Physics · Buku 4 · Bachelor Year 2

Fisika Universitas — Tahun 2

Fisika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

17Radiasi Dwikutub dan Hamburan

Mengapa langit biru, dan mengapa ia paling biru pada sudut siku-siku terhadap Matahari — lalu terpolarisasi di sana, seperti yang diketahui lebah dan juru foto? Mengapa sebuah tiang radio harus setinggi berpuluh meter, dan mengapa ia tak memancarkan apa pun lurus ke atas? Kedua pertanyaannya berjawaban sama: sebuah muatan listrik yang berayun memancarkan gelombang elektromagnetik, dengan daya yang tumbuh sebagai pangkat empat frekuensinya dan pola yang lenyap sepanjang sumbu ayunannya. Bab ini menyatakan medan dwikutub berayun, sistem pemancar yang paling sederhana, lalu menarik darinya antena dan radiasi sebuah muatan yang dipercepat, lalu menerapkannya pada molekul udara, yang masing-masingnya sebuah antena mungil yang memancarkan ulang cahaya matahari: hamburan Rayleigh.

Sebuah tiang siaran di bawah langit biru: sebuah dwikutub tegak setinggi berpuluh meter yang memancar ke arah cakrawala, dan di atasnya langit yang disinari bermiliar dwikutub molekul yang memancarkan ulang Matahari.
Sebuah tiang siaran di bawah langit biru: sebuah dwikutub tegak setinggi berpuluh meter yang memancar ke arah cakrawala, dan di atasnya langit yang disinari bermiliar dwikutub molekul yang memancarkan ulang Matahari.

17.1 Medan sebuah dwikutub berayun

Teorema 17.1 (Medan radiasi sebuah dwikutub listrik)

Sebuah dwikutub bermomen p(t)=p0cosωtez\vect p(t) = p_0\cos\omega t\,\vect e_z, berukuran aa, di titik asal, memancar. Dalam zona radiasi — pada jarak rλ=2πc/ωar \gg \lambda = 2\pi c/\omega \gg a — medannya, dalam koordinat bola (r,θ,φ)(r, \theta, \varphi) terhadap sumbu dwikutubnya, adalah

E(M,t)=μ0ω2p04πsinθrcos(ω(tr/c))eθ,B=erEc:\vect E(M, t) = -\frac{\mu_0\,\omega^2p_0}{4\pi}\,\frac{\sin\theta}r\,\cos\bigl(\omega(t - r/c)\bigr)\,\vect e_\theta , \qquad \vect B = \frac{\vect e_r\wedge\vect E}c :

sebuah gelombang bola, yang setempat bidang — (E,B,er)(\vect E, \vect B, \vect e_r) sebuah triad tangan kanan dengan B=E/cB = E/ctertunda sebesar waktu tempuh r/cr/c, beramplitudo yang turun sebagai 1/r1/r, sebanding dengan percepatan p¨=ω2p\ddot p = -\omega^2p dwikutubnya dan dengan sinθ\sin\theta: maksimal dalam bidang khatulistiwanya, nol sepanjang sumbunya; terpolarisasi dalam bidang yang memuat sumbunya.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 17.2 (Membaca rumusnya)

Penyelesaian eksak persamaan Maxwell (dari potensial tertunda, di luar jilid ini) memuat juga suku dalam 1/r21/r^2 dan 1/r31/r^3; yang terakhir adalah medan dwikutub kuasi-statik jilid Tahun 1, Ep/4πε0r3\vect E \propto p/4\pi\varepsilon_0r^3, yang menguasai dalam zona dekat rλr \ll \lambda; pada rλ/2πr \sim \lambda/2\pi keduanya sebanding, di luarnya hanya suku 1/r1/r yang bertahan. Tiap faktornya mempunyai alasan. 1/r1/r: daya yang menembus sebuah bola, E2r2\propto E^2r^2, tak boleh bergantung pada rr. ω2p0\omega^2p_0: medan sebuah muatan yang diam atau bergerak beraturan tidak memancar; yang memancar adalah percepatan-nya. sinθ\sin\theta: seorang pengamat pada sumbunya melihat muatannya datang dan pergi sepanjang garis pandangnya, tanpa percepatan melintang; dalam bidang khatulistiwanya seluruh percepatannya melintang. Penundaannya: medan di MM pada saat tt mencerminkan apa yang dilakukan dwikutubnya pada tr/ct - r/c.

Kiri: medan radiasi sebuah dwikutub di titik jauh M — melintang, sepanjang e_, dengan B azimut; tak ada yang dipancarkan sepanjang sumbunya. Kanan: pola radiasinya, sebuah donat 2 yang penampangnya digambar.
Kiri: medan radiasi sebuah dwikutub di titik jauh MM — melintang, sepanjang eθ\vect e_\theta, dengan B\vect B azimut; tak ada yang dipancarkan sepanjang sumbunya. Kanan: pola radiasinya, sebuah donat sin2θ\propto\sin^2\theta yang penampangnya digambar.

17.2 Daya terpancar

Proposisi 17.3 (Daya sebuah dwikutub; rumus Larmor)

Vektor Poynting rerata medan dwikutubnya bersifat radial,

Π=μ0ω4p0232π2csin2θr2er,\langle\vect\Pi\rangle = \frac{\mu_0\,\omega^4p_0^2}{32\pi^2c}\,\frac{\sin^2\theta}{r^2}\,\vect e_r ,

dan daya rerata total yang dipancarkan adalah

P=μ0ω4p0212πc=p02ω412πε0c3.\mathcal P = \frac{\mu_0\,\omega^4p_0^2}{12\pi c} = \frac{p_0^2\omega^4}{12\pi\varepsilon_0c^3} .

Bagi sebuah muatan tunggal qq berpercepatan aa (tak relativistik), daya sesaatnya adalah P=q2a2/6πε0c3\mathcal P = q^2a^2/6\pi\varepsilon_0c^3 (Larmor).

Bukti. Π=E2/μ0c\langle\Pi\rangle = \langle E^2\rangle/\mu_0c dengan cos2=12\langle\cos^2\rangle = \tfrac12; integralkanlah di seluruh bolanya:

sin2θr2 ⁣dΩ=2πr20πsin3θ ⁣dθ=83πr2,P=μ0ω4p0232π2c8π3=μ0ω4p0212πc.\int\sin^2\theta\,r^2\dd\Omega = 2\pi r^2\int_0^\pi\sin^3\theta\,\dd\theta = \tfrac83\pi r^2 , \qquad \mathcal P = \frac{\mu_0\omega^4p_0^2}{32\pi^2c}\cdot\frac{8\pi}3 = \frac{\mu_0\omega^4p_0^2}{12\pi c} .

Larmor: p=qzp = qz, jadi p¨=qa\ddot p = qa; dengan mengganti reratanya 12ω4p02=p¨2\tfrac12\omega^4p_0^2 = \langle\ddot p^2\rangle oleh yang sesaat q2a2q^2a^2 diperoleh P=μ0q2a2/6πc\mathcal P = \mu_0q^2a^2/6\pi c.

Contoh 17.4 (Sebuah antena dan sebuah kawat)

Sebuah kawat pendek sepanjang λ\ell \ll \lambda yang mengemban arus I0cosωtI_0\cos\omega t adalah dwikutub dengan p˙=I0cosωt\dot p = I_0\ell\cos\omega t, yakni p0=I0/ωp_0 = I_0\ell/\omega: ia memancarkan P=μ0ω2I022/12πc=12RradI02\mathcal P = \mu_0\omega^2I_0^2\ell^2/12\pi c = \tfrac12R_{\text{rad}}I_0^2 dengan hambatan radiasi Rrad=2π3μ0ε0(λ)2790(/λ)2 ΩR_{\text{rad}} = \dfrac{2\pi}3\sqrt{\dfrac{\mu_0}{\varepsilon_0}} \Bigl(\dfrac\ell\lambda\Bigr)^2 \approx 790\,(\ell/\lambda)^2\ \Omega — dayanya meninggalkan rangkaiannya seakan-akan menembus sebuah resistor, tanpa memanaskan apa pun. Sebuah kawat 1m1\,\mathrm{m} pada 1MHz1\,\mathrm{MHz} (λ=300m\lambda = 300\,\mathrm{m}): Rrad=9mΩR_{\text{rad}} = 9\,\mathrm{m}\Omega, lebih kecil daripada hambatan tembaganya, sebuah antena yang buruk; pada 100MHz100\,\mathrm{MHz}: 88Ω88\,\Omega (rumus dwikutub pendeknya diregangkan di sini), sebuah antena yang baik. Dwikutub setengah gelombang, =λ/2\ell = \lambda/2 dengan sebaran arus sinusoidal, mempunyai Rrad=73ΩR_{\text{rad}} = 73\,\Omega (diterima tanpa bukti) dan pola yang dekat dengan dwikutub dasarnya — yaitu antena baku, dari tiang radio sampai telinga kelinci pada televisi tua. Sebuah kawat jala-jala 1m1\,\mathrm{m} pada 50Hz50\,\mathrm{Hz}: Rrad2×1011ΩR_{\text{rad}} \approx 2 \times 10^{-11}\,\Omega — rangkaian kuasi-tunak Bab 11 tak memancarkan apa pun.

Kiri: sebaran arus pada dwikutub setengah gelombang, maksimal di catuannya dan nol di ujungnya. Kanan: hambatan radiasi sebuah dwikutub pendek, 790( / )2 ohm, dan 73\, dwikutub setengah gelombangnya.
Kiri: sebaran arus pada dwikutub setengah gelombang, maksimal di catuannya dan nol di ujungnya. Kanan: hambatan radiasi sebuah dwikutub pendek, 790(/λ)2790(\ell/\lambda)^2 ohm, dan 73Ω73\,\Omega dwikutub setengah gelombangnya.

Contoh 17.5 (Sebuah elektron yang memancar)

Dalam tabung sinar-X sebuah elektron 50keV50\,\mathrm{keV} (v=1.2×108m/sv = 1.2 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}) berhenti dalam 1µm1\,\text{µ}\mathrm{m} wolfram: av2/2d=7×1021m/s2a \sim v^2/2d = 7 \times 10^{21}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, daya Larmornya 1.2×104W1.2 \times 10^{-4}\,\mathrm{W} selama 1.6×1014s1.6 \times 10^{-14}\,\mathrm{s}: 2×1018J2 \times 10^{-18}\,\mathrm{J}, sekitar 0.02%0.02\% energinya dipancarkan sebagai “radiasi pengereman” (bremsstrahlung) tabungnya — sisanya kalor, dan anodanya didinginkan. Elektron klasik sebuah atom hidrogen, yang dipercepat sebesar v2/r=9×1022m/s2v^2/r = 9 \times 10^{22}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, akan memancarkan 5×108W5 \times 10^{-8}\,\mathrm{W} lalu berpilin ke dalam intinya dalam 1×1011s1 \times 10^{-11}\,\mathrm{s}: fisika klasik melarang atom, dan Bab 30 menyelamatkannya.

17.3 Hamburan Rayleigh: langit biru

Proposisi 17.6 (Hamburan oleh elektron terikat)

Sebuah gelombang beramplitudo E0E_0 dan berfrekuensi ω\omega jatuh pada sebuah atom yang dimodelkan sebagai elektron terikat elastik beresonansi ω0ω\omega_0 \gg \omega (Bab 14): elektronnya berayun dengan amplitudo eE0/mω02eE_0/m\omega_0^2, atomnya menjadi dwikutub p0=e2E0/mω02p_0 = e^2E_0/m\omega_0^2 yang sefase dengan medannya, lalu memancarkan ulang daya P=p02ω4/12πε0c3\mathcal P = p_0^2\omega^4/12\pi \varepsilon_0c^3. Nisbah daya itu terhadap intensitas datangnya adalah penampang lintang hamburannya

σ=Pε0cE02/2=8π3re2(ωω0)4,re=e24πε0mc2=2.8×1015m:\sigma = \frac{\mathcal P}{\varepsilon_0cE_0^2/2} = \frac{8\pi}3\,r_e^2\Bigl(\frac\omega{\omega_0}\Bigr)^4 , \qquad r_e = \frac{e^2}{4\pi\varepsilon_0mc^2} = 2.8 \times 10^{-15}\,\mathrm{m} :

hukum Rayleigh, σω41/λ4\sigma \propto \omega^4 \propto 1/\lambda^4. Bagi elektron bebas (ω0=0\omega_0 = 0) penampang lintangnya adalah σT=8πre2/3=6.65×1029m2\sigma_T = 8\pi r_e^2/3 = 6.65 \times 10^{-29}\,\mathrm{m}^{2}, tak bergantung frekuensi (hamburan Thomson).

Bukti. Dari model Lorentz dengan ωω0\omega \ll \omega_0 dan peredaman yang dapat diabaikan, r=eE/mω02\underline{\vect r} = -e\underline{\vect E}/m\omega_0^2; sisipkanlah p0p_0 ke dalam dayanya lalu bagilah dengan I=ε0cE02/2I = \varepsilon_0cE_0^2/2; rer_e menghimpun tetapannya. Bagi elektron bebasnya, r=eE/mω2\vect r = e\vect E/m\omega^2 (berlawanan fase), p0=e2E0/mω2p_0 = e^2E_0/m\omega^2, dan ω4\omega^4-nya saling meniadakan.

Contoh 17.7 (Langit biru, matahari terbenam merah, awan putih)

Cahaya lembayung (400nm400\,\mathrm{nm}) terhambur (700/400)4=9.4(700/400)^4 = 9.4 kali lebih banyak daripada merah: langitnya, yang disinari cahaya matahari yang terhambur, biru (bukan lembayung: Matahari memancarkan lebih sedikit lembayung dan mata melihatnya dengan buruk). Pada matahari terbenam cahaya langsungnya menyeberangi udara empat puluh kali lebih banyak daripada pada tengah hari lalu kehilangan birunya kepada langit tempat lain: ia memerah. Tiap molekul udara menghamburkan dengan σ5×1031m2\sigma \approx 5 \times 10^{-31}\,\mathrm{m}^{2} pada 550nm550\,\mathrm{nm}; dengan n=2.5×1025m3n = 2.5 \times 10^{25}\,\mathrm{m}^{-3} jalan bebas reratanya 1/nσ1/n\sigma adalah 80km80\,\mathrm{km}: sepersepuluh cahaya hijaunya terhambur dalam perjalanannya turun menembus atmosfer, sepertiga lembayungnya. Butir awan, yang jauh lebih besar daripada λ\lambda, bukan penghambur Rayleigh: mereka menghamburkan semua warna sama saja — putih.

Proposisi 17.8 (Polarisasi lewat hamburan)

Cahaya alami yang berjalan sepanjang xx mengimbaskan dwikutub dalam bidang yzyz. Seorang pengamat yang memandang sepanjang yy (pada 9090{}^{\circ} dari berkasnya) tak menerima radiasi dari komponen dwikutub sepanjang yy (garis pandangnya) dan menerima radiasi penuh dari yang sepanjang zz: cahaya yang terhambur itu terpolarisasi linear sepanjang zz, tegak lurus bidang yang memuat berkas dan garis pandangnya. Pada sudut lain ia terpolarisasi sebagian, dengan derajat (1cos2χ)/(1+cos2χ)(1 - \cos^2\chi)/(1 + \cos^2\chi) bagi sudut hamburan χ\chi.

Bukti. Cahaya alami yang datang mempunyai E\vect E dengan komponen rerata yang sama sepanjang yy dan zz; dwikutub sepanjang yy tak memancar ke arah yy (sinθ=0\sin \theta = 0), yang sepanjang zz memancar sinθ=1\propto\sin\theta = 1. Pada sudut χ\chi sumbangan komponen yy-nya berkurang sebesar cos2χ\cos^2\chi dalam intensitas.

Cahaya matahari yang dihamburkan sebuah molekul udara: dwikutub imbasnya mempunyai komponen yang tegak lurus berkasnya; seorang pengamat pada 90 hanya menerima komponen yang tegak lurus garis pandangnya — cahaya yang terpolarisasi linear. Di sanalah langit paling biru dan paling terpolarisasi.
Cahaya matahari yang dihamburkan sebuah molekul udara: dwikutub imbasnya mempunyai komponen yang tegak lurus berkasnya; seorang pengamat pada 9090{}^{\circ} hanya menerima komponen yang tegak lurus garis pandangnya — cahaya yang terpolarisasi linear. Di sanalah langit paling biru dan paling terpolarisasi.

Catatan 17.9 (Mengapa cahaya birunya sampai kepada kita sama sekali)

Dalam medium yang seragam sempurna gelombang yang dihamburkan molekul tetangganya akan berinterferensi memusnah ke setiap arah kecuali ke depan (indeks biasnya adalah gelombang yang terhambur ke depan itu). Yang meninggalkan intensitas hambur bersih, sebanding dengan jumlah molekulnya seperti yang dihitung di atas bagi satu molekul, adalah fluktuasi kerapatan udaranya — molekulnya tak berada pada kisi (Einstein, 1910). Keacakan yang sama membuat cahaya langitnya tak koheren dari titik ke titik.

Metode 17.10 (Taksiran radiasi)

(1) Kenalilah dwikutubnya: p0=q×p_0 = q\,\times amplitudo, atau I0/ωI_0\ell/\omega bagi sebuah kawat. (2) Medan pada jarak rr: Eμ0ω2p0sinθ/4πrE \approx \mu_0\omega^2p_0\sin\theta/4\pi r; dayanya: μ0ω4p02/12πc\mu_0\omega^4p_0^2/12\pi c. (3) Bagi muatan yang dipercepat pakailah Larmor; bagi sebuah antena pakailah hambatan radiasinya. (4) Bagi hamburan, hitunglah dwikutub imbasnya dari tanggapan mediumnya (model Lorentz) lalu bagilah daya terpancarnya dengan intensitas datangnya. (5) Ingatlah nolnya: tak ada apa pun sepanjang sumbu ayunannya, maka polarisasinya pada 9090{}^{\circ} dan sudut Brewster Bab 15.

17.4 Latihan

Latihan 17.1

Sebuah antena pendek 1.0m1.0\,\mathrm{m} mengemban 2.0A2.0\,\mathrm{A} (amplitudo) pada 100MHz100\,\mathrm{MHz}. Tentukanlah amplitudo dwikutubnya p0p_0; amplitudo medannya pada 1km1\,\mathrm{km} dalam bidang khatulistiwanya dan pada 3030{}^{\circ} dari sumbunya; daya terpancarnya; hambatan radiasinya.

Solusi

Solusi Latihan 17.1.

p0=I0/ω=3.2×109Cmp_0 = I_0\ell/\omega = 3.2 \times 10^{-9}\,\mathrm{C}\,\mathrm{m}; E=μ0ω2p0sinθ/4πrE = \mu_0\omega^2p_0\sin\theta/4\pi r: 0.13V/m0.13\,\mathrm{V}/\mathrm{m} pada θ=90\theta = 90^\circ, 0.063V/m0.063\,\mathrm{V}/\mathrm{m} pada 3030{}^{\circ}; P=μ0ω4p02/12πc=175W\mathcal P = \mu_0\omega^4p_0^2/12\pi c = 175\,\mathrm{W}; Rrad=2P/I02=88ΩR_{\text{rad}} = 2\mathcal P/I_0^2 = 88\,\Omega.

Latihan 17.2

Tentukanlah hambatan radiasi sebuah kawat 1m1\,\mathrm{m} pada 100kHz100\,\mathrm{kHz}, 1MHz1\,\mathrm{MHz}, 10MHz10\,\mathrm{MHz}, 100MHz100\,\mathrm{MHz}; bandingkanlah dengan hambatan tembaganya (berdiameter 1mm1\,\mathrm{mm}, dengan efek kulit pada frekuensi yang lebih tinggi, δ=0.2mm\delta = 0.2\,\mathrm{mm} pada 100kHz100\,\mathrm{kHz}); tentukanlah efisiensinya (yang terpancar dibagi total) pada tiap halnya. Mengapa pemancar gelombang panjang mempunyai tiang setinggi beratus meter?

Solusi

Solusi Latihan 17.2.

790(/λ)2790(\ell/\lambda)^2: 8.8×105Ω8.8 \times 10^{-5}\,\Omega, 8.8×103Ω8.8 \times 10^{-3}\,\Omega, 0.88Ω0.88\,\Omega, 88Ω88\,\Omega. Tembaganya: 0.0260.026, 0.0840.084, 0.270.27, 0.84Ω0.84\,\Omega (efek kulit): efisiensinya 0.3%0.3\%, 10%10\%, 77%77\%, 99%99\%. Pada panjang gelombang yang panjang hanya tiang yang merupakan bagian yang lumayan dari λ\lambda yang mempunyai hambatan radiasi di atas ruginya.

Latihan 17.3

Tentukanlah nisbah hamburan Rayleigh cahaya 400nm400\,\mathrm{nm}, 550nm550\,\mathrm{nm} dan 700nm700\,\mathrm{nm}; dan nisbah bagi panjang gelombang radar 3cm3\,\mathrm{cm} dan 10cm10\,\mathrm{cm} oleh tetes hujan (seandainya cukup kecil — sebenarnya tidak begitu); mengapa radar cuaca memakai panjang gelombang pendek untuk melihat hujan dan yang panjang untuk melihat menembusnya?

Solusi

Solusi Latihan 17.3.

400:550:700=9.4:2.6:1400 : 550 : 700 = 9.4 : 2.6 : 1. (10/3)4=120(10/3)^4 = 120: radar 3cm3\,\mathrm{cm} melihat tetes kecil seratus kali lebih baik; yang 10cm10\,\mathrm{cm} memandang menembus hujannya ke apa yang ada di belakangnya.

Latihan 17.4

Tentukanlah derajat polarisasi cahaya langit pada 3030{}^{\circ}, 6060{}^{\circ}, 9090{}^{\circ}, 120120{}^{\circ} dari Matahari; ke bagian langit yang mana seorang juru foto harus mengarahkan polarisatornya untuk mendapatkan biru yang paling gelap, dan apa yang terjadi ketika Matahari tepat di atas kepala? Mengapa maksimum yang sebenarnya hanya sekitar 75%75\% (pikirkanlah hamburan ganda dan apa yang dipantulkan tanahnya)?

Solusi

Solusi Latihan 17.4.

sin2χ/(1+cos2χ)\sin^2\chi/(1 + \cos^2\chi): 0.140.14, 0.600.60, 11, 0.600.60. Arahkanlah pada 9090{}^{\circ} dari Mataharinya (sebuah lingkaran besar melintasi langit); dengan Matahari di atas kepala, seluruh cakrawalanya berada pada 9090{}^{\circ} lalu terpolarisasi sepanjangnya. Hamburan ganda, pantulan tanahnya dan keanisotropian molekulnya menambahkan cahaya tak terpolarisasi: sekitar 75%75\% paling banyak.

Latihan 17.5 ★★

(a) Integralkanlah vektor Poynting dwikutubnya di seluruh sebuah bola lalu periksalah P=μ0ω4p02/12πc\mathcal P = \mu_0\omega^4p_0^2/12\pi c. (b) Berapa bagian dayanya yang dipancarkan dalam 3030{}^{\circ} dari bidang khatulistiwanya. (c) Sudut setengah daya: pada θ\theta berapa intensitasnya separuh maksimumnya? (d) “Gain” dwikutubnya, yaitu intensitas maksimum dibagi rerata isotropiknya: tunjukkanlah bahwa nilainya 1.51.5.

Solusi

Solusi Latihan 17.5.

(a) sin2θ ⁣dΩ=8π/3\int\sin^2\theta\,\dd\Omega = 8\pi/3. (b) 60120sin3θ ⁣dθ/(4/3)=0.917/1.333=69%\int_{60^\circ}^{120^\circ}\sin^3\theta\,\dd\theta/ (4/3) = 0.917/1.333 = 69\%. (c) sin2θ=12\sin^2\theta = \tfrac12: θ=45\theta = 45{}^{\circ}, sebuah berkas selebar 9090{}^{\circ}. (d) Maksimumnya 11 melawan reratanya 2/32/3: 1.51.5.

Latihan 17.6 ★★

Dekat dan jauh. (a) Tuliskanlah medan kuasi-statik sebuah dwikutub pada θ=90\theta = 90^\circ, Ens=p/4πε0r3E_{\text{ns}} = p/4\pi\varepsilon_0r^3, dan yang radiatif; pada jarak r0r_0 berapa amplitudonya sama? Nyatakanlah r0r_0 dalam λ\lambda. (b) Bagi antena 1MHz1\,\mathrm{MHz}, berapa r0r_0; medan mana yang dirasakan sebuah penerima pada 10m10\,\mathrm{m}, pada 10km10\,\mathrm{km}? (c) Sebuah telepon genggam pada 1GHz1\,\mathrm{GHz} yang dipegang 2cm2\,\mathrm{cm} dari kepala: zona dekat atau jauh? (d) Mengapa medan dekatnya tak membawa daya bersih pergi?

Solusi

Solusi Latihan 17.6.

(a) p/4πε0r3=ω2p/4πε0c2rp/4\pi\varepsilon_0r^3 = \omega^2p/4\pi\varepsilon_0c^2r pada r0=c/ω=λ/2πr_0 = c/\omega = \lambda/2\pi. (b) 48m48\,\mathrm{m}: pada 10m10\,\mathrm{m} medan kuasi-statiknya, pada 10km10\,\mathrm{km} yang terpancar. (c) r0=4.8cmr_0 = 4.8\,\mathrm{cm}: kepalanya berada dalam zona dekatnya. (d) E\vect E dan B\vect B zona dekatnya berada dalam kuadratur: vektor Poyntingnya rata-ratanya nol, energinya tersimpan lalu dikembalikan, seperti dalam sebuah kapasitor.

Latihan 17.7 ★★

Thomson dan korona. (a) Hitunglah σT\sigma_T. (b) Korona matahari mempunyai ne1×1014m3n_e \approx 1 \times 10^{14}\,\mathrm{m}^{-3} sepanjang 10910^9 m: berapa bagian cahaya fotosfernya yang terhambur ke arah kita; mengapa koronanya putih dan hanya tampak selama gerhana? (c) Sinar-X 10keV10\,\mathrm{keV} pada sebuah atom karbon (66 elektron, berenergi ikat di bawah 300eV300\,\mathrm{eV}): mengapa elektronnya menghambur seakan-akan bebas, dan berapa penampang lintang atomnya? (d) Mengapa citra sinar-X medis tulang berbeda dari daging terutama lewat serapan, bukan hamburan Thomson?

Solusi

Solusi Latihan 17.7.

(a) 8πre2/3=6.65×1029m28\pi r_e^2/3 = 6.65 \times 10^{-29}\,\mathrm{m}^{2}. (b) neσTL=1014×6.65×1029×109=7×106n_e\sigma_TL = 10^{14} \times 6.65 \times 10^{-29} \times 10^9 = 7 \times 10^{-6}: sepersejuta fotosfernya, tak berwarna karena hamburan Thomson memang begitu, dan tenggelam oleh cahaya matahari yang terhambur langit kecuali pada gerhana. (c) 10keV10\,\mathrm{keV} \gg 300eV300\,\mathrm{eV}: elektronnya menanggapi seakan bebas, 6σT=4×1028m26\sigma_T = 4 \times 10^{-28}\,\mathrm{m}^{2}. (d) Serapan fotolistriknya tumbuh sebagai Z4Z^4 lalu menonjolkan kalsiumnya; hamburannya sama tiap elektron dalam tulang maupun daging.

Latihan 17.8 ★★

Matahari terbenam. Kedalaman optik atmosfer bagi hamburan Rayleigh di zenit adalah τ(λ)=0.1(550nm/λ)4\tau(\lambda) = 0.1\,(550\,\text{nm}/\lambda)^4 (cahaya langsungnya dilemahkan sebesar eτ\eu^{-\tau}). (a) Tentukanlah penerusannya di zenit bagi 400nm400\,\mathrm{nm}, 550nm550\,\mathrm{nm}, 700nm700\,\mathrm{nm}. (b) Pada matahari terbenam lintasannya 3838 kali lebih panjang: tentukanlah penerusannya; nisbah merah/birunya. (c) Mengapa Bulan berubah merah selama gerhana bulan? (d) Mengapa langit dekat cakrawala keputihan alih-alih biru pekat?

Solusi

Solusi Latihan 17.8.

(a) τ=0.36\tau = 0.36, 0.100.10, 0.0380.038: T=0.70T = 0.70, 0.900.90, 0.960.96. (b) τ×38=13.6\tau \times 38 = 13.6, 3.83.8, 1.451.45: T=1×106T = 1 \times 10^{-6}, 0.020.02, 0.230.23; merah dibagi biru 2×105\sim 2 \times 10^5. (c) Atmosfer Bumi membengkokkan cahaya matahari terbenam ke dalam bayangannya, yang memerah oleh hamburan yang sama. (d) Dekat cakrawalanya lintasannya panjang: birunya terhambur keluar dari cahaya terhamburnya sendiri, dan hamburan ganda menambahkan putih.

Latihan 17.9 ★★

Dua antena. Dua dwikutub tegak yang terpisah jarak dd sepanjang xx disuapi dengan amplitudo yang sama. (a) Sefase, d=λ/2d = \lambda/2: ke arah mendatar yang mana medan jauhnya bertambah, ke arah mana meniadakan? (larik sisi lebar). (b) Berlawanan fase, d=λ/2d = \lambda/2: hal yang sama (tembak ujung). (c) Dalam kuadratur, d=λ/4d = \lambda/4: tunjukkanlah bahwa lariknya memancar hanya ke satu sisi. (d) Mengapa pemancar siaran gelombang menengah memakai beberapa tiang, dan bagaimana sebuah radar larik berfase mengemudikan berkasnya tanpa bergerak?

Solusi

Solusi Latihan 17.9.

(a) Sepanjang garis pasangannya beda lintasannya λ/2\lambda/2 memberi peniadaan; ke arah sisi lebarnya, penambahan. (b) Berlawanan fase: kebalikannya — radiasi sepanjang garisnya (tembak ujung), tak ada ke arah sisi lebarnya. (c) Ke arah +x+x: tunda lintasannya π/2-\pi/2 ditambah fase catuannya +π/2+\pi/2, sefase; ke arah x-x: π-\pi, meniadakan: sebuah kardioid, satu sisi saja. (d) Tiangnya membentuk cakupannya lalu melindungi tetangganya; sebuah larik berfase mengemudi dengan mengubah fase catuannya, dalam hitungan mikrosekon.

Latihan 17.10 ★★★

Peredaman radiasi. Elektron Lorentz (Bab 14) yang berayun pada ω0\omega_0 dengan amplitudo x0x_0 memancar menurut rumus Larmor. (a) Tentukanlah daya terpancar reratanya; energi osilatornya 12mω02x02\tfrac12m\omega_0^2x_0^2; tunjukkanlah bahwa energinya meluruh dengan laju Γ=e2ω02/6πε0mc3\Gamma = e^2\omega_0^2/6\pi\varepsilon_0mc^3. (b) Nilai Γ\Gamma bagi garis natrium (589nm589\,\mathrm{nm}): bandingkanlah dengan Γ\Gamma yang dipakai dalam Latihan 14.9. (c) Umur 1/Γ1/\Gamma dan lebar alami garisnya, Δλ=λ2Γ/2πc\Delta\lambda = \lambda^2\Gamma/2\pi c. (d) Faktor kualitas ω0/Γ\omega_0/\Gamma osilator atomiknya.

Solusi

Solusi Latihan 17.10.

(a) P=e2ω04x02/12πε0c3\langle\mathcal P\rangle = e^2\omega_0^4x_0^2/12\pi\varepsilon_0c^3, W=12mω02x02W = \tfrac12m\omega_0^2x_0^2: Γ=P/W=e2ω02/6πε0mc3\Gamma = \mathcal P/W = e^2\omega_0^2/6\pi\varepsilon_0mc^3. (b) ω0=3.2×1015rad/s\omega_0 = 3.2 \times 10^{15}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}: Γ=6.4×107s1\Gamma = 6.4 \times 10^{7}\,\mathrm{s}^{-1} — yaitu nilai yang dipakai. (c) 16ns16\,\mathrm{ns}; Δλ=λ2Γ/2πc=1.2×1014m\Delta\lambda = \lambda^2\Gamma/2\pi c = 1.2 \times 10^{-14}\,\mathrm{m}, seperseratus pikometer (10MHz10\,\mathrm{MHz}). (d) Q=5×107Q = 5 \times 10^7.

Latihan 17.11 ★★★

Tiangnya. Sebuah pemancar gelombang menengah memancarkan 50kW50\,\mathrm{kW} pada 1MHz1\,\mathrm{MHz} dari sebuah tiang tegak setinggi λ/4\lambda/4 di atas tanah yang menghantar (yang berlaku sebagai cermin, sehingga tiangnya menjadi separuh dwikutub setengah gelombang: Rrad36ΩR_{\text{rad}} \approx 36\,\Omega, dan dayanya masuk hanya ke setengah ruang atasnya). (a) Tentukanlah tingginya; arus di kakinya. (b) Amplitudo medan pada 10km10\,\mathrm{km} dalam bidang mendatarnya (pakailah pola dwikutubnya, P\mathcal P di seluruh setengah bola atasnya =Π ⁣dS= \int\langle\Pi\rangle\dd S; ambillah Π=1.5P/2πr2\langle\Pi\rangle = 1.5\, \mathcal P/2\pi r^2 di cakrawalanya sebagai taksiran yang layak). (c) Ggl pada sebuah cambuk penerima 1m1\,\mathrm{m} di sana. (d) Mengapa konduktivitas tanahnya berarti, dan mengapa kawat tembaga radial ditanam di bawah tiangnya?

Solusi

Solusi Latihan 17.11.

(a) 75m75\,\mathrm{m}; I0=2P/R=53AI_0 = \sqrt{2\mathcal P/R} = 53\,\mathrm{A}. (b) Π=1.5×5×104/2π×108=1.2×104W/m2\langle\Pi\rangle = 1.5 \times 5 \times 10^4/2\pi \times 10^8 = 1.2 \times 10^{-4}\,\mathrm{W}/\mathrm{m}^{2}, E0=2Π/ε0c=0.30V/mE_0 = \sqrt{2\Pi/\varepsilon_0c} = 0.30\,\mathrm{V}/\mathrm{m}. (c) 0.30V0.30\,\mathrm{V}. (d) Arus baliknya mengalir dalam tanahnya; tanah yang berhambatan menambahkan rugi lalu merusak cerminnya; radial yang ditanam memberinya lintasan tembaga.

Latihan 17.12 ★★★

Hamburan dan indeksnya. Bagi gas encer gelombang yang terhambur ke depan dari semua molekulnya bertambah secara koheren lalu membangun indeks biasnya, n1=Nα/2ε0n - 1 = N\alpha/2\varepsilon_0 dengan α=e2/mω02\alpha = e^2/m\omega_0^2 yaitu keterpolarannya; penampang lintang Rayleighnya adalah σ=(8π/3)re2(ω/ω0)4\sigma = (8\pi/3)r_e^2(\omega/\omega_0)^4. (a) Nyatakanlah σ\sigma dalam nn, NN dan λ\lambda: σ=8π3(n21)2/3N2λ4\sigma = 8\pi^3(n^2 - 1)^2/3N^2\lambda^4. (b) Bagi udara (n1=2.9×104n - 1 = 2.9 \times 10^{-4}, N=2.5×1025m3N = 2.5 \times 10^{25}\,\mathrm{m}^{-3}) pada 550nm550\,\mathrm{nm}: tentukanlah σ\sigma dan jalan bebas reratanya 1/Nσ1/N\sigma. (c) Kedalaman optik tegak atmosfernya (tinggi setaranya 8km8\,\mathrm{km}); bandingkanlah dengan 0.10.1 Latihan 17.8. (d) Mengapa hubungan ini (Rayleigh, 1899) memberi nilai bilangan Avogadro?

Solusi

Solusi Latihan 17.12.

(a) p0=αE0p_0 = \alpha E_0 memberi σ=α2ω4/6πε02c4\sigma = \alpha^2\omega^4/6\pi\varepsilon_0^2c^4; dengan α=ε0(n21)/N\alpha = \varepsilon_0(n^2 - 1)/N dan ω=2πc/λ\omega = 2\pi c/\lambda: σ=8π3(n21)2/3N2λ4\sigma = 8\pi^3(n^2 - 1)^2/3N^2\lambda^4. (b) n21=5.8×104n^2 - 1 = 5.8 \times 10^{-4}: σ=4.9×1031m2\sigma = 4.9 \times 10^{-31}\,\mathrm{m}^{2}, jalan bebas reratanya 1/Nσ=80km1/N\sigma = 80\,\mathrm{km}. (c) 8/80=0.18/80 = 0.1. (d) σ\sigma diukur dari pelemahan langitnya, nn diketahui: NN menyusul, maka bilangan Avogadro.

17.5 Soal: Tiang, langit dan elektron

Soal 17.1

Soal akhir pekan — tiga antena: sebuah tiang siaran, sebuah molekul udara dalam cahaya matahari, dan sebuah elektron bebas

Bagian I — Tiangnya. Sebuah pemancar gelombang menengah pada f=1.0MHzf = 1.0\,\mathrm{MHz} memancarkan P=100kW\mathcal P = 100\,\mathrm{kW} dari sebuah tiang seperempat gelombang di atas tanah yang menghantar (Rrad=36ΩR_{\text{rad}} = 36\,\Omega, berpola dwikutub tegak di seluruh setengah ruang atasnya, seperti dalam Latihan 17.11).

  1. Panjang gelombang dan tinggi tiangnya; amplitudo arus di kakinya; tegangan pada RradR_{\text{rad}}.
  2. Amplitudo momen dwikutub setaranya, dengan memperlakukan tiangnya sebagai dwikutub pendek dengan p0=I0ef/ωp_0 = I_0\ell_{\text{ef}}/\omega, efλ/2π\ell_{\text{ef}} \approx \lambda/2\pi bagi tiang seperempat gelombangnya (diterima tanpa bukti).
  3. Intensitas rerata pada 10km10\,\mathrm{km} dan 100km100\,\mathrm{km} dalam bidang mendatarnya (ambillah pola setengah bola atasnya, yang maksimal di cakrawalanya, Π=1.5P/2πr2\langle\Pi\rangle = 1.5\mathcal P/2\pi r^2); amplitudo medannya.
  4. Ggl pada cambuk tegak 1m1\,\mathrm{m} pada 100km100\,\mathrm{km}; pada sebuah antena batang ferit (kumparan berlilitan N=100N = 100, 1cm21\,\mathrm{cm}^{2}, permeabilitas efektif 100100) yang menghadap B\vect B gelombangnya: bandingkanlah.
  5. Daya yang diterima sebuah penerima tersesuaikan berantena berluas efektif A=1.5λ2/4πA = 1.5\lambda^2/4\pi (milik dwikutubnya) pada 100km100\,\mathrm{km}.
  6. Penghantar tiangnya mempunyai hambatan rugi total 2Ω2\,\Omega: tentukanlah efisiensinya; daya yang hilang sebagai kalor.
  7. Adakah sebuah penerima pada 10km10\,\mathrm{km} berada dalam zona radiasi? Dan yang pada 100m100\,\mathrm{m} dari tiangnya?
  8. Mengapa sinyal gelombang menengah mencapai lebih jauh pada malam hari? (Ingatlah lapisan D Bab 14.)

Bagian II — Langitnya. Udara di permukaan laut: N=2.5×1025m3N = 2.5 \times 10^{25}\,\mathrm{m}^{-3}, penampang lintang Rayleighnya σ=4.6×1031m2(550nm/λ)4\sigma = 4.6 \times 10^{-31}\,\mathrm{m}^{2}\,(550\,\text{nm}/\lambda)^4; cahaya matahari 1.0kW/m21.0\,\mathrm{kW}/\mathrm{m}^{2} di tanahnya; tebal setara atmosfernya pada kerapatan permukaan lautnya adalah 8km8\,\mathrm{km}.

  1. Penampang lintangnya pada 450nm450\,\mathrm{nm} dan 650nm650\,\mathrm{nm}; nisbahnya.
  2. Jalan bebas rerata ketiga warnanya; kedalaman optik tegaknya τ=NσH\tau = N\sigma H; bagian tiap warnanya yang terhambur keluar dari berkas langsungnya di zenit.
  3. Daya yang terhambur tiap meter kubik udara di tanahnya oleh cahaya hijaunya (ambillah 300W/m2300\,\mathrm{W}/\mathrm{m}^{2} cahaya matahari di sekitar 550nm550\,\mathrm{nm}); ke dalam sudut ruang berapa, dengan pola apa?
  4. Sebuah kolom udara berpenampang 1m21\,\mathrm{m}^{2} yang dipandang pada 9090{}^{\circ} dari Matahari: taksirlah intensitas cahaya langit yang tiba pada pengamatnya dari kolom itu (daya yang terhambur ke arahnya tiap satuan sudut ruang, sepanjang 8km8\,\mathrm{km}), lalu bandingkanlah dengan Matahari langsungnya; berordekah kecerahan langitnya dengan benar (sekitar 1×1051 \times 10^{-5}\, dari Matahari)?
  5. Derajat polarisasi cahaya dari kolom itu; mengapa nilainya lebih rendah dalam kenyataan, dan bagaimana sebagian serangga memakainya?
  6. Pada matahari terbenam lintasannya 3838 atmosfer: tentukanlah bagian yang diteruskan dari biru dan merahnya; warna Mataharinya; mengapa langit di atas kepala tetap biru.
  7. Mengapa langit hitam di Bulan bahkan pada siang bolong?
  8. Di Mars udaranya seratus kali lebih tipis tetapi penuh debu halus (butir semikrometer): mengapa langit Mars berwarna karamel dan matahari terbenamnya biru?

Bagian III — Elektronnya.

  1. Penampang lintang Thomson dari rer_e.
  2. Dalam tabung sinar-X sebuah elektron 100keV100\,\mathrm{keV} (v=1.6×108m/sv = 1.6 \times 10^{8}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, perlakukanlah secara tak relativistik) dihentikan sepanjang 2µm2\,\text{µ}\mathrm{m} dalam wolfram: tentukanlah percepatannya, daya Larmornya, lamanya, energi yang terpancar dan bagiannya dari energi kinetiknya.
  3. Panjang gelombang terpendek yang dapat dipancarkan tabungnya (sebuah foton yang mengambil seluruh energi elektronnya).
  4. Tabungnya berjalan pada 20mA20\,\mathrm{mA}: tentukanlah daya terpancarnya; kalor dalam anodanya; mengapa anodanya berputar.
  5. Sebuah elektron klasik yang mengelilingi sebuah proton pada jari-jari Bohr (5.3×1011m5.3 \times 10^{-11}\,\mathrm{m}, kelajuan 2.2×106m/s2.2 \times 10^{6}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}): tentukanlah percepatannya, daya Larmornya, dan waktu untuk memancarkan habis 13.6eV13.6\,\mathrm{eV}-nya — yaitu umur atom klasiknya.
  6. Atom yang sungguhan bertahan selamanya: sebutkanlah apa yang terlewat fisika klasik di sini, dan apa yang akan dikatakan Bab 30 tentang sebuah keadaan tegar.
  7. Sebuah elektron dalam sinkrotron berjari-jari 100m100\,\mathrm{m} pada vcv \approx c: rumus Larmor tak relativistiknya memberi daya berapa? (Daya yang sebenarnya γ4\gamma^4 kali lebih besar, dengan γ104\gamma \sim 10^4: yaitu sumber cahaya sinkrotron.)
  8. Elektron yang sama dalam keadaan diam dalam 1kW/m21\,\mathrm{kW}/\mathrm{m}^{2} cahaya matahari: tentukanlah daya yang dipancarkannya ulang (Thomson); jumlah elektron semacam itu yang diperlukan untuk menghamburkan satu watt.
  9. Ringkaslah ketiga antenanya dalam sebuah tabel: momen dwikutub, frekuensi, daya, pola.
Solusi

Solusi Soal 17.1.

1. λ=300m\lambda = 300\,\mathrm{m}, h=75mh = 75\,\mathrm{m}; I0=2×105/36=75AI_0 = \sqrt{2 \times 10^5/36} = 75\,\mathrm{A}; V=RI0=2.7kVV = RI_0 = 2.7\,\mathrm{kV}.

2. ef=48m\ell_{\text{ef}} = 48\,\mathrm{m}: p0=75×48/6.3×106=5.7×104Cmp_0 = 75 \times 48/6.3 \times 10^6 = 5.7 \times 10^{-4}\,\mathrm{C}\,\mathrm{m}.

3. Π=1.5×105/2πr2\langle\Pi\rangle = 1.5 \times 10^5/2\pi r^2: 2.4×104W/m22.4 \times 10^{-4}\,\mathrm{W}/\mathrm{m}^{2} dan 2.4×106W/m22.4 \times 10^{-6}\,\mathrm{W}/\mathrm{m}^{2}; E0=0.42V/mE_0 = 0.42\,\mathrm{V}/\mathrm{m} dan 0.042V/m0.042\,\mathrm{V}/\mathrm{m}.

4. Cambuknya: 42mV42\,\mathrm{mV}. Batangnya: NμefAωB0=104×104×6.3×106×1.4×1010=0.9mVN\mu_{\text{ef}}A\omega B_0 = 10^4 \times 10^{-4} \times 6.3 \times 10^6 \times 1.4 \times 10^{-10} = 0.9\,\mathrm{mV} — lebih kecil, tetapi ringkas dan selektif.

5. A=1.5λ2/4π=1.1×104m2A = 1.5\lambda^2/4\pi = 1.1 \times 10^{4}\,\mathrm{m}^{2}: P=ΠA=26mWP = \Pi A = 26\,\mathrm{mW}.

6. 36/38=95%36/38 = 95\%; 5kW5\,\mathrm{kW} kalor.

7. r/λ=33r/\lambda = 33 pada 10km10\,\mathrm{km}: zona radiasi; pada 100m100\,\mathrm{m}, rλ/3r \approx \lambda/3: daerah peralihannya, yang di dalamnya medan kuasi-statiknya masih berarti.

8. Pada siang hari lapisan D menyerap gelombang yang jika tidak akan mencapai lapisan pemantulnya; pada malam hari ia lenyap dan gelombang langitnya membawa pemancarnya beratus kilometer.

9. σ(450)=1.0×1030m2\sigma(450) = 1.0 \times 10^{-30}\,\mathrm{m}^{2}, σ(650)=2.4×1031m2\sigma(650) = 2.4 \times 10^{-31}\,\mathrm{m}^{2}: nisbahnya 4.44.4.

10. Jalan bebas reratanya 3939, 8787, 170km170\,\mathrm{km}; τ=0.21\tau = 0.21, 0.090.09, 0.050.05: 19%19\%, 9%9\%, 5%5\% terhambur.

11. NσI=2.5×1025×4.6×1031×300=3.5mW/m3N\sigma I = 2.5 \times 10^{25} \times 4.6 \times 10^{-31} \times 300 = 3.5\,\mathrm{mW}/\mathrm{m}^{3}, ke dalam 4π4\pi dengan pola (1+cos2χ)(1 + \cos^2\chi) bagi cahaya alami.

12. Kolomnya menghamburkan 3.5×103×8000=28W3.5 \times 10^{-3} \times 8000 = 28\,\mathrm{W} dari 300W300\,\mathrm{W}-nya (9%9\%); tersebar di seluruh setengah bolanya, langitnya menyerahkan sekitar 4Wm2sr14\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}\,\mathrm{sr}^{-1}, melawan Matahari yang 300/6.8×105=4×106Wm2sr1300/6.8 \times 10^{-5} = 4 \times 10^{6}\,\mathrm{W}\,\mathrm{m}^{-2}\,\mathrm{sr}^{-1}: sepersejuta tiap steradian — ordenya benar.

13. Terpolarisasi penuh pada 9090{}^{\circ} dalam hamburan tunggal; hamburan ganda dan tanahnya menurunkannya menjadi sekitar 75%75\%; lebah dan semut membaca polanya untuk menemukan Matahari di balik awan.

14. τ×38\tau \times 38: birunya 88 (T=3×104T = 3 \times 10^{-4}), merahnya 1.81.8 (T=0.17T = 0.17): sebuah Matahari merah pekat; di atas kepala, cahayanya tiba sesudah lintasan pendek dan biru.

15. Tak ada atmosfer, tak ada yang menghamburkan: langitnya hitam di samping Mataharinya.

16. Debu semikrometer menghamburkan seperti partikel Mie: ke depan dan merah, sehingga memberi langit karamel; dekat Matahari terbenamnya cahaya yang terhambur ke depan berwarna biru.

17. 8πre2/3=6.65×1029m28\pi r_e^2/3 = 6.65 \times 10^{-29}\,\mathrm{m}^{2}.

18. a=v2/2d=6.4×1021m/s2a = v^2/2d = 6.4 \times 10^{21}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; P=e2a2/6πε0c3=2×1010W\mathcal P = e^2a^2/6\pi\varepsilon_0c^3 = 2 \times 10^{-10}\,\mathrm{W} selama 2d/v=2.5×1014s2d/v = 2.5 \times 10^{-14}\,\mathrm{s}: 6×1024J6 \times 10^{-24}\,\mathrm{J}, 101010^{-10} dari 100keV100\,\mathrm{keV} — hasil yang sebenarnya dekat 1%1\%, sebab pengeremannya terjadi dalam perjumpaan dekat yang keras dengan intinya, bukan dalam perlambatan yang lembut dan seragam.

19. hc/E=12.4pmhc/E = 12.4\,\mathrm{pm}.

20. 2kW2\,\mathrm{kW} dalam berkasnya, sekitar 20W20\,\mathrm{W} sinar-X; dua kilowatt kalor dalam satu bintik — anodanya berputar untuk menyebarkannya.

21. a=v2/r=9×1022m/s2a = v^2/r = 9 \times 10^{22}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, P=5×108W\mathcal P = 5 \times 10^{-8}\,\mathrm{W}; 13.6eV13.6\,\mathrm{eV} habis dalam 5×1011s5 \times 10^{-11}\,\mathrm{s}.

22. Muatan klasik dalam gerak terikat memancar terus-menerus; mekanika kuantum mempunyai keadaan tegar yang tidak memancar, dan sebuah keadaan terendah yang tak punya tempat untuk jatuh.

23. a=c2/R=9×1014m/s2a = c^2/R = 9 \times 10^{14}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}: 5×1024W5 \times 10^{-24}\,\mathrm{W} menurut Larmor, γ41016\gamma^4 \sim 10^{16} kali lebih banyak dalam kenyataan: berpuluh kilowatt cahaya sinkrotron dari berkas yang tersimpan.

24. σTI=6.7×1026W\sigma_TI = 6.7 \times 10^{-26}\,\mathrm{W}; 1.5×10251.5 \times 10^{25} elektron bagi satu watt.

25. Tiangnya: 5.7×104Cm5.7 \times 10^{-4}\,\mathrm{C}\,\mathrm{m} pada 1MHz1\,\mathrm{MHz}, 100kW100\,\mathrm{kW}, sebuah donat tegak. Molekulnya: \sim1×1035Cm1 \times 10^{-35}\,\mathrm{C}\,\mathrm{m} pada 500THz500\,\mathrm{THz}, 1×1028W1 \times 10^{-28}\,\mathrm{W}, sebuah donat terhadap medannya. Elektron bebasnya: Thomson, 1×1025W1 \times 10^{-25}\,\mathrm{W} dalam cahaya matahari, dengan pola yang sama.