Physics · Buku 1 · Grades 1–9

Fisika Sekolah Dasar dan Menengah Pertama

Fisika Sekolah Dasar dan Menengah Pertama · Grades 1–9

1Mengamati Dunia: Lima Indra

Seekor burung berkicau di suatu tempat di atas kepalamu. Roti berbau hangat. Lantai terasa dingin menembus kaus kakimu. Sebelum melakukan apa pun, fisika melihat, mendengarkan, dan meraba: bab ini tentang mengamati dunia dengan lima indra — dan tentang tipuan yang kadang mereka mainkan pada kita.

1.1 Lima indra

Definisi 1.1 (Lima indra)

Suatu indra adalah cara tubuh mencari tahu tentang dunia di sekitarnya. Kita punya lima:

  1. penglihatan — mata melihat cahaya, warna, dan bentuk;
  2. pendengaran — telinga mendengar bunyi;
  3. perabaan — kulit merasakan kasar atau halus, hangat atau dingin;
  4. penciuman — hidung mencium bau roti hangat;
  5. pengecapan — lidah mengecap manis, asin, masam.
Lima indra: mata, telinga, tangan, hidung, lidah — lima pintu antara dunia dan dirimu.
Lima indra: mata, telinga, tangan, hidung, lidah — lima pintu antara dunia dan dirimu.

Contoh 1.2 (Satu apel, lima indra)

Memakan sebuah apel memakai semua indra: kamu melihat kulitnya yang merah, kamu merasakan apel itu halus dan bulat di tanganmu, kamu mendengar bunyi kriuknya, kamu mencium harumnya, kamu mengecap manis airnya. Lima indra, satu apel.

Satu apel untuk kelima indra: mata melihat merahnya, tangan merasakan kulitnya yang halus, telinga mendengar bunyi kriuk gigitan yang hilang, hidung mencium harumnya, lidah menyimpan rasanya.
Satu apel untuk kelima indra: mata melihat merahnya, tangan merasakan kulitnya yang halus, telinga mendengar bunyi kriuk gigitan yang hilang, hidung mencium harumnya, lidah menyimpan rasanya.

Contoh 1.3 (Cobalah: jalan-jalan bunyi)

Duduklah diam, pejamkan matamu, dan hitunglah bunyi di sekitarmu selama beberapa saat: sebuah mobil, sebuah suara, angin, napasmu sendiri. Dengan mata terpejam, telinga menangkap bunyi yang tadi terlewat karena mata sedang sibuk. Kebanyakan orang menemukan 44 atau 55 bunyi yang sebelumnya tidak mereka sadari.

Catatan 1.4 (Indra yang menjaga kita)

Indra juga penjaga. Hidung mencium asap sebelum mata melihat api; kulit menarik tangan menjauh dari wajan panas; rasa pahit memperingatkan “jangan telan ini”. Jangan pernah sengaja mencicipi atau mencium sesuatu yang tidak kamu kenal: tanyalah kepada orang dewasa lebih dahulu. Penjaga bekerja paling baik kalau kita memperlakukannya dengan hati-hati.

1.2 Mengamati dengan cermat

Melihat belum tentu mengamati. Semua orang pernah melihat kepik; siapa yang bisa mengatakan berapa jumlah kakinya?

Definisi 1.5 (Pengamatan)

Kata mengamati berarti memakai indra dengan cermat dan sengaja untuk menjawab sebuah pertanyaan — lalu mengatakan atau menggambarkan tepat apa yang terlihat, bukan apa yang diharapkan. Sebuah pengamatan adalah apa yang berhasil ditemukan dengan melihat secara cermat.

Metode 1.6 (Cara mengamati)

  1. Pilihlah sebuah pertanyaan: berapa jumlah kaki kepik?
  2. Amatilah (atau dengarkan, atau rabalah) pelan-pelan, tanpa tergesa-gesa;
  3. katakan apa yang kamu perhatikan dengan kata yang tepat: bukan “benda itu kecil”, melainkan “benda itu lebih kecil daripada kukuku”;
  4. gambarlah atau ceritakan, supaya orang lain dapat memeriksanya.

Pengamatan yang baik dapat diperiksa oleh seorang teman: kalau kalian berdua melihat, kalian berdua semestinya menemukan 66 kaki.

Contoh 1.7 (Kata yang tepat)

Bandingkan “batu itu bagus” dengan “batu itu abu-abu, halus, bulat, dan lebih dingin daripada tanganku”. Kalimat kedua adalah sebuah pengamatan: anak lain dapat memilih batu itu dari satu keranjang penuh.

Mengamati seekor kepik: mata yang cermat menghitung 4 bintik pada kepik ini — dan selalu 6 kaki.
Mengamati seekor kepik: mata yang cermat menghitung 44 bintik pada kepik ini — dan selalu 66 kaki.

1.3 Ketika indra tertipu

Indra memang hebat, tetapi bisa ditipu. Justru karena itulah, pada bab-bab berikutnya kita akan belajar mengukur.

Contoh 1.8 (Dua garis)

Pada gambar di bawah, garis mana yang lebih panjang? Hampir semua orang menjawab “yang atas”. Sekarang periksalah dengan seutas tali: kedua garis itu sama panjang. Mata tertipu oleh ujung-ujung panahnya.

Tipuan terkenal dari ujung panah: kedua garis sama panjang. Periksalah dengan tali!
Tipuan terkenal dari ujung panah: kedua garis sama panjang. Periksalah dengan tali!

Contoh 1.9 (Cobalah: tiga mangkuk)

Mintalah orang dewasa menyiapkan tiga mangkuk air: satu sejuk, satu suam-suam kuku, satu hangat yang nyaman. Rendam satu tangan di mangkuk sejuk dan tangan yang lain di mangkuk hangat sambil kamu menghitung pelan sampai 2020. Lalu masukkan kedua tangan bersama-sama ke mangkuk tengah: air yang sama terasa hangat bagi tangan yang satu dan sejuk bagi tangan yang lain! Perabaan saja tidak bisa dipercaya soal panas dan dingin — bab berikutnya membahas persoalan ini.

Catatan 1.10 (Pembantu indra)

Orang membuat alat yang membantu indra: kacamata dan kaca pembesar membantu mata, stetoskop dokter membantu telinga. Nanti dalam buku ini, alat yang disebut instrumen akan bekerja lebih baik lagi: alat itu mengubah melihat dan meraba menjadi menghitung dan mengukur, dan hitungan jauh lebih sukar ditipu.

1.4 Latihan

Latihan 1.1

Sebutkan lima indra, dan untuk masing-masing sebutkan bagian tubuh yang bekerja.

Solusi

Solusi Latihan 1.1.

Penglihatan — mata; pendengaran — telinga; perabaan — kulit; penciuman — hidung; pengecapan — lidah.

Latihan 1.2

Indra mana yang memberitahumu: (a) bahwa radio menyala? (b) bahwa sup terlalu asin? (c) bahwa bajumu terasa gatal? (d) bahwa lampu padam?

Solusi

Solusi Latihan 1.2.

(a) Pendengaran. (b) Pengecapan. (c) Perabaan. (d) Penglihatan.

Latihan 1.3

Sebuah kue sedang dipanggang di oven, pintunya tertutup, di ruangan lain. Indra mana yang menemukannya lebih dahulu? Indra mana saja yang kamu pakai ketika akhirnya kamu mendapat sepotong?

Solusi

Solusi Latihan 1.3.

Penciuman yang menemukan kue itu lebih dahulu — harumnya menyelinap di bawah pintu. Memakan sepotongnya memakai penglihatan, perabaan, penciuman, dan pengecapan, bahkan pendengaran kalau kulitnya berbunyi kriuk.

Latihan 1.4

Lakukan jalan-jalan bunyi pada Contoh 1.3: mata terpejam, hitunglah bunyi di sekitarmu. Berapa banyak yang kamu dengar? Bunyi mana yang mengejutkanmu?

Solusi

Solusi Latihan 1.4.

Jawaban beragam; kebanyakan anak menghitung 44 atau 55 bunyi, dan yang mengejutkan sering kali justru bunyi yang lirih — lemari es yang berdengung, atau napas mereka sendiri.

Latihan 1.5

Berikan sebuah pengamatan tentang sepatumu dengan tiga kata yang tepat, seperti pada Contoh 1.7. “Bagus” dan “cantik” tidak boleh!

Solusi

Solusi Latihan 1.5.

Misalnya: “Sepatuku berwarna biru, terbuat dari karet, dan lebih panjang daripada tanganku.” Tiga kata tepat mana pun yang dapat diperiksa seorang teman sudah benar.

Latihan 1.6

Ana berkata: “Kucing itu lembut.” Bob berkata: “Kucing itu kucing terbaik.” Kalimat mana yang merupakan pengamatan, dan indra mana yang membuatnya? Kalimat yang satu lagi itu apa?

Solusi

Solusi Latihan 1.6.

Kalimat Ana adalah pengamatan, yang dibuat oleh perabaan. Kalimat Bob adalah pendapat: tidak seorang pun dapat memeriksa “terbaik” dengan melihat atau meraba.

Latihan 1.7

Indra mana yang memperingatkanmu pada tiap bahaya: (a) asap di suatu tempat di dalam rumah; (b) wajan yang terlalu panas untuk dipegang; (c) mobil yang datang dari belakangmu?

Solusi

Solusi Latihan 1.7.

(a) Penciuman. (b) Perabaan — kulit merasakan panasnya, bahkan dari jarak yang kecil. (c) Pendengaran.

Latihan 1.8

Seorang teman memejamkan mata. Kamu meletakkan sebuah sendok, sebuah spons, dan sebuah kerikil di depannya, satu per satu. Dapatkah dia menyebut ketiganya hanya dengan meraba? Mana yang paling mudah dikenali?

Solusi

Solusi Latihan 1.8.

Perabaan saja sudah mudah menyebut ketiganya: sendok logam (keras, dingin, halus), spons (lembut, ringan), kerikil (keras, berat, bulat). Sendok biasanya paling mudah — logam yang dingin sukar dikelirukan.

Latihan 1.9 ★★

Lihatlah dua garis pada Contoh 1.8. Jelaskan kepada seorang teman cara memastikan garis mana yang lebih panjang, tanpa memercayai mata. Dapatkah caramu juga membandingkan sebuah garis dengan seutas tali yang berkelok?

Solusi

Solusi Latihan 1.9.

Bentangkan seutas tali sepanjang garis pertama lalu potong atau jepit tali itu setepat panjang garisnya, kemudian bentangkan pada garis kedua: tali membandingkan keduanya tanpa mata ikut memutuskan. Tali yang sama juga dapat mengikuti garis berkelok, lalu ditarik lurus — jadi cara ini bahkan dapat membandingkan garis berkelok dengan garis lurus.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium