Physics · Buku 4 · Bachelor Year 2

Fisika Universitas — Tahun 2

Fisika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

9Elektronika: Umpan Balik, Osilator dan Perolehan Sinyal

Dekatkanlah sebuah mikrofon terlalu jauh ke pengeras suara yang disuapinya dan aulanya penuh lolongan: penguatnya mendengar dirinya sendiri, dan derau yang amat kecil tumbuh menjadi jeritan pada satu nada tertentu. Setelah dijinakkan, simpal yang sama itu menjadi jantung setiap jam, radio dan penyintesis — sebuah osilator yang membuat gelombang sinus dari tak lebih daripada penguatan dan sebuah tapis. Jilid Tahun ke-1 membangun penguat, tapis dan pembanding dengan penguat operasional; bab ini menutup simpal di sekelilingnya, menanyakan kapan sebuah simpal mantap dan kapan ia berosilasi, membangun dua osilator — satu sinusoidal, satu persegi — lalu beralih ke dua langkah yang dengannya sebuah sinyal terukur sampai ke komputer: mencupliknya, dan menariknya keluar dari derau dengan deteksi serentak.

Sebuah papan rangkai, sebuah pembangkit fungsi dan sebuah osiloskop: meja kerja tempat sebuah simpal umpan balik ditutup — dan tempat orang menemukan, ketika penguatnya mulai bernyanyi, bahwa ia telah menjadi sebuah osilator.
Sebuah papan rangkai, sebuah pembangkit fungsi dan sebuah osiloskop: meja kerja tempat sebuah simpal umpan balik ditutup — dan tempat orang menemukan, ketika penguatnya mulai bernyanyi, bahwa ia telah menjadi sebuah osilator.

9.1 Umpan balik dan kemantapan

Definisi 9.1 (Simpal tertutup; penguatan simpal)

Sebuah penguat berfungsi alih A(ȷω)\underline A(\jmath\omega) menerima masukan e\underline e ditambah pecahan β(ȷω)s\underline\beta(\jmath\omega)\,\underline s dari keluarannya sendiri s\underline s (umpan balik positif; untuk umpan balik negatif ubahlah tanda β\beta). Fungsi alih simpal tertutup dan penguatan simpalnya adalah

H=se=A1Aβ,T=Aβ.\underline H = \frac{\underline s}{\underline e} = \frac{\underline A}{1 - \underline A\,\underline\beta} , \qquad \underline T = \underline A\,\underline\beta .

Teorema 9.2 (Kemantapan sebuah simpal linear; syarat osilasi)

Dengan mengganti ȷω\jmath\omega dengan peubah kompleks pp, evolusi bebas simpalnya diatur akar persamaan cirinya 1A(p)β(p)=01 - \underline A(p)\underline\beta(p) = 0 (yaitu kutub H\underline H): tiap akar pip_i menyumbang ragam epit\eu^{p_it}. Simpalnya mantap apabila semua akarnya berbagian nyata negatif (tiap ragamnya mati); ia berosilasi, dengan amplitudo yang tumbuh, apabila sebuah akar berbagian nyata positif. Perbatasannya — sepasang akar murni khayal ±ȷω0\pm\jmath \omega_0, yakni sinusoida yang berkelanjutan — dicapai ketika

A(ȷω0)β(ȷω0)=1\underline A(\jmath\omega_0)\,\underline\beta(\jmath\omega_0) = 1

(syarat Barkhausen: penguatan simpal bermodulus satu dan berfase nol pada ω0\omega_0). Untuk penyebut orde dua ap2+bp+cap^2 + bp + c simpalnya mantap jika dan hanya jika aa, bb, cc bertanda sama.

Bukti. Persamaan diferensial simpalnya diperoleh dari s(1Aβ)=Ae\underline s(1 - \underline A\underline\beta) = \underline A\underline e dengan membaca tiap pangkat ȷω\jmath\omega sebagai turunan waktu; penyelesaian homogennya adalah epit\eu^{p_it} dengan pip_i akar polinomialnya. Pertumbuhan atau peluruhannya menyusul dari tanda Repi\operatorname{Re}p_i; untuk polinomial orde dua akarnya berbagian nyata negatif tepat ketika koefisiennya bertanda sama (jumlahnya b/a-b/a dan hasil kalinya c/ac/a). Syarat Barkhausen adalah keberadaan sebuah akar di p=ȷω0p = \jmath\omega_0.

Catatan 9.3 (Bagaimana sebuah osilator bermula dan berhenti)

Sebuah osilator dirancang dengan penguatan simpal yang sedikit lebih besar daripada satu pada ω0\omega_0: derau yang hadir saat dinyalakan memuat frekuensi itu, yang tumbuh secara eksponensial sementara yang lain mati. Teori linearnya lalu meramalkan amplitudo tak hingga; kenyataannya suatu ketaklinearan — kejenuhan penguatnya, atau sebuah unsur yang sengaja dibuat tak linear — menurunkan penguatan efektifnya sementara amplitudonya tumbuh, sampai penguatan simpalnya rata-rata tepat satu: amplitudonya menetap. Setiap osilator yang sungguhan karena itu merupakan simpal linear bagi frekuensinya dan simpal tak linear bagi amplitudonya; makin lembut pembatasannya, makin murni gelombang sinusnya.

9.2 Osilator jembatan Wien

Proposisi 9.4 (Osilator jembatan Wien)

Sebuah penguat operasional dalam tatanan tak membalik berpenguatan K=1+R2/R1K = 1 + R_2/R_1 mengumpanbalikkan keluarannya ke masukan ++-nya lewat jaringan Wien: RR dan CC terseri, lalu RR dan CC terparalel ke tanah. Fungsi alih jaringannya adalah

β(ȷω)=13+ȷ(RCω1/RCω),\underline\beta(\jmath\omega) = \frac1{3 + \jmath(RC\omega - 1/RC\omega)} ,

nyata dan maksimum (=1/3= 1/3) pada ω0=1/RC\omega_0 = 1/RC. Penguatan simpalnya KβK\underline\beta sama dengan satu pada ω0\omega_0 ketika K=3K = 3: rangkaiannya lalu melangsungkan sebuah sinusoida pada

f0=12πRC.f_0 = \frac1{2\pi RC} .

Tegangan vv pada masukan ++-nya menuruti

 ⁣d2v ⁣dt2+3KRC ⁣dv ⁣dt+vR2C2=0:\frac{\dd^2v}{\dd t^2} + \frac{3 - K}{RC}\,\frac{\dd v}{\dd t} + \frac{v}{R^2C^2} = 0 :

untuk K<3K < 3 osilasinya mati, untuk K>3K > 3 ia tumbuh (peredaman negatif) dengan tetapan waktu 2RC/(K3)2RC/(K - 3), sampai kejenuhan penguat operasionalnya membatasinya.

Bukti. Pembagi tegangan: cabang serinya Zs=R+1/ȷCωZ_s = R + 1/\jmath C\omega, cabang paralelnya Zp=R/(1+ȷRCω)Z_p = R/(1 + \jmath RC\omega); β=Zp/(Zs+Zp)\underline\beta = Z_p/(Z_s + Z_p), yang menyederhana menjadi bentuk yang diberikan. Simpalnya: v=βKv\underline v = \underline\beta K\underline v, yakni [3+ȷ(RCω1/RCω)]v=Kv[3 + \jmath(RC\omega - 1/RC\omega)]\underline v = K\underline v; kalikanlah dengan ȷωRC\jmath\omega RC lalu bacalah ȷω ⁣d/ ⁣dt\jmath\omega \to \dd/\dd t: R2C2v¨+(3K)RCv˙+v=0R^2C^2\ddot v + (3 - K)RC\dot v + v = 0. Koefisien peredamannya berubah tanda pada K=3K = 3.

Kiri: sebuah simpal umpan balik — keluarannya diumpanbalikkan, lewat , ke masukan penguatnya. Kanan: osilator jembatan Wien — sebuah penguat tak membalik berpenguatan 1 + R_2/R_1 yang keluarannya kembali ke masukan +-nya lewat jaringan RC seri–paralel; ia berosilasi pada 1/2π RC ketika penguatannya mencapai 3. Kiri: sebuah simpal umpan balik — keluarannya diumpanbalikkan, lewat , ke masukan penguatnya. Kanan: osilator jembatan Wien — sebuah penguat tak membalik berpenguatan 1 + R_2/R_1 yang keluarannya kembali ke masukan +-nya lewat jaringan RC seri–paralel; ia berosilasi pada 1/2π RC ketika penguatannya mencapai 3.
Kiri: sebuah simpal umpan balik — keluarannya diumpanbalikkan, lewat β\underline\beta, ke masukan penguatnya. Kanan: osilator jembatan Wien — sebuah penguat tak membalik berpenguatan 1+R2/R11 + R_2/R_1 yang keluarannya kembali ke masukan ++-nya lewat jaringan RCRC seri–paralel; ia berosilasi pada 1/2πRC1/2\pi RC ketika penguatannya mencapai 3.

Contoh 9.5 (Sebuah sumber 1 kHz)

R=15.9kΩR = 15.9\,\mathrm{k}\Omega, C=10nFC = 10\,\mathrm{nF}: f0=1.00kHzf_0 = 1.00\,\mathrm{kHz}. Dengan R1=10kΩR_1 = 10\,\mathrm{k}\Omega dan R2=21kΩR_2 = 21\,\mathrm{k}\Omega, K=3.1K = 3.1: amplitudonya tumbuh sebesar e\eu tiap 2RC/0.1=3.2ms2RC/0.1 = 3.2\,\mathrm{ms} dari derau saat dinyalakan, mencapai kejenuhan dalam beberapa puluh milisekon; sinus yang terpotong lalu kaya harmonik. Mengganti R1R_1 dengan lampu pijar kecil, yang hambatannya naik ketika ia menghangat, menarik KK turun tepat ke 33 pada amplitudo yang sedang: sebuah gelombang sinus dengan cacat kurang dari 0.1%0.1\%, yaitu rangkaian pembangkit sinyal laboratorium yang pertama.

9.3 Pembanding berhisteresis; multivibrator astabil

Proposisi 9.6 (Pembanding berhisteresis)

Sebuah penguat operasional dengan umpan balik positif — keluarannya disuapkan ke masukan ++-nya lewat pembagi R1R_1, R2R_2 (masukan ++-nya lalu berada pada βs\beta s dengan β=R1/(R1+R2)\beta = R_1/(R_1 + R_2) ketika sinyal ee dikenakan pada masukan --nya) — tak mempunyai rezim linear yang mantap: keluarannya berada pada +Vjenuh+V_{\text{jenuh}} atau Vjenuh-V_{\text{jenuh}} lalu berjungkit

dari +Vjenuh ke Vjenuh ketika e naik melampaui +βVjenuh,dari Vjenuh ke +Vjenuh ketika e turun di bawah βVjenuh.\begin{align*} &\text{dari } +V_{\text{jenuh}} \text{ ke } -V_{\text{jenuh}} \text{ ketika } e \text{ naik melampaui } +\beta V_{\text{jenuh}} ,\\ &\text{dari } -V_{\text{jenuh}} \text{ ke } +V_{\text{jenuh}} \text{ ketika } e \text{ turun di bawah } -\beta V_{\text{jenuh}} . \end{align*}

Kedua ambangnya berbeda: histeresis 2βVjenuh2\beta V_{\text{jenuh}} membuat pembandingnya kebal terhadap derau yang lebih kecil daripada itu, dan daurnya dalam bidang (e,s)(e, s) adalah persegi panjang yang dilalui searah jarum jam.

Bukti. Dengan s=+Vjenuhs = +V_{\text{jenuh}} masukan ++-nya berada pada +βVjenuh+\beta V_{\text{jenuh}}; keluarannya tetap positif selama e<βVjenuhe < \beta V_{\text{jenuh}}, lalu berjungkit ketika ee menyeberanginya — sesudah itu masukan ++-nya berada pada βVjenuh-\beta V_{\text{jenuh}}, sehingga ee harus turun di bawah nilai itu untuk menjungkitkannya kembali. (Dalam rezim linear umpan balik positifnya akan membuat setiap simpangan tumbuh: ia tak mantap.)

Proposisi 9.7 (Multivibrator astabil)

Umpankanlah keluaran pembanding berhisteresisnya kembali ke masukan --nya sendiri lewat rangkaian RCRC (RR dari ss ke masukan --nya, CC dari sana ke tanah). Kapasitornya mengisi menuju ±Vjenuh\pm V_{\text{jenuh}} lalu menjungkitkan pembandingnya tiap kali ia mencapai sebuah ambang: gelombang persegi pada ss, gelombang nyaris segitiga pada CC, dengan periode

T=2RCln1+β1β.T = 2RC\,\ln\frac{1 + \beta}{1 - \beta} .

Untuk β=1/2\beta = 1/2, T=2RCln32.2RCT = 2RC\ln3 \approx 2.2RC. Osilator relaksasi semacam itu mendetakkan mikrokontroler, mengedipkan lampu penunjuk dan membangkitkan gelombang segitiga dan persegi sebuah pembangkit fungsi.

Bukti. Dengan s=+Vjenuhs = +V_{\text{jenuh}}, tegangan kapasitornya vCv_C beranjak dari βVjenuh-\beta V_{\text{jenuh}} menuju +Vjenuh+V_{\text{jenuh}} sebagai vC=Vjenuh(1+β)Vjenuhet/RCv_C = V_{\text{jenuh}} - (1 + \beta) V_{\text{jenuh}}\eu^{-t/RC}, dan mencapai +βVjenuh+\beta V_{\text{jenuh}} sesudah RCln[(1+β)/(1β)]RC\ln[(1 + \beta) /(1 - \beta)]; pembandingnya berjungkit dan separuh daur setangkupnya menyusul.

Kiri: daur sebuah pembanding berhisteresis — dua ambang, sebuah persegi panjang yang dilalui searah jarum jam. Kanan: multivibrator astabil — tegangan kapasitornya ulang-alik di antara kedua ambangnya dan keluarannya adalah gelombang persegi. Kiri: daur sebuah pembanding berhisteresis — dua ambang, sebuah persegi panjang yang dilalui searah jarum jam. Kanan: multivibrator astabil — tegangan kapasitornya ulang-alik di antara kedua ambangnya dan keluarannya adalah gelombang persegi.
Kiri: daur sebuah pembanding berhisteresis — dua ambang, sebuah persegi panjang yang dilalui searah jarum jam. Kanan: multivibrator astabil — tegangan kapasitornya ulang-alik di antara kedua ambangnya dan keluarannya adalah gelombang persegi.

9.4 Mencuplik sebuah sinyal

Teorema 9.8 (Pencuplikan; kriteria Nyquist–Shannon)

Sebuah sinyal dicuplik apabila hanya nilainya s(nTs)s(nT_s) pada saat nTsnT_s yang disimpan, dengan fs=1/Tsf_s = 1/T_s yaitu laju cupliknya. Spektrum sinyal tercuplik adalah spektrum ss yang berulang di sekitar tiap kelipatan fsf_s. Sinyal yang spektrumnya terkurung di bawah fmaxf_{\max} dapat dibangun ulang secara eksak dari cuplikannya jika dan hanya jika

fs>2fmax;f_s > 2f_{\max} ;

pada hal lainnya salinannya bertindihan dan komponen pada f>fs/2f > f_s/2 muncul kembali pada frekuensi alias fnfs|f - nf_s| (untuk bilangan bulat nn yang membawanya ke bawah fs/2f_s/2), tak terbedakan dari komponen berfrekuensi rendah yang sejati. Dari situlah tapis anti-alias yang dipasang di depan setiap pencuplik: sebuah tapis lolos-rendah yang membuang segalanya di atas fs/2f_s/2.

Bukti. Mencuplik berarti mengalikan s(t)s(t) dengan rentetan pulsa sempit berkala berperiode TsT_s, yang deret Fouriernya memuat semua harmonik nfsnf_s (jilid matematika tahun ini); mengalikan ss dengan cos(2πnfst)\cos(2\pi nf_st) menggeser spektrumnya sebesar ±nfs\pm nf_s — dari situlah salinannya. Keduanya tidak bertindihan jika dan hanya jika fmax<fsfmaxf_{\max} < f_s - f_{\max}; sebuah tapis lolos-rendah berambang fs/2f_s/2 lalu memulihkan spektrum aslinya secara eksak (diterima tanpa bukti). Pengaliasan: cuplikan cos(2πft)\cos(2\pi ft) dan cuplikan cos(2π(fnfs)t)\cos(2\pi(f - nf_s)t) pada t=mTst = mT_s berimpit, sebab 2πnfsmTs=2πnm2\pi nf_smT_s = 2\pi nm.

Contoh 9.9 (Roda pedati, cakram padat dan osiloskop)

Sebuah film pada 2424 citra tiap sekon mencuplik dunianya pada 24Hz24\,\mathrm{Hz}: sebuah roda berjeruji 1212 yang berputar 2.12.1 putaran tiap sekon menyajikan sebuah jeruji 25.225.2 kali tiap sekon, 1.21.2 di luar fsf_s — ia tampak berputar perlahan maju, dan mundur 1.91.9 putaran tiap sekon. Sebuah cakram padat mencuplik pada 44.1kHz44.1\,\mathrm{kHz} untuk memperdengarkan bunyi sampai 20kHz20\,\mathrm{kHz}, dengan tapis anti-alias yang curam antara 2020 dan 22kHz22\,\mathrm{kHz}. Sebuah osiloskop digital yang diatur pada 1MS/s1\,\mathrm{MS}/\mathrm{s} menampilkan sinus 999kHz999\,\mathrm{kHz} sebagai sinus 1kHz1\,\mathrm{kHz} — jebakan pertama pengukuran digital.

Pengaliasan: sebuah sinusoida pada 0.9f_s dan satu lagi pada 0.1f_s melewati cuplikan yang sama; sekali tercuplik, keduanya tak dapat dibedakan — dari situlah kriteria f_s > 2f_.
Pengaliasan: sebuah sinusoida pada 0.9fs0.9f_s dan satu lagi pada 0.1fs0.1f_s melewati cuplikan yang sama; sekali tercuplik, keduanya tak dapat dibedakan — dari situlah kriteria fs>2fmaxf_s > 2f_{\max}.

Catatan 9.10 (Kuantisasi)

Pengubah analog ke digitalnya juga membulatkan tiap cuplikan ke salah satu dari 2N2^N tingkat (NN bit): galat pembulatannya, paling banyak separuh langkah, bertindak sebagai derau bernilai rms Δ/12\Delta/\sqrt{12} bagi langkah Δ\Delta, dan jangkauan dinamiknya (sinus terbesar terhadap derau itu) sekitar 6N+26N + 2 dB — 98dB98\,\mathrm{dB} bagi 1616 bit sebuah cakram padat, 74dB74\,\mathrm{dB} bagi osiloskop 1212 bit. Laju cuplik dan resolusi adalah dua bilangan pada label setiap pendigit.

9.5 Deteksi serentak

Proposisi 9.11 (Deteksi serentak)

Sebuah sinyal berfrekuensi diketahui, s(t)=Acos(ω0t+φ)s(t) = A\cos(\omega_0t + \varphi), yang terkubur dalam derau n(t)n(t) beramplitudo jauh lebih besar yang tersebar pada pita lebar, dikalikan dengan acuan r(t)=cosω0tr(t) = \cos\omega_0t berfrekuensi sama lalu dilewatkan tapis lolos-rendah berambang fcf0f_c \ll f_0:

s(t)r(t)=12Acosφ+12Acos(2ω0t+φ)  lolos-rendah  12Acosφ.s(t)r(t) = \tfrac12A\cos\varphi + \tfrac12A\cos(2\omega_0t + \varphi) \ \xrightarrow{\ \text{lolos-rendah}\ }\ \tfrac12A\cos\varphi .

Keluarannya adalah tegangan searah yang sebanding dengan amplitudo sinyalnya (dan dengan kosinus fasenya relatif terhadap acuannya), sementara deraunya menyusut menjadi bagian spektrumnya yang terletak dalam ±fc\pm f_c dari f0f_0 — yaitu lebar pita 2fc2f_c yang dapat dibuat sesempit apa pun (sepersekian hertz bagi tapis bertetapan waktu beberapa sekon). Komponen pada frekuensi ff yang lain tergeser ke f±f0f \pm f_0 lalu ditolak tapisnya.

Bukti. cosacosb=12[cos(ab)+cos(a+b)]\cos a\cos b = \tfrac12[\cos(a - b) + \cos(a + b)]; tapisnya menyimpan suku selisihnya bagi sinyalnya, sedangkan suku 2ω02\omega_0 dan setiap komponen derau pada ff tergeser ke ff0|f - f_0| dan f+f0f + f_0 — hanya derau yang semula berada dalam fcf_c dari f0f_0 yang mendarat di bawah fcf_c.

Deteksi serentak: keluaran sensornya, yaitu sinyal ditambah derau lebar, dikalikan dengan acuan berfrekuensi sinyalnya sendiri lalu ditapis lolos-rendah; hanya derau dalam pita sempit di sekitar f_0 (yang diarsir) yang bertahan, dan sinyalnya keluar sebagai taraf searah. Deteksi serentak: keluaran sensornya, yaitu sinyal ditambah derau lebar, dikalikan dengan acuan berfrekuensi sinyalnya sendiri lalu ditapis lolos-rendah; hanya derau dalam pita sempit di sekitar f_0 (yang diarsir) yang bertahan, dan sinyalnya keluar sebagai taraf searah.
Deteksi serentak: keluaran sensornya, yaitu sinyal ditambah derau lebar, dikalikan dengan acuan berfrekuensi sinyalnya sendiri lalu ditapis lolos-rendah; hanya derau dalam pita sempit di sekitar f0f_0 (yang diarsir) yang bertahan, dan sinyalnya keluar sebagai taraf searah.

Contoh 9.12 (Menemukan satu mikrovolt)

Sebuah fotodioda menyerahkan sinyal 10µV10\,\text{µ}\mathrm{V} ketika cahayanya dipenggal pada 1kHz1\,\mathrm{kHz}, di atas derau putih 50nV/Hz50\,\mathrm{nV}/\sqrt{\mathrm{Hz}} sepanjang 100kHz100\,\mathrm{kHz} (16µV16\,\text{µ}\mathrm{V} rms: lebih besar daripada sinyalnya). Sesudah deteksi serentak dengan tapis bertetapan waktu τ=1s\tau = 1\,\mathrm{s} (lebar pita derau 1/4τ=0.25Hz1/4\tau = 0.25\,\mathrm{Hz}) deraunya menjadi 50nV×0.25=25nV50\,\text{nV} \times \sqrt{0.25} = 25\,\mathrm{nV}: nisbah sinyal terhadap derau sebesar 400400 — dengan harga menunggu beberapa sekon tiap titik. Muslihat yang sama, dengan nama demodulasi, memulihkan musik dari pembawa radio bermodulasi amplitudo dan data dari sebuah modem.

Metode 9.13 (Merancang sebuah rantai pengukuran)

(1) Modulasikanlah besaran yang hendak diukur pada frekuensi f0f_0 yang jauh dari deraunya (pemenggal, jembatan bolak-balik). (2) Kuatkanlah dengan lebar pita yang meliputi f0f_0. (3) Deteksilah secara serentak dengan tapis yang tetapan waktunya paling panjang yang mampu ditanggung pengukurannya: deraunya turun sebagai 1/τ1/\sqrt\tau. (4) Cupliklah keluarannya yang lambat pada laju di atas dua kali lebar pitanya, sesudah sebuah tapis anti-alias, dengan bit yang cukup bagi resolusi yang dituntut. (5) Periksalah rantainya dengan sinyal yang diketahui, dan periksalah bahwa tak ada bagiannya yang berosilasi: setiap penguat berumpan balik adalah osilator yang berpotensi.

9.6 Latihan

Latihan 9.1

Sebuah osilator jembatan Wien dengan R=10kΩR = 10\,\mathrm{k}\Omega, C=10nFC = 10\,\mathrm{nF}: tentukanlah frekuensinya; penguatan yang diperlukan; nilai R1R_1, R2R_2 bagi K=3.05K = 3.05 dengan R1=10kΩR_1 = 10\,\mathrm{k}\Omega; tetapan waktu pertumbuhan amplitudonya. Komponen mana yang menetapkan frekuensinya, mana yang menetapkan penyalaannya?

Solusi

Solusi Latihan 9.1.

f0=1/2πRC=1.59kHzf_0 = 1/2\pi RC = 1.59\,\mathrm{kHz}; K=3K = 3; R2=2.05R1=20.5kΩR_2 = 2.05R_1 = 20.5\,\mathrm{k}\Omega; τ=2RC/(K3)=4ms\tau = 2RC/(K - 3) = 4\,\mathrm{ms}. RR, CC menetapkan frekuensinya; R1R_1, R2R_2 menetapkan penyalaannya (dan pembatasan amplitudonya).

Latihan 9.2

Pembanding berhisteresis dengan Vjenuh=±13VV_{\text{jenuh}} = \pm 13\,\mathrm{V}, R1=1.0kΩR_1 = 1.0\,\mathrm{k}\Omega, R2=4.0kΩR_2 = 4.0\,\mathrm{k}\Omega: tentukanlah ambangnya dan lebar histeresisnya. Sebuah sinyal berderau yang menyeberangi nol dengan derau 2V2\,\mathrm{V}: berapa kali keluarannya berjungkit tiap penyeberangan, dengan dan tanpa histeresis?

Solusi

Solusi Latihan 9.2.

β=0.2\beta = 0.2: ambangnya ±2.6V\pm2.6\,\mathrm{V}, histeresisnya 5.2V5.2\,\mathrm{V}. Derau 2V2\,\mathrm{V} tak dapat menyeberangi ulang ambang yang berjarak 5.2V5.2\,\mathrm{V}: satu jungkitan tiap penyeberangan; tanpa histeresis keluarannya berkeretak berkali-kali.

Latihan 9.3

Multivibrator astabil dengan R=10kΩR = 10\,\mathrm{k}\Omega, C=100nFC = 100\,\mathrm{nF}, β=0.5\beta = 0.5: tentukanlah periode dan frekuensinya; RR bagi 1.0kHz1.0\,\mathrm{kHz}; amplitudo gelombang segitiga pada kapasitornya; apa yang terjadi pada TT jika β\beta dinaikkan menjadi 0.90.9?

Solusi

Solusi Latihan 9.3.

T=2RCln3=2.2msT = 2RC\ln3 = 2.2\,\mathrm{ms}, 455Hz455\,\mathrm{Hz}; R=4.55kΩR = 4.55\,\mathrm{k}\Omega bagi 1kHz1\,\mathrm{kHz}; segitiganya di antara ±βVjenuh\pm\beta V_{\text{jenuh}}; β=0.9\beta = 0.9: T=2RCln19=5.9msT = 2RC\ln19 = 5.9\,\mathrm{ms}, 2.72.7 kali lebih panjang.

Latihan 9.4

(a) Sebuah cakram padat mencuplik pada 44.1kHz44.1\,\mathrm{kHz}: frekuensi maksimum yang diperdengarkan. (b) Sebuah ultrasonik 30kHz30\,\mathrm{kHz} bocor ke dalam rekamannya: pada frekuensi berapa ia muncul? (c) Sebuah roda berjeruji 88 yang difilmkan pada 25citra/s25\,\mathrm{citra}/\mathrm{s} berputar 3.23.2 putaran/s: gerak semunya. (d) Sebuah osiloskop pada 10MS/s10\,\mathrm{MS}/\mathrm{s} memperlihatkan sinus 100kHz100\,\mathrm{kHz} yang bersih; sinyal sejatinya dapat berupa frekuensi lain yang mana saja?

Solusi

Solusi Latihan 9.4.

(a) 22.05kHz22.05\,\mathrm{kHz}. (b) 3044.1=14.1kHz|30 - 44.1| = 14.1\,\mathrm{kHz}. (c) Jerujinya pada 8×3.2=25.6Hz8 \times 3.2 = 25.6\,\mathrm{Hz}, aliasnya 0.6Hz0.6\,\mathrm{Hz}: rodanya tampak merayap maju sebesar 0.0750.075 putaran/s. (d) 100kHz+n×10MHz100\,\mathrm{kHz} + n \times 10\,\mathrm{MHz}, atau n×10MHz100kHzn \times 10\,\mathrm{MHz} - 100\,\mathrm{kHz}: 9.99.9, 10.110.1, 19.919.9, 20.1MHz20.1\,\mathrm{MHz}, …

Latihan 9.5 ★★

Simpal dengan polinomial ciri (a) p2+3p+2p^2 + 3p + 2, (b) p2p+4p^2 - p + 4, (c) p2+4p^2 + 4, (d) p3+2p2+2p+1p^3 + 2p^2 + 2p + 1, (e) p3+p+1p^3 + p + 1: carilah atau bahaslah akarnya; simpal mana yang mantap, mana yang berosilasi, mana yang tumbuh? (Bagi yang kubik, bernalarlah pada tanda bagian nyatanya: misalnya tunjukkanlah (e) mempunyai satu akar nyata negatif dan dua akar kompleks berbagian nyata positif, dengan memakai hasil kali dan jumlah akarnya.)

Solusi

Solusi Latihan 9.5.

(a) 1-1, 2-2: mantap. (b) (1±i15)/2(1 \pm \iu\sqrt{15})/2: osilasi yang tumbuh. (c) ±2i\pm2\iu: osilasi yang berkelanjutan. (d) (p+1)(p2+p+1)(p + 1)(p^2 + p + 1): 1-1 dan (1±i3)/2(-1 \pm \iu\sqrt3)/2: mantap. (e) Satu akar nyata dekat 0.68-0.68 (polinomialnya monoton); jumlah ketiga akarnya 00, jadi pasangan kompleksnya berbagian nyata +0.34+0.34: tak mantap.

Latihan 9.6 ★★

Jaringan Wien. (a) Turunkanlah β(ȷω)\underline\beta(\jmath\omega) dari pembaginya. (b) Sketsalah modulus dan fasenya; tunjukkanlah bahwa fasenya nol hanya pada ω0\omega_0 dan bahwa modulusnya lalu 1/31/3. (c) Tuliskanlah persamaan diferensial simpalnya bagi penguatan KK lalu bahaslah K<3K < 3, K=3K = 3, K>3K > 3. (d) Dengan K=3.2K = 3.2, mulai dari derau 1mV1\,\mathrm{mV}, berapa lama sampai amplitudonya mencapai 10V10\,\mathrm{V}? Mengapa amplitudo akhirnya tidak bergantung pada derau awalnya?

Solusi

Solusi Latihan 9.6.

(a) β=Zp/(Zs+Zp)\underline\beta = Z_p/(Z_s + Z_p) dengan Zs=R+1/ȷCωZ_s = R + 1/\jmath C\omega, Zp=R/(1+ȷRCω)Z_p = R/(1 + \jmath RC\omega): β=1/[3+ȷ(RCω1/RCω)]\underline\beta = 1/[3 + \jmath(RC\omega - 1/RC\omega)]. (b) Modulusnya 1/9+(RCω1/RCω)21/\sqrt{9 + (RC\omega - 1/RC\omega)^2}, maksimum 1/31/3 pada ω0\omega_0; fasenya arctan[(RCω1/RCω)/3]-\arctan [(RC\omega - 1/RC\omega)/3], nol hanya pada ω0\omega_0. (c) R2C2v¨+(3K)RCv˙+v=0R^2C^2\ddot v + (3 - K)RC \dot v + v = 0: teredam, berkelanjutan, tumbuh. (d) Tetapan waktu pertumbuhannya 2RC/0.2=10RC=1.6ms2RC/0.2 = 10RC = 1.6\,\mathrm{ms}; ln104=9.2\ln10^4 = 9.2 tetapan: 15ms15\,\mathrm{ms}. Amplitudo akhirnya ditetapkan ketaklinearannya (kejenuhan), bukan benihnya, yang hanya menetapkan tundanya.

Latihan 9.7 ★★

Pembangkit segitiga. Sebuah pengintegral (penguat operasional, RR, CC) disuapi keluaran persegi ±Vjenuh\pm V_{\text{jenuh}} sebuah pembanding berhisteresis yang masukannya adalah keluaran pengintegralnya; ambang pembandingnya adalah ±VjenuhR1/R2\pm V_{\text{jenuh}}R_1/R_2. (a) Tunjukkanlah bahwa keluaran pengintegralnya sebuah segitiga; kemiringannya. (b) Periodenya T=4RCR1/R2T = 4RCR_1/R_2. (c) Angka: R=10kΩR = 10\,\mathrm{k}\Omega, C=10nFC = 10\,\mathrm{nF}, R1/R2=0.5R_1/R_2 = 0.5. (d) Keunggulannya atas astabil yang sederhana bagi sebuah pembangkit fungsi.

Solusi

Solusi Latihan 9.7.

(a) Keluaran pengintegralnya berkemiringan Vjenuh/RC\mp V_{\text{jenuh}}/RC: sebuah segitiga. (b) Tiap landaiannya membentang 2VjenuhR1/R22V_{\text{jenuh}}R_1/R_2 pada kemiringan Vjenuh/RCV_{\text{jenuh}}/RC: T=4RCR1/R2T = 4RCR_1/R_2. (c) 4×104×0.5=0.2ms4 \times 10^{-4} \times 0.5 = 0.2\,\mathrm{ms}, 5kHz5\,\mathrm{kHz}. (d) Segitiga yang linear tepat, frekuensi yang sebanding dengan 1/R1/R (mudah disapu), keluaran persegi dan segitiga dari satu rangkaian.

Latihan 9.8 ★★

Kuantisasi. (a) Sebuah pengubah 1616 bit pada ±1V\pm1\,\mathrm{V}: langkahnya, derau kuantisasi rms-nya, jangkauan dinamiknya dalam dB. (b) 1212 bit pada 1MS/s1\,\mathrm{MS}/\mathrm{s}: laju bitnya; hal yang sama bagi 88 bit pada 1GS/s1\,\mathrm{GS}/\mathrm{s} (sebuah osiloskop cepat). (c) Sebuah sinyal 1mV1\,\mathrm{mV} pada pengubah 1616 bitnya: berapa langkah? Apa yang harus dilakukan sebelum pengubahnya? (d) Mengapa sistem audio yang baik menambahkan sedikit derau sebelum mengkuantisasi?

Solusi

Solusi Latihan 9.8.

(a) Δ=2/65536=30.5µV\Delta = 2/65536 = 30.5\,\text{µ}\mathrm{V}, deraunya Δ/12=8.8µV\Delta/\sqrt{12} = 8.8\,\text{µ}\mathrm{V}, 98dB98\,\mathrm{dB}. (b) 12Mbit/s12\,\mathrm{Mbit}/\mathrm{s}; 8Gbit/s8\,\mathrm{Gbit}/\mathrm{s}. (c) 3333 langkah: kuatkanlah 100100 kali atau lebih dulu. (d) Derau taburan mengubah galat pembulatan, yang terkait dengan sinyalnya (cacat), menjadi derau tak terkait yang tak berbahaya.

Latihan 9.9 ★★

Sebuah sinyal memuat komponen 1.0kHz1.0\,\mathrm{kHz} dan 9.0kHz9.0\,\mathrm{kHz} lalu dicuplik pada 10kS/s10\,\mathrm{kS}/\mathrm{s}. (a) Di manakah masing-masingnya muncul? (b) Sebuah tapis anti-alias RCRC orde pertama dengan fc=2kHzf_c = 2\,\mathrm{kHz} ditambahkan: pelemahannya pada 9kHz9\,\mathrm{kHz} dalam dB; cukupkah jika 40dB40\,\mathrm{dB} yang diinginkan? (c) Orde tapis yang diperlukan (pelemahannya 20n\approx 20n dB tiap dekade); atau, sebagai alternatif, laju cuplik yang diperlukan dengan tapis orde pertamanya. (d) Mengapa pengubah modern mencuplik berlebih lalu menapis secara digital?

Solusi

Solusi Latihan 9.9.

(a) Keduanya pada 1kHz1\,\mathrm{kHz}. (b) H=1/1+4.52=0.22|H| = 1/\sqrt{1 + 4.5^2} = 0.22, 13dB-13\,\mathrm{dB}: tidak. (c) 13dB×n4013\,\mathrm{dB} \times n \ge 40: orde tiga atau empat; atau sebuah laju cuplik yang membuat tapis orde pertamanya memberi 40dB40\,\mathrm{dB} pada fs1kHzf_s - 1\,\mathrm{kHz}, yakni pada 100fc=200kHz100f_c = 200\,\mathrm{kHz}: fs400kS/sf_s \approx 400\,\mathrm{kS}/\mathrm{s}. (d) Pencuplikan berlebih mendorong pita aliasnya jauh ke atas, tempat tapis analog yang lembut memadai; penapisan yang tajam lalu dikerjakan secara digital sebelum penipisan cuplikan.

Latihan 9.10 ★★★

Deteksi serentak. Masukan Acos(ω0t+φ)+n(t)A\cos(\omega_0t + \varphi) + n(t) dikalikan dengan cosω0t\cos\omega_0t lalu ditapis tapis lolos-rendah orde pertama bertetapan waktu τ\tau. (a) Keluaran searahnya. (b) Tunjukkanlah bahwa komponen derau pada f=f0+δff = f_0 + \delta f memberi, sesudah tapisnya, amplitudo yang berkurang dengan faktor 1/1+(2πδfτ)21/\sqrt{1 + (2\pi\delta f\tau)^2}; simpulkanlah lebar pita derau setaranya B=1/4τB = 1/4\tau (terimalah 0 ⁣dx/(1+x2)=π/2\int_0^\infty \dd x/(1 + x^2) = \pi/2). (c) Sebuah sinyal 1µV1\,\text{µ}\mathrm{V} dalam 1mV1\,\mathrm{mV} rms derau putih sepanjang 10kHz10\,\mathrm{kHz}: rapat deraunya; τ\tau bagi nisbah sinyal terhadap derau sebesar 1010; waktu pengukurannya. (d) Sebuah bocoran 50Hz50\,\mathrm{Hz} sebesar 1mV1\,\mathrm{mV} mencemari masukannya, dengan f0=1kHzf_0 = 1\,\mathrm{kHz}: ke mana ia pergi, dan seberapa besar ia dilemahkan untuk τ=1s\tau = 1\,\mathrm{s}?

Solusi

Solusi Latihan 9.10.

(a) 12Acosφ\tfrac12A\cos\varphi. (b) Komponen pada f0+δff_0 + \delta f mendarat di δf\delta f lalu melewati tapisnya dengan H=1/1+(2πδfτ)2|H| = 1/\sqrt{1 + (2\pi\delta f\tau)^2}; penerusan dayanya terintegralkan menjadi 0 ⁣df/(1+(2πfτ)2)=1/4τ\int_0^\infty\dd f/(1 + (2\pi f\tau)^2) = 1/4\tau. (c) en=1mV/104=10µV/Hze_n = 1\,\text{mV}/\sqrt{10^4} = 10\,\text{µ}\mathrm{V}/\sqrt{\mathrm{Hz}}; enB=0.1µVe_n\sqrt B = 0.1\,\text{µ}\mathrm{V} menuntut B=1×104HzB = 1 \times 10^{-4}\,\mathrm{Hz}, τ=2500s\tau = 2500\,\mathrm{s}: satu jam tiap titik. (d) Ke 950950 dan 1050Hz1050\,\mathrm{Hz}, dilemahkan sebesar 1/2π×9501.7×1041/2\pi \times 950 \approx 1.7 \times 10^{-4} (75dB-75\,\mathrm{dB}).

Latihan 9.11 ★★★

Kuarsa. Sebuah kristal kuarsa berperilaku, dekat resonansinya, sebagai cabang seri LL, CC, rr (L=8000HL = 8000\,\mathrm{H}, C=3.0fFC = 3.0\,\mathrm{fF}, r=30kΩr = 30\,\mathrm{k}\Omega) yang terparalel dengan C0=1.5pFC_0 = 1.5\,\mathrm{pF}. (a) Frekuensi resonansi serinya dan faktor kualitasnya Q=Lω0/rQ = L\omega_0/r. (b) Mengapa osilator yang dibangun di sekelilingnya menahan frekuensinya sampai satu bagian dalam 10610^6 sementara jembatan Wiennya menyimpang berpersen-persen (pikirkanlah kemiringan fase  ⁣dφ/ ⁣dω\dd\varphi/\dd\omega jaringan umpan baliknya dekat resonansi, 2Q/ω0\sim 2Q/\omega_0)? (c) Sebuah kristal jam pada 32768Hz32\,768\,\mathrm{Hz} dibagi 2152^{15}: hasilnya; frekuensinya berubah sebagai 0.04ppm(T25C)2-0.04\,\text{ppm}\,(T - 25{}^{\circ}\mathrm{C})^2: galatnya tiap bulan pada 5C5{}^{\circ}\mathrm{C}. (d) Mengapa 32768Hz32\,768\,\mathrm{Hz} yang dipilih dan bukan 1MHz1\,\mathrm{MHz}?

Solusi

Solusi Latihan 9.11.

(a) f0=1/2πLC=32.5kHzf_0 = 1/2\pi\sqrt{LC} = 32.5\,\mathrm{kHz}; Q=Lω0/r=5.4×104Q = L\omega_0/r = 5.4 \times 10^{4}\,. (b) Dekat resonansinya fase umpan baliknya berputar sebesar 2Q/ω02Q/\omega_0 tiap satuan ω\omega: sebuah geseran fase parasit δφ\delta\varphi menggeser frekuensinya sebesar δω/ω0=δφ/2Q\delta\omega/\omega_0 = \delta\varphi/2Q10610^{-6} bagi Q=105Q = 10^5, berpersen-persen bagi Q=1/3Q = 1/3. (c) 1Hz1\,\mathrm{Hz}; 0.04×400=16ppm-0.04 \times 400 = -16\,\mathrm{ppm}: 16×106×2.6×106=41s16 \times 10^{-6} \times 2.6 \times 10^6 = 41\,\mathrm{s} terlambat tiap bulan. (d) Frekuensi rendah berarti daya rendah dalam logika pembaginya, 2152^{15} membagi tepat menjadi 1Hz1\,\mathrm{Hz}, dan kristal garpu tala yang mungil itu muat dalam sebuah arloji.

Latihan 9.12 ★★★

Hambatan negatif. Sebuah penguat operasional mempunyai R2R_2 dari keluarannya ke masukan --nya, R1R_1 dari masukan --nya ke tanah, dan RR dari keluarannya ke masukan ++-nya; dwikutub yang terlihat antara masukan ++-nya dan tanah itulah yang dikaji (rezim linear). (a) Tunjukkanlah bahwa ia berperilaku sebagai hambatan RR1/R2-RR_1/R_2. (b) Dwikutub ini disambungkan melintasi rangkaian LCLC paralel yang hambatan ruginya RpR_p (terparalel): tuliskanlah persamaan tegangannya lalu carilah syarat osilasi yang berkelanjutan beserta frekuensinya. (c) Angka: L=10mHL = 10\,\mathrm{mH}, C=100nFC = 100\,\mathrm{nF}, Rp=50kΩR_p = 50\,\mathrm{k}\Omega; pilihlah RR, R1=R2R_1 = R_2. (d) Apa yang membatasi amplitudonya, dan bagaimana osilator ini dibandingkan dengan jembatan Wien?

Solusi

Solusi Latihan 9.12.

(a) v=v+=vv_- = v_+ = v, vkel=v(1+R2/R1)v_{\text{kel}} = v(1 + R_2/R_1); arus yang memasuki dwikutubnya, i=(vvkel)/R=vR2/RR1i = (v - v_{\text{kel}})/R = -vR_2/RR_1: v/i=RR1/R2v/i = -RR_1/R_2. (b) Cv˙+v(1/RpR2/RR1)+1Lv ⁣dt=0C\dot v + v(1/R_p - R_2/RR_1) + \frac1L\int v\,\dd t = 0: berkelanjutan ketika R=RpR2/R1R = R_pR_2/R_1, pada ω=1/LC\omega = 1/\sqrt{LC} (tumbuh bagi RR yang lebih kecil). (c) f=5.0kHzf = 5.0\,\mathrm{kHz}, R50kΩR \lesssim 50\,\mathrm{k}\Omega (katakanlah 48kΩ48\,\mathrm{k}\Omega). (d) Kejenuhan; Q=RpC/L=160Q = R_p \sqrt{C/L} = 160 rangkaian tangkinya memberi frekuensi yang jauh lebih mantap daripada jaringan Wien.

9.7 Soal: Sebuah rantai pengukuran serentak

Soal 9.1

Soal akhir pekan — dari osilator acuannya sampai hasil yang terdigitalkan: mengukur sepuluh mikrovolt sinyal cahaya di bawah satu milivolt derau

Sebuah cahaya samar hendak diukur dengan sebuah fotodioda. Cahayanya dipenggal oleh roda berputar pada f0=1.00kHzf_0 = 1.00\,\mathrm{kHz}, sehingga keluaran fotodiodanya berupa sinusoida beramplitudo A=10µVA = 10\,\text{µ}\mathrm{V} pada f0f_0 (sesudah penguat pertama), yang di atasnya menumpang derau putih berkerapatan spektral en=50nV/Hze_n = 50\,\mathrm{nV}/\sqrt{\mathrm{Hz}} sepanjang lebar pita 100kHz100\,\mathrm{kHz}, ditambah bocoran jala-jala 50Hz50\,\mathrm{Hz} sebesar 1.0mV1.0\,\mathrm{mV}. Frekuensi pemenggalnya sendiri ditetapkan sebuah osilator jembatan Wien.

Bagian I — Osilator acuan. Jembatan Wien dengan C=10nFC = 10\,\mathrm{nF}, penguat operasional yang menjenuh pada ±12V\pm12\,\mathrm{V}.

  1. RR bagi f0=1.00kHzf_0 = 1.00\,\mathrm{kHz}.
  2. Turunkanlah fungsi alih jaringan Wiennya lalu periksalah bahwa fasenya lenyap pada f0f_0 dengan modulus 1/31/3.
  3. Tuliskanlah persamaan diferensial simpalnya bagi penguatan KK; untuk K=3.15K = 3.15, waktu bagi amplitudonya untuk tumbuh dengan faktor 10001000.
  4. Amplitudonya akhirnya dibatasi kejenuhan: lukiskanlah bentuk gelombangnya, dan mengapa harmoniknya penting bagi sebuah acuan.
  5. Sebuah termistor menggantikan R1R_1 (hambatannya turun ketika ia menghangat) atau sebuah lampu (naik): yang mana yang memantapkan penguatannya pada 3, dan bagaimana?
  6. Kapasitornya menyimpang +1%+1\% karena suhu: frekuensi barunya. Mengapa pemenggalnya lalu tetap bekerja bagi pengukurannya (apa yang harus dilakukan acuannya)?
  7. Jaringan Wiennya mempunyai faktor kualitas sekitar 1/31/3: apa siratnya bagi kemurnian frekuensinya dibandingkan dengan kuarsa (Q105Q \sim 10^5)?

Bagian II — Sinyal dan derau.

  1. Nilai rms derau putihnya sepanjang seluruh 100kHz100\,\mathrm{kHz}; nisbah sinyal terhadap derau pada keluaran penguatnya.
  2. Sebuah tapis lolos-pita berfaktor kualitas Q=10Q = 10 yang berpusat pada f0f_0 (lebar pita derau f0/Q\approx f_0/Q) disisipkan: rms derau dan SNR-nya. Mengapa ini belum memadai bagi pengukuran yang teliti (pikirkanlah simpangan dan 50Hz50\,\mathrm{Hz}-nya)?
  3. Mengapa cahayanya dipenggal pada 1kHz1\,\mathrm{kHz} alih-alih mengukur arus foto searahnya secara langsung? (Penguat mempunyai derau “1/f1/f” yang naik di bawah beberapa ratus hertz.)
  4. Amplitudo sinyalnya jika roda pemenggalnya menghasilkan modulasi persegi alih-alih sinus: harmonik mana yang disimpan deteksi serentaknya, dan dengan amplitudo berapa (koefisien Fourier 4/π4/\pi bagi nada dasar sebuah gelombang persegi beramplitudo satuan)?
  5. Fotodiodanya juga menerima cahaya ruangan pada 100Hz100\,\mathrm{Hz} (lampu neon): apa yang dilakukan rantainya terhadapnya?

Bagian III — Deteksi serentak. Sinyal yang telah dikuatkan dikalikan dengan acuan cos(2πf0t)\cos(2\pi f_0t) lalu ditapis tapis lolos-rendah orde pertama bertetapan waktu τ\tau.

  1. Keluaran pengalinya bagi sinyalnya sendirian (fase φ\varphi antara sinyal dan acuannya); suku searahnya.
  2. Pelemahan suku 2f02f_0 oleh tapisnya untuk τ=1s\tau = 1\,\mathrm{s} (dalam dB).
  3. Lebar pita derau setaranya 1/4τ1/4\tau; rms derau pada keluarannya untuk τ=1s\tau = 1\,\mathrm{s} dan SNR-nya; hal yang sama untuk τ=10s\tau = 10\,\mathrm{s}.
  4. Ke mana bocoran 50Hz50\,\mathrm{Hz}-nya berakhir, dan dengan pelemahan berapa untuk τ=1s\tau = 1\,\mathrm{s}?
  5. Fase φ\varphi-nya tak diketahui: apa yang hilang jika φ=60\varphi = 60{}^{\circ}? Lukiskanlah detektor serentak dua kanal (sefase dan kuadratur) serta bagaimana ia memulihkan AA berapa pun φ\varphi-nya.
  6. Waktu tanggap pengukurannya (waktu untuk mencapai 99%99\% nilai akhirnya) untuk τ=1s\tau = 1\,\mathrm{s}; imbal balik yang dinyatakannya.
  7. Acuannya menyimpang ke 1001Hz1001\,\mathrm{Hz} sementara pemenggalnya tetap pada 1000Hz1000\,\mathrm{Hz}: keluaran detektor serentaknya; mengapa acuannya harus diambil dari pemenggalnya sendiri.

Bagian IV — Mendigitalkan.

  1. Keluaran detektor serentaknya dicuplik komputer: laju minimum bagi τ=1s\tau = 1\,\mathrm{s} (ambillah lebar pita keluarannya sebagai 1/2πτ1/2\pi\tau); sebuah pilihan yang nyaman.
  2. Sebagai alternatif sinyal mentah 1kHz1\,\mathrm{kHz}-nya didigitalkan lalu deteksinya dikerjakan dalam perangkat lunak: laju cuplik minimum; deraunya membentang sampai 100kHz100\,\mathrm{kHz} — apa yang harus dilakukan sebelum mencuplik, dan pelemahan berapa pada 100kHz100\,\mathrm{kHz} yang diberikan pencuplikan pada 20kS/s20\,\mathrm{kS}/\mathrm{s} dengan tapis orde empat yang dipotong pada 5kHz5\,\mathrm{kHz} (80dB80\,\mathrm{dB} tiap dekade)?
  3. Sebuah pengubah 1616 bit pada ±1V\pm1\,\mathrm{V}: langkahnya; sinyal 10µV10\,\text{µ}\mathrm{V} yang dikuatkan 10001000 kali: berapa langkah, dan apakah deraunya menolong atau merugikan?
  4. Detektor serentak digital: komputernya mengalikan tiap cuplikan dengan cos(2πf0nTs)\cos(2\pi f_0nT_s) lalu merata-ratakan NN cuplikan. Pada 20kS/s20\,\mathrm{kS}/\mathrm{s}, berapa NN bagi rerata 1s1\,\mathrm{s}; dengan faktor berapa derau putihnya berkurang, dan samakah itu dengan tapis analognya?
  5. Sebuah sinyal 1kHz1\,\mathrm{kHz} yang dicuplik pada 999S/s999\,\mathrm{S}/\mathrm{s}: apa yang dilihat komputernya? Bagaimana ini berkaitan dengan asas detektor serentaknya sendiri?
  6. Rangkumlah rantainya dalam sebuah tabel: tiap tahapnya, apa yang dilakukannya pada sinyalnya, apa yang dilakukannya pada deraunya.
Solusi

Solusi Soal 9.1.

1. R=1/2πf0C=15.9kΩR = 1/2\pi f_0C = 15.9\,\mathrm{k}\Omega.

2. β=1/[3+ȷ(RCω1/RCω)]\underline\beta = 1/[3 + \jmath(RC\omega - 1/RC\omega)]: nyata, =1/3= 1/3, pada ω0=1/RC\omega_0 = 1/RC.

3. R2C2v¨+(3K)RCv˙+v=0R^2C^2\ddot v + (3 - K)RC\dot v + v = 0; tetapan waktunya 2RC/0.15=2.1ms2RC/0.15 = 2.1\,\mathrm{ms}; ln1000=6.9\ln1000 = 6.9: 15ms15\,\mathrm{ms}.

4. Sebuah sinus dengan puncak yang terpipihkan: harmonik ganjil. Acuan yang kaya harmonik juga mendeteksi harmonik sinyalnya (dan derau di sana): hasilnya tak lagi mengukur nada dasarnya sendirian.

5. Lampunya: ketika amplitudonya naik ia menghangat, R1R_1 naik dan K=1+R2/R1K = 1 + R_2/R_1 turun ke 33. Sebuah termistor menggantikan R1R_1 akan melakukan kebalikannya (tempatnya menggantikan R2R_2).

6. f1/Cf \propto 1/C: 990Hz990\,\mathrm{Hz}. Acuan detektor serentaknya diambil dari pemenggalnya sendiri (sebuah pengindra pada rodanya), sehingga ia mengikuti.

7. Q1/3Q \sim 1/3: sedikit geseran fase di mana pun dalam simpalnya menggeser frekuensinya berpersen-persen; 10510^5 sebuah kuarsa menahannya sampai 10610^{-6}.

8. 50nV×105=16µV50\,\text{nV} \times \sqrt{10^5} = 16\,\text{µ}\mathrm{V} rms: SNR 0.60.6.

9. B=100HzB = 100\,\mathrm{Hz}: 0.5µV0.5\,\text{µ}\mathrm{V}, SNR 2020 — tetapi pusat tapisnya menyimpang bersama komponennya, dan bocoran 50Hz50\,\mathrm{Hz}-nya hanya dilemahkan sebesar 1/[Q(f0/ff/f0)]=0.005\sim 1/[Q(f_0/f - f/f_0)] = 0.005: 5µV5\,\text{µ}\mathrm{V}, separuh sinyalnya.

10. Di bawah beberapa ratus hertz derau 1/f1/f penguatnya dan simpangannya menguasai; pada 1kHz1\,\mathrm{kHz} lantai deraunya putih dan rendah, dan ofsetnya tak berarti.

11. Sebuah modulasi persegi antara 00 dan A0A_0 adalah A0/2+(2A0/π)cosω0t+A_0/2 + (2A_0/\pi) \cos\omega_0t + \dots: detektor serentaknya menyimpan nada dasarnya, 0.64A00.64A_0.

12. 100Hz100\,\mathrm{Hz} tercampur ke 900900 dan 1100Hz1100\,\mathrm{Hz} lalu dibuang tapis lolos-rendahnya.

13. 12Acosφ+12Acos(2ω0t+φ)\tfrac12A\cos\varphi + \tfrac12A\cos(2\omega_0t + \varphi); suku searahnya 12Acosφ\tfrac12A\cos\varphi.

14. 1/2πfτ=1/2π×2000=8×1051/2\pi f\tau = 1/2\pi \times 2000 = 8 \times 10^{-5}: 82dB-82\,\mathrm{dB}.

15. B=1/4τ=0.25HzB = 1/4\tau = 0.25\,\mathrm{Hz}: enB=25nVe_n\sqrt B = 25\,\mathrm{nV} melawan A=10µVA = 10\,\text{µ}\mathrm{V}: SNR 400400; τ=10s\tau = 10\,\mathrm{s}: 7.9nV7.9\,\mathrm{nV}, SNR 13001300.

16. Ke 950950 dan 1050Hz1050\,\mathrm{Hz}: dilemahkan sebesar 1/2π×950=1.7×1041/2\pi \times 950 = 1.7 \times 10^{-4} (75dB-75\,\mathrm{dB}): riak 0.17µV0.17\,\text{µ}\mathrm{V}, sepersepuluh sinyalnya — masih layak diberi tapis takik di hulunya.

17. cos60=0.5\cos60^\circ = 0.5: separuh sinyalnya. Pengali kedua dengan acuan yang tergeser 9090{}^{\circ} memberi Y=12AsinφY = \tfrac12A\sin\varphi; dengan X=12AcosφX = \tfrac12A\cos\varphi, A=2X2+Y2A = 2\sqrt{X^2 + Y^2} dan φ=arctan(Y/X)\varphi = \arctan(Y/X), berapa pun φ\varphi-nya.

18. τln100=4.6s\tau\ln100 = 4.6\,\mathrm{s}; deraunya turun sebagai 1/τ1/\sqrt\tau, dan waktu pengukurannya tumbuh sebagai τ\tau.

19. Selisihnya adalah 12Acos(2π×1Hzt+φ)\tfrac12A\cos(2\pi \times 1\,\text{Hz}\,t + \varphi), yang dilewatkan tapisnya dengan 1/1+(2π)2=0.161/\sqrt{1 + (2\pi)^2} = 0.16: sebuah ayunan lambat alih-alih sebuah taraf. Acuannya harus koheren dengan sinyalnya: ambillah dari pemenggalnya.

20. Lebar pitanya 1/2πτ=0.16Hz1/2\pi\tau = 0.16\,\mathrm{Hz}: di atas 0.32S/s0.32\,\mathrm{S}/\mathrm{s}; 10S/s10\,\mathrm{S}/\mathrm{s} nyaman.

21. Sekurang-kurangnya 2kS/s2\,\mathrm{kS}/\mathrm{s}; tapis anti-alias wajib; orde empat pada 5kHz5\,\mathrm{kHz}: 80log10(100/5)=104dB80\log_{10}(100/5) = 104\,\mathrm{dB} pada 100kHz100\,\mathrm{kHz} (dan 46dB46\,\mathrm{dB} pada 19kHz19\,\mathrm{kHz}, yaitu derau yang akan meng-alias ke 1kHz1\,\mathrm{kHz}).

22. Langkahnya 30.5µV30.5\,\text{µ}\mathrm{V}; 10mV10\,\mathrm{mV} adalah 330330 langkah; derau yang terkuatkan (16mV16\,\mathrm{mV} rms) membentang berlangkah-langkah dan, bila dirata-ratakan, membuat reratanya terpisahkan jauh di bawah satu langkah: ia menolong.

23. N=20000N = 20000; derau putihnya turun sebesar N=140\sqrt N = 140; sebuah rerata kotak 1s1\,\mathrm{s} mempunyai lebar pita derau 1/2T=0.5Hz1/2T = 0.5\,\mathrm{Hz} — dua kali lebar pita RCRC analognya, sebanding.

24. Cuplikannya berjalan perlahan menembus sinusnya: sebuah alias 1Hz1\,\mathrm{Hz}. Detektor serentaknya melakukan hal yang sama dengan sengaja: mencuplik pada fase acuannya sama dengan mengalikan dengan acuannya.

25. Pemenggal: sinyalnya dipindahkan ke 1kHz1\,\mathrm{kHz}, deraunya tak berubah (tetapi bagian 1/f1/f-nya terhindari). Penguat: keduanya ×\times penguatan. Pengali: sinyalnya menjadi searah, deraunya tersebar. Tapis lolos-rendah: sinyalnya disimpan, deraunya dipotong menjadi 1/4τ1/4\tau. Pencuplik/ADC: sinyalnya terdigitalkan, alias dan kuantisasinya dikendalikan tapisnya dan cacah bitnya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium