Chemistry · Buku 4 · Bachelor Year 3

Kimia Universitas — Tahun 3

Kimia Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3

9Kristalografi dan Difraksi Sinar-X

Pada tahun 1912, seberkas sinar-X yang dilewatkan melalui sebuah kristal tembaga sulfat meninggalkan pola bintik-bintik tajam pada pelat fotografi: kristal mendifraksikan sinar-X seperti kisi mendifraksikan cahaya, karena jarak antara atom-atomnya setara dengan panjang gelombang sinar-X. Setahun kemudian William Lawrence Bragg, yang ketika itu masih mahasiswa, membaca struktur garam batu dari pola-pola semacam itu — dan menunjukkan bahwa padatan itu sama sekali tidak mengandung molekul NaCl\ce{NaCl}, hanya sebuah kisi tempat setiap ion mempunyai enam tetangga dari jenis yang lain. Setiap struktur kristal yang dikutip dalam jilid Tahun 1 dan dalam buku ini ditemukan dengan cara ini. Bab ini memberikan geometri kisi dan simetrinya, syarat difraksi, intensitas yang mengungkapkan isi sel, serta metode serbuk dan metode kristal tunggal yang dipakai di setiap laboratorium.

Yang sudah kamu ketahui

Jilid Tahun 1 menggambarkan kristal dengan kisi simpul, motif, dan sel satuan beserta parameter kisinya; menghitung multiplisitas sebuah sel; menyusun struktur kubik berpusat muka, kubik berpusat badan, dan heksagonal terjejal, serta tipe garam batu, sesium klorida, blende seng, dan fluorit; dan menghitung massa jenis dari sebuah sel. Bab 4 mendefinisikan operasi simetri dan grup titik.

Difraktometer serbuk meja: tabung sinar-X dan detektornya berputar pada sebuah lingkaran di sekeliling sampel yang datar.
Difraktometer serbuk meja: tabung sinar-X dan detektornya berputar pada sebuah lingkaran di sekeliling sampel yang datar.

9.1 Sistem kristal dan kisi Bravais

Sebuah kisi hanya dapat mempunyai operasi simetri yang memetakan kisi itu ke dirinya sendiri. Hal itu sangat membatasinya.

Teorema 9.1 (Pembatasan kristalografis)

Satu-satunya sumbu rotasi yang sesuai dengan sebuah kisi adalah sumbu berorde 1, 2, 3, 4, dan 6.

Bukti. Dalam basis vektor-vektor kisi, rotasi simetri memetakan vektor kisi ke vektor kisi, sehingga matriksnya berentri bilangan bulat dan jejaknya bilangan bulat. Trace itu tidak bergantung pada basis; dalam basis ortonormal dengan zz sepanjang sumbu, jejak itu sama dengan 1+2cos⁡θ1 + 2\cos\theta. Jadi 2cos⁡θ2\cos\theta adalah bilangan bulat antara −2-2 dan 2: cos⁡θ∈{−1,−12,0,12,1}\cos\theta \in \{-1, -\frac12, 0, \frac12, 1\}, θ=180∘,120∘,90∘,60∘,0∘\theta = 180^\circ, 120^\circ, 90^\circ, 60^\circ, 0^\circ: orde 2, 3, 4, 6, 1. Sumbu lipat lima mustahil. ∎

Definisi 9.2 (Sistem kristal, kisi Bravais, pemusatan kisi)

Menurut simetrinya, kisi-kisi dikelompokkan menjadi tujuh sistem kristal (triklinik, monoklinik, ortorombik, tetragonal, trigonal, heksagonal, kubik). Sebuah sel dapat memuat simpul kisi hanya di sudut-sudutnya (primitif, P) atau juga di pusatnya (berpusat badan, I), di pusat semua mukanya (berpusat muka, F) atau di pusat sepasang muka (berpusat alas, C), atau sepanjang sebuah diagonal ruang (rombohedral, R): inilah pemusatan kisi sel itu. Ke-14 kombinasi berbeda antara sistem dan pemusatan disebut kisi Bravais.

sistembatasan selpemusatan
trikliniktidak adaP
monoklinikα=γ=90∘\alpha = \gamma = 90^\circP, C
ortorombikα=β=γ=90∘\alpha = \beta = \gamma = 90^\circP, C, I, F
tetragonala=ba = b, semua sudut 90∘90^\circP, I
trigonala=b=ca = b = c, α=β=γ≠90∘\alpha = \beta = \gamma \ne 90^\circ (sumbu rombohedral)R
heksagonala=ba = b, α=β=90∘\alpha = \beta = 90^\circ, γ=120∘\gamma = 120^\circP
kubika=b=ca = b = c, semua sudut 90∘90^\circP, I, F
Ketiga kisi Bravais kubik: primitif (simpul di sudut-sudut), berpusat badan (ditambah pusat, merah), dan berpusat muka (ditambah keenam pusat muka, merah). Sel-selnya memuat 1, 2, dan 4 simpul.
Ketiga kisi Bravais kubik: primitif (simpul di sudut-sudut), berpusat badan (ditambah pusat, merah), dan berpusat muka (ditambah keenam pusat muka, merah). Sel-selnya memuat 1, 2, dan 4 simpul.

9.2 Bidang kisi dan kisi resiprokal

Definisi 9.3 (Bidang kisi, indeks Miller, jarak antarbidang)

Yang disebut bidang kisi adalah bidang yang melalui sedikitnya tiga simpul yang tidak segaris; bidang itu termasuk dalam sebuah keluarga bidang sejajar yang berjarak sama dan memuat semua simpul. Jika bidang keluarga itu yang paling dekat dengan titik asal memotong sumbu-sumbu pada a/ha/h, b/kb/k, c/lc/l, bilangan-bilangan bulat (hkl)(hkl), tanpa faktor persekutuan, disebut indeks Miller bidang itu (indeks 0 untuk bidang yang sejajar dengan sebuah sumbu). Jarak antara bidang-bidang yang bersebelahan disebut jarak antarbidang dhkld_{hkl}.

Proposisi 9.4 (Jarak antarbidang dalam sel ortogonal)

Untuk sel ortorombik, 1dhkl2=h2a2+k2b2+l2c2\dfrac{1}{d_{hkl}^2} = \dfrac{h^2}{a^2} + \dfrac{k^2}{b^2} + \dfrac{l^2}{c^2}; untuk sel kubik, dhkl=a/h2+k2+l2d_{hkl} = a/\sqrt{h^2 + k^2 + l^2}.

Bukti. Bidang hx/a+ky/b+lz/c=1hx/a + ky/b + lz/c = 1 mempunyai vektor normal n=(h/a,k/b,l/c)\mathbf n = (h/a, k/b, l/c) dan berjarak 1/∣n∣1/|\mathbf n| dari titik asal; bidang sejajar yang melalui titik asal termasuk dalam keluarga itu, sehingga d=1/∣n∣d = 1/|\mathbf n|. ∎

Definisi 9.5 (Kisi resiprokal)

Untuk kisi dengan vektor-vektor basis a\mathbf a, b\mathbf b, c\mathbf c dan volume sel VV, yang disebut kisi resiprokal adalah kisi dengan vektor-vektor basis a∗=(b×c)/V\mathbf a^* = (\mathbf b\times\mathbf c)/V, b∗=(c×a)/V\mathbf b^* = (\mathbf c\times\mathbf a)/V, c∗=(a×b)/V\mathbf c^* = (\mathbf a\times\mathbf b)/V, sehingga a⋅a∗=1\mathbf a\cdot\mathbf a^* = 1 dan a⋅b∗=0\mathbf a\cdot\mathbf b^* = 0. Simpulnya Ghkl=ha∗+kb∗+lc∗\mathbf G_{hkl} = h\mathbf a^* + k\mathbf b^* + l\mathbf c^* tegak lurus pada bidang-bidang (hkl)(hkl), dan ∣Ghkl∣=1/dhkl|\mathbf G_{hkl}| = 1/d_{hkl}.

9.3 Difraksi

Teorema 9.6 (Hukum Bragg)

Sinar-X dengan panjang gelombang λ\lambda dipantulkan oleh sebuah keluarga bidang berjarak dd hanya pada sudut sapu θ\theta yang memenuhi

2dsin⁡θ=nλ,n=1,2,…,2d\sin\theta = n\lambda, \qquad n = 1, 2, \dots,

yaitu hukum Bragg. Orde nn diserap dengan menuliskan pantulannya sebagai (nh nk nl)(nh\,nk\,nl) dengan jarak d/nd/n.

Bukti. Sinar-sinar yang dihamburkan oleh dua bidang yang bersebelahan, dengan sudut datang dan sudut pantul yang sama, θ\theta, berselisih lintasan sebesar 2dsin⁡θ2d\sin\theta (kedua ruas di kedua sisi garis normal melalui bidang bawah). Sinar-sinar itu saling menguatkan jika selisih ini sama dengan bilangan bulat kali panjang gelombang; dengan jutaan bidang, sudut lain mana pun memberikan sinar-sinar yang saling meniadakan berpasangan. ∎

Konstruksi Bragg. Sinar-sinar yang dipantulkan oleh bidang-bidang yang bersebelahan menempuh jarak lebih jauh sebesar kedua ruas merah, masing-masing d; gelombang-gelombangnya saling menguatkan jika 2d sama dengan bilangan bulat kali panjang gelombang.
Konstruksi Bragg. Sinar-sinar yang dipantulkan oleh bidang-bidang yang bersebelahan menempuh jarak lebih jauh sebesar kedua ruas merah, masing-masing dsin⁡θd\sin\theta; gelombang-gelombangnya saling menguatkan jika 2dsin⁡θ2d\sin\theta sama dengan bilangan bulat kali panjang gelombang.

Proposisi 9.7 (Syarat Laue)

Dengan vektor gelombang datang dan terhambur k\mathbf k dan k′\mathbf k' yang panjangnya 1/λ1/\lambda, difraksi terjadi jika k′−k=Ghkl\mathbf k' - \mathbf k = \mathbf G_{hkl}, sebuah vektor kisi resiprokal; syarat ini setara dengan hukum Bragg.

Bukti. Gelombang-gelombang yang dihamburkan oleh dua simpul yang dipisahkan oleh vektor kisi R\mathbf R berselisih fase sebesar 2π(k′−k)⋅R2\pi(\mathbf k' - \mathbf k)\cdot\mathbf R; semuanya saling menguatkan jika selisih ini kelipatan 2π2\pi untuk setiap R\mathbf R, yaitu jika k′−k\mathbf k' - \mathbf k berada dalam kisi resiprokal (menurut definisi a⋅a∗=1\mathbf a\cdot\mathbf a^* = 1, a⋅b∗=0\mathbf a\cdot\mathbf b^* = 0…). Untuk hamburan elastis, ∣k∣=∣k′∣|\mathbf k| = |\mathbf k'| dan ∣k′−k∣=2sin⁡θ/λ|\mathbf k' - \mathbf k| = 2\sin\theta/\lambda, dengan 2θ2\theta sudut di antara keduanya; dengan ∣G∣=1/d|\mathbf G| = 1/d syarat ini menjadi 2dsin⁡θ=λ2d\sin\theta = \lambda, dan G\mathbf G tegak lurus pada bidang-bidang pemantul. ∎

Definisi 9.8 (Bola Ewald)

Yang disebut bola Ewald adalah bola berjari-jari 1/λ1/\lambda yang melalui titik asal kisi resiprokal, dengan pusatnya pada −k-\mathbf k dari titik asal; pantulan terjadi setiap kali sebuah simpul kisi resiprokal terletak padanya.

Konstruksi Ewald dalam dua dimensi (lingkarannya melalui titik asal O kisi resiprokal). Simpul G yang terletak pada lingkaran memberikan berkas terdifraksi k' = k + G. Di sini lingkaran itu, yang jari-jarinya dipilih untuk keperluan gambar, melalui simpul (-1, 2).
Konstruksi Ewald dalam dua dimensi (lingkarannya melalui titik asal OO kisi resiprokal). Simpul G\mathbf G yang terletak pada lingkaran memberikan berkas terdifraksi k′=k+G\mathbf k' = \mathbf k + \mathbf G. Di sini lingkaran itu, yang jari-jarinya dipilih untuk keperluan gambar, melalui simpul (−1,2)(-1, 2).

9.4 Intensitas dan simetri

Hukum Bragg memberikan arah berkas-berkas terdifraksi, yang hanya bergantung pada kisi; intensitasnya bergantung pada isi sel.

Definisi 9.9 (Faktor hamburan atom, faktor struktur)

Yang disebut faktor hamburan atom fjf_j sebuah atom adalah amplitudo yang dihamburkannya, dalam satuan amplitudo satu elektron; nilainya sama dengan banyaknya elektron atom itu ke arah depan dan menurun pada sudut yang lebih besar. Yang disebut faktor struktur pantulan hklhkl adalah

Fhkl=∑jfj e2πi(hxj+kyj+lzj),F_{hkl} = \sum_jf_j\,\eu^{2\pi\iu(hx_j + ky_j + lz_j)},

yang dijumlahkan atas atom-atom sel pada koordinat pecahan (xj,yj,zj)(x_j, y_j, z_j).

Proposisi 9.10 (Intensitas)

Intensitas sebuah pantulan sebanding dengan ∣Fhkl∣2|F_{hkl}|^2.

Bukti parsial. Atom jj terletak pada rj=xja+yjb+zjc\mathbf r_j = x_j\mathbf a + y_j\mathbf b + z_j\mathbf c; untuk sebuah pantulan, (k′−k)⋅rj=hxj+kyj+lzj(\mathbf k' - \mathbf k)\cdot\mathbf r_j = hx_j + ky_j + lz_j, sehingga gelombangnya mempunyai fase 2π(hxj+kyj+lzj)2\pi(hx_j + ky_j + lz_j) relatif terhadap atom di titik asal, dan amplitudo fjf_j: sel itu menghamburkan jumlah FhklF_{hkl}, dan setiap sel menghamburkan hal yang sama. Intensitas adalah kuadrat modulus amplitudo. Bahwa hamburan berganda dapat diabaikan (pendekatan kinematik) diterima tanpa bukti. ∎

Definisi 9.11 (Ketakhadiran sistematis)

Yang disebut ketakhadiran sistematis adalah pantulan yang faktor strukturnya lenyap untuk setiap kristal dengan pemusatan kisi atau simetri tertentu, apa pun atom-atomnya.

Proposisi 9.12 (Ketakhadiran pada kisi berpusat)

Dalam kisi berpusat badan, pantulan dengan h+k+lh + k + l ganjil tidak hadir; dalam kisi berpusat muka, pantulan dengan hh, kk, ll berparitas campuran tidak hadir.

Bukti. Pemusatan I: setiap atom pada (x,y,z)(x,y,z) mempunyai salinan pada (x+12,y+12,z+12)(x + \frac12, y + \frac12, z + \frac12), yang faktor fasenya berbeda sebesar eiπ(h+k+l)=(−1)h+k+l\eu^{\iu\pi(h+k+l)} = (-1)^{h+k+l}: F=(1+(−1)h+k+l)F′F = (1 + (-1)^{h+k+l})F'. Pemusatan F: salinan-salinan pada tiga pusat muka memberikan faktor 1+(−1)h+k+(−1)h+l+(−1)k+l1 + (-1)^{h+k} + (-1)^{h+l} + (-1)^{k+l}, yang sama dengan 4 jika hh, kk, ll semuanya genap atau semuanya ganjil, dan 0 jika tidak. ∎

Contoh 9.13 (Garam batu dan silvit)

Dalam struktur garam batu, kation pada (0,0,0)(0,0,0) dan anion pada (12,0,0)(\frac12,0,0), masing-masing dengan translasi F: Fhkl=4[f++f−(−1)h+k+l]F_{hkl} = 4[f_+ + f_-(-1)^{h+k+l}] untuk indeks yang tidak campuran. Untuk NaCl\ce{NaCl}, f(NaX+)≈10f(\ce{Na+}) \approx 10 dan f(ClX−)≈18f(\ce{Cl-}) \approx 18: pantulan-pantulan yang semua indeksnya ganjil, (111) dan (311), lemah tetapi hadir. Untuk KCl\ce{KCl}, KX+\ce{K+} dan ClX−\ce{Cl-} sama-sama mempunyai 18 elektron: pantulan-pantulan yang semua indeksnya ganjil hampir lenyap, dan polanya tampak seperti pola kisi kubik primitif dengan rusuk sel setengahnya (gambar di bawah).

Pola serbuk hasil perhitungan (Cu K_1; faktor hamburan dianggap sama dengan banyaknya elektron, sehingga hanya ketakhadiran dan kecenderungan umum intensitas yang bermakna). Atas: NaCl dan KCl; garis-garis KCl yang semua indeksnya ganjil lenyap. Kiri bawah: tembaga (F) memperlihatkan (111), (200), (220), (311)…; tungsten (I) memperlihatkan (110), (200), (211)…. Kanan bawah: garis (200) NaCl untuk kristalit berukuran 200 (hitam), 50 (biru), dan 10 nm (merah): kristal yang lebih kecil memberikan garis yang lebih lebar. Pola serbuk hasil perhitungan (Cu K_1; faktor hamburan dianggap sama dengan banyaknya elektron, sehingga hanya ketakhadiran dan kecenderungan umum intensitas yang bermakna). Atas: NaCl dan KCl; garis-garis KCl yang semua indeksnya ganjil lenyap. Kiri bawah: tembaga (F) memperlihatkan (111), (200), (220), (311)…; tungsten (I) memperlihatkan (110), (200), (211)…. Kanan bawah: garis (200) NaCl untuk kristalit berukuran 200 (hitam), 50 (biru), dan 10 nm (merah): kristal yang lebih kecil memberikan garis yang lebih lebar.
Pola serbuk hasil perhitungan (Cu Kα1\alpha_1; faktor hamburan dianggap sama dengan banyaknya elektron, sehingga hanya ketakhadiran dan kecenderungan umum intensitas yang bermakna). Atas: NaCl\ce{NaCl} dan KCl\ce{KCl}; garis-garis KCl\ce{KCl} yang semua indeksnya ganjil lenyap. Kiri bawah: tembaga (F) memperlihatkan (111), (200), (220), (311)…; tungsten (I) memperlihatkan (110), (200), (211)…. Kanan bawah: garis (200) NaCl\ce{NaCl} untuk kristalit berukuran 200 (hitam), 50 (biru), dan 10 nm (merah): kristal yang lebih kecil memberikan garis yang lebih lebar.

Proposisi 9.14 (Hukum Friedel)

Tanpa hamburan anomali, ∣Fhkl∣=∣Fhˉkˉlˉ∣|F_{hkl}| = |F_{\bar h\bar k\bar l}|: pola difraksi tampak sentrosimetris meskipun kristalnya tidak.

Bukti. Dengan fjf_j real, Fhˉkˉlˉ=∑fje−2πi(… )=Fhkl∗F_{\bar h\bar k\bar l} = \sum f_j\eu^{-2\pi\iu(\dots)} = F_{hkl}^*, yang modulusnya sama. ∎

Unsur-unsur simetri yang menggabungkan rotasi atau pencerminan dengan sebagian translasi kisi hanya ada dalam kristal.

Definisi 9.15 (Sumbu ulir, bidang luncur, grup ruang)

Yang disebut sumbu ulir npn_p adalah unsur yang menggabungkan rotasi sebesar 2π/n2\pi/n dengan translasi sebesar p/np/n ulangan kisi sepanjang sumbu itu (212_1: setengah putaran dan setengah sel). Yang disebut bidang luncur adalah unsur yang menggabungkan pencerminan dengan translasi sebesar setengah vektor kisi yang sejajar dengan bidang itu (luncuran aa, bb, cc). Grup semua operasi simetri sebuah kristal, termasuk translasi, disebut grup ruang kristal itu: jumlahnya ada 230. Bagian terkecilnya yang darinya seluruh kristal dibangkitkan oleh operasi-operasi itu disebut satuan asimetris. Himpunan titik yang dibiarkan tetap oleh sebuah subgrup operasi disebut posisi Wyckoff: posisi umum tidak mempunyai simetri, posisi khusus terletak pada unsur-unsur simetri.

Proposisi 9.16 (Ketakhadiran akibat sumbu ulir)

Sumbu 212_1 sepanjang bb membuat pantulan 0k00k0 dengan kk ganjil tidak hadir.

Bukti. Sumbu itu memetakan (x,y,z)(x, y, z) ke (−x,y+12,−z)(-x, y + \frac12, -z). Untuk h=l=0h = l = 0 kedua atom mempunyai faktor fase e2πiky\eu^{2\pi\iu ky} dan e2πik(y+1/2)=(−1)ke2πiky\eu^{2\pi\iu k(y + 1/2)} = (-1)^k\eu^{2\pi\iu ky}: jumlahnya lenyap untuk kk ganjil. ∎

Metode 9.17 (Membaca simbol grup ruang)

  1. Huruf pertama adalah pemusatan kisinya (P, I, F, C, R).
  2. Simbol-simbol berikutnya memberikan simetri sepanjang arah-arah utama; untuk sistem monoklinik, satu-satunya arah itu adalah bb. Garis pecahan berarti “dengan sebuah bidang yang tegak lurus pada sumbu ini”.
  3. P21/c2_1/c, grup ruang yang paling umum bagi molekul organik: primitif, sumbu 212_1 sepanjang bb, dan bidang luncur cc yang tegak lurus padanya; keduanya membangkitkan pusat-pusat inversi. Ketakhadiran: 0k00k0 dengan kk ganjil, h0lh0l dengan ll ganjil.
Grup ruang P2_1/c dilihat sepanjang c (proyeksi pada bidang ab). Garis titik-titik: bidang luncur c yang tegak lurus pada b; setengah panah: sumbu ulir 2_1 sepanjang b (pada ketinggian z = 1/4); lingkaran kecil: pusat inversi. Sebuah posisi umum pada ketinggian +z membangkitkan tiga posisi lain; tanda koma menandai salinan bayangan cermin (yang dihasilkan oleh luncuran atau inversi); 1/2- berarti ketinggian 1/2 - z.
Grup ruang P21/c2_1/c dilihat sepanjang cc (proyeksi pada bidang abab). Garis titik-titik: bidang luncur cc yang tegak lurus pada bb; setengah panah: sumbu ulir 212_1 sepanjang bb (pada ketinggian z=14z = \frac14); lingkaran kecil: pusat inversi. Sebuah posisi umum pada ketinggian +z+z membangkitkan tiga posisi lain; tanda koma menandai salinan bayangan cermin (yang dihasilkan oleh luncuran atau inversi); 12−\frac12{-} berarti ketinggian 12−z\frac12 - z.

9.5 Metode serbuk dan metode kristal tunggal

Definisi 9.18 (Pola difraksi serbuk)

Sampel yang digerus halus mengandung kristalit dengan segala orientasi: setiap keluarga bidang menemukan sebagian kristalit dalam posisi memantul, dan berkas-berkas terdifraksi membentuk kerucut. Intensitas yang direkam terhadap 2θ2\theta disebut pola difraksi serbuk sampel itu, sidik jari fase kristalnya.

Metode 9.19 (Mengindeks pola serbuk kubik)

  1. Hitunglah sin⁡2θ\sin^2\theta untuk setiap garis; untuk kristal kubik sin⁡2θ=(λ2/4a2)N\sin^2\theta = (\lambda^2/4a^2)N dengan N=h2+k2+l2N = h^2 + k^2 + l^2.
  2. Bagilah dengan nilai terkecil dan carilah deret bilangan bulatnya: P memberikan N=1,2,3,4,5,6,8,…N = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, \dots (tidak pernah 7); I memberikan 2,4,6,8,10,…2, 4, 6, 8, 10, \dots; F memberikan 3,4,8,11,12,16,…3, 4, 8, 11, 12, 16, \dots
  3. Pilihlah deret yang cocok untuk semua garis; lalu a=λN/(2sin⁡θ)a = \lambda\sqrt N/(2\sin\theta), sebaiknya dari garis bersudut besar, tempat galat pada θ\theta paling kecil pengaruhnya.

Metode 9.20 (Banyaknya satuan rumus dalam sel)

Dengan massa molar MM satu satuan rumus dan massa jenis terukur ρ\rho, nilai Z=ρNAa3/MZ = \rho N_Aa^3/M (untuk sel kubik) harus berupa bilangan bulat; nilai itu menguji struktur yang diusulkan.

Proposisi 9.21 (Persamaan Scherrer)

Kristalit berukuran rata-rata LL melebarkan sebuah garis sebesar β≈Kλ/(Lcos⁡θ)\beta \approx K\lambda/(L\cos\theta) (lebar penuh pada setengah maksimum dalam radian 2θ2\theta, K≈0.9K \approx 0.9).

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎

Di bawah sekitar 100 nm100\,\mathrm{nm} pelebaran itu menjadi terukur; persamaan Scherrer, yang diturunkan dalam kuliah yang lebih lanjut dari transformasi Fourier tumpukan bidang yang berhingga, lalu memperkirakan ukuran nanokristal (Bab 23).

Definisi 9.22 (Masalah fase, faktor R)

Intensitas memberikan ∣Fhkl∣|F_{hkl}| tetapi tidak memberikan fase FhklF_{hkl}; tanpa fase itu, kerapatan elektron tidak dapat dihitung dengan membalik deret Fourier. Inilah masalah fase. Sebuah struktur coba dihaluskan dengan kuadrat terkecil sampai modulus hasil perhitungan dan modulus teramati sesuai; sisaan R=∑∣∣Fo∣−∣Fc∣∣/∑∣Fo∣R = \sum\big||F_o| - |F_c|\big|/\sum|F_o| disebut faktor R struktur itu — beberapa persen untuk struktur yang baik.

Untuk kristal tunggal, sebuah difraktometer mengukur ribuan pantulan; metode langsung (hubungan statistik antara fase-fase pantulan yang kuat) memberikan peta kerapatan elektron pertama untuk sebagian besar molekul kecil, dan penghalusan menempatkan setiap atom sampai beberapa perseribu nanometer. Hasilnya disimpan sebagai berkas CIF dalam basis data terbuka, yang menjadi sumber parameter kisi yang dikutip dalam seri ini.

Di laboratorium — Pengukuran serbuk

Serbuk digerus dalam lumpang akik, ditekan rata ke dalam wadah, lalu dipindai dari 5 sampai 90∘90{}^{\circ} dalam 2θ2\theta dengan radiasi Cu Kα\alpha; filter nikel menyingkirkan sebagian besar garis Kβ\beta. Polanya dibandingkan dengan pola-pola acuan dari sebuah basis data, dan parameter kisi dihaluskan dengan standar internal seperti serbuk silikon. Instrumen sinar-X tertutup dan berpengaman: penutup berkas tidak dapat terbuka selama pintunya terbuka.

Sejarah — Keluarga Bragg, 1913

W. L. Bragg.

Max von Laue mengusulkan pada tahun 1912 bahwa kristal mendifraksikan sinar-X, dan Walter Friedrich serta Paul Knipping merekam pola yang pertama. William Lawrence Bragg, yang berusia dua puluh dua tahun, menjelaskan bintik-bintik itu sebagai pantulan dari bidang-bidang kisi dan, bersama ayahnya William Henry Bragg, yang membangun spektrometer sinar-X, memecahkan struktur NaCl\ce{NaCl}, KCl\ce{KCl} dan intan pada tahun 1913. Ayah dan anak itu berbagi Hadiah Nobel Fisika 1915.

9.6 Latihan

Latihan 9.1 ★

Untuk NaCl\ce{NaCl} (a=564.06 pma = 564.06\,\mathrm{pm}), hitunglah d111d_{111}, d200d_{200} dan d220d_{220}.

Solusi

Solusi Latihan 9.1.

d=a/Nd = a/\sqrt N: d111=325.66 pmd_{111} = 325.66\,\mathrm{pm}, d200=282.03 pmd_{200} = 282.03\,\mathrm{pm}, d220=199.42 pmd_{220} = 199.42\,\mathrm{pm}.

Latihan 9.2 ★

Tembaga berstruktur FCC dengan a=361.50 pma = 361.50\,\mathrm{pm}. Dengan Cu Kα1\alpha_1 (λ=154.06 pm\lambda = 154.06\,\mathrm{pm}), hitunglah 2θ2\theta kedua pantulan pertamanya, setelah menamainya.

Solusi

Solusi Latihan 9.2.

FCC: pantulan-pantulan pertamanya adalah (111) dan (200). sin⁡θ=λN/2a\sin\theta = \lambda\sqrt N/2a: 2θ=43.32∘2\theta = 43.32{}^{\circ} dan 50.45∘50.45{}^{\circ}.

Latihan 9.3 ★

Manakah di antara pantulan 100, 110, 111, 200, 210, 211, 220 yang hadir untuk kisi kubik P, I, dan F?

Solusi

Solusi Latihan 9.3.

P: ketujuhnya. I (h+k+lh + k + l genap): 110, 200, 211, 220. F (tidak campuran): 111, 200, 220.

Latihan 9.4 ★

Berikan basis resiprokal kisi persegi panjang dua dimensi bersisi aa dan bb, lalu gambarlah simpul-simpul resiprokal yang pertama.

Solusi

Solusi Latihan 9.4.

a∗=ex/a\mathbf a^* = \mathbf e_x/a, b∗=ey/b\mathbf b^* = \mathbf e_y/b: kisi persegi panjang bersisi 1/a1/a dan 1/b1/b, dengan sisi panjang kisi langsung menjadi sisi pendek.

Latihan 9.5 ★★

Sebuah logam memberikan garis-garis pada 2θ=40.272\theta = 40.27, 58.26, 73.20, 87.01 dan 100.66∘100.66{}^{\circ} dengan Cu Kα1\alpha_1. Indekslah pola itu, lalu carilah tipe kisi dan aa-nya.

Solusi

Solusi Latihan 9.5.

Rasio sin⁡2θ\sin^2\theta 1:2:3:4:51 : 2 : 3 : 4 : 5, yaitu N=2,4,6,8,10N = 2, 4, 6, 8, 10: berpusat badan (110, 200, 211, 220, 310). Dari garis pertama, d110=λ/2sin⁡(20.135∘)=223.77 pmd_{110} = \lambda/2\sin(20.135{}^{\circ}) = 223.77\,\mathrm{pm} dan a=d2=316.5 pma = d\sqrt2 = 316.5\,\mathrm{pm}: tungsten.

Latihan 9.6 ★★

Sebuah kristal KCl\ce{KCl} (a=629.29 pma = 629.29\,\mathrm{pm}) mempunyai massa jenis terukur 1.99 g/cm31.99\,\mathrm{g}/\mathrm{cm}^{3} (data latihan). Carilah ZZ.

Solusi

Solusi Latihan 9.6.

Z=ρNAa3/M=1.99×6.022×1023×(6.2929×10−8)3/74.6=4.0Z = \rho N_Aa^3/M = 1.99 \times 6.022\times10^{23} \times (6.2929\times10^{-8})^3/74.6 = 4.0.

Latihan 9.7 ★★

Garis (200) serbuk nano NaCl\ce{NaCl} (2θ=31.70∘2\theta = 31.70{}^{\circ}) selebar 0.40∘0.40{}^{\circ}, dengan instrumen tidak menyumbang apa pun. Perkirakan ukuran kristalitnya.

Solusi

Solusi Latihan 9.7.

β=0.40∘=6.98×10−3 rad\beta = 0.40{}^{\circ} = 6.98 \times 10^{-3}\,\mathrm{rad}, cos⁡θ=cos⁡15.85∘=0.962\cos\theta = \cos15.85{}^{\circ} = 0.962: L=0.9×0.15406/(6.98×10−3×0.962)=21 nmL = 0.9 \times 0.15406/(6.98\times10^{-3} \times 0.962) = 21\,\mathrm{nm}.

Latihan 9.8 ★★

CsCl\ce{CsCl} mempunyai CsX+\ce{Cs+} pada (0,0,0)(0,0,0) dan ClX−\ce{Cl-} pada (12,12,12)(\frac12,\frac12,\frac12) dalam sel P. Dengan f≈f \approx banyaknya elektron, hitunglah F100F_{100} dan F110F_{110} serta rasio intensitasnya (hanya faktor strukturnya). Mengapa CsCl\ce{CsCl} bukan kisi berpusat badan?

Solusi

Solusi Latihan 9.8.

Fhkl=fCsX++fClX−(−1)h+k+lF_{hkl} = f_{\ce{Cs+}} + f_{\ce{Cl-}}(-1)^{h+k+l}: F100=54−18=36F_{100} = 54 - 18 = 36, F110=72F_{110} = 72: intensitasnya berasio 1 : 4. Pusat sel ditempati ion yang berbeda dari ion di sudut-sudutnya: kisinya primitif (kisi berpusat badan memerlukan isi yang identik di kedua titik), dan 100 hadir.

Latihan 9.9 ★★

Tunjukkan bahwa kisi berpusat C (simpul tambahan pada (12,12,0)(\frac12,\frac12,0)) membuat pantulan-pantulan dengan h+kh + k ganjil tidak hadir.

Solusi

Solusi Latihan 9.9.

Setiap atom mempunyai salinan yang tergeser sebesar (12,12,0)(\frac12,\frac12,0), yang mengalikan FF dengan 1+eiπ(h+k)=1+(−1)h+k1 + \eu^{\iu\pi(h+k)} = 1 + (-1)^{h+k}, nol untuk h+kh + k ganjil.

Latihan 9.10 ★★★

Jelaskan mengapa penemuan pada tahun 1980-an tentang paduan logam yang pola difraksinya memperlihatkan bintik-bintik tajam dengan simetri lipat sepuluh tidak bertentangan dengan pembatasan kristalografis, dan apa yang diubahnya dalam definisi kristal.

Solusi

Solusi Latihan 9.10.

Kuasikristal mempunyai keteraturan jangka panjang tanpa periodisitas: kuasikristal tidak mempunyai kisi, sehingga pembatasan itu, yang menyangkut kisi, tidak berlaku baginya. Bintik-bintik difraksinya yang tajam membuat kristal didefinisikan ulang sebagai setiap padatan yang pola difraksinya pada dasarnya diskret, periodik atau tidak.

Latihan 9.11 ★★★

Tunjukkan bahwa dalam P21/c2_1/c bidang luncur membuat pantulan h0lh0l dengan ll ganjil tidak hadir.

Solusi

Solusi Latihan 9.11.

Luncuran cc memetakan (x,y,z)(x, y, z) ke (x,12−y,12+z)(x, \frac12 - y, \frac12 + z). Untuk k=0k = 0 kedua faktor fasenya adalah e2πi(hx+lz)\eu^{2\pi\iu(hx + lz)} dan e2πi(hx+lz+l/2)=(−1)le2πi(hx+lz)\eu^{2\pi\iu(hx + lz + l/2)} = (-1)^l \eu^{2\pi\iu(hx+lz)}: jumlahnya lenyap untuk ll ganjil.

Latihan 9.12 ★★★

Sebuah enantiomer murni tidak pernah dapat mengkristal dalam grup ruang yang memuat pusat inversi, cermin, atau bidang luncur. Mengapa? Pada jenis grup ruang apa enantiomer itu terbatas, dan apa yang tersirat dari hukum Friedel bagi penentuan konfigurasi absolutnya?

Solusi

Solusi Latihan 9.12.

Inversi, cermin, atau luncuran mengubah sebuah molekul menjadi bayangan cerminnya, sehingga kristal yang memuat salah satunya akan memuat kedua enantiomer. Enantiomer murni hanya mengkristal dalam 65 grup ruang yang tersusun dari rotasi, sumbu ulir, dan translasi (grup Sohncke), seperti P2121212_12_12_1. Menurut hukum Friedel, pola satu enantiomer sama dengan pola enantiomer lainnya; konfigurasi absolut diperoleh dari penyimpangan kecil yang ditimbulkan oleh hamburan anomali atom-atom yang lebih berat.

9.7 Soal: Serbuk Putih yang Mana?

Soal 9.1

Soal akhir pekan — pola serbuk sebuah garam kubik yang tidak diketahui: jarak antarbidang, pengindeksan, parameter kisi dan identitas garam itu, serta ukuran kristalitnya

Sebuah serbuk kristal putih yang belum dikenal, entah NaCl\ce{NaCl}, KCl\ce{KCl} atau KBr\ce{KBr}, memberikan garis-garis ini dengan radiasi Cu Kα1\alpha_1 (λ=154.059 pm\lambda = 154.059\,\mathrm{pm}; data soal, dihitung untuk latihan ini):

2θ2\theta / derajat28.34240.51250.17858.63266.38073.692
intensitas relatif1009238206149

Tidak ada garis lain yang muncul antara 20 dan 75∘75{}^{\circ}. Parameter kisi acuan: NaCl\ce{NaCl} 564.06 pm564.06\,\mathrm{pm}, KCl\ce{KCl} 629.29 pm629.29\,\mathrm{pm}, KBr\ce{KBr} 658.47 pm658.47\,\mathrm{pm}. Massa molar: K 39.1, Na 23.0, Cl 35.5, Br 79.9 g/mol79.9\,\mathrm{g}/\mathrm{mol}.

Bagian I — Jarak antarbidang.

  1. Hitunglah θ\theta dan dd untuk garis pertama.
  2. Hitunglah dd untuk semua garis.
  3. Hitunglah rasio-rasio sin⁡2θ/sin⁡2θ1\sin^2\theta/\sin^2\theta_1.
  4. Deret bilangan bulat apa yang diperoleh?
  5. Mungkinkah pola itu milik kisi kubik primitif? Dengan aa berapa?
  6. Untuk kisi kubik primitif, bilangan bulat NN mana yang tidak pernah muncul? Apakah sejauh ini pola itu dapat membedakan kedua tafsiran?

Bagian II — Kisi yang sebenarnya.

  1. Ketiga kandidat merupakan kisi F. Indekslah garis-garisnya dengan deret F.
  2. Simpulkan aa dari garis pertama.
  3. Kandidat mana yang cocok?
  4. Untuk garam itu, mengapa pantulan-pantulan yang semua indeksnya ganjil, (111) dan (311), tidak hadir?
  5. Apakah NaCl\ce{NaCl} akan memperlihatkan (111)? Dan KBr\ce{KBr}?
  6. Jelaskan mengapa tafsiran primitif pada Bagian I merupakan jebakan.

Bagian III — Massa jenis dan isi sel.

  1. Berapa satuan rumus yang dimuat sel itu?
  2. Hitunglah massa jenis dari sel itu.
  3. Berikan bilangan koordinasi setiap ion.
  4. Hitunglah jarak K–Cl yang terpendek.
  5. Pantulan apa yang akan muncul pertama di atas 75∘75{}^{\circ}?
  6. Mengapa intensitas kurang berguna daripada posisi untuk mengidentifikasi sebuah fase?

Bagian IV — Penghalusan dan ukuran kristalit.

  1. Mengapa parameter kisi paling baik dihitung dari garis bersudut besar?
  2. Hitunglah aa dari garis (420).
  3. Garis (420) selebar 0.25∘0.25{}^{\circ} dalam 2θ2\theta (lebar instrumental dapat diabaikan). Perkirakan ukuran kristalitnya.
  4. Apakah ukuran kristalit 1 µm1\,\text{µ}\mathrm{m} akan melebarkan garis itu secara terukur?
  5. Nyatakan hasilnya: parameter kisi yang dihaluskan dari garis (420) dan identitas serbuk.
Solusi

Solusi Soal 9.1.

1. θ=14.171∘\theta = 14.171{}^{\circ}, d=λ/2sin⁡θ=314.64 pmd = \lambda/2\sin\theta = 314.64\,\mathrm{pm}. 2. 314.64, 222.49, 181.66, 157.32, 140.71, 128.45 pm128.45\,\mathrm{pm}. 3. 1.000, 2.000, 3.000, 4.000, 5.000, 6.000. 4. 1, 2, 3, 4, 5, 6. 5. Ya, sebagai (100), (110), (111), (200), (210), (211) sel kubik primitif dengan a′=314.6 pma' = 314.6\,\mathrm{pm}. 6. N=7N = 7 (dan 15, 23…), yang bukan jumlah tiga bilangan kuadrat; perbedaan pertama baru akan muncul pada garis kedelapan. Enam garis tidak dapat membedakan sel P bersisi a′a' dari sel F bersisi 2a′2a'. 7. N=4,8,12,16,20,24N = 4, 8, 12, 16, 20, 24: (200), (220), (222), (400), (420), (422). 8. a=2d200=629.3 pma = 2d_{200} = 629.3\,\mathrm{pm}. 9. KCl\ce{KCl} (629.29 pm629.29\,\mathrm{pm}). 10. F=4[f(KX+)−f(ClX−)]F = 4[f(\ce{K+}) - f(\ce{Cl-})] untuk indeks yang semuanya ganjil, dan kedua ion itu masing-masing mempunyai 18 elektron: amplitudonya saling meniadakan. 11. Ya untuk keduanya: NaX+\ce{Na+} (10) dan ClX−\ce{Cl-} (18), KX+\ce{K+} (18) dan BrX−\ce{Br-} (36) menghamburkan secara berbeda; (111) NaCl\ce{NaCl} akan berada pada 27.36∘27.36{}^{\circ}, dan untuk KBr\ce{KBr} pada 23.38∘23.38{}^{\circ}, keduanya di dalam rentang yang direkam. 12. Sinar-X melihat KX+\ce{K+} dan ClX−\ce{Cl-} hampir identik; ion-ion identik dalam susunan garam batu membentuk larik kubik sederhana bersisi a/2a/2, sebuah sel semu. 13. Empat KCl\ce{KCl}. 14. ρ=4×74.6/(6.022×1023×(6.293×10−8)3)=1.99 g/cm3\rho = 4 \times 74.6/(6.022\times10^{23} \times (6.293\times10^{-8})^3) = 1.99\,\mathrm{g}/\mathrm{cm}^{3}. 15. Enam dan enam (oktahedron dari ion yang lain). 16. a/2=314.6 pma/2 = 314.6\,\mathrm{pm}. 17. (440), N=32N = 32, pada 87.65∘87.65{}^{\circ} (pantulan (333)/(511) yang semua indeksnya ganjil tidak hadir). 18. Intensitas berubah karena orientasi kristalit yang disukai, serapan, menurunnya faktor hamburan, dan gerak termal; posisi hanya bergantung pada kisi. 19. Dari d=λ/2sin⁡θd = \lambda/2\sin\theta, Δd/d=−cot⁡θ Δθ\Delta d/d = -\cot\theta\,\Delta\theta: galat sudut yang sama memberikan galat relatif yang lebih kecil pada θ\theta yang besar. 20. d420=λ/2sin⁡33.190∘=140.71 pmd_{420} = \lambda/2\sin33.190{}^{\circ} = 140.71\,\mathrm{pm}, a=d20=629.3 pma = d\sqrt{20} = 629.3\,\mathrm{pm}. 21. L=0.9×0.15406/(4.36×10−3×cos⁡33.19∘)=38 nmL = 0.9 \times 0.15406/(4.36\times10^{-3} \times \cos33.19{}^{\circ}) = 38\,\mathrm{nm}. 22. Tidak: β=0.0095∘\beta = 0.0095{}^{\circ}, jauh di bawah lebar instrumental yang lazim. 23. a=629.3 pma = 629.3\,\mathrm{pm}: serbuk itu kalium klorida, yang pantulan-pantulan ganjilnya dibungkam oleh dua ion dengan banyak elektron yang sama.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 852 istilah di glosarium