Tekanlah sudut sebuah mobil yang terparkir lalu lepaskan. Mobil yang sehat naik satu kali lalu berhenti; mobil dengan peredam kejut yang aus mengayun dua atau tiga kali sebelum tenang. Di laboratorium elektronika, dua perilaku yang sama muncul pada osiloskop ketika sebuah kapasitor mengosong lewat sebuah kumparan: kembali dengan mulus, atau berdering lalu padam. Keduanya adalah peralihan antara satu keadaan tunak dan keadaan tunak lainnya, dan keduanya menuruti keluarga kecil persamaan diferensial linear yang sama — orde pertama untuk satu penyimpan energi, orde kedua untuk dua penyimpan yang saling bertukar. Bab ini menyelesaikannya sekali untuk selamanya, menamai parameternya (tetapan waktu, frekuensi alami, faktor kualitas), lalu memperlihatkan bagaimana angka yang sama menggambarkan sebuah rangkaian dan sebuah suspensi.
Sebuah kumparan, sebuah kapasitor dan sebuah resistor di atas papan rangkai, dan pada osiloskopnya osilasi meluruh yang menyusul sebuah tangga: rezim pseudoperiodik bab ini.
7.1 Sistem orde pertama
Definisi 7.1(Sistem linear orde pertama)
Besaran x(t) menuruti persamaan linear orde pertama berkoefisien tetap bila
τdtdx+x=x∞,
dengan τ>0 sebagai tetapan waktu dan x∞ sebuah tetapan (nilai yang dipaksakan sumbernya). Keadaan tunaknya adalah x=x∞; rezim peralihannya adalah pendekatan menuju keadaan itu dari nilai awal x(0)=x0.
Teorema 7.2(Penyelesaian)
Penyelesaian tunggal dengan x(0)=x0 adalah
x(t)=x∞+(x0−x∞)e−t/τ.
Selisih terhadap keadaan tunaknya menyusut dengan faktor e−1≈0.37 tiap τ: 63% perjalanannya pada τ, 95% pada 3τ, 99% pada 4.6τ. Garis singgung di titik asalnya mencapai x∞ pada t=τ.
Bukti.y=x−x∞ menuruti τy′+y=0, yang penyelesaiannya y=Ke−t/τ (kuliah matematika tentang persamaan diferensial linear membuktikan tak ada yang lain); K=x0−x∞. Kemiringannya di 0 adalah −(x0−x∞)/τ, yang akan menutup selisihnya dalam waktu τ. ∎
Tanggapan tangga orde pertama dari x0=0: garis singgung awalnya menemui asimtotnya pada t=τ; 63% perjalanannya pada τ, 95% pada 3τ. Setiap peralihan orde pertama adalah kurva ini, teregang oleh τ dan tergeser oleh x0 dan x∞.
Proposisi 7.3(Rangkaian RC dan RL)
Kapasitor C yang diisi lewat resistorR dari sumber ideal E menuruti RCduC/dt+uC=E: τ=RC, uC,∞=E. Kumparan L yang terangkai seri dengan R melintasi E menuruti (L/R)di/dt+i=E/R: τ=L/R, i∞=E/R. Dengan sumbernya dilepas (E→0), persamaan yang sama menggambarkan pengosongan menuju nol.
Tegangan pada kapasitor dan arus lewat induktor merupakan fungsi waktu yang kontinu: pada saat penyaklaran t0, uC(t0+)=uC(t0−) dan iL(t0+)=iL(t0−). Arus pada resistor dan tegangan pada kumparan boleh melompat.
Bukti. Lompatan uC akan menuntut i=CduC/dt tak hingga, lompatan iL akan menuntut u=Ldi/dt tak hingga; keduanya mustahil dalam rangkaian yang tegangan dan arusnya berhingga (setara dengan itu, energi tersimpan 21CuC2 dan 21Li2 tak dapat berubah seketika tanpa daya tak hingga). ∎
Metode 7.5(Menyelesaikan peralihan orde pertama)
Tuliskan hukum loop dan hukum simpulnya setelah saklarnya, beserta hukum komponennya; sederhanakan menjadi satu persamaan dalam uC atau iL lalu bawalah ke bentuk τx′+x=x∞; bacalah τ dan x∞ (yang terakhir juga merupakan keadaan tunak yang ditemukan dengan mengganti C dengan rangkaian terbuka dan L dengan kawat).
Carilah x0 dari kekontinuan uC atau iL pada saat penyaklarannya, dengan memakai rangkaian sebelum saat itu.
Tuliskan x=x∞+(x0−x∞)e−t/τ; simpulkan besaran lainnya lewat penurunan dan hukum loop.
Ketika kapasitornya menghadapi jaringan resistor dan sumber, gantilah jaringan itu lebih dulu dengan setara Thévenin-nya (ETh,RTh) (Bab 6): τ=RThC, u∞=ETh.
Proposisi 7.6(Neraca energi pengisian RC)
Ketika kapasitor diisi dari 0 sampai E lewat resistorR apa pun, sumbernya memasok CE2, kapasitornya menyimpan 21CE2, dan resistornya melesapkan 21CE2 sisanya — berapa pun R-nya.
Bukti.i=(E/R)e−t/τ; sumbernya memasok ∫0∞Eidt=E⋅(E/R)τ=CE2; resistornya mengambil ∫0∞Ri2dt=(E2/R)∫0∞e−2t/τdt=(E2/R)(τ/2)=21CE2; selisihnya adalah 21CE2 yang tersimpan. R yang lebih kecil melesapkan energi yang sama lebih cepat. ∎
Contoh 7.7(Kumparan sebuah relai)
L=20mH, R=5.0Ω, E=10V: τ=4.0ms, i∞=2.0A; kontaknya menarik ketika i mencapai 1.5A, yaitu pada t=−τln(1−0.75)=5.5ms. Ketika rangkaiannya dibuka, i harus jatuh dari 2A; dioda “roda bebas” yang dipasang melintasi kumparannya memberinya jalan lewat R saja, τ=4ms, alih-alih sebuah percikan.
7.2 Sistem orde kedua
Definisi 7.8(Bentuk baku orde kedua)
Besaran x(t) merupakan sistem linear orde kedua bila
dt2d2x+Qω0dtdx+ω02x=ω02x∞,
dengan ω0>0 sebagai frekuensi sudut alami, Q>0 sebagai faktor kualitas (tak berdimensi), dan x∞ sebagai keadaan tunaknya. Orang juga menulis ω0/Q=2ξω0 dengan ξ=1/2Q sebagai nisbah peredaman.
Proposisi 7.9(Rangkaian RLC seri)
Kapasitor C, kumparan L dan resistorR yang terangkai seri melintasi sumber E: tegangan kapasitornya menuruti bentuk bakunya dengan
ω0=LC1,Q=R1CL,uC,∞=E.
Bukti.Hukum loop: E=Ldi/dt+Ri+uC dengan i=CduC/dt: LCuC′′+RCuC′+uC=E; bagi dengan LC lalu kenali ω02=1/LC, ω0/Q=R/L. ∎
Dua wajah sistem orde kedua: rangkaian RLC seri (ω0=1/LC, Q=L/C/R) dan sistem massa–pegas–peredam (ω0=k/m, Q=km/α). Persamaan yang sama, ketiga rezim yang sama.
Proposisi 7.10(Osilator mekanik)
Massa m pada pegas berkekakuan k dengan peredam kental berkoefisien α (gaya −αx˙), yang tersimpang sejauh x dari kesetimbangannya, menuruti mx¨+αx˙+kx=0: bentuk bakunya dengan
ω0=mk,Q=αkm.
Padanan x↔q, x˙↔i, m↔L, α↔R, k↔1/C memetakan setiap hasil sistem yang satu ke sistem yang lain.
Bukti. Hukum kedua Newton (Bab 12) dengan gaya pegas −kx dan gaya peredamnya; bagi dengan m. ∎
Teorema 7.11(Ketiga rezimnya)
Penyelesaian persamaan homogen x′′+(ω0/Q)x′+ω02x=0 diatur oleh akar r2+(ω0/Q)r+ω02=0, yang berdiskriminan Δ=ω02(1/Q2−4):
Q<21, aperiodik: dua akar real negatif r±=−2Qω0(1∓1−4Q2), x=Aer+t+Ber−t, kembali tanpa berosilasi;
Q=21, kritis: akar kembar r=−ω0, x=(A+Bt)e−ω0t, kembali paling cepat tanpa lonjakan lebih;
Q>21, pseudoperiodik: akar kompleks r=−1/τ±iω dengan
τ=ω02Q,ω=ω01−4Q21,x=e−t/τ(Acosωt+Bsinωt),
yaitu osilasi teredam berpseudoperiodeT=2π/ω di dalam selubung ±A2+B2e−t/τ.
Penyelesaian lengkap dengan ruas kanan tetap adalah x∞ ditambah penyelesaian homogennya; A dan B menyusul dari x(0) dan x′(0).
Bukti. Persamaan karakteristik sebuah persamaan linear berkoefisien tetap (kuliah matematika, persamaan linear orde kedua): akarnya adalah r=−ω0/2Q±21Δ. Untuk Q>21, Δ=iω04−1/Q2, yang memberi bagian real −ω0/2Q=−1/τ dan bagian imajiner ±ω01−1/4Q2; penyelesaian realnya adalah kombinasi e−t/τcosωt dan e−t/τsinωt. ∎
Tanggapan tangga sebuah sistem orde kedua dari keadaan diam, untuk tiga faktor kualitas. Q kecil: merayap lambat; Q=21: kembali paling cepat tanpa lonjakan lebih; Q besar: dering yang bertahan sekitar Q osilasi.
Proposisi 7.12(Membaca Q pada jejak pseudoperiodik)
memberi Q; banyaknya osilasi yang terlihat sebelum amplitudonya jatuh di bawah 5% kira-kira Q. Untuk Q≫1, ω≈ω0 dan T≈2π/ω0.
Bukti. Selubung e−t/τ menyusut dengan faktor e−T/τ tiap periodenya; T/τ=(2π/ω)(ω0/2Q). Selubungnya mencapai e−3≈5% pada 3τ=6Q/ω0≈QT, yaitu setelah kira-kira Q periode. ∎
Peluruhan pseudoperiodik bebas, x=x0e−t/τcosωt: maksimum berurutannya menyusut dengan faktor tetap e−T/τ, dan ln(xn/xn+1)=T/τ≈π/Q mengukur faktor kualitasnya dari jejak itu.
Contoh 7.13(Dering sebuah RLC)
L=10mH, C=100nF, R=100Ω: ω0=1/10−9=3.16×104rad/s (f0=5.03kHz), Q=L/C/R=316/100=3.16: pseudoperiodik, τ=2Q/ω0=0.20ms, ω=0.987ω0, T=0.20ms, tiga osilasi yang terlihat. Hambatan kritisnya adalah Rc=2L/C=632Ω; di atasnya pengosongannya aperiodik.
Metode 7.14(Menyelesaikan peralihan orde kedua)
Tuliskan persamaannya; bawalah ke bentuk baku; bacalah ω0, Q dan x∞.
Putuskan rezimnya dari Q lalu tuliskan penyelesaian umumnya sebagai x∞ ditambah penyelesaian homogennya.
Carilah x(0) dan x′(0) dari kekontinuan uC dan iL (untuk RLC: uC(0+)=uC(0−) dan uC′(0+)=i(0−)/C); selesaikan untuk kedua tetapannya.
Contoh 7.15(Syarat awal)
Kapasitor pada contoh sebelumnya diisi sampai U0 lalu, pada t=0, ditutup pada L dan R (tanpa sumber): x∞=0, uC(0)=U0, uC′(0)=i(0)/C=0 karena arus kumparannya nol. Jadi A=U0 dan −A/τ+Bω=0, B=U0/(ωτ)=U0/4Q2−1: uC=U0e−t/τ[cosωt+sin(ωt)/4Q2−1] — untuk Q≫1 cukup U0e−t/τcosω0t, dan arusnya i=−CduC/dt memuncak di dekat U0C/L=U0/(ω0L).
Catatan 7.16(Energi)
Energi tersimpan 21CuC2+21Li2 (atau 21kx2+21mx˙2) berkurang dengan laju Ri2 (αx˙2): turunkan lalu pakai persamaannya. Tiap pseudoperiode energinya menyusut dengan faktor e−2T/τ; dengan Q=3 sekitar 88% di antaranya hilang tiap osilasi. Q yang tinggi berarti kebocoran yang lambat relatif terhadap osilasinya — jam yang baik, resonansi yang tajam (Bab 8) — dan Q yang rendah berarti kembali dengan cepat: pilihan yang tepat bagi sebuah suspensi atau jarum sebuah alat ukur.
7.3 Latihan
Latihan 7.1★
Sebuah rangkaian RC: R=10kΩ, C=47nF, diisi dari E. Hitunglah τ, uC(τ)/E, dan waktu untuk mencapai 99% dari E.
Untuk L dan C yang sama, hambatan berapa yang memberi rezim kritis? Berapa Q-nya ketika itu? Apa yang terjadi untuk R=2kΩ?
Solusi
Solusi Latihan 7.4.
Rc=2L/C=632Ω, Q=21. Pada 2kΩ, Q=0.16: aperiodik, rayapan lambat yang diatur akar kecilnya ∣r+∣≈ω0Q=5×103s−1 (skala waktunya 0.2ms tetapi tanpa osilasi).
Latihan 7.5★★
Sebuah kapasitor bermuatan C=1.0µF mengosong lewat R yang belum diketahui; tegangannya berkurang separuh tiap 3.5ms. Tunjukkan bahwa waktu paruhnya adalah τln2 lalu carilah R.
Solusi
Solusi Latihan 7.5.
u=U0e−t/τ berkurang separuh ketika e−t/τ=21: t1/2=τln2. τ=3.5/0.693=5.05ms, R=τ/C=5.1kΩ.
Latihan 7.6★★
Tunjukkan lewat pengintegralan langsung bahwa mengisi kapasitor dari 0 sampai E lewat R melesapkan tepat 21CE2 di R, bebas dari R. Menjadi berapa efisiensi pemindahannya, dan bagaimana orang dapat melakukannya lebih baik?
Solusi
Solusi Latihan 7.6.
i=(E/R)e−t/τ: ∫0∞Ri2dt=(E2/R)(τ/2)=21CE2, tanpa jejak R. Sumbernya memasok CE2: efisiensinya 50% untuk resistor apa pun. Lebih baik: isilah lewat sebuah induktor (arusnya lalu tak sebanding dengan selisih tegangannya) atau dalam beberapa tangga tegangan — tiap tangga E/n hanya kehilangan 21C(E/n)2.
Latihan 7.7★★
Pada sebuah osiloskop, peluruhan bebas sebuah RLC memperlihatkan maksimum berurutan 2.0V, 1.5V, 1.12V dengan selang 0.40ms. Simpulkan Q, ω0, dan, dengan C=1.0µF, nilai L dan R.
Solusi
Solusi Latihan 7.7.
δ=ln(2.0/1.5)=0.29 (dan ln(1.5/1.12)=0.29: taat asas); Q≈π/δ=11. T=0.40ms, sehingga ω0≈2π/T=1.57×104rad/s (koreksi 1/8Q2 sebesar 0.1%). L=1/(ω02C)=4.1mH; R=ω0L/Q=5.8Ω.
Latihan 7.8★★
Sebuah kapasitor yang diisi sampai U0=100V (C=10µF) disaklarkan ke kumparan L=1.0mH yang hambatannya kecil (Q≫1). Tuliskan uC(t) dan i(t), lalu taksirlah arus puncaknya. Di mana energinya berada pada puncak itu?
Solusi
Solusi Latihan 7.8.
uC≈U0e−t/τcosω0t; i=−CduC/dt≈CU0ω0sinω0t (untuk t≪τ), puncaknya U0C/L=100×0.1=10A, dicapai seperempat periode setelah penutupannya, ketika uC=0: seluruh energinya (21CU02=50mJ) lalu bersifat magnetik, 21Li2=50mJ.
Latihan 7.9★★
Seperempat sebuah mobil: m=400kg pada pegas k=2.0×104N/m. Hitunglah ω0, f0 dan koefisien peredaman kritisnya. Dengan peredam α=2000Ns/m, berikan Q, rezimnya, pseudoperiodenya dan waktu peluruhannya τ.
Sebuah kumparan L=0.50H membawa I0=2.0A; sumbernya dilepas dan kumparannya dibiarkan pada resistor pembuang R=100Ω. Berikan i(t), τ, tegangan puncak pada kumparannya dan energi yang dilesapkan. Apa yang akan terjadi tanpa resistor itu?
Solusi
Solusi Latihan 7.10.
i=I0e−t/τ, τ=L/R=5.0ms; tegangan puncaknya RI0=200V pada t=0+; energi 21LI02=1.0J dilesapkan di R. Tanpa resistor itu arusnya tak punya jalan: di/dt menjadi raksasa, tegangan kumparannya mencapai kilovolt, dan sebuah busur melompati saklarnya.
Latihan 7.11★★★
Sebuah kapasitor C=1.0µF diisi dari E=12V lewat R1=10kΩ sementara R2=20kΩ terpasang melintasinya. Dengan memakai setara Thévenin, carilah tetapan waktu dan tegangan akhirnya; tuliskan uC(t) dari uC(0)=0.
Solusi
Solusi Latihan 7.11.
Dilihat dari C: ETh=ER2/(R1+R2)=8.0V, RTh=R1∥R2=6.67kΩ; τ=RThC=6.7ms; uC=8.0(1−e−t/τ) V.
Latihan 7.12★★★
Rezim kritis, tangga dari keadaan diam (x(0)=x′(0)=0): tunjukkan bahwa x=x∞[1−(1+ω0t)e−ω0t], lalu carilah secara numerik waktu untuk mencapai 95% dari x∞ (dalam satuan 1/ω0). Bandingkan dengan waktu mapan selubungnya untuk Q=5 dan untuk akar lambatnya ketika Q=0.1; simpulkan mengapa “kritis” menjadi sasaran para insinyur.
Solusi
Solusi Latihan 7.12.
Akar kembar −ω0: x=x∞+(A+Bt)e−ω0t; x(0)=0 memberi A=−x∞, x′(0)=0 memberi B=ω0A: x=x∞[1−(1+ω0t)e−ω0t]. 95%: (1+s)e−s=0.05, s≈4.7: t95=4.7/ω0. Untuk Q=5 selubung e−t/τ dengan τ=10/ω0 memerlukan 3τ=30/ω0; untuk Q=0.1 akar lambatnya adalah ∣r+∣≈ω0Q dan 3/∣r+∣=30/ω0. Keduanya enam kali lebih lambat: peredaman kritis adalah kembali tercepat tanpa lonjakan lebih, yang justru diinginkan sebuah alat ukur, penutup pintu atau suspensi.
7.4 Soal: Merancang sebuah suspensi
Soal 7.1
Soal akhir pekan — persamaan diferensial yang sama di atas meja kerja dan di bawah sebuah mobil: berapa ayunan yang diizinkan peredam kejut yang aus, apa yang dipilih perancangnya sebagai gantinya, dan bagaimana satu angka membedakan keduanya
Bagian I mempelajari rangkaian RLC seri, L=10mH, C=100nF; Bagian II–IV mempelajari model seperempat mobil: massa m=350kg yang bertumpu pada pegas k=22kN/m dan peredam kejut yang mengerahkan −αx˙. Lonjakan lebih tanggapan tangga dalam rezim pseudoperiodik (diberikan): xmax/x∞−1=exp(−πξ/1−ξ2), ξ=1/2Q.
Bagian I — Rangkaiannya.
Tuliskan hukum loop untuk RLC seri melintasi sumber E, dan persamaan diferensial untuk uC.
Bawalah ke bentuk baku; nyatakan ω0 dan Q.
Hitunglah ω0, f0 dan hambatan kritisnya Rc.
Tuliskan persamaan karakteristiknya dan diskriminannya; nyatakan ketiga rezimnya dalam Q.
Dalam kasus pseudoperiodik, berikan τ dan ω serta bentuk uC(t).
Untuk R=100Ω hitunglah Q, τ, pseudoperiodenya, dan banyaknya osilasi yang terlihat.
Kapasitornya, yang diisi sampai U0, disaklarkan ke L dan R pada t=0. Berikan uC(0+) dan duC/dt(0+), beserta alasan fisisnya masing-masing.
Bagian II — Seperempat mobilnya.
Dengan mengukur x dari kedudukan kesetimbangannya, tuliskan hukum kedua Newton untuk bodinya lalu tunjukkan bahwa beratnya lenyap.
Bawalah persamaannya ke bentuk baku; berikan ω0 dan Q dalam m, k, α, lalu daftarkan padanan elektromekaniknya.
Hitunglah ω0, f0 dan koefisien kritisnya αc.
Perancangnya memasang α=4000Ns/m: hitunglah Q, ξ, lalu sebutkan rezimnya.
Hitunglah τ dan pseudoperiodenya.
Hitunglah lonjakan lebihnya setelah sebuah tangga (tepi trotoar): apakah mobilnya nyaman?
Hambatan R berapa yang akan memberi rangkaian Bagian I nilai Q yang sama dengan suspensi ini?
Bagian III — Peredam yang aus. Olinya bocor: α=1200Ns/m.
Hitunglah Q, pseudoperiodenya dan τ.
Dengan faktor berapa maksimum berurutannya menyusut? Berapa ayunan yang terlihat sebelum amplitudonya di bawah 5%?
Uji ayun: orang menekan sudutnya ke bawah sejauh x0=5.0cm lalu melepaskannya. Berikan syarat awalnya, energi yang tersimpan di pegasnya, lalu katakan ke mana energi itu pergi.
Taksirlah kecepatan puncak bodinya selama kembalinya yang pertama (≈x0ω0 untuk Q≫1) dan gaya puncak peredamnya.
Mengapa peredaman yang tepat kritis (Q=21) bukan pilihan perancangnya, walaupun ia tak memberi lonjakan lebih? (Pikirkan beberapa milimeter terakhir kembalinya.)
Hitunglah lonjakan lebih untuk peredam yang aus lalu bandingkan dengan Bagian II.
Bagian IV — Mendiagnosis Q dari sebuah jejak. Sebuah akselerometer pada bodinya merekam peluruhan bebasnya.
Untuk mobil yang aus, maksimum berurutannya terbaca 1.00, 0.25, 0.062 (satuan sebarang). Hitunglah dekremen logaritmiknya, simpulkan ξ secara eksak dari δ=2πξ/1−ξ2, lalu Q; bandingkan dengan Bagian III.
Untuk mobil yang sehat tak ada maksimum kedua yang terlihat; hanya lonjakan lebihnya, 3.8%, yang dapat dibaca. Balikkan rumus lonjakan lebihnya untuk mencari ξ dan Q.
Berapa bagian energi mekanik yang dilesapkan peredam yang aus itu tiap pseudoperiode?
Seorang teknisi yang tak punya mobil membangun RLC Bagian I dengan R yang dipilih agar Q=2.3: berapa R-nya, dan mengapa jejak osiloskopnya, yang digambarkan terhadap ω0t, sama bentuknya dengan jejak mobilnya?
Ringkaslah: bilangan tak berdimensi mana yang memutuskan bentuk sebarang peralihan orde kedua, nilai berapa yang dituju perancang suspensi, dan apa yang harus disimpulkan seorang pengemudi dari “lebih dari satu ayunan”.
16.e−T/τ=e−1.39=0.25: tiap ayunan seperempat ayunan sebelumnya; 0.253=1.6%: tiga ayunan yang terlihat.
17.x(0)=−x0, x˙(0)=0; energinya 21kx02=0.5×22000×0.0025=28J, yang dilesapkan sebagai kalor di dalam oli peredamnya.
18.v≈x0ω0=0.05×7.93=0.40m/s; gaya peredamnya αv≈1200×0.40=480N.
19. Pada Q=21 kembalinya berupa (1+ω0t)e−ω0t, yang merayap secara asimtotik: milimeter terakhirnya makan waktu lama. Sistem yang sedikit kurang teredam (ξ≈0.7) melonjak beberapa persen tetapi lebih cepat masuk dan tetap di dalam pita toleransinya.
20.exp(−π×0.22/0.976)=exp(−0.70)=50%, terhadap 3.8%: mobil yang aus mengayun separuh jalan melewati kesetimbangannya.
21.δ=ln4=1.39 (dua kali, taat asas); ξ=δ/4π2+δ2=1.39/6.43=0.215, Q=1/2ξ=2.3: nilai yang aus itu.
22.−ln0.038=3.27=πξ/1−ξ2, sehingga ξ=3.27/π2+3.272=0.72, Q=0.69.
23. Energinya ∝amplitudo2: bagian yang tersisa tiap periodenya 0.252=6%, sehingga 94% dilesapkan tiap pseudoperiode.
24.R=316/2.3=137Ω. Dalam variabel ω0t persamaan bakunya hanya memuat Q: dua sistem dengan Q yang sama menjejakkan kurva yang sama.
25.Faktor kualitasQ (atau ξ) sendirian menetapkan bentuknya; perancang menuju Q≈0.7 (ξ≈0.7); lebih dari satu ayunan yang terlihat berarti Q jauh di atas 1: peredamnya aus.