Physics · Buku 4 · Bachelor Year 2

Fisika Universitas — Tahun 2

Fisika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

31Sumur Potensial, Penghalang dan Penerowongan

Sebuah bola dalam sebuah mangkuk menggelinding bolak-balik dengan energi berapa pun yang diberikan padanya; sebuah elektron dalam sebuah atom, sebuah nukleon dalam sebuah inti, sebuah elektron dalam sebuah hablur seukuran nanometer hanya dapat mempunyai energi tertentu, dan yang terendah di antaranya bukan nol. Sebuah bola tak dapat menyeberangi sebuah bukit yang lebih tinggi daripada yang dibolehkan energinya; sebuah partikel α\alpha meninggalkan sebuah inti menembus sebuah dinding Coulomb yang tak akan pernah dapat didakinya, jarum sebuah mikroskop terowongan payar menggambar sebuah arus menyeberangi sebuah celah hampa, dan atom nitrogen amonia berayun menembus bidang ketiga hidrogennya dua puluh empat miliar kali tiap sekon. Bab ini menyelesaikan persamaan Schrödinger dalam potensial yang paling sederhana — sumur berdinding takhingga dan berhingga, sebuah tangga, sebuah penghalang, sebuah sumur ganda — lalu menemukan di dalamnya dua kenyataan kuantum besar yang tak dapat dihasilkan mekanika klasik: kuantisasi energi terikatnya, dan penerowongan menembus daerah yang terlarang secara klasik, dengan kepekaan eksponensialnya terhadap lebar dan tinggi penghalangnya, itulah sebabnya ia dapat melayani sebagai penggaris pikometer dan itulah sebabnya umur radioaktif merentangi tiga puluh orde besaran.

Sebuah mikroskop terowongan payar: sebuah ujung logam yang ditahan beberapa persepuluh nanometer di atas sebuah permukaan; arus terowongannya, yang berubah sepuluh kali lipat tiap sepersepuluh nanometer, memetakan permukaannya atom demi atom.
Sebuah mikroskop terowongan payar: sebuah ujung logam yang ditahan beberapa persepuluh nanometer di atas sebuah permukaan; arus terowongannya, yang berubah sepuluh kali lipat tiap sepersepuluh nanometer, memetakan permukaannya atom demi atom.

31.1 Sumur takhingga

Proposisi 31.1 (Sumur segi empat takhingga)

Sebuah partikel yang terkurung dalam 0<x<L0 < x < L oleh dinding yang tak tertembus (V=0V = 0 di dalamnya, V=V = \infty di luarnya, sehingga φ=0\varphi = 0 di dindingnya) mempunyai keadaan tegar dan energi

φn(x)=2LsinnπxL,En=n2h28mL2=n2E1,n=1,2,3,\varphi_n(x) = \sqrt{\frac{2}{L}}\sin\frac{n\pi x}{L}, \qquad E_n = \frac{n^2h^2}{8mL^2} = n^2E_1, \qquad n = 1, 2, 3, \dots

Energinya terkuantumkan, tumbuh sebagai n2n^2, dan yang terendahnya bukan nol: energi pengurungan E1=h2/8mL2E_1 = h^2/8mL^2 adalah harga pelokalannya (ΔxL\Delta x \sim L memaksa Δph/2L\Delta p \sim h/2L). Fungsi φn\varphi_n-nya saling ortogonal, φnφm ⁣dx=δnm\int\varphi_n\varphi_m\dd x = \delta_{nm}, dan sebarang keadaan sumurnya adalah sebuah tumpang tindih darinya.

Bukti. Di dalamnya, φ=k2φ\varphi'' = -k^2\varphi dengan k2=2mE/2k^2 = 2mE/\hbar^2: φ=Asinkx+Bcoskx\varphi = A\sin kx + B\cos kx; φ(0)=0\varphi(0) = 0 mematikan BB, φ(L)=0\varphi(L) = 0 menuntut kL=nπkL = n\pi — yaitu gelombang berdiri sebuah dawai, dengan E=2k2/2mE = \hbar^2k^2/2m. Penormalannya memberi A=2/LA = \sqrt{2/L}; keortogonalannya adalah keortogonalan sinusnya.

Sumur takhingganya: ketiga aras pertamanya, E_n n2, dengan fungsi gelombangnya (kiri) dan rapat peluangnya (kanan) — n - 1 simpul, dan sebuah keadaan dasar yang tersebar di seluruh sumurnya dan berenergi taknol.
Sumur takhingganya: ketiga aras pertamanya, Enn2E_n \propto n^2, dengan fungsi gelombangnya (kiri) dan rapat peluangnya (kanan) — n1n - 1 simpul, dan sebuah keadaan dasar yang tersebar di seluruh sumurnya dan berenergi taknol.

Contoh 31.2 (Orde besaran, dan warna)

E1=h2/8mL2E_1 = h^2/8mL^2: sebuah elektron dalam 1nm1\,\mathrm{nm}, 0.38eV0.38\,\mathrm{eV}; dalam 0.1nm0.1\,\mathrm{nm} (sebuah atom), 38eV38\,\mathrm{eV} — yaitu skala energi atomik; sebuah nukleon dalam 5fm5\,\mathrm{fm}, 8MeV8\,\mathrm{MeV} — yaitu skala energi inti; sebuah kelereng dalam sebuah kotak, 1063J10^{-63}\,\mathrm{J} — tak seorang pun akan memperhatikannya. Sebuah nanohablur semikonduktor selebar beberapa nanometer (sebuah titik kuantum) mengurung elektronnya: energi pengurungannya menambahi senjang hablurnya, sehingga makin kecil titiknya, makin biru cahaya yang dipancarkannya — bahan yang sama berpijar merah pada 6nm6\,\mathrm{nm} dan hijau pada 3nm3\,\mathrm{nm}, yang ditala oleh ukurannya saja.

31.2 Sumur berhingga

Proposisi 31.3 (Sumur segi empat berhingga)

Bagi V=0V = 0 dalam x<a|x| < a dan V=V0V = V_0 di luarnya, sebuah keadaan ber-0<E<V00 < E < V_0 berayun di dalamnya (k=2mE/k = \sqrt{2mE}/\hbar) lalu meluruh di luarnya (κ=2m(V0E)/\kappa = \sqrt{2m(V_0 - E)}/\hbar): φeκx\varphi \propto \eu^{-\kappa|x|} di luar dindingnya. Menyesuaikan φ\varphi dan φ\varphi' di x=±ax = \pm a memberi, bagi keadaan genap dan ganjilnya,

ktanka=κ(genap),kcotka=κ(ganjil),dan(ka)2+(κa)2=2mV0a22R2.k\tan ka = \kappa \quad\text{(genap)}, \qquad -k\cot ka = \kappa \quad\text{(ganjil)}, \qquad\text{dan}\quad (ka)^2 + (\kappa a)^2 = \frac{2mV_0a^2}{\hbar^2} \equiv R^2 .

Secara grafis, penyelesaiannya adalah perpotongan kurva η=ξtanξ\eta = \xi\tan\xi, η=ξcotξ\eta = -\xi\cot\xi dengan lingkaran ξ2+η2=R2\xi^2 + \eta^2 = R^2 (ξ=ka\xi = ka, η=κa\eta = \kappa a): selalu ada sekurangnya satu keadaan terikat (yaitu keadaan dasar yang genap), dan seluruhnya 1+2R/π1 + \lfloor 2R/\pi\rfloor. Partikelnya menembus daerah terlarangnya sedalam 1/κ1/\kappa, dan arasnya terletak di bawah aras sumur takhingga yang selebar sama.

Bukti. Penyelesaian genapnya adalah AcoskxA\cos kx di dalamnya dan BeκxB\eu^{-\kappa|x|} di luarnya; kesinambungan φ/φ\varphi'/\varphi di x=ax = a memberi ktanka=κ-k\tan ka = -\kappa. Sama bagi yang ganjil dengan sin\sin. Lingkarannya adalah definisi kk dan κ\kappa. Tiap cabang ξtanξ\xi\tan\xi yang bermula di ξ=nπ\xi = n\pi dan ξcotξ-\xi\cot\xi yang bermula di (n+12)π(n + \tfrac12)\pi menjumpai lingkarannya sekali jika ia bermula di dalamnya: maka cacahnya.

Penyelesaian grafis sumur berhingganya: keadaan terikatnya adalah perpotongan lingkaran berjari-jari R = a√2mV_0/ dengan cabang  (keadaan genap) dan - (yang ganjil). Di sini R = 4: tiga keadaan terikat; lingkaran kecil bergaris putusnya (R = 1.2) masih memotong cabang pertamanya — sebuah sumur selalu mengikat sekurangnya satu keadaan.
Penyelesaian grafis sumur berhingganya: keadaan terikatnya adalah perpotongan lingkaran berjari-jari R=a2mV0/R = a\sqrt{2mV_0}/\hbar dengan cabang ξtanξ\xi\tan\xi (keadaan genap) dan ξcotξ-\xi\cot\xi (yang ganjil). Di sini R=4R = 4: tiga keadaan terikat; lingkaran kecil bergaris putusnya (R=1.2R = 1.2) masih memotong cabang pertamanya — sebuah sumur selalu mengikat sekurangnya satu keadaan.

Contoh 31.4 (Sebuah elektron dalam sumur senanometer)

V0=1eVV_0 = 1\,\mathrm{eV}, lebarnya 2a=1nm2a = 1\,\mathrm{nm}: R=a2mV0/=0.5×109×5.1×109=2.6R = a\sqrt{2mV_0}/\hbar = 0.5 \times 10^{-9} \times 5.1 \times 10^9 = 2.6, sehingga ada 1+2R/π=21 + \lfloor 2R/\pi\rfloor = 2 keadaan terikat; keadaan dasarnya terletak dekat 0.26eV0.26\,\mathrm{eV} alih-alih 0.38eV0.38\,\mathrm{eV} sumur takhingganya, lalu merembes 0.2nm0.2\,\mathrm{nm} ke dalam dindingnya (1/κ=/2m(V0E)1/\kappa = \hbar/\sqrt{2m(V_0 - E)}). Sumur semacam itu, yang ditumbuhkan sebagai lapisan semikonduktor setebal beberapa nanometer, adalah jantung dioda laser Bab 23.

31.3 Tangga dan penghalang: penerowongan

Proposisi 31.5 (Tangga potensial)

Sebuah partikel berenergi EE yang datang dari x<0x < 0 ke tangga V=V0V = V_0 bagi x>0x > 0:

  • E>V0E > V_0: φ=eik1x+reik1x\varphi = \eu^{\iu k_1x} + r\eu^{-\iu k_1x} di kirinya, teik2xt\eu^{\iu k_2x} di kanannya, dengan k1,2=2m(EV0,kiri/kanan)/k_{1,2} = \sqrt{2m(E - V_{0,\text{kiri/kanan}})}/ \hbar; kesinambungan φ\varphi dan φ\varphi' memberi r=(k1k2)/(k1+k2)r = (k_1 - k_2)/(k_1 + k_2) dan peluang pemantulannya (nisbah arusnya) R=r2R = r^2, T=1R=4k1k2/(k1+k2)2T = 1 - R = 4k_1k_2/(k_1 + k_2)^2 — sebuah partikel dapat terpantul oleh sebuah tangga yang energinya cukup untuk didaki, tepat seperti sebuah gelombang pada sebuah dawai oleh sebuah perubahan impedansi (Bab 15);
  • E<V0E < V_0: di kanannya φ=teκx\varphi = t\eu^{-\kappa x}, κ=2m(V0E)/\kappa = \sqrt{2m(V_0 - E)}/\hbar — sebuah gelombang evanesen; r=1|r| = 1 (pemantulan total, dengan sebuah geseran fase), tak ada arus yang mengalir ke dalam tangganya, tetapi partikelnya ditemukan di sana dengan sebuah peluang yang meluruh sepanjang 1/κ1/\kappa.

Bukti. Tuliskanlah persamaan kontinuitasnya di x=0x = 0 lalu selesaikanlah; bagi arusnya pakailah j=(A2B2)k/mj = (|A|^2 - |B|^2)\hbar k/m (Bab 30). Bagi E<V0E < V_0, r=(kiκ)/(k+iκ)r = (k - \iu\kappa)/(k + \iu\kappa), yang bermodulus satu.

Teorema 31.6 (Penerowongan menembus sebuah penghalang)

Sebuah partikel berenergi E<V0E < V_0 yang menjumpai sebuah penghalang segi empat setinggi V0V_0 dan selebar aa diteruskan dengan peluang

T=[1+V02sinh2(κa)4E(V0E)]1  16EV0(1EV0)e2κa(κa1),κ=2m(V0E).T = \Big[1 + \frac{V_0^2\sinh^2(\kappa a)}{4E(V_0 - E)}\Big]^{-1} \ \approx\ 16\,\frac{E}{V_0}\Big(1 - \frac{E}{V_0}\Big)\eu^{-2\kappa a} \quad (\kappa a \gg 1), \qquad \kappa = \frac{\sqrt{2m(V_0 - E)}}{\hbar} .

Inilah efek terowongan: yang mustahil secara klasik, dan secara kuantum kecil secara eksponensial — serta peka secara eksponensial terhadap lebarnya aa, tingginya V0EV_0 - E dan massanya mm. Bagi sebuah elektron 1eV1\,\mathrm{eV} di bawah puncaknya, κ=5.1nm1\kappa = 5.1\,\mathrm{nm}^{-1}: T102T \sim 10^{-2} bagi a=0.5nma = 0.5\,\mathrm{nm}, 10410^{-4} bagi 1nm1\,\mathrm{nm}, 10910^{-9} bagi 2nm2\,\mathrm{nm}; bagi sebuah proton, κ\kappa menjadi 4343 kali lebih besar dan tak ada yang lolos pada lebar ini.

Bukti. φ=eikx+reikx\varphi = \eu^{\iu kx} + r\eu^{-\iu kx} bagi x<0x < 0, Aeκx+BeκxA\eu^{\kappa x} + B\eu^{-\kappa x} di dalamnya, teikxt\eu^{\iu kx} bagi x>ax > a; empat syarat kesinambungan (bagi φ\varphi dan φ\varphi' di 00 dan aa) bagi empat yang tak diketahui; menyingkirkan AA, BB, rr memberi 1/t2=1+(k2+κ2)2sinh2(κa)/4k2κ21/|t|^2 = 1 + (k^2 + \kappa^2)^2\sinh^2(\kappa a)/4k^2\kappa^2, yang merupakan rumusnya dengan k2=2mE/2k^2 = 2mE/\hbar^2, κ2=2m(V0E)/2\kappa^2 = 2m(V_0 - E)/\hbar^2. Bagi κa1\kappa a \gg 1, sinhκaeκa/2\sinh\kappa a \approx \eu^{\kappa a}/2. Bagi sebuah penghalang berbentuk sembarang eksponennya menjadi 2κ(x) ⁣dx2\int\kappa(x)\dd x menyeberangi daerah terlarangnya (yaitu faktor Gamow, yang diterima tanpa bukti).

Penerowongan menembus sebuah penghalang: gelombangnya berayun di kirinya, meluruh eksponensial di dalam daerah yang terlarang secara klasiknya, lalu muncul di kanannya dengan amplitudo yang berkurang — panjang gelombang yang sama, peluang yang kecil.
Penerowongan menembus sebuah penghalang: gelombangnya berayun di kirinya, meluruh eksponensial di dalam daerah yang terlarang secara klasiknya, lalu muncul di kanannya dengan amplitudo yang berkurang — panjang gelombang yang sama, peluang yang kecil.

Contoh 31.7 (Mikroskop terowongan payar)

Sebuah ujung logam yang tajam didekatkan sampai d0.5nmd \approx 0.5\,\mathrm{nm} dari sebuah permukaan yang menghantar lalu sebuah tegangan kecil diterapkan: elektronnya menerowong menyeberangi celah hampanya, yang tinggi penghalangnya adalah fungsi kerjanya Φ4.5eV\Phi \approx 4.5\,\mathrm{eV}, sehingga κ=2mΦ/=1.1×1010m1\kappa = \sqrt{2m\Phi}/\hbar = 1.1 \times 10^{10}\,\mathrm{m}^{-1} dan arusnya Ie2κdI \propto \eu^{-2\kappa d} berubah sebesar faktor e2.210\eu^{2.2} \approx 10 tiap 0.1nm0.1\,\mathrm{nm}. Sebuah simpal umpan balik menggerakkan ujungnya untuk menjaga II tetap, dan tinggi ujungnya, yang direkam ketika ia memayar, menggambar permukaannya dengan resolusi tegak sepikometer — dan secara mendatar atom demi atom, karena atom terakhir ujungnya, yang paling dekat, mengemban sebagian besar arusnya (Binnig dan Rohrer, 1981).

Contoh 31.8 (Peluruhan alfa)

Sebuah partikel α\alpha 5MeV5\,\mathrm{MeV} di dalam sebuah inti berat menghadapi penghalang Coulomb muatan sisanya ZeZe, yang berpuluh MeV tingginya di permukaan intinya dan terentang sampai jari-jari b=2Ze2/4πε0E50fmb = 2Ze^2/4\pi\varepsilon_0E \approx 50\,\mathrm{fm} yang di sana V=EV = E. Faktor Gamownya 2κ ⁣dr2\int\kappa\,\dd r berorde 8080: Te801035T \sim \eu^{-80} \sim 10^{-35}. Partikelnya menumbuk dindingnya sekitar 102110^{21} kali tiap sekon, sehingga ia lolos dengan laju 1014s1\sim 10^{-14} \,\mathrm{s}^{-1}: yaitu umur sejuta tahun. Karena eksponennya berubah sebagai Z/EZ/\sqrt E, sebuah perubahan 2MeV2\,\mathrm{MeV} pada EE menggeser umurnya sebesar dua puluh orde besaran — yaitu hukum Geiger–Nuttall, dari mikrosekon sampai umur alam semesta (Gamow, 1928: yaitu penerapan pertama penerowongan).

Resolusi atomik pada sebuah permukaan emas, yang dicitrakan sebuah mikroskop terowongan payar: deret atom muka (100) yang terekonstruksi, yang terpisah beberapa persepuluh nanometer.
Resolusi atomik pada sebuah permukaan emas, yang dicitrakan sebuah mikroskop terowongan payar: deret atom muka (100) yang terekonstruksi, yang terpisah beberapa persepuluh nanometer.

31.4 Sumur ganda

Proposisi 31.9 (Pembelahan terowongan)

Dua sumur serupa yang dipisahkan sebuah penghalang: jika penghalangnya tak tertembus tiap sumurnya akan mempunyai aras dasar yang sama E0E_0, dua kali. Penerowongan mengopel keduanya dan kedua keadaan terendah sumur gandanya adalah gabungan setangkup dan taksetangkup, φ±(φL±φR)/2\varphi_\pm \approx (\varphi_{\text{L}} \pm \varphi_{\text{R}})/\sqrt2, berenergi E0Δ/2E_0 \mp \Delta/2: arasnya terbelah sebesar Δeκa\Delta \propto \eu^{-\kappa a} (yaitu amplitudo penerowongannya, bukan kuadratnya). Sebuah partikel yang ditaruh dalam sumur kirinya, ψ=(φ++φ)/2\psi = (\varphi_+ + \varphi_-)/\sqrt2, tidak tegar: ia berayun antara sumurnya pada frekuensi ν=Δ/h\nu = \Delta/h — yaitu ayunan penerowongan, yaitu layangan dua aras Bab 30.

Bukti. Gabungan setangkupnya tak mempunyai simpul di bawah penghalangnya dan berkelengkungan lebih rendah, maka berenergi lebih rendah; yang taksetangkup mempunyai sebuah simpul lalu terletak lebih tinggi; pembelahannya sebanding dengan tumpang tindih fungsi yang terlokalkan di bawah penghalangnya, eκa\eu^{-\kappa a}. Layangannya adalah tumpang tindih dua aras yang sudah dihitung.

Sumur gandanya: aras berdegenerasi kedua sumur yang terpisah itu terbelah menjadi sebuah keadaan setangkup (yang lebih rendah) dan sebuah yang taksetangkup (yang lebih tinggi) sebesar - a; sebuah partikel yang dimulai pada satu sisinya menerowong bolak-balik pada frekuensi /h.
Sumur gandanya: aras berdegenerasi kedua sumur yang terpisah itu terbelah menjadi sebuah keadaan setangkup (yang lebih rendah) dan sebuah yang taksetangkup (yang lebih tinggi) sebesar Δeκa\Delta \propto \eu^{-\kappa a}; sebuah partikel yang dimulai pada satu sisinya menerowong bolak-balik pada frekuensi Δ/h\Delta/h.

Contoh 31.10 (Amonia)

Dalam NH3_3 atom nitrogennya duduk pada satu sisi bidang ketiga hidrogennya atau pada sisi lainnya — yaitu sebuah sumur ganda berpenghalang sekitar 0.25eV0.25\,\mathrm{eV}. Pembelahan terowongan aras dasarnya adalah Δ=1×104eV\Delta = 1 \times 10^{-4}\,\mathrm{eV}: ν=Δ/h=24GHz\nu = \Delta/h = 24\,\mathrm{GHz}, yaitu frekuensi inversi-nya, yaitu transisi maser pertama dan jam atom pertama (1949). Gantilah hidrogennya dengan deuterium dan molekul yang lebih berat itu menerowong lebih sedikit: 1.6GHz1.6\,\mathrm{GHz}. Dalam piramida yang lebih berat (PH3_3, AsH3_3) pembelahannya runtuh sampai kilohertz dan di bawahnya: molekulnya tinggal pada sisinya bertahun — itulah sebabnya molekul kidal dan kinan ada sama sekali, dan itulah sebabnya gula tak merasemat di rak.

Charles Townes dengan maser pertama (1954): sebuah berkas molekul amonia, yang dipilah sebuah medan listrik ke dalam keadaan inversi atasnya, menguatkan transisi 24\, GHz-nya dalam sebuah rongga — yaitu piranti pertama pancaran terangsang, enam tahun sebelum lasernya.
Charles Townes dengan maser pertama (1954): sebuah berkas molekul amonia, yang dipilah sebuah medan listrik ke dalam keadaan inversi atasnya, menguatkan transisi 24GHz24\,\mathrm{GHz}-nya dalam sebuah rongga — yaitu piranti pertama pancaran terangsang, enam tahun sebelum lasernya.

Metode 31.11 (Sumur dan penghalang)

(1) Tuliskanlah φ\varphi daerah demi daerah: e±ikx\eu^{\pm\iu kx} di tempat E>VE > V, e±κx\eu^{\pm\kappa x} di tempat E<VE < V, dengan k,κ=2mEV/k, \kappa = \sqrt{2m|E - V|}/\hbar. (2) Sesuaikanlah φ\varphi dan φ\varphi' di tiap batasnya (pada sebuah dinding takhingga, φ=0\varphi = 0). (3) Keadaan terikat: penyesuaiannya berpenyelesaian hanya bagi EE yang diskret — cacahlah secara grafis. (4) Hamburan: arusnya (A2B2)k/m(|A|^2 - |B|^2)\hbar k/m memberi RR dan TT. (5) Penerowongan: Te2κaT \sim \eu^{-2\kappa a}; orde besarannya dahulu, prafaktornya kemudian. (6) Sumur ganda: pembelahannya eκa\propto\eu^{-\kappa a}, layangannya pada Δ/h\Delta/h.

31.5 Latihan

Latihan 31.1

Sumur takhingga: sebuah elektron dalam 1nm1\,\mathrm{nm} (tentukanlah E1E_1, E2E_2, E3E_3, panjang gelombang foton 212 \to 1-nya); sebuah elektron dalam 0.1nm0.1\,\mathrm{nm}; sebuah nukleon dalam 5fm5\,\mathrm{fm}; sebuah kelereng 1g1\,\mathrm{g} dalam 10cm10\,\mathrm{cm} (E1E_1, dan bilangan kuantumnya bagi sebuah kelajuan 1cm/s1\,\mathrm{cm}/\mathrm{s}).

Solusi

Solusi Latihan 31.1.

1nm1\,\mathrm{nm}: 0.380.38\,, 1.501.50\,, 3.38eV3.38\,\mathrm{eV}; 212 \to 1: 1.13eV1.13\,\mathrm{eV}, 1.1µm1.1\,\text{µ}\mathrm{m}. 0.1nm0.1\,\mathrm{nm}: 38eV38\,\mathrm{eV}. Nukleonnya: 8MeV8\,\mathrm{MeV}. Kelerengnya: E1=5.5×1063JE_1 = 5.5 \times 10^{-63}\,\mathrm{J}; n=2mvL/h=3×1027n = 2mvL/h = 3 \times 10^{27}.

Latihan 31.2

Titik kuantum: sebuah nanohablur bersenjang 1.74eV1.74\,\mathrm{eV} mengurung sebuah pasangan elektron–lubang yang energi pengurungannya h2/8mL2h^2/8m^*L^2 dengan m=0.1mem^* = 0.1\,m_{\text{e}}. Tentukanlah panjang gelombang pancarannya bagi L=6L = 6, 44, 33, 2.5nm2.5\,\mathrm{nm}; warna yang mana?

Solusi

Solusi Latihan 31.2.

Pengurungannya 3.76eVnm2/L23.76\,\mathrm{eV}\,\mathrm{nm}^{2}/L^2: 0.100.10, 0.240.24, 0.420.42, 0.60eV0.60\,\mathrm{eV}; totalnya 1.841.84, 1.981.98, 2.162.16, 2.34eV2.34\,\mathrm{eV}: 673673\,, 628628\,, 574574\,, 530nm530\,\mathrm{nm} — merah, jingga, kuning-hijau, hijau.

Latihan 31.3

Penerowongan: sebuah elektron ber-V0E=4.5eVV_0 - E = 4.5\,\mathrm{eV}: tentukanlah κ\kappa; e2κa\eu^{-2\kappa a} bagi a=0.3a = 0.3, 0.50.5, 11, 2nm2\,\mathrm{nm}; faktornya tiap 0.1nm0.1\,\mathrm{nm}; hal yang sama bagi sebuah proton pada a=0.3nma = 0.3\,\mathrm{nm}.

Solusi

Solusi Latihan 31.3.

κ=1.09×1010m1\kappa = 1.09 \times 10^{10}\,\mathrm{m}^{-1}; e2κa\eu^{-2\kappa a}: 1.5×1031.5 \times 10^{-3}, 1.8×1051.8 \times 10^{-5}, 3×10103 \times 10^{-10}, 101910^{-19}; ×8.8\times 8.8 tiap 0.1nm0.1\,\mathrm{nm}; protonnya: κ\kappa menjadi 4343 kali lebih besar, e280\eu^{-280} pada 0.3nm0.3\,\mathrm{nm}.

Latihan 31.4

Tangga: sebuah elektron 2eV2\,\mathrm{eV} ke sebuah tangga 1eV1\,\mathrm{eV}: tentukanlah k1k_1, k2k_2, RR, TT. Hal yang sama bagi sebuah tangga turun 1eV1\,\mathrm{eV}. Mengapa ini mustahil secara klasik, dan apa analoginya bagi cahaya?

Solusi

Solusi Latihan 31.4.

k1=7.3×109m1k_1 = 7.3 \times 10^{9}\,\mathrm{m}^{-1}, k2=5.1×109m1k_2 = 5.1 \times 10^{9}\,\mathrm{m}^{-1}; R=0.03R = 0.03, T=0.97T = 0.97. Tangga turunnya: k2=8.9×109m1k_2 = 8.9 \times 10^{9}\,\mathrm{m}^{-1}, R=0.01R = 0.01. Sebuah partikel klasik tak pernah berbalik ketika ia mempunyai energinya; sebuah gelombang cahaya terpantul sebagian pada sebarang perubahan indeks.

Latihan 31.5 ★★

Sumur takhingga secara rinci. (a) Turunkanlah arasnya lalu normalkanlah. (b) Tunjukkanlah keortogonalannya. (c) Bagi n=1n = 1: tentukanlah x\langle x\rangle, Δx=L1/121/2π2\Delta x = L\sqrt{1/12 - 1/2\pi^2}, p=0\langle p\rangle = 0, Δp=π/L\Delta p = \pi\hbar/L; periksalah Heisenbergnya. (d) Sketsalah φn2|\varphi_n|^2 bagi nn yang besar lalu bandingkanlah dengan peluang klasik menemukan sebuah partikel yang memantul-mantul.

Solusi

Solusi Latihan 31.5.

(a), (b) Proposisi 31.1. (c) L/2L/2; 0.18L0.18L; 00; π/L\pi\hbar/L; hasil kalinya 0.57>/20.57\hbar > \hbar/2. (d) Ayunan cepat di sekitar reratanya 1/L1/L — yaitu kerapatan seragam klasiknya.

Latihan 31.6 ★★

Sumur berhingga. (a) Turunkanlah ktanka=κk\tan ka = \kappa bagi keadaan genapnya. (b) Tunjukkanlah secara grafis bahwa selalu ada sebuah keadaan terikat lalu cacahlah bagi R=1R = 1, 44, 1010. (c) Elektron, V0=1eVV_0 = 1\,\mathrm{eV}, 2a=1nm2a = 1\,\mathrm{nm}: tentukanlah RR, jumlah keadaannya, kedalaman tembus keadaan dasarnya (ambillah E0.26eVE \approx 0.26\,\mathrm{eV}). (d) Apa yang terjadi pada jumlah keadaan terikatnya ketika V0V_0 \to \infty, dan pada energinya?

Solusi

Solusi Latihan 31.6.

(a) Proposisi 31.3. (b) 11, 33, 77. (c) R=2.6R = 2.6, dua keadaan; κ=4.4×109m1\kappa = 4.4 \times 10^{9}\,\mathrm{m}^{-1}, kedalamannya 0.23nm0.23\,\mathrm{nm}. (d) Takhingga banyaknya, yang cenderung ke aras sumur takhingganya dari bawah.

Latihan 31.7 ★★

Tangga, E<V0E < V_0. (a) Tuliskanlah φ\varphi di kedua sisinya lalu carilah r=(kiκ)/(k+iκ)r = (k - \iu\kappa)/(k + \iu\kappa). (b) Tunjukkanlah r=1|r| = 1 lalu hitunglah fase rr-nya. (c) Tunjukkanlah bahwa arusnya lenyap bagi x>0x > 0 meskipun φ20|\varphi|^2 \ne 0 di sana. (d) Elektron 1eV1\,\mathrm{eV} di bawah puncaknya: berapa kedalaman tembusnya; bandingkanlah dengan gelombang evanesen pemantulan dalam total.

Solusi

Solusi Latihan 31.7.

(a) 1+r=t1 + r = t, ik(1r)=κt\iu k(1 - r) = -\kappa t. (b) Pembilang dan penyebutnya saling konjugat; fasenya 2arctan(κ/k)-2\arctan(\kappa/k). (c) ψψ\psi^*\psi' nyata bagi sebuah eksponensial yang nyata. (d) 0.2nm0.2\,\mathrm{nm}; seperti gelombang evanesen pemantulan total: hadir, tak mengemban fluks, dan mampu menyuapi sebuah medium kedua — itulah penerowongannya.

Latihan 31.8 ★★

Penghalangnya. (a) Tuliskanlah keempat syarat kesinambungannya lalu turunkanlah TT. (b) Nilailah secara eksak dan dengan hampirannya bagi E=V0/2E = V_0/2, κa=3\kappa a = 3; dan bagi κa=1\kappa a = 1. (c) Bagi E>V0E > V_0 tunjukkanlah T=[1+V02sin2(k2a)/4E(EV0)]1T = [1 + V_0^2\sin^2(k_2a)/4E(E - V_0)]^{-1} lalu carilah energi penerusan sempurnanya. (d) Tafsirkanlah (pikirkanlah lapisan antipantul Bab 15).

Solusi

Solusi Latihan 31.8.

(a) Teorema 31.6. (b) κa=3\kappa a = 3: eksaknya 1/(1+sinh23)=9.9×1031/(1 + \sinh^23) = 9.9 \times 10^{-3}, hampirannya 4e6=9.9×1034\eu^{-6} = 9.9 \times 10^{-3}; κa=1\kappa a = 1: 0.420.42 melawan 0.540.54. (c) κik2\kappa \to \iu k_2; T=1T = 1 bagi k2a=nπk_2a = n\pi. (d) Pantulan dari kedua mukanya saling meniadakan ketika penghalangnya sejumlah bulat setengah panjang gelombang — yaitu penerusan resonan.

Latihan 31.9 ★★

Gamow. Bagi penghalang Coulomb dari jari-jari intinya RnR_{\text{n}} sampai b=2Ze2/4πε0Eb = 2Ze^2/4\pi\varepsilon_0E, eksponennya adalah G=2κ ⁣dr=(22mE/)b[arccosRn/b(Rn/b)(1Rn/b)]G = 2\int\kappa\,\dd r = (2\sqrt{2mE}/\hbar)\,b\,[\arccos\sqrt{R_{\text{n}}/b} - \sqrt{(R_{\text{n}}/b)(1 - R_{\text{n}}/b)}]. (a) Z=90Z = 90, E=5MeVE = 5\,\mathrm{MeV}, Rn=8fmR_{\text{n}} = 8\,\mathrm{fm}: tentukanlah bb, GG, TT. (b) Frekuensi tumbukannya v/2Rnv/2R_{\text{n}} dan umurnya. (c) Ulangilah bagi E=4E = 4 dan 6MeV6\,\mathrm{MeV}: berapa nisbah umurnya. (d) Mengapa inti memancarkan partikel α\alpha alih-alih proton atau 12^{12}C?

Solusi

Solusi Latihan 31.9.

(a) b=52fmb = 52\,\mathrm{fm}; G=82G = 82; T=e822×1036T = \eu^{-82} \approx 2 \times 10^{-36}. (b) v=1.55×107m/sv = 1.55 \times 10^{7}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, 102110^{21} tumbukan tiap sekon: lajunya 2×1015s12 \times 10^{-15}\,\mathrm{s}^{-1}, umurnya 107\sim 10^7 tahun. (c) G=100G = 100 dan 6969: e18108\eu^{18} \approx 10^8 lebih lama, e13106\eu^{-13} \approx 10^{-6} lebih pendek. (d) Partikel α\alpha-nya terikat erat lalu pergi dengan energi positif; sebuah proton tidak; sebuah 12^{12}C bermuatan tiga kali lipat dan bereksponen jauh lebih besar (peluruhan gugus ada, pada 101010^{-10}).

Latihan 31.10 ★★★

Amonia. Pembelahannya Δ=1×104eV\Delta = 1 \times 10^{-4}\,\mathrm{eV}. (a) Tentukanlah frekuensi inversi dan periode ayunan penerowongannya. (b) Atom N-nya disiapkan pada satu sisi: tuliskanlah ψ(t)\psi(t) dan peluang menemukannya pada sisi lainnya. (c) ND3_3 menerowong pada 1.6GHz1.6\,\mathrm{GHz}: turunkanlah κa\kappa a dari nisbah pembelahannya jika Δeκa\Delta \propto \eu^{-\kappa a} dan κm\kappa \propto\sqrt m (mD=2mHm_{\text{D}} = 2m_{\text{H}}, penghalangnya tak berubah). (d) Mengapa sebuah molekul kiral dapat tetap kidal bertahun?

Solusi

Solusi Latihan 31.10.

(a) 24GHz24\,\mathrm{GHz}; 41ps41\,\mathrm{ps}. (b) ψ=(φ+eiE+t/+φeiEt/)/2\psi = (\varphi_+\eu^{-\iu E_+t/\hbar} + \varphi_-\eu^{-\iu E_-t/\hbar})/\sqrt2; P=sin2(πνt)P = \sin^2(\pi\nu t). (c) e(21)κa=15\eu^{(\sqrt2 - 1) \kappa a} = 15: κa=6.5\kappa a = 6.5. (d) Gugus yang lebih berat dan penghalang yang lebih tinggi membuat periode penerowongannya lebih lama daripada bertahun.

Latihan 31.11 ★★★

STM-nya. Φ=4.5eV\Phi = 4.5\,\mathrm{eV}, d=0.5nmd = 0.5\,\mathrm{nm}, panjarnya 0.1V0.1\,\mathrm{V}, I=1nAI = 1\,\mathrm{nA}. (a) Tentukanlah κ\kappa, faktor II tiap 0.1nm0.1\,\mathrm{nm}, resolusi tingginya jika II terukur sampai 1%1\%. (b) Elektron tiap sekon dalam arusnya. (c) Atom puncak ujungnya 0.25nm0.25\,\mathrm{nm} lebih dekat daripada tetangganya (yang 0.25nm0.25\,\mathrm{nm} jauhnya secara mendatar, sehingga d=d2+0.252d' = \sqrt{d^2 + 0.25^2}): berapa bagian arus yang diembannya. (d) Sebuah kerangka baja 1cm1\,\mathrm{cm} memuai sebesar αLΔT\alpha L\Delta T dengan α=1×105K1\alpha = 1 \times 10^{-5}\,\mathrm{K}^{-1}: kemantapan suhu berapa yang dituntut sepikometer, dan bagaimana rancangannya menyiasatinya?

Solusi

Solusi Latihan 31.11.

(a) 1.09×1010m11.09 \times 10^{10}\,\mathrm{m}^{-1}; ×8.8\times 8.8; 1%1\% dari II adalah 0.5pm0.5\,\mathrm{pm}. (b) 6×1096 \times 10^9. (c) Tiap tetangganya di d=0.56nmd' = 0.56\,\mathrm{nm} mengemban e2κ×0.06nm=0.28\eu^{-2\kappa \times 0.06\,\text{nm}} = 0.28 arus puncaknya; puncaknya mengemban sekitar separuhnya. (d) 105K10^{-5}\,\mathrm{K} — mustahil; rancangan yang setangkup yang ujung dan cuplikannya memuai bersama, payaran yang cepat, bahan bermuai rendah, dan umpan baliknya.

Latihan 31.12 ★★★

Sebuah laser sumur kuantum. Sebuah lapisan GaAs 10nm10\,\mathrm{nm} (senjangnya 1.42eV1.42\,\mathrm{eV}, me=0.067mem_{\text{e}}^* = 0.067\,m_{\text{e}}, mh=0.45mem_{\text{h}}^* = 0.45\,m_{\text{e}}) di antara penghalang yang 0.3eV0.3\,\mathrm{eV} lebih tinggi. (a) Tentukanlah energi pengurungan dasar elektron dan lubangnya (sumur takhingga). (b) Energi foton dan panjang gelombang lasernya. (c) Lebarnya bagi 780nm780\,\mathrm{nm}. (d) Dengan penghalang yang berhingga, berapa banyak keadaan elektron terikat yang dimuat sumur 10nm10\,\mathrm{nm}-nya?

Solusi

Solusi Latihan 31.12.

(a) 0.0560.056\, dan 0.008eV0.008\,\mathrm{eV}. (b) 1.48eV1.48\,\mathrm{eV}, 835nm835\,\mathrm{nm}. (c) Pengurungannya 0.17eV0.17\,\mathrm{eV}: L=6.1nmL = 6.1\,\mathrm{nm}. (d) R=3.6R = 3.6: tiga.

31.6 Soal: STM, partikel alfa dan maser amonia

Soal 31.1

Soal akhir pekan — tiga terowongan

Data: =1.05×1034Js\hbar = 1.05 \times 10^{-34}\,\mathrm{J}\,\mathrm{s}, h=6.63×1034Jsh = 6.63 \times 10^{-34}\,\mathrm{J}\,\mathrm{s}, me=9.11×1031kgm_{\text{e}} = 9.11 \times 10^{-31}\,\mathrm{kg}, mα=6.64×1027kgm_\alpha = 6.64 \times 10^{-27}\,\mathrm{kg}, e2/4πε0=1.44MeVfme^2/4\pi\varepsilon_0 = 1.44\,\mathrm{MeV}\,\mathrm{fm}, 1eV1\,\mathrm{eV} =1.60×1019J= 1.60 \times 10^{-19}\,\mathrm{J}.

Bagian I — Mikroskop terowongan payarnya. Ujung dan cuplikannya dari wolfram (Φ=4.5eV\Phi = 4.5\,\mathrm{eV}); celahnya dd; panjarnya 50mV50\,\mathrm{mV}; arusnya adalah I=I0e2κdI = I_0\eu^{-2\kappa d}.

  1. Tentukanlah κ\kappa bagi elektron pada aras Fermi yang menghadapi penghalang hampanya Φ\Phi.
  2. Faktor perubahan II bagi Δd=0.1nm\Delta d = 0.1\,\mathrm{nm}; bagi 1pm1\,\mathrm{pm}.
  3. Umpan baliknya menahan II tetap sampai 1%1\%: berapa derau tingginya.
  4. I=1nAI = 1\,\mathrm{nA}: berapa elektron tiap sekon; waktu rerata antara dua elektron, dibandingkan dengan “waktu” penerowongannya /Φ\sim\hbar/\Phi.
  5. Atom puncaknya dan tetangganya yang 0.25nm0.25\,\mathrm{nm} jauhnya secara mendatar, d=0.5nmd = 0.5\,\mathrm{nm}: berapa bagian atom puncaknya; mengapa satu atom saja cukup untuk mencitrakan atom.
  6. Sebuah atom teradsorpsi setinggi 0.1nm0.1\,\mathrm{nm}: berapa perubahan II dalam ragam tinggi tetapnya; mengapa ragam arus tetapnya lebih disukai.
  7. Sebuah kerangka logam 2cm2\,\mathrm{cm}, α=1×105K1\alpha = 1 \times 10^{-5}\,\mathrm{K}^{-1}: berapa perubahan suhu yang menggerakkan ujungnya sebesar 1pm1\,\mathrm{pm}; bagaimana instrumennya menyiasatinya (kesetangkupan, kecepatan, bahan bermuai rendah)?
  8. Dengan panjar 1V1\,\mathrm{V} penghalangnya tak lagi segi empat: sketsalah lalu katakanlah apakah II tumbuh lebih cepat atau lebih lambat daripada linear dengan VV.
  9. Pada sebuah bercak teroksidasi fungsi kerjanya 3eV3\,\mathrm{eV} alih-alih 4.5eV4.5\,\mathrm{eV}: seberapa jauh ujungnya menarik diri dalam ragam arus tetap di atas sebuah permukaan yang rata sempurna? Lalu apa yang dicitrakan STM-nya?

Bagian II — Peluruhan alfa sebuah inti Z=92Z = 92, A=238A = 238. Partikel α\alpha-nya (E=4.2MeVE = 4.2\,\mathrm{MeV}) bergerak dalam sebuah inti berjari-jari Rn=8fmR_{\text{n}} = 8\,\mathrm{fm}; di luarnya, energi Coulombnya adalah V(r)=2(Z2)e2/4πε0rV(r) = 2(Z - 2)e^2/4\pi\varepsilon_0r.

  1. Tinggi penghalangnya di RnR_{\text{n}}; titik balik klasiknya bb.
  2. Kelajuan α\alpha-nya di dalamnya dan frekuensi tumbukannya pada dindingnya.
  3. Eksponen Gamownya G=(22mE/)b[arccosRn/b(Rn/b)(1Rn/b)]G = (2\sqrt{2mE}/\hbar)\,b\,[\arccos\sqrt{R_{\text{n}}/b} - \sqrt{(R_{\text{n}}/b)(1 - R_{\text{n}}/b)}] dan T=eGT = \eu^{-G}.
  4. Laju peluruhan dan waktu paruhnya; bandingkanlah dengan 4.5×1094.5 \times 10^9 tahun yang terukur.
  5. Hal yang sama dengan E=5.2MeVE = 5.2\,\mathrm{MeV} (sebuah isotop lain): berapa waktu paruhnya; dan kepekaan Geiger–Nuttallnya.
  6. Dengan mengambil Rn=9fmR_{\text{n}} = 9\,\mathrm{fm} alih-alih 8fm8\,\mathrm{fm}: apa efeknya pada waktu paruhnya; ulaslah ketelitian taksiran semacam itu.
  7. Mengapa penerowongan sebuah proton (bermuatan 11, bermassa 1/41/4) tak teramati dari inti yang sama, dan begitu pula penerowongan sebuah 12^{12}C (bermuatan 66)?
  8. Partikel α\alpha-nya muncul dengan 4.2MeV4.2\,\mathrm{MeV} penuh meskipun ia “lewat di bawah” sebuah dinding 30MeV30\,\mathrm{MeV}: kekalkah energinya?

Bagian III — Maser amonianya. Atom N-nya menerowong menembus bidang H3_3-nya; aras dasarnya terbelah sebesar Δ=9.8×105eV\Delta = 9.8 \times 10^{-5}\,\mathrm{eV}.

  1. Frekuensi dan panjang gelombang transisi inversinya.
  2. Tuliskanlah keadaan setangkup dan taksetangkupnya dalam “N atas” dan “N bawah”; yang mana yang lebih rendah, dan mengapa?
  3. Sebuah molekul yang disiapkan “N atas”: tentukanlah ψ(t)\psi(t), peluang “bawah” pada saat tt, dan periodenya.
  4. Nisbah Boltzmann kedua arasnya pada 300K300\,\mathrm{K}: dapatkah populasi termalnya memberi sebuah maser? Bagaimana pembalikannya diperoleh (sebuah medan listrik pemilah keadaan)?
  5. Energi fotonnya dalam joule; berapa molekul yang harus memancar tiap sekon bagi sebuah keluaran 1×1010W1 \times 10^{-10}\,\mathrm{W}.
  6. ND3_3 menerowong pada 1.6GHz1.6\,\mathrm{GHz}: turunkanlah κa\kappa a bagi NH3_3 dengan menganggap Δeκa\Delta \propto \eu^{-\kappa a} dengan κm\kappa \propto \sqrt{m}.
  7. Masernya adalah jam atom yang pertama: mengapa sebuah frekuensi penerowongan merupakan jam yang baik dan efek apa yang menggesernya?
  8. Ringkaslah: kuantisasi dari pengurungan, penerowongan dari keevanesenan, dan apa yang menetapkan eksponennya.
Solusi

Solusi Soal 31.1.

1. κ=2mΦ/=1.09×1010m1\kappa = \sqrt{2m\Phi}/\hbar = 1.09 \times 10^{10}\,\mathrm{m}^{-1}.

2. e2.2=8.8\eu^{2.2} = 8.8; e0.022\eu^{0.022}: 2.2%2.2\% tiap pikometer.

3. 0.5pm0.5\,\mathrm{pm}.

4. 6×1096 \times 10^9 tiap sekon; terpisah 0.16ns0.16\,\mathrm{ns}, melawan /Φ1016s\hbar/\Phi \sim 10^{-16}\,\mathrm{s}: satu demi satu.

5. Sekitar separuhnya; sisanya meluruh begitu cepat dengan jaraknya sehingga citranya adalah citra satu atom.

6. ×8.8\times 8.8; arus tetapnya menjaga ujungnya selamat lalu mengubah eksponensialnya menjadi sebuah tinggi yang linear.

7. ΔT=1012/(105×0.02)=5×106K\Delta T = 10^{-12}/(10^{-5} \times 0.02) = 5 \times 10^{-6}\,\mathrm{K}; dudukan yang setangkup, kecepatan, bahan bermuai rendah, dan sebuah umpan balik yang mengikuti hanyutannya.

8. Sebuah trapesium, yang direndahkan pada sisi pengumpulnya: penghalang efektifnya menipis dan II tumbuh lebih cepat daripada linear.

9. κ=0.89×1010m1\kappa' = 0.89 \times 10^{10}\,\mathrm{m}^{-1}; pada 0.5nm0.5\,\mathrm{nm} eksponennya turun dari 10.910.9 menjadi 8.98.9, I×7I \times 7: ujungnya menarik diri sebesar ln7/2κ0.1nm\ln 7/2\kappa' \approx 0.1\,\mathrm{nm} — yaitu sebuah bonggol yang elektronik, bukan geometrik.

10. V(Rn)=2×90×1.44/8=32MeVV(R_{\text{n}}) = 2 \times 90 \times 1.44/8 = 32\,\mathrm{MeV}; b=62fmb = 62\,\mathrm{fm}.

11. v=1.4×107m/sv = 1.4 \times 10^{7}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; 9×10209 \times 10^{20} tumbukan tiap sekon.

12. G=96G = 96; T=e961042T = \eu^{-96} \approx 10^{-42}.

13. Lajunya 1021s1\sim 10^{-21}\,\mathrm{s}^{-1}, waktu paruhnya 1013\sim 10^{13} tahun — seribu kali nilai yang terukur: bagi sebuah eksponen seratus, sebuah model kasar sudah baik jika mendarat dalam beberapa orde besaran.

14. G=79G = 79: e17107\eu^{17} \approx 10^7 kali lebih pendek, sekitar 10610^6 tahun — satu MeV tambahan, tujuh orde besaran.

15. G=92G = 92: e4.590\eu^{4.5} \approx 90 kali lebih pendek — sefermi jari-jari adalah dua orde besaran.

16. Sebuah proton tak terbentuk lebih dahulu dengan energi positif (ia terikat sekitar 7MeV7\,\mathrm{MeV}); sebuah 12^{12}C bermuatan tiga kali lipat dan bereksponen tiga kali lebih besar.

17. Ya: partikel α\alpha-nya selalu mempunyai 4.2MeV4.2\,\mathrm{MeV}; fungsi gelombangnya sekadar mempunyai sebuah bagian evanesen di bawah penghalangnya, yang di sana tak ada pengukuran yang menemukannya dengan energi kinetik negatif.

18. 23.7GHz23.7\,\mathrm{GHz}; 1.27cm1.27\,\mathrm{cm}.

19. (±)/2(|{\uparrow}\rangle \pm |{\downarrow}\rangle)/\sqrt2; yang setangkup lebih rendah — tanpa simpul, kelengkungannya lebih kecil.

20. ψ=(φ+eiE+t/+φeiEt/)/2\psi = (\varphi_+\eu^{-\iu E_+t/\hbar} + \varphi_-\eu^{-\iu E_-t/\hbar})/\sqrt2; P=sin2(πνt)P_{\downarrow} = \sin^2(\pi\nu t); periodenya 42ps42\,\mathrm{ps}.

21. eΔ/kBT=0.996\eu^{-\Delta/k_BT} = 0.996: nyaris sama, tanpa pembalikan; sebuah medan listrik yang taksergam memilah berkasnya lalu mengirimkan molekul berkeadaan atas ke dalam rongganya.

22. 1.6×1023J1.6 \times 10^{-23}\,\mathrm{J}; 6×10126 \times 10^{12} molekul tiap sekon.

23. κa=6.5\kappa a = 6.5.

24. Ia ditetapkan molekulnya sendiri, serupa bagi tiap molekulnya, dan tak peka terhadap luarnya; geserannya datang dari efek Doppler dalam berkasnya, medan listrik liar, tumbukan dan tarikan rongganya.

25. Pengurungan mengkuantumkan (Enn2/L2E_n \propto n^2/L^2); keevanesenan meloloskan gelombangnya (Te2κaT \sim \eu^{-2\kappa a}); eksponennya ditetapkan 2m(V0E)/\sqrt{2m(V_0 - E)}/\hbar dan lebarnya — massa, tinggi, jarak.