Pada 1865 James Clerk Maxwell menuliskan hukum yang telah ditemukan Coulomb, Ampère dan Faraday satu demi satu, menambahkan pada hukum Ampère sebuah suku yang belum dituntut percobaan mana pun, lalu mendapati bahwa persamaannya menerima gelombang yang berjalan dengan kelajuan yang dapat ia hitung dari tetapan kelistrikan dan kemagnetan — yaitu kelajuan cahaya. Kelistrikan, kemagnetan dan optika menjadi satu pokok. Jilid Tahun ke-1 menyatakan hukumnya sebagai integral atas permukaan dan simpal; bab ini menuliskannya sebagai empat persamaan lokal yang sahih di setiap titik dan setiap saat, dengan operator vektor yang membuat penulisan semacam itu mungkin, lalu menarik akibat pertamanya: arus pergeseran, potensialnya, perilaku medannya di sebuah antarmuka, dan hampiran yang membuat rangkaian jilid Tahun ke-1 tepat.
James Clerk Maxwell (1831–1879), yang menuliskan keempat persamaan bab ini lalu membaca di dalamnya keberadaan gelombang elektromagnetik yang berjalan dengan kelajuan cahaya.
dan ΔA adalah Laplacian yang diambil pada tiap komponen Kartesiusnya. Maknanya tak bergantung pada koordinat: gradf⋅dl=df adalah perubahan f sepanjang dl; divA adalah fluks A yang keluar menembus permukaan sebuah volume kecil, tiap satuan volume; curlA⋅n adalah sirkulasi A mengelilingi simpal kecil bernormal n, tiap satuan luas.
Teorema 11.2(Teorema divergensi dan teorema Stokes)
Untuk permukaan tertutup Σ yang membatasi volume V, dan kurva tertutup terorientasi C yang membatasi permukaan S (normalnya n diberikan kaidah tangan kanan),
∬ΣA⋅ndS=∭VdivAdτ,∮CA⋅dl=∬ScurlA⋅ndS.
Bukti.Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.∎
Catatan 11.3(Apa yang diterima tanpa bukti dan mengapa masuk akal)
Kedua teoremanya dibuktikan dalam jilid matematika Tahun ke-3; jilid matematika tahun ini berhenti pada versi bidangnya (Green–Riemann) dan pada integral lipat. Isinya, walau begitu, adalah yang kita pakai dalam Bab 2: ubinlah volumenya dengan kotak kecil (permukaan simpalnya dengan simpal kecil) — fluks menembus sisi dalamnya (sirkulasi sepanjang rusuk dalamnya) saling meniadakan berpasangan, dan hanya batasnya yang tersisa. Dua kesamaan menyusul dari definisinya dan dipakai terus-menerus: curlgradf=0, divcurlA=0, dan curlcurlA=graddivA−ΔA. Bagi medan yang bersimetri, rumus yang berguna adalah: bagi medan radial Ar(r)er, div=r21∂r(r2Ar) (bola) atau r1∂r(rAr) (tabung); bagi medan azimut Aθ(r)eθ mengelilingi sebuah sumbu, (curl)z=r1∂r(rAθ); dan bagi f(r), Δf=r21∂r(r2∂rf)=r1∂r2(rf) (bola), r1∂r(r∂rf) (tabung).
Kedua operator persamaan Maxwell, yang dibaca secara geometris: divergensi mengukur seberapa banyak sebuah medan mengalir keluar dari volume kecil, curl seberapa banyak ia bersirkulasi mengelilingi simpal kecil.
11.2 Keempat persamaannya
Teorema 11.4(Persamaan Maxwell)
Dalam hampa (dan dalam materi yang dilukiskan rapat muatan dan rapat arus totalnya ρ dan j), medan listrik dan medan magnetnya menuruti, di setiap titik dan setiap waktu,
dengan ε0=8.85×10−12F/m, μ0=4π×1×10−7H/m (dan ε0μ0=1/c2). Medannya bekerja pada muatan lewat gaya Lorentz F=q(E+v∧B). Suku ε0∂tE adalah rapat arus pergeseran Maxwell.
Kesetaraan dengan hukum integral jilid Tahun ke-1. Terapkanlah teorema divergensi pada kedua yang pertama: ∬ΣE⋅ndS=Qdlm/ε0 (Gauss) dan fluks B menembus permukaan tertutup mana pun bernilai nol. Terapkanlah Stokes pada kedua yang terakhir: ∮CE⋅dl=−dΦB/dt (Faraday, bagi simpal tetap) dan ∮CB⋅dl=μ0Ilingkup+μ0ε0dΦE/dt (Ampère, yang telah dilengkapi). Sebaliknya hukum integralnya, yang berlaku bagi setiap volume dan simpal, menyiratkan hukum lokalnya. Persamaan lokalnya karena itu adalah hukum Tahun ke-1 ditambah satu suku baru, yang dibenarkan di bawah; keduanya diambil sebagai postulat elektromagnetisme. ∎
persamaannya memuat kekekalan muatan. Tanpa suku pergeserannya persamaan itu akan menuntut divj=0 selalu — keliru dalam kapasitor yang sedang diisi, tempat arus hantarannya berhenti di kepingnya. Di sana, di antara kepingnya, ε0∂tE mengemban tepat arus yang tiba dalam kawatnya, dan medan magnetnya bersirkulasi mengelilingi celahnya seperti mengelilingi sebuah kawat.
Bukti.Divergensi kedua ruasnya, seperti dinyatakan; bagi kapasitornya, fluks ε0∂tE menembus sebuah permukaan di antara kepingnya adalah ε0SdE/dt=dQ/dt=I. ∎
Contoh 11.6(Medan di dalam kapasitor yang sedang diisi)
Keping lingkaran berjari-jari R, berjarak d≪R, diisi arus I: di antaranya E=Q/ε0πR2 seragam dan tumbuh dengan dE/dt=I/ε0πR2. Menurut simetrinya B=B(r)eθ; Ampère–Maxwell pada lingkaran berjari-jari r<R (tak ada arus hantaran yang menyeberanginya): 2πrB=μ0ε0πr2dE/dt, jadi B=μ0Ir/2πR2 — yaitu medan arus seragam I yang tersebar pada cakramnya, sinambung di r=R dengan μ0I/2πr kawatnya di luar. Untuk I=1A, R=5cm: B(R)=4µT, terukurkan; suku Maxwell itu nyata.
Sebuah kapasitor yang sedang diisi: tak ada muatan yang menyeberangi celahnya, tetapi fluks listrik menembus sebuah simpal di sekelilingnya tumbuh; suku Maxwell memberi simpalnya sirkulasi B yang sama seolah-olah kawatnya berlanjut — yaitu arus pergeseran.
Catatan 11.7(Kelinearan; apa yang dikatakan persamaannya)
Persamaannya linear dalam medannya dan sumbernya: medannya bertumpang. Dua di antaranya (Gauss, Faraday–fluks) tak mengemban sumber dan menyatakan struktur — garis medan listrik bermula dan berakhir pada muatan, garis medan magnet tak pernah berakhir; kedua yang lain mengatakan bagaimana muatan dan arus, serta perubahan tiap medannya, menciptakan medannya. Dibaca bersama-sama, B yang berubah membuat E bersirkulasi dan E yang berubah membuat B bersirkulasi: keduanya dapat saling melangsungkan tanpa muatan di mana pun — itulah gelombang Bab 13, dan arus pergeserannyalah yang membuatnya mungkin.
11.3 Potensial
Proposisi 11.8(Potensial skalar dan potensial vektor)
yang tertentukan sampai sebuah transformasi teraA→A+gradχ, V→V−∂tχ, yang membiarkan medannya tak berubah. Dalam tera CoulombdivA=0, hukum Gauss menjadi persamaan Poisson
ΔV=−ε0ρ,
dan dalam rezim tunak hukum Ampère menjadi ΔA=−μ0j. Dalam statika V adalah potensial elektrostatik jilid Tahun ke-1.
Bukti. Medan yang bebas divergensi adalah sebuah curl (diterima tanpa bukti, seperti pernyataan kebalikannya bahwa medan yang bebas curl adalah sebuah gradien, keduanya dari jilid matematika Tahun ke-2 bagi daerah terhubung sederhana); lalu curl(E+∂tA)=0, jadi E+∂tA adalah sebuah gradien. Teranya: curlgradχ=0 dan suku ∂tgradχ-nya saling meniadakan dalam E. Poisson: divE=−ΔV−∂tdivA. Statika: curlcurlA=graddivA−ΔA=μ0j. ∎
Contoh 11.9(Dua potensial vektor)
Medan seragam B0 diturunkan dari A=21B0∧r (periksalah: curl(21B0∧r)=B0, dan divA=0); di dalam solenoida tak hingga ini menjadi Aθ=Br/2, di luarnya Aθ=BR2/2r — sebuah potensial yang tidak lenyap di tempat medannya lenyap, dan yang sirkulasinya sepanjang sebuah simpal adalah fluks B menembusnya: ∮A⋅dl=ΦB (Stokes). Hukum Faraday lalu berbunyi E=−∂tA bagi medan imbasnya.
11.4 Medan di sebuah antarmuka
Proposisi 11.10(Hubungan batas)
Menyeberangi permukaan yang mengemban rapat muatan permukaan σ dan rapat arus permukaanjs (A/m), dengan n12 yaitu normal satuan dari medium 1 ke medium 2,
E2−E1=ε0σn12,B2−B1=μ0js∧n12:
komponen tangensial E dan komponen normal B sinambung; komponen normal E melompat sebesar σ/ε0, komponen tangensial B sebesar μ0js. Di permukaan sebuah penghantar sempurna (E=B=0 di dalamnya, dalam hal-hal Bab 15), E bersifat normal dan sama dengan σn/ε0, B bersifat tangensial dan sama dengan μ0js∧n.
Bukti. Komponen normalnya: hukum Gauss dan hukum fluks pada kotak pipih datar yang mengangkangi permukaannya, seluas dS dan bertinggi lenyap: (E2n−E1n)dS=σdS/ε0, (B2n−B1n)dS=0. Komponen tangensialnya: hukum Faraday dan hukum Ampère pada persegi panjang kecil yang mengangkangi permukaannya, sepanjang dl dan bertinggi lenyap: fluks ∂tB dan ∂tE menembus persegi panjangnya lenyap bersama luasnya, tetapi sebuah arus permukaanjsdl menyeberanginya: (E2t−E1t)dl=0, (B2t−B1t)dl=μ0jsdl bagi arah tangensial yang tegak lurus js. ∎
Hubungan batasnya datang dari hukum integral yang diterapkan pada sebuah kotak pipih datar dan sebuah simpal tipis yang mengangkangi antarmukanya: muatan permukaan membuat E normalnya melompat, arus permukaan membuat B tangensialnya melompat; komponen lainnya sinambung.
Sebuah bidang dengan σ sendirian dalam ruang: menurut simetrinya E=±En pada kedua sisinya, dan lompatannya 2E=σ/ε0 memberi E=σ/2ε0 — hasil Tahun ke-1 dalam satu baris. Sebuah lembar arus bidang js: B=μ0js/2 pada tiap sisinya, berlawanan arah. Sebuah solenoida panjang berlilitan n tiap meter yang mengemban I adalah lembar arus tabung js=nI: lompatannya μ0nI menyeberanginya, dengan B=0 di luar, memberi B=μ0nI di dalam.
11.5 Rezim kuasi-tunak
Definisi 11.12(Hampiran kuasi-tunak)
Sebuah sistem berukuran L yang digerakkan pada frekuensi f bersifat kuasi-tunak apabila L≪λ=c/f: waktu L/c yang diperlukan medannya untuk menyeberanginya dapat diabaikan dibandingkan periodenya, dan semua titiknya “melihat” sumbernya pada saat yang sama. Dua limitnya dipakai:
rezim kuasi-tunak magnetik (rangkaian dengan arus, kumparan, transformator, imbasan): arus pergeserannya dibuang dari hukum Ampère, curlB=μ0j (sehingga divj=0 dan arusnya mengalir dalam rangkaian tertutup), sementara hukum Faraday disimpan seutuhnya;
rezim kuasi-tunak listrik (sebuah kapasitor yang sedang diisi): suku Faradaynya dibuang, E adalah medan elektrostatik muatan seketikanya, sementara arus pergeserannya disimpan untuk mencari B.
Pembenaran. Dalam rezim magnetiknya, bandingkanlah kedua suku hukum Ampère dalam sebuah penghantar: μ0ε0∂tE∼μ0ε0ωE melawan μ0γE, dengan nisbah ε0ω/γ=ωτr∼10−17 pada 50Hz dalam tembaga; di luar penghantarnya arus pergeserannya berorde ε0ωE dengan E∼ωAB, yakni lebih kecil daripada pengaruh arus hantarannya sebesar (ωL/c)2=(L/λ)2×4π2. Dalam rezim listriknya medan imbasnya ωBL∼ω2ε0μ0L2E lebih kecil daripada E sebesar (L/λ)2 yang sama. ∎
Contoh 11.13(Rangkaian dan antena)
Sebuah rangkaian jala-jala pada 50Hz (λ=6000km) bersifat kuasi-tunak sampai ukuran sebuah negara — itulah sebabnya hukum Kirchhoff dan transformator bekerja. Rangkaian 10cm bersifat kuasi-tunak sampai sekitar 100MHz; pada 1GHz (λ=30cm) kawatnya menjadi antena, arusnya berbeda-beda sepanjang sebuah kawat, dan rangkaiannya memancar: yaitu ranah Bab 17 dan ranah rancangan gelombang mikro, tempat sebuah jalur pada papan menjadi sebuah saluran transmisi.
Ukuran terhadap frekuensi: di bawah garis L=λ/10 (putus-putus) sebuah perangkat bersifat kuasi-tunak dan hukum rangkaiannya berlaku; dekat dan di atas L=λ medannya merambat, dan perangkatnya memancar.
Metode 11.14(Memakai persamaan lokalnya)
(1) Pakailah simetri dan ketakubahan sumbernya untuk menetapkan arah dan variabel medannya (seperti dalam jilid Tahun ke-1). (2) Pilihlah bentuknya: integral (Gauss, Ampère pada permukaan atau simpal yang dipilih baik-baik) ketika simetrinya cukup; lokal ketika Anda memerlukan persamaan diferensial (Poisson bagi V, persamaan difusi atau persamaan gelombang bagi medannya). (3) Dalam soal yang bergantung waktu putuskanlah rezimnya: statik, kuasi-tunak magnetik atau listrik, atau Maxwell penuh. (4) Di antarmuka, pakailah hubungan batasnya — di situlah satu-satunya tempat muatan dan arus permukaan masuk. (5) Periksalah divB=0 dan dimensinya.
11.6 Latihan
Latihan 11.1★
Hitunglah divergensi dan curl (a) A=(x,y,z); (b) A=(−y,x,0); (c) A=(yz,zx,xy); (d) A=r/r3 (pakailah rumus radialnya, r=0); (e) A=(0,0,x2). Mana yang berupa gradien, mana yang berupa curl, mana yang bukan keduanya?
Solusi
Solusi Latihan 11.1.
(a) div=3, curl=0: yaitu gradienr2/2. (b) 0 dan (0,0,2): sebuah curl (dari −21(x2+y2)ez), bukan gradien. (c) 0 dan 0: gradienxyz (dan sebuah curl pula). (d) r21∂r(r2/r2)=0, curlnya0: gradien−1/r. (e) 0 dan (0,−2x,0): sebuah curl, bukan gradien.
Latihan 11.2★
(a) Periksalah dimensi tiap suku keempat persamaan Maxwell. (b) Hitunglah 1/ε0μ0. (c) Nisbah rapat arus pergeseran terhadap rapat arus hantaran dalam tembaga pada 50Hz, dalam air laut (γ=5S/m) pada 1GHz, dalam kaca (γ=1×10−12S/m, ε0 diambil demi kesederhanaan) pada 50Hz: mana yang “penghantar” bagi masing-masingnya?
Solusi
Solusi Latihan 11.2.
(a) Gauss dan Faraday: kedua ruasnya dalam V/m2 (rapat muatan dibagi ε0, gradien medan, medan dibagi waktu); Ampère: kedua ruasnya dalam T/m. (b) 1/8.85×10−12×1.257×10−6=3.00×108m/s. (c) Nisbahnya ε0ω/γ: tembaga 5×10−20; air laut pada 1GHz1×10−2 (masih penghantar, nyaris); kaca pada 50Hz3×103: sebuah dielektrik, arus pergeserannya menguasai.
Latihan 11.3★
Sebuah kapasitor berkeping lingkaran (R=10cm, d=2mm) diisi I=0.5A. Tentukanlah laju perubahan E; rapat arus pergeserannya; B pada r=5cm dan pada r=20cm (dalam bidang di tengah-tengah kepingnya); bandingkanlah yang terakhir dengan medan kawat penyuapnya pada jarak yang sama.
Solusi
Solusi Latihan 11.3.
dE/dt=I/ε0πR2=1.8×1012Vm−1s−1; jd=I/πR2=16A/m2; B(5cm)=μ0Ir/2πR2=0.5µT; B(20cm)=μ0I/2πr=0.5µT — tepat medan kawatnya.
Latihan 11.4★
(a) E=kxex mengisi sebuah daerah: rapat muatan di sana. (b) Di dalam sebuah bola berjari-jari R, E=(ρ0r/3ε0)er: periksalah dengan divergensi radialnya bahwa ρ=ρ0, lalu dapatkanlah kembali medan di luarnya dari hukum integral Gauss. (c) B=B0(y/a)ex: mungkinkah ia sebuah medan magnet? Rapat arus apa yang melangsungkannya?
Solusi
Solusi Latihan 11.4.
(a) ρ=ε0k. (b) r21∂r(ρ0r3/3ε0)=ρ0/ε0; di luarnya, Gauss: E=ρ0R3/3ε0r2. (c) divB=0: ya; curlB=−(B0/a)ez: j=−(B0/μ0a)ez, sebuah lembar arus seragam yang tebalnya sepanjang y.
Latihan 11.5★★
Potensial vektor. (a) Tunjukkanlah bahwa A=21B0∧r memberi curlA=B0 dan divA=0. (b) Demikian pula A′=B0xey: carilah fungsi tera χ dengan A′=A+gradχ. (c) Solenoida berjari-jari R, bermedan B di dalamnya: periksalah Aθ=Br/2 (r<R) dan BR2/2r (r>R) dengan (curlA)z=r1∂r(rAθ); kesinambungannya di R. (d) Sirkulasi A pada lingkaran berjari-jari r>R dan fluks B: apa katanya tentang ggl imbas dalam sebuah simpal di luar sebuah solenoida yang arusnya berubah-ubah?
Solusi
Solusi Latihan 11.5.
(a) A=21(Byz−Bzy,Bzx−Bxz,Bxy−Byx): (curlA)x=21(Bx+Bx)=Bx, dan seterusnya; divA=0. (b) A′−A=21B0(y,x,0)=grad(21B0xy). (c) r1∂r(Br2/2)=B; r1∂r(BR2/2)=0; keduanya sama dengan BR/2 di R. (d) 2πr⋅BR2/2r=πR2B=Φ: sebuah simpal di luar solenoidanya, tempat B=0, tetap merasakan e=−dΦ/dt — lewat E=−∂tA, yang tidak lenyap di sana.
Latihan 11.6★★
Hubungan batas. (a) Sebuah penghantar dalam kesetimbangan elektrostatik mengemban σ pada permukaannya: medan tepat di luarnya (dari lompatannya, dengan E=0 di dalamnya); untuk σ=1µC/m2. (b) Dua bidang sejajar dengan +σ dan −σ: medannya di mana-mana, lewat lompatannya. (c) Sebuah solenoida panjang (n=2000m−1, I=5A) sebagai lembar arus: js, lompatan B, dan B di dalamnya. (d) Sebuah kumparan toroida: mengapa B nol di luar dan μ0NI/2πr di dalam, dari lompatan yang sama?
Solusi
Solusi Latihan 11.6.
(a) E=σ/ε0=1.1×105V/m, normal. (b) σ/ε0 di antaranya, nol di luarnya (tiap lompatannya menambah ±σ/ε0). (c) js=nI=1×104A/m, lompatannya μ0js=12.6mT=B di dalamnya. (d) Sebuah simpal di luar torusnya melingkupi arus total nol, jadi B=0 di sana; di dalamnya, Ampère memberi μ0NI/2πr, dan lompatan menyeberangi lilitannya, μ0js=μ0NI/2πr, selaras.
Latihan 11.7★★
Poisson dalam satu dimensi. Antara dua elektrode bidang di x=0 (V=0) dan x=d (V=U), sebuah rapat muatan seragam ρ0 mengisi celahnya (sebuah muatan ruang). (a) Selesaikanlah persamaan Poisson bagi V(x). (b) Medannya E(x); di manakah ia nol jika ρ0>0 dan besar? (c) Muatan permukaan pada kedua elektrodenya, dari hubungan batasnya. (d) Dengan ρ0=0 dapatkanlah kembali kapasitornya; dengan U=0, sketsalah V.
Solusi
Solusi Latihan 11.7.
(a) V′′=−ρ0/ε0: V=−ρ0x2/2ε0+(U/d+ρ0d/2ε0)x. (b) E=ρ0x/ε0−U/d−ρ0d/2ε0, nol di x0=d/2+ε0U/ρ0d — dekat tengahnya bagi muatan ruang yang besar. (c) σ(0)=ε0E(0+)=−ε0U/d−ρ0d/2, σ(d)=−ε0E(d−)=ε0U/d−ρ0d/2: bersama-sama −ρ0d, yang menetralkan muatan ruangnya. (d) ρ0=0: V linear, E seragam; U=0: sebuah parabola yang memuncak di d/2.
Latihan 11.8★★
Kuasi-tunak atau tidak. (a) λ pada 50Hz, 1MHz, 100MHz, 2.4GHz. (b) Sampai frekuensi berapa rangkaian 10cm bersifat kuasi-tunak (kriteria L<λ/10)? Sebuah cip 1cm? Sebuah jaringan daya 1000km? (c) Dalam kapasitor berjari-jari R=5cm pada 1MHz, perkirakanlah nisbah medan listrik imbasnya (dari B yang berubah pada latihan sebelumnya) terhadap medan utamanya: (ωR/c)2/4. (d) Mengapa frekuensi jala-jala sebuah jaringan selebar benua merupakan soal kuasi-tunak walaupun jaringannya selebar 1000km?
Solusi
Solusi Latihan 11.8.
(a) 6000km, 300m, 3m, 12.5cm. (b) f<c/10L: 300MHz; 3GHz; 30Hz. (c) (2π×106×0.05/3×108)2/4=3×10−7. (d) Sebenarnya tidak: pada 50Hz jaringan 1000km adalah seperenam panjang gelombang, fasenya berbeda di sepanjangnya, dan saluran panjang diperlakukan sebagai saluran transmisi — tiap rangkaian setempatnya, walau begitu, bersifat kuasi-tunak.
Latihan 11.9★★
Tunjukkanlah bahwa hukum Ampère tanpa arus pergeseran, curlB=μ0j, berlawanan dengan kekekalan muatan setiap kali ∂tρ=0. Dalam kapasitor Latihan 11.3, taksirlah divj yang dirata-ratakan atas sebuah keping setebal e=0.1mm (tempat arus I berhenti), dan ∂tρ yang bersesuaian.
Solusi
Solusi Latihan 11.9.
divcurlB=0 akan memaksa divj=0, yakni ∂tρ=0 di mana-mana. Dalam kepingnya (bervolume πR2e) arus I masuk dan tak ada yang keluar: ⟨divj⟩=−I/πR2e=−1.6×105A/m3, ∂tρ=+1.6×105Cm−3s−1.
Latihan 11.10★★★
Betatron. Sebuah medan magnet seragam B(t)ez mengisi sebuah tabung berjari-jari R, yang tumbuh dengan dB/dt=B˙. (a) Menurut simetrinya E=Eθ(r)eθ: pakailah hukum Faraday integral untuk mencari Eθ bagi r<R dan r>R. (b) Tak ada muatan di mana pun: berilah tanggapan atas sebuah medan listrik yang garisnya tertutup. (c) Sebuah elektron pada lingkaran berjari-jari r0<R memperoleh berapa energi tiap putaran? Untuk B˙=10T/s, r0=0.5m: energinya tiap putaran dalam eV; jumlah putaran yang diperlukan bagi 20MeV. (d) Agar jari-jari orbitnya tetap, momentumnya p=eBr0 (dari gaya magnetiknya) harus tumbuh sebagaimana dituntut energi yang diperoleh dari medan imbasnya: tunjukkanlah syaratnya B(r0)=21⟨B⟩cakram — yaitu syarat betatron.
Solusi
Solusi Latihan 11.10.
(a) 2πrEθ=−πr2B˙: Eθ=−rB˙/2 di dalamnya, −R2B˙/2r di luarnya. (b) Garisnya berupa lingkaran tertutup: ia bukan sebuah gradien, ia menggiring muatan mengelilingi sebuah simpal — sebuah medan gerak listrik. (c) e⋅2πr0∣Eθ∣=eπr02B˙: π×0.25×10=7.9eV tiap putaran; 2.5×106 putaran. (d) p=eB(r0)r0 memberi p˙=er0B˙(r0), sementara medan imbasnya memberi p˙=e∣Eθ∣=eΦ˙/2πr0: B(r0)=Φ/2πr02=21⟨B⟩.
Latihan 11.11★★★
Gelombang Maxwell. Dalam hampa (ρ=0, j=0): (a) ambillah curlpersamaan Maxwell–Faraday, pakailah curlcurl=graddiv−Δ dan persamaan lainnya untuk memperoleh ΔE=μ0ε0∂t2E. (b) Hal yang sama bagi B. (c) Ini adalah persamaan d’Alembert dalam tiga dimensi: kelajuannya? Hitunglah dari ε0 dan μ0. (d) Mengapa bilangan ini meyakinkan Maxwell bahwa cahaya bersifat elektromagnetik, dan pengukuran Weber serta Kohlrausch yang mana yang dipakainya?
Solusi
Solusi Latihan 11.11.
(a) curlcurlE=−ΔE (sebab divE=0) =−∂tcurlB=−μ0ε0∂t2E. (b) Hal yang sama dengan peran yang dipertukarkan. (c) c=1/μ0ε0=3.0×108m/s. (d) Weber dan Kohlrausch telah mengukur nisbah satuan muatan elektrostatik dan satuan muatan elektromagnetik, 3.1×108 m/s; Fizeau telah mengukur cahaya pada 3.15×108 m/s: “kita nyaris tak dapat mengelakkan simpulan bahwa cahaya terdiri atas riakan melintang medium yang sama”.
Latihan 11.12★★★
Medan dalam penghantar pada frekuensi rendah. Dalam penghantar ohmik (j=γE) dalam rezim kuasi-tunak magnetik: (a) ambillah curl hukum Ampère lalu pakailah hukum Faraday untuk menunjukkan ΔB=μ0γ∂tB; mengapa ia sebuah persamaan difusi? (b) Waktu ciri bagi B untuk menembus kedalaman d: τ∼μ0γd2; angkanya bagi keping tembaga 1cm dan bagi inti Bumi (γ≈5×105S/m, d≈3000km). (c) Pada frekuensi f, kedalaman yang tercapai dalam satu periode: tunjukkanlah ia berorde δ=2/μ0γω; nilainya bagi tembaga pada 50Hz dan 1MHz (yaitu kedalaman kulitBab 14). (d) Apa sirat (b) bagi perubahan menurut waktu medan magnet Bumi?
Solusi
Solusi Latihan 11.12.
(a) curlcurlB=−ΔB=μ0γcurlE=−μ0γ∂tB: ΔB=μ0γ∂tB, yaitu bentuk persamaan kalor dengan difusivitas 1/μ0γ. (b) τ∼μ0γd2: 7.5ms bagi kepingnya; 4π×10−7×5×105×9×1012=6×1012s, dua ratus ribu tahun, bagi intinya. (c) μ0γδ2∼2/ω: δ=2/μ0γω: 9mm pada 50Hz, 65µm pada 1MHz. (d) Medan intinya tak dapat berubah lewat difusi dalam waktu kurang dari 105 tahun: perubahan sekuler dan pembalikan yang teramati menuntut gerak fluida penghantarnya — sebuah dinamo.
11.7 Soal: Kapasitor, betatron dan potensialnya
Soal 11.1
Soal akhir pekan — persamaan Maxwell yang bekerja dalam satu kapasitor yang sedang diisi, dalam pemercepat yang berjalan hanya dengan hukum Faraday, dan dalam potensial yang menyelesaikannya
Bagian I — Kapasitor yang sedang diisi. Keping lingkaran, berjari-jari R=10cm, berjarak d=1.0mm, berisi udara; sebuah arus I(t)=I0cosωt dengan I0=1.0A, f=1.0MHz mengalir dalam kawat penyuap sepanjang sumbunya. Efek tepinya diabaikan.
Muatan Q(t) dan medan E(t) di antara kepingnya; amplitudo E.
Rapat arus pergeseran di antara kepingnya; periksalah bahwa fluksnya menembus sebuah keping sama dengan I(t).
Medan magnet B(r,t) di antara kepingnya bagi r<R, lewat hukum integral Ampère–Maxwell; amplitudonya di r=R.
Medannya bagi r>R (masih di antara bidang kepingnya): bandingkanlah dengan medan kawatnya pada r yang sama; adakah ketakmalaran di r=R?
B yang berubah mengimbaskan, lewat hukum Faraday, sebuah koreksi E1 pada medan listriknya: dengan memakai curlE1=−∂tB dengan E1=E1(r)ez (aksial), tunjukkanlah bahwa E1(r)−E1(0)=4μ0ε0r2dt2d2E, lalu taksirlah ∣E1(R)−E1(0)∣/∣E∣.
Simpulkanlah kesahihan perlakuan kuasi-tunak listriknya pada 1MHz; pada frekuensi berapa koreksinya akan mencapai 10%? (Penyelesaian eksaknya sebuah fungsi Bessel: kapasitornya telah menjadi sebuah rongga.)
Energi: energi listrik 21ε0E2 yang tersimpan di antara kepingnya, nilai maksimumnya; energi magnetiknya ∫B2/2μ0dτ pada saat E=0; nisbahnya, dan kaitannya dengan taksiran pertanyaan 5.
Bagian II — Betatron. Sebuah elektromagnet menghasilkan medan B=B(r,t)ez yang setangkup terhadap sumbu z; elektronnya beredar dalam cincin hampa berjari-jari r0.
Tunjukkanlah, dari Maxwell–Faraday dalam bentuk integral, bahwa medan listrik pada orbitnya adalah Eθ(r0)=−2πr01dtdΦ, dengan Φ fluks menembus orbitnya.
Persamaan gerak tangensial sebuah elektron (bermuatan −e): dp/dt=eEθ dalam besarnya; energi yang diperoleh tiap putaran adalah e∣dΦ/dt∣.
Kesetimbangan radial pada lingkarannya: p=eB(r0)r0. Agar r0 tetap, tunjukkanlah bahwa B(r0,t)=Φ(t)/2πr02, yakni medan pada orbitnya harus separuh medan rerata di dalamnya.
Mengapa elektronnya tak dapat dipercepat oleh medan seragam? Bagaimana syaratnya diwujudkan dalam praktik (bentuk potongan kutubnya)?
r0=0.50m, B(r0) dilandaikan dari 0 sampai 0.40T dalam 5ms: momentum akhirnya; energi akhirnya (pakailah E=pc bagi elektron ultrarelativistik ini, 1MeV=1.6×10−13J); energinya tiap putaran dan jumlah putarannya; jarak yang ditempuhnya.
Elektronnya memancar ketika dipercepat pada lingkaran (Bab 17): ini membatasi betatron sampai beberapa ratus MeV. Dari mana akhirnya energi elektronnya datang, dan lewat suku persamaan Maxwell yang mana?
Sesudah dipercepat elektronnya dilontarkan ke sebuah sasaran lalu menghasilkan sinar-X: mengapa betatron menjadi mesin radioterapi pada dasawarsa 1950, dan apa yang menggantikannya?
Bagian III — Potensial dan Poisson.
Tuliskanlah E dan B dalam V dan A, lalu periksalah bahwa Maxwell–Faraday dan Maxwell–fluks lalu terpenuhi dengan sendirinya.
Sebuah bola berjari-jari a mengemban rapat seragam ρ0: tuliskanlah persamaan Poisson dalam simetri bola, selesaikanlah di dalam dan di luarnya (V→0 di tak hingga, V dan V′ sinambung di a), lalu dapatkanlah kembali medan jilid Tahun ke-1.
Energi potensial bolanya, 21∫ρVdτ: nilainya 3Q2/20πε0a; bagi sebuah inti uranium (Q=92e, a=7.4fm), dalam MeV — yaitu energi yang dilepaskan ketika ia membelah.
Bagi kapasitor Bagian I dalam rezim kuasi-tunak listriknya, berikanlah V di antara kepingnya. Tunjukkanlah bahwa sebuah potensial vektoraksialAz(r,t)ez, yang baginya (curlA)θ=−∂rAz, menghasilkan kembali medan Bθ pertanyaan 3, lalu carilah Az bagi r<R (ambillah Az(0)=0).
Tunjukkanlah bahwa koreksi E1 pertanyaan 5 tepat sama dengan −∂tA bagi Az itu, sampai sebuah tetapan.
Tera: syarat Coulomb divA=0 berlaku bagi Az(r) Anda — mengapa? A lain apa yang akan memberi B yang sama?
Bagian IV — Antarmuka dan rezim.
Muatan permukaan pada keping Bagian I pada saat E maksimum; periksalah hubungan batasnya pada muka dalam kepingnya (medannya nol di dalam logamnya).
Arusnya menyebar secara radial dalam kepingnya dari sumbunya ke tepinya: rapat arus permukaanjs(r) dalam kepingnya; medan magnet tepat di luar muka luar kepingnya, dari hubungan batasnya, dibandingkan dengan medan yang ditemukan pertanyaan 3 di sisi dalamnya.
Golongkanlah: kepingnya pada 1MHz (kuasi-tunak listrik?), simpal kawat penyuapnya 20cm (kuasi-tunak magnetik?), kapasitor yang sama pada 1GHz; benarkanlah dengan L/λ.
Dalam cincin betatronnya, mengapa hampiran kuasi-tunak magnetiknya sangat baik (ukurannya, landaian 100Hz) walaupun medan listrik di sana penting sekali?
Rangkumlah, dalam sebuah tabel, persamaan Maxwell mana (lokal atau integral) yang menjawab tiap Bagiannya, dan suku mana — arus pergeseran, Faraday, Gauss, lompatan batas — yang menentukan.
10.p=eB(r0)r0 memberi p˙=er0B˙(r0); disamakan dengan 9: B(r0)=Φ/2πr02=21⟨B⟩.
11. Medan seragam mempunyai B(r0)=⟨B⟩, dua kali terlalu besar: gaya magnetiknya tumbuh lebih cepat daripada momentumnya dan orbitnya menyusut. Kutubnya dibentuk sedemikian rupa sehingga medannya kuat dekat sumbunya dan separuhnya pada orbitnya.
12.p=eBr0=3.2×10−20kgm/s; E=pc=9.6×10−12J=60MeV; Φ=2πr02B=0.63Wb dalam 5ms: 126eV tiap putaran, 4.8×105 putaran, 1500km — pada c dalam 5ms: selaras.
13. Dari catu daya magnetnya, yang diserahkan kepada elektronnya oleh suku Faraday: fluks yang berubah membuat medan pemercepatnya.
14. Elektron berpuluh MeV yang direm dalam sasaran berat memberi sinar-X yang menembus; pemercepat linear yang ringkas, dengan laju dosis yang lebih tinggi, menggantikannya.
16.r21(r2V′)′=−ρ0/ε0: V=ρ0(3a2−r2)/6ε0 di dalamnya, ρ0a3/3ε0r=Q/4πε0r di luarnya; E=ρ0r/3ε0 dan Q/4πε0r2.
17.21∫ρVdτ=2πρ02(a5/6−a5/30)/ε0=4πρ02a5/15ε0=3Q2/20πε0a; uranium: 1.6×10−10J≈1000MeV (pembelahannya melepaskan 200MeV yang membuat dua bola yang lebih kecil lebih murah).
18.V=−E(t)z (ditambah sebuah tetapan). Dengan A=Az(r,t)ez, Bθ=−∂rAz=μ0Ir/2πR2 memberi Az=−μ0I(t)r2/4πR2.
19.−∂tAz=μ0I˙r2/4πR2=μ0ε0r2E¨/4 (sebab I˙=ε0πR2E¨): yaitu koreksi pertanyaan 5, sampai sebuah tetapan.
20.divA=∂zAz=0 sebab Az hanya bergantung pada r; sembarang A+gradχ.
21.σ=ε0E0=5µC/m2; di dalam logamnya E=0, jadi lompatannya σ/ε0 tepat sama dengan medan celahnya.
22. Arus I(t) menyuapi kepingnya dari sumbunya; bagian di luar r yang masih harus diserahkan adalah I(1−r2/R2), jadi js=I(1−r2/R2)/2πr. Pada muka luarnya Ampère memberi medan kawatnya μ0I/2πr; pada muka dalamnya μ0Ir/2πR2; selisihnya, μ0I(1−r2/R2)/2πr=μ0js, adalah lompatan batasnya.
23. Kepingnya: R/λ=3×10−4, kuasi-tunak listrik. Simpalnya: 7×10−4, kuasi-tunak magnetik. Pada 1GHz: R/λ=0.3 — sebuah rongga dan sebuah antena.
24.λ=3000km bagi cincin sebesar semeter: arus pergeserannya benar-benar dapat diabaikan; medan listrik yang penting adalah medan Faraday, yang disimpan seutuhnya oleh kuasi-tunak magnetiknya.
25. I: Ampère–Maxwell (arus pergeseran), Faraday bagi koreksinya, rapat energinya. II: Faraday integral, gaya Lorentz. III: potensialnya, Poisson (Gauss). IV: lompatan batas E dan B; nisbah ukuran terhadap panjang gelombang bagi rezimnya.