Seorang pemadam kebakaran menahan tubuhnya melawan selang: air yang berangkat pada tiga puluh meter tiap sekon mendorong balik dengan ratusan newton, walaupun tak ada yang menyentuh corongnya selain air. Sebuah mesin jet tergantung pada sayap dan menarik pesawat menembus langit dengan melontarkan udara ke belakang. Sebuah penyiram taman berputar tanpa motor. Dalam setiap hal sebuah fluida memasuki sebuah daerah, meninggalkannya dengan momentum yang berbeda, dan selisihnya adalah sebuah gaya. Bab ini menuliskan hukum mekanika — momentum, momentum sudut, energi — bukan bagi massa fluida yang tetap melainkan bagi fluida yang menyeberangi daerah tetap, yaitu sistem terbuka: bentuk yang dipakai insinyur untuk mengukur turbin, roket, pompa dan pipa.
5.1 Neraca bagi sistem terbuka
Definisi 5.1(Volume kendali; sistem terbuka)
Yang disebut volume kendali (atau permukaan kendali) adalah daerah ruang tetap Σ yang dilewati aliran fluida; fluida di dalamnya pada sembarang saat adalah sistem terbuka, yang bertukar massa dengan luarnya lewat lubang masuk dan lubang keluar Σ. Sistem tertutup yang menuruti hukum Newton adalah fluida yang berada di dalam Σ pada saat t, lalu diikuti sampai t+dt: ia lalu menempati Σ dikurangi apa yang telah keluar ditambah apa yang telah masuk.
Teorema 5.2(Neraca momentum dalam aliran tunak)
Untuk aliran tunak menembus sebuah volume kendali dengan satu lubang masuk (penampang S1, kecepatan seragam v1) dan satu lubang keluar (S2, v2), dengan debit massaDm yang sama di keduanya,
∑Fluar=Dm(v2−v1),
dengan ∑Fluar jumlah semua gaya luar pada fluida di dalam Σ: berat, gaya dari dinding dan benda yang bersentuhan dengannya, serta gaya tekanan pada penampang masuk dan keluarnya (P1S1n1 yang mendorong ke dalam, −P2S2n2 di lubang keluarnya). Dengan beberapa lubang masuk dan keluar, ruas kanannya adalah jumlah fluks momentum yang keluar Dm,ivi dikurangi yang masuk.
Bukti. Tinjaulah sistem tertutup S yang terdiri atas fluida dalam Σ pada saat t ditambah lempeng δm=Dmdt yang hendak masuk lewat S1. Pada t+dt ia terdiri atas fluida dalam Σ ditambah lempeng δm yang telah keluar lewat S2. Momentumnya beralih dari pΣ(t)+δmv1 ke pΣ(t+dt)+δmv2; dalam aliran tunak pΣ tetap, jadi dpS=Dmdt(v2−v1). Hukum kedua Newton bagi S, yang gaya luarnya (sampai orde pertama) adalah gaya pada fluida dalam Σ, memberi hasilnya. ∎
Kiri: sebuah volume kendali dalam aliran tunak — momentum yang keluar lewat S2 dikurangi yang masuk lewat S1 sama dengan jumlah gaya luar pada fluida di dalamnya, termasuk gaya tekanan pada kedua penampangnya. Kanan: pancaran yang dihentikan dinding mendorongnya dengan Dmv; pancaran yang dibalikkan mangkuk Pelton yang bergerak dengan u mendorong sampai 2Dm(v−u).
Contoh 5.3(Pancaran pada dinding; selang pemadam)
Sebuah pancaran berpenampang s dan berkelajuan v menumbuk dinding tegak lurus lalu menyebar di atasnya: momentum keluar sepanjang pancarannya nol, jadi dindingnya menerima F=Dmv=ρsv2 — 1.1kN bagi pancaran 5cm pada 24m/s. Dengan neraca yang sama yang diterapkan pada fluida dalam selang dan corongnya, corongnya mendorong balik pemadamnya dengan Dmv: 20L/s pada 30m/s memberi 600N, seberat seorang manusia. Jika dindingnya mundur dengan u, hanya Dm′=ρs(v−u) yang mencapainya tiap satuan waktu dan ia tiba dengan kelajuan nisbi v−u: F=ρs(v−u)2.
Proposisi 5.4(Mangkuk Pelton; gaya dorong roket)
(i) Sebuah pancaran berkelajuan v dan berdebit massa Dm dibalikkan sejauh 180∘ oleh sebuah mangkuk yang bergerak dengan u searah pancarannya: gaya pada mangkuknya adalah F=2Dm(v−u) (dengan Dm debit yang sungguh-sungguh dicegat mangkuk yang bergerak pada sebuah roda), dayanya Fu maksimum untuk u=v/2 dan lalu sama dengan 21Dmv2: seluruh daya kinetik pancarannya. (ii) Sebuah roket bermassa m(t) yang menyemburkan gas ke belakang dengan kelajuan nisbi ve dan debit massaDm=−dm/dt merasakan gaya dorongF=Dmve; dalam ruang bebas kelajuannya bertambah sebesar Δv=veln(m0/m1) (persamaan roket Tsiolkovsky); di bawah gravitasi, mdv/dt=Dmve−mg.
Bukti. (i) Dalam kerangka mangkuknya pancarannya tiba dengan v−u dan berangkat dengan −(v−u); neraca momentumnya memberi 2Dm(v−u) (mangkuknya sempurna: tanpa rugi kelajuan nisbi). Dayanya 2Dmu(v−u), maksimum pada u=v/2. (ii) Momentum roket ditambah gas yang disemburkan dalam dt: (m+dm)(v+dv)+(−dm)(v−ve)=mv dalam ruang bebas, jadi mdv=−dmve dan v1−v0=veln(m0/m1); dengan gravitasi momentum totalnya berubah sebesar −mgdt. ∎
Contoh 5.5(Sebuah peluncur)
Tingkat pertama: Dm=2500kg/s pada ve=3000m/s: gaya dorongnya7.5MN, yang mengangkat roket 600t dengan 7.5×106/6×105−g=2.7m/s2 dari landasannya. Membakar 500t dalam 200s memberi Δv=3000ln6−9.81×200=5400−2000=3.4km/s — rugi gravitasinya adalah sebab peluncur menanjak cepat, dan logaritmanya sebab mereka dibuat bertingkat.
Contoh 5.6(Gaya pada belokan pipa)
Air pada P dan v dalam pipa berpenampang S membelok sejauh 90∘. Neraca pada fluida dalam sikunya: Fdinding+PSex−PSey=Dm(vey−vex), jadi dindingnya mendorong fluidanya dengan Fdinding=−(PS+ρSv2)(ex−ey) dan fluidanya mendorong sikunya ke luar dengan (PS+ρSv2)2. Untuk D=20cm, P=3bar, v=3m/s: PS=9.4kN, ρSv2=0.28kN, gayanya 13.7kN sepanjang garis baginya — suku tekanannya menguasai, dan itulah yang ditahan blok jangkar sebuah pipa saluran.
Dalam aliran tunak, momen total terhadap sebuah titik O dari gaya luar pada fluida dalam Σ sama dengan fluks momentum sudut yang keluar dikurangi yang masuk: ∑MO=Dm(r2∧v2−r1∧v1). Untuk mesin berputar (turbin atau pompa) bersumbu Oz, dengan fluidanya masuk pada jari-jari r1 berkecepatan azimut vθ1 dan keluar pada r2 dengan vθ2, momen gaya yang dikerahkan fluidanya pada rotornya dan daya yang diserahkannya adalah
Sebuah turbin mengambil pusaran keluar dari fluidanya; sebuah pompa memasukkannya.
Bukti. Argumen sistem tertutup yang sama dengan r∧v menggantikan v. Momen gaya pada rotornya adalah lawan dari momen gaya rotornya pada fluidanya; gaya tekanan pada permukaan masuk dan keluarnya (yang merupakan permukaan putar) tak bermomen terhadap sumbunya. ∎
Contoh 5.8(Penyiram halaman)
Dua lengan sepanjang R menyemburkan air secara tangensial dengan kelajuan nisbi w; penyiramnya berputar dengan ω. Air masuk pada sumbunya tanpa momentum sudut dan keluar dengan rvθ=R(w−Rω) (kelajuan azimut mutlaknya w−Rω, berlawanan dengan putarannya): momen gaya pada lengannya adalah DmR(w−Rω). Dalam keadaan diam nilainya DmRw; tanpa gesekan penyiramnya dipercepat sampai Rω=w — airnya berangkat dengan kelajuan mutlak nol dan momen gayanya lenyap; dengan momen gesek Γf ia menetap pada ω=(w−Γf/DmR)/R.
Kiri: penyiram halaman — air berangkat dari lengannya secara tangensial dengan kelajuan nisbi w; momentum sudut yang keluar memutar lengannya ke arah sebaliknya. Kanan: sebuah turbin beraliran masuk radial (roda jalan Francis dilihat sepanjang sumbunya): fluidanya masuk di peleknya dengan pusaran besar dan keluar dekat sumbunya dengan pusaran kecil; selisih fluks momentum sudutnya adalah momen gaya pada roda jalannya.
5.3 Neraca energi: pompa, turbin dan rugi-rugi
Teorema 5.9(Neraca energi mekanik sebuah aliran tunak)
Untuk fluida tak termampatkan dalam aliran tunak menembus sebuah mesin (pompa atau turbin) antara lubang masuk 1 dan lubang keluar 2, dengan Pu daya mekanik yang diserahkan kepada fluidanya oleh bagian yang bergerak (positif bagi pompa, negatif bagi turbin) dan Ples≥0 daya yang dilesapkan kekentalannya,
Dibagi ρgDV ia memberi neracanya dalam tinggi tekan (meter fluida): H2−H1=Hpompa−Hrugi, dengan H=P/ρg+v2/2g+z. Bagi fluida sempurna tanpa mesin ini adalah Bernoulli; daya hidraulik sebuah pompa yang menaikkan tinggi tekan sebesar Hpompa adalah ρgDVHpompa.
Bukti. Teorema energi kinetik bagi sistem tertutup pada bukti Teorema 5.2: dalam dt energi kinetiknya berubah sebesar Dmdt(v22−v12)/2; usaha yang dilakukan padanya adalah usaha gravitasi, −Dmdtg(z2−z1), usaha gaya tekanan pada muka ujung yang bergerak, (P1S1v1−P2S2v2)dt=(P1−P2)DVdt, usaha bagian yang bergerak, Pudt, dan usaha gaya kental dalamnya, −Plesdt (dindingnya, yang diam, tak melakukan usaha). Bagilah dengan dt. ∎
Contoh 5.10(Mengukur sebuah pompa)
Air hendak diangkat 30m dengan 20L/s menembus 100m pipa 10cm (λ=0.02): v=2.5m/s, rugi tinggi tekannyaλ(L/D)v2/2g=0.02×1000×0.32=6.4m, tinggi tekan kinetik keluarnya 0.32m: Hpompa=36.7m, daya hidrauliknyaρgDVH=7.2kW, dan 10kW listrik pada efisiensi 70%. Tekanan di lubang keluar pompanya adalah ρgHpompa≈3.6bar di atas lubang masuknya.
Ketika pipa berpenampang S1 membuka mendadak ke dalam pipa berpenampang S2>S1, pancarannya menyebar dalam daerah turbulen dan tekanannya naik di hilirnya, tetapi lebih kecil daripada yang dikatakan Bernoulli: energi mekanik yang hilang tiap satuan volume adalah
ΔPrugi=21ρ(v1−v2)2,
yaitu energi kinetik kecepatan nisbi yang “hilang”. Aliran yang berangkat dari sebuah pipa ke dalam tangki besar (v2→0) kehilangan seluruh energi kinetiknya.
Bukti. Neraca momentum pada fluida antara pelebarannya dan sebuah penampang di hilirnya tempat alirannya kembali seragam; percobaan memperlihatkan tekanan pada dinding cincin di pelebarannya sama dengan P1 (pancarannya belum menyebar). Jadi (P1−P2)S2=Dm(v2−v1)=ρS2v2(v2−v1), yakni P2−P1=ρv2(v1−v2). Bernoulli akan memberi 21ρ(v12−v22); selisihnya adalah 21ρ(v1−v2)2. ∎
Kiri: sebuah pelebaran mendadak — pancarannya menyebar dalam daerah mati yang turbulen dan sebagian energi kinetiknya dilesapkan. Kanan: bagian energi kinetik hulunya yang hilang dan yang terpulihkan sebagai tekanan, terhadap nisbah penampangnya; ruginya terbesar bagi pancaran ke dalam tangki.
Metode 5.12(Menyusun sebuah neraca)
(1) Gambarlah volume kendalinya: batasnya sebaiknya memotong alirannya hanya di tempat kecepatan dan tekanannya diketahui atau dicari (penampang seragam, pancaran bebas pada P0, permukaan bebas). (2) Daftarlah gaya luar pada fluida di dalamnya: berat, gaya dinding (yang tak diketahui, biasanya sasarannya), tekanan pada penampang yang dipotongnya. (3) Tuliskanlah fluks momentum yang keluar dikurangi yang masuk; bagi bagian yang bergerak, bekerjalah dalam kerangka bagian itu jika alirannya tunak di sana. (4) Untuk momen gaya, pakailah neraca momentum sudut; untuk daya, neraca energi dalam tinggi tekan. (5) Gaya pada dindingnya adalah lawan gaya dindingnya pada fluidanya; tambahkanlah tekanan atmosfer yang bekerja pada sisi luar perangkatnya jika gaya total pada perangkatnya yang dicari.
5.4 Latihan
Latihan 5.1★
Sebuah selang pemadam menyerahkan 25L/s lewat corong berdiameter 3.0cm. Tentukanlah kelajuan keluarnya; gaya reaksi pada corongnya; gaya pancarannya pada dinding yang ditumbuknya tegak lurus; pada dinding yang mundur dengan 10m/s.
Solusi
Solusi Latihan 5.1.
s=7.1cm2, v=0.025/7.1×10−4=35m/s; F=Dmv=25×35=880N pada corongnya dan pada dindingnya; dinding yang mundur: ρs(v−u)2=1000×7.1×10−4×25.42=460N.
Latihan 5.2★
Sebuah mesin roket menyemburkan 250kg/s pada 3.0km/s. Tentukanlah gaya dorongnya; percepatan awal roket 60t; percepatannya ketika 40t propelan telah terbakar; kelajuan yang diperoleh sesudah pembakaran itu (dalam ruang bebas, lalu dengan gravitasi, berdurasi 160s).
Solusi
Solusi Latihan 5.2.
F=250×3000=750kN; a0=750/60−9.81=2.7m/s2; pada 20t: 37.5−9.8=28m/s2. Δv=3000ln3=3.3km/s dalam ruang bebas; dikurangi gτ=1.6km/s: 1.7km/s.
Latihan 5.3★
Air mengalir dengan 2.0m/s pada 4.0bar dalam pipa 15cm yang membelok sejauh 90∘. Tentukanlah gaya yang dikerahkan airnya pada sikunya (besar dan arahnya); bagian mana yang datang dari tekanannya, bagian mana dari perubahan momentumnya? Siku yang sama dengan pipanya terbuka ke udara tepat sesudah belokannya.
Solusi
Solusi Latihan 5.3.
S=177cm2: PS=7.1kN, ρSv2=71N. Tiap komponen gaya pada sikunya adalah PS+ρSv2=7.1kN: 10kN sepanjang garis bagi arah luarnya, 99% berupa tekanan. Lubang keluar terbuka (tekanan terukurnya nol di sana): 7.1 kN sepanjang arah masuknya dan 71N sepanjang arah keluarnya: 7.1kN, hampir sepanjang sumbu masuknya.
Latihan 5.4★
Sebuah mesin jet di landasan uji menelan 80kg/s udara yang diam lalu membuangnya pada 550m/s (massa bahan bakarnya diabaikan). Tentukanlah gaya dorongnya. Dalam terbang pada 240m/s, dengan kelajuan buang yang sama nisbi terhadap mesinnya: gaya dorong, daya propulsi, dan daya kinetik yang diberikan kepada udaranya dalam kerangka mesinnya; efisiensi propulsinya.
Solusi
Solusi Latihan 5.4.
F=80×550=44kN. Dalam terbang: F=80(550−240)=25kN, Fv=6.0MW; Pkin=21×80×(5502−2402)=9.8MW; ηp=0.61=2×240/790.
Latihan 5.5★★
Roda Pelton. Sebuah pancaran 0.50m3/s pada 60m/s menumbuk mangkuk sebuah roda berjari-jari 0.80m. (a) Gaya dan daya pada mangkuknya pada kelajuan mangkuk u (pembelokan 180∘ yang sempurna); u optimum dan laju putar yang bersesuaian dalam rpm. (b) Daya dan efisiensinya pada optimumnya. (c) Mangkuk sungguhan membelokkan pancarannya sejauh 165∘: gaya dan daya pada u=v/2; efisiensinya. (d) Momen gaya pada optimumnya; apa yang terjadi pada momen gayanya saat berhenti dan pada kelajuan lepas kendalinya?
Solusi
Solusi Latihan 5.5.
Dm=500kg/s. (a) F=1000(60−u) N, P=1000u(60−u); u=30m/s, ω=37.5 rad/s =360rpm. (b) 900kW=21Dmv2: 100%. (c) F=Dm(v−u)(1+cos15∘)=29.5kN, P=885kW, 98%. (d) Γ=FR=24kNm; saat berhenti gayanya menjadi dua kali lipat (Γ=48kNm); pada u=v gaya dan momen gayanya lenyap.
Latihan 5.6★★
Penyiram. Dua lengan 15cm berujung corong 3.0mm; alirannya total 0.20L/s. (a) Kelajuan keluar nisbinya. (b) Momen gaya dalam keadaan diam. (c) Laju putarnya dengan momen gesek bantalan sebesar 5.0×10−3Nm; laju batasnya tanpa gesekan. (d) Kelajuan mutlak air yang berangkat, dalam tiap hal.
Solusi
Solusi Latihan 5.6.
(a) s=7.1mm2 tiap corong, 0.10L/s masing-masing: w=14m/s. (b) Γ0=DmRw=0.2×0.15×14=0.42Nm. (c) DmR(w−Rω)=5×10−3: w−Rω=0.17m/s, ω=93rad/s≈890rpm; tanpa gesekan Rω=w: 900rpm. (d) 0.17m/s ke belakang, lalu nol: airnya jatuh lurus ke bawah.
Latihan 5.7★★
Melayang di tempat. Sebuah helikopter 2.0t melayang di tempat dengan rotor berdiameter 10m. Modelkanlah rotornya sebagai cakram yang menerima udara diam lalu mendorongnya turun menembus kelajuan seragam vi di cakramnya, 2vi jauh di bawahnya (terimalah faktor 2 itu). (a) Gaya dorongnya dalam ρ, A, vi; nilai vi. (b) Daya yang diberikan kepada udaranya (daya kinetiknya jauh di bawah). (c) Mengapa rotor yang lebih besar menuntut daya lebih kecil? (d) Perhitungan yang sama bagi sebuah dron 1kg dengan empat baling-baling 25cm; bandingkanlah nisbah daya terhadap beratnya.
Solusi
Solusi Latihan 5.7.
(a) Dm=ρAvi, fluks momentumnyaDm⋅2vi: T=2ρAvi2; A=78.5m2, T=19.6kN: vi=10m/s. (b) P=21Dm(2vi)2=Tvi=200kW. (c) P=T3/2/2ρA: melipatduakan luasnya membagi daya imbasnya dengan 2 — rotor yang lebih besar menggerakkan lebih banyak udara lebih perlahan. (d) A=0.20m2, vi=9.81/0.47=4.6m/s, P=45W: 45W/kg melawan 100W/kg — beban cakramnya T/A lebih rendah.
Latihan 5.8★★
Pelebaran mendadak. Air pada 4.0m/s dalam pipa 5cm memasuki pipa 10cm. (a) Kelajuan di hilirnya; kenaikan tekanannya menurut Bernoulli dan menurut Borda–Carnot; ruginya dalam pascal dan dalam meter tinggi tekan. (b) Pelebaran yang sama dibuat berangsur (sebuah difuser) memulihkan 80% kenaikan Bernoullinya: ruginya. (c) Ruginya ketika pipa 5cm mencurah ke dalam tangki besar. (d) Daya yang hilang dalam hal (a) dan (c) pada aliran yang diberikan.
Sebuah pompa menyedot air dari sumur 5.0m di bawahnya lalu menyerahkan 10L/s ke tangki 25m di atasnya menembus 60m pipa 6cm (λ=0.025, ditambah rugi setempat 2v2/2g bagi sambungannya). (a) Kelajuan dan rugi-ruginya. (b) Tinggi tekan pompanya dan daya hidrauliknya; daya porosnya pada efisiensi 65%. (c) Tekanan di lubang masuk pompanya (sisi isap) dan lubang keluarnya. (d) Tekanan uap airnya 2.3kPa: tinggi maksimum pompanya di atas sumurnya.
Solusi
Solusi Latihan 5.9.
(a) v=0.01/2.83×10−3=3.5m/s, v2/2g=0.64m; gesekannya 0.025×1000×0.64=16m, sambungannya 1.3m: 17.3m. (b) H=30+17.3+0.64=48m; ρgDVH=4.7kW; 7.2kW pada porosnya. (c) Lubang masuk (tanpa rugi isapan): P0−ρg(5+0.64)=45kPa; lubang keluar 45+470=515kPa. (d) Pmasuk≥2.3kPa: h≤(100−2.3)/9.81−0.64=9.3m (lebih kecil dengan rugi isapan; 7–8m dalam praktiknya).
Latihan 5.10★★★
Roket air. Sebuah botol 2.0L berisi 1.0L air dan udara pada 5.0bar (mutlak); corongnya berdiameter 2.2cm; botol kosongnya 0.10kg. (a) Kelajuan keluar awalnya (Bernoulli, dengan permukaan airnya diam) dan gaya dorongnya; percepatan awalnya. (b) Ketika airnya keluar udaranya memuai secara isotermal: tekanan dan kelajuan keluarnya ketika separuh airnya habis. (c) Perkirakanlah durasi pembakarannya dan kelajuan yang dicapainya (abaikanlah gravitasi dan seretannya, perlakukanlah gaya dorongnya sebagai nilai reratanya). (d) Apa yang dilakukan botol kosongnya setelah airnya habis, dan mengapa sedikit air (bukan banyak) memberi ketinggian terbaik?
Solusi
Solusi Latihan 5.10.
(a) v=2×4×105/1000=28m/s; s=3.8cm2, Dm=10.8kg/s, F=Dmv=2ΔPs=300N; a=300/1.1−9.8=260m/s2. (b) Udara pada 1.5L: P=3.3bar, v=2×2.3×105/1000=22m/s. (c) Kelajuan keluar reratanya ≈22m/s: bakarnya ≈10−3/(3.8×10−4×22)=0.12s; persamaan roket dengan ve≈22m/s: Δv≈22ln(1.1/0.1)=50m/s. (d) Sisa udara 2.5bar menyembur keluar dan menambah sedikit; air yang terlalu banyak menyisakan udara sedikit sehingga tekanannya runtuh lebih awal, air yang terlalu sedikit menyisakan massa sedikit untuk dilontarkan — sekitar sepertiga volumenya yang terbaik.
Latihan 5.11★★★
Turbin Francis. Air memasuki roda jalan pada r1=1.0m dengan vθ1=20m/s dan keluar pada r2=0.50m tanpa pusaran; alirannya 30m3/s; putarannya 150rpm. (a) Momen gaya dan dayanya. (b) Tinggi tekan yang tersedot, H=P/ρgDV. (c) Jika roda jalannya berjalan pada 200rpm dengan kecepatan masuk yang sama dan pusaran keluarnya menjadi vθ2=3m/s searah putarannya: dayanya dan bagian tinggi tekannya yang berubah menjadi pusaran keluar yang tak berguna. (d) Mengapa roda Pelton dipakai bagi tinggi tekan besar dan aliran kecil, dan Francis untuk kebalikannya?
Solusi
Solusi Latihan 5.11.
(a) Γ=Dmr1vθ1=3×104×20=600kNm, ω=15.7 rad/s, P=9.4MW. (b) H=P/ρgDV=32m. (c) Γ=3×104(20−1.5)=555kNm, P=11.6MW (tinggi tekannya39m); pusaran keluarnya mengemban vθ22/2g=0.46m, sekitar 1%. (d) Pancaran Pelton berada pada tekanan atmosfer: ia menuntut tinggi tekan besar agar cepat, dan alirannya dibatasi corongnya; roda jalan Francis penuh air bertekanan dan melewatkan aliran besar pada tinggi tekan sedang.
Latihan 5.12★★★
Loncatan hidraulik. Dalam saluran mendatar berlebar satuan, air sedalam h1 yang mengalir dengan v1 meloncat mendadak menjadi kedalaman h2 dan kelajuan v2 (undakan berbuih di bawah sebuah bendung atau dalam bak cuci piring). (a) Kekekalan massanya. (b) Neraca momentum pada fluida antara kedua sisi loncatannya, dengan tekanannya hidrostatik di kedua sisinya: tunjukkanlah 21gh12+v12h1=21gh22+v22h2. (c) Simpulkanlah h2/h1=21(−1+1+8Fr12) dengan Fr1=v1/gh1 (bilangan Froude); sebuah loncatan menuntut Fr1>1. (d) Tinggi tekan yang hilang dalam loncatannya, ΔH=(h2−h1)3/4h1h2; angkanya untuk h1=0.20m, v1=4.0m/s, serta daya yang dilesapkan tiap meter lebarnya.
Solusi
Solusi Latihan 5.12.
(a) v1h1=v2h2=q. (b) Gaya hidrostatik tiap satuan lebar pada sebuah penampang ∫0hρg(h−z)dz=21ρgh2; momentumnya: 21ρg(h12−h22)=ρq(v2−v1); bagilah dengan ρ lalu pakailah q=v1h1=v2h2. (c) Dengan v2=v1h1/h2 dan h1=h2: 21g(h1+h2)h2=v12h1, yakni (h2/h1)2+h2/h1−2Fr12=0; h2>h1 menuntut Fr1>1. (d) ΔH=(h1+v12/2g)−(h2+v22/2g)=(h2−h1)3/4h1h2. Fr1=2.86, h2/h1=3.57, h2=0.71m, v2=1.1m/s, ΔH=0.5143/0.57=0.24m; ρgqΔH=1.9kW tiap meter lebarnya.
Roda jalan sebuah turbin Pelton: tiap mangkuk membalikkan pancarannya hampir sejauh 180∘, dan perubahan momentum airnya adalah gaya pada rodanya.
Pipa pesat sebuah pembangkit listrik tenaga air menyuapi turbin di bawahnya: neraca momentum pancarannya pada mangkuk roda Pelton mengubah tinggi tekan airnya menjadi usaha poros.
5.5 Soal: Pancaran, roket dan roda jalan
Soal 5.1
Soal akhir pekan — apa yang mendorong pesawat jet, apa yang mengangkat roket, apa yang memutar turbin, dan berapa ongkos memompa air ke atas bukit
Bagian I — Turbojet. Sebuah mesin di landasan uji menghirup Da=50kg/s udara diam, membakar Df=1.0kg/s bahan bakar, lalu membuang campurannya pada ve=600m/s pada tekanan atmosfer.
Dalam terbang pada v=250m/s (ve yang sama nisbi terhadap mesinnya): gaya dorong, dan daya propulsinya Fv.
Daya kinetik yang diberikan kepada gasnya, dihitung dalam kerangka mesinnya. Efisiensi propulsinya ηp=Fv/Pkin; tunjukkanlah bahwa, dengan mengabaikan massa bahan bakarnya, ηp=2v/(v+ve).
Bahan bakarnya melepaskan 43MJ/kg: efisiensi termal mesinnya (daya kinetik terhadap daya kalor) dan efisiensi keseluruhannya.
Sebuah turbofan memakai daya kinetik yang sama untuk mempercepat 500kg/s udara: kelajuan buang, gaya dorong dan ηp pada 250m/s. Mengapa pesawat penumpang berkipas raksasa?
Mengapa sebuah turbojet tak dapat mengerjakan tugas sebuah roket, di atas atmosfer?
Gaya dorong balik saat mendarat membelokkan aliran kipasnya ke depan pada 45∘ dari sumbunya: gaya pengereman bagi turbofan pertanyaan 5 pada 70m/s, dengan buangan kipasnya lalu 150m/s nisbi terhadap mesinnya; bandingkanlah dengan gaya dorong maju yang akan diberikan aliran yang sama.
Bagian II — Roket. Sebuah roket satu tingkat: massa awal m0=300t, propelan 200t, kelajuan buang ve=3.0km/s, waktu bakar τ=150s pada debit massa yang tetap.
Terapkanlah neraca momentum pada roket ditambah gas yang disemburkan dalam dt untuk menurunkan mdv/dt=Dmve−mg bagi penerbangan tegak.
Debit massa, gaya dorong, dan percepatannya saat lepas landas dan saat bahan bakarnya habis.
Integralkanlah untuk memperoleh kelajuan saat habis bakarnya; apakah “rugi gravitasi” itu?
Kelajuan habis bakar dengan roket yang sama dibelah menjadi dua tingkat berpropelan 100t masing-masing, dengan massa kosong tingkat pertamanya (20t) dilepas sebelum tingkat keduanya menyala (abaikanlah gravitasi di sini): bandingkanlah dengan satu tingkatnya.
Kelajuan buang berapa yang dituntut satu tingkat untuk mencapai kelajuan orbit (7.8km/s, dengan mengabaikan gravitasi) dengan nisbah massa yang sama? Berilah tanggapan atas pilihan propelannya.
Saat lepas landas pancaran buangnya (1333kg/s pada 3km/s) menumbuk pengalih nyala landasannya lalu dibelokkan mendatar: gaya pada pengalihnya.
Buangan roketnya juga sebuah aliran fluida: mengapa gaya dorongnyabertambah dengan ketinggian bagi corong yang nyata (pikirkanlah tekanan pada penampang keluar corongnya)?
Bagian III — Roda Pelton. Pancaran pembangkit bab sebelumnya: DV=60m3/s pada v=62.6m/s, terbagi antara dua roda; tiap roda berjari-jari R=1.5m dan mangkuknya membelokkan pancarannya sejauh 165∘.
Gaya pada mangkuk satu roda pada kelajuan mangkuk u, dan dayanya; u optimumnya.
Laju putar pada optimumnya, dalam rpm; momen gaya pada porosnya.
Generatornya harus berputar pada kelipatan 50Hz dibagi jumlah pasangan kutubnya: pilihlah jumlah pasangan kutubnya.
Daya satu roda dan efisiensinya terhadap daya kinetik pancarannya; daya listrik total pada efisiensi generator 95%.
Dengan memakai neraca momentum sudut (persamaan turbin Euler) pada sebuah mangkuk di optimumnya: momentum sudut air yang masuk dan keluar, tiap kilogram, lalu periksalah momen gayanya.
Bebannya turun mendadak dan rodanya lepas kendali menuju u=v: apa yang terjadi pada gaya dan momen gayanya, dan mengapa sebuah pengalih yang membelokkan pancarannya ada pada setiap pembangkit Pelton?
Bagian IV — Memompa ke atas bukit. Pembangkitnya juga dipakai sebagai penyimpan: pada malam hari 40m3/s dipompa kembali ke atas menembus pipa pesatnya (400m, 3m, λ=0.015) ke waduk 200m di atasnya.
Daya hidrauliknya, dan daya listrik yang ditarik pada efisiensi pompa 88%.
Tekanan di dasar pipa pesatnya selama memompa; bandingkanlah dengan nilainya dalam moda turbin (bab sebelumnya).
Energi yang tersimpan tiap malam selama 8h (energi potensial air yang dinaikkan); efisiensi pulang pergi penyimpanannya jika moda turbinnya memungut kembali 90%tinggi tekan yang tersedia dan generatornya 95%.
Rangkumlah keempat neraca yang dipakai dalam soal ini (momentum, momentum sudut, energi, massa) dan perangkat yang diukur masing-masingnya.
Solusi
Solusi Soal 5.1.
1.F=(Da+Df)ve=51×600=30.6kN.
2.F=51×600−50×250=18.1kN; Fv=4.5MW.
3.Pkin=21×51×6002−21×50×2502=7.6MW; ηp=0.59. Dengan Df=0: ηp=2v(ve−v)/(ve2−v2)=2v/(ve+v)=500/850.
5.21×500(ve′2−2502)=7.6×106: ve′=305m/s; F=500×55=27.5kN; ηp=500/555=0.90. Menggerakkan lebih banyak udara lebih perlahan memberi gaya dorong lebih besar pada daya yang sama: dari situlah kipasnya.
6. Ia menuntut udara luar sekaligus sebagai fluida kerja dan sebagai pengoksidasi; sebuah roket membawa keduanya.
7. Udara masuk pada 70m/s (ke belakang dalam kerangka mesinnya) lalu keluar dengan komponen maju 150cos45∘=106m/s: momentum yang diberikan kepada udaranya mengarah maju, 500(106+70)=88kN pengereman; aliran yang sama yang dibuang ke belakang akan memberi 500(150−70)=40kNgaya dorong.
8. Selama dt sistemnya (roket m + gas Dmdt yang disemburkan pada v−ve): (m−Dmdt)(v+dv)+Dmdt(v−ve)−mv=−mgdt, sehingga mdv/dt=Dmve−mg.
9.Dm=1333kg/s; F=4.0MN; a=13.3−9.8=3.5m/s2 saat lepas landas, 40−9.8=30m/s2 saat habis bakar.
11. Tingkat 1: 3000ln(300/200)=1.2km/s; lepaskan 20t; tingkat 2: 3000ln(180/80)=2.4km/s: 3.6km/s melawan 3.3km/s bagi satu tingkatnya (dengan gravitasi jaraknya melebar).
12.ve=7800/ln3=7.1km/s: tak ada propelan kimia yang mencapainya (hidrogen–oksigen memberi 4.5km/s); bertingkat menjadi wajib.
13.Fluks momentum tegak pancarannya Dmv=4.0MN dihilangkan dan sebesar itu pula diciptakan secara mendatar: gaya 4MN ke bawah ditambah 4MN ke samping, seluruhnya 5.7MN.
14. Neraca pada mesinnya mencakup (Pe−P0)Se pada penampang keluarnya; ketika P0 turun dengan ketinggian suku ini tumbuh: gaya dorongnya naik sekitar 10–15% dalam hampa.
15.Dm=3×104kg/s tiap roda: F=Dm(v−u)(1+cos15∘)=1.97×3×104(62.6−u); P=Fu, maksimum pada u=v/2=31.3m/s.
18.P=Fu=58MW; daya pancarannya 21Dmv2=59MW: 98%; 2×58×0.95=110MW.
19. Masuk: Rv=94m2/s tiap kg. Keluar: kelajuan azimut mutlaknya u−(v−u)cos15∘=1.1m/s, yakni 1.6m2/s. Γ=Dm(94−1.6)=2.8MNm — seperti pada 16.
20. Ketika u→v kelajuan nisbi, gaya dan momen gayanya lenyap: tak ada yang mengerem rodanya, sehingga ia melewati batas putarnya; pengalihnya melemparkan pancarannya lepas dari mangkuknya dalam satu sekon sementara katup jarumnya menutup cukup perlahan untuk menghindari palu air.
21.v=5.7m/s, v2/2g=1.6m; ruginya 0.015×133×1.6=3.3m; tinggi tekan pompanya 200+3.3+1.6=205m.
22.ρgDVH=9810×40×205=80MW; 91MW listrik.
23.P=P0+ρg(200+3.3)+21ρv2≈21bar mutlak, melawan 20.3bar dalam moda turbin: rugi-ruginya kini menambah tinggi tekan statiknya alih-alih menguranginya.
24.V=40×28800=1.15×106m3, E=ρgV×200=2.3×1012J=630MWh; yang terpakai 91×8=730MWh; yang terpungut 630×0.9×0.95=540MWh: pulang perginya 74%.
25. Momentum: gaya dorong mesin jet dan roketnya, gaya Peltonnya. Momentum sudut: momen gaya turbinnya (Euler). Energi: tinggi tekan dan daya pompanya, efisiensi penyimpanannya. Massa: setiap debitnya, kehilangan massa roketnya.