Chemistry · Buku 4 · Bachelor Year 3

Kimia Universitas — Tahun 3

Kimia Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3

18Spektrum Elektronik dan Kemagnetan Kompleks

Rubi berwarna merah dan zamrud berwarna hijau, tetapi warna keduanya berasal dari ion yang sama, CrX3+\ce{Cr^{3+}}, yang menggantikan sejumlah kecil ion aluminium dalam dua oksida yang berbeda: korundum, AlX2OX3\ce{Al2O3}, untuk rubi, dan beril, silikat berilium aluminium, untuk zamrud. Dalam keduanya, kromium menempati oktahedron atom oksigen; dalam beril oktahedron itu sedikit lebih besar dan medan ligannya sedikit lebih lemah, sehingga pita-pita serapan ion itu bergeser sekitar seribu bilangan gelombang ke arah merah. Itu sudah cukup untuk mengubah warna yang diteruskan dari merah menjadi hijau. Bab ini menjelaskan spektrum semacam itu secara kuantitatif: bagaimana suku-suku ion bebas terpecah dalam medan ligan, bagaimana diagram Tanabe–Sugano mengubah posisi dua pita menjadi pembelahan medan ligan dan tolakan elektron, mengapa sebagian pita kuat dan yang lain lemah, mengapa sebagian kompleks terdistorsi, dan bagaimana kemagnetan menghitung elektron-elektron yang tidak berpasangan.

Yang sudah kamu ketahui

Jilid Tahun 2 membahas unsur-unsur transisi dan konfigurasi dnd^n-nya, pembelahan medan kristal Δo\Delta_{\mathrm o}, kompleks spin tinggi dan spin rendah, energi pemasangan, energi stabilisasi medan kristal, transisi dd–dd, deret spektrokimia, teori medan ligan, serta zat paramagnetik dan diamagnetik. Bab 2 menurunkan simbol suku dan aturan Hund, Bab 5 mereduksi representasi dan hasil kali langsung, Bab 7 menyatakan aturan seleksi spin dan Laporte serta menjelaskan transisi transfer muatan, dan Bab 10 memberikan distribusi Boltzmann.

Kristal rubi dalam marmer dan kristal zamrud pada kuarsa. Pada keduanya, warna berasal dari beberapa persen Cr3+ di sebuah situs oktahedral.
rubi
Kristal rubi dalam marmer dan kristal zamrud pada kuarsa. Pada keduanya, warna berasal dari beberapa persen Cr3+ di sebuah situs oktahedral.
zamrud
Kristal rubi dalam marmer dan kristal zamrud pada kuarsa. Pada keduanya, warna berasal dari beberapa persen CrX3+\ce{Cr^{3+}} di sebuah situs oktahedral.

18.1 Dari suku ion bebas ke suku medan ligan

Pada ion bebas, tolakan elektron memecah konfigurasi dnd^n menjadi suku-suku (4^4F, 4^4P, 2^2G… untuk d3d^3, Bab 2). Dalam kompleks, setiap suku dipecah lebih lanjut oleh ligan, dan tingkat-tingkatnya diberi label dengan representasi tak tereduksi grup titik kompleks itu.

Definisi 18.1 (Suku medan ligan)

Yang disebut suku medan ligan sebuah kompleks adalah himpunan keadaan banyak-elektron yang terdegenerasi, yang diberi label dengan multiplisitas spinnya dan dengan representasi tak tereduksi grup titik tempat bagian orbitalnya berada, misalnya 4^4A2g_{2g} atau 4^4T1g_{1g} dalam kompleks oktahedral.

Proposisi 18.2 (Karakter grup rotasi)

Ke-2L+12L+1 keadaan sebuah suku dengan momentum sudut orbital LL membentuk representasi rotasi-rotasi yang karakternya untuk rotasi sebesar α\alpha adalah

χL(α)=sin⁡((L+12)α)sin⁡(α/2),χL(0)=2L+1.\chi_L(\alpha) = \frac{\sin\bigl((L + \tfrac12)\alpha\bigr)}{\sin(\alpha/2)}, \qquad \chi_L(0) = 2L + 1 .

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎

Teorema 18.3 (Pembelahan suku ion bebas dalam medan oktahedral)

Dalam medan oktahedral, suku-suku ion dnd^n terpecah menjadi

suku ion bebassuku oktahedral (multiplisitas spin sama)
SA1g_{1g}
PT1g_{1g}
DEg_g + T2g_{2g}
FA2g_{2g} + T1g_{1g} + T2g_{2g}
GA1g_{1g} + Eg_g + T1g_{1g} + T2g_{2g}

Bukti. Grup oktahedral adalah grup rotasi OO kali inversi; fungsi-fungsi dd bersifat genap, sehingga setiap suku konfigurasi dnd^n genap (gg), dan cukuplah mereduksi dalam OO, yang kelas-kelasnya adalah EE, 8C38C_3, 3C23C_2 (=C42=C_4^2), 6C46C_4, dan 6C2′6C_2'. Dengan proposisi itu, untuk L=3L = 3: χ=7\chi = 7, sin⁡(420∘)/sin⁡60∘=1\sin(420^\circ)/\sin60^\circ = 1, sin⁡(630∘)/sin⁡90∘=−1\sin(630^\circ)/\sin90^\circ = -1, sin⁡(315∘)/sin⁡45∘=−1\sin(315^\circ)/\sin45^\circ = -1, dan −1-1. Tabel karakter OO (baris A1A_1: 1, 1, 1, 1, 1; A2A_2: 1, 1, 1, −1-1, −1-1; EE: 2, −1-1, 2, 0, 0; T1T_1: 3, 0, −1-1, 1, −1-1; T2T_2: 3, 0, −1-1, −1-1, 1) dan rumus reduksi pada Bab 5 memberikan n(A2)=(7+8−3+6+6)/24=1n(A_2) = (7 + 8 - 3 + 6 + 6)/24 = 1, n(T1)=(21+3−6+6)/24=1n(T_1) = (21 + 3 - 6 + 6)/24 = 1, n(T2)=(21+3+6−6)/24=1n(T_2) = (21 + 3 + 6 - 6)/24 = 1, dan nol untuk A1A_1 dan EE. Baris-baris lainnya diperoleh dengan cara yang sama (L=0L = 0: (1,1,1,1,1)(1, 1, 1, 1, 1); L=1L = 1: (3,0,−1,1,−1)(3, 0, -1, 1, -1); L=2L = 2: (5,−1,1,−1,1)(5, -1, 1, -1, 1); L=4L = 4: (9,0,1,1,1)(9, 0, 1, 1, 1)). ∎

Metode 18.4 (Memecah suku ion bebas)

  1. Tentukan suku dasar ion bebas (aturan Hund) dan suku-suku tereksitasi yang multiplisitasnya sama.
  2. Bacalah komponen-komponen oktahedralnya pada tabel; multiplisitas spinnya tidak berubah.
  3. Urutkan komponen-komponen itu: untuk suku dasar F pada d2d^2, d7d^7 (spin tinggi), yang terendah adalah T1g_{1g}; untuk d3d^3, d8d^8, yang terendah adalah A2g_{2g} (proposisi berikut).

Proposisi 18.5 (Lubang dan pembalikan tetrahedral)

Suku-suku d10−nd^{10-n} dalam medan oktahedral adalah suku-suku dnd^n dengan urutan energi terbalik; suku-suku dnd^n dalam medan tetrahedral adalah suku-suku d10−nd^{10-n} dalam medan oktahedral (dengan subskrip gg dihilangkan).

Bukti. Konfigurasi d10−nd^{10-n} setara dengan nn lubang positif dalam kulit yang penuh: lubang-lubang itu merasakan potensial medan ligan dengan tanda yang berlawanan, sehingga setiap pembelahan satu-elektron, dan karena itu setiap pembelahan suku, terbalik (tolakan elektron antara lubang sama dengan tolakan antara elektron). Medan tetrahedral bertanda berlawanan dengan medan oktahedral (orbital ee terletak lebih rendah) dan tidak memiliki pusat simetri: dnd^n dalam TdT_d berperilaku seperti dnd^n dengan medan terbalik, yaitu seperti d10−nd^{10-n} dalam OhO_h. ∎

Definisi 18.6 (Diagram korelasi)

Yang disebut diagram korelasi adalah diagram yang menghubungkan keadaan-keadaan sebuah sistem dalam dua situasi limit, di sini suku-suku ion bebas yang dipecah oleh medan lemah dan konfigurasi-konfigurasi t2gaegbt_{2g}^ae_g^b medan kuat, dengan menghubungkan keadaan-keadaan yang simetrinya sama tanpa membiarkan dua di antaranya bersilangan.

Diagram korelasi keadaan-keadaan triplet ion d2 dalam medan oktahedral. Setiap suku medan lemah menuju konfigurasi medan kuat yang simetrinya sama, dan kedua keadaan 3T_1g tidak bersilangan: yang lebih rendah menuju t_2g2, yang lebih tinggi menuju t_2ge_g.
Diagram korelasi keadaan-keadaan triplet ion d2d^2 dalam medan oktahedral. Setiap suku medan lemah menuju konfigurasi medan kuat yang simetrinya sama, dan kedua keadaan 3^3T1g_{1g} tidak bersilangan: yang lebih rendah menuju t2g2t_{2g}^2, yang lebih tinggi menuju t2gegt_{2g}e_g.

18.2 Diagram Tanabe–Sugano

Definisi 18.7 (Parameter Racah)

Yang disebut parameter Racah AA, BB, dan CC adalah kombinasi integral-integral Slater kulit dd yang menyatakan semua energi tolakan elektron sebuah konfigurasi dnd^n; selisih energi antara suku-suku konfigurasi yang sama hanya bergantung pada BB dan CC, dan selisih antara suku-suku yang multiplisitasnya sama-sama tertinggi hanya bergantung pada BB (untuk d2d^2, d3d^3, d7d^7, d8d^8: E(P)−E(F)=15BE(\mathrm P) - E(\mathrm F) = 15B).

Contoh 18.8 (Parameter Racah ion bebas)

Tingkat-tingkat ion CrX3+\ce{Cr^{3+}} bebas menempatkan pusat berat (dengan bobot 2J+12J + 1) 4^4F pada 547 cm−1547\,\mathrm{cm}^{-1} dan pusat berat 4^4P pada 14 305 cm−114\,305\,\mathrm{cm}^{-1} di atas tingkat dasar: 15B=13 758 cm−115B = 13\,758\,\mathrm{cm}^{-1}, B=917 cm−1B = 917\,\mathrm{cm}^{-1}. Perhitungan yang sama memberikan B=755B = 755 untuk VX2+\ce{V^{2+}} dan 1056 cm−11056\,\mathrm{cm}^{-1} untuk NiX2+\ce{Ni^{2+}}.

Definisi 18.9 (Diagram Tanabe–Sugano)

Yang disebut diagram Tanabe–Sugano adalah alur energi semua suku medan ligan sebuah ion dnd^n, dalam satuan BB dan diukur dari suku dasar, terhadap Δo/B\Delta_{\mathrm o}/B, untuk rasio C/BC/B yang tetap.

Proposisi 18.10 (Tiga pita ion d3d^3)

Untuk ion d3d^3 dalam medan oktahedral, transisi yang diizinkan spin dari 4^4A2g_{2g} terletak pada

ν1=Δo (4T2g),ν2,3=7.5B+1.5Δo∓12225B2−18BΔo+Δo2 (4T1g(F),4T1g(P)).\nu_1 = \Delta_{\mathrm o}\ (^4\mathrm T_{2g}), \qquad \nu_{2,3} = 7.5B + 1.5\Delta_{\mathrm o} \mp \tfrac12\sqrt{225B^2 - 18B\Delta_{\mathrm o} + \Delta_{\mathrm o}^2}\ (^4\mathrm T_{1g}(\mathrm F), {}^4\mathrm T_{1g}(\mathrm P)).

Bukti parsial. Dalam basis medan kuat, 4^4A2g_{2g} dan 4^4T2g_{2g} masing-masing muncul satu kali, dari t2g3t_{2g}^3 dan t2g2egt_{2g}^2e_g, dan selisih keduanya tidak mengandung tolakan elektron: ν1=Δo\nu_1 = \Delta_{\mathrm o} secara eksak. 4^4T1g_{1g} muncul dua kali, dari t2g2egt_{2g}^2e_g dan t2geg2t_{2g}e_g^2; relatif terhadap 4^4A2g_{2g}, matriks 2×22\times2-nya adalah (Δo+12B6B6B2Δo+3B)\begin{pmatrix}\Delta_{\mathrm o} + 12B & 6B\\ 6B & 2\Delta_{\mathrm o} + 3B\end{pmatrix} (unsur-unsur tolakan elektronnya diterima tanpa bukti). Nilai-nilai eigennya adalah akar-akar E2−(15B+3Δo)E+2Δo2+27BΔo=0E^2 - (15B + 3\Delta_{\mathrm o})E + 2\Delta_{\mathrm o}^2 + 27B\Delta_{\mathrm o} = 0, yaitu ν2\nu_2 dan ν3\nu_3 yang dinyatakan di atas. Pada Δo=0\Delta_{\mathrm o} = 0 nilainya 0 dan 15B15B (suku 4^4F dan 4^4P); diagonalisasi lengkap pada gambar mereproduksinya. ∎

Diagram Tanabe–Sugano ion d3 dan d8 yang dihitung dengan mendiagonalisasi Hamiltonian medan ligan dan tolakan elektron atas semua keadaan konfigurasinya. Biru tebal: keadaan-keadaan dengan multiplisitas keadaan dasar (transisi yang diizinkan spin); abu-abu tipis: keadaan-keadaan lainnya. Suku dasarnya adalah sumbu mendatar (4A_2g untuk d3, 3A_2g untuk d8). Putus-putus: rubi dan zamrud, yang ditempatkan pada _ o/B kedua pitanya. Tingkat 2E_g pada d3 hampir datar: energinya nyaris tidak bergantung pada medan.
Diagram Tanabe–Sugano ion d3d^3 dan d8d^8 yang dihitung dengan mendiagonalisasi Hamiltonian medan ligan dan tolakan elektron atas semua keadaan konfigurasinya. Biru tebal: keadaan-keadaan dengan multiplisitas keadaan dasar (transisi yang diizinkan spin); abu-abu tipis: keadaan-keadaan lainnya. Suku dasarnya adalah sumbu mendatar (4^4A2g_{2g} untuk d3d^3, 3^3A2g_{2g} untuk d8d^8). Putus-putus: rubi dan zamrud, yang ditempatkan pada Δo/B\Delta_{\mathrm o}/B kedua pitanya. Tingkat 2^2Eg_g pada d3d^3 hampir datar: energinya nyaris tidak bergantung pada medan.

Metode 18.11 (Membaca diagram Tanabe–Sugano)

  1. Kenali suku dasar dan transisi-transisi yang diizinkan spin (yang multiplisitasnya sama).
  2. Hitunglah rasio energi dua pita, ν2/ν1\nu_2/\nu_1; carilah nilai Δo/B\Delta_{\mathrm o}/B yang membuat diagram memberikan rasio itu.
  3. Bacalah E/BE/B untuk ν1\nu_1 di situ: B=ν1/(E/B)B = \nu_1/(E/B), lalu Δo\Delta_{\mathrm o}. Untuk d3d^3 dan d8d^8, Δo=ν1\Delta_{\mathrm o} = \nu_1 secara langsung dan rumus tertutupnya memberikan BB dari ν2\nu_2.
  4. Bandingkan BB dengan nilai ion bebas (rasio nefelauksetik) dan periksalah bahwa pita ketiga jatuh di tempat yang diramalkan diagram.

Definisi 18.12 (Efek nefelauksetik)

Yang disebut efek nefelauksetik (“pengembang awan”) adalah penurunan parameter Racah BB sebuah ion logam dalam kompleks dibandingkan dengan ion bebasnya, yang disebabkan oleh delokalisasi elektron dd ke ligan; rasio nefelauksetik adalah β=Bkompleks/Bion bebas\beta = B_{\text{kompleks}}/B_{\text{ion bebas}}.

Ligan yang berikatan secara lebih kovalen lebih banyak menurunkan BB: β\beta mendekati 0.9 untuk fluorida, 0.8 untuk air, 0.6 sampai 0.7 untuk oksida dan halida yang lebih berat, dan lebih rendah lagi untuk sulfida. Transisi terlarang spin, antara suku-suku yang multiplisitasnya berbeda, muncul sebagai garis yang lemah dan sering tajam.

18.3 Intensitas dan transfer muatan

Definisi 18.13 (Kopling vibronik)

Yang disebut kopling vibronik adalah pencampuran gerak elektronik dan gerak vibrasi: vibrasi asimetris yang menghilangkan pusat simetri sebuah kompleks mencampurkan sedikit karakter ganjil (uu) ke dalam keadaan-keadaan dd-nya, sehingga transisi dd–dd yang terlarang Laporte menjadi sedikit diizinkan.

Proposisi 18.14 (Intensitas pita serapan)

Koefisien serapan molar pita-pita kompleks bertambah dalam urutan berikut: dd–dd terlarang spin ≪\ll dd–dd diizinkan spin dalam kompleks sentrosimetris << dd–dd dalam kompleks tetrahedral << transfer muatan.

Argumen. Menurut Bab 7, sebuah transisi diizinkan jika spin kekal dan paritasnya berubah. Transisi dd–dd tidak pernah mengubah paritas: dalam kompleks oktahedral, transisi itu meminjam intensitas hanya melalui kopling vibronik; dalam tetrahedron, yang tidak memiliki pusat simetri, orbital dd dan pp tercampur secara permanen. Transisi terlarang spin meminjam satu fraksi kecil lagi melalui kopling spin–orbit. Transisi transfer muatan memindahkan elektron antara orbital-orbital yang paritasnya berbeda pada logam dan ligan, dan sepenuhnya diizinkan. ∎

Definisi 18.15 (Transfer muatan)

Dalam transfer muatan ligan-ke-logam (LMCT), sebuah elektron berpindah dari orbital yang berpusat pada ligan ke orbital yang berpusat pada logam; dalam transfer muatan logam-ke-ligan (MLCT), elektron berpindah dari logam ke orbital π∗\pi^* ligan.

Permanganat dan kromat, ion d0d^0 yang sama sekali tidak memiliki transisi dd–dd, berwarna pekat karena LMCT dari oksida ke orbital dd logam yang kosong, yang mudah terjadi pada logam berbilangan oksidasi tinggi. [Ru(bpy)X3]X2+\ce{[Ru(bpy)3]^{2+}} (bpy: 2,2′'-bipiridina) berwarna jingga karena MLCT dari rutenium(II) ke orbital-orbital π∗\pi^* ligannya, yaitu keadaan tereksitasi yang dipakai dalam katalisis fotoredoks (Bab 14). Pada rubi, kedua pita lebar di dekat 560 dan 410 nm410\,\mathrm{nm} adalah pita dd–dd yang diizinkan spin pada Proposisi 18.10; cahaya yang diteruskan berwarna merah, dengan sedikit biru. Setelah tereksitasi ke dalam pita-pita ini, ion itu berelaksasi ke tingkat 2^2Eg_g dan dari situ memancarkan garis R merah tua di dekat 695 nm695\,\mathrm{nm}, yaitu garis laser yang pertama.

18.4 Efek Jahn–Teller

Teorema 18.16 (Teorema Jahn–Teller)

Molekul tak linear dalam keadaan elektronik yang terdegenerasi secara orbital tidak stabil terhadap distorsi yang menurunkan simetrinya dan menghilangkan degenerasinya. Inilah teorema Jahn–Teller.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎

Akibat-akibatnya bagi kompleks oktahedral mengikuti dari pengisian orbital ege_g, yang mengarah ke ligan. Pada ion d9d^9 (CuX2+\ce{Cu^{2+}}), konfigurasi t2g6eg3t_{2g}^6e_g^3 memiliki lubang di dz2d_{z^2} atau di dx2−y2d_{x^2-y^2}: sebuah keadaan Eg_g. Meregangkan kedua ikatan aksial menurunkan dz2d_{z^2} dan menaikkan dx2−y2d_{x^2-y^2}; menempatkan dua elektron di orbital yang diturunkan dan satu di orbital yang dinaikkan memberikan stabilisasi neto. Kompleks tembaga(II) memang berupa oktahedron yang memanjang, dengan empat ikatan pendek dan dua ikatan panjang. Hal yang sama berlaku untuk d4d^4 spin tinggi (MnX3+\ce{Mn^{3+}}, CrX2+\ce{Cr^{2+}}) dan d7d^7 spin rendah; untuk himpunan t2gt_{2g} yang terisi tidak merata (d1d^1, d2d^2, d5d^5 spin rendah…), orbital-orbitalnya mengarah di antara ligan dan distorsinya kecil. Keadaan tereksitasi kompleks yang terdegenerasi juga terdistorsi: pita-pita [Ti(HX2O)X6]X3+\ce{[Ti(H2O)6]^{3+}} dan kompleks tembaga(II) yang lebar dan sering berpunuk ganda merupakan tanda spektroskopiknya.

Distorsi Jahn–Teller kompleks oktahedral d9: meregangkan ikatan-ikatan aksial (kanan) memecah e_g menjadi a_1g (d_z2, diturunkan) dan b_1g (d_x2-y2, dinaikkan), dan t_2g menjadi e_g dan b_2g. Dengan sembilan elektron, satu-satunya lubang menempati b_1g: distorsi itu merupakan stabilisasi neto.
Distorsi Jahn–Teller kompleks oktahedral d9d^9: meregangkan ikatan-ikatan aksial (kanan) memecah ege_g menjadi a1ga_{1g} (dz2d_{z^2}, diturunkan) dan b1gb_{1g} (dx2−y2d_{x^2-y^2}, dinaikkan), dan t2gt_{2g} menjadi ege_g dan b2gb_{2g}. Dengan sembilan elektron, satu-satunya lubang menempati b1gb_{1g}: distorsi itu merupakan stabilisasi neto.

18.5 Kemagnetan

Definisi 18.17 (Suseptibilitas magnetik)

Yang disebut suseptibilitas magnetik χ\chi sebuah bahan adalah rasio magnetisasinya terhadap kuat medan yang diberikan; suseptibilitas molar χm\chi_{\mathrm m} adalah suseptibilitas per mol. Zat paramagnetik memiliki χ>0\chi > 0, zat diamagnetik χ<0\chi < 0 yang kecil. Para kimiawan sering memakai nilai cgs χm\chi_{\mathrm m}, dalam cm3 mol−1\mathrm{cm}^{3}\,\mathrm{mol}^{-1}, yang sama dengan nilai SI dalam m3 mol−1\mathrm{m}^{3}\,\mathrm{mol}^{-1} dibagi dengan 4π×10−64\pi\times10^{-6}.

Definisi 18.18 (Tetapan Curie)

Yang disebut tetapan Curie CC sebuah paramagnet yang mematuhi hukum Curie adalah hasil kali χmT\chi_{\mathrm m}T.

Teorema 18.19 (Hukum Curie)

Untuk spin-spin SS yang saling bebas dengan faktor gg sebesar gg, pada suhu-suhu yang memenuhi gμBB≪kTg\mu_BB \ll kT,

χm=CT,C=μ0NAg2μB2S(S+1)3k  (SI);\chi_{\mathrm m} = \frac{C}{T}, \qquad C = \frac{\mu_0N_Ag^2\mu_B^2S(S+1)}{3k}\ \ (\text{SI});

dalam satuan cgs C=0.1251 g2S(S+1)C = 0.1251\,g^2S(S+1) cm3 K mol−1\mathrm{cm}^{3}\,\mathrm{K}\,\mathrm{mol}^{-1}. Inilah hukum Curie.

Bukti parsial. Untuk S=12S = \frac12, kedua tingkat mS=±12m_S = \pm\frac12 memiliki energi ±12gμBB\pm\frac12g\mu_BB dalam medan BB. Menurut distribusi Boltzmann, momen rata-rata searah medan adalah 12gμBtanh⁡(gμBB/2kT)≈g2μB2B/4kT\frac12g\mu_B\tanh(g\mu_BB/2kT) \approx g^2\mu_B^2B/4kT; per mol, M=NAg2μB2B/4kTM = N_Ag^2\mu_B^2B/4kT, dan dengan χm=μ0M/B\chi_{\mathrm m} = \mu_0M/B, χm=μ0NAg2μB2/(4kT)\chi_{\mathrm m} = \mu_0N_Ag^2\mu_B^2/(4kT), yang merupakan rumus itu dengan S(S+1)=34S(S+1) = \frac34. Kasus umumnya (merata-ratakan mS2m_S^2 atas 2S+12S + 1 tingkat, ⟨mS2⟩=S(S+1)/3\langle m_S^2\rangle = S(S+1)/3) diterima tanpa bukti. ∎

Definisi 18.20 (Momen magnetik efektif)

Yang disebut momen magnetik efektif sebuah ion paramagnetik adalah μeff=3kχmT/(μ0NA)\mu_{\mathrm{eff}} = \sqrt{3k\chi_{\mathrm m}T/(\mu_0N_A)}, dalam cgs μeff/μB=2.828χmT\mu_{\mathrm{eff}}/\mu_B = 2.828\sqrt{\chi_{\mathrm m}T}. Yang disebut momen spin saja ion itu adalah nilai 2S(S+1) μB2\sqrt{S(S+1)}\,\mu_B yang akan diberikan oleh spin-spinnya saja dengan g=2g = 2; kelebihan momen terukur di atas nilai itu disebut kontribusi orbital.

Proposisi 18.21 (Rumus spin saja)

Untuk nn elektron yang tidak berpasangan, μspin saja=n(n+2) μB\mu_{\text{spin saja}} = \sqrt{n(n+2)}\,\mu_B: 1.73, 2.83, 3.87, 4.90, dan 5.92 μB5.92\,\mu_B untuk n=1n = 1 sampai 5.

Bukti. S=n/2S = n/2, sehingga 2S(S+1)=2n2(n2+1)=n(n+2)2\sqrt{S(S+1)} = 2\sqrt{\frac n2(\frac n2 + 1)} = \sqrt{n(n+2)}. ∎

Proposisi 18.22 (Kontribusi orbital)

Dalam kompleks oktahedral, ion-ion dengan suku dasar A atau E memiliki momen yang dekat dengan nilai spin saja; ion-ion dengan suku dasar T dapat memiliki kontribusi orbital yang cukup besar.

Argumen. Momen orbital memerlukan sebuah orbital yang dapat diubah menjadi orbital lain yang setara dan terdegenerasi melalui rotasi terhadap sumbu medan, dengan sebuah elektron yang bebas berpindah di antara keduanya. Dalam keadaan T (himpunan t2gt_{2g} terisi tidak merata), orbital-orbital dxzd_{xz}, dyzd_{yz}, dxyd_{xy} saling terkait melalui rotasi 90∘90^\circ dan momennya bertahan sebagian; dalam keadaan A dan E (t2g3t_{2g}^3, t2g6eg2t_{2g}^6e_g^2, ege_g terisi sebagian) tidak tersedia orbital setara semacam itu dan momen orbitalnya terpadamkan. ∎

Definisi 18.23 (Transisi spin)

Yang disebut transisi spin adalah perubahan sebuah kompleks antara keadaan spin rendah dan keadaan spin tinggi oleh suhu, tekanan, atau cahaya, yang mungkin terjadi jika Δo\Delta_{\mathrm o} dekat dengan energi pemasangan.

Proposisi 18.24 (Suhu transisi)

Jika perubahan LS⇌HS\mathrm{LS} \rightleftharpoons \mathrm{HS} berperilaku sebagai kesetimbangan dengan entalpi ΔH\Delta H dan entropi ΔS\Delta S, fraksi spin tingginya adalah xHS=1/(1+e(ΔH−TΔS)/RT)x_{\mathrm{HS}} = 1/(1 + \eu^{(\Delta H - T\Delta S)/RT}), yang bernilai setengah pada T1/2=ΔH/ΔST_{1/2} = \Delta H/\Delta S.

Bukti. K=xHS/(1−xHS)=e−(ΔH−TΔS)/RTK = x_{\mathrm{HS}}/(1 - x_{\mathrm{HS}}) = \eu^{-(\Delta H - T\Delta S)/RT}; K=1K = 1 ketika ΔH=TΔS\Delta H = T\Delta S. ∎

Baik ΔH\Delta H maupun ΔS\Delta S bernilai positif: keadaan spin tinggi memiliki ikatan logam–ligan yang lebih panjang dan lebih lemah serta lebih banyak keadaan spin (Rln⁡5R\ln5 dari spin saja untuk besi(II), S=2S = 2), sehingga keadaan itu menang pada suhu tinggi.

Kiri: _ mT terhadap T untuk paramagnet Curie (S = 5/2, g = 2: tetap 4.38\, cm3\, K\, mol-1) dan untuk senyawa transisi spin besi(II) model (H = 15\, kJ/ mol, S = 75\, J\, K-1\, mol-1), yang berubah dari 0 (spin rendah, S = 0) menjadi 3.0\, cm3\, K\, mol-1 (spin tinggi, S = 2). Kanan: hukum Curie, _ m linear terhadap 1/T.
Kiri: χmT\chi_{\mathrm m}T terhadap TT untuk paramagnet Curie (S=52S = \frac52, g=2g = 2: tetap 4.38 cm3 K mol−14.38\,\mathrm{cm}^{3}\,\mathrm{K}\,\mathrm{mol}^{-1}) dan untuk senyawa transisi spin besi(II) model (ΔH=15 kJ/mol\Delta H = 15\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}, ΔS=75 J K−1 mol−1\Delta S = 75\,\mathrm{J}\,\mathrm{K}^{-1}\,\mathrm{mol}^{-1}), yang berubah dari 0 (spin rendah, S=0S = 0) menjadi 3.0 cm3 K mol−13.0\,\mathrm{cm}^{3}\,\mathrm{K}\,\mathrm{mol}^{-1} (spin tinggi, S=2S = 2). Kanan: hukum Curie, χm\chi_{\mathrm m} linear terhadap 1/T1/T.

Definisi 18.25 (Kemagnetan kooperatif)

Pada feromagnetisme, spin-spin pusat paramagnetik yang bertetangga tersusun sejajar melalui interaksi pertukaran, sehingga timbul magnetisasi spontan di bawah suhu Curie; pada antiferomagnetisme, spin-spin itu tersusun antisejajar, dan suseptibilitasnya turun di bawah suhu Néel.

Dalam kompleks dwiinti, kopling pertukaran yang sama tampak sebagai χmT\chi_{\mathrm m}T yang turun (antiferomagnetik) atau naik (feromagnetik) pada pendinginan, dan dari situ tetapan koplingnya dicocokkan; ligan penjembatan seperti oksida atau asetat biasanya mengopel logam-logamnya secara antiferomagnetik.

Metode 18.26 (Momen magnetik dengan metode Evans)

  1. Dalam tabung NMR, masukkan larutan senyawa paramagnetik (konsentrasi cc diketahui) dengan sedikit acuan inert (tert-butanol, atau sinyal sisa pelarut); dalam tabung dalam yang koaksial, masukkan pelarut dan acuan yang sama tanpa senyawa itu.
  2. Rekamlah spektrum X1X221H\ce{^1H}: acuan memberikan dua garis yang terpisah sejauh Δf\Delta f.
  3. Dalam magnet superkonduktor (medan searah tabung), selisih suseptibilitas volume adalah Δχv=3Δf/f\Delta\chi_v = 3\Delta f/f (SI, diterima tanpa bukti); χm=Δχv/c\chi_{\mathrm m} = \Delta\chi_v/c (cc dalam mol m−3\mathrm{mol}\,\mathrm{m}^{-3}), yang dikoreksi untuk diamagnetisme senyawanya jika perlu; lalu μeff\mu_{\mathrm{eff}}.

Di laboratorium — Sebuah pengukuran Evans

Sebuah kapiler yang ditutup dengan nyala, atau sisipan koaksial komersial, menampung pelarut acuan di dalam tabung NMR. Pengukurannya memakan waktu satu menit pada spektrometer rutin mana pun; galat-galat utamanya berasal dari konsentrasi dan dari suhu, yang harus diketahui karena χm\chi_{\mathrm m} berubah sebanding dengan 1/T1/T.

Keselamatan

Kalium dikromat dan kromat yang dipakai untuk spektrum transfer muatan: pengoksidasi, beracun, dapat menyebabkan kanker dan kerusakan genetik yang diwariskan, sangat beracun bagi kehidupan akuatik. Ditimbang di dalam ruang tertutup berventilasi dengan sarung tangan; limbah kromium(VI) direduksi dan dikumpulkan secara terpisah.

Sejarah — Jahn dan Teller, Tanabe dan Sugano

Pada 1937 Hermann Jahn dan Edward Teller membuktikan, dengan memeriksa setiap grup titik, bahwa degenerasi orbital dan kerangka inti yang simetris tidak dapat berdampingan dalam molekul tak linear. Pada 1954 Yukito Tanabe dan Satoru Sugano menghitung energi semua suku ion d2d^2 sampai d8d^8 dalam medan oktahedral, dengan mendiagonalisasi matriks-matriks yang sama dengan matriks pada gambar bab ini; diagram-diagram mereka telah dipakai untuk menetapkan spektrum kompleks sejak saat itu.

18.6 Latihan

Latihan 18.1 ★

Berikan komponen oktahedral suku D, F, dan G, dan periksalah bahwa degenerasinya berjumlah 2L+12L + 1.

Solusi

Solusi Latihan 18.1.

D: Eg_g + T2g_{2g} (2+3=52 + 3 = 5); F: A2g_{2g} + T1g_{1g} + T2g_{2g} (1+3+3=71 + 3 + 3 = 7); G: A1g_{1g} + Eg_g + T1g_{1g} + T2g_{2g} (1+2+3+3=91 + 2 + 3 + 3 = 9).

Latihan 18.2 ★

Untuk d1d^1 sampai d9d^9 (spin tinggi), berikan suku dasar ion bebas dan suku oktahedral yang menjadi keadaan dasar yang berasal darinya.

Solusi

Solusi Latihan 18.2.

d1d^1 2^2D →\to 2^2T2g_{2g}; d2d^2 3^3F →\to 3^3T1g_{1g}; d3d^3 4^4F →\to 4^4A2g_{2g}; d4d^4 5^5D →\to 5^5Eg_g; d5d^5 6^6S →\to 6^6A1g_{1g}; d6d^6 5^5D →\to 5^5T2g_{2g}; d7d^7 4^4F →\to 4^4T1g_{1g}; d8d^8 3^3F →\to 3^3A2g_{2g}; d9d^9 2^2D →\to 2^2Eg_g.

Latihan 18.3 ★

Hitunglah momen spin saja MnX2+\ce{Mn^{2+}}, FeX2+\ce{Fe^{2+}}, dan CoX2+\ce{Co^{2+}} spin tinggi, serta FeX2+\ce{Fe^{2+}} dan CoX3+\ce{Co^{3+}} spin rendah.

Solusi

Solusi Latihan 18.3.

MnX2+\ce{Mn^{2+}} spin tinggi (n=5n = 5) 5.92 μB5.92\,\mu_B, FeX2+\ce{Fe^{2+}} (4) 4.90 μB4.90\,\mu_B, CoX2+\ce{Co^{2+}} (3) 3.87 μB3.87\,\mu_B; FeX2+\ce{Fe^{2+}} dan CoX3+\ce{Co^{3+}} spin rendah (t2g6t_{2g}^6): 0, diamagnetik.

Latihan 18.4 ★

Urutkan berdasarkan intensitas yang bertambah pita-pita tampak MnOX4X−\ce{MnO4-}, [Mn(HX2O)X6]X2+\ce{[Mn(H2O)6]^{2+}}, [CoClX4]X2−\ce{[CoCl4]^{2-}}, dan [Co(HX2O)X6]X2+\ce{[Co(H2O)6]^{2+}}, lalu berikan alasannya.

Solusi

Solusi Latihan 18.4.

[Mn(HX2O)X6]X2+\ce{[Mn(H2O)6]^{2+}} (terlarang spin dan terlarang Laporte, hampir tidak berwarna) << [Co(HX2O)X6]X2+\ce{[Co(H2O)6]^{2+}} (terlarang Laporte, vibronik) << [CoClX4]X2−\ce{[CoCl4]^{2-}} (tanpa pusat simetri) << MnOX4X−\ce{MnO4-} (transfer muatan yang diizinkan).

Latihan 18.5 ★★

Sebuah kompleks heksaakua nikel(II) memperlihatkan pita pada 8500, 14100, dan 24 900 cm−124\,900\,\mathrm{cm}^{-1} (data latihan). Tetapkan pita-pita itu, dan dengan ν2+ν3=15B+3Δo\nu_2 + \nu_3 = 15B + 3\Delta_{\mathrm o} (jejak matriks 3^3T1g_{1g}) tentukan Δo\Delta_{\mathrm o}, BB, dan β\beta (ion bebas: B=1056 cm−1B = 1056\,\mathrm{cm}^{-1}).

Solusi

Solusi Latihan 18.5.

8500: 3^3A2g→3_{2g}\to{}^3T2g_{2g}, jadi Δo=8500 cm−1\Delta_{\mathrm o} = 8500\,\mathrm{cm}^{-1}; 14100: 3^3T1g_{1g}(F); 24900: 3^3T1g_{1g}(P). 15B=39 000−3×850015B = 39\,000 - 3 \times 8500, B=900 cm−1B = 900\,\mathrm{cm}^{-1}, β=900/1056=0.85\beta = 900/1056 = 0.85.

Latihan 18.6 ★★

Sebuah kompleks heksaakua kromium(III) menyerap pada 17400 dan 24 600 cm−124\,600\,\mathrm{cm}^{-1} (data latihan). Tentukan Δo\Delta_{\mathrm o}, BB, β\beta, dan ramalkan pita ketiganya.

Solusi

Solusi Latihan 18.6.

Δo=17 400 cm−1\Delta_{\mathrm o} = 17\,400\,\mathrm{cm}^{-1}; dengan menyelesaikan 7.5B+1.5Δo−12225B2−18BΔo+Δo2=24 6007.5B + 1.5\Delta_{\mathrm o} - \frac12\sqrt{225B^2 - 18B\Delta_{\mathrm o} + \Delta_{\mathrm o}^2} = 24\,600: B=729 cm−1B = 729\,\mathrm{cm}^{-1}, β=0.79\beta = 0.79. ν3=38 500 cm−1\nu_3 = 38\,500\,\mathrm{cm}^{-1} (260 nm260\,\mathrm{nm}), di daerah ultraviolet.

Latihan 18.7 ★★

Rubi dan zamrud memiliki rasio nefelauksetik 0.67, sedangkan ion heksaakua kromium(III) 0.79. Apakah yang dikatakan hal ini tentang ikatan Cr–O dalam batu-batu permata itu?

Solusi

Solusi Latihan 18.7.

Elektron-elektron dd lebih terdelokalisasi ke ion-ion oksida dalam batu permata daripada ke molekul air: ikatan Cr–O di sana lebih kovalen.

Latihan 18.8 ★★

Ramalkan distorsi Jahn–Teller yang kuat, lemah, atau tidak ada untuk d9d^9 oktahedral, d4d^4 spin tinggi, d7d^7 spin rendah, d3d^3, d6d^6 spin tinggi, dan d6d^6 spin rendah.

Solusi

Solusi Latihan 18.8.

Kuat (ege_g terisi tidak merata): d9d^9, d4d^4 spin tinggi, d7d^7 spin rendah. Tidak ada: d3d^3 (t2g3t_{2g}^3, suku A) dan d6d^6 spin rendah (t2g6t_{2g}^6). Lemah: d6d^6 spin tinggi (t2g4eg2t_{2g}^4e_g^2, suku T).

Latihan 18.9 ★★

CoX2+\ce{Co^{2+}} spin tinggi memiliki momen di dekat 5 μB5\,\mu_B dalam kompleks oktahedral dan lebih dekat ke 4.4 μB4.4\,\mu_B dalam kompleks tetrahedral (data latihan). Jelaskan berdasarkan suku-suku dasarnya.

Solusi

Solusi Latihan 18.9.

d7d^7 oktahedral spin tinggi: suku dasar 4^4T1g_{1g}, suku T dengan kontribusi orbital, momennya jauh di atas nilai spin saja 3.87 μB3.87\,\mu_B. d7d^7 tetrahedral (≡\equiv d3d^3 oktahedral): suku dasar 4^4A2_2, momen orbitalnya terpadamkan, dekat dengan nilai spin saja (sedikit di atasnya, karena tercampur dengan suku-suku T tereksitasi).

Latihan 18.10 ★★★

Sebuah kompleks memiliki χmT=1.87 cm3 K mol−1\chi_{\mathrm m}T = 1.87\,\mathrm{cm}^{3}\,\mathrm{K}\,\mathrm{mol}^{-1}, yang tidak bergantung pada suhu. Hitunglah μeff\mu_{\mathrm{eff}} dan jumlah elektron yang tidak berpasangan.

Solusi

Solusi Latihan 18.10.

μeff=2.8281.87=3.87 μB\mu_{\mathrm{eff}} = 2.828\sqrt{1.87} = 3.87\,\mu_B: tiga elektron yang tidak berpasangan (S=32S = \frac32).

Latihan 18.11 ★★★

Dalam sebuah pengukuran Evans pada 400 MHz400\,\mathrm{MHz} dan 298 K298\,\mathrm{K}, larutan 10.0 mM10.0\,\mathrm{mM} menggeser acuan sebesar 25.0 Hz25.0\,\mathrm{Hz} (data latihan). Hitunglah χm\chi_{\mathrm m} (cgs) dan μeff\mu_{\mathrm{eff}}.

Solusi

Solusi Latihan 18.11.

Δχv=3×25.0/400×106=1.88×10−7\Delta\chi_v = 3 \times 25.0/400 \times 10^{6} = 1.88 \times 10^{-7}; χm=1.88×10−7/10.0 mol m−3=1.88×10−8 m3 mol−1\chi_{\mathrm m} = 1.88 \times 10^{-7}/10.0\,\mathrm{mol}\,\mathrm{m}^{-3} = 1.88 \times 10^{-8}\,\mathrm{m}^{3}\,\mathrm{mol}^{-1}, yaitu 1.49×10−3 cm3 mol−11.49 \times 10^{-3}\,\mathrm{cm}^{3}\,\mathrm{mol}^{-1}; χmT=0.445\chi_{\mathrm m}T = 0.445, μeff=1.89 μB\mu_{\mathrm{eff}} = 1.89\,\mu_B: satu elektron yang tidak berpasangan.

Latihan 18.12 ★★★

Untuk senyawa transisi spin dengan ΔH=15 kJ/mol\Delta H = 15\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol} dan ΔS=75 J K−1 mol−1\Delta S = 75\,\mathrm{J}\,\mathrm{K}^{-1}\,\mathrm{mol}^{-1}, hitunglah T1/2T_{1/2}, fraksi spin tinggi pada 250 K250\,\mathrm{K}, dan χmT\chi_{\mathrm m}T pada suhu itu (spin tinggi S=2S = 2).

Solusi

Solusi Latihan 18.12.

T1/2=15 000/75=200 KT_{1/2} = 15\,000/75 = 200\,\mathrm{K}. Pada 250 K250\,\mathrm{K}: ΔG=15 000−250×75=−3750 J/mol\Delta G = 15\,000 - 250 \times 75 = -3750\,\mathrm{J}/\mathrm{mol}, K=e1.80=6.07K = \eu^{1.80} = 6.07, xHS=0.86x_{\mathrm{HS}} = 0.86; χmT=0.86×3.00=2.6 cm3 K mol−1\chi_{\mathrm m}T = 0.86 \times 3.00 = 2.6\,\mathrm{cm}^{3}\,\mathrm{K}\,\mathrm{mol}^{-1}.

18.7 Soal: Satu Ion, Dua Permata

Soal 18.1

Soal akhir pekan — satu ion, dua permata: suku-suku kromium(III), pita-pita rubi dan zamrud pada diagram d3d^3, medan ligan dan tolakan elektron masing-masing, dan garis merah rubi yang tajam

Maksimum serapan (cahaya yang terpolarisasi tegak lurus terhadap sumbu kristal): rubi 17 820 dan 24 170 cm−124\,170\,\mathrm{cm}^{-1}; zamrud 16 740 dan 23 040 cm−123\,040\,\mathrm{cm}^{-1}. Rubi juga memperlihatkan garis tajam di dekat 695 nm695\,\mathrm{nm}. CrX3+\ce{Cr^{3+}} bebas: pusat berat 4^4F dan 4^4P pada 547 dan 14 305 cm−114\,305\,\mathrm{cm}^{-1}.

Bagian I — Kromium(III).

  1. Berikan konfigurasi elektron CrX3+\ce{Cr^{3+}}.
  2. Berikan suku dasar ion bebasnya.
  3. Pecahlah suku itu dalam medan oktahedral.
  4. Komponen manakah yang menjadi suku dasar, dan mengapa?
  5. Menjadi apakah suku 4^4P?
  6. Sebutkan transisi-transisi yang diizinkan spin.

Bagian II — Pita-pita.

  1. Konversikan pita-pita rubi menjadi panjang gelombang.
  2. Konversikan pita-pita zamrud menjadi panjang gelombang.
  3. Jelaskan kedua warna itu.
  4. Berikan Δo\Delta_{\mathrm o} setiap permata.
  5. Mengapa ν1\nu_1 tepat sama dengan Δo\Delta_{\mathrm o}?

Bagian III — Tolakan elektron.

  1. Hitunglah BB ion bebas.
  2. Dengan rumus untuk ν2\nu_2, tentukan BB untuk rubi (selesaikan secara numerik).
  3. Lakukan hal yang sama untuk zamrud.
  4. Hitunglah rasio-rasio nefelauksetiknya.
  5. Hitunglah Δo/B\Delta_{\mathrm o}/B untuk setiap permata dan tempatkan keduanya pada diagram.
  6. Ramalkan pita ketiga rubi yang diizinkan spin. Mengapa pita itu jarang terlihat?
  7. Kemukakan mengapa medannya lebih lemah dalam zamrud.

Bagian IV — Garis R.

  1. Hitunglah energi garis pada 695 nm695\,\mathrm{nm} dan nilainya dalam satuan BB rubi.
  2. Diagram yang digambar dengan C/B=4.5C/B = 4.5 menempatkan 2^2Eg_g pada 21.0B21.0B. Apakah yang dikatakan selisihnya tentang C/BC/B dalam rubi?
  3. Mengapa garis itu tajam, tidak seperti pita-pita yang lebar?
  4. Mengapa emisinya lambat?
  5. Mengapa garis itu seharusnya terletak pada posisi yang hampir sama dalam zamrud?
  6. Mengapa tingkat tereksitasi yang berumur panjang memungkinkan sebuah laser?
  7. Nyatakan hasilnya: selisih Δo(rubi)−Δo(zamrud)\Delta_{\mathrm o}(\text{rubi}) - \Delta_{\mathrm o}(\text{zamrud}).
Solusi

Solusi Soal 18.1.

1. [Ar]3d33d^3. 2. 4^4F. 3. 4^4A2g_{2g} + 4^4T2g_{2g} + 4^4T1g_{1g}. 4. 4^4A2g_{2g}, suku t2g3t_{2g}^3, dengan ketiga elektron di orbital-orbital yang lebih rendah. 5. 4^4T1g_{1g}(P). 6. 4^4A2g→4_{2g}\to{}^4T2g_{2g}, →4\to{}^4T1g_{1g}(F), →4\to{}^4T1g_{1g}(P). 7. 561 dan 414 nm414\,\mathrm{nm}. 8. 597 dan 434 nm434\,\mathrm{nm}. 9. Rubi menyerap kuning-hijau dan ungu serta meneruskan merah (dengan sedikit biru); pita-pita zamrud, yang bergeser ke arah merah, juga menyerap jingga-merah, dan hijaulah yang diteruskan. 10. Rubi 17 820 cm−117\,820\,\mathrm{cm}^{-1}, zamrud 16 740 cm−116\,740\,\mathrm{cm}^{-1}. 11. 4^4T2g_{2g} (t2g2egt_{2g}^2e_g) dan 4^4A2g_{2g} (t2g3t_{2g}^3) memiliki energi tolakan elektron yang sama; selisih keduanya adalah energi promosi satu-elektron Δo\Delta_{\mathrm o}. 12. B=(14 305−547)/15=917 cm−1B = (14\,305 - 547)/15 = 917\,\mathrm{cm}^{-1}. 13. 614 cm−1614\,\mathrm{cm}^{-1}. 14. 618 cm−1618\,\mathrm{cm}^{-1}. 15. 0.67 untuk keduanya. 16. 29.0 dan 27.1. 17. ν3=38 500 cm−1\nu_3 = 38\,500\,\mathrm{cm}^{-1} (260 nm260\,\mathrm{nm}) untuk rubi, di daerah ultraviolet, tempat serapan transfer muatan menyembunyikannya. 18. Situs oktahedral beril lebih besar: ikatan Cr–O yang lebih panjang memberikan pembelahan yang lebih kecil, yang berubah tajam bersama jarak. 19. 107/695=14 390 cm−110^7/695 = 14\,390\,\mathrm{cm}^{-1}, 23.4B23.4B. 20. 2^2Eg_g terutama bergantung pada CC: tingkat terukur yang lebih tinggi berarti C/BC/B lebih besar, sekitar 5.3 menurut diagonalisasi yang sama. 21. 2^2Eg_g dan 4^4A2g_{2g} sama-sama berasal dari t2g3t_{2g}^3 dan hanya berbeda oleh pembalikan sebuah spin: ikatannya, jadi juga geometrinya, sama pada keduanya, dan transisinya tidak memiliki progresi vibrasi (sebuah garis 0–0). 22. Emisi itu terlarang spin. 23. Energinya bergantung pada BB dan CC, hampir tidak pada Δo\Delta_{\mathrm o} (garis datar pada diagram), dan BB hampir sama pada kedua permata. 24. Ion-ion yang dipompa ke dalam pita-pita lebar berelaksasi dan menumpuk di tingkat 2^2Eg_g yang berumur panjang, sehingga jumlah ion di tingkat itu dapat melebihi jumlah ion di tingkat dasar: sebuah inversi populasi. 25. Δo(rubi)−Δo(zamrud)=1080 cm−1\Delta_{\mathrm o}(\text{rubi}) - \Delta_{\mathrm o}(\text{zamrud}) = 1080\,\mathrm{cm}^{-1}: seluruh perbedaan antara merah dan hijau.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 852 istilah di glosarium