Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

5Perambatan Sinyal: Gelombang Berjalan dan Gelombang Berdiri

Petiklah senar gitar dan seluruh aula mendengar sebuah nada; sentuhlah titik tengahnya dengan jari dan nadanya melompat satu oktaf. Berdirilah di antara dua pengeras suara yang membunyikan nada yang sama dan, sambil berjalan perlahan, Anda melewati bintik-bintik yang nyaris senyap setiap beberapa desimeter. Cahaya dari dua lubang jarum melukis garis-garis pada layar. Tak ada apa pun yang terbawa dari satu tempat ke tempat lain dalam peristiwa itu — tak ada udara, tak ada senar, tak ada kaca yang berpindah — namun ada yang merambat: sebuah sinyal. Bab ini menggambarkan bagaimana sinyal bergerak, apa itu gelombang sinusoidal, dan apa yang terjadi ketika dua gelombang bertemu: matematika superposisi, interferensi, dan gelombang berdiri, yang akan dipakai kembali oleh setiap bab gelombang berikutnya — akustika, optika, dan fisika kuantum.

Enam senar, enam frekuensi dasar: masing-masing adalah gelombang berdiri yang terpasak di nat dan di jembatannya, dan jari memendekkannya untuk meninggikan nadanya.
Enam senar, enam frekuensi dasar: masing-masing adalah gelombang berdiri yang terpasak di nat dan di jembatannya, dan jari memendekkannya untuk meninggikan nadanya.

5.1 Sinyal

Definisi 5.1 (Sinyal; sinyal sinusoidal)

Sebuah sinyal adalah besaran fisis yang berubah terhadap waktu dan membawa informasi: tekanan lebih akustik pada sebuah mikrofon, tegangan pada sebuah antena, simpangan melintang sebuah titik senar. Sinyal sinusoidal

s(t)=Acos(ωt+φ)s(t) = A\cos(\omega t + \varphi)

mempunyai amplitudo A>0A > 0, frekuensi sudut ω\omega (rad/s\mathrm{rad}/\mathrm{s}), frekuensi f=ω/2πf = \omega/2\pi, periode T=1/fT = 1/f dan fase awal φ\varphi; ωt+φ\omega t + \varphi adalah fasenya pada saat tt.

Catatan 5.2 (Spektrum)

Setiap sinyal berkala berperiode TT adalah jumlah sinusoid berfrekuensi f1=1/Tf_1 = 1/T (nada dasar) dan kelipatannya nf1nf_1 (harmonik); daftar amplitudonya adalah spektrum sinyalnya. Seruling dan biola yang membunyikan nada yang sama berbagi nada dasarnya dan berbeda spektrumnya — itulah warna bunyi. Penguraiannya (menurut Fourier) dinyatakan dan dipakai dalam Bab 9; di sini ia penting karena sinusoid merambat secara sederhana, dan apa pun yang berlaku bagi tiap sinusoid berlaku pula, lewat penjumlahan, bagi sinyal apa pun.

Proposisi 5.3 (Layangan)

Jumlah dua sinusoid beramplitudo sama dan berfrekuensi berdekatan f1>f2f_1 > f_2,

Acos(2πf1t)+Acos(2πf2t)=2Acos ⁣(2πf1f22t)cos ⁣(2πf1+f22t),A\cos(2\pi f_1 t) + A\cos(2\pi f_2 t) = 2A\cos\!\big(2\pi\tfrac{f_1 - f_2}{2}\,t\big)\cos\!\big(2\pi\tfrac{f_1 + f_2}{2}\,t\big),

adalah sinusoid pada frekuensi rata-ratanya yang amplitudonya 2Acos(π(f1f2)t)\abs{2A\cos(\pi(f_1 - f_2)t)} membengkak dan memudar pada frekuensi layangan f1f2f_1 - f_2.

Bukti. cosa+cosb=2cosab2cosa+b2\cos a + \cos b = 2\cos\frac{a - b}{2}\cos\frac{a + b}{2}. Faktor lambatnya lenyap dua kali tiap periodenya sendiri 2/(f1f2)2/(f_1 - f_2), sehingga selubung \abs{\cdot} berfrekuensi f1f2f_1 - f_2.

Layangan antara 22\, Hz dan 20\, Hz: osilasi 21\, Hz yang selubungnya (garis putus-putus) melayang dua kali tiap sekon — selisih kedua frekuensinya.
Layangan antara 22Hz22\,\mathrm{Hz} dan 20Hz20\,\mathrm{Hz}: osilasi 21Hz21\,\mathrm{Hz} yang selubungnya (garis putus-putus) melayang dua kali tiap sekon — selisih kedua frekuensinya.

Contoh 5.4 (Melaras dengan telinga)

Garpu tala 440Hz440\,\mathrm{Hz} dan senar 443Hz443\,\mathrm{Hz} yang dibunyikan bersama berdenyut tiga kali tiap sekon; mengencangkan senarnya memperlambat denyutnya, dan ketika denyutnya berhenti senarnya sudah laras. Telinga mendengar frekuensi rata-ratanya (441.5Hz441.5\,\mathrm{Hz}) sebagai tinggi nadanya dan selubung 3Hz3\,\mathrm{Hz}-nya sebagai kenyaringan yang bergoyang: layangan membuat selisih frekuensi kurang dari satu persen menjadi terdengar.

5.2 Gelombang berjalan

Definisi 5.5 (Gelombang berjalan, cepat rambat)

Sinyal s(x,t)s(x, t) yang terdefinisi sepanjang sebuah sumbu disebut gelombang berjalan yang bergerak ke arah +x+x dengan cepat rambat cc jika

s(x,t)=f ⁣(txc)=F(xct)s(x, t) = f\!\left(t - \frac{x}{c}\right) = F(x - ct)

untuk suatu fungsi ff (atau FF): bentuknya terbawa tanpa berubah, tergeser sejauh cΔtc\,\Delta t dalam waktu Δt\Delta t. Gelombang yang bergerak menuju x-x berbentuk g(t+x/c)g(t + x/c). Medium yang di dalamnya setiap bentuk merambat tanpa cacat dengan cc yang sama disebut tak dispersif.

Proposisi 5.6 (Tundaan)

Sinyal yang diterima di x2x_2 adalah sinyal yang dipancarkan di x1<x2x_1 < x_2, tertunda sebesar τ=(x2x1)/c\tau = (x_2 - x_1)/c: s(x2,t)=s(x1,tτ)s(x_2, t) = s(x_1, t - \tau).

Bukti. s(x2,t)=f(tx2/c)=f((tτ)x1/c)=s(x1,tτ)s(x_2, t) = f(t - x_2/c) = f\big((t - \tau) - x_1/c\big) = s(x_1, t - \tau).

Contoh 5.7 (Cepat rambat)

Bunyi di udara, 340m/s340\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: guruh 3s3\,\mathrm{s} setelah kilatnya menempatkan sambarannya 1km1\,\mathrm{km} jauhnya. Bunyi di air, 1500m/s1500\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; di baja, 5000m/s5000\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Gelombang melintang pada senar bertegangan FF dan bermassa tiap satuan panjang μ\mu: c=F/μc = \sqrt{F/\mu}, seperti diramalkan analisis dimensi (Latihan 1.5) — 140m/s140\,\mathrm{m}/\mathrm{s} untuk senar gitar. Cahaya di hampa, c=3.00×108m/sc = 3.00 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; di kaca, c/nc/n. Cepat rambatnya adalah sifat mediumnya, bukan sifat sumbernya: bisikan dan teriakan tiba bersama.

Proposisi 5.8 (Gelombang berjalan sinusoidal)

Sumber sinusoidal s(0,t)=Acos(ωt)s(0, t) = A\cos(\omega t) melepaskan

s(x,t)=Acos ⁣(ω(tx/c))=Acos(ωtkx),k=ωc=2πλ,λ=cT=cf.s(x, t) = A\cos\!\big(\omega(t - x/c)\big) = A\cos(\omega t - kx), \qquad k = \frac{\omega}{c} = \frac{2\pi}{\lambda}, \qquad \lambda = cT = \frac{c}{f}.

Gelombangnya berkala dalam waktu (berperiode TT) dan dalam ruang (berperiode panjang gelombang λ\lambda); kk adalah bilangan gelombang; dua titik yang berjarak dd berosilasi dengan beda fase Δφ=2πd/λ=kd\Delta\varphi = 2\pi d/\lambda = kd — sefase jika d=nλd = n\lambda, berlawanan fase jika d=(n+12)λd = (n + \tfrac12)\lambda. Laju gerak sebuah puncak, vφ=ω/kv_\varphi = \omega/k, disebut kecepatan fase; di sini vφ=cv_\varphi = c.

Bukti. Substitusikan f(u)=Acos(ωu)f(u) = A\cos(\omega u) ke dalam f(tx/c)f(t - x/c). Pada xx tetap sinyalnya berulang setelah T=2π/ωT = 2\pi/\omega; pada tt tetap ia berulang setelah λ\lambda dengan kλ=2πk\lambda = 2\pi. Dua titik x1x_1, x2=x1+dx_2 = x_1 + d: fasenya berselisih kdkd. Sebuah puncak (ωtkx=tetap\omega t - kx = \text{tetap}) bergerak dengan  ⁣dx/ ⁣dt=ω/k\dd x/\dd t = \omega/k.

Keberkalaan ganda sebuah gelombang berjalan sinusoidal: potret pada waktu tetap berulang setiap panjang gelombang  dan meluncur dengan laju c; sinyal pada sebuah titik tetap berulang setiap periode T, dengan = cT. Keberkalaan ganda sebuah gelombang berjalan sinusoidal: potret pada waktu tetap berulang setiap panjang gelombang  dan meluncur dengan laju c; sinyal pada sebuah titik tetap berulang setiap periode T, dengan = cT.
Keberkalaan ganda sebuah gelombang berjalan sinusoidal: potret pada waktu tetap berulang setiap panjang gelombang λ\lambda dan meluncur dengan laju cc; sinyal pada sebuah titik tetap berulang setiap periode TT, dengan λ=cT\lambda = cT.

Definisi 5.9 (Dispersi)

Sebuah medium disebut dispersif bila kecepatan fasenya bergantung pada frekuensinya. Sinyal tak sinusoidal, yang merupakan jumlah sinusoid, lalu berubah bentuk sambil berjalan, karena komponennya saling menjauh. Bunyi di udara dan cahaya di hampa bersifat tak dispersif; cahaya di kaca (Bab 2) dan gelombang di air dalam bersifat dispersif — alun panjang dari badai yang jauh tiba sehari sebelum riak pendeknya.

5.3 Superposisi dan interferensi

Teorema 5.10 (Superposisi)

Dalam medium linear, ketika beberapa gelombang merambat bersama, sinyal hasilnya pada tiap titik dan tiap saat adalah jumlah sinyal yang akan dihasilkan tiap gelombang sendirian.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 5.11 (Kelinearan)

Superposisi adalah pernyataan tentang persamaan mediumnya (yang linear terhadap sinyalnya), yang benar selama amplitudonya tetap kecil: bunyi di bawah ambang nyeri, cahaya di bawah intensitas pemotong laser, senar yang dipetik lembut. Dua berkas cahaya bersilangan tanpa saling mengganggu; dua riak saling menembus lalu keluar utuh. Apa yang teramati di tempat keduanya bertindih adalah pokok bahasan interferensi.

Teorema 5.12 (Dua sinyal sinusoidal berfrekuensi sama)

Pada sebuah titik tempat dua sinyal sinusoidal berfrekuensi sama tiba, s1=A1cos(ωt+φ1)s_1 = A_1\cos(\omega t + \varphi_1) dan s2=A2cos(ωt+φ2)s_2 = A_2\cos(\omega t + \varphi_2), jumlahnya adalah sinusoid berfrekuensi sama yang amplitudonya memenuhi

A2=A12+A22+2A1A2cosΔφ,Δφ=φ2φ1.A^2 = A_1^2 + A_2^2 + 2A_1A_2\cos\Delta\varphi, \qquad \Delta\varphi = \varphi_2 - \varphi_1 .

Untuk gelombang yang intensitasnya (daya tiap satuan luas) sebanding dengan A2A^2, intensitasnya menuruti rumus Fresnel

I=I1+I2+2I1I2cosΔφ.I = I_1 + I_2 + 2\sqrt{I_1 I_2}\,\cos\Delta\varphi .

Interferensinya konstruktif (A=A1+A2A = A_1 + A_2) ketika Δφ=2nπ\Delta\varphi = 2n\pi, dan destruktif (A=A1A2A = \abs{A_1 - A_2}) ketika Δφ=(2n+1)π\Delta\varphi = (2n + 1)\pi, nZn \in \Z.

Bukti. Jabarkan: s1+s2=(A1cosφ1+A2cosφ2)cosωt(A1sinφ1+A2sinφ2)sinωt=XcosωtYsinωt=Acos(ωt+φ)s_1 + s_2 = (A_1\cos\varphi_1 + A_2\cos\varphi_2)\cos\omega t - (A_1\sin\varphi_1 + A_2\sin\varphi_2)\sin\omega t = X\cos\omega t - Y\sin\omega t = A\cos(\omega t + \varphi) dengan A2=X2+Y2=A12+A22+2A1A2(cosφ1cosφ2+sinφ1sinφ2)A^2 = X^2 + Y^2 = A_1^2 + A_2^2 + 2A_1A_2(\cos\varphi_1\cos\varphi_2 + \sin\varphi_1\sin\varphi_2). Secara geometri: AA adalah panjang jumlah dua vektor yang panjangnya A1A_1, A2A_2 dan membentuk sudut Δφ\Delta\varphi (aturan kosinus).

Proposisi 5.13 (Dua sumber sefase; beda lintasan)

Dua sumber yang memancar sefase pada panjang gelombang λ\lambda, pada jarak d1d_1 dan d2d_2 dari sebuah titik MM, tiba di MM dengan Δφ=2πδ/λ\Delta\varphi = 2\pi\,\delta/\lambda, dengan δ=d2d1\delta = d_2 - d_1 sebagai beda lintasannya. Interferensi di MM konstruktif jika δ=nλ\delta = n\lambda, dan destruktif jika δ=(n+12)λ\delta = (n + \tfrac12)\lambda.

Bukti. Tiap gelombang tiba dengan ketertinggalan fase kdi=2πdi/λkd_i = 2\pi d_i/\lambda akibat perjalanannya (Proposisi 5.8); selisihnya 2π(d2d1)/λ2\pi(d_2 - d_1)/\lambda. Terapkan Teorema 5.12.

Contoh 5.14 (Dua pengeras suara)

Dua pengeras suara yang berjarak 2.0m2.0\,\mathrm{m} membunyikan nada 850Hz850\,\mathrm{Hz} yang sama secara sefase (λ=0.40m\lambda = 0.40\,\mathrm{m}). Pada sumbu bagi tegaknya δ=0\delta = 0: keras di mana-mana. Sepanjang ruas yang menghubungkan keduanya, δ\delta berubah sebesar 2λ2\lambda tiap panjang gelombang perpindahan, sehingga bintik senyapnya (δ=±λ/2,±3λ/2,\delta = \pm\lambda/2, \pm 3\lambda/2, \dots) duduk setiap λ/2=20cm\lambda/2 = 20\,\mathrm{cm} — sebuah gelombang berdiri, pokok bahasan subbab berikutnya. Baliklah kabel salah satu pengerasnya sehingga ia berbunyi berlawanan fase, dan yang keras dan yang senyap bertukar tempat.

Contoh 5.15 (Lubang Young)

Dua lubang jarum S1S_1, S2S_2 yang berjarak aa, disinari satu sumber ekawarna (sehingga keduanya memancar sefase), mengirimkan cahaya ke layar berjarak DaD \gg a. Pada sebuah titik layar yang berketinggian xx dari sumbunya, beda lintasannya

δ=S2MS1MaxD\delta = S_2M - S_1M \approx \frac{a\,x}{D}

(untuk xDx \ll D: S1,2M=D2+(xa/2)2D+(xa/2)2/2DS_{1,2}M = \sqrt{D^2 + (x \mp a/2)^2} \approx D + (x \mp a/2)^2/2D, lalu kurangkan). Pita terang pada x=nλD/ax = n\lambda D/a: jarak antarpitanya adalah

i=λDa.i = \frac{\lambda D}{a} .

Dengan a=0.50mma = 0.50\,\mathrm{mm}, D=2.0mD = 2.0\,\mathrm{m}, λ=633nm\lambda = 633\,\mathrm{nm}: i=2.5mmi = 2.5\,\mathrm{mm} — sebatang mistar mengukur panjang gelombang cahaya. Di dalam medium berindeks nn, beda lintasan yang harus dipakai adalah lintasan optik, yaitu n×n \times panjangnya, karena λ=λ0/n\lambda = \lambda_0/n.

Lubang Young: dua sumber sefase yang berjarak a mencapai titik M sebuah layar jauh menyusuri lintasan yang berselisih ax/D. Intensitas pada layarnya, 4I_0 2(π x/i), berselang-seling terang dan gelap dengan jarak antarpita i = D/a.
Lubang Young: dua sumber sefase yang berjarak aa mencapai titik MM sebuah layar jauh menyusuri lintasan yang berselisih δax/D\delta \approx ax/D. Intensitas pada layarnya, 4I0cos2(πx/i)4I_0\cos^2(\pi x/i), berselang-seling terang dan gelap dengan jarak antarpita i=λD/ai = \lambda D/a.

Catatan 5.16 (Koherensi)

Rumus Fresnel mengandaikan beda fase yang tetap. Dua lampu yang terpisah mempunyai fase yang melompat secara acak miliaran kali tiap sekon; rata-rata cosΔφ\cos\Delta\varphi menjadi nol dan intensitasnya sekadar bertambah: tak ada pita. Interferensi menuntut sumber yang koheren — dalam praktiknya, dua gelombang yang keluar dari satu sumber, lewat dua lubang, dua celah, dua muka selaput tipis, atau sebuah pembelah berkas. Dua pengeras suara yang digerakkan satu pembangkit bersifat koheren; dua penyanyi tidak.

5.4 Gelombang berdiri

Teorema 5.17 (Gelombang berdiri)

Dua gelombang sinusoidal beramplitudo dan berfrekuensi sama yang berjalan berlawanan arah berjumlah

Acos(ωtkx)+Acos(ωt+kx)=2Acos(kx)cos(ωt),A\cos(\omega t - kx) + A\cos(\omega t + kx) = 2A\cos(kx)\cos(\omega t),

sebuah gelombang berdiri: setiap titik berosilasi sefase (atau berlawanan fase) dengan amplitudo 2Acoskx2A\abs{\cos kx} yang bergantung pada kedudukannya — nol di simpul x=(n+12)λ/2x = (n + \tfrac12)\lambda/2, dan maksimum di perut x=nλ/2x = n\lambda/2; simpulnya berjarak λ/2\lambda/2. Tak ada yang merambat: variabel xx dan tt terpisah.

Bukti. cosa+cosb=2cosab2cosa+b2\cos a + \cos b = 2\cos\frac{a - b}{2}\cos\frac{a + b}{2} dengan a=ωtkxa = \omega t - kx, b=ωt+kxb = \omega t + kx.

Proposisi 5.18 (Moda senar yang terikat kedua ujungnya)

Senar sepanjang LL, bercepat rambat cc, yang terikat di x=0x = 0 dan x=Lx = L, hanya dapat menopang gelombang berdiri sinusoidal jika LL merupakan bilangan bulat setengah panjang gelombang:

λn=2Ln,fn=nc2L=nf1,n=1,2,3,\lambda_n = \frac{2L}{n}, \qquad f_n = n\,\frac{c}{2L} = n f_1, \qquad n = 1, 2, 3, \dots

Inilah modanya; f1=c/2Lf_1 = c/2L adalah frekuensi dasarnya, dan fnf_n harmoniknya. Ketika digerakkan pada salah satu ujungnya dengan frekuensi yang dekat dengan fnf_n, senarnya beresonansi dalam bentuk moda nn (percobaan Melde); ketika dipetik, ia bergetar dalam superposisi moda, dan telinga mendengar f1f_1 sebagai tinggi nadanya.

Bukti. Ujung yang terikat adalah simpul. Gelombang yang dipantulkan di x=Lx = L berjalan kembali lalu bersuperposisi dengan gelombang datangnya menjadi gelombang berdiri; agar simpulnya jatuh di x=0x = 0 pula, coskx\cos kx harus diganti sinkx\sin kx (geser titik asalnya) dan sinkL=0\sin kL = 0: kL=nπkL = n\pi, λn=2L/n\lambda_n = 2L/n, dan fn=c/λnf_n = c/\lambda_n.

Tiga moda pertama senar yang terikat kedua ujungnya: n setengah panjang gelombang muat dalam L; senarnya berayun di antara dua bentuk ekstremnya (gelap dan terang), sedangkan simpulnya tetap diam. Frekuensinya f_n = nf_1.
Tiga moda pertama senar yang terikat kedua ujungnya: nn setengah panjang gelombang muat dalam LL; senarnya berayun di antara dua bentuk ekstremnya (gelap dan terang), sedangkan simpulnya tetap diam. Frekuensinya fn=nf1f_n = nf_1.

Contoh 5.19 (Sebuah senar gitar)

L=65cmL = 65\,\mathrm{cm}, dilaraskan ke f1=110Hzf_1 = 110\,\mathrm{Hz}: c=2Lf1=143m/sc = 2Lf_1 = 143\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; dengan μ=5.0g/m\mu = 5.0\,\mathrm{g}/\mathrm{m} tegangannya F=μc2=102NF = \mu c^2 = 102\,\mathrm{N} — sepuluh kilogram tergantung pada tiap senarnya. Jari yang ditekan pada fret kedua belas memotong LL menjadi separuh dan melipatduakan f1f_1: itulah oktafnya. Jari yang sekadar menyentuh titik tengahnya memaksa adanya simpul di sana dan mematikan setiap moda ganjil: senarnya berdering pada 2f12f_1, “harmonik” para gitaris.

Catatan 5.20 (Pipa, dan sebuah pratinjau)

Kolom udara sebuah seruling, yang terbuka di kedua ujungnya, mempunyai simpul tekanan di kedua ujungnya dan moda yang sama fn=nc/2Lf_n = nc/2L; pipa yang tertutup di salah satu ujungnya mempunyai simpul di ujung tertutup dan perut di ujung terbukanya, sehingga L=(2n+1)λ/4L = (2n + 1)\lambda/4 dan hanya harmonik ganjil f=(2n+1)c/4Lf = (2n + 1)c/4L yang berbunyi — warna bunyi klarinet yang berongga. Mengurung gelombang di antara dua dinding dengan demikian mengkuantumkan frekuensinya; ketika gelombangnya adalah gelombang materi sebuah elektron di dalam atom, pencacahan setengah panjang gelombang yang sama mengkuantumkan energinya (Bab 30).

5.5 Latihan

Latihan 5.1

Guruh tiba 6.0s6.0\,\mathrm{s} setelah kilatnya: seberapa jauh sambarannya? Denyut sonar kembali setelah 0.40s0.40\,\mathrm{s} di dalam air (c=1500m/sc = 1500\,\mathrm{m}/\mathrm{s}): seberapa dalam dasar lautnya?

Solusi

Solusi Latihan 5.1.

d=340×6.0=2.0kmd = 340 \times 6.0 = 2.0\,\mathrm{km}. Bolak-balik: kedalamannya =1500×0.40/2=300m= 1500 \times 0.40/2 = 300\,\mathrm{m}.

Latihan 5.2

Gelombang bunyi 440Hz440\,\mathrm{Hz} merambat di udara (340m/s340\,\mathrm{m}/\mathrm{s}). Hitunglah panjang gelombangnya, beda fase antara dua mikrofon yang berjarak 20cm20\,\mathrm{cm} menyusuri arah rambatnya, dan jarak-jarak yang membuat dua titik berosilasi sefase.

Solusi

Solusi Latihan 5.2.

λ=340/440=0.77m\lambda = 340/440 = 0.77\,\mathrm{m}; Δφ=2π×0.20/0.773=1.6rad\Delta\varphi = 2\pi \times 0.20/0.773 = 1.6\,\mathrm{rad} (9393^\circ); sefase untuk pisah sejauh nλ=n×0.77mn\lambda = n \times 0.77\,\mathrm{m}.

Latihan 5.3

Sebuah senar bertegangan 80N80\,\mathrm{N} dan bermassa tiap satuan panjang 4.0g/m4.0\,\mathrm{g}/\mathrm{m}: hitunglah cc, dan panjang gelombang gelombang 200Hz200\,\mathrm{Hz} di atasnya.

Solusi

Solusi Latihan 5.3.

c=80/4.0×103=141m/sc = \sqrt{80/4.0\times10^{-3}} = 141\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; λ=c/f=0.71m\lambda = c/f = 0.71\,\mathrm{m}.

Latihan 5.4

Garpu tala 440Hz440\,\mathrm{Hz} dan senar 444Hz444\,\mathrm{Hz}: berapa layangan tiap sekon? Berapa periode selubungnya? Senarnya dikendurkan, dan layangannya melambat menjadi 1Hz1\,\mathrm{Hz}: berapa frekuensinya sekarang (secara asas ada dua jawaban — yang mana, dan bagaimana Anda memeriksanya)?

Solusi

Solusi Latihan 5.4.

444440=4444 - 440 = 4 layangan tiap sekon; periode selubungnya 1/4=0.25s1/4 = 0.25\,\mathrm{s}. Mengendurkannya menurunkan senarnya: 441Hz441\,\mathrm{Hz} (mencapai 439Hz439\,\mathrm{Hz} berarti harus melewati kesenyapan pada 440Hz440\,\mathrm{Hz}); periksalah dengan mengendurkannya sedikit lagi: layangannya harus lenyap, lalu kembali.

Latihan 5.5 ★★

Senar sepanjang 0.60m0.60\,\mathrm{m}, c=240m/sc = 240\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, terikat di kedua ujungnya. Berikan tiga frekuensi moda pertamanya dan kedudukan simpul moda ketiganya. Di mana senarnya harus disentuh agar berbunyi pada 600Hz600\,\mathrm{Hz}?

Solusi

Solusi Latihan 5.5.

f1=c/2L=240/1.2=200Hzf_1 = c/2L = 240/1.2 = 200\,\mathrm{Hz}; 400400, 600Hz600\,\mathrm{Hz}. Moda ketiga: simpul di 00, 0.200.20, 0.400.40, 0.60m0.60\,\mathrm{m}. Sentuhlah pada 20cm20\,\mathrm{cm} (atau 40cm40\,\mathrm{cm}) dari sebuah ujung: simpul di sana hanya menyisakan n=3,6,n = 3, 6, \dots, dan senarnya berbunyi pada 600Hz600\,\mathrm{Hz}.

Latihan 5.6 ★★

Dua pengeras suara berjarak 2.0m2.0\,\mathrm{m} memancarkan 850Hz850\,\mathrm{Hz} sefase (c=340m/sc = 340\,\mathrm{m}/\mathrm{s}). Tentukan letak bintik senyapnya pada ruas yang menghubungkan keduanya, lalu katakan apa yang didengar pendengar yang berjalan menyusuri sumbu bagi tegaknya. Apa yang berubah jika kabel salah satu pengerasnya dipasang berlawanan fase?

Solusi

Solusi Latihan 5.6.

λ=0.40m\lambda = 0.40\,\mathrm{m}. Pada ruasnya, pada jarak xx dari pengeras suara 1, δ=(2.0x)x=2.02x\delta = (2.0 - x) - x = 2.0 - 2x; senyap untuk δ=±λ/2,±3λ/2,\delta = \pm\lambda/2, \pm 3\lambda/2, \dots: x=0.1,0.3,,1.9x = 0.1, 0.3, \dots, 1.9 m, setiap 20cm20\,\mathrm{cm}; titik tengahnya keras. Pada sumbu baginya δ=0\delta = 0: keras di sepanjangnya (hanya ada peluruhan 1/r1/r). Berlawanan fase: yang keras dan yang senyap bertukar — senyap di titik tengahnya dan setiap 20cm20\,\mathrm{cm} darinya.

Latihan 5.7 ★★

Lubang Young: a=0.20mma = 0.20\,\mathrm{mm}, D=1.5mD = 1.5\,\mathrm{m}, cahaya natrium λ=589nm\lambda = 589\,\mathrm{nm}. Hitunglah jarak antarpitanya; lalu untuk cahaya biru pada 450nm450\,\mathrm{nm}; berapa pita terang yang muat dalam 2.0cm2.0\,\mathrm{cm} di sekitar pusatnya dengan lampu natrium itu?

Solusi

Solusi Latihan 5.7.

i=λD/a=5.89×107×1.5/2.0×104=4.4mmi = \lambda D/a = 5.89\times10^{-7} \times 1.5/2.0\times10^{-4} = 4.4\,\mathrm{mm}; biru: 3.4mm3.4\,\mathrm{mm}. Dalam ±1.0cm\pm1.0\,\mathrm{cm}: pita di 00, ±4.4\pm 4.4, ±8.8\pm 8.8 mm — lima buah.

Latihan 5.8 ★★

Dua gelombang koheren berintensitas I0I_0 dan I0I_0 berinterferensi: berikan ImaxI_{\max} dan IminI_{\min}. Pertanyaan yang sama untuk I0I_0 dan I0/4I_0/4. Definisikan kontrasnya (ImaxImin)/(Imax+Imin)(I_{\max} - I_{\min})/(I_{\max} + I_{\min}) lalu hitunglah pada kedua kasus.

Solusi

Solusi Latihan 5.8.

Sama besar: Imax=4I0I_{\max} = 4I_0, Imin=0I_{\min} = 0, kontrasnya 11. I0I_0 dan I0/4I_0/4: Imax=I0(1+14+2×12)=2.25I0I_{\max} = I_0(1 + \tfrac14 + 2 \times \tfrac12) = 2.25I_0, Imin=I0(1.251)=0.25I0I_{\min} = I_0(1.25 - 1) = 0.25I_0; kontrasnya 2.0/2.5=0.82.0/2.5 = 0.8.

Latihan 5.9 ★★

Sebuah pipa sepanjang 0.50m0.50\,\mathrm{m} (c=340m/sc = 340\,\mathrm{m}/\mathrm{s}). Berikan tiga frekuensi resonansi pertamanya jika ia tertutup di salah satu ujungnya, lalu jika ia terbuka di kedua ujungnya. Mana klarinet, mana seruling?

Solusi

Solusi Latihan 5.9.

Tertutup–terbuka: f=(2n+1)c/4L=170f = (2n + 1)c/4L = 170, 510510, 850Hz850\,\mathrm{Hz} (hanya harmonik ganjil: klarinetnya). Terbuka–terbuka: nc/2L=340nc/2L = 340, 680680, 1020Hz1020\,\mathrm{Hz} (serulingnya).

Latihan 5.10 ★★★

Di air dalam, kecepatan fase gelombang sinusoidal adalah vφ=gλ/2πv_\varphi = \sqrt{g\lambda/2\pi}. Hitunglah untuk λ=10m\lambda = 10\,\mathrm{m} dan 100m100\,\mathrm{m}. Badai sejauh 1000km1000\,\mathrm{km} membangkitkan keduanya: alun mana yang mencapai pantai lebih dulu, dan berapa lebih cepatnya? Mengapa hal ini membuat lautan “dispersif”?

Solusi

Solusi Latihan 5.10.

vφ=9.81×10/2π=3.9m/sv_\varphi = \sqrt{9.81 \times 10/2\pi} = 3.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s} dan 12.5m/s12.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s} untuk 100m100\,\mathrm{m}. Alun panjangnya lebih dulu: 106/12.5=22h10^6/12.5 = 22\,\mathrm{h} terhadap 106/3.95=70h10^6/3.95 = 70\,\mathrm{h}, dua hari lebih awal. Lajunya bergantung pada panjang gelombang: lautan bercampur menyortir dirinya menurut panjang gelombang sambil berjalan — itulah dispersi.

Latihan 5.11 ★★★

Tunjukkan bahwa menyentuh senar dengan ringan di titik L/3L/3 dari salah satu ujungnya hanya menyisakan moda berfrekuensi 3f1,6f1,3f_1, 6f_1, \dots, dan bahwa memetik senar di titik tengahnya tidak membangkitkan moda genap. (Petunjuk: apa yang dituntut sebuah simpul, atau simpangan maksimum, di titik itu dari sin(nπx/L)\sin(n\pi x/L) tiap modanya?)

Solusi

Solusi Latihan 5.11.

Moda nn berbentuk sin(nπx/L)\sin(n\pi x/L). Simpul yang dipaksakan di x=L/3x = L/3 menuntut sin(nπ/3)=0\sin(n\pi/3) = 0, yaitu nn kelipatan 33: frekuensinya 3f1,6f1,3f_1, 6f_1, \dots Memetik di L/2L/2 memberi senarnya simpangan maksimum di sana, yang hanya dapat disumbang moda nn jika sin(nπ/2)0\sin(n\pi/2) \neq 0: moda genap, yang bersimpul di L/2L/2, tak menerima apa pun.

Latihan 5.12 ★★★

Sebuah penerima radio berjarak dd di depan dinding logam menerima gelombang langsung dari pemancar jauh dan gelombang yang dipantulkan dindingnya, yang menempuh 2d2d lebih jauh dan memperoleh tambahan fase π\pi pada pemantulannya. Pada f=100MHzf = 100\,\mathrm{MHz}, carilah jarak dd yang membuat sinyalnya lenyap dan jarak yang membuatnya paling kuat. Bagaimana hal ini menjelaskan “bintik mati” radio mobil di dalam terowongan?

Solusi

Solusi Latihan 5.12.

λ=c/f=3.0m\lambda = c/f = 3.0\,\mathrm{m}. Beda fasenya 2π(2d)/λ+π2\pi(2d)/\lambda + \pi; destruktif ketika ia sama dengan (2m+1)π(2m + 1)\pi: 2d/λ=m2d/\lambda = m, d=mλ/2=0,1.5,3.0,d = m\lambda/2 = 0, 1.5, 3.0, \dots m; konstruktif ketika 2d/λ=m+122d/\lambda = m + \tfrac12: d=0.75,2.25,d = 0.75, 2.25, \dots m. Dinding dan atap terowongan memantulkan gelombangnya: sebuah pola berdiri dengan bintik mati setiap setengah panjang gelombang menyusuri jalur mobilnya.

5.6 Soal: Senar Melde dan gitar

Soal 5.1

Soal akhir pekan — senar bergetar di atas meja kerja, sebuah katrol dan beberapa beban, lalu sebuah gitar: bagaimana pencacahan setengah panjang gelombang menetapkan setiap nada pada papan frennya

Senar bermassa tiap satuan panjang μ\mu direntangkan mendatar dengan tegangan FF antara penggetar elektromagnetik kecil di x=Lx = L (yang menggoyangnya secara melintang dengan amplitudo mungil pada frekuensi ff) dan titik tetap di x=0x = 0; gelombang melintang di atasnya berjalan dengan c=F/μc = \sqrt{F/\mu} (diturunkan dalam volume Tahun ke-2).

Bagian I — Gelombang pada senarnya.

  1. Periksalah dengan analisis dimensi bahwa F/μ\sqrt{F/\mu} adalah sebuah laju.
  2. Penggetarnya mengirimkan ke arah x=0x = 0 gelombang si(x,t)=Acos(ωt+kx)s_i(x, t) = A\cos(\omega t + kx). Mengapa tandanya +kx+kx? Berikan kk dalam ff dan cc.
  3. Untuk μ=1.0g/m\mu = 1.0\,\mathrm{g}/\mathrm{m}, F=0.90NF = 0.90\,\mathrm{N} dan f=50Hzf = 50\,\mathrm{Hz}, hitunglah cc, λ\lambda dan kk.
  4. Dua titik senarnya berjarak 15cm15\,\mathrm{cm}. Berapa beda fase antara geraknya untuk gelombang berjalan ini?
  5. Untuk A=2.0mmA = 2.0\,\mathrm{mm}, berapa kecepatan melintang maksimum sebuah titik senarnya? Bandingkan dengan cc.

Bagian II — Pemantulan dan gelombang berdiri. Pada ujung tetap x=0x = 0 gelombangnya dipantulkan dengan tanda terbalik: sr(x,t)=Acos(ωtkx)s_r(x, t) = -A\cos(\omega t - kx).

  1. Mengapa gelombang pantulnya harus memuat kx-kx dalam fasenya, dan mengapa amplitudonya terbalik (pikirkan berapa seharusnya sinyal totalnya di x=0x = 0)?
  2. Tunjukkan bahwa s=si+sr=2Asin(kx)sin(ωt)s = s_i + s_r = -2A\sin(kx)\sin(\omega t).
  3. Tentukan letak simpul dan perutnya; berikan jarak antara dua simpul yang bertetangga.
  4. Amplitudo penggetarnya sendiri begitu kecil sehingga x=Lx = L praktis merupakan simpul. Simpulkan syarat pada LL agar gelombang berdirinya besar (resonansi), dan frekuensi fnf_n yang diizinkan.
  5. Dengan L=1.20mL = 1.20\,\mathrm{m} dan data pertanyaan 3, berapa setengah panjang gelombang (“perut”) yang muncul? Apakah senarnya beresonansi?
  6. Dengan menahan f=50Hzf = 50\,\mathrm{Hz} dan LL, tegangan berapa yang memberi resonansi dengan 33 dan dengan 66 perut?
  7. Sebaliknya, orang mencacah perutnya untuk mengukur μ\mu: dengan F=1.6NF = 1.6\,\mathrm{N}, 33 perut pada 50Hz50\,\mathrm{Hz} sepanjang 1.20m1.20\,\mathrm{m}, hitunglah μ\mu.
  8. Tegangannya disetel dengan massa gantung mm lewat sebuah katrol, F=mgF = mg, dengan mm diketahui sampai ±1g\pm1\,\mathrm{g} dari 163g163\,\mathrm{g}, dan LL sampai ±2mm\pm2\,\mathrm{mm}. Pengukuran mana yang membatasi μ\mu, dan berapa ketidakpastian nisbinya?

Bagian III — Gitarnya. Enam senar dengan panjang getar L=650mmL = 650\,\mathrm{mm} dilaraskan ke 82.4Hz82.4\,\mathrm{Hz} (E rendah), 110110, 147147, 196196, 247247 dan 329.6Hz329.6\,\mathrm{Hz} (E tinggi).

  1. Moda mana yang diambil telinga sebagai tinggi nadanya? Nyatakan cc pada tiap senarnya dari LL dan tinggi nadanya, lalu hitunglah untuk kedua senar E.
  2. Senar E rendah mempunyai μ=6.0g/m\mu = 6.0\,\mathrm{g}/\mathrm{m}, senar E tinggi μ=0.40g/m\mu = 0.40\,\mathrm{g}/\mathrm{m}: hitunglah tegangannya. Mengapa senar bas dililit logam alih-alih sekadar ditarik lebih kencang?
  3. Musik Barat membagi oktaf menjadi dua belas seminada yang sama: tiap fret mengalikan frekuensinya dengan 21/122^{1/12}. Tunjukkan bahwa fret ke-nn harus duduk pada jarak L(12n/12)L(1 - 2^{-n/12}) dari natnya, lalu hitunglah kedudukan fret 11, 55, 77 dan 1212.
  4. Jarak antarfretnya menyusut ke arah ujung lehernya: dengan faktor berapa dari satu fret ke fret berikutnya?
  5. Sebuah kapo yang dijepitkan pada fret 33 memendekkan setiap senarnya: dengan faktor berapa ia meninggikan tiap nadanya, dan berapa panjang getarnya yang baru?
  6. Menyentuh (bukan menekan) senar E rendah di atas fret 1212, lalu di atas fret 77 (pada L/3L/3), memberi dua “harmonik”: frekuensi berapa, dan moda mana yang bertahan?
  7. Memetik dekat jembatannya terdengar lebih cerah daripada memetik di atas lubang suaranya. Jelaskan dengan bentuk modanya.
  8. Dua senar dilaraskan berjarak satu kuint (f2=1.5f1f_2 = 1.5f_1). Ketika keduanya dimainkan bersama, seorang pendengar mendengar layangan lemah 2Hz2\,\mathrm{Hz} antara harmonik ketiga senar bawahnya dan harmonik kedua senar atasnya: berapa nisbah f2/f1f_2/f_1 yang sebenarnya, jika f1=110Hzf_1 = 110\,\mathrm{Hz}?

Bagian IV — Melaras dengan garpu tala.

  1. Senar A (110Hz110\,\mathrm{Hz}) dilaraskan terhadap garpu tala 440Hz440\,\mathrm{Hz}. Harmonik senar mana yang melayang terhadap garpu talanya? Jika terdengar 33\, layangan tiap sekon, berapa dua frekuensi senar yang mungkin?
  2. Memutar pasaknya menaikkan tegangannya sedikit dan layangannya makin cepat: yang mana di antara keduanya tadi, dan dengan perubahan nisbi berapa tegangannya harus berubah untuk mencapai nada yang benar?
  3. Tunjukkan bahwa perubahan nisbi tegangan  ⁣dF/F\dd F/F mengubah frekuensinya sebesar  ⁣df/f=12 ⁣dF/F\dd f/f = \tfrac12\,\dd F/F.
  4. Ringkaslah rangkaian hasilnya: bagaimana panjang, tegangan dan massa senarnya menetapkan nada dasarnya, bagaimana fret menetapkan tangga nadanya, dan bagaimana layangan melaraskannya — lalu sebutkan satu hubungan yang mendasari semuanya.
Solusi

Solusi Soal 5.1.

1. [F/μ]=MLT2/(ML1)=L2T2[F/\mu] = M L T^{-2}/(M L^{-1}) = L^2 T^{-2}: kuadrat sebuah laju.

2. Gelombang menuju x-x bergantung pada t+x/ct + x/c, yaitu pada ωt+kx\omega t + kx; k=ω/c=2πf/ck = \omega/c = 2\pi f/c.

3. c=0.90/1.0×103=30m/sc = \sqrt{0.90/1.0\times10^{-3}} = 30\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; λ=c/f=0.60m\lambda = c/f = 0.60\,\mathrm{m}; k=2π/λ=10.5rad/mk = 2\pi/\lambda = 10.5\,\mathrm{rad}/\mathrm{m}.

4. Δφ=kd=10.5×0.15=1.6rad=π/2\Delta\varphi = kd = 10.5 \times 0.15 = 1.6\,\mathrm{rad} = \pi/2.

5. vmax=Aω=2.0×103×2π×50=0.63m/sv_{\max} = A\omega = 2.0\times10^{-3} \times 2\pi \times 50 = 0.63\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, lima puluh kali lebih kecil daripada cc: titik-titik senarnya bergerak lambat sementara bentuknya melesat.

6. Ia berjalan menuju +x+x: fasenya ωtkx\omega t - kx. Pada ujung tetapnya simpangan totalnya lenyap setiap saat: si(0,t)+sr(0,t)=Acosωt+(A)cosωt=0s_i(0, t) + s_r(0, t) = A\cos\omega t + (-A)\cos\omega t = 0.

7. cos(ωt+kx)cos(ωtkx)=2sin(ωt)sin(kx)\cos(\omega t + kx) - \cos(\omega t - kx) = -2\sin(\omega t)\sin(kx), sehingga s=2Asin(kx)sin(ωt)s = -2A\sin(kx)\sin(\omega t).

8. Simpul: sinkx=0\sin kx = 0, x=nλ/2x = n\lambda/2; perut x=(n+12)λ/2x = (n + \tfrac12)\lambda/2; simpul bertetangga berjarak λ/2\lambda/2.

9. sinkL=0\sin kL = 0: L=nλ/2L = n\lambda/2, yaitu fn=nc/2Lf_n = nc/2L.

10. n=2L/λ=2.4/0.60=4n = 2L/\lambda = 2.4/0.60 = 4: empat perut, sebuah bilangan bulat — resonansi.

11. 33 perut: λ=2L/3=0.80m\lambda = 2L/3 = 0.80\,\mathrm{m}, c=λf=40m/sc = \lambda f = 40\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, F=μc2=1.6NF = \mu c^2 = 1.6\,\mathrm{N}. 66 perut: λ=0.40m\lambda = 0.40\,\mathrm{m}, c=20m/sc = 20\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, F=0.40NF = 0.40\,\mathrm{N}.

12. c=2Lf/n=2×1.20×50/3=40m/sc = 2Lf/n = 2 \times 1.20 \times 50/3 = 40\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, μ=F/c2=1.6/1600=1.0×103kg/m=1.0g/m\mu = F/c^2 = 1.6/1600 = 1.0 \times 10^{-3}\,\mathrm{kg}/\mathrm{m} = 1.0\,\mathrm{g}/\mathrm{m}.

13. μ=mgn2/(4L2f2)\mu = mgn^2/(4L^2f^2): u(μ)/μ=(um/m)2+(2uL/L)2=0.612+0.332%=0.7%u(\mu)/\mu = \sqrt{(u_m/m)^2 + (2u_L/L)^2} = \sqrt{0.61^2 + 0.33^2}\,\% = 0.7\%; massanya yang membatasi.

14. Nada dasarnya. c=2Lf1c = 2Lf_1: E rendah 2×0.650×82.4=107m/s2 \times 0.650 \times 82.4 = 107\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; E tinggi 428m/s428\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

15. F=μc2F = \mu c^2: E rendah 6.0×103×1072=69N6.0\times10^{-3} \times 107^2 = 69\,\mathrm{N}; E tinggi 4.0×104×4282=73N4.0\times10^{-4} \times 428^2 = 73\,\mathrm{N} — tegangan yang sebanding. Menurunkan ff dengan faktor 44 pada LL dan μ\mu tetap akan menuntut tegangan 1616 kali lebih kecil: senar yang lembek dan mendengung. Lilitannya menaikkan μ\mu sebagai gantinya.

16. fn=2n/12f1f_n = 2^{n/12}f_1 dan f1/Lf \propto 1/L: Ln=2n/12LL_n = 2^{-n/12}L, jaraknya dari nat LLn=L(12n/12)L - L_n = L(1 - 2^{-n/12}): fret 1 36.5mm36.5\,\mathrm{mm}, fret 5 163mm163\,\mathrm{mm}, fret 7 216mm216\,\mathrm{mm}, fret 12 325mm325\,\mathrm{mm}.

17. Tiap jaraknya 21/12=0.9442^{-1/12} = 0.944 kali jarak sebelumnya.

18. Faktornya 23/12=1.192^{3/12} = 1.19 (tiga seminada); panjangnya 650×23/12=547mm650 \times 2^{-3/12} = 547\,\mathrm{mm}.

19. Menyentuh di L/2L/2: hanya moda genap, nadanya 2f1=165Hz2f_1 = 165\,\mathrm{Hz}; di L/3L/3: kelipatan 33, nadanya 3f1=247Hz3f_1 = 247\,\mathrm{Hz}.

20. Dekat sebuah ujung, sin(nπx/L)nπx/L\sin(n\pi x/L) \approx n\pi x/L tumbuh bersama nn: moda tinggi relatif lebih terbangkitkan — cerah. Di atas lubang suaranya (dekat tengahnya) moda genapnya lemah dan nada dasarnya mendominasi — lembut.

21. 3f1=330Hz3f_1 = 330\,\mathrm{Hz} melayang 2Hz2\,\mathrm{Hz} terhadap 2f22f_2: f2=166f_2 = 166 atau 164Hz164\,\mathrm{Hz}, nisbahnya 1.5091.509 atau 1.4911.491 (kuint bertemperamen sama adalah 27/12=1.4982^{7/12} = 1.498).

22. Harmonik keempat, 4f4f. Tiga layangan: 4f=4374f = 437 atau 443Hz443\,\mathrm{Hz}, f=109.25f = 109.25 atau 110.75Hz110.75\,\mathrm{Hz}.

23. Layangannya makin cepat ketika dikencangkan, jadi senarnya terlalu tinggi: 110.75Hz110.75\,\mathrm{Hz}. Ia harus turun sebesar 0.75/110.75=0.68%0.75/110.75 = 0.68\%, yaitu tegangannya sebesar 1.4%1.4\%.

24. f=(n/2L)F/μf = (n/2L)\sqrt{F/\mu}, sehingga lnf=12lnF+tetap\ln f = \tfrac12\ln F + \text{tetap} dan  ⁣df/f=12 ⁣dF/F\dd f/f = \tfrac12\,\dd F/F.

25. f1=12LFμf_1 = \dfrac{1}{2L}\sqrt{\dfrac{F}{\mu}}: panjangnya menetapkan λ1=2L\lambda_1 = 2L, tegangan dan massanya menetapkan cc, fret menskalakan LL dengan 2n/122^{-n/12}, dan layangan menyingkap ffacuanf - f_{\text{acuan}}. Di balik semuanya, satu hubungan: λf=c\lambda f = c, dengan syarat gelombang berdiri L=nλ/2L = n\lambda/2.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium