Physics · Buku 4 · Bachelor Year 2

Fisika Universitas — Tahun 2

Fisika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

2Kinematika Fluida

Berdirilah di atas jembatan dan amatilah sungainya. Sehelai daun hanyut melewatinya, mempercepat di antara pilar-pilarnya, melambat di lubuk di bawahnya, berputar sekali dalam sebuah olakan, lalu berlalu. Sungainya dapat kita lukiskan dengan mengikuti daun itu — kedudukan dan kecepatannya pada setiap saat — atau dengan berdiri diam dan mencatat, di setiap titik sungainya, secepat apa airnya lewat. Lukisan yang kedua itulah milik seorang fisikawan fluida: sebuah medan kecepatan. Bab ini menyiapkan kedua lukisan itu, belajar menghitung percepatan sebuah partikel dari medannya, menuliskan kekekalan massa sebagai hukum lokal, dan menggolongkan aliran menurut berpusar atau tidaknya — kosakata yang akan diperlukan persamaan Euler dan Navier.

Sebuah sungai yang melewati jembatan: air yang cepat dan mulus di antara pilarnya, olakan di belakangnya — sebuah medan kecepatan yang harus dibaca di titik-titik tetap, bukan satu lintasan yang harus diikuti.
Sebuah sungai yang melewati jembatan: air yang cepat dan mulus di antara pilarnya, olakan di belakangnya — sebuah medan kecepatan yang harus dibaca di titik-titik tetap, bukan satu lintasan yang harus diikuti.

2.1 Lukisan kontinum

Definisi 2.1 (Partikel fluida; hipotesis kontinum)

Yang disebut partikel fluida adalah volume fluida yang cukup kecil untuk diperlakukan sebagai titik pada skala alirannya, namun cukup besar untuk memuat molekul dalam jumlah amat besar, sehingga massa jenisnya ρ\rho, tekanannya PP, suhunya TT dan kecepatan rata-ratanya v\vect v merupakan rerata yang terdefinisi baik (skala mesoskopik, lazimnya satu mikrometer). Hipotesis kontinum mengandaikan skala semacam itu ada: jalan bebas rata-rata \ell molekulnya harus jauh lebih kecil daripada skala LL alirannya, /L1\ell/L \ll 1. Di udara pada tekanan atmosfer 70nm\ell \approx 70\,\mathrm{nm}; dalam zat cair \ell seukuran molekulnya. Fluidanya lalu dilukiskan oleh medan ρ(M,t)\rho(M, t), P(M,t)P(M, t), v(M,t)\vect v(M, t) yang terdefinisi di setiap titik.

Definisi 2.2 (Lukisan Lagrange dan lukisan Euler)

Lukisan Lagrange mengikuti setiap partikel fluida: kedudukannya r(t)\vect r(t) dan kecepatannya  ⁣dr/ ⁣dt\dd\vect r/\dd t sebagai fungsi waktu dan kedudukan awalnya. Lukisan Euler memberikan, di setiap titik tetap MM dan saat tt, kecepatan v(M,t)\vect v(M, t) partikel yang sedang lewat di MM pada saat itu. Yang disebut garis lintasan adalah lintasan sebuah partikel; garis arus pada saat tt adalah kurva yang menyinggung v(M,t)\vect v(M, t) di setiap titiknya; tabung arus adalah permukaan yang tersusun dari garis-garis arus yang melalui sebuah kurva tertutup. Sebuah aliran bersifat tunak apabila medan Eulernya tak bergantung pada waktu, v/t=0\partial\vect v/\partial t = \vect 0; garis arus dan garis lintasannya lalu berimpit dan tetap.

Contoh 2.3 (Dua lukisan bagi satu aliran)

Air dalam selang taman berpenampang SS dengan debit QQ bergerak dengan v=Q/Sv = Q/S di mana-mana: medan Eulernya seragam dan gerak Lagrange setiap partikelnya beraturan. Di dalam corong yang menyempit medan Eulernya tetap tunak tetapi vv bertambah sepanjang sumbunya: setiap partikel dipercepat ketika melewatinya, walaupun tak ada apa pun di titik tetap mana pun yang berubah menurut waktu. Itulah hal pertama yang harus dipelajari lukisan Euler untuk dinyatakan.

Kiri: aliran tunak yang menyempit — garis arusnya tetap, sebuah partikel bertanda mengikuti salah satunya dan dipercepat ketika tabungnya menyempit. Kanan: lukisan Euler mencatat vektor kecepatan di titik-titik tetap; lukisan Lagrange mengikuti satu partikel sepanjang garis lintasannya.
Kiri: aliran tunak yang menyempit — garis arusnya tetap, sebuah partikel bertanda mengikuti salah satunya dan dipercepat ketika tabungnya menyempit. Kanan: lukisan Euler mencatat vektor kecepatan di titik-titik tetap; lukisan Lagrange mengikuti satu partikel sepanjang garis lintasannya.

2.2 Turunan partikel

Teorema 2.4 (Turunan partikel (turunan material))

Laju perubahan besaran G(M,t)G(M, t) (skalar atau vektor) bagi partikel fluida yang lewat di MM pada saat tt adalah

DGDt=Gt+(vgrad)G,khususnyaa=DvDt=vt+(vgrad)v,\frac{\mathrm DG}{\mathrm Dt} = \frac{\partial G}{\partial t} + (\vect v\cdot \operatorname{\vect{grad}})\,G , \qquad\text{khususnya}\qquad \vect a = \frac{\mathrm D\vect v}{\mathrm Dt} = \frac{\partial\vect v}{\partial t} + (\vect v\cdot\operatorname{\vect{grad}})\,\vect v ,

dengan (vgrad)=vxx+vyy+vzz(\vect v\cdot\operatorname{\vect{grad}}) = v_x\partial_x + v_y\partial_y + v_z\partial_z. Suku pertama adalah laju perubahan lokal (di titik tetap), dan suku kedua adalah laju perubahan konvektif (sebab partikelnya berpindah ke tempat yang nilai GG-nya berbeda). Untuk kecepatannya, (vgrad)v=grad(v2/2)+(curlv)v(\vect v\cdot \operatorname{\vect{grad}})\vect v = \operatorname{\vect{grad}}(v^2/2) + (\operatorname{\vect{curl}}\vect v)\wedge\vect v.

Bukti. Dalam  ⁣dt\dd t partikelnya berpindah dari MM ke M+v ⁣dtM + \vect v\,\dd t, jadi  ⁣dG=G(M+v ⁣dt,t+ ⁣dt)G(M,t)=tG ⁣dt+ ⁣dt(vxx+vyy+vzz)G\dd G = G(M + \vect v\dd t, t + \dd t) - G(M, t) = \partial_tG\,\dd t + \dd t\,(v_x\partial_x + v_y\partial_y + v_z\partial_z)G sampai orde pertama (aturan rantai bagi fungsi empat variabel). Kesamaan vektornya diperiksa pada komponen xx: [grad(v2/2)]x=vxxvx+vyxvy+vzxvz[\operatorname{\vect{grad}}(v^2/2)]_x = v_x\partial_xv_x + v_y\partial_x v_y + v_z\partial_xv_z dan [(curlv)v]x=vy(yvxxvy)+vz(zvxxvz)[(\operatorname{\vect{curl}}\vect v)\wedge\vect v]_x = v_y(\partial_yv_x - \partial_xv_y) + v_z(\partial_zv_x - \partial_xv_z) (dengan komponen curlv\operatorname{\vect{curl}}\vect v yang diberikan di bawah dalam Definisi 2.12); jumlahnya adalah vxxvx+vyyvx+vzzvxv_x\partial_xv_x + v_y\partial_yv_x + v_z\partial_zv_x.

Contoh 2.5 (Percepatan dalam corong tunak)

Aliran satu dimensi tunak v(x)=v0(1+x/L)v(x) = v_0(1 + x/L) sepanjang sebuah corong: suku lokalnya lenyap, dan a=v ⁣dv/ ⁣dx=v02(1+x/L)/La = v\,\dd v/\dd x = v_0^2(1 + x/L)/L. Sebuah partikel yang masuk dengan v0=2m/sv_0 = 2\,\mathrm{m}/\mathrm{s} dan keluar dengan 2v02v_0 sepanjang L=5cmL = 5\,\mathrm{cm} merasakan a=80a = 80 sampai 160m/s2160\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}: delapan sampai enam belas gg, dalam aliran yang tak satu pun besarannya bergantung pada waktu.

Contoh 2.6 (Lokal lawan konvektif)

Suhu di sebuah stasiun cuaca turun sepanjang malam (T/t<0\partial T/ \partial t < 0: lokal), dan turun bagi sebongkah udara yang terbawa angin ke utara (vgradT<0\vect v\cdot\operatorname{\vect{grad}}T < 0: konvektif, atau adveksi). Sebuah termometer pada balon yang hanyut bersama angin mencatat jumlah keduanya, DT/Dt\mathrm DT/\mathrm Dt; stasiun cuacanya hanya mencatat suku pertama.

2.3 Kekekalan massa

Definisi 2.7 (Debit massa dan debit volume)

Yang disebut debit massa lewat permukaan terorientasi SS adalah massa yang menyeberanginya tiap satuan waktu, Dm=ρvn ⁣dSD_m = \sum\rho\,\vect v\cdot\vect n\,\dd S — fluks rapat arus massa j=ρv\vect j = \rho\vect v (satuan kgm2s1\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{-2}\,\mathrm{s}^{-1}); debit volumenya adalah DV=vn ⁣dSD_V = \sum\vect v \cdot\vect n\,\dd S (m3/s\mathrm{m}^{3}/\mathrm{s}). Untuk kecepatan seragam yang tegak lurus penampang datar seluas SS, Dm=ρvSD_m = \rho vS dan DV=vSD_V = vS.

Bukti. Dalam  ⁣dt\dd t fluida yang menyeberangi unsur  ⁣dS\dd S adalah yang termuat dalam tabung serong beralas  ⁣dS\dd S dan bergaris pelukis v ⁣dt\vect v\,\dd t, bervolume vn ⁣dS ⁣dt\vect v\cdot\vect n\,\dd S\,\dd t dan bermassa ρ\rho kali itu.

Teorema 2.8 (Kekekalan massa lokal)

Di setiap titik sebuah fluida,

ρt+div(ρv)=0,dengandivA=Axx+Ayy+Azz\frac{\partial\rho}{\partial t} + \operatorname{div}(\rho\vect v) = 0 , \qquad\text{dengan}\qquad \operatorname{div}\vect A = \frac{\partial A_x}{\partial x} + \frac{\partial A_y}{\partial y} + \frac{\partial A_z}{\partial z}

adalah divergensi sebuah medan vektor: fluks total A\vect A yang keluar lewat permukaan sebuah volume kecil, tiap satuan volume. Setara dengan itu, Dρ/Dt+ρdivv=0\mathrm D\rho/\mathrm Dt + \rho\operatorname{div}\vect v = 0.

Bukti. Ambillah kotak tetap [x,x+ ⁣dx]×[y,y+ ⁣dy]×[z,z+ ⁣dz][x, x + \dd x]\times[y, y + \dd y]\times[z, z + \dd z]. Massanya ρ ⁣dx ⁣dy ⁣dz\rho\,\dd x\dd y\dd z berubah dengan laju tρ ⁣dx ⁣dy ⁣dz\partial_t\rho\,\dd x\dd y \dd z. Massa masuk lewat sisi di xx dengan laju jx(x) ⁣dy ⁣dzj_x(x)\dd y\dd z dan keluar lewat sisi di x+ ⁣dxx + \dd x dengan jx(x+ ⁣dx) ⁣dy ⁣dzj_x(x + \dd x)\dd y\dd z: keluaran total xjx ⁣dx ⁣dy ⁣dz\partial_xj_x\,\dd x\dd y\dd z, dan begitu pula bagi yy dan zz. Kekekalan massa — tak ada massa yang diciptakan — memberi tρ=(xjx+yjy+zjz)\partial_t\rho = - (\partial_xj_x + \partial_yj_y + \partial_zj_z). Bentuk keduanya menyusul dari div(ρv)=vgradρ+ρdivv\operatorname{div}(\rho\vect v) = \vect v\cdot\operatorname{\vect{grad}}\rho + \rho\operatorname{div}\vect v.

Catatan 2.9 (Divergensi, perjumpaan pertama)

Penurunannya memperlihatkan apa yang diukur div\operatorname{div}: fluks yang meninggalkan sebuah kotak kecil tiap satuan volume. Dijumlahkan atas kotak-kotak yang mengubin volume berhingga VV, sisi-sisi dalamnya saling meniadakan berpasangan dan hanya permukaan luarnya yang tersisa: VAn ⁣dS=VdivA ⁣dτ\iint_{\partial V}\vect A\cdot\vect n\,\dd S = \iiint_V \operatorname{div}\vect A\,\dd\tau — teorema divergensi (Ostrogradski), yang akan kita nyatakan selayaknya dalam Bab 11 dan kita pakai di sepanjang elektromagnetisme; teorema itu dibuktikan dalam jilid matematika Tahun ke-3. Diintegralkan atas volume tetap, hukum lokalnya berbunyi  ⁣dmV/ ⁣dt=Dmluar\dd m_V/\dd t = -D_m^{\text{luar}}: massa di dalamnya berubah sebanyak yang menyeberangi batasnya.

Kiri: neraca massa sebuah kotak tetap — keluaran total lewat keenam sisinya, tiap satuan volume, adalah divergensi v. Kanan: dalam aliran tunak debit massanya sama lewat setiap penampang sebuah tabung arus.
Kiri: neraca massa sebuah kotak tetap — keluaran total lewat keenam sisinya, tiap satuan volume, adalah divergensi ρv\rho\vect v. Kanan: dalam aliran tunak debit massanya sama lewat setiap penampang sebuah tabung arus.

Akibat 2.10 (Aliran tak termampatkan; tabung arus)

Sebuah aliran bersifat tak termampatkan apabila massa jenis setiap partikelnya tetap, Dρ/Dt=0\mathrm D\rho/\mathrm Dt = 0, yang setara dengan

divv=0.\operatorname{div}\vect v = 0 .

Zat cair homogen mengalir secara tak termampatkan; demikian pula gas pada kelajuan yang jauh di bawah kelajuan bunyi (lihat Bab 7). Dalam aliran tunak debit massa ρvS\rho vS sama lewat setiap penampang sebuah tabung arus; jika alirannya tak termampatkan dan ρ\rho seragam pula, vSvS tetap: fluidanya mempercepat di tempat tabungnya menyempit.

Bukti. Dρ/Dt=ρdivv\mathrm D\rho/\mathrm Dt = -\rho\operatorname{div}\vect v. Untuk tabungnya, terapkanlah neraca terintegralkan pada volume antara dua penampang: tak ada fluks lewat permukaan sisinya (kecepatannya menyinggung), keadaannya tunak, jadi masukan sama dengan keluaran.

Contoh 2.11 (Darah)

Aorta (berpenampang 2.5cm22.5\,\mathrm{cm}^{2}) mengalirkan 5L/min5\,\mathrm{L}/\mathrm{min} =83cm3/s= 83\,\mathrm{cm}^{3}/\mathrm{s}: v=33cm/sv = 33\,\mathrm{cm}/\mathrm{s}. Aliran yang sama lewat sekitar 101010^{10} pembuluh kapiler yang penampang totalnya sekitar 2500cm22500\,\mathrm{cm}^{2}: v=0.3mm/sv = 0.3\,\mathrm{mm}/\mathrm{s} — cukup lambat bagi pertukaran lewat dindingnya, dan itulah gunanya percabangan itu.

2.4 Vortisitas dan aliran irotasional

Definisi 2.12 (Vortisitas)

Yang disebut vortisitas sebuah aliran adalah medan vektor

ω=curlv,curlA=(AzyAyz,  AxzAzx,  AyxAxy).\vect\omega = \operatorname{\vect{curl}}\vect v , \qquad \operatorname{\vect{curl}}\vect A = \Bigl(\frac{\partial A_z}{\partial y} - \frac{\partial A_y}{\partial z},\; \frac{\partial A_x}{\partial z} - \frac{\partial A_z} {\partial x},\; \frac{\partial A_y}{\partial x} - \frac{\partial A_x}{\partial y}\Bigr) .

Sebuah aliran bersifat irotasional di tempat ω=0\vect\omega = \vect 0.

Proposisi 2.13 (Vortisitas mengukur rotasi lokal)

Sebuah unsur fluida kecil yang berpusat di MM berputar, sebagai keseluruhan, dengan kecepatan sudut Ω=12ω(M)\vect\Omega = \tfrac12\vect\omega(M). Dalam rotasi benda tegar v=ΩOM\vect v = \vect\Omega\wedge\vect{OM} vortisitasnya seragam, ω=2Ω\vect\omega = 2\vect\Omega; dalam aliran geser bidang v=kyex\vect v = ky\,\vect e_x nilainya ω=kez\vect\omega = -k\vect e_z: kincir kecil yang dijatuhkan dalam aliran geser berputar walaupun garis arusnya lurus.

Bukti. Di dekat MM, v(M+ϵ)=v(M)+Gϵ\vect v(M + \vect\epsilon) = \vect v(M) + \mathbf G\vect\epsilon dengan G\mathbf G matriks jvi\partial_jv_i; belahlah ia menjadi bagian simetriknya (regangan murni, yang meregangkan unsurnya tanpa memutarnya sebagai keseluruhan) dan bagian antisimetriknya, yang matriksnya 12(jviivj)\tfrac12(\partial_jv_i - \partial_iv_j) adalah matriks ϵ12ωϵ\vect\epsilon \mapsto \tfrac12\vect\omega\wedge\vect\epsilon (Teorema 1.2). Rotasi tegar terhadap ez\vect e_z: v=Ω(y,x,0)\vect v = \Omega(-y, x, 0), ωz=xvyyvx=2Ω\omega_z = \partial_xv_y - \partial_yv_x = 2\Omega. Geser: ωz=y(ky)=k\omega_z = -\partial_y(ky) = -k.

Definisi 2.14 (Potensial kecepatan; sirkulasi)

Dalam aliran irotasional kecepatannya diturunkan dari sebuah potensial kecepatan: v=gradφ\vect v = \operatorname{\vect{grad}}\varphi (sirkulasi v\vect v sepanjang sebuah lintasan lalu hanya bergantung pada ujungnya, ABv ⁣dl=φ(B)φ(A)\int_A^B\vect v \cdot\dd\vect l = \varphi(B) - \varphi(A)). Jika alirannya juga tak termampatkan, Δφ=divgradφ=0\Delta\varphi = \operatorname{div}\operatorname{\vect{grad}} \varphi = 0: potensialnya menuruti persamaan Laplace, persis seperti potensial elektrostatik di daerah tanpa muatan — sebuah aliran potensial. Sirkulasi kecepatan sepanjang kurva tertutup CC adalah Γ=Cv ⁣dl\Gamma = \oint_C\vect v\cdot\dd\vect l.

Bukti. Bahwa medan tanpa curl pada daerah terhubung sederhana adalah sebuah gradien, dan bahwa gradien tak ber-curl (yzφ=zyφ\partial_y\partial_z\varphi = \partial_z\partial_y\varphi), adalah milik jilid matematika Tahun ke-2; persamaan Laplacenya menyusul dari divv=0\operatorname{div}\vect v = 0.

Contoh 2.15 (Tiga aliran bidang)

(i) Aliran stagnasi v=k(x,y)\vect v = k(x, -y): divv=0\operatorname{div}\vect v = 0, ω=0\vect\omega = \vect 0, φ=12k(x2y2)\varphi = \tfrac12k(x^2 - y^2); garis arusnya xy=xy = tetap, hiperbola — pancaran yang menumbuk dinding, di dekat sumbunya. (ii) Vorteks titik v=Γ2πreθ\vect v = \dfrac{\Gamma}{2\pi r}\vect e_\theta (koordinat kutub bidang): tak termampatkan dan irotasional di mana-mana kecuali di r=0r = 0, φ=Γθ/2π\varphi = \Gamma\theta/2\pi (bernilai banyak), dan sirkulasinya pada lingkaran mana pun mengelilingi pusatnya adalah Γ\Gamma — vortisitasnya terpusat pada sumbunya. (iii) Vorteks Rankine: sebuah inti r<ar < a dalam rotasi tegar vθ=Ωrv_\theta = \Omega r (vortisitas 2Ω2\Omega) yang disambung dengan vorteks titik vθ=Ωa2/rv_\theta = \Omega a^2/r di luarnya: model sebuah puting beliung, pusaran air di bak mandi atau olakan di belakang pilar jembatan — kecepatannya memuncak di tepi intinya.

Tiga aliran bidang. Kiri: aliran stagnasi, irotasional, dengan garis arus hiperbolik. Tengah: vorteks titik — garis arus melingkar, namun vortisitasnya nol jauh dari pusatnya. Kanan: profil vorteks Rankine, rotasi tegar di intinya dan vorteks titik di luarnya.
Tiga aliran bidang. Kiri: aliran stagnasi, irotasional, dengan garis arus hiperbolik. Tengah: vorteks titikgaris arus melingkar, namun vortisitasnya nol jauh dari pusatnya. Kanan: profil vorteks Rankine, rotasi tegar di intinya dan vorteks titik di luarnya.

Catatan 2.16 (Mengapa sirkulasinya penting)

Untuk simpal bidang kecil seluas  ⁣dS\dd S dengan normal n\vect n, sirkulasinya adalah v ⁣dl=ωn ⁣dS\oint\vect v\cdot\dd\vect l = \vect\omega\cdot\vect n\,\dd S — vortisitasnya adalah sirkulasi tiap satuan luas, persis seperti divergensi adalah fluks tiap satuan volume. (Periksalah pada rotasi tegar: 2πrΩr=2Ωπr22\pi r\cdot\Omega r = 2\Omega\cdot\pi r^2.) Dijumlahkan atas sebuah permukaan, ini memberi teorema Stokes, Cv ⁣dl=Scurlvn ⁣dS\oint_C\vect v\cdot\dd\vect l = \iint_S \operatorname{\vect{curl}}\vect v\cdot\vect n\,\dd S, yang dinyatakan dalam Bab 11. Sebuah sayap membangkitkan gaya angkat dengan mengemban sirkulasi di sekelilingnya; garis vorteks bertahan dalam fluida sempurna (teorema Kelvin) — itulah sebabnya olakan di belakang pilarnya bertahan begitu lama.

Metode 2.17 (Membaca sebuah medan kecepatan)

Diberikan v(M,t)\vect v(M, t): (1) tunakkah ia? (tv=0\partial_t\vect v = \vect 0); (2) tak termampatkankah ia? (divv=0\operatorname{div}\vect v = 0); (3) irotasionalkah ia? (curlv=0\operatorname{\vect{curl}}\vect v = \vect 0; jika ya carilah φ\varphi); (4) carilah garis arusnya dari  ⁣dx/vx= ⁣dy/vy= ⁣dz/vz\dd x/v_x = \dd y/v_y = \dd z/ v_z pada tt tetap, dan garis lintasannya dari  ⁣dr/ ⁣dt=v(r,t)\dd\vect r/\dd t = \vect v(\vect r, t); (5) hitunglah percepatannya tv+(vgrad)v\partial_t\vect v + (\vect v\cdot \operatorname{\vect{grad}})\vect v. Dalam koordinat kutub bidang (r,θ)(r, \theta), divv=1r(rvr)r+1rvθθ\operatorname{div}\vect v = \dfrac1r\dfrac{\partial(rv_r)}{\partial r} + \dfrac1r \dfrac{\partial v_\theta}{\partial\theta} dan ωz=1r(rvθ)r1rvrθ\omega_z = \dfrac1r\dfrac{\partial(rv_\theta)} {\partial r} - \dfrac1r\dfrac{\partial v_r}{\partial\theta} (diterima di sini; diturunkan dalam Bab 11).

2.5 Latihan

Latihan 2.1

Jalan bebas rata-rata udara adalah 70nm70\,\mathrm{nm} pada 1bar1\,\mathrm{bar} dan berubah sebagai 1/P1/P. Sahihkah lukisan kontinum bagi (a) udara di sekeliling mobil, (b) udara dalam mikrosaluran 1µm1\,\text{µ}\mathrm{m} pada 1bar1\,\mathrm{bar}, (c) udara pada ketinggian 100km100\,\mathrm{km} (P3×107barP \approx 3 \times 10^{-7}\,\mathrm{bar}) di sekeliling satelit 1m1\,\mathrm{m}? Berikanlah /L\ell/L dalam tiap hal.

Solusi

Solusi Latihan 2.1.

(a) /L7×108\ell/L \sim 7 \times 10^{-8}: kontinum. (b) 0.070.07: ambang — hukum kontinumnya mulai gagal (selip di dindingnya). (c) =70×109/3×107=0.23m\ell = 70 \times 10^{-9} /3 \times 10^{-7} = 0.23\,\mathrm{m}, /L=0.23\ell/L = 0.23: bukan kontinum; gasnya adalah hujan molekul yang saling bebas (rezim bebas molekuler).

Latihan 2.2

Aliran satu dimensi tunak v(x)=v0(1+x/L)v(x) = v_0(1 + x/L) untuk 0xL0 \le x \le L. Percepatan sebuah partikel di xx; waktu yang diperlukannya untuk menyeberang dari 00 ke LL; bandingkanlah dengan L/v0L/v_0 dan L/2v0L/2v_0.

Solusi

Solusi Latihan 2.2.

a=v ⁣dv/ ⁣dx=v02(1+x/L)/La = v\,\dd v/\dd x = v_0^2(1 + x/L)/L (dari v02/Lv_0^2/L sampai 2v02/L2v_0^2/L).  ⁣dx/ ⁣dt=v0(1+x/L)\dd x/\dd t = v_0(1 + x/L): t=(L/v0)ln2=0.69L/v0t = (L/v_0)\ln2 = 0.69\,L/v_0, antara L/2v0L/2v_0 dan L/v0L/v_0.

Latihan 2.3

Dalam pipa berjari-jari RR profil kecepatannya adalah v(r)=vmax(1r2/R2)v(r) = v_{\max}(1 - r^2/R^2) sepanjang sumbunya. Tentukanlah debit volume; kelajuan rata-rata v=DV/πR2\langle v\rangle = D_V/\pi R^2; angkanya untuk R=5mmR = 5\,\mathrm{mm}, vmax=0.4m/sv_{\max} = 0.4\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

Solusi

Solusi Latihan 2.3.

DV=0Rvmax(1r2/R2)2πr ⁣dr=12πR2vmaxD_V = \int_0^Rv_{\max}(1 - r^2/R^2)\,2\pi r\,\dd r = \tfrac12\pi R^2v_{\max}; v=vmax/2=0.20m/s\langle v\rangle = v_{\max}/2 = 0.20\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; DV=1.6×105m3/s=16mL/sD_V = 1.6 \times 10^{-5}\,\mathrm{m}^{3}/\mathrm{s} = 16\,\mathrm{mL}/\mathrm{s}.

Latihan 2.4

Untuk tiap medan, katakanlah apakah alirannya tak termampatkan dan apakah ia irotasional; berikanlah vortisitasnya: (a) v=(ax,ay,0)\vect v = (ax, -ay, 0); (b) v=(Ωy,Ωx,0)\vect v = (-\Omega y, \Omega x, 0); (c) v=(ax,ay,0)\vect v = (ax, ay, 0); (d) v=(ky,0,0)\vect v = (ky, 0, 0); (e) v=(ax,ay,bz)\vect v = (ax, -ay, bz) — untuk bb berapakah ia tak termampatkan?

Solusi

Solusi Latihan 2.4.

(a) div=0\operatorname{div} = 0, ω=0\vect\omega = \vect 0: tak termampatkan, irotasional. (b) div=0\operatorname{div} = 0, ωz=2Ω\omega_z = 2\Omega: rotasi tegar. (c) div=2a0\operatorname{div} = 2a \ne 0, irotasional (sebuah sumber bidang). (d) div=0\operatorname{div} = 0, ωz=k\omega_z = -k: geser. (e) div=b\operatorname{div} = b: tak termampatkan jika dan hanya jika b=0b = 0; irotasional untuk setiap bb.

Latihan 2.5 ★★

Sebuah selang taman berdiameter dalam 12mm12\,\mathrm{mm} mengisi ember 10L10\,\mathrm{L} dalam 50s50\,\mathrm{s}. Kelajuan dalam selangnya; kelajuan dalam corong 3mm3\,\mathrm{mm}; jika corongnya menyempit sepanjang 4cm4\,\mathrm{cm}, perkirakanlah percepatan rata-rata partikel yang menyeberanginya (dalam gg); waktu yang dihabiskan dalam corongnya.

Solusi

Solusi Latihan 2.5.

DV=0.20L/sD_V = 0.20\,\mathrm{L}/\mathrm{s}. Selang S=1.13cm2S = 1.13\,\mathrm{cm}^{2}: v=1.8m/sv = 1.8\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; corong S=7.1mm2S = 7.1\,\mathrm{mm}^{2}: v=28m/sv = 28\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Percepatan rata-rata Δ(v2/2)/L=(2821.82)/0.081×104m/s21000g\Delta(v^2/2)/L = (28^2 - 1.8^2)/0.08 \approx 1 \times 10^{4}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} \approx 1000\,g. Waktunya  ⁣dx/v\approx \int\dd x/v: beberapa milisekon (4ms4\,\mathrm{ms} untuk profil kelajuan linear).

Latihan 2.6 ★★

Aliran bidang tak tunak v=(U,Vcosωt)\vect v = (U, V\cos\omega t) dengan UU, VV, ω\omega tetap. (a) Garis arusnya pada saat tt. (b) Garis lintasan partikel yang berada di titik asal pada t=0t = 0. (c) Sketsalah keduanya untuk V=UV = U pada t=0t = 0 dan pada t=π/2ωt = \pi/2\omega; mengapa keduanya berbeda? (d) Percepatan sebuah partikel.

Solusi

Solusi Latihan 2.6.

(a)  ⁣dy/ ⁣dx=(V/U)cosωt\dd y/\dd x = (V/U)\cos\omega t: garis lurus berkemiringan (V/U)cosωt(V/U)\cos\omega t, semuanya sejajar, memiring menurut waktu. (b) x=Utx = Ut, y=(V/ω)sinωty = (V/\omega)\sin\omega t: sinusoida y=(V/ω)sin(ωx/U)y = (V/\omega)\sin(\omega x/U). (c) Pada t=0t = 0 garis arusnya berada pada 4545{}^{\circ} dan garis lintasannya berangkat dari titik asal pada 4545{}^{\circ}; pada t=π/2ωt = \pi/2\omega garis arusnya mendatar sementara garis lintasannya sinusoida tetap. Keduanya berbeda sebab alirannya tak tunak: garis arus adalah sebuah potret, garis lintasan sebuah riwayat. (d) a=tv=(0,Vωsinωt)\vect a = \partial_t\vect v = (0, -V\omega\sin\omega t) — medannya seragam, jadi suku konvektifnya lenyap.

Latihan 2.7 ★★

Sebuah sungai selebar 50m50\,\mathrm{m} dan sedalam 2.0m2.0\,\mathrm{m} mengalir dengan 1.2m/s1.2\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (a) Debitnya. (b) Ia memasuki ngarai selebar 15m15\,\mathrm{m} dan sedalam 4.0m4.0\,\mathrm{m}: kelajuannya. (c) Anak sungai menambahkan 30m3/s30\,\mathrm{m}^{3}/\mathrm{s}; di hilirnya sungai itu selebar 60m60\,\mathrm{m} dan sedalam 2.5m2.5\,\mathrm{m}: kelajuannya. (d) Gas panas mengalir tunak dalam pipa berpenampang tetap; di antara dua titik suhunya menjadi dua kali lipat pada tekanan tetap: apa yang terjadi pada kelajuannya?

Solusi

Solusi Latihan 2.7.

(a) DV=50×2×1.2=120m3/sD_V = 50 \times 2 \times 1.2 = 120\,\mathrm{m}^{3}/\mathrm{s}. (b) 120/60=2.0m/s120/60 = 2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (c) 150/150=1.0m/s150/150 = 1.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (d) ρ1/T\rho \propto 1/T pada PP tetap menjadi separuh; ρvS\rho vS kekal: kelajuannya menjadi dua kali lipat.

Latihan 2.8 ★★

Vorteks Rankine. vθ=Ωrv_\theta = \Omega r untuk r<ar < a, vθ=Ωa2/rv_\theta = \Omega a^2/r untuk r>ar > a. (a) Vortisitas di tiap daerah (pakailah rumus kutubnya). (b) Sirkulasi pada lingkaran berjari-jari rr yang berpusat pada sumbunya, di kedua daerahnya; kaitkanlah dengan fluks vortisitasnya. (c) Sebuah puting beliung: a=50ma = 50\,\mathrm{m}, vmax=70m/sv_{\max} = 70\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: Ω\Omega, Γ\Gamma, dan kelajuannya di 500m500\,\mathrm{m}. (d) Irotasionalkah aliran intinya? Bagian luarnya? Di manakah “rotasinya” secara fisis?

Solusi

Solusi Latihan 2.8.

(a) ωz=1r ⁣d(rvθ) ⁣dr\omega_z = \frac1r\frac{\dd(rv_\theta)}{\dd r}: 2Ω2\Omega di dalam, 00 di luar. (b) Di dalam Γ=2πrΩr=2Ωπr2\Gamma = 2\pi r\cdot\Omega r = 2\Omega\cdot\pi r^2, yaitu fluks vortisitasnya; di luar Γ=2πΩa2\Gamma = 2\pi\Omega a^2, tetap, yaitu fluks seluruh intinya. (c) Ω=vmax/a=1.4rad/s\Omega = v_{\max}/a = 1.4\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}; Γ=2πavmax=2.2×104m2/s\Gamma = 2\pi av_{\max} = 2.2 \times 10^{4}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}; di 500m500\,\mathrm{m}: Ωa2/r=7m/s\Omega a^2/r = 7\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (d) Intinya berputar seperti benda tegar; di luarnya alirannya irotasional: partikelnya mengelilingi sumbunya tanpa berputar terhadap dirinya sendiri. Vortisitasnya — rotasinya — bersemayam di intinya.

Latihan 2.9 ★★

Aliran stagnasi v=k(x,y)\vect v = k(x, -y). (a) Potensial φ\varphi dan periksalah Δφ=0\Delta\varphi = 0. (b) Garis arusnya; fungsi ψ=kxy\psi = kxy tetap padanya — tunjukkanlah bahwa vx=ψ/yv_x = \partial\psi/\partial y, vy=ψ/xv_y = -\partial\psi/ \partial x (fungsi arus). (c) Medan percepatannya; tunjukkanlah bahwa ia adalah grad(v2/2)\operatorname{\vect{grad}}(v^2/2) lalu tafsirkanlah. (d) Garis lintasan partikel yang berangkat di (x0,y0)(x_0, y_0): x=x0ektx = x_0\eu^{kt}, y=y0ekty = y_0\eu^{-kt}.

Solusi

Solusi Latihan 2.9.

(a) φ=12k(x2y2)\varphi = \tfrac12k(x^2 - y^2), Δφ=kk=0\Delta\varphi = k - k = 0. (b)  ⁣dx/kx= ⁣dy/(ky)\dd x/ kx = \dd y/(-ky): xy=xy = tetap; yψ=kx=vx\partial_y\psi = kx = v_x, xψ=ky=vy-\partial_x\psi = -ky = v_y. (c) a=(vxx+vyy)v=k2(x,y)=grad(12k2(x2+y2))=grad(v2/2)\vect a = (v_x\partial_x + v_y\partial_y)\vect v = k^2(x, y) = \operatorname{\vect{grad}}\bigl(\tfrac12k^2(x^2 + y^2)\bigr) = \operatorname{\vect{grad}} (v^2/2): dalam aliran irotasional tunak percepatannya adalah gradien energi kinetik tiap satuan massa; ia menjauhi titik stagnasinya — sebuah partikel diperlambat ketika mendekati dindingnya sepanjang yy dan dipercepat menjauh sepanjang xx. (d) x˙=kx\dot x = kx, y˙=ky\dot y = -ky: x=x0ektx = x_0\eu^{kt}, y=y0ekty = y_0\eu^{-kt} (xyxy tetap).

Latihan 2.10 ★★★

Sebuah aliran memuai. Aliran satu dimensi v(x,t)=x/(t+τ)v(x, t) = x/(t + \tau) untuk t>0t > 0, τ>0\tau > 0 tetap. (a) Garis lintasan: tunjukkanlah x(t)=x0(1+t/τ)x(t) = x_0(1 + t/\tau); percepatan sebuah partikel, baik dari garis lintasannya maupun dari turunan partikelnya. (b) Massa jenisnya seragam pada tiap saat, ρ(t)\rho(t): pakailah kekekalan massa untuk mencari ρ(t)\rho(t). (c) Periksalah dengan mengikuti massa di antara dua partikel. (d) Mengapa medan ini merupakan model satu dimensi bagi jagat raya yang memuai seragam?

Solusi

Solusi Latihan 2.10.

(a)  ⁣dx/ ⁣dt=x/(t+τ)\dd x/\dd t = x/(t + \tau) memberi x=x0(1+t/τ)x = x_0(1 + t/\tau), x¨=0\ddot x = 0; turunan partikelnya: tv+vxv=x/(t+τ)2+x/(t+τ)2=0\partial_tv + v\partial_xv = -x/(t + \tau)^2 + x/(t + \tau)^2 = 0. (b) tρ+x(ρv)=ρ˙+ρ/(t+τ)=0\partial_t\rho + \partial_x(\rho v) = \dot\rho + \rho/(t + \tau) = 0: ρ=ρ0τ/(t+τ)\rho = \rho_0\tau/(t + \tau). (c) Jarak antara dua partikel tumbuh sebagai (1+t/τ)(1 + t/\tau) dan massa di antaranya tetap: ρ1/(1+t/τ)\rho \propto 1/(1 + t/\tau). (d) v=Hxv = Hx dengan H=1/(t+τ)H = 1/(t + \tau): sebuah hukum Hubble, pemuaian bebas (tanpa percepatan), massa jenisnya turun sebagai kebalikan faktor skalanya.

Latihan 2.11 ★★★

Sumber dalam arus. Tumpangkanlah aliran seragam v=Uex\vect v = U\vect e_x dan sumber bidang v=q2πrer\vect v = \dfrac{q}{2\pi r}\vect e_r (qq adalah debit volume tiap satuan panjang sepanjang zz). (a) Potensial φ=Ux+(q/2π)lnr\varphi = Ux + (q/2\pi)\ln r; periksalah bahwa kedua alirannya tak termampatkan dan irotasional (kecuali di titik asalnya). (b) Titik stagnasinya. (c) Fungsi arus ψ=Uy+qθ/2π\psi = Uy + q\theta/2\pi; garis arus yang melalui titik stagnasinya adalah rsinθ=(q/2πU)(πθ)r\sin\theta = (q/2\pi U)(\pi - \theta): sketsalah. (d) Tunjukkanlah bahwa jauh di hilirnya garis arus ini berada di y=±q/2Uy = \pm q/2U: aliran di luarnya adalah aliran mengelilingi setengah benda tumpul selebar q/Uq/U.

Solusi

Solusi Latihan 2.11.

(a) v=gradφ=(U+qx/2πr2,qy/2πr2)\vect v = \operatorname{\vect{grad}}\varphi = (U + qx/2\pi r^2, qy/2\pi r^2); sumbernya mempunyai vr=q/2πrv_r = q/2\pi r, div=1r ⁣d(rvr)/ ⁣dr=0\operatorname{div} = \frac1r\dd(rv_r)/\dd r = 0 dan tak bergantung pada θ\theta, jadi ωz=0\omega_z = 0; jumlah medan semacam itu tak termampatkan dan irotasional pula. (b) Pada sumbu xx negatif, Uq/2πr=0U - q/2\pi r = 0: xs=q/2πUx_s = -q/2\pi U. (c) Di titik stagnasinya θ=π\theta = \pi, y=0y = 0: ψ=q/2\psi = q/2; garis arus Ursinθ+qθ/2π=q/2Ur\sin\theta + q\theta/2\pi = q/2, yakni rsinθ=(q/2πU)(πθ)r\sin\theta = (q/2\pi U)(\pi - \theta) — kurva yang berangkat dari xsx_s dan membuka ke hilir. (d) θ0\theta \to 0: yq/2Uy \to q/2U; θ2π\theta \to 2\pi (cabang bawah): yq/2Uy \to -q/2U. Fluida di dalam garis arus itu datang dari sumbernya; di luarnya, arus seragamnya mengalir mengelilingi setengah benda berlebar asimtotik q/Uq/U.

Latihan 2.12 ★★★

Vorteks dan cerat. Aliran bidang v=q2πrer+Γ2πreθ\vect v = -\dfrac{q}{2\pi r}\vect e_r + \dfrac{\Gamma}{2\pi r}\vect e_\theta untuk r>ar > a. (a) Tunjukkanlah bahwa ia tak termampatkan dan irotasional. (b) Garis arusnya: spiral logaritmik r=r0eqθ/Γr = r_0\eu^{-q\theta/\Gamma}. (c) Percepatan sebuah partikel: tunjukkanlah bahwa ia murni radial, v2/rer-v^2/r\,\vect e_r. (d) Waktu bagi partikel untuk menyusur spiral dari r0r_0 ke aa; jumlah putaran yang dibuatnya. (e) Angka: q=1.5×103m2/sq = 1.5 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}, Γ=3×102m2/s\Gamma = 3 \times 10^{-2}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}, r0=0.5mr_0 = 0.5\,\mathrm{m}, a=2cma = 2\,\mathrm{cm}.

Solusi

Solusi Latihan 2.12.

(a) divv=1rr(q/2π)=0\operatorname{div}\vect v = \frac1r\partial_r(-q/2\pi) = 0; ωz=1rr(Γ/2π)=0\omega_z = \frac1r\partial_r(\Gamma/2\pi) = 0. (b)  ⁣dr/vr=r ⁣dθ/vθ\dd r/v_r = r\,\dd\theta/v_\theta memberi  ⁣dr/r=(q/Γ) ⁣dθ\dd r/r = -(q/\Gamma)\dd\theta. (c) ar=vrrvrvθ2/r=(q2+Γ2)/4π2r3=v2/ra_r = v_r\partial_rv_r - v_\theta^2/r = -(q^2 + \Gamma^2)/4\pi^2r^3 = -v^2/r; aθ=vrrvθ+vrvθ/r=0a_\theta = v_r\partial_rv_\theta + v_rv_\theta/r = 0. (d)  ⁣dr/ ⁣dt=q/2πr\dd r/\dd t = -q/2\pi r: t=π(r02a2)/qt = \pi(r_0^2 - a^2)/q; putarannya =(Γ/2πq)ln(r0/a)= (\Gamma/2\pi q)\ln(r_0/a). (e) t=520s9mint = 520\,\mathrm{s} \approx 9\,\mathrm{min}; 1010 putaran.

2.6 Soal: Dari lubang pembuangan sampai badai

Soal 2.1

Soal akhir pekan — kinematika yang sama pada tiga skala: pusaran di atas lubang buangan, sebuah puting beliung, dan sebuah siklon dilihat dari satelit

Bagian I — Bak mandi. Sebuah bak dikuras lewat lubang berjari-jari a=2cma = 2\,\mathrm{cm}; airnya, yang sedalam h=20cmh = 20\,\mathrm{cm}, keluar dengan debit volume DV=0.30L/sD_V = 0.30\,\mathrm{L}/\mathrm{s}. Jauh dari lubangnya alirannya dimodelkan sebagai aliran bidang (tak bergantung pada kedalaman): v=vr(r)er+vθ(r)eθ\vect v = v_r(r)\vect e_r + v_\theta(r)\vect e_\theta.

  1. Dengan memakai kekekalan massa lewat tabung berjari-jari rr dan setinggi hh, tunjukkanlah bahwa vr=q/2πrv_r = -q/2\pi r dengan q=DV/hq = D_V/h; nilai qq.
  2. Sebelum sumbatnya dicabut airnya telah diaduk dan berputar dengan 1.0cm/s1.0\,\mathrm{cm}/\mathrm{s} di r=50cmr = 50\,\mathrm{cm}. Dengan menerima bahwa tiap cincin air menjaga momentum sudutnya ketika bergerak ke dalam (rvθrv_\theta tetap), carilah vθ(r)v_\theta(r) dan sirkulasinya Γ\Gamma.
  3. Periksalah bahwa alirannya tak termampatkan dan irotasional untuk r>ar > a.
  4. Garis arus: tunjukkanlah bahwa garis-garisnya spiral logaritmik lalu carilah berapa putaran yang dibuat sebuah partikel antara r=50cmr = 50\,\mathrm{cm} dan r=ar = a.
  5. Waktu bagi sebuah partikel untuk beranjak dari 50cm50\,\mathrm{cm} ke lubangnya, dan kelajuan azimutnya saat tiba.
  6. Percepatan sebuah partikel di rr; bandingkanlah dengan gg di r=ar = a. (Permukaan bebasnya melekuk di tempat tekanannya harus mengimbanginya — corongnya; bab berikutnya.)
  7. Rotasi Bumi memberi fluida mana pun yang diam di baknya sebuah rotasi “latar” dengan laju tegak setempat Ωsinλ5×105rad/s\Omega_\oplus\sin\lambda \approx 5 \times 10^{-5}\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}. Bandingkanlah kelajuan azimut yang akan diberikannya di 50cm50\,\mathrm{cm} dengan 1cm/s1\,\mathrm{cm}/\mathrm{s} dari adukannya, lalu katakanlah apakah arah putaran bak yang terkuras ditentukan oleh belahan buminya.

Bagian II — Puting beliung sebagai vorteks Rankine. Jari-jari intinya a=60ma = 60\,\mathrm{m}, angin maksimum vmax=80m/sv_{\max} = 80\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, massa jenis udara ρ=1.2kg/m3\rho = 1.2\,\mathrm{kg}/\mathrm{m}^{3}.

  1. Tuliskanlah vθ(r)v_\theta(r) di kedua daerahnya lalu berikanlah Ω\Omega dan Γ\Gamma.
  2. Vortisitas di intinya dan di luarnya; sketsalah vθv_\theta dan ωz\omega_z terhadap rr.
  3. Percepatan sebuah partikel udara di tepi intinya; bandingkanlah dengan gg.
  4. Tunjukkanlah bahwa kincir kecil yang ditaruh di luar intinya hanyut mengelilingi puting beliungnya tanpa berputar terhadap sumbunya sendiri, sementara yang ditaruh di dalam intinya berputar sekali tiap satu kelilingan terhadap sumbunya.
  5. Energi kinetik intinya, tiap meter ketinggian.
  6. Energi kinetik aliran luarnya tiap meter ketinggian, antara aa dan R=5kmR = 5\,\mathrm{km}; mengapa ia bergantung pada RR hanya secara logaritmik?
  7. Dengan ketinggian 1km1\,\mathrm{km}, energi kinetik totalnya; bandingkanlah dengan energi yang dilepaskan 1t1\,\mathrm{t} TNT (4.2GJ4.2\,\mathrm{GJ}).
  8. Udara juga mengalir ke dalam dan ke atas dalam puting beliung. Jika intinya disuapi aliran masuk radial 5m/s5\,\mathrm{m}/\mathrm{s} lewat permukaan sisinya sepanjang 300m300\,\mathrm{m} pertama ketinggiannya, kelajuan tegak berapa yang harus dicapai udaranya di puncak lapisan itu (seragam atas penampang intinya)?

Bagian III — Siklon. Sebuah siklon tropis dimodelkan sebagai vorteks Rankine berjari-jari inti a=40kma = 40\,\mathrm{km} dan vmax=50m/sv_{\max} = 50\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Rotasi Bumi terasa lewat vortisitas planet f=2Ωsinλ5×105s1f = 2\Omega_\oplus\sin\lambda \approx 5 \times 10^{-5}\,\mathrm{s}^{-1} pada lintang 2020{}^{\circ}: sebuah cincin udara yang diam relatif terhadap tanah sudah mengemban, dalam kerangka inersial, kelajuan azimut fr/2fr/2 terhadap sumbu tegak mana pun.

  1. Vortisitas intinya dan sirkulasi Γ\Gamma siklonnya; bandingkanlah vortisitas intinya dengan ff.
  2. Sebuah cincin udara berjari-jari r0=500kmr_0 = 500\,\mathrm{km}, mula-mula diam relatif terhadap tanah, ditarik ke arah pusatnya oleh tekanan rendahnya. Dengan menerima bahwa momentum sudut tiap satuan massanya terhadap sumbunya, r(vθ+fr/2)r(v_\theta + fr/2), kekal, carilah kecepatannya vθv_\theta relatif terhadap tanah di r=100kmr = 100\,\mathrm{km} dan di r=40kmr = 40\,\mathrm{km}.
  3. Ke arah mana siklonnya berputar di belahan bumi utara, dan mengapa? Mengapa arahnya tetap bagi siklon dan tidak bagi bak mandi?
  4. Mengapa udaranya tidak dapat ditarik sampai ke sumbunya dengan cara ini — apa yang membatasi anginnya dan menyisakan sebuah mata?
  5. Udara memusat ke dalam siklonnya dengan 5m/s5\,\mathrm{m}/\mathrm{s} lewat tabung berjari-jari 500km500\,\mathrm{km} dan setinggi 1km1\,\mathrm{km}: debit massa yang tertarik masuk (ρ=1.2kg/m3\rho = 1.2\,\mathrm{kg}/\mathrm{m}^{3}).
  6. Siklonnya berpindah seluruhnya ke barat dengan 6m/s6\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Tuliskanlah medan kecepatan Euler yang terlihat dari tanah dalam medan v0\vect v_0 vorteksnya dalam kerangkanya sendiri; tunakkah alirannya dalam kerangka tanah? Sisi badai mana yang anginnya lebih kuat?

Bagian IV — Debit dan sebuah rangkuman.

  1. Hujan turun dengan 50mm/h50\,\mathrm{mm}/\mathrm{h} atas daerah tangkapan 10km210\,\mathrm{km}^{2} dan seluruhnya mencapai sungai berpenampang 40m240\,\mathrm{m}^{2}: kelajuan rata-rata sungainya saat banjir.
  2. Darah: aorta (2.5cm22.5\,\mathrm{cm}^{2}) mengalirkan 5.0L/min5.0\,\mathrm{L}/\mathrm{min}; pembuluh kapilernya berpenampang total 0.25m20.25\,\mathrm{m}^{2}: kelajuan di masing-masingnya; waktu bagi darah untuk menyeberangi kapiler 1mm1\,\mathrm{mm}.
  3. Sebuah tangki berpenampang SS terkuras lewat lubang berpenampang ss di dasarnya; kelajuan keluarnya adalah 2gh\sqrt{2gh} (hh tinggi muka airnya — diterima, diturunkan dalam bab berikutnya). Tuliskanlah kekekalan massanya lalu carilah h(t)h(t) dan waktu pengurasannya untuk S=1m2S = 1\,\mathrm{m}^{2}, s=1cm2s = 1\,\mathrm{cm}^{2}, h0=1mh_0 = 1\,\mathrm{m}.
  4. Berikanlah ketiga aliran Bagian I–III dalam satu tabel: jari-jari, kelajuan, vortisitas intinya, sirkulasi — dan besaran yang kekal selama aliran masuknya, yang membuat ketiganya berpusar makin cepat.
Solusi

Solusi Soal 2.1.

1. Lewat tabung berjari-jari rr: 2πrhvr=DV2\pi rh|v_r| = D_V, jadi vr=q/2πrv_r = -q/2\pi r, q=DV/h=1.5×103m2/sq = D_V/h = 1.5 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}.

2. rvθ=0.5×0.01=5×103m2/srv_\theta = 0.5 \times 0.01 = 5 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}: vθ=Γ/2πrv_\theta = \Gamma/2\pi r dengan Γ=3.1×102m2/s\Gamma = 3.1 \times 10^{-2}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}.

3. divv=1rr(rvr)=0\operatorname{div}\vect v = \frac1r\partial_r(rv_r) = 0, ωz=1rr(rvθ)=0\omega_z = \frac1r\partial_r(rv_\theta) = 0.

4.  ⁣dr/r=(q/Γ) ⁣dθ\dd r/r = -(q/\Gamma)\dd\theta: r=r0eqθ/Γr = r_0\eu^{-q\theta/\Gamma}; putarannya =(Γ/2πq)ln(r0/a)=3.3×3.211= (\Gamma/2\pi q)\ln(r_0/a) = 3.3 \times 3.2 \approx 11.

5. t=π(r02a2)/q=520s9mint = \pi(r_0^2 - a^2)/q = 520\,\mathrm{s} \approx 9\,\mathrm{min}; vθ(a)=0.25m/sv_\theta(a) = 0.25\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

6. a=(v2/r)er\vect a = -(v^2/r)\vect e_r; di r=ar = a: v2=0.252+0.0122v^2 = 0.25^2 + 0.012^2, a=3.1m/s20.3ga = 3.1\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} \approx 0.3g.

7. Ωsinλr=5×105×0.5=2.5×105m/s\Omega_\oplus\sin\lambda\,r = 5 \times 10^{-5} \times 0.5 = 2.5 \times 10^{-5}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, empat ratus kali lebih kecil daripada adukannya: belahan buminya tidak menentukan apa pun dalam bak biasa (ia menentukan dalam tangki yang dibiarkan diam sehari).

8. vθ=Ωrv_\theta = \Omega r (r<ar < a), Ωa2/r\Omega a^2/r (r>ar > a); Ω=80/60=1.33rad/s\Omega = 80/60 = 1.33\,\mathrm{rad}/\mathrm{s}, Γ=2πavmax=3.0×104m2/s\Gamma = 2\pi av_{\max} = 3.0 \times 10^{4}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}.

9. ωz=2Ω=2.7s1\omega_z = 2\Omega = 2.7\,\mathrm{s}^{-1} di intinya, 00 di luarnya; vθv_\theta naik linear sampai 80m/s80\,\mathrm{m}/\mathrm{s} lalu turun sebagai 1/r1/r; ωz\omega_z berbentuk tangga.

10. a=vmax2/a=6400/60=107m/s211ga = v_{\max}^2/a = 6400/60 = 107\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} \approx 11g, ke dalam.

11. Di luarnya vortisitasnya nol: unsur kecil bertranslasi sepanjang lingkarannya tanpa berputar terhadap dirinya sendiri — kincirnya menjaga arah hadapnya. Di dalam intinya (rotasi tegar) ia ikut berputar bersama fluidanya, sekali tiap satu kelilingan.

12. Einti=0a12ρΩ2r22πr ⁣dr=14πρΩ2a4=2.2×107J/mE_{\text{inti}} = \int_0^a\tfrac12\rho\Omega^2r^2\,2\pi r\,\dd r = \tfrac14\pi\rho\Omega^2a^4 = 2.2 \times 10^{7}\,\mathrm{J}/\mathrm{m}.

13. Eluar=aR12ρ(Ωa2/r)22πr ⁣dr=πρΩ2a4ln(R/a)=8.7×107×4.4=3.8×108J/mE_{\text{luar}} = \int_a^R\tfrac12\rho(\Omega a^2/r)^2\,2\pi r\,\dd r = \pi\rho\Omega^2a^4\ln(R/a) = 8.7 \times 10^7 \times 4.4 = 3.8 \times 10^{8}\,\mathrm{J}/\mathrm{m}; integrannya ρv2r1/r\rho v^2r \propto 1/r, dari situlah logaritmanya.

14. 4.0×108J/m×1000m=4×1011J4.0 \times 10^{8}\,\mathrm{J}/\mathrm{m} \times 1000\,\mathrm{m} = 4 \times 10^{11}\,\mathrm{J}: sekitar 100t100\,\mathrm{t} TNT.

15. Aliran masuk 2πa×300×5=5.7×105m3/s2\pi a \times 300 \times 5 = 5.7 \times 10^{5}\,\mathrm{m}^{3}/\mathrm{s} lewat πa2=1.1×104m2\pi a^2 = 1.1 \times 10^{4}\,\mathrm{m}^{2}: vz=50m/sv_z = 50\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

16. ω=2vmax/a=2.5×103s1=50f\omega = 2v_{\max}/a = 2.5 \times 10^{-3}\,\mathrm{s}^{-1} = 50f; Γ=2πavmax=1.3×107m2/s\Gamma = 2\pi av_{\max} = 1.3 \times 10^{7}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}.

17. r0fr0/2=r(vθ+fr/2)r_0\cdot fr_0/2 = r(v_\theta + fr/2): vθ=f(r02r2)/2rv_\theta = f(r_0^2 - r^2)/2r; 60m/s60\,\mathrm{m}/\mathrm{s} di 100km100\,\mathrm{km}, 155m/s155\,\mathrm{m}/\mathrm{s} di 40km40\,\mathrm{km}.

18. f>0f > 0 di belahan bumi utara memberi vθ>0v_\theta > 0: berlawanan jarum jam dilihat dari atas (siklonik). Atas 500km500\,\mathrm{km} rotasi planetnya adalah rotasi awal yang menguasai; dalam bak mandi adukannyalah yang menguasai.

19. Gesekan dengan laut mengambil momentum sudutnya, dan gradien tekanannya tak dapat mengimbangi percepatan sentripetal cincin yang kian cepat: udaranya naik sebelum mencapai sumbunya, di dinding matanya, sehingga menyisakan mata yang tenang.

20. ρ2πrHv=1.2×2π×5×105×103×5=1.9×1010kg/s\rho\,2\pi rHv = 1.2 \times 2\pi \times 5 \times 10^5 \times 10^3 \times 5 = 1.9 \times 10^{10}\,\mathrm{kg}/\mathrm{s}.

21. v(M,t)=Uex+v0(M+Utex)\vect v(M, t) = -U\vect e_x + \vect v_0(M + Ut\,\vect e_x): polanya terbawa arus, medannya tak tunak dalam kerangka tanah. Translasinya menambah pusarannya di sisi tempat vθv_\theta menunjuk ke barat — sisi utara (kanan) lintasan ke baratnya.

22. 0.05×107/3600=139m3/s0.05 \times 10^7/3600 = 139\,\mathrm{m}^{3}/\mathrm{s}; v=139/40=3.5m/sv = 139/40 = 3.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

23. DV=83cm3/sD_V = 83\,\mathrm{cm}^{3}/\mathrm{s}: aorta 0.33m/s0.33\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; kapiler 0.33mm/s0.33\,\mathrm{mm}/\mathrm{s}; 3s3\,\mathrm{s} tiap milimeter.

24. S ⁣dh/ ⁣dt=s2ghS\,\dd h/\dd t = -s\sqrt{2gh}: h=h0sSg/2t\sqrt h = \sqrt{h_0} - \frac sS\sqrt{g/2}\,t, kosong pada T=(S/s)2h0/g=104×0.45=4500s75minT = (S/s)\sqrt{2h_0/g} = 10^4 \times 0.45 = 4500\,\mathrm{s} \approx 75\,\mathrm{min}.

25. Bak: r0.5mr \sim 0.5\,\mathrm{m}, v1cm/sv \sim 1\,\mathrm{cm}/\mathrm{s}, Γ=3×102m2/s\Gamma = 3 \times 10^{-2}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}; puting beliung: 60m60\,\mathrm{m}, 80m/s80\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, ω=2.7s1\omega = 2.7\,\mathrm{s}^{-1}, Γ=3×104m2/s\Gamma = 3 \times 10^{4}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}; siklon: 40km40\,\mathrm{km}, 50m/s50\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, ω=2.5×103s1\omega = 2.5 \times 10^{-3}\,\mathrm{s}^{-1}, Γ=1.3×107m2/s\Gamma = 1.3 \times 10^{7}\,\mathrm{m}^{2}/\mathrm{s}. Pada masing-masingnya, momentum sudut tiap satuan massa rvθrv_\theta fluida yang memusat itu kekal: aliran masuknyalah yang memutarnya makin cepat.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium