Chemistry · Buku 4 · Bachelor Year 3

Kimia Universitas — Tahun 3

Kimia Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3

6Spektroskopi Rotasi dan Vibrasi

Di sebuah dataran tinggi yang kering, puluhan antena radio mengarah ke sebuah awan gelap di antara bintang-bintang. Di antara frekuensi-frekuensi yang dikumpulkannya terdapat satu frekuensi pada 115.271 GHz115.271\,\mathrm{GHz}: molekul-molekul karbon monoksida, pada suhu beberapa kelvin, yang berpindah dari tingkat rotasi pertamanya ke tingkat terendah. Dari satu angka itu saja seorang kimiawan memperoleh panjang ikatan C–O sampai sepersekian pikometer; dari kuat garis-garis berikutnya, suhu awan itu. Rotasi dan vibrasi molekul adalah pokok bahasan bab ini: tingkat-tingkat energinya, dari rotor dan osilator Bab 1; aturan seleksinya, dari Bab 5; dan apa yang diukur oleh spektrum — panjang ikatan, tetapan gaya, energi disosiasi.

Yang sudah kamu ketahui

Bab 1 memberikan rotor tegar, EJ=J(J+1)ℏ2/2IE_J = J(J+1)\hbar^2/2I dengan degenerasi 2J+12J + 1, dan osilator harmonik, Ev=(v+12)hνE_v = (v + \frac12)h\nu, untuk molekul diatomik dengan massa tereduksi μ\mu. Bab 5 menyatakan aturan seleksi inframerah dan Raman. Jilid Tahun 1 mengukur spektrum inframerah dalam bilangan gelombang dan mendefinisikan polarisabilitas sebuah molekul.

Antena-antena sebuah interferometer radio di sebuah dataran tinggi: antena-antena itu merekam, di antara banyak garis lain, garis-garis rotasi karbon monoksida dari awan antarbintang. Foto ESO/B. Tafreshi (twanight.org), CC BY 4.0.
Antena-antena sebuah interferometer radio di sebuah dataran tinggi: antena-antena itu merekam, di antara banyak garis lain, garis-garis rotasi karbon monoksida dari awan antarbintang. Foto ESO/B. Tafreshi (twanight.org), CC BY 4.0.

6.1 Spektrum rotasi

Definisi 6.1 (Tetapan rotasi, isotopolog)

Yang disebut tetapan rotasi molekul linear adalah B=h/(8π2cI)B = h/(8\pi^2cI), dalam cm−1\mathrm{cm}^{-1} (atau B=h/8π2IB = h/8\pi^2I dalam hertz), sehingga tingkat-tingkat rotasinya adalah F(J)=BJ(J+1)F(J) = BJ(J+1) dalam bilangan gelombang. Molekul-molekul yang hanya berbeda pada isotop atom-atomnya disebut isotopolog (X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O}, X13X2213CX16X2216O\ce{^{13}C^{16}O}); dalam pendekatan Born–Oppenheimer, isotopolog-isotopolog itu mempunyai panjang ikatan dan tetapan gaya yang sama.

Definisi 6.2 (Aturan seleksi umum dan khusus)

Yang disebut aturan seleksi umum adalah aturan yang menyatakan sifat apa yang harus dimiliki sebuah molekul agar memperlihatkan suatu jenis spektrum sama sekali; yang disebut aturan seleksi khusus adalah aturan yang menyatakan perubahan bilangan kuantum mana yang diizinkan.

Proposisi 6.3 (Spektrum rotasi murni)

Sebuah molekul hanya mempunyai spektrum rotasi murni (gelombang mikro) jika molekul itu mempunyai momen dipol permanen; untuk molekul linear, aturan khususnya adalah ΔJ=±1\Delta J = \pm1. Garis-garis serapannya terletak pada

ν~=F(J+1)−F(J)=2B(J+1),J=0,1,2,…,\tilde\nu = F(J+1) - F(J) = 2B(J + 1), \qquad J = 0, 1, 2, \dots,

yang berjarak sama sebesar 2B2B.

Bukti. Interaksi dengan cahaya berlangsung melalui momen dipol: molekul tanpa dipol permanen tidak mempunyai dipol yang berosilasi ketika berputar. Aturan ΔJ=±1\Delta J = \pm1 berasal dari lenyapnya ∫YJ′M′∗cos⁡θ YJM\int Y_{J'M'}^*\cos\theta\,Y_{JM} kecuali jika J′=J±1J' = J \pm 1 (komponen dipol sepanjang zz bertransformasi seperti Y1,0Y_{1,0}), yang diterima tanpa bukti. Lalu B(J+1)(J+2)−BJ(J+1)=2B(J+1)B(J+1)(J+2) - BJ(J+1) = 2B(J+1). ∎

Metode 6.4 (Panjang ikatan dari sebuah garis rotasi)

  1. Dari garis J+1←JJ + 1 \leftarrow J pada frekuensi ν\nu, simpulkan B=ν/2(J+1)B = \nu/2(J+1) (dalam hertz).
  2. Hitunglah momen inersia I=h/8π2BI = h/8\pi^2B.
  3. Dengan massa tereduksi dari massa-massa isotop, r=I/μr = \sqrt{I/\mu}.

Contoh 6.5 (Karbon monoksida)

Garis J=1←0J = 1 \leftarrow 0 dari X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O} terletak pada 115 271.20 MHz115\,271.20\,\mathrm{MHz}: B=57 635.6 MHz=1.922 52 cm−1B = 57\,635.6\,\mathrm{MHz} = 1.922\,52\,\mathrm{cm}^{-1}, I=1.4560×10−46 kg m2I = 1.4560 \times 10^{-46}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}. Dengan μ=12×15.99491/27.99491=6.856 21 u\mu = 12 \times 15.99491/27.99491 = 6.856\,21\,\mathrm{u}, r0=113.09 pmr_0 = 113.09\,\mathrm{pm}. Nilai r0r_0 ini merata-ratakan ikatan atas vibrasi titik nolnya dan sedikit lebih panjang daripada panjang kesetimbangan rer_e (Bagian 6.2).

Definisi 6.6 (Tetapan distorsi sentrifugal)

Ikatan yang berputar akan meregang; tingkat-tingkat energinya menjadi F(J)=BJ(J+1)−DJ2(J+1)2F(J) = BJ(J+1) - DJ^2(J+1)^2, dengan DD yang disebut tetapan distorsi sentrifugal, dan garis-garis 2B(J+1)−4D(J+1)32B(J+1) - 4D(J+1)^3 perlahan-lahan merapat pada JJ yang tinggi.

Proposisi 6.7 (Garis terkuat)

Jika intensitas garis mengikuti populasi tingkat bawah, (2J+1)e−hcBJ(J+1)/kT(2J+1) \eu^{-hcBJ(J+1)/kT}, tingkat yang paling terpopulasi berada di dekat

Jmax⁡≈kT2hcB−12.J_{\max} \approx \sqrt{\frac{kT}{2hcB}} - \frac12.

Bukti. Perlakukan JJ sebagai kontinu lalu turunkan:  ⁣d ⁣dJ[(2J+1)e−aJ(J+1)]=[2−a(2J+1)2]e−aJ(J+1)\frac{\dd}{\dd J}[(2J+1)\eu^{-aJ(J+1)}] = [2 - a(2J+1)^2]\eu^{-aJ(J+1)} dengan a=hcB/kTa = hcB/kT; turunan itu lenyap pada (2J+1)2=2/a(2J + 1)^2 = 2/a. ∎

Spektrum serapan rotasi karbon monoksida, dengan garis-garis berjarak 2B = 3.845\, cm-1 dan intensitas yang diambil sebagai populasi tingkat bawah, pada 30\, K (biru) dan 300\, K (merah, sedikit digeser agar terlihat), setiap suhu diskalakan terhadap garis terkuatnya. Pada 30\, K garis terkuat adalah J = 3 2; pada 300\, K, J = 8 7.
Spektrum serapan rotasi karbon monoksida, dengan garis-garis berjarak 2B=3.845 cm−12B = 3.845\,\mathrm{cm}^{-1} dan intensitas yang diambil sebagai populasi tingkat bawah, pada 30 K30\,\mathrm{K} (biru) dan 300 K300\,\mathrm{K} (merah, sedikit digeser agar terlihat), setiap suhu diskalakan terhadap garis terkuatnya. Pada 30 K30\,\mathrm{K} garis terkuat adalah J=3←2J = 3 \leftarrow 2; pada 300 K300\,\mathrm{K}, J=8←7J = 8 \leftarrow 7.

6.2 Vibrasi ikatan nyata

Ikatan yang nyata tidak mematuhi hukum Hooke jauh dari kesetimbangan: ikatan itu melunak ketika diregangkan, lalu putus.

Definisi 6.8 (Potensial Morse)

Yang disebut potensial Morse adalah V(r)=De[1−e−β(r−re)]2V(r) = D_e[1 - \eu^{-\beta(r - r_e)}]^2: harmonik di dekat rer_e (tetapan gaya 2β2De2\beta^2D_e), dan menuju batas disosiasi DeD_e pada rr yang besar.

Proposisi 6.9 (Tingkat energi osilator Morse)

Dalam bilangan gelombang, tingkat-tingkat vibrasi osilator Morse adalah

G(v)=ω~e(v+12)−ω~exe(v+12)2,ω~exe=ω~e24De,G(v) = \tilde\omega_e(v + \tfrac12) - \tilde\omega_ex_e(v + \tfrac12)^2, \qquad \tilde\omega_ex_e = \frac{\tilde\omega_e^2}{4D_e},

sebuah tangga yang anak tangganya makin merapat dan berakhir pada vmax⁡=⌊ω~e/2ω~exe−12⌋v_{\max} = \lfloor\tilde\omega_e/ 2\tilde\omega_ex_e - \frac12\rfloor.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎

Penyelesaian persamaan Morse dibahas dalam kuliah yang lebih lanjut; tingkat-tingkat energinya diperiksa secara numerik dalam data gambar bab ini.

Definisi 6.10 (Tetapan anharmonisitas, fundamental, overtone, pita panas)

ω~exe\tilde\omega_ex_e adalah tetapan anharmonisitas. Yang disebut transisi fundamental adalah v=1←0v = 1 \leftarrow 0; sebuah overtone adalah v=n←0v = n \leftarrow 0 dengan n≥2n \ge 2, yang lemah karena aturan umum Δv=±1\Delta v = \pm1 osilator harmonik hanya sedikit dilanggar; sebuah pita panas berawal dari tingkat tereksitasi, v=2←1v = 2 \leftarrow 1, dan menguat bersama suhu.

Definisi 6.11 (Energi disosiasi spektroskopis)

Yang disebut energi disosiasi spektroskopis sebuah molekul adalah kedalaman potensialnya, DeD_e, yang diukur dari minimum, atau D0=De−G(0)D_0 = D_e - G(0), yang diukur dari tingkat terendah — per molekul pada 0 K0\,\mathrm{K}, berbeda dengan entalpi disosiasi ikatan dalam jilid Tahun 2, yang merupakan entalpi molar pada 298 K298\,\mathrm{K}.

Akibat 6.12 (DeD_e dan D0D_0 osilator Morse)

De=ω~e2/4ω~exeD_e = \tilde\omega_e^2/4\tilde\omega_ex_e dan D0=De−(12ω~e−14ω~exe)D_0 = D_e - (\frac12\tilde\omega_e - \frac14\tilde\omega_ex_e).

Bukti. Yang pertama adalah hubungan dalam proposisi di atas; yang kedua adalah G(0)G(0). ∎

Proposisi 6.13 (Ekstrapolasi Birge–Sponer)

Selisih-selisih ΔG(v+12)=G(v+1)−G(v)=ω~e−2ω~exe(v+1)\Delta G(v + \frac12) = G(v+1) - G(v) = \tilde\omega_e - 2\tilde\omega_ex_e(v + 1) mengecil secara linear terhadap vv; menjumlahkannya sampai selisih itu lenyap memberikan D0D_0, yaitu luas di bawah grafik ΔG\Delta G terhadap vv.

Bukti. Kurangkan kedua ungkapan GG. D0D_0 adalah energi dari v=0v = 0 sampai batas disosiasi, yaitu jumlah semua selisih itu. ∎

Contoh 6.14 (Hidrogen klorida)

Untuk HX35X2235Cl\ce{H^{35}Cl}, ω~e=2990.95 cm−1\tilde\omega_e = 2990.95\,\mathrm{cm}^{-1} dan ω~exe=52.82 cm−1\tilde\omega_ex_e = 52.82\,\mathrm{cm}^{-1}: fundamentalnya terletak pada ω~e−2ω~exe=2885.3 cm−1\tilde\omega_e - 2\tilde\omega_ex_e = 2885.3\,\mathrm{cm}^{-1} dan overtone pertamanya pada 2ω~e−6ω~exe=5665.0 cm−12\tilde\omega_e - 6\tilde\omega_ex_e = 5665.0\,\mathrm{cm}^{-1}, sedikit kurang dari dua kali fundamental. Model Morse meramalkan De=42 342 cm−1D_e = 42\,342\,\mathrm{cm}^{-1} dan D0=40 860 cm−1D_0 = 40\,860\,\mathrm{cm}^{-1}; D0D_0 yang sebenarnya, dari entalpi pembentukan H, Cl dan HCl pada 0 K0\,\mathrm{K}, adalah 35 760 cm−135\,760\,\mathrm{cm}^{-1} (4.43 eV4.43\,\mathrm{eV}). Potensial yang nyata mendatar lebih cepat daripada kurva Morse yang dicocokkan di bagian dasarnya: ekstrapolasi Birge–Sponer dari tingkat-tingkat terendah menaksir energi disosiasi terlalu tinggi.

Kiri: potensial Morse HCl yang dibangun dari tetapan-tetapan spektroskopinya (garis penuh), parabola harmonik dengan kelengkungan yang sama (garis putus-putus), dan setiap tingkat vibrasi ketiga, yang digambar di antara titik-titik baliknya; tingkat-tingkat itu merapat menuju D_e. Kanan: grafik Birge–Sponer selisih-selisihnya; daerah yang diarsir adalah D_0.
Kiri: potensial Morse HCl\ce{HCl} yang dibangun dari tetapan-tetapan spektroskopinya (garis penuh), parabola harmonik dengan kelengkungan yang sama (garis putus-putus), dan setiap tingkat vibrasi ketiga, yang digambar di antara titik-titik baliknya; tingkat-tingkat itu merapat menuju DeD_e. Kanan: grafik Birge–Sponer selisih-selisihnya; daerah yang diarsir adalah D0D_0.

6.3 Pita rovibrasi

Transisi vibrasi sebuah gas disertai perubahan rotasi, ΔJ=±1\Delta J = \pm1 untuk molekul diatomik dalam keadaan 1Σ{}^1\Sigma.

Definisi 6.15 (Cabang P, Q dan R, asal pita)

Dalam sebuah pita rovibrasi, garis-garis dengan ΔJ=−1\Delta J = -1 membentuk cabang P, garis-garis dengan ΔJ=+1\Delta J = +1 membentuk cabang R, dan garis-garis dengan ΔJ=0\Delta J = 0, jika diizinkan, membentuk cabang Q. Yang disebut asal pita ν~0\tilde\nu_0 adalah selisih energi vibrasi tanpa rotasi.

Teorema 6.16 (Selisih kombinasi)

Dengan tetapan rotasi B0B_0 dan B1B_1 pada tingkat vibrasi bawah dan atas, R(J)=ν~0+B1(J+1)(J+2)−B0J(J+1)R(J) = \tilde\nu_0 + B_1(J+1)(J+2) - B_0J(J+1) dan P(J)=ν~0+B1(J−1)J−B0J(J+1)P(J) = \tilde\nu_0 + B_1(J-1)J - B_0J(J+1), serta

R(J−1)−P(J+1)=4B0(J+12),R(J)−P(J)=4B1(J+12).R(J - 1) - P(J + 1) = 4B_0(J + \tfrac12), \qquad R(J) - P(J) = 4B_1(J + \tfrac12).

Bukti. Kedua rumus pertama berasal dari E=G(v)+BvJ(J+1)E = G(v) + B_vJ(J+1) untuk kedua tingkat. R(J−1)R(J - 1) dan P(J+1)P(J + 1) berakhir pada tingkat atas yang sama, JJ, dari tingkat bawah J−1J - 1 dan J+1J + 1: selisihnya adalah B0[(J+1)(J+2)−(J−1)J]=B0(4J+2)B_0[(J+1)(J+2) - (J-1)J] = B_0(4J + 2). Demikian pula R(J)R(J) dan P(J)P(J) berawal dari tingkat bawah yang sama dan berakhir pada J+1J + 1 dan J−1J - 1. ∎

Metode 6.17 (Menganalisis sebuah pita rovibrasi)

  1. Temukan celahnya: untuk molekul diatomik 1Σ{}^1\Sigma tidak ada cabang Q, dan ν~0\tilde\nu_0 terletak di dalam celah itu, di antara R(0)R(0) dan P(1)P(1).
  2. Nomori garis-garisnya ke arah luar dari celah: R(0),R(1),…R(0), R(1), \dots dan P(1),P(2),…P(1), P(2), \dots.
  3. Gunakan selisih kombinasi untuk memperoleh B0B_0 dan B1B_1 secara terpisah, lalu αe=B0−B1\alpha_e = B_0 - B_1 dan Be=B0+12αeB_e = B_0 + \frac12\alpha_e.
Pita fundamental gas HCl pada 300\, K, dihitung dari tetapan-tetapan spektroskopinya: cabang P dan R di kedua sisi celah pada asal pita. Setiap garis berupa doblet, H35Cl dan H37Cl yang lebih lemah dan sedikit lebih rendah (kelimpahan alami 76 % dan 24 %). Garis-garis R merapat, garis-garis P merenggang, karena B_1 < B_0.
Pita fundamental gas HCl\ce{HCl} pada 300 K300\,\mathrm{K}, dihitung dari tetapan-tetapan spektroskopinya: cabang P dan R di kedua sisi celah pada asal pita. Setiap garis berupa doblet, HX35X2235Cl\ce{H^{35}Cl} dan HX37X2237Cl\ce{H^{37}Cl} yang lebih lemah dan sedikit lebih rendah (kelimpahan alami 76 % dan 24 %). Garis-garis R merapat, garis-garis P merenggang, karena B1<B0B_1 < B_0.

Contoh 6.18 (Tetapan-tetapan HCl\ce{HCl} dari pitanya)

Dengan R(0)=2905.58 cm−1R(0) = 2905.58\,\mathrm{cm}^{-1} dan P(2)=2842.94 cm−1P(2) = 2842.94\,\mathrm{cm}^{-1}, diperoleh 6B0=62.64 cm−16B_0 = 62.64\,\mathrm{cm}^{-1}, sehingga B0=10.440 cm−1B_0 = 10.440\,\mathrm{cm}^{-1}. Dengan R(1)=2925.23R(1) = 2925.23 dan P(1)=2864.43 cm−1P(1) = 2864.43\,\mathrm{cm}^{-1}, B1=10.133 cm−1B_1 = 10.133\,\mathrm{cm}^{-1}. Jadi αe=0.307 cm−1\alpha_e = 0.307\,\mathrm{cm}^{-1} dan Be=10.593 cm−1B_e = 10.593\,\mathrm{cm}^{-1}, yaitu nilai-nilai yang dipakai untuk membangun pita itu: metode ini memperolehnya kembali dengan tepat.

6.4 Spektroskopi Raman

Definisi 6.19 (Hamburan Raman dan Rayleigh)

Ketika cahaya berfrekuensi ν0\nu_0 melewati sebuah sampel, sebagian besar cahaya yang dihamburkan mempertahankan frekuensi ν0\nu_0: inilah hamburan Rayleigh. Sebagian kecil bergeser sebesar frekuensi rotasi atau vibrasi molekul-molekulnya: inilah hamburan Raman. Garis-garis pada frekuensi yang lebih rendah disebut garis Stokes (molekul memperoleh energi), dan pada frekuensi yang lebih tinggi garis anti-Stokes (molekul kehilangan energi).

Proposisi 6.20 (Asal-usul klasik efek Raman)

Jika polarisabilitas molekul yang bervibrasi pada νvib\nu_{\mathrm{vib}} berubah menurut α=α0+α1cos⁡(2πνvibt)\alpha = \alpha_0 + \alpha_1\cos(2\pi\nu_{\mathrm{vib}}t), dipol yang diinduksi oleh medan E0cos⁡(2πν0t)E_0\cos(2\pi\nu_0t) berosilasi pada ν0\nu_0 dan pada ν0±νvib\nu_0 \pm \nu_{\mathrm{vib}}. Sebuah vibrasi hanya aktif Raman jika vibrasi itu mengubah polarisabilitas.

Bukti. Dipol imbasnya adalah μ=αE=α0E0cos⁡(2πν0t)+12α1E0[cos⁡2π(ν0+νvib)t+cos⁡2π(ν0−νvib)t]\mu = \alpha E = \alpha_0E_0\cos(2\pi\nu_0t) + \frac12\alpha_1E_0[\cos2\pi(\nu_0 + \nu_{\mathrm{vib}})t + \cos2\pi(\nu_0 - \nu_{\mathrm{vib}})t], menurut cos⁡acos⁡b=12[cos⁡(a+b)+cos⁡(a−b)]\cos a\cos b = \frac12[\cos(a+b) + \cos(a-b)]. Setiap dipol yang berosilasi memancar pada frekuensinya sendiri; tanpa α1\alpha_1 hanya suku Rayleigh yang tersisa. ∎

Proposisi 6.21 (Garis Raman rotasi)

Molekul linear dengan polarisabilitas anisotrop memperlihatkan garis-garis Raman rotasi dengan ΔJ=±2\Delta J = \pm2, yang tergeser dari garis pengeksitasi sebesar

∣Δν~∣=F(J+2)−F(J)=4B(J+32)=6B,10B,14B,…|\Delta\tilde\nu| = F(J+2) - F(J) = 4B(J + \tfrac32) = 6B, 10B, 14B, \dots

— garis pertama pada 6B6B, lalu jarak antargaris 4B4B.

Bukti. Elipsoid polarisabilitas molekul linear yang berputar kembali ke orientasi yang sama dua kali per putaran, sehingga elipsoid itu memodulasi hamburan pada dua kali frekuensi rotasi: ΔJ=±2\Delta J = \pm2 (aturan kuantumnya diterima tanpa bukti). Lalu B(J+2)(J+3)−BJ(J+1)=B(4J+6)B(J+2)(J+3) - BJ(J+1) = B(4J + 6). ∎

Contoh 6.22 (Nitrogen, dilihat dengan Raman)

NX2\ce{N2} tidak mempunyai dipol dan tidak mempunyai spektrum inframerah maupun gelombang mikro, tetapi polarisabilitasnya anisotrop: garis-garis Raman rotasinya dimulai pada 6B0=11.94 cm−16B_0 = 11.94\,\mathrm{cm}^{-1} dari garis pengeksitasi dan berjarak 7.96 cm−17.96\,\mathrm{cm}^{-1}. Intensitasnya berselang-seling 2:1 antara JJ genap dan ganjil: kedua inti X14X2214N\ce{^{14}N} identik, dan statistik spin inti (Bab 11) memberikan bobot dua kali lipat kepada tingkat-tingkat dengan JJ genap dibandingkan dengan yang ganjil.

Kiri: spektrum Raman rotasi nitrogen yang dihitung pada 300\, K: garis Stokes pada pergeseran positif (kanan), garis anti-Stokes pada pergeseran negatif (kiri, sedikit lebih lemah), dengan selang-seling intensitas 2:1; garis kelabu pada nol menandai garis Rayleigh yang jauh lebih kuat. Kanan: skema energi hamburan Rayleigh dan Stokes melalui sebuah tingkat virtual (bukan keadaan nyata molekul).
Kiri: spektrum Raman rotasi nitrogen yang dihitung pada 300 K300\,\mathrm{K}: garis Stokes pada pergeseran positif (kanan), garis anti-Stokes pada pergeseran negatif (kiri, sedikit lebih lemah), dengan selang-seling intensitas 2:1; garis kelabu pada nol menandai garis Rayleigh yang jauh lebih kuat. Kanan: skema energi hamburan Rayleigh dan Stokes melalui sebuah tingkat virtual (bukan keadaan nyata molekul).

6.5 Molekul poliatomik

Definisi 6.23 (Jenis-jenis rotor)

Molekul dengan tiga momen inersia utama yang sama disebut gasing bola (CHX4\ce{CH4}, SFX6\ce{SF6}); dengan dua yang sama, gasing simetris (NHX3\ce{NH3}, CHClX3\ce{CHCl3}, CX6HX6\ce{C6H6}); dengan ketiganya berbeda, gasing asimetris (HX2O\ce{H2O}, sebagian besar molekul); molekul linear mempunyai satu momen yang bernilai nol.

Gasing bola tidak mempunyai dipol dan tidak mempunyai spektrum rotasi; gasing simetris mempunyai tingkat energi BJ(J+1)+(A−B)K2BJ(J+1) + (A - B)K^2, dengan KK menyatakan momentum sudut terhadap sumbunya, dan garis-garis yang tetap jatuh pada 2B(J+1)2B(J+1) karena ΔK=0\Delta K = 0; gasing asimetris mempunyai spektrum yang tidak teratur, yang dicocokkan dengan komputer. Vibrasi molekul poliatomik adalah modus-modus normalnya, yang ditandai dan diseleksi menurut Bab 5: spektrum inframerah memperlihatkan modus-modus yang bertransformasi seperti xx, yy, zz, masing-masing dengan struktur rotasinya sendiri.

Di laboratorium — Sel gas dalam spektrometer inframerah

Gas HCl\ce{HCl} dimasukkan ke dalam sel sepanjang 10 cm10\,\mathrm{cm} dengan jendela yang tembus cahaya inframerah, di dalam spektrometer transformasi Fourier. Pada resolusi 1 cm−11\,\mathrm{cm}^{-1} cabang P dan R tampak sebagai garis-garis tunggal; pada 0.25 cm−10.25\,\mathrm{cm}^{-1} setiap garis terpecah menjadi doblet HX35X2235Cl\ce{H^{35}Cl}/HX37X2237Cl\ce{H^{37}Cl}, yang berjarak 2 cm−12\,\mathrm{cm}^{-1}. Hidrogen klorida beracun dan korosif: sel itu diisi pada jalur vakum di dalam lemari asam.

Keselamatan

Gas hidrogen klorida: gas bertekanan, korosif terhadap kulit, mata, dan saluran pernapasan, beracun jika terhirup. Hanya ditangani dalam peralatan tertutup atau di lemari asam.

Sejarah — Raman, 1928

Pada tahun 1928, C. V. Raman dan K. S. Krishnan mengamati, pada cahaya matahari yang disaring melalui filter ungu lalu dihamburkan oleh cairan, cahaya redup berwarna lain yang dapat dipisahkan dengan filter hijau yang dipasang bersilangan. Raman menerima Hadiah Nobel Fisika 1930; sumber laser mengubah efek temuannya menjadi teknik analisis rutin lima puluh tahun kemudian.

6.6 Latihan

Latihan 6.1 ★

Dari B0=1.9225 cm−1B_0 = 1.9225\,\mathrm{cm}^{-1} untuk X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O}, hitunglah momen inersia dan panjang ikatan r0r_0.

Solusi

Solusi Latihan 6.1.

I=h/(8π2cB)=6.62607×10−34/(8π2×2.99792×1010×1.9225)=1.4561×10−46 kg m2I = h/(8\pi^2cB) = 6.62607 \times 10^{-34}/(8\pi^2 \times 2.99792 \times 10^{10} \times 1.9225) = 1.4561 \times 10^{-46}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}. μ=6.856 21 u=1.138 50×10−26 kg\mu = 6.856\,21\,\mathrm{u} = 1.138\,50 \times 10^{-26}\,\mathrm{kg}, sehingga r0=I/μ=113.09 pmr_0 = \sqrt{I/\mu} = 113.09\,\mathrm{pm}.

Latihan 6.2 ★

Dengan B0=10.440 cm−1B_0 = 10.440\,\mathrm{cm}^{-1}, berikan posisi keempat garis pertama spektrum rotasi HX35X2235Cl\ce{H^{35}Cl} dan nilai JJ garis terkuat pada 300 K300\,\mathrm{K}.

Solusi

Solusi Latihan 6.2.

2B0(J+1)2B_0(J+1): 20.88, 41.76, 62.64, 83.52 cm−183.52\,\mathrm{cm}^{-1}. Jmax⁡=kT/2hcB−12=208.5/20.88−0.5=2.7J_{\max} = \sqrt{kT/2hcB} - \frac12 = \sqrt{208.5/20.88} - 0.5 = 2.7: tingkat J=3J = 3 paling terpopulasi, dan garis terkuat adalah 4←34 \leftarrow 3 pada 83.5 cm−183.5\,\mathrm{cm}^{-1}.

Latihan 6.3 ★

Manakah di antara HX2\ce{H2}, HCl\ce{HCl}, NX2\ce{N2}, COX2\ce{CO2}, CHX4\ce{CH4}, SFX6\ce{SF6} dan HX2O\ce{H2O} yang memperlihatkan spektrum serapan rotasi murni? Dan spektrum Raman rotasi?

Solusi

Solusi Latihan 6.3.

Serapan gelombang mikro memerlukan dipol permanen: hanya HCl\ce{HCl} dan HX2O\ce{H2O}. Raman rotasi memerlukan polarisabilitas yang anisotrop: HX2\ce{H2}, HCl\ce{HCl}, NX2\ce{N2}, COX2\ce{CO2}, HX2O\ce{H2O}; bukan gasing bola CHX4\ce{CH4} dan SFX6\ce{SF6}.

Latihan 6.4 ★

Berapa fraksi molekul HCl\ce{HCl} yang berada pada v=1v = 1 pada 300 dan 1000 K1000\,\mathrm{K} (fundamental 2885.3 cm−12885.3\,\mathrm{cm}^{-1})? Kapan pita panas mulai terlihat?

Solusi

Solusi Latihan 6.4.

N1/N0=e−hcν~/kTN_1/N_0 = \eu^{-hc\tilde\nu/kT}: pada 300 K300\,\mathrm{K}, e−13.84=9.8×10−7\eu^{-13.84} = 9.8 \times 10^{-7}; pada 1000 K1000\,\mathrm{K}, e−4.15=0.016\eu^{-4.15} = 0.016. Pita panas baru terasa (satu persen dari fundamental) di sekitar 1000 K1000\,\mathrm{K}.

Latihan 6.5 ★★

Fundamental dan overtone pertama HX35X2235Cl\ce{H^{35}Cl} terletak pada 2885.3 dan 5665.0 cm−15665.0\,\mathrm{cm}^{-1}. Simpulkan ω~e\tilde\omega_e dan ω~exe\tilde\omega_ex_e.

Solusi

Solusi Latihan 6.5.

ω~e−2ω~exe=2885.3\tilde\omega_e - 2\tilde\omega_ex_e = 2885.3 dan 2ω~e−6ω~exe=5665.02\tilde\omega_e - 6\tilde\omega_ex_e = 5665.0: dengan mengurangkan dua kali persamaan pertama dari persamaan kedua, −2ω~exe=−105.6-2\tilde\omega_ex_e = -105.6, sehingga ω~exe=52.8 cm−1\tilde\omega_ex_e = 52.8\,\mathrm{cm}^{-1} dan ω~e=2990.9 cm−1\tilde\omega_e = 2990.9\,\mathrm{cm}^{-1}.

Latihan 6.6 ★★

Dengan tetapan-tetapan dari latihan sebelumnya, hitunglah DeD_e dan D0D_0 model Morse, dan bandingkan dengan D0=35 760 cm−1D_0 = 35\,760\,\mathrm{cm}^{-1} yang sebenarnya. Ubahlah kedua nilai D0D_0 itu menjadi kJ/mol\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}.

Solusi

Solusi Latihan 6.6.

De=2990.952/(4×52.82)=42 341 cm−1D_e = 2990.95^2/(4 \times 52.82) = 42\,341\,\mathrm{cm}^{-1}; G(0)=1495.47−13.20=1482.3 cm−1G(0) = 1495.47 - 13.20 = 1482.3\,\mathrm{cm}^{-1}; D0=40 859 cm−1=488.8 kJ/molD_0 = 40\,859\,\mathrm{cm}^{-1} = 488.8\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}, dibandingkan dengan nilai sebenarnya 35 760 cm−135\,760\,\mathrm{cm}^{-1} =427.8 kJ/mol= 427.8\,\mathrm{kJ}/\mathrm{mol}: model Morse menaksir terlalu tinggi sebesar 14 %.

Latihan 6.7 ★★

Empat garis fundamental HX35X2235Cl\ce{H^{35}Cl} adalah R(0)=2905.58R(0) = 2905.58, R(1)=2925.23R(1) = 2925.23, P(1)=2864.43P(1) = 2864.43 dan P(2)=2842.94 cm−1P(2) = 2842.94\,\mathrm{cm}^{-1}. Carilah B0B_0, B1B_1, αe\alpha_e, dan asal pitanya.

Solusi

Solusi Latihan 6.7.

R(0)−P(2)=6B0=62.64R(0) - P(2) = 6B_0 = 62.64: B0=10.440 cm−1B_0 = 10.440\,\mathrm{cm}^{-1}. R(1)−P(1)=6B1=60.80R(1) - P(1) = 6B_1 = 60.80: B1=10.133 cm−1B_1 = 10.133\,\mathrm{cm}^{-1}. αe=0.307 cm−1\alpha_e = 0.307\,\mathrm{cm}^{-1}. R(0)=ν~0+2B1R(0) = \tilde\nu_0 + 2B_1 memberikan ν~0=2885.31 cm−1\tilde\nu_0 = 2885.31\,\mathrm{cm}^{-1} (dan P(1)=ν~0−2B0P(1) = \tilde\nu_0 - 2B_0 sesuai).

Latihan 6.8 ★★

Ramalkan B0B_0 dan asal pita DX35X2235Cl\ce{D^{35}Cl} dari nilai-nilai HX35X2235Cl\ce{H^{35}Cl}, dengan memakai massa tereduksinya (ω~e∝μ−1/2\tilde\omega_e \propto \mu^{-1/2}, ω~exe∝μ−1\tilde\omega_ex_e \propto \mu^{-1}, B∝μ−1B \propto \mu^{-1}).

Solusi

Solusi Latihan 6.8.

μH=0.979 59 u\mu_H = 0.979\,59\,\mathrm{u}, μD=1.904 41 u\mu_D = 1.904\,41\,\mathrm{u}, μH/μD=0.51438\mu_H/\mu_D = 0.51438. B0(DCl)=10.440×0.51438=5.370 cm−1B_0(\ce{DCl}) = 10.440 \times 0.51438 = 5.370\,\mathrm{cm}^{-1}. ω~e=2990.95×0.51438=2145.1\tilde\omega_e = 2990.95 \times \sqrt{0.51438} = 2145.1, ω~exe=52.82×0.51438=27.17\tilde\omega_ex_e = 52.82 \times 0.51438 = 27.17: ν~0=2145.1−54.3=2090.8 cm−1\tilde\nu_0 = 2145.1 - 54.3 = 2090.8\,\mathrm{cm}^{-1}.

Latihan 6.9 ★★

Untuk NX2\ce{N2}, B0=1.9896 cm−1B_0 = 1.9896\,\mathrm{cm}^{-1}. Berikan pergeseran ketiga garis Raman rotasi Stokes yang pertama, dan jelaskan selang-seling intensitasnya.

Solusi

Solusi Latihan 6.9.

Pergeseran 4B0(J+32)4B_0(J + \frac32): 11.94, 19.90, 27.85 cm−127.85\,\mathrm{cm}^{-1} (dari J=0J = 0, 1, 2). Kedua inti X14X2214N\ce{^{14}N} adalah boson identik berspin 1: tingkat-tingkat dengan JJ genap mempunyai enam keadaan spin inti, dan yang JJ-nya ganjil tiga, sehingga garis-garis dari JJ genap dua kali lebih kuat daripada garis-garis di sebelahnya.

Latihan 6.10 ★★★

Ketiga garis rotasi pertama X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O} terletak pada 115271.2018, 230538.0000 dan 345 795.9899 MHz345\,795.9899\,\mathrm{MHz}. Tunjukkan bahwa rotor tegar tidak cocok dengan garis-garis itu, lalu tentukan BB dan tetapan distorsi sentrifugal DD.

Solusi

Solusi Latihan 6.10.

Rotor tegar akan menempatkan garis-garis itu pada ν1\nu_1, 2ν12\nu_1, 3ν13\nu_1: 230542.40230542.40 dan 345 813.61 MHz345\,813.61\,\mathrm{MHz}, di atas nilai terukur sebesar 4.4 dan 17.6 MHz17.6\,\mathrm{MHz}. Dengan νJ+1←J=2B(J+1)−4D(J+1)3\nu_{J+1\leftarrow J} = 2B(J+1) - 4D(J+1)^3: ν1=2B−4D\nu_1 = 2B - 4D, ν3=6B−108D\nu_3 = 6B - 108D, sehingga 3ν1−ν3=96D3\nu_1 - \nu_3 = 96D: D=0.1835 MHzD = 0.1835\,\mathrm{MHz} dan B=(ν1+4D)/2=57 635.97 MHzB = (\nu_1 + 4D)/2 = 57\,635.97\,\mathrm{MHz}. Pemeriksaan: ν2=4B−32D=230 538.0 MHz\nu_2 = 4B - 32D = 230\,538.0\,\mathrm{MHz}.

Latihan 6.11 ★★★

Tunjukkan bahwa jumlah Birge–Sponer selisih-selisih ΔG(v+12)\Delta G(v + \frac12) osilator Morse dari v=0v = 0 sampai tingkat terikat terakhir mendekati De−G(0)D_e - G(0), lalu hitunglah jumlah itu untuk HCl\ce{HCl}.

Solusi

Solusi Latihan 6.11.

ΔG(v+12)=ω~e−2ω~exe(v+1)\Delta G(v + \frac12) = \tilde\omega_e - 2\tilde\omega_ex_e(v+1) lenyap di dekat v=ω~e/2ω~exe−1v = \tilde\omega_e/2\tilde\omega_ex_e - 1; jumlah deret aritmetika nn suku dari ω~e−2ω~exe\tilde\omega_e - 2\tilde\omega_ex_e turun sampai hampir 0 kira-kira nω~e/2≈ω~e2/4ω~exe−ω~e/2≈De−G(0)n\tilde\omega_e/2 \approx \tilde\omega_e^2/4\tilde\omega_ex_e - \tilde\omega_e/2 \approx D_e - G(0). Untuk HCl\ce{HCl}, ke-28 selisih (v=0v = 0 sampai 27) berjumlah 40 857 cm−140\,857\,\mathrm{cm}^{-1}, dibandingkan dengan De−G(0)=40 859 cm−1D_e - G(0) = 40\,859\,\mathrm{cm}^{-1}.

Latihan 6.12 ★★★

Inti X16X2216O\ce{^{16}O} mempunyai spin nol, sehingga tingkat-tingkat X16X2216OX12X2212CX16X2216O\ce{^{16}O^{12}C^{16}O} dengan JJ ganjil tidak ada. Berapakah jarak antargaris Raman rotasinya, dan pergeseran garis pertamanya, dinyatakan dalam BB? Mengapa COX2\ce{CO2} tidak mempunyai spektrum gelombang mikro?

Solusi

Solusi Latihan 6.12.

Karena hanya ada JJ genap, transisi J→J+2J \to J + 2 berawal pada J=0,2,4,…J = 0, 2, 4, \dots: pergeseran 6B,14B,22B,…6B, 14B, 22B, \dots, dengan jarak 8B8B. COX2\ce{CO2} mempunyai pusat simetri dan tidak mempunyai dipol permanen: tidak ada spektrum gelombang mikro.

6.7 Soal: Mendengarkan Awan yang Dingin

Soal 6.1

Soal akhir pekan — panjang ikatan karbon monoksida dari garis rotasi pertamanya, suhu sebuah awan antarbintang, isotopolog karbon-13, dan pita inframerahnya

Data: garis-garis X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O} J=1←0J = 1 \leftarrow 0 pada 115.2712 GHz115.2712\,\mathrm{GHz} dan 2←12 \leftarrow 1 pada 230.5380 GHz230.5380\,\mathrm{GHz}; garis X13X2213CX16X2216O\ce{^{13}C^{16}O} 1←01 \leftarrow 0 pada 110.2014 GHz110.2014\,\mathrm{GHz}; massa X12X2212C\ce{^{12}C} 12 (tepat), X13X2213C\ce{^{13}C} 13.00335, X16X2216O\ce{^{16}O} 15.994 91 u15.994\,91\,\mathrm{u}; kelimpahan alami X13X2213C\ce{^{13}C} 1.1 %; untuk X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O}, ω~e=2169.81 cm−1\tilde\omega_e = 2169.81\,\mathrm{cm}^{-1}, ω~exe=13.288 cm−1\tilde\omega_ex_e = 13.288\,\mathrm{cm}^{-1}, dan panjang kesetimbangan re=112.83 pmr_e = 112.83\,\mathrm{pm}. h=6.626 07×10−34 J sh = 6.626\,07 \times 10^{-34}\,\mathrm{J}\,\mathrm{s}, u=1.660 54×10−27 kgu = 1.660\,54 \times 10^{-27}\,\mathrm{kg}, c=2.997 92×1010 cm/sc = 2.997\,92 \times 10^{10}\,\mathrm{cm}/\mathrm{s}, hc/k=1.438 78 cm Khc/k = 1.438\,78\,\mathrm{cm}\,\mathrm{K}.

Bagian I — Ikatannya.

  1. Hitunglah B0B_0 dalam hertz dan dalam cm−1\mathrm{cm}^{-1}.
  2. Hitunglah massa tereduksi X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O} dalam kilogram.
  3. Hitunglah momen inersianya.
  4. Simpulkan r0r_0.
  5. Bandingkan dengan rer_e. Mengapa r0r_0 lebih panjang?
  6. Ramalkan garis 2←12 \leftarrow 1 untuk rotor tegar. Berikan komentar tentang nilai terukurnya.

Bagian II — Suhu awan itu.

  1. Berikan energi, dalam cm−1\mathrm{cm}^{-1} dan dalam kelvin (E/kE/k), tingkat-tingkat J=0J = 0, 1, 2.
  2. Tuliskan rasio populasi N2/N1N_2/N_1 pada suhu TT.
  3. Pengamatan memberikan N2/N1=0.85N_2/N_1 = 0.85 (data soal). Carilah TT.
  4. Tingkat mana yang paling terpopulasi pada suhu itu?
  5. Mengapa awan semacam itu tidak dapat dilihat dalam pita vibrasi inframerah?
  6. Mengapa garis 1←01 \leftarrow 0 merupakan perunut gas dingin yang paling banyak dipakai?

Bagian III — Isotopolognya.

  1. Hitunglah massa tereduksi X13X2213CX16X2216O\ce{^{13}C^{16}O}.
  2. Ramalkan garis 1←01 \leftarrow 0 isotopolog itu dari garis X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O}.
  3. Bandingkan dengan nilai terukur 110.2014 GHz110.2014\,\mathrm{GHz}. Apa yang telah diabaikan?
  4. Jika kedua garis lemah dan tidak jenuh, rasio intensitas berapa yang akan diberikan oleh kelimpahan alaminya?
  5. Rasio yang teramati jauh lebih kecil. Apa artinya bagi garis X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O}?
  6. Mengapa dalam praktik kedua isotopolog itu diamati bersama-sama?

Bagian IV — Pita vibrasinya.

  1. Hitunglah asal pita fundamental, dalam cm−1\mathrm{cm}^{-1} dan dalam mikrometer.
  2. Hitunglah overtone pertamanya.
  3. Hitunglah energi titik nolnya.
  4. Apa yang memisahkan garis R dan P yang pertama?
  5. Molekul mana, X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O} atau X13X2213CX16X2216O\ce{^{13}C^{16}O}, yang asal pitanya lebih rendah?
  6. Nyatakan hasilnya: panjang ikatan r0r_0 karbon monoksida yang diperoleh dari satu garis radio.
Solusi

Solusi Soal 6.1.

1. B0=ν/2=57.6356 GHzB_0 = \nu/2 = 57.6356\,\mathrm{GHz}; B0/c=1.922 52 cm−1B_0/c = 1.922\,52\,\mathrm{cm}^{-1}. 2. μ=12×15.99491/27.99491=6.856 21 u=1.138 50×10−26 kg\mu = 12 \times 15.99491/27.99491 = 6.856\,21\,\mathrm{u} = 1.138\,50 \times 10^{-26}\,\mathrm{kg}. 3. I=h/8π2B0=1.4560×10−46 kg m2I = h/8\pi^2B_0 = 1.4560 \times 10^{-46}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}^{2}. 4. r0=I/μ=113.09 pmr_0 = \sqrt{I/\mu} = 113.09\,\mathrm{pm}. 5. r0r_0 melebihi re=112.83 pmr_e = 112.83\,\mathrm{pm} sebesar 0.26 pm0.26\,\mathrm{pm}: B0B_0 merata-ratakan 1/r21/r^2 atas vibrasi titik nol dalam sumur anharmonik, yang lebih lama berada pada jarak yang panjang. 6. 2ν1←0=230.5424 GHz2\nu_{1\leftarrow0} = 230.5424\,\mathrm{GHz}; garis terukurnya 4.4 MHz4.4\,\mathrm{MHz} lebih rendah: distorsi sentrifugal. 7. 00, 3.845 dan 11.535 cm−111.535\,\mathrm{cm}^{-1}, yaitu E/k=0E/k = 0, 5.53 dan 16.60 K16.60\,\mathrm{K}. 8. N2/N1=53exp⁡[−(16.60−5.53) K/T]N_2/N_1 = \frac53\exp[-(16.60 - 5.53)\,\mathrm K/T]. 9. ln⁡(53/0.85)=0.673=11.06/T\ln(\frac53/0.85) = 0.673 = 11.06/T: T=16 KT = 16\,\mathrm{K}. 10. Jmax⁡=16.4/(2×1.43878×1.9225)−0.5=1.2J_{\max} = \sqrt{16.4/(2 \times 1.43878 \times 1.9225)} - 0.5 = 1.2: J=1J = 1. 11. Satu kuantum vibrasi setara dengan hcν~/k≈3080 Khc\tilde\nu/k \approx 3080\,\mathrm{K}: pada 16 K16\,\mathrm{K} tidak ada molekul yang tereksitasi secara vibrasi, sehingga awan itu tidak memancarkan cahaya vibrasi. 12. Garis itu hanya memerlukan eksitasi 5.5 K5.5\,\mathrm{K}, tereksitasi bahkan dalam gas yang paling dingin, dan CO melimpah serta mempunyai momen dipol. 13. μ=13.00335×15.99491/28.99826=7.172 41 u\mu = 13.00335 \times 15.99491/28.99826 = 7.172\,41\,\mathrm{u}. 14. B∝1/μB \propto 1/\mu: 115.2712×6.85621/7.17241=110.1893 GHz115.2712 \times 6.85621/7.17241 = 110.1893\,\mathrm{GHz}. 15. Ramalan itu 12 MHz12\,\mathrm{MHz} (0.011 %) di bawah garis terukur: B0=Be−12αeB_0 = B_e - \frac12\alpha_e, dan suku vibrasi–rotasi αe\alpha_e berskala dengan pangkat μ\mu yang berbeda; struktur kesetimbangannya sama, rata-rata titik nolnya tidak. 16. 98.9/1.1=9098.9/1.1 = 90. 17. Garis X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O} jenuh (tebal secara optis): garis itu tidak lagi tumbuh bersama banyaknya gas. 18. Garis X13X2213CX16X2216O\ce{^{13}C^{16}O} yang langka tetap sebanding dengan banyaknya gas, sedangkan garis X12X2212CX16X2216O\ce{^{12}C^{16}O} memberikan suhunya: bersama-sama keduanya mengukur kedua besaran itu. 19. ν~0=2169.81−2×13.288=2143.24 cm−1\tilde\nu_0 = 2169.81 - 2 \times 13.288 = 2143.24\,\mathrm{cm}^{-1}, 4.666 µm4.666\,\text{µ}\mathrm{m}. 20. 2ω~e−6ω~exe=4259.89 cm−12\tilde\omega_e - 6\tilde\omega_ex_e = 4259.89\,\mathrm{cm}^{-1}. 21. G(0)=12ω~e−14ω~exe=1081.58 cm−1G(0) = \frac12\tilde\omega_e - \frac14\tilde\omega_ex_e = 1081.58\,\mathrm{cm}^{-1}. 22. R(0)−P(1)=2(B0+B1)≈4B≈7.7 cm−1R(0) - P(1) = 2(B_0 + B_1) \approx 4B \approx 7.7\,\mathrm{cm}^{-1}. 23. X13X2213CX16X2216O\ce{^{13}C^{16}O}: massa tereduksinya lebih berat, frekuensinya lebih rendah. 24. r0(CO)=113.1 pmr_0(\ce{CO}) = 113.1\,\mathrm{pm}, dari satu frekuensi radio saja.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 852 istilah di glosarium