cos\lambda, \sin\lambda).

10. Dengan v=(x˙,y˙,0)\vect v' = (\dot x, \dot y, 0): Ωv=Ω(sinλy˙, sinλx˙, cosλx˙)\vect\Omega\wedge\vect v' = \Omega(-\sin\lambda\,\dot y,\ \sin\lambda\,\dot x,\ -\cos\lambda\,\dot x), sehingga 2mΩv-2m\vect\Omega\wedge\vect v' berkomponen mendatar 2mΩsinλ(y˙,x˙)2m\Omega\sin\lambda\,(\dot y, -\dot x): hanya Ωsinλ\Omega\sin\lambda yang masuk.

11. x¨=ω02x+2ωFy˙\ddot x = -\omega_0^2x + 2\omega_F\dot y, y¨=ω02y2ωFx˙\ddot y = -\omega_0^2y - 2\omega_F\dot x; ωF=7.29×105×0.753=5.5×105rad/sω0=0.38rad/s\omega_F = 7.29\times10^{-5} \times 0.753 = 5.5 \times 10^{-5}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s} \ll \omega_0 = 0.38\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}.

12. u¨=ω02u+2ωF(y˙jx˙)=ω02u2jωFu˙\ddot u = -\omega_0^2u + 2\omega_F(\dot y - j\dot x) = -\omega_0^2u - 2j\omega_F\dot u.

13. α22ωFα+ω02=0-\alpha^2 - 2\omega_F\alpha + \omega_0^2 = 0: α=ωF±ωF2+ω02ωF±ω0\alpha = -\omega_F \pm \sqrt{\omega_F^2 + \omega_0^2} \approx -\omega_F \pm \omega_0.

14. Kurungnya adalah osilasi bidang (sebuah garis tetap melalui titik asal untuk A=BA = B real); faktor ejωFt\eu^{-j\omega_Ft} memutar seluruh polanya searah jarum jam pada ωF\omega_F: bidang ayunnya berpresesi searah jarum jam pada Ωsinλ\Omega\sin\lambda.

15. TF=2π/ωF=1.14×105s=31.8hT_F = 2\pi/\omega_F = 1.14 \times 10^{5}\,\mathrm{s} = 31.8\,\mathrm{h}; 11.311.3^\circ tiap jam.

16. sinλ=0\sin\lambda = 0: komponen vertikal setempat Ω\vect\Omega lenyap; gaya Coriolis mendatarnya nol bagi gerak mendatar.

17. 2mωFvmax=2×28×5.5×105×1.15=3.5mN2m\omega_Fv_{\max} = 2 \times 28 \times 5.5\times10^{-5} \times 1.15 = 3.5\,\mathrm{mN}; beratnya 275N275\,\mathrm{N} (10510^{-5} darinya), gaya pemulihnya mω02x0=12Nm\omega_0^2x_0 = 12\,\mathrm{N}: tiga ribu kali lebih kecil.

18. ωFT/2=5.5×105×8.2=4.5×104rad\omega_FT/2 = 5.5\times10^{-5} \times 8.2 = 4.5 \times 10^{-4}\,\mathrm{rad}: x0×4.5×104=1.4mmx_0 \times 4.5\times10^{-4} = 1.4\,\mathrm{mm} tiap setengah ayunan.

19. Pasak yang berjarak satu sentimeter pada lingkarannya jatuh tiap 7\sim 7 setengah ayunan, kira-kira semenit sekali.

20. Dorongan tangan memberikan kecepatan menyamping: bebannya lalu melukiskan sebuah elips, yang presesi lambatnya sendiri (akibat amplitudo yang berhingga) menutupi presesi Foucault.

21. Tendangan radial menambah energi menyusuri ayunannya tanpa menambah kecepatan melintang, sehingga bidangnya tak tersentuh; komponen menyamping akan menggiring bandulnya menjadi elips dan memalsukan atau menyembunyikan presesinya.

22. Laju presesinya mengukur Ωsinλ\Omega\sin\lambda, yaitu komponen tegak rotasi Bumi; dengan Ω\Omega yang diketahui dari astronomi, laju itu memberikan lintangnya (dan sebaliknya).

23. sinλ=23.93/48=0.499\sin\lambda = 23.93/48 = 0.499: λ=30\lambda = 30^\circ.

24. Momentum sudutnya kekal, sehingga sumbunya tinggal tetap di antara bintang-bintang sementara Bumi berputar di bawahnya: itulah kompas giro, yang menemukan utara sejati tanpa magnet.

25. Gaya Coriolis 2mΩv-2m\vect\Omega\wedge\vect v'; bagian mendatarnya tumbuh sebagai sinλ\sin\lambda; satu putaran dalam 23.93h/sinλ23.93\,\text{h}/\sin\lambda, 31.8h31.8\,\mathrm{h} di Paris.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium