Chemistry · Buku 4 · Bachelor Year 3

Kimia Universitas — Tahun 3

Kimia Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3

13Kinetika Kompleks: Rantai, Enzim, dan Osilasi

Segelas larutan yang diaduk berubah menjadi tak berwarna, lalu kuning kecokelatan, lalu biru, lalu tak berwarna lagi, dan terus berbuat demikian selama bermenit-menit; jika dituang ke sebuah cawan, campuran yang sama menggambar spiral-spiral yang berputar dan merambat. Ketika Boris Belousov menggambarkan reaksi semacam itu pada tahun 1951, naskahnya ditolak: menurut penelaahnya, sebuah sistem kimia tidak mungkin bergerak bolak-balik, karena sistem itu harus menurun ke arah kesetimbangan. Sistem itu memang menurun; hanya saja tidak secara lurus. Bab ini membahas mekanisme bertahap banyak yang zat-zat antaranya terbentuk kembali: reaksi berantai dan ledakan, molekul yang memerlukan tumbukan untuk terurai sendiri, enzim, dan reaksi-reaksi berosilasi, beserta metode-metode untuk mengikuti reaksi yang terlalu cepat untuk dicampur dengan tangan.

Yang sudah kamu ketahui

Jilid Tahun 1 mendefinisikan mekanisme reaksi sebagai urutan tahap elementer, tahap penentu laju, pendekatan prakesetimbangan dan pendekatan keadaan tunak, serta katalis. Jilid Tahun 2 menamai tahap-tahap rantai radikal (inisiasi, propagasi, terminasi), inisiator radikal, dan panjang rantai kinetik sebuah polimerisasi, serta mencocokkan garis kuadrat terkecil. Bab 12 memberikan teori keadaan transisi dan batas difusi sekitar 1010 L mol−1 s−110^{10}\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}.

13.1 Reaksi berantai

Definisi 13.1 (Reaksi berantai, pembawa rantai)

Yang disebut reaksi berantai adalah reaksi yang zat-zat antara reaktifnya, yaitu pembawa rantai, dibentuk kembali oleh sebuah siklus tahap propagasi, sehingga satu peristiwa inisiasi mengubah banyak molekul pereaksi.

Bodenstein mengukur pada tahun 1906 laju HX2+BrX2→2 HBr\ce{H2 + Br2 -> 2 HBr} dan menemukan sebuah hukum yang tidak mungkin dihasilkan oleh satu tahap saja: lajunya tumbuh sebanding dengan [BrX2]1/2[\ce{Br2}]^{1/2} dan turun ketika HBr menumpuk. Mekanismenya dituliskan pada tahun 1919:

inisiasiBrX2→2 Br\ce{Br2 -> 2 Br}k1k_1
propagasiBr+HX2→HBr+H\ce{Br + H2 -> HBr + H}k2k_2
propagasiH+BrX2→HBr+Br\ce{H + Br2 -> HBr + Br}k3k_3
inhibisiH+HBr→HX2+Br\ce{H + HBr -> H2 + Br}k4k_4
terminasi2 Br→BrX2\ce{2 Br -> Br2}k−1k_{-1}

(tumbukan dengan benda ketiga M yang membawa energi masuk ke dan keluar dari tahap inisiasi dan terminasi tidak dituliskan).

Teorema 13.2 (Hukum laju hidrogen–bromin)

Dengan pendekatan keadaan tunak untuk Br dan H, laju v=12  ⁣d[HBr]/ ⁣dtv = \frac12\,\dd[\ce{HBr}]/\dd t mekanisme itu adalah

v=k[HX2][BrX2]1/21+k′[HBr]/[BrX2],k=k2(k1k−1)1/2, k′=k4k3.v = \frac{k[\ce{H2}][\ce{Br2}]^{1/2}}{1 + k'[\ce{HBr}]/[\ce{Br2}]}, \qquad k = k_2\Bigl(\frac{k_1}{k_{-1}}\Bigr)^{1/2},\ k' = \frac{k_4}{k_3}.

Bukti. Keadaan tunak untuk H: k2[Br][HX2]=k3[H][BrX2]+k4[H][HBr]k_2[\ce{Br}][\ce{H2}] = k_3[\ce{H}][\ce{Br2}] + k_4[\ce{H}][\ce{HBr}]. Keadaan tunak untuk Br: 2k1[BrX2]−k2[Br][HX2]+k3[H][BrX2]+k4[H][HBr]−2k−1[Br]2=02k_1[\ce{Br2}] - k_2[\ce{Br}][\ce{H2}] + k_3[\ce{H}][\ce{Br2}] + k_4[\ce{H}][\ce{HBr}] - 2k_{-1}[\ce{Br}]^2 = 0. Jika kedua persamaan dijumlahkan, suku-suku propagasi saling meniadakan: k1[BrX2]=k−1[Br]2k_1[\ce{Br2}] = k_{-1}[\ce{Br}]^2, sehingga [Br]=(k1/k−1)1/2[BrX2]1/2[\ce{Br}] = (k_1/k_{-1})^{1/2}[\ce{Br2}]^{1/2}. Lalu [H]=k2[Br][HX2]/(k3[BrX2]+k4[HBr])[\ce{H}] = k_2[\ce{Br}][\ce{H2}]/(k_3[\ce{Br2}] + k_4[\ce{HBr}]) dan

 ⁣d[HBr] ⁣dt=k2[Br][HX2]+k3[H][BrX2]−k4[H][HBr]=2k3[H][BrX2]=2k2[Br][HX2]1+(k4/k3)[HBr]/[BrX2],\frac{\dd[\ce{HBr}]}{\dd t} = k_2[\ce{Br}][\ce{H2}] + k_3[\ce{H}][\ce{Br2}] - k_4[\ce{H}][\ce{HBr}] = 2k_3[\ce{H}][\ce{Br2}] = \frac{2k_2[\ce{Br}][\ce{H2}]}{1 + (k_4/k_3)[\ce{HBr}]/[\ce{Br2}]},

dengan memakai persamaan pertama; menyubstitusikan [Br][\ce{Br}] memberikan hasilnya. ∎

Siklus propagasi rantai hidrogen–bromin: setiap putaran memakai satu H2 dan satu Br2, menghasilkan dua HBr, dan mengembalikan atom bromin yang memulainya. Inisiasi memasok pembawa ke dalam siklus, terminasi menyingkirkannya; tahap inhibisi mengubah atom H kembali menjadi Br dengan mengorbankan sebuah HBr yang sudah terbentuk.
Siklus propagasi rantai hidrogen–bromin: setiap putaran memakai satu HX2\ce{H2} dan satu BrX2\ce{Br2}, menghasilkan dua HBr, dan mengembalikan atom bromin yang memulainya. Inisiasi memasok pembawa ke dalam siklus, terminasi menyingkirkannya; tahap inhibisi mengubah atom H kembali menjadi Br dengan mengorbankan sebuah HBr yang sudah terbentuk.
Mekanisme hidrogen–bromin yang diintegrasikan tahap demi tahap (tetapan laju model, satuan tereduksi, k' = 0.1): konversi terhadap waktu (kiri), dan laju 1/2 [ HBr]/ t mekanisme lengkap dibandingkan dengan hukum keadaan tunak (kanan). Setelah masa induksi, selama atom-atom bromin menumpuk, keduanya berimpit dengan selisih kurang dari 1 %.
Mekanisme hidrogen–bromin yang diintegrasikan tahap demi tahap (tetapan laju model, satuan tereduksi, k′=0.1k' = 0.1): konversi terhadap waktu (kiri), dan laju 12 ⁣d[HBr]/ ⁣dt\frac12\dd[\ce{HBr}]/\dd t mekanisme lengkap dibandingkan dengan hukum keadaan tunak (kanan). Setelah masa induksi, selama atom-atom bromin menumpuk, keduanya berimpit dengan selisih kurang dari 1 %.

Metode 13.3 (Hukum laju mekanisme berantai)

  1. Tuliskan persamaan keadaan tunak untuk setiap pembawa rantai.
  2. Jumlahkan persamaan-persamaan itu: tahap-tahap propagasi, yang hanya menukar satu pembawa dengan pembawa lain, saling meniadakan, sehingga tersisa inisiasi yang sama dengan terminasi; ini memberikan konsentrasi pembawa.
  3. Gunakan persamaan satu pembawa untuk menyatakan pembawa-pembawa lain.
  4. Tuliskan laju pembentukan sebuah produk dari tahap-tahap propagasi.

Banyaknya siklus propagasi per peristiwa inisiasi, di sini v/k1[BrX2]v/k_1[\ce{Br2}], adalah panjang rantai kinetik dalam jilid Tahun 2; untuk reaksi hidrogen–bromin nilainya berorde 10310^3 sampai 10610^6 bergantung pada kondisinya. Inhibisi oleh produk menjelaskan mengapa lajunya turun lebih cepat daripada habisnya pereaksi.

13.2 Rantai bercabang dan ledakan

Definisi 13.4 (Percabangan rantai, batas ledakan)

Yang disebut percabangan rantai adalah tahap propagasi yang menghasilkan pembawa rantai lebih banyak daripada yang dipakainya, seperti H+OX2→OH+O\ce{H + O2 -> OH + O}, yang mengubah satu pembawa menjadi dua. Yang disebut batas ledakan sebuah campuran adalah tekanan-tekanan, pada suhu tertentu, tempat reaksi lambatnya berubah menjadi ledakan.

Proposisi 13.5 (Kriteria percabangan)

Misalkan pembawa-pembawa dibentuk dengan laju viv_i, berlipat ganda melalui percabangan dengan tetapan laju ff, dan lenyap melalui terminasi dengan tetapan laju gg:  ⁣dn/ ⁣dt=vi+(f−g)n\dd n/\dd t = v_i + (f - g)n. Jika f<gf < g, nn menuju nilai tunak vi/(g−f)v_i/(g - f); jika f>gf > g, nn tumbuh secara eksponensial dan reaksinya meledak.

Bukti. Persamaan linear itu mempunyai solusi n(t)=vig−f(1−e−(g−f)t)n(t) = \frac{v_i}{g - f}\bigl(1 - \eu^{-(g - f)t}\bigr), yang menuju vi/(g−f)v_i/(g - f) jika g>fg > f; jika f>gf > g eksponennya positif dan nn tumbuh sebanding dengan e(f−g)t\eu^{(f - g)t} tanpa batas (sampai pereaksinya habis). ∎

Untuk campuran hidrogen–oksigen pada suhu beberapa ratus derajat, ff tumbuh bersama tekanan (sebanding dengan [OX2][\ce{O2}]), terminasi di dinding bejana berlangsung cepat pada tekanan rendah (radikal-radikal mudah berdifusi ke sana), dan terminasi melalui tumbukan tiga benda (H+OX2+M→HOX2+M\ce{H + O2 + M -> HO2 + M}) tumbuh sebanding dengan kuadrat tekanan. Percabangan menang di antara batas pertama, yang ditentukan oleh dinding, dan batas kedua, yang ditentukan oleh terminasi tiga benda; pada tekanan yang lebih tinggi lagi muncul batas ketiga, tempat kalor yang dilepaskan tidak lagi dapat keluar. Yang terakhir ini adalah ledakan termal, yang digerakkan oleh pertumbuhan eksponensial laju terhadap suhu, bukan oleh percabangan; sebagian besar ledakan industri termasuk jenis itu.

13.3 Reaksi unimolekuler

Molekul seperti siklopropana berisomerisasi sendiri, dengan kinetika orde satu pada tekanan biasa; tetapi pada tekanan rendah tetapan lajunya turun. Energi yang diperlukan berasal dari tumbukan.

Definisi 13.6 (Mekanisme Lindemann, daerah penurunan)

Yang disebut mekanisme Lindemann sebuah reaksi unimolekuler adalah urutan A+M⇌A∗+M\mathrm{A + M \rightleftharpoons A^* + M} (k1k_1, k−1k_{-1}), yaitu aktivasi dan deaktivasi melalui tumbukan dengan molekul M mana pun, yang diikuti oleh A∗→P\mathrm{A^* \to P} (k2k_2). Yang disebut daerah penurunan adalah rentang tekanan tempat tetapan laju orde satu yang teramati turun dari nilainya pada tekanan tinggi menuju perilaku orde dua.

Teorema 13.7 (Tetapan laju Lindemann)

Dengan pendekatan keadaan tunak untuk A∗\mathrm{A^*}, v=kuni[A]v = k_{\mathrm{uni}}[\mathrm A] dengan

kuni=k1k2[M]k−1[M]+k2,k_{\mathrm{uni}} = \frac{k_1k_2[\mathrm M]}{k_{-1}[\mathrm M] + k_2},

yang menuju k∞=k1k2/k−1k_\infty = k_1k_2/k_{-1} pada tekanan tinggi (orde satu) dan menuju k1[M]k_1[\mathrm M] pada tekanan rendah (orde dua); nilainya k∞/2k_\infty/2 pada [M]1/2=k2/k−1[\mathrm M]_{1/2} = k_2/k_{-1}.

Bukti.  ⁣d[A∗]/ ⁣dt=k1[A][M]−k−1[A∗][M]−k2[A∗]=0\dd[\mathrm{A^*}]/\dd t = k_1[\mathrm A][\mathrm M] - k_{-1}[\mathrm{A^*}][\mathrm M] - k_2[\mathrm{A^*}] = 0 memberikan [A∗]=k1[A][M]/(k−1[M]+k2)[\mathrm{A^*}] = k_1[\mathrm A][\mathrm M]/(k_{-1}[\mathrm M] + k_2) dan v=k2[A∗]v = k_2[\mathrm{A^*}]. Jika k−1[M]≫k2k_{-1}[\mathrm M] \gg k_2, deaktivasi mendahului reaksi dan A∗\mathrm{A^*} berada dalam prakesetimbangan: kuni→k1k2/k−1k_{\mathrm{uni}} \to k_1k_2/k_{-1}. Jika k−1[M]≪k2k_{-1}[\mathrm M] \ll k_2, setiap molekul yang teraktivasi bereaksi dan aktivasi menjadi tahap penentu laju: kuni→k1[M]k_{\mathrm{uni}} \to k_1[\mathrm M]. ∎

Kurva penurunan Lindemann (tetapan model): orde satu dengan tetapan limit k_∈fty pada tekanan tinggi, orde dua (k_1[ M]) pada tekanan rendah, dan setengah k_∈fty pada [ M]_1/2 = k_2/k_-1. Kurva penurunan yang nyata lebih lebar: tetapan laju k_2 molekul yang berenergi tumbuh bersama energinya.
Kurva penurunan Lindemann (tetapan model): orde satu dengan tetapan limit k∞k_\infty pada tekanan tinggi, orde dua (k1[M]k_1[\mathrm M]) pada tekanan rendah, dan setengah k∞k_\infty pada [M]1/2=k2/k−1[\mathrm M]_{1/2} = k_2/k_{-1}. Kurva penurunan yang nyata lebih lebar: tetapan laju k2k_2 molekul yang berenergi tumbuh bersama energinya.

13.4 Kinetika enzim

Definisi 13.8 (Enzim, situs aktif, kompleks enzim–substrat)

Yang disebut enzim adalah katalis biologis, hampir selalu berupa protein, yang mempercepat satu reaksi tertentu dari substratnya. Yang disebut situs aktif adalah kantong pada enzim tempat substrat terikat dan bereaksi; spesies yang terikat itu adalah kompleks enzim–substrat ES.

Definisi 13.9 (Tetapan Michaelis, laju maksimum, tetapan katalitik dan tetapan spesifisitas)

Untuk mekanisme E+S⇌ES→E+P\mathrm{E + S \rightleftharpoons ES \to E + P} (k1k_1, k−1k_{-1}, k2k_2) pada konsentrasi enzim total [E]0[\mathrm E]_0, yang disebut tetapan katalitik adalah kcat=k2k_{\mathrm{cat}} = k_2, laju maksimum adalah Vmax⁡=kcat[E]0V_{\max} = k_{\mathrm{cat}}[\mathrm E]_0, tetapan Michaelis adalah KM=(k−1+k2)/k1K_M = (k_{-1} + k_2)/k_1, dan tetapan spesifisitas adalah kcat/KMk_{\mathrm{cat}}/K_M.

Teorema 13.10 (Persamaan Michaelis–Menten)

Jika [S]≫[E]0[\mathrm S] \gg [\mathrm E]_0 dan ES berada dalam keadaan tunak, laju awal pembentukan produk adalah

v=Vmax⁡[S]KM+[S].v = \frac{V_{\max}[\mathrm S]}{K_M + [\mathrm S]} .

Pernyataan ini disebut persamaan Michaelis–Menten.

Bukti. Keadaan tunak: k1[E][S]=(k−1+k2)[ES]k_1[\mathrm E][\mathrm S] = (k_{-1} + k_2)[\mathrm{ES}], dan [E]=[E]0−[ES][\mathrm E] = [\mathrm E]_0 - [\mathrm{ES}] (substrat bebas praktis merupakan seluruh substrat karena [S]≫[E]0[\mathrm S] \gg [\mathrm E]_0). Jadi [ES]=[E]0[S]/(KM+[S])[\mathrm{ES}] = [\mathrm E]_0[\mathrm S]/(K_M + [\mathrm S]) dan v=k2[ES]v = k_2[\mathrm{ES}]. ∎

Catatan 13.11

Michaelis dan Menten (1913) justru menganggap prakesetimbangan cepat E, S, dan ES; persamaan yang sama diperoleh dengan KMK_M diganti oleh tetapan disosiasi k−1/k1k_{-1}/k_1, yaitu limit KMK_M jika k2≪k−1k_2 \ll k_{-1}. Tetapan katalitik adalah apa yang oleh para biokimiawan disebut bilangan pergantian enzim: banyaknya molekul substrat yang diubah satu situs aktif per detik ketika jenuh.

Pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M lajunya Vmax⁡/2V_{\max}/2; pada [S]≪KM[\mathrm S] \ll K_M lajunya (kcat/KM)[E]0[S](k_{\mathrm{cat}}/K_M)[\mathrm E]_0[\mathrm S]: tetapan spesifisitas adalah tetapan laju orde dua enzim bebas dengan substratnya, dan nilainya tidak dapat melampaui laju pertemuan keduanya, yaitu batas difusi Bab 12. Beberapa enzim mendekatinya; enzim “rata-rata”, dalam sebuah survei atas beberapa ribu enzim, mempunyai kcat/KMk_{\mathrm{cat}}/K_M sekitar 10510^5 L mol−1 s−1\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}, kira-kira empat orde besar di bawahnya.

Proposisi 13.12 (Bentuk Lineweaver–Burk)

Persamaan Michaelis–Menten setara dengan

1v=1Vmax⁡+KMVmax⁡ 1[S],\frac1v = \frac{1}{V_{\max}} + \frac{K_M}{V_{\max}}\,\frac{1}{[\mathrm S]},

yaitu garis lurus 1/v1/v terhadap 1/[S]1/[\mathrm S] dengan perpotongan 1/Vmax⁡1/V_{\max}, kemiringan KM/Vmax⁡K_M/V_{\max}, dan perpotongan −1/KM-1/K_M pada sumbu 1/[S]1/[\mathrm S].

Bukti. Balikkan: 1/v=(KM+[S])/(Vmax⁡[S])1/v = (K_M + [\mathrm S])/(V_{\max}[\mathrm S]). Pada 1/v=01/v = 0, 1/[S]=−1/KM1/[\mathrm S] = -1/K_M. ∎

Metode 13.13 (KMK_M dan Vmax⁡V_{\max} dengan kuadrat terkecil taklinear)

  1. Ukurlah laju awal pada konsentrasi substrat yang tersebar dari sekitar KM/5K_M/5 sampai 10KM10K_M.
  2. Cocokkan v=Vmax⁡[S]/(KM+[S])v = V_{\max}[\mathrm S]/(K_M + [\mathrm S]) secara langsung, dengan meminimumkan ∑(vi−v(Si))2\sum(v_i - v(\mathrm S_i))^2 (secara iteratif, mulai dari nilai-nilai garis Lineweaver–Burk); galat bakunya berasal dari sisaan dan dari kepekaan vv terhadap setiap parameter.
  3. Gunakan grafik Lineweaver–Burk hanya untuk melihat polanya: membalik laju-laju yang kecil memperbesar galatnya, sehingga garis kuadrat terkecil melalui 1/v1/v didominasi oleh titik-titik yang paling tidak presisi, dan parameternya terbias.

Definisi 13.14 (Inhibisi)

Sebuah inhibitor I mengikat enzim secara reversibel. Dalam inhibisi kompetitif, inhibitor itu hanya mengikat enzim bebas, pada situs aktif, dengan tetapan inhibisi KiK_i (tetapan disosiasi EI); dalam inhibisi unkompetitif, inhibitor itu hanya mengikat ES, dengan tetapan Ki′K_i'; dalam inhibisi campuran, inhibitor itu mengikat keduanya.

Proposisi 13.15 (Hukum laju dengan inhibisi)

Dengan α=1+[I]/Ki\alpha = 1 + [\mathrm I]/K_i dan α′=1+[I]/Ki′\alpha' = 1 + [\mathrm I]/K_i', lajunya mempertahankan bentuk Michaelis–Menten v=Vapp[S]/(KMapp+[S])v = V^{\mathrm{app}}[\mathrm S]/(K_M^{\mathrm{app}} + [\mathrm S]) dengan: kompetitif, KMapp=αKMK_M^{\mathrm{app}} = \alpha K_M, Vapp=Vmax⁡V^{\mathrm{app}} = V_{\max}; unkompetitif, KMapp=KM/α′K_M^{\mathrm{app}} = K_M/\alpha', Vapp=Vmax⁡/α′V^{\mathrm{app}} = V_{\max}/\alpha'; campuran, KMapp=αKM/α′K_M^{\mathrm{app}} = \alpha K_M/\alpha', Vapp=Vmax⁡/α′V^{\mathrm{app}} = V_{\max}/\alpha'.

Bukti. Kasus campuran (kasus-kasus lainnya adalah limitnya, Ki′→∞K_i' \to \infty dan Ki→∞K_i \to \infty): enzim terbagi di antara E, EI, ES, dan ESI dengan [EI]=[E][I]/Ki[\mathrm{EI}] = [\mathrm E][\mathrm I]/K_i, [ESI]=[ES][I]/Ki′[\mathrm{ESI}] = [\mathrm{ES}][\mathrm I]/K_i' dan keadaan tunak [E][S]=KM[ES][\mathrm E][\mathrm S] = K_M[\mathrm{ES}]. Jadi [E]0=[E]α+[ES]α′=[ES](αKM/[S]+α′)[\mathrm E]_0 = [\mathrm E]\alpha + [\mathrm{ES}]\alpha' = [\mathrm{ES}](\alpha K_M/[\mathrm S] + \alpha') dan v=k2[ES]=Vmax⁡[S]/(αKM+α′[S])v = k_2[\mathrm{ES}] = V_{\max}[\mathrm S]/(\alpha K_M + \alpha'[\mathrm S]); membagi pembilang dan penyebut dengan α′\alpha' memberikan bentuk yang dinyatakan. ∎

Metode 13.16 (Mengenali jenis inhibisi)

  1. Ukurlah v([S])v([\mathrm S]) pada beberapa konsentrasi inhibitor dan gambarlah garis-garis Lineweaver–Burk-nya.
  2. Garis-garis yang bertemu pada sumbu 1/v1/v (Vmax⁡V_{\max} sama): kompetitif; substrat yang sangat berlebih mengalahkan inhibitornya.
  3. Garis-garis sejajar (kemiringan KM/Vmax⁡K_M/V_{\max} tidak berubah): unkompetitif.
  4. Garis-garis yang bertemu di sebelah kiri sumbu 1/v1/v: campuran.
  5. Peroleh KiK_i dengan mencocokkan tetapan-tetapan semu terhadap [I][\mathrm I]: untuk inhibitor kompetitif KMapp=KM+(KM/Ki)[I]K_M^{\mathrm{app}} = K_M + (K_M/K_i)[\mathrm I], sebuah garis lurus.
Kinetika Michaelis–Menten dengan K_M = 0.80\, mM dan V_ = 0.50\, µ M\, s-1 (model): tanpa inhibitor (hitam), inhibitor kompetitif pada [ I] = 2K_i (biru, K_M menjadi tiga kali, V_ sama), dan inhibitor unkompetitif pada [ I] = K_i' (merah, K_M dan V_ menjadi setengahnya). Kanan: garis-garis Lineweaver–Burk; garis kompetitif bertemu dengan garis tanpa inhibisi pada sumbu 1/v, garis unkompetitif sejajar dengannya (1/[ S] dalam mM-1, 1/v dalam s\, µ M-1).
Kinetika Michaelis–Menten dengan KM=0.80 mMK_M = 0.80\,\mathrm{mM} dan Vmax⁡=0.50 µM s−1V_{\max} = 0.50\,\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1} (model): tanpa inhibitor (hitam), inhibitor kompetitif pada [I]=2Ki[\mathrm I] = 2K_i (biru, KMK_M menjadi tiga kali, Vmax⁡V_{\max} sama), dan inhibitor unkompetitif pada [I]=Ki′[\mathrm I] = K_i' (merah, KMK_M dan Vmax⁡V_{\max} menjadi setengahnya). Kanan: garis-garis Lineweaver–Burk; garis kompetitif bertemu dengan garis tanpa inhibisi pada sumbu 1/v1/v, garis unkompetitif sejajar dengannya (1/[S]1/[\mathrm S] dalam mM−1\mathrm{mM}^{-1}, 1/v1/v dalam s µM−1\mathrm{s}\,\text{µ}\mathrm{M}^{-1}).

13.5 Autokatalisis, osilasi, dan reaksi cepat

Definisi 13.17 (Reaksi autokatalitik)

Yang disebut reaksi autokatalitik adalah reaksi yang sebuah produknya mengatalisis pembentukannya sendiri, seperti dalam A+X→2 X\mathrm{A + X \to 2\,X}.

Proposisi 13.18 (Hukum logistik)

Untuk A+X→2 X\mathrm{A + X \to 2\,X} dengan tetapan laju kk dan konsentrasi awal a0a_0 dan x0x_0, dengan N=a0+x0N = a_0 + x_0,

x(t)=N1+(N/x0−1)e−kNt,x(t) = \frac{N}{1 + (N/x_0 - 1)\eu^{-kNt}},

yaitu kurva berbentuk S yang mencapai setengah nilai akhirnya pada t1/2=ln⁡(N/x0−1)/kNt_{1/2} = \ln(N/x_0 - 1)/kN.

Bukti.  ⁣dx/ ⁣dt=kx(N−x)\dd x/\dd t = kx(N - x), karena a=N−xa = N - x. Dengan memisahkan variabel,  ⁣dxx(N−x)=1N(1x+1N−x) ⁣dx=k  ⁣dt\frac{\dd x}{x(N - x)} = \frac1N\bigl(\frac1x + \frac{1}{N - x}\bigr)\dd x = k\,\dd t, sehingga ln⁡xN−x=kNt+ln⁡x0N−x0\ln\frac{x}{N - x} = kNt + \ln\frac{x_0}{N - x_0}, yang dapat disusun ulang menjadi bentuk yang dinyatakan; x=N/2x = N/2 ketika (N/x0−1)e−kNt=1(N/x_0 - 1)\eu^{-kNt} = 1. ∎

Definisi 13.19 (Reaksi berosilasi, siklus limit)

Yang disebut reaksi berosilasi adalah reaksi yang konsentrasi zat-zat antaranya naik dan turun secara periodik sementara reaksi keseluruhannya berlangsung menuju kesetimbangan. Yang disebut siklus limit adalah trayektori tertutup dalam ruang konsentrasi yang didekati oleh trayektori-trayektori di sekitarnya, sehingga osilasinya mempunyai amplitudo yang tidak bergantung pada titik awal.

Teorema 13.20 (Model Lotka–Volterra)

Untuk skema autokatalitik A+X→2 X\mathrm{A + X \to 2\,X}, X+Y→2 Y\mathrm{X + Y \to 2\,Y}, Y→B\mathrm{Y \to B} dengan A dibuat tetap, konsentrasi-konsentrasinya mematuhi x˙=x(a−by)\dot x = x(a - by), y˙=y(dx−c)\dot y = y(dx - c) dengan tetapan-tetapan positif, dan besaran

V=dx−cln⁡x+by−aln⁡yV = dx - c\ln x + by - a\ln y

tetap sepanjang setiap trayektori: trayektori-trayektori itu berupa kurva tertutup di sekitar keadaan tunak (c/d,a/b)(c/d, a/b), dan konsentrasi-konsentrasinya berosilasi dengan amplitudo yang ditentukan oleh titik awal.

Bukti. V˙=(d−c/x)x˙+(b−a/y)y˙=(dx−c)(a−by)+(by−a)(dx−c)=0\dot V = (d - c/x)\dot x + (b - a/y)\dot y = (dx - c)(a - by) + (by - a)(dx - c) = 0. VV adalah jumlah dua fungsi cembung dengan satu minimum di (c/d,a/b)(c/d, a/b), sehingga kurva-kurva ketinggiannya merupakan kurva tertutup di sekitar titik itu; sebuah trayektori tetap berada pada salah satunya dan, karena kecepatannya tidak pernah lenyap di tempat lain, mengitarinya secara periodik. ∎

Osilasi Lotka–Volterra rapuh: setiap titik awal memberikan orbitnya sendiri, dan gangguan apa pun memindahkan sistem ke orbit lain. Osilator kimia yang nyata mempunyai siklus limit, yang memerlukan ketaklinearan yang membuat keadaan tunaknya tidak stabil.

Proposisi 13.21 (Ketakstabilan Brusselator)

Model X˙=A−(B+1)X+X2Y\dot X = A - (B + 1)X + X^2Y, Y˙=BX−X2Y\dot Y = BX - X^2Y (konsentrasi tereduksi, AA dan BB dibuat tetap) mempunyai keadaan tunak tunggal (A,B/A)(A, B/A), yang stabil jika B<1+A2B < 1 + A^2 dan tidak stabil jika B>1+A2B > 1 + A^2; sistem itu lalu menetap pada sebuah siklus limit.

Bukti. Dengan menetapkan kedua turunan sama dengan nol: BX=X2YBX = X^2Y memberikan XY=BXY = B, lalu A−X=0A - X = 0. Matriks Jacobi pada (A,B/A)(A, B/A) adalah

(−(B+1)+2XYX2B−2XY−X2)=(B−1A2−B−A2),\begin{pmatrix} -(B + 1) + 2XY & X^2 \\ B - 2XY & -X^2 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} B - 1 & A^2 \\ -B & -A^2 \end{pmatrix},

dengan jejak B−1−A2B - 1 - A^2 dan determinan A2>0A^2 > 0. Simpangan kecil berkembang sebagai eλt\eu^{\lambda t} dengan λ\lambda nilai-nilai eigen, yang hasil kalinya sama dengan determinan (positif) dan jumlahnya sama dengan jejak: keduanya mempunyai bagian real negatif jika jejaknya negatif, dan bagian real positif jika jejaknya positif. Keberadaan siklus limit untuk B>1+A2B > 1 + A^2 (trayektori-trayektorinya terkurung dalam daerah yang terbatas) diterima tanpa bukti. ∎

Metode 13.22 (Kestabilan linear sebuah keadaan tunak)

  1. Carilah keadaan tunak dengan menetapkan semua turunan terhadap waktu sama dengan nol.
  2. Hitunglah matriks Jacobi turunan-turunan parsial laju di titik itu.
  3. Untuk dua variabel: stabil jika jejaknya negatif dan determinan positif; keadaan tidak stabil dengan nilai eigen kompleks (tr2<4det⁡\mathrm{tr}^2 < 4\det) memberikan osilasi yang membesar, calon siklus limit.
Atas: Brusselator (A = 1, B = 3 > 1 + A2) menetap dalam osilasi berkelanjutan dengan periode 7.2 (waktu tereduksi). Kiri bawah: dua trayektori, satu berawal di dekat keadaan tunak yang tidak stabil (titik) dan satu jauh di luarnya, melilit ke siklus limit yang sama. Kanan bawah: orbit-orbit Lotka–Volterra, masing-masing ditentukan oleh titik awalnya, di sekitar keadaan tunak (titik).
Atas: Brusselator (A=1A = 1, B=3>1+A2B = 3 > 1 + A^2) menetap dalam osilasi berkelanjutan dengan periode 7.2 (waktu tereduksi). Kiri bawah: dua trayektori, satu berawal di dekat keadaan tunak yang tidak stabil (titik) dan satu jauh di luarnya, melilit ke siklus limit yang sama. Kanan bawah: orbit-orbit Lotka–Volterra, masing-masing ditentukan oleh titik awalnya, di sekitar keadaan tunak (titik).

Reaksi Belousov–Zhabotinsky, yaitu oksidasi asam malonat oleh bromat yang dikatalisis serium atau indikator feroin, berlangsung melalui siklus semacam itu: produksi HBrOX2\ce{HBrO2} secara autokatalitik menyala ketika bromida turun di bawah suatu ambang, mengoksidasi katalis (perubahan warna), lalu padam ketika katalis yang teroksidasi membentuk kembali bromida. Tanpa diaduk, dalam lapisan tipis, osilasi itu merambat sebagai gelombang.

Gelombang spiral reaksi Belousov–Zhabotinsky dalam lapisan tipis larutan: setiap muka gelombang biru adalah gelombang oksidasi katalis, yang merambat ke dalam medium tereduksi (merah) dan tidak dapat masuk kembali ke daerah yang baru saja ditinggalkannya.
Gelombang spiral reaksi Belousov–Zhabotinsky dalam lapisan tipis larutan: setiap muka gelombang biru adalah gelombang oksidasi katalis, yang merambat ke dalam medium tereduksi (merah) dan tidak dapat masuk kembali ke daerah yang baru saja ditinggalkannya.

Definisi 13.23 (Metode relaksasi, waktu relaksasi kimia)

Yang disebut metode relaksasi adalah metode yang mengganggu sebuah sistem dalam kesetimbangan secara mendadak (dengan lonjakan suhu, tekanan, atau medan listrik) lalu mengikuti kembalinya ke kesetimbangan yang baru. Untuk gangguan yang kecil, simpangannya meluruh secara eksponensial, dengan waktu relaksasi kimia τ\tau.

Proposisi 13.24 (Waktu relaksasi sebuah asosiasi)

Untuk A+B⇌C\mathrm{A + B \rightleftharpoons C} (k1k_1, k−1k_{-1}), setelah gangguan kecil,

1τ=k1([A]e+[B]e)+k−1.\frac1\tau = k_1([\mathrm A]_e + [\mathrm B]_e) + k_{-1} .

Bukti. Tuliskan [C]=[C]e+x[\mathrm C] = [\mathrm C]_e + x, [A]=[A]e−x[\mathrm A] = [\mathrm A]_e - x, [B]=[B]e−x[\mathrm B] = [\mathrm B]_e - x. Maka x˙=k1([A]e−x)([B]e−x)−k−1([C]e+x)\dot x = k_1([\mathrm A]_e - x)([\mathrm B]_e - x) - k_{-1}([\mathrm C]_e + x); suku-suku tanpa xx saling meniadakan pada kesetimbangan, dan dengan membuang x2x^2: x˙=−[k1([A]e+[B]e)+k−1]x\dot x = -[k_1([\mathrm A]_e + [\mathrm B]_e) + k_{-1}]x. ∎

Mengukur τ\tau pada beberapa konsentrasi memberikan garis 1/τ1/\tau terhadap [A]e+[B]e[\mathrm A]_e + [\mathrm B]_e yang kemiringannya k1k_1 dan perpotongannya k−1k_{-1}: kedua tetapan itu diperoleh dari eksperimen pada sistem yang tidak pernah meninggalkan kesetimbangan lebih dari beberapa persen. Manfred Eigen mengukur dengan cara ini reaksi-reaksi tercepat dalam larutan, di antaranya penetralan HX3OX+\ce{H3O+} oleh OHX−\ce{OH-}.

Relaksasi A + B C setelah lonjakan suhu yang menurunkan tetapan kesetimbangannya sebesar 5 % (model: k_1 = 1.0 × 108\, L\, mol-1\, s-1, k_-1 = 1.0 × 103\, s-1, seluruhnya 1.0 × 10-4\, mol/ L A dan B): persamaan laju lengkap dan eksponensial dengan 1/ = k_1([ A]_e + [ B]_e) + k_-1 berimpit.
Relaksasi A+B⇌C\mathrm{A + B \rightleftharpoons C} setelah lonjakan suhu yang menurunkan tetapan kesetimbangannya sebesar 5 % (model: k1=1.0×108 L mol−1 s−1k_1 = 1.0 \times 10^{8}\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}, k−1=1.0×103 s−1k_{-1} = 1.0 \times 10^{3}\,\mathrm{s}^{-1}, seluruhnya 1.0×10−4 mol/L1.0 \times 10^{-4}\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} A dan B): persamaan laju lengkap dan eksponensial dengan 1/τ=k1([A]e+[B]e)+k−11/\tau = k_1([\mathrm A]_e + [\mathrm B]_e) + k_{-1} berimpit.

Definisi 13.25 (Aliran terhenti, fotolisis kilat)

Yang disebut metode aliran terhenti adalah metode yang mencampur dua larutan pereaksi dalam sekitar satu milidetik dengan mendorongnya melalui sebuah pencampur ke dalam sel pengamatan, lalu menghentikan alirannya dan merekam absorbans atau fluoresensinya. Yang disebut fotolisis kilat adalah metode yang membentuk spesies reaktif dengan pulsa cahaya singkat yang kuat lalu mengikuti reaksi-reaksinya dengan berkas cahaya kedua yang ditunda.

Peralatan aliran terhenti. Pendorong menekan dua semprit; larutan-larutan bertemu di pencampur dan mengisi sel pengamatan dalam sekitar satu milidetik; penghisap semprit penghenti membentur sebuah penahan, aliran berhenti, dan detektor merekam reaksi larutan yang baru dicampur.
Peralatan aliran terhenti. Pendorong menekan dua semprit; larutan-larutan bertemu di pencampur dan mengisi sel pengamatan dalam sekitar satu milidetik; penghisap semprit penghenti membentur sebuah penahan, aliran berhenti, dan detektor merekam reaksi larutan yang baru dicampur.
Rekaman semburan aliran terhenti (data soal akhir pekan): produk pertama enzim dua tahap muncul dalam semburan cepat yang diikuti garis lurus; garis putus-putus mengekstrapolasi keadaan tunak kembali ke t = 0.
Rekaman semburan aliran terhenti (data soal akhir pekan): produk pertama enzim dua tahap muncul dalam semburan cepat yang diikuti garis lurus; garis putus-putus mengekstrapolasi keadaan tunak kembali ke t=0t = 0.

Di laboratorium — Sebuah pengukuran aliran terhenti

Kedua semprit diisi dengan larutan enzim dan larutan substrat dalam bufer yang sama, ditermostatkan, lalu ditembakkan beberapa kali untuk membilas sel sebelum tembakan-tembakan yang direkam; setiap rekaman dirata-ratakan atas lima sampai sepuluh tembakan. Waktu mati, yaitu umur campuran ketika pengamatan dimulai, diukur sekali dengan reaksi yang lajunya diketahui.

Keselamatan

Bromin: cairan merah kecokelatan yang mudah menguap dan berat; fatal jika terhirup, menyebabkan luka bakar parah, sangat beracun bagi kehidupan akuatik. Hanya ditangani di lemari asam, dengan sarung tangan dan pelindung wajah; larutan natrium tiosulfat disiapkan di dekatnya untuk mereduksi tumpahan.

Sejarah — Bodenstein dan Belousov

Max Bodenstein dan Samuel Lind mengukur hukum laju hidrogen–bromin pada tahun 1906; Jens Christiansen, Karl Herzfeld, dan Michael Polanyi menjelaskannya pada tahun 1919 dengan mekanisme berantai dalam bab ini. Boris Belousov, seorang biokimiawan di Moskwa, menemukan reaksi berosilasinya sekitar tahun 1951 ketika mencari model kimia untuk sebuah siklus metabolik; naskahnya ditolak, dan hanya sebuah abstrak singkat yang terbit pada tahun 1959. Anatol Zhabotinsky melanjutkan kajian reaksi itu pada tahun 1960-an dan menjelaskannya; mekanisme lengkapnya disusun pada awal tahun 1970-an.

13.6 Latihan

Latihan 13.1 ★

Untuk rantai ClX2→2 Cl\ce{Cl2 -> 2 Cl}, Cl+HX2→HCl+H\ce{Cl + H2 -> HCl + H}, H+ClX2→HCl+Cl\ce{H + Cl2 -> HCl + Cl}, 2 Cl→ClX2\ce{2 Cl -> Cl2}, namailah setiap tahap dan pembawa-pembawa rantainya, lalu tuliskan reaksi keseluruhannya.

Solusi

Solusi Latihan 13.1.

ClX2→2 Cl\ce{Cl2 -> 2 Cl}: inisiasi; Cl+HX2→HCl+H\ce{Cl + H2 -> HCl + H} dan H+ClX2→HCl+Cl\ce{H + Cl2 -> HCl + Cl}: propagasi; 2 Cl→ClX2\ce{2 Cl -> Cl2}: terminasi. Pembawa: Cl dan H. Reaksi keseluruhan (jumlah kedua tahap propagasi): HX2+ClX2→2 HCl\ce{H2 + Cl2 -> 2 HCl}.

Latihan 13.2 ★

Sebuah sistem Lindemann mempunyai k2=1.0×107 s−1k_2 = 1.0 \times 10^{7}\,\mathrm{s}^{-1} dan k−1=1.0×1010 L mol−1 s−1k_{-1} = 1.0 \times 10^{10}\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1} (data latihan). Hitunglah [M]1/2[\mathrm M]_{1/2} dan tekanan yang bersesuaian pada 750 K750\,\mathrm{K}.

Solusi

Solusi Latihan 13.2.

[M]1/2=k2/k−1=1.0×10−3 mol/L=1.0 mol/m3[\mathrm M]_{1/2} = k_2/k_{-1} = 1.0 \times 10^{-3}\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} = 1.0\,\mathrm{mol}/\mathrm{m}^{3}; p=cRT=1.0×8.314×750=6.2 kPap = cRT = 1.0 \times 8.314 \times 750 = 6.2\,\mathrm{kPa}.

Latihan 13.3 ★

Nyatakan v/Vmax⁡v/V_{\max} pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M, 3KM3K_M dan 9KM9K_M. Konsentrasi berapa yang memberikan 90 % dari Vmax⁡V_{\max}?

Solusi

Solusi Latihan 13.3.

v/Vmax⁡=[S]/(KM+[S])v/V_{\max} = [\mathrm S]/(K_M + [\mathrm S]): 12\frac12, 34\frac34, 910\frac{9}{10}. 90 % dari Vmax⁡V_{\max} memerlukan [S]=9KM[\mathrm S] = 9K_M.

Latihan 13.4 ★

Sebuah enzim mempunyai kcat=100 s−1k_{\mathrm{cat}} = 100\,\mathrm{s}^{-1} dan KM=0.80 mMK_M = 0.80\,\mathrm{mM}. Hitunglah tetapan spesifisitasnya dan bandingkan dengan batas difusi dalam air, 7.4×109 L mol−1 s−17.4 \times 10^{9}\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}, serta dengan nilai khas 10510^5 L mol−1 s−1\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}.

Solusi

Solusi Latihan 13.4.

kcat/KM=100/0.80×10−3=1.25×105 L mol−1 s−1k_{\mathrm{cat}}/K_M = 100/0.80 \times 10^{-3} = 1.25 \times 10^{5}\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}: sekitar 60 000 kali di bawah batas difusi, dan dekat dengan nilai khasnya.

Latihan 13.5 ★★

Dekomposisi CHX3CHO→CHX4+CO\ce{CH3CHO -> CH4 + CO} diusulkan berlangsung melalui: CHX3CHO→CHX3+CHO\ce{CH3CHO -> CH3 + CHO} (k1k_1); CHX3+CHX3CHO→CHX4+CHX3CO\ce{CH3 + CH3CHO -> CH4 + CH3CO} (k2k_2); CHX3CO→CHX3+CO\ce{CH3CO -> CH3 + CO} (k3k_3); 2 CHX3→CX2HX6\ce{2 CH3 -> C2H6} (k4k_4). Tunjukkan bahwa laju pembentukan metana adalah k2(k1/2k4)1/2[CHX3CHO]3/2k_2(k_1/2k_4)^{1/2}[\ce{CH3CHO}]^{3/2}.

Solusi

Solusi Latihan 13.5.

Pendekatan keadaan tunak untuk CHX3CO\ce{CH3CO} memberikan k2[CHX3][CHX3CHO]=k3[CHX3CO]k_2[\ce{CH3}][\ce{CH3CHO}] = k_3[\ce{CH3CO}]. Keadaan tunak untuk CHX3\ce{CH3}: k1[CHX3CHO]−k2[CHX3][CHX3CHO]+k3[CHX3CO]−2k4[CHX3]2=0k_1[\ce{CH3CHO}] - k_2[\ce{CH3}][\ce{CH3CHO}] + k_3[\ce{CH3CO}] - 2k_4[\ce{CH3}]^2 = 0. Dengan menjumlahkan: k1[CHX3CHO]=2k4[CHX3]2k_1[\ce{CH3CHO}] = 2k_4[\ce{CH3}]^2, sehingga [CHX3]=(k1/2k4)1/2[CHX3CHO]1/2[\ce{CH3}] = (k_1/2k_4)^{1/2}[\ce{CH3CHO}]^{1/2}, dan  ⁣d[CHX4]/ ⁣dt=k2[CHX3][CHX3CHO]=k2(k1/2k4)1/2[CHX3CHO]3/2\dd[\ce{CH4}]/\dd t = k_2[\ce{CH3}][\ce{CH3CHO}] = k_2(k_1/2k_4)^{1/2}[\ce{CH3CHO}]^{3/2}.

Latihan 13.6 ★★

Dimulai dari konsentrasi HX2\ce{H2} dan BrX2\ce{Br2} yang sama, dengan k′=0.10k' = 0.10, dengan faktor berapa lajunya telah turun ketika setengah bromin terpakai? Berapa bagian dari penurunan itu yang disebabkan oleh inhibisi?

Solusi

Solusi Latihan 13.6.

Pada setengah konversi [HX2]=[BrX2]=12[\ce{H2}] = [\ce{Br2}] = \frac12, [HBr]=1[\ce{HBr}] = 1 (satuan relatif): v/v0=12×(12)1/2/(1+0.10×1/0.5)=0.354/1.2=0.29v/v_0 = \frac12 \times (\frac12)^{1/2}/(1 + 0.10 \times 1/0.5) = 0.354/1.2 = 0.29. Tanpa inhibisi nilainya 0.354: inhibisi membagi lajunya lebih lanjut dengan 1.2.

Latihan 13.7 ★★

Dalam sebuah model campuran hidrogen–oksigen (data latihan), percabangan mempunyai tetapan laju f=1000 pf = 1000\,p, terminasi di dinding 6000/p6000/p, dan terminasi tiga benda 10 p210\,p^2, semuanya dalam s−1\mathrm{s}^{-1} dengan pp dalam kPa. Carilah rentang tekanan tempat campuran itu meledak.

Solusi

Solusi Latihan 13.7.

Ledakan terjadi jika 1000p>6000/p+10p21000p > 6000/p + 10p^2, yaitu 10p3−1000p2+6000<010p^3 - 1000p^2 + 6000 < 0, yang akar-akar positifnya 2.48 dan 99.9 kPa99.9\,\mathrm{kPa}: campuran itu meledak antara sekitar 2.5 dan 100 kPa100\,\mathrm{kPa} (batas pertama dan kedua model itu).

Latihan 13.8 ★★

Laju awal adalah 0.20 µM s−10.20\,\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1} pada [S]=0.50 mM[\mathrm S] = 0.50\,\mathrm{mM} dan 0.40 µM s−10.40\,\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1} pada 2.0 mM2.0\,\mathrm{mM}. Carilah KMK_M dan Vmax⁡V_{\max}.

Solusi

Solusi Latihan 13.8.

1/v=1/Vmax⁡+(KM/Vmax⁡)/[S]1/v = 1/V_{\max} + (K_M/V_{\max})/[\mathrm S]: 5.0=1/Vmax⁡+2.0KM/Vmax⁡5.0 = 1/V_{\max} + 2.0K_M/V_{\max} dan 2.5=1/Vmax⁡+0.5KM/Vmax⁡2.5 = 1/V_{\max} + 0.5K_M/V_{\max}. Dengan mengurangkan: KM/Vmax⁡=1.667 s mM µM−1K_M/V_{\max} = 1.667\,\mathrm{s}\,\mathrm{mM}\,\text{µ}\mathrm{M}^{-1}, lalu 1/Vmax⁡=1.6671/V_{\max} = 1.667: Vmax⁡=0.60 µM s−1V_{\max} = 0.60\,\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1}, KM=1.0 mMK_M = 1.0\,\mathrm{mM}.

Latihan 13.9 ★★

Dengan 50 µM50\,\text{µ}\mathrm{M} sebuah inhibitor, garis Lineweaver–Burk sebuah enzim (KM=0.80 mMK_M = 0.80\,\mathrm{mM}) bertemu dengan garis tanpa inhibisi pada sumbu 1/v1/v dan memotong sumbu 1/[S]1/[\mathrm S] pada −0.417 mM−1-0.417\,\mathrm{mM}^{-1}. Kenalilah jenis inhibisinya dan hitunglah KiK_i.

Solusi

Solusi Latihan 13.9.

Perpotongan yang sama pada sumbu 1/v1/v: kompetitif. KMapp=1/0.417=2.40 mM=3KMK_M^{\mathrm{app}} = 1/0.417 = 2.40\,\mathrm{mM} = 3K_M, sehingga 1+50/Ki=31 + 50/K_i = 3 dan Ki=25 µMK_i = 25\,\text{µ}\mathrm{M}.

Latihan 13.10 ★★★

Untuk A+X→2 X\mathrm{A + X \to 2\,X} dengan k=0.50 L mol−1 s−1k = 0.50\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}, a0=1.00 mol/La_0 = 1.00\,\mathrm{mol}/\mathrm{L} dan x0=0.010 mol/Lx_0 = 0.010\,\mathrm{mol}/\mathrm{L}, hitunglah waktu ketika setengah jumlah akhir X telah terbentuk, dan waktu laju maksimum.

Solusi

Solusi Latihan 13.10.

N=1.01 mol/LN = 1.01\,\mathrm{mol}/\mathrm{L}: t1/2=ln⁡(1.01/0.010−1)/(0.50×1.01)=ln⁡100/0.505=9.1 st_{1/2} = \ln(1.01/0.010 - 1)/(0.50 \times 1.01) = \ln100/0.505 = 9.1\,\mathrm{s}. Laju kx(N−x)kx(N - x) paling besar pada x=N/2x = N/2: saat yang sama, titik belok kurva S itu.

Latihan 13.11 ★★★

Untuk Brusselator dengan A=1A = 1, hitunglah nilai-nilai eigen matriks Jacobi pada keadaan tunak untuk B=1.5B = 1.5 dan B=2.5B = 2.5, lalu gambarkan perilaku di dekat keadaan tunak pada masing-masing kasus.

Solusi

Solusi Latihan 13.11.

Trace B−2B - 2, determinan 1. B=1.5B = 1.5: λ=−0.25±0.968i\lambda = -0.25 \pm 0.968\iu, fokus stabil (osilasi teredam menuju keadaan tunak). B=2.5B = 2.5: λ=0.25±0.968i\lambda = 0.25 \pm 0.968\iu, fokus tidak stabil: osilasinya membesar sampai mencapai siklus limit.

Latihan 13.12 ★★★

Untuk A+B⇌C\mathrm{A + B \rightleftharpoons C} dengan k1=1.0×108 L mol−1 s−1k_1 = 1.0 \times 10^{8}\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1} dan k−1=1.0×103 s−1k_{-1} = 1.0 \times 10^{3}\,\mathrm{s}^{-1}, serta [A]e=[B]e=2.70×10−5 mol/L[\mathrm A]_e = [\mathrm B]_e = 2.70 \times 10^{-5}\,\mathrm{mol}/\mathrm{L}, hitunglah τ\tau. Bagaimana kedua tetapan laju itu dapat diperoleh hanya dari pengukuran relaksasi?

Solusi

Solusi Latihan 13.12.

1/τ=1.0×108×5.40×10−5+1.0×103=6.4×103 s−11/\tau = 1.0 \times 10^{8} \times 5.40 \times 10^{-5} + 1.0 \times 10^{3} = 6.4 \times 10^{3}\,\mathrm{s}^{-1}, τ=156 µs\tau = 156\,\text{µ}\mathrm{s}. Ukurlah τ\tau pada beberapa konsentrasi total: 1/τ1/\tau terhadap [A]e+[B]e[\mathrm A]_e + [\mathrm B]_e adalah garis lurus dengan kemiringan k1k_1 dan perpotongan k−1k_{-1}.

13.7 Soal: Sebuah Enzim, Sebuah Inhibitor, dan Sebuah Dosis

Soal 13.1

Soal akhir pekan — sebuah enzim, sebuah inhibitor, dan sebuah dosis: parameter Michaelis–Menten dengan kuadrat terkecil, tetapan inhibisi sebuah inhibitor kompetitif, aktivitas yang tersisa pada dosis tertentu, dan semburan aliran terhenti

Sebuah enzim ([E]0=5.0 nM[\mathrm E]_0 = 5.0\,\mathrm{nM} dalam pengujian) menghidrolisis substratnya; laju-laju awalnya (data soal):

[S][\mathrm S] / mM0.100.200.400.801.603.206.40
vv / µM s−1\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1}0.05660.09810.1690.2470.3400.3970.447

Dengan adanya sebuah inhibitor, pencocokan yang sejenis memberikan Vmax⁡V_{\max} yang tidak berubah dan KMK_M semu: 0.79, 1.47, 2.38 dan 4.02 mM4.02\,\mathrm{mM} pada [I]=0[\mathrm I] = 0, 20, 50 dan 100 µM100\,\text{µ}\mathrm{M}. Eksperimen aliran terhenti dengan [E]0=2.0 µM[\mathrm E]_0 = 2.0\,\text{µ}\mathrm{M} dan substrat jenuh memberikan rekaman semburan pada gambar subbab 5 (semburan sebesar 1.28 µM1.28\,\text{µ}\mathrm{M} dengan tetapan laju 625 s−1625\,\mathrm{s}^{-1}, lalu 200 µM s−1200\,\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1}).

Bagian I — KMK_M dan Vmax⁡V_{\max}.

  1. Mengapa laju awal yang dipakai?
  2. Gambarlah grafik Lineweaver–Burk; garis kuadrat terkecilnya memberikan KM=0.773 mMK_M = 0.773\,\mathrm{mM} dan Vmax⁡=0.491 µM s−1V_{\max} = 0.491\,\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1}. Titik-titik mana yang mendominasinya?
  3. Mengapa pencocokan taklinear langsung lebih disukai?
  4. Pencocokan taklinear memberikan KM=0.801±0.023 mMK_M = 0.801 \pm 0.023\,\mathrm{mM} dan Vmax⁡=0.502±0.005 µM s−1V_{\max} = 0.502 \pm 0.005\,\text{µ}\mathrm{M}\,\mathrm{s}^{-1}. Apakah nilai-nilai Lineweaver–Burk sesuai dengannya?
  5. Hitunglah kcatk_{\mathrm{cat}}.
  6. Hitunglah tetapan spesifisitasnya.
  7. Bandingkan dengan batas difusi dan dengan enzim yang khas.

Bagian II — Inhibitornya.

  1. Jenis inhibisi apa yang diperlihatkan data itu?
  2. Tuliskan KMappK_M^{\mathrm{app}} sebagai fungsi [I][\mathrm I].
  3. Garis kuadrat terkecil KMappK_M^{\mathrm{app}} terhadap [I][\mathrm I] mempunyai perpotongan 0.799 mM0.799\,\mathrm{mM} dan kemiringan 0.0321 mM µM−10.0321\,\mathrm{mM}\,\text{µ}\mathrm{M}^{-1}. Simpulkan KiK_i.
  4. Galat bakunya 0.9 µM0.9\,\text{µ}\mathrm{M}. Berikan selang 95 % (t=4.30t = 4.30 untuk dua derajat kebebasan).
  5. Apa yang diukur oleh KiK_i?

Bagian III — Aktivitas yang tersisa.

  1. Nyatakan fraksi aktivitas yang tersisa, vi/v0v_i/v_0, sebagai fungsi [S][\mathrm S] dan [I][\mathrm I].
  2. Hitunglah nilainya pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M dan [I]=Ki[\mathrm I] = K_i.
  3. Pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M dan [I]=10Ki[\mathrm I] = 10K_i.
  4. Pada [S]=10KM[\mathrm S] = 10K_M dan [I]=10Ki[\mathrm I] = 10K_i. Berikan komentar.
  5. Tunjukkan bahwa inhibisi 90 % pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M memerlukan [I]=18Ki[\mathrm I] = 18K_i.
  6. Hitunglah konsentrasi itu dengan KiK_i hasil pencocokan.

Bagian IV — Semburan.

  1. Enzim itu bekerja dalam dua tahap, E+S→E−acyl+P1\mathrm{E + S \to E{-}acyl + P_1} (k2k_2) lalu E−acyl→E+P2\mathrm{E{-}acyl \to E + P_2} (k3k_3). Mengapa P1\mathrm P_1 muncul dalam semburan?
  2. Amplitudo semburan adalah [E]0(k2/(k2+k3))2[\mathrm E]_0\bigl(k_2/(k_2 + k_3)\bigr)^2. Simpulkan k2/(k2+k3)k_2/(k_2 + k_3).
  3. Dari kemiringan yang tunak, hitunglah kcatk_{\mathrm{cat}} dan bandingkan dengan Bagian I.
  4. Tetapan laju semburan adalah k2+k3k_2 + k_3. Simpulkan k2k_2 dan k3k_3.
  5. Periksalah bahwa kcat=k2k3/(k2+k3)k_{\mathrm{cat}} = k_2k_3/(k_2 + k_3).
  6. Nyatakan hasilnya: konsentrasi inhibitor yang memberikan inhibisi 90 % pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M.
Solusi

Solusi Soal 13.1.

1. Pada awal reaksi, [S][\mathrm S] diketahui dan produknya, yang dapat menginhibisi atau bereaksi balik, belum ada. 2. Titik-titik dengan [S][\mathrm S] rendah, pada 1/[S]1/[\mathrm S] dan 1/v1/v yang besar: titik-titik itu menentukan kemiringan, dan pembalikan memperbesar galatnya. 3. Pencocokan itu memberi bobot pada setiap laju terukur sebagaimana diukur; garis Lineweaver–Burk memberikan parameter yang terbias. 4. KMK_M: 0.7730.773 terletak 1.2 galat baku di bawah 0.801; Vmax⁡V_{\max}: 0.4910.491 terletak 2.2 galat baku di bawah 0.502. Keduanya rendah, sesuai dengan bias yang diharapkan. 5. kcat=0.502/0.0050=100 s−1k_{\mathrm{cat}} = 0.502/0.0050 = 100\,\mathrm{s}^{-1}. 6. 100/0.801×10−3=1.25×105 L mol−1 s−1100/0.801 \times 10^{-3} = 1.25 \times 10^{5}\,\mathrm{L}\,\mathrm{mol}^{-1}\,\mathrm{s}^{-1}. 7. Sekitar 60 000 kali di bawah batas difusi; enzim yang khas. 8. Kompetitif: Vmax⁡V_{\max} tidak berubah, KMK_M semu tumbuh bersama [I][\mathrm I]. 9. KMapp=KM(1+[I]/Ki)=KM+(KM/Ki)[I]K_M^{\mathrm{app}} = K_M(1 + [\mathrm I]/K_i) = K_M + (K_M/K_i)[\mathrm I]. 10. Ki=0.799/0.0321=24.9 µMK_i = 0.799/0.0321 = 24.9\,\text{µ}\mathrm{M}. 11. 24.9±4.30×0.9=24.9±3.9 µM24.9 \pm 4.30 \times 0.9 = 24.9 \pm 3.9\,\text{µ}\mathrm{M}. 12. Tetapan disosiasi kompleks enzim–inhibitor: konsentrasi inhibitor yang menempati setengah enzim bebas. 13. vi/v0=(KM+[S])/(KM(1+[I]/Ki)+[S])v_i/v_0 = (K_M + [\mathrm S])/(K_M(1 + [\mathrm I]/K_i) + [\mathrm S]). 14. 2/3=0.672/3 = 0.67. 15. 2/12=0.172/12 = 0.17. 16. 11/21=0.5211/21 = 0.52: pada konsentrasi substrat yang tinggi, substrat mengalahkan inhibitor dalam persaingan. 17. Pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M, vi/v0=2/(2+[I]/Ki)=0.10v_i/v_0 = 2/(2 + [\mathrm I]/K_i) = 0.10 memberikan [I]/Ki=18[\mathrm I]/K_i = 18. 18. 18×24.9=448 µM18 \times 24.9 = 448\,\text{µ}\mathrm{M}. 19. Tahap pertama cepat: setiap molekul enzim dengan cepat melepaskan satu P1\mathrm P_1 dan terperangkap sebagai asil-enzim; sesudahnya P1\mathrm P_1 hanya muncul secepat tahap kedua yang lambat membebaskan enzim. 20. 1.28/2.0=0.64=(k2/(k2+k3))21.28/2.0 = 0.64 = (k_2/(k_2 + k_3))^2, sehingga k2/(k2+k3)=0.80k_2/(k_2 + k_3) = 0.80. 21. 200/2.0=100 s−1200/2.0 = 100\,\mathrm{s}^{-1}, sama dengan pada Bagian I. 22. k2=0.80×625=500 s−1k_2 = 0.80 \times 625 = 500\,\mathrm{s}^{-1}, k3=125 s−1k_3 = 125\,\mathrm{s}^{-1}. 23. 500×125/625=100 s−1500 \times 125/625 = 100\,\mathrm{s}^{-1}. 24. [I]90 %=18Ki≈0.45 mM[\mathrm I]_{90\,\%} = 18K_i \approx 0.45\,\mathrm{mM} pada [S]=KM[\mathrm S] = K_M.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 852 istilah di glosarium