Makam Ludwig Boltzmann di Wina hanya memuat satu baris, S=klogW: entropi sebuah sistem menghitung banyaknya cara molekul-molekulnya berbagi energi. Termodinamika, sebagaimana dibangun dalam jilid Tahun 1 dan Tahun 2, tidak pernah memerlukan molekul: termodinamika mengaitkan kalor, entropi, dan tetapan kesetimbangan yang terukur satu sama lain. Termodinamika statistik menghitung besaran-besaran itu dari molekul-molekul itu sendiri. Objek utamanya adalah satu jumlah atas tingkat-tingkat energi satu molekul, yaitu fungsi partisi; tingkat-tingkat itu berasal dari spektroskopi, dan entropi standar nitrogen yang dihitung dari spektrumnya sesuai dengan nilai tabel sampai seperseratus joule per kelvin per mol. Bab ini menyusun fungsi partisi, memecahnya menjadi bagian translasi, rotasi, vibrasi, dan elektronik, lalu mengubahnya menjadi energi dalam, entropi, dan energi Gibbs; Bab 11 menerapkannya pada kapasitas kalor dan tetapan kesetimbangan.
Yang sudah kamu ketahui
Jilid Tahun 2 mendefinisikan entropi molar standar, energi Gibbs, dan potensial kimia, serta menabelkan entropi yang diperoleh dari kapasitas kalor yang diukur sampai suhu rendah. Bab 1 memberikan tingkat-tingkat energi partikel dalam kotak, osilator harmonik, dan rotor tegar, EJ=hcBJ(J+1) dengan degenerasi2J+1; Bab 6 mengukur B dan ν~ untuk molekul diatomik dan mendapati bahwa dalam molekul homonuklir seperti NX2 spin-spin inti membuat tingkat-tingkat rotasi yang berselang-seling tidak setara.
10.1 Keadaan mikro dan distribusi Boltzmann
Tinjaulah N molekul identik yang saling bebas dan dapat menempati tingkat-tingkat berenergi ε0=0<ε1<ε2<…, dengan energi total E. Menyatakan berapa banyak molekul pada setiap tingkat, {n0,n1,…}, menggambarkan sebuah distribusi; menyatakan molekul mana berada pada tingkat mana menggambarkan jauh lebih banyak.
Definisi 10.1(Keadaan mikro, bobot statistik)
Yang disebut keadaan mikro sebuah sistem molekul adalah spesifikasi lengkap keadaan setiap molekulnya. Yang disebut bobot statistikW sebuah distribusi {ni} dari N molekul atas tingkat-tingkat yang tak terdegenerasi adalah banyaknya keadaan mikro yang mewujudkannya:
W=n0!n1!n2!⋯N!.
Contoh 10.2(Tiga kuantum di antara tiga osilator)
Tiga osilator berbagi tiga kuantum energi. Distribusi “satu osilator memegang ketiganya” dapat diwujudkan dengan 3!/(1!2!)=3 cara, “satu memegang dua, yang lain satu” dengan 3!=6 cara, dan “masing-masing memegang satu” dengan satu cara: seluruhnya sepuluh keadaan mikro, dan distribusi yang paling merata yang masih menyebarkan energi ke beberapa tingkat adalah yang paling mungkin. Dengan 1023 molekul, bobot-bobot itu menjadi begitu tajam puncaknya sehingga satu distribusi, bersama distribusi-distribusi yang berbeda darinya hanya sedikit sekali, memuat praktis semua keadaan mikro.
Catatan 10.3
Postulat termodinamika statistik menyatakan bahwa semua keadaan mikro sebuah sistem terisolasi dengan energi tertentu sama peluangnya. Sistem itu lalu hampir selalu ditemukan dalam distribusi dengan bobot terbesar: menemukan distribusi itu adalah tugas subbab ini.
Untuk bilangan yang besar, pendekatan Stirling lnx!≈xlnx−x memberikan
lnW=NlnN−i∑nilnni.
Definisi 10.4(Distribusi Boltzmann, populasi)
Yang disebut populasini/N sebuah tingkat adalah fraksi molekul yang menempatinya. Yang disebut distribusi Boltzmann adalah distribusi dengan bobot terbesar bagi molekul-molekul yang saling bebas dalam kesetimbangan termal pada suhu T, yang diberikan oleh teorema di bawah ini.
Teorema 10.5(Distribusi Boltzmann)
Untuk molekul-molekul yang saling bebas dalam kesetimbangan pada suhu T, populasi tingkat berenergi εi dan berdegenerasi gi adalah
Nni=qgie−εi/kT,q=i∑gie−εi/kT,
dengan k tetapan Boltzmann. Populasi dua tingkat mempunyai rasio ninj=gigje−(εj−εi)/kT.
Bukti parsial. Ambil lebih dahulu tingkat-tingkat yang tak terdegenerasi. Maksimumkan lnW dengan dua kendala ∑ini=N dan ∑iniεi=E memakai pengali Lagrange α dan β: untuk setiap i,
∂ni∂(lnW+αj∑nj−βj∑njεj)=−lnni−1+α−βεi=0,
sehingga ni=eα−1e−βεi, dan kendala pertama menetapkan eα−1=N/∑je−βεj. Tingkat berdegenerasi gi terdiri atas gi keadaan berbeda dengan energi yang sama, masing-masing berpopulasi seperti di atas: populasinya dikalikan dengan gi. Pengali β diidentifikasi dari satu kasus yang sudah diketahui: untuk gerak translasi gas ideal (Proposisi 10.11 di bawah) distribusi itu memberikan energi 23N/β, sedangkan energi gas ideal adalah 23NkT; jadi β=1/kT. Bahwa β adalah besaran yang sama untuk setiap jenis gerak, dan bahwa besaran itu adalah suhu termodinamika, di sini diterima tanpa bukti: dua sistem yang bersentuhan secara termal mempunyai β yang sama, dan itulah sifat yang mendefinisikan suhu. ∎
Definisi 10.6(Fungsi partisi molekul)
Yang disebut fungsi partisi molekul pada suhu T adalah jumlah
q=tingkat∑gie−εi/kT=keadaan∑e−εs/kT,
dengan energi diukur dari tingkat terendah, sehingga q≥1.
Fungsi partisi menghitung keadaan-keadaan yang dapat dicapai secara termal: pada suhu sangat rendah hanya tingkat terendah yang menyumbang dan q→g0; pada suhu sangat tinggi setiap keadaan menyumbang sekitar 1 dan q tumbuh tanpa batas. Dari sini muncul aturan praktis: tingkat-tingkat yang jauh lebih dari kT di atas tingkat terendah kosong, tingkat-tingkat yang berada dalam jarak kT darinya terpopulasi. Pada 298.15K, kT setara dengan 207.2cm−1, atau RT=2.479kJ/mol.
Metode 10.7(Populasi tingkat-tingkat dari tetapan spektroskopi)
Daftarlah tingkat-tingkatnya beserta energinya (dari tetapan-tetapan, misalnya hcBJ(J+1)) dan degenerasinya (2J+1).
Nyatakan setiap energi dalam satuan kT; pada 298.15K, bagilah sebuah bilangan gelombang dengan 207.2cm−1.
Bentuklah suku-suku gie−εi/kT, jumlahkan untuk memperoleh q, lalu bagilah. Hentikan penjumlahan ketika suku-sukunya dapat diabaikan.
Periksalah: populasi-populasinya berjumlah 1; rasio dua di antaranya adalah gigje−(εj−εi)/kT.
Untuk HX35X2235Cl, B0=Be−αe/2=10.44cm−1. Pada 300K tingkat J terletak pada 10.44J(J+1)cm−1, yaitu 0.0501J(J+1) dalam satuan kT. Suku-suku (2J+1)e−0.0501J(J+1) adalah 1, 2.71, 3.70, 3.84, 3.31, 2.45, …; jumlahnya q=20.3 dan populasiJ=0 sampai 4 adalah 0.049, 0.134, 0.182, 0.189 dan 0.163: tingkat yang paling terpopulasi adalah J=3, bukan J=0, karena degenerasi2J+1 bertambah sementara faktor Boltzmann menurun. Inilah selubung pita rotasi–vibrasi dalam Bab 6.
Tangga Boltzmann: tingkat-tingkat rotasi J=0 sampai 3 (energi 0, 2, 6, 12 kali hcB, degenerasi2J+1) dan populasinya, sebagai panjang batang, pada kT=2hcB dan kT=10hcB (keempat tingkat itu saja). Pemanasan mengosongkan tingkat terendah ke arah tingkat-tingkat atas; pada kedua suhu, batang-batangnya berjumlah sama, yaitu banyaknya molekul.
10.2 Fungsi partisi molekul
Proposisi 10.9(Faktorisasi)
Jika energi sebuah molekul merupakan jumlah sumbangan-sumbangan yang saling bebas, ε=εT+εR+εV+εE, dengan setiap keadaan merupakan kombinasi sembarang keadaan translasi, rotasi, vibrasi, dan elektronik, maka
q=qTqRqVqE.
Bukti. Jumlah atas semua kombinasi eksponensial sebuah jumlah adalah hasil kali jumlah-jumlah yang terpisah: ∑a,be−(εa+εb)/kT=(∑ae−εa/kT)(∑be−εb/kT), dan demikian pula untuk empat faktor. ∎
Pemisahan ini adalah sebuah pendekatan: rotasi dan vibrasi berinteraksi (tetapan αe), dan keadaan elektronik menentukan tetapan rotasi dan vibrasinya. Untuk molekul dalam keadaan elektronik dasarnya pada suhu biasa, galatnya beberapa perseratus joule per kelvin dalam sebuah entropi. Populasi lalu dihitung secara terpisah untuk setiap jenis gerak: fraksi molekul pada tingkat vibrasi v tidak bergantung pada rotasinya.
10.3 Keempat sumbangan
Translasi
Definisi 10.10(Panjang gelombang termal)
Yang disebut panjang gelombang termal molekul bermassa m pada suhu T adalah Λ=2πmkTh.
Proposisi 10.11(Fungsi partisi translasi)
Untuk molekul bermassa m yang bebas bergerak dalam volume V,
qT=Λ3V.
Bukti. Untuk satu dimensi, kotak sepanjang L mempunyai tingkat-tingkat εn=h2n2/8mL2 (n=1,2,…; pergeseran titik nol tidak mengubah apa pun yang terukur). Tingkat-tingkat itu begitu rapat sehingga jumlahnya menjadi integral:
Ketiga arah saling bebas: qT=qxqyqz=L3/Λ3. Energi rata-rata per dimensi adalah −∂lnqx/∂β dengan qx∝β−1/2, yaitu 1/2β; tiga dimensi memberikan 23kT per molekul, seperti yang dipakai dalam bukti Teorema 10.5. ∎
Contoh 10.12(Argon dalam sebuah labu)
Untuk argon (M=39.95g/mol) pada 298.15K, Λ=16.0pm, sepersepuluh diameter atom. Dalam 1dm3, qT=10−3/(1.600×10−11)3=2.44×1029 keadaan translasi dapat dicapai secara termal, jauh lebih banyak daripada 2.4×1022 atom yang dimuat labu itu pada 1bar: setiap keadaan hampir selalu kosong, yaitu syarat yang memungkinkan molekul-molekul dihitung seperti di bawah ini.
Rotasi
Definisi 10.13(Suhu karakteristik)
Yang disebut suhu karakteristik rotasi molekul linear dengan tetapan rotasiB adalah θR=hcB/k; yang disebut suhu karakteristik vibrasi sebuah vibrasi dengan bilangan gelombang ν~ adalah θV=hcν~/k.
Definisi 10.14(Bilangan simetri)
Yang disebut bilangan simetriσ sebuah molekul adalah banyaknya orientasi berbeda molekul tegar itu yang dicapai melalui rotasi sejati dan tak terbedakan dari orientasi awalnya (orde subgrup rotasi grup titiknya): 1 untuk HCl dan CO, 2 untuk NX2, COX2 dan HX2O, 3 untuk NHX3, 12 untuk CHX4 dan CX6HX6.
Proposisi 10.15(Fungsi partisi rotasi)
Untuk molekul linear, qR=∑J(2J+1)e−θRJ(J+1)/T. Jika T≫θR,
qR≈σθRT=σhcBkT,
dengan galat relatif sekitar θR/3T untuk σ=1 (jumlah eksaknya dekat dengan T/θR+31).
Bukti parsial. Untuk T≫θR banyak tingkat yang menyumbang dan jumlahnya menjadi integral. Dengan x=J(J+1), dx=(2J+1)dJ:
∫0∞(2J+1)e−θRJ(J+1)/TdJ=∫0∞e−θRx/Tdx=θRT.
Koreksi 31 berasal dari suku berikutnya dalam rumus Euler–Maclaurin (Latihan 10.11). Faktor 1/σ di sini diterima tanpa bukti dan dibenarkan dalam Bab 11: dalam molekul homonuklir, simetri fungsi gelombang terhadap pertukaran kedua inti identik hanya mengizinkan satu paritas J untuk setiap keadaan spin inti (Bab 6), sehingga rata-rata setengah tingkat rotasinya hilang. Menghitung keadaan-keadaan rotasi dengan σ dengan cara ini membiarkan keadaan-keadaan spin inti di luar q; tabel termodinamika mengikuti konvensi yang sama, dan faktor spin inti saling meniadakan dalam setiap reaksi kimia. ∎
Untuk NX2, B0=1.990cm−1 dan θR=2.86K: pada 298.15K, qR=298.15/(2×2.863)=52.1. Untuk HCl, θR=15.0K dan qR=19.8 (jumlah eksak 20.2). Hanya HX2 (θR=85K) dan isotopolog-isotopolognya yang memerlukan jumlah eksak pada suhu kamar. Molekul nonlinear dengan tetapan rotasiA, B, C mempunyai qR=σ1(hckT)3/2ABCπ, yang diterima tanpa bukti.
Vibrasi
Proposisi 10.16(Fungsi partisi vibrasi)
Untuk vibrasi harmonik dengan bilangan gelombang ν~, dengan energi diukur dari tingkat titik nol,
qV=v≥0∑e−vθV/T=1−e−θV/T1.
Fungsi itu menuju 1 jika T≪θV dan menuju T/θV jika T≫θV. Molekul dengan beberapa modus normal mempunyai hasil kali satu faktor semacam itu untuk setiap modus.
Bukti. Tingkat-tingkatnya terletak vhcν~ di atas tingkat titik nol: jumlahnya adalah deret geometri dengan rasio e−θV/T<1. Jika T≫θV, 1−e−θV/T≈θV/T. Modus-modus normal saling bebas (Proposisi 10.9). ∎
Sebagai kuantum vibrasi molekul diatomik, buku ini mengambil fundamental yang teramati, G(1)−G(0)=ωe−2ωexe (Bab 6); pada suhu kamar hanya tingkat-tingkat pertama yang berarti, dan jarak antartingkat itulah yang diperhitungkan. Molekul yang kaku dan ringan membeku: NX2 mempunyai θV=3352K, qV=1.000013 pada 298.15K, dan hanya 13 molekul dari sejuta yang berada pada v=1. Molekul yang berat dan lunak tidak: IX2 mempunyai θV=307K, qV=1.556, dan lebih dari sepertiga molekulnya bervibrasi.
Populasi Boltzmann yang dihitung dari tetapan-tetapan spektroskopi: tingkat-tingkat rotasi HX35X2235Cl (θR=15.0K) dan CO (θR=2.77K; titik-titiknya dihubungkan agar terbaca) pada 100K (biru), 300K (kelabu) dan 1000K (merah), serta tingkat-tingkat vibrasi IX2 (θV=307K) pada 300 dan 1000K. Populasi rotasi memuncak pada J>0; populasi vibrasi selalu menurun terhadap v, karena tingkat-tingkatnya tidak terdegenerasi.
Keadaan elektronik
Proposisi 10.17(Fungsi partisi elektronik)
Dengan tingkat-tingkat elektronik εj (berdegenerasi gj) yang diukur dari tingkat dasar,
qE=g0+g1e−ε1/kT+⋯
Bagi sebagian besar molekul, tingkat elektronik tereksitasi pertama terletak puluhan ribu bilangan gelombang di atasnya dan qE=g0: 1 untuk molekul berkulit tertutup, 3 untuk OX2 (suku dasar 3Σg−), dan 2J+1 untuk atom pada tingkat J.
Ini adalah definisi yang diterapkan pada tingkat-tingkat elektronik; kasus ketika tingkat-tingkat rendah berarti adalah atom dan radikal yang mempunyai struktur halus.
Contoh 10.18(Nitrogen monoksida dan atom klorin)
NO mempunyai suku dasar 2Π yang terpecah oleh kopling spin–orbit menjadi 2Π1/2 (lebih rendah) dan 2Π3/2, 119.73cm−1 lebih tinggi, masing-masing terdegenerasi rangkap dua. Pada 298.15K, qE=2+2e−119.73/207.22=2+2×0.561=3.12: 36 % molekulnya berada pada komponen atas. Pada atom klorin, tingkat 2P1/2 terletak 882.35cm−1 di atas tingkat dasar 2P3/2: qE=4+2e−4.258=4.03.
Kiri: fungsi partisi rotasi HCl (θR=15.0K), jumlah eksak dibandingkan dengan bentuk suhu tinggi; bentuk dengan koreksi 31 tak dapat dibedakan dari jumlahnya di atas sekitar 30K. Kanan: fungsi partisi vibrasi tiga molekul diatomik (suhu karakteristik dalam kurung), bernilai 1 selama T≪θV, lalu mendekati T/θV.
10.4 Dari fungsi partisi ke termodinamika
Teorema 10.19(Energi dalam)
Untuk N molekul yang saling bebas, energi dalam yang diukur dari nilainya pada T=0 adalah
U−U(0)=NkT2(∂T∂lnq)V=−N(∂β∂lnq)V.
Sumbangan keempat jenis gerak itu dijumlahkan.
Bukti.U−U(0)=∑iniεi=qN∑igiεie−βεi=−qN∂β∂q; dan dβ=−dT/kT2. Volume dibuat tetap karena tingkat-tingkat translasi bergantung padanya. Menurut Proposisi 10.9, lnq adalah jumlah empat suku. ∎
Untuk translasi, qT∝T3/2 memberikan 23NkT; untuk rotasi molekul linear pada suhu tinggi, qR∝T memberikan NkT; sebuah vibrasi memberikan NkθV/(eθV/T−1), yang hanya sama dengan NkT jika T≫θV. Ekipartisi energi klasik, 21kT untuk setiap suku kuadratik, adalah limit suhu tinggi hasil-hasil ini; Bab 11 mengikuti kapasitas kalor ketika setiap gerak membeku.
Definisi 10.20(Fungsi partisi kanonik)
Yang disebut fungsi partisi kanonik sebuah sistem pada suhu T dan volume V adalah jumlah Q=∑se−Es/kT atas semua keadaan s seluruh sistem, yang berenergi Es.
Proposisi 10.21(Fungsi partisi kanonik gas ideal)
Untuk N molekul yang saling bebas, Q=qN jika molekul-molekul itu dapat dibedakan (terlokalisasi dalam kristal), dan Q=qN/N! untuk gas ideal molekul-molekul identik.
Bukti parsial. Sebuah keadaan sistem adalah pilihan keadaan untuk setiap molekul, dan energinya dijumlahkan: jumlah hasil kali adalah hasil kali jumlah, qN. Dalam gas, molekul-molekulnya tak terbedakan: mempermutasikannya memberikan keadaan sistem yang sama. Jika keadaan-keadaan molekul jauh lebih banyak daripada molekulnya (Contoh 10.12), hampir setiap suku qN menempatkan N molekulnya pada keadaan-keadaan yang berbeda dan terhitung N! kali. Kasus-kasus ketika dua molekul berbagi satu keadaan, yang salah dihitung dengan cara ini, dapat diabaikan kecuali pada suhu sangat rendah atau kerapatan sangat tinggi, tempat statistik kuantum mengambil alih (diterima tanpa bukti). ∎
Definisi 10.22(Entropi statistik)
Yang disebut entropi statistik sebuah sistem terisolasi adalah S=klnW, dengan W banyaknya keadaan mikro sistem itu; untuk sistem pada suhu T, W adalah bobot distribusi yang dominan.
Untuk gas ideal, hasil ini memberikan pV=NkT dan G−G(0)=−NkTln(q/N).
Bukti parsial. Untuk molekul-molekul yang dapat dibedakan dalam distribusi Boltzmann, dengan ni=Ngie−βεi/q dan rumus Stirling, bobot W=N!∏igini/ni! memberikan
sehingga klnW=klnqN+(U−U(0))/T; untuk gas, qN menjadi qN/N!. Identifikasi klnW dengan entropi termodinamika diterima tanpa bukti: besaran itu aditif, maksimum pada kesetimbangan untuk sistem terisolasi, dan memberikan kembali hubungan-hubungan gas ideal. Lalu A=U−TS memberikan rumus kedua, p=−(∂A/∂V)T rumus ketiga: dengan Q=qN/N! dan q∝V, p=NkT/V. Akhirnya G=A+pV=−kTln(qN/N!)+NkT=−NkTln(q/N), dengan memakai lnN!=NlnN−N. ∎
Teorema 10.24(Persamaan Sackur–Tetrode)
Entropi molar gas ideal monoatomik dengan massa molar M pada suhu T dan tekanan p adalah
Sm=R[ln(pΛ3kT)+25],Λ=2πmkTh,m=NAM.
Bukti. Dengan Q=qN/N!, q=V/Λ3 dan U−U(0)=23NkT, Teorema 10.23 memberikan S=23Nk+Nklnq−k(NlnN−N)=Nk[lnNΛ3V+25]. Untuk satu mol, Nk=R dan V/N=kT/p. ∎
Untuk argon pada 298.15K dan 1bar, kT/p=4.116×10−26m3 dan Λ=1.600×10−11m: Sm=R(ln1.005×107+2.5)=154.85JK−1mol−1. Entropi standar dalam tabel, yang diperoleh dari kapasitas kalor yang diukur sampai beberapa kelvin, adalah 154.846±0.003: rumus itu tidak mempunyai parameter yang dapat disesuaikan, dan rumus itu memuat tetapan Planck. Atom yang lebih berat mempunyai entropi yang lebih besar (lebih banyak keadaan translasi pada energi yang sama), demikian pula gas pada tekanan yang lebih rendah (lebih banyak volume per atom).
Proposisi 10.25(Entropi molar rotasi dan vibrasi)
Untuk molekul linear dengan T≫θR, dan vibrasi dengan x=θV/T,
SmR=R[lnσθRT+1],SmV=R[ex−1x−ln(1−e−x)],
dan tingkat dasar elektronik berdegenerasi g0, yang sendirian terpopulasi, menambahkan Rlng0.
Bukti. Untuk gerak internal, faktor 1/N! hanya milik translasi, sehingga setiap modus internal menyumbang S=TU−U(0)+Nklnq. Rotasi: q=T/σθR dan U−U(0)=NkT. Vibrasi: lnq=−ln(1−e−x) dan (U−U(0))/T=Nkx/(ex−1). Elektronik: q=g0, U−U(0)=0. ∎
Metode 10.26(Entropi standar gas dari tetapan-tetapannya)
Translasi: Sackur–Tetrode dengan massa molar, T=298.15K dan p∘=1bar.
Rotasi: B0=Be−αe/2, θR=hcB0/k, bilangan simetri, dan R[ln(T/σθR)+1] (atau jumlah eksak jika T<30θR).
Vibrasi: satu suku untuk setiap modus normal, dengan bilangan gelombang fundamental.
Elektronik: Rlng0, atau R[lnqE+⟨ε⟩/kT] jika ada tingkat-tingkat rendah.
Jumlahkan; bandingkan dengan tabel, yang juga mengabaikan spin inti dengan cara yang sama.
gas
ST
SR
SV
SE
jumlah
tabel
Ar
154.85
0.00
0.00
0.00
154.85
154.85
NX2
150.42
41.18
0.00
0.00
191.60
191.61
CO
150.42
47.23
0.00
0.00
197.65
197.66
HCl
153.71
33.16
0.00
0.00
186.87
186.90
ClX2
162.00
58.65
2.24
0.00
222.89
223.08
IX2
177.91
74.24
8.43
0.00
260.58
260.69
Cl
153.36
0.00
0.00
11.83
165.19
165.19
Entropi molar standar statistik pada 298.15K dan 1bar, dalam JK−1mol−1, dari tetapan-tetapan spektroskopi, dibandingkan dengan nilai-nilai tabel.
Jumlah-jumlah itu sesuai dengan tabel dengan selisih kurang dari 0.2 JK−1mol−1, dan sampai beberapa perseratus untuk molekul-molekul ringan. Sisaan kecil ClX2 dan IX2 berasal dari pendekatan yang dibuat bab ini: tetapan isotopolog utama, dan osilator harmonik untuk molekul yang banyak tingkat vibrasinya terpopulasi. Entropi CO dalam tabel adalah nilai statistik itu sendiri: jika diukur secara kalorimetri, hasilnya beberapa JK−1mol−1 lebih rendah, sebuah ketidaksesuaian yang dijelaskan dalam Bab 11.
Di laboratorium— Mengukur entropi hukum ketiga
Jalur kalorimetri memanaskan sebuah sampel dari beberapa kelvin sampai 298.15K dalam kalorimeter adiabatik, sambil mengukur kapasitas kalornya langkah demi langkah. Entropinya adalah jumlah ∫CpdT/T atas setiap fase, ditambah ΔH/T pada setiap transisi (padat–padat, peleburan, penguapan), ditambah koreksi kecil untuk ketakidealan gas nyata; di bawah suhu terukur terendah, Cp padatan nonlogam diekstrapolasi sebagai aT3. Hukum ketiga menetapkan entropi kristal sempurna pada 0 K sama dengan nol. Kesesuaian dengan nilai statistik, dalam batas ketidakpastian pengukuran, sekaligus menguji hukum ketiga dan mengungkap kristal-kristal yang tidak sempurna pada 0 K.
Sejarah— Boltzmann, 1877
Makam Boltzmann.
Ludwig Boltzmann menunjukkan pada tahun 1877 bahwa entropi sebuah gas sebanding dengan logaritma banyaknya cara molekul-molekulnya berbagi energi, dan menurunkan distribusi yang menyandang namanya dengan menghitung cara-cara itu. Tafsiran ini ditentang keras oleh para fisikawan yang meragukan keberadaan atom. Rumus dalam bentuk S=klogW, dengan tetapan k, ditulis oleh Max Planck, yang memakai penghitungan yang sama pada tahun 1900 untuk radiasi benda panas; rumus itu terpahat pada makam Boltzmann di pemakaman pusat Wina.
10.5 Latihan
Latihan 10.1★
Empat osilator berbagi empat kuantum. Daftarlah distribusi-distribusinya, berikan bobot masing-masing, dan periksalah bahwa jumlahnya sama dengan banyaknya cara menempatkan empat kuantum yang tak terbedakan pada empat osilator, (37). Distribusi mana yang paling mungkin?
Solusi
Solusi Latihan 10.1.
Tuliskan setiap distribusi sebagai kuantum yang dipegang keempat osilator, dari yang terbesar. “4, 0, 0, 0”: 4!/(3!1!)=4; “3, 1, 0, 0”: 4!/(2!1!1!)=12; “2, 2, 0, 0”: 4!/(2!2!)=6; “2, 1, 1, 0”: 4!/(1!2!1!)=12; “1, 1, 1, 1”: 1. Jumlahnya 35 =(37). Yang paling mungkin adalah “3, 1, 0, 0” dan “2, 1, 1, 0” (masing-masing 12); yang kedua, dengan populasi 1, 2, 1 untuk 0, 1, 2 kuantum, sudah menurun terhadap energi seperti distribusi Boltzmann untuk bilangan yang besar.
Latihan 10.2★
Dua tingkat tak terdegenerasi berjarak 2.5kJ/mol. Hitunglah rasio populasinya pada 298.15K dan pada 1000K. Berapakah limitnya pada suhu yang sangat tinggi?
Solusi
Solusi Latihan 10.2.
e−2500/(8.314×298.15)=e−1.009=0.365; pada 1000K, e−0.301=0.740. Pada suhu yang sangat tinggi rasionya menuju 1 (populasi sama, tidak pernah terjadi inversi).
Latihan 10.3★
Hitunglah panjang gelombang termal atom argon pada 298.15K dan fungsi partisi translasinya dalam volume 1dm3.
Bilangan gelombang fundamental IX2 dan NX2 adalah 213.27cm−1 dan 2329.92cm−1. Hitunglah θV, qV pada 298.15K, dan fraksi molekul yang tidak berada pada v=0.
Hitunglah fungsi partisi elektronik pada 298.15K untuk NO (dua tingkat terdegenerasi rangkap dua yang berjarak 119.73cm−1) dan untuk atom klorin (tingkat dasar 2P3/2, 2P1/2 pada 882.35cm−1). Berapa fraksi molekul NO yang berada pada tingkat atas? Menuju apakah qE(NO) pada suhu tinggi?
Solusi
Solusi Latihan 10.6.
NO: qE=2+2e−119.73/207.22=2+2×0.561=3.12; fraksi atas 1.12/3.12=0.36. Pada suhu tinggi qE→4 (kedua tingkat sama-sama terpopulasi). Cl: qE=4+2e−882.35/207.22=4+2×0.0142=4.03.
Latihan 10.7★★
Dari qT=V/Λ3, turunkan energi dalam dan kapasitas kalor pada volume tetap satu mol gas ideal monoatomik, lalu hitunglah U−U(0) pada 298.15K.
Solusi
Solusi Latihan 10.7.
lnq=lnV+23lnT+tetapan, sehingga U−U(0)=NkT2×2T3=23NkT; untuk satu mol 23RT=3.72kJ/mol pada 298.15K, dan CV=23R=12.47JK−1mol−1.
Latihan 10.8★★
Gunakan persamaan Sackur–Tetrode untuk menghitung entropi molar standar argon pada 298.15K; bandingkan dengan nilai tabel 154.846JK−1mol−1. Seberapa besar perubahannya jika tekanan dibagi 10?
Solusi
Solusi Latihan 10.8.
kT/p∘=4.116×10−26m3, Λ3=4.093×10−33m3, rasionya 1.006×107: Sm=8.3145×(16.124+2.5)=154.85JK−1mol−1, yaitu nilai tabel sampai digit terakhir. Membagi p dengan 10 menambahkan Rln10=19.14JK−1mol−1.
Latihan 10.9★★
Hitunglah sumbangan rotasi pada entropi molar standar HX35X2235Cl pada 298.15K (θR=15.02K).
Dengan memperlakukan J sebagai kontinu, tunjukkan bahwa tingkat rotasi yang paling terpopulasi pada molekul linear terletak di dekat Jmax=T/2θR−21. Hitunglah nilainya untuk HCl (θR=15.02K) dan CO (θR=2.766K) pada 300K. Mengapa kedua cabang sebuah pita inframerah paling kuat beberapa garis jauhnya dari pusat?
Solusi
Solusi Latihan 10.10.
dJd[(2J+1)e−θJ(J+1)/T]=[2−(2J+1)2θ/T]e−θJ(J+1)/T=0 memberikan 2J+1=2T/θ, yaitu Jmax=T/2θ−21. HCl: 2.66, jadi J=3; CO: 6.86, jadi J=7. Intensitas sebuah garis cabang P atau R mengikuti populasi tingkat bawahnya, yang memuncak pada Jmax, beberapa garis dari celah di pusat pita.
Latihan 10.11★★★
Rumus Euler–Maclaurin memberikan ∑J≥0f(J)≈∫0∞f(J)dJ+21f(0)−121f′(0). Terapkan rumus itu pada f(J)=(2J+1)e−θJ(J+1)/T dan tunjukkan bahwa qR≈T/θ+31. Untuk suhu berapa T/θ tepat sampai 1 %? Apakah bentuk itu dapat diterima untuk HX2 (B0=59.32cm−1) pada 298.15K?
Solusi
Solusi Latihan 10.11.
∫0∞fdJ=T/θ, f(0)=1, f′(0)=2−θ/T. Jadi qR≈T/θ+21−61+12Tθ≈T/θ+31. Galat relatif T/θ sekitar θ/3T: di bawah 1 % jika T>33θ. Untuk HX2, θ=1.4388×59.32=85.3K: pada 298.15K galatnya 10 %, tidak dapat diterima (dan pembatasan J oleh spin inti juga harus diperlakukan secara eksak, Bab 11).
Latihan 10.12★★★
Tunjukkan bahwa entropi molar vibrasi menuju nol jika T≪θV dan menuju R[1+ln(T/θV)] jika T≫θV. Hitunglah ungkapan eksaknya dan limit ini untuk IX2 (θV=306.9K) pada 298.15K, lalu berikan komentar.
Solusi
Solusi Latihan 10.12.
Untuk x=θV/T→∞, x/(ex−1)→0 dan ln(1−e−x)→0: S→0. Untuk x→0, x/(ex−1)≈1−x/2 dan −ln(1−e−x)≈−lnx+x/2: S→R(1−lnx)=R[1+ln(T/θV)]. IX2, x=1.029: eksak R(0.5721+0.4420)=8.43JK−1mol−1; limit R(1−0.0289)=8.07JK−1mol−1. Bahkan pada T≈θV, limit klasik itu hanya 4 % terlalu rendah.
10.6 Soal: Menghitung Entropi Nitrogen
Soal 10.1
Soal akhir pekan — menghitung entropi nitrogen: sumbangan translasi, rotasi, vibrasi, dan elektronik pada entropi standarnya, yang dihitung dari spektrumnya dan dibandingkan dengan tabel
Nitrogen adalah gas utama penyusun udara. Entropi molar standarnya pada 298.15K dihitung di sini dari massa molarnya, 28.014g/mol, dan dari tetapan-tetapan spektroskopinya: Be=1.998241cm−1, αe=0.017318cm−1, ωe=2358.57cm−1, ωexe=14.324cm−1; suku dasar elektroniknya adalah 1Σg+. Tekanan standar p∘=1bar; k=1.380649×10−23J/K, h=6.62607015×10−34Js.
Dengan mengabaikan bobot spin inti, tingkat rotasi mana yang paling terpopulasi?
Bagian III — Vibrasi dan keadaan elektronik.
Hitunglah kuantum vibrasi G(1)−G(0).
Hitunglah θV.
Hitunglah qV pada 298.15K.
Berapa fraksi molekul yang berada pada v=1?
Hitunglah entropi molar vibrasinya.
Berapakah sumbangan elektroniknya? Mengapa keadaan-keadaan elektronik tereksitasi dapat diabaikan?
Bagian IV — Jumlah dan perbandingan.
Jumlahkan sumbangan-sumbangan itu.
Bandingkan dengan nilai tabel 191.609JK−1mol−1.
Pada pengukuran apa nilai kalorimetri dalam tabel bersandar?
Mengapa tabel dapat mengabaikan spin inti?
Nyatakan hasilnya: entropi molar standar nitrogen pada 298.15K yang dihitung dari tetapan-tetapan spektroskopinya.
Solusi
Solusi Soal 10.1.
1.m=28.014×10−3/6.02214×1023=4.652×10−26kg. 2.Λ=h/2πmkT=1.910×10−11m (19.1pm). 3.kT/p∘=1.380649×10−23×298.15/105=4.116×10−26m3. 4.qT/N=4.116×10−26/(1.910×10−11)3=5.905×106: sekitar enam juta keadaan translasi per molekul, sehingga dua molekul hampir tidak pernah berbagi satu keadaan dan Q=qN/N! berlaku. 5.SmT=R(ln5.905×106+25)=8.3145×18.091=150.42JK−1mol−1. 6.+Rln2=5.76JK−1mol−1, yaitu 156.18. 7.B0=1.998241−0.008659=1.989582cm−1. 8.θR=1.438777×1.989582=2.8626K. 9.σ=2: kedua inti identik; membalik molekul ujung ke ujung memberikan orientasi yang tak terbedakan, dan simetri pertukaran inti-inti itu hanya mengizinkan setengah tingkat rotasi untuk setiap keadaan spin inti. 10.qR=298.15/(2×2.8626)=52.08. 11. Ya: T/θR=104, galat sekitar 0.3 % pada qR dan jauh lebih kecil pada entropinya. 12.SmR=R(ln52.08+1)=8.3145×4.9527=41.18JK−1mol−1. 13.Jmax=298.15/5.725−0.5=6.72: J=7 (populasi 0.0839, sedikit di atas 0.0831 untuk J=6). 14.2358.57−2×14.324=2329.92cm−1. 15.θV=1.438777×2329.92=3352K. 16.x=3352.2/298.15=11.24; qV=1/(1−e−11.24)=1.000013. 17.e−11.24/qV=1.3×10−5. 18.SmV=R[11.24e−11.24+e−11.24]=0.0013JK−1mol−1, dapat diabaikan. 19.g0=1 (1Σ): Rln1=0. Keadaan-keadaan elektronik tereksitasi terletak beberapa elektronvolt di atasnya, lebih dari seratus kali kT: faktor Boltzmann keadaan-keadaan itu sama sekali dapat diabaikan. 20.150.42+41.18+0.00+0=191.60JK−1mol−1. 21. Selisihnya 0.01JK−1mol−1, setingkat dengan pendekatan-pendekatan yang dibuat (rotor tegar, pemisahan gerak). 22. Kapasitas kalor padatan yang diukur mulai dari beberapa kelvin (diekstrapolasi sebagai T3 di bawahnya), entalpi transisi padat–padat, peleburan, dan penguapan yang dibagi dengan suhunya masing-masing, kapasitas kalor gasnya, dan koreksi untuk ketakidealan. 23. Inti-inti itu kekal dalam setiap reaksi, sehingga entropi spinnya sama di kedua ruas dan saling meniadakan; kalorimetri juga tidak melihatnya, karena spin-spin inti tetap tak teratur dalam kristal sampai suhu terendah yang diukur. 24.S∘(NX2,298.15K)=191.6JK−1mol−1 dari tetapan-tetapan spektroskopinya, 150.4 di antaranya dari translasi dan 41.2 dari rotasi.