Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

15Momentum Sudut

Seorang peseluncur indah yang berputar dengan lengan terentang menarik lengannya masuk dan, tanpa dorongan siapa pun, berpusing dua kali lebih cepat. Sebuah pintu menyerah kepada ujung jari di gagangnya dan melawan sebuah bahu di engselnya. Planet menyapu luas yang sama dalam waktu yang sama — Kepler mencatatnya empat abad lalu, jauh sebelum siapa pun dapat mengatakan mengapa. Dan Bulan, yang ditarik pasang surut yang dibangkitkannya, menghanyut menjauhi Bumi beberapa sentimeter tiap tahun sementara hari kita memanjang tanpa terasa. Di balik keempatnya berdiri satu besaran vektor, yaitu momentum sudut, dan satu hukum: laju perubahannya sama dengan momen gayanya. Bab ini mendefinisikan keduanya, membuktikan hukumnya untuk sebuah partikel dan untuk sebuah sistem, lalu mempekerjakannya pada bandul, orbit dan benda yang berputar.

Dengan lengan ditarik masuk, peseluncurnya berputar lebih cepat: tanpa torsi luar terhadap sumbu tegaknya, momentum sudutnya kekal dan momen inersia yang lebih kecil berarti kecepatan sudut yang lebih besar.
Dengan lengan ditarik masuk, peseluncurnya berputar lebih cepat: tanpa torsi luar terhadap sumbu tegaknya, momentum sudutnya kekal dan momen inersia yang lebih kecil berarti kecepatan sudut yang lebih besar.

15.1 Momen sebuah gaya

Definisi 15.1 (Momen terhadap sebuah titik; terhadap sebuah sumbu)

Momen (atau torsi) terhadap sebuah titik OO dari gaya F\vect F yang diterapkan di MM adalah vektor

MO(F)=OMF(Nm),\vect{\mathcal M}_O(\vect F) = \vect{OM}\wedge\vect F \qquad (\mathrm{N}\,\mathrm{m}),

yang tegak lurus bidang OM\vect{OM} dan F\vect F, bernorma OMFsinα=FdOM\cdot F\sin\alpha = F\,d, dengan ddlengan gayanya — sebagai jarak dari OO ke garis kerja F\vect F. Momen terhadap sumbu berarah Δ\Delta (bervektor satuan eΔ\vect e_\Delta) yang melalui OO adalah skalar MΔ=MOeΔ\mathcal M_\Delta = \vect{\mathcal M}_O\cdot\vect e_\Delta, yang bebas dari pilihan OO pada Δ\Delta; ia lenyap bila F\vect F sejajar Δ\Delta atau memotongnya. Dua gaya berlawanan pada garis kerja yang berbeda membentuk sebuah kopel, yang momennya FAB\vect F\wedge\vect{AB} sama terhadap setiap titik.

Contoh 15.2 (Pintunya)

Dorongan 20N20\,\mathrm{N} yang tegak lurus sebuah pintu pada 0.80m0.80\,\mathrm{m} dari engselnya bermomen 16Nm16\,\mathrm{N}\,\mathrm{m} terhadap sumbu engselnya; dorongan yang sama pada 0.10m0.10\,\mathrm{m}, 2Nm2\,\mathrm{N}\,\mathrm{m}; menyusuri pintunya (garis kerjanya melalui engselnya), nol. Reaksi engselnya sendiri, yang memotong sumbunya, tak bermomen terhadapnya: itulah yang membuat sumbunya menjadi tempat yang alami untuk mengambil momen.

Momen F terhadap O: hasil kali silang OM F, bernorma F\,d dengan d jarak dari O ke garis kerjanya (lengan gayanya), yang terarah tegak lurus gambarnya — di sini menuju pembacanya.
Momen F\vect F terhadap OO: hasil kali silang OMF\vect{OM}\wedge\vect F, bernorma FdF\,d dengan dd jarak dari OO ke garis kerjanya (lengan gayanya), yang terarah tegak lurus gambarnya — di sini menuju pembacanya.

15.2 Momentum sudut sebuah partikel

Definisi 15.3 (Momentum sudut)

Momentum sudut terhadap OO sebuah partikel bermassa mm di MM yang berkecepatan v\vect v adalah

LO=OMmv(kgm2/s),\vect L_O = \vect{OM}\wedge m\vect v \qquad (\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}),

dan terhadap sumbu Δ\Delta yang melalui OO, LΔ=LOeΔL_\Delta = \vect L_O\cdot\vect e_\Delta. Untuk gerak pada bidang yang tegak lurus Δ\Delta, dalam koordinat polar terhadap sumbunya, LΔ=mr2θ˙L_\Delta = mr^2\dot\theta; untuk lingkaran berjari-jari RR, LΔ=mR2ω=mRvL_\Delta = mR^2\omega = mRv.

Bukti. OM=rer\vect{OM} = r\vect e_r, v=r˙er+rθ˙eθ\vect v = \dot r\vect e_r + r\dot\theta\vect e_\theta: OMmv=mr2θ˙ereθ=mr2θ˙ez\vect{OM}\wedge m\vect v = mr^2\dot\theta\,\vect e_r\wedge\vect e_\theta = mr^2\dot\theta\,\vect e_z.

Teorema 15.4 (Teorema momentum sudut)

Dalam kerangka inersial, untuk sebuah titik OO yang tetap dalam kerangka itu,

 ⁣dLO ⁣dt=MO(Fi), ⁣dLΔ ⁣dt=MΔ(Fi)\frac{\dd\vect L_O}{\dd t} = \sum\vect{\mathcal M}_O(\vect F_i), \qquad \frac{\dd L_\Delta}{\dd t} = \sum\mathcal M_\Delta(\vect F_i)

untuk sumbu tetap Δ\Delta. Jika momen totalnya terhadap OO lenyap, LO\vect L_O kekal.

Bukti.  ⁣d(OMmv)/ ⁣dt=vmv+OMma=0+OMFi\dd(\vect{OM}\wedge m\vect v)/\dd t = \vect v\wedge m\vect v + \vect{OM}\wedge m\vect a = \vect 0 + \vect{OM}\wedge\sum\vect F_i, dengan memakai hukum kedua Newton (OO tetap sehingga  ⁣dOM/ ⁣dt=v\dd\vect{OM}/\dd t = \vect v). Proyeksikan pada eΔ\vect e_\Delta.

Akibat 15.5 (Gaya sentral: gerak bidang dan hukum luas sapuan)

Partikel yang hanya dikenai gaya sentral (yang selalu terarah menyusuri OM\vect{OM}, menuju atau menjauhi pusat tetap OO) menjaga LO\vect L_O tetap. Geraknya tinggal pada bidang yang melalui OO dan tegak lurus LO\vect L_O, dan pada bidang itu r2θ˙=Cr^2\dot\theta = C (tetap): vektor jari-jari OM\vect{OM} menyapu luas dengan kecepatan areal yang tetap

 ⁣dA ⁣dt=12r2θ˙=LO2m=C2.\frac{\dd A}{\dd t} = \frac12 r^2\dot\theta = \frac{L_O}{2m} = \frac{C}{2} .

Bukti. OMF=0\vect{OM}\wedge\vect F = \vect 0 untuk FOM\vect F \parallel \vect{OM}: LO\vect L_O tetap. OMLO\vect{OM}\perp\vect L_O selalu, dan dari sana bidangnya; LO=mr2θ˙L_O = mr^2\dot\theta tetap. Luas yang tersapu selama  ⁣dt\dd t adalah segitiga bersisi OM\vect{OM} dan v ⁣dt\vect v\dd t:  ⁣dA=12OMv ⁣dt=12r2θ˙ ⁣dt\dd A = \tfrac12\abs{\vect{OM} \wedge\vect v}\dd t = \tfrac12 r^2\dot\theta\,\dd t.

Hukum luas sapuan untuk sebuah gaya sentral: dalam waktu yang sama, vektor jari-jari dari pusat O menyapu luas yang sama, sehingga partikelnya bergerak cepat ketika dekat dengan O dan lambat ketika jauh — hukum kedua Kepler, yaitu akibat kekekalan L_O semata, apa pun hukum gayanya.
Hukum luas sapuan untuk sebuah gaya sentral: dalam waktu yang sama, vektor jari-jari dari pusat OO menyapu luas yang sama, sehingga partikelnya bergerak cepat ketika dekat dengan OO dan lambat ketika jauh — hukum kedua Kepler, yaitu akibat kekekalan LO\vect L_O semata, apa pun hukum gayanya.

Contoh 15.6 (Bandul lewat momen)

Bandul sederhana, dengan sumbu Δ\Delta melalui porosnya dan tegak lurus bidang ayunannya: LΔ=m2θ˙L_\Delta = m\ell^2\dot\theta; tegangannya memotong sumbunya (tak bermomen), momen beratnya mgsinθ-mg\ell\sin\theta (lengan gayanya sinθ\ell\sin\theta, memulihkan). Teoremanya memberi m2θ¨=mgsinθm\ell^2\ddot\theta = -mg\ell\sin\theta, yaitu persamaan Contoh 12.12 tanpa pernah menuliskan tegangannya — keunggulan utama momen: gaya yang melalui sumbunya lenyap.

Contoh 15.7 (Menarik sebuah keping ke dalam)

Sebuah keping meluncur pada es tanpa gesekan menyusuri sebuah lingkaran, tertahan tali yang melalui lubang di pusatnya; talinya ditarik sehingga jari-jarinya berkurang separuh. Tegangannya sentral: L=mr2ωL = mr^2\omega kekal, sehingga ω\omega dikalikan 44, kelajuannya rωr\omega dikalikan 22, dan energi kinetiknya dikalikan 44 — tambahan energinya adalah usaha tarikannya, yang dilawan kepingnya sepanjang jalan ke dalam. Lengan sang peseluncur adalah fisika yang sama dengan massa yang tersebar (Latihan 15.4).

15.3 Sistem titik dan rotasi terhadap sumbu tetap

Teorema 15.8 (Momentum sudut sebuah sistem)

Untuk sistem partikel, dengan LO=iOMimivi\vect L_O = \sum_i\vect{OM_i}\wedge m_i\vect v_i dan OO tetap dalam kerangka inersial,

 ⁣dLO ⁣dt=MO(Fext):\frac{\dd\vect L_O}{\dd t} = \sum\vect{\mathcal M}_O(\vect F_{\mathrm{ext}}):

hanya momen gaya luar yang berperan; gaya dalamnya, yang menuruti hukum aksi–reaksi menyusuri garis yang menghubungkan partikelnya, tak menyumbang apa pun.

Bukti. Jumlahkan teorema partikelnya. Untuk sepasang gaya dalam, OMiFji+OMjFij=(OMiOMj)Fji=MjMiFji=0\vect{OM_i}\wedge\vect F_{j\to i} + \vect{OM_j}\wedge\vect F_{i\to j} = (\vect{OM_i} - \vect{OM_j})\wedge\vect F_{j\to i} = \vect{M_jM_i}\wedge\vect F_{j\to i} = \vect 0 karena gayanya menyusuri MjMi\vect{M_jM_i}.

Proposisi 15.9 (Rotasi tegar terhadap sumbu tetap)

Jika partikelnya menjaga jarak tetap rir_i dari sebuah sumbu Δ\Delta dan semuanya berputar terhadapnya dengan kecepatan sudut ω\omega yang sama (sebuah rotasi tegar),

LΔ=JΔω,JΔ=imiri2,Ek=12JΔω2,L_\Delta = J_\Delta\,\omega, \qquad J_\Delta = \sum_i m_ir_i^2, \qquad E_k = \tfrac12 J_\Delta\omega^2,

dengan JΔJ_\Delta sebagai momen inersia terhadap Δ\Delta, dan teoremanya berbunyi JΔω˙=MΔ(Fext)J_\Delta\dot\omega = \sum\mathcal M_\Delta(\vect F_{\mathrm{ext}}).

Bukti. Tiap partikel menyumbang miri2ωm_ir_i^2\omega kepada LΔL_\Delta dan 12mi(riω)2\tfrac12 m_i(r_i\omega)^2 kepada EkE_k. Bab 19 memperluasnya ke benda pejal yang malar.

Contoh 15.10 (Sang peseluncur)

Dengan lengan terentang, tubuh seorang peseluncur mempunyai J4kgm2J \approx 4\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2} ditambah dua lengan 3kg3\,\mathrm{kg} pada 0.8m0.8\,\mathrm{m}: J1=4+2×3×0.64=7.8kgm2J_1 = 4 + 2 \times 3 \times 0.64 = 7.8\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}. Dengan lengan masuk (0.2m0.2\,\mathrm{m}): J2=4.2kgm2J_2 = 4.2\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}. Reaksi esnya dan beratnya tak bermomen terhadap sumbu tegaknya: JωJ\omega kekal dan laju putarnya naik sebesar J1/J2=1.85J_1/J_2 = 1.85 — dari 22 menjadi 3.73.7 putaran tiap sekon — sementara energi kinetiknya naik dengan faktor yang sama, yang dibayar otot yang menarik lengannya masuk.

Partikel yang berotasi secara tegar terhadap sebuah sumbu: masing-masing berputar pada lingkarannya sendiri dengan  yang sama, menyumbang m_ir_i2 kepada momentum sudut terhadap sumbunya. Massa yang jauh dari sumbunya berperan sebagai kuadrat jaraknya — lengan terentang sang peseluncur.
Partikel yang berotasi secara tegar terhadap sebuah sumbu: masing-masing berputar pada lingkarannya sendiri dengan ω\omega yang sama, menyumbang miri2ωm_ir_i^2\omega kepada momentum sudut terhadap sumbunya. Massa yang jauh dari sumbunya berperan sebagai kuadrat jaraknya — lengan terentang sang peseluncur.

Catatan 15.11 (Statika)

Benda tegar yang diam mempunyai LO=0\vect L_O = \vect 0 yang tetap: gaya luarnya harus beresultan nol dan bermomen total nol terhadap titik mana pun. Syarat keduanya adalah hukum tuas pada neraca, jungkat-jungkit dan linggis: gaya kecil yang jauh dari tumpuannya mengimbangi gaya besar yang dekat dengannya.

15.4 Latihan

Latihan 15.1

Sebuah gaya 50N50\,\mathrm{N} pada kunci pas 0.30m0.30\,\mathrm{m} dari murnya: berapa momennya ketika gayanya tegak lurus gagangnya; pada 6060^\circ terhadapnya; menyusurinya?

Solusi

Solusi Latihan 15.1.

Fd=50×0.30=15NmFd = 50 \times 0.30 = 15\,\mathrm{N}\,\mathrm{m}; Fdsin60=13NmFd\sin 60^\circ = 13\,\mathrm{N}\,\mathrm{m}; menyusuri gagangnya, garis kerjanya melalui murnya: 00.

Latihan 15.2

Berapa momentum sudut Bumi terhadap Matahari (orbit lingkaran, r=1.50×1011mr = 1.50 \times 10^{11}\,\mathrm{m}, v=29.8km/sv = 29.8\,\mathrm{km}/\mathrm{s}, m=5.97×1024kgm = 5.97 \times 10^{24}\,\mathrm{kg}), dan berapa kecepatan arealnya?

Solusi

Solusi Latihan 15.2.

L=mrv=5.97×1024×1.50×1011×2.98×104=2.7×1040kgm2/sL = mrv = 5.97\times10^{24} \times 1.50\times10^{11} \times 2.98\times10^4 = 2.7 \times 10^{40}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s};  ⁣dA/ ⁣dt=L/2m=rv/2=2.2×1015m2/s\dd A/\dd t = L/2m = rv/2 = 2.2 \times 10^{15}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}.

Latihan 15.3

Sebuah bandul kerucut (talinya 1.0m1.0\,\mathrm{m}, 3030^\circ dari garis tegak, Latihan 12.9). Hitunglah LL terhadap sumbu tegak yang melalui porosnya tiap satuan massa, lalu jelaskan mengapa ia kekal walaupun tegangan talinya dan beratnya bekerja.

Solusi

Solusi Latihan 15.3.

r=sin30=0.50mr = \ell\sin 30^\circ = 0.50\,\mathrm{m}, ω=3.4rad/s\omega = 3.4\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}: Lz/m=r2ω=0.84m2/sL_z/m = r^2\omega = 0.84\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}. Garis kerja tegangannya melalui porosnya (tak bermomen terhadap sumbu mana pun yang melaluinya); beratnya sejajar sumbu tegaknya (tak bermomen terhadapnya): LzL_z kekal.

Latihan 15.4

Batang tubuh seorang peseluncur mempunyai J=4.0kgm2J = 4.0\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2} terhadap sumbu putarnya; tiap lengannya (3.0kg3.0\,\mathrm{kg}) diperlakukan sebagai sebuah titik pada 0.80m0.80\,\mathrm{m}, lalu pada 0.20m0.20\,\mathrm{m}. Berapa laju putarnya setelah lengannya ditarik masuk, dimulai dari 2.02.0\, putaran tiap sekon; berapa nisbah energi kinetiknya; dan dari mana tambahan energinya berasal?

Solusi

Solusi Latihan 15.4.

J1=4.0+2×3.0×0.64=7.8kgm2J_1 = 4.0 + 2 \times 3.0 \times 0.64 = 7.8\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}, J2=4.0+2×3.0×0.04=4.2kgm2J_2 = 4.0 + 2 \times 3.0 \times 0.04 = 4.2\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}; ω2=ω1J1/J2=1.85ω1\omega_2 = \omega_1J_1/J_2 = 1.85\omega_1: 3.73.7\, putaran tiap sekon. Ek=L2/2JE_k = L^2/2J: nisbahnya J1/J2=1.85J_1/J_2 = 1.85; ototnya, yang menarik lengannya ke dalam melawan kecenderungan sentrifugalnya, yang melakukan usahanya.

Latihan 15.5 ★★

Turunkan persamaan bandul θ¨+gsinθ=0\ell\ddot\theta + g\sin\theta = 0 dari teorema momentum sudut terhadap sumbu porosnya, lalu berikan momen tiap gayanya.

Solusi

Solusi Latihan 15.5.

LΔ=m2θ˙L_\Delta = m\ell^2\dot\theta; tegangannya: tak bermomen (memotong sumbunya); beratnya: mgsinθ-mg\ell\sin\theta (lengan gayanya sinθ\ell\sin\theta, memulihkan). m2θ¨=mgsinθm\ell^2\ddot\theta = -mg\ell\sin\theta.

Latihan 15.6 ★★

Jarak Bumi ke Matahari berubah dari 1.471×1011m1.471 \times 10^{11}\,\mathrm{m} (perihelion) sampai 1.521×1011m1.521 \times 10^{11}\,\mathrm{m} (aphelion). Dengan memakai hukum luas sapuan, carilah nisbah kelajuannya pada kedua titik itu; dengan kelajuan rata-rata 29.8km/s29.8\,\mathrm{km}/\mathrm{s}, berikan kedua kelajuannya.

Solusi

Solusi Latihan 15.6.

rpvp=ravar_pv_p = r_av_a: vp/va=ra/rp=1.034v_p/v_a = r_a/r_p = 1.034; dengan (vp+va)/229.8km/s(v_p + v_a)/2 \approx 29.8\,\mathrm{km}/\mathrm{s}: vp=30.3km/sv_p = 30.3\,\mathrm{km}/\mathrm{s}, va=29.3km/sv_a = 29.3\,\mathrm{km}/\mathrm{s}.

Latihan 15.7 ★★

Sebuah keping 0.20kg0.20\,\mathrm{kg} berputar pada 2.0m/s2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} dengan tali 0.50m0.50\,\mathrm{m} yang melalui sebuah lubang; talinya ditarik sampai jari-jarinya 0.25m0.25\,\mathrm{m}. Berapa laju dan kecepatan sudutnya yang baru; berapa energi kinetiknya sebelum dan sesudahnya; berapa usaha tarikannya? Mengapa tegangannya dapat berusaha di sini?

Solusi

Solusi Latihan 15.7.

L=mrvL = mrv kekal: v2=v1r1/r2=4.0m/sv_2 = v_1r_1/r_2 = 4.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, ω2=v2/r2=16rad/s\omega_2 = v_2/r_2 = 16\,\mathrm{rad}/\mathrm{s} (dari 4rad/s4\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}). E1=0.40JE_1 = 0.40\,\mathrm{J}, E2=1.6JE_2 = 1.6\,\mathrm{J}: tarikannya melakukan usaha 1.2J1.2\,\mathrm{J}. Tegangannya memang radial, tetapi perpindahan kepingnya kini mempunyai komponen radial (ia memilin ke dalam): usaha T ⁣d\vect T\cdot\dd\vect\ell tak lagi nol.

Latihan 15.8 ★★

Sebuah papan seragam bermassa 20kg20\,\mathrm{kg} dan sepanjang 4.0m4.0\,\mathrm{m} bertumpu pada tumpuan 1.5m1.5\,\mathrm{m} dari ujung kirinya; seorang anak 30kg30\,\mathrm{kg} duduk di ujung kirinya. Di mana anak 45kg45\,\mathrm{kg} harus duduk agar setimbang? Berapa yang ditopang tumpuannya?

Solusi

Solusi Latihan 15.8.

Momen terhadap tumpuannya (panjangnya dari tumpuannya): anaknya 30×1.5=4530 \times 1.5 = 45 (kiri); berat papannya di pusatnya, 0.50.5 ke kanan: 20×0.5=1020 \times 0.5 = 10 (kanan); anak keduanya pada xx ke kanan: 45x45x. Setimbang: 45=10+45x45 = 10 + 45x, x=0.78mx = 0.78\,\mathrm{m}. Tumpuannya menopang berat totalnya, 95×9.81=932N95 \times 9.81 = 932\,\mathrm{N}.

Latihan 15.9 ★★

Sebuah mesin Atwood (m1=2.0kgm_1 = 2.0\,\mathrm{kg}, m2=1.0kgm_2 = 1.0\,\mathrm{kg}) tergantung pada katrol berjari-jari 0.10m0.10\,\mathrm{m} dan bermomen inersia 0.010kgm20.010\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2} yang talinya tak tergelincir. Dengan memakai teorema momentum sudut untuk katrolnya dan hukum Newton untuk massanya, carilah percepatannya dan kedua tegangannya. Bandingkan dengan katrol tak bermassa.

Solusi

Solusi Latihan 15.9.

Massanya: m1a=m1gT1m_1a = m_1g - T_1, m2a=T2m2gm_2a = T_2 - m_2g; katrolnya: Jω˙=(T1T2)RJ\dot\omega = (T_1 - T_2)R dengan a=Rω˙a = R\dot\omega. Dijumlahkan: a=(m1m2)g/(m1+m2+J/R2)=9.81/(3.0+1.0)=2.5m/s2a = (m_1 - m_2)g/(m_1 + m_2 + J/R^2) = 9.81/(3.0 + 1.0) = 2.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} (terhadap 3.3m/s23.3\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}); T1=m1(ga)=14.7NT_1 = m_1(g - a) = 14.7\,\mathrm{N}, T2=m2(g+a)=12.3NT_2 = m_2(g + a) = 12.3\,\mathrm{N} — tak sama besar, karena katrolnya memerlukan momen total.

Latihan 15.10 ★★★

Sebuah komet melewati perihelionnya pada 0.50AU0.50\,\mathrm{AU} dari Matahari dengan 40km/s40\,\mathrm{km}/\mathrm{s}. Ketika ia berjarak 10AU10\,\mathrm{AU}, berapa komponen kecepatannya yang tegak lurus vektor jari-jarinya? Dapatkah hukum luas sapuan memberi kelajuan penuhnya?

Solusi

Solusi Latihan 15.10.

r1v1=r2v2r_1v_1 = r_2v_{\perp 2}: v2=40×0.5/10=2.0km/sv_{\perp 2} = 40 \times 0.5/10 = 2.0\,\mathrm{km}/\mathrm{s}. Hukum luas sapuan hanya memberi komponen tegak lurusnya; komponen radialnya menuntut kekekalan energi (Bab 16).

Latihan 15.11 ★★★

Sebuah bintang seperti Matahari (R=7.0×108mR = 7.0 \times 10^{8}\,\mathrm{m}, periode rotasi 25d25\,\mathrm{d}) mengerut menjadi bintang neutron berjari-jari 10km10\,\mathrm{km}, dengan massa dan momentum sudutnya terjaga (JMR2J \propto MR^2). Berapa periodenya yang baru? Berapa laju khatulistiwanya? Apa yang diberitahukan laju itu tentang andaiannya?

Solusi

Solusi Latihan 15.11.

JωJ\omega tetap dengan JR2J \propto R^2: T=T(R/R)2=25×86400×(104/7×108)2=4.4×104sT' = T(R'/R)^2 = 25 \times 86400 \times (10^4/7\times10^8)^2 = 4.4 \times 10^{-4}\,\mathrm{s}. Laju khatulistiwanya 2πR/T=1.4×108m/s2\pi R'/T' = 1.4 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, separuh laju cahaya: pengerutannya tak dapat menjaga seluruh momentum sudutnya — banyak yang dilepaskan (dan kerelatifan masuk).

Latihan 15.12 ★★★

Sebuah manik meluncur tanpa gesekan menyusuri batang lurus yang berputar pada bidang mendatar dengan ω\omega tetap terhadap sumbu tegak yang melalui salah satu ujungnya. Tuliskan LzL_z maniknya; tunjukkan bahwa ia tidak kekal lalu hitunglah momen yang harus dikerahkan batangnya; simpulkan reaksi melintang batangnya pada maniknya.

Solusi

Solusi Latihan 15.12.

Lz=mr2ωL_z = mr^2\omega, dan rr berubah:  ⁣dLz/ ⁣dt=2mrr˙ω0\dd L_z/\dd t = 2mr\dot r\omega \neq 0. Ini pastilah momen reaksi melintang batangnya NN: rN=2mrr˙ωrN = 2mr\dot r\omega, sehingga N=2mr˙ωN = 2m\dot r\omega — batangnya mendorong maniknya ke samping selagi ia meluncur ke luar (suku Coriolis Bab 18).

15.5 Soal: Mengapa Bulan menjauh

Soal 15.1

Soal akhir pekan — pasang surut yang dibangkitkan Bulan di Bumi menariknya maju dan menarik Bumi mundur: bagaimana momentum sudut mengalir dari hari kita ke orbit Bulan, sentimeter demi sentimeter, dan ke mana energinya pergi

Data: G=6.67×1011SIG = 6.67 \times 10^{-11}\,\mathrm{SI}; Bumi M=5.97×1024kgM = 5.97 \times 10^{24}\,\mathrm{kg}, R=6.37×106mR = 6.37 \times 10^{6}\,\mathrm{m}, putarannya Ω=2π/(86164s)\Omega = 2\pi/(86\,164\,\mathrm{s}), momen inersianya J=0.33MR2J = 0.33\,MR^2; Bulan m=7.35×1022kgm = 7.35 \times 10^{22}\,\mathrm{kg}, orbitnya diperlakukan melingkar, r=3.84×108mr = 3.84 \times 10^{8}\,\mathrm{m}; penjarakan laser bulan mengukur  ⁣dr/ ⁣dt=3.8cm/yr\dd r/\dd t = 3.8\,\mathrm{cm}/\mathrm{yr}; harinya memanjang 2.3ms2.3\,\mathrm{ms} tiap abad; 11 abad =3.16×109s= 3.16 \times 10^{9}\,\mathrm{s}.

Bagian I — Momentum sudutnya.

  1. Hitunglah kecepatan sudut orbit ω\omega Bulan dari hukum Newton (orbit lingkaran), lalu periksalah terhadap bulan sideris 27.3d27.3\,\mathrm{d}.
  2. Hitunglah momentum sudut orbit Bulan Lorb=mr2ωL_{\text{orb}} = mr^2\omega.
  3. Tunjukkan bahwa untuk orbit lingkaran Lorb=mGMrL_{\text{orb}} = m\sqrt{GMr}, lalu simpulkan  ⁣dLorb/ ⁣dr=Lorb/2r\dd L_{\text{orb}}/\dd r = L_{\text{orb}}/2r.
  4. Hitunglah momentum sudut putaran Bumi Lspin=JΩL_{\text{spin}} = J\Omega lalu bandingkan dengan LorbL_{\text{orb}}.
  5. Bulan berputar sekali tiap bulan: taksirlah momentum sudut putarannya (Jm0.4mRm2J_m \approx 0.4\,mR_m^2, Rm=1.74×106mR_m = 1.74 \times 10^{6}\,\mathrm{m}) lalu benarkan pengabaiannya.
  6. Momen luar apa yang bekerja pada sistem Bumi–Bulan terhadap pusat massanya? Berikan alasan bahwa, sampai hampiran yang baik, total L=Lspin+LorbL = L_{\text{spin}} + L_{\text{orb}} kekal.

Bagian II — Torsi pasang surutnya. Bulan membangkitkan dua tonjolan air di Bumi; karena Bumi berputar lebih cepat daripada Bulan mengorbit, gesekannya menyeret tonjolan itu mendahului garis Bumi–Bulan sebesar sudut yang kecil.

  1. Sketsalah Bumi, tonjolan yang mendahului dan Bulan. Ke arah mana tarikan Bulan pada tonjolan yang lebih dekat bekerja, relatif terhadap putaran Bumi?
  2. Simpulkan tanda momen pada putaran Bumi: apakah harinya memanjang atau memendek?
  3. Menurut aksi dan reaksi, momen apa yang bekerja pada gerak orbit Bulan? Apakah LorbL_{\text{orb}} tumbuh atau menyusut?
  4. Dari pertanyaan 3, apakah rr tumbuh atau menyusut? Dan bagaimana laju orbit Bulan v=GM/rv = \sqrt{GM/r}?
  5. Selesaikan paradoks yang tampak itu: Bulan didorong maju, namun akhirnya bergerak lebih lambat.
  6. Menuju keadaan akhir yang mana pertukaran itu cenderung?

Bagian III — Angka-angkanya.

  1. Dari memanjangnya harinya, hitunglah perubahan nisbi ΔΩ/Ω\Delta\Omega/\Omega tiap abad.
  2. Simpulkan perubahan LspinL_{\text{spin}} tiap abad.
  3. Simpulkan perubahan LorbL_{\text{orb}} tiap abad.
  4. Dengan memakai pertanyaan 3, ubahlah menjadi perubahan rr tiap abad dan tiap tahun. Bandingkan dengan nilai penjarakan lasernya.
  5. Berapa bagian, dan berapa sekon, bulan siderisnya memanjang tiap abad (Tr3/2T \propto r^{3/2})?
  6. Hitunglah perubahan energi kinetik rotasi Bumi tiap abad (ΔE=LspinΔΩ\Delta E = L_{\text{spin}}\Delta\Omega sampai orde pertama).
  7. Hitunglah perubahan energi mekanik orbit Bulan, Eorb=GMm/2rE_{\text{orb}} = -GMm/2r, tiap abad.

Bagian IV — Energinya.

  1. Tunjukkan bahwa Bumi kehilangan lebih banyak energi daripada yang diperoleh Bulan, lalu hitunglah selisihnya tiap abad dan daya yang bersesuaian. Ke mana energi itu pergi?
  2. Bandingkan daya itu dengan konsumsi umat manusia, sekitar 18TW18\,\mathrm{TW}, dan dengan aliran panas dalam Bumi, sekitar 47TW47\,\mathrm{TW}.
  3. Dalam keadaan akhir pertanyaan 12, hari dan bulannya sama: Ω=ω=GM/r3\Omega = \omega = \sqrt{GM/r^3}. Dengan menuliskan kekekalan Lspin+LorbL_{\text{spin}} + L_{\text{orb}}, periksalah bahwa r5.5×108mr \approx 5.5 \times 10^{8}\,\mathrm{m} memenuhinya, lalu berikan periode bersamanya dalam hari.
  4. Mengapa keadaan itu sesungguhnya tak akan pernah tercapai? (Pikirkan pasang surut Matahari.)
  5. Bulan sudah memperlihatkan satu wajahnya kepada Bumi. Jelaskan dengan mekanisme yang sama, lalu katakan mengapa hal itu terjadi pada Bulan lebih dahulu.
  6. Ringkaslah dalam tiga baris: apa yang kekal, apa yang dipertukarkan, apa yang dilesapkan.
Solusi

Solusi Soal 15.1.

1. mω2r=GMm/r2m\omega^2r = GMm/r^2: ω=GM/r3=3.98×1014/5.66×1025=2.65×106rad/s\omega = \sqrt{GM/r^3} = \sqrt{3.98\times 10^{14}/5.66\times10^{25}} = 2.65 \times 10^{-6}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, periodenya 2π/ω=2.37×106s=27.4d2\pi/\omega = 2.37 \times 10^{6}\,\mathrm{s} = 27.4\,\mathrm{d}.

2. Lorb=7.35×1022×1.475×1017×2.65×106=2.9×1034kgm2/sL_{\text{orb}} = 7.35\times10^{22} \times 1.475\times10^{17} \times 2.65\times10^{-6} = 2.9 \times 10^{34}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}.

3. v=GM/rv = \sqrt{GM/r}, L=mrv=mGMrL = mrv = m\sqrt{GMr};  ⁣dL/ ⁣dr=12mGM/r=L/2r\dd L/\dd r = \tfrac12 m\sqrt{GM/r} = L/2r.

4. J=0.33×5.97×1024×4.06×1013=8.0×1037kgm2J = 0.33 \times 5.97\times10^{24} \times 4.06\times10^{13} = 8.0 \times 10^{37}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}; Ω=7.29×105rad/s\Omega = 7.29 \times 10^{-5}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}; Lspin=5.8×1033kgm2/sL_{\text{spin}} = 5.8 \times 10^{33}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}, seperlima LorbL_{\text{orb}}.

5. Jm0.4×7.35×1022×3.0×1012=8.9×1034kgm2J_m \approx 0.4 \times 7.35\times10^{22} \times 3.0\times10^{12} = 8.9 \times 10^{34}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}, dikali ω\omega: 2.4×1029kgm2/s2.4 \times 10^{29}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}, yaitu 10510^{-5} dari milik orbitnya: dapat diabaikan.

6. Tarikan Matahari bekerja pada pusat massa sistemnya (tak bermomen terhadapnya sampai orde pertama); pengaruh pasang surutnya pada pasangan itu kecil: total LL kekal sampai ketelitian yang diperlukan di sini.

7. Tonjolan yang lebih dekat, yang mendahului garis Bumi–Bulan, ditarik Bulan dengan gaya yang komponen tangensialnya melawan putaran Bumi.

8. Momen negatif pada putarannya: Bumi melambat, harinya memanjang.

9. Tonjolannya menarik Bulan maju: momen positif pada orbitnya, LorbL_{\text{orb}} tumbuh.

10. LorbrL_{\text{orb}} \propto \sqrt r tumbuh, sehingga rr tumbuh; v1/rv \propto 1/\sqrt r menurun.

11. Tarikan majunya melakukan usaha positif, yang menaikkan energi Bulan; orbit yang lebih tinggi adalah orbit yang lebih lambat: energinya pergi menjadi ketinggian (potensial), lebih banyak daripada energi kinetik yang hilang.

12. Penguncian pasang surut Bumi: harinya sama dengan bulannya, tak ada tonjolan yang mendahului, tak ada torsi.

13. ΔΩ/Ω=2.3×103s/86164s=2.7×108\Delta\Omega/\Omega = -2.3 \times 10^{-3}\,\mathrm{s}/86\,164\,\mathrm{s} = -2.7 \times 10^{-8} tiap abad.

14. ΔLspin=LspinΔΩ/Ω=1.55×1026kgm2/s\Delta L_{\text{spin}} = L_{\text{spin}}\Delta\Omega/\Omega = -1.55 \times 10^{26}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s} tiap abad.

15. ΔLorb=+1.55×1026kgm2/s\Delta L_{\text{orb}} = +1.55 \times 10^{26}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s} tiap abad.

16. Δr=2rΔL/L=2×3.84×108×1.55×1026/2.9×1034=4.1m\Delta r = 2r\,\Delta L/L = 2 \times 3.84\times10^8 \times 1.55 \times10^{26}/2.9\times10^{34} = 4.1\,\mathrm{m} tiap abad, 4.1cm/yr4.1\,\mathrm{cm}/\mathrm{yr}: dekat dengan 3.8cm/yr3.8\,\mathrm{cm}/\mathrm{yr} yang terukur (memanjangnya hari juga mempunyai bagian yang bukan pasang surut).

17. ΔT/T=32Δr/r=1.6×108\Delta T/T = \tfrac32\Delta r/r = 1.6\times10^{-8}: 2.37×106×1.6×108=0.04s2.37\times 10^6 \times 1.6\times10^{-8} = 0.04\,\mathrm{s} tiap abad.

18. ΔErot=LspinΔΩ=5.8×1033×7.29×105×(2.7×108)=1.1×1022J\Delta E_{\text{rot}} = L_{\text{spin}}\Delta\Omega = 5.8\times10^{33} \times 7.29\times10^{-5} \times (-2.7\times10^{-8}) = -1.1 \times 10^{22}\,\mathrm{J} tiap abad.

19. ΔEorb=GMmΔr/2r2=2.93×1037×4.1/(2×1.475×1017)=+4.1×1020J\Delta E_{\text{orb}} = GMm\Delta r/2r^2 = 2.93\times10^{37} \times 4.1/(2 \times 1.475\times10^{17}) = +4.1 \times 10^{20}\,\mathrm{J} tiap abad.

20. Bersihnya 1.1×1022+4×10201.06×1022J-1.1\times10^{22} + 4\times10^{20} \approx -1.06 \times 10^{22}\,\mathrm{J} tiap abad: 3.4×1012 W3.4\times10^{12}\ \mathrm{W}, yang dilesapkan sebagai kalor oleh gesekan pasang surut di lautan dan di Bumi padatnya.

21. Seperlima daya umat manusia, seperempat belas aliran panas buminya — pemanas yang kecil tetapi tetap ada.

22. Ltot=3.5×1034L_{\text{tot}} = 3.5\times10^{34}. Pada r=5.5×108r = 5.5\times10^8: ω=GM/r3=1.55×106rad/s\omega = \sqrt{GM/r^3} = 1.55 \times 10^{-6}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, Jω=1.2×1032J\omega = 1.2\times10^{32}, mGMr=7.35×1022×4.68×1011=3.44×1034m\sqrt{GMr} = 7.35\times10^{22} \times 4.68\times10^{11} = 3.44\times10^{34}; jumlahnya 3.45×10343.45\times10^{34}: taat asas. Periodenya 2π/ω=4.1×106s=47d2\pi/\omega = 4.1 \times 10^{6}\,\mathrm{s} = 47\,\mathrm{d}.

23. Pasang surut Matahari terus memperlambat Bumi sampai di bawah laju orbit Bulan, sehingga torsi Bumi–Bulan lalu akan berbalik; lagi pula Matahari akan sudah berevolusi jauh sebelum itu (skala waktunya puluhan miliar tahun).

24. Bumi membangkitkan pasang surut di Bulan, yang mengerem putarannya sampai satu wajahnya tetap menghadap kita; karena lebih ringan dan lebih dekat dengan pasangan yang lebih berat, penguncian Bulan jauh lebih cepat.

25. Yang kekal: momentum sudut totalnya. Yang dipertukarkan: momentum sudut dari putaran Bumi ke orbit Bulan, sekitar 1.6×1026SI1.6 \times 10^{26}\,\mathrm{SI} tiap abad. Yang dilesapkan: energi mekanik, beberapa terawatt, sebagai kalor pasang surut.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium