Berdirilah di atas jembatan dan amatilah sungainya. Sehelai daun hanyut melewatinya, mempercepat di antara pilar-pilarnya, melambat di lubuk di bawahnya, berputar sekali dalam sebuah olakan, lalu berlalu. Sungainya dapat kita lukiskan dengan mengikuti daun itu — kedudukan dan kecepatannya pada setiap saat — atau dengan berdiri diam dan mencatat, di setiap titik sungainya, secepat apa airnya lewat. Lukisan yang kedua itulah milik seorang fisikawan fluida: sebuah medan kecepatan. Bab ini menyiapkan kedua lukisan itu, belajar menghitung percepatan sebuah partikel dari medannya, menuliskan kekekalan massa sebagai hukum lokal, dan menggolongkan aliran menurut berpusar atau tidaknya — kosakata yang akan diperlukan persamaan Euler dan Navier.
Sebuah sungai yang melewati jembatan: air yang cepat dan mulus di antara pilarnya, olakan di belakangnya — sebuah medan kecepatan yang harus dibaca di titik-titik tetap, bukan satu lintasan yang harus diikuti.
2.1 Lukisan kontinum
Definisi 2.1(Partikel fluida; hipotesis kontinum)
Yang disebut partikel fluida adalah volume fluida yang cukup kecil untuk diperlakukan sebagai titik pada skala alirannya, namun cukup besar untuk memuat molekul dalam jumlah amat besar, sehingga massa jenisnya ρ, tekanannya P, suhunya T dan kecepatan rata-ratanya v merupakan rerata yang terdefinisi baik (skala mesoskopik, lazimnya satu mikrometer). Hipotesis kontinum mengandaikan skala semacam itu ada: jalan bebas rata-rata ℓ molekulnya harus jauh lebih kecil daripada skala L alirannya, ℓ/L≪1. Di udara pada tekanan atmosfer ℓ≈70nm; dalam zat cair ℓ seukuran molekulnya. Fluidanya lalu dilukiskan oleh medanρ(M,t), P(M,t), v(M,t) yang terdefinisi di setiap titik.
Definisi 2.2(Lukisan Lagrange dan lukisan Euler)
Lukisan Lagrange mengikuti setiap partikel fluida: kedudukannya r(t) dan kecepatannya dr/dt sebagai fungsi waktu dan kedudukan awalnya. Lukisan Euler memberikan, di setiap titik tetap M dan saat t, kecepatan v(M,t) partikel yang sedang lewat di M pada saat itu. Yang disebut garis lintasan adalah lintasan sebuah partikel; garis arus pada saat t adalah kurva yang menyinggung v(M,t) di setiap titiknya; tabung arus adalah permukaan yang tersusun dari garis-garis arus yang melalui sebuah kurva tertutup. Sebuah aliran bersifat tunak apabila medan Eulernya tak bergantung pada waktu, ∂v/∂t=0; garis arus dan garis lintasannya lalu berimpit dan tetap.
Contoh 2.3(Dua lukisan bagi satu aliran)
Air dalam selang taman berpenampang S dengan debit Q bergerak dengan v=Q/S di mana-mana: medan Eulernya seragam dan gerak Lagrange setiap partikelnya beraturan. Di dalam corong yang menyempit medan Eulernya tetap tunak tetapi v bertambah sepanjang sumbunya: setiap partikel dipercepat ketika melewatinya, walaupun tak ada apa pun di titik tetap mana pun yang berubah menurut waktu. Itulah hal pertama yang harus dipelajari lukisan Euler untuk dinyatakan.
Kiri: aliran tunak yang menyempit — garis arusnya tetap, sebuah partikel bertanda mengikuti salah satunya dan dipercepat ketika tabungnya menyempit. Kanan: lukisan Euler mencatat vektor kecepatan di titik-titik tetap; lukisan Lagrange mengikuti satu partikel sepanjang garis lintasannya.
2.2 Turunan partikel
Teorema 2.4(Turunan partikel (turunan material))
Laju perubahan besaran G(M,t) (skalar atau vektor) bagi partikel fluida yang lewat di M pada saat t adalah
dengan (v⋅grad)=vx∂x+vy∂y+vz∂z. Suku pertama adalah laju perubahan lokal (di titik tetap), dan suku kedua adalah laju perubahan konvektif (sebab partikelnya berpindah ke tempat yang nilai G-nya berbeda). Untuk kecepatannya, (v⋅grad)v=grad(v2/2)+(curlv)∧v.
Bukti. Dalam dt partikelnya berpindah dari M ke M+vdt, jadi dG=G(M+vdt,t+dt)−G(M,t)=∂tGdt+dt(vx∂x+vy∂y+vz∂z)G sampai orde pertama (aturan rantai bagi fungsi empat variabel). Kesamaan vektornya diperiksa pada komponen x: [grad(v2/2)]x=vx∂xvx+vy∂xvy+vz∂xvz dan [(curlv)∧v]x=vy(∂yvx−∂xvy)+vz(∂zvx−∂xvz) (dengan komponen curlv yang diberikan di bawah dalam Definisi 2.12); jumlahnya adalah vx∂xvx+vy∂yvx+vz∂zvx. ∎
Contoh 2.5(Percepatan dalam corong tunak)
Aliran satu dimensi tunak v(x)=v0(1+x/L) sepanjang sebuah corong: suku lokalnya lenyap, dan a=vdv/dx=v02(1+x/L)/L. Sebuah partikel yang masuk dengan v0=2m/s dan keluar dengan 2v0 sepanjang L=5cm merasakan a=80 sampai 160m/s2: delapan sampai enam belas g, dalam aliran yang tak satu pun besarannya bergantung pada waktu.
Contoh 2.6(Lokal lawan konvektif)
Suhu di sebuah stasiun cuaca turun sepanjang malam (∂T/∂t<0: lokal), dan turun bagi sebongkah udara yang terbawa angin ke utara (v⋅gradT<0: konvektif, atau adveksi). Sebuah termometer pada balon yang hanyut bersama angin mencatat jumlah keduanya, DT/Dt; stasiun cuacanya hanya mencatat suku pertama.
2.3 Kekekalan massa
Definisi 2.7(Debit massa dan debit volume)
Yang disebut debit massa lewat permukaan terorientasi S adalah massa yang menyeberanginya tiap satuan waktu, Dm=∑ρv⋅ndS — fluks rapat arus massaj=ρv (satuan kgm−2s−1); debit volumenya adalah DV=∑v⋅ndS (m3/s). Untuk kecepatan seragam yang tegak lurus penampang datar seluas S, Dm=ρvS dan DV=vS.
Bukti. Dalam dt fluida yang menyeberangi unsur dS adalah yang termuat dalam tabung serong beralas dS dan bergaris pelukis vdt, bervolume v⋅ndSdt dan bermassa ρ kali itu. ∎
adalah divergensi sebuah medan vektor: fluks total A yang keluar lewat permukaan sebuah volume kecil, tiap satuan volume. Setara dengan itu, Dρ/Dt+ρdivv=0.
Bukti. Ambillah kotak tetap [x,x+dx]×[y,y+dy]×[z,z+dz]. Massanya ρdxdydz berubah dengan laju ∂tρdxdydz. Massa masuk lewat sisi di x dengan laju jx(x)dydz dan keluar lewat sisi di x+dx dengan jx(x+dx)dydz: keluaran total ∂xjxdxdydz, dan begitu pula bagi y dan z. Kekekalan massa — tak ada massa yang diciptakan — memberi ∂tρ=−(∂xjx+∂yjy+∂zjz). Bentuk keduanya menyusul dari div(ρv)=v⋅gradρ+ρdivv. ∎
Catatan 2.9(Divergensi, perjumpaan pertama)
Penurunannya memperlihatkan apa yang diukur div: fluks yang meninggalkan sebuah kotak kecil tiap satuan volume. Dijumlahkan atas kotak-kotak yang mengubin volume berhingga V, sisi-sisi dalamnya saling meniadakan berpasangan dan hanya permukaan luarnya yang tersisa: ∬∂VA⋅ndS=∭VdivAdτ — teorema divergensi (Ostrogradski), yang akan kita nyatakan selayaknya dalam Bab 11 dan kita pakai di sepanjang elektromagnetisme; teorema itu dibuktikan dalam jilid matematika Tahun ke-3. Diintegralkan atas volume tetap, hukum lokalnya berbunyi dmV/dt=−Dmluar: massa di dalamnya berubah sebanyak yang menyeberangi batasnya.
Kiri: neraca massa sebuah kotak tetap — keluaran total lewat keenam sisinya, tiap satuan volume, adalah divergensi ρv. Kanan: dalam aliran tunakdebit massanya sama lewat setiap penampang sebuah tabung arus.
Akibat 2.10(Aliran tak termampatkan; tabung arus)
Sebuah aliran bersifat tak termampatkan apabila massa jenis setiap partikelnya tetap, Dρ/Dt=0, yang setara dengan
divv=0.
Zat cair homogen mengalir secara tak termampatkan; demikian pula gas pada kelajuan yang jauh di bawah kelajuan bunyi (lihat Bab 7). Dalam aliran tunakdebit massaρvS sama lewat setiap penampang sebuah tabung arus; jika alirannya tak termampatkan dan ρ seragam pula, vS tetap: fluidanya mempercepat di tempat tabungnya menyempit.
Bukti.Dρ/Dt=−ρdivv. Untuk tabungnya, terapkanlah neraca terintegralkan pada volume antara dua penampang: tak ada fluks lewat permukaan sisinya (kecepatannya menyinggung), keadaannya tunak, jadi masukan sama dengan keluaran. ∎
Contoh 2.11(Darah)
Aorta (berpenampang 2.5cm2) mengalirkan 5L/min=83cm3/s: v=33cm/s. Aliran yang sama lewat sekitar 1010 pembuluh kapiler yang penampang totalnya sekitar 2500cm2: v=0.3mm/s — cukup lambat bagi pertukaran lewat dindingnya, dan itulah gunanya percabangan itu.
2.4 Vortisitas dan aliran irotasional
Definisi 2.12(Vortisitas)
Yang disebut vortisitas sebuah aliran adalah medan vektor
Sebuah unsur fluida kecil yang berpusat di M berputar, sebagai keseluruhan, dengan kecepatan sudut Ω=21ω(M). Dalam rotasi benda tegarv=Ω∧OM vortisitasnya seragam, ω=2Ω; dalam aliran geser bidang v=kyex nilainya ω=−kez: kincir kecil yang dijatuhkan dalam aliran geser berputar walaupun garis arusnya lurus.
Bukti. Di dekat M, v(M+ϵ)=v(M)+Gϵ dengan G matriks ∂jvi; belahlah ia menjadi bagian simetriknya (regangan murni, yang meregangkan unsurnya tanpa memutarnya sebagai keseluruhan) dan bagian antisimetriknya, yang matriksnya 21(∂jvi−∂ivj) adalah matriks ϵ↦21ω∧ϵ (Teorema 1.2). Rotasi tegar terhadap ez: v=Ω(−y,x,0), ωz=∂xvy−∂yvx=2Ω. Geser: ωz=−∂y(ky)=−k. ∎
Definisi 2.14(Potensial kecepatan; sirkulasi)
Dalam aliran irotasional kecepatannya diturunkan dari sebuah potensial kecepatan: v=gradφ (sirkulasi v sepanjang sebuah lintasan lalu hanya bergantung pada ujungnya, ∫ABv⋅dl=φ(B)−φ(A)). Jika alirannya juga tak termampatkan, Δφ=divgradφ=0: potensialnya menuruti persamaan Laplace, persis seperti potensial elektrostatik di daerah tanpa muatan — sebuah aliran potensial. Sirkulasi kecepatan sepanjang kurva tertutup C adalah Γ=∮Cv⋅dl.
Bukti. Bahwa medan tanpa curl pada daerah terhubung sederhana adalah sebuah gradien, dan bahwa gradien tak ber-curl (∂y∂zφ=∂z∂yφ), adalah milik jilid matematika Tahun ke-2; persamaan Laplacenya menyusul dari divv=0. ∎
Contoh 2.15(Tiga aliran bidang)
(i) Aliran stagnasiv=k(x,−y): divv=0, ω=0, φ=21k(x2−y2); garis arusnya xy= tetap, hiperbola — pancaran yang menumbuk dinding, di dekat sumbunya. (ii) Vorteks titikv=2πrΓeθ (koordinat kutub bidang): tak termampatkan dan irotasional di mana-mana kecuali di r=0, φ=Γθ/2π (bernilai banyak), dan sirkulasinya pada lingkaran mana pun mengelilingi pusatnya adalah Γ — vortisitasnya terpusat pada sumbunya. (iii) Vorteks Rankine: sebuah inti r<a dalam rotasi tegar vθ=Ωr (vortisitas2Ω) yang disambung dengan vorteks titikvθ=Ωa2/r di luarnya: model sebuah puting beliung, pusaran air di bak mandi atau olakan di belakang pilar jembatan — kecepatannya memuncak di tepi intinya.
Untuk simpal bidang kecil seluas dS dengan normal n, sirkulasinya adalah ∮v⋅dl=ω⋅ndS — vortisitasnya adalah sirkulasi tiap satuan luas, persis seperti divergensi adalah fluks tiap satuan volume. (Periksalah pada rotasi tegar: 2πr⋅Ωr=2Ω⋅πr2.) Dijumlahkan atas sebuah permukaan, ini memberi teorema Stokes, ∮Cv⋅dl=∬Scurlv⋅ndS, yang dinyatakan dalam Bab 11. Sebuah sayap membangkitkan gaya angkat dengan mengemban sirkulasi di sekelilingnya; garis vorteks bertahan dalam fluida sempurna (teorema Kelvin) — itulah sebabnya olakan di belakang pilarnya bertahan begitu lama.
Metode 2.17(Membaca sebuah medan kecepatan)
Diberikan v(M,t): (1) tunakkah ia? (∂tv=0); (2) tak termampatkankah ia? (divv=0); (3) irotasionalkah ia? (curlv=0; jika ya carilah φ); (4) carilah garis arusnya dari dx/vx=dy/vy=dz/vz pada t tetap, dan garis lintasannya dari dr/dt=v(r,t); (5) hitunglah percepatannya ∂tv+(v⋅grad)v. Dalam koordinat kutub bidang (r,θ), divv=r1∂r∂(rvr)+r1∂θ∂vθ dan ωz=r1∂r∂(rvθ)−r1∂θ∂vr (diterima di sini; diturunkan dalam Bab 11).
2.5 Latihan
Latihan 2.1★
Jalan bebas rata-rata udara adalah 70nm pada 1bar dan berubah sebagai 1/P. Sahihkah lukisan kontinum bagi (a) udara di sekeliling mobil, (b) udara dalam mikrosaluran 1µm pada 1bar, (c) udara pada ketinggian 100km (P≈3×10−7bar) di sekeliling satelit 1m? Berikanlah ℓ/L dalam tiap hal.
Solusi
Solusi Latihan 2.1.
(a) ℓ/L∼7×10−8: kontinum. (b) 0.07: ambang — hukum kontinumnya mulai gagal (selip di dindingnya). (c) ℓ=70×10−9/3×10−7=0.23m, ℓ/L=0.23: bukan kontinum; gasnya adalah hujan molekul yang saling bebas (rezim bebas molekuler).
Latihan 2.2★
Aliran satu dimensi tunak v(x)=v0(1+x/L) untuk 0≤x≤L. Percepatan sebuah partikel di x; waktu yang diperlukannya untuk menyeberang dari 0 ke L; bandingkanlah dengan L/v0 dan L/2v0.
Solusi
Solusi Latihan 2.2.
a=vdv/dx=v02(1+x/L)/L (dari v02/L sampai 2v02/L). dx/dt=v0(1+x/L): t=(L/v0)ln2=0.69L/v0, antara L/2v0 dan L/v0.
Latihan 2.3★
Dalam pipa berjari-jari R profil kecepatannya adalah v(r)=vmax(1−r2/R2) sepanjang sumbunya. Tentukanlah debit volume; kelajuan rata-rata ⟨v⟩=DV/πR2; angkanya untuk R=5mm, vmax=0.4m/s.
Untuk tiap medan, katakanlah apakah alirannya tak termampatkan dan apakah ia irotasional; berikanlah vortisitasnya: (a) v=(ax,−ay,0); (b) v=(−Ωy,Ωx,0); (c) v=(ax,ay,0); (d) v=(ky,0,0); (e) v=(ax,−ay,bz) — untuk b berapakah ia tak termampatkan?
Solusi
Solusi Latihan 2.4.
(a) div=0, ω=0: tak termampatkan, irotasional. (b) div=0, ωz=2Ω: rotasi tegar. (c) div=2a=0, irotasional (sebuah sumber bidang). (d) div=0, ωz=−k: geser. (e) div=b: tak termampatkan jika dan hanya jika b=0; irotasional untuk setiap b.
Latihan 2.5★★
Sebuah selang taman berdiameter dalam 12mm mengisi ember 10L dalam 50s. Kelajuan dalam selangnya; kelajuan dalam corong 3mm; jika corongnya menyempit sepanjang 4cm, perkirakanlah percepatan rata-rata partikel yang menyeberanginya (dalam g); waktu yang dihabiskan dalam corongnya.
Solusi
Solusi Latihan 2.5.
DV=0.20L/s. Selang S=1.13cm2: v=1.8m/s; corong S=7.1mm2: v=28m/s. Percepatan rata-rata Δ(v2/2)/L=(282−1.82)/0.08≈1×104m/s2≈1000g. Waktunya ≈∫dx/v: beberapa milisekon (4ms untuk profil kelajuan linear).
Latihan 2.6★★
Aliran bidang tak tunak v=(U,Vcosωt) dengan U, V, ω tetap. (a) Garis arusnya pada saat t. (b) Garis lintasan partikel yang berada di titik asal pada t=0. (c) Sketsalah keduanya untuk V=U pada t=0 dan pada t=π/2ω; mengapa keduanya berbeda? (d) Percepatan sebuah partikel.
Solusi
Solusi Latihan 2.6.
(a) dy/dx=(V/U)cosωt: garis lurus berkemiringan (V/U)cosωt, semuanya sejajar, memiring menurut waktu. (b) x=Ut, y=(V/ω)sinωt: sinusoida y=(V/ω)sin(ωx/U). (c) Pada t=0 garis arusnya berada pada 45∘ dan garis lintasannya berangkat dari titik asal pada 45∘; pada t=π/2ω garis arusnya mendatar sementara garis lintasannya sinusoida tetap. Keduanya berbeda sebab alirannya tak tunak: garis arus adalah sebuah potret, garis lintasan sebuah riwayat. (d) a=∂tv=(0,−Vωsinωt) — medannya seragam, jadi suku konvektifnya lenyap.
Latihan 2.7★★
Sebuah sungai selebar 50m dan sedalam 2.0m mengalir dengan 1.2m/s. (a) Debitnya. (b) Ia memasuki ngarai selebar 15m dan sedalam 4.0m: kelajuannya. (c) Anak sungai menambahkan 30m3/s; di hilirnya sungai itu selebar 60m dan sedalam 2.5m: kelajuannya. (d) Gas panas mengalir tunak dalam pipa berpenampang tetap; di antara dua titik suhunya menjadi dua kali lipat pada tekanan tetap: apa yang terjadi pada kelajuannya?
Solusi
Solusi Latihan 2.7.
(a) DV=50×2×1.2=120m3/s. (b) 120/60=2.0m/s. (c) 150/150=1.0m/s. (d) ρ∝1/T pada P tetap menjadi separuh; ρvS kekal: kelajuannya menjadi dua kali lipat.
Latihan 2.8★★
Vorteks Rankine.vθ=Ωr untuk r<a, vθ=Ωa2/r untuk r>a. (a) Vortisitas di tiap daerah (pakailah rumus kutubnya). (b) Sirkulasi pada lingkaran berjari-jari r yang berpusat pada sumbunya, di kedua daerahnya; kaitkanlah dengan fluks vortisitasnya. (c) Sebuah puting beliung: a=50m, vmax=70m/s: Ω, Γ, dan kelajuannya di 500m. (d) Irotasionalkah aliran intinya? Bagian luarnya? Di manakah “rotasinya” secara fisis?
Solusi
Solusi Latihan 2.8.
(a) ωz=r1drd(rvθ): 2Ω di dalam, 0 di luar. (b) Di dalam Γ=2πr⋅Ωr=2Ω⋅πr2, yaitu fluks vortisitasnya; di luar Γ=2πΩa2, tetap, yaitu fluks seluruh intinya. (c) Ω=vmax/a=1.4rad/s; Γ=2πavmax=2.2×104m2/s; di 500m: Ωa2/r=7m/s. (d) Intinya berputar seperti benda tegar; di luarnya alirannya irotasional: partikelnya mengelilingi sumbunya tanpa berputar terhadap dirinya sendiri. Vortisitasnya — rotasinya — bersemayam di intinya.
Latihan 2.9★★
Aliran stagnasiv=k(x,−y). (a) Potensial φ dan periksalah Δφ=0. (b) Garis arusnya; fungsi ψ=kxy tetap padanya — tunjukkanlah bahwa vx=∂ψ/∂y, vy=−∂ψ/∂x (fungsi arus). (c) Medan percepatannya; tunjukkanlah bahwa ia adalah grad(v2/2) lalu tafsirkanlah. (d) Garis lintasan partikel yang berangkat di (x0,y0): x=x0ekt, y=y0e−kt.
Solusi
Solusi Latihan 2.9.
(a) φ=21k(x2−y2), Δφ=k−k=0. (b) dx/kx=dy/(−ky): xy= tetap; ∂yψ=kx=vx, −∂xψ=−ky=vy. (c) a=(vx∂x+vy∂y)v=k2(x,y)=grad(21k2(x2+y2))=grad(v2/2): dalam aliran irotasional tunak percepatannya adalah gradien energi kinetik tiap satuan massa; ia menjauhi titik stagnasinya — sebuah partikel diperlambat ketika mendekati dindingnya sepanjang y dan dipercepat menjauh sepanjang x. (d) x˙=kx, y˙=−ky: x=x0ekt, y=y0e−kt (xy tetap).
Latihan 2.10★★★
Sebuah aliran memuai. Aliran satu dimensi v(x,t)=x/(t+τ) untuk t>0, τ>0 tetap. (a) Garis lintasan: tunjukkanlah x(t)=x0(1+t/τ); percepatan sebuah partikel, baik dari garis lintasannya maupun dari turunan partikelnya. (b) Massa jenisnya seragam pada tiap saat, ρ(t): pakailah kekekalan massa untuk mencari ρ(t). (c) Periksalah dengan mengikuti massa di antara dua partikel. (d) Mengapa medan ini merupakan model satu dimensi bagi jagat raya yang memuai seragam?
Solusi
Solusi Latihan 2.10.
(a) dx/dt=x/(t+τ) memberi x=x0(1+t/τ), x¨=0; turunan partikelnya: ∂tv+v∂xv=−x/(t+τ)2+x/(t+τ)2=0. (b) ∂tρ+∂x(ρv)=ρ˙+ρ/(t+τ)=0: ρ=ρ0τ/(t+τ). (c) Jarak antara dua partikel tumbuh sebagai (1+t/τ) dan massa di antaranya tetap: ρ∝1/(1+t/τ). (d) v=Hx dengan H=1/(t+τ): sebuah hukum Hubble, pemuaian bebas (tanpa percepatan), massa jenisnya turun sebagai kebalikan faktor skalanya.
Latihan 2.11★★★
Sumber dalam arus. Tumpangkanlah aliran seragam v=Uex dan sumber bidang v=2πrqer (q adalah debit volume tiap satuan panjang sepanjang z). (a) Potensial φ=Ux+(q/2π)lnr; periksalah bahwa kedua alirannya tak termampatkan dan irotasional (kecuali di titik asalnya). (b) Titik stagnasinya. (c) Fungsi arus ψ=Uy+qθ/2π; garis arus yang melalui titik stagnasinya adalah rsinθ=(q/2πU)(π−θ): sketsalah. (d) Tunjukkanlah bahwa jauh di hilirnya garis arus ini berada di y=±q/2U: aliran di luarnya adalah aliran mengelilingi setengah benda tumpul selebar q/U.
Solusi
Solusi Latihan 2.11.
(a) v=gradφ=(U+qx/2πr2,qy/2πr2); sumbernya mempunyai vr=q/2πr, div=r1d(rvr)/dr=0 dan tak bergantung pada θ, jadi ωz=0; jumlah medan semacam itu tak termampatkan dan irotasional pula. (b) Pada sumbu x negatif, U−q/2πr=0: xs=−q/2πU. (c) Di titik stagnasinya θ=π, y=0: ψ=q/2; garis arusUrsinθ+qθ/2π=q/2, yakni rsinθ=(q/2πU)(π−θ) — kurva yang berangkat dari xs dan membuka ke hilir. (d) θ→0: y→q/2U; θ→2π (cabang bawah): y→−q/2U. Fluida di dalam garis arus itu datang dari sumbernya; di luarnya, arus seragamnya mengalir mengelilingi setengah benda berlebar asimtotik q/U.
Latihan 2.12★★★
Vorteks dan cerat. Aliran bidang v=−2πrqer+2πrΓeθ untuk r>a. (a) Tunjukkanlah bahwa ia tak termampatkan dan irotasional. (b) Garis arusnya: spiral logaritmik r=r0e−qθ/Γ. (c) Percepatan sebuah partikel: tunjukkanlah bahwa ia murni radial, −v2/rer. (d) Waktu bagi partikel untuk menyusur spiral dari r0 ke a; jumlah putaran yang dibuatnya. (e) Angka: q=1.5×10−3m2/s, Γ=3×10−2m2/s, r0=0.5m, a=2cm.
Soal akhir pekan — kinematika yang sama pada tiga skala: pusaran di atas lubang buangan, sebuah puting beliung, dan sebuah siklon dilihat dari satelit
Bagian I — Bak mandi. Sebuah bak dikuras lewat lubang berjari-jari a=2cm; airnya, yang sedalam h=20cm, keluar dengan debit volumeDV=0.30L/s. Jauh dari lubangnya alirannya dimodelkan sebagai aliran bidang (tak bergantung pada kedalaman): v=vr(r)er+vθ(r)eθ.
Dengan memakai kekekalan massa lewat tabung berjari-jari r dan setinggi h, tunjukkanlah bahwa vr=−q/2πr dengan q=DV/h; nilai q.
Sebelum sumbatnya dicabut airnya telah diaduk dan berputar dengan 1.0cm/s di r=50cm. Dengan menerima bahwa tiap cincin air menjaga momentum sudutnya ketika bergerak ke dalam (rvθ tetap), carilah vθ(r) dan sirkulasinya Γ.
Periksalah bahwa alirannya tak termampatkan dan irotasional untuk r>a.
Garis arus: tunjukkanlah bahwa garis-garisnya spiral logaritmik lalu carilah berapa putaran yang dibuat sebuah partikel antara r=50cm dan r=a.
Waktu bagi sebuah partikel untuk beranjak dari 50cm ke lubangnya, dan kelajuan azimutnya saat tiba.
Percepatan sebuah partikel di r; bandingkanlah dengan g di r=a. (Permukaan bebasnya melekuk di tempat tekanannya harus mengimbanginya — corongnya; bab berikutnya.)
Rotasi Bumi memberi fluida mana pun yang diam di baknya sebuah rotasi “latar” dengan laju tegak setempat Ω⊕sinλ≈5×10−5rad/s. Bandingkanlah kelajuan azimut yang akan diberikannya di 50cm dengan 1cm/s dari adukannya, lalu katakanlah apakah arah putaran bak yang terkuras ditentukan oleh belahan buminya.
Bagian II — Puting beliung sebagai vorteks Rankine. Jari-jari intinya a=60m, angin maksimum vmax=80m/s, massa jenis udara ρ=1.2kg/m3.
Tuliskanlah vθ(r) di kedua daerahnya lalu berikanlah Ω dan Γ.
Vortisitas di intinya dan di luarnya; sketsalah vθ dan ωz terhadap r.
Percepatan sebuah partikel udara di tepi intinya; bandingkanlah dengan g.
Tunjukkanlah bahwa kincir kecil yang ditaruh di luar intinya hanyut mengelilingi puting beliungnya tanpa berputar terhadap sumbunya sendiri, sementara yang ditaruh di dalam intinya berputar sekali tiap satu kelilingan terhadap sumbunya.
Energi kinetik intinya, tiap meter ketinggian.
Energi kinetik aliran luarnya tiap meter ketinggian, antara a dan R=5km; mengapa ia bergantung pada R hanya secara logaritmik?
Dengan ketinggian 1km, energi kinetik totalnya; bandingkanlah dengan energi yang dilepaskan 1t TNT (4.2GJ).
Udara juga mengalir ke dalam dan ke atas dalam puting beliung. Jika intinya disuapi aliran masuk radial 5m/s lewat permukaan sisinya sepanjang 300m pertama ketinggiannya, kelajuan tegak berapa yang harus dicapai udaranya di puncak lapisan itu (seragam atas penampang intinya)?
Bagian III — Siklon. Sebuah siklon tropis dimodelkan sebagai vorteks Rankine berjari-jari inti a=40km dan vmax=50m/s. Rotasi Bumi terasa lewat vortisitas planetf=2Ω⊕sinλ≈5×10−5s−1 pada lintang 20∘: sebuah cincin udara yang diam relatif terhadap tanah sudah mengemban, dalam kerangka inersial, kelajuan azimut fr/2 terhadap sumbu tegak mana pun.
Vortisitas intinya dan sirkulasi Γ siklonnya; bandingkanlah vortisitas intinya dengan f.
Sebuah cincin udara berjari-jari r0=500km, mula-mula diam relatif terhadap tanah, ditarik ke arah pusatnya oleh tekanan rendahnya. Dengan menerima bahwa momentum sudut tiap satuan massanya terhadap sumbunya, r(vθ+fr/2), kekal, carilah kecepatannya vθ relatif terhadap tanah di r=100km dan di r=40km.
Ke arah mana siklonnya berputar di belahan bumi utara, dan mengapa? Mengapa arahnya tetap bagi siklon dan tidak bagi bak mandi?
Mengapa udaranya tidak dapat ditarik sampai ke sumbunya dengan cara ini — apa yang membatasi anginnya dan menyisakan sebuah mata?
Udara memusat ke dalam siklonnya dengan 5m/s lewat tabung berjari-jari 500km dan setinggi 1km: debit massa yang tertarik masuk (ρ=1.2kg/m3).
Siklonnya berpindah seluruhnya ke barat dengan 6m/s. Tuliskanlah medan kecepatan Euler yang terlihat dari tanah dalam medan v0 vorteksnya dalam kerangkanya sendiri; tunakkah alirannya dalam kerangka tanah? Sisi badai mana yang anginnya lebih kuat?
Bagian IV — Debit dan sebuah rangkuman.
Hujan turun dengan 50mm/h atas daerah tangkapan 10km2 dan seluruhnya mencapai sungai berpenampang 40m2: kelajuan rata-rata sungainya saat banjir.
Darah: aorta (2.5cm2) mengalirkan 5.0L/min; pembuluh kapilernya berpenampang total 0.25m2: kelajuan di masing-masingnya; waktu bagi darah untuk menyeberangi kapiler 1mm.
Sebuah tangki berpenampang S terkuras lewat lubang berpenampang s di dasarnya; kelajuan keluarnya adalah 2gh (h tinggi muka airnya — diterima, diturunkan dalam bab berikutnya). Tuliskanlah kekekalan massanya lalu carilah h(t) dan waktu pengurasannya untuk S=1m2, s=1cm2, h0=1m.
Berikanlah ketiga aliran Bagian I–III dalam satu tabel: jari-jari, kelajuan, vortisitas intinya, sirkulasi — dan besaran yang kekal selama aliran masuknya, yang membuat ketiganya berpusar makin cepat.
Solusi
Solusi Soal 2.1.
1. Lewat tabung berjari-jari r: 2πrh∣vr∣=DV, jadi vr=−q/2πr, q=DV/h=1.5×10−3m2/s.
2.rvθ=0.5×0.01=5×10−3m2/s: vθ=Γ/2πr dengan Γ=3.1×10−2m2/s.
6.a=−(v2/r)er; di r=a: v2=0.252+0.0122, a=3.1m/s2≈0.3g.
7.Ω⊕sinλr=5×10−5×0.5=2.5×10−5m/s, empat ratus kali lebih kecil daripada adukannya: belahan buminya tidak menentukan apa pun dalam bak biasa (ia menentukan dalam tangki yang dibiarkan diam sehari).
9.ωz=2Ω=2.7s−1 di intinya, 0 di luarnya; vθ naik linear sampai 80m/s lalu turun sebagai 1/r; ωz berbentuk tangga.
10.a=vmax2/a=6400/60=107m/s2≈11g, ke dalam.
11. Di luarnya vortisitasnya nol: unsur kecil bertranslasi sepanjang lingkarannya tanpa berputar terhadap dirinya sendiri — kincirnya menjaga arah hadapnya. Di dalam intinya (rotasi tegar) ia ikut berputar bersama fluidanya, sekali tiap satu kelilingan.
12.Einti=∫0a21ρΩ2r22πrdr=41πρΩ2a4=2.2×107J/m.
13.Eluar=∫aR21ρ(Ωa2/r)22πrdr=πρΩ2a4ln(R/a)=8.7×107×4.4=3.8×108J/m; integrannya ρv2r∝1/r, dari situlah logaritmanya.
14.4.0×108J/m×1000m=4×1011J: sekitar 100t TNT.
15. Aliran masuk 2πa×300×5=5.7×105m3/s lewat πa2=1.1×104m2: vz=50m/s.
17.r0⋅fr0/2=r(vθ+fr/2): vθ=f(r02−r2)/2r; 60m/s di 100km, 155m/s di 40km.
18.f>0 di belahan bumi utara memberi vθ>0: berlawanan jarum jam dilihat dari atas (siklonik). Atas 500km rotasi planetnya adalah rotasi awal yang menguasai; dalam bak mandi adukannyalah yang menguasai.
19. Gesekan dengan laut mengambil momentum sudutnya, dan gradien tekanannya tak dapat mengimbangi percepatan sentripetal cincin yang kian cepat: udaranya naik sebelum mencapai sumbunya, di dinding matanya, sehingga menyisakan mata yang tenang.
20.ρ2πrHv=1.2×2π×5×105×103×5=1.9×1010kg/s.
21.v(M,t)=−Uex+v0(M+Utex): polanya terbawa arus, medannya tak tunak dalam kerangka tanah. Translasinya menambah pusarannya di sisi tempat vθ menunjuk ke barat — sisi utara (kanan) lintasan ke baratnya.