dengan a, b, cbilangan real. Bentuk ax2+bx+c disebut juga trinomial kuadrat.
Teorema 10.2(Bentuk kanonik)
Setiap fungsi kuadrat dapat ditulis dengan tepat satu cara sebagai
f(x)=a(x−α)2+β,dengan α=−2ab dan β=f(α).
Inilah bentuk kanonikf.
Bukti. Kita melengkapkan kuadratnya. Karena a=0, keluarkan faktor itu dari dua suku pertamanya:
ax2+bx+c=a(x2+abx)+c.
Kini x2+abx adalah awal kuadrat (x+2ab)2=x2+abx+4a2b2, sehingga x2+abx=(x+2ab)2−4a2b2. Setelah disubstitusikan:
f(x)=a(x+2ab)2−4ab2+c=a(x−α)2+β,
dengan α=−2ab dan β=c−4ab2. Mengevaluasi di x=α mematikan suku kuadratnya, jadi β=f(α). Ketunggalannya: menjabarkana(x−α)2+β lalu menyamakan koefisien x memaksa α=−2ab, dan setelah itu β pun tertentu. ∎
Contoh 10.3
Misalkan f(x)=2x2−8x+3. Maka α=−2×2−8=2 dan β=f(2)=8−16+3=−5, sehingga
f(x)=2(x−2)2−5.
Periksa dengan menjabarkannya: 2(x2−4x+4)−5=2x2−8x+8−5=2x2−8x+3.
Proposisi 10.4(Nilai ekstrem dan variasi)
Misalkan f(x)=a(x−α)2+β.
Jika a>0, maka f turun pada (−∞,α] dan naik pada [α,+∞): jadi f mempunyai minimumβ, yang dicapai di x=α.
Jika a<0, variasinya terbalik: f mempunyai maksimumβ di x=α.
Bukti. Andaikan a>0 dan misalkan α≤u<v. Maka
f(v)−f(u)=a((v−α)2−(u−α)2)=a(v−u)((v−α)+(u−α)).
Setiap faktornya positif: a>0, v−u>0, dan (v−α)+(u−α)>0 sebab v>α dan u≥α. Jadi f(v)>f(u): f naik pada [α,+∞). Untuk u<v≤α faktor terakhirnya negatif, sehingga f(v)<f(u): f turun di sana. Akhirnya f(x)−f(α)=a(x−α)2≥0 untuk semua x, jadi β=f(α) adalah minimumnya. Kasus a<0 menyusul dengan menerapkan uraian di atas pada −f. ∎
Contoh 10.5
Seorang petani mempunyai pagar sepanjang 100 meter untuk mengelilingi ladang persegi panjang yang bersandar pada tembok lurus (tidak perlu pagar sepanjang tembok). Jika x lebarnya, luas yang terkurung adalah A(x)=x(100−2x)=−2x2+100x. Di sini α=−2×(−2)100=25 dan A(25)=25×50=1250: luasnya terbesar untuk lebar 25 m, yaitu 1250 m2.
10.2 Akar dan pemfaktoran
Definisi 10.6(Akar, diskriminan)
Sebuah akar trinomial ax2+bx+c adalah penyelesaian persamaanax2+bx+c=0. Diskriminan trinomial itu adalah bilangan
Sebuah hasil kali bernilai nol tepat ketika salah satu faktornya nol, dan itu memberi kedua akarnya, yang berbeda sebab Δ=0.
2. Jika Δ=0, isi kurungnya adalah (x+2ab)2, yang lenyap hanya di x0=−2ab.
3. Jika Δ<0, maka −4a2Δ>0, sehingga isi kurungnya adalah kuadrat ditambah bilangan positif: nilainya tidak pernah lenyap, dan persamaannya tidak mempunyai penyelesaian real. Pemfaktoran a(x−x1)(x−x2) akan menghasilkan akar, jadi pemfaktoran itu tidak ada. ∎
Contoh 10.8
Selesaikan 2x2−8x+3=0. Di sini Δ=(−8)2−4×2×3=64−24=40>0, jadi ada dua akar:
x1,2=48±40=48±210=2±210.
Untuk x2+x+1=0: Δ=1−4=−3<0, tanpa penyelesaian real.
Proposisi 10.9(Jumlah dan hasil kali akar)
Jika Δ≥0 dan x1,x2akarnya (sama ketika Δ=0), maka
x1+x2=−ab,x1x2=ac.
Sebaliknya, dua bilangan yang berjumlah s dan berhasil kali p adalah penyelesaian x2−sx+p=0.
Menyamakan koefisiennya dengan ax2+bx+c memberi −a(x1+x2)=b dan ax1x2=c. Untuk kebalikannya, jika u+v=s dan uv=p, maka (x−u)(x−v)=x2−sx+p, jadi u dan v adalah akarnya. ∎
Contoh 10.10
Carilah dua bilangan yang berjumlah 10 dan berhasil kali 21. Keduanya memenuhi x2−10x+21=0; Δ=100−84=16, akarnya210±4=7 dan 3. Menebak akar dengan cepat: karena koefisien x2−5x+4 memenuhi 1−5+4=0, bilangan 1 adalah sebuah akar, dan akar yang lain adalah ac=4 (hasil kali keduanya harus ac).
10.3 Tanda sebuah bentuk kuadrat
Teorema 10.11(Tanda sebuah trinomial)
Misalkan f(x)=ax2+bx+c dengan a=0.
Jika Δ>0, dengan akarx1<x2: maka f(x) bertanda sama dengan a di luar [x1,x2], dan bertanda sama dengan −a pada (x1,x2).
Jika Δ=0: f(x) bertanda sama dengan a untuk semua x=x0, dan lenyap di x0.
Jika Δ<0: f(x) bertanda sama dengan a untuk semua x.
Singkatnya: sebuah trinomial bertanda sama dengan a, kecuali di antara akarnya.
Bukti.1. Tulislah f(x)=a(x−x1)(x−x2) lalu ikuti tanda kedua faktornya. Jika x<x1: baik x−x1 maupun x−x2 negatif, hasil kalinya positif, sehingga f(x) bertanda sama dengan a. Jika x1<x<x2: kedua faktornya bertanda berlawanan, hasil kalinya negatif, dan f(x) bertanda sama dengan −a. Jika x>x2: kedua faktornya positif dan f(x) bertanda sama dengan a lagi.
2.f(x)=a(x−x0)2 dan (x−x0)2>0 untuk x=x0.
3. Dari bukti Teorema 10.7, f(x)=a[(x+2ab)2+(−4a2Δ)], dan isi kurungnya selalu positif. ∎
Metode 10.12(Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat)
bacalah interval penyelesaiannya, sambil memperhatikan apakah akarnya sendiri termasuk (pertidaksamaan takmurni) atau tidak (murni).
Contoh 10.13
Selesaikan −x2+3x+4≥0. Di sini Δ=9+16=25, dan akarnya adalah −2−3±5, yaitu x1=−1 dan x2=4. Karena a=−1<0, trinomialnya negatif di luar akarnya dan positif di antara akarnya. Dengan pertidaksamaan takmurni, himpunan penyelesaiannya adalah [−1,4].
10.4 Parabola
Definisi 10.14(Parabola)
Grafikfungsi kuadratf(x)=a(x−α)2+β adalah sebuah parabola dengan titik puncakS(α,β). Parabola itu terbuka ke atas bila a>0, ke bawah bila a<0, dan simetris terhadap garis tegak x=α.
Catatan 10.15
Kesimetriannya mudah diperiksa: untuk sebarang h, f(α+h)=ah2+β=f(α−h), sehingga dua titik yang berjarak mendatar sama dari garis x=α mempunyai tinggi yang sama.
Tiga kedudukan parabola yang terbuka ke atas (a>0) terhadap sumbu x: dua akar, satu akar kembar, tanpa akar. Titik puncak S berabsis α=−2ab.
Tanda trinomial yang terbuka ke bawah (a<0) dengan dua akar: tanda −a di antara akarnya (terarsir), tanda a di luarnya.
Metode 10.16(Membaca parabola)
Untuk mensketsa f(x)=ax2+bx+c: carilah arah bukaannya (tanda a), titik puncaknya (−2ab,f(−2ab)), titik potong (0,c) dengan sumbu y, dan akarnya bila ada. Sumbu simetri x=−2ab lalu menempatkan setiap titik hitungan dua kali.
Contoh 10.17
Untuk f(x)=x2−4x+3: terbuka ke atas, titik puncak (2,−1), memotong sumbu y di (0,3), akarnya1 dan 3 (tertebak: 1−4+3=0). Menurut kesimetriannya, titik (4,3) juga terletak pada kurvanya, mencerminkan (0,3).
f(x)=x2−6x+11=(x−3)2−9+11=(x−3)2+2: titik puncak (3,2).
g(x)=−2x2+4x+1=−2(x2−2x)+1=−2((x−1)2−1)+1=−2(x−1)2+3: titik puncak (1,3).
h(x)=3x2+6x=3(x2+2x)=3((x+1)2−1)=3(x+1)2−3: titik puncak (−1,−3).
Latihan 10.3★
Selesaikan pertidaksamaan berikut
x2−3x−10<0,2x2+x+3>0,−x2+6x−9≥0.
Solusi
Solusi Latihan 10.3.
x2−3x−10: Δ=9+40=49, akarnya23±7=−2 dan 5; koefisien utamanya positif, sehingga trinomialnya negatif tegas di antara kedua akarnya: himpunan penyelesaiannya (−2,5).
2x2+x+3: Δ=1−24=−23<0 dan a=2>0: selalu positif, sehingga himpunan penyelesaiannya R.
−x2+6x−9=−(x−3)2: nilainya ≥0 hanya ketika (x−3)2≤0, yaitu di x=3. Himpunan penyelesaiannya {3}.
Latihan 10.4★
Tanpa menghitung Δ, carilah satu akar yang kasatmata, lalu akar lainnya:
x2−7x+6=0,2x2+5x−7=0,x2+4x−5=0.
(Petunjuk: ujilah x=1 dan x=−1, lalu pakai hasil kali akarnya.)
Solusi
Solusi Latihan 10.4.
x2−7x+6: 1−7+6=0, jadi 1 sebuah akar; hasil kali kedua akarnya6, sehingga akar yang lain adalah 6.
2x2+5x−7: 2+5−7=0, jadi 1 sebuah akar; hasil kalinya ac=−27, sehingga akar yang lain adalah −27.
x2+4x−5: 1+4−5=0, jadi 1 sebuah akar; hasil kalinya −5, sehingga akar yang lain adalah −5.
Latihan 10.5★★
Carilah dua bilangan yang berjumlah 14 dan berhasil kali 45. Lalu carilah ukuran sebuah persegi panjang berkeliling 34 dan berluas 60.
Solusi
Solusi Latihan 10.5.
Kedua bilangan itu memenuhi x2−14x+45=0 (Proposisi 10.9); Δ=196−180=16, akarnya214±4=9 dan 5.
Untuk persegi panjangnya: setengah kelilingnya memberi panjang + lebar =17, dan luasnya memberi hasil kali keduanya 60. Keduanya memenuhi x2−17x+60=0; Δ=289−240=49, akarnya217±7=12 dan 5. Jadi persegi panjangnya 12×5.
Latihan 10.6★★
Misalkan f(x)=x2+(m−2)x+1, dengan m sebuah parameter real. Untuk nilai m yang mana persamaanf(x)=0 mempunyai tepat satu penyelesaian? Tidak mempunyai penyelesaian?
Solusi
Solusi Latihan 10.6.
Δ=(m−2)2−4. Tepat satu penyelesaian ketika Δ=0: (m−2)2=4, jadi m−2=±2, yaitu m=0 atau m=4. Tanpa penyelesaian ketika Δ<0: (m−2)2<4, yaitu −2<m−2<2, artinya 0<m<4.
Latihan 10.7★★
Sebuah bola dilempar ke atas; tingginya setelah t detik adalah h(t)=−5t2+20t+1 (dalam meter). Berapa tinggi maksimum yang dicapai, dan pada waktu berapa? Pada selang waktu mana bola itu berada paling sedikit 16 m di atas tanah?
Solusi
Solusi Latihan 10.7.
Titik puncaknya berada di t=−2×(−5)20=2, dan h(2)=−20+40+1=21: tinggi maksimumnya21 m, dicapai setelah 2 detik.
h(t)≥16 berarti −5t2+20t−15≥0, yaitu (setelah dibagi −5, yang membalik arah pertidaksamaannya) t2−4t+3≤0. Akart2−4t+3 adalah 1 dan 3 (1−4+3=0, hasil kalinya 3), jadi t2−4t+3≤0 tepat pada [1,3]: bola itu berada paling sedikit 16 m di atas tanah antara waktu t=1 s dan t=3 s.
Latihan 10.8★★
Selesaikan persamaanx4−13x2+36=0 dengan memisalkan X=x2 (sebuah persamaanbikuadrat).
Solusi
Solusi Latihan 10.8.
Dengan X=x2: X2−13X+36=0, Δ=169−144=25, jadi X=213±5=9 atau 4. Kembali ke x: x2=9 memberi x=±3, dan x2=4 memberi x=±2. Himpunan penyelesaiannya {−3,−2,2,3}.
Latihan 10.9★★
Untuk nilai x yang mana titik M(x,x2) pada parabolay=x2 terletak tegas di bawah garis y=x+2? Tafsirkan pada sebuah sketsa.
Solusi
Solusi Latihan 10.9.
Syaratnya adalah x2<x+2, yaitu x2−x−2<0. Karena x2−x−2=(x+1)(x−2) (akarnya−1 dan 2), pertidaksamaannya berlaku tegas di antara kedua akarnya: x∈(−1,2). Pada sketsanya, parabolay=x2 menukik di bawah garis y=x+2 tepat di antara kedua titik potongnya, yaitu (−1,1) dan (2,4).
Latihan 10.10★★
Jumlah sebuah bilangan positif dan kebalikannya adalah 613. Carilah bilangan itu. (Susutkan menjadi persamaan kuadrat.)
Solusi
Solusi Latihan 10.10.
Misalkan x>0 memenuhi x+x1=613. Setelah dikalikan 6x>0: 6x2+6=13x, yaitu 6x2−13x+6=0. Lalu Δ=169−144=25 dan x=1213±5, yang memberi x=23 atau x=32. Keduanya positif dan saling berkebalikan, seperti diharapkan: bilangannya adalah 23 (atau 32).
Latihan 10.11★★★
Misalkan Pparabolay=x2 dan misalkan dm garis y=mx−1, dengan m sebuah parameter real.
Untuk nilai m yang mana P dan dm berpotongan di dua titik? Satu titik? Tanpa titik potong?
Ketika keduanya bersentuhan tepat di satu titik, hitunglah titik sentuhnya. (Pada Bab 12 kamu akan mengenali dm sebagai garis singgung P di titik itu.)
Solusi
Solusi Latihan 10.11.
1. Titik potongnya berpadanan dengan penyelesaian x2=mx−1, yaitu x2−mx+1=0, yang diskriminannyaΔ=m2−4. Dua titik ketika ∣m∣>2; tepat satu ketika m=±2; tidak ada ketika −2<m<2.
2. Untuk m=2: x2−2x+1=(x−1)2=0, jadi titik sentuh tunggalnya (1,1). Untuk m=−2: (x+1)2=0, titik sentuhnya (−1,1). Pada kedua kasus itu garisnya bertemu parabola di satu titik tanpa memotongnya — itulah garis singgung di sana, dan memang gradiennyam=±2 sama dengan nilai di x=±1 dari turunan 2xfungsix2 (Bab 12).
10.6 Soal: Titik rahasia parabola
Soal 10.1
Soal akhir pekan — fokus dan direktriks: mengapa antena parabola, lampu sorot dan jembatan gantung sama-sama menggambar kurva yang itu-itu juga, yang pada dasarnya hanya ada satu
Setiap antena parabola di setiap balkon mengarahkan penerimanya ke satu titik dalam yang tepat; setiap lampu sorot menyembunyikan bola lampunya di tempat istimewa yang sama. Titik itu — fokusnya — adalah rahasia yang disimpan parabola sejak zaman geometri Yunani, dan rumus jarak sudah cukup untuk menariknya keluar. Di sepanjang jalan, soal ini melatih diskriminan, melemparkan peluru melewati tembok, menggantungkan sebuah jembatan, lalu membuktikan satu fakta akhir yang mengejutkan: sampai pada perbesaran, hanya ada satu parabola di dunia.
Bagian I — Kefasihan dengan trinomial.
Selesaikan x2−5x+6=0, lalu 2x2+x−6=0, lalu x2+x+1=0 (Teorema 10.7).
Tulislah 2x2−4x−6 dalam bentuk terfaktorkan dan dalam bentuk kanonik (Teorema 10.2). Bersama bentuk terjabarkannya, kini kamu memegang tiga busana satu fungsi: sebutkan ciri apa yang ditampilkan masing-masing sekilas (akar, titik puncak, titik potong sumbu y).
Selesaikan −x2+4x−3≥0 dengan aturan tanda (Teorema 10.11).
Viète sebagai detektif (Proposisi 10.9, melanjutkan Babilonia pada Soal 2.1): carilah dua bilangan yang berjumlah 7 dan berhasil kali 12 dengan menuliskan persamaannya. Lalu: satu akarx2−5x+c=0 sama dengan 2; carilah c dan akar lainnya tanpa menyelesaikan apa pun.
Untuk nilai m yang mana x2+mx+9=0 mempunyai akar kembar? Tidak mempunyai akar? Mempunyai dua akar?
Bagian II — Fokus yang tersingkap. Bekerjalah pada parabolay=x2, titik F(0,41) dan garis mendatar δ dengan persamaany=−41.
Untuk sebuah titik P(x,x2) pada parabola itu, jabarkan PF2=x2+(x2−41)2 lalu tunjukkan bahwa hasilnya adalah kuadrat sempurna (x2+41)2. Simpulkan PF.
Hitunglah jarak dari P ke garis δ, lalu simpulkan: setiap titik pada parabola itu berjarak sama ke F dan ke δ. (F disebut fokus, δ disebut direktriks.)
Buktikan kebalikannya: sebuah titik P(x,y) dengan PF=dist(P,δ) pasti memenuhi y=x2. (Kuadratkan kedua jaraknya lalu sederhanakan.) Jadi parabola itu sebuah tempat kedudukan, persis seperti lingkaran pada Soal 5.1: kesamaan jarak ke sebuah titik dan ke sebuah garis, bukan ke satu titik saja.
Untuk parabola yang lebih lebar y=4fx2 (dengan f>0), sesuaikan pertanyaan 6 untuk menunjukkan bahwa fokusnya (0,f) dan direktriksnya y=−f. Penerapannya: sebuah antena parabola selebar 60 cm dan sedalam 9 cm — tepinya melalui (30,9). Carilah f: seberapa tinggi di atas titik puncaknya penerima itu harus digantung?
Alasan antena parabola bekerja: sinar yang datang sejajar dengan sumbunya semua memantul melalui fokusnya (dan bola lampu di fokusnya melemparkan berkas sejajar — lampu sorot adalah antena parabola yang dijalankan mundur). Jelaskan mengapa kesamaan jarak pada pertanyaan 7 membuat hal ini masuk akal (bayangkan sinarnya sebagai muka gelombang yang berbaris), lalu sebutkan alat yang akan datang pada Bab 12 (lihat Latihan 10.11), yang mengubah kemasukakalan itu menjadi bukti.
Sebuah bola mengikuti lintasan y=x−20x2 (x dan y dalam meter). Carilah tempat jatuhnya, kedudukan mendatar titik tertingginya, dan tinggi maksimumnya (Proposisi 10.4).
Pada lintasan yang sama, sebuah tembok berdiri di x=4. Hitunglah tinggi bolanya di sana: apakah bola itu melewati tembok setinggi 3 m? Tembok setinggi 4 m?
Sebuah lengkung parabola membentang 40 m dengan tinggi maksimum10 m: dalam koordinat yang berpusat, y=10−40x2. Dapatkah truk setinggi 7 m lewat pada jarak 10 m dari pusatnya? Pada 15 m?
Pendapatan sebuah gedung pertunjukan pada harga karcis p euro adalah R(p)=p(120−2p) (permintaan turun ketika harga naik). Carilah harga yang memaksimumkan pendapatannya, dan nilai maksimumnya.
Kabel utama Jembatan Golden Gate berbentuk parabola dengan ketelitian yang sangat baik (beban lantai jembatan yang merata menghasilkan parabola — rantai yang tergantung bebas tidak: kurvanya, yang disebut katenari, memerlukan fungsi eksponen tahun berikutnya). Dengan bentang 1280 m dan lendutan 143 m, kabelnya mengikuti y=143(640x)2 dari pusatnya. Berapa tinggi kabel itu di atas titik terendahnya pada x=320 m?
Bagian IV — Garis, garis singgung, dan kejutan terakhir.
Lengkapkan Latihan 10.11: garis y=mx−1 yang melalui titik luar (0,−1) bertemu y=x2 menurut tanda sebuah diskriminan. Carilah kedua garis singgung dari (0,−1) beserta titik sentuhnya.
Kini garis y=mx+1 yang melalui titik dalam(0,1): hitunglah diskriminanpersamaan perpotongannya lalu tunjukkan bahwa setiap garis semacam itu memotong parabolanya dua kali. Moralnya: dari dalam, tidak ada garis singgung — persis seperti pada lingkaran.
Tali busur fokal: potongkan y=x2 dengan garis mendatar yang melalui fokusnya, y=41. Berapa panjang tali busurnya? Periksalah aturan umumnya (layak diingat untuk antena parabola): untuk y=4fx2, tali busur yang melalui fokus dan sejajar direktriksnya berpanjang 4f.
Kejutan terakhir: terapkan perbesaran (x,y)↦(kx,ky) pada parabolay=x2 lalu tunjukkan bahwa petanya tepat y=kx2. Simpulkan: setiap parabolay=4fx2 adalah perbesaran parabola satuan — tidak seperti lingkaran dan elips yang perbandingannya berbeda-beda, semua parabola sebangun.
Penutup: potret parabola dalam lima baris — sebuah persamaan dengan tiga busana (pertanyaan 2), sebuah tempat kedudukan (pertanyaan 7–8), pemantul milik insinyur (pertanyaan 9, 10), lintasan peluru dan kabel jembatan (pertanyaan 11–15), serta satu kurva tunggal sampai pada perbesaran (pertanyaan 19). Masing-masing satu kalimat.
Solusi
Solusi Soal 10.1.
1.x2−5x+6: Δ=1, akarnya2 dan 3. 2x2+x−6: Δ=1+48=49, akarnya4−1±7: yaitu 23 dan −2. x2+x+1: Δ=−3<0: tanpa penyelesaian real.
2.Δ=16+48=64: akarnya3 dan −1, sehingga 2x2−4x−6=2(x−3)(x+1); bentuk kanoniknya2(x−1)2−8. Bentuk terfaktorkan menampilkan akarnya, bentuk kanonik menampilkan titik puncak (1,−8), dan bentuk terjabarkan menampilkan titik potong sumbu y di −6.
3.Akarnya1 dan 3, koefisien utamanya negatif: trinomialnya ≥0di antara kedua akarnya, jadi x∈[1,3].
4. Kedua bilangan itu adalah akarx2−7x+12=0: yaitu 3 dan 4. Jika 2 sebuah akarx2−5x+c, akar yang lain, r, memenuhi 2+r=5 (jumlahnya), jadi r=3, dan c=2×3=6 (hasil kalinya): Viète membacanya langsung.
5.Δ=m2−36: akar kembar untuk m=±6 (akarnya∓3); tanpa akar untuk −6<m<6; dua akar untuk ∣m∣>6.
6.PF2=x2+(x2−41)2=x2+x4−2x2+161=x4+2x2+161=(x2+41)2. Jadi PF=x2+41 (kedua faktornya positif).
7. Jarak dari P(x,x2) ke garis mendatar y=−41 adalah x2+41 — tepat sama dengan PF. Jadi setiap titik pada parabola itu berjarak sama dari fokus dan direktriksnya.
8.PF2=x2+(y−41)2 dan dist2=(y+41)2. Kesamaannya memberi x2+y2−2y+161=y2+2y+161, jadi x2=y: tempat kedudukannya tepat parabola itu. Satu titik dan satu garis membangkitkan kurva ini, sebagaimana satu titik dan satu jarak membangkitkan lingkaran.
9. Untuk y=4fx2, penjabaran yang sama dengan F(0,f) memberi PF2=x2+(4fx2−f)2=(4fx2+f)2: jarak ke F sama dengan jarak ke y=−f. Untuk antenanya: 9=4f302 memberi 4f=100, f=25 cm: penerimanya tergantung seperempat meter di atas titik puncaknya — di luar cekungan setinggi 9 cm itu, seperti terlihat pada antena yang sesungguhnya.
10. Muka gelombang yang datang sejajar dengan sumbunya menempuh jarak yang sama untuk mencapai ketinggian direktriksnya; kesamaan jarak mengubah “jarak yang sama ke direktriks” menjadi “jarak yang sama ke F”: semua isyarat pantulannya tiba di Fseirama, saling menguatkan — di situlah tempat mendengarkan. Bukti yang jujur memerlukan gradien garis singgung di setiap titik — yaitu turunan pada Bab 12, yang sudah terintip pada Latihan 10.11.
11.y=x(1−20x): jatuh di x=20 m. Titik puncaknya di tengah jalan: x=10, tingginya y(10)=10−5=5 m.
12.y(4)=4−2016=3.2 m: melewati tembok 3 m dengan sisa ruang, tetapi menghantam tembok 4 m.
13.y(10)=10−40100=7.5 m >7: truknya lewat pada 10 m dari pusat. y(15)=10−40225=4.375 m: tidak lewat pada 15 m.
14.R(p)=−2p2+120p: titik puncaknya di p=4120=30 euro, dengan pendapatan R(30)=30×60=1800 euro.
15.y(320)=143×(640320)2=4143≈36 m di atas titik terendahnya.
16.x2=mx−1 memberi x2−mx+1=0, Δ=m2−4: dua titik untuk ∣m∣>2, tidak ada untuk ∣m∣<2, dan bersinggungan untuk m=±2 dengan titik sentuh x=2m=±1: garis singgungnya y=2x−1 di (1,1) dan y=−2x−1 di (−1,1).
17.x2=mx+1 memberi Δ=m2+4>0 untuk setiap m: selalu dua titik potong. Dari sebuah titik dalam, setiap garis memotong kurvanya dua kali — garis singgung hanya dapat ditarik dari luar, persis seperti pada lingkaran.
18.y=41 bertemu y=x2 di x=±21: panjang tali busurnya 1. Untuk y=4fx2: y=f memberi x2=4f2, x=±2f: panjangnya 4f — lebar fokalnya empat kali jarak fokusnya (perancang antena menyebutnya latus rectum).
19. Sebuah titik pada y=x2 adalah (a,a2); petanya(X,Y)=(ka,ka2), dan kX2=kk2a2=ka2=Y: jadi kurva petanya tepat y=kx2. Memilih k=4f menjangkau setiap parabola: semuanya perbesaran satu kurva induk. (Lingkaran pun semuanya sebangun — tetapi elips tidak: kepipihannya berarti, perbesarannya tidak.)
20. Sebuah persamaan dengan tiga busana yang terbaca; tempat kedudukan titik yang berjarak sama dari sebuah titik dan sebuah garis; pemantul yang mengumpulkan sinar sejajar di fokusnya dan kabel yang memikul lantai jembatan yang merata; lintasan setiap bola yang dilempar; dan, sampai pada perbesaran, satu kurva tunggal — satu parabola, di mana-mana.